<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Bahaya Syiah</title>
	<atom:link href="http://harry.sufehmi.com/archives/2006-01-19-1099/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-01-19-1099/</link>
	<description>life is a struggle - information wants to be free</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Mar 2010 22:53:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Javad Al-Kadzim</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-01-19-1099/#comment-272294</link>
		<dc:creator>Javad Al-Kadzim</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 08:29:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">/?p=1099#comment-272294</guid>
		<description>Maaf copas dari salafytobat.wordpress.com

abu salma, on February 18, 2009 at 3:27 am Said:

perpecahan salafy (bingung sama salafy)

ketika saya datang ke as sofwa di lenteng agung ( biara salafy turotsi), ustadz2 as sofwa bilang haram hukumnya bermajelis dan bertalim dengan salafy yamani.

ketika saya hadir di Jalan Haji Asmawi Jakarta selatan ( biara salafy wahdah islamiyyah), pendeta2 salafy wahdah bilang salafiyyin aliran turotsi itu hizbi antek PKS dan ikhwanul muslimin yang termasuk 72 golongan yang masuk neraka jahanam.

ketika saya hadir ditaklim salafy yang ada di masjid hidyatusalihin poltangan pasarminggu ( gereja markas geng salafy sururi), ustad2nya bilang kalau salafy wahdah islamiyyah adalah khawarij anjing2 neraka yang menggunakan sistem marhala.

ketika saya hadir di masjid fatahillah ( salah satu sinagog salafy yamani), rabi-rabi salafy yamaninya bilang kalau salafy sururi, salafy haroki, salafy turotsi, salafy ghuroba, salafy wahdah islamiyyah, salafy MTA, salafy persis, salafy ikhwani, salafy hadadi, salafy turoby bukanlah salafy tapi salaf-i (salafi imitasi) yang khawarij, bidah dan hizbi.

Jafar Umar Thalib (salafy ghuroba) bilang kalau Abdul Hakim Abdat ( salafy turotsi)itu ustad otodidak yang pakar hadas ( najis) bukan pakar hadis

Muhamad Umar As Seweed ( salafy yamani) bilang kalau Jafar Umar Thalib itu ahli bidah dan khawarij. bahkan komplotan as seweed bikin buku dengan judul ” pedang tertuju di leher Jafar Umar Thalib” yang artinya Jafar Umar Thalib halal dibunuh

Abdul Hakim Abdat (salafy turotsi) bilang kalau salafy Wahdah Islamiyyah itu sesat menyesatkan dan melakukan dosa besar (hanya) dengan mendirikan yayasan/organisasi.oragnisasi adalah hizbi.

salafy Wahdah Islamiyyah bilang kalau kalau salafy Yamani dan Abdul Hakim Abdat itu salafy2 primitif dan terbelakang yang hanya cocok hidup di jaman puba atau pra sejarah.

pokoknya tak terhitung lagi perseteruan antar salafy. dan….ini baru kisah perseteruan antar sesama salafy, belum lagi perseteruan salafy dengan NU, Persis, Muhamadiyyah, Majelis Rasulullah, PKS, DDII, tarbiyyah, Nurul Musthofa, HTI dan banyak lagi.

ironis sekali, salafy yang mengaku2 anti perpecahan, anti hizbi kok malah berperan sebagai aktor utama perpecahan umat islam.juga sebagai biang kerok kekisruhan dikalangan ahlu sunnah. salafy sendirilah penyebab dakwah salafusalihin menjadi hancur berantakan.

ironis sekali, rabi-rabi salafy yang konon belajar jauh2 dan lama2 ke timur tengah, tapi ditataran basic yaitu akhlak, sangat bejat dan arogan.

mereka tak ubahnya seperti orang dungu narsis yang tenggelam di lautan tumpukan buku2 tebal.

yah…keledai ditengah tumpukan buku2 tebal tetap saja keledai.

jangan halangi dakwah salaf, biarkan salafy sendiri yang menghalangi dakwah salaf.

jangan memecah belah barisan salaf, karena barisan salaf akan berpecah belah dengan sendirinya dan secara alami.

jangan hancurkan salafy, karena cukup salafy sendiri dengan kesadaran penuh dan suka cita menghancurkan dirinya sendiri.

sudah terlalu lama firqoh salafy dari apapun alirannnya dan sektenya melukai umat islam, melukai ahlu sunnah, melukai ahlu atsar dengan gaya2nya yang egomaniak. mungkin sekarang tiba saatnya pembalasan dari Allah azawajalla.

gara2 cara dan tabiat orang salafylah yang menyebabkan masyarakat awam menjadi benci terhadap sunnah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf copas dari salafytobat.wordpress.com</p>
<p>abu salma, on February 18, 2009 at 3:27 am Said:</p>
<p>perpecahan salafy (bingung sama salafy)</p>
<p>ketika saya datang ke as sofwa di lenteng agung ( biara salafy turotsi), ustadz2 as sofwa bilang haram hukumnya bermajelis dan bertalim dengan salafy yamani.</p>
<p>ketika saya hadir di Jalan Haji Asmawi Jakarta selatan ( biara salafy wahdah islamiyyah), pendeta2 salafy wahdah bilang salafiyyin aliran turotsi itu hizbi antek PKS dan ikhwanul muslimin yang termasuk 72 golongan yang masuk neraka jahanam.</p>
<p>ketika saya hadir ditaklim salafy yang ada di masjid hidyatusalihin poltangan pasarminggu ( gereja markas geng salafy sururi), ustad2nya bilang kalau salafy wahdah islamiyyah adalah khawarij anjing2 neraka yang menggunakan sistem marhala.</p>
<p>ketika saya hadir di masjid fatahillah ( salah satu sinagog salafy yamani), rabi-rabi salafy yamaninya bilang kalau salafy sururi, salafy haroki, salafy turotsi, salafy ghuroba, salafy wahdah islamiyyah, salafy MTA, salafy persis, salafy ikhwani, salafy hadadi, salafy turoby bukanlah salafy tapi salaf-i (salafi imitasi) yang khawarij, bidah dan hizbi.</p>
<p>Jafar Umar Thalib (salafy ghuroba) bilang kalau Abdul Hakim Abdat ( salafy turotsi)itu ustad otodidak yang pakar hadas ( najis) bukan pakar hadis</p>
<p>Muhamad Umar As Seweed ( salafy yamani) bilang kalau Jafar Umar Thalib itu ahli bidah dan khawarij. bahkan komplotan as seweed bikin buku dengan judul ” pedang tertuju di leher Jafar Umar Thalib” yang artinya Jafar Umar Thalib halal dibunuh</p>
<p>Abdul Hakim Abdat (salafy turotsi) bilang kalau salafy Wahdah Islamiyyah itu sesat menyesatkan dan melakukan dosa besar (hanya) dengan mendirikan yayasan/organisasi.oragnisasi adalah hizbi.</p>
<p>salafy Wahdah Islamiyyah bilang kalau kalau salafy Yamani dan Abdul Hakim Abdat itu salafy2 primitif dan terbelakang yang hanya cocok hidup di jaman puba atau pra sejarah.</p>
<p>pokoknya tak terhitung lagi perseteruan antar salafy. dan….ini baru kisah perseteruan antar sesama salafy, belum lagi perseteruan salafy dengan NU, Persis, Muhamadiyyah, Majelis Rasulullah, PKS, DDII, tarbiyyah, Nurul Musthofa, HTI dan banyak lagi.</p>
<p>ironis sekali, salafy yang mengaku2 anti perpecahan, anti hizbi kok malah berperan sebagai aktor utama perpecahan umat islam.juga sebagai biang kerok kekisruhan dikalangan ahlu sunnah. salafy sendirilah penyebab dakwah salafusalihin menjadi hancur berantakan.</p>
<p>ironis sekali, rabi-rabi salafy yang konon belajar jauh2 dan lama2 ke timur tengah, tapi ditataran basic yaitu akhlak, sangat bejat dan arogan.</p>
<p>mereka tak ubahnya seperti orang dungu narsis yang tenggelam di lautan tumpukan buku2 tebal.</p>
<p>yah…keledai ditengah tumpukan buku2 tebal tetap saja keledai.</p>
<p>jangan halangi dakwah salaf, biarkan salafy sendiri yang menghalangi dakwah salaf.</p>
<p>jangan memecah belah barisan salaf, karena barisan salaf akan berpecah belah dengan sendirinya dan secara alami.</p>
<p>jangan hancurkan salafy, karena cukup salafy sendiri dengan kesadaran penuh dan suka cita menghancurkan dirinya sendiri.</p>
<p>sudah terlalu lama firqoh salafy dari apapun alirannnya dan sektenya melukai umat islam, melukai ahlu sunnah, melukai ahlu atsar dengan gaya2nya yang egomaniak. mungkin sekarang tiba saatnya pembalasan dari Allah azawajalla.</p>
<p>gara2 cara dan tabiat orang salafylah yang menyebabkan masyarakat awam menjadi benci terhadap sunnah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Blog About Business Money Marketing</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-01-19-1099/#comment-194440</link>
		<dc:creator>Blog About Business Money Marketing</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 21:11:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">/?p=1099#comment-194440</guid>
		<description>Disalin dari buku:
Catatan Kang Jalal, Visi Media, Politik Dan Pendidikan
Editor : Miftah F. Rakhmat
Penerbit : PT REMAJA ROSDAKARYA BANDUNG
Cetakan Kedua April 


kayanya pernah liat ini buku :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Disalin dari buku:<br />
Catatan Kang Jalal, Visi Media, Politik Dan Pendidikan<br />
Editor : Miftah F. Rakhmat<br />
Penerbit : PT REMAJA ROSDAKARYA BANDUNG<br />
Cetakan Kedua April </p>
<p>kayanya pernah liat ini buku <img src='http://harry.sufehmi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tasyayu'</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-01-19-1099/#comment-180983</link>
		<dc:creator>Tasyayu'</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2009 04:45:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">/?p=1099#comment-180983</guid>
		<description>Untuk Para Syi&#039;ah...mungkinkah kalian bisa membuktikan bahwa ajaran syi&#039;ah bukanlah ajaran yg batil?
Jika ada diantara kalian yang bisa jawab pertanyaan saya,maka itu akan menunjukan bahwa syi&#039;ah mmg ajaran Rasulullah bkn ajaran para marja&#039;,tapi jika tidak ada maka haryus diakui bahwa syi&#039;ah adalah ajaran para marja&#039; parsi,dan bukan ajaran Rasulullah.
pertanyaan-nya adalah &quot;Sebutkan 1hadits shahih dari kitab literartur induk syi&#039;ah (kitab 4) yang secara sanad tersambung kepada Nabi&quot;

Jika tidak dapat dibuktikan ada-nya nash shahih yg tersambung itu,maka harus kita akui mmg syi&#039;ah ga mengikuti Nabi,mana mungkin ikut nabi klu ga ada hadits-nya?

