Bahaya Syiah

To: forum-jumat@yahoogroups.com
From: Harry Sufehmi
Subject: Bahaya Syiah - was Re: [forum-jumat] Bidadari itu Perempuan yang Shaleh (Memperingati Hari IBU)

At 07:53 AM 12/28/2005 +0000, Dede wrote:
>Sekedar bahan renungan bagaimana menghormati Ibu dan Istri kita.
>
>Wass,
>dede

Terimakasih kang Dede atas kirimannya.

Mohon maaf, saya terpaksa mengkritisi beberapa poin di artikel tersebut ya.

InsyaAllah kebanyakan kita sudah tahu bahwa kang Jalal adalah salah satu syaikhnya rekan2 kita umat Syiah. Nah, salah satu usaha mereka, agar diterima oleh mainstream Islam di Indonesia, adalah dengan mengusahakan kepercayaan mereka dianggap sebagai MAZHAB ke lima di dalam Islam.
Biasanya mereka menyebutnya sebagai mazhab Ja’fari, dinisbatkan kepada Imam Ja’far, yang bernama lengkap Imam Ja`far bin Muhammad bin Ali Zainal Abidin bin Al Husain bin Ali bin Abu Thalib.

Hal ini karena para ulama besar Islam sejak dahulu sudah dengan sangat tegas mengatakan bahwa Syiah adalah agama non-Islam,.
Nah, tujuannya ada dua - selain agar diakui oleh Islam mainstream (Sunni), yang lebih berat lagi, yaitu untuk menghancurkan sendi-sendi Islam.

Karena, nantinya mereka akan bilang begini, “Guru Imam 4 mazhab itu ternyata Imam Syiah lho”.
(Imam Ja’far memang dianggap sebagai guru dari para Imam 4 mazhab)

Seorang Syiah dalam diskusinya mengatakan ini kepada saya. Tiba-tiba hidup ini terasa luar biasa berat bagi saya.
Apakah berarti selama ini saya telah mengikuti agama yang palsu?
Apakah sebetulnya Syiah itu adalah Islam yang sebenarnya, yang kemudian dimanipulasi oleh Imam 4 Mazhab (sehingga menjadi Islam yang sekarang ini) ?!

Cerita yang panjang disingkatkan - akhirnya saya menemukan berbagai bukti bahwa ternyata semuanya itu hanya (maaf kalau kasar, tapi ya inilah kenyataannya) tipuan dari para syaikh Syiah yang terdahulu. Tapi para syaikh Syiah yang sekarang juga tetap salah karena turut menyebarkan fitnah ini.

Salah satu diskusi kritis terhadap artikel ini misalnya ada disini.

Hadits “kebanyakan penghuni neraka itu adalah wanita” adalah hadits shahih dari Bukhari.

Secara logika saja, coba kita lihat ayat yang dikutip kang Jalal:
“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka sebenar-benarnya; Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta dan berusia sebaya” (QS 56:36-37)
Bagaimana caranya sampai tiba-tiba kesimpulannya para bidadari itu adalah para wanita shalihah ? Tidak ada penjelasan alur logikanya, sampai tiba di kesimpulan tsb, dan tidak ada petunjuk di ayat tersebut bahwa memang demikian halnya. Cuma “kata” Imam Ja’far, dimana itupun perlu diragukan apakah beliau memang pernah bicara seperti itu; contoh: walaupun umat Syiah mengaku Ja’far sebagai salah satu dari 12 Imam mereka, tapi beliau sendiri tidak pernah menyatakan demikian.

Jadi sebelum kita percaya bahwa hadits shahih tersebut tidak benar, yang pertama perlu kita periksa sebetulnya adalah: apakah benar Imam Ja’far, actually, memang pernah mengatakan seperti itu?
Jangan-jangan itu cuma khayalan para syaikh Syiah zaman dahulu, seperti dibahas misalnya disini.

Nah, karena demikian banyaknya fitnah-fitnah seperti ini yang ada di agama Syiah, maka sudah banyak buku-buku yang meluruskan kembali hal-hal tersebut. Salah satunya yang dalam bahasa Indonesia adalah “Fitnah Kubro”, terbitan yayasan Al-Haramain (dulu pimpinan Hidayat Nur Wahid). Bukunya cukup tebal, tapi itupun belum membahas semua fitnah yang ada. Ya, karena memang terlalu banyak. Tapi sudah bagus untuk menjadi bahan untuk mem-balance (dis)informasi dari pihak Syiah.
Buku lainnya yang bisa saya rekomendasikan adalah “Mirage in Iran”, saya pernah lihat ada di toko buku di Small Heath, Birmingham.

Mohon maaf kalau saya tidak bisa mengkomentari hadits-hadits lainnya yang dikritisi di artikel di bawah ini, karena keterbatasan waktu saya. Tapi pada intinya, kalau ada kesalahan penafsiran, ya betulkan penafsirannya. Bukan justru teksnya yang sudah jelas shahih (hadits dari Bukhari) yang malah dianulir :-)
Mungkin ada kawan-kawan lain yang lebih kompeten yang bisa membantu mencerahkan kita.

Jadi, Just Say NO to “Mazhab” Ja’fari, karena ujungnya adalah penganuliran Islam yang pada saat ini kita anut — dengan berdasarkan fitnah-fitnah / pemelintiran penafsiran/fakta.

Salam,
Harry

Bidadari itu : “Perempuan Shaleh”

oleh : Jalaludin Rakhmat

“Benarkah hadis yang mengatakan bahwa kebanyakan penghuni neraka itu perempuan ?” tanya seorang murid kepada Imam Ja’far. Fakih besar abad kedua hijrah itu tersenyum. “Tidakkah anda membaca ayat Al-Qur’an - Sesungguhnya Kami menciptakan mereka sebenar-benarnya ; Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta dan berusia sebaya (QS 56:36-37) -. Ayat ini berkenaan dengan para bidadari, yang Allah ciptakan dari perempuan yang saleh. Di surga lebih banyak bidadari daripada laki-laki mukmin.” Secara tidak langsung, Imam Ja’far menunjukkan bahwa hadis itu tidak benar, bahwa kebanyakan penghuni surga justru perempuan.

Hadis yang ‘mendiskreditkan’ perempuan ternyata sudah masyhur sejak abad kedua hijrah. Tetapi sejak itu juga sudah ada ahli agama yang menolaknya. Dari Imam Ja’far inilah berkembang mazhab Ja’fari, yang menetapkan bahwa akikah harus sama baik buat laki-laki maupun perempuan. Pada mazhab-mazhab yang lain, untuk anak laki-laki disembelih dua ekor domba, untuk anak perempuan seekor saja. Mengingat sejarahnya, mazhab Ja’fari lebih tua, karena itu lebih dekat dengan masa Nabi daripada mazhab lainnya. Boleh jadi, hadis-hadis yang memojokkan perempuan itu baru muncul kemudian : sebagai produk budaya yang sangat maskulin ?

Karena banyak ayat turun membela perempuan, pada zaman Nabi para sahabat memperlakukan istri mereka dengan sangat sopan. Mereka takut, kata Abdullah, wahyu turun mengecam mereka. Barulah setelah Nabi meninggal, mereka mulai bebas berbicara dengan istri mereka (Bukhari). Umar, ayah Abdullah, menceritakan bagaimana perempuan sangat bebas berbicara kepada suaminya pada zaman Nabi. Ketika Umar membentak karena istrinya membantahnya dengan perkataan yang keras istrinya berkata : Kenapa kamu terkejut karena aku membantahmu ? Istri-istri Nabi pun sering membantah Nabi dan sebagian malah membiarkan Nabi marah sejak siang sampai malam. Ucapan itu mengejutkan Umar : Celakalah orang yang berbuat seperti itu. Ia segera menemui Hafsah, salah seorang istri Nabi : Betulkah sebagian di antara kalian membuat Nabi marah sampai malam hari ? Betul, jawab Hafsah (Bukhari).
Menurut riwayat lain, sejak itu Umar diam setiap kali istrinya memarahinya. Aku membiarkannya, kata Umar, karena istriku memasak, mencuci, mengurus anak-anak, padahal semua itu bukan kewajiban dia. Anehnya, sekarang, di dunia Islam, pekerjaan itu dianggap kewajiban istri. Ketika umat Islam memasuki masyarakat industri, berlipat gandalah pekerjaan mereka. Berlipat juga beban dan derita mereka. Untuk menghibur mereka para mubalig ( juga mubalighat ) bercerita tentang pahala buat wanita saleh yang mengabdi (atau menderita) untuk suaminya : Sekiranya manusia boleh sujud kepada manusia lain, aku akan memerintahkan istri untuk sujud kepada suaminya (hadis 1). Bila seorang perempuan menyakiti suaminya, Allah tidak akan menerima salatnya dan semua kebaikan amalnya sampai dia membuat suaminya senang (hadis 2). Siapa yang sabar menanggung penderitaan karena perbuatan suaminya yang jelek, ia diberi pahala seperti pahala Asiyah binti Mazahim (hadis 3).
Setelah hadis-hadis ini, para khatib pun menambahkan cerita-cerita dramatis. Konon, Fathimah mendengar Rasul menyebut seorang perempuan yang pertama kali masuk surga. Ia ingin tahu apa yang membuatnya semulia itu. Ternyata, ia sangat menaati suaminya begitu rupa, sehingga ia sediakan cambuk setiap kali ia berkhidmat kepada suaminya. Ia tawarkan tubuhnya untuk dicambuk kapan saja suaminya mengira service-nya kurang baik.
Cerita ini memang dibuat-buat saja. Tidak jelas asal-usulnya. Tetapi hadis-hadis itu memang termaktub dalam kitab-kitab hadis. Hadis 1 : diriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud. Tetapi Bukhari (yang lebih tinggi kedudukannya dari Abu Dawud) dan Ahmad meriwayatkan hadis sebagai berikut : Ketika Aisyah ditanya apa yang dilakukan Rasulullah di rumahnya, ia berkata: “Nabi melayani keperluan istrinya menyapu rumah, menjahit baju, memperbaiki sandal, dan memerah susu.” Anehnya, hadis ini jarang disebut oleh para mubalig. Karena bertentangan dengan ‘kepentingan laki-laki’ ?

Hadis-hadis lainnya ternyata dipotong pada bagian yang merugikan laki-laki. Setelah hadis 2, Nabi berkata,”Begitu pula laki-laki menanggung dosa yang sama seperti itu bila ia menyakiti dan berbuat zalim kepada istrinya.” Dan sebelum hadis 3, Nabi berkata, “Barang siapa yang bersabar (menanggung penderitaan) karena perbuatan istrinya yang buruk, Allah akan memberikan untuk setiap kesabaran yang dilakukannya pahala seperti yang diberikan kepada Nabi Ayyub.” Tetapi, begitulah, kelengkapan hadis ini jarang keluar dari khotbah mubalig (yang umumnya laki-laki ).

Maka sepeninggal Nabi, perempuan disuruh berkhidmat kepada laki-laki, sedangkan laki-laki tidak diajari berkhidmat kepada perempuan. Fikih yang semuanya dirumuskan laki-laki menempatkan perempuan pada posisi kedua. Beberapa gerakan Islam yang dipimpin laki-laki menampilkan ajaran Islam yang ‘memanjakan’ laki-laki. Ketika sebagian perempuan muslimat menghujat fikih yang mapan, banyak laki-laki saleh itu berang. Mereka dituduh agen feminisme Barat, budak kaum kuffar. Mereka dianggap merusak sunnah Nabi. Nabi saw berkata, “Samakanlah ketika kamu memberi anak-anakmu. Bila ada kelebihan, berikan kelebihan itu kepada anak perempuan.” Ketika ada sahabat yang mengeluh karena semua anaknya perempuan, Nabi berkata, “Jika ada yang mempunyai anak perempuan saja, kemudian ia memeliharanya dengan sebaik-baiknya, anak perempuan itu akan menjadi penghalang baginya dari api neraka (Muslim).

Pendeknya, dahulukan perempuan, kata Nabi dahulu. Pokoknya utamakan laki-laki, teriak kita sekarang.

Disalin dari buku:
Catatan Kang Jalal, Visi Media, Politik Dan Pendidikan
Editor : Miftah F. Rakhmat
Penerbit : PT REMAJA ROSDAKARYA BANDUNG
Cetakan Kedua April

108 Responses to “Bahaya Syiah

  • 1
    Abdullah
    August 9th, 2006 09:08

    Kamis, 4 Maret 2004 21:35:55 WIB

    KENAPA SYI’AH DINAMAKAN DENGAN RAFIDHAH ?

    Disusun oleh
    Abdullah bin Muhammad As Salafi.
    Bagian Kedua dari Tigabelas Tulisan 2/13

    Penamaan ini disebutkan oleh Syaikh mereka Al Majlisi dalam bukunya “Al-Bihaar” dan ia mencantumkan empat hadits dari hadits-hadits mereka[1].

    Ada yang mengatakan : mereka dinamakan rafidhah, karena mereka datang ke Zaid bin Ali bin Husein, lalu mereka berkata : “Berlepas dirilah kamu dari Abu Bakr dan Umar sehingga kami bisa bersamamu!”, lalu beliau menjawab : “Mereka berdua (Abu Bakr dan Umar) adalah sahabat kakekku, bahkan aku setia kepada mereka”. Mereka berkata : “Kalau begitu, kami menolakmu (rafadhnaak) maka dinamakanlah mereka Raafidhah (yang menolak), dan orang yang membai’at dan sepakat dengan Zaid bin Ali bin Husein disebut Zaidiyah[2].

    Ada yang mengatakan : mereka dinamakan dengan Raafidhah, karena mereka menolak keimaman (kepemimpinan) Abu Bakr dan Umar[3].

    Dan dikatakan mereka dimanakan dengan Rafidhah karena mereka menolak agama[4].

    RAFIDHAH TERPECAH MENJADI BEBERAPA FIRQOAH (GOLONGAN)
    Ditemukan di dalam buku Daairatul Ma’arif bahwasanya : golongan yang muncul dari cabang-cabang syi’ah jauh melebihi dari angka tujuhpuluh tiga golongan yang terkenal itu [5].

    Bahkan dikatakan oleh seorang rafidhah Mir Baqir Ad Damaad [6], sesungguhnya seluruh firqoh-firqoh yang tersebut dalam hadits, yaitu hadits berpecahnya umat ini menjadi tujuhpuluh tiga golongan, maksudnya adalah firqoh-firqoh syi’ah. Dan sesungguhnya golongan yang selamat itu dari mereka adalah golongan Imamiyah.

    Al Maqrizi menyebutkan bahwa jumlah firqoh-firqoh mereka itu sampai 300 (tiga ratus) firqoh [7].

    As Syahrastaani berkata : Sesungguhnya Rafidhah terbagi menjadi lima bagian : Al Kisaaniyah, Az Zaidiyah, Al Imamiyah, Al Ghaliyah dan Al-Ismailiyah [8].

    Al Baghdadi berkata : Sesungguhnya Rafidhah setelah masa Ali ada empat golongan : Zaidiyah, Imamiyah, Ghulaah dan Kisaaniyah. [9]

    Perlu diperhatikan bahwa sesungguhnya Az Zaidiyah tidak termasuk dari firqoh-firqoh Rafidhah, kecuali kelompok Al Jarudiyah.

