SEObox: Web Hosting Murah Unlimited Homeschooling Indonesia

Selamat Natal

Sebentar lagi hari raya Natal akan tiba bagi umat Kristiani.
Dan sebentar lagi juga umat Islam akan ribut lagi mengenai halal-haramnya mengucapkan selamat natal (walaupun sudah jelas buya Hamka sampai ditendang dari MUI oleh Soeharto karena menolak menghalalkannya).

Sehingga, kiriman email barusan dari mifta-perjuangan@yahoogroups.com ini menjadi sangat menarik:

Assalamualaikum wr wb.

Tempat saya bekerja adalah sebuah perusahaan asing (di Singapura) yang berkantor pusat di Jerman.

Saya pikir tentunya mengucapkan selamat natal sudah biasa dilakukan.
Tapi ternyata bagian marketing kami berpikiran lebih maju, mereka punya cara tersendiri dalam memanfaatkan momen ini.

Perhatikan cuplikan e-mail berikut:

=====
Hi,

Just to let you know that Xmas card stock has arrived. These cards
are non-religious & simply state “Seasons Greeting and Best Wishes
for the New Year” in english & 6 european languages.

Kelihatannya, kita bisa menarik pelajaran dari orang-orang non-muslim ini :)

29 Responses to “Selamat Natal

  • 1
    dapit
    November 29th, 2004 21:52

    sebenernya sih ga perlu repot ngucapin selamat,
    dan gua yakin orang2 kristen/katolik akan sangat mengerti akan hal tersebut.

  • 2
    auliah azza
    November 30th, 2004 03:44

    iya, yang begituan ga usah diributkan lagi, bikin pusing kepala. enakan ributin besok mau makan apa ?

  • 3
    dani
    November 30th, 2004 05:00

    Ini bukannya hampir sama aja dengan ngibulin Tuhan ya? hehe just a thought

    anyway please check http://hamdani.harmanrukun.com i’ve completed my blog (at last!)

  • 4
    Harry
    November 30th, 2004 08:20

    dapit: iya, malah gua yakin sih orang2 kristennya malah pada bingung ngeliatin kita berantem soal ini, hehe.. much ado about nothing :)

    dani : akhirnya jadi juga… hehe, diary gaya malesbanget.com ! pungky abis.

  • 5
    Ibnu Munzir
    December 3rd, 2004 13:41

    Assalamualaikum,
    sebenarnya mas termasuk yang setuju atau tidak mengucapkan selamat natal ?

    mengucapkan selamat natal terkesan merupakan masalah yang remeh, tapi rentan banget, karena ini adalah masalah aqidah. pada fenomena natal, banyak hal yang ganjil dan aneh. salah satu contoh : napa pohon natal itu pohon cemara? sedangkan di yerusalem gak ada pohon cemara?
    yesus diangkat menjadi tuhan sekitar tahun 300-an Masehi (kisahnya panjang). intinya ini adalah masalah aqidah, karena dengan mengucapkan selamat natal berarti kita telah mengkhianati aqidah dan keimanan islam kita sendiri.nasrani mengimani bahwa yesus adalah tuhan dengan segala aqidah mereka yang timpang(salah satunya adalah trinitas dll), sedangkan islam mengimani bahwa yesus atau Isa ‘alaihissalam adalah Nabi dan Rasul-Nya, bertolak belakang bukan? mengatakan selamat natal sama juga dengan mengucapkan selamat atas kelahiran “TUHAN” yesus!, bener gak sih nabi isa lahir tanggal 25 masehi? :)…

    saya ada video ‘kesaksian mantan biarawati-irene handono’, kalo mas tertarik saya bisa kirimkan, atau mungkin mas udah nonton?, disana sudah cukup jelas keterangan seputar natal, napa tgl 25, napa pohon cemara,pengangkatan yesus sebagai tuhan dengan motif politis dll… tolong kirim alamat mas via japri ya jika berminat :)
    Wassalamu’alaikum

    -Ibnu Munzir

  • 6
    Harry
    December 3rd, 2004 15:22

    Saya kira sudah jelas dari kalimat walaupun sudah jelas buya Hamka sampai ditendang dari MUI oleh Soeharto karena menolak menghalalkannya, eh ternyata masih rancu ya :)

    Saya ini baru bisa manut saja dengan buya HAMKA :) jadi selama 4 tahun saya bekerja di Inggris, saya tidak pernah mengucapkan “selamat natal” ataupun mengirim kartu natal. Tapi alhamdulillah, kawan-kawan saya sangat memahami, dan mereka tidak tersinggung karena ini.

    Yang penting adalah kita untuk menjaga hubungan yang baik dengan siapa saja, termasuk non-muslim; itu saja saya kira.