Silahkan dijawab ya...oya,bawa bukti hadits-nya dan jangan cuma muter2



Wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Para Syi&#8217;ah&#8230;mungkinkah kalian bisa membuktikan bahwa ajaran syi&#8217;ah bukanlah ajaran yg batil?<br />
Jika ada diantara kalian yang bisa jawab pertanyaan saya,maka itu akan menunjukan bahwa syi&#8217;ah mmg ajaran Rasulullah bkn ajaran para marja&#8217;,tapi jika tidak ada maka haryus diakui bahwa syi&#8217;ah adalah ajaran para marja&#8217; parsi,dan bukan ajaran Rasulullah.<br />
pertanyaan-nya adalah &#8220;Sebutkan 1hadits shahih dari kitab literartur induk syi&#8217;ah (kitab 4) yang secara sanad tersambung kepada Nabi&#8221;</p>
<p>Jika tidak dapat dibuktikan ada-nya nash shahih yg tersambung itu,maka harus kita akui mmg syi&#8217;ah ga mengikuti Nabi,mana mungkin ikut nabi klu ga ada hadits-nya?</p>
<p>Silahkan dijawab ya&#8230;oya,bawa bukti hadits-nya dan jangan cuma muter2</p>
<p>Wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sufehmi</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-01-19-1099/#comment-180901</link>
		<dc:creator>sufehmi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 17:09:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">/?p=1099#comment-180901</guid>
		<description>@dewa - itulah salah satu tipuan yang dilakukan oleh berbagai oknum Syiah; dikesankan bahwa Ja&#039;far adalah imam Syiah, dan semua ulama Sunni sebetulnya adalah murid beliau.
.
Padahal beliau bukan Syiah. Tapi, berbohong seperti ini tidak masalah bagi para oknum Syiah tersebut sepertinya.
Sedih ya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@dewa &#8211; itulah salah satu tipuan yang dilakukan oleh berbagai oknum Syiah; dikesankan bahwa Ja&#8217;far adalah imam Syiah, dan semua ulama Sunni sebetulnya adalah murid beliau.<br />
.<br />
Padahal beliau bukan Syiah. Tapi, berbohong seperti ini tidak masalah bagi para oknum Syiah tersebut sepertinya.<br />
Sedih ya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dewa</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-01-19-1099/#comment-180074</link>
		<dc:creator>dewa</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 18:17:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">/?p=1099#comment-180074</guid>
		<description>salam
pada dasarnya imam ja&#039;far adalah madzhab yang paling awal,, dan ke -4 madzhab yang sekarang itu bisa dikatakan berguru kepada imam ja&#039;far assidiq. madzhab saya sunni, tp saya salut pada mereka(syiah), kerena dengan mata kepala ssaya sendiri, saya menykasikan bagai mana kecintaan mereka terhadap ahlul bait, yang dimana mencintai ahlul bait adalah permintaan Nabi kita SAW.tidak ada perbedaan baik sunni ato syiah,aqidah mereka dengan kita sama sekali tidak berbeda,banyak sekali hadist2 dari bukhori dan muslm yang menodaikesucian nabi Muhammad SAW, tp anehnya sebagai suni banyak yang mengamini nya.tp syiah dengan keras menolak hadist yg seperti itu.
orang suni menganggap orang syiah kaafir krena syiah menglaknat abu bakar. ra  dan umar. ra, tp anehnya sunnni ga ada yang mengaggap kafir kepda umawiyah ketika muawiyah memerintahkan rakyatnya untuk melaknat saidina &#039;ali .ra di atas mimbar  selam 60 tahun,, 
 orang syiah wajar menolak ke khalifaha abu bakar.ra dan  umar .ra, kerena umar teleh menolak perintah Nabi untuk menuliskan wasiat untuk umat muslim,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam<br />
pada dasarnya imam ja&#8217;far adalah madzhab yang paling awal,, dan ke -4 madzhab yang sekarang itu bisa dikatakan berguru kepada imam ja&#8217;far assidiq. madzhab saya sunni, tp saya salut pada mereka(syiah), kerena dengan mata kepala ssaya sendiri, saya menykasikan bagai mana kecintaan mereka terhadap ahlul bait, yang dimana mencintai ahlul bait adalah permintaan Nabi kita SAW.tidak ada perbedaan baik sunni ato syiah,aqidah mereka dengan kita sama sekali tidak berbeda,banyak sekali hadist2 dari bukhori dan muslm yang menodaikesucian nabi Muhammad SAW, tp anehnya sebagai suni banyak yang mengamini nya.tp syiah dengan keras menolak hadist yg seperti itu.<br />
orang suni menganggap orang syiah kaafir krena syiah menglaknat abu bakar. ra  dan umar. ra, tp anehnya sunnni ga ada yang mengaggap kafir kepda umawiyah ketika muawiyah memerintahkan rakyatnya untuk melaknat saidina &#8216;ali .ra di atas mimbar  selam 60 tahun,,<br />
 orang syiah wajar menolak ke khalifaha abu bakar.ra dan  umar .ra, kerena umar teleh menolak perintah Nabi untuk menuliskan wasiat untuk umat muslim,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: harlan fauzan ali</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-01-19-1099/#comment-174494</link>
		<dc:creator>harlan fauzan ali</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 May 2009 04:13:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">/?p=1099#comment-174494</guid>
		<description>Apa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah ?

Banyak orang yang menyangka bahwa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) dianggap sekedar dalam masalah khilafiyah Furu’iyah, seperti perbedaan antara NU dengan Muhammadiyah, antara Madzhab Safi’i dengan Madzhab Maliki.

Karenanya dengan adanya ribut-ribut masalah Sunni dengan Syiah, mereka berpendapat agar perbedaan pendapat tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Selanjutnya mereka berharap, apabila antara NU dengan Muhammadiyah sekarang bisa diadakan pendekatan-pendekatan demi Ukhuwah Islamiyah, lalu mengapa antara Syiah dan Sunni tidak dilakukan ?

Oleh karena itu, disaat Muslimin bangun melawan serangan Syiah, mereka menjadi penonton dan tidak ikut berkiprah.

Apa yang mereka harapkan tersebut, tidak lain dikarenakan minimnya pengetahuan mereka mengenai aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Sehingga apa yang mereka sampaikan hanya terbatas pada apa yang mereka ketahui.

Semua itu dikarenakan kurangnya informasi pada mereka, akan hakikat ajaran Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Disamping kebiasaan berkomentar, sebelum memahami persoalan yang sebenarnya.

Sedangkan apa yang mereka kuasai, hanya bersumber dari tokoh-tokoh Syiah yang sering berkata bahwa perbedaan Sunni dengan Syiah seperti perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzahab Syafi’i.

Padahal perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzhab Syafi’i, hanya dalam masalah Furu’iyah saja. Sedang perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah), maka perbedaan-perbedaannya disamping dalam Furuu’ juga dalam Ushuul.

Rukun Iman mereka berbeda dengan rukun Iman kita, rukun Islamnya juga berbeda, begitu pula kitab-kitab hadistnya juga berbeda, bahkan sesuai pengakuan sebagian besar ulama-ulama Syiah, bahwa Al-Qur&#039;an mereka juga berbeda dengan Al-Qur&#039;an kita (Ahlussunnah).

Apabila ada dari ulama mereka yang pura-pura (taqiyah) mengatakan bahwa Al-Qur&#039;annya sama, maka dalam menafsirkan ayat-ayatnya sangat berbeda dan berlainan.

Sehingga tepatlah apabila ulama-ulama Ahlussunnah Waljamaah mengatakan : Bahwa Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) adalah satu agama tersendiri.

Melihat pentingnya persoalan tersebut, maka di bawah ini kami nukilkan sebagian dari perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dengan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah).

1.      Ahlussunnah	: Rukun Islam kita ada 5 (lima)
a)      Syahadatain
b)      As-Sholah
c)      As-Shoum
d)      Az-Zakah
e)      Al-Haj

         Syiah		: Rukun Islam Syiah juga ada 5 (lima) tapi berbeda:
a)      As-Sholah
b)      As-Shoum
c)      Az-Zakah
d)      Al-Haj
e)      Al wilayah 

2.      Ahlussunnah	: Rukun Iman ada 6 (enam) :
a)      Iman kepada Allah
b)      Iman kepada Malaikat-malaikat Nya
c)      Iman kepada Kitab-kitab Nya
d)      Iman kepada Rasul Nya
e)      Iman kepada Yaumil Akhir / hari kiamat
f)       Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.

         Syiah		: Rukun Iman Syiah ada 5 (lima)* 
a)      At-Tauhid
b)      An Nubuwwah
c)      Al Imamah
d)      Al Adlu
e)      Al Ma’ad

 3.      Ahlussunnah	: Dua kalimat syahadat

         Syiah		: Tiga kalimat syahadat, disamping Asyhadu an Laailaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, masih ditambah dengan menyebut dua belas imam-imam mereka.

4.      Ahlussunnah	: Percaya kepada imam-imam tidak termasuk rukun iman. Adapun jumlah imam-imam Ahlussunnah tidak terbatas. Selalu timbul imam-imam, sampai hari kiamat.
Karenanya membatasi imam-imam hanya dua belas (12) atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan.

