Fatwa on Ahmadiyyah by Indonesian Ulama Council
Pictured in this post is Gus Dur (GD) / Abdurrahman Wahid (right) and Ulil Abshar Abdalla (UAA) (left), on a conference to oppose / reject a fatwa released by MUI (Majelis Ulama Indonesia / Indonesian Ulama Council). The fatwa is about the Ahmadiyyah, stating that they are kafir / non-muslim.
These people usually said that you should not judge somebody like that. However, they missed a huge point in this particular case.
Ahmadiyyah like to show themselves as the True Muslims, saying that their religion is the true Islam.
However, when you have your own prophet, then it’s a different religion. Especially when it’s a religion based on so many deceptions, and based on British imperialists’ agenda.
It’s like you’re buying apple (read: Islam), and getting grape (read: Ahmadiyya) instead. The buyer, naturally, would be angered due to this.
Or another example, if I create my own religion, which looks like Christianity - but based on Monotheism (instead of Trinity).
Would the Christians be happy if I call this religion as the true Christianity ?
That fatwa by MUI is basically that, telling that apple is apple, and orange is orange.
It helps to avoid the confusion spread by the Ahmadiyyah missionarists.
This is where GD & UAA got confused. On the website, it’s said that the Ahmadiyyah has the rights to practice their own beliefs.
Indeed, but when you’re saying orange when it’s really apple - then somebody has to notify everyone which may suffer because of this.
Saying that Ahmadiyyah is kafir doesn’t mean that we can’t coexist with them. Quran itself said that the Christians & Jews are kafirs, but Muslims - under the guidance of wise rulers and ulama - have been able to live peacefully together with them.
This is another subtle FUD (Fear, Uncertainty, Doubt) that’s currently being spread - that when a kafir fatwa was released, that means the muslims will start attacking them.
The attack on Ahmadiyyah’s base on Parung, Indonesia is something that we all should regret. However, we should not just blindly comment on the event, but try to look a bit further. Why it happened ?
From history, such attacks usually happened because formal complaints were ignored by the authorities. After years with nothing being done, people (who felt cheated/misled) usually have ran out of patience.
I haven’t found such investigation in this current event.
My Rp 2 on the subject.

August 1st, 2005 10:45
saya bahkan tidak sampai mengira kalao gus dur pun ternyata akan menentang fatwa dari MUI , kenapa gus dur tidak membuat fatwa sendiri ? apakah gus dur tidak berani ?
ya saya merasa dalam pandangan saya Gus dur pun mulai berpikiran Liberal seperti UAA ,
yg padahal dalam Munas Terakhir PB NU menyebutkan bahwa JIL haram , nah bagaimana Gus dur sebagai ketua dewan Syuro menanggapinya , selama ini gus dur terkesan selalu mendiamkan dan mendukung segala tindak tanduk JIl dan UAA. hanya ata mungkin karena selama ini muslim yg menentang keras adalah lawan politik dari NU atau gus dur dalam konteks pribadi seperti syiah atau Muhammadiyah ???
Dari sini saya pribadi tidak setuju dengan pemikiran ulama besar seperti Gus Dur yg terkesan selalu nyleneh !!!!!! Seharus nya sebagai ulama beliau tidak meresahkan umat Islam. Lagipula tidak perlu memebuat press release yg menunjukkan bahwa para ulama Islam sudah tidak lagi kompak dan sejalan dan salaing bertentangan.
Allahuwalam , semoga yg salah bisa diluruskannNYA, amin
August 2nd, 2005 02:26
gak support trackback ya
Anyway, mari kita dukung Fatwa MUI
August 5th, 2005 01:25
Secara logika saja (belum dilihat dari sisi agama), memang banyak argumentasi dari JIL yang sangat keliru.
Salah satu artikel lainnya yang membahasnya misalnya [ yang satu ini ]
August 5th, 2005 04:05
Beberapa hari yang lalu saya mendapat email yang bersimpati kepada JIL, karena tindak-tanduk mereka dianggap lebih “santun” daripada pihak-pihak lainnya.
Saya katakan bahwa ybs kebetulan saja belum tahu tingkah laku mereka yang sebenarnya, dimana dalam berbagai pertemuan tertutup kadang kata-kata dari mereka juga tidak kalah kasar ketika berkomentar mengenai “lawan” mereka.
Well, here’s just another proof about it.
