Translate this page :

Jaringan Islam Liberal didanai oleh The Asia Foundation

Sumber:
www.hidayatullah.com


Hidayatullah.com, Senin, 06 Desember 2004

Ulil Abshar: 1,4 milyar, Tapi Itu Kecil

Gemerincing dollar di balik program Liberalisasi Islam di Indonesia sering hanya menjadi gosip. Tapi, tokoh JIL, Ulil Abshar Abdala mengaku jujur pada Hidayatullah tentang isu itu

Ulil Abshar Abdalla (Koordinator Jaringan Islam Liberal)

Benarkah JIL didanai oleh The Asia Foundation? Benar, berapa jumlahnya?

Setiap tahun kami mendapat sekitar Rp 1,4 milyar. Selain itu, JIL juga mendapatkan dana dari
sumber-sumber domestik, Eropa, dan Amerika. Tapi yang paling besar dari TAF. Tapi dana itu jauh lebih kecil daripada dana yang diperoleh ormas-ormas Islam lainnya.

Ormas mana?

Selain kami ada juga ormas Islam yang menerima dana dari TAF program Islam and Civil Society. Mereka itu adalah Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Solo, dan Departemen Agama. Dana yang diterima JIL jauh lebih kecil daripada mereka.

Ormas-ormas tersebut dipandang menggulirkan isu yang sejalan dengan JIL?

Tidak juga, justru bermacam-macam. Ada isu toleransi, kesetaraan gender, demokrasi, dan pluralisme.

TAF menjalin kerjasama dengan Yahudi dan CIA. Berarti JIL sesungguhnya menjalankan agenda mereka?

Ini cara berpikir orang yang dibingkai dalam kerangka berpikir teori konspirasi. Seolah ada agenda besar yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Perlu Anda tahu bahwa orang-orang kaya, baik Yahudi maupun non-Yahudi, punya tradisi yang sama, yaitu menyumbangkan sebagian kekayaannya kepada kegiatan sosial. Mereka akan dibebaskan dari pajak dan memperoleh reputasi lebih tinggi karena telah berbuat baik untuk masyarakat. Hal ini sangat menakjubkan dibanding dunia Islam.

Apa yang dilakukan TAF dan Yahudinya itu tidak akan bermasalah?

Saya tidak keberatan mendapatkan dana dari Yahudi atau CIA. Memangnya kenapa? Sepanjang mereka tidak mempengaruhi kebijakan internal organisasi saya dan selama saya tidak diintervensi, tak masalah buat saya.

Tetapi tentu saja mereka tidak akan memberi bantuan secara cuma-cuma kan?

Sudah tentu mereka akan mendanai kegiatan-kegiatan yang punya satu visi dengan mereka. Tidak mungkin mereka mendanai kegiatan organisasi yang bersifat fanatisme agama. Kami, seperti JIL, NU, IAIN,Muhammadiyah, juga tidak mungkin mencetak buku-buku Wahabi walau diiming-imingi oleh, misalnya, Arab Saudi.

Kami punya ideologi tertentu, dan kami tidak bisa menerima uang dari orang yang tidak seideologi dengan kami. Kalau Pemerintah Arab Saudi akan membiayai kegiatan JIL, fine (baik). Tapi kalau mereka menyuruh saya untuk mengadakan kegiatan yang anti Islam liberal, anti Islam progresif, menyebarkan Islam yang konservatif, ya saya tidak mau.

Pendapat Anda seringkali kontroversial dan berbeda dengan para ulama. Kenapa begitu?

Kontroversi itu bukan tujuan saya. Kontroversi itu akibat yang tak terelakkan. Saya mengemukakan pendapat tentang Islam yang berbeda dengan orang banyak.
Otomatis, kalau pendapat Anda berbeda dan perbedaan itu sangat prinsip, yaitu agama, maka sudah tentu akan menimbulkan kontroversi. Jadi, kontroversi itu akibat, bukan sebab.

Secara jujur saya katakan, pandangan-pandangan saya itulah iman saya tentang Islam. Saya merasa tenteram dengan pemahaman saya itu.

Kalau boleh tahu, bagaimana dengan kehidupan keagamaan Anda sehari-hari?

Soal shalat, saya tetap shalat dengan cara seperti orang Islam yang lain. Soal puasa, saya tetap puasa seperti orang Islam lain. Karena bagi saya, soal ritual itu sudah selesai. Itu saya anggap bagian dari agama yang tidak perlu dipersoalkan. Saya merumuskan pandangangan yang liberal berkaitan dengan hal-hal di luar ritual. Pandangan tentang nikah beda agama, bagi
saya, itu bukan ritual.

Anda setuju dengan pernikahan beda agama. Bagaimana jika suatu saat pernikahan beda agama itu terjadi pada anak Anda?

Saya harus menanggung, karena itu pandangan saya. Meskipun berat. Jadi, kalau saya ditantang seperti itu, secara rasional saya akan menyatakan boleh.
Tetapi secara hati saya tidak mau munafik, saya mengatakan berat. Tetapi itu manusiawi.

Ada beberapa lembaga yang punya visi yang sama dengan JIL, seperti Majalah Syir’ah, ICRP, Radio 68H, dan lainnya. Ada hubungan apa?

Mereka teman seperjuangan kami. Dalam LSM itu ada yang disebut culture network (budaya jaringan). Jaringan ini bukan hanya di Indonesia, tapi global. Kami punya teman-teman di luar negeri yang punya visi yang sama, dan kami saling share (berbagi).

* (Ahmad Damanik/Hidayatullah)

192 Responses to “Jaringan Islam Liberal didanai oleh The Asia Foundation

  • 1
    zulfa
    July 10th, 2005 09:35

    Assalamualaikum….semuanya mudah2an anda2 masih merasa berkewajiban menjawab salam yang bukan ritual ini. Bapak Ulil say ya seorang mungkin hanya seorang pelajar yang sakit sekali melihat Islam yang sidah sedemikian syumul dan kamil ini bapak permainkan. Perlu Bapak ketahui akal seorang manusia amatlah terbatas dan penuh dengan kesalahan jika dalam menafsirkan suatu perkara tidak dilandasi oleh nash2 syar’i.Saya harap Bapak mau melakukan taubatannashuha atas paham yang Bapak kembangkan ini , jangan menafsirkan sesuatu hanya karena “menurut saya” seimbangkan kelebihan ilmu yang bapak miliki dengan iman sehingga apa yang keluar nantinya berupa kebenaran dan bukan kesesatan.terima kasih.

  • 2
    dany
    August 30th, 2005 06:37

    SAYA TDK INGIN NGOMENTAR BANYAK PERIHAL SDR. ULIL TTG SIKAPNYA : CUMA SAYA SANGAT KASIHAN TERHDP ULIL, DIA UNTUK CARI MAKAN SAJA (BUAT ANAK ISTRI) HARUS DENGAN MEMBUAT OPINI YANG KONTROVERSI YAITU DGN MENDEFINISKAN ISLAM SESUAI PEMIKIRANNYA, YG GARA2 SIKAPNYA INI MEMBUAT ORANG TERTARIK MEMBICARAKAN DIA, BAIK DIMEDIA CETAK MAUPUN ELECTRONIC, SHGGA ULIL JADI NGETOP, PADAHAL TADINYA ORANG TDK MENGENAL DIA…..(BACA : SIAPA SIH DIA ????), SEKALI LAGI SAYA SANGAT KASIHAN DENGAN NASIB ULIL YG HRS MENGOTAK ATIK AGAMANYA BUAT CARI MAKAN….SEBENARNYA KLU DIA MAU MASIH BANYAK PEKERJAAN LAIN YG BISA MENGHASILKAN UANG & JUGA BISA TENAR (TP TDK MUNGKIN INSTAN, KLU TDK BUAT SENSASI)

  • 3
    santi
    September 15th, 2005 13:54

    gak usah baca jauh jauh soal JIL..cukup buka website mereka http://www.islamlib.com. anda akan segera disambut dengan salam yg aneh. ‘Tuhan Pengasih, Tuhan Penyayang, Tuhan Segala Agama’. Aneh kan…bukannya ‘Tuham Maha Pengasih’ tapi ‘Tuhan Pengasih’. Gak usah jadi jenius semua juga tahu bedanya. Belum lagi..Tuhan Segala Agama…apa tuh maksudnya. Islam memang menjunjung tinggi toleransi beragama tapi bukan berarti Tuhan orang Islam merestui semua agama.

  • 4
    Yayat
    October 24th, 2005 04:08

    saya nggak tega ngomongnya tapi apa mau dikata mungkinkah mas uul ini termasuk yang difirmankan Allah sebagai “….diperingatkan atau tidak diperingatkan mereka tetap tidak beriman…”, mudah-mudah sih nggak yah… selagi masih bisa menghirup udara alias O2 semoga mas uul mau bertobat dan tentu saja semoga Allah mengampuni segala kekeliruannya amin…

  • 5
    puput
    November 2nd, 2005 01:47

    AHHHH,MAS ULIL LAGI ,SMOGA ALLAH SWT MENGAMPUNI DOSA2 ANDA

  • 6
    Muhammad
    November 14th, 2005 04:40

    Subhanallah, Marilah kita semua Umat Islam menyadari bahwa Islam adalah Rahmatan LilAlamin. Rahmat Semesta Alam. Allah telah memudahkan kita untuk beribadah kepadaNya. Kenapa kita harus mengada-adakan hal yang tidak perlu. Inilah suatu wacana yang perlu kita perhatikan. Kenapa kita melakukan bidah suatu dosa. Satukan Islam, pemikiran Islam, Perangi UMAT KAFIR&MUSYRIK, bersegeralah memohon ampunan kepada Allah, Satukan tekad wajudkan Khilafah Islamiyah, Negara Islam. Minimalisasi perbedaan dan eratkan tangan untuk bersatu, buat apa mengada-ada mengikuti kemauan syaitan dalam diri kita, mengunggulkan ilmu kita, Subhanallah…
    Kita memiliki cendekiawan islam, jumhur ulama, ahli hadist, ahli tafsir merekalah pemimpin-pemimpin kita. MUsyawarah untuk mufakat. Allahu Akbar…3x
    Hidup Kilafah Islamiyah….
    Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua,Amin 3x ya Rabbal Allamin.

  • 7
    Asbah
    December 23rd, 2005 09:27

    aH mR.uLIL HARUSNYA BANYAK BACA, JANGAN SUKA NGIGAU DI SIANG HARI NANTI CELAKA.OK.SEHARUSNYA ULIL TUH BANYAK BELAJAR,BANYAK BERLATIH JANGAN SAMPAI BERBUAT YANG TIDAK &SANGAT TIDAK SESUAI DENGAN QUR’AN DAN HADITS SEBAB KALAU BERPENDAPAT GITU-GITU TERUS NERAKA SIAP MENANTI ULIL.MUDAH MUDAHAN ALLAH MENGAMPUNI ULIL DAN MEMBERI CAHAYA HIDAYAHNYA.AMIN.

  • 8
    Abu Hanifah
    February 23rd, 2006 10:46

    Inilah kerusakan JIL – http://islamlib.com/id/tentangkami.php

    1. Apa itu Islam liberal?

    Islam Liberal adalah suatu bentuk penafsiran tertentu atas Islam dengan landasan sebagai berikut:

    a. Membuka pintu ijtihad pada semua dimensi Islam.

    Islam Liberal percaya bahwa ijtihad atau penalaran rasional atas teks-teks keislaman adalah prinsip utama yang memungkinkan Islam terus bisa bertahan dalam segala cuaca. Penutupan pintu ijtihad, baik secara terbatas atau secara keseluruhan, adalah ancaman atas Islam itu sendiri, sebab dengan demikian Islam akan mengalami pembusukan. Islam Liberal percaya bahwa ijtihad bisa diselenggarakan dalam semua segi, baik segi muamalat (interaksi sosial), ubudiyyat (ritual), dan ilahiyyat (teologi).

    # Jelas menyalahi jumhur ulama: semua perkara ibadah adalah haram kecuali
    # yang diperintahkan, dan semua perkara non-ibadah adalah halal kecuali
    # yang diharamkan, serta adanya perintah untuk menjauhi syubhat (hal-hal
    # yang tidak jelas halal/haramnya.

    b. Mengutamakan semangat religio etik, bukan makna literal teks.

    Ijtihad yang dikembangkan oleh Islam Liberal adalah upaya menafsirkan Islam berdasarkan semangat religio-etik Qur’an dan Sunnah Nabi, bukan menafsirkan Islam semata-mata berdasarkan makna literal sebuah teks. Penafsiran yang literal hanya akan melumpuhkan Islam. Dengan penafsiran yang berdasarkan semangat religio-etik, Islam akan hidup dan berkembang secara kreatif menjadi bagian dari peradaban kemanusiaan universal.

    # Ini adalah pernyataan bahwa JIL menganggap penafsiran mereka
    # lebih baik daripada para salaf (umat terdahulu) padahal Allah
    # jelas2 telah meridhoi mereka (para radhiyalalhu ‘anha) dan
    # tercantum jelas dalam Al-Qur’an: “Mereka yang pertama-tama masuk
    # Islam, Allah ridho kepada mereka dan mereka ridho kepada Allah….”
    # Mereka juga lebih dekat kepada kebenaran dalam menafsirkan Islam
    # berdasar hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam: “Sebaik-baik
    # umatku adalah yang hidup pada masaku, kemudian sesudahnya, kemudian
    # sesudahnya lagi” (sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in)

    c. Mempercayai kebenaran yang relatif, terbuka dan plural.

    Islam Liberal mendasarkan diri pada gagasan tentang kebenaran (dalam penafsiran keagamaan) sebagai sesuatu yang relatif, sebab sebuah penafsiran adalah kegiatan manusiawi yang terkungkung oleh konteks tertentu; terbuka, sebab setiap bentuk penafsiran mengandung kemungkinan salah, selain kemungkinan benar; plural, sebab penafsiran keagamaan, dalam satu dan lain cara, adalah cerminan dari kebutuhan seorang penafsir di suatu masa dan ruang yang terus berubah-ubah.

    # Bertentangan dengan ayat Al-Qur’an:
    # “alhaqqu mirrabbika falaa taquunannna minal mumtariin”
    # Artinya:
    # “Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, karena itu janganlah
    # sekali-kali engkau ragu”

    d. Memihak pada yang minoritas dan tertindas.

    Islam Liberal berpijak pada penafsiran Islam yang memihak kepada kaum minoritas yang tertindas dan dipinggirkan. Setiap struktur sosial-politik yang mengawetkan praktek ketidakadilan atas yang minoritas adalah berlawanan dengan semangat Islam. Minoritas di sini dipahami dalam maknanya yang luas, mencakup minoritas agama, etnik, ras, jender, budaya, politik, dan ekonomi.

    # Tergantung pada arti “minoritas” dan “tertindas”
    # Selama tidak ada dalil yang melarang (tidak dialrang syari’at), that’s ok!

    e. Meyakini kebebasan beragama.

    Islam Liberal meyakini bahwa urusan beragama dan tidak beragama adalah hak perorangan yang harus dihargai dan dilindungi. Islam Liberal tidak membenarkan penganiayaan (persekusi) atas dasar suatu pendapat atau kepercayaan.

    f. Memisahkan otoritas duniawi dan ukhrawi, otoritas keagamaan dan politik.

    Islam Liberal yakin bahwa kekuasaan keagamaan dan politik harus dipisahkan. Islam Liberal menentang negara agama (teokrasi). Islam Liberal yakin bahwa bentuk negara yang sehat bagi kehidupan agama dan politik adalah negara yang memisahkan kedua wewenang tersebut. Agama adalah sumber inspirasi yang dapat mempengaruhi kebijakan publik, tetapi agama tidak punya hak suci untuk menentukan segala bentuk kebijakan publik. Agama berada di ruang privat, dan urusan publik harus diselenggarakan melalui proses konsensus.

    # Idem

    2. Mengapa disebut Islam Liberal?

    Nama “Islam liberal” menggambarkan prinsip-prinsip yang kami anut, yaitu Islam yang menekankan kebebasan pribadi dan pembebasan dari struktur sosial-politik yang menindas. “Liberal” di sini bermakna dua: kebebasan dan pembebasan. Kami percaya bahwa Islam selalu dilekati kata sifat, sebab pada kenyataannya Islam ditafsirkan secara berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan penafsirnya. Kami memilih satu jenis tafsir, dan dengan demikian satu kata sifat terhadap Islam, yaitu “liberal”. Untuk mewujudkan Islam Liberal, kami membentuk Jaringan Islam Liberal (JIL).

    # Ini adalah bukti terbesar kebodohan JIL
    # Siapa bilang Islam ditafsirkan secara berbeda-beda?
    # Ini adalah kebodohan JIL yang tidak bisa membedakan antara masalah
    # khilafiyah mahzab dengan penyimpangan agama. So mereka anggap penganut
    # mahzab Imam Ahmad misalnya, tidak jauh beda dengan orang2 Syiah.
    # Semoga laknat Allah menimpa seluruh orang yang menyebarkan paham JIL.
    # Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam pernah menggambarkannya agama
    # sebagai sebuah garis lurus. Allah berfirman: “Dan berpegang teguhlan pada
    # tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai berai”
    # JIL hanyalah “Yet Another Islam Divider”

    3. Mengapa Jaringan Islam Liberal?

    Tujuan utama kami adalah menyebarkan gagasan Islam Liberal seluas-luasnya kepada masyarakat. Untuk itu kami memilih bentuk jaringan, bukan organisasi kemasyarakatan, maupun partai politik. JIL adalah wadah yang longgar untuk siapapun yang memiliki aspirasi dan kepedulian terhadap gagasan Islam Liberal.

    4. Apa misi JIL?

    Pertama, mengembangkan penafsiran Islam yang liberal sesuai dengan prinsip-prinsip yang kami anut, serta menyebarkannya kepada seluas mungkin khalayak.

    # Oh jadi JIL punya tafsir dan prinsip sendiri selain aturan Allah dan Rasul-Nya?
    # “Taatilah Allah dan Rasul-Nya, dan ulil amri di antara kamu. Dan apabila kalian
    # berselisih paham tentangnya, maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya”

    Kedua, mengusahakan terbukanya ruang dialog yang bebas dari tekanan konservatisme. Kami yakin, terbukanya ruang dialog akan memekarkan pemikiran dan gerakan Islam yang sehat.

    # JIL membuka ruang dialog untuk melecehkan sunnah Allah dan Rasul-Nya

    Ketiga, mengupayakan terciptanya struktur sosial dan politik yang adil dan manusiawi.

    # Apabila manusia bersyukur kepada Allah, niscaya Allah akan melihpahkan
    # rahmat dan rizqinya, tetapi JIL Malah mengajak manusia mendustakan ayat-ayat
    # Allah, ini adalah kezaliman yang amat sangat. Semoga laknat Allah kekal terhadap
    # JIL dan semua yang berkoalisi dalam melakukan makar terhadap syari’at Allah, dan
    # Allah lah sebaik-baik pembalas makar.

  • 9
    hrm.edison
    May 15th, 2006 16:48

    no komentar dulu deh….yang jelas …akan muncul bang ulil naif…aku prihatin buangat deh…betul kata rekan kita tadi…. kasihan ama bang ulil.
    Mungkin kali….ngga mo memahami sejarah peradapan manusia atau sudah menjadi corong corong..kali…tau ah gelap.dah keblinger ya.
    monggo bang ulil….ini lhoo…jalan yg lurus. yg ini loo…jalan yg sesat.kalo ini…jalan dilaknati..hehehe.

  • 10
    yadi ad-danguri
    May 21st, 2006 10:28

    sory Mr. Ulil tolong sering main ke banten supaya ngerti tentang tuhan nya orang islam yang sesungguhnya. klu saya perhatikan, tindak tanduk Mr. Ulil terlalu komersil dalam menafsirkan tentang ajaran islam, dan seolah-olah terbawa oleh intervensi si penyumbang dana. dan tlg jangan publikasikan buah pemikiran Mr. Ulil di muka orang-orang yang belum memiliki kemampuan cara berfikir seperti anda, krn itu akan memperngaruhi pikiran mereka,dan sialnya pemikiran andad ini justru membawa orang jadi bimbang /taqlid. ma kaksiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiih yuuuuuuuuuuuuu kita introspeksi diri supaya kita selamat dunia akhirat. áfwanii Mr. Ulil !

  • 11
    ampyang
    May 31st, 2006 13:58

    saya sangat setuju dengan JIL, yang membuka ruang dialog yang cukup luas demi kepentingan umat manusia yang ada dibumi. karena saya sekarang sudah muak dengan kekerasan yang mengatas namakan agama. karena mau tidak mau kita hidup pada masyarakat pluralis, yang mana tidak hanya islam saja yang ada disekitar kita.

  • 12
    harry
    June 1st, 2006 07:39

    mas ampyang, membuka ruang dialog bisa dilakukan tanpa perlu mendekonstruksi Islam lho. “Lha kok bisa?”, mungkin banyak yang kaget. Lha iya bisa, wong zaman Nabi saw dan khalifah2 yang adil itu justru umat non-muslim merasa aman dibawah pimpinan kita tho 🙂

    Tetapi memang contoh2 seperti itu di zaman sekarang hampir tidak ada.
    Tetapi lagi, bukannya tidak ada. Aa Gym comes to mind, dan juga berbagai dai-dai lainnya yang juga shaleh dan berwawasan luas.

    Jadi, kita ada dua pilihan disini; kembali ke Islam yang sebenarnya dan kembali menjadi rahmatan lil ‘alamin. Atau ubah Islam dengan seenaknya, tanpa dasar dan metode yang jelas, dan berkhayal bahwa kita telah menjadi rahmatan lil ‘alamin.
    We’re free to choose.

  • 13
    adri
    June 3rd, 2006 07:01

    saya ingin tanya;

    1. Kenapa semua agama bisa sama?
    2. Kenapa Allah itu tuhan bagi segala agama?
    3. Kenapa boleh nikah antar agama?
    4. Kenapa jilbab itu budaya arab?
    5. Kenapa anda tidak dukung perda syariat Islam?
    6. Kenapa harus Asia Foundation?
    7. Kenapa anda selalu berlindung dibalik Ibnu Taimiyah?
    8. Kenapa Alqur’an harus diamandemen?
    9. Kenapa Alqur’an harus memakai metode hermeuneutika?
    10. Kenapa anda ingin mengkritisi Rasul SAW?
    11. Kenapa anda mendukung Sekularisme-Liberalisme-Inklusivisme-Emansipatorisme-HAMisme-Pluralisme-de el el?
    12. Kenapa anda bilang tidak percaya dengan hukum Tuhan (Allah SWT)?
    13. Kenapa anda berseberangan dengan MUI?
    14. Kenapa anda membela Ahmadiyah-Salamullah?
    15. Kenapa anda mendukung penolakan Sisdiknas, RUU APP?
    16. Kenapa anda jadi murid kesayangan Romo Franz Magnis Suseno?
    17. Kenapa anda selalu gagal dalam mata pelajaran Akidah di LIPIA Jakarta dahulu?
    18. Kenapa anda sekolah di STT Driyarkara?

