Jurus-jurus praktis memulai bisnis Muslimah

Artikel ini aslinya dimuat di majalah Alia, dan atas izin redaksinya maka bisa dimuat disini, terimakasih.
Tulisan pertama dari tiga artikel.


Jurus-jurus praktis memulai bisnis Muslimah
Oleh: Helen Sufehmi

Akhir-akhir ini, biaya kehidupan sehari-hari makin terasa memberatkan. Listrik, bensin, transportasi; berbagai kebutuhan pokok tersebut telah naik berkali-kali. Kenaikannya tersebut kemudian biasanya diikuti dengan kenaikan berbagai komoditas yang tergantung pada hal-hal tersebut juga. Sehingga kini kenaikannya menjadi cukup merata di segala hal.
Banyak orang yang kemudian tergoda untuk berusaha sendiri. Tapi kemudian banyak juga yang kita lihat mengalami kegagalan dalam usahanya tersebut.

Bagaimana dengan kita? Tentu menarik sekali ya jika kita juga bisa memiliki usaha kita sendiri. Apakah itu niatnya sekadar mengisi waktu, apalagi ketika anak-anak kita sudah mandiri. Atau niat membantu suami untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Mungkin malah untuk mengikuti sunnah Nabi saw sebagai seorang pedagang dulunya, dimana Nabi saw juga telah bersabda bahwa, “Perhatikan olehmu sekalian, sesungguhnya perdagangan itu di dunia ini adalah sembilan dari sepuluh pintu rezeki” (HR Ahmad)

Pertanyaannya sekarang; how? Bagaimana caranya kita memulai usaha kita sendiri?

Selama bertahun-tahun, saya mengamati berbagai usaha muslimah; bagaimana awalnya, suksesnya, dan ada juga yang kemudian menurun. Dari situ, banyak sekali yang bisa kita jadikan pelajaran.

1. Temukan peluang, yang cocok, bagi Anda.

Pertama sekali, Anda harus menentukan dulu, bisnis apa yang ingin dan bisa Anda lakukan.

“Ingin” - usaha tersebut harus sesuai dengan bakat dan minat Anda. Jika usaha tersebut berpotensi bagus, namun tidak menarik bagi Anda, maka akan bermasalah di tengah jalannya kelak. Ini kadang terjadi, dan akibatnya biasanya cukup fatal.
“Bisa” - usaha tersebut memang adalah usaha yang mampu Anda lakukan; Anda punya cukup modalnya, ada waktunya, dan seterusnya.

Ada berbagai jenis usaha, yaitu produksi, jual-beli, jasa, atau kombinasinya. Contoh usaha produksi misalnya usaha konfeksi busana muslim, kerajinan tangan, bakery, dan lain-lain. Contoh usaha jual-beli misalnya warung, MLM, toko, dan seterusnya. Sedangkan contoh usaha jasa seperti konsultan komputer / arsitektur / pembukuan / landscape / dan lain-lainnya.
Yang kombinasi misalnya usaha konfeksi busana muslim, yang juga ada outletnya; sehingga, usaha tersebut mencakup produksi dan jual-beli.

Sebagai muslimah, memang kita ada memiliki beberapa keterbatasan. Biasanya dari segi waktu, karena memang tanggung jawab pertama adalah mengurus keluarga kita. Jadi kita perlu memilih jenis usaha yang bisa kita jalankan, walaupun dengan keterbatasan-keterbatasan tersebut.
Tapi jangan menganggap bahwa ini akan membuat kita tidak bisa menjadi maju - justru beberapa usaha muslimah bisa lebih maju daripada usaha suaminya. Biasanya ini terjadi ketika muslimah tersebut menganggap keterbatasan tersebut sebagai bagian dari tantangan, bukan halangan. Sehingga tidak menjatuhkan semangat, tetapi justru memicu kreatifitasnya.

Untuk pemula seperti kita, sebaiknya kita melakukan usaha yang belum banyak saingannya. Atau kalaupun sudah ada saingannya, kita bisa menawarkan kelebihan, sehingga ada alasan bagi customer untuk memilih kita.
Jangan cuma menjadi peniru tanpa ada kelebihan apa pun — ini yang sangat sering terjadi. Katanya, inilah orang Indonesia, satu orang buka usaha kios ponsel, maka semuanya ikut-ikutan membuat itu juga. Hasilnya? Biasanya cuma terbuangnya waktu, tenaga, dan uang Anda.