August 7th, 2005 04:01
I agree That MUI has to say “Apple” if it’s “Apple”, but the problem was MUI know nothing about “apple”. What MUI Knows were 1. Pulan said, that Apple is a a fruit which sweet and sour 2. Ucok said, It has red color or green color 3. ujang said, It also has seed inside, In the mean time there was a guy who’s sale a Tomato, since the sales guy wants to sale his stuff he just said to MUI, “Mr. MUI, I bring you the thing that we just discused”, THEN MUI SAID ” You guys are the righteous this Apple really sweet and sour, it also has red or green and look, it has seeds as well.” so MUI declared this is “APPLE”. Wassalam
August 7th, 2005 23:26
#5 - For someone living in Canada, you sure knows more about MUI than I do
President of MUI, Sahal Mahfudz, is among the most senior ulama in NU (Nahdlatul Ulama), probably the biggest muslim organization in Indonesia. Vice President of MUI is Din Syamsuddin, also Leader of Muhammadiyyah, the next biggest muslim organization in Indonesia.
And you said MUI know nothing about Ahmadiyyah ? While the fatwa was already released since 1980, and the recent fatwa was pretty much just strengthening the previous one. And while muslim organizations around the world has released similar fatwa ?
You started to sound like Ulil here, who has declared Sahal & Din as idiots as well.
August 26th, 2005 03:32
Beberapa link yang relevan :
[ Diskusi dengan Ahmadi di khaerani.blogspot.com ]
[ Curhat seorang Ahmadi ]
[ Fatwa ulama2 dunia mengenai Ahmadiyyah ]
[ Diskusi di tausyiah275 ]
[ Diskusi di isnandi.net ]
March 29th, 2007 13:44
Masalahnya bukan Apel apa Anggur mas…
Masalahnya adalah KEBEBASAN BERAGAMA itu HAK AZASI MANUSIA
Tidak bisa orang melarang Agama manapun yang dipilihnya
Gheeeto loh
Jangan membelok2kan inti permasalahan kemasalah yang bukan sebenarnya
Masalah Apel apa Anggur apa Tomat debat di kamar lain
Masalahnya MUI MELARANG orang beragama Ahmadiyah
Itu intinya
March 29th, 2007 13:52
MUI cuma melarang agama lain dari mengaku-aku sebagai agama Islam.
Kalau soal para penganut Ahmadiyyah mempraktekkan agamanya sih bukan masalah untuk MUI. Lakum dinukum waliyadin tho?
.
“Jangan membelok2kan inti permasalahan kemasalah yang bukan sebenarnya”
March 31st, 2007 15:31
Untuk Blunt… Masalahnya adalah, MUI, dan juga ulama-ulama lain di seluruh dunia menganggap bahwa Ahmadi adalah ajaran sesat. Tolong bedakan antara agama berbeda dengan ajaran sesat. Kalo beda agama, seperti penganut kristen misalnya, itu gak ada masalah… lakum dinukum waliyadin… bahkan al-quran melarang umat islam untuk bermusuhan dengan penganut kepercayaan lain (kecuali mereka memusuhi duluan). Tapi kalo ahmadiyah, konteksnya adalah penodaan terhadap agama islam. Bisa dibilang mereka menyebarkan ajaran sesat, tapi berselimutkan islam. Inilah yang jadi masalah. So, that’s why MUI dan juga ulama lain di seluruh dunia menolak kehadiran ahmadiyah. Kalo orang ahmadiyah bilang agama mereka AHMADIYAH, gw yakin MUI bakalan cuek aja… Tapi begitu mereka bilang agama mereka ISLAM, apalagi dengan embel-embel ISLAM AHMADIYAH, sangat wajar kalo MUI menolak kehadiran mereka.
August 18th, 2007 14:35
Ass.wr.wb
Perkenalkan saya seorang ahmadi yang baru-baru ini telah bai’at.
Saya tertarik dengan pernyataan saudara Ichanx tentang makna perbedaan suatu keyakinan atau dalam hal ini aliran dalam suatu keyakinan keagamaan.
Memang betul Ahmadiyah menjadi masalah ketika menyebutkan bahwa Ahmadiyah adalah Islam, yaitu Islam Ahmadiyah.