  • 14
    adri
    June 8th, 2006 02:48

    JIL-JIMM-JIE itu sebenarnya org Islam orientalis, karena mereka mempelajari Islam hanya untuk menyerang warisan-warisan keilmuan kalangan Salafusshalihin. Mereka sering berargumen, “Islam masa kini tidak sama dengan masa lalu, karena itu interpretasi Alqur’an-hadist dan nash-nash keagamaan lainnya harus memakai logika yang kontemporer. Kita tidak boleh menginterpretasikan semua dalil-dalil agama secara kontekstual.”

    begini saja penjelasannya;

    Kita semua menjadi muslim karena jasa para salafusshalihin. Tanpa mereka sejarah pengajaran Islam dan proses Islamisasi tidak akan pernah terjadi. Tanpa mereka pula, ajaran Islam akan sama seperti ajaran Yahudi dan Kristen. Jadi serba absurd. Semuanya akan serba mitos. Hargailah para Salafusshaalihin. Karena para Salafusshaalihin itu adalah ulama Islam dan setiap ulama Islam adalah penerus para nabi. Menyerang keontetikan ajaran Islam yang dikarang setiap ulama Islam sama juga meragukan kebenaran ajaran para nabi.

    Kalau anda yakin anda benar dalam setiap teori intelektual teologi keislaman anda, BUKTIKAN!
    BUKTIKAN bahwa anda LEBIH KREDIBEL-KUALITATIF dari pada IMAM GHAZALI, IMAM SYAFI’I, IMAM2 MAZHAB lainnya, dan yang terutama IBNU TAIMIYAH!!!

  • 15
    dono
    June 24th, 2006 19:20

    Maju terus Bang Ulil… ! Kita memang perlu Islam yang dialogis..

  • 16
    arul
    June 27th, 2006 13:50

    Satu Kubu disatu sisi (JIL) dan banyak pendapat disisi lain memiliki argumen yang sama kuat, tentunya sulit untuk menarik masing-masing dalam satu “arusutama” pemikiran (termasuk yang berada “disisi lain”), tentunya sebagai orang Islam saya akan berpikir “mau liberal” atau pandangan dari berbagai Jamaah Islam, yang terpenting… Niat ! apakah semuanya untuk “Kemuliaan Islam dan Kebesaran Nama ALLAH ?” …sucikah niat kita ? tidak untuk harta ? tidak untuk popularitas ? tidak untuk nama faham Jamaah masing-masing ? tidak untuk kekuasaan antar Jamaah dalam Islam ? tidak untuk dunia yang penuh godaan ? …mungkin kita Umat Islam harus terbiasa berdialog dengan santun dan kepala dingin, seperti sebuah iklan “minuman segar” untuk menarik khalayak konsumen… (Umat), tanpa harus ada kata-kata “Salah Itu” “Sesat” “Kafir” “Murtad” “Bid’ah” dan lain-lain seolah kita telah menggenggam Sorga “Sorga Milik Saya Dan Jamaah Sebarisan” marilah kita maju bersama-sama… saya masih percaya kita (Umat Islam) mampu hidup dan berkembang dalam dinamika dan demokrasi.- Amin…

  • 17
    cheak vitrah dompuwi
    July 2nd, 2006 17:45

    note: tolong agar komentarnya dengan santun dan tanpa menghina, terimakasih.

    tokoh2 jil itu selain cerdas berfitnah, juga berduit., karena apapun gerakan yg jil inginkan akan berjalan mulus dan tak rumit kalau ada pihak siap mensupport dana gerakan. ummat islam terlalu tabah dan lapang dada di saat ada jil mencoret kebesaranya namanya. ada bung ulil yg menjadi ikon muda jil, namanya besar dan populis karena tlah berhasil menodai islam dgn segala pernyataan GHOIB yg kemudian mulai di benarkan. mungkinkah? bung ulil sadar dengan sgala nalar yg lama tak membereskan dirinya., sadar atau nggaknya bung ulil harusnya tidak keterlaluan dgn sgala omongan2 untuk menyakitkan ummat islam. kalaupun, bung ulil tidak bisa sadar dan beristiqfar diri, lebih baik nama ULIL ABSHAR ABDALLA di ganti saja dengan ULLIANS ABSHARIANY DAAJALLIS. ok, coy…!!!

  • 18
    Nasruddin Simangunsong
    July 7th, 2006 12:55

    Kepada para sepilis dan turunannya ( JIL ,Paramadina, gus dur dan isterinya,dll) coba anda simak dan renungkan firman Allah swt di bawah ini :
    – “Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musyrikin) lebih baik dari mereka itu,atau apakah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab terdahulu?*”
    *Kitab-kitab terdahulu maksudnya lebih baik tentang kehidupan duniawi,kekusaan dam kekuatan. (QS Al Qamar ;43)
    “Atau apakah mereka mengatakan:”kami adalah satu golongan yang bersatu yang pasti menang”.
    Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur kebelakang .
    Sebenarnya hari kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit”.

    kepada sdr Ulil anda bertingkah seperti Nabi yang ingin meng-Islamkan bumi tapi anda salah kaprah Islam yang anda bawa bukanlah Islam sperti yang ada di Kitabullah dan Sunnah Rasul Islam yang anda bawa adalah Islam yang semau gue,cabul dan penuh trik.Cari makan kok dengan nenipu nurani .Seorang kuli bangunan yang dengan uang halalnya menghidupi anak isterinya jauh lebih terhormat bukan seperti anda yang menghidupi keluarga anda dengan uang orang kafir dan uang syetan-syetan berbentuk manusia di amerika sana.Yakinlah murka dan azab Allah akan tetap menghantui anda, dan orang tua anda pasti sedih dan tersiksa melihat kelakuan anda karena mereka gagal mendidik anda. Dan satu lagi tolong jangan cantumkan kata Islam dalam organisasi anda.Islam yang murni adalah yang mengikuti Al Qur’an dan Sunnah Rasul.Dan seandainya Allah swt mencabut nyawa anda anda dan pengikut-pengikut anda tidak layak di sholatkan dan dimandikan serta dikuburkan di pekuburan Islam.Anda,Gus Dur,Cak Nur dan pengikut anda adalah orang-orang munafiq yang didalam firman Allah anda disebutkan akan disiksa lebih keras dari orang kafir.Mudah-mudahan Allah swt masih memberikan hidayahnya kepada anda sehingga anda tidak termasuk orang munafiq itu.

  • 19
    cheak vitrah dompuwi
    July 10th, 2006 17:08

    kenapa dgn komentar saya dikatakan menghina JIL! coba tokoh-tokoh JIL lebih konstruksif dalam berpikir, kemelut keagamaan saat ini tercampur oleh faham-faham SEPILIS. saya justru menyesalkan kenapa tokoh-tokoh pengendali negeri ini untuk tidak mengusulkan faham JIL sebagai agama baru di indonesia. agar JIL bisa memfasekan diri pada kepercayaan umat manusia. cukup Muhammadiyah & NU untuk dihujat tapi, agama islam jangan di tender-tenderkan bagai proyek. saya memang awam tentang SEPILIS tetapi saya bisa mengakses gerakan-gerakan non kooperatif, non profesionalis, ketiksantunan bahkan ketidaksopanan JIL saat ini. kalaupun tokoh-tokoh JIL merasa terhina dgn komentar saya secara hormat, saya mengundang tokoh intelektual JIL untuk berdebat secara kaffah faham SEPILIS atau justru sebaliknya JIL mengundang saya untuk berdebat.

  • 20
    harry
    July 14th, 2006 06:24

    cheak vitrah dompuwi – Anda mengaku orang Islam tapi kok sepertinya kesulitan sekali untuk bisa berlaku santun seperti Nabi nya.
    Sayang sekali.

    Dibawah ini adalah contoh komentar yang lebih baik; sopan, dan tidak melenceng dari topik yang sedang dibicarakan. (ya, ini adalah komentar anda sendiri yang sudah saya edit) :

    Tolong agar tokoh-tokoh JIL lebih konstruktif dalam berpikir, kemelut keagamaan saat ini tercampur oleh faham-faham liberal.

    saya menyesalkan kenapa tokoh-tokoh pengendali negeri ini untuk tidak mengusulkan faham JIL sebagai agama baru di indonesia. agar JIL bisa memfasekan diri pada kepercayaan umat manusia.

    saya memang awam tentang islam liberal tetapi saya bisa mengakses gerakan-gerakan non kooperatif, non profesionalis, ketidakksantunan bahkan ketidaksopanan JIL saat ini.

    kalaupun tokoh-tokoh JIL merasa terhina dgn komentar saya secara hormat, saya mengundang tokoh intelektual JIL untuk berdebat secara kaffah faham liberal atau justru sebaliknya JIL mengundang saya untuk berdebat.

  • 21
    ressi subangkit
    July 30th, 2006 17:55

    Aww. Salam sejahtera Untuk seluruh umat Allah di bumi
    Hai Orang orang yang beriman!! janganlah kita saling menebar kebencian dan rasa permusuhan di antara umat manusia.kebebasan berpikir dan berpendapat adalah hak setiap manusia,begitu juga untuk kebebasan beragama adalah hak masing masing individu.Bukankah kita diciptakan untuk saling mengenal dan menghargai satu dengan yang lain?.mari kita sama-sama belajar dan saling introspeksi diri,sikapilah perbedaan pendapat dengan cara yang wajar dan beretika serta bermartabat sebagai makhluk yang paling mulia yang memiliki akal cipta rasa dan karsa.Kebenaran oleh manusia itu sifatnya relatif, hanya Tuhanlah pemilik kebenaran Absolut.Bersatu kita maju bercerai kita……………

  • 22
    adri
    August 18th, 2006 06:10

    Asw, wr, wb.

    Dengar nih kabar terbaru dari JIL (saya sudah lupa kapan tanggalnya). Rencananya orang Islam orientalis ini mau membuat AlQur’an model baru. katanya Alqur’an yang lama sudah tidak lagi kredibel.
    lalu pertanyaan saya; kalau alqur’an yang lama saja tidak kredibel, padahal sudah dipakai sebagai pedoman selama 14 abad lebih, lalu apakah Alqur’an yang baru itu akan lebih kredibel?

    sadarlah kalian digunakan AS dan sekutunya untuk menghancurkan Islam dari dalam.

    Bukankah Rasul pernah bersabda; Jangan Pernah Belajar Islam dari Ahli Kitab (yahudi dan kristen)?
    lalu kenapa kalian belajar Islam ke AS?
    sudah jelas AS dengan semangat Neo Imperialis dan Neo Kolonialisnya selalu berusaha utk menghancurkan Islam!

    Wasw, wr, wb.

  • 23
    ogata
    August 28th, 2006 03:47

    AWW…

    saya akan mnyampaikan unek2 saya ttg dunia Islam saat ini. Sebelumnya saya ucapkan Selamat bagi mereka yg sdg berbahagia dan mnyatakan turut berbahagia dengan mereka. saya juga mnyatakan turut bersedih bagi mereka yg sdg dilanda musibah dan kemalangan dan berharap mereka bisa cepat pulih dari kondisi mereka.

    selanjutnya akan saya sampaikan unek2 saya ini;
    (disampaikan melalui dialog)

    Pertanyaan 1; bagaimana cara musuh2 Allah merusak dunia Islam?
    Ogata : dengan televisi dan radio serta internet (media), dan propaganda paham2 merusak.
    Pertanyaan 2; apa paham2 merusak itu?
    Ogata : Sepilis, demokrasi, HAM, emansipasi, inklusivisme, hedonisme, materialisme…
    Pertanyaan 3; bisa anda jelaskan lbh lanjut?
    Ogata : ya.
    1. Sepilis = Sekularisme (paham yg mgatakan agama hrs dipisah dr ruang publik, sbg akibat dr dominasi gereja di abad kegelapan Eropa, sekitar abad 17 ke bawah) gara2 paham ini Khilafah terakhir Islam hancur di Turki. saat itu banyak org Islam yg anti bahkan jijik dng agamanya sendiri.
    Pluralisme (paham yg mgatakan bahwa semua ideologi itu sama-benar-lurus-baik) gara2 paham ini banyak umat Islam yg perilakunya mniru musuh2 Allah. padahal Allah mharamkan umat Islam mniru musuh2 Allah, krn mereka itu hidup dlm kgelapan dunia akhirat. Kata Nabi; brg siapa yg mniru suatu kaum, maka dia itu adalah bagian dr kaum itu. gara2 paham ini pula bny org Islam yg murtad krn harta-tahta-wanita-dan pemikiran.
    Liberalisme (paham yg mgatakan bahwa semua hal itu serba boleh-oke-keren-baik) gara2 paham ini terjadi khancuran moral yg luar biasa di dunia Islam. gara2 paham ini pula lahir JIL, kelompok munafik dlm tubuh umat Islam.
    Demokrasi (paham yg mgatakan dari-oleh-dan untuk rakyat) gara2 paham ini kesyirikan (penyekutuan Allah–suatu tindakan yg sgt Allah benci, dan dosa yg tdk berampun) merajalela dlm tubuh umat Islam. manusia dlm paham ini dianggap sama dng Tuhan/Allah.
    padahal demokrasi itu alasan AS dan sekutunya mhancurkan Palestina-Irak-Afghanistan-Somalia-Bosnia Herzegovina-Sudan)
    HAM (paham yg mgatakan manusia itu hrs diangkat/dimuliakan s-tinggi2nya) gara2 paham ini banyak penjagal bdarah dingin dr kaum Kristen Fundamentalis dan Radikal, bisa bebas dr hukuman mati. contohnya Slobodan Milosevic, penjagal muslim Bosnia yg sdh mati krn sakit, dan di Indonesia, Tibo cs, pembantai umat Islam Poso, dan Dr.Alex Manuputty, pembantai umat Islam Ambon.
    Emansipasi (paham yg mgatakan wanita hrs sderajat dng pria) gara2 paham ini, banyak muslimah yg mniru2 wanita2 non muslim dan munafik dlm bbagai tindakan dan pemikirannya. padahal wanita muslimah itu jauh lbh baik dr wanita2 lain di sisi Allah jika mereka bertakwa kpdNya. dng paham ini muslimah akan lbh suka jd wanita karir drpd ibu RT yg artinya suatu hal yg sgt dsayangkan oleh Islam. krn mnurut Islam, peran wanita yg sgt agung dan mulia itu adl sbg ibu dan istri yg baik bagi keluarganya.
    Inklusivisme (paham akulturasi dan asimilasi absolut) gara2 paham ini lahir Salamullah–ajaran campur aduk agama, kemudian adanya ajaran Universalismenya Anand Krishna. padahal menurut Islam, umat Islam hrs bangga dng budayanya sendiri, krn budaya2 selain Islam itu lebih banyak yg btentangan dng Islam drpd yg sesuai dng Islam.
    selebihnya tahu sendirilah, (masalah hedonisme dan materialisme)
    Pertanyaan terakhir; dengan begitu gencarnya musuh2 Allah busaha mmadamkan Islam secara pemikiran spt yg anda sebutkan di atas, bgm solusinya mnurut anda?
    Ogata : Hendaknya setiap muslim yg ingin selamat di dunia dan di akhirat, kembali kpd ajaran Allah dan rasulNya, mningkatkan keimanan dan ketakwaan, rajin bersilaturahmi, dan berusaha dingin-cuek-apatis thd semua argumentasi musuh2 Allah. Krn mnurut Alqur’an para ahli kitab itu tdk akan pernah ridha kpd kita sbl kita mgikuti ajaran2 dan doktrin mereka. ada ayatnya di AlQur’an. salah satunya Albaqarah ayat 120.

    Well, demikianlah unek2 dr saya smg bermanfaat.
    Smg Allah SWT selalu memelihara kita dari kaum yg dimurkai dan kaum yg tersesat.Amin. WAWW.

  • 24
    Rifqotussunniayah
    October 10th, 2006 09:40

    Ulil ! teruskan perjuangan mu aku selalu berdo’a untukmu,jujur aku merasa adem membaca,memahami dan merasakan pandangan mu tentang Islam.Semoga Alloh meridloi

  • 25
    Hana Rukhul Qisthi
    October 11th, 2006 09:00

    Ulil, anda sedang duduk du puncak di panggung wacana…jangan lupa jalan-jalan tuk melihat anak-anak jalanan,kaum petani,ibu-ibu rumah tangga,ibu-ibu menyusui…jika perlu anda harus bisa duduk setara dengan mereka tuk sekedar ngobrol meski hanya diskusi …

  • 26
    aldi feraldi
    October 13th, 2006 17:02

    saya setuju dari segi pembentukan pola dialog ini, itu membuktikan bahwa Islam tidak hanya dimiliki oleh golongan tertentu, Islam sangat Universal dan milik seluruh umat di dunia ini. metode pola berpikir ini harus terus digulirkan sehingga pemikiran-pemikiran umat menjadi lebih berwarna dalam mengenal Islam secara utuh..dan ini adalah bentuk pembelajaran pola berpikir.

  • 27
    Soegana Gandakoesoema
    October 14th, 2006 14:37

    Kami beri saran: Lebih baik tidak usah berselisih persepsi agama, karena perselisihan persepsi agama didalam agama itu sendiri, maupun antara agama-agama, tidak akan selesai sebelum: 1.Hari takwil kebenaran kitab datang, dimana pelajaran agama akan dari nol lagi yang wajib ditunggu-tunggu akan tetapi dilupakan seuai Al a’raaf (7) ayat 52,53. 2.Datangnya Al Quran dijadikan Allah dalam bahasa asing ‘Indonesia’ selain bahasa Arab yang akan diprotes oleh oarang yang kearab-araban sesuai Fushshilat (41) ayat 44, At Taubah (9) ayat 97. 3. Allah menyempurnakan pewahyuan Al Quran, sesuai Thaha (20) ayat 114,115. Semuannya wajib ditunggu-tunggu akan tetapi dilupakan oleh umat manusia.
    Percuma bertengkar soal persepsi agama, sesuai Al Baqarah (2) ayat 111,112,113,120,130,135,145, sebelum datang hari kiamat itu, yaitu habis gelap terbitlah terang benderang, sesuai Al Qiyamah (75) ayat 6-15, Al Baqarah (2) ayat 257. Artinya datangnya ilmu pengetahuan agama ajaran Adam kembali, sesuai Al Baqarah (2) ayat 30-39, Al A’raaf (7) ayat 27, Thaha (20) ayat 117, yang mengakibatkan umat manusia beragama terpecah menjadi: 1.Golongan manusia malaikat delapan sesuai Al Haaqqah (69) ayat 17 yang sujud kepada ilmu Adam. 2.Manusia iblis yang menolak ilmu Adam, karena takabur merasa ilmunya lebih sesuai Al A’raaf (7) ayat 11,12, sesuai Al Baqarah (2) ayat 34,35. 3. Manusia setan yang memecah belah kembali persepsi agama sesuai Al Baqarah (2) ayat 36. ILmu Adam itu akan membawa kepada sorga perdamaian dimuka bola atlas ini pada awal millennium ke-3 masehi dan datangnya di Ibukota Indonesia sesuai Al Qashash (28) ayat 59, Ash Syuuraa (42) ayat 7. Tunggu saja saatnya datang kepada saudara-saudara yang berselisih persepsi agama yang membuang-buang waktu saja, tenaga, pikiran. -Pembaharu awal millennium ke-3 masehi-Soegana Gandakoesoema-

  • 28
    Rifqotussunniyah
    October 20th, 2006 11:59

    Ulil,kamu jangan GR….

  • 29
    Mohd Noh
    November 20th, 2006 09:22

    Barangsiapa yang punya pahaman Islam liberal, selanjutnya bercakap pada lain, maka orang ini adalah kafir, sekaligus Murtad dari Islam.

  • 30
    Rif
    November 29th, 2006 11:45

    ???Ada apa to…

  • 31
    Rif
    November 29th, 2006 11:50

    Assalamu alainaa wa’ala ibadillahissolihin

  • 32
    abdel Qader Gebran
    December 14th, 2006 15:45

    mhmm….”penyegaran islam”, dari tema disamping ulil terkesan mengenyampingkan banyak hal yg penting…. seharusnya tema di atas di ganti: : “penyegaran diri liberal”

    dan lagi ketika saya membaca “tuhan segala agama” benar2 membuat saya bingung, jika harus menyatakan begitu, maka tuhan tidak tunggal, budha dengan tuhannya, kristen dengan tuhan jesusnya, dan masih ada banyak agama lagi di pelbagai belahan dunia. nah, ketika islam disetarakan dengan agama lain, lalu apa fungsi kehadiran islam yg telah Allah wahyukan kepada segenap nabinya Ibrahim alasyhis salam dantermasuk Isa alayhis salam, hingga khatamun nabiyyin Muhammad alayhis sholatu wassalam yg kehadirannya sebagai penegas sekaligus penggenap syariat Islam, tiada celah yg memisahkan mereka semua, satu akidah: yakni monoisme dan menghapuskan semua ideologi yg memperkeruh sifat-sifat Tuhan (lihat sirah nabawiy karya Ramadhan sae’ed al Bouthi).

    saya yakin kristen, budha, hindu dan agama apapun yg muncul dan menyebar di seluruh belahan bumi ini jika anda tanyakan: ” relakah agama anda disetarakan dengan agama lainnya”? tentu jawaban yg riil adalah : “tidak”, adanya perselisihan madzhab dalam islam tidak dinyatakan perbedaan, tapi “rahmat” bagi segenap umat islam.

    satu lagi saya ingin sampaikan kepada Ulil dan kawan-kawan, bahwa yg anda pertahan & perjuangkan sangat sia-sia, terutama untuk ” menyegarkan pemikiran islam”, saya juga sangat salut dengan perjuangan anda semua untuk memperkokoh bangunan islam, tapi yg sangat saya sayangkan dengan pemikiran-pemikiran anda yg “nyeleneh”.

    dari dulu dan sampai kapanpun islam tidak perlu & butuh penyegaran dengan ideologi anda. jika memang perlu, tentu akan di utus nabi baru yg memperkokoh & menggenapi agama islam itu sendiri. “sungguh perbedaan pendapat pendapat dalam ruang lingkup islam adalah rahamat, sedangkan perbedaan akidah di dalamnya adalah kesesatan yg menyesatkan.”

    mercy noumbreux..