Syiah		: Percaya kepada dua belas imam-imam mereka, termasuk rukun iman. Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua belas imam-imam mereka (seperti orang-orang Sunni), maka menurut ajaran Syiah dianggap kafir dan akan masuk neraka.

5.      Ahlussunnah	: Khulafaurrosyidin yang diakui (sah) adalah :
a)      Abu Bakar
b)      Umar
c)      Utsman
d)      Ali Radhiallahu anhu

         Syiah		: Ketiga Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman) tidak diakui oleh Syiah. Karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (padahal Imam Ali sendiri membai&#039;at dan mengakui kekhalifahan mereka). 

6.    Ahlussunnah	: Khalifah (Imam) adalah manusia biasa, yang tidak mempunyai sifat Ma’shum.
Berarti mereka dapat berbuat salah/ dosa/ lupa. Karena sifat Ma’shum, hanya dimiliki oleh para Nabi.

         Syiah		: Para imam yang jumlahnya dua belas tersebut mempunyai sifat Ma&#039;’hum, seperti para Nabi.

7.      Ahlussunnah	: Dilarang mencaci-maki para sahabat.

         Syiah		: Mencaci-maki para sahabat tidak apa-apa bahkan Syiah berkeyakinan, bahwa para sahabat setelah Rasulullah SAW wafat, mereka menjadi murtad dan tinggal beberapa orang saja. Alasannya karena para sahabat membai&#039;at  Sayyidina Abu Bakar sebagai Khalifah.

8.     Ahlussunnah	: Siti Aisyah istri Rasulullah sangat dihormati dan dicintai. Beliau adalah Ummul Mu’minin.

         Syiah		: Siti Aisyah dicaci-maki, difitnah, bahkan dikafirkan.

9.      Ahlussunnah	: Kitab-kitab hadits yang dipakai sandaran dan rujukan Ahlussunnah adalah Kutubussittah :
a)      Bukhari
b)      Muslim
c)      Abu Daud
d)      Turmudzi 
e)      Ibnu Majah
f)       An Nasa’i
(kitab-kitab tersebut beredar dimana-mana dan dibaca oleh kaum Muslimin sedunia).
         
          Syiah		: Kitab-kitab Syiah ada empat :
a)      Al Kaafi
b)      Al Istibshor
c)      Man Laa Yah Dhuruhu Al Faqih
d)      Att Tahdziib
(Kitab-kitab tersebut tidak beredar, sebab kebohongannya takut diketahui oleh pengikut-pengikut Syiah).  

10.  Ahlussunnah	: Al-Qur&#039;an tetap orisinil

       Syiah		: Al-Qur&#039;an yang ada sekarang ini menurut pengakuan ulama Syiah tidak orisinil. Sudah dirubah oleh para sahabat (dikurangi dan ditambah). 

11.  Ahlussunnah	: Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul Nya.
Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasul Nya.

       Syiah		: Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang cinta kepada Imam Ali, walaupun orang tersebut tidak taat kepada Rasulullah.
Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang memusuhi Imam Ali, walaupun orang tersebut taat kepada Rasulullah. 

12.  Ahlussunnah	: Aqidah Raj’Ah tidak ada dalam ajaran Ahlussunnah. Raj’ah adalah besok diakhir zaman sebelum kiamat, manusia akan hidup kembali. Dimana saat itu Ahlul Bait akan balas dendam kepada musuh-musuhnya.

       Syiah		: Raj’ah adalah salah satu aqidah Syiah. Dimana diceritakan : bahwa nanti diakhir zaman, Imam Mahdi akan keluar dari persembunyiannya. Kemudian dia pergi ke Madinah untuk membangunkan Rasulullah, Imam Ali, Siti Fatimah serta Ahlul Bait yang lain.

Setelah mereka semuanya bai&#039;at kepadanya, diapun selanjutnya membangunkan Abu Bakar, Umar, Aisyah. Kemudian ketiga orang tersebut disiksa dan disalib, sampai mati seterusnya diulang-ulang sampai  ribuan kali. Sebagai balasan atas perbuatan jahat mereka kepada Ahlul Bait.
Keterangan           : Orang Syiah mempunyai Imam Mahdi sendiri. Berlainan dengan Imam Mahdinya Ahlussunnah, yang akan membawa keadilan dan kedamaian.

13.  Ahlussunnah	: Mut’ah (kawin kontrak), sama dengan perbuatan zina dan hukumnya haram.

       Syiah		: Mut’ah sangat dianjurkan dan hukumnya halal. Halalnya Mut’ah ini dipakai oleh golongan Syiah untuk mempengaruhi para pemuda agar masuk Syiah. Padahal haramnya Mut’ah juga berlaku di zaman Khalifah Ali bin Abi Thalib.

14.  Ahlussunnah	: Khamer/ arak tidak suci.

       Syiah		: Khamer/ arak suci.

15.  Ahlussunnah	: Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap tidak suci.

       Syiah		: Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap suci dan mensucikan.

16.  Ahlussunnah	:  Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri hukumnya sunnah.

       Syiah		: Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri membatalkan shalat.
(jadi shalatnya bangsa Indonesia yang diajarkan Wali Songo oleh orang-orang Syiah dihukum tidak sah/ batal, sebab meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri).

17.  Ahlussunnah	: Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat adalah sunnah.

       Syiah		: Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat dianggap tidak sah/ batal shalatnya.
(Jadi shalatnya Muslimin di seluruh dunia dianggap tidak sah, karena mengucapkan Amin dalam shalatnya). 

 18.  Ahlussunnah	: Shalat jama’ diperbolehkan bagi orang yang bepergian dan bagi orang yang mempunyai udzur syar’i.

       Syiah		: Shalat jama’ diperbolehkan walaupun tanpa alasan apapun.

19.  Ahlussunnah	: Shalat Dhuha disunnahkan. 

       Syiah		: Shalat Dhuha tidak dibenarkan.
(padahal semua Auliya’ dan salihin melakukan shalat Dhuha).

Demikian telah kami nukilkan perbedaan-perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah).  Sengaja  kami  nukil  sedikit saja,  sebab apabila kami nukil seluruhnya, maka akan memenuhi halaman-halaman buku ini.

Harapan kami semoga pembaca dapat memahami benar-benar perbedaan-perbedaan tersebut. Selanjutnya pembaca yang mengambil keputusan (sikap).

Masihkah mereka akan dipertahankan sebagai Muslimin dan Mukminin ? (walaupun dengan Muslimin berbeda segalanya).

Sebenarnya yang terpenting dari keterangan-keterangan diatas adalah agar masyarakat memahami benar-benar, bahwa perbedaan yang ada antara Ahlussunnah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) itu, disamping dalam Furuu’ (cabang-cabang agama) juga dalam Ushuul (pokok/ dasar agama).

Apabila tokoh-tokoh Syiah sering mengaburkan perbedaan-perbedaan tersebut, serta memberikan keterangan yang tidak sebenarnya, maka hal tersebut dapat kita maklumi, sebab mereka itu sudah memahami benar-benar, bahwa Muslimin Indonesia tidak akan terpengaruh atau tertarik pada Syiah, terkecuali apabila disesatkan (ditipu).

Oleh karena itu, sebagian besar orang-orang yang masuk Syiah adalah orang-orang yang tersesat, yang tertipu oleh bujuk rayu tokoh-tokoh Syiah.

Akhirnya, setelah kami menyampaikan perbedaan-perbedaan antara Ahlussunnah dengan Syiah, maka dalam kesempatan ini kami menghimbau kepada Alim Ulama serta para tokoh masyarakat, untuk selalu memberikan penerangan kepada umat Islam mengenai kesesatan ajaran Syiah. Begitu pula untuk selalu menggalang persatuan sesama Ahlussunnah dalam menghadapi rongrongan yang datangnya dari golongan Syiah. Serta lebih waspada dalam memantau gerakan Syiah didaerahnya. Sehingga bahaya yang selalu mengancam persatuan dan kesatuan bangsa kita dapat teratasi.

Selanjutnya kami mengharap dari aparat pemerintahan untuk lebih peka dalam menangani masalah Syiah di Indonesia. Sebab bagaimanapun, kita tidak menghendaki apa yang sudah mereka lakukan, baik di dalam negri maupun di luar negri, terulang di negara kita.

