SEObox: Web Hosting Murah Unlimited Homeschooling Indonesia

Jaringan Islam Liberal “dibersihkan” dari NU dan Muhammadiyyah

Alhamdulillah, ternyata para aktivis Islam Liberal telah dibersihkan dari NU dan Muhammadiyyah.
Dengan begini maka mudah-mudahan “kompetisi” bisa menjadi lebih “fair”, tidak cuma mendompleng kedua ormas tersebut.

Well, actually the playing field is STILL not level right now, because JIL still has massive access to the mass media.
Case study; when they refused the MUI fatwa (on Ahmadiyya), they mounted an attack via the media, and it was quite successful to affect people’s opinion. Even though the fatwa was released by very senior ulamas in Indonesia, and while similar fatwa has been released all over the world. It’s quite scary to be frank.

37 Responses to “Jaringan Islam Liberal “dibersihkan” dari NU dan Muhammadiyyah

  • 1
    jesie
    August 9th, 2005 03:00

    well…controversy is always a good news,for the media of course. And it seems that the media that responded well to JIL is those the secular and the non moslem one.

    Yang lebih menyakitkan adalah pihak yang berpegang kepada nilai-nilai konservatif di posisikan sama dengan teroris.

  • 2
    rina
    August 19th, 2005 09:37

    Allahu Akbar, mudah - mudahan MUI akan benar benar bersih dari orang - orang yang sesat dan menyesatkan

  • 3
    Ash
    October 9th, 2005 18:00

    give some mesej

  • 4
    Khoirul Anam
    November 15th, 2005 05:53

    Saya pikir islam liberalisme bukan ditiadakan, tetapi bagaimana kita menyikapi persoalan akan penegakan ajaran-ajaran islam dalam realita kehidupan pemeluk islam.

  • 5
    nur hasan
    June 15th, 2006 04:48

    saya tidak mempermasahkan jil tapi marilah kita tegakkan hukum islam di Indonesia.Karena manusia sudah banyak yg dholim.Termasuk Dholim terhadap dirinya sendiri.Perbaharuilah syahadat kita tiap hari.Dengan demikian kita bergerak mendekati ajaran islam dussss….mari kita tegakkan syari’at islam di Indonesia

  • 6
    ichanx
    March 31st, 2007 15:02

    JIL? ah, hanya orang-orang gila aja tuh mereka mah

  • 7
    Rifqotusunnia
    July 25th, 2007 09:58

    JIL… BETULKAH DIRIMU BENAR-BENAR JIL,,SETAHU SAYA LIBERAL YANG SESUNGGUHNYA YANG DILAKUKAN ROSULULLOH

  • 8
    astri
    August 8th, 2007 11:40

    ga mo mw komentar..iseng doang ko..

  • 9
    zen
    August 21st, 2007 10:08

    yaa rob ihdinii sirotol mustaqiim wa qinii ‘adhabannaar.amiin

  • 10
    Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.
    October 10th, 2007 09:03

    ALLAHNYA BENAR, NABI MUHAMMAD SAW-NYA BENAR DAN KITAB SUCINYA BENAR! Jadi ketiganya wajib diimani.

    I. Yang salah adalah persepsi umatnya kepada kitab sucinya sejak nabinya wafat!
    Yaitu persepsi yang dimulai dengan terdapatnya khilafiah mazhab usul fiqih zaman Khulafa Rasyidin, khilafiah zaman Tabi’in, melalui haditnya yang tidak boleh dibukukan menuju kepada imam-imam mazhab, fiqih, ijma, qiyas, fatwa, sampai kepada mazhab Liberal zaman sekarang.
    Berpersepsi agama dengan proses sejarah seperti ini tidak ada dasar hujjahnya didalam kitab suci, bahkan meninggalkan Al Quran sesuai Al Furqaan (25) ayat 30, padahal mudah sesuai Al Qamar (54) ayat 17,22,32,40, sedang Al Quran adalah isi dari kitab suci yang belum dijumpai wujudnya sesuai Al Waaqi’ah (56) ayat 77-79, Al Baqarah (2) ayat 2.

    II. Hujjah Allah, Nabi dan Kitab sucinya telah ditentukan didalamnya:
    Sejak nabi wafat sampai sekarang umat manusia diwajibkan menunggu-nunggu dan tidak melupakan:

    1. Al A’raaf (7) ayat 52,53: Datangnya Allah menurunkan Hari Takwil Kebenaran Kitab (sebagai ketentuan akhir dari persoalan perselisihan agama).