  • 33
    Soegana Gandakoesoema. Pembaharu Persepsi Tunggal Agama Millennium ke-3 masehi.
    March 19th, 2007 16:55

    Semua umat manusia yang beragama diseluruh bola atlas ini sedang menunggu-nunggu:
    1. Al Baqarah (2) ayat 148: Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri seperti rasulnya, kitabnya, aqidahnya, syariatnya, muamalahnya, tatacara ibadahnya, tempat ibadahnya dll.) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebakikan (berpersepsi agama). Dimana (agama apa) saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamay, hari habis gelap terbitlah terang ilmu pengetahuan agama sesuai Al Qiyamah (75) ayat 6-15, Al Baqarah (2) ayat 256,257). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
    2. An Nashr (110) ayat 1,2,3: Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk Agama Allah berbondong-bondong (pada awal millennium ke-3 masehi), maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya (atas segala kesalahan berpersepsi agama selama ini).
    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  • 34
    fikar_mohammad
    March 30th, 2007 14:26

    Hmm…
    Padahal Allah menciptakan semua yang ada di bumi ini, ada manfaatnya. Iblis yang dilaknat Allah saja sangat bermanfaat bagi kita untuk kembali tadzkirah, kalau tak ada Iblis dan syetan yg memanas-manasi hawa nafsu, kita tak bakalan bisa melakukan amalan2. Begitu jg fenomena JIL. Sebelumnya jg ada Ahmadiyyah, Salamullah dan lain-lainnya, yg mana sempat menimbulkan ‘chaos’ ideologi yg sifatnya transenden, tapi toh saudara2, kita bisa ambil satu atau dua aja statement yg bermanfaat bagi kita, jika memang sudah kita filter eh ternyata dapat menimbulkan mudharat, ya udah, kita tinggalkan saja. Jadi intinya, kita terbuka saja, tapi juga hrs memiliki defense untuk hal2 yg sekiranya bertentangan dgn apa yang kita anut. Bukan mustahil, orang2 yg kita anggap ‘edan’, ternyata justru maqam disisiNya lebih tinggi. Contohnya Al-Hallaj dan Siti Jennar, yg sampai sekarang saja masih banyak pemalsuan dan distorsi sejarah. Intinya gina lah, ambil baiknya aja. Kalau sudah memiliki pengalaman spiritual denganNya, insya Allah, yang baik akan terlihat berkilau…

    Subhanallah, Allah menciptakan kompleksitas di alam raya ini…

  • 35
    Takuddin
    May 7th, 2007 14:29

    Sesungguhnya Islam sebagai Agama Allah SWT yang disyari’atkan kepada kita melalui Rasul terakhir Nabui Muhammad SAW senantiasa terbukti kelurusan, kecocokan dan kebenaran risalah ini, baik dari segi ilmu pengetahuan moderen, etika, sejarah, dan kitab itu sendiri. Namun belakang ini, segelintir orang mencoba mentafsir agama Islam ini dengan fikiran dan hawa nafsu dengan landasan yang rapuh baik dari segi ilmu pengetahuan, penelitian, etika, sejarah, dan fitrah itu sendiri. Contoh orang yang melacurkan diri ( perzinahan) dianggap pekerjaan sama dengan yang lain. Jadi kalau di siang hari orang itu berpuasa ( ramadhan) tetapi kalau malam yaa melacur lagi. Waktu shalat yaa shalat sudah itu melacur lagi. Alasannya melacur itu pekerjaan shalat dan puasa itu ibadah. Nauzubillah mindzalik. Orang yang berpendapat seperti ini tida memiliki cara berfikir yang menyeluruh intelektual, emosional, dan spiritual. Secara hukum berzina dilarang, dari segi mamfaat melacur menimbulkan penyakit penyakit amat berbahaya baik fisik maupun batin, dan dari segi spiritual orang seperti ini cenderung mengabaikan seruan suci Tuhan yang Maha Kasih. Bahkan cenderung memang ada yang meragukan adanya Tuhan dan Hari Akhirat. Orang berfikir liberal sungguh kasihan sebab tampaknya tidak memiliki pemikiran yang rasional berlandaskan wahyu Allah SWT dan Sunnah NAbi Muhammad SAW sebagai teladan dalam hidup ini. Sekian TErima Kasih. Allah SWT yang Maha Adil dan Maha Bijaksana. Wassalam

  • 36
    Soegana Gandakoesoema. Pembaharu Persepsi Tunggal Agama Millennium ke-3 masehi.
    May 8th, 2007 12:56

    LIBERALISME: Pembenarannya didukung oleh Al Kahfi (18) ayat 29, dan Al Baqarah (2) ayat 256.

    SEKULARISME: Pembenarannya terdukung oleh Yunus (10) ayat 100.

    PLURALISME: Pembenarannya didukung oleh Al Baqarah (2) ayat 148, seperti dibentangkan ditanggapan kami diatas, tgl 19 Maret 2007.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  • 37
    badboy
    August 2nd, 2007 16:43

    komentar untuk JIL, Islam ya Islam tidak perlu embel-embel lain kalau Islam diberi Islam liberal itu sudah jelas salah kaprah, saya menilai orang 2 yang berada dibalik JIL tersebut adalah orang yang rendah diri jika berhadapan dengan orang aslinya liberal, liberal sendiri adalah paham kebebasan, lebih orientasi ke kehidupan duniawi, orientasi nya adalah kehidupan dunia, yang menjadi fokus adalah manusianya, asasi manusianya, dan umumnya tidak akan peduli dengan agama, karena umumnya orang liberal sama dengan komunis adalah orang yang atheis, minimal orang yang skeptis akan agama, skeptis tentang adanya Tuhan.
    orang2 JIL aslinya adalah orang2 yang berpura-pura beragama, karena ajaran aslinya adalah tentang bagaimana manusia tidak terikat oleh segala aturan termasuk aturan agama, dan mendewakan hak pemikirannya sendiri. Mungkin kalau tidak terpaksa hidup dalam suatu komunitas agama seperti di Indonesia yg mayoritas Muslim, mereka akan tidak pernah perlu untuk beragama Islam. Dewa mereka adalah pemikiran dan logikanya sendiri, tapi kalau dalam ilmu sex mereka seperti beronani sendiri. jadi tingkatannya adalah rendah tidak pernah menyentuh suatu kedalaman dan realitas. Bagaimana mungkin mereka akan mencapai suatu kualitas pemikiran kalau mereka hanya ber “onani”.
    JADI KALAU TIDAK SEJALAN DGN ISLAM YANG SEBENARNYA ISLAM KENAPA TIDAK MEMBUAT AGAMA SENDIRI YANG TUHANNYA ADALAH AKAL DAN PEMIKIRAN “LIBERAL”. suatu karya saja tu ada hak ciptanya apa lagi ini agama, anda penganut JIL jangan membajak ISLAM untuk kepentingan anda sendiri sebagai BUDAK amerika beserta antek-anteknya. (usul untuk nama yang lain dari singkatan JIL= Jaringan Iblis Liberal, bagaimana bisa diterima?)

  • 38
    Seno
    August 14th, 2007 16:54

    he,he,he Kepada Soegana Gandakoesoema bla.. bla.. bla, coba donk komentarin blog Adian Husaini atau Syamsuddin Arif k, dan kalu bisa sekalian debatin mereka di forum terbuka. Itu juga kalau emang anda punya nyali dan otak.

  • 39
    mizan
    August 15th, 2007 07:04

    mas ulil ayo terus maju… aku setuju kok dengan pandangan mas… ok…semoga tuhan merahmati mu dan kita semua

  • 40
    shaden
    August 21st, 2007 10:09

    ya…kalo menurut aku sich, sebenarnya sich JIL itu cuma untuk nyiasatin kita semua, kita sebagai orang islam harus bisa menyikapinya,ehbtw JIL itu apaan sich?

  • 41
    Irman
    August 21st, 2007 13:34

    Ya saya sih simple aja.
    Menurut saya, Allah SWT itu sangat berkuasa dengan hal sekecil apapun yang terjadi di dunia ini. Jadi apapun yang terjadi, itu adalah kehendak Allah SWT.

  • 42
    wawan
    August 25th, 2007 15:33

    Islam ya Islam! nggak usah pake embel-embel liberal. FPI itu baru bener-bener Islam!

  • 43
    badboy
    August 27th, 2007 12:58

    ah kang wawan…..terlalu sinis sama FPI ya………..,FPI bagian dari umat Islam memang betul, tapi umat Islam itu tidak hanya FPI, Nabi Junjunan kita juga bukan orang FPI, Jadi kalau Islam itu memang Islam tidak ada yang lain itu benar, tapi tidak hanya FPI saja umat Islam itu masih banyak yang lain.

  • 44
    Ferry ZK
    September 4th, 2007 15:40

    @ Saudaraku seiman dan sepemahaman,

    Kalau kita merasa JIL dan fahamnya tidak tepak, mungkin daripada menghujat dan menghina lebih baik kita counter pemikiranya yang mereka tuangkan di blog – blog yang menjadi corongnya, dari beberapa blog yang bisa dilihat dari postinganya adalah corong islib tapi sedikit sekali rekan seiman dan sepemahaman yang mengcounternya, padahal blog-blog tersebut telah meracuni adik – adik kita yang sedang dalam tahap proses pembelajaran dalam hal akidah.

    Terima Kasih.

  • 45
    dich
    September 18th, 2007 04:37

    terus berjuang JIL………
    semoga neraka menjadi terpat terhangat untuk mu kembali, selamat

  • 46
    Rifqotussunnia
    September 24th, 2007 10:02

    berjuang jangan karena takut neraka juga jangan karena menginginkan surga tapi untuk Dzat Yang Maha Segalanya. Dzat Yang Maha Tidak Terbatas. Dzat Yang Maha Rahman Rahim. Dzat Yang Maha Tinggi. Dzat Yang Maha Punya Tangan Besar(majaz). Dzat Yang Maha Mengetahui segala sesuatu. Saya teringat dengan sebuah cerita. ketika ada seorang anak kecil mencari Tuhan dia berjalan jauh kesana kemari dan pada saat sampai dipinggir pantai dia bertemu dengan laki-laki tua yang tergeletak kepanasan spontan si anak tadi mengambil kue di tasnya dan memberikan pada si laki-laki yang dijumpainya…betapa senangnya pak tua tadi, pak tua senang bukan karena kuenya tapi dia merindukan cucunya yang telah lama menghilang, mereka berdua bercanda ceria layaknya seorang kakek dan cucu. Sesampai di rumah si anak bercerita pada ibunya ” bu.. aku tadi melihat Tuhan….” si ibu bertanya ” Di mana…?” kemudian si anak bercerita panjang tentang kejadian yang amat mengesankan dalam hidupnya, si ibu kemudian bilang “betul nak…. kamu barusan bertemu Tuhan, karena pada saat seseorang melakukan kebaikan disitulah dia bertemu dengan Tuhan”

  • 47
    Liberalis
    September 25th, 2007 16:16

    Saya sendiri gak tau mana islam yang bagus dan tidak bagus, karena terlalu banyaknya versi islam, tapi saya sendiri sebagai orang islam sangat menyayangkan pendapat bahwa FPI itu benar2 islam, karena “budaya” FPI yang selalu main hakim sendiri (baca:preman). ini bukan negara islam, tapi negara hukum. dan untuk kang ulil, sebagian saya baca ada benarnya, tapi mungkin juga saya ada gak setujunya….. yahhhh namanya juga pendapat.

  • 48
    ghost
    September 27th, 2007 11:07

    Kapan ada mas Ulil yang lain ya?pasti Indonesia akan maju. Kalo semakin banyak FPI akan semakin rusak bangsa kita ini.

    Cheers,

  • 49
    umat Allah
    September 27th, 2007 20:19

    ass, wah ada si ulil, qta yang asli islam tanpa embel2 malah tambah semangat mengcounternya ya dan malah bersatu padu menghancurkan pemikiran si ulil yang keblasak,keblusuk dan keblandang….:)

  • 50
    harry
    September 29th, 2007 16:31

    @wawan – waduh, FPI itu sama saja ekstrimnya dengan JIL, pada posisi yang berseberangan. Padahal umat Islam harusnya di tengah, tidak ekstrim kiri/kanan/atas/bawah.
    .
    @ferry – usulan yang bagus sekali, dan saya sangat setuju. Ini yang kita mash kurang sampai saat ini.
    .
    @ghost – Indonesia akan maju karena Ulil ? Sepertinya akan sulit, salah satu penjelasannya bisa dibaca disini.

  • 51
    widad
    October 4th, 2007 16:34

    mas ulil itu kelihatannya pinter tapi sebenernya bodoh sekali, kalau manusia harusnya bisa berfikir dengan akal yang sehat dan dengan hati yang jernih, cari makan kok jual akidah

    kasihan

  • 52
    Back77
    October 5th, 2007 10:19

    Rasanya kalau di bilang mendukung Ulil nggak juga tapi kalau menolak Ulil kok nyatanya pemikiran-nya dapat menjadi bahan berfikir. Mengapa kita gerah dengan setiap pemikiran yang diluar kita?
    Menurut saya pemikiran Ulil dapat membawa kita untuk merefresh pemikiran kita dengan Islam yang sekarang kita pegang. Terlepas setuju atau tidak.
    Saya menunggu Ulil-Ulil yang lain supaya masyarakat Islam bisa belajar tidak gampang gerah dengan yang bersifat pemikiran.

  • 53
    harry
    October 6th, 2007 05:27

    @Back77 – apakah kita perlu me refresh pemikiran kita, dengan tujuan agar jadi bisa berbohong & memfitnah tanpa merasa bersalah ?

  • 54
    Back77
    October 6th, 2007 21:58

    Saya setuju mas, tentu berbohong dan memfitnah bukanlah tindakan yang dapat dibenarkan.
    Terus terang penyebutan Ulil-Ulil lain bukanlah dalam dalam person-nya. Bahkan jika dalam perkembangannya nanti Ulil terbukti menipu, saya tidak keberatan untuk menyatakan “go to the hell, Ulil!”
    Tapi bukankah Ulil dan JIL’er lain mengikuti pemahaman yang ada meskipun tidak populer. Pemikiran-pemikiran itu yang penting untuk merefresh.
    Om kiai, ia imam sholat dan banyak diturut petuahnya. Tapi saya tahu ia tidak seperti yang banyak dikira orang. Apakah saya harus menyatakan ah sholat itu gombal? Tidakkan 🙂

  • 55
    harry
    October 8th, 2007 00:37

    @Back77 – Ya, Anda betul, bukan sholatnya yang kita bilang gombal. Tapi, tentu kiainya yang kita ganti.
    .
    Ini juga yang sedang saya coba lakukan disini.
    .
    Terus terang ada beberapa pemikiran Ulil yang baik. Namun, karena dia campur adukkan dengan yang tidak baik, dan cenderung mudharatnya justru (jauh) lebih besar, ya sudah, kita ganti saja imam sholatnya.
    Toh masih ada banyak yang lain yang lebih baik, hanya saja mungkin mereka low profile sehingga tidak banyak yang kenal.

  • 56
    Back77
    October 8th, 2007 08:11

    Sangat bagus Harry, usaha yang anda lakukan ini sangat bagus. Forum-forum yang anda juga turut membantu saya melakukan counter balance dengan tulisan-tulisan JIL.

    Catatan anda yang menegaskan untuk tetap bersikap sopan sangat baik, terus terang saya pernah gerah dengan tulisan di FFI (Fredoom Forum International) yang komentarnya sangat vulgar namun tidak ada sensor dari administratornya.

    Saya tidak pernah tahu seperti apakah Islam terbaik, namun pencarian dengan kejujuran untuk menggapainya itulah upaya terbaik, selain itu wallahu alam

    Terima kasih, bung Harry

  • 57
    sufehmi
    October 8th, 2007 11:36

    @Back77 – Faithfreedom ini menurut saya cukup misleading, mereka mengaku membebaskan, namun kenyataannya mereka menggunakan semua trik yang ada untuk menyesatkan; half-truths, menyampaikan data tanpa konteks, penafsiran yang keliru, dst.
    .
    Dan sayangnya banyak aktivis JIL yang menggunakan trik-trik tersebut juga. Karena itu saya kehilangan simpati kepada mereka.
    .
    Saya pernah diskusi dengan beberapa yang gayanya mirip dengan FFI, namun karena trik-trik tersebut maka diskusinya malah menjadi debat kusir. Jadinya tidak ada hasilnya dan malah cuma membuang-buang waktu.
    .
    Ini bukan cara yang benar, dan lagi pula di Islam jelas sudah ada kebebasan untuk memilih kepercayaan masing-masing.
    Hanya saja interpretasi & implementasi saat ini yang berbeda dari awal di zaman Rasulullah saw, maka solusinya yang tepat adalah mengembalikan seperti pada awalnya; dan bukannya justru menyesatkan orang seperti itu.
    .
    Mengakunya faithfreedom, tapi kalau ada yang berbeda pendapat, maka siap-siap saja dikeroyok. Sulit untuk berdiskusi dengan rasional disitu.
    .
    Terimakasih untuk komentarnya. Semoga kita semua sukses, berhasil menemukan kebenaran yang hakiki, amin.

  • 58
    firmz
    October 8th, 2007 12:50

    Kalo saya sih tulisan JIL itu hanya sebagai bahan bacaan dalam konteks memperkaya khasanah pengetahuan agama Islam saya yang masih kerdil ini. Insya Allah saya masih mempunyai akal sehat untuk melihat mana hal-hal prinsif yg dapat mempengaruhi keimanan.

  • 59
    Back77
    October 9th, 2007 08:42

    Saya setuju dg firmz, meskipun saya memiliki beberapa pemikiran JIL (sebenarnya bukan pemikiran JILnya tapi Cak Nur), saya tetap harus kritis sehingga tidak serta menerima begitu saja paham pemikiran yang berkembang.
    Memang untuk bisa memperkaya khazanah pengetahuan kita, kita harus bersedia membaca dari banyak pihak yang berseberangan.
    Ketersetujuan saya juga tidak serta merta mengiyakan sesuatu yang awalnya saya setujui. Beberapa pemikiran JIL belakangan harus dikritisi karena banyak yang bergerak menjadi bola liar. Pemikiran yang awalnya santun menjadi me-radikal. Pemikiran yang awalnya dibatasi mulai menabrak batas-batasnya sendiri.
    Inilah yang sering terjadi, setan selalu ingin ikut nimbrung bahkan pada hal yang baik sekalipun.
    Semoga kita tetap diberikan Tuhan kejernihan akal dan budi.

  • 60
    kartokoro
    October 9th, 2007 23:14

    Aneh. Knp sich kok kbanyakan pada menghujat Ulil? mo ngebela siapa sich sebenarnya? Apa memang harus dengan menghujat? Lha kalau gt apa bedanya antara yang menghujat ma yang dihujat? Dengan hujatan kalian Ulil pun tetap Ulil kok. Tanpa kalian bela Islam pun tetap Islam yang rahmatan lil allamin. Gak kurang gak lebih. karena memang sudah begitu sepantasnya dan sewajarnya. Apa dengan saling menghujat kalian telah merasa membesarkan Islam. Bener2 aneh cara berpikir yang kalian pakai. Kalo memang gak setuju ma satu pandangan ya perjuangkan pandangan yang kalian anggap benar. Bukan dengan hujatan. Tanpa kalian sadari sebenarnya kalian jg berkepentingan dengan hadirnya pikiran2 spt punya ulil. jadi kalian punya lahan untuk melakukan pembelaan terhadap pandangan kebenaran yang kalian yakini. Justru dengan setiap kontra pandangan yang terjadilah secara tidak langsung kalian telah memantapkan keyakinan kali. Namun dengan catatan tanpa hujatan.

  • 61
    harry
    October 10th, 2007 06:09

    @kartokoro – kata “hujatan” saya asumsikan bermakna seperti mencaci maki, kalau demikian saya setuju. Kita bisa tidak setuju tanpa perlu mencaci maki.
    Saya juga mencoba mengarahkan agar berbagai komentar di blog saya ini bisa kritis dengan tetap santun.
    .
    Tapi, pemikiran yang keliru tetap harus kita bilang keliru, dengan melampirkan bukti-buktinya. Apalagi kalau sudah berbohong & memfitnah seperti JIL. Ini sudah tidak intelek sama sekali, dan tidak apa (malah harus) kita ungkapkan apa adanya.
    .
    Islam tidak butuh kita bela, tapi kita yang butuh membela Islam. Kalau tidak, maka kebenaran bisa terkubur, dan kita jadi tidak bisa menemukannya.

  • 62
    kartokoro
    October 10th, 2007 10:08

    Kadang saya jd mikir ternyata memang masih begini wajah orang Islam. Saling menuding, memvonis satu sama lain. bahkan sesama muslim. Sayangnya hal ini berlangsung begitu intens, terus menerus dan di dorong sedemkian rupa hingga entah sampe kapan. Betapa sayangnya sedikit energi yang kita miliki ini habis buat menghabisi sodara sendiri. Padahal pikiran-pikiran seperti Ulil kan udah ada sejak dulu jauh mengiringi perjalanan Islam itu sendri. dan hal2 seperti ini memang tak terhindarkan. Kalau bukan Ulil pasti akan ada ulil2 yang lain. Alangkah baiknya apabila hal ini menjadi satu wacana diskusi yang menarik meski saya yakin hal ini tidak pernah terjadi. Memahami pandangan orang lain sekaligus menerimanya sebagai satu kebenaran baru adalh mustahil bagi ego yang telah terbentuk sedemikian rupa. Saya rasa ketakutan kita adalah bukan pada JIL itu sendiri. Karena seharusnya kta sadar bahwa Islam tidak akan runtuh bahkan oleh setiap proses pen dekonstruksian Islam sebagaimana dilakukan oleh JIL. Tanpa disadari kita lebih takut akan kehilangan klaim kebenaran yang kita miliki selama ini. Islam tetaplah Islam dengan segala kebesarannya.

    Seharusnya kita sadar bahwa kita butuh pemikiran2 seperti ini. Hal ini baik untuk selalu membuat kita selalu terjaga menjaga Islam sebagai kebenaran yang kita yakini. Mematikan pikiran2 seperti ini hanya akan membuat kita merasa besar tanpa mengetahui seberapa besarnya kita.

  • 63
    puspito
    October 10th, 2007 12:06

    ok, setuju banget dengan komentarnya mas kartokoro..
    kita dengerin aja sampai habis busanya JIL..
    lagian apanya yg kurang liberal dari ajaran islam, mau jadi nabi silahkan, bahkan jadi tuhan sekalipun nggih monggo ..
    Ya tentu saja semua ada konsekwensinya ya mas …

  • 64
    zul
    October 10th, 2007 23:58

    terus berjuang JIL………semoga neraka menjadi terpat terhangat untuk mu kembali, selamat
    (bukankah kita semua akan masuk neraka?)

    idem sama Back77 & kaetokoro, tapi buat puspito, anda punya standar ganda ya?? hehe… saya banyak baca tulisan2 JIL, & masih mempelajari JIL, tp kalo boleh saya ngutip: “Merasa paling benar sendiri adalah sikap yang jauh dari ajaran Islam, yang secara tegas menyatakan: “wa fawqa kulli dzi ‘ilmin alim” (di atas orang yang berilmu, ada yang lebih berilmu). Di luar klaim kebenaran, ada kebenaran.” (kutipan ini saya forward kembali ke JIL, juga buat yg menentang JIL)

    ada sedikit anekdot, “orang kafir (& atheis) sudah lama menginjak-injak bulan, bahkan mencari “bulan” yg baru, tapi kita masih ribut-ribut ketika “melihat” bulan, seperti sekarang ini… hmmm…

  • 65
    Back77
    October 11th, 2007 09:04

    Saya masih memiliki buku “Kekafiran Berfikir Sekte Paramadina”, secara tulisan sudah proporsional menempatkan masing-masing pihak. Kejujuran penulisan itu yang saya angkat topi, karena memang begitulah seharusnya.
    Sayangnya, sekali lagi justru saya terpentok pada penudingan langsung dg kata “kafir” pada sesi debatnya. Debat tidak memenangkan siapapun, yang menang bangga yang kalah cari jurus lain. Rasanya dialog lebih memberikan makna dan pemahaman satu pihak dengan pihak lain

  • 66
    anōnumos
    October 14th, 2007 18:20

    Saya yakin bahwa jika Anda seorang Muslim sebenarnya, Anda tidak akan menganggap gerakan ini sebagai sesuatu yg membahayakan dan perlu dikomentari dengan kata-kata dangkal dan doa untuk masuk neraka segala. Saya tidak menuduh Anda bukan Muslim, hanya memang manusia terlalu dibebaskan untuk memiliki versi pemikiran kemusliman sendiri-sendiri sehingga manusia juga terlalu dibebaskan untuk menjadi pencemooh sesuatu yang dia sendiri tidak terlalu yakin kebenarannya. Apakah Anda tahu bagaimana pendapat Allah dan para Nabi mengenai ini? Apakah Anda yakin bahwa Allah dan para Nabi menentang gerakan ini? Apakah Anda benar-benar tahu dan mengerti esensi menjadi seorang Muslim? Tentunya Anda tidak akan pernah tahu sampai Anda bertemu sendiri dengan mereka dan bertanya pada mereka mengenai isu ini. Kita memang kadang masih perlu mendewasakan pikiran dan melapangkan hati mengenai isu-isu yang muncul di negara ini. Coba Anda renungkan dulu dengan hati lapang dan kepala dingin sebelum mengetik kata-kata tersebut di halaman ini.

