Archive for December 14th, 2004

TechBooksForFree.com

Seperti namanya, TechBooksForFree.com menyediakan link-link ke berbagai buku teks bidang komputer yang bisa diakses secara cuma-cuma. Sangat menarik.

Di antaranya ada Practical PHP Programming yang cukup mencengangkan dari segi kelengkapan isi, dan juga The UNIX-HATERS Handbook :D

Enjoy.

AADMI (Ada Apa Dengan Media Indonesia)

Sebuah komplain dari milis is-lam@isnet.org mengenai koran Media Indonesia.
Menilik berbagai insiden yang sudah pernah terjadi di masa lalu, mungkin sudah saatnya diperlukan adanya semacam lembaga media watch ?


From: Mohd. Al-Khori

Rekan rekan semua,

Ada apa dengan MEDIA INDONESIA ?
Tanggal 28-10-04 Media Indonesia menurunkan berita tentang KEBRUTALAN
TENTARA THAILAND. Pada berita tsb adalah ketua PKS menyerukan agar rakyat
indonesia memboikot produk thailand dan juga meminta pemerintah indonesia
agar bersikap tegas dalam kasus KEBRUTALAN TENTARA THAILAND yang mana telah
membunuh 84 orang muslim di Pattani yang mana mereka pada saat itu lagi
berpuasa. Jadi telah terbunuh 84 orang muslim yang lagi berpuasa.

Seperti biasanya di MEDIA INDONESIA tersedia kolom komentar.
Ada lebih 10 atau 15 komentar yang dikirimkan. Kesemua komentar itu tak
satupun yang menyatakan setuju atas usulan ketua PKS, tapi semuanya
komentar tsb adalah menghujat ketua PKS. Tertarik akan hal tsb, maka
saya juga ikut mengirimkan komentar, tapi komentar saya adalah setuju
apa yang disampaikan ketua PKS yaitu marilah kita mem-BOIKOT produk
thailand. Disamping itu juga saya tambahkan agar ide ketua PKS itu juga
merupakan sindiran halus buat TNI dan POLRI agar tidak juga melanggar
HAM di Indo.

Tapi apa yang terjadi, sewaktu banyak komentar yang menghujat ketua PKS,
berita itu tetap ada hingga banyaknya hujatan hampir 15 komentar, tapi
begitu satu komentar yang saya kirim yang menyatakan setuju akan
himbauan ketua PKS langsung berita itu hilang.

Mengapa demikian ?
Ada apa dengan MEDIA INDONESIA ?

Jadi kalau benar MEDIA INDONESIA (MI) adalah anti islam (ini perlu
dibuktikan lebih lanjut) maka bagi rakyat indonesia yang muslim jangan
lagi membeli dan membaca MEDIA INDONESIA termasuk juga METRO TV jangan
ditonton lagi. Jadi perlu ada yang memonitor AKTIFITAS dari siaran MEDIA
INDONESIA. Tapi sekali lagi hal tersebut harus sudah terbukti. Rakyat
Indonesia yang muslim dalam bertindak jangan anarkis, rakyat indonesia
yang muslim dalam bertindak harus elegant, rakyat indonesia yang muslim
dalam bertindak jangan sampai ditunggangi. Oleh karenanya sebelum
bertindak harus sudah terbukti kebenaran dari berita tsb.

Dalam kasus Media Indonesia yang saya tuliskan diatas , mengapa sampai
terjadi demikian memang perlu dipertanyakan. Kalau rakyat Indonesia yang
muslim bisa bersatu, maka dengan tidak lagi membeli dan membaca MEDIA
INDONESIA, maka akhirnya MI akan bangkrut. Jadi marilah kita ummat islam
bersatu dalam kebaikan. Jika ada yang berusaha untuk menjelek-jelekan
islam seperti MI harus kita selesaikan secara elegan. Kalau kita kompak
dan bersatu tidak ada yang bisa mengadu umat islam yang ada di Indonesia.

Salam kompak selalu.

Film baru dari Garin Nugroho

Dapat email dari sebuah milis mengenai film baru dari Garin Nugroho yang berjudul “Rindu Kami Padamu”.

Disini bisa terlihat jelas bagaimana film adalah pedang bermata dua – di satu sisi dia bisa merusak masyarakat, namun di satu sisi dia juga bisa menjadi alat perbaikan masyarakat yang sangat powerful. RKP kelihatannya adalah contoh yang sangat baik dalam hal ini.

Walaupun film-film bagus (pada saat ini) akan selalu terancam tidak laku, karena masih bobroknya kondisi kita pada saat ini, mudah-mudahan akan terus ada pihak-pihak yang mau memproduksinya.

Hmm.. kira-kira film ini akan diputar oleh monopoli twenty-one atau tidak ya ? Kasihan nih kalau cuma bioskop independen yang memutarnya..