    2. Fushshilat (41) ayat 44: Datangnya Allah menjadikan Al Quran dalam bahasa asing ‘Indonesia’ selain dalam bahasa Arab.

    3. Thaha (20) ayat 114,115: Datangnya Allah menyempurnakan pewahyuan Al Quran berkat do’a ilmu pengetahuan agama oleh manusia.

    4. Al Mujaadilah (58) ayat 6,18,22: Datangnya Allah membangkitkan semua manusia beragama, berkeyakinan dengan ilmu pengetahuan agama dan saling meridoi antara Allah dan manusia.

    5. Ali Imran (3) ayat 19,81,82,83,85, Al Maidah (5) ayat 3, Al Hajj (22) ayat 78, Al Baqarah (2) ayat 208: Datangnya Allah menyempurnakan agama dari sisi Allah adalah Islam yang diridhoi menjadi Agama Allah.

    6. An Nashr (110) ayat 1,2,3: Datangnya Allah menciptakan Agama Allah sebagai wadah agama disisi Allah adalah Isalam yang telah porak-poranda menuju kepada persepsi tunggal agama berbondong-bondong masuk kedalamnya dengan mencapai kedamaian hudaibiyah zamani sesuai An Nahl (16) ayat 93.

    7. Al Baqarah (2) ayat 148: Datangnya Allah PASTI mengumpulkan berbagai macam proses persepsi agama kepada satu persepsi agama.

    8. At Taubah (9) ayat 97: Kesemuannya itu datang turun di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berfalsafah Panca Sila pada awal millennium ke-3 masehi, dan PASTI ditolak oleh orang yang kearab-araban.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  • 11
    Rully
    October 27th, 2007 16:39

    Seems like everyone playing such GOD…

    Bukankah setiap muslim yg meng”Kafir”kan saudaranya satu umat, dapat diragukan ke-Islam-annya? Wallahu’alam…

    Sungguh sangat terlihat jelas dimana yg paham secara komprehensif, mana yg tidak… Memang sulit dialog dgn yg tidak paham, apalagi tidak ada dasar…

  • 12
    toni mustopa
    October 29th, 2007 23:16

    bagi saya pribadi, hanya ridha Allah yang menjadi dasar untuk hidup di dunia ini, jika lantas manusia hidup di dunia tidak mencari ridho Allah tentu saja mati pun bagi dia akan tetap hina apalagi untuk hidup. masalah kafir atau tidaknya seseorang hanya masalah mudah untuk mengetahuinya. yang pasti Allah maha tahu, keduanya dirinya sendiri dan ketiganya jika manusia itu sudah mencontoh selain uswatun hasanah. ingat al-qur’an adalah mukjijat rasullullah Muhammad SAW, dan Allah ridha hanya kepada rasullullah Muhammad SAW dan pengikut sunahnya. jika dari perbuatan saja sudah beda apalagi tujuanya, jelas tidaklah sama, jika panutannya saja bukan rasullullah Muhammad SAW lantas dari sudut mana dia disebut islam, tentu hanya sebutan kafir saja yang layak disandang dirinya dan tentu neraka jahanam trophy baginya kelak. ingat hatimu tak bisa kamu bohongi, tentu kamu tahu tempatmu nanti apakah dengan kelakuan kamu sekarang layak menyebut diri islam … dan layakkah untuk dapat surga. yang jelas… jika memang tujuan nya benar kenapa namanya saja JARINGAN ISLAM LIBERAL dean begini tentu kita tahu bahwa ini bukan islam melainkan penipu berkedok islam, yang berbuat keji dengan memecah al-qur’an sekeinginan dia saja. memilih dan memilah ayat agar sesuai dengan perut dan otaknya. wallahu alam mudah2 an Allah memberi hidayah bagi semua muslim dan muslimat.. amin

  • 13
    Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.
    November 4th, 2007 11:30

    Saudara Toni Mustopa Yang Mulia,
    Jangan suka mencela orang lain yaitu Jaringan Islam Liberal sebelum faham benar.
    Anda ingin cari Ridha Allah kepada manusia dan ridha manusia kepada Allah baca saja AL MUJAADILAH (58) AYAT 22, dan laksanakan sesuai dengan maksud Allah itu, makanya kalau belum mengerti jangan menyalahkan orang lain, urus diri sendiri.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennuium ke-3 masehi.