    Semoga Allah memberkati hari-hari Anda.

  • 67
    mestopa abdulalex.
    October 15th, 2007 18:06

    ah…gimana ni…gpunya pendirian yang jelas……
    kalo mau ngeluarin komentar …belajar islam dulu ampe akar akarnya…………
    dan udah nguasain seluruh mazhab……….
    baru buat organisasi………………………….
    sok pintar lagi lu (ulil)………………………
    dasar kurang pendidikan dunia islam…………

    jadi kacauuuuu,……………………

    uhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh………….

    INNALLOHHAA GHOFURURROHIIM……

  • 68
    ahmad
    October 16th, 2007 01:11

    salam. bagi saya, kita hidup dengan orang lain, tentu tidak selalu sama. jadi perbedaan adalah sebuah kemestian. ketika pak ulil punya pandangan yang gak lumrah bagi islam lain tapi selama ada dasar argumentasi, saya pikir gak jadi soal. bagi saya, islam adalah agama yang mengajarkan kepedulian sosial. islam adalah agama kerja keras. islam adalah agama kejujuran dan keikhlasan. islam bukanlah agama yang mengajarkan untuk saling menghujat pihak lain hanya karena berbeda dengan kita. ketika ulil misalnya concern sama pemberantasan kemiskinan, maka kita harus dukung, meskipun dia punya pikiran yang berbeda dengan kita. saya pikir itu karakter islam.

  • 69
    ahmad
    October 16th, 2007 01:21

    maaf, kok kenapa kita gunakan islam untuk menghujat pihak lain? ada baiknya kita saling share dan berbagi pengalaman dengan yang berbeda itu bukan malah menghujatnya. kalau terus-terusan begini, akan jadi apa negeri ini. ajaklah ulil untuk memperbaiki bangsa ini. saya pikir ulil akan terbuka kalau kita mau mengajaknya bareng-bareng membangun negeri. bagi saya, yang penting diperbaiki adalah karakter atau mindset kebanyakan orang indonesia. mindset yang menggejala selama ini adalah mindset menghujat orang lain, mindset dapat duit dengan cara instant, mindset gak mau cape, maka lahirlah korupsi. siapapun orangnya, jika dia peduli sama pembangunan bangsa, ya kita dukung. betul gak, dari pada menghujat, energi kita akan habis sia-sia. sekian

  • 70
    Rully
    October 27th, 2007 17:02

    Seems like everyone playing such a GOD…
    Sepertinya banyak yang mengaku muslim disini tetapi rata-rata memainkan peranan seolah-olah menyamai kedudukannya seperti Tuhan….

    (Menentukan neraka dan hukuman…?! Siapa anda?!)

    Selama yang saya baca tentang artikel JIL, memang banyak yg mencerahkan tetapi SANGAT TIDAK COCOK bagi yg MINIM akan Pra-Pemahaman…

    Apabila saudara memang cerdas dan bijak memahami konteks JIL, saya rasa tidak perlu melakukan “kekerasan simbolik” (semacam judgment!!!)….

    Serang gagasannya… Bukan person-nya…

    Saya rasa dalam Islam sudah jelas, bahwa tinggalkanlah sesuatu yang masih dalam keragu-raguan….

    Bukankah setiap muslim yg meng”Kafir”kan saudaranya satu umat, diragukan ke-Islam-annya? Wallahu’alam…

    Mudah2x-an kita dilindungi dari Ilmu yang menyesatkan… Amin..

    Wallahu ‘alam…

  • 71
    abu atmaja
    October 28th, 2007 17:19

    Salam

    Saya kira Islamlib adalah bagian dari upaya untuk menterjemahkan dan pengejawentahan Islam dari sudut pandang yang berbeda . Sebenarnya pemikiran ini mungkin dialami banayk orang tetapi lembaga iki mampu menuliskan dan mewadahi. Soal ia menyimpang atau tidak itu bukan hak kita. Itu hak preprogatif Tuhan (sepakat dengan sdr Rully) . ISlam sendiri sebenarnya membebas manusia dari manusia lain dan hanya takut kepada Tuhan. Tidak ada yang salah dengan keyakinan, karena keyakinan itu rahasia manusia dan Khaliknya. Kalau tidak setuju ya..lakum dinukum waliyadin. Bagimu agama (jalan)mu bagiku jalan (agama)ku..
    Yang membuat Islam besar sampai sekarang ini ya pemikiran2 seperti ini. ISlam yang dilankan dengan paksaan akan menimbulka peperangan konflik yang berkepanjangan seperti di Timur tengah. Penggunaan agama secara formal akan menjadi komoditi bagi parpol, penguasa siapapun untuk melegitimasi kekuasaan itu sudah banyak terjadi baik dalam sejarah maupun sekarang. Karena agama adalah rahasia individu dan pribadi. Yang tahu keimanan seseorang ya Tuhan sendiri bukan orang lain. Karena Tuhan maha Mengetahui, mendengar dan sebagainya. Siapa yang menjamin keislam..ya Tuhan sendiri. bukan orang lain. Semua harta, benda semua dari Allah entah itu melalaui YAhudi, NAsrani , komunis atau Islam sendiri. KIta tidak tahu bahwa hutang luar negeri yang diberikan kepada kita bisa saja berasal dari pajak penjualan babi, bir atau minuman keras. demikian juga beasiswa dari luar negeri.
    Nah dengan demikian kita dapat menhindari saling mencurigai dan lebih mengutaman kertja sam membangun bangsa dari korupsi, kemelaratan dan bencana alam.

    Salam

  • 72
    Wegayendi
    October 31st, 2007 11:19

    Semua orang akhirnya lebih tunduk pada kepentingan duniawi, popularitas, kekuasaan, dan duit dengan mengatasnamakan pencerahan umat. Sumbang sih untuk umat secara konkrit malah nihil, yang muncul justru kebingungan umat.

  • 73
    AntiLib
    October 31st, 2007 12:03

    Alm Nurcholis Madjid salah seorang lokomotif islib di indonesia, alm selalu mengedepankan akal dan memasung hati nuraninya sendiri untuk membelokan aturan yang ada dalam AlQuran & Hadits.
    well diakhir hayatnya hatinyalah yang bermasalah.
    Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosanya.

  • 74
    Back77
    November 1st, 2007 09:22

    AntiLib wrote:
    Alm Nurcholis Madjid salah seorang lokomotif islib di indonesia, alm selalu mengedepankan akal dan memasung hati nuraninya sendiri untuk membelokan aturan yang ada dalam AlQuran & Hadits.
    well diakhir hayatnya hatinyalah yang bermasalah.

    Ini salah satu bentuk kesombongan yang kembali terjadi. Menghakimi hati manusia seolah dia telah diberikan kuasa Tuhan untuk membaca hati manusia. sebenarnya hati Anda yang bermasalah atau hatinya Cak Nur 🙂
    Semoga doa anda berikutnya tulus dan bukan sebuah hinaan akan perasaan anda sendiri (bahwa beliau sesat).
    Berdiskusilah dengan baik, janganlah menghujat, apalagi menilai hati yang jelas musykil

  • 75
    AntiLib
    November 1st, 2007 09:51

    Back77 wrote:
    sebenarnya hati Anda yang bermasalah atau hatinya Cak Nur

    well, masalah hati seseorang hanya pribadinya dan ALLAH saja yang tahu.

    ane tidak menghakimi hati seseorang men, tapi ini kenyataan

  • 76
    badboy
    November 2nd, 2007 17:24

    Masih panjang juga pembahasan dan komentar soal JIL (jaringan Iblis Liberal). JIL itu dibungkus dengan tujuan membuat pencerahan, dan pembaharuan pemikiran, tapi dasar pencerahannya apa? kadang sulit dipahami dari sudut pandangan aqidah Islam, kadang membuat suatu pandangan yang nyeleneh yang tidak sesuai dengan aqidah Islam. yang terjadi adalah suatu pandangan yang merendahkan martabat umat dan agama Islam itu sendiri. Menurut saya kalau memang keinginannya ingin berdialog prinsip2 dialog itu pun harus bisa dipenuhi, kadang saya mencoba juga untuk masuk ke blog dan web Islamlib untuk memberi komentar dan mengcounter yang ada malah selalu tdk terbuka dan malah disensor tidak sebebas dan seobyektif paham liberal, tampaknya mereka bukan lah orang modern tapi orang yang merasa modern. Saya ragu akan niat baik dari orang2 JIL, yang ada isinya adalah orang2 yang senang merendahkan pandangan2 yang konservatif, tapi kadang tanpa dasar. Menurut saya pandangan konservatif tidak selalu buruk, membuka wawasan dan mencerahkan tidak harus menutup diri terhadap orang konservatif dan menghina dan merendahkan sebagai orang yang tidak berpendidikan dan tidak berpikir ( ini dari pengamatan saya terhadap beberapa tulisan di web2 mereka dan setiap wawancara antara penganut JIL dibeberapa media televisi). Mau berdialog tentu itu adalah baik…..tapi siapkah anda berlaku obyektif…..? justru JIL adalah orang yang selalu menJUDGE pihak lain tidak menggunakan logikanya……., padahal……kenyataannya merekalah orang2 yang kurang berpikir…………

  • 77
    wegayendi
    November 3rd, 2007 09:09

    Misi pencerahan JIL pada dasarnya baik, tetapi sebaik apa pun misi itu bila sumber tenaganya (powernya) di supply oleh “tetangga” maka pelaksanaan misi tersebut 90% ditentukan oleh sang tetangga. Kepentingan tetangga itu jelas berbeda dengan kita. Kelompok-kelompok seperti JIL dan lain-lain yang menerima dana dari “tetatangga” itu tidak ubahnya seperti wanita simpanan seseorang. Raganya jelas milik sang bos, hatinya mudah-mudahan masik berpihak pada keluarga aslinya.

  • 78
    abu atmaja
    November 3rd, 2007 09:18

    Saya sepakat jika ebih baik kalau pikiran atau tulisannya yang “diserang” upaya untuk memberi komentar sebaikknya tidak menyerang orang. Tetapi Jil sendiri hanyalah bagian dari sekian banyak upaya pemikiran dengan sudut pandang yang berbeda. Kalau saya baca artikel artikelnya cukup memberikan pencerahan tentang sejarah, pemahaman agama. Sejarah perkembangan dan pemikiran Islam sendiri sangat lua dan beragam. Demikian juga dengan sikap, persepsi maupun tafsir. Sebagai bagian dari kewajiban mencari Ilmu demi kemajuan umat manusia dan Islam. Maka sudut pandang ini akan memperluas, cara pandang dan wawasan.

    Salam

  • 79
    obenk
    November 3rd, 2007 11:31

    bagi para penghujat islib ataupun nurcholis majid…anda-anda itu kayaknya hebat sekali.. kayanya ada nama baru untuk anda-anda yaitu SUPER MUSLIM JAGO DEBAT! HEEBAT!Sayang ga punya hati nurani!

  • 80
    wegayendi
    November 5th, 2007 10:12

    Hati nurani….
    Mudah mengucapkannya. Setiap orang cenderung merasa dirinyalah yang paling “bernurani”, itu sah-sah saja karena memang manusiawi. Persoalannya, nurani itu apa? adakah ukuran universalnya? Jangankan nurani orang lain, nurani kita sendiri tidak dapat kita tetapkan standar kualitasnya. Kecemburuan, kebencian, kemarahan, dendam, empati, cinta, welas asih, silih berganti datang pada kita, itu semua ranah nurani. Jadi, ketika kita bicara nurani yang manakah diantara hal-hal tadi yang lebih dominan pada kita?
    Saya justru kuatir, ketika kita menyebut “hatinurani” , maka yang sebenarnya kita maksudkan adalah ‘kepentingan” kita sendiri.

  • 81
    OSAMA
    November 6th, 2007 05:42

    ha.. ha… selamat kepada JIL, anda telah memberi “pencerahan “kepada kami untuk lebih “berpikir,” bagaimana seharusnya ber agama dengan baik, anda telah memprovokasi agar lebih banyak belajar dan dengan biaya yang besar anda telah “mencerahkan kami “… Saya menyarankan buatlah “tulisan tulisan yang lebih menarik lagi”, sehingga kami menjadi semakin lebih “cerdas ” , bukankan mas Ullil dibayar untuk itu ………….
    Ohh .. yaa saya merindukan tulisan ” hot ” mas ullil , yang sangat ” cerdas ” seperti bebera tahun yang lalu , tolong buatkan yang lebih “panas ” dan langsung kirim ke Indonesia ……. titipkan juga salam hangat buat Paman Bushh… dan minta dana yang lebih besar lagi , ok ?

  • 82
    alasketu
    November 7th, 2007 16:28

    Seru ya

  • 83
    Ferry ZK
    November 9th, 2007 10:11

    @ wegayendi # 80,

    wahhh gitu yak maksud “hati nurani” kepentingan dalam hal apa nihhh ??? kalau kepentingan membela ISLAM dianggap kepentingan sendiri iya juga, coz kemurnian ISLAM adalah kembali untuk keselamatan diri sendiri bukan ??? tp klo sual gemerencing dolar seh kayaknya gak ada pada pihak yang membela kemurnian ISLAM, klo pihak ente gimana ???

  • 84
    Ferry ZK
    November 9th, 2007 10:19

    “lakum dinukum waliyadin” bukan berarti boleh merusak “din”, tp untuk berdampingan dengan “din” yang berbeda, semisal JIL dan sayap – sayap aliran sesatnya membuat “din” baru gak masalah, tp kalo masih atas nama “din” ISLAM dan menyesatkan ummat jelas ini harus diluruskan. Kenapa mereka gak buat “din” baru dan namain aja “din megadeth” kek, “din metallica” kek ato “din lenon” kek…

    kalau merusak “din” ISLAM, lilahhita’ala kita musnahkan mereka, jika karena hal ini ALLAH murka kepada kita maka serahkan dan kembalikan segala urusan kepada ALLAH SWT.

    bukankah ikhtiar itu perlu ? masalah “hasil” dan “restu Illahi” kita kembalikan kepada yang berHAK.

  • 85
    wegayendi
    November 10th, 2007 08:47

    Islam itu rahmatan lil alamin, rahmat bagi seluruh alam: alam itu meliputi semua yang ada di smesta ini: tanah, air,udara, hewan, tumbuhan, dan manusia. Jadi kalau lu pade mau belain islam cintailah alam itu termasuk mencintai seluruh makhluk hidup di bumi. Jangan atas nama “kebenaran” sepihak, semuayang beda mau diberangus. Itu namanya “laknatan lil alamin”.

  • 86
    badboy
    November 17th, 2007 14:17

    “Kebenaran” yang haq dalam Islam itu sudah jelas, Aqidah dalam Islam itu sudah Jelas, Rukun Islam sudah jelas, Rukun Iman sudah jelas, Kalau berbeda itu sudah mencangkup masalah aqidah bukan artinya juga harus dibiarkan tapi harus diluruskan, kalau memang menyangkut Agama Islam kan tidak perlu aneh-aneh semuanya sudah nyata dan jelas nah kalau sudah nyeleneh apakah kalau kita bantah pendapat nyeleneh dan tidak etis itu maka disebut kita memberangus. justru kewajiban kita untuk meluruskan. Meluruskan kebenaran tersebut adalah tugas Umat Islam, itulah salah satu dari visi rahmatan lil alamin, bukannya kita harus berdiam diri. Hanya dari kalangan “sok intelektual” saja kadang-kadang sering keluar tuduhan yang nyeleneh.

  • 87
    fajar
    November 20th, 2007 20:03

    memang sih buat yang paham tentang ilmu Islam, si Ulil ini kayak orang sok tau tapi jauuuuh nggak tau. tapi perlu kita fikirkan juga bahwa model2 pemikiran kayak Ulil ini sangat meresahkan masyarakat karena kelihaian dia memainkan kata. apalagi bagi orang2 yang mengagung-agungkan rasio. so, pemikiran yang kayak gini perlu kita counter juga dengan argumen2 yang logis tapi tidak keluar dari frame “syar’i”. biar mereka jadi berfikir dan akhirnya malu sendiri.
    misal, masalah pertanyaan tentang “mengapa sholat maghrib 3 roka’at?”
    jawab aja: LHA ANDA MAUNYA BERAPA?
    toh klo 1 rokaat, paling2 dia juga tanya “mengapa sholat maghrib 1roka’at?” bergitu juga klo 5,6 ato bahkan 10 roka’at sekalipun.

  • 88
    wegayendi
    November 22nd, 2007 08:22

    He,he.he ….

    Fajar yang baik…. dengan lelucon anda mengenai cara menjawab pertanyaan tentang sholat magrib menunjukkan bahwa sebenarnya anda justru terjebak dalam ketidak logisan. Berpikir logis itu selalu memiliki dasar. Ulil dan kawan-kawan terlalu pintar untuk ditandingi dengan cara berdebat seperti itu. Mereka itu memiliki referensi seabrek tentang Islam. kalau rujukan kita hanya sebatas buku-buku kelas “kaki-lima” yakinlah tidak akan mendapat perhatian dari mereka, apalagi untuk menarik mereka ke dalam apa yang oleh kalangan main stream disebut sebagai “jalan lurus”. Main stream leluasa menuduh kelompok lain sesat, bukan karena pandangan kelompok mayoritas itu memiliki ragumen yang hebat, melainkan karena jumlah orangnya terlalu banyak, sehingga mampu bertindak memaksakan kehendak.

  • 89
    zul asri
    November 22nd, 2007 08:34

    ulil… kenapa sih anda sangat benci wahabi? pada hal anda lama juga kuliah di kampusnya “orang wahabi”, tapi tatkala ente mulai nyeleneh2 ane tau ente di keluarin tu…!!!
    satu hal yang masih ane inget banget yaitu waktu ente ngontrak di jalan penegak, ane lihat ente makan dengan lahapnya ‘nasi wahabi” langsung dari kuali dialas dengan koran, ingat nggak ente? mestinya ente banyak2 bersyukur

  • 90
    FREE
    November 24th, 2007 05:58

    Yah…keyakinan perlu ilmu yang benar. Rasa rasanya sudah sunnatullah dan juga sudah digambarkan Rasulullah yang kayak begini bakal terjadi. Ketika Rasulullah juga tak berdaya atas keinginan akan pamannya…. bahwa hidayah itu hanya kekuasaan Allah.
    Ragam tingkah manusia. Kewajiban sebagai muslim hanya menyampaikan. Husnudhon. Sabar dan istiqomah. Pagi muslim sore bisa kafir. Sore muslim pagi bisa kafir. Biar kontra atau panas berharap siapapun yang berpetualang jikapun kadang terjadi nyleneh, matinya semoga khusnul khotimah. Dapat peluang tobat sebelum nyawa di tenggorokan.
    Siapapun yang bertahan dalam kebatilan sampai matinya, nanti Allah yang akan ngurus. Sudah dibebaskan… baik ke surga… buruk ke neraka. Allah Maha Kuasa Dan Maha Adil.
    Anak anak pada nyari jati diri. Cari makan lagi gak mudah.
    Bersaing tidak mudah. Jika tempat semua penuh. Tersingkir. Putus saraf. Bikin aja sendiri… jadi tenar, terpakai, dapat makan bla bla bla… Bisa terjadi pada siapa saja. jadi nabilah, jadi malaikatlah, jadi batulah… bla bla bla
    Resiko tanggung sendiri

    Allahummahdiinaa ila aqwamiththoriq.

  • 91
    rudi
    November 26th, 2007 17:28

    Saya ada pertanyaan : selama ini kita memahami Rukun Islam ada lima dari mana, bagaimana kalau saya menambah menjadi enam, atau tujuh. Misalnya memberikan makan anak yatim dan menyantuni orang miskin. Padahal di al Maun jelas -jelas ada. Menurut saya rukun Islam adalah semacam definisi untuk memudahkan orang beribadah, tetapi memakai enam juga tidak apa. Yang penting dikerjakan dengan benar. Padahal menurut saya rukun Islam tidak bisa dipisahkan pisahkan.

  • 92
    Guru Ngaji
    December 3rd, 2007 21:16

    Malu membaca segala hujatan dan mengarah ke fisik seseorang hanya karena perbedaan pendapat terutama kepada para penentang JIL. Mengaku Islam, tapi cara menyampaikan boro-boro Islami. Kalau tidak setuju dengan pendapat orang mengapa tidak disampaikan secara hikmah sebagaimana tuntunan agama kita. Di forum yang lain Gus Dur diserang cacat fisiknya. Waduuh, maaf ya, memang masih banyak dari kita yang harus belajar mengemukakan pendapat secara bijak. Saya tidak mendukung atau menentang JIL, tapi membaca forum ini sangat menggelikan. Buat JIL, teruslah mengemukakan pendapatnya karena hak bicara dilindungi oleh UU. Buat para penentang, silakan menghujjah dengan wise dan elegan. Kebenaran pada akhirnya ada pada Allah.

  • 93
    Onto Hod
    December 7th, 2007 08:36

    Guru Ngaji, Wrote:
    Saya tidak mendukung atau menentang JIL, tapi membaca forum ini sangat menggelikan. Buat JIL, teruslah mengemukakan pendapatnya karena hak bicara dilindungi oleh UU.
    .
    Sikap anda di mana? “JANGAN MUNAFIK DUNK” !!
    Katanya tidak mendukung, tapi anda menganjurkan JIL untuk terus memberikan komentar2 yang nyata-nyata ngawur, dengan dalih kebebasan bicara dilindungi UU.
    Undang-undang yang mana Cing?