Tadi pagi jam setengah enam-an sempat simak di radio Pro 2 FM Jakarta yg bekerjasama dgn Radio MQ-FM bandung. Yg menarik ada himbauan dari KH Abdullah Gymnastiar(Aa Gym) untuk kita jika hobi melihat Film ada film yang sangat bagus sekali untuk di tonton,yaitu “Rindu Kami Padamu” garapan Garin Nugroho yg tidak di ragukan lagi kemampuannya dgn karya2nya “pasir berbisik” , “Daun Diatas bantal” dll yg memperoleh penghargaan nasional maupun International..
AA yg sudah melihat film tersebut karena diajak PWI. Film RKP memang belum di launching dgn durasi 1,5 jam.

Berikut kalimat yg AA ucapkan yg saya dengar via walkman.
“Selama sepanjang saya melihat film ini dari awal sampai akhir, air mata menetes terus karena setiap pernak-pernik kehidupan dalam film ini sangat menyentuh perasaan. Emosi kita akan teraduk-aduk ketika melihat tayangan ini. Ada kehidupan anak-anak di gang-gang sempit. Ada seorang istri yg sering dipukul oleh suaminya tapi tetap menyuruh suaminya membasuh tangannya untuk berwudhu agar tidak menzoliminya lagi.
Sementara putra sang ibu tetap rajin ke Surau untuk menghamparkan sajadah bagi ibunya yg sering di aniaya oleh sang suami.

Bagi para pendakwah ada ustaz yg menjaga sarang burung merpati dan tidak rela sarang burung tsb rusak. Film ini ada di dunia nyata tidak seperti film-film lain yg penuh dgn mimpi, mobil mewah , hyper market, mal dan kehidupan remaja di café, discotik dan sebagainya. Memang ada remaja dgn wajah seperti dalam tayangan sinetron dan film2 tsb tapi itu hanya sebagian kecil. Sebagian besar masyarakat kita adalah kehidupan di gang-gang sempit, anak-anak pasar , anak-anak jalanan . Saya(kata AA) menghimbau agar yg suka ke bioskop tontonlah tayangan ini agar bisa mengetahui mana tayangan bermutu. Sehingga dgn mengetahui tontonan yg bagus akan tahu mana film yg tidak ada unsur manfaatnya.

Bagi yg tidak ada rezeki untuk nonton ya jangan dipaksakan. Yang jelas kita bangsa dan masyarakat Indonesia sangat butuh akan alternatif film yg bagus . Film ini yang untuk semua umur. Mudah-mudahan para pejabat & politisi dapat menonton tayangan ini agar dapat mengambil kebijakan yg bagus untuk negri ini. Film ini memang tidak sempurna tapi sangat bagus jika kita menontonnya”

“saya memang pernah di minta untuk berkomentar ttg film baru setelah film Buruan cium gue( saya tebak film Virgin). Tapi saya tak mau sebab itu kan menambah laku film tsb di pasar, sebab orang kita suka pada hal yg penasaran. ” imbuh AA

(maaf jika ada kutipan yang salah dari yang saya dengar sebab tadi dengarnya sambil nyetir kendaraan.)

Areal parkir muktamar NU

Diantara berbagai kehebohan muktamar NU kemarin, ada satu hal yang terluput dari perhatian banyak orang – namun terlihat oleh seorang aktivis Nahdliyin. Abdul Aziz menulis keprihatinannya dengan kemewahan yang banyak dipertontonkan oleh berbagai tokoh NU. Walaupun saya kira ini bukan fenomena yang terbatas pada NU saja, melainkan masalah yang terus merambah di kalangan para ulama kita pada saat ini.


Area Parkir Muktamar NU Ke-31
Oleh Abdul Aziz Setiawan

Semua mata aktivis hari ini setidaknya terus tak berkedip menatap berbagai media untuk melihat hajatan NU. Muktamar Ke-31 Nahdlatul Ulama di Boyolali, Jawa Tengah, 28 November-2 Desember 2004 yang berlangsung sangat dan mungkin paling panas sepanjang sejarah. Bahkan muktamar kali ini dalam bayang-bayang perpecahan NU. Bayang-bayang perpecahan, masih akan menunggu tarik menarik antara ‘Poros Lirboyo’ dan ‘Poros Langitan’ yang sampai detik terakhir jagonya sedang bertarung secara ketat, Hasyim Muzadi dan Farid Masdar Masudi.

Sebentar lagi kita akan tahu siapa pemenangnya dan bagaimana masa depan selanjutnya. Penulis –sebagai pribadi yang berdarah dan dibesarkan dikeluarga Nahdliyin- dalam kesempatan ini tidak tertarik untuk membedah masa depan NU ketika kedepan dipimpin Hasyim yang mungkin akan memperkuat ‘poros politik NU’ dan mengabaikan gerakan pemberdayaannya atau mungkin Masdar yang akan membawa ke ‘proyek Islam liberal’ yang selama ini diperjuangkannya dengan ‘menunggangi’ organisasi NU ini.

Ada yang luput dari pandangan mata kita ketika melihat hajatan ini.
Read the rest of this entry »

            








SEObox: Web Hosting Murah Unlimited Homeschooling Indonesia lead retrieval trade show registration