    APAKAH YANG DIMAKSUD AQIDAH AL-BADAA YANG DIIMANI OLEH RAFIDAH?
    Al Badaa’ yaitu bermakna tampak (muncul) setelah sembunyi, atau bermakna timbulnya pandangan baru. Al Badaa’ sesuai dengan kedua makna itu, haruslah didahului oleh ketidaktahuan, serta baru diketahui. Keduanya ini merupakan suatu hal yang mustahil atas diri Allah, akan tetapi orang Rafidhah (syiah) menisbatkan kepada Allah sifat Al Badaa’.

    Telah diriwayatkan dari Ar Rayaan bin Al Sholt, ia berkata : “Saya telah mendengar Al Ridha berkata : “Tidaklah Allah mengutus seorang nabi kecuali mengharamkan khamar, dan mengakui bahwa Allah itu memiliki sifat Al Badaa’” [10]. Dan dari Abi Abdillah ia berkata : “Tidak pernah Allah diibadati dengan sesuatu apapun seperti (mengibadatinya dengan) Al Badaa’[11]. Maha Tinggi Allah dari hal itu dengan ketinggian yang besar.

    Lihatlah wahai saudarku muslim, bagaimana mungkin mereka menisbatkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala sifat jahal (ketidaktahuan), sedangkan Dia mengatakan tentang diri-Nya :

    Artinya : “Katakanlah : Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang tahu ghaib kecuali Allah.”

    Dan di sisi lain Rafidhah (syi’ah) meyakini bahwa sesungguhnya para imam mengetahui seluruh ilmu, dan tidak akan tersembunyi baginya sesuatu apapun.

    Apakah ini keyakinan Islam (aqidah Islam) yang dibawa oleh nabi Muhammad –Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam- ??????

    [Disalin dari kitab Diantara Aqidah Syi'ah, Disusun oleh Abdullah bin Muhammad As Salafi, Diterjemahkan oleh Abu Abdillah Muhammad Elvi Syam, Lc.]
    _________
    Foote Note
    [1] Lihat buku : Al Bihaar, oleh Al Majlisi, hal : 68-96-97. (Dia ini merupakan salah seorang tempat bertanya orang-orang rafidhah (syi’ah) untuk zaman-zaman terakhir).
    [2] At Ta’liiqaatu ‘Ala Matni Lum’atil ‘Itiqaad, oleh : Syeikh Alaamah Abdullah bin Abdurrahman Al Jibrin, -semoga Allah menjaganya-, hal : 108.
    [3] Lihat : catatan kaki buku Maqaalaat Al Islamiyiin, oleh Muhyiddin Abdul Hamid, (1/89).
    [4] Lihat : di buku Maqaalaat Al Islamiyiin, (1/89).
    [5] Daairatul Ma’arif, (4/67).
    [6] Dia adalah Muhammad Baqir bin Muhammad Al Asadi, termasuk tokoh besar syi’ah.
    [7] Dia adalah Al Maqrizi du Al Khuthath, ((2/351).
    [8] Al Milal wan Nihal, oleh As Syahrastani, hal :147.
    [9] Al Farqu Bainal Firaq, oleh Al Baghdadi, hal : 41.
    [10] Ushulul Kafi, hal :40
    [11] Ushulul Kafi, oleh Al Kulaini di kitab tauhid : 1/133.

  • 2
    T Mulya
    December 6th, 2006 13:40

    Mas Harry dan mas Dullah, sudahlah engga usah menjelek-jelekkan mazhab lain, karena Ahlu Sunnah pun belum tentu benar. Coba aja baca sejarahnya. Mazhab Ahlu Sunnah didirikan pertama kali oleh Muawiyyah bin Abu Sufyan pada tahun 41 Hijriyyah untuk memperkuat kubunya (Muawiyyah) dalam konfrontasi melawan pengikut Ali bin Abi Tholib RA. Saya rasa mayoritas umat Islam mengenal siapa itu Abu Sufyan dan Muawiyyah. Mereka adalah sebagian dari orang Quraisy Bani Umayyah yang sangat benci kepada Nabi Muhammad, karena mendakwahkan ajaran Islam. Masuk Islamnya Abu Sufyan dan Muawiyyah karena terpaksa pasca penaklukan Mekkah, bukan karena Iman. Coba aja lihat. Abu Sfyan masuk Islam pada tahun 5 Hijriyah. Sedangkan Muawiyyah tahun 7 Hijriyyah. Kalo kita baca sejarah yang ditulis secara obyektif, kita akan tau bahwa kehidupan Muawiyyah sangat bertolak-belakang dengan AlQuran. Ia hidup bermewah-mewah di Istananya di Damaskus, sementara rakyatnya banyak yang hidup menderita. Dia juga sangat membenci Nabi dan keluarganya.

    Ia diangkat menjadi Gubernur di Syam oleh khalifah Abu Bakar dan tetap dipertahankan oleh khalifah Umar dan Usman.

    Puncak kebenciannya terhadap khalifah Ali, adalah dengan memberontak terhadap penguasa yang sah, yaitu Khalifah Ali bin Abi Thalib, yang dikenal dengan perang Shiffin. Dengan cara yang licik ia berhasil mengalahkan diplomasi Ali (Tahkim)

    Ia juga memerintahkan khotib salat jumat untuk melaknat Ali kuranglebih selama 60 tahun, sampai akhirnya dihentikan oleh Umar ibnu Aziz.

    Pada masa Dinasti bani Umayyah inilah banyak diproduksi hadis palsu pesanan penguasa yang memojokkan Ali dan sebaliknya mengagungkan Muawiyyah.

    Sangat perlu diketahui bahwa sejak zaman Khalifah pertama sampai ketiga, umat islam dilarang mencatat hadis/sunnah Rasul. Bahkan catatan yang sudah adapun harus dimusnahkan. Sunnah/hadis baru dibukukan pada tahun 300 hijriyyah, yang kita kenal dengan Kutubus Sitah.

    Dalam kurun waktu yang cukup panjang itu (300 tahun), sudah pasti sangat banyak hadis2 palsu termasuk Israeliyyat yang diproduksi.

    Seperti yang sudah dikemukakan diatas, bahwa pada zaman Abu Bakar sampai Usman bahkan didukung oleh penguasa bani Umayyah, catatan Sunnah Rasul dilarang untuk ditulis dan catatan yang sudah ada dimusnahkan dengan alasan yang tidak masuk akal.

    Logikanya : hadis asli yang berasal dari nabi sudah dimusnahkan. Hadis baru dibukukan 300 tahun kemudian berdasarkan hadis2 palsu yang diseleksi oleh Bukhori, Muslim dll. dan hasil wawancara dengan para ulama diberbagai negara Islam. Wah, pekerjaan yang sangat2 besar dan sangat sulit serta makan waktu.

    Apakah hasil pekerjaan Bukhori cs. itu sudah final ? Jawabannya : Belum ! Masih banyak hadis2 yang bertentangan dengan AlQuran. Kita tidak boleh menganggap hadis2 yang terhimpun dalam Kutubus Shitah itu sudah sahih semuanya. Kitapun harus tahu Bukhori itu orang Sunni. Jadi jelas kiblat politiknya amat mempengaruhi penulisan Hadisnya.

    Jadi jangan bangga dulu dengan sebutan Ahlu Sunnah, karena Sunnah dalam bentuk Hadis baru dibukukan 300 tahun kemudian. Kalo betul2 Ahlu Sunnah mestinya catatan2 Sunnah Rasul sejak Nabi wafat dijaga dan dipelihara, bukan malah dibakar/dimusnahkan. Dan kalo memang betul Muawiyah itu masuk Islamnya dengan dasar Iman, pasti dia yang duluan membukukan hadis2 dan mempertahankan Kekhalifahan.

    Pertanyaan yang sangat penting : Jadi sekarang ini Sunnah mana yang dipake oleh “Ahlu Sunnah” ? Ijtihadnya para sahabat termasuk Muawiyah ra (?) atau bener2 Sunnah Rasul yang sudah dmusnahkan pada zaman Khalifah Abu Bakar Umar, Usman dan Muawiyyah ?

    Mari kita mawas diri !

  • 3
    harry
    December 6th, 2006 14:43

    Mas Mulya, ini adalah menurut sejarah versi Syiah :)
    .
    Setelah saya teliti, buku-buku sejarah Islam yang berbahasa Indonesia ternyata banyak yang tercampur aduk dengan sejarah versi Syiah. Gemas juga saya, sudah selesai membaca buku sejarah Islam setebal 500 halaman, eeh ternyata ada kemungkinan isi buku itu cuma khayalan ulama-ulama Syiah saja.
    .
    Karena saya tidak bisa berbahasa Arab, jadi sampai sekarang saya belum tahu sejarah Islam versi Sunni untuk poin-poin yang disebutkan diatas secara lengkap.
    .
    Dan bagi pembaca komentar disini, jadi sejarah yang dikutip oleh mas Mulya diatas adalah versi Syiah. Tentu wajar jika jadi bias sesuai dengan kepercayaan mereka. Silahkan ditelaah sendiri dengan kritis, jangan ditelan mentah-mentah begitu saja.
    .
    Terimakasih.

  • 4
    oyom
    December 29th, 2006 13:39

    To Harry,

    Har gw mo tanya siapa yg ngejamin bahwa hadist bukhari itu bener2x valid 100 % shahih, ulama sunni? Ya kalo gitu pendapat loe itu sendiri juga bener2 subyektif. Kalo menurut gw sih tidak ada kebenaran 100% mengenai hadist shahih atau tidaknya, baik di pihak sunni or syi’ah. Lagian sekarang itu era informasi bo, udah basi ngebahas yang ginian, loe bela2inx suni juga belon pasti masuk syurga. Mengenai sejarah ya…., tak lepas dari kekuasaan…, liat sejarah kita, negeri kita, gimana sang soeharto manupulasi sejarah…, basi3x gitu loh, yg jelas loe bangga jadi sunni juga percuma kalo cuman jadi pecundang di planet ini, ya bukan loe aja kita semua yg mayoritas sunni, semuanya cuman pecundang, cuman bisa ngomong ini itu, nyesatan mahzab lain. kalo kita liat cermin kita sendiri harusnya kita malu, lah wong orang syi’ah yg selalu kita maki dan kita bilang sesat udah bisa bikin nuklir dan ga tergantungan ke negara lain. Lah sunni…., we are totally looser…. :))

  • 5
    harry
    December 29th, 2006 14:54

    @Oyom — Mengenai sejarah ya…., tak lepas dari kekuasaan
    .
    Asumsi yang naif banget, memangnya tidak ada ulama yang berani menentang penguasa, untuk membela yang benar ? :)
    .
    Terserah Anda mau pilih yang mana :
    .
    1. teks yang telah dibuktikan sumbernya dari Nabi saw dengan metodologi yang sangat komprehensif; bahkan lebih rigorous daripada metodologi penyusunan kitab suci berbagai agama lainnya, atau
    .
    2. mempercayai asumsi yang belum tentu kebenarannya.
    .
    Allah swt memberikan kita anugrah otak, mudah-mudahan bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya :)
    .
    udah bisa bikin nuklir
    .
    Ooo.. baru tahu saya, ternyata tanda kebenaran suatu agama adalah ketika penganutnya telah berhasil bikin nuklir ya…
    *manggut-manggut dan lirik Amerika/Korea Utara/India/Perancis/dll*
    .
    basi3x gitu loh, yg jelas loe bangga jadi sunni
    .
    Ini dia contoh asumsi dan ternyata ngawur - darimana Anda tahu saya bangga jadi sunni ? Anda sudah bisa membaca pikiran orang ya? He he.. boleh dong ajari saya caranya.
    .
    Sejak beberapa tahun yang lalu, saya berusaha menghindari dari bangga (’ujub) atas alasan apapun. Karena kalau masih ada rasa sombong sekecil debu pun, maka saya telah merampas hak Allah swt, dan surga masih tertutup untuk saya.
    .
    Agama itu bukan untuk dibangga-banggakan, atau dipamer-pamerkan. Fanboy amat sih :)
    .
    Agama itu untuk dipraktekkan dengan ikhlas dan sebaik-baiknya, dengan tujuan agar bisa mendapatkan ridha dari Allah swt.

  • 6
    cinta allah dan rasul
    February 27th, 2007 17:09

    menurut saya memang sebenarnya kita tidak usah ngejelek2in madzhab laen..seperti yang di bilang mas mulya..smua imam madzhab juga bilang,kalo oendapat mreka belum tentu 100% bner smua..kalo emang ada pendapat dia yang bertentangan dengan ayat al-qur’an ya mreka juga nyuruh kita ninggalin pendapat mreka kok..smua orang kan berhak punya keyakinan yang mreka anggep bner..ga usah lah nge-judge orang laen kafir ato apalah..yang bner tu pasti cuma dari Allah smua yang jlek2 pasti dari manusia..tp mnurut gw kalo masalah imam2 orang syi’ah ja’fariyah yang di bilang ma’shum tu mnurut keyakinan gw itu bner..kan ada ayatnya..surat ke 33 ayat ke 33..
    ya sgini dulu deh..
    duluan ya..
    assalamu’alaikum..

  • 7
    ibnu
    March 4th, 2007 01:34

    Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    pak herry dan teman2 bisa chek link2 dibawah ini utk mengetahui syiah

    http://www.kasralsanam.com/yhood+sheea.htm

    http://www.youtube.com/watch?v=US2bCk2EIcU&mode=related&search=

    http://www.youtube.com/watch?v=Z5EIGpWwtSU&mode=related&search=

    http://www.rafidhah.wordpress.com

    http://www.hakekat.com

    http://www.syiah.blogspot.com

    semoga bermanfaat

  • 8
    PHASMA
    April 9th, 2007 01:33

    to harry..
    kamu,
    janganlah bersusah hati,
    karena yang diutamakan disini adalah KEBENARAN bukan SENTIMEN!!

  • 9
    wishnu
    April 28th, 2007 22:29

    bagaimana seorang bisa menyimpang, untuk meluruskannya dengan proses yang benar. nabi tidak pernah memaksakan islam kepada orang lain. tetapi penguasa qurais terancam posisi feodalisme-nya terhadap kaum buruh, perantau, orang desa, yang tertarik pada islam, sehingga merekalah yang memulai reaksi yang proaktif. apabila seseorang masuk kedalam ajaran syiah, maka langkah untuk memberantasnya harus dengan metode yng benar. tidak dengan cara langsung kepada pusatnya. tetapi kita temui ‘mualaf syiah’ itu secara baik-baik, kemudian diajak dialog yang sportif, kenapa dia masuk syiah, ada daya tarik apa dari mazhab tersebut, kemudian baru diajukan argumen yang mungkin logis. akan tetapi tetap harus menghormati agama lain itu. Kita harus selalu ingat akan ayat Alquran “bagiku agamaku, bagimu agamamu”. Bukankah pada zaman khulafaur rasyidinpun orang syirik juga diperbolehkan memiliki kehidupan yang bebas asal mengikuti syariat fiqih sosial islam (orang kristen menuhan-anakkan yesus), tentu bagi islam adalah syirik? dan dalam ajaran islam disebutkan tidak ada dosa yang melebihi syirik kepada Allah. Jadi setelah dipelajari lebih mendalam bahwa syiah itu secara tauhid atau aqidah juga terbukti memang syirik, tetap juga kita harus menghormatinya, karena bahkan orang beragama nasranipun dilindungi hidupnya oleh pemerintahan islam.

