<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Kenapa berbagai TV Islam ?</title>
	<atom:link href="http://harry.sufehmi.com/archives/2005-04-21-888/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2005-04-21-888/</link>
	<description>life is a struggle &#038;&#038; information wants to be free</description>
	<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 13:32:26 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.1</generator>
		<item>
		<title>By: moh.saleh</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2005-04-21-888/#comment-138778</link>
		<dc:creator>moh.saleh</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 16:58:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">/?p=888#comment-138778</guid>
		<description>saya sebagai penyelenggara tv islami dgn nama TVSIS (televisi syiar islam sumenep) sudah berjalan sejak tahun 2001 sampai saat ini tetap on air dengan memanfaatkan frekuensi VHF dan telah diterima oleh masyarakat Kabupaten Sumenep. siaran buka pukul 16.00 tutup pukul 24.00 isi siaran da'wah, hiburan islami, iptek islami. jangkauan pancaran 20 km, 100 watt. modifikasi sendiri dgn modulator drike model. termasu komunitas tampa iklan. utk keberlangsungan da'wah mohon saran-saran. terima kasih semoga islam tetap jaya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sebagai penyelenggara tv islami dgn nama TVSIS (televisi syiar islam sumenep) sudah berjalan sejak tahun 2001 sampai saat ini tetap on air dengan memanfaatkan frekuensi VHF dan telah diterima oleh masyarakat Kabupaten Sumenep. siaran buka pukul 16.00 tutup pukul 24.00 isi siaran da&#8217;wah, hiburan islami, iptek islami. jangkauan pancaran 20 km, 100 watt. modifikasi sendiri dgn modulator drike model. termasu komunitas tampa iklan. utk keberlangsungan da&#8217;wah mohon saran-saran. terima kasih semoga islam tetap jaya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Agus Yuniarso</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2005-04-21-888/#comment-134987</link>
		<dc:creator>Agus Yuniarso</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 04:40:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">/?p=888#comment-134987</guid>
		<description>Mungkin sekarang saat yang tepat bagi (calon) pengelola TV Muslim untuk menunjukkan eksistensinya secara legal. Berbeda dengan masa lalu (terlebih sebelum ada UU Penyiaran No. 32 Th 2002), proses perijinan lembaga penyiaran televisi saat ini nampak lebih akomodatif dan transparan. 

"Gertakan" biaya perijinan sebesar 5M seperti yang dialami Ar Rahman Channel di masa lalu (era Deparpostel) saya rasa tidak ada lagi. Dengan penuh rasa khusnudzon, KPI/KPID-Ditjen Postel RI-Ditjen SKDI Depkominfo RI pada akan membantu kita untuk misi yang mulia.

Jika kita mau sedikit eksplorasi, "bertelevisi" semestinya tidak selalu berkaitan dengan frekuensi sebagai ranah publik berikut regulasi yang menyertainya. Masih banyak format pengelolaan media televisi yang relatif "un-regulated", seperti: pemanfaatan kanal televisi berlangganan, Web TV, public space TV, in-house TV, mobile TV, dsb. Apalagi dengan hadirnya teknologi televisi digital yang sudah menjadi keniscayaan, akan memungkinkan tersedianya slot-slot programa televisi yang jauh lebih jamak.

Kenapa tidak kita manfaatkan pelaung ini? "Amar ma'ruf nahi munkar" lewat televisi, why not? Tentunya dengan sistem dan tayangan yang bisa kita kelola dan kendalikan sendiri.