“Find your niche”, kata seorang pakar - temukan celah yang cocok bagi Anda. Ada yang membuat kerajinan tangan, sampai bisa diekspor. Ada yang memulai usahanya dari sekolah anaknya, sambil menunggui anaknya sekolah dia berdagang dengan ibu-ibu lainnya. Ada yang malah bekerja dari rumah - dengan modal bahasa Inggris dan bakat desain, kemudian menjadi freelance desainer situs Internet. Dan lain-lainnya.

Seperti yang Anda telah lihat, ini adalah hal yang penting. Karena itu, yakinkan dulu bahwa usaha tersebut memang adalah sesuatu yang cocok untuk Anda. Jika Anda telah merasa cocok, maka berikutnya kita perlu meneliti, apakah usaha tersebut memang bisa menguntungkan.

2. Proposal bisnis

Percaya atau tidak, cukup banyak orang melakukan usaha tanpa terlebih dahulu meneliti, apakah memang usaha tersebut bisa menguntungkan. Banyak orang yang memulai bisnisnya hanya dengan berdasarkan angan-angan, tanpa perhitungan.
Walaupun Anda sudah sangat ingin dan sangat perlu untuk memulai bisnis, tahan dulu sebentar. Waktu yang Anda luangkan untuk membuat proposal bisnis ini bisa menyelamatkan Anda dari kesulitan di masa depan.

“Saya mau buka usaha dengan uang saya sendiri, enggak pakai investor kok. Ngapain musti buat proposal juga ?”. Sebetulnya tetap ada investor disini - yaitu Anda sendiri. Tentunya Anda perlu tahu, apakah usaha yang akan dimodali ini memang akan bisa menguntungkan, atau justru cuma akan melenyapkan uang Anda tanpa bekas.

Minimal, berikut ini adalah hal-hal yang perlu tercantum di suatu proposal bisnis:

  • Kebutuhan modal awal
  • Ongkos rutin
  • Estimasi pemasukan
  • Strategi bisnis

Contoh proposal bisnis bisa kita lihat berikut ini :

Proposal usaha kedai sandwich (roti isi)

  1. Strategi bisnis:
    • Banyak pegawai yang tidak sempat sarapan, karena keterbatasan waktu. Sandwich harganya murah, mengenyangkan, rasanya enak, dan praktis - bisa dimakan sambil duduk di bis sekalipun.
    • Penjualan: sistim bagi hasil laba bersih, penjual: 30%, pemilik: 70%. Berupa kios sederhana, di lokasi-lokasi yang banyak dilewati orang-orang yang akan pergi berangkat kerja.
    • Estimasi modal per sandwich: Rp 3000, Harga jual: Rp 5000
    • Estimasi laba per bulan : (pemasukan - pengeluaran) =
      (laba kotor - ongkos) =
      ( 4.000.000 - 660.000) = Rp 3.340.000
  2. Kebutuhan modal awal:
    • Oven untuk membuat baguette (roti lonjong ala Perancis) : Rp 5.000.000
    • 2 buah kios @ Rp 3.000.000 = Rp 6.000.000
    • Persediaan filling (isi) sandwich untuk 2000 sandwich = Rp 4.000.000
    • Promosi : spanduk, pamflet, kartu nama: Rp 1.000.000
    • Total : Rp 16.000.000
  3. Ongkos rutin bulanan:
    • Gas Elpiji @ Rp 55.000 x 4 = Rp 110.000
    • Kemasan sandwich = Rp 300.000
    • Saus tomat, cabai, mayonnaise, mentega = Rp 250.000 (dimasukkan menjadi ongkos bulanan karena sulit diperhitungkan nilainya untuk setiap sandwich)
    • Total : Rp 660.000,-
  4. Estimasi pemasukan:
    Setiap kios diperkirakan bisa menjual 50 sandwich per hari. Jika target pasar adalah pegawai kantor, maka ada 20 hari kerja dalam sebulan.

    Berarti penjualan per bulan per kios adalah 1000 buah sandwich, total 2 kios = 2000 sandwich per bulan.