Perlu dicatat bahwa Ahmadiyah berkeyakinan bahwa dari sekian banyaknya aliran dalam Islam sendiri, bahwa Ahmadiyah adalah suatu jemaat yang membawa kebenaran hakiki. Dalam hal ini bukan berarti congkak, akan tetapi ini keyakinan personal yang selama tidak berbentuk jastifikasi nyata yang dilontarkan secara frontal dan kasar kepada yang lain adalah wajar. Itu sama saja dengan keyakinan orang kristen dengan keyakinan mereka, hindu, budha bahkan Islam terhadap keyakinan agama selain Islam sendiri.
Perlu di ingat pula bahwa Nabi besar Muhamad SAW pun tidak pernah mengkafirkan secara kasar, menghardik, menghujat atau bahkan membunuh kepada orang-orang yang duluar Islam atau bahkan dalam Islam sendiri (ingat Kisah Ubay).
Jadi apa guna kita menjastifikasi secara nyata bahwa si anu kafir sesat atau apapun yang buruk dengat nyata paksaan, kalau-kalau Nabi Muhamad pun yang punya hak tersebut tidak pernah melakukannya.
Dan yang terakhir adalah apabila Ahmadiyah dikatakan sesat, dimana letak kesesatannya?, apakah karena keyakinannya bahwa ada lagi Nabi setelah Nabi Muhamad?.
Dengan jujur saya seorang Ahmadi mengatakan bahwa Allah SWT adalah Tuhan yang Esa dengan segala nama-nama baiknya dan Muhamad SAW adalah utusan dan sebagai nabi syariat terakhir pembawa syariat Islam, akan tetapi sesuai dengan takdir ilahi adalah bahwa setelah wafatnya beliau dan Islam semakin terbagi menjadi beberapa bagian dengan keyakinannya yang sudah banyak ketergelinciran maka diakhir zaman ini akan turun seorang mujadid, mahdi dan yang berpangkat Nabi untuk meluruskan dan memenangkan Islam diatas semua agama dan keyakinan yang ada dimuka bumi ini.
Orang tersebut adalah Mirza Ghulam Ahmad.
Akan tetapi perlu di ingat bahwa Kenabian Mirza Ghulam Ahmad adalah bukan nabi syariat akan tetapi nabi bayangan yang tetap dalam koridor Islam atau dengan tegasnya adalah Islam. Mirza Ghulam Ahmad adalah lebih rendah derajatnya dibandingkan dengan Nabi besar Muhamad SAW sendiri. Bahkan Mirza Ghulam Ahmad pun mengatakan bahwa beliau ibarat debu di sepatu kanjeng Nabi Muhamad SAW (bayangkan!).
Terakhir dari saya adalah jika suatu keyakinan bahwa Nabi Isa hidup dilangit dengan tubuh kasarnya dan akan turun pada hari penghabisan atau kiyamat, maka apa bedanya dengan adanya Nabi lagi setelah Nabi Muhamad SAW.
Bukan berarti tidak mempercayai akan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT, akan tetapi karena maha kesucianNya, Allah pun tidak akan berbuat sesuatu hal yang diluar dengan hukum (hukum alam) yang telah diciptakanNya sendiri, Subhanallahu.
Allah adalah wujud yang maha sempurna, Dia tak akan mengubah keputusan yang telah dijanjikanNya. Suatu contoh jika kita lihat banyaknya kerusakan dalam tubuh atau bahkan perilaku orang muslim yang diluar Islam, maka apa hak kita untuk membantah keputusan Allah untuk menurunkan syariat atau agama baru lagi yang lebih baik. Sudah jelas bahwa hari ini kita yakini bahwa Islam adalah agama dan syariat yang terakhir dan penutup.
Dari hal tersebut diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Allah adalah wujud maha sempurna yang maha konsisten dengan aturan dan keputusanNya.
Subhanallahu, Maha suci Allah SWT.
Sekian dari saya, apabila ada kata-kata yang salah mohon dimaafkan. Kebenaran hanya datang dari Allah dan kesalahan hanya ada pada diri saya sebagai manusia yang lemah.
Dari saya yang lemah, Ahmad Walij
August 19th, 2007 12:43
@Ahmad - Nabi-nabi palsu baru bermunculan setelah Nabi Muhammad saw wafat. Dan saya kira kita semua sudah tahu apa yang terjadi - semuanya dihabisi oleh para sahabat.
.