Semoga Allah selalu melindungi kita dari penyesatan orang-orang Syiah dan aqidahnya. Amin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah ?</p>
<p>Banyak orang yang menyangka bahwa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) dianggap sekedar dalam masalah khilafiyah Furu’iyah, seperti perbedaan antara NU dengan Muhammadiyah, antara Madzhab Safi’i dengan Madzhab Maliki.</p>
<p>Karenanya dengan adanya ribut-ribut masalah Sunni dengan Syiah, mereka berpendapat agar perbedaan pendapat tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Selanjutnya mereka berharap, apabila antara NU dengan Muhammadiyah sekarang bisa diadakan pendekatan-pendekatan demi Ukhuwah Islamiyah, lalu mengapa antara Syiah dan Sunni tidak dilakukan ?</p>
<p>Oleh karena itu, disaat Muslimin bangun melawan serangan Syiah, mereka menjadi penonton dan tidak ikut berkiprah.</p>
<p>Apa yang mereka harapkan tersebut, tidak lain dikarenakan minimnya pengetahuan mereka mengenai aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Sehingga apa yang mereka sampaikan hanya terbatas pada apa yang mereka ketahui.</p>
<p>Semua itu dikarenakan kurangnya informasi pada mereka, akan hakikat ajaran Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Disamping kebiasaan berkomentar, sebelum memahami persoalan yang sebenarnya.</p>
<p>Sedangkan apa yang mereka kuasai, hanya bersumber dari tokoh-tokoh Syiah yang sering berkata bahwa perbedaan Sunni dengan Syiah seperti perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzahab Syafi’i.</p>
<p>Padahal perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzhab Syafi’i, hanya dalam masalah Furu’iyah saja. Sedang perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah), maka perbedaan-perbedaannya disamping dalam Furuu’ juga dalam Ushuul.</p>
<p>Rukun Iman mereka berbeda dengan rukun Iman kita, rukun Islamnya juga berbeda, begitu pula kitab-kitab hadistnya juga berbeda, bahkan sesuai pengakuan sebagian besar ulama-ulama Syiah, bahwa Al-Qur&#8217;an mereka juga berbeda dengan Al-Qur&#8217;an kita (Ahlussunnah).</p>
<p>Apabila ada dari ulama mereka yang pura-pura (taqiyah) mengatakan bahwa Al-Qur&#8217;annya sama, maka dalam menafsirkan ayat-ayatnya sangat berbeda dan berlainan.</p>
<p>Sehingga tepatlah apabila ulama-ulama Ahlussunnah Waljamaah mengatakan : Bahwa Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) adalah satu agama tersendiri.</p>
<p>Melihat pentingnya persoalan tersebut, maka di bawah ini kami nukilkan sebagian dari perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dengan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah).</p>
<p>1.      Ahlussunnah	: Rukun Islam kita ada 5 (lima)<br />
a)      Syahadatain<br />
b)      As-Sholah<br />
c)      As-Shoum<br />
d)      Az-Zakah<br />
e)      Al-Haj</p>
<p>         Syiah		: Rukun Islam Syiah juga ada 5 (lima) tapi berbeda:<br />
a)      As-Sholah<br />
b)      As-Shoum<br />
c)      Az-Zakah<br />
d)      Al-Haj<br />
e)      Al wilayah </p>
<p>2.      Ahlussunnah	: Rukun Iman ada 6 (enam) :<br />
a)      Iman kepada Allah<br />
b)      Iman kepada Malaikat-malaikat Nya<br />
c)      Iman kepada Kitab-kitab Nya<br />
d)      Iman kepada Rasul Nya<br />
e)      Iman kepada Yaumil Akhir / hari kiamat<br />
f)       Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.</p>
<p>         Syiah		: Rukun Iman Syiah ada 5 (lima)*<br />
a)      At-Tauhid<br />
b)      An Nubuwwah<br />
c)      Al Imamah<br />
d)      Al Adlu<br />
e)      Al Ma’ad</p>
<p> 3.      Ahlussunnah	: Dua kalimat syahadat</p>
<p>         Syiah		: Tiga kalimat syahadat, disamping Asyhadu an Laailaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, masih ditambah dengan menyebut dua belas imam-imam mereka.</p>
<p>4.      Ahlussunnah	: Percaya kepada imam-imam tidak termasuk rukun iman. Adapun jumlah imam-imam Ahlussunnah tidak terbatas. Selalu timbul imam-imam, sampai hari kiamat.<br />
Karenanya membatasi imam-imam hanya dua belas (12) atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan.</p>
<p>Syiah		: Percaya kepada dua belas imam-imam mereka, termasuk rukun iman. Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua belas imam-imam mereka (seperti orang-orang Sunni), maka menurut ajaran Syiah dianggap kafir dan akan masuk neraka.</p>
<p>5.      Ahlussunnah	: Khulafaurrosyidin yang diakui (sah) adalah :<br />
a)      Abu Bakar<br />
b)      Umar<br />
c)      Utsman<br />
d)      Ali Radhiallahu anhu</p>
<p>         Syiah		: Ketiga Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman) tidak diakui oleh Syiah. Karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (padahal Imam Ali sendiri membai&#8217;at dan mengakui kekhalifahan mereka). </p>
<p>6.    Ahlussunnah	: Khalifah (Imam) adalah manusia biasa, yang tidak mempunyai sifat Ma’shum.<br />
Berarti mereka dapat berbuat salah/ dosa/ lupa. Karena sifat Ma’shum, hanya dimiliki oleh para Nabi.</p>
<p>         Syiah		: Para imam yang jumlahnya dua belas tersebut mempunyai sifat Ma&#8217;’hum, seperti para Nabi.</p>
<p>7.      Ahlussunnah	: Dilarang mencaci-maki para sahabat.</p>
<p>         Syiah		: Mencaci-maki para sahabat tidak apa-apa bahkan Syiah berkeyakinan, bahwa para sahabat setelah Rasulullah SAW wafat, mereka menjadi murtad dan tinggal beberapa orang saja. Alasannya karena para sahabat membai&#8217;at  Sayyidina Abu Bakar sebagai Khalifah.</p>
<p>8.     Ahlussunnah	: Siti Aisyah istri Rasulullah sangat dihormati dan dicintai. Beliau adalah Ummul Mu’minin.</p>
<p>         Syiah		: Siti Aisyah dicaci-maki, difitnah, bahkan dikafirkan.</p>
<p>9.      Ahlussunnah	: Kitab-kitab hadits yang dipakai sandaran dan rujukan Ahlussunnah adalah Kutubussittah :<br />
a)      Bukhari<br />
b)      Muslim<br />
c)      Abu Daud<br />
d)      Turmudzi<br />
e)      Ibnu Majah<br />
f)       An Nasa’i<br />
(kitab-kitab tersebut beredar dimana-mana dan dibaca oleh kaum Muslimin sedunia).</p>
<p>          Syiah		: Kitab-kitab Syiah ada empat :<br />
a)      Al Kaafi<br />
b)      Al Istibshor<br />
c)      Man Laa Yah Dhuruhu Al Faqih<br />
d)      Att Tahdziib<br />
(Kitab-kitab tersebut tidak beredar, sebab kebohongannya takut diketahui oleh pengikut-pengikut Syiah).  </p>
<p>10.  Ahlussunnah	: Al-Qur&#8217;an tetap orisinil</p>
<p>       Syiah		: Al-Qur&#8217;an yang ada sekarang ini menurut pengakuan ulama Syiah tidak orisinil. Sudah dirubah oleh para sahabat (dikurangi dan ditambah). </p>
<p>11.  Ahlussunnah	: Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul Nya.<br />
Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasul Nya.</p>
<p>       Syiah		: Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang cinta kepada Imam Ali, walaupun orang tersebut tidak taat kepada Rasulullah.<br />
Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang memusuhi Imam Ali, walaupun orang tersebut taat kepada Rasulullah. </p>
<p>12.  Ahlussunnah	: Aqidah Raj’Ah tidak ada dalam ajaran Ahlussunnah. Raj’ah adalah besok diakhir zaman sebelum kiamat, manusia akan hidup kembali. Dimana saat itu Ahlul Bait akan balas dendam kepada musuh-musuhnya.</p>
<p>       Syiah		: Raj’ah adalah salah satu aqidah Syiah. Dimana diceritakan : bahwa nanti diakhir zaman, Imam Mahdi akan keluar dari persembunyiannya. Kemudian dia pergi ke Madinah untuk membangunkan Rasulullah, Imam Ali, Siti Fatimah serta Ahlul Bait yang lain.</p>
<p>Setelah mereka semuanya bai&#8217;at kepadanya, diapun selanjutnya membangunkan Abu Bakar, Umar, Aisyah. Kemudian ketiga orang tersebut disiksa dan disalib, sampai mati seterusnya diulang-ulang sampai  ribuan kali. Sebagai balasan atas perbuatan jahat mereka kepada Ahlul Bait.<br />
Keterangan           : Orang Syiah mempunyai Imam Mahdi sendiri. Berlainan dengan Imam Mahdinya Ahlussunnah, yang akan membawa keadilan dan kedamaian.</p>
<p>13.  Ahlussunnah	: Mut’ah (kawin kontrak), sama dengan perbuatan zina dan hukumnya haram.</p>
<p>       Syiah		: Mut’ah sangat dianjurkan dan hukumnya halal. Halalnya Mut’ah ini dipakai oleh golongan Syiah untuk mempengaruhi para pemuda agar masuk Syiah. Padahal haramnya Mut’ah juga berlaku di zaman Khalifah Ali bin Abi Thalib.</p>
<p>14.  Ahlussunnah	: Khamer/ arak tidak suci.</p>
<p>       Syiah		: Khamer/ arak suci.</p>
<p>15.  Ahlussunnah	: Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap tidak suci.</p>
<p>       Syiah		: Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap suci dan mensucikan.</p>
<p>16.  Ahlussunnah	:  Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri hukumnya sunnah.</p>
<p>       Syiah		: Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri membatalkan shalat.<br />
(jadi shalatnya bangsa Indonesia yang diajarkan Wali Songo oleh orang-orang Syiah dihukum tidak sah/ batal, sebab meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri).</p>
<p>17.  Ahlussunnah	: Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat adalah sunnah.</p>
<p>       Syiah		: Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat dianggap tidak sah/ batal shalatnya.<br />
(Jadi shalatnya Muslimin di seluruh dunia dianggap tidak sah, karena mengucapkan Amin dalam shalatnya). </p>
<p> 18.  Ahlussunnah	: Shalat jama’ diperbolehkan bagi orang yang bepergian dan bagi orang yang mempunyai udzur syar’i.</p>
<p>       Syiah		: Shalat jama’ diperbolehkan walaupun tanpa alasan apapun.</p>
<p>19.  Ahlussunnah	: Shalat Dhuha disunnahkan. </p>
<p>       Syiah		: Shalat Dhuha tidak dibenarkan.<br />
(padahal semua Auliya’ dan salihin melakukan shalat Dhuha).</p>
<p>Demikian telah kami nukilkan perbedaan-perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah).  Sengaja  kami  nukil  sedikit saja,  sebab apabila kami nukil seluruhnya, maka akan memenuhi halaman-halaman buku ini.</p>
<p>Harapan kami semoga pembaca dapat memahami benar-benar perbedaan-perbedaan tersebut. Selanjutnya pembaca yang mengambil keputusan (sikap).</p>
<p>Masihkah mereka akan dipertahankan sebagai Muslimin dan Mukminin ? (walaupun dengan Muslimin berbeda segalanya).</p>
<p>Sebenarnya yang terpenting dari keterangan-keterangan diatas adalah agar masyarakat memahami benar-benar, bahwa perbedaan yang ada antara Ahlussunnah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) itu, disamping dalam Furuu’ (cabang-cabang agama) juga dalam Ushuul (pokok/ dasar agama).</p>
<p>Apabila tokoh-tokoh Syiah sering mengaburkan perbedaan-perbedaan tersebut, serta memberikan keterangan yang tidak sebenarnya, maka hal tersebut dapat kita maklumi, sebab mereka itu sudah memahami benar-benar, bahwa Muslimin Indonesia tidak akan terpengaruh atau tertarik pada Syiah, terkecuali apabila disesatkan (ditipu).</p>
<p>Oleh karena itu, sebagian besar orang-orang yang masuk Syiah adalah orang-orang yang tersesat, yang tertipu oleh bujuk rayu tokoh-tokoh Syiah.</p>
<p>Akhirnya, setelah kami menyampaikan perbedaan-perbedaan antara Ahlussunnah dengan Syiah, maka dalam kesempatan ini kami menghimbau kepada Alim Ulama serta para tokoh masyarakat, untuk selalu memberikan penerangan kepada umat Islam mengenai kesesatan ajaran Syiah. Begitu pula untuk selalu menggalang persatuan sesama Ahlussunnah dalam menghadapi rongrongan yang datangnya dari golongan Syiah. Serta lebih waspada dalam memantau gerakan Syiah didaerahnya. Sehingga bahaya yang selalu mengancam persatuan dan kesatuan bangsa kita dapat teratasi.</p>
<p>Selanjutnya kami mengharap dari aparat pemerintahan untuk lebih peka dalam menangani masalah Syiah di Indonesia. Sebab bagaimanapun, kita tidak menghendaki apa yang sudah mereka lakukan, baik di dalam negri maupun di luar negri, terulang di negara kita.</p>
<p>Semoga Allah selalu melindungi kita dari penyesatan orang-orang Syiah dan aqidahnya. Amin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sufehmi</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-01-19-1099/#comment-163665</link>
		<dc:creator>sufehmi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 15:26:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">/?p=1099#comment-163665</guid>
		<description>@rumi - satu hal anda benar, yaitu soal sunni-syiah ini tadinya adalah cuma masalah politik. Yaitu para pendukung syiah yang tidak terima bahwa idolanya ternyata tidak menjadi &quot;presiden&quot;.
.
Lalu oleh orang2 ini malah diseret sampai ke soal theology / agama segala.
.
Karena itu soal ini jadi makin menggemaskan. Cuma demi politik, jadi rela mengobok-obok agama sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@rumi &#8211; satu hal anda benar, yaitu soal sunni-syiah ini tadinya adalah cuma masalah politik. Yaitu para pendukung syiah yang tidak terima bahwa idolanya ternyata tidak menjadi &#8220;presiden&#8221;.<br />
.<br />
Lalu oleh orang2 ini malah diseret sampai ke soal theology / agama segala.<br />
.<br />
Karena itu soal ini jadi makin menggemaskan. Cuma demi politik, jadi rela mengobok-obok agama sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sufehmi</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-01-19-1099/#comment-163662</link>
		<dc:creator>sufehmi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 15:24:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">/?p=1099#comment-163662</guid>
		<description>@rumi - Arab Saudi ==/== Sunni.
.
Plis deh.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@rumi &#8211; Arab Saudi ==/== Sunni.<br />
.<br />
Plis deh.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rumi</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-01-19-1099/#comment-163658</link>
		<dc:creator>rumi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 14:56:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">/?p=1099#comment-163658</guid>
		<description>Sebelum kalian semua berkomentar, sebaiknya kalian melihat sejarah dulu, sebab disitulah kunci untuk memahami. Syiah dan Sunni aslinya adalah masalah politik lalu dikaburkan menjadi masalah ideologi. Kalau melihat sejarah, jelas keduanya berbeda, masing2 teguh dengan keyakinannya. Seiring dengan sejarah kita bisa menilai, siapa diantara syiah dan sunni yang kontribusinya terhadap Islam paling besar dan bermanfaat. Sekedar gambaran di Arab Saudi pada tahun 2009 ini, wanita tidak boleh pergi sendirian dan menyetir mobil. Di Iran, wanita boleh pergi sendirian dan menyetir mobil. Di Arab Saudi, USA dan CIA-nya sliwar sliwer seenaknya mengatur negara itu, di Iran, USA sama sekali tidak berkutik. Di Arab Saudi pria boleh kawin/menikah berkali2, istrinya banyak, di Iran pria sebagian besar istrinya cuma satu. Di Arab Saudi reaktor nuklir tidak ada. Di Iran reaktor nuklir ada. Arab Saudi tidak berani menantang Israel, Iran berani terang2an menantang Israel. Nah dari beberapa contoh fakta itu, gak usah kebanyakan teori deh,  anda bisa menilai kira2 siapa ya yang lebih oke, hehehehehe............Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum kalian semua berkomentar, sebaiknya kalian melihat sejarah dulu, sebab disitulah kunci untuk memahami. Syiah dan Sunni aslinya adalah masalah politik lalu dikaburkan menjadi masalah ideologi. Kalau melihat sejarah, jelas keduanya berbeda, masing2 teguh dengan keyakinannya. Seiring dengan sejarah kita bisa menilai, siapa diantara syiah dan sunni yang kontribusinya terhadap Islam paling besar dan bermanfaat. Sekedar gambaran di Arab Saudi pada tahun 2009 ini, wanita tidak boleh pergi sendirian dan menyetir mobil. Di Iran, wanita boleh pergi sendirian dan menyetir mobil. Di Arab Saudi, USA dan CIA-nya sliwar sliwer seenaknya mengatur negara itu, di Iran, USA sama sekali tidak berkutik. Di Arab Saudi pria boleh kawin/menikah berkali2, istrinya banyak, di Iran pria sebagian besar istrinya cuma satu. Di Arab Saudi reaktor nuklir tidak ada. Di Iran reaktor nuklir ada. Arab Saudi tidak berani menantang Israel, Iran berani terang2an menantang Israel. Nah dari beberapa contoh fakta itu, gak usah kebanyakan teori deh,  anda bisa menilai kira2 siapa ya yang lebih oke, hehehehehe&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Baby name meaning and origin for Ghaliyah</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-01-19-1099/#comment-162014</link>
		<dc:creator>Baby name meaning and origin for Ghaliyah</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2008 20:50:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">/?p=1099#comment-162014</guid>
		<description>[...] harry.sufehmi.com &quot; Blog Archive &quot; Bahaya Syiah  reddit_url=&#039;http://www.baby-parenting.com/baby/babyname/Ghaliyah&#039; reddit_title=&#039;Baby name meaning and origin for Ghaliyah&#039; [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] harry.sufehmi.com &#8221; Blog Archive &#8221; Bahaya Syiah  reddit_url=&#8217;http://www.baby-parenting.com/baby/babyname/Ghaliyah&#8217; reddit_title=&#8217;Baby name meaning and origin for Ghaliyah&#8217; [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Roni</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-01-19-1099/#comment-158061</link>
		<dc:creator>Roni</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 23:48:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">/?p=1099#comment-158061</guid>
		<description>Assalam, Apakah antum semua yaqin bahwa hanya dengan tidak mempelajari syiah dan mengtaklid buku2 yang menyalahkan syiah maka tidak akan tersesat?. Dan apakah ada jaminan selamat bagi kita yang membaca, mengoleksi,mengaku dan menghafal ajaran ahlu sunnah? 

