SEObox: Web Hosting Murah Unlimited Homeschooling Indonesia

Kekejaman Hypermart

Hypermart,spt Giant, Carrefour, Makro, dll; memang menyenangkan bagi customer. Praktis, krn serba ada. Dan harganya juga (kadang) murah.
Tapi banyak yang ternyata berdiri dengan menginjak-injak hak pihak lainnya.

Saudara saya yang bergelut di bidang minimarket menceritakan berbagai curhat dari para suppliernya.
Contoh; ada satu hypermart yang ingin mempromosikan sebuah produk pembalut wanita.Sang suplier ditekan agar memberikan harga yang semurah2nya. Karena pesanannya banyak, maka diberikan dg harga murah tersebut.
Tapi, apa yang terjadi kemudian ? Setelah masa promosi habis, ternyata sisa stok masih luar biasa banyak, dan dikembalikan semuanya ke suplier. Ini sangat di luar dugaannya, mau untung sedikit malah buntung habis2an; karena stok sebanyak itu mau disimpan dimana? Kalaupun sewa gudang tambahan, bisa berapa lama sampai stok tadi habis ?
Akhirnya dg terpaksa stok pembalut wanita tadi dibakar, utk menghindari kerugian lebih lanjut.

Contoh lainnya, ada hypermart dimana barang yang hilang dibebankan kpd suplier.
Gila ? Memang, hilangnya di hypermart, lha malah dibebankan ke orang lain.

Ada lagi yang seenaknya dalam membayar, malah ada yang karyawannya minta disogok dulu kalau mau lancar urusannya.

Cerita-cerita horor spt ini masih banyak. Para hypermart tsb bisa melakukan ini pada suplier kecil, krn kalaupun mrk keluar maka ada gantinya. Mereka tidak bisa melakukan ini kpd para suplier besar,spt Unilever, dll.

Teroris.

15 Responses to “Kekejaman Hypermart

  • 1
    milisdad
    August 6th, 2005 03:01

    bisnis itu emang kejam :(

  • 2
    kusaeni
    August 6th, 2005 04:39

    ane belum pernah ke hypermart .. di desa ane kagak ada nih mas …. :P

    @1 . bisnis emang kejam .. be tuuuuuuullllllll

    MERDEKA

  • 3
    indah
    September 26th, 2005 06:13

    Baca informasi tentang kisah suplier2x kecil Hypermart saya jadi mundur nih..,apa iya mau untung malah jd buntung? pdhal sebelumnya saya punya rencana ingin menyuplai produk2x handycraft ke salah satu hypermart di kota saya,(suplier kecil),skrg emang sy lagi nyari2x informasi nih..!,tolong dong kalo ada yg tau gimana sih caranya jd suplier hypermart?,siapa aja yg dihubungi? o,iya & gimana jg jadi suplier biar tdk dirugikan o/ hypermart tsb?

  • 4
    cepi
    November 12th, 2006 17:47

    saya punya rencana jd suplier hypemart,karena saya tertarik dari dengan pengalaman teman saya yg lebih dulu menjadi suplier tsb dan ternyata dia sukses melakukan kerja sama dg hypermart. jadi bagi saudara yg punya ide bisnis tsb jangan pantang nyerah,kalo memang produk yg dimiliki diterima di pasar apa salahnya untuk mencoba.

    agar jadi suplier tdk dirugikan baiknya saudara, membuat perjanjian kerja sama /MOU dengan pihak hypermart. kalo suatu saat terjadi kekeliruan saudara berpegang lagi pada item2 yg termuat dlm perjajian tsb.