  • 10
    jannah
    May 31st, 2007 20:19

    buat orang-orang indonesia yang gak tau apa-apa tentang syiah gak usah ngebela-belain.
    Gue idup di negara yg lingkunagn gw syiah, gue hidup di lingkungan orang-orang IRAN yang tottally kafir, becouse they are syiah. Lo tau gak, gue liat dengan mata kepala gue sendiri (Wallah, if i lie, let Allah give me laknat) kalo mereka sholat di atas batu kuburannya Husein, apa gak kafir itu namanya, dan mereka percaya bahwa sholat di atas batu itu pahalanya lebih besar dari naik haji bersama nabi Muhammad s.a.w. Dan gue menjadi saksi bahwa mereka merayakan hari dimana umar dibunuh oleh majusi abu lu’luah,mereka pesta,mabok,pesta sex, sedangkan pahlawan kita umar bin khatab meninggal karena orang majusi (nenek moyangnya orang persia=iran=siah), dan orang2 syiah(iran) benci banget ama gue karena gue ahlul sunnah wal jamaah. Oh iya buat yang ngomong kita gak pasti masuk surga krn bela2in mazhab sunnah…. denger ya, gw tantang elu di hari pembalasan, kita lihat siapa yang bener, sunnah atau syiah, kita lihat siapa yang akan terbakar di neraka karena menyekutukan Allah,,,, gak perlu bukti sekarang siapa yg bener, gue mati2an bela2in sunnah dan gue akui itu, dan gue gak takut bilang syiah itu kafir,,,, Elo yang cuma bilang kita tottally looser emang ga punya dasar ilmu agama, yang lo pikirin jadi orang sukses di dunia, HAH buat lo itu gak looser?????? yang jadi looser justru orang yang ga ngebelain agama islam(sunnah), ga berani jihad! membela agama itu jihad, kalo lo gak paham agama gak akan lo ngerti! terserah elo mau marah sama apa yang gw bilang disini. GW MENGAKUI GUE MAMBELA AHLUL SUNNAH WAL JAMMAAH. sekian. Oh iya jangan lupa tantangan gue di hari pembalasan!

  • 11
    M.JJ.Fauzi
    July 11th, 2007 15:59

    Sedih rasanya kita masih terbelenggu kepada label label, sunni atau syiah. Yang penting Buatlah kebaikan yang banyak. tunjukkan islam dengan ahklak yang baik. Sejarah tinggal sejarah. mau jadi OrBa , OrLa, atau Reformasi sama saja yang penting kita menjadi Rahmatan Lil “alamin. Nggak Usah Merasa Benar sendiri.

    Ok.

  • 12
    nana
    September 6th, 2007 20:41

    wah…wah..wah…
    udah pada hebat kali ya ?! nantang-nantang orang di hari pembalasan…WOW KEREN…
    Emang udah pada yakin pasti dibela???
    ato udah pada yakin pasti selamat???
    I aja masih bingung bisa selamat ato engga..
    Yah gue mah cuma bisa memohon semoga yang gue yakini benar dan jika pun salah minta ditunjukkan jalan yang benar, kalau pun masih belum ditunjukkan, paling tidak sudah berusaha semaksimal mungkin…Bukankah yang dinilai itu usaha kita yang bersungguh-sungguh mencari kebenaran, bukannya menganggap mutlak benar apa yang kita yakini…
    Zaman wis akhir…
    Akale jungkir…

  • 13
    jannah
    September 11th, 2007 11:44

    Buat Nana

    LO ngomong gitu karena lo gak paham apa yang terjadi Na…

    Lo gak idup di lingkungan syiah!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    LO GAK TAHU BAGAIMANA SYIAH (SEMOGA ALLAH MELAKNATNYA) MEMBENCI SUNNAH..
    KAFIIIIIIIIIIIIIIIIIR TETEP KAFIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIR!!!!

    Naudzubillahimindzalik…

    GW YAKIN CUMA Sunnah Wal Jamaah yang BENARRRRRRRRRRRRRRRRRRR!

    Kita tunggu saja HARI JADINYA!!!!

    kita lihat siapa yang MENAAAAAAAANG!
    GW DISINI BUKAN NGOMONGIN DIRI GW PRIBADI, DAN GW GAK NGERASA BENAR SENDIRI…GW MATI-MATIAN AKAN MEMBELA SUNNAH!!

    WOYYYYYYYYYYYYYYY
    MAKANYA JANGAN CUMA NONGKRONG DI INDONESIA, LIAT APA YANG TERJADI DI DUNIA!!! YANG PASTI JELAS TERLIHAT LO GAK BISA BEDAIN SUNNAH DAN SYIAH. LO ANGGAP KITA SAMA. KARENA LO GAK PAHAM! Naudzubillah!!

    SEMOGA HARI INI, HARI KEMENANGAN ATAS TRAGEDI YANG MEMBAHAGIAKAN, HANCURNYA WTC, 11 SEPTEMBER!
    AKAN MEMBUAT SEMUA MUSUH ISLAM TAKUT. HIDUP OSAMA BIN LADEN. HIDUP OSAMA BIN LADEN.

    Ya Allah.. Tunjukkanlah kami jalan yang benar.
    Amin.

  • 14
    Tasyayu'
    September 20th, 2007 16:48

    Ass wr wb…
    Sungguh saya sangat terharu dan gundah membaca tulisan2 disini.
    Cobalah renungkan sebuah cerita berikut ini.

    “Sungguh Ketika Allah Hendak menciptakan Adam(manusia pertama) para malaikat bertanya,Apakah akan engkau jadikan di bumi itu org yg akan membuat kerusakan padanya dan saling menumpahkan darah ?(lihat QS: Al-baqarah,30).serta malaikat menyatakan bahwa mrk senantiasa bertasbih dan tdk membuat kerusakan spt makhluk yg hendak dicipta. Lalu Allah Swt berfirman kepada malaikat “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

    Lalu diciptalah Adam,yg mana Adam kemudian melanggar larangan Allah agar tdk mendekati sebuah pohon yg berada disurga(QS.2-35)(bahkan adam memakan buah yg disebut buah khuldi oleh iblis(QS.Thaha,121). Disini pertanyaan malaikat terbukti bahwa manuisa itu makhluk yg suka menentang.
    Stlh Adam di bumi dan beketurunan kembali pertanyaan malaikat yg dicerikan oleh ayat 30 Al-Baqarah kembali terbukti,Anak Adam yg merupakan Saudara kandung saling membunuh(saling menumpahkan darah ). Saat itu seakan2 Allah belum memperlihatkan kebesaran-Nya dgn jawaban atas pertanyaan malaikat yg ternyata bnr2 terjadi.
    Kemudian waktu terus bergulir,tiap masa dan tiap kaum di utus oleh Allah masing2 rasul dan nabi,tapi sejarah telah membuktikan bahwa para nabi dan rasul yg diutus oleh Allah itu semuanya tdk ada yg mampu menyelesaikan risalahnya,banyak diantara mereka dibantai dan dihajar oleh kaumnya masing2.
    Lalu manakah yg Allah sebut sebagai khalifah apalagi sebagai Rahmatan lil alamin???? Apakah kita Rahmatan lil alamin???

    Apakah ummat islam saat ini yg saling menghujat,saling menuding,bahkan saling membunuh itu yg dimaksud sbg ummat Rahmatan lil alamin? BUKAN….!!!! tentu saja bukan itu rahmatan lil alamin,

    Rahmatan lil alamin adalah ummat yg mana mereka bertindak sesuai Al-qur’an. Bekerja dgn tuntunan ayat,bertetangga dgn tuntunan ayat dan penjelasan Rasul,bahkan bersetubuhpun dgn tuntunan agama,siapakah mereka?? Mereka adalah para sahabat nabi,yaitu kaum mukmin yg hidup bersama2 nabi mereka menjalankan islam secara benar,mengamalkan ayat2 Al-Qur’an dgn petunjuk Rasul Saw,Guru besar mereka Adalah Muhammad Rasulullah.

    Aneh-nya mereka yg didiik langsung oleh Rasulullah itu skrg dijadikan bahan gunjingan dan bahan kritikan oleh murid2 penghancur islam,bahkan mereka yg tau kapan serta dimana wahyu turun dan mengerti benar ttg bahasa arab yg mana ayat2 itu diturunkan dgn bahasa arab,dikritik oleh mahasiswa2
    yg hanya tau dari membaca buku2 terjemahan kaum yg sengaja ingin merusak islam.

    Wahai kaum syiah,para sahabat yg dituntun oleh Rasul itulah yg engkau kritik,para sahabat yg merupakan simbol dari ummat Rahmatan lil alamin itulah tertuju cacian dan laknat kalian.

    Wahai kaum Syi’ah tolong buktikan bahwa madhzab syi’ah adalah madhzab ahlul bait.

  • 15
    Tasyayu'
    September 24th, 2007 14:02

    “Allahuma Shali Ali Muhammad Wa Ali Muhammad,Duhai alangkah malangnya engkau wahai imam husien,APA YG MEMBUATMU BERANGKAT KE KUFFAH hingga dikau mati dibantai di karbala oleh orang celaka?mungkin ada jawaban?” Abdurabil Hasan

  • 16
    Ukhti
    October 25th, 2007 17:26

    si “jannah” n bbrp yg lain krn trlalu ofensife jdi bikin curiga deh. Kmu tu kayaknya suka deh kalo sunni perang vs syiah. Lalu kamu tu siapa ??

    Kawan2 kita kita dah 350 th di ja2h londo n jpang dg de vide et empera nya, masa sih mau2nya diadu kambing????

  • 17
    Charles
    October 25th, 2007 17:35

    Yg penting etikanya, hatinya, ucapannya, sholatnya, imannya, dll bukan bajunya kan.

    Nama aj yg surga, klakuan lo jauuuhh !!

  • 18
    iyants
    October 25th, 2007 21:32

    Asslamu’alaikum Wr Wb

    Sebelum bulan Ramadhan kemarin pertanyaan Sunny dan Syiah terlontar dari temen kerjaku, dia menanyakan perbedaan keduanya, saat itu aku bilang aku tdk begitu paham, tetapi setelah Idul Fitri dengan tiba-tiba aku menemukan buku referensi tentang itu semua, sekarang aku mulai paham perbedaan keduanya. suatu saat aku akan kemukakan pada temen kerjaku dan sekalian aku bawa buku yang kalau tidak salah di cetak tahun 1970an entah cetakan keberapa aku lupa karena buku ada di rmah, itu buku bekas belajar istriku yang mondok dipesantren daerah tasik malaya. Untuk yang belum paham bener cobalah cari jawabannya tidak hanya mengandalkan media internet karena keabsahannya meragukan, kecuali memang ada yang merekomendasikan situs tersebut benar adanya dari umat islam, bukan buatan barat/ agama lain yang memang sengaja atau tidak disangaja memecah belah kerukunan bangsa. Ingat beratus ratus tahun bangsa kita dijajah salah satunya bangsa kita mudah di adu domba dengan yang lain. Semoga Allah SWT senantiasa merahmati bagi orang-orang yang mau mencari kebenaran dan aku telah merasakan itu dengan jalan yang tidak aku duga sebelumnya bisa menemukan buku yang sdh usang, jelek dan berdebu. Tapi isinya bisa memecahkan semua tanda tanya mengenai Sunny dan Syiah.

    maaf apabila ada perkataan yang menyinggung.

    Wassalam

  • 19
    buce
    October 26th, 2007 16:15

    Gue tinggal di Indonesia dan asli indonesia yang mayoritas sunni yang kafffffffiiiiiiir,he he he gimana, jannah?

  • 20
    jannah
    October 29th, 2007 09:48

    buat charles
    Alhamdullilah telah mencaci saya..semoga saya mendapat khasanah dari cacian anda.

  • 21
    jannah
    October 29th, 2007 09:59

    buce buce…
    kalo itu menurut pendapat elo sunni kafir mana buktinya? jangan cuma ngomong.
    jangan2 lo emang ga pernah baca hadith ya?
    Nabi Muhammad s.a.w gak pernah mengatakan kata SYIAH baik dalam hadith atau kitab manapun… tapi Nabi s.a.w menyebut sunnah… sunnah adalah perilaku, kata2, nasihat, larangan, suruhan dari beliau, dan due bangga menganutnya..
    apa maknanya…. maknanya ajaran SYIAH lah yang salah. GAK ADA HADITH TENTANG SYIAH…
    GAK ADA BUKTI SYIAH ITU BETUL!!!!!
    AJARAN SESATTTTTTTTTT..
    btw gw males nanggepin syiah2 yang lain..yang geram lihat tulisan gw. Gini aja.. apapun pendapat lo semua, gue akan tetap membela sunnah sampai mati..
    terserah lo mau bilang apa. orang2 kaya lo semua yang kecuci otak sama laknatullah khomenei dan antek2nya gak akan percaya sama apa yang gw bilang…buta akan kebenaran. Ini tanggapan terakhir dari Jannah..
    END OF DISCUSSION.

  • 22
    tasyayu'
    October 29th, 2007 10:03

    Dapatkah dibuktikan bahwa Syi’ah adalah madzab ahlul bait?

  • 23
    umar
    October 29th, 2007 10:08

    to charles
    Yg penting etikanya, hatinya, ucapannya, sholatnya, imannya, dll bukan bajunya kan.

    Anda tahu etika orang syiah?
    Hatinya syiah?
    ucapannya syiah?
    sholatnya syiah?
    imamnya syiah?

    Hatinya munafik, katanya menyembah Allah, kok malah mengagungkan Ali, Husein?
    Sholatnya pake batu karbala di jidat, jelas kan kafir.
    imammya berfatwa hanya lubang dubur aurat, yang lainnya bukan, boleh menggilir istri,sodomi halal dan omong kosong lainnya.

    Jelas kan siapa yang salah! siapa yang tertutup oleh baju????
    Lain kali pakai ilmu kalo mau komen.