  • 14
    OSAMA
    November 6th, 2007 07:39

    aL qURAN 58: 22
    ” Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya , sekalipun orang orang itu bapak bapak, atau anak anak atau saudara saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang orang yang telah menanamkan keimanan dalamhati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya . Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir dibawahnya sungai sungai, mereka kekal didalmnya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun merasa puas terhadap-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah , bahwa sesuangguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung ”

    Dari ayat tsb diatas sebenarnya jelas bahwa pemikiran Liberalis tidak sesuai dengan islam, kok seenaknya Om Soegana Gandkusuma membelokan seenak udelnya … he he….

  • 15
    agungk
    November 9th, 2007 20:29

    Eh..ternyata Bung Soegana ini benar-benar ulet dalam menyebarkan misinya… :-)
    Jangan-jangan belia telah pula bertapa 40 hari 40 malam seperti ‘Nabi’ Al-Masih Maut :-))

  • 16
    Hadi Mushadiq
    November 12th, 2007 08:28

    Assalamu’alaikum wr.wb…16
    Pak Soegana Gandakoesoema,
    Maaf Pak, pemahaman Bapak mengenai “rahasia” Alloh SWT yg terkandung di dalam al-Quran tentang “akan” berlakunya/tegaknya Islam dalam konteks daulah di bumi Indonesia, apakah ada rujukan tafsir (semisal Ibnu Katsir atau yg lainnya)? Mohon penjelasan Bapak agar kaum mukminin di Indonesia mendapat pencerahan! Terimakasih.

  • 17
    syafrial
    November 24th, 2007 22:38

    Assalamu’alaikum wr.wb
    seenak perutnya Bung Soegana ini ngomong, dia anggap akan ada Al Quran Berbahasa indonesia????? dan dia menganggap ALLAH dan manusia saling meridhoi??? yalah ngak mungkin manusia meridhoi ALLAH, yang mungkin ALLAH Meridhoi manusia dan manusia meridhoi sesasamanya, manusia tidak akan bisa meridhoi ALLAH dan tidak akan mampu karena manusia adalah lemah…dan dipenuhi dengan NAFSU….wass. ….wallahu alam mudah2 an Allah memberi hidayah bagi semua muslim dan muslimat.. amin

  • 18
    Rundy
    November 27th, 2007 14:45

    apakah kau para JIL tdk takut t’hadap siksaan Allah di hari kelak….!!!!!
    karena engkau t’lah membuat agama Allah menjadi rincuh dan suka meragukan kebenaran al-qur’an dan hadist…..
    kau ini sma saja seperti tdk lagi mau beragama islam daripada kau membelokkan arti dri al-qur’an dan hadist lebih baik kau membuat kepercayaan sendiri dan yg paling penting JGN MEMBAWA-BAWA NAMA ISLAM karena isLam adlh agama yg diridhoi allah dan saya tdk suka kpd orang yg menjelekkan islam,agama aliran sesat yg memakai nama-nama islam dan saya paling benci kepada ORANG-ORANG JIL(JARINGAN ISLAM LIBERAL)

  • 19
    Free Will
    December 6th, 2007 00:22

    Sdr Rundy, apakah anda tidak takut kalau ternyata keyakinan anda justru yang rancu. Orang JIL adalah orang yang mau berpikir, sementara anda cuma mengikuti ajaran nenek moyang anda.

  • 20
    sufehmi
    December 6th, 2007 08:57

    Orang JIL adalah orang yang mau berpikir
    .
    Mau berpikir **ngawur** mungkin maksud Anda?
    .
    Silahkan baca misalnya artikel ini.
    Dan masih banyak lagi.
    .
    Pada saat ini, JIL sama sekali tidak intelek. Menurut saya, mereka justru sudah berkali-kali mislead / menggiring orang ke pendapat yang keliru, dengan menggunakan berbagai trik (half truths, menggunakan narasumber yang tidak jelas, menyampaikan data tanpa konteks, dst).
    .
    Kita diberi anugrah otak olah Allah swt, mustinya kita gunakan dengan sebaik-baiknya; agar kita tidak mudah ditipu oleh orang-orang seperti ini.
    Thanks.

  • 21
    yadi
    December 13th, 2007 09:26

    numpang lewat……..

  • 22
    Akram
    December 22nd, 2007 12:33

    Seperti muslim-muslim lainnya, saya juga terperangah dengan ide-ide, pandangan-pandangan orang-orang JIL (yang sampai diplesetkan dengan singkatan JARINGAN IBLIS LIBERAL) termasuk Bung Soegana dengan salah satu reply-nya di atas.