  • 7
    Teteh
    December 22nd, 2004 11:36

    Salaams, Lucu soal natalan diributin terus setiap tahun, tapi yang tidak tahu memang selalu tanya, terpaksa kita bongkar pasang file situs dan memang diulang melulu. Selfrepeted. Di Ina ribut antara Kristen Islam (kadang mereka suka maksa agar kita ikutan..ah payah nih dengan lasan toleransi pluralisme), di Eropa/Inggris ribut soal tradisi, mereka mengklaim ini tradisi nenek moyang yang pagan, urusan malam terpanjang, urusan matahari yang ngumpet, lalu mereka pesta foya foya, business nguras kantong para shoppers, tapi ya tetap mereka ngucapin ‘Mary Christmas’, saya menilai Natalan itu sendiri seperti agama buat mereka yang Godless (datang yuu ke Inggris kalau 87% banyak gereja kosong malah dijualin)yang anti natalan juga banyak mereka ngucap ‘Season Greeting’. disini. Lets them get on with that tradition yang penting kewajiban kita untuk mengingatkan teman sahat kerabat yang mungkin di mislead, terutama anak anak kita. Dikritik itu enggak enak lho, tetap mereka kita hormati dengan kapasitas yang ada, teteh.

  • 8
    Ibnu munzir
    December 23rd, 2004 08:50

    yup! :) sekarang belum terlalu diributin. liat ntar, kalo udah tgl 24, 25, 26, 27 -an. hampir tiap tahun heboh, dan aku selalu panas kalo ada komentar yang rada2 gimanaaaa gitchu.. hiehie maklumlah… :)

  • 9
    devina
    January 12th, 2005 06:48

    emang bener buya hamka ditendang dr MUI gara2 mengharamkan mengucapkan “selamat natal’. tp teman2, kita lihat dulu siapa yg nendang Buya Hamka. Soekarno ialah tokoh yg ‘dipertanyakan’ keIslamannya! dalam perilakunya di kancah perpolitikan indonesia dia selalu menentang Islam dgn alasan2 yg jelas2 membenci Islam. knapa? karena Soekarno DITUNGGANGI PKI!!! ini adalah rahasia umum! soekarno memang mengaku Islam, tp prilakunya TDK MENCERMINKAN SEORNG MUSLIM!!

  • 10
    derick
    November 9th, 2005 12:03

    ASS..WR.WB.
    kalo menurut pendapatku…kita sebagai umat muslim TIDAK perlu mengucapkan selamat natal. kapan lagi kita bertindak tegas dengan kebatilan….ok, kita harus menhormati agama lain…tapi bukan berarti kita harus ikut -ikutan melakukan yang salah, jelas2 kesalahannya sangat fatal…dengan bukti dan realita yang ada.kita cukup diam, itu sudah cukup menghormati mereka yg beragama nasrani.

  • 11
    Cosmas CW
    November 30th, 2005 03:28

    Ass. Wr. Wb.
    Saya seorang muamalaf dan menurut pendapat saya, mengucapkan selamat natal tidak menjadi masalah buat saya, karena tidak akan mengubah iman dan aqidah saya kepada islam. Dalam keluarga saya, yang semuanya katolik, adalah suatu yang selalu dirayakan, oleh sebab itu setiap natal tiba, saya selalu mengucapkan kepada mereka.
    Menurut Quraish Shihab dalam bukunya “Membumikan Al Qur’an” juga diterangkan mengenai hal ini. Tetapi akhirnya kembali kepada diri masing2 mengenai hal ini.

    Wassalam,
    Cosmas

  • 12
    Muribo Pasaribu
    December 23rd, 2005 07:49

    Ucapan “Selamat Natal” hanyalah sekedar kata penghubung komunikasi dan bukan berkaitan erat dengan iman. Setiap orang yang mengucapkan “Selamat Natal” pada hari Natal sama artinya dengan mengucapkan “selamat sukses” kepada orang yang telah meraih prestasi, “Selamat Idul Adha” kepada orang yang sedang merayakan “Idul Adha”, dll. So, Ungkapkan ucapan “Selamat” (termasuk Selamat Natal bagi yang merayakannya) pada saat momennya, janganlah mengucapkan selamat Natal pada saat Tahun Baru (inilah yang kurang tepat) atau janganlah ucapkan selamat pagi pada saat siang hari (inilah yang salah). Oleh karena itu, Saya bersama keluarga mengucapkan “SELAMAT NATAL 25-12-05 BAGI SEMUA ORANG YANG MERAYAKANNYA. “SEMBAH SUJUDKU BAGI DIA YANG BERSEMAYAM DI DALAMMU”.