  • 24
    hendy unggul
    October 30th, 2007 09:15

    HEBATTTTTTT
    kita berani menghakimi tanpa pengetahuan yang cukup

    BRAVO
    sesama muslim saling menkafirkan

    BEJATTTTTTTTTTTTT
    siapa kita

    Syiah pencinta ahlul bait
    saudaraku

    Sunni juga saudaraku

    sesama muslim adalah bersaudara
    sungguh pengetahuan kita sangat sedikit
    semoga Allah melindungi kita dari kesombongan

  • 25
    buce
    October 30th, 2007 17:12

    Maap…maap…maap klo gw keterlaluan becandanye, bikin emosi, ye..ye maap deh. Buktinye jann, klo lo gi sholat pikiran lo ke mane aje ? Boleh tanya ame nyang lain juga, Allah tuh ape? (ane bukan nanye ZatNye), Coba lo perhatiin, gerak sholat ame bacaan nye kocar kacir tuh orang2 pada kagak nyambung dech, klo hatinye gw kagak tahu, tapi klo mo jujur pasti kagak pas dech he…he..he, makanye klo belajar ame keturunannye jangan ame sohibnye he..he..he. Nyang tahu ortu lo ya elo anaknya bukan tetangge he…he..he

  • 26
    tasyayu'
    October 30th, 2007 18:16

    @buce

    keturunan-nye yang mana mang? bisa ga dibuktiin klu syi’ah madzab-nya ahlul bait? itroh ahlu bait ya? buktiin dulu klu syi’ah memang madzab-nya ahlu bait baru diikuti
    Jangan cuma ngaku2 madzab-nya ahlu bait tapi ga bisa buktiin mang

  • 27
    bukan_siapa2
    November 1st, 2007 10:52

    Kayak gw aja deh bikin gampang, dapet surga dapet dunia juga. Misal gw lagi males, sholat dhuhur ama asar kemudian maghrib ame isak digabung sesuai ajaran syiah, kalo gw mau mabuk gw minum aja arak toh imam hanafi ngebolehin, mau makan sate daging anjing ya makan aja toh imam maliki ngebolehin, mau kawin sama anak sendiri hasil zina ya nggak papa toh imam syafei boleh, mau kawin mut’ah ya laksanakan aja toh syiah boleh. Jadi nurut gw nggak usah pusing dah nikmati dunia dapet surga juga, toh para imam ngeluarin tafsir seperti itu kan udah dipikir dalem2 dan mereka ngga bisa ditanyain mereka masuk surga apa neraka, jadi lu juga nggak pasti masuk kemana. so what gitu lho…

  • 28
    buce
    November 1st, 2007 16:00

    mbak tasyayu, gw kagak bisa buktiin keturunannye baginda rasul Muhammad saw. sekarang ini, makanye semua lo lo omongin apa tuh qur’an and hadith kaga ade juga nyang bener, alias cuma karangan orang2 nyang ngaku ahli sunnah wal jamaah sebabnye kaga ade keturunannye tuh nabi nyang dapet wahyu sekarang ini, he…he…he. Sorry ye gw cuma ngikuti pola pikir elo. jadi lo pade semuanye iroh he..he..he

  • 29
    buce
    November 1st, 2007 16:06

    mbak tasyayu, gw kagak bisa buktiin keturunannye baginda rasul Muhammad saw. sekarang ini, makanye semua lo lo omongin apa tuh qur’an and hadith kaga ade juga nyang bener ,cuma mitos, alias cuma karangan orang2 nyang ngaku ahli sunnah wal jamaah sebabnye kaga ade keturunannye tuh nabi nyang dapet wahyu sekarang ini, he…he…he. Sorry ye gw cuma ngikuti pola pikir elo. jadi lo pade semuanye si Iroh he..he..he. yuuk rame2 tes DNA seluruh manusia biar terbukti nyang mane keturunan nabi biar gw jadi manstaaaaap keyakinannye.

  • 30
    buce
    November 6th, 2007 09:36

    Assalamu’alaikum ww.

    Buat : Orang2 yang memfitnah Syiah

    Undangan : Membawa Al Qur’an terjemah Dep. Agama RI (yang dianggap benar untuk beredar di indonesia saat ini)

    Acara : Membuktikan apakah Syiah atau orang2 yang yang memfitnah syiah yang tidak sesuai Al Quran.

    Sangsi : yang tidak sesuai Quran harus di bunuh di depan umum, kalau banyak wajib bunuh diri masing2.(he ..he..he)

    Juri : MUI,NU, LDII dan terserah

    LOkasi : ditentukan setelah peserta mencapat 10.000 buat pemfitnah.

    Saran Buat pemfitnah : sebelum ndaftar, sebagai contoh aja, cek dulu cara wudhu kamu, Apa kata Al Quran untuk cara ber wudhu ? dan apakah sesuai dengan yang kamu lakukan?
    He..he..he dijamin pasti nggak sesuai kata Al Quran. Kalau gitu jangan ndaftar. Sebab acara bukan untuk berdebat tapi untuk memeragakan cara yang tertulis di Al Quran.

  • 31
    sufehmi
    November 6th, 2007 17:33

    @buce -

    Saran Buat pemfitnah : sebelum ndaftar, sebagai contoh aja, cek dulu cara wudhu kamu, Apa kata Al Quran untuk cara ber wudhu ? dan apakah sesuai dengan yang kamu lakukan?
    He..he..he dijamin pasti nggak sesuai kata Al Quran. Kalau gitu jangan ndaftar. Sebab acara bukan untuk berdebat tapi untuk memeragakan cara yang tertulis di Al Quran.

    .
    Kan cara wudhu ada di hadits.
    .
    Atau, Syiah tidak menerima hadits ?
    .
    Yah, jadi ketahuan deh belangnya …

  • 32
    tasyayu'
    November 7th, 2007 11:52

    @buce
    Saran Buat pemfitnah : sebelum ndaftar, sebagai contoh aja, cek dulu cara wudhu kamu, Apa kata Al Quran untuk cara ber wudhu ? dan apakah sesuai dengan yang kamu lakukan?
    He..he..he dijamin pasti nggak sesuai kata Al Quran. Kalau gitu jangan ndaftar. Sebab acara bukan untuk berdebat tapi untuk memeragakan cara yang tertulis di Al Quran.

    Bukan cuma cara wudhu tp tertib sholat juga ga ada di A-Qur’an.
    Maka-nya kita ambil hadits sebagai rujukan utk hal itu,nah…klu ga dari hadits mau darimana? dari imam ma’shum? kalian pernah liat imam ma’shum wudhu dan sholat ga? jangan2 malah kalian ga wudhu dan ga sholat krn belum liat cara wudhu dan sholatnya imam ma’shum ya?

    @sufehmi

    Atau, Syiah tidak menerima hadits ?
    .
    Yah, jadi ketahuan deh belangnya …

    Syi’ah sieh nerima hadits…tapi yg dari ahlul bait,and juga terima hadits dari Ahlu sunnah asal sesuai ama nafsu mereka.

  • 33
    buce
    November 8th, 2007 09:14

    He..he..he.. tuh kan, perkara wudhu belon beres udah pade nyosor ke masalah sholat. Dasar orang sunni pade hobi tergesa gesa and grusah grusuh ngikutin hawa nafsu aje. Setuju nggak klo gw ajak ke Al Quran dulu? Terserah mo Quran nyang mane aje, biar kagak ade fitnah klo syiah punya mushaf sendiri atau kagak mengakui Qura’an yang beredar sekarang.
    Klo udah sesuai Al Qur’an, barulah bawa hadits, Mo kitab hadist nyang mane aje, terserah!!,asal tidak bertentangan ame Al Qur’an nyang lo2 pade baca.

    Klo udah beres ame wudhu, baru kita ke masalah sholat. Pasti tambah seru tuch, atau ke masalah akidah dulu.Terserah!!. ASAL SESUAI AL QUR’AN. Jangan kayak nyang sekarang terjadi, sedikit2 hadist-sedikit2 hadist,sebab al quran mesti ditafsirkan ame ahli tafsir nyang bener2 ahli, alaaasssaaaaan terusssssss.

  • 34
    tasyayu'
    November 8th, 2007 13:50

    @ buce

    ASAL SESUAI AL QUR’AN. Jangan kayak nyang sekarang terjadi, sedikit2 hadist-sedikit2 hadist,sebab al quran mesti ditafsirkan ame ahli tafsir nyang bener2 ahli, alaaasssaaaaan terusssssss.

    heheheheh…bukan-nya syiah yang dikit2 imam…dikit2 imam….
    Bahkan Syi’ah yang bilang ada revisi dalam Al-Qur’an…?
    Coba cari 1 Ulama yg dipercaya oleh ahli sunnah,pernah ga mereka berkata klu al-qur’an dah kena tangan2 jahil?
    Klu ulama Syi’ah banyak yang dah bilang spt itu….
    Mau bukti? baca al-kafie…tu katanya kumpulan hadits-nya imam ma’shum?
    atau yg ini…

    Diantara contoh kedustaan dan penyelewengan mereka terhadap mushaf Al-Qur`an:

    1. Dalam Surat Al-Baqarah:257
    وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ …
    “Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan….”
    Namun dalam Al-Qur`an palsu mereka:
    وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِوِلاَيَةِ عَلِيّ بْنِ أَبِيْ طَالِبٍ أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ …
    “Dan orang-orang yang kafir terhadap kepemimpinan Ali bin Abi Thalib itu, pelindung-pelindung mereka adalah syaithan….”

    2. Dalam Surat Al-Lail:12-13
    إِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدَى(12) وَإِنَّ لَنَا لَلآخِرَةَ وَالأُولَى(13)
    “Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk, dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia.”
    Namun dalam Al-Qur`an palsu mereka:
    إِنَّ عَلِيًّا لَلْهُدَى(12) وَإِنَّ لَهُ لَلآخِرَةَ وَالأُولَى(13)
    “Sesungguhnya Ali benar-benar sebuah petunjuk dan kepunyaan dialah akhirat dan dunia.”

    3. Dalam Surat Al-Insyiraah:7
    فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ
    “Maka apabila kamu (Muhammad) telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.”
    Sedangkan dalam Al-Qur`an palsu mereka:
    فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصِبْ عَلِيًّا لِلْوِلاَيَةِ
    “Maka apabila kamu (Muhammad) telah selesai (dari suatu urusan), maka berilah Ali kepemimpinan.”
    Bahkan sebelum ayat ini ada tambahan:
    وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ بِعَلِيٍّ صِهْرِكَ
    “Dan Kami angkat penyebutanmu (Muhammad) dengan Ali sang menantumu.”

    Para pembaca, bila kita telusuri keyakinan atau aqidah bathil ini, ternyata merupakan sebuah kesepakatan yang ada pada mereka. Tidak satupun di antara ulama-ulama jahat mereka yang menyelisihi kesepakatan ini. Sebagaimana yang dikatakan oleh salah seorang ulama mereka yaitu Al-Mufid bin Muhammad An-Nu’man dalam kitab Awai’ilul Maqalaat hal 49.

    Sumber : http://rafidhah.wordpress.com/2007/03/08/al-quran-diubah-ubah/

    Nah tu malah sdh jadi kesepakatan ulama syi’ah segala
    Di Alkafie juga banyak cerita ttg revisi Al-qur’an
    Jadi itu bukan fitnah tapi memang kenyataan. Anda punya Al-Kafie ga? disono banyakcerita tentang revisi Al-Qur’an… Klu ga punya silahkan minta kesaya nanti saya kasi pinjam okey?

    Ahli Tafsir yg bener2 ahli tu sapa ya??? Imam Hasan askari?
    Ato Imam Mahdi? mahdi-nya aja ga bisa dibuktiin keberadaan-nya gmn mo ikuti ajaran-nya?

    Udah seh…Syi’ah dah basi… Gmn mo cerita soal wudhu,sholat,aqidah… buktiin klu syi’ah emang bnr2 madzab-nya ahlul bait aja ga bisa.
    Buktiin dulu klu syi’ah adalah madzab-nya ahlul bait baru bicara ttg Aqidah dan fiqih menurut syi’ah (ahlu bait)

    Saya tantang utk semua orang syi’ah yang baca ini supaya membuktikan klu syi’ah adalah madzab-nya ahlu bait…!!
    klu saya bisa buktiin-nya syi’ah tu madzab-nya ibnu saba’(pasti dibilang fiktif nie….basi ahhhh)

  • 35
    Ajie
    December 19th, 2007 18:39

    Ass. mas Harry,

    Maaf perkenankan saya Ajie usia 48 Tahun hanya ingin menanyakan apakah Bapak Quraish Shihab adalah Syiah karena kalau saya baca dalam bukunya memang beliau adalah Syiah ?

    Bukannya Beliau adalah Ulama Besar yang berilmu tinggi yang dimiliki Indonesia dan salah satu dari 05 Peringkat Ahli Tafsir Qur’an di Dunia ?

    Bila tidak keberatan bolehkah dijawab via sms ke No. 0856 886 3778 ?

    Terima Kasih dan Salam Hormat

  • 36
    sufehmi
    December 20th, 2007 18:30

    @Ajie - saya tidak tahu soal Quraish Shihab. Tapi kita musti sadari bahwa ahli ilmu / ulama bukan berarti otomatis ybs adalah ahli surga / berada di jalan yang benar.

  • 37
    rhuseinh
    December 25th, 2007 21:45

    @ sufehmi #36

    Tapi kita musti sadari bahwa ahli ilmu / ulama bukan berarti otomatis ybs adalah ahli surga / berada di jalan yang benar.

    tentunya anda sependapat bahwa hal yang sama juga berlaku untuk semua ulama baik sunni maupun syi’ah, para perawi hadits, para sahabat rasul, para imam mazhab dan seterusnya.

    komentar anda mengenai syi’ah tidak percaya hadits juga jauh dari kebenaran. sepengetahuan saya salah satu hal yang menonjol dari golongan syi’ah adalah tradisi keilmuan mereka dan penyortiran hadits yang lebih ketat dibandingkan golongan sunni.

    saya pernah komentar panjang lebar di posting ini beberapa bulan yang lalu, sayangnya sepertinya komentar saya hilang. saya tidak tahu apa karena bahasanya kurang sopan? atau karena dobel posting? komentar tersebut masih saya simpan dan bisa saya posting lagi jika bung harry berkenan.

  • 38
    sufehmi
    December 25th, 2007 22:01

    komentar anda mengenai syi’ah tidak percaya hadits juga jauh dari kebenaran. sepengetahuan saya salah satu hal yang menonjol dari golongan syi’ah adalah tradisi keilmuan mereka dan penyortiran hadits yang lebih ketat dibandingkan golongan sunni.
    .
    Definisi “lebih ketat” disini apa dulu ?
    .
    Cuma terima hadits dari ulama syiah, tolak semua yang dari sahabat nabi yang dibenci syiah ?
    .
    Ini bukan “lebih ketat” dalam konotasi yang positif, namun justru sangat negatif.
    .
    saya pernah komentar panjang lebar di posting ini beberapa bulan yang lalu, sayangnya sepertinya komentar saya hilang
    .
    Ya, saya sudah capai berniat diskusi dengan mayoritas Syiah karena buntutnya selalu debat kusir dan penipuan.
    Betul-betul mengecewakan
    .
    Jadi kalau ada yang seperti itu, saya langsung hapus saja karena saya sedang tidak ada waktu untuk meladeni berbagai usaha penyesatan dari mereka.
    Saya tidak ingat apakah itu sebabnya atau karena kata-kata yang kasar, tapi kira-kiranya demikian
    .
    Bagi Syiah yang bisa bermuamalah dengan baik, saya tidak masalah. Beberapa kawan saya justru tokoh syiah di Indonesia. Hal ini karena mereka bisa menerima bahwa saya menjalankan prinsip lakum dinukum waliyadin.
    .
    Bagi Syiah yang berniat buruk, maaf saya tidak ada waktu untuk Anda. Harap maklum.