    Bung Soegana,

    Anda mengklaim “Sejak nabi wafat sampai sekarang umat manusia diwajibkan menunggu-nunggu dan tidak melupakan”

    Pertama:
    “2. Fushshilat (41) ayat 44: Datangnya Allah menjadikan Al Quran dalam bahasa asing ‘Indonesia’ selain dalam bahasa Arab.”

    Coba perhatikan petikan terjemahan ayat 44 tersebut berikut ini:

    “Dan jikalau Kami jadikan Al Quraan itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?” Apakah (patut Al Quraan) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: “Al Quraan itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mu’min. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quraan itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh”.

    Pertanyaan saya:
    Bagian mana dari terjemahan tersebut di atas yang Anda
    tafsirkan, analisis SECARA ILMIAH(?) yang membawa Anda
    kepada keyakinan bahwa Allah SWT akan menurunkan
    Al-Quran ‘lain’yang berbahasa Indonesia, atau AKAN
    MENJADIKAN AL-QUR’AN DALAM BAHASA ASING,
    ‘INDONESIA’ selain bahasa Arab.”?

    Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa Anda telah absolutely SALAH menafsirkan arti ayat di atas. KATA ‘JIKALAU’ dalam kalimat terjemahan ayat di atas “… jikalau Kami jadikan Al Quraan itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?” Apakah (patut Al Quraan) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab?” BERMAKNA PENGANDAIAN. Secra semantis, kalimat ‘Jikalau … tentulah … ayat-ayatnya?” merupakan kalimat pengandaian, bukan kalimat bersyarat. Berbeda dengan hal-hal yang diungkapkan lewat kalimat bersyarat, hal-hal yang diungkapkan lewat kalimat pengandaian TIDAK AKAN PERNAH TERJADI, termasuk bahasa yang digunakan oleh Al-Qur’an, selain bahasa Arab, seperti diungkapkan oleh ayat tersebut. JAdi, TIDAK MUNGKIN AL-QUR’AN DITURUNKAN DALAM BAHASA INDONESIA, atau MUSTAHIL ALLAH SWT MENURUNKAN AL-QUR’AN LAIN yang BERBAHASA INDONESIA. Selain itu, bukankah Al-Qur’an akan terjaga sampai akhir zaman seperti apa adanya sekarang, menyangkut isi, dan, tentu saja, termasuk bahasanya yang bahasa ARAB?

    Kedua:
    At Taubah (9) ayat 97: Kesemuannya itu datang turun di Negara Kesatuan Republik Indonesia…”

    Coba perhatikan petikan terjemahan ayat 97 surah tersebut berikut ini:

    “Orang-orang Arab Badwi itu, lebih sangat kekafiran dan kemunafikannya, dan lebih wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

    Pertanyaan saya:
    Bagian mana dari terjemahan tersebut di atas yang Anda
    tafsirkan, analisis SECARA ILMIAH(?) sehingga Anda
    meyakini bahwa Allah SWT akan ‘menurunkan Al-Quran
    ‘versi’ Anda di negara Republik Indonesia’?

    Lagi-lagi, kajian semantis ilmiah (?) Anda salah, no doubt at all!

    Jadi, dari dua hal tersebut di atas saja kelihatan bahwa Anda sudah memberikan ‘ajaran’ yang undoubtedly misleading, menyesatkan. Jadi, wajar orang-orang muslim lain, seperti saya, terperangah dan menilai ‘ajaran’ Anda menyesatkan, sangat tidak masuk akal.

    Ya Allah, Yang Maha Kuasa, Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Melindungi, lindungilah kami, hamba-hamba-Mu, dari ajaran-ajaran yang menyesatkan yang bisa mengakibatkan murkamu tertimpa kepada kami. Kami takut terhadap azab-Mu.

    Ya Allah, Engkau pemilik ilmu yang sempurna. Oleh karena itu tunjukkan kepada hamba-hamba-Mu mana yang benar dan mana yang salah. Kami manusia adalah makhluk yang tidak pernah luput dari khilaf, salah dan dosa. Hanya Engkau-lah yang sempurna, Maha Sempurna.

    Ya Allah, Engkau Maha Pengampun atas segala hilaf, salah dan dosa. Oleh karena itu, ampuni segala kesalahan dan dosa hamba-hamba-Mu.

    YA Allah, yang Maha Memberi Petunjuk, beri petunjuk kepada, kami, hamba-hamba yang khilaf, semoga kami termasuk orang-rang yang memperoleh petunjuk dari-Mu.