  • 13
    Harry
    December 23rd, 2005 09:31

    #11 - mungkin memang kita perlu memperhatikan konteksnya; pada masa buya Hamka, memang Islam sangat ditekan dan diremehkan. Para pejabat juga memberi contoh ekstrim, seperti ikut merayakan (baca: beribadah) natal bersama (tidak hanya sekedar mengucapkan natal). Maka karena didorong rasa tanggung jawabnya untuk mengamankan akidah umat, beliau mengeluarkan fatwa tersebut.

    Untuk kasus Anda, mudah-mudahan memang tidak apa-apa menurut Allah swt.

    Tapi saya pribadi, karena mencari amannya saja, saya tidak mengucapkan selamat natal kepada rekan-rekan Nasrani ketika saya bekerja di Inggris dulu.
    Eh, ternyata oleh mereka tidak masalah kok :) ternyata mereka sudah sangat paham dengan yang disebutkan oleh Al-Quran : “lakum dinukum waliyadin”.

    Di Indonesia saja yang pada jadi ribut, he he.

  • 14
    Mr. Nunusaku
    December 21st, 2006 22:16

    Hamka adalah seorang yg gigih terhadap agidah Islam dengan
    menyatakan Fatwa haramnya merayakan natal bersama umat Muslim. Setelah dia di tentang oleh mantan Haji Soeharto, nyawanya di jabut oleh Allahnya Non Muslim.

    Ini kenyataan dan kebesaran Allahnya Non Muslim.
    Dan sekarang banyak terjadi malepetaka disekeliling
    umat muslim, kematian dimana-mana, gemba bumi di Jawa,
    tsunami Aceh, tanah longsor, busung lapar, sekarang sudah ada
    kembali penderiataan dalam Desember kematian telah menimpa
    7 orang di Sumatra, lalu kita bertaya: Ya Allah, inikah murkamu
    pada kami ? periksa diri-diri masing-masing.

  • 15
    harry
    December 22nd, 2006 06:01

    @nunusaku - namanya manusia pasti meninggal, ada-ada saja :)

  • 16
    heru
    December 25th, 2006 16:44

    Selamat natal

  • 17
    aulia ali
    August 13th, 2007 17:15

    @nunusaku

    komentar gak mutu. kalo udah difatwa haram, ya jangan dilakukan. Bpk Quraish Shihab boleh saja membolehkan, tapi MUI mengharamkan. dan karna kita org indonesia, ya nurut ajalah sama MUI!! biar aman. buya hamka itu tokoh yang patut diacungi 100 jempol. jaman pak karno difitnah & dipenjara 2 thn, malah keluar2 sudah menyelesaikan tafsirnya. jaman oak harto disensi-in, tapi tetep istikomah dalam kebenaran islam. ulama model beginilah yang mesti kita ikuti fatwanya!!!

  • 18
    iwan
    December 15th, 2007 00:12

    yach gitu aja koq repot,kalau mau ucapin natal silahkan ga juga kaga apa2.masalahnya kalau ngebom ama korupsi itu haram jelassssss….masalah irene handoyo saya berani buktiin bahwa dia bukan biarawati.100 % saya berani kalau mau tahu saya kenal dengan keluarganya,dan saya ada hubungan famili dengan dia.dia dulunya katolik memang betul,soal pindah agama gak masalah itu hak azasi,tapi kalo dia ngaku biarawati saya tolak,karena dia gak pernah lulus dari sekolah biarawati,jangan memecah belah umat gara gara masalah ini.ok pak ibnu.wasalam

  • 19
    fourspeedlab
    December 24th, 2007 15:11

    au ah elap….
    but yang pasti sucikan hati jangan kow nodai..

  • 20
    islam sejati
    December 24th, 2007 19:49

    Mengucapkan selamat Natal jelas hukumnya haram, kalau kita mengucapkan itu artinya kita mengakui yesus itu Tuhan, padahal dia hanya salah satu dari nabi-nabi Allah (manusia biasa), yg mempopulerkan yesus sebagai Tuhan adalah St. Paul alias paulus. Nabi Musa sewaktu hendak berbicara dengan Allah dan ingin melihat wajahnya Nabi Musa sampai pingsan tdk sadarkan diri, kalau yesus adalah tuhan, alangkah mudahnya umat terdahulu melihat tuhannya, padahal Nabi Musa saja yg seorang Nabi tidak diberikan kekuatan untuk melihat Allah

  • 21
    Sofian (nama gw islami nih, hehe..)
    December 25th, 2007 04:05

    Siapa sih MUI itu? Ada yg kenal nggak? Emang dia pemegang otoritas tertinggi Agama Islam di Indonesia ya, sehingga semua perkataannya harus diikuti? Ingat, Indonesia bukan negara Islam, jadi pernyataan MUI pernah mengikat ummat Islam. Apalagi MUI hanyalah sebuah ormas, seperti halnya ormas-ormas yg lain.
    Soal ucapan selamat natal, bagi ummat Islam itu hanyalah bagian dari tata krama hidup bermasyarakat, di mana Islam bukanlah satu-satunya agama yg dipeluk oleh seluruh penduduk Indonesia. Sehingga, ucapan selamat natal sebetulnya memiliki makna yg sama dengan ucapan selamat ulang tahun, selamat tahun baru, dsb… Tak berpikir “ngeres”lah….