  • 39
    rhuseinh
    December 26th, 2007 09:32

    @sufehmi #38

    Cuma terima hadits dari ulama syiah, tolak semua yang dari sahabat nabi yang dibenci syiah ?

    Ini bukan “lebih ketat” dalam konotasi yang positif, namun justru sangat negatif.

    pernyataan anda terlalu menggeneralisir. toh sebagian besar hadits yang mereka gunakan (dari ulama syi’ah) juga disampaikan oleh ulama sunni. jika mereka menolak sesuatu hadits mestinya bukan didasari perasaan suka atau benci. hadits menurut saya adalah kesaksian seseorang yang menyatakan bahwasanya ia mendengar/melihat rasulullah mengatakan/melakukan sesuatu.

    jika pribadi seseorang tersebut diragukan, atau jika kondisi orang tersebut diragukan (nyawanya/dapurnya, dsb. sedang terancam) kita patut ragu atas apa yang disampaikannya saat itu. tentunya banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menghapus keraguan kita akan benar tidaknya apa yang disampaikan. hal inilah yang dilakukan oleh para ulama baik syi’ah maupun sunni, tetapi tentunya ada perbedaan dalam metodologinya.

    Ya, saya sudah capai berniat diskusi dengan mayoritas Syiah karena buntutnya selalu debat kusir dan penipuan.
    Betul-betul mengecewakan

    saya ingin sekali melihat diskusi2 yang anda lakukan dan yang anda katakan berbuntut debat kusir dan penipuan. sayangnya mungkin diskusi yang anda maksud adalah diskusi offline dan anda tidak punya transkripnya.

    Jadi kalau ada yang seperti itu, saya langsung hapus saja karena saya sedang tidak ada waktu untuk meladeni berbagai usaha penyesatan dari mereka.

    saya tidak meminta anda untuk menegakkan demokrasi di blog anda ini, tapi komentar saya yang “hilang” itu masih lebih beradab dari komentar-komentar lain yang anda loloskan, dan bukan “usaha penyesatan”.

    pernyataan anda ini jauh dari sifat seseorang yang menghargai ilmu. coba anda baca lagi posting dan komentar2 anda diatas. anda langsung menolak segala hal yang berbau syi’ah:
    - “Jadi, Just Say NO to “Mazhab” Ja’fari, karena ujungnya adalah penganuliran Islam yang pada saat ini kita anut — dengan berdasarkan fitnah-fitnah / pemelintiran penafsiran/fakta.”
    - “Mas Mulya, ini adalah menurut sejarah versi Syiah”.
    - “Karena saya tidak bisa berbahasa Arab, jadi sampai sekarang saya belum tahu sejarah Islam versi Sunni untuk poin-poin yang disebutkan diatas secara lengkap.”

    banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengetahui sejarah versi sunni ataupun syi’ah, anda tidak harus bisa berbahasa arab untuk bisa mempelajari sejarah.

    Bagi Syiah yang bisa bermuamalah dengan baik, saya tidak masalah. Beberapa kawan saya justru tokoh syiah di Indonesia. Hal ini karena mereka bisa menerima bahwa saya menjalankan prinsip lakum dinukum waliyadin.

    anda ternyata jauh lebih beruntung dari saya karena memiliki kawan yang merupakan tokoh syi’ah di indonesia, sedangkan saya hanya bisa mendapatkan informasi sepotong2 mengenai syi’ah dari sana sini.

    semoga komentar saya ini tidak “hilang” karena terlalu panjang atau berbau “penyesatan”.

  • 40
    sufehmi
    December 26th, 2007 13:04

    pernyataan anda terlalu menggeneralisir.
    .
    Dan Anda mengelak dari pertanyaan / statement saya tersebut.
    .
    Ini juga yang lazim terjadi pada diskusi saya dengan para penganut Syiah lainnya selama bertahun-tahun. Jadi maaf saja, saya sudah bosan & kenyang diperlakukan & dibuang-buang waktunya seperti ini.
    .
    tapi komentar saya yang “hilang” itu masih lebih beradab dari komentar-komentar lain yang anda loloskan, dan bukan “usaha penyesatan”.
    .
    Sekarang Anda sudah tahu kenapa.

  • 41
    rhuseinh
    December 26th, 2007 14:40

    @sufehmi #40

    Dan Anda mengelak dari pertanyaan / statement saya tersebut.

    saya kurang paham dengan apa yang bung harry sebutkan sebagai mengelak. saya sudah mencoba menjawabnya semampu saya. hadits sunni juga dipakai, kok. tentunya yang sesuai dengan pemahaman mereka dan menurut mereka shahih. mungkin bung harry bisa jelaskan apa yang bung harry maksud dengan mengelak?

    Ini juga yang lazim terjadi pada diskusi saya dengan para penganut Syiah lainnya selama bertahun-tahun. Jadi maaf saja, saya sudah bosan & kenyang diperlakukan & dibuang-buang waktunya seperti ini.

    saya masih penasaran dengan diskusi2 bung harry selama bertahun-tahun, mohon bantu saya dengan rujukan ke diskusi2 tersebut. apakah diskusi tersebut berakhir dengan debat kusir dan penipuan tentunya saya akan punya penilaian sendiri.

    tapi komentar saya yang “hilang” itu masih lebih beradab dari komentar-komentar lain yang anda loloskan, dan bukan “usaha penyesatan”.
    .
    Sekarang Anda sudah tahu kenapa.

    maaf, saya belum paham. saya bisa posting lagi komentar tersebut dan jika bung harry berkenan mohon bung harry menjelaskan bagian yang menurut bung harry adalah “usaha penyesatan”. komentar saya yang lama itu memang agak “keabg2an” tapi tentunya jika dimuat banyak pihak yang bisa meluruskan apa yang bengkok dari komentar saya tersebut.

  • 42
    sufehmi
    December 27th, 2007 17:03

    saya kurang paham dengan apa yang bung harry sebutkan sebagai mengelak.

    .
    Saya merujuk ke kalimat ini : tolak semua (hadits) yang dari sahabat nabi yang dibenci syiah ?
    .
    Sampai saat ini tetap belum ada klarifikasinya dari Anda.
    .

    mohon bantu saya dengan rujukan ke diskusi2

    .
    Ada arsip diskusinya di server Isnet yang lama. Sayangnya, server tsb sudah lama offline, gara-gara dikira server milik jaringan teroris (Islamic NETWORK) oleh antek-anteknya Bush.

  • 43
    rhuseinh
    December 28th, 2007 09:15

    Saya merujuk ke kalimat ini : tolak semua (hadits) yang dari sahabat nabi yang dibenci syiah ?
    .
    Sampai saat ini tetap belum ada klarifikasinya dari Anda.

    mungkin saya yang kurang pandai berbahasa. saya coba lagi.

    jika mereka menolak sesuatu hadits mestinya bukan didasari perasaan suka atau benci. hadits menurut saya adalah kesaksian seseorang yang menyatakan bahwasanya ia mendengar/melihat rasulullah mengatakan/melakukan sesuatu.

    .
    ya. mereka menolak hadits dari sebagian sahabat karena:

    jika pribadi seseorang tersebut diragukan, atau jika kondisi orang tersebut diragukan (nyawanya/dapurnya, dsb. sedang terancam) kita patut ragu atas apa yang disampaikannya saat itu….dst.

    mudah-mudahan ini bisa lebih jelas.
    .
    kenapa kita tidak bisa langsung mempercayai semua sahabat? tentu saja seperti kata anda yang juga saya sependapat:

    Tapi kita musti sadari bahwa ahli ilmu / ulama bukan berarti otomatis ybs adalah ahli surga / berada di jalan yang benar.

    lalu bagaimana dengan pernyataan anda seperti:

    .
    Kan cara wudhu ada di hadits.
    .
    Atau, Syiah tidak menerima hadits ?
    .
    Yah, jadi ketahuan deh belangnya …

    .
    jika anda memang pada awalnya sudah tahu bahwa syi’ah memiliki metode/preferensi sendiri (meminjam kata anda menolak semua (hadits) yang dari sahabat nabi yang dibenci syiah) kenapa harus terlontar komentar seperti itu?
    .
    sayang sekali diskusi di server lama isnet tersebut sudah tidak ada. saya pribadi tidak lantas menganggap anda berkhayal hanya karena saya tidak/belum melihat arsip diskusi tersebut. mudah-mudahan ada pihak lain yang mengarsipnya dan bisa membantu menungungkapkannya.

  • 44
    Ghoelam
    December 29th, 2007 17:52

    Menurut sunni para rawi hadis dr kalangan sahabat dapat diterima semuanya. Sedang bagi syiah tidak semua sahabat itu jujur dalam periwayatan hadits hingga perlu diadakan penelitian apakah ia dusta atau tidak. Email aku, kuberi rujukannya. Q adalah syiah.

  • 45
    wsn_001
    December 30th, 2007 19:47

    usman,umar,abubakar adalah laknatullah, asyhaduan laa illaaha illallaah wa asyhadu anna muhammadur rasulullah wa asyhadu ana aaliyan waliyullaah. imam mahdi al mukhtadar

  • 46
    rhuseinh
    December 30th, 2007 22:35

    @Ghoelam
    akhirnya ada orang syi’ah yang mau juga berkomentar di sini. mudah2an bisa membantu kita untuk memahami syi’ah.
    .
    mohon koreksi pemahaman saya:
    ulama kita (sunni) juga tidak serta-merta menerima semua hadits dari manapun datangnya. terputusnya sanad, terdapatnya pribadi yang meragukan dalam rangkaian sanad juga menjadi tolok ukur keshahihan suatu hadits.
    .
    yang saya ketahui adalah ulama sunni sepakat bahwa hadits yang terdapat adalam shahih bukhari dan shahih muslim adalah semuanya shahih.
    .
    jika anda ingin menyampaikan sesuatu, saya rasa sebaiknya tak perlu sembunyi2/japri. jika memang pemilik blog ini menilai komentar anda layak ditampilkan, pasti ditampilkan dan mudah2an membawa manfaat bagi kita semua.
    .
    @wsn_001
    anda seolah-olah mau menyampaikan bahwa anda mewakili syi’ah dengan:
    1. melaknat abubakar, umar dan utsman
    2. mengucapkan syahadat yang berbeda dari syahadat yang umat islam ucapkan.
    .
    mengatributkan kedua tuduhan tersebut kepada syi’ah adalah hal yang sudah basi. anda hanya menyebar fitnah.
    .
    saya rasa saudara Ghoelam bisa mengklarifikasi hal ini.

  • 47
    Ghoelam
    December 31st, 2007 16:53

    Persoalan hadis dalam islam memang persoalan yang njelimet. Selain karena pembukuanx terlambat, penilaian sahihx pun berbeda2. Dalam sunni, mis bukhari memerlukan waktu bertahun2 utk menyortir ketat pembawa sabda nabi dari tiap masa kecuali tingkt sahabat. Hasilx dpt ditebak. Para Ulama pun mengakui kitabx sbg yg paling sahih. Namun ulama jg tdk gegabah tunduk, tdk kritis pada bukhari karena beberapa riwayatx yang bertentangan dgn quran, akal, dan hadits lainx. Sehingga ambil kesimpulan sahih bukhari galibx sahih secara sanad rawi namun belum tentu sahih scr matan, isi hadis. Bersambung..

  • 48
    Ghoelam
    December 31st, 2007 17:05

    Saya yakin bukhari kerja keras menyortir sabda nabi sehingga para ulama sunni menempatkan bukux satu tingkat dibwh quran. Namun tiada gading yg tak retak, ulama jg menemukan bebrpa kejanggalan dlm isi sahih bukhari yg bertentangan dgn quran, akal, hadis2 lainx hingga menyimpulkan shh bukhari galibx sahih secr sanad rawi namun secara matan, isi hadis perlu kajian ulang. Sdg syiah bersambung..

  • 49
    Ghoelam
    December 31st, 2007 17:19

    Saya yakin penganut syiah marah ketentuan nas pengangkatan ali di lengserkan krn politk kekuasaan waktu itu. Namun bgmana skp imam ali waktu itu, ia tdk berontak demi terjagax umat islam. Ia lebih menyrh urusan waktu di akhrt sesuai wasiat nabi saw bl ia ditgl umatx dan mementgkn menyatukan islam, misalx dgn memberi nama anak2 dgn abu bkr, umar, usman.

  • 50
    Ghoelam
    December 31st, 2007 17:50

    Hadis bagi syiah bukan hanya sabda nabi tetapi jg sabda 12 imam ahli baitnya karena berdasarkan quran dan hadis. Selain juga mnrm hadis klmpk lain, nonsyiah jk tdk terbukti tdk adil, dusta. Serta meneliti kejujuran sahabat karena sebagian mereka berlaku tdk jujur dlm menyebrkan sabda nabi saw dm kepentgn politk semata.

  • 51
    sufehmi
    January 1st, 2008 16:00

    @rhusein :
    .
    ya. mereka menolak hadits dari sebagian sahabat karena:

    jika pribadi seseorang tersebut diragukan, atau jika kondisi orang tersebut diragukan (nyawanya/dapurnya, dsb. sedang terancam) kita patut ragu atas apa yang disampaikannya saat itu….dst.
    .
    Nah, makanya saya bilang orang Syiah doyan mengelak dari inti masalahnya. Sehingga jadi banyak membuang-buang percuma waktu saya.
    .
    Seperti terimplikasi dari komentar Ghulam dan juga dari banyak sumber2 Syiah, para sahabat yang ditolak Syiah antara lain adalah para sahabat yang sudah dijamin masuk surga oleh Nabi saw.
    .
    Sehingga ini menjadi masalah besar - Nabi saw sudah menyatakan Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dll; tapi menurut Syiah (terutama) Rafidhah, mereka adalah pengkhianat umat & agama.
    .
    Secara logis, jelas saya pribadi memilih sabda Nabi saw, daripada kata-kata dari orang-orang yang sudah dicaci oleh Ali bin Abi Thalib ra sendiri.

  • 52
    sufehmi
    January 1st, 2008 16:12

    @Ghulam - Saya yakin bukhari kerja keras menyortir sabda nabi sehingga para ulama sunni menempatkan bukux satu tingkat dibwh quran. Namun tiada gading yg tak retak, ulama jg menemukan bebrpa kejanggalan dlm isi sahih bukhari yg bertentangan dgn quran, akal, hadis2 lainx hingga menyimpulkan shh bukhari galibx sahih secr sanad rawi namun secara matan, isi hadis perlu kajian ulang.
    .
    Saya kira Anda benar, salah satu contohnya pernah didiskusikan di blog ini juga (soal umur Aisyah pada saat menikah).
    .
    Namun yang mengesalkan dari diskusi saya dengan berbagai penganut agama Syiah (juga atheis, JIL, dst), ini langsung menjadi senjata untuk menafikan Bukhari & Muslim secara umum.
    Sementara mereka akan menerima sumber-sumber yang sesuai dengan hawa nafsunya, yang JAUH lebih meragukan, tanpa dikritisi sama sekali.
    .
    Mengaku ilmiah, tapi bias & tidak adilnya sangat luar biasa.
    .
    Belum lagi penyerangan kepada berbagai hadits Bukhari & Muslim yang sebetulnya tidak bermasalah, dengan berbagai modus operandi yang tidak jujur.
    .
    Jadi dengan menilik poin-poin diatas, kalau ada yang menyerang Bukhari / Muslim disini, saya akan cenderung menghapus komentarnya. Silahkan lakukan di tempat lain saja.
    .
    Terimakasih.