    Ya Allah, Yang Maha Menerima doa, terimalah doa hamba. Amin.

  • 23
    toni mustopa
    January 8th, 2008 23:54

    Assalammu’alaikum Warrahmatullahi wabarakatuh. alhamdulillah puji dan syukur mari kita panjatkan ke hadirat Allah SWT. tak lupa kita haturkan puji dan kerinduan kita kepada baginda Rasullulah Muhammad SAW. jika hendak kita berandai… bahwa seandainya rasullullah masih ada di sekitar kita pada saat ini dan kemudian mendengar tentang yang namanya JIL. insya Allah ga bakal banyak komentar, JIL adalah sebenar benarnya musuh, bukan hanya musih pribadi tetapi musuh Allah. jd saya pikir sdh ga perlu dibahas lg tentang status JIL, jika anda merasa islam dan beriman kepada Allah dan rasulnya. saya yakin pendapat anda akan sama. JIL laknatullah …Insya Allah. mudah mudahan tdk ada lg yg terjebak dengan ajaran laknatullah tersebut, Mudah2 an sedikit tulisan dan pembahasan di blog ini bisa menggugah hati teman2 dan saudara sekalian. amiin. wallahu alam bi shawab, hanya Allah yang semutlaknya kebenaran. semoga selalu terlindung dari segala bisikan setan.

  • 24
    Salman Nasutioni
    January 13th, 2008 19:36

    bagus, saya sebagai warga muhammadiyah sangat mendukung dalam pemikiran JIL. tapi kalo bisa jangan ada fatwa2 muhammadiyah utuk umat lain. kalo bisa musyawarah kita utamakan. ok. salam persahabatan.

  • 25
    coa
    February 19th, 2008 20:04

    Mas, Mba! ingat kita semua saudara, ajaran Islam memperbolehkan saling mengoreksi, tapi pake akhlak lah….!Mudah-mudahan prasangka saya benar, “ini semua dalam rangka kemajuan kita bersama, bukan untuk saling menjatuhkan”.
    kenapa JIL harus dikutuk-kutuk sich,bukankah yang berhak ngutuk itu hanya Gusti Allah,ingat kita cuma makhluk Allah yang hanya disuruh ibadah,tentunya ibadah dalam arti luas.dan ingat kita bukan Allah yang punya pengetahuan Maha luas tuk bisa ngutuk orang.peace man!

  • 26
    sumitra
    February 19th, 2008 22:08

    sangat simpel sich alasan kenapa kita mesti mengutuk dan memesuhi JIL karena Allah sudah memberikan batasan batasan dan pedoman dalam al-qur’an, rasullullah sudah menjadi suri tauladan yang baik dan semua terangkum dalam hadist-hadist yang bisa kita nikmati dan telaah bersama sekarang ini. jadi dengan pedoman tersebut sangat jelaslah bagaimana kita harus menyikapi JIL tersebut, yakni dengan mengkategorikan sebagai musuh umat islam yang sebenar benarnya musuh, duri dalam selimut dan menikam dalam dalam pada tubuh islam itu sendiri. tidak ada kata lain selain MUSUHI JIL.

  • 27
    dadang gocim
    February 19th, 2008 22:12

    ajaran islam memang memperbolehkan perbedaan dan koreksi selama dalam batas yang tidak melanggar bentuk keutuhan islam itu sendiri. tapi sebagai umat islam kita wajib menjaga dan selalu waspada terhadap bahaya laten yang dapat merusak ISLAM itu sendiri seperti musuh dalam selimut si JIL. mudah mudahan Allah segera melenyapkan nya dari muka bumi hingga mereka tahu mereka ternyata salah dengan telaah telaah yang menganggap jaringan pembaharu jaringan modern. non sen mereka hanya musuh ALLAH SWT.