  • 5
    Irene
    November 8th, 2007 13:44

    Dari pengalaman sich, bukan hanya dalam bisnis hypermart aja supplier dirugikan, dalam bisnis lain pun supplier bisa dirugikan
    karena di mata user (seperti hypermart atau perusahaan2 lainnya) mereka bisa memilih dari pilihan supplier yang banyak itu, mereka yang berkuasa, mereka yang merasa dibutuhkan, bukan membutuhkan (apalagi terhadap supplier2 kecil yang masih butuh mereka untuk mengembangkan diri, sementara supplier besar sudah mapan dan punya peraturan yang lebih jelas), jadi mereka bisa memilih dan menekan harga habis2an.
    Yang penting, seberapa pentingnyakah user tersebut dan seberapa rugi nya si supplier (perhitungan untung rugi aja), apakah layak untuk mempertahankan user tersebut

  • 6
    PAULO
    November 9th, 2007 16:04

    mbak indah…klo mau jd supplier / vendor di carrefour hubungi aja ibu nianty kusuma,ibu yanty susanti, ibu zaorah

  • 7
    Diego
    November 13th, 2007 16:55

    Sebenarnya Supplier juga berkuasa terhadap Hypermarket. Karena tanpa Supplier mereka tidak memiliki produk apapun untuk dijual. Jika memang supplier merasa dirugikan, jawabannya adalah “JANGAN EBRBISNIS”. Bisnis adalah situasi yang terjadi karena kedua belah pihak merasa diuntungkan.

    Merasa rugi, kok tetap aja kerjasama… ya aneh itu.

  • 8
    sufehmi
    November 14th, 2007 08:51

    @Diego - ini logika yang keliru, dan sudah terbukti di lapangan.
    .
    Hypermart, karena buying powernya luar biasa serta prestige nya (produk saya sudah masuk hypermart X); sehingga bargaining positionnya sangat kuat.
    .
    Maka jadi bisa terjadi kisah-kisah seperti yang saya cantumkan di artikel ini.

  • 9
    paulo
    December 27th, 2007 16:10

    intinya klo gak kuat modal jangan jadi supplier di hypermart atau carrefour dah,soalnya invoicenya juga susah cairnya boooo…kadang di pending ampe 3 bulan gak kuat modal bisa bangkrut tuh supplier tauuuuuuuuuuuuuuuuuu

  • 10
    Daniel
    February 13th, 2008 02:10

    (Jakarta, 12/02) Ada-ada saja tingkah perusahaan besar saat menghadapi tagihan. Contohnya HYPERMART yang menghadapi tagihan dari RAFLESIA, sebuah perusahaan penyewaan Alat Pesta yang berdomisili di Jakarta. Dengan sistem birokrasinya yang cukup rumit nampak jelas sekali pihak HYPERMART berupaya berkelit dari invoice perusahaan alat pesta tersebut. “Padahal sisa tagihannya cuma Rp. 10 juta-an”, kata Adiba, Humas dan Public Relation RAFLESIA. “Setiap kami mencoba untuk menagih, beberapa staf HYPERMART yang berkaitan saling lempar tanggung jawab, lanjutnya.
    Di Indonesia, HYPERMART begitu familiar dengan masyarakat. Perusahaan yang melahirkan MATAHARI Departement Store dan GIANT itu saat ini memiliki lebih dari 5 ribu karyawan. Desember tahun lalu pihak HYPERMART menyewa beberapa unit tenda dari RAFLESIA untuk keperluan Grand Opening HYPERMART Kedung Badak, Bogor. Tenda-tenda tersebut disewa selama 10 hari oleh pihak HYPERMART. Namun entah kenapa pihak HYPERMART hanya membayar 7 hari masa sewa. Saat ditagih sisanya, staf-staf HYPERMAT yang berkaitan saling lempar tanggung jawab dan nampak ada upaya untukmenghindar dari tagihan. “Jujur, kami tidak menyangka bahwa perusahaan sebesar HYPERMART menghindar dari kewajiban membayar hutang. Kami merasa dipermainkan..!!!”. ujar Adiba menutup pembicaraan

  • 11
    F-MART
    April 3rd, 2008 19:52

    Kami segera akan membuka minimarket F-Mart (franchise) di surabaya, kepada seluruh distributor (sekitar surabaya) dihimbau untuk memberikan informasi2 produk mereka. Terima Kasih, Hub. (031)71015156 - 71878910