  • 53
    rhuseinh
    January 1st, 2008 17:26

    @sufehmi
    ini ditujukan untuk komentar anda dua komentar anda di atas (#51 & #52) dan bagi anda sendiri supaya tidak memakan banyak tempat.

    anda mengatakan syi’ah suka mengelak dari inti masalahnya. sayangnya saya sendiri jadi tidak tahu apa inti masalahnya atau inti dari posting anda ini yang dielak oleh syi’ah dengan mengatakan bahwa sahabatpun bisa juga salah.
    .
    mengenai sahabat yang sudah dijamin masuk surga oleh nabi, saya tidak bisa berkomentar lagi karena sudah pasti akan anda labeli menyerang bukhari / muslim dan yang sudah anda jamin akan anda hapus.
    .
    sayangnya anda hanya bisa mengklaim mereka begini mereka begitu tanpa bisa membantu saya untuk memahaminya dengan memberi rujukan yang bisa saya lihat.

  • 54
    Ghoelam
    January 2nd, 2008 15:17

    Syiah tdk menyerang dua kitab sahih secara general. Bahkan sebagian hadis2 mereka mendukung eksistensi syiah. Misalx ramalan nabi tentang 12 imam sampe hari kiamat, Ulama sunni tdk dpt scr pas menafsirkanx. Adapula hadis tsaqalen, yaitu dua wasiat nabi, quran dan ahli bet, bkn hadis lemah, yg menyebutkn quran dan sunah. Adapula hadis yang menunjkkan wasiat nabi pd ali di rumah aisyah. Dsb.

  • 55
    sufehmi
    January 2nd, 2008 19:26

    @rhuseinh - sayangnya saya sendiri jadi tidak tahu apa inti masalahnya atau inti dari posting anda ini yang dielak oleh syi’ah dengan mengatakan bahwa sahabatpun bisa juga salah.
    .
    Ya, masih mengelak juga. Apalagi yang masih kurang jelas ?
    Anda / Syiah menolak & menyerang sahabat-sahabat Nabi saw yang paling utama (bukan sekedar random Fulan yang kebetulan hidup di zaman Nabi saw), menyerang bukhari/muslim tanpa dasar-dasar yang jelas, dst.
    .
    Saya sudah bisa menerima bahwa memang ada perbedaan fundamental antara Sunni & Syiah yang tidak bisa di rekonsiliasi. Masing-masing berkeyakinan bahwa kepercayaan mereka yang paling benar.
    Dan kita bisa tetap hidup berdampingan dengan damai, dengan memegang prinsip lakum dinukum waliyadin.

  • 56
    sufehmi
    January 2nd, 2008 19:55

    @Ghoelam - Syiah tdk menyerang dua kitab sahih secara general
    .
    “Menyerang” tidak lah selalu secara frontal.
    Salah satu cara “menyerang” lainnya adalah dengan menyebarkan fitnah bahwa kitab sahih tersebut sebetulnya justru mendukung Syiah - dan lalu memberikan “bukti-bukti” pendukung, yang sebetulnya adalah penipuan & “fakta” yang tidak ada dasarnya.
    .
    Salah satu contohnya bisa dibaca di posting ini - Ja’far ra dituduh sebagai imam Syiah. Padahal beliau sendiri tidak pernah menyatakan demikian (oh beliau kan lagi taqiyyah - capek deh, tidak ada habisnya penipuan dari Rafidhah ini).
    .
    Contoh berikutnya lagi adalah klaim bahwa ada hadits shahih riwayat Bukhari yang membenarkan 12 Imam nya Syiah Rafidhah.
    Padahal begitu kita lihat redaksi haditsnya, 12 imam tersebut bisa siapa saja; dan bukan merujuk kepada 12 imam syah rafidhah.
    .
    Lagi-lagi Anda cuma membuang-buang waktu saya.

  • 57
    sufehmi
    January 2nd, 2008 20:01

    Salah satu hal yang paling mengesalkan mengenai Syiah adalah kelompok ini dimulai dari masalah **politik** yang sangat sepele, yaitu soal pemilihan khalifah, dimana Ali ra baru mendapatkannya setelah Abu Bakr, Umar bin Khattab, dan lalu Utsman bin Affan.
    .
    Padahal para sahabat yang mulia jelas tidak memburu jabatan (mereka paham bahwa kekuasaan adalah amanah yang berkonsekuensi berat, bukan kenikmatan). Dan sikap ini ditiru oleh para muslim yang shalih sampai berabad-abad kemudian.
    .
    Sudah cuma meributkan hal yang sangat sepele ini, kemudian malah diperlebar ke soal-soal lainnya, sampai ke soal akidah pula.
    Jadinya justru turut membantu menghancurkan Islam dari dalam
    .
    Kalau mau berpolitik konyol seperti ini, jangan malah merusak agama lah. Lebih baik kita fokus ke memperbaiki kondisi umat ini.

  • 58
    Ghoelam
    January 2nd, 2008 21:20

    Memang sulit menyandingkn air tawar dan asin. Skr aku tanya saja. Mungkinkah dalam satu masa dan tempat tdk ada seorang pun yg mis, memburu jabatan, berdusta? Golongan siapa yg menganut dan mengajarkan mazhb ahlu bait/ja’fari, sunni ato syiah? Tafsiran mana tetng hadis 12 imam yang tepat, tafsiran sunni ato syiah? Mungknkah nabi yg cerdas meninggalkan umatx tanpa mengangkat wakil atau aturan main pengangkatn khlfh, sedgkan abu bkr menunjk umar, umar membentk dewan, usman (tdk sempt krn dipenggl di rumah, ali, ktk akan wafat ditanya apakah kt hars membait hasan, ali menjwb, aku tdk memerntah dan melarang, kamu lebih tahu dan pengktx pun membaiat hasan?

  • 59
    sufehmi
    January 2nd, 2008 22:51

    Mungkinkah dalam satu masa dan tempat tdk ada seorang pun yg mis, memburu jabatan, berdusta?
    .
    Tidak mungkin.
    .
    Namun, kita juga musti ingat bahwa pasti akan selalu ada orang baik yang berjuang untuk kebaikan.
    Bahkan pada saat ini di Indonesia sekalipun (yang katanya lagi sangat bobrok situasinya), saya cukup beruntung untuk bertemu dengan beberapa dari mereka yang kebetulan juga sudah hampir sampai di posisi pemimpin tertinggi negara ini.
    .
    Dan makin dekat ke zaman Nabi saw, maka semakin besar kekuatan yang baik versus yang jahat.
    .
    Golongan siapa yg menganut dan mengajarkan mazhb ahlu bait/ja’fari, sunni ato syiah?
    .
    Sunni, karena kami memuliakan ahlul bayt dan menempatkan mereka pada tempatnya; dan tidak mengada-adakan mereka sebagai sesuatu yang tidak sebenarnya.
    .
    Tafsiran mana tetng hadis 12 imam yang tepat, tafsiran sunni ato syiah?
    .
    Saya pikir ini adalah salah satu contoh dari hadits yang “mutasyabihat”, hadits yang tidak akan pernah kita bisa ketahui tafsir yang pastinya.
    Sama seperti berbagai hadits mengenai Kiamat, yang bisa diartikan menjadi banyak hal (jadi ini bukan cuma sekedar soal beda tafsir antara Sunni / Syiah)
    .
    Kita harus mengimani kebenarannya, namun arti yang sebenarnya kita serahkan kepada Allah swt.
    .
    Kalau umat Syiah doyan membuang-buang waktu untuk hadits ini, silahkan saja. Saya pribadi tidak tertarik.
    .
    Mungknkah nabi yg cerdas meninggalkan umatx tanpa mengangkat wakil atau aturan main pengangkatn khlfh
    .
    Sangat mungkin, karena Nabi yang cerdas akan menghasilkan umat yang cerdas juga, yang bisa mengatur dirinya sendiri dengan baik.

  • 60
    rhuseinh
    January 3rd, 2008 08:33

    Salah satu hal yang paling mengesalkan mengenai Syiah adalah kelompok ini dimulai dari masalah **politik** yang sangat sepele, yaitu soal pemilihan khalifah, dimana Ali ra baru mendapatkannya setelah Abu Bakr, Umar bin Khattab, dan lalu Utsman bin Affan.
    .
    Padahal para sahabat yang mulia jelas tidak memburu jabatan (mereka paham bahwa kekuasaan adalah amanah yang berkonsekuensi berat, bukan kenikmatan). Dan sikap ini ditiru oleh para muslim yang shalih sampai berabad-abad kemudian.
    .
    Sudah cuma meributkan hal yang sangat sepele ini, kemudian malah diperlebar ke soal-soal lainnya, sampai ke soal akidah pula.
    Jadinya justru turut membantu menghancurkan Islam dari dalam
    .
    Kalau mau berpolitik konyol seperti ini, jangan malah merusak agama lah. Lebih baik kita fokus ke memperbaiki kondisi umat ini.

  • 61
    Ghoelam
    January 3rd, 2008 15:51

    Benar, tdk mugkn. Kl begtu mungknkah semua sahbt sektr 100.000 org tdk ada yg dusta, memburu jbtn, dsb. Mengapa sunni mengangp semua baik tanpa dikritk, toh tdk menghncrkn pondasi hadis yg bnyk kontrdksi, malah menfilterx. Bgmn mugkn sunni bs dikatakn menganut mazhb ahl bet, masalah fikh aja pake 4 imam, dlm bukhri aja jarang meriwaytkan dari rawi ahl bet, dan mengaku cinta ahl bet tapi mencintai jg musuh dan pembunhx. Syiahlah yg memelihara ajaran ahl bet dan meletkknx sesuai wasiat nabi saw, meski adapula yg berlebihan tpi syiah murni terlepas drnya sebgmana dikatakan pr imam ahl bet.

  • 62
    hamba Allah
    January 22nd, 2008 13:30

    Assalamualaikum kepada yang mendapat hidayah Allah S.W.T

    Bismillahirrahmanirrahim, demi Allah, Tuhannya Nabi Muhammad S.A.W, Abu bakar, Umar bin Khatab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib…Tuhan kita semua..

    Pada hari pembalasan nanti… Allah tidak akan bertanya kepada kita apakah Abu bakar, Umar, Usman, Ali adalah kafir atau tidak…apakah Muawiyah kafir atau tidak, Apakah Abu LuLuah kafir atau tidak, Allah tidak akan memperdebatkan urusan orang lain kepada diri kita.. Allah hanya bertanya mengenai kita sendiri…amalan kita di dunia…

    Entah anda itu sunni atau syiah, masing2 tidak akan bisa mengubah apa yang menjadi anutannya. Adalah percuma memaksa dan meyakinkan masing2 aliran untuk meyakini aliran kita.. Karena masing2 memiliki aqidah yang sudah menjadi pedoman masing2.

    Akankah lebih baik jika kita memikirkan diri kita, menyiapkan diri kita untuk hari pembalasan.
    Kalaupun sunni merasa syiah salah, atau syiah merasa sunni salah lalu sampai kapan perdebatan ini berlangsung.. adakah caci mencaci lebih baik daripada kita memperbaiki diri kita?sholat kita, puasa kita, amal kita?

    wasalam.. Allahu Akbar.

  • 63
    Ghoelam
    January 22nd, 2008 18:45

    Sbg hamba Tuhan, sudah pasti (gak usah diperintah) bagi kita tuk menghiasi diri dgn amal2 baik. Namun syiah sbg minoritas, gimana bisa tenang jika sebagian sodara sunni kita yang mayoritas merendahkn dan menyesatkn syiah tanpa proses hukum yang adil, sehingga umat islam menjadi disharmonis, diskriminasi syiah bahkan perusakan di negara kesatuan ini.

  • 64
    hamba Allah
    January 22nd, 2008 21:30

    To Ghoelam..
    Anda berkata : gimana bisa tenang jika sebagian sodara suni kita yang mayoritas merendahkan dan menyesatkan syiah…
    Anda fikir golongan syiah saja yang merasa seperti itu? suni mungkin lebih merasa syiah yang menyesatkan, merendahkan dan banyak caci maki yang lain..

    SUDAH YA ANAK-ANAK… URUS DIRI MASING-MASING
    GAK USAH URUS ORANG LAIN..

  • 65
    Abdullah
    January 22nd, 2008 21:48

    Buat Harry sufehmi.. Tolong di cek web site ini :
    xxxx.wordpress.com (Ed - blog ini bukan tempat promosi website agama Anda)

    Astagfirullah,, menyesatkan sekali. Tolong diatasi masalah ini segera. ini berbahaya.

  • 66
    Ghoelam
    January 23rd, 2008 07:07

    Keputusan hakim yang baik dan bijak adalah keputusan yg muncul, selalu dan wajib, dari dua pihak yang berselisih, bukan sepihak, dan bukan pula taklid buta pada kampanye2 negatif lawannya.

  • 67
    sufehmi
    January 23rd, 2008 09:36

    @Abdullah, alias hamba Allah — apa maksud Anda menggunakan nama yang berbeda-beda dalam berkomentar disini?

  • 68
    Abdullah
    January 23rd, 2008 10:54

    Abdullah adalah bahasa arab yang artinya hamba Allah, sama saja kan. Saya kira faham bahasa arab.

  • 69
    sufehmi
    January 24th, 2008 12:17

    @Abdullah - itu tidak perlu diberitahu lagi.
    .
    Masalahnya, Anda berpura-pura menjadi 2 orang yang berbeda, dengan memberikan komentar yang masing-masing bertolak belakang (yang satu menyerang syiah, yang satu mengajak damai) — apa maksud Anda melakukan itu ?

  • 70
    jack
    February 4th, 2008 19:42

    Allahumma Shalli ala sayyidina muhammadinnabiyyi, wa’ala dzurriyatihi..wa’ala ahli baytih..

    Saudaraku dari sunni, mari kita berdiskusi secara terbuka, tanpa ada emosi, mengedepankan rasionalitas daripada perasaan dan emosi semata.

    Alhamdulillah, insya Allah setelah melalui proses pencarian, ana menjadi syiah. Menurut ana ini bukan proses yang besar, karena secara keimanan, Tuhan ana tetap Allah SWT, rasul ana tetap Muhammad SAWW, Kitab ana tetap Qur’an seperti Qur’an nya antum juga.

    Perbedaan mendasar, memang sewaktu ana masih ahlussunnah, ana agak kesulitan memahami konsep imamah, tawassul, dsb seperti yang ada di Ahlul Bayt.

    Tetapi, adalah hak seorang hamba, seraya memohon kepada Allah sang penguasa alam, untuk memberikan jalan bagi seribu tanda tanya dalam hidup ana. Dan sekali lagi, adalah hak ana, untuk mencari kebenaran dalam hidup ini, entah itu kalo perlu sampai masuk yahudi, katolik, kristen, atau islam.