  • 28
    zai
    March 1st, 2008 12:05

    JIL itukan lagi nglindur jadi ndak usah dikomentarin. orang macam JIL ini shalat subuhnya pasti banyak bolong. ya itulah kalau merasa paling tau soal islam. jika anda semua lagi diskusi dengan orang-orang JIL ini pasti seru juga. anda diskusi dari jam 11.00 ampe jam 3.00 juga tak akan membosankan. waktu azan dhuhur datang, kita ngajak orang JIL ini untuk shalat dulu, mereka bilang, NANTI dulu, obrolan sedang seru. ketika waktu dhuhur ampir abis, kita ajak lagi mereka bilang OH YA SEBENTAR LAGI. kalau kita bersikeras mau shalat mereka ikut shalat tapi dengan hati dongkol. bukan Orang JIL ini yang salah bikin situs. TAPI KALIAN YANG BODOOOOOH mau aja terpengaruh untuk komentar. bagiku situs JIL ini setara dengan situs porno kok, enak diliat tidak untuk diseriusi KALIAN YANG TERPANCING dengan situs ini YANG GOBLOKNYA SELANGIT. gitu aja kok repot. JIL bikin situs kalian heboh. JIL mau diskusi kalian geger, emang kalo ULIL atau anak buahnya ama penyandang dananya masuk neraka apa kalian ikut dihukum TUHAN, trus kalo ULIL dan anak buahnya masuk surga apa kalian ingin minta jatah. apa kalo kalian biarkan ULIL Cs ini komentar macam2 kalian dihukm TUHAN???. GOBLOKNYA KALIAN itu adalah ikutan KOMENTAR. situs JIL ini enak desainnya enak tulisannya ENAK DILIHAT DODOOOOL. DASAR KALIAN GOBLOK SEMUAAAAA.

  • 29
    eqi pratama
    March 18th, 2008 11:23

    sesuatu yang batil pasti musnah sesuatu yang bid’ah pasti diperlihatkan nanti diakhir masa perumpamaan saat ini bid’ah turuti sunnah rosul dgn murni jgn dilebihi dan dikurangi itu adalah sesuatu yg bid’ah silahkan ribut nanti juga ketauan sesuatu yang diterima oleh alloh yaitu keutuhan sunnah rosul dan alquran

  • 30
    ryan
    September 24th, 2008 15:03

    gue mendukung pendapat2 orang JIL., karena menurut gue JIL merupakan jembatan untuk membawa islam menuju kemodernan dan pembaharuan pikiran..
    mari pakek logica kita,
    sesungguhnya kehidupan dunia inilah yang nyata, yang fana itu justru kehidupan akhirat..jadi mari kita berbuat lebih banyak untuk dunia kita
    klo islam dikatakan agama yang modern, maka kita harus mengikuti perkembangan zaman ini..
    kemunduran islam justru terjadi karena umat islam terlalu banyak terlarut dalam hal-hal yang bersifat akidah dan ibadah…..sedangkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi di tinggalkan…klo kita ingin islam berjaya kita harus menguasai tekhnologi bukan dengan cara “berdakwah”….
    kita jgn menutup kemungkinan kalau hukum2 dalam islam itu dibuat sesuai dengan kejadian2 di masa lalu (zaman Nabi Muhammad) dan tidak relevan lagi diterapkan sekarang…
    kita harus ingat pada zaman Nabi Muhammad kehidupan sangat keras dan kurang berkeprimanusiaan sehingga Nabi Muhammad menetapakan hukum islam secara ketat da keras untuk “melunakkan” hati bangsa Arab yg keras agar menjadi lebih baik namun pada zaman sekarang nilai kemanusiaan sudah lebih baik sehingga hukum agama bukan islam saja tp juga kristen tidak perlu dijalankan secara ketat….
    Mari kita berpikir, pada saat ini sumber daya Manusia kita sudah lebih baik di banding orang2 zaman dulu yang terlalu banyak percaya pada hal-hal yang gaib dan takayul..pada saat ini kita harus mengedepankan pemikiran logis dan ilmu pengetahuan…
    jangan terlalu berpengaruh pada pemikiran2 orang di zaman dulu…
    Saya juga menganjurkan wanita islam untuk lebih “membuka diri”….karena suatu bangsa tak akan maju klo tidak mengikutsertakan wanitanya..buka saja jilbabmu..karena rambut itu bukan aurat tp merupakan bentuk anugerah tuhan pada wanita, jgn tertekan oleh hukum2 islam yg tidak lagi relevan….
    Pada zaman Nabi Muhammad dulu, wanita2 muslim diwajibkan berjilbab untuk melindungi hak2 dan martabat mereka dari tangan jahil pria2 Jahiliyah yg suka merendahkan derajat wanita, namun sekarang harkat dan martabat wanita sudah dipandang lebih baik dan terlindungi karena sudah dipayungi hukum, pria2 zaman skrang juga sudah sangat menghargai wanita…
    yg saya katakan ini hanyalah suatu bentuk pemikiran agar kita orng2 islam lebih membuka diri dan pikiran, karena bagaimanapun juga kita menginginkan kehidupan yng lebih baik di dunia yang damai dan tenteram..