Sama saja nasibnya dengan para pembajak merek dagang — kalau para pembajak merek dagang (polo, gucci, dst) tidak mau berhenti melakukannya, maka mereka akan dihabisi oleh pemilik merek dagang di pengadilan.
.
Silahkan saja jika para Ahmadi ingin berkeyakinan sendiri. Tapi kalau sudah membajak nama agama orang lain, nah memang pasti akan jadi masalah.
.
Kalau tidak percaya, coba saja ubah namanya menjadi “Hindu Ahmadi”. Saya kira para penganut agama hindu pasti akan berontak juga.
.
.
Sebaiknya Anda jangan terburu-buru menjadi Ahmadi dulu, sepertinya masih banyak riset yang perlu Anda lakukan. Thanks,
September 26th, 2007 13:40
harry
Kalo begitu Islam itu punya siapa?
punya andakah? punya ustad? atau punya MUIkah?
siapa yang mempunyai merek dagang Islam?
anda punya merek dagang Islam yang original?
coba tunjukan kepada kita…
he..he..he
aneh kalau ngaku-ngaku punya merek Islam Original
Har..Justru andalah yang jangan terburu-buru memvonis sesat
sudahkah anda tabayun dulu?
wassalam
September 26th, 2007 16:54
@alif - yang Islamnya original ya yang mengikuti 2 panduannya; Quran & Hadits.
.
Gitu aja kok bingung tho mas.
December 6th, 2007 00:38
Mas Harry, anda tahu tidak bahwa Qur’an dan hadits itu dua buku yang terbuka, yang bisa ditafsirkan secara berbeda. Anda cuma mengatakan bahwa tafsiran (yang anda taklidi secara membuta) itulah yang benar, yang lain slah. Bangun dong bangun.
December 6th, 2007 08:50
@Free Will - Beberapa bagian Quran & Hadits memang masih bisa ditafsirkan, tapi ada juga ayat-ayat yang sudah jelas tafsirnya dan tidak perlu ditafsirkan ulang lagi (ayat2 muhkamat).
.
Nah, berbagai aliran sesat yang mengaku-aku Islam ini justru cenderung mentafsir ulangkan ayat-ayat yang sudah jelas ini. Seperti Nabi yang terakhir, dengan segala dalih.
.
Padahal ini jelas tidak perlu, dan malah jadi merusak sendi-sendi agamanya. Sama sekali tidak ada manfaatnya.
.
Bangun dong bangun.
.
Tolong pelajari lagi Islam dari dasarnya ya, jangan memberikan komentar level anak SD seperti ini. Thanks.
December 24th, 2007 11:25
yth.bapak ketua MUI yang dihormati!
yth.rekan-rekan anarkisme yang saya cintai!
assalamu’alaikum wr.wb.
DENGAN HORMAT,SAYA MENYESALKAN TERJADINYA
KEKERASAN YANG TERJADI AKHIR2 INI KEPADA SAUDARA
ROHANI KITA YAITU AHMADIYYAH.MUI BOLEH MENGATAKAN
SESAT,TAPI MANA BUKTI DAN KENYATAAN REAL YANG KITA
LIHAT???APAKAH ANDA TAHU KEGIATAN2 YANG
AHMADIYYAH LAKUKAN???DIMANA HATI NURANI KALIAN
SEBAGAI SEORANG MUSLIM???KLO KALIAN ORANG YANG
BERAGAMA,KALIAN PARA ULAMA2 MUI,,TAHU TATA CARA
BERDIALOG KAN???PASTILAH………KAN UDAH LULUS SMA Y
YA??HEHEHEHEHE…….BISA DONG KLO CUMA
BERDIALOG…..G SUSAH KAN???TUNJUKAN PADA
DUNIA,,,KLO MEMANG HANYA PENDAPAT MUI YANG BENAR!!!!
YANG SAYA TAHU,DI AKHIR ZAMAN AKAN BANYAK ALIRAN2
ISLAM YANG MUNCUL.KETIKA SEMUA TERPILIH,MAKA HANYA
SATU YANG AKAN MENDAPATKAN CAHAYANYA.DIALOGLAH
DENGAN AHMADIYYAH,,,,SURUH MEDIA MELIPUT
LIVE,,,NANTI KAN AKAN KELIATAN YANG BENER
SIAPA…..OKEY MUI???BAGUSSSSSS…….OYA,,ADA PESEN
BUAT PARA ULAMA MUI,,,,KATANYA BELAJAR AGAMA LAGI Y
PAK.PERDALAMI AL-QURAN DAN HADIST,,,JANGAN ASAL
NJEPLAK AJA.OCE???
