SEObox: Web Hosting Murah Unlimited Homeschooling Indonesia

Archive for January 8th, 2005

Rokok : cara mati pelan-pelan yang menyakitkan

Nemu berita ini tidak sengaja, jadi ingat soal rokok.

Tahukah Anda :

  • Rokok dapat menyebabkan penyakit-penyakit berikut:
    • Impotensi
    • Jantung
    • Kanker lidah
    • Kanker tenggorokan
    • Gigi menjadi jelek
    • Kanker paru-paru
    • Keguguran kandungan
    • Bayi lahir prematur
    • Bayi lahir cacat
    • Mata menjadi rusak/cacat
    • Kulit cepat keriput
    • Suara serak
    • Bisu, karena pita suara terkena kanker
    • Tenggorokan banyak berdahak
    • Kanker pencernaan
    • Kanker ginjal
    • Kanker rahim
    • Leukimia
    • Tulang menjadi rapuh
    • Menstruasi menjadi makin menyakitkan
    • dan lain-lainnya
  • zat beracun yang ada di rokok misalnya :
    • Zat-zat penyebab kanker
    • Racun untuk napi hukuman mati
    • Bahan bakar roket
    • Bahan aki mobil
    • Racun semut
    • Pembersih lantai
    • dll
  • Rokok lebih membuat ketagihan daripada narkotika !(kecuali heroin)
  • Jadi, cara termudah untuk selamat dari rokok adalah dengan cara tidak pernah mencobanya sama sekali.
  • Jika Anda berhasil lepas dari ketergantungan dari rokok - selamat ! saya yakin tidak akan mampu melakukan hal seperti itu.
  • Setiap tahun, masyarakat miskin Indonesia membakar Rp 90 trilyun / Rp 90.000.000.000.000,- untuk membeli rokok.
  • Jumlah tersebut lebih besar daripada jumlah pinjaman Indonesia ke IMF / Bank Dunia /dll
  • Jumlah tersebut sebagian besar lari ke luar negeri, karena para pemilik pabrik rokok banyak yang bukan warga negara Indonesia

Melihat daftar penyakit yang bisa disebabkan oleh rokok, sekarang bisa dipahami mengapa perokok banyak yang meninggal pelan-pelan, setelah menderita berbagai macam penyakit dalam jangka waktu yang lama. Saya menyaksikan sendiri anggota keluarga saya yang menderita seperti itu, dan sangat menyedihkan melihat penderitaan yang dijalani oleh keluarganya selama bertahun-tahun.

Masih ingin merokok ? Mudah-mudahan tidak lagi.