Umur Aisyah ra pada saat menikah
Akhir-akhir ini, umur pada saat Aisyah ra (kadang ditulis sebagai Aisha / A’isyah / Ayesha) dinikahi oleh Rasulullah saw menjadi bahan menarik bagi para penyerang Islam untuk merusak nama Nabi Muhammad saw. Mereka menuduh bahwa Nabi saw telah melakukan praktek pedofilia (na’udzubillah min dzalik).
Berikut ini adalah kutipan diskusi dari milis KIBAR mengenai topik ini, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi yang membutuhkannya.
(nama poster telah dihapus untuk menjaga privacy)
==================
To:
From: “xxxxxxxxx”
Date: Fri, 8 Apr 2005 09:58:20Mbah putri nikah umur 13. Tapi mbah kakung juga masih muda, 20 th.
Menikah umur 21 th ya pas kuat-kuatnya, hehehe.salam,
————–
From: xxxxx
Sent: 08 April 2005 08:52
To: kibar@yahoogroups.com
Subject: Re: saudara Newcastle RE: [kibar] Re: Hadis untuk Pak eddyNenek angkat saya, sekarang masih hidup menikah dengan kakek angkat saya ketika umurnya 9 tahun.
Jackie satallone, ibunya silvester stallone, sekarang masih hidup juga, melahirkan anaknya ketika berumur 12 tahun. ‘Nikahnya’ kira kira umur berapa ya?
Teman teman saya di gunung kidul, gadis gadis menikah umur 15 - 16 thn sangat normal
Saya sendiri menikah ketika berumur 21 thn (emangnya gue pikirin!, he he he…)
Wassalam,
————-
Harry Sufehmi wrote:
Saya membaca-baca berbagai artikel mengenai hadits ini, kelihatannya ada
salah satu perawi hadits dari A’isyah tsb yang dipercaya, namun ternyata di
masa tuanya menjadi agak pelupa. Sehingga ada kemungkinan dia keliru
menyebutkan umur Aisyah, jadi belum tentu A’isyah sendiri yang memang
menyebutkan umurnya sekian.Tapi diskusi mengenai hadits yang satu ini kelihatannya baru akhir-akhir
ini agak ramai, karena zaman dahulu menikahnya seorang wanita dalam umur 11
tahun bukanlah masalah. Baru akhir2 ini saja ketika dikritik oleh orang2
Barat, barulah kaum muslimin menjadi gerah. Padahal kalau kita lihat
konteksnya (kebiasaan pada masa tsb, cepatnya menjadi dewasa wanita di
zaman/daerah tsb, dst), kalaupun ternyata Aisyah menikah pada umur 11 tahun
itu bukan masalah.Mungkin karena inilah yang satu ini lolos dari investigasi lebih lanjut
dari imam Bukhari, karena memang tidak mencurigakan bagi beliau (menilik
kebiasaan di zaman tsb).Toh lagipula tolak ukur dewasanya seseorang didalam Islam (dus, bisa
dinikahi) adalah apakah telah (bagi wanita) mendapatkan menstruasi. Dari
sejak zaman Rasulullah saw sampai sekarang saya rasa tidak pernah berubah.
Ini kontras sekali dengan standar moral Barat yang selalu berubah-ubah.Saya pernah berbincang-bincang dengan kawan kantor saya (non-muslim)
mengenai hal ini. Dia berkomentar, bahwa neneknya dulu menikah pada umur 13
tahun, dan masyarakat tidak menganggap kakeknya sebagai paedophile.
Saya cukup terkesima mendengar ini, terutama ketika mendengar bahwa
neneknya menikah sekitar awal abad ini. Jadi bahkan di dunia Barat pun
belum lama ini mereka masih banyak yang melakukan praktek pedofilia ya -
kalau menggunakan standar moral mereka pada saat ini![]()
Hanya sekedar untuk menambah wawasan, trims.
Wassalam,
HarryAt 18:45 07/04/2005 +0100, Muhammad wrote:
>Nah Ini saudara saya dari Newcastle muncul.
>Silakan dibantah contoh saya pak. Memang biasanya kalau saya bicara
>soal syiah, pak ini kurang rela, he, he, he,
>Hadis Abu Tholib itu sekedar contoh, yang saya pentingkan adalah metoda
>kritik sejarah nya.
>
>Ini saya beri contoh lain yang mungkin sampean suka. Sayangnya saya tidak
>menemukan kembali emailnya, jadi tidak bisa menyebut nama penelitinya. Yang
>jelas penelitinya adalah seorang Barat yang masuk Islam (nah lebih senang lagi
>ini). Dia merasa risau ketika menghadapi tuduhan orang barat tentang
>pernikahan Nabi dengan A’isyah berdasar sebuah hadis yang menyatakan bahwa
>Nabi menikahi A’isyah dalam usia 11 tahun, sementara Nabi sendiri berusia 50
>tahun.
>
>Dari kritik sejara yang dilakukan thd hadis ini, dengan memperbandingkan
>terhadap usia Ashma, kaka A’isyah, dengan memperbandingkan terhadap peristiwa
>hijrah dan saat kelahiran A’isyah, dsb, maka orang barat ini meragukan
>validitas hadis itu. Dia menyimpulkan bahwa hadis itu tidak valid. Dia
>kemukakan alternatif temuannya bahwa ketika menikah, A’isyah ummul mukminin
>berusia 18 tahun.
>
>Ini yang saya maksud, meneliti validitas dan kebenaran hadis dengan metoda
>kritik sejarah. Sekali lagi, informasi yang saya pentingkan adalah metoda
>kritik sejarahnya. Abu Thalib sekedar contoh. Kalau tidak memenuhi selera bagi
>netter kibar, ya saya tarik contoh itu (kasihan Pak Abu Thalib ini, tapi saya
>ingin tetap menghormatinya dan mengharapkan beliau ini benar-2 mukmin :-)),
>saya ganti saja dengan hadis A’isyah ummul mukminin itu
>
>Wassalam,*******************************************************
* Keluarga Islam Britania Raya dan Sekitarnya (KIBAR) *
* Forum Silaturahmi warga muslim Indonesia di UK *
* Mailing List: kibar@yahoogroups.com *
* Web Site: http://www.kibar.org.uk *
*—————————————————–*
* Unsubscribe: kibar-unsubscribe@yahoogroups.com *
*******************************************************