Wassalam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin sekarang saat yang tepat bagi (calon) pengelola TV Muslim untuk menunjukkan eksistensinya secara legal. Berbeda dengan masa lalu (terlebih sebelum ada UU Penyiaran No. 32 Th 2002), proses perijinan lembaga penyiaran televisi saat ini nampak lebih akomodatif dan transparan. </p>
<p>&#8220;Gertakan&#8221; biaya perijinan sebesar 5M seperti yang dialami Ar Rahman Channel di masa lalu (era Deparpostel) saya rasa tidak ada lagi. Dengan penuh rasa khusnudzon, KPI/KPID-Ditjen Postel RI-Ditjen SKDI Depkominfo RI pada akan membantu kita untuk misi yang mulia.</p>
<p>Jika kita mau sedikit eksplorasi, &#8220;bertelevisi&#8221; semestinya tidak selalu berkaitan dengan frekuensi sebagai ranah publik berikut regulasi yang menyertainya. Masih banyak format pengelolaan media televisi yang relatif &#8220;un-regulated&#8221;, seperti: pemanfaatan kanal televisi berlangganan, Web TV, public space TV, in-house TV, mobile TV, dsb. Apalagi dengan hadirnya teknologi televisi digital yang sudah menjadi keniscayaan, akan memungkinkan tersedianya slot-slot programa televisi yang jauh lebih jamak.</p>
<p>Kenapa tidak kita manfaatkan pelaung ini? &#8220;Amar ma&#8217;ruf nahi munkar&#8221; lewat televisi, why not? Tentunya dengan sistem dan tayangan yang bisa kita kelola dan kendalikan sendiri.</p>
<p>Wassalam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fawwaz</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2005-04-21-888/#comment-24830</link>
		<dc:creator>Fawwaz</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Oct 2006 03:55:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">/?p=888#comment-24830</guid>
		<description>Alhamdulillah kami sudah mengelola siaran radio komunitas dakwah didaerah cileungsi bogor,dan kamipun telah experimen membuat pemancar TV menggunakan kanal VHF High,yg kata ketua KPID Jabar,Pak Dadang, belum ada regulasi khusus untuk kanal VHF ini,dan sudah melakukan uji coba siaran,daya pancarnya  rengah cuma 15 watt dan bisa menjangkau sekitar 5 km.tp kami banyak mengalami kendala dalam pengadaan materi siaran dan peralatan yg masih sderhana.bagi anda yang mau ikut urun rempug kami sangat berterimakasih sekali. CP Fawwaz 0817819185</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah kami sudah mengelola siaran radio komunitas dakwah didaerah cileungsi bogor,dan kamipun telah experimen membuat pemancar TV menggunakan kanal VHF High,yg kata ketua KPID Jabar,Pak Dadang, belum ada regulasi khusus untuk kanal VHF ini,dan sudah melakukan uji coba siaran,daya pancarnya  rengah cuma 15 watt dan bisa menjangkau sekitar 5 km.tp kami banyak mengalami kendala dalam pengadaan materi siaran dan peralatan yg masih sderhana.bagi anda yang mau ikut urun rempug kami sangat berterimakasih sekali. CP Fawwaz 0817819185</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: malina</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2005-04-21-888/#comment-1626</link>
		<dc:creator>malina</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 May 2006 12:45:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">/?p=888#comment-1626</guid>
		<description>saya mo bertanya?bagaiman mendapatkan vh1 menggunakan parabola (soalnya vh1 di parabola  menggunakan pal. dan tidak ada simboretenya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya mo bertanya?bagaiman mendapatkan vh1 menggunakan parabola (soalnya vh1 di parabola  menggunakan pal. dan tidak ada simboretenya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aliyul wafa</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2005-04-21-888/#comment-698</link>
		<dc:creator>aliyul wafa</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Nov 2005 12:43:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">/?p=888#comment-698</guid>
		<description>TV islam memang sudah seharusnya ada, kami muslimin indonesia sudah sangat merindukan TV islam yang memuat berbagai hal mengenai islam. jadi bagaimana caranya harus ditempuh agar TV islam bisa mengudara dan tetap eksis dengan kuat di indonesia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>TV islam memang sudah seharusnya ada, kami muslimin indonesia sudah sangat merindukan TV islam yang memuat berbagai hal mengenai islam. jadi bagaimana caranya harus ditempuh agar TV islam bisa mengudara dan tetap eksis dengan kuat di indonesia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hikmat</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2005-04-21-888/#comment-586</link>
		<dc:creator>hikmat</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Sep 2005 17:04:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">/?p=888#comment-586</guid>
		<description>salam alaikum
saya tinggal di amerika, missouri. saya ingin sekali bisa nonton tv islam. tapi saya tidak tau frekuensi dsb. seperti ar rahman tv atau mqtv. bisa gak saya menangkap kedua tv itu. bagaimana caranya? tolong informasinya..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam alaikum<br />
saya tinggal di amerika, missouri. saya ingin sekali bisa nonton tv islam. tapi saya tidak tau frekuensi dsb. seperti ar rahman tv atau mqtv. bisa gak saya menangkap kedua tv itu. bagaimana caranya? tolong informasinya..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ananda Putra</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2005-04-21-888/#comment-237</link>
		<dc:creator>Ananda Putra</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Apr 2005 09:44:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">/?p=888#comment-237</guid>
		<description>Sewa frekuensi memang mahal. Tapi sebenarnya TV Islam yg baru punya modal dikit bisa pake strategi beli tanyang. Mirip dg MTV yg disebut pak Dhani di atas. Saya lihat MQTV yg dikelola AA Gym juga pek strategi tsb, namun sayang isinya masih sedikit.