  • 22
    sufehmi
    December 25th, 2007 14:44

    Soal ucapan selamat natal, bagi ummat Islam itu hanyalah bagian dari tata krama hidup bermasyarakat,
    .
    Ya, dan di luar negeri pun tata krama nya juga sudah mulai berubah dari “merry christmas” menjadi”happy holiday” / season greeting /dll.
    .
    Ini yang cuma memperhatikan tata krama saja, mereka sudah mulai tidak mengucapkan selamat natal.
    .
    Apalagi kita, umat Islam / beragama, yang mustinya sudah paham esensi dari lakum dinukum waliyadin.

  • 23
    muhammad
    April 24th, 2008 08:08

    kenapa sih ngeributin tata cara?aqidah lah…walau kamu ngga ucapin selamat natal tapi kamu suka membenci orang lain,egois,suka ke dukun,ngebom,ngebunuh,korupsi,pikiran kotor,tukang selingkuh,apa kamu akan masuk sorga?kalian ngeributin apaan,kalo ujung2nya kalian ke neraka semua….bubar aja nih obrolan…malah nambahin dosa doang…

  • 24
    muhammad
    April 24th, 2008 11:53

    makanya…kalian juga banyak belajar agama…jangan cuma menelan bulat2 apa yang dikatakan pemuka2 agama…mereka cuma manusia…banyak belajar lalu tanya hati nuranimu sendiri…hati nuranimu tak akan bohong tentang mana yang baik,mana yang tidak,mana yang benar mana yang salah…atau berdoalah dengan sungguh2 sama Allah…minta ditunjukkan kebenaran yang sebenar-benarnya…dijamin,anda pasti akan mengerti…ga usah menjelek2an orang lain karena itu dosa…membenci orang lain,itu juga dosa…menganggap diri sendiri lebih benar dari orang lain itu juga memberi celah bagi dosa…tanyakan kepada dirimu sendiri…apakah mengucapkan selamat untuk sesorang mendatangkan kebaikan ataukah keburukan bagi dirinya?kalau mendatangkan kebaikan, anda berbuat pahala…tetapi bila mendatangkan keburukan…anda menambah dosa…simple kan?

  • 25
    aku
    May 23rd, 2008 12:59

    wah salut nih untuk muhammad, bijak oi!
    heran napa memahami ttg sesuatu harus berdasarkan 1 orang. yang namanya pengetahuan banyak pemahamannya,belajar banyak sono seperti aku juga harus belajar banyak. terutama untuk tidak mudah men-judge sesuatu itu baik/ benar dari cara pandang 1 orang saja.

  • 26
    rian
    June 4th, 2008 17:20

    Ah, itu aja ko repot…emang orang xten juga harapin ucapan kamu apa? Mau nugap ke, mau enggak ke bodoh amat. Ga ada pengaruhnya coi…hanya orang-orang picik dan totol yang berpikiran sempit seperti itu…Agama bagi mereka hanya di atas kertas, bukan penghayatan….makanya belajar filsafat dong, khususnya ilmu hermeneutika (ilmu tafsir teks) biar bisa lebih memahami alquran kalian lebih tepat lagi….

  • 27
    sufehmi
    June 4th, 2008 20:52

    @rian - hermeneutika itu adalah ilmu tafsir yang spesifik untuk Injil, karena memang situasinya yang khusus.
    .
    Kalau diaplikasikan ke Quran, ya gak kena.
    .
    Herannya beberapa orang, yang mengaku intelek, tetap saja memaksakan hal tersebut kepada orang lain. Heran.
    .
    emang orang xten juga harapin ucapan kamu apa?
    .
    Betul, makanya heran juga kenapa ada yang jadi blingsatan karena fatwa tersebut.

  • 28
    Sang Pengembala
    June 23rd, 2008 14:13

    Yth Ibnu Munir
    Boleh saya dikirimi video kesaksian biarawati irene handoyo untuk menambah ketakwaan saya.

  • 29
    cadas
    July 10th, 2008 08:49

    MUI buat laranagan buat orang islam bagi yang non islam ngk usah ngikutin.
    ngak usah ribut deh
    GITU AJA KOK REPOT

Leave a Reply

Subscribe without commenting