<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Playboy dan Kaca pecah</title>
	<atom:link href="http://harry.sufehmi.com/archives/2006-05-24-1158/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-05-24-1158/</link>
	<description>life is a struggle - information wants to be free</description>
	<lastBuildDate>Sun, 14 Mar 2010 09:27:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Blogging Life 2.0</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-05-24-1158/#comment-223020</link>
		<dc:creator>Blogging Life 2.0</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 19:47:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2006-05-24-1158/#comment-223020</guid>
		<description>Playboy merusak moral masyarakat</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Playboy merusak moral masyarakat</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Will</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-05-24-1158/#comment-31004</link>
		<dc:creator>Will</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jan 2007 20:38:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2006-05-24-1158/#comment-31004</guid>
		<description>When Playboy Ruled?
Seriously though, when did playboy &quot;rule the world.&quot;?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>When Playboy Ruled?<br />
Seriously though, when did playboy &#8220;rule the world.&#8221;?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ferren</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-05-24-1158/#comment-19614</link>
		<dc:creator>Ferren</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Jul 2006 11:48:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2006-05-24-1158/#comment-19614</guid>
		<description>Aha... ya.
sebenarnya, Maxim lebih gelo isinya. Apapun, untuk kami yg di jurnalistik, mendapati Playboy, seperti pie lezat yang ditumbuhi jamur. Isinya enak di baca dan perlu, tapi ada &#039;racun&#039; yg bikin mabok.

Nggak sabar juga nunggu yg keempat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aha&#8230; ya.<br />
sebenarnya, Maxim lebih gelo isinya. Apapun, untuk kami yg di jurnalistik, mendapati Playboy, seperti pie lezat yang ditumbuhi jamur. Isinya enak di baca dan perlu, tapi ada &#8216;racun&#8217; yg bikin mabok.</p>
<p>Nggak sabar juga nunggu yg keempat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: harry</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-05-24-1158/#comment-19296</link>
		<dc:creator>harry</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jul 2006 15:32:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2006-05-24-1158/#comment-19296</guid>
		<description>baru edisi ketiga, &lt;a href=&quot;http://harry.sufehmi.com/archives/2006-07-18-1211/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Playboy sudah lebih &quot;berani&quot; lagi&lt;/a&gt;.

couldn&#039;t wait for the fifth edition...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>baru edisi ketiga, <a href="http://harry.sufehmi.com/archives/2006-07-18-1211/" >Playboy sudah lebih &#8220;berani&#8221; lagi</a>.</p>
<p>couldn&#8217;t wait for the fifth edition&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ari Condro</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-05-24-1158/#comment-16666</link>
		<dc:creator>Ari Condro</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Jun 2006 10:51:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2006-05-24-1158/#comment-16666</guid>
		<description>ttg teori broken window ini, kenapa dianggap polisi new york NYPD di era 90 an , saya temukan dalam buku blue ocean strategy nya w.chan kim dan rene mauborgne (baik edisi indonesia maupun inggris).  silakan baca dibagian bab 7.

ternayta ada beda persepsi antara masyrakat dan polisi.  yg dianggap sebagai kejahatan oleh masyrakat adalah gangguan kecil yang terus menerus seperti pemabuk, pelacur, graffiti dan pengemis.  sementara di saat yang sama polisi justru menunjukkan angka statistik terjadinya kejahatan di tempat tersebut hanya 3 persen.  bahkan di tempat lain yang juga dianggap sumber kejahatan seperti police district 4 boston di tahun 70an, polisi dapat menunjukkan waktu tanggapan 911 semakin cepat dan pemangkapan thd kejahatan meningkat.

gap persepsi ini ditunjukkan lewat dialog aparat dengan warga, dan diajaknya para perwira polisi untuk naik kereta sub way itu tiap siang dan malam.  dengan kondisi seperti ini mau tidak mau para perwira polisi melakukan perbaikan dengan menghilangkan image negatif kejahatan yg dicover oleh gangguan gangguan ini.

di saat yg lain, tentu saja perubahan mendasar dilakukan di kepolisian.  kondisi saat itu memang tidak main main, ada 4 rintangan.

rintangan kognitif
organisasi polisi sudah terkenal dgn status quo nya

rintangan sdm
sumber daya terbatas karena naggaran dipangkas (efisiensi gitu lah ..)

rintangan politik
tentangan dari kepentingan kepentingan yg kuat

rintangan motivasional
staf yang tidak punya motivasi


===

PR yg dikerjakan ke dalam, tentu tidak terlihat oleh masy.  sementara PR keluar, yg bisa dirasakan masy, langsung diberikan.  jadi dua duanya emang kudu dijalankan.  sehingga persepsi masyarakat pun makin positif pada citra polisi.  tapi peruabahan yg mendasar, ya tentunya bukan dengan menghilangkan grafiti dan menghilangkan pelacuran.

demikian untuk menjadi periksa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ttg teori broken window ini, kenapa dianggap polisi new york NYPD di era 90 an , saya temukan dalam buku blue ocean strategy nya w.chan kim dan rene mauborgne (baik edisi indonesia maupun inggris).  silakan baca dibagian bab 7.</p>
<p>ternayta ada beda persepsi antara masyrakat dan polisi.  yg dianggap sebagai kejahatan oleh masyrakat adalah gangguan kecil yang terus menerus seperti pemabuk, pelacur, graffiti dan pengemis.  sementara di saat yang sama polisi justru menunjukkan angka statistik terjadinya kejahatan di tempat tersebut hanya 3 persen.  bahkan di tempat lain yang juga dianggap sumber kejahatan seperti police district 4 boston di tahun 70an, polisi dapat menunjukkan waktu tanggapan 911 semakin cepat dan pemangkapan thd kejahatan meningkat.</p>
<p>gap persepsi ini ditunjukkan lewat dialog aparat dengan warga, dan diajaknya para perwira polisi untuk naik kereta sub way itu tiap siang dan malam.  dengan kondisi seperti ini mau tidak mau para perwira polisi melakukan perbaikan dengan menghilangkan image negatif kejahatan yg dicover oleh gangguan gangguan ini.</p>
<p>di saat yg lain, tentu saja perubahan mendasar dilakukan di kepolisian.  kondisi saat itu memang tidak main main, ada 4 rintangan.</p>
<p>rintangan kognitif<br />
organisasi polisi sudah terkenal dgn status quo nya</p>
<p>rintangan sdm<br />
sumber daya terbatas karena naggaran dipangkas (efisiensi gitu lah ..)</p>
<p>rintangan politik<br />
tentangan dari kepentingan kepentingan yg kuat</p>
<p>rintangan motivasional<br />
staf yang tidak punya motivasi</p>
<p>===</p>
<p>PR yg dikerjakan ke dalam, tentu tidak terlihat oleh masy.  sementara PR keluar, yg bisa dirasakan masy, langsung diberikan.  jadi dua duanya emang kudu dijalankan.  sehingga persepsi masyarakat pun makin positif pada citra polisi.  tapi peruabahan yg mendasar, ya tentunya bukan dengan menghilangkan grafiti dan menghilangkan pelacuran.</p>
<p>demikian untuk menjadi periksa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