TV dan radio memang alat propaganda yg sangat baik. Seharusnya umat Islam juga bisa memanfaatkannya utk dakwah. Waktu perang Afganistan dan Irak yg lalu banyak TV dari Amerika yg ingin membeli tayangan di TV Aljajera (bener gak nulisnya? :D), tapi mereka gagal mendapatkannya walau hanya utk tayangan dgn durasi 1 jam.

Semoga umat Islam bisa maju.

Wassalam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sewa frekuensi memang mahal. Tapi sebenarnya TV Islam yg baru punya modal dikit bisa pake strategi beli tanyang. Mirip dg MTV yg disebut pak Dhani di atas. Saya lihat MQTV yg dikelola AA Gym juga pek strategi tsb, namun sayang isinya masih sedikit.</p>
<p>TV dan radio memang alat propaganda yg sangat baik. Seharusnya umat Islam juga bisa memanfaatkannya utk dakwah. Waktu perang Afganistan dan Irak yg lalu banyak TV dari Amerika yg ingin membeli tayangan di TV Aljajera (bener gak nulisnya? :D), tapi mereka gagal mendapatkannya walau hanya utk tayangan dgn durasi 1 jam.</p>
<p>Semoga umat Islam bisa maju.</p>
<p>Wassalam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dhani</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2005-04-21-888/#comment-236</link>
		<dc:creator>Dhani</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Apr 2005 16:41:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">/?p=888#comment-236</guid>
		<description>Masih ada alternatif lain koq :). Izin TV komerisal itu beda dg izin TV komunitas, makanya saya usulkan sebagai TV komunitas saja. Tapi sebagai konsekuensinya, daya pancar untuk TV komunitas itu dibatasi. Alternatif lain, kita bisa melakukan 'blocking time' di stasiun yg sudah ada, mirip seperti MTV yg nebeng di Global TV atau VH1 yg mengudara via Jak TV. Jadi tinggal cari TV lokal atau nasional yg bisa diajak kerjasama. Sekarang saja banyak TV lokal yg dibangun dg modal cekak (dibawah 2 milyar), tapi mampu siaran. Saya yakin, somehow, ada cara untuk 'mengakali' kendala dana untuk sewa frekuensi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Masih ada alternatif lain koq :). Izin TV komerisal itu beda dg izin TV komunitas, makanya saya usulkan sebagai TV komunitas saja. Tapi sebagai konsekuensinya, daya pancar untuk TV komunitas itu dibatasi. Alternatif lain, kita bisa melakukan &#8216;blocking time&#8217; di stasiun yg sudah ada, mirip seperti MTV yg nebeng di Global TV atau VH1 yg mengudara via Jak TV. Jadi tinggal cari TV lokal atau nasional yg bisa diajak kerjasama. Sekarang saja banyak TV lokal yg dibangun dg modal cekak (dibawah 2 milyar), tapi mampu siaran. Saya yakin, somehow, ada cara untuk &#8216;mengakali&#8217; kendala dana untuk sewa frekuensi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Harry</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2005-04-21-888/#comment-232</link>
		<dc:creator>Harry</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Apr 2005 02:34:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">/?p=888#comment-232</guid>
		<description>mas Dhani, kata kawan saya tsb, ternyata VHF pun harus ada izinnya.
Yah, ternyata perjuangannya memang sulit ya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas Dhani, kata kawan saya tsb, ternyata VHF pun harus ada izinnya.<br />
Yah, ternyata perjuangannya memang sulit ya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dhani</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2005-04-21-888/#comment-228</link>
		<dc:creator>Dhani</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Apr 2005 11:47:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">/?p=888#comment-228</guid>
		<description>Heran, padahal Gospel Overseas (GOTV) aja kabarnya udah bisa on-air di Jakarta &#038; Manado walaupun masih pakai gelombang VHF. Baiknya kalau masih belum ada dana, jangan dipaksakan pakai UHF. Pakai saja VHF dengan izin TV komunitas. IMHO.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Heran, padahal Gospel Overseas (GOTV) aja kabarnya udah bisa on-air di Jakarta &#038; Manado walaupun masih pakai gelombang VHF. Baiknya kalau masih belum ada dana, jangan dipaksakan pakai UHF. Pakai saja VHF dengan izin TV komunitas. IMHO.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.698 seconds -->