  • 31
    sufehmi
    September 25th, 2008 13:41

    gue mendukung pendapat2 orang JIL., karena menurut gue JIL merupakan jembatan untuk membawa islam menuju kemodernan dan pembaharuan pikiran..
    mari pakek logica kita,

    .
    Sebelumnya kita intip dulu, bagaimana logika JIL itu sebenarnya
    .
    kita jgn menutup kemungkinan kalau hukum2 dalam islam itu dibuat sesuai dengan kejadian2 di masa lalu (zaman Nabi Muhammad) dan tidak relevan lagi diterapkan sekarang…
    .
    Tetap relevan.
    .
    Malah JAUH lebih relevan daripada hukum yang ada pada saat ini — coba sampeyan beritahu saya, dimana lagi ada hukum yang berdasarkan pada COMPASSION di dunia ini ?
    .
    Dimana lagi bisa ada pencuri justru dibebaskan (karena dia mencuri karena terpaksa akibat kelaparan), dan justru gubernurnya yang dihukum (karena masih ada orang yang kelaparan di daerahnya) ?
    .
    Setahu saya, hukum yang seperti ini cuma ada di Islam.
    .
    Saya juga menganjurkan wanita islam untuk lebih “membuka diri”….karena suatu bangsa tak akan maju klo tidak mengikutsertakan wanitanya..buka saja jilbabmu..karena rambut itu bukan aurat tp merupakan bentuk anugerah tuhan pada wanita, jgn tertekan oleh hukum2 islam yg tidak lagi relevan….
    .
    Di Barat sendiri sudah mulai muncul kesadaran bahwa “bungkus” itu remeh, dan yang penting adalah “isi”.
    .
    Fokus kepada “bungkus” jadi menyebabkan “isi” menjadi kosong dan hampa.
    .
    Menggunakan jilbab jadi membantu orang-orang untuk menilai wanita dari isinya. Bukan semata-mata dari penampilan atau kecantikan atau kelangsingannya saja.
    .
    Women - you’re worth WAY more than just your skin. Exploit your full potentials.
    .
    karena bagaimanapun juga kita menginginkan kehidupan yng lebih baik di dunia yang damai dan tenteram..
    .
    Setuju sekali, semoga kita bisa kita wujudkan bersama melalui Islam, sebagaimana janji Allah swt bahwa Islam adalah Rahmat bagi semesta ini.

  • 32
    ryan
    September 26th, 2008 07:34

    saya lebih suka menganggap jilbab tuh budaya bangsa Arab dari pada budaya dalam islam, karena sebelum ada islampun orang arab sudah memakai jilbab..
    dalam islam dilarang minum alkohol dan babi, karena bangsa arab waktu itu belum tau jika keduanya berbahaya, sekarang pengetahua n kita sudah lebih berkembang, belehkan kita berpikir boleh saja kita minum alkohol atau babi asal tidak sampai mabuk, atau tidak sampai terkena penyakit cacing pita…apabila kita mendapatkan “akibatnya” baru hukumnya menjadi haram…bolehkah minum minuman “anggur” karena itu gak memabukkan…

  • 33
    sufehmi
    September 26th, 2008 14:43

    jilbab tuh budaya bangsa Arab
    .
    Sekalian saja anggap bahwa jilbab itu budaya Eropa / Kristen, karena para biarawati nya kan juga menggunakan jilbab :)
    .
    Bedakan mas antara budaya dengan syariah / perintah agama.
    .
    apabila kita mendapatkan “akibatnya” baru hukumnya menjadi haram…bolehkah minum minuman “anggur” karena itu gak memabukkan…
    .
    Yang namanya syariah kalau sudah jelas hukumnya ya harus dijalani, kecuali jika mengalami situasi yang dikecualikan (contoh: darurat, dst).
    .
    Kalau alasannya sangat tidak kuat seperti itu, ya tentu tidak bisa. Khamr & babi tetap haram.
    .
    Jadi ingat, Azyumardi azra pernah mencela muslim yang berusaha mendapatkan daging halal. Padahal biarkan saja, biarkan mereka berusaha. Sehingga kita ini jadi terlatih menjadi muslim yang KUAT mentalnya. Mau dan bisa bersusah payah.
    .
    Bukan muslim yang cengeng & lembek…. “ah dingin, minum bir dulu deh” padahal ada solusi lainnya yang tetap sesuai syariah seperti bandrek atau menggunakan jaket tebal.
    Tapi karena mentalnya lemah, maka LANGSUNG menyerah pada situasi yang sedikit sulit.
    .
    Mari kita berusaha menjadi pribadi yang kuat & tidak memble.