dalam Quran disebutkan : &quot;PERUMPAMAAN orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti KELEDAI yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.&quot; ( Al Jumu&#039;ah : 5 ) 
Masya ALLAH. Semoga kita dijauhkan dari keadaan seperti itu, Kitab2nya mungkin hebat tapi tidaklah hebat keledai yang membawanya. 
Karena jihad akbar kita adalah membuktikan semua perkataan dan ilmu kita dengan amal perbuatan dengan terus menerus berihsan kepada Allah ( Ahsanu Amalan ). 
Dalam Quran disebutkan : 
&quot;Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab Maka tidaklah kamu BERFIKIR?&quot; ( Al Baqarah : 44 ) La Haula wa la quwwata illa Billah.

Semoga kita diselamatkan dari ke-Musyrik-an sebagaimana menurut Quran : &quot;yaitu orang-orang yang memecah-belah Dien mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka ( Ar ruum : 32 ). 

Ayo.. monggo kita semua mengkaji dengan niat maghrifatullah ( mengenal Allah dengan sebenar-benarnya ) sehingga diperkenankan olehnya untuk mendapatkan Predikat Hamba Allah, bukan hamba ilmu,syahwat dan hawa nafsu kita. karena kenyataannya kita semua adalah abdi ( budak ). 
&quot;yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal&quot;. ( Az zumar : 18 )

Perjalanan masih jauh dan panjang, begitu banyak PR kita untuk sampai di tujuan sebagai hamba Allah, lihat  ( Al Furqan 63 - 74 ) dan begitu banyak ayat2 yang belum mampu kita baca seperti dalam Quran : &quot;Kami akan memperlihatkan kepada mereka Ayat-ayat Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa itu adalah Al Haq. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?&quot; ( Fushshilat : 53 )