  • 94
    wegayendi
    December 7th, 2007 09:13

    Saya mendukung sikap guru ngaji. Memang kebanyakan kita ketika kehabisan argumen saat berdebat, kita cenderung marah lalu bersikap memusuhi lawan debat. Lihatlah perilaku orang-orang yang mengaku pembela Islam, mereka tidak memiliki kemampuan debat yang elegan selain mengacungkan tinju, pentuangan, atau pedang. Lihat ulah mereka saat bulan puasa yang lalu, puluhan kedai mereka hancuran, puluhan orang (sesama muslim lho) mereka pukuli, hanya karena mereka dianggap menodai bulan puasa (adakah ayat alquran yang jadi dasar tindakan?) Akibat ulah mereka umat Islam dipandang oleh umat beragama lain sebagai makhluk bar-bar. Bila tujuan dakwah adalah menarik simpati agar orang tertarik masuk islam maka perilaku kekerasan tersebut justru kontraproduktif. Bukankah Islam itu rahmatan lil alamin?

  • 95
    Ferry ZK
    December 7th, 2007 10:08

    @ rekan – rekan,

    coba deh baca lagi komen FREE ==> “…Anak anak pada nyari jati diri. Cari makan lagi gak mudah. Bersaing tidak mudah. Jika tempat semua penuh. Tersingkir. Putus saraf. Bikin aja sendiri… jadi tenar, terpakai, dapat makan bla bla bla… Bisa terjadi pada siapa saja. jadi nabilah, jadi malaikatlah, jadi batulah… bla bla bla…”

    jadi biarkan saja mereka yang mau tenar, yang mau cari dollar, yang lagi nyari jati diri, yang lagi cari makan kewajiban hanya sampai mengingatkan.

    Salam Damai.

  • 96
    Guru Ngaji
    December 8th, 2007 13:50

    Buat Onto Hod.
    Sikap saya sudah jelas, memberikan keleluasan bagi siapa saja yang mau berbeda pendapat tanpa harus menghujat. Itu menunjukan kedewasaan kita dalam berdebat yang disampaikan dengan bahasa yang santun.
    Masalah UUnya di mana? Tanya saja yang pada demo setiap hari di Jakarta, mereka lebih hafal.
    Saya munafik?, terima kasih atas penilaiannya.
    Salam.

  • 97
    zul asri rusli
    December 27th, 2007 11:03

    Buat guru ngaji
    Anda ngajar ngaji apa?
    Ulil tu nyeleneh, dia dengan gampangnya mengujat ajaran islam, dan melanggar ham banyak orang islam, apa nggak nekad tu ? makanya jangan terlalu fanatik. sebutkan aja nama anda jangan pakai inisial atau alias, takut?

  • 98
    Salman Nsution
    January 13th, 2008 19:28

    JIL dapat dana dari The Asia Foundation. asik deh. kalo saya boleh tanya nie, gimana caranya sih untuk mendapatkannya.dan kalo tidak bisa dari dana JIL juga boleh.
    nama saya salman nasution, 23, medan bung. kami dari VOMS (voice of muhammadiyah student) telah mengadakan kegiatan diskusi bahasa inggris dengan memasukan ide2 pemikiran Muhammad (JIL) untuk kepentingan bersama umat lain jadi kami mau buat acara seminar (acara besar) jadi kurang dana nie. yang jelas asal tidak di korup nie.

  • 99
    Abu Isa
    February 2nd, 2008 10:55

    KALO ULIL TIDAK BERTAUBAT SEBELUM MENINGGAL, MAKA ULIL MENINGGAL DALAM KEADAAN LEBIH RENDAH DARI BINATANG TERNAK!!!!
    .
    Ed – harap berkomentar dengan santun, terimakasih.

  • 100
    mona
    February 8th, 2008 21:33

    Hai Ulil apakah kamu tidak takut akan hukum Allah karena ucapan dan pemikiran mu itu, semoga engkau bertobat sebelum maut menjemputmu…..Semoga Allah memberi hidayah kepadamu untuk kembali ke jalan yang benar

  • 101
    alfaqir
    March 7th, 2008 13:28

    Mr ULIL.. anda dapat wahyu dari mana?… sehingga mendirikan JIL
    yang jelas -jelas tidak sesuai dengan Alqur,an alhadis.

  • 102
    rae28love
    March 13th, 2008 16:38

    Assalamu`alaikum Wr.Wb.
    JIL singkatan dari Jaringan Islam Liberal atau Jaringan Islam Bebas.sejak awal kehadirannya Islam memang mengajarkan kebebasan.yaitu kebebasan dari belenggu Iblis dan Syaitan durjana.bukan bebas berfikir, menyatakan pendapat dan menjalankan kehendak diri pribadi. untuk hal itu Islam membuat aturan dan batasan yang sangat Indah apabila dapat berlaku di muka bumi.
    ketika berfikir kita tidak bisa seenaknya berfikir, pikirkanlah hal2 yang baik yang bisa membawa kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain.Ketika berpendapat, nyatakanlah pendapat yang baik yang bisa membawa kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain.dan ketika malakukan tindakan, lakukanlah hal2 yang baik yang bisa membawa kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain.itulah aturan dan batasan Yang berlaku dalam Islam.
    Jika seseorang di”LIBERAL”kan(red:dibebaskan)dalam 3 hal tersebut.maka akan hancurlah dunia ini.contoh seseorang berfikir tentang sesuatu yang,maaf,Pornografi, lalu dia menyatakan pendapat bahwa memperkosa orang itu boleh, lalu dia melakukan pemerkosaan terhadap seorang wanita, lalu bagaimanakah nasib dunia.dan ketika disidang dia dapat berkata” Pak Hakim inikan eranya LIBERALISME jadi BEBAS kan kalo saya berpikir,berpendapat dan melakukan apa yang saya mahu”.seperti itulah gambaran apabila LIBERALISME dijalankan di muka bumi. setiap manusia akan bebas berfikir, berpendapat dan berkehendak tanpa ada aturan dan batasannya.Padahal Islam diturunkan untuk dijadikan pedoman yang didalamnya terdapat aturan dan batasan tentang bagaimana cara kita hidup di dunia.Hidup ini seperti soal Pilihan ganda Jika JIL mengaku memilih ISLAM, maka sudah jelas ISLAM menyatakan bahwa Islam adalah agama yang BENAR, maka agama yang lain adalah salah.ISLAM berTuhankan ALLAH YANG ESA maka TIADA TUHAN SELAIN ALLAH, Tuhan agama lain hanya Tuhan Khayalan.Kepada mas Ulil tolong diperhatikan, LIBERALISME dalam Islam adalah meLIBERALISASI diri dari belenggu Iblis, Syaitan durjana serta dosa2 yang dibawanya.LIBERALISME yang di anut JIL jelaslah sangat berbeda dan bertentangan dengan ISLAM dan ajarannya. terima kasih. Wassalamu`alaikum WR.WB.

  • 103
    SUYKA
    March 18th, 2008 17:40

    SALAM KEHANCURAN BAGI JIL, sudahkah mas ulil menyadari kebencian yang sering di lontarkan bagi JIL adalah suatu tanda bahwa Allah SWT tidak menghendaki kalian berada di dunia ini untuk menghancurkan islam.

  • 104
    obrot
    March 27th, 2008 22:57

    astaghfirullah,… meski allah telah mengukir anda dengan kekurangan pada wajah masih juga belum sadar, saya tahu persis masa kecil anda,.. tobatlah.. jangan kemaruk harta.. kasihan orang tuamu ikut menanggung hujatan karena salah mendidik anaknya..

  • 105
    ghaniarasyid
    April 1st, 2008 16:21

    assalamu’alaykum.

    astaghfirullah.

    Akhi Ulil, tobat deh anda.

    Islam itu nggak kayak yang anda pikirkan. Anda salah belajar Islam dari dunia Barat. Karena Barat itu membenci Islam. Dan pemikiran mereka merasuki anda.

    kembalilah hanya kepada Al-Qur’an dan Al-Hadist.

    belajar Islam yang bener itu ya di Al-Azhar Kairo sana…

    ada 3 fakultas tentang sunni lho!!
    luar biasa.

  • 106
    nono
    April 4th, 2008 09:54

    JIL= JARINGAN IBLIS LAKNATULLAH…
    .
    Ed – harap dapat berkomentar dengan santun, terimakasih.

  • 107
    Tohir
    April 16th, 2008 20:32

    Tidak usah khawatir berlebihan..
    Ulil dan konco-konconya belum apa-apa..
    Ntar juga padam sendiri..
    Buktinya hits di website mereka tidak banyak..
    Artikel mereka yang nulis orangnya yang itu-itu juga..
    Yang beri komentar di artikel mereka rata-rata tidak lebih dari 10 orang..
    Diskusi yang dilakukan mereka paling banter dihadiri 20 orang..
    Si Ulil ini cuma numpang cari makan aja, dengan kedok liberal dan ngecap. Dia gak pintar-pintar amat kok.
    Buktinya dia pernah ngomong “Ibadah Haji Boleh Bulan Apa Saja”..Jika Muhammad hidup lebih lama…Beliau pasti membolehkan Ibadah haji bulan apa saja..dst
    Nah, ketahuan kan belangnya..
    Dia itu kagak ngerti, kalau ibadah haji itu sudah ada sebelum Nabi Muhammad..
    Ulil..Ulill…, ngaji lagi ya sayang!

  • 108
    nono
    April 16th, 2008 21:25

    JIL= Jaringan Iblis Laknatullah…belajar islam kok sama orang kafir? seperti orang gila aja? Udah ada bukti kaya apa sakaratul mautnya dan kematian dedengkot mereka si Nurcholis “Majnun”.
    Alquran kok di hujat. Mereka itu bukan lagi orang islam. Mereka jauh lebih berbahaya daripada orang kafir. Mari kita berjihad melawan aliran sesat….

    .
    Ed – mohon agar bisa berdiskusi dengan santun, terimakasih.

  • 109
    mozart
    April 19th, 2008 23:15

    Semoga Allah selalu menjaga iman dan ketaqwaan orang-orang yang beriman. Ya Allah tunjukkanlah jalan yang lurus kepada orang-orang yang beriman dan jauhkanlah mereka dari segala keburukan akidah yang dibawa oleh JIL.
    Buat para pembesar JIL ingatlah akan balasan Allah kepada orang-orang yang mendustakan ajaran Islam yang Haq.

  • 110
    Putra
    April 21st, 2008 22:21

    menurut gue, kita sebagai ummat islam harus mulai bisa menerima pendapat and pemikiran orang walaupun hal itu berhubungan dengan hal paling prinsip sekalipun yaitu agama, sesuai dengan arti islam itu sendiri yaitu damai (islam) seperti JIL ini, walaupun kita tau mereka salah dalam menentukan nilai2 akidah kita….kita ummat islam adalah ummat terbaik didunia sbg mana disebut dalam Qur’an tp agar kita menjadi ummat yg maju dan modern kita harus “berpikiran terbuka” dan tidak terlalu konservatif …orang2 di barat “kurang menghargai” kita karena menurut mereka beberapa hukum dalam islam itu tidak “masuk akal” , seperti dlarang bersentuhan antara laki2 dan perempuan bahkan untuk bersalaman saja dilarang, dilarang laki2 dan perempuan berduaan karena orng ketiga adalah setan, serta dalam hal berpakaian kita mereka anggap kuno(jilbab, gamis dll), ketika saya msh kecil saya mengaji dan mempelajari islam secara mendalam tp melihat perkembangan islam sekarang ini… sy jadi berpikir bahwa kita harus mengikuti perkembangan zaman modern ini agar kita menjadi ummat (terutama islam di Indonesia) yg lebih maju juga dalam hal keduniawian sperti ekonomi, tekhnologi dll…satu lagi, saya berharap agar ormas-ormas islam tidak anarkis, bertindak seenaknya sendiri walaupun itu untuk memperjuangkan sesuatu yang diyakini yaitu mencegah kemungkaran atau hal semacamnya, karena itu adalah hal yang sangt menyedihkan..
    Islam adalah agama yang damai dan ummat islam di Indonesia harus menunjukkan hal tersebut kepada dunia…

  • 111
    siplovingjah@hotmail.com
    May 4th, 2008 03:37

    saya sudah muak dengan dunia islam yg stagnan,saling mengkafirkan sesama muslim,dsb.yang pada akhirnya tidak membuat/memberi kontribusi positip bagi kemajuan umat islam.bagaimana kita bisa mengejar ketertinggalan dunia islam dari dunia lain (kristen),kalau kita masih saja meributkan hal2″sepele”,sementara dunia sekeliling kita sudah ramai dengan high-tech nano.dan kita umat islam makin terpuruk dan masih saja sibuk saling mengkafirkan satu sama lain karena perbedaan pendapat/interpretasi atau apalah namanya.saya mungkin berbeda pendapat dengan anda,tapi kita sesama muslim umat nabi muhammad,saya menghormati pendapat anda,demikian juga anda harus menghormati pendapat saya,mari kita berbagi tugas,berdampingan sebagai sesama muslim (tak peduli suni,siah,nu,muhamadiyah,jil,laskar jihad atau apalagi)untuk memajukan umat islam di indonesia…ingat tidak ada yang (boleh merasa paling) benar….karena kebenaran sejati adalah kepunyaan yang maha benar ALLAh SWT

  • 112
    lim.m
    May 27th, 2008 16:04

    Kita bangsa Indonesia sepakat bahwa dasar negara PANCASILA tidak bisa dan tidak boleh dirubah / diganti, oleh MPR hasil pilhan rakyat sekalipun ( pelajaran Civics waktu SMA). Bila itu terjadi, TNI (mestinya ) boleh bertindak, dan tidak boleh dibilang inkonstitusional. Dengan PANCASILA, berarti bangsa Indonesia HARUS berTuhan. Nah, pengertian “HARUS” ini tentunya bertentangan dengan filosofi JARINGAN ISLAM LIBERAL / JIL yang menganut KEBEBASAN (bebas berpendapat/ berbicara, bebas menjelek2kan agama, bebas bertelanjang dsb.), karena itu adalah HAM. Itulah pandangan liberalisme dan sekularisme. Coba, beranikah JIL terang2an menolak PANCASILA ? Ayo, munafik atau kesatria kau JIL !! Islam tidak mengajarkan bebas sebebas2nya, tetap ada batasan / larangan2 ( mis. pakaian harus menutup aurat, bagian warisan laki2 2 X perempuan, menikah tidak boleh dengan beda agama, boleh beristri maximal 4 dengan syarat2 khusus yang berat dsb.) Allah lebih tahu sebabnya daripada kita yang bodoh ini, tak usahlah kita cari sebab2nya, tak akan ketemu.
    Mudah2an tulisan ini mendapat ridha Allah dan bermanfaat serta mencerahkan buat siapa saja.

  • 113
    riyan
    June 4th, 2008 15:22

    Semoga kita selalu mendapatkan rahmat dari tALLAH..
    walaupun kita berbeda pendapat..

  • 114
    Iwan
    June 6th, 2008 14:52

    Tuhan orang Islam tidak sama dengan Tuhan2 agama lain mas. Memang pada awalnya sama (maksud saya agama samawi), setelah itu tidak sama, karena itu maka muncullah agama islam, utuk meluruskan yang sudah tidak lurus lagi. Kembalilah ke jalan yang lurus. Semoga Allah SWT mengampuni anda.

  • 115
    rudi
    June 11th, 2008 00:23

    Saya hanya mau bilang sama para dedengkot JIL,sampai kapanpun islam yang sesuai dengan alqur’an dan hadits tidak akan pernah kalah sama ajaran2 anda.Akan banyak suhada yang berjuang untuk melawan anda dan pemikiran anda.Khususnya Gus dur,seharusnya anda merenung diri.Allah sudah mencabut nikmat Nya dari anda satu persatu.Mulai dari tidak melihat ,jalan udah terseok seok dan harus cuci darah setiap minggu.Apakah ini bukan pertanda Allah marah sama anda ? istri anda juga demikian dan gak lupa anak anda tidak dapat jodoh sampai sekarang.Bagi saya itu semua hukuman Allah bagi anda.Janganlah karena ngin jadi presiden lagi atau karena diberi penghargaan dan uang oleh kaum jahudi dan negara barat sono anda dan pemikiran anda langsung hantam kromo.cenderung melecahkan agama islam yang anda anut.yang kalau menurut saya anda bukan islam apalagi kiai.Kasihan ingat umurlah,memang ajal di tangan Tuhan tapi setidaknya anda bisa memperbaiki diri mumpung masih dikasih waktu.Karena anda penyanyi sekelas dewi persik bisa bertingkah dan berpakaian semaunya,karena anda artis muslim banyak kawin beda agama dan berpakaian ala kadarnya walaipun udah umroh dan haji,karena anda waria di Indonesia ini makin bertambah dan makin eksis,karena anda kaum penganut aliran sesat makin banyak,karena anda para guru besar di univ. islam negeri banyak yang nyeleneh seperti anda yang salah satu contoh” Prof. Musdah” si guru besar yg bilang gay dan lesbiangak dilaknat Allah,karena anda para pembuat dosa di Indonesia makin merajalela,karena anda kristenisasi makin gencar.karena anda semua jadi kacau.Gak rahasia umum lagi semua pemikiran anda itu adalah titipan Jahudi dan Amerika, hanya pengikut anda yang gak seberapa itu yang marah kayak preman lagi mabuk tuak (insiden monas) yang gak tau tingkah laku anda.Gus dur Mau jadi presiden ? mimpi kali ye ???????????? Emang kami buta hati dan buta nurani mau milih ente.kasian demi satu tujuan yang halal jadi haram dan haram jadi halal.Untuk Munarman cs,teruskan perjuanganmu.

  • 116
    plato
    June 13th, 2008 17:51

    Terus terang…umat di Indonesia sekarng (Atau bahkan yang Non Muslim). sedang bingung..bukan Ajaran Islamnya sendiri, tapi “Para Tokoh Islam” yang seiring sejalan bertambah tidak solid. Para Wakil “wajah” Muslim ini seolah kontras bertentangan. Padahal sebenarnya kita lahir dari Islam yang sama. Islam yang bagaimana? Ya Ahlussunah Waljamaah…Tapi saya heran dengan mereka yang “Liberal” siapapun itu….banyak yang belajar Islamnya ke Barat, apa ga aneh? Seorang bisa dikatakan bisa berijtihad akn ga sembarang Muslim. masa Muslim yang masih “Bodoh” mau berijtihad seenak udelnya…Ada lagi Prof Musdah yang melegalkan Homo dan lesbi dengan dalih ‘Ijtihadnya” ayat di ALquran hanya melarang perbuatannya, bukan orientasi seksnya….ampuun dah bukannya perbuatan itu berawal dari pikiran?? justru WAnita ini yang sangat ‘Literal’. Mereka mreka ini kalo saya perhatikan Tidak pernah konsisten dengan apa yang mereka tuduhkan. jadi menurut saya, mereka masih “Bodoh”. Tafsir atas Alquran tidak bisa dibedah dengan satu metodologi saja. Adakalanya harus Sesuai konteks, adakalanya memang sudah jelas hukumnya. kenapa bagitu ya bahasa Alquran adalah bahasa Arab yang sastrais. indah. sama saja. apakah kita org Indonesia berarti harus pintar berbahasa Indonesia? Sastra pula….kan gak semua

  • 117
    plato
    June 13th, 2008 18:08

    Agama tidak melulu tentang Akal…sepinter apa si kita mengklaim kebenaran dengan akal?
    Bukankah Allah sudah memberikan gambaran ttg akal dan pengetahuan kita yang Hanya Sebuih air di Lautan tinta Ilmu?
    Buat apa kita memperoleh Penghargaan disana sini tapi dalam lingkungan keyakinan sendiri tidak diindahkan bahkan menimbulkan konflik?
    Sejarah mencatat, Bahkan di tanah Arab sendiri banyak Komunitas yang melenceng dari ketauhidan, walau mengaku masih Islam. seiring sejalan, mereka akan musnah dengan sendirinya…………

  • 118
    abdulloh
    June 15th, 2008 08:20

    YA ALLOH,
    BIMBINGLAH SDR ULIL ABSAR ABDALLA DAN REKAN-REKANNYA UNTUK KEMBALI KEJALANMU, KARENA MEREKA SUDAH JAUH MELENCENG, SUDAH MENJUAL AGAMANYA UNTUK PERUT DAN MENGHIDUPI KELUARGA DARI KONTRIBUSI DANA MUSUH-MUSUH ISLAM.
    YA ALLOH, CUCILAH OTAK MEREKA SEHINGGA TERBEBAS DARI RACUN IBLIS. AMIN.

  • 119
    wegayendi
    June 17th, 2008 10:16

    Allah itu Maha Pengassih dan Penyayang. Asmaulhusna pun semuanya mengindikasikan dua ifat puncak terebut. Ketika kita atas nama Tuhan bertindak anti-kaih dan anti-sayang terhadap sesama makhluk, apa lagi sesama manusia, sama artinya kita memfitnah Tuhan, bahwa tuhan itu maha pencemburu dan Kejam. adarilah bahwa Allah menciptakan manusia berbangsa-banga untuk laing kenal mengenal. di situ tersirat bahwa kita harus saling mengasihi. Bukan saling hujat dan saling “embat”

  • 120
    plato
    June 17th, 2008 20:05

    Ulil Cs. telah melakukan Kekerasan juga terhadap Muslim lainnya. kekerasan juga tidak melulu fisik. Layaknya Ideologi PKI yang berkhianat terhadap negara. Ide Islam yang Ulil bawa juga sama berkhianatnya dengan kedamaian islam di Indonesia selama ini. adanya Islam “Ekstrem” tak lepas dari Efek yang para Liberal ini bawa. mereka setali tiga uang. Ternyata Indonesia tetap butuh sosok2 seperti AA Gym, Udje, Arifin Ilham yang diangap “Pop” namun selalu ditengah tengah.

  • 121
    prihatin
    June 18th, 2008 14:58

    Mohon bagi pemilik web lebih memperhatikan kalimat-kalimat yang ada di tiap komentar. Kelihatannya, orang-orang Indonesia tidak biasa berbeda pendapat dan kasar sekali bahasanya.

  • 122
    lung pen
    June 18th, 2008 16:09

    Ulil….. Allah yang Maha penyayang .. Allah yang Maha Pengasih… Allah telah mengutus seorang rosul yaitu Nabi Muhambad SAW… ke muka bumi…untuk menyeru ke jalan Allah . Maka jangan lah kao mencoba coba meleceh kah Nabi Muhamad yang Agung..kalau kao masih mengaku Orang Islam.. dan masih ingin di aku sebagai umat Nabi Muhamad SAW.

    Kembalilah ke jalan yang benar… Ammiin..

  • 123
    batakmuslim
    June 20th, 2008 09:59

    Ed – waduh, mohon agar bisa berkomentar dengan santun.
    Nabi saw memerintahkan kita untuk ber akhlaq karimah. Tolong agar bisa dijalankan perintah tersebut.
    Terimakasih.