  • 34
    ryan
    September 28th, 2008 06:59

    Mari kita lihat dari sisi lain, perintah islam dengan hukumnya justru membuat sektor perekonomian rakyat seperti pariwisata pantai tak dapat berkembang…bagaimana sektor parawisata pantai dpt berkembang maksimal karena bertentangan dengan budaya …”anda pasti memahami maksud saya”…budaya masyarakat yg “terbuka” seperti di Bali membuat sektor parawisata pantai dapat berkembang, ujung-ujungnya perekonomian masyarakat meningkat dan mengurangi kemiskinan….saya berpikir perintah agama seperti menjadi semacam”penghalang” bagi kita sendiri umat islam untuk memperoleh kemajuan…bagaimana kita mencermati hal ini??…..dimana saya dpt berdiskusi lebih dalam lagi dengan anda??..karena saya ingin mendapatkan suatu “jawaban” atas pertanyaan skeptis tentang islam yang ada dalam pikiran saya…

  • 35
    sufehmi
    September 28th, 2008 10:19

    @ryan - sektor perekonomian rakyat seperti pariwisata pantai tak dapat berkembang
    .
    Masih ada BANYAK sekali gantinya mas. Misal: minyak :)
    .
    Negara-negara yang mayoritas muslim bisa dikatakan bergelimang dalam minyak. Sampai ada rekan bule yang berkomentar, “sepertinya syahadat itu menyebabkan munculnya minyak”.
    .
    Lagipula sektor pariwisata tidak harus terkait dengan “buka-bukaan”. Misalnya di Rusia, bagaimana mau buka-bukaan kalau suhunya sering di bawah nol? Tapi baru kemarin ini keluarga saya kembali dari tour ke situ. Asalkan ada sesuatu yang menarik bagi orang lain, maka kita bisa kembangkan industri ini.
    .
    Tapi industri pariwisata ini memang rentan. Kawan saya di bidang imigrasi mengatakan bahwa banyak sekali agen asing yang masuk ke Indonesia melalui jalur ini. Mereka memonitor ini, namun kelabakan, akhirnya dibantu oleh intelijen. Namun wajar saja jika ada saja yang kemudian terlewat. Sementara kita baca di berbagai konflik di Indonesia, seringkali tertangkap basah agen-agen asing yang sedang beroperasi di lapangan.
    .
    Jadi saya pribadi sih prefer kita mengembangkan industri yang lain saja. Masih ada banyak lagi alternatif selain pariwisata.
    .
    dimana saya dpt berdiskusi lebih dalam lagi dengan anda??
    .
    Saya lebih prefer disini saja, sehingga diskusi kita juga bisa bermanfaat untuk orang lain juga. Trims.

  • 36
    liberal really sucks
    October 31st, 2008 23:43

    ah skarang paham liberal (liberalisme) Sudah Runtuh khususnya dalam bidang ekonomi dan semangat untuk menegakkan ekonomi syariah di berbagai belahan dunia mulai bermunculan, ini pertanda bahwa cahaya Allah masih tetap dipelihara dengan baik oleh Allah sendiri,
    wahai kaum liberal bertobatlah kalian sesungguhnya paham (isme) yang tidak berlandaskan pada al-quran dan hadist shahih dan hanya berlandaskan pada kekuatan akal pikiran saja akan hilang dan hancur ditelan zaman, ex: marxis, komunis, mungkin juga suatu saat liberalisme juga akan hilang dan hancur ditelan zaman.
    kembalilah kalian kepada tuntunan umat Islam yaitu al-quran dan hadis, serta katakan kepada dunia bahwa yang haq (benar menurut al-quran dan hadis, bukan benar menurut penafsiran manusia) itu adalah haq, dan yang batil (salah menurut alquran dan hadis, bukan salah menurut penafsiran manusia) itu adalah batil, dan janganlah kamu mencampurkan antara yang haq dan yang batil. selain itu janganlah kamu (orang-orang liberal) berlebih-lebihan dalam berpikir karena segala sesuatu yang berlebihan itu tidaklah baik.

    al-quran adalah Undang-undang Dasar Bagi Umat Islam
    tegakkan kalimat Allah dimuka bumi
    apapun caranya, Allahu Akbar

    wassalam…

  • 37
    PM
    November 1st, 2008 09:33

    Allahu Akbar, mudah - mudahan MUI akan benar benar bersih dari orang - orang yang sesat dan menyesatkan

Leave a Reply

Subscribe without commenting