Subhanallah walhamdulillah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalam, Apakah antum semua yaqin bahwa hanya dengan tidak mempelajari syiah dan mengtaklid buku2 yang menyalahkan syiah maka tidak akan tersesat?. Dan apakah ada jaminan selamat bagi kita yang membaca, mengoleksi,mengaku dan menghafal ajaran ahlu sunnah? </p>
<p>dalam Quran disebutkan : &#8220;PERUMPAMAAN orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti KELEDAI yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.&#8221; ( Al Jumu&#8217;ah : 5 )<br />
Masya ALLAH. Semoga kita dijauhkan dari keadaan seperti itu, Kitab2nya mungkin hebat tapi tidaklah hebat keledai yang membawanya.<br />
Karena jihad akbar kita adalah membuktikan semua perkataan dan ilmu kita dengan amal perbuatan dengan terus menerus berihsan kepada Allah ( Ahsanu Amalan ).<br />
Dalam Quran disebutkan :<br />
&#8220;Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab Maka tidaklah kamu BERFIKIR?&#8221; ( Al Baqarah : 44 ) La Haula wa la quwwata illa Billah.</p>
<p>Semoga kita diselamatkan dari ke-Musyrik-an sebagaimana menurut Quran : &#8220;yaitu orang-orang yang memecah-belah Dien mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka ( Ar ruum : 32 ). </p>
<p>Ayo.. monggo kita semua mengkaji dengan niat maghrifatullah ( mengenal Allah dengan sebenar-benarnya ) sehingga diperkenankan olehnya untuk mendapatkan Predikat Hamba Allah, bukan hamba ilmu,syahwat dan hawa nafsu kita. karena kenyataannya kita semua adalah abdi ( budak ).<br />
&#8220;yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal&#8221;. ( Az zumar : 18 )</p>
<p>Perjalanan masih jauh dan panjang, begitu banyak PR kita untuk sampai di tujuan sebagai hamba Allah, lihat  ( Al Furqan 63 &#8211; 74 ) dan begitu banyak ayat2 yang belum mampu kita baca seperti dalam Quran : &#8220;Kami akan memperlihatkan kepada mereka Ayat-ayat Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa itu adalah Al Haq. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?&#8221; ( Fushshilat : 53 )</p>
<p>Subhanallah walhamdulillah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rezana</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-01-19-1099/#comment-156655</link>
		<dc:creator>rezana</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 05:51:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">/?p=1099#comment-156655</guid>
		<description>jangan begitu donk... kalau begini terus cara mensikapi orang berdebat... ujung-ujungnya malah jumud lagi. biarkan saja semua kritik ditumpahkan disini selama jalan pikirannya jelas, ada dalil dan argumen logis. imam Bukhary mungkin malah sangat setuju kalau ada yang mengkoreksi koleksi hadisnya, para pemuka Syiah tentu akan sangat antusias jika ada yang &#039;ngulitin&#039; alKaafi. ya pasti donk kaum syiah punya kitab hadis rujukan sendiri (disamping yang di sunni juga tentunya). para Imam as tentu merupakan otoritas mutlak dalam menentukan kebenaran atau kepalsuan suatu hadis, bahkan untuk tafsir al-Qur&#039;an (meskipun dengan resiko ditindas dan ditumpas oleh rezim otoriter saat itu). Mereka (para Imam as) tentu tidak lupa, bahkan cahaya Islam yang sejati tetap terang benderang berkat mereka ketika selubung dinasti muawiyah dan abasyiah dengan ganas menutupi cahaya itu. mengapa jadi lucu begitu? mungkin karena dengan mencintai mereka (ahlu bait) itu orang jadi tampak beda dan asing. ya jangan-jangan ... memang begitulah adanya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jangan begitu donk&#8230; kalau begini terus cara mensikapi orang berdebat&#8230; ujung-ujungnya malah jumud lagi. biarkan saja semua kritik ditumpahkan disini selama jalan pikirannya jelas, ada dalil dan argumen logis. imam Bukhary mungkin malah sangat setuju kalau ada yang mengkoreksi koleksi hadisnya, para pemuka Syiah tentu akan sangat antusias jika ada yang &#8216;ngulitin&#8217; alKaafi. ya pasti donk kaum syiah punya kitab hadis rujukan sendiri (disamping yang di sunni juga tentunya). para Imam as tentu merupakan otoritas mutlak dalam menentukan kebenaran atau kepalsuan suatu hadis, bahkan untuk tafsir al-Qur&#8217;an (meskipun dengan resiko ditindas dan ditumpas oleh rezim otoriter saat itu). Mereka (para Imam as) tentu tidak lupa, bahkan cahaya Islam yang sejati tetap terang benderang berkat mereka ketika selubung dinasti muawiyah dan abasyiah dengan ganas menutupi cahaya itu. mengapa jadi lucu begitu? mungkin karena dengan mencintai mereka (ahlu bait) itu orang jadi tampak beda dan asing. ya jangan-jangan &#8230; memang begitulah adanya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dewicanda</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-01-19-1099/#comment-156497</link>
		<dc:creator>dewicanda</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 06:42:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">/?p=1099#comment-156497</guid>
		<description>hare gene masih berdebat secara antah berantah!

kalau diskusi yang jelas donk. yang jelas sumbernya.
kagak usah pade ributin tafsir ayat and hadis sebelum tunjukin kitabnye.

udah jamak orang syiah belaga sibuk ngulitin albukhary, tapi ujung2nye kagak mau buka alkaafy. aneh deh!

syiah punya kitab hadis kagak? didistribusiin dong. biar masyarakat bisa beli, bisa ngebaca sendiri. biar kagak dikira kitab misterius.

kan ada 12 imam yang semestinya udeh kasih tunjuk hadis-hadis nabi yang bener. atau kasih tahu umet kitab mane yang mesti jadi landasan utama syiah.
emang 12 imam nye semua kelupaan ape? ironis banget tuh.

lucu banget kan kalo kita ngeyakinin n muji2 kitab yang blom kita baca?

emang kenape alkaafy selalu aje ditutup2in. jangan-jangan......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hare gene masih berdebat secara antah berantah!</p>
<p>kalau diskusi yang jelas donk. yang jelas sumbernya.<br />
kagak usah pade ributin tafsir ayat and hadis sebelum tunjukin kitabnye.</p>
<p>udah jamak orang syiah belaga sibuk ngulitin albukhary, tapi ujung2nye kagak mau buka alkaafy. aneh deh!</p>
<p>syiah punya kitab hadis kagak? didistribusiin dong. biar masyarakat bisa beli, bisa ngebaca sendiri. biar kagak dikira kitab misterius.</p>
<p>kan ada 12 imam yang semestinya udeh kasih tunjuk hadis-hadis nabi yang bener. atau kasih tahu umet kitab mane yang mesti jadi landasan utama syiah.<br />
emang 12 imam nye semua kelupaan ape? ironis banget tuh.</p>
<p>lucu banget kan kalo kita ngeyakinin n muji2 kitab yang blom kita baca?</p>
<p>emang kenape alkaafy selalu aje ditutup2in. jangan-jangan&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sufehmi</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-01-19-1099/#comment-151202</link>
		<dc:creator>sufehmi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 08:25:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">/?p=1099#comment-151202</guid>
		<description>@kalasnikov &amp; @budi - raja saudi itu sunni, atau **mengaku** sunni ?
.
Itu adalah 2 hal yang berbeda lho.
.
@All &amp; @Kalasnikov - soal Ghadir Khumm, bisa mem&lt;a href=&quot;http://www.ahlelbayt.com/articles/rebuttals/ghadir-khumm&quot;&gt;baca penjelasan detailnya disini&lt;/a&gt;.
.
Secara ringkas, pihak Syiah telah melakukan penafsiran dengan mengabaikan konteks. Plus berbagai pembelokan lainnya.
.
Sehingga hasil interpretasinya pun jadi keliru total - yang dibahas di Ghadir Khumm adalah dukungan Rasulullah saw terhadap protes anak buah / prajurit Ali ra. Namun oleh Syiah diartikan sebagai dukungan Rasulullah saw terhadap kepemimpinan Ali ra.
.
Hasilnya ya menjadi aneh jika mengikuti interpretasi versi Syiah.
Seperti dualisme kepemimpinan (Nabi saw &amp; Ali ra pada saat yang sama), kesalahan jumlah hadirin di acara tsb, tuduhan bahwa nubuwat kenabian tidak terjadi (abu bakar ra, dan bukannya ali ra, yang menjadi pemimpin), khayalan bahwa agama ini belum lengkap tanpa wahyu soal nama pemimpin setelah Nabi saw, dst - dan terus merembet sampai pencaci makian sahabat Nabi saw, penolakan hadits Nabi saw, dst.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@kalasnikov &#038; @budi &#8211; raja saudi itu sunni, atau **mengaku** sunni ?<br />
.<br />
Itu adalah 2 hal yang berbeda lho.<br />
.<br />
@All &#038; @Kalasnikov &#8211; soal Ghadir Khumm, bisa mem<a href="http://www.ahlelbayt.com/articles/rebuttals/ghadir-khumm">baca penjelasan detailnya disini</a>.<br />
.<br />
Secara ringkas, pihak Syiah telah melakukan penafsiran dengan mengabaikan konteks. Plus berbagai pembelokan lainnya.<br />
.<br />
Sehingga hasil interpretasinya pun jadi keliru total &#8211; yang dibahas di Ghadir Khumm adalah dukungan Rasulullah saw terhadap protes anak buah / prajurit Ali ra. Namun oleh Syiah diartikan sebagai dukungan Rasulullah saw terhadap kepemimpinan Ali ra.<br />
.<br />
Hasilnya ya menjadi aneh jika mengikuti interpretasi versi Syiah.<br />
Seperti dualisme kepemimpinan (Nabi saw &#038; Ali ra pada saat yang sama), kesalahan jumlah hadirin di acara tsb, tuduhan bahwa nubuwat kenabian tidak terjadi (abu bakar ra, dan bukannya ali ra, yang menjadi pemimpin), khayalan bahwa agama ini belum lengkap tanpa wahyu soal nama pemimpin setelah Nabi saw, dst &#8211; dan terus merembet sampai pencaci makian sahabat Nabi saw, penolakan hadits Nabi saw, dst.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: budi</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-01-19-1099/#comment-151197</link>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 08:05:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">/?p=1099#comment-151197</guid>
		<description>bos yang orng sunni,kalo emang sunni bener kenapa raja arab mengizinkan orng kafir(amerika)mendirikan pangkalan militer untuk menyerang irak yang mayoritas orang sunni,kenapa gak di iran aja orang amerika mendirikan pangkalannya...ok disitu sudah jelas siapa yang biadab orang sunni apa orang syiah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bos yang orng sunni,kalo emang sunni bener kenapa raja arab mengizinkan orng kafir(amerika)mendirikan pangkalan militer untuk menyerang irak yang mayoritas orang sunni,kenapa gak di iran aja orang amerika mendirikan pangkalannya&#8230;ok disitu sudah jelas siapa yang biadab orang sunni apa orang syiah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rezana</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-01-19-1099/#comment-141422</link>
		<dc:creator>rezana</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 03:30:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">/?p=1099#comment-141422</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum wrwb.
Semua debat, diskusi dan dialog di atas bagus dan terpuji karena begutulah hakikatnya diberi akal, kecuali ucapan atau tulisan2 yang keluar dengan melindas akal mengumbar emosi.
Bagi saya perbedaan mazhab dalam agama itu seperti perbedaan siapa bertaklid kepada siapa. Bisa dibayangkan pada zaman Nabi Saw masih hidup, semua orang Islam pada zaman itu pasti bertaklid kepada RasulullahSaw (kecuali orang2 munafiq dan fasik). Kemudian pasca Nabi Saw wafat, dengan sendirinya timbul problem di kalangan ummat Islam mengenai siapa yang harus diikuti atau ditaati sebagai pengganti atau pewaris Rasulullah Saw. Tentu saja problem seperti ini sudah diprediksi Rasulullah jauh sebelum wafatnya beliau (pasti dong begitu menurut akal sehat kita). Dan juga tentu Rasulullah Saw sudah mengantisipasi semua kemungkinan timbulnya problem itu agar persatuan ummat tetap terjaga (begitulah menurut akal sehat kita). Tapi apa yang terjadi kemudian  dan berkembang hingga saat ini .... (silahkan baca sejarahnya).
Begitulah mazhab ternyata sekedar siapa bertaklid kepada siapa. Tentu jadi pertanyaan: kepada siapakah imam Abu Hanifah bertaklid ketika beliau menjalankan syariat Islam? Begitu juga para imam mazhab yang lain: Maliki, Hambali dan Syafi&#039;i. Kepada siapa mereka bertaklid? Apakah ketika sekian milyard ummat Islam bertaklid kepada mereka sehingga membentuk mazhab selama berabad-abad hingga saat ini, bisa dikatakan bahwa Islam telah berakhir di tangan mereka? (sementara semua orang mutlak tidak berdaya melampaui mereka dalam penguasaan agama Islam). Jawabannya tentu bisa dipersempit kepada perkembangan perbedaan perspektif hukum ibadah atau fiqih, bahwa masing-masing mereka (imam mazhab) telah menyusun koleksi tersendiri menurut pengetahuan, pemahaman dan interpretasi mereka. Tentu saja terdapat perbedaan-perbedaan yang lumayan serius untuk dibahas untuk menentukan siapakah yang benar atau konsisten sesuai sunnah Nabi Saw. Versi Hanafi, Maliki, Hambali atau Syafi&#039;i? (masa sih tidak ada konsistensi dari sunnah Nabi Saw). Nah, ketika ada satu mazhab dikedepankan (sehiggga mazhab bukannya 4 melainkan 5) tentulah harus disikapi sebagai mazhab alternatif yang (mungkin) bisa dibenarkan dan konsisten sesuai sunnah Rasulullah Saw. Ada keberatan apa bagi orang-orang yang bertaklid kepada salah satu mazhab itu terhadap mazhab lainnya?
Silahkan anda memilih salah satu mazhab itu menurut hasil &#039;ijtihad&#039; pribadi anda masing. Silahkan anda lebur ke dalamnya sehingga menjadi Syiah atau Sunni. Tokh, pada akhirnya setiap orang akan dinilai menurut niyat dan jerih payahnya demi eksistensi dan kemajuan Islam (ini seruan untuk berlomba agar menjadi yang terbaik menurut Allah dan Rasul-Nya bukan yang lain). Dan setiap orang kelak akan bersama-sama dengan orang-orang yang diikuti dan dicintainya.
Akhirnya mazhab Islam yang benar tentu akan tampil membawa pencerahan sehingga akal (inteklek) seorang muslim lebih unggul di semua bidang kehidupan.