  • 12
    Mr E
    April 7th, 2008 15:03

    saya juga supplier. ya kecewa juga sama hypermart. gak ada bedanya sama carrefour dan makro, semuanya kayak perampok. Kejem bgt. neken supplier sampe mati kalo bisa. iya apa iya? iya. saya perna supply ke hypermart. mereka order hanya 4 juta. tapi minta tambahan biaya promosi 15 juta. ya mana bisa berjalan? alhasil putus hubungan deh. mereka memang disenangi customer2. karena lengkap dan relatif murah. tapi kelanggengan mereka adalah diatas penderitaan para supplier. Carrefour contohnya, agreement yang harus ditandatangani utk jadi suppliernya sangat memberatkan. bahkan didalamnya banyak ancaman2 penalty yang sama sekali tidak berperasaan. tapi ada tertulis didalamnya bahwa semua penalty ini tidak akan berlaku bila kecerobohan adalah dari pihak carrefour. seluruh kantor saya berkata” Bencooong” begitu membaca hal ini. Makro? gak ada bedanya… seenak2nya menekan. minta merek sendiri. kita siapkan stok banyak… discontinue produk seenaknya, barang dengan embos merek mereka? tidak akan bisa dijual ditempat lain, dan buntung abis2an terjadi. coba ada jasa yang menangani jeritan para supplier ini. saya pasti ikut, sayangnya supplier2 tdk tergabung dalam satu wadah naungan. jadi bisa dimonopli seenak jidat mart2 ini. sampe berdarah2. ada yang nanya, kenapa business kalau merasa rugi? jawabannya ya karena untung sebetulnya masih ada walaupun sudah tidak terasa nikmat. bahkan memuakkan jika dibanding dengan harga diri yang diinjak2 dan dimonopoli. tapi demi menjaga exsistensi produk kita dipasar. maka keadaan ini dipertahankan. untuk menunjukan kekuatan, kemampuan bersaing dengan merek lain. dll.

  • 13
    fanny
    June 3rd, 2008 11:57

    hai..mau tny kalo ada yg tau contact person untuk hypermart ya…siapa tau ada yg kenal..soalnya mau masukin barang elektronik nich…ya coba2 aja siapa tau bisa..cb binun mau contact siapa di hypermart jakarta nya..thx ya

  • 14
    rasya
    August 15th, 2008 21:42

    wah..seru2 yah kisahnya. intinya memang begitu, jika merasa punya power, pasti bawaannya mau nekan terus. keberadaan hypermarket di indonesia aja udah membuat mati pasar tradisional ditambah lagi dengan ketentuan2 mereka yg mencekik suplier. selain kisah2 diatas, para suplier juga diharuskan membayar listing fee sebesar 2-5juta/produk. bayangkan jika dalam satu hypermarket ada 30.000 aja jenis produk maka taruhlah 1jt aja untuk listing fee maka ada 30 milyar duit di hypermart yang bisa dipake untuk membuka cabang ditempat lainnya. wajarkan jika kita dengar “tahun ini carrefour akan buka 10 cabang ato giant akan buka 20 cabang.. ato makro akan buka 30 cabang… ditahun depan”. wajar aja kan? dari satu cabang aja hypermart itu bisa dapat minimal 30 milyar.. hebat!!!
    selain itu ada produk private label yang membuat pasar tradisional jadi megap-megap. harga yang murah disebabkan karena :
    1. mengancam produsen
    2.ketersediaan di di rak no 1&2
    3.tidak ada biaya promosi
    tanpa kita sadari barang2 private label sebenarnya menjadi kompetitor warung dekat rumah kita. kalo memang bisa, jika untuk belanja kebutuhan sehari-hari seperti gula, terigu, beras dan lain2..mending beli di warung aja. walaupun mahal dikit, silaturahmi kita bisa tetap terjaga (yang penting jangan belanja sambil bergosip hehehe).

  • 15
    Dimas
    September 17th, 2008 11:07

    Sayang sekali apa yang saudara anda hadapi tetapi itu memang resiko bila berhubungan dengan hypermart yang telah mempunyai nama besar.
    andai saudara anda mau saya ingin membuka toko kelontong dan juga ingin menawarkan kerjasama agar saudara anda mau untuk menjadi suplier ke toko saya tersebut. terimakasih.

Leave a Reply

Subscribe without commenting