    .
    Gusdur manusia apa syetan ?
    Gusdur mengaku tokoh dan mengaku Islam tetapi tabiat dan perbuatan sedikitpun tak mencerminkan nilai keislaman dan bertindak selayaknya tokoh bangsa.Sungguh predikat bapak bangsa tidak pantas di sematkan didadanya.Statement2 yang mati-matian membela ahmadiyah,waria,penyanyi dangdut seronok dan norak,para pembuat maksiat ,memprovokasi pengikutnya yang berpotensi menyulut konflik di masyarakat membuat sebagian besar umat Islam geram,marah,jengkel,dan menaikkan emosi.
    Disamping itu tuduhan,caci maki dan komentar2 nya yang asal bunyi yang dilontarkan terhadap MUI,FPI dan laskar Islam membuat Gusdur semakin keliatan belangnya bahwa dia bukanlah seorang ISLAM APALAGI seorang kyai .Sangat Jelas dia seorang antek Jahudi dan barat dan lebih parah lagi menurut saya Gusdur adalah syetan berwujud manusia.
    Suatu waktu gusdur mengatakan akan membubarkan FPI dengan caranya sendiri.Saya tidak yakin bagaimana seorang yang Buta mata dan buta hati membubarkannya.Dia tidak sadar bahwa yang menginginkan FPI itu bubar hanyalah segelintir orang.Orang-orang Islam abangan,islam liberal,Para pemabok yang dibayar untuk berdemo,para opurtunis,pengikut aliran sesat,mucikari dan pelacurnya,artis2 pengobral aurat dan pembuat maksiat lainnya.
    Yang seharusnya dibubarkan dan diperangi adalah JIl dan organisasi/lsm penjilat amerika dan zionis Israel.

  • 124
    plato
    June 23rd, 2008 19:49

    Amiin….hehe…

  • 125
    mr.dayson
    June 24th, 2008 14:37

    Assalamualaikum Wr Wb
    Dalam menyampaikan dakwah juga harus dengan penuh hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik (Surat An Nahl (16) ayat 125). Tidak patut bila dakwah dengan kekerasan, ancaman dan tanpa memberikan contoh atau pelajaran dengan baik. Demikian pula kalau kita berdiskusi, kita diminta untuk berdebat dengan cara yang paling baik. Jangan buru-buru mengatakan ”mengujat agama” atau ”menistakan agama” atau disertai ancaman. Apakah ini perdebatan orang Islam. ?
    Apakah ini sesuai dengan Surat An Nahl ayat 125 diatas ? Kalau masih tetap berbeda pendapat atau tetap berselisih serahkanlah kepada Allah sebagaimana Surat Asy Syuura (42) ayat 10.
    Allah memberikan akal dan pikiran, agar manusia dapat menggunakan pikiran dan akalnya untuk memilih jalan kebenaran dan jalan menuju ketaqwaan.
    “maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya .” ( QS Asy Syams (91) ayat 8).
    Jadi berfikirlah dan gunakan akal secara optimal. Barang siapa yang berijtihad dan ternyata salah, masih dapat satu pahala. Jangan takut berijtihad, asal untuk meningkatkan iman kita.
    Saya minta rekan-rekan untuk mengomentari artikel saya. Apakah pikiran dan akal saya masih dalam koridor. Tapi dengan dasar dan pikiran yang jernih di http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com
    Wassalam

  • 126
    wegayendi
    June 26th, 2008 09:54

    Pandangan dan sikap Gusdur soal humanisme patut ditiru. Soal hujatan terhadap Islam, kok, rasanya Gusdur tidak pernah melakukannya. kalau pun ada yang tersinggung itu adalah tokoh-tokoh tertentu yang tidak mampu menemukan argumen yang sehat ketika berdebat lawan Gusdur. Soal Gusdur memnerima uang dari lembaga asing? haa haa, naif amat sih mempersoalkannya. Emangnya HTI, FPI tidak menerima bantuan asing….? Ini cuma soal misi saja yang beda.

  • 127
    sufehmi
    June 26th, 2008 12:42

    @wegayendi – Pandangan dan sikap Gusdur soal humanisme patut ditiru. Soal hujatan terhadap Islam, kok, rasanya Gusdur tidak pernah melakukannya
    .
    Gus Dur : Al-Quran = kitab suci yang paling porno di dunia
    .
    yang tersinggung itu adalah tokoh-tokoh tertentu yang tidak mampu menemukan argumen yang sehat ketika berdebat lawan Gusdur
    .
    That’s a good one 😀 Gus Dur berargumen sehat ?
    “Gitu aja kok repot”

  • 128
    sufehmi
    June 26th, 2008 13:02

    @prihatin – terimakasih untuk tegurannya.
    .
    Saya coba untuk melakukan itu, beberapa contohnya bisa dilihat di sepanjang diskusi disini.
    .
    Namun :
    .
    (1) waktu saya sangat terbatas
    .
    (2) kejadian tersebut bukan hanya disini, namun juga di berbagai posting lainnya.
    .
    (3) Sedangkan saat ini sudah ada sekitar 800+ di website saya ini.
    .
    Saya akan terus membenahi komentar2 yang tidak sopan, namun mudah-mudahan keterbatasan saya bisa dimaklumi.
    .
    Terimakasih.

  • 129
    Berilmu Sebelum Berkata dan Berbuat
    June 30th, 2008 11:14

    Membongkar Kedok JIL – Pengikut & Pemuja Iblis
    Senin, 19 September 2005 – 10:32:13 :: kategori Firqoh-Firqoh
    Penulis: Al Ustadz Qomar ZA, Lc
    .: :.
    Islam adalah agama yang sempurna. Kesempurnaan ini akan senantiasa dijaga oleh Allah sampai hari kiamat. Namun, sudah menjadi sunatullah bahwa akan selalu muncul orang-orang ataupun kelompok yang berusaha merusak atau pun memunculkan kekaburan pada agama yang sudah jelas ini.

    Diantaranya adalah perusakan yang dilakukan oleh orang-orang yang lebih mengedepankan akal dibanding nash Al Qur’an dan As Sunnah. Gerakan ini muncul di banyak tempat dan sudah berlangsung sejak dulu. Termasuk di Indonesia, gerakan ini sekarang dikenal dengan Jaringan Islam Liberal (JIL).

    Menurut pemahaman Ahlus Sunnah, satu hal yang sudah mapan (sudah pasti dan tetap) dalam aqidah bahwa dalam memahami agama ini harus selalu mendahulukan Al Qur’an dan As Sunnah berdasar pemahaman Salafus Shalih dibanding akal. Manakala ada sesuatu yang bertentangan dengan Al Qur’an dan As-Sunnah maka harus kita singkirkan. Hal ini berdasarkan apa yang Allah jelaskan dalam kitab-Nya dan Rasulullah sebutkan dalam Sunnahnya, diantaranya:
    يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوْا لاَ تُقَدِّمُوْا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُوْلِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al-Hujurat: 1)
    اتَّبِعُوْا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلاَ تَتَّبِعُوْا مِنْ دُوْنِهِ أَوْلِيَاءَ قَلِيْلاً مَا تَذَكَّرُوْنَ
    “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (darinya).” (Al-A’raf: 3)
    وَمَا اخْتَلَفْتُمْ فِيْهِ مِنْ شَيْءٍ فَحُكْمُهُ إِلَى اللَّهِ ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبِّيْ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيْبُ
    “Tentang sesuatu apapun kamu berselisih maka putusannya (terserah) kepada Allah. (Yang mempunyai sifat-sifat demikian) itulah Allah Tuhanku. Kepada-Nyalah aku bertawakkal dan kepada-Nyalah aku kembali.” (Asy-Syura: 10)
    Nabi Shalllahu ‘alaihi wassalam bersabda:
    تَرَكْتُ فِيْكُمْ شَيْئَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا بَعْدَ هُمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنّتِيْ
    “Saya tinggalkan pada kalian dua perkara yang kalian tidak akan sesat setelah berpegang dengan keduanya yaitu Kitab Allah dan Sunnahku.” (Riwayat Al-Hakim dari Abu Hurairah, 1/172, lihat Shahih Al-Jami’ no. 2937 dan Ash-Shahihah no. 1761)

    Ketika masa semakin jauh dari zaman kenabian dan semakin banyak muncul fitnah, datang sebuah pemikiran atau paham bahwa akal harus didahulukan daripada wahyu (dalil naqli) ketika keduanya bertentangan -menurut pemahaman penganutnya-. Paham taqdimul aql ‘alan naql (mendahulukan akal dari pada naqli) yang berarti pula taqdisul ‘aql (mengkultuskan akal) ini, jika kita teliti silsilah nasabnya (asal-usulnya), maka ia akan berujung pada Iblis la’natullah ‘alaihi. Dialah yang pertama kali menggunakan akalnya untuk menolak perintah Allah Ta’ala tatkala Allah Ta’ala memerintahkan dia bersama malaikat sujud kepada Nabi Adam. Allah Ta’ala berfirman:
    وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُوْا لآدَمَ فَسَجَدُوْا إِلاَّ إِبْلِيْسَ لَمْ يَكُنْ مِنَ السَّاجِدِيْنَ۰قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلاَّ تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِيْنٍ
    “Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”; maka merekapun bersujud kecuali Iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud. Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Iblis menjawab: “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”. (Al-A’raf: 11-12)

    Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Perbuatan menentang wahyu dengan akal adalah warisan Syaikh Abu Murrah (iblis). Dialah yang pertama kali menentang wahyu dengan akal dan mendahulukan akal dari pada wahyu.” (Ash-Shawa’iqul Mursalah, 3/998, lihat pula Syarh Aqidah Thahawiyah hal. 207)

    Manhaj (metodologi) ini kemudian diwarisi oleh para pengikut iblis dari kalangan musuh para Rasul. Diantaranya adalah kaum Nabi Nuh yang melakukan penentangan terhadap dakwah beliau. Mereka berkata sebagaimana dikisahkan oleh Allah Ta’ala :
    فَقَالَ الْمَلأُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ قَوْمِهِ مَا نَرَاكَ إِلاَّ بَشَرًا مِثْلَنَا وَمَا نَرَاكَ اتَّبَعَكَ إِلاَّ الَّذِيْنَ هُمْ أَرَاذِلُنَا بَادِيَ الرَّأْيِ وَمَا نَرَى لَكُمْ عَلَيْنَا مِنْ فَضْلٍ بَلْ نَظُنُّكُمْ كَاذِبِيْنَ
    “Dan berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: ‘Kami tidak melihat kamu melainkan sebagai manusia biasa seperti kami. Dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu melainkan orang yang hina dina diantara kami yang mudah percaya begitu saja. Kami tidak melihat kamu memiliki kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta.’” (Hud: 27)
    Yakni, orang-orang yang menentang Nabi Nuh berkata bahwa mereka (para pengikut Nabi Nuh) mengikuti beliau tanpa dipikir benar-benar (Tafsir As-Sa’di, hal. 380). Orang-orang kafir itu beralasan, mereka tidak mengikuti Nabi Nuh ‘alaihissalam karena menganggap diri mereka sebagai orang-orang yang rasionya maju dan berpikir panjang, sedang pengikut para rasul berakal pendek (lekas percaya).

    Hal yang sama terjadi pula pada zaman Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam. Allah mengatakan tentang orang-orang munafiq dalam firman-Nya:
    وَإِذَا قِيْلَ لَهُمْ آمِنُوْا كَمَا آمَنَ النَّاسُ قَالُوْا أَنُؤْمِنُ كَمَا آمَنَ السُّفَهَاءُ أَلاَ إِنَّهُمْ هُمُ السُّفَهَاءُ وَلَكِنْ لاَ يَعْلَمُوْنَ
    “Apabila dikatakan kepada mereka: ‘Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman.’ Mereka menjawab: ‘Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang bodoh itu telah beriman?’ Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang bodoh tetapi mereka tidak tahu.” (Al-Baqarah: 13)
    Tokoh paham ini yang muncul di masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam adalah Dzul Khuwaishirah. Dialah yang mengatakan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam : “Bertaqwalah kepada Allah wahai Muhammad dan berbuat adillah (dalam hal pembagian).” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 1219, 1581 dan yang lain. Lafadz tersebut terdapat dalam Al-Mustakhraj ‘ala Muslim, 3/129)
    Orang ini tahu akan keharusan berbuat adil tapi ia tidak tahu cara adil menurut syariat. Ia menyangkal cara pembagian Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam -untuk orang-orang yang beliau maksudkan agar lunak hati mereka- dengan pandangan akalnya, ia menganggap bahwa pembagian Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam itu tidak adil walaupun Nabi membaginya dengan petunjuk dari Allah Shallallahu ‘alaihi wassalam . Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam pun berkata: “Yang di langit telah mempercayakan aku, sedangkan kalian tidak percaya kepadaku?” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 1219, 1581 dan yang lain. Lafadz tersebut terdapat dalam Al-Mustakhraj ‘ala Muslim, 3/129)

    Sepeninggal Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam masih ada orang yang mewarisi pemikiran itu bahkan dikembangkan menjadi lebih sistematis. Mereka tulis dalam karya-karya mereka lalu dijadikan sebagai rujukan dalam banyak permasalahan. Maka jadilah akal sebagai hakim dalam berbagai masalah. Apa yang diputuskan akal, itulah yang benar. Dan apa yang ditolaknya maka itu tentu salah. Salah satu “ahli waris” dari paham ini adalah kelompok Mu’tazilah. Menurut Mu’tazilah, manusia dengan semata akalnya sendiri dapat mengetahui batas-batas kebaikan dan kejahatan.

    Al-Qadhi Abdul Jabbar (wafat tahun 415 H), salah satu tokoh terkemuka paham ini mengatakan ketika menerangkan urutan dalil: “Yang pertama adalah dalil akal karena dengan akal bisa terbedakan antara yang baik dan yang buruk …karena Allah tidak berbicara kecuali dengan orang-orang yang berakal…” (Fadhlul I’tizal hal. 139, dinukil dari Mauqif Al-Madrasah Al-’Aqliyyah min As-Sunnah An-Nabawiyyah, 1/97)

    Perkataan orang-orang Mu’tazilah ini jelas bertentangan dengan ayat-ayat dan hadits yang telah disebut di muka. Karena itu, alasan seperti ini tidak bisa diterima (karena salah), apapun alasannya. Lebih-lebih karena dalilnya juga cuma dari akal, dimana akal ini satu sama lain bisa berbeda pandangan (dalam memahami sesuatu). Lantas pandangan siapa yang mau dijadikan standar?

    Bahkan apa yang dia katakan itu “…karena dengannya bisa terbedakan antara yang baik dan yang buruk…” adalah pernyataan yang salah menurut dalil naqli dan akal yang sehat. Tidak secara mutlak demikian. Allah Ta’ala berfirman:
    وَوَجَدَكَ ضَالاًّ فَهَدَى
    “Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.” (Adh-Dhuha: 7)
    وَكَذَلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوْحًا مِنْ أَمْرِنَا مَا كُنْتَ تَدْرِيْ مَا الْكِتَابُ وَلاَ اْلإِيْمَانُ وَلَكِنْ جَعَلْنَاهُ نُوْرًا نَهْدِيْ بِهِ مَنْ نَشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا وَإِنَّكَ لَتَهْدِيْ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ
    “Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Qur’an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki diantara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (Asy-Syura: 52)
    Jadi Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam sendiri sebelum diberi wahyu tidak mengetahui perincian syariat, tidak tahu mana yang baik dan yang buruk secara detail apalagi selain beliau.

    Bagi yang berakal sehat, dia akan tahu, misalnya, bahwa shalat adalah sesuatu yang baik setelah diberi tahu syariat. Tahu mencium Hajar Aswad itu baik, tahu melempar jumrah itu baik, tahu jeleknya daging babi sebelum ditemukan adanya cacing pita di dalammnya, dan banyak pengetahuan lainnya semua adalah dari syariat. Dengan demikian syariatlah yang menerangkan baik atau jeleknya sesuatu.

    Memang terkadang akal dapat menilai baik buruknya sesuatu namun hanya pada perkara yang sangat terbatas, seperti baiknya kejujuran dan jeleknya kebohongan. Dalam permasalahan lain, terutama dalam perkara aqidah dan ibadah, akal banyak tidak tahu bahkan butuh bimbingan wahyu untuk mengetahuinya.

    Perkataan Al-Qadhi Abdul Jabbar berikutnya: “Karena Allah tidak berbicara kecuali dengan orang-orang yang berakal,” kalimat ini tidak bisa dijadikan dasar untuk melandasi pendapatnya. Karena Allah berbicara dengan orang yang berakal bukan untuk membolehkan akal mendahului wahyu. Namun agar mereka memahami ayat Allah, tunduk padanya dan tidak menentangnya. Ini hanya satu contoh ucapan tokoh Mu’tazilah.

    Masih banyak ucapan sejenis yang menyelisihi nash Al-Qur’an dan As Sunnah.
    Kita langsung melompat pada zaman akhir-akhir ini dimana muncul pula para pemikir semacam Muhammad Abduh. Orang ini berkata: “Telah sepakat pemeluk agama Islam –kecuali sedikit yang tidak terpandang– bahwa jika bertentangan antara akal dan dalil naqli maka yang diambil adalah apa yang ditunjukkan oleh akal.” (Al-Islam wan Nashraniyyah hal. 59 dinukil dari Al-‘Aqlaniyyun hal. 61-62)

    Ia kesankan pendapatnya adalah pendapat jumhur (mayoritas) umat, sedangkan pendapat lain (yang justru mencocoki kebenaran) merupakan pendapat minoritas yang tidak perlu ditoleh. Yang benar adalah sebaliknya. Justru pendapat seluruh Ahlus Sunnah dari dulu sampai saat ini dan yang akan datang, bahwa akal itu harus mengikuti dalil Al Qur’an dan As Sunnah. Sedang mereka (orang-orang Mu’tazilah dan pengikutnya) adalah golongan minoritas yang tidak perlu dilihat orangnya dan pendapatnya.
    Tokoh berikutnya adalah Muhammad Al-Ghazali yang mengatakan: “Ketahuilah bahwa sesuatu yang telah dihukumi oleh akal sebagai sebuah kebathilan, maka mustahil untuk menjadi (bagian) agama. Agama yang haq adalah kemanusiaan yang benar dan kemanusiaan yang benar adalah akal yang tepat (sesuai) dengan hakikat, yang bercahaya dengan ilmu, yang merasa sempit dengan khurafat dan yang lari dari khayalan…” (Majalah Ad-Dauhah Al-Qathariyyah edisi 101/Rajab1404 H dinukil dari Al-’Aqlaniyyun hal. 64)

    Akal siapa yang kau maksud, wahai Muhammad Al-Ghazali? Pada kenyataannya yang kau maksudkan adalah akal-akal seperti yang kau miliki. Kamu jadikan akal itu sebagai alat untuk menghukumi benar tidaknya syariat. Sampai kau ingkari begitu banyak hadits shahih walaupun dalam Shahih Al-Bukhari, terlebih hadits lain seperti hadits tentang seorang muslim tidak boleh di-qishash bunuh dengan sebab membunuh orang kafir, hadits tentang dajjal, hadits tentang terbelahnya bulan sebagai mukjizat Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam , dan banyak lagi yang lain. (Kasyfu Mauqifil Ghazali, hal. 45-46)

    Lain halnya dengan akal yang terbimbing dengan wahyu, mengambil ilmu dari wahyu tersebut dan berjalan dengan petunjuknya. Akal yang demikian tidak akan bertentangan dengan agama Allah. Meski demikian, bukan akal yang dijadikan hakim untuk menentukan kebenaran dan menempatkan wahyu di belakangnya.

    Demikianlah paham ini senantiasa diwarisi dari generasi ke generasi walaupun terpaut waktu sekian lama. Warisan iblis ini sampai sekarang masih ada dan sungguh benar perkataan orang arab: “Likulli qaumin warits” (setiap kelompok/sekte itu ada yang mewarisi) dan sejelek-jelek warisan adalah warisan iblis, sehingga muncul berbagai pertanyaan di benak ini, yang mengingatkan kita pada firman Allah:
    أَتَوَاصَوْا بِهِ بَلْ هُمْ قَوْمٌ طَاغُوْنَ
    “Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas.” (Adz-Dzariyat: 53)
    ‘Ala kulli hal (bagaimanapun), ini adalah upaya setan untuk menyelewengkan manusia dari agama Allah Ta’ala menuju kepada kehancuran yang nyata.

    Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan: “Sesungguhnya membenturkan antara akal dengan wahyu adalah asal-usul semua kerusakan di alam semesta. Dan itu adalah lawan dari dakwahya para rasul dari semua sisi karena mereka (para rasul) mengajak untuk mengedepankan wahyu daripada pendapat akal dan musuh mereka justru sebaliknya. Para pengikut rasul mendahulukan wahyu daripada ide dan hasil olah pikir akal. Sedang para pengikut iblis atau salah satu wakilnya, mendahukukan akal dari pada wahyu.” (Mukhtashar Ash-Shawa’iq Al-Mursalah, 1/292, lihat pula I’lamul Muwaqqi’in, 1/68-69, Mauqif Al-Madrasah, 1/86)

    Lebih parah, metodologi ini menjadi ciri khas para ahli bid’ah dalam berdalil seperti yang dikatakan oleh Al-Imam Asy-Syathibi ketika menerangkan cara berdalil ahli bid’ah. Beliau berkata: “Mereka menolak hadits-hadits yang tidak sesuai dengan tujuan dan madzhab mereka dengan alasan bahwa hal itu tidak sesuai dengan akal dan tidak sesuai dengan konsekuensi dalil.” (Al-I’tisham, 1/294). Beliaupun mengatakan: “Mayoritas ahli bidah berpendapat bahwa akal dengan sendirinya mampu menilai baik dan buruk (yakni tanpa wahyu). Pernyataan ini merupakan sandaran pertama dan kaidah mereka dimana mereka membangun syariat di atasnya sehingga itu lebih utama dalam ajarannya. Mereka tidak curiga pada akal tapi terkadang curiga pada dalil ketika terlihat tidak sesuai dengan mereka sehingga mereka menolak banyak dalil yang syar’i.” (Mukhtashar Al-I’tisham, hal. 46).Wallahu a’lam.