Wassalam
(jangan tanya apakah aku Sunni atau Syiah karena semua imam yang kita ikuti itu juga bukan Sunni atau Syiah)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum wrwb.<br />
Semua debat, diskusi dan dialog di atas bagus dan terpuji karena begutulah hakikatnya diberi akal, kecuali ucapan atau tulisan2 yang keluar dengan melindas akal mengumbar emosi.<br />
Bagi saya perbedaan mazhab dalam agama itu seperti perbedaan siapa bertaklid kepada siapa. Bisa dibayangkan pada zaman Nabi Saw masih hidup, semua orang Islam pada zaman itu pasti bertaklid kepada RasulullahSaw (kecuali orang2 munafiq dan fasik). Kemudian pasca Nabi Saw wafat, dengan sendirinya timbul problem di kalangan ummat Islam mengenai siapa yang harus diikuti atau ditaati sebagai pengganti atau pewaris Rasulullah Saw. Tentu saja problem seperti ini sudah diprediksi Rasulullah jauh sebelum wafatnya beliau (pasti dong begitu menurut akal sehat kita). Dan juga tentu Rasulullah Saw sudah mengantisipasi semua kemungkinan timbulnya problem itu agar persatuan ummat tetap terjaga (begitulah menurut akal sehat kita). Tapi apa yang terjadi kemudian  dan berkembang hingga saat ini &#8230;. (silahkan baca sejarahnya).<br />
Begitulah mazhab ternyata sekedar siapa bertaklid kepada siapa. Tentu jadi pertanyaan: kepada siapakah imam Abu Hanifah bertaklid ketika beliau menjalankan syariat Islam? Begitu juga para imam mazhab yang lain: Maliki, Hambali dan Syafi&#8217;i. Kepada siapa mereka bertaklid? Apakah ketika sekian milyard ummat Islam bertaklid kepada mereka sehingga membentuk mazhab selama berabad-abad hingga saat ini, bisa dikatakan bahwa Islam telah berakhir di tangan mereka? (sementara semua orang mutlak tidak berdaya melampaui mereka dalam penguasaan agama Islam). Jawabannya tentu bisa dipersempit kepada perkembangan perbedaan perspektif hukum ibadah atau fiqih, bahwa masing-masing mereka (imam mazhab) telah menyusun koleksi tersendiri menurut pengetahuan, pemahaman dan interpretasi mereka. Tentu saja terdapat perbedaan-perbedaan yang lumayan serius untuk dibahas untuk menentukan siapakah yang benar atau konsisten sesuai sunnah Nabi Saw. Versi Hanafi, Maliki, Hambali atau Syafi&#8217;i? (masa sih tidak ada konsistensi dari sunnah Nabi Saw). Nah, ketika ada satu mazhab dikedepankan (sehiggga mazhab bukannya 4 melainkan 5) tentulah harus disikapi sebagai mazhab alternatif yang (mungkin) bisa dibenarkan dan konsisten sesuai sunnah Rasulullah Saw. Ada keberatan apa bagi orang-orang yang bertaklid kepada salah satu mazhab itu terhadap mazhab lainnya?<br />
Silahkan anda memilih salah satu mazhab itu menurut hasil &#8216;ijtihad&#8217; pribadi anda masing. Silahkan anda lebur ke dalamnya sehingga menjadi Syiah atau Sunni. Tokh, pada akhirnya setiap orang akan dinilai menurut niyat dan jerih payahnya demi eksistensi dan kemajuan Islam (ini seruan untuk berlomba agar menjadi yang terbaik menurut Allah dan Rasul-Nya bukan yang lain). Dan setiap orang kelak akan bersama-sama dengan orang-orang yang diikuti dan dicintainya.<br />
Akhirnya mazhab Islam yang benar tentu akan tampil membawa pencerahan sehingga akal (inteklek) seorang muslim lebih unggul di semua bidang kehidupan.</p>
<p>Wassalam<br />
(jangan tanya apakah aku Sunni atau Syiah karena semua imam yang kita ikuti itu juga bukan Sunni atau Syiah)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sumodirjo</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-01-19-1099/#comment-141257</link>
		<dc:creator>sumodirjo</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 08:54:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">/?p=1099#comment-141257</guid>
		<description>adakah penganut syiah yang mengamalkan seluruh kepercayaannya? termasuk nikah mut&#039;ah misalnya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>adakah penganut syiah yang mengamalkan seluruh kepercayaannya? termasuk nikah mut&#8217;ah misalnya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: denjaka syiah</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-01-19-1099/#comment-140060</link>
		<dc:creator>denjaka syiah</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 14:23:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">/?p=1099#comment-140060</guid>
		<description>saya mau bertanya mas samakah ahlussunnah dan wahabi, kalau anda mengatakan sama saya rasa anda bohong mengatakan ahlussunnah dan wahabi itu sama.
ahlussunnah ada ziarah kubur, tawassul pada rasulullah, ziarah pada para wali, para imam mazhab dll.
sedangkan slogan wahabi adalah ‘berantas bid’ah,’ sampai-sampai ibadah-ibadah sunnah dibid’ahkan oleh wahabi.
saya cuma mau nanya aja mas, misalnya mazhab anda mayoritas apakah anda akan mangkafirkan mazhab2 islam yg berbeda dengan anda, sedangkan mrk meyakini bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan tidak ada makhluk yang lebih agung dari Rasulullah Muhammad. maukah anda bersumpah demi Allah, bahwa mereka keluar dari islam, kafir dan akan masuk neraka?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya mau bertanya mas samakah ahlussunnah dan wahabi, kalau anda mengatakan sama saya rasa anda bohong mengatakan ahlussunnah dan wahabi itu sama.<br />
ahlussunnah ada ziarah kubur, tawassul pada rasulullah, ziarah pada para wali, para imam mazhab dll.<br />
sedangkan slogan wahabi adalah ‘berantas bid’ah,’ sampai-sampai ibadah-ibadah sunnah dibid’ahkan oleh wahabi.<br />
saya cuma mau nanya aja mas, misalnya mazhab anda mayoritas apakah anda akan mangkafirkan mazhab2 islam yg berbeda dengan anda, sedangkan mrk meyakini bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan tidak ada makhluk yang lebih agung dari Rasulullah Muhammad. maukah anda bersumpah demi Allah, bahwa mereka keluar dari islam, kafir dan akan masuk neraka?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kalasnikov</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-01-19-1099/#comment-138607</link>
		<dc:creator>Kalasnikov</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 20:15:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">/?p=1099#comment-138607</guid>
		<description>Ustadz harusnya anda baca ttg hadist Ghadir khum, si shahih bukhari ada, dan kedua jika dikatakan sejarah ulama syiah ttg Muawiyah, harunya anda baca tarikh islam disitu dengan kelas dikatakan ketika Muawiyah memaksa Baiat kepada yazid keparat anak dari abu bajar menolak dan mengatakan Muawiyah mulutnya berbisa dan ingat ketika Yaxid menyerang madinah dan membunuh  Iman hasan as, karangan Ulama Syiah kah, harusnya anda belajar banyak, memang benar Imam ali as tidak pernah melabelkan dirinya syiah dan Juga iman Syafii apakah dia pernah mengatakan dirinya Syafeii&#039;ah, tidak pengikkutnya yang menamakannya  jadi itu bukanlah sebuah isu kalo anda berpedoman pada Al-kulani dalam Al-kafinya  tau tidak bahwa Syis&#039;s tidak pernah menaruh dan Al-kulani tidak pernah menaruh kata Sahih dalam kitabnya dan dalam kitab2 itu dibagi2 dan di kelompokan mana2 yang Shahih dan yang tidak, masalah Syiah mencela sahabat nabi bukan mencela tapi mengkritisi sahabat nabi dan saya pribadi tidak mengingkari hadust jamianan surga Shabat Nabi mengapa karena setiap moslem dijamin masuk Syurga jika punya Iman pertanyaanya kapan dalam hadith itu tidak ada disebutkan tidak di Hisab dan dalam hadith Bukhari juga dukatakan ada sekelompok sahabat yang tertolak dari surga dan Nabi berkata aku tidak bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan setelah diriku, kalo masalah sholat di kuburan orang NU melakukan itu irang tareqat dari Nashaqbandiah sampe satariah juga melakukan apakah mereka Kafir, baca lagi definisi kafir itu kayak mana dana ada berapa cabanngnya, kayaknya ucapan yang mengatkan orang Syiah mabuk2an ketika Umar dibunuh harus dibuktikan lagi kenapa Rokok saja mau diharamkan Khoimeni apa lagi mabuk2an syaikul Islam As Shaikh Ahmad deedat yang pernah ke Iran dan bertemu Khoiemeni mengatakan bahwa Syiah adalah Muslim dan tidak melakukan kesesatan itu Shaikh Ahmad yang mengatakan dengeren aja rekaman pidatonya bisa di unduh di truth TV, kalo dkatakan hadith Syiah palsu semua sanad nya berujung pada Rasullulah kenapa karena mereka mendapatkannya dari para Imam yang nota bene keturunan Nabi, banyak lagi fitnah yang laen yang mengatakan Quran Syiah beda tapi tidak pernah membawa buktinya, Quran syiah sama tidak ada yang beda kalo yang dianggap Mushaf fatimah itu bukan Quran tapi kumpulan Ilham yang diberikan ALLOH kepada Fatimah Azahra dan itu bukan kitab suci sama seperti Ilham Bilal bin rabbah bertenu dengan  Rasuullulah dalam mimpinya dan Ilham dalam Riyadus Shalihin dimana diceritakan seorang Moslem bermimpi melihat bidadari sebagai pahala dari jihadnya.
masalah tentang pertentangan antara hadith Bukhari dan Imam Jakfar as bukan suatu yang aneh dan bukan pertentangan itu bagaimana anda memahaminya &quot; penghuni neraka kebanyakan perempuan&quot; dan Bidadari wanita sholehah apakah anda tau jumlah pasti laki2 dan perempuan yang masuk surga jumlah laki2 sekarang satu berbanding dua dengan wanita bukan akhir jaman satu banding tiga dari tiga itu dua masuk neraka dan dari satu itu setengah masuk surga sekarang bagaimana kompoosisinya masih banyak mana wanita di neraka apa yang di surga dan banyakan mana laki2 di neraka dengan wanita di neraka dan banyakan mana wanita di surga dengan kaum laki, jadi tidak ada pertentangan pada komentar Imam Jakfar
dan saudara harry kalau syiah kafir dia akan ditolak naik haji, tapi pada kenyataanya mereka diperbolehkan oleh wahabi dari jaman Ibnu saud berkuasa sampe jaman Abdullah kemaren Ahmadinejad kesana yang paling puritan aja tidak mengkafirkan kok anda bisa mengkafirkan, istighfar Ustadz</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ustadz harusnya anda baca ttg hadist Ghadir khum, si shahih bukhari ada, dan kedua jika dikatakan sejarah ulama syiah ttg Muawiyah, harunya anda baca tarikh islam disitu dengan kelas dikatakan ketika Muawiyah memaksa Baiat kepada yazid keparat anak dari abu bajar menolak dan mengatakan Muawiyah mulutnya berbisa dan ingat ketika Yaxid menyerang madinah dan membunuh  Iman hasan as, karangan Ulama Syiah kah, harusnya anda belajar banyak, memang benar Imam ali as tidak pernah melabelkan dirinya syiah dan Juga iman Syafii apakah dia pernah mengatakan dirinya Syafeii&#8217;ah, tidak pengikkutnya yang menamakannya  jadi itu bukanlah sebuah isu kalo anda berpedoman pada Al-kulani dalam Al-kafinya  tau tidak bahwa Syis&#8217;s tidak pernah menaruh dan Al-kulani tidak pernah menaruh kata Sahih dalam kitabnya dan dalam kitab2 itu dibagi2 dan di kelompokan mana2 yang Shahih dan yang tidak, masalah Syiah mencela sahabat nabi bukan mencela tapi mengkritisi sahabat nabi dan saya pribadi tidak mengingkari hadust jamianan surga Shabat Nabi mengapa karena setiap moslem dijamin masuk Syurga jika punya Iman pertanyaanya kapan dalam hadith itu tidak ada disebutkan tidak di Hisab dan dalam hadith Bukhari juga dukatakan ada sekelompok sahabat yang tertolak dari surga dan Nabi berkata aku tidak bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan setelah diriku, kalo masalah sholat di kuburan orang NU melakukan itu irang tareqat dari Nashaqbandiah sampe satariah juga melakukan apakah mereka Kafir, baca lagi definisi kafir itu kayak mana dana ada berapa cabanngnya, kayaknya ucapan yang mengatkan orang Syiah mabuk2an ketika Umar dibunuh harus dibuktikan lagi kenapa Rokok saja mau diharamkan Khoimeni apa lagi mabuk2an syaikul Islam As Shaikh Ahmad deedat yang pernah ke Iran dan bertemu Khoiemeni mengatakan bahwa Syiah adalah Muslim dan tidak melakukan kesesatan itu Shaikh Ahmad yang mengatakan dengeren aja rekaman pidatonya bisa di unduh di truth TV, kalo dkatakan hadith Syiah palsu semua sanad nya berujung pada Rasullulah kenapa karena mereka mendapatkannya dari para Imam yang nota bene keturunan Nabi, banyak lagi fitnah yang laen yang mengatakan Quran Syiah beda tapi tidak pernah membawa buktinya, Quran syiah sama tidak ada yang beda kalo yang dianggap Mushaf fatimah itu bukan Quran tapi kumpulan Ilham yang diberikan ALLOH kepada Fatimah Azahra dan itu bukan kitab suci sama seperti Ilham Bilal bin rabbah bertenu dengan  Rasuullulah dalam mimpinya dan Ilham dalam Riyadus Shalihin dimana diceritakan seorang Moslem bermimpi melihat bidadari sebagai pahala dari jihadnya.<br />
masalah tentang pertentangan antara hadith Bukhari dan Imam Jakfar as bukan suatu yang aneh dan bukan pertentangan itu bagaimana anda memahaminya &#8221; penghuni neraka kebanyakan perempuan&#8221; dan Bidadari wanita sholehah apakah anda tau jumlah pasti laki2 dan perempuan yang masuk surga jumlah laki2 sekarang satu berbanding dua dengan wanita bukan akhir jaman satu banding tiga dari tiga itu dua masuk neraka dan dari satu itu setengah masuk surga sekarang bagaimana kompoosisinya masih banyak mana wanita di neraka apa yang di surga dan banyakan mana laki2 di neraka dengan wanita di neraka dan banyakan mana wanita di surga dengan kaum laki, jadi tidak ada pertentangan pada komentar Imam Jakfar<br />
dan saudara harry kalau syiah kafir dia akan ditolak naik haji, tapi pada kenyataanya mereka diperbolehkan oleh wahabi dari jaman Ibnu saud berkuasa sampe jaman Abdullah kemaren Ahmadinejad kesana yang paling puritan aja tidak mengkafirkan kok anda bisa mengkafirkan, istighfar Ustadz</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Syarif</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-01-19-1099/#comment-135610</link>
		<dc:creator>Syarif</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jun 2008 00:08:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">/?p=1099#comment-135610</guid>
		<description>Assalamualaikum

