Tentang BBM
Saya baru saja kembali dari perjalanan ke Sumatera Barat. Ini beberapa hal yang saya temukan disana:
1. Antrian BBM selalu panjang di SETIAP SPBU. Ini tidak terlihat di Jakarta.
2. Saya bertanya ke seorang distributor besar di Sumbar (nomor satu se Indonesia untuk produk rokok, dan banyak mendistribusikan barang2 lainnya di provinsi ini). Cukup mengejutkan, menurutnya kenaikan harga BBM tidak akan menaikkan biaya operasional mereka secara terlalu signifikan.
3. Namun di lain pihak - dia perhatikan bahwa walaupun harga BBM belum naik, namun berbagai harga produk sudah naik terlebih dahulu
Secara umum saya setuju dengan Priyadi, bahwa subsidi BBM memang tidak sehat dan rentan penyalah gunaan.
Satu contoh: Di Inggris, BBM yang di subsidi untuk pertanian ternyata cukup banyak yang kemudian disalahgunakan untuk keperluan industri. Ini padahal di negara yang sudah cukup bebas korupsi. Di Indonesia? Yang teranyar kemarin ini adalah penyelundupan BBM Rp 8 trilyun/tahun.
Beberapa ide solusi dari masalah yang mungkin timbul dari penaikan harga BBM:
- Spekulan pasar (seperti pada poin ketiga diatas) perlu dihantam dengan sekeras-kerasnya, karena mereka yang paling banyak menyakiti rakyat kecil.
- Perbaiki transportasi publik: Perbaiki perusahaan milik negara (PPD, PJKA, dll) dari segi pelayanan & efisiensi, tekan berbagai kartel transportasi publik yang berlindung di balik kedok yayasan (terutama agar tidak semena-mena menaikkan tarif dengan alasan BBM), hapuskan sistim setoran (karena menyengsarakan supir, memaksimumkan keuntungan majikan, menyebabkan buruknya layanan, dll)
- Teruskan sikap tegas terhadap kreditor asing yang selama ini ternyata cuma mengacaukan perekonomian Indonesia. Kalau kita kira subsidi BBM sudah besar jumlahnya, sebetulnya dana yang dipakai untuk membayar bunga + hutang Indonesia lebih besar lagi. Jadi, kalau ini diselesaikan, maka akan ada penyelamatan dana yang jumlahnya signifikan, dan bisa dimanfaatkan untuk pembangunan.
- Kampanyekan / Informasikan berbagai sumber energi alternatif: CPO / minyak kelapa sawit, gasohol, dll
- Hantam spekulan pasar: yang sebetulnya tidak banyak dirugikan oleh kenaikan BBM, namun sok menderita dan kemudian menaikkan harga produk-produknya. (eh, sudah saya tulis sebelumnya ya..
)
Saya pribadi sebetulnya akan menderita jika BBM naik, karena harga premium & pertamax tidak lagi di subsidi. Tapi kalau kita melihat kebawah, mustinya rakyat kecil justru tidak akan terpengaruh (kecuali jika spekulan pasar bertingkah).
Jadi, sekali lagi saya pribadi setuju dengan ide penghapusan subsidi BBM.

September 26th, 2005 09:21
intinya, hancurkan kapitalisme ?
September 29th, 2005 08:14
Harry pulang kampuang ? jadi sekarang lagi ada di mana nih ?
Btw, jakarta tadi malem juga antri BBM. Mungkin nggak sama dengan di kampuang awak, tapi cukup menyebalkan juga karena membuat jalanan jadi macet.
October 6th, 2005 09:19
BBM naik……………… pengen nangis rasanya. biaya kendaraan umum jadi naik, biaya makan naik, tapi uang jajan nggak naik. aku ingin menjerit, tapi siapa yang mau dengar. makku menjerit, bapakku menjerit. apa pemerintah kapitalis itu mo dengar. BRENGSEK semuanya. Ini demi rakyat atau liberalisasi sektor migas. Brengsek!!!!!!!!!!!