    (Dikutip dari tulisan Al Ustadz Qomar ZA, Lc, judul asli Penyembah Akal Adalah Pengikut Iblis, url sumber http://www.asysyariah.com/print.php?id_online=170)

  • 130
    Berilmu Sebelum Berkata dan Berbuat
    June 30th, 2008 12:16

    From: [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
    Budi Handrianto
    Sent: Monday, June 18, 2007 7:21 PM
    To: [EMAIL PROTECTED]
    Subject: [Sabili] 50 Tokoh Islam Liberal Indonesia

    Judul Buku : 50 Tokoh Islam Liberal Indonesia : Pengusung Ide
    Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme

    Penulis : Budi Handrianto
    Halaman : 295 + xxvi paperback (softcover)
    Cetakan 1 : Juni 2007
    Penerbit : Hujjah Press (kelompok Penerbit Al Kautsar)
    Harga : Rp 45.000,00

    Daftar Isi

    Kata Pengantar : Fenomena Islam Liberal di Indonesia

    Pendahuluan : Mereka, Para Pengusung Ide

    A. Para Pelopor

    1.. Abdul Mukti Ali
    2.. Abdurrahman Wahid
    3.. Ahmad Wahib
    4.. Djohan Effendi
    5.. Harun Nasution
    6.. M. Dawam Raharjo
    7.. Munawir Sjadzali
    8.. Nurcholish Madjid

    B. Para Senior

    9.. Abdul Munir Mulkhan
    10.. Ahmad Syafi’i Ma’arif
    11.. Alwi Abdurrahman Shihab
    12.. Azyumardi Azra
    13.. Goenawan Mohammad
    14.. Jalaluddin Rahmat
    15.. Kautsar Azhari Noer
    16.. Komaruddin Hidayat
    17.. M. Amin Abdullah
    18.. M. Syafi’i Anwar
    19.. Masdar F. Mas’udi
    20.. Moeslim Abdurrahman
    21.. Nasaruddin Umar
    22.. Said Aqiel Siradj
    23.. Zainun Kamal

    C. Para Penerus “Perjuangan”

    24.. Abd A’la
    25.. Abdul Moqsith Ghazali
    26.. Ahmad Fuad Fanani
    27.. Ahmad Gaus AF
    28.. Ahmad Sahal
    29.. Bahtiar Effendy
    30.. Budhy Munawar-Rahman
    31.. Denny JA
    32.. Fathimah Usman
    33.. Hamid Basyaib
    34.. Husein Muhammad
    35.. Ihsan Ali Fauzi
    36.. M. Jadul Maula
    37.. M. Luthfie Assyaukanie
    38.. Muhammad Ali
    39.. Mun’im A. Sirry
    40.. Nong Darol Mahmada
    41.. Rizal Malarangeng
    42.. Saiful Mujani
    43.. Siti Musdah Mulia
    44.. Sukidi
    45.. Sumanto al-Qurthuby
    46.. Syamsu Rizal Panggabean
    47.. Taufik Adnan Amal
    48.. Ulil Abshar-Abdalla
    49.. Zuhairi Misrawi
    50.. Zuly Qodir

  • 131
    Wegayendi
    July 3rd, 2008 10:39

    Terima kasih kepada Sufehmi

    Tadinya saya mengira situs Anda berada pada pihak netral dalam diskusi tentang JIL ini, ternyata saya salah. mohon maaf.

    Bagi saya, pertanyaan yang perlu diajukan pada setiap paham kegamaan, entah yang minoritas atau yang mayoritas bukanlah “Benar atau salah” melainkan “berguna atau tidak untuk manusia dan kemanusiaan” . Bila suatu paham hanya menbar kebencian, kemarahan, dan kekerasan bagi saya paham tersebut tidak ada gunanya.

  • 132
    plato
    July 3rd, 2008 19:44

    mau yang bener2 netral atau netral “cari aman”?
    mau yang bener2 ulama atau ulama yg berlebih2an?
    ttg Gus dur….bagi org2 yang pro beliau banyak yang mengatakan justru org lain “Kurang bisa” menangkap kemajuan berfikirnya…..tp…saya si ga yakin kalo beliau sejenius itu…………………dlam hal dunia, pemerintahan saja dia gagal,diimpeach….palagi mau memimpin umat??

    yang pasti kekerasan fisik itu salah, tapi sama saja dengan kekerasan nonfisik…

  • 133
    sufehmi
    July 3rd, 2008 20:53

    @Wegayendi – Tadinya saya mengira situs Anda berada pada pihak netral dalam diskusi tentang JIL ini, ternyata saya salah. mohon maaf.
    .
    Saya mencoba menampilkan data-data yang ada, lalu silahkan Anda tarik kesimpulannya sendiri.
    .
    Seperti juga reply saya yang pertama pada komentar Anda.
    .
    Bila suatu paham hanya menbar kebencian, kemarahan, dan kekerasan bagi saya paham tersebut tidak ada gunanya.
    .
    Definisi “berguna” bagi setiap orang bisa berbeda-beda.
    .
    Dan melihat hasilnya saja, seperti yang Anda lakukan, itu bisa mengecoh Anda sendiri. Terlalu simplifikasi.
    .
    Misalnya; Anda jadi bisa menyalahkan Agama atas kekeliruan Penganut agama.
    .
    Beberapa kawan saya nyaris / sudah menjadi atheis / agnostic karena melakukan kekeliruan seperti ini.
    .
    Thanks.

  • 134
    wegayendi
    July 4th, 2008 11:53

    Sufehmi
    Definisi “berguna” bagi setiap orang bisa berbeda-beda.

    -Ya. karena itulah kita tidak bisa memaksakan bahwa paham kitalah yang paling benar dan universal, lalu memvonis paham orang lain sesat.

    Itu bisa mengecoh Anda sendiri. Terlalu simplifikasi.

    -“terkecoh”? mungkin tepatnya “mencoba membuka mata”

    Anda jadi bisa menyalahkan Agama atas kekeliruan Penganut agama.

    -Setiap tokoh selalu mengutip Quran dan Hadits kok. Jadi, apa dong parameter (tindakan dan ucapan yang bagaimana) penganut (tokoh) agama yang benar itu?

    Beberapa kawan saya nyaris / sudah menjadi atheis / agnostic karena melakukan kekeliruan seperti ini.

    -Sesat kata kita, bila ybs merasa menemukan kebenaran, nyaman dan mendapat sesuatu yang berguna dengan keyakinnnya, kita bisa apa?

  • 135
    batak muslim
    July 4th, 2008 15:43

    cape deh ngomongin Gusdur.Udah jiwa dan pikirannya hancur,partainya ikut-ikutan hancur.Gitu kalu orang udah dilaknat Allah ,semua yang dilakukan jadi bermasalah jadinya.Lama-lama nanti habis tuh gak ada yang bisa dikenang manis darinya.Orang yang bilang Gusdur itu “jenius” udah buta mata dan buta hati kayak dibelanya.Kalau Gusdur berani terima tantangan Habib Rizieq hayo dong bersumpah “Mubahalah”,kami mau lihat siapa yang nanti mati dalam keadaan hina seperti si MIRZA nabinya ahmadiyah itu yang mati di WC dengan kotorannya sendiri yang memenuhi seluruh tubuhnya.

  • 136
    sufehmi
    July 4th, 2008 19:17

    @Wegayendi – Ya. karena itulah kita tidak bisa memaksakan bahwa paham kitalah yang paling benar dan universal, lalu memvonis paham orang lain sesat.
    .
    Kalau “berguna” itu definisinya bisa berbeda-beda. Tapi, suatu agama sudah jelas definisinya.
    .
    ”terkecoh”? mungkin tepatnya “mencoba membuka mata”
    .
    Secara logika saja (bukan secara definisi agama / dll), sudah jelas bahwa Anda telah melakukan kekeliruan nalar.
    .
    Setiap tokoh selalu mengutip Quran dan Hadits kok. Jadi, apa dong parameter (tindakan dan ucapan yang bagaimana) penganut (tokoh) agama yang benar itu?
    .
    Kita sudah diberikan otak oleh Yang Maha Kuasa, gunakan secara optimal.
    .
    Berpikirlah secara kritis.
    .
    Jangan percaya informasi dari satu sumber saja, crosscheck dengan sumber2 lainnya.
    .
    Cek apakah ada kekeliruan logis dalam statement2 para “tokoh” tsb.
    .
    Dst.
    .
    Kalau belum bisa berpikir secara kritis, memang akan rentan untuk ditipu dan dipermainkan oleh para “tokoh” yang punya niat tidak baik.
    .
    Sesat kata kita, bila ybs merasa menemukan kebenaran, nyaman dan mendapat sesuatu yang berguna dengan keyakinnnya, kita bisa apa?

    .
    Memberi masukan2 & mendoakan agar mereka bisa menyadari kekeliruan mereka.

  • 137
    Richard
    July 5th, 2008 04:34

    Kemunculan “JIL” adalah ‘berkah’ besar utk perkembangan Islam di Indonesia dan di dunia. Herannya bukan mendapat dukungan besar tapi malah menuai hujatan dari para orang yg mengaku ‘umat Islam’. Tanpa organisasi macam JIL, masa depan Islam di Indonesia akan terpuruk macam Iran, Suriah, Lebanon, dan Afganistan semasa Taliban.

  • 138
    wegayendi
    July 7th, 2008 11:09

    Sufehmi
    Kalau “berguna” itu definisinya bisa berbeda-beda. Tapi, suatu agama sudah jelas definisinya.

    -Definisi agama ini juga bergantung pada siapa yang mendefinisikannya, kan?

    Secara logika saja (bukan secara definisi agama / dll), sudah jelas bahwa Anda telah melakukan kekeliruan nalar.

    -tERIMAKASIH ATAS PENILAIANNYA,

  • 139
    batak muslim
    July 10th, 2008 15:53

    to Richard:

    Loe gak salah ngomong tuh ? Agama loe apa ? Jil kok dibilang berkah.KOk gak sekalian aja loe bilang Kalau gak ada amerika dan jahudi pasti dunia ini aman. Loe salah iran itu gak terpuruk sama sekali.Iran negara paling kuat di timur tengah saat ini.Gak pernah baca koran dan dengar berita loe ?Yang bikin Afghanistan dan Libanon hancur itu AMERIKA.jIL ITU BILANG BAHWA SEMUA AGAMA TUHANNYA SAMA.HOMOSEX DITERIMA AGAMA ISLAM.HUKUM WARIS DALAM ISLAM HARUS DIRUBAH.ITU HANYA SEBAGIAN KECIL STATEMENT MEREKA.ISLAM ITU GAK PERNAH BERTUHANKAN JESUS SEPERTI PENDAPAT JIL.DAN DALAM ISLAM HARAM MEWARISKAN DAN DIWARISKAN HARTA KE DAN OLEH AGAMA LAIN

  • 140
    Abdurahman
    July 21st, 2008 15:15

    Ulil dan teman-temanya di islam liberal kan penghuni neraka jahanam,.masa dipercaya,..omongan dia kan bau,..seperti bau busuk kotoran sapi atau kerbau,..organisasinya dia kan JIL,.tau ga JIL itu apa??? “JARINGAN IBLIS LAKNATULLAH,..ulil tobatlah engkau sebelum ajal menjemput,..

  • 141
    Abdurahman
    July 21st, 2008 15:16

    to richard

    Ulil dan teman-temanya di islam liberal kan penghuni neraka jahanam,.masa dipercaya,..omongan dia kan bau,..seperti bau busuk kotoran sapi atau kerbau,..organisasinya dia kan JIL,.tau ga JIL itu apa??? “JARINGAN IBLIS LAKNATULLAH,..ulil tobatlah engkau sebelum ajal menjemput,..

  • 142
    banish
    August 21st, 2008 08:39

    gusdur,ulil dan rekan2,terimakasih karena masih mau memikirkan nasib rakyat indonesia di tengah kesibukanmu.agama memang separti pisau bermata dua.kalo kita tidak bisa\hati2 bisa melukai diri sendiri.orang2 kasar yang tidak bisa bardiskusi dgn santun karna mereka tidak bisa menggunakan agama dgn baik shg agama malah menjadikan mereka tidak bermartabat.MAJU TERUS!!! ISLAM ADALAH SEBUAH PROSES YANG TIDAK PERNAH BERHENTI KARENA JAMAN TERUS BERUBAH.PIKIRAN2 KOLOT SUDAH USANG DI JAMAN INI.JADIKAN ISLAM YANG TERBUKA SEHINGGA TIDAK MENJADI BEBAN BAGI PERADABAN.

    parenggggg…ng

  • 143
    Febri
    August 21st, 2008 15:07

    Ck ck ck…. Semoga Allah mengampuni dosa Anda, mas Ulil… Tidak sadarkah engkau dengan apa yang kau lakukan dan katakan selama ini? Jelas2 prinsip yang dianut oleh JIL itu melanggar kaidah Islam, hadits Rasul, bahkan isi Al-Qur’an!

  • 144
    banish
    August 23rd, 2008 08:00

    selamat berjuang mas ulil,anda masih di butuhkan indonesia.seperti halnya gusdur,pikiran2 anda tidak akan bisa di pahami oleh orang2 yang mabok agama.AGAMA & KEYAKINAN ADALAH HAL YANG PALING PRIBADI.Pejuang2 syariat hanya gebyarnya saja mengklaim mayoritas,banyak tingkah tapi kalau pemilu kalah telak.Pemilu terbukti di menangkan orang2 sekuler.SEKULERISME BUKAN UNTUK MENISTAKAN AGAMA TAPI UNTUK MEMULIAKAN AGAMA AGAR TIDAK DIGUNAKAN / DITUNGGANGI KELOMPOK2 TERTENTU UNTUK MENINDAS KELOMPOK YANG LAIN.Pikiran2 jompo ttg negara agama yang membuat indonesia keblangsat.

  • 145
    bair apa bedanya » Blog Archive » Mengenal “Agama” Ahmadiyah
    September 6th, 2008 23:02

    […] http://harry.sufehmi.com/archives/2004-12-06-766/ […]

  • 146
    batak muslim
    September 23rd, 2008 01:16

    Ulil, tunngu aja azab Allah seperti yang diterima Gusdur.Gus dur ngurus diri sendirinya aja ngak bisa,apalagi ngurus partai,apa lagi ngurus masyarakat.bersihkan kotorannya aja udah gak mampu lagi sendirian.Terima tuh azab yang diberikan Allah.Bukannya beribadah ,malah bikin rusuh dan ancam serta nuntut sana sini.Dasar udah stress.Emang kalau Gusdur golput negara ini hancur ? kelaut aja Gus.

  • 147
    yuyus
    September 23rd, 2008 10:22

    Saya kasihan dengan Ulil, segeralah bertobat Bung Ulil! Allah Maha Pengampun !

  • 148
    abu atmaja
    September 30th, 2008 06:46

    gus dur dan ulil adalah salah satu diantara tokoh pembaharu yang diakui dunia, lainnya memang belum se level tetapi tidak bisa beragumentasi, justru menggunakan amarah atau nafsu. Kelihatan sih baik tapi dalam hati mereka sangat panas dan penuh nafsu, sehingga tidak bisa membedakan mana benar dan salah secara jernih.
    Salah satu akarnya adalah rendahnya pendidikan masyarakat, tidak maunya mereka menggali ilmu pengetahuan secara mendalam. Sebenarnya sih bukan salah mereka juga tetapi lebih karena struktur sosial. Kemiskinan memang membawa kepada kekufuran. Selain itu juga karena jarang kontemplasi , berdoa dengan sepenuh hati serta jarang mau melihat kebesaran Tuhan. Mereka berkata Allahu Akbar tetapi jiwa mereka panas dan penuh amarah. Ya Tuhan kaulah yang menunjukkan jalan kebenaran bagi mereka. Semuanya terjadi hanya atas KehendakMu…salam, selamat Idul Fitri.

  • 149
    sufehmi
    September 30th, 2008 06:55

    gus dur dan ulil adalah salah satu diantara tokoh pembaharu yang diakui dunia, lainnya memang belum se level tetapi tidak bisa beragumentasi, justru menggunakan amarah atau nafsu.
    .
    Oh ya?
    .
    Ulil & Gus Dur saya kira sama saja. Penuh nafsu amarah juga. Contohnya bisa dibaca disini.
    .
    Dan ini yang di muka publik. Kalau sedang tidak di depan publik, saya kira sumpah serapahnya jauh lebih kasar lagi.
    .

  • 150
    ryan
    October 18th, 2008 11:04

    gue setuju dengan pendapat abu atmaja..
    waktu ceramah jum’at aja. kadang2 penceramahnya marah2 dan penuh emosi, pdhl kan kita gi ibdah, gw kadang2 jadi ngerasa pengen pulang aja…..ceramahnya gak menyentuh sisi kehidupan
    dengan cara begini mungkin image islam indentik dengan “kekerasan” bakal terus melekat..
    kyk ketua FPI ceramahnya berapi2 bnget, apa gak mendorong pengikutnya untuk anarkis…
    saya menyarankan agar kita gak belajar agama aja, tp juga mempelajari ilmu pengetahuan dunia..agar kita bisa meningkatkan taraf hidup kita..
    kita harus berpikir jernih…salam

  • 151
    ryan
    October 18th, 2008 11:23

    gw pernah membaca sabda Nabi Muhammad S.A.W isinya kira2 begini : Saya Bukanlah tuhan, jangan perlakukan saya seperi perlakuan orang2 kristen terhadap Nabi Isa karena saya hanya “Manusia Biasa”….
    Yang saya katakan ini bukanlah untuk mengurangi keyakinan kita terhadap nabi. tp agar kita juga berpikir bahwa nabi Muhammad juga bisa saja salah dalam mengambil keputusan, kita mengmbil sifat2 positif dari beliau dan meninggal tindakan beliau yang tidak sesuai dengan perkembangan moral di zaman kita, mungkin ada sejumlah tindakan beliau yg pada sa’at ini digolongkan kedalam tindakan “anarkis”….
    pada sa’at ini kita telah hidup di zaman yg lebih bermoral dan beretika di banding pada zaman nabi yg pada sa’at itu penuh dengan kekerasan, perang etc..

  • 152
    sufehmi
    October 19th, 2008 18:26

    @ryan – waktu ceramah jum’at aja. kadang2 penceramahnya marah2 dan penuh emosi, pdhl kan kita gi ibdah, gw kadang2 jadi ngerasa pengen pulang aja…..ceramahnya gak menyentuh sisi kehidupan
    .
    Betul sekali.
    .
    Kemarin ini saya sholat Idul Fitri di Pondok Indah. Setelah 15 menit dan khatibnya masih juga berbual-bual tidak jelas, saya angkat kaki dari situ.
    .
    Ustadz kita masih banyak sekali yang kualitasnya luar biasa payah.

  • 153
    sufehmi
    October 19th, 2008 18:29

    @ryan – sabda Nabi Muhammad S.A.W isinya kira2 begini : Saya Bukanlah tuhan, jangan perlakukan saya seperi perlakuan orang2 kristen terhadap Nabi Isa karena saya hanya “Manusia Biasa”
    .
    Itu adalah perintah untuk TIDAK menjadikan Nabi sebagai Tuhan.
    .
    Mengenai ke ma’shum an (kebebasan dari kesalahan), itu sudah jelas. Kalaupun Nabi Muhammad melakukan kekeliruan, langsung dikoreksi oleh Allah swt pada saat itu juga.
    .
    Nabi Muhammad saw adalah teladan paling baik untuk semua manusia di semua zaman. Masalahnya, sekarang banyak orang yang hanya mengaku meneladani Nabi, namun kelakuannya malah lebih bejat daripada kaum musyrik.

  • 154
    Hamba Allah Yang Hina
    October 22nd, 2008 13:31

    Assalamu Alaikum WR WB
    Bismillahi Rohmani Rohim
    Marilah kita bersama-sama berdoa kepada Allah SWT, agar kita sebagai makhluk Allah SWT yang hanya diberi sedikit ilmu oleh Allah SWT, memohon rahmat dari Allah SWT agar diberikan hidayah dan karunia-Nya sehingga kita tidak berani (takut dgn neraka) untuk menafsirkan firman Allah SWT menurut akal kita yang akan membinasakan kita semua. Karena begitu bersahajanya nabi besar kita Muhammad SAW (yang kemuliannya melebihi seluruh umat manusia di muka bumi ini) tetap berpegang teguh kepada perintah Allah SWT. Jadi harusnya kita jangan mencari pemecahan masalah melalui kebebasan berpikir kita, seandainya kita mau mengikuti petunjuk Al Qur’an dan Sunah Rasul, Insya Allah kita akan selamat. Ya sangat sederhana sekali.
    Terima kasih, mohon ma’af atas segala kesalahan dan kepada Allah SWT saya mohon ampun, karena semua kebenaran yang saya ungkapkan datangnya dari Allah SWT sedangkan kesalahan dan kekhilafan adalah milik saya yang hina ini.
    Alhamdulillahi Robbil Alamin
    wassalamu Alaikum WR WB

  • 155
    ryan
    October 29th, 2008 18:43

    duh, gak tau mau ngomong apa..

  • 156
    wegayendi
    October 30th, 2008 12:42

    Untuk Ryan,…
    Keprihatinan Anda adalah keprihatinan universal. Saya yakin bahwa Tuhan menurunkan agama, apa pun namanya dan siapa pun nabi/imamnya, memang untuk mendorong agar manusia di muka bumi ini mampu menciptakan kedamaian. Bukan untuk Tuhan itu sendiri. Tapi sayang, fakta sejarah menunjukkan bahwa tragedi kemanusiaan justru banyak terjdi di bawah panji agama, dengan dalih “membela” agama Tuhan. Ah entahlah…. apakah Tuhan memang butuh tangan manusia macam Habib Rizik Sihab, misalnya, untuk membela Islam? Atau ,,,,apakah Tuhan murka terhadap saya bila saya berpendapat bahwa orang-orang macam Ulil Abrar, jika dilihat dari esensi pahamnya (humanism), adalah juga menjalankan perintah Tuhan dengan demikian berarti direstusi oleh Tuhan? Bukan kah tanpa seizinnya jasad atau mahkluk apa pun tak kan berdaya?

  • 157
    sufehmi
    October 30th, 2008 20:36

    orang-orang macam Ulil Abrar, jika dilihat dari esensi pahamnya (humanism), adalah juga menjalankan perintah Tuhan dengan demikian berarti direstusi oleh Tuhan? Bukan kah tanpa seizinnya jasad atau mahkluk apa pun tak kan berdaya?
    .
    Haha… 🙂 kalau pakai logika model begitu, maka statement dibawah ini juga (mustinya) valid :
    .
    (1) tidak mungkin Tuhan menciptakan keburukan
    .
    (2) tidak mungkin Tuhan menciptakan peperangan
    .
    (3) tidak mungkin Tuhan menciptakan pedofil
    .
    (4) dst, dst
    .
    Coba Anda evaluasi lagi alur logika Anda. Mungkin Anda kira sudah benar, tapi sebetulnya justru menyesatkan Anda sendiri.

  • 158
    ryan
    November 5th, 2008 17:33

    aku cuma prihatin atas kekerasan yg dilakukan oleh segolongan orang2 islam ‘tuk membenarkan pemikiran mereka…kemudian mengatas namakan “membela” agama??yng pada akhirnya mencemarkan nama islam itu sendiri..mereka termakan isu yang justru tak pernah ada, hanya memberikan pendapat berdasarkan persangkaan belaka, tidak ada bukti, pendapatnya gak masuk logika dan sangat mempercayai apa yang namanya teori konspirasi “klo orang2 barat itu berniat menghancurkan islam”…..klo tujuan mereka sebenarnya ingin memajukan islam, membantu sodara2 muslim di Palestina, Afganistan, caranya bukanlah dengan cara melakukan kekerasan seperti yang dilakukan oleh amrozi cs, tp anda harus melakukan dengan cara yang baik dan elegan, rajinlah anda menuntut ilmu agar suatu sa’at nanti anda bisa menjadi sekjen PBB misalnya, mendapatkan kekuatan di PBB sehingga hak-hak orang Palestina bisa anda perjuangkan, tindakan amrozi cs ( psikopat) itu bisa di ibaratkan seperti ada 2 buah perusahaan A dan B yang sedang bersaing, perusahaan b kalah kemudian bangkrut karenanya kemudian direktur perusahaan b bergerak dan menculik anak direktur perusahaan A yang masih tk yng tidak tau apa2 dan melukainya, kemudian ia mengancam direktur perusahaan A agar diberikan sejumlah imbalan, tp yang terjadi kemudian malah direktur tersebut di tangkap dan disergap oleh polisi….tindakan amrozi cs bisa diibaratkan seperti itu.. bukankah itu adalah sebuah kejahatan dan criminalitas??…
    saya heran masih ada segolongan orang yang sepertinya mendukung tindakan mereka dan menyatakan itu adalah jihad..
    goblok stupid semua tuh

  • 159
    Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal, Agama millennium ke-3 masehi.
    November 27th, 2008 06:09

    Sdr. Seno, posting 14-8-2007 jam 16.54.

