SEObox: Web Hosting Murah Unlimited Homeschooling Indonesia

Archive for June 27th, 2005

LTSP from Windows

There’s a very easy way to log on to your LTSP server from Windows.
Just follow these instructions :

  • Install [ VNC ] on your Windows workstation
  • Install VNC server on your LTSP server. The easiest way is to install it from your Linux distro’s CD, most major distros now have VNC server package available.
  • Login to your LTSP server.
  • Run the server. For example:

    vncserver :10 -geometry 800×600 -depth 16

    This will make the vncserver to listen on port 5910, giving you a 800×600 screen with 16-bit (65000+) colors

  • If this is the first time you run it, it’ll ask for a password. Enter the password that you want.
    (tip: to later change this password, type vncpasswd)
  • If you connect now, you’ll be presented with a bare screen, because by default VNC will execute twm - instead of showing your server’s desktop.
    To change this: Open file /$HOME/.vnc/xstartup, you’ll see a remark saying “Uncomment the following two lines for normal desktop” - so do that, unremark the next 2 lines.
    Save that file.
  • If you connect to yourltspserver:10 from VNC viewer, you’ll be presented with your server’s standard desktop.

OK, so it’s not really connecting per LTSP’s usual way, but it still give you access to your LTSP server :)

Enjoy.

Hentikan Memberi Uang Kepada Anak Jalanan

Saya akan berterimakasih jika ada yang bisa memverifikasi kebenaran dari himbauan di bawah ini.
(didapat dari milis alumni)


STOP PRESS: Ada beberapa tips yang bagus disini mengenai cara untuk membantu para anak jalanan.


Banyak pihak dan yayasan yang telah mencoba menolong mereka dengan memberikan sekolah gratis, makanan gratis dan rumah singgah bagi mereka. Namun mereka tetap kembali ke jalan. Mengapa ? Karena Uang Anda !
Karena setiap hari mereka memperoleh “uang gampang” paling sedikit Rp. 25.000,- itu berarti dalam sebulan mereka bisa memperoleh Rp. 750.000,- Jumlah yang cukup besar, tidak heran mereka memilih untuk tetap di jalan.

Tapi jika dibiarkan, 10-20 tahun lagi mereka akan tetap berada dijalanan dan bisa jadi menjadi preman yang tinggal di jalan dan melahirkan anak-anak kurang mampu dan yang tidak berpendidikan. Ini akan menjadi lingkaran setan di negara kita.

Mereka bukannya tidak punya pilihan lain, apa yang bisa kita lakukan agar mereka tidak berada di jalanan lagi ?

BERHENTI MEMBERIKAN UANG KEPADA MEREKA!!!

Dengan begitu kita menolong mereka dari resiko-resiko berbahaya serta memberikan kesempatan kepada mereka untuk menyambut uluran tangan yayasan dan melakukan hal-hal yang berguna untuk masa depannya
kelak.
Lewat tindakan kita dan kesempatan yang kita berikan, kita secara tidak langsung sedang memulihkan hak-hak asasi anak menurut Konvensi hak anak PBB (diratifikasi Keppres RI No. 36/1990) :

- Hak untuk hidup
- Hak untuk tumbuh dan berkembang
- Hak untuk memperoleh perlindungan
- Hak untuk berpartisipasi

Dengan kita berhenti memberikan “uang gampang” berarti kita telah menjadi sukarelawan pasif dalam usaha pemulihan hak asasi anak. Disatu sisi kita kasihan melihat mereka namun jika kita memberi uang maka mereka akan tetap seperti itu dan tidak mau menyambut uluran tangan dari yayasan2 yang berniat membantu mereka. Di sisi lain dengan tidak memberikan uang maka kita berharap masa depan mereka akan lebih baik dari sekarang ini.

Masalah BBM

Barusan membaca post Adinoto soal [ kelangkaan BBM ].
Saya setuju dengan poinnya, bahwa perlu dikembangkan sumber energi alternatif. Perlu dikembangkan lebih dari satu sumber energi alternatif, karena kalau terlalu tertumpu pada satu saja, maka efeknya pasti tidak akan baik karena berlebih-lebihan. Contoh; ada penelitian yang menunjukkan bahwa jika bumi terlalu tergantung pada sumber energi dari angin, maka iklim dunia bisa jadi berubah. Sedangkan ketergantungan bumi dari BBM sudah jelas kita ketahui dampaknya (polusi, terorisme oleh negara superpower ke negara lainnya, dst)

Tapi yang paling penting adalah agar pemerintah bisa segera kembali melaksanakan UUD ‘45 dengan benar, lebih khususnya Pasal 33 ayat 3 : “Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat“.
Salah satu sumber masalah adalah dikuasainya sumur-sumur minyak Indonesia oleh asing, yang jelas bertentangan dengan pasal 33 di atas.

Namun ini memang berbahaya untuk dilakukan. Bukan cuma 1 - 2 kepala negara yang telah tewas karena berani menentang kehendak berbagai negara superpower, yang melindungi kepentingan bisnisnya. Jadi kalau presiden kita mau melakukan ini, maka dia perlu memperkuat BIN terlebih dahulu, agar tidak mengalami nasib yang sama seperti para presiden lainnya tersebut.