WASALAM.KHUDAM PURWOKERTO.
January 11th, 2008 17:41
Sdr.Alif sama Sdr.Ahmad walij masih saja berkeliaran berdakwah dengan faham sesat ahmadiyah.
Untuk semua ahmadi mari diskusi di http://islamic.us.to
Untuk Sdr.Alif mari kita lanjutkan lagi diskusi kita.
January 16th, 2008 04:02
Buat Bpk.Anjar
Mari tahu kesesatan ahmadiyah silahkan anda kunjungi http://islamic.us.to
Apabila anda mau berdiskusi dgn saya di link tsb saya persilahkan. Sudah berapa lama pak menjadi ahmadi. Masak ketika menjadi seorang ahmadi tidak bisa menemukan kesesatannya. payah deh….nggak pernah mau banyak belajar Al-Qur’an dgn baik ya. Cukup dateng pd waktu jum’at kemudian duduk mendengarkan khatib dst…lalu pulang begitu seterusnya….nggak ada kemajuan pak. Anda tidak akan bisa bersikap kritis thd Ahmadiyah.
January 21st, 2008 12:24
Kalau di dunia ini harus ada khilafah maka Gus Dur lah yang akan menjadi khalifah pertama, karena beliau adalah tokoh ulama dengan organisasinya bernama NU, Nahdhatul Ulama. Dengan kebangkitan para ulama diharapkan ulama tidak hanya berfatwa juga merwalisasikan dan menerapkan Islam dalam kehidupan, tidak hanya teori di kitab-kitab. Dari realitas yang ada, NU lah harapan umat dunia untuk menegakkan kembali daulah khilafah ‘ala minhajin nubuwwah.
January 21st, 2008 19:41
istanbul? serius lo? wakakakakakkk….. emangnya gus dur ulama? suruh dia adu ilmu agama dengan tokoh nu lain kayak hasyim muzadi, atau qurais shihab, atau sahal mahfudz… berani dikutuk jadi ganteng deh gw, gus dur pasti kalah telak. dia bukan ulama! hanya kebetulan aja cucu dari seorang ulama besar. gw yakin, orang NU yang punya otak juga gak nganggap gusdur sebagai ulama… palingan hanya ngehargain dia doang sebagai cucu pendiri NU….
April 24th, 2008 23:37
Emangnya bangsa Indonesia mau kembali ke zaman DI/TII lagi?Kasihan, kapan majunya baru saja ada kebebasan sudah mau nyeret rakyat ke arah radikalisme dan pemaksaan kehendak. MUI maupun FUI kapan dapat wewenang memaksakan keyakinan pada kelompok lain? Mimpi kali. Orang HTI, MMI, FPI dan FUI itu MALING TERIAK MALING. Guru besar mereka Muhammad bin Abdul Wahhab secara faktual adalah SEKUTU BESAR INGGRIS, ia bersekongkol dengan Ibnu Sa’ud dan Kolonial Inggris membunuh Syerif Makkah dan ulama-ulama Ahlussunnah. BELAJAR SEJARAH ATUH JANG! JANGAN HANYA NGITUNG REAL ARAB HASIL JUAL ‘ALIRAN SESAT’ DAN ‘TUTUP GEREJA’. Ane tahu rahasia antum, he…he….
April 25th, 2008 05:14
Kok orang pada membelokkan inti masalahnya ke “kekerasan” sih? Kalo kekerasan ala FPI mah saya yakin semua juga gak setuju kali….
Inti masalahnya kan adalah pendapat sebagian besar ulama yang menyatakan Ahmadiyah mengobrak-abrik ajaran Islam. Gus Dur, Adnan Buyung, Dawam Raharjo, Ulil Absar, dll BUKAN ULAMA dan BUKAN ORANG YANG NGERTI AGAMA, jadi jangan dengerin pendapat mereka.