    Laba kotor:
    Laba per sandwich = Rp 2000
    Laba kotor per bulan = Rp 2000 x 2000 sandwich = Rp 4.000.000

Keterangan:

Kunci dalam pembuatan proposal bisnis adalah jujur dengan diri Anda sendiri. Terutama pada bagian estimasi pemasukan; sangat mudah untuk tergoda menaikkan angka-angka di bagian ini. Tapi jangan lakukan itu, karena hanya akan menyulitkan Anda sendiri di masa depan; proposal bisnisnya bagus dengan angka keuntungan yang fantastis, namun pada kenyataannya ternyata merugi besar-besaran.

Kunci berikutnya adalah informasi.
Dengan informasi yang mencukupi, maka Anda dapat membuat proposal bisnis yang realistis. Sehingga, pada pelaksanaannya nanti tidak akan meleset terlalu jauh dari apa yang telah kita perkirakan disini.
Untuk setiap bisnis, berbeda lagi cara mengumpulkan informasinya. Pada contoh usaha sandwich ini, mengenai estimasi pemasukan; misalnya kita bisa memperhatikan bakal lokasi usaha, dan menghitung kira-kira ada berapa orang pegawai yang lalu-lalang di daerah itu.
Misalkan ada 1000 orang, maka kemudian kita ambil persentase konservatif bahwa akan ada 5% yang tertarik dengan sandwich kita. Maka, didapatlah estimasi omset 50 buah sandwich per hari.

Bagian modal awal dan ongkos rutin tidak terlalu sulit, terutama memerlukan ketelitian. Jangan sampai ada hal yang terlewat, sehingga menjadi kejutan yang tidak menyenangkan setelah usaha berjalan.

Nah, setelah kita menuliskan semuanya dalam suatu proposal bisnis, maka kini kita telah mempunyai gambaran yang lebih jelas mengenai bisnis tersebut. Jika kita kemudian yakin bahwa bisnis ini memang bisa menguntungkan, maka selanjutnya kita perlu mencari lokasi untuk usaha tersebut.

3. Lokasi

Ketika dimintai tips-tips untuk membuka usaha, seorang kawan pernah menjawab, “1. Lokasi. 2. Lokasi. 3. Lokasi.”

Bagi sebagian besar bisnis, lokasi memang adalah kunci yang terpenting.
Pada usaha produksi, lokasi yang banyak sumber daya manusia dan dekat dengan sumber bahan produksi akan membantu meningkatkan efisiensi. Pada usaha dagang, lokasi yang yang tepat bisa membedakan antara keberhasilan dengan kegagalan. Pada usaha jasa, lokasi yang mudah dijangkau oleh customer bisa meningkatkan penghasilan Anda.
Demikianlah pentingnya lokasi.

Mencari lokasi ini bisa sulit sekali, karena daerah-daerah strategis biasanya sudah ditempati. Atau menjadi mall / ITC, yang biaya sewanya juga sangat mahal.
Tapi bisa juga menjadi mudah sekali, seperti misalnya jika silaturahmi kita bagus dan luas. Maka bisa saja tiba-tiba justru ada orang yang menawarkan tempatnya kepada Anda, tanpa perlu mencari-cari.

Jika Anda menemukan bahwa usaha Anda memang membutuhkan lokasi yang bagus, maka jangan sekali-kali tergoda untuk memulai usaha sebelum menemukannya.
Gencarkanlah usaha Anda untuk menemukan lokasi idaman tersebut. Silaturahmi juga dapat sangat membantu disini.

Tips: seringkali kita bisa menumpang lokasi. Seperti pada contoh usaha sandwich ini, karena kiosnya kecil, maka kita bisa menumpang di halaman minimarket Indomaret / Alfamaret, dengan membayar biaya sewa bulanan. Ini cenderung lebih murah daripada kita menyewa khusus untuk usaha kita sendiri.

4. Modal

Idealnya memang modal bisa 100% dari Anda sendiri. Tapi ini mungkin tidak selalu demikian halnya. Seringkali kita memerlukan tambahan dana dari investor lainnya.

Untuk memulai bisnis, saya sarankan untuk menghindari pinjaman bank, walaupun bank syariah.
Kalaupun proposal bisnis kita bagus, tetap usahakan menghindarinya; karena jika ternyata gagal, maka akan sangat sulit untuk mengembalikannya.