    Alhamdulillah ana lahir dalam islam, kalo lahir dalam keadaan yahudi, bisa jadi saat ini ana jadi rabi, atau misalnya lahir dalam keadaan katolik, bisa jadi ana saat ini menjadi Paus di roma.

    Namun demikian, pencarian ini berakhir pada Ahlul Bayt, keluarga ana sendiri semua masih Ahlussunnah, dan mereka mengerti perbedaan ini, karena perbedaan ini bukanlah sesuatu yang perlu dibesar2kan.

    Saudaraku, mari kita bergandengan bersama dalam Tauhid Islam. Jangan biarkan musuh2 islam (izinkan kami, dari Ahlul bayt menyebut kalian Ahlussunnah sebagai saudara) dari luar islam yang menghendaki kehancuran islam menikmati perbedaan ini dan menggunakan ini sebagai sarana untuk menghancurkan Islam.

    Adalah hak saudara untuk tetap menjalankan ajaran Ahlussunnah, adalah hak kami untuk menjalankan ajaran ahlul bayt. Intinya, bagaimana kita menyikapi dan memahami perbedaan dalam Islam, karena toh di Ahlussunnah sendiri terdapat 4 imam besar, yang ajarannya juga memiliki perbedaan dalam bingkai Fiqih Islam.

    Wassalam,

  • 71
    sufehmi
    February 6th, 2008 09:06

    @jack - konsep imamah juga ada di Sunni, tapi konsep 12 imam tidak ada asal-usulnya.
    .
    konsep tawassul juga ada di sunni, tapi lebih rasional & lebih selamat dari pengkultusan pribadi dan mudharat-mudharat lainnya.
    .
    Alhamdulillah, di bawah kepemimpinan Ahmadinejad, Syiah 12 imam kelihatannya mulai kembali menjadi lebih lurus. Hal-hal seperti mencaci-maki & menafikan para sahabat Nabi yang utama mulai dikurangi.
    Mudah-mudahan Syiah & Sunni bisa segera kembali menjadi umat Islam yang satu, amin.

  • 72
    jack
    February 7th, 2008 16:20

    Semoga saja demikian bos,

    Di dalam sunni syafii saya juga tidak menyangsikan adanya tawassul, namun demikian, perlu saya ceritakan, hal ini tidak diterima oleh kalangan salafy (yes, I was part of them), dimana dalam gerakannya, wahabi-salafy mendompleng nama Ahlussunnah sendiri..bahkan mereka berusaha memutar balikkan sejarah dengan mengatakan pembunuh Imam Husayn A.S bukanlah Yazid, padahal semua literatur ahlussunnah yang saya baca, dan guru saya (syafii dan hanafi yang kuat), beliau sendiri mengakui pembunuhan Al-Husayn A.S oleh Yazid bin Muawiyah adalah sebuah fakta sejarah, dan beliau sendiri berkata bahwa sesungguhnya peristiwa 10 Muharram bukanlah milik orang Syiah, tetapi juga milik orang2 Syafi’i dan Hanafi dan orang2 Ahlussunnah lainnya.

    Masalah pengkultusan, itu sebenarnya ada di surah 33 ayat 33 tentang penyucian AhlulBayt dari dosa-dosa, siapa yang dimaksud dengan ahlulbayt? dan siapa yang tergabung di dalamnya? antum bisa baca hadist2 Ahlussunnah sendiri seperti tarmidhi (166/2), Muslim (no 1118) dan hadist2 lain yg menurut kalangan ahlusunnah dan sifatnya Shahih. Secara garis besar diriwayatkan oleh ummu salamah, Aisyah bt Abu Bakar, dll (hadist kisa dan hadist mubahalah yang terjadi setelah penurunan surah 3:59).

    Masalah imamah dan 12 imam, mungkin lebih baik anda membeli sebuah buku terbitan ICC Jakarta yang berjudul “Antologi Islam” (bukan promosi lho..tp di gramedia juga ada :) ), kalo anda sekedar ingin memahami konsep imamah dan 12 imam..but still, please dont make an understanding based on what is written, it’s all about challenging your mind perception and sometimes you just need to talk and share your understanding with those who are expert in it (saya mengakui kecerdasan saudara diatas rata rata,and I did note that you graduated from overseas uni)

    Kami sendiri dari syiah bisa memahami argumen anda yang menyatakan tingkat keshahihan sebuah hadis dapat diperdebatkan, perlu anda ketahui demikian pula hal-nya dengan Hadist2 syiah dari Kulaini misalnya, namun demikian, kami di syiah tidak memiliki hadist yang dikatakan betul2 dinilai “shahih” sebagaimana bukhari, muslim dsb.

    Hadist2 yang ada di syiah bersifat dapat didiskusikan baik dari segi sanad maupun matan-nya. Seperti hadist2 palsu yang berkembang di syiah yang menyatakan Al Qur’an telah berubah dsb dsb dsb, kami pun tidak mengakui hadist tersebut.

    Maaf, kalo anda menganggap lebih rasional mana, saya pun punya alasan rasionalitas sendiri yang buat SAYA jauh lebih rasional daripada literatur2 di sunni sendiri, itu hak saya untuk berfikir demikian, dan hak anda untuk berfikir demikian, namun demikian saya pikir kita tidak perlu berdebat disini karena nantinya bisa kita pastikan, kita akan debat kusir dan melangkah jauh dari konsep ukhuwah islamiyah yang saya tulis dan anda tulis sebelumnya.

    Yang perlu dicatat adalah, Umat Islam perlu menghargai perbedaan yang ada, sekali lagi didalam Ahlussunnah sendiri pun ada perbedaan. Dan kita tidak perlu memperbesar jurang ini, kita pikirkan bagaimana menjembatani-nya, karena masalah keyakinan, tiap orang punya pemahaman yang berbeda beda dan ini adalah masalah aqidah yang susah dirubah kecuali dengan keyakinan diri sendiri dan kita sendiri yang berusaha mencari kebenaran itu.

    Wassalam dan sukses buat anda dan seluruh umat islam.
    Ya Allah, segerakanlah kedatangan imam kami, imam mahdi AS, yang kedatangannya menjadikan awal kebangkitan umat Islam, ummat kekasihmu Rasulullah SAWW.

    “Seandainya terlalu mencintai keluarga Rasul adalah rafidhi/syiah, ketahuilah bahwa aku Rafidhi” - Imam Syafi’i.

  • 73
    sufehmi
    February 8th, 2008 11:28

    @jack - “Seandainya terlalu mencintai keluarga Rasul adalah rafidhi/syiah, ketahuilah bahwa aku Rafidhi” - Imam Syafi’i.
    .
    Sekedar klarifikasi kepada yang mungkin bisa keliru menafsirkannya, pernyataan di atas bukan berarti bahwa Imam Syafi’i adalah rafidhi / syiah 12 imam :)
    .
    Umat Islam perlu menghargai perbedaan yang ada, sekali lagi didalam Ahlussunnah sendiri pun ada perbedaan.
    .
    Setuju sekali. Namun juga sebaliknya, jelas ada perbedaan jangan malah dianggap tidak ada. Nanti jadi mengecoh yang tidak paham.
    .
    OK mudah-mudahan syiah rafidhi bisa terus menjadi semakin baik, terimakasih.

  • 74
    Jack
    February 8th, 2008 15:20

    Setuju mas,

    Di tulisan diatas (takutnya misleading), saya bukan ingin mengatakan bahwa imam syafii adalah serang syiah, tetapi imam syafi’i pun menggarisbawahi pentingnya mencintai rasul dan keluarga-nya (janganlah kita meniru kebiasaan jamaah takfiriyin yang kerja-nya cuman bisa men-cap bid’ah dan mudah mengkafirkan seseorang yang berbeda pandangan dan pemahaman)

    ->..jelas ada perbedaan jangan malah dianggap tidak ada..<-

    Sewaktu saya Ahlusunnah, saya sendiri pun tidak ingin membicarakan soal Syiah, saya lebih concern, knapa di dalam ahlusunnah sendiri bisa terpecah - pecah? (Kamipun mengakui di syiah pun ada pecahan2, namun syiah 12 imam adalah mazhab yang paling rasional, sekali lagi buat saya, bukan berarti buat anda dan ini membutuhkan proses, yang bisa pendek, bisa juga panjang dalam perjalanan waktu-nya).

    Penekanan saya disini adalah ada perbedaan dalam islam yang harus diakui dan diketahui. Seperti contohnya di dalam kerangka Ahlusunnah, posisi sedekap pengikut mazhab hanafi dan mazhab Syafi’i sudah berbeda, atau realitas yang lebih dekat lagi, Muhammadiyah dan NU bisa berbeda dalam penetapan tanggal 1 syawal. Ini yang harus menjadi kunci, jangan kita malahan membuka kunci persatuan dan malahan membiarkan musuh Islam menyerang hanya dengan satu sentilan.

    Terima kasih mas, Semoga ahlusunnah dan pecahannya (mulai dari hanafi - Hambali) pun bisa menjadi lebih baik dan concern terhadap urusan internal mereka dibanding sibuk meng-ghibah sesama muslim, ataupun umat beragama lain.

    Semoga mas mendapat berkah Allah dan syafaat Rasulullah SAWW dan para imam maksum.

    Salam,

  • 75
    sufehmi
    February 8th, 2008 16:48

    Seperti contohnya di dalam kerangka Ahlusunnah, posisi sedekap pengikut mazhab hanafi dan mazhab Syafi’i sudah berbeda
    .
    … selanjutnya kita juga perlu paham mana perbedaan yang penting (akidah, dst) dan perbedaan yang tidak penting (misal: topik non-esensial pada fiqh, dst)
    .
    Contoh yang Anda berikan adalah perbedaan yang tidak penting & tidak perlu diributkan, asalkan jelas dasar dari masing2 argumennya.

  • 76
    sufehmi
    February 8th, 2008 16:55

    saya lebih concern, knapa di dalam ahlusunnah sendiri bisa terpecah - pecah?
    .
    Definisi “terpecah” disini perlu diperjelas dulu.
    .
    Kalau perbedaan pada topik-topik cabang di bidang fiqih (seperti di contoh yang Anda berikan), ini sudah ada bahkan sejak zaman Rasulullah saw, dan beliau membiarkannya.

  • 77
    sufehmi
    February 8th, 2008 17:07

    Semoga ahlusunnah dan pecahannya (mulai dari hanafi - Hambali)
    .
    Kelihatannya Anda menyamakan pecahan di Syiah dengan di Ahlussunnah.
    .
    Padahal “pecahan” Ahlussunnah yang Anda sebutkan itu (mazhab hanafi,hambali, dst) masih akur pada hal-hal yang prinsip & pokok. Mereka hanya berbeda pada cabang-cabang fikih.
    .
    Jangan disamakan seperti pecahan antara Syiah Rafidhah (12 Imam) dengan Syiah Ismaili.

  • 78
    ibnu
    February 12th, 2008 09:43

    http://www.syiah.net

  • 79
    Jack
    February 21st, 2008 13:58

    Apa Kata Ulama Islam Terkemuka Tentang Mazhab Sunni dan Syiah?

    Fatwa Ulama-Ulama Terkemuka Islam Perihal Para Pengikut (Muqallid) Mazhab-Mazhab Islam (Syi’ah-Sunni)

    1. Fatwa Ayatulah Sistani

    Soal: Apakah orang yang melafalkan dua kalimat syahadat, melaksanakan salatnya dengan menghadap ke arah kiblat (Mekkah) dan ia adalah pengikut salah satu dari delapan mazhab Islam yang terdiri dari Hanafiyah, Syafiiyah, Malikiyah, Hanbaliyah, Ja’fariyah, Zaidiyah, Ibadiah dan Zhahiriyah, dianggap sebagai seorang Muslim? Dan apakah darah, kehormatan, dan hartanya mendapat perlindungan?

    Jawab: Siapa pun yang mengucapkan dua kalimat syahadat atas nama Allah Yang Mahakuasa, tidak melakukan suatu perbuatan yang berlawanan dengannya dan siapapun yang bukan musuh Ahlulbait adalah seorang Muslim.

    2. Fatwa Syekh Universitas al-Azhar, Muhammad Sa’id Tanthawi

    Soal: Apakah dibolehkan untuk menganggap sebuah mazhab Islam, yang tidak termasuk mazhab Ahlusunnah (Sunni), sebagai salah satu mazhab yang berafiliasi ke Islam murni? Atau, dengan kata lain, apakah diperbolehkan untuk menganggap seseorang sebagai seorang Muslim di luar empat Mazhab Ahlusunnah yang terkenal yang mengikuti salah satu mazhab Islam seperti Zhahiri, Ja’fari, Zaidi, atau Ibadiah?

    Jawab : Islam murni telah disampaikan oleh Nabi Islam saw kepada kita sebagaimana telah dinyatakan dalam ucapan-ucapan beliau dalam Kutub as-Sittah (enam koleksi hadis yang dianggap sahih oleh Ahlusunnah) yang mengutip hadis Jibril: Nabi Islam saw berkata, “Barang siapa yang beriman kepada tiada tuhan selain Allah Azza Wajalla, Muhammad saw sebagai utusan suci-Nya, mendirikan salat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan melaksanakan ibadah haji ketika ia mampu, maka ia adalah seorang Muslim.”

    Demikian juga telah dinukil oleh Abdullah bin Umar ra yang berkata bahwa Nabi saw menyatakan bahwa Islam didirikan atas lima dasar: kesaksian bahwa tiada tuhan selain Allah, Muhammad saw adalah Rasul-Nya, mendirikan salat, membayar zakat, menunaikan ibadah haji, berpuasa di bulan Ramadhan.” Dengan demikian, setiap manusia (baik ia lelaki maupun perempuan) yang memberi kesaksian bahwa tiada tuhan selain Allah, Muhammad adalah Rasul (utusan Allah), dan ia mengakui lima dasar tersebut serta melakukan kelima-limanya dan jika ada perbedaan pada cabang-cabang bukan di ushul, maka kita hanya bisa mengatakan bahwa para pengikut mazhab-mazhab Islam ini sebagai Muslim.

    Syariah suci Islam memerintahkan para pemeluknya untuk berfatwa berdasarkan apa yang tampak dari orang-orang tersebut karena hanya Allah Yang Mahakuasa yang mengetahui akal pikiran umat manusia.

    Telah disebutkan dalam hadis mulia Nabi Muhammad saw, “Aku telah diperintahkan untuk mengadili manusia secara zahir tetapi hanya Allah Azza Wajalla yang mengetahui pikiran seseorang.”

    Penting untung disebutkan bahwa perbedaan-perbedaan tersebut yang ada di antara mazhab-mazhab Islam sekarang diajarkan di Fakultas Syariah Universitas al-Azhar. Perbedaan-perbedaan ini diterangkan secara rinci karena kita tahu bahwa perbedaan-perbedaan tersebut adalah masalah yang absah adanya mengingat perbedaan-perbedaan tersebut terdapat pada topik-topik cabang, bukan pada ushul.

    Soal: Apakah pengertian takfir?