Referensi tambahan mengenai Syiah dalam format word dapat antum dapatkan di sini, insya Allah.

Pokok Aqidah Syiah
http://ilmuislam.net/index.php/syiah/42-syiah/80-pokok-aqidah-syiah.html

Peran Yahudi Dalam Pembentukan Syi’ah
http://ilmuislam.net/index.php/syiah/42-syiah/81-peran-yahudi-dalam-pembentukan-syiah.html

Jazakallah
Wassalm</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum</p>
<p>Referensi tambahan mengenai Syiah dalam format word dapat antum dapatkan di sini, insya Allah.</p>
<p>Pokok Aqidah Syiah<br />
<a href="http://ilmuislam.net/index.php/syiah/42-syiah/80-pokok-aqidah-syiah.html" >http://ilmuislam.net/index.php/syiah/42-syiah/80-pokok-aqidah-syiah.html</a></p>
<p>Peran Yahudi Dalam Pembentukan Syi’ah<br />
<a href="http://ilmuislam.net/index.php/syiah/42-syiah/81-peran-yahudi-dalam-pembentukan-syiah.html" >http://ilmuislam.net/index.php/syiah/42-syiah/81-peran-yahudi-dalam-pembentukan-syiah.html</a></p>
<p>Jazakallah<br />
Wassalm</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
