SEObox: Web Hosting Murah Unlimited Homeschooling Indonesia

Archive for August 30th, 2005

Membobol Firewall dengan OpenSSH & PuTTY

Bayangkan skenario berikut ini:

Kantor pusat dan kantor cabang bisa mengakses Internet. Namun, kedua-duanya tidak bisa diakses dari Internet - karena berada di balik NAT gateway

Divisi IT kemudian diminta untuk membuat kantor cabang bisa mengakses aplikasi web-based yang ada di kantor pusat, melalui koneksi Internet yang sudah ada. Aplikasi tersebut diakses di server 192.168.0.31 port 80.

Bagaimana caranya ?

Solusi:
head office ---> NAT1 ---> internet ---> serverkantor.com < --- internet <--- NAT2 <--- branch office

  • Sewa sebuah server di Internet.
    Contoh; Linode.com harganya sangat ekonomis untuk keperluan ini, dan layanan tech.supportnya sangat bagus.
  • Di kantor pusat, ketikkan:
    putty -ssh -C -2 -R 8001:192.168.0.31:80 -l username -pw password -N serverkantor.com
  • Di kantor cabang, ketikkan:
    putty -ssh -C -2 -L 81:localhost:8001 -l username -pw password -N serverkantor.com
  • Maka kini kantor cabang bisa mengakses aplikasi tersebut, dengan membuka browser dan lalu mengetikkan:
    http://localhost:81

note:

  • Ya, tutorial ini untuk di Windows. Saya yakin para pengguna *nix sudah tahu caranya di Linux/BSD/dll :)
  • -C : kompresi, akses ke aplikasi web-based tersebut menjadi kencang (serasa seperti di LAN) karena adanya fitur kompresi dari SSH ini.
  • -2 : menggunakan protokol SSH2; selain lebih aman, juga memungkinkan -N
  • -N : No shell; kita hanya menggunakan fitur port forwarding dari OpenSSH
  • -pw : hati-hati, karena tentu saja password jadi terlihat. Tapi di lain pihak, kadang otomatisasi ini diperlukan.
    Solusinya? Tergantung kebutuhan Anda, tapi kalau Anda terpaksa menggunakan switch -pw ini:

    1. Gunakan username yang non-priviledged / bukan root di serverkantor.com
    2. Lalu set agar user tersebut menggunakan shell /bin/false (alias tidak mempunyai akses shell)

Selamat mencoba.

note: Di sebelah mana “membobol firewall”-nya …?
Jawab: Ganti “NAT gateway” di posting ini dengan “firewall”, atau “firewall+NAT”, atau “firewall+proxy”, dst.

Referensi:
[ Breaking firewalls with OpenSSH and PuTTY ]
[ PuTTY User Manual ]

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Sehubungan dengan krisis listrik yang sedang menimpa Jawa - Bali, saya sedang berpikir kenapa pemerintah tidak membuat PLTN saja. Eh, tiba-tiba, Republika 29 Agustus 2005, halaman 3 - ada iklan layanan masyarakat mengenai PLTN, dari BATAN dan Depkominfo. Wah, syukurlah.

PLTN mempunyai banyak kelebihan, seperti output yang besar dengan biaya relatif lebih murah, serta aman dan jauh lebih bebas polusi; jika dikelola dengan benar.
Mengenai bebas polusi - saya pernah membaca mengenai aktivis Greenpeace yang keluar dari organisasi tersebut, karena oposisi mereka kepada PLTN justru membantu berkembangnya PLTU / pembangkit listrik dengan bahan bakar fosil lainnya; yang kemudian sangat mencemari lingkungan.

Mengenai limbah nuklirnya - mungkin sebaiknya pemerintah mulai membicarakan hal ini dengan negara-negara lainnya yang juga yang memiliki PLTN. Misalnya, patungan untuk membuat rudal luar angkasa, yang membawa muatan limbah nuklir tersebut, dan lalu ditembakkan ke arah Pluto :)

Pada akhirnya, saya berharap kalau PLTN Indonesia jadi dibuat dan beroperasi, mudah-mudahan nanti paling banter kita mendapat berita yang lucu-lucu saja.
Jangan yang membuat jantungan seperti ini :)

Kepemilikan PLTN juga memberikan beberapa efek samping yang strategis bagi negara, tapi apakah itu? Silahkan Anda tebak sendiri…