    Jawab : Takfir artinya seseorang menyifati orang lain sifat kafir yang tidak diperbolehkan kecuali jika orang yang dikafirkan tersebut menolak kebolehan menyembah Allah dengan niat baik. Juga ia menolak keimanan pada malaikat, kitab-kitab suci, para nabi, dan hari kiamat.

    Allah Swt berfirman, Rasul telah beriman kepada al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat- Nya, kitab-kitab- Nya dan rasul-rasul- Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya”,… (QS al-Baqarah: 285)

    Juga firman-Nya, Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul- Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul- Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan. (QS an-Nisa:150- 151)

    Karena Allah Swt memerintahkan: tidak boleh ada pengafiran kepada orang-orang yang saleh juga para pengikut salah satu mazhab Islam, yang seluruh mazhab tersebut memiliki kesepakatan dalam kebolehan dalam niat baik atas ketaatan kepada Allah, keimanan pada para malaikat dan kitab-kitab suci, para nabi, dan hari akhirat juga kepada orang-orang yang beriman pada penerimaan pelaksanaan kewajiban-kewajiban yang Allah telah perintahkan kepada kita meliputi salat, zakat, puasa, dan haji (bagi mereka yang mampu) juga pada penerimaan kebaikan-kebaikan etis seperti ketulusan, amanah, kesucian, dan amar makruf nahi mungkar.

    Nabi saw secara keras memperingatkan orang-orang yang mengafirkan kaum Muslim berdasarkan pada apa yang telah dikutip oleh Ibnu Umar, Ibnu Mas’ud, dan Abu Dzar dalam kitab-kitab sahih.[]

    3. Fatwa Mufti Agung Suriah, Almarhum Syekh Ahmad Kaftaroo

    Soal: Apakah mazhab-mazhab seperti Zaidi, Ja’fari, dan Ibadiah adalah mazhab-mazhab Islam?

    Jawab: Membatasi fikih Islam hanya kepada al-Quran suci dan Sunnah adalah kelalaian terhadap agama Islam dan ini telah menjadikan agama yang benar ini suatu agama yang berpandangan picik yang terbatas pada target kecil yang tidak mampu merespon berbagai keinginan manusia dan persoalan-persoalan kehidupan.

    Sudut pandang mazhab-mazhab ini dalam cabang-cabang fikih berbeda. Meskipun demikian, mazhab-mazhab fikih ini berjalan di atas prinsip-prinsip Islam dan begitu juga di dalam prinsip-prinsip yang dapat diperdebatkan, perbedaan-perbedaan yang ada di antara para fukaha menyangkut cabang-cabang dari mazhab Islam adalah untuk memudahkan orang-orang dan menghilangkan berbagai kesulitan mereka.

    Karena itu, dengan mempertimbangkan fakta-fakta ini, mengikuti (bertaklid) kepada salah satu mazhab-mazhab diizinkan sekalipun itu mengharuskan ia mengarah ke eklektisisme karena Mazhab Maliki dan sekelompok Mazhab Hanafi secara tepat mempunyai fatwanya. Dengan demikian, beramal yang didasarkan pada mazhab-mazhab Islam yang termudah atau bertaklid pada perintah-perintah termudah ketika itu mengharuskannya dan layak diizinkan, karena agama Tuhan adalah mudah, bukan agama yang sulit.

    Misalnya, Allah Swt berfirman, Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS al-Maidah:3)

    Karena itu, Mazhab Zaidi digolongkan sebagai salah satu mazhab Islam termulia terutama sekali ketika buku yang ditulis oleh Imam Yahya bin Murtadha berjudul al-Bahr al-Zhakhar al-Jamaa,
    suatu ensiklopedi fikih di dalamnya tidak ada perbedaan apa pun dengan fikih dari Ahlusunnah kecuali mereka mempunyai perbedaan-perbedaan parsial di dalam isu-isu seperti ketidaksahan mengusap kepala atau kaki dengan ujung jari-ujung jari yang basah ketika berwudhu juga pemboikotan atas pembantaian oleh non-Muslim.

    Syi’ah Imamiyah adalah mazhab Islam yang paling dekat kepada mazhab Imam Syafii. Perbedaan fikihnya dengan fikih Ahlusunnah hanya terkait pada tujuh belas permasalahan.

    Demikian juga Mazhab Ibadhiyah adalah mazhab yang paling dekat kepada mazhab Ahluljamaah (Sunni) menyangkut pendapat tersebut karena perintah-perintah fikih dari para pengikutnya diturunkan berdasarkan al-Quran, Sunnah, ijmak, dan qiyas.

    Karena alasan–alasan di atas, perbedaan-perbedaan yang ada di antara para fukaha seharusnya tidak boleh dianggap sebagai tidak lazim karena agama itu dinilai sebagai Realitas yang satu dan unik. Lagi pula, sumber dan asal-muasal agama semata-mata Wahyu Ilahi.

    Tidak pernah terdengar bahwa perbedaan-perbedaan yang ada di antara mazhab-mazhab fikih telah memicu pertikaian atau konflik bersenjata di antara para pengikut mazhab. Semua itu karena perbedaan-perbedaan yang ada di antara mazhab-mazhab Islam berkenaan dengan fikih ilmiah dan ijtihad bersifat parsial, dan menurut Nabi Islam saw, “Karena keputusan ijtihadnya, fakih menerima pahalanya. Jika ijtihadnya sesuai, dua pahala untuknya. Jika tidak sesuai, tetap ada satu pahala untuknya.”

    Dengan demikian, tidaklah tepat menisbatkan sesuatu apa pun kepada mazhab-mazhab Islam kecuali jika di dalam kerangka ini. Mazhab-mazhab yang disebutkan adalah mazhab-mazhab Islam dan fikih mereka terhormat juga didukung.[]

    4. Fatwa Rektor Universitas al-Azhar, Syekh al-Akbar Mahmud Syaltut

    Kantor Pusat Universitas al-Azhar

    Dengan nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang

    Teks Fatwa yang dikeluarkan Yang Mulia Syekh al-Akbar Mahmud Syaltut, Rektor Universitas al-Azhar tentang Kebolehan Mengikuti Mazhab Syi’ah Imamiyah

    Soal: Yang Mulia, sebagian orang percaya bahwa penting bagi seorang Muslim untuk mengikuti salah satu dari empat mazhab yang terkenal agar ibadah dan muamalahnya benar secara syar’i, sementara Syi’ah Imamiyah bukan salah satu dari empat mazhab tersebut, begitu juga Syi’ah Zaidiyah. Apakah Yang Mulia setuju dengan pendapat ini dan melarang mengikuti mazhab Syi’ah Imamiyah Itsna’asyariyah misalnya?

    Jawab:

    1) Islam tidak menuntut seorang Muslim untuk mengikuti salah satu mazhab tertentu. Sebaliknya, kami katakan: setiap Muslim punya hak mengikuti salah satu mazhab yang telah diriwayatkan secara sahih dan fatwa-fatwanya telah dibukukan. Setiap orang yang mengikuti mazhab-mazhab tersebut bisa berpindah ke mazhab lain, dan bukan sebuah tindakan kriminal baginya untuk melakukan demikian.

    2) Mazhab Ja’fari, yang juga dikenal sebagai Syi’ah Imamiyah Itsna Asyariyyah (Syi’ah Imamiyah Dua Belas Imam) adalah mazhab yang secara agama benar untuk diikuti dalam ibadah sebagaimana mazhab Sunni lainnya.

    Kaum Muslim mestinya mengetahui hal ini, dan seyogianya menghindarkan diri dari prasangka buruk terhadap mazhab tertentu mana pun, karena agama Allah dan Syari’ahnya tidak pernah dibatasi pada mazhab tertentu. Para mujtahid mereka diterima oleh Allah Yang Mahakuasa, dan dibolehkan bagi yang bukan-mujtahid untuk mengikuti mereka dan menyepakati ajaran mereka baik dalam hal ibadah maupun transaksi (muamalah).

    Tertanda,

    Mahmud Syaltut

    Fatwa di atas dikeluarkan pada 6 Juli 1959 dari Rektor Universitas al-Azhar dan selanjutnya dipublikasikan di berbagai penerbitan di Timur Tengah yang mencakup, tetapi tidak terbatas hanya pada:

    1. Suratkabar al-Sha’ab (Mesir), terbitan 7 Juli 1959.

    2. Suratkabar al-Kifah ( Lebanon ), terbitan 8 Juli 1959.

    Bagian di atas juga dapat ditemukan dalam buku Inquiries about Islam oleh Muhammad Jawad Chirri, Direktur Pusat Islam Amerika (Islamic Center of America), 1986, Detroit , Michigan .

    5. Fatwa Resmi dari Mufti Agung Mesir Menyangkut “Iqtida” (Mengikuti) Para Pengikut Mazhab Islam lain dari Pengikut Ahlulbait as

    Yang Mulia Profesor Dr. Nashr Washl, Mufti Mesir,

    Wassalamu’alaikum wa rahmatulah,

    Bagaimanakah pendapat Anda mengenai orang yang bertaklid kepada Imam Ahlulbait as?

    Jawab:

    Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

    Sudah maklum bahwa setiap Muslim yang beriman kepada Allah Swt, bersyahadat atas monoteisme (tauhid), mengakui misi Nabi Muhammad saw, tidak menyangkal perintah-perintah agama dan orang yang dengan sepenuhnya sadar akan rukun-rukun Islam dan salat dengan tata cara yang benar, maka niscaya juga tepat baginya sebagai imam salat jamaah bagi yang lain dan juga mengikuti imamah orang lain ketika melakukan salat sehari-hari meskipun ada perbedaan-perbedaan (paham) keagamaan di antara imam dan makmumnya. Prinsip ini pun berlaku bagi Syi’ah Ahlulbait as.

    Kita bersama mereka (Syi’ah Ahlulbait) menyangkut Allah, Rasulullah saw, Ahlulbait as, juga para sahabat Nabi Muhammad saw.

    Tidak ada perbedaan di antara kita dan mereka menyangkut prinsip-prinsip dan dasar-dasar syariah Islam juga kewajiban-kewajiban desisif agama.

    Ketika Allah Swt memberikan rahmat-Nya kepada kami sehingga bisa hadir di Republik Islam Iran di kota-kota seperti Tehran dan Qum . Ketika kami menjadi imam salat berjamaah mereka bermakmum kepada kami, begitu juga ketika mereka menjadi imam kami bermakmum kepada mereka.

    Karena itu, kami memohon kepada Allah Swt untuk melahirkan persatuan di antara umat Islam, menghapus setiap permusuhan, kesulitan, perbedaan di antara mereka dan mengangkat kesulitan-kesulian yang ada di antara mereka sekaitan dengan fikih dan kewajiban-kewajiban agama yang sekunder.

    Dr. Farid Nashr Washl,

    Mufti Mesir

  • 80
    ghaniarasyid
    May 5th, 2008 01:48

    Assalamu’alaikum ya akhi harry sufehmi yang berjuang menegakkan Islam berdasarkan Qur’an dan As-Sunnah.

    Kuatkanlah hati akhi terhadap musuh-musuh Islam seperti Syi’ah, JIL, dll.
    Tetap istiqomah dan menebar dakwah di jalan ini.
    Karena saya tidak punya kekuatan untuk meng-counter mereka…

    Tapi saya Insya Allah membantu dengan do’a dan memperbaiki akidah generasi muda Muslim Indonesia melalui tulisan renungan2 di dalam blog saya.

    Ada baiknya akhi mengunjungi antosalafy.wordpress.com, mumtazanas.wordpress.com, dan haulasyiah.wordpress.com

    Mereka juga sedang berjuang meng-counter Syi’ah dengan ketabahan, kesabaran dan ke-istiqomahan masing-masing.
    Meskipun mereka banyak diancam dengan kata-kata yang sungguh tidak pantas oleh kelompok Syi’ah Indonesia…
    mereka tetap berkomentar dengan lemah lembut.

    Jazakallahu khairan katsirah.

  • 81
    muthahari
    May 14th, 2008 11:07

    yang saya tau orang yang mengaku dirinya suni itu pengecut, khususnya rezim wahabi di arab saudi.
    sudah jelas-jelas meraka membuka lapangan terbang untuk amerika, membiarkan amerika menjajah tanah mereka, memberikan fasilitas bwt amerika, kok berani-beraninya memfitnah pejuang-pejunga hizbullah di libanon dan iran sbg kafir, dan berbahaya. Berbahaya bwt siapa ? bwt kekuasaannya keluarga fadh dan ibnu saud?

  • 82
    mehdi
    May 16th, 2008 15:29

    wah….. wah….. bung sufehmi ga menghargai forum ilmiah. tentu bung sufehmi punya hak untuk menghapus. Cuma akhirnya ketahuan banget subyektivitasnya. Ingan bung!!!! bukankah orang suni menolak juga dalil2 yg dinukil dari kitab2 syiah? jadi apa masalahnya kalo orang syiah juga tidak memakai sebagian dalil dari kitab2 suni. Bung ketahuan banget fanatismenya….Masalahnya Ulama2 suni sudah kadung menghukumi bahwa hadits2 Bukhori, Muslim adalah hadits sahih, dalam hal ini berbeda dengan kaum syiah yang menganggap bahwa hadit2 yang jadi standardnya masih bisa di kritisi. Ingat Sabda Nabi ” Siapa saja yang berdusta atas namaku maka siap2 menempati tempatnya di neraka”. Ini artinya Nabi tau bahwa ada orang2 yang sengaja memelintir hadits beliau. tentang tuduhan tahrif Qur’an di suni pun terdapat tahrif qur’an. baca kitab Ithqon karya Imam Suyuthi. Baca juga sahih Bukhari.

  • 83
    mehdi
    May 16th, 2008 15:49

    mas tasyayu’
    kalo mas tasayu’ mau adil seharusnya anda membuktikan sendiri dari kitab2 standardnya syiah. Bila anda Ilmuwan tentu anda ga begitu saja mengutip naskah dari http://www.rafidah-wordpres.com. Kenapa anda tidak membuktikan sendiri. Apa yang di nukil oleh http://www. rafidhah-wordpres.com adalah di ambil dari kitab yang bahasa Indonesianya adlah 500 ayat untuk Ali bin Abi Thalib. Tahukah bahwa kitab itu adalah kitab Tafsir. Bukankah sah2 saja bila Syiah menafsirkan begitu. sama sahnya bila orang suni menafsirkan surat itu untuk Abu Bakar. Anda terlalu gegabah membuat kesimpulan. Anda cuma mendasarkan pad hipotesa tidak dengan bukti empiris. saya tantang anda untuk membuktikan bahwa Syiah punya Qur’an sendiri seperti ayat2 yang anda nukil dari situs tersebut. Oh ya…. tentu anda tidak percaya dengan kami karna dijelaskan bagaimanapun anda tetap tidak percaya karena anda salah dalam memahami taqiyah. Buktikan!!!!

  • 84
    tasyayu'
    May 16th, 2008 17:00

    Mas mehdi,

    Sebenernya saya sudah malas diskusi tentang syi’ah,karena kebiasaan kaum syi’ah berbohong itu yang buat saya malas<