Oke, gw bukan orang relijius. Tapi GW PERNAH beberapa kali bela-belain dateng ke Mesjid-nya Ahmadiyah (Al Mubarok kalo gak salah) di Cikutra Bandung. Gw pernah beberapa kali debat dan diskusi masalah Ahmadiyah dengan temen-temen yang Ahmadie. Kesimpulan gw, malah AHMADIYAH YANG MENGANGGAP MUSLIM LAIN KAFIR DAN SESAT karena gak mau berbai’at ke MIRZA. Gak percaya? Coba gw tantang semua Ahmadie, MAU GAK SHALAT SEBAGAI MAKMUM SEMENTARA IMAM-nya ORANG NON AHMADIYAH? Kalo Ahmadie gak mau berimamkan muslim lain, orang bodoh pun bisa narik kesimpulan kalo Ahmadie menganggap muslim lain sebagai kaum kafir dari sudut pandang mereka. Sama aja dengan gw yang gak mau sholkat kalo diimamin ama orang agama lain.
Pinter banget para Ahmadie ini. Mereka duluan yang nganggep gw sesat, kok malah mereka sekarang mainin emosi publik dengan berlaku seakan-akan sebagai pihak yang dirugikan?
Harap catet, DI PAKISTAN AHMADIYAH DIAKUI SEBAGAI MINORITAS AGAMA LAIN DI LUAR ISLAM. OKI sejak taun 70-an udah bilang AHMADIYAH bukan Islam, bahkan AHMADIYAH DILARANG BERHAJI KE MEKAH OLEH PEMERINTAH ARAB SAUDI. Tanya ke semua Ahmadie yang udah haji, ADA GAK AHMADIE YANG NAIK HAJI SAMBIL BERTERUS TERANG BAHWA MEREKA AHMADIYAH??? Kenapa? Karena Ahmadiyah udah jelas dianggap sesat oleh umat Islam seluruh dunia (Sunni dan Syiah). Kalo sekarang MUI lebih tegas untuk bilang Ahmadiyah sesat, APAKAH INI TANDANYA MUI SOK TAU? Pake akal sehat dong…..
May 15th, 2008 23:51
Beda Ahmadiyah dengan non Ahmadiyah BEDA PENAFSIRAN DOANG, Alqur’an dan Hadisya SAMI MAWON. Jadi mama yang benar SEJARAH YANG AKAN MEMBUKTIKAN,Karena ALLAH TIDAK AKAN TERTIPU ATAU KELIRU MENDUKUNG.Jika Ahmadiyah tidak bisa dihancurkan berarti bener.
May 17th, 2008 21:43
Susah memang kalau aliran aliran RADIKAL YANG KERDIL sudah kepengen jadi penguasa, TEROR DAN ANARKIS YANG MENODAI AGAMA BISA MEREKA HALALKAN.
May 24th, 2008 16:43
Untuk Abu Jidat, Quran dan Hadits kalau diselewengkan pemahamannya itu berarti sesat! Sedangkan orang menyelewengkan UUD 45 dan Pancasila aja subeversif, apalagi menyelewengkan Al Quran.
Kalau pengen tahu yang bener, ya pelajari bagaimana para shahabat memahami 2 sumber hukum Islam tadi. Gitu aja repot.
Apakah Iblis bener karena dia tidak bisa dihancurkan? Logika yang jongkok!
June 10th, 2008 00:35
ahmadiyah… ahmadiyah…
disuruh belajar agama yang baik gak mau dengar…
malah menafsirkan al-quran seenak dewe, sialan lo ahmadiyah..awas lo kalo ada dilingkungan gue, gue bakar lo ama ustadz2 gilamu itu..makanya kalo mau jadi pintar ya belajar agama ma tempatnya, di kairo kek, dipesantren ke, jangan di ujung kulon sana, entar kamu nrima wangsit lagi,..
nih juga orang2 bodo pada ngikutin2 segala..nabimu aja mirip ki joko bodo, mana mukanya angker lagi kaya pohon bringin..hati2 lo yahh..islam tetap islam, mirza itu penjilat inggris, bukan nabi,..tobatlah..itung2 kamu masih hidup
September 4th, 2008 11:32
Wah Wah
September 4th, 2008 11:41
Pokoknya semua merasa paling bener, paling bisa tafsir dengan tepat, kamu belum bisa tafsir
Pokoke kamu masuk neraka aku masuk sorga,
Kamu gak mau belajar aku sudah belajar segalanya.
Aku sudah baca buaanyak banget, kamu baru baca sediikiit
Pokoke …..
Kita berantem terus sampai kiamat … nahhh nanti kita tahu kowe bener opo aku sing bener ……