    Kami siap debat form terbuka dengan Sdr. Adian Husaini dan Syamsuddin Arif K.
    Tolong siapakan tempat, kapan, dimana !!!!!!!!!!!!!!

    Wasalam, Soegana Gandkaoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  • 160
    ryan
    November 27th, 2008 10:19

    aduh padahal aq sebenarnya aq orangnya cool, tp ko’ jadi marah2 gitu ya..he..he
    harus berpikir jernih lagi nih..

  • 161
    ryan
    November 27th, 2008 10:20

    aduh, aq padahal orangnya cool tp ditulisan diatas ko’ jadi marah2 gitu ya??..he..he..he
    harus kembali berpikir jernih nih…ha…ha

  • 162
    Ahimsa
    December 1st, 2008 16:53

    ULIL ROCKS!!!

    JIL ROCKS!!!!

    UYEAAHHH!!!!

    Ah,klo dsuruh komen scr materi tulisannya…Quran aj bakal kalah panjang..

    intinya..adlh..I AM seorang pendukung JIL!!!

  • 163
    doddi widodo
    December 5th, 2008 11:44

    assalamu’alaikum

    kebangkitan barat adalah berkat kecerdikannya dalam mengamati dan mempelajari ilmu-ilmu islam yang sangat dahsyat dan sangat ditakuti barat, dari kehebatan islam yang pernah menjadi mesin peradaban dunia sejak abad ke 7 – 13, barat secara cerdik dan licik mengambil ilmu-ilmu islam melalui methode ATM, amati tiru modifikasi, ternyata barat berhasil membangun peradabannya disegala bidang, untuk kemudian berkelana menjajah dan target utama adalah negara-negara islam bekas kekalifahan islam untuk apa ? untuk menekontruksi system islam itu sendiri, sehingga umat islam, tetap lemah, tidak berdaya, miskin, tidak mampu bersaing menjadi umat yang terbaik, sekali lagi program sepanjang masa ini sukses dan berlangsung hingga kini, melalui konspirasi politik, fitnah, propaganda, uang dll. sehingga bangsa-bangsa islam dibuatnya selalu tergantung dan mudah didekte oleh barat ( kaum penjajah ), dan kekayaan alamnya dikeruk dengan leluasa untuk terus menggerakan membangun industri ( ekonomi ) dan mesin perangnya, seiring dengan berjalannya waktu ( beabad-abad ) umat islam kehilangan sama sekali system islam yang memiliki daya yang maha akbar itu yang pernah menjadi mesin peradaban dunia, dan umat islam pada sa’at ini sangat kebingungan dan kehilangan jati diri, jangankan umat islam para imuwan islam ( ulama ) pun bingung, faktanya islam belum mampu bangkit hingga kini, umat islam tercerai berai, menjadi banyak sekali aliran yang saling mengklaim dan saling berbeda pendapat bahwa alirannyalah yang paling benar, namun mereka lupa membuktikan kebenaran itu melalui aktivitas ril yang melahir prestasi tertingginya menjadi umat terbaik yang memberikan kontribusi nyata dalam menjalankan misi nya untuk mewujudkan visi rahmatan lil alamin ( islam world view ).

    fenomena dan dinamika dari perdebatan di blog ini adalah syah-syah saja selama merupakan sebuah “searching of truth” dalam upayanya merekonstruksi system kekalifahan ( mesin peradaban ), namun yang harus diwaspadahi oleh kaum yang mengaku para akedemisi ( cedekiawan muslim ) islam, yang menjadi target utama agenda barat ( penjajah ) untuk terus mengerem dan memasung, dan mempreteli system islam secara jitu, yaitu terletak pada para politisi petualang, para penguasa dan para akademisi, LSM dll, janganlah hal ini malah menjadi sebuah fitnah dan paradoksi yang hanya akan menghambat keinginan umat islam untuk bangkit dari keterpurukan disegala bidang.

    di era globalisasi dan era keterbukaan ilmu pengetahuan dan tehnologi yang ditandai perubahan yang sangat cepat dan persaingan pasar global yang semakin super kompetitif ini,

    hanya ada dua pilihan bangkit menjadi umat terbaik atau lebih terpuruk ? ( menang atau terbunuh? )

    hanya orang yang sakit jiwa saja yang ingin kondisi umat islam tetap terpuruk.

    maka berlomba-lombalah dalam kebaikan, bukan saja baik tapi harus benar.

    dan bangkitlah umat islam menjadi umat yang benar-benar terbaik yang mampu berlaga dan berkompetisi secara elegan di era globalisasi ini.

    wassalamu’alaikum

  • 164
    doddi widodo
    December 5th, 2008 18:15

    didunia ini nggak ada yang namanya kebebasan mutlak sehingga akan merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara, dan islam ya islam titik, mana ada islam liberal ( berlebel imperalis ) ? memang harus diakui kemajuan barat disegala bidang berkat kecerdasannya mencuri system islam ( kekalifahan ), masak kita mau meng adopsi balik system yang sudah campur aduk dengan kebatilan ( menghalalkan segala cara ), ok dalam hal ilmu pengetahuan dan tehnologi saya angkat topi pada barat, karena ilmu pengetahuan dan tehnologi adalah hakikat kemampuan membaca system alam yang sangat inovative untuk diaplikasikan diperbagai bidang untuk kemaslahatan manusia. jujur saja kita harus belajar banyak dari mereka, namun untuk meng adopsi ideologinya barat ( penjajah ) saya kira harus berani berkata say “no way” to the western ideology.

    mungkin yang harus diwaspadai oleh kita semua adalah usaha barat dalam megerem dan mengunci mati segala upaya umat islam untuk bangkit, karena hal ini sudah merupakan agenda sepanjang masa barat ( penjajah ), sejak runtuhnya kekalifahan islam dan bangkitnya barat sejak abad ke 13, karena islam walaupun sedang terpuruk hingga kini, namun masih sangat ditakuti dan sangat diwaspadai kebangkitannya oleh barat dan barat tahu betul hal ini, lihat saja setiap ada geliat islam akan bangkit, buru-buru analis ( akademisi ) barat, kaum orentalis, para agen-agen barat automatically mulai ngoceh dan sibuk bekerja, melobby para politikus petualang, para penguasa negara islam, akademisi muslim, dan berbagai macam LSM petualang, dan bukan menjadi rahasia lagi bahwa hal ini menjadi lahan bisnis yang cukup marak bagi para oportunis yang sangat tidak bertanggung jawab, inilah yang menjadi alasan bahwa islam susah sekali untuk bangkit, bahkan semakin bercerai-berai.

    kembali ke masalah sepak terjang JIL, buktikan saja pemahaman siapa yang benar dan menjadi pionir kebangkitan islam yang sejati atau malah menjadi alat palsu pecundang kebankitan islam, rasulullah hanya perlu waktu 8 tahun untuk bangkit untuk berkompetisi dan go international dengan peradaban-peradaban lain.

    wassalam

  • 165
    ryan
    December 16th, 2008 10:18

    tuk wegayendi..
    membeicarakan esensi tuhan itu tidak akan ada habisnya..
    mungkin lebih baik, jika hal ini diserahkan pada tiap2 pribadi, yg penting mari kita semua umat islam saling menghargai realitas-realitas dari pemikiran seseorang…

  • 166
    Panotogomo
    December 30th, 2008 16:09

    Sangat berbahaya pemahaman agama dengan EMOSI.
    JIL mengajarkan kita untuk menggunakan rasional dalam pemahaman agama, otak adalah karunia Tuhan (Alloh swt) yg diberikan kpd kita untuk memahami ajaran-NYA.
    Ketahuilah ketika nenek moyang kita masih taat beragama Hindu para Wali/penyebar agama Islam di Indonesia mereka menggunakan akal dan rasio-nya sehingga Islam bisa kita anut sampai saat ini.
    Kalo saja para Wali mengajarkan Agama dengan cara emosi mungkin kita belum beragama Islam saat ini.
    Ketahuilah dalam Islam ada hal yg mmg tidak bisa kita rasionalkan salah satu contoh Sholat.
    Tapi banyak hal-hal lain yg bisa kita rasionalkan sesuai dengan kondisi dan jamannya.
    Bagi saudara2ku yang anti JIL silakan tinggalkan saja JIL tapi jangan lupa gunakan Rasional & Nurani dalam memahami Islam jauhkanlah EMOSIONAL.
    Kalau kita merasa kurang mampu rasional kita carilah GURU/PEMBIMBING insya’Allah selamat dunia akhirat kita amin.

  • 167
    ferdy
    January 14th, 2009 15:12

    saya tertarik untuk mempelajari semua tentang JIL untuk menambah khazanah saya mohon balas email saya diman saya dapat belajar tentang JIL, kebetulan saya seorang sarjana pendidiakn islam di universitas negeri.mohon infonya, jika ada beasisswa untuk S2 mohon informasikan juga.trima kasih salam kebebasan berfikir

  • 168
    seno n
    January 20th, 2009 22:21

    buat Soegana lalalala…
    beneran anda berani? jangan omdo lah. Saya tahu banget tipe2 anda.

    Buat fansnya JIL
    saya sarankan anda semua mengaji yang lebih rajin kepada ulama2 salaf, agar anda tidak makin salah jalan.

    Buat orang2 JIL
    mudah2an Allah SWT membuka hati anda, dan anda semua masih diberi kesempatan bertaubat.

  • 169
    prihatin
    January 29th, 2009 19:40

    ya Alloh,
    kasihan si ulil dan konco-konconya
    mereka mau saja gadaikan aqidah …
    untuk segepok dollar
    inna liLLAH wa inna ilaiHI rooji’un
    … ulil, ulil

  • 170
    RIZAL ALFAETONI
    February 2nd, 2009 15:47

    Asssalamuailum ustad ULIL,,,,, saya pengagum anda… Maju terus. ANda belum bisa diterima bukan tidak diterima. Saya termasuk yang menerima pendangan anda. Surga neraka bukan terjenahan orang lain. Ia ada diterjemahkan oleh orang secara ..personali. Allah serba membolehkan Ia hanya memberi RAMBU. Pelanggaran terhadap rambu Allah tidak akan pernah merugikan Allah apalagi menyakiti Allah. Rambu ada untuk dipahami manusia agar tidak merugikan diri sendiri. Penerjenahan rambu bersifat personel sepanjang ia berkaitan dengan diri pribadi. Ilmu Allah sangat menjunjung tinggi HAM. Anda sedang menerjemahkan itu. SAYA ADA DI BARISAN ANDA, TIDAK DENGAN MEMBAWA PEDANG…TAPI MAWAR, KURMA dan AIR ZAMZAM. . Allah tidak pernah punya musuh….yang punya musuh adalah manusia. Bagi yang tidak sepandangan ……..apa anehnya JIL? bukankah ia justrtru sedang menerjamahkan Ilmu Allah yang menjunjung tinggi HAM.
    Di malang dimana saya bisa belajar pandangan JIL:
    Wassalamuilakum…Tuhan Allah Maha Penyayang

  • 171
    Pelaksanaan Pemilu
    February 5th, 2009 00:18

    Ayo sudah jangan bertengkar

  • 172
    JIL@t pantat yahudi
    February 6th, 2009 01:04

    Si Ulil kan ulat di serial TV Si KOMO,,,hihihiiihiihi
    Lil,,jangan samakan pemikiran Muhammadiyah dengan JIL,
    Muhammadiyah memang menghormati pluralisme tapi tuhannya tetap Allah SWT, Tuhan Umat Islam, jangan samakan dengan pemahaman JIL yang menganggap tuhannya JIL sama juga dengan tuhannya agama lainnya. kalau NU,,gw ga ngertti deh,,soalnya membudayakan agama juga.

  • 173
    boby
    February 24th, 2009 17:40

    Yang namanya firman (omongan) Tuhan itu kalo udah di bumi ya menjadi milik manusia selaku penguasa bumi. Soal penafsiran ya semau manusia menurut akal pikirannya. Kita tdk hrs menurut tafsiran ulama arab kek, mesir kek, jombang, atau madura. Kita beragama itu langsung kepada Tuhan, tidak perlu lewat ulama. Maju terus JIL, selamatkan dunia dari cara berpikir yang begitu picik. MERDEKA!!!!!!

  • 174
    Hani rahmat
    February 26th, 2009 19:21

    sesungguhnya islam akan jaya jika kita mau kembali kepada Alhaq, hal yang pertama kali kita lihat yaitu berusaha menjauhi kesirikan kareina seseorang jika matinya masih berada dalam kesirikan niscaya dia tidak akan dimasukan kedalam surganya Allah Azza wajallai. sehinnga merugilah dia meskipun dia melakukan kebaikan. hal ini sebagaimana dapat kita baca dalam siroh nabawi yang menerangkan tentang kebaikan kakeknya terhadap nabi Muhammad,tapi lantaran masih memegang agama nenek moyangnya hinnga ajal menjemputnya,oleh sebab itu dia akan tetap berada di neraka.
    Naudzu billahi minzalik.

    .

  • 175
    nasution
    April 2nd, 2009 02:05

    gak usah di ungkit lagi kisah ulil, karna siapa yang telah dicap Allah hatinya dengan kegelapan, tak akan mungkin menerima kebenaran. JIL itu mu’tazilah dahulu atau bahkan golongan munafiq di agama islam ini

  • 176
    marabi
    April 11th, 2009 11:03

    Kepada ummat yang masih berpegang pada Al Qur’an dan Al Hadith jangan biarkan penggunaan label Islam pada kelompok mereka dengan menyebutkan Islam Liberal di semua kegitan diskusi, dialog dengan mereka. Saya kira mereka lebih pantas disebut kelompok kafir kharbi karena sifat ofensif mereka dalam melaksanakan misi penghancuran akidah islam melalui metodologi pencucian otak kaum muda islam dengan memasukan nilai2 kebebasan ideologi dengan dasar kepuasan nafsu semata yang memang secara mentah2 mereka ambil dari barat sebagai donatur mereka. “Hai kaum muslimin kuatkan semangat islammu, teguhkan imanmu dan tegaskan sikapmu untuk menyatakan Tidak kepada kaum munafik itu”

  • 177
    Sendiri saja JIL
    April 12th, 2009 19:12

    Mas ulil & teman2 you punya kepercayaan jangan diumbar2 donk pake bikin Liberal segala dari dulu kalau anda islam ikutin dong sunah rasul dan alquran jangan diusik2 dong, you manusia yang merasa sombong karena paham2 you jg teman2 you jangan membawa orang islam lainnya seperti ahmadiyah, kalau you coba2 melawan dan menfitnah rassul dan Allah swt. sendiri saja lakukan kalau anda menyebarkan JIL berarti anda adalah utusan nasoro dan Yahudi.

  • 178
    ryan
    April 14th, 2009 12:25

    tuk mas doddy widodo..
    mengapa qt tidak melakukan hal yang sama tuk mengambil ilmu dari orng2 barat?..yaitu dgn ATM sprti yg mas katakan..
    itu benar, JIL meMng di sponsori oleh orng2 barat tp qt jgn berpikiran negatif dengan mengatakan itu ntuk menghambat kebangkitan islam..mnurut saya landasan pembntukan JIL itu untk mengurangi “gap” konsep pemikiran antara islam dan barat…
    saya juga berhrap agar ummat islam jgn terlalu picik dan berpikir negatif…
    klo ingin qt ingin maju, bngkit.. ya qt harus berpkir positif terhadap diri sendiri, orng lain maupun terhadap tuhan…

  • 179
    Sassi
    May 4th, 2009 01:42

    Pemikiran Pak Ulil DKK memang patut dipertanyakan. Mereka membawa kemajuan atau keterbelakangan/kemunduran? Baru-baru ini mereka membahas tentang teori evolusi pada agama dengan mengemukakan suatu science bahwa agama mengalami proses evolusi. Inilah pendapat saya atas kemunduruan mereka:

    Satu hal yang mesti direnungi adalah perkembangan teknologi dan science terhebatpun sampai saat ini dan pasti nanti tidak berhasil menciptakan suatu karya yang mampu memahami manusia, penciptanya, secara utuh, tidak ada produk manusia yang mampu menginterpretasikan sendiri bagaimana melayani manusia penciptanya.

    Maka manusia yang cerdas dan telah mempelajari agama samawi yang haq mestinya mengenali bahwa manusia tidak akan mampu menciptakan AGAMA yang mengajarkan bagaimana mengenali dan bersyukur kepada Tuhannya, Penciptanya. Justru manusia sebagai produk ciptaan tidak akan mungkin mampu membuat ciptaan/karya bagaimana menyembah penciptanya. Kalaulah demikian pastilah tiap kepala punya konsep di kepalanya. Tetapi bagaimana sombongnya manusia merasa mampu menyamakan Firman Allah dengan ‘agama’ jahiliyah suatu karya ciptaan manusia? AGAMA tidaklah berevolusi, telah ditakdirkan Allah bahwa Penerima Wahyu terpisah dari pemikiran-pemikiran jahiliyah. Maka walau ayahnya telah punya agama jahiliyah seperti ayah Nabi Ibrahim, AGAMA yang dibawa Nabi ibrahim terpisah dari ‘agama’ ayahnya. Demikian pula Nabi Muhammad SAW telah disucikan hatinya. Bagaimanakah orang-orang yang merasa cerdas masih mengusung konsep evolusi yang secara ilmiah banyak dibuktikan lemah? Tidak mampu menjawab banyak aspek?

    Kalau terdapat perkembangan penyampaian pokok aturan yang berlaku pada AGAMA sawawi, itu bukan berarti berevolusi dari beragam ‘agama’ yang ada dibumi. Kalaupun ada pemikiran-pemikiran pemujaan sejak dahulu, saya melihat karena manusia pada dasarnya tidak mampu menggantungkan pada kemampuannya sendiri sehingga timbullah interpretasi bagaimana bersandar pada makhluk yang dia fikir mampu menaunginya. Maka seandainya tidak ada petunjuk Tuhannya, demi Allah manusia tidak akan lepas dari pemujaan jahiliyah, lari dari satu benda ke benda lainnya yang tejangkau oleh pemikirannya, bahkan manusia sendiripun disembah.

    FIRMAN ALLAH jelas TIDAK BEREVOLUSI dari pemikiran manusia, yang pada dasarnya manusia adalah lemah dan tidak akan pernah sebanding dengan Penciptanya. Terdapat perbedaan yang menyolok antara AGAMA sawawi yang murni dan agama konsep manusia seandainya kita mau berfikir.

  • 180
    wiwik
    June 16th, 2009 03:12

    kalau tidak ada yg mendanai, apakah Ulil masih memberpendapat seperti sekarang? Kasihan betul……

  • 181
    sufehmi
    June 16th, 2009 06:35

    @ryan – aku cuma prihatin atas kekerasan yg dilakukan oleh segolongan orang2 islam ‘tuk membenarkan pemikiran mereka…
    .
    Setuju sekali. Ini juga perlu menjadi perhatian kita semua.
    .
    Jika tidak, maka yang tidak bersalah pun akan kena getahnya.
    .
    Contoh: ketika kasus 9/11 terjadi, istri saya sampai kena harass oleh non-muslim di Inggris.
    .
    Contoh: ketika bom bali, semua muslim kena getahnya juga, dituduh sebagai ekstrimis.
    .
    Kita perlu berkomunikasi dengan saudara-saudara kita yang kebetulan memilih garis keras / ekstrimisme. Kita bicara dengan baik, sabar, dan jelaskan bahwa itu bukanlah teladan dari Nabi Muhammad saw.
    .
    Ini kekeliruan JIL. Mereka justru menghina dan mencaci maki serta memprovokasi mereka (!).
    .
    Ya jelas saja mereka justru menjadi makin teguh dalam ekstrimisme mereka.
    .
    Jadi kalau ada yang bilang bahwa JIL itu cerdas, saya bilang tidak. Masak mau menjinakkan harimau dengan cara menusuk-nusuknya ? Bodoh bener …. 🙂 itu sih namanya cari mati, he he
    .
    Kindness reaches all.

  • 182
    Free Website Traffic
    April 10th, 2010 23:19

    I have been trying to acces this website for a while. I was using Chrome then when I tried Firefox, it worked just great? Just wanted to bring this to your attention. This is really a greatwebsite. I have a few myself. I really admire your layout. I know this is off topic but,did you make this theme yourself,or purchase from somewhere?

  • 183
    Miracle Traffic Bot
    April 11th, 2010 01:19

    Dude.. I am not much into reading, but somehow I got to read lots of articles on your blog. Its amazing how interesting it is for me to visit you very often.

  • 184
    maqta
    April 28th, 2010 14:45

    ulil absar abdalla sudah gila…..
    Yaa Allah hancurkan hewan2 yang menyebar JIL

  • 185
    Fort Wayne Real Estate
    August 19th, 2010 00:14

    I had no idea that this kind of a thing was happening! Thanks so muchf or sharing it in your blog.

  • 186
    Kitchener Real Estate
    August 20th, 2010 00:03

    Those are amazing points made.

  • 187
    Rental Mobil Jogja
    April 28th, 2011 10:09

    Ora melu-melu aku Pak 😀

  • 188
    chat news forum
    November 8th, 2011 10:38

    chat news forum…

    […]harry.sufehmi.com » Blog Archive » Jaringan Islam Liberal didanai oleh The Asia Foundation[…]…

  • 189
    Ankara Firma
    February 12th, 2012 06:33

    Ankara Firma…

    […]harry.sufehmi.com » Blog Archive » Jaringan Islam Liberal didanai oleh The Asia Foundation[…]…

  • 190
    Definisi
    March 11th, 2012 23:15

    Definisi…

    […]harry.sufehmi.com » Blog Archive » Jaringan Islam Liberal didanai oleh The Asia Foundation[…]…

  • 191
    sistem ekonomi islam
    March 30th, 2012 01:18

    sistem ekonomi islam…

    […]harry.sufehmi.com » Blog Archive » Jaringan Islam Liberal didanai oleh The Asia Foundation[…]…

  • 192
    Berita Hari Ini
    August 3rd, 2017 16:52

    Cuma disini Berita Hari Ini terlengkap dan terupdate

Leave a Reply

 

Subscribe without commenting

            








SEObox: Web Hosting Murah Unlimited Komik Indonesia Homeschooling Indonesia