Lagipula pinjaman bank ini sering mengecoh. Kadang kita lupa, apalagi jika tidak ada pembukuan yang rapi, sehingga mengira uang bank sebagai uang kita sendiri. Walhasil, banyak orang yang kemudian justru memakai uang bank untuk membeli rumah, mobil, dan benda-benda yang lebih bersifat konsumtif lagi.

Selain terkecoh seperti itu, kadang juga kita lupa memperhitungkan beban bunga bank dan cicilan bank. Contoh; pada usaha warung, persentase labanya sangat tipis - seperti susu, labanya hanya sekitar 1% - 2%. Padahal harganya mahal sekali ya, siapa sangka ternyata labanya luar biasa tipis seperti itu.
Jika tidak hati-hati dalam memanfaatkan pinjaman bank, maka kita bisa kesulitan bahkan sekedar untuk membayar bunga setiap bulannya.

Alternatif lainnya adalah investor luar. Biasanya kemudian dibuat perjanjian / akadnya.
Jika kita telah membuat proposal bisnis seperti yang dibahas sebelumnya, ini bisa membantu kita untuk menjaring investor yang cocok dengan kita.
Kuncinya disini adalah pada akadnya; buat perjanjian yang tertulis, dan jelas. Bahkan (terutama) dengan investor yang dari keluarga sendiri. Karena seringkali kasus penzaliman itu dilakukan oleh keluarga.
Tapi kita sering lengah, ya maklumlah, apa iya keluarga sendiri mau menzalimi saudaranya sendiri - eh, ternyata, bisa saja lho. Dan sudah banyak kasusnya.

Jadi, berhati-hatilah. Pastikan bahwa akadnya akan mendorong terciptanya keadilan untuk kedua belah pihak.

5. Eksekusi

Ketika semuanya telah siap - maka kini adalah waktu untuk melaksanakannya. Anda kini berada di posisi eksekutif, sebagai eksekutor dari bisnis ini.
Inilah saatnya Anda melakukan semua yang telah Anda rencanakan selama ini.

Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan :

  1. Promosi : Tidak ada gunanya Anda menjual barang/jasa yang sangat berguna, dengan harga yang murah, jika orang tidak tahu bahwa Anda ada.

    Promosi adalah suatu keharusan bagi setiap usaha. Namun, promosi yang ngawur juga justru bisa menghabisi suatu usaha.

    Untuk usaha yang tergantung pada lokasi, Anda perlu menyisihkan dana untuk membuat papan nama yang besar dan jelas.
    Sisihkan waktu/dana tambahan untuk membuat desain yang menarik pandangan mata orang yang tadinya hanya lewat. Tidak ada gunanya membuat papan nama besar jika bahkan sekedar dilirik pun tidak.

  2. The only constant is change - satu-satunya hal yang pasti adalah perubahan.

    Dalam melakukan usaha, sulit untuk bisa duduk tenang berpangku tangan. Akan selalu muncul hal-hal baru; pesaing baru, kenaikan ongkos, perubahan pasar, dan lain-lainnya.

    Tidak semuanya bisa Anda perkirakan di dalam proposal bisnis. Karena itu, Anda harus selalu siap untuk menghadapi masalah yang baru.

    Pertama-tama, Anda harus bisa menyadari dulu bahwa ada masalah. Karena, Anda tidak bisa menyelesaikan masalah yang setahu Anda tidak ada.
    Tapi kadang memang kita tidak menyadari akan adanya suatu masalah, karena kita telah sibuk (terjebak) dalam rutinitas.

    Disinilah pentingnya masukan dari pihak ketiga. Secara rutin, undanglah kawan atau saudara untuk menilik usaha Anda tersebut. Dan jangan lupa berterimakasih atas masukan-masukan yang mereka berikan.
    Tanpa informasi dari mereka, maka bisa saja tahu-tahu bisnis Anda telah berada di ambang kebangkrutan, dan Anda hanya bisa kebingungan, mengapa hal ini bisa terjadi.

    Kedua, Anda harus segera menyelesaikan masalah tersebut. Menunda masalah adalah menambah masalah. Masalah tidak akan selesai dengan menundanya.

    Ketiga, anggap saja masalah ini sebagai selingan yang menarik, di tengah-tengah rutinitas bisnis. Maka masalah yang muncul tidak akan membuat Anda patah semangat, malah justru akan mendorong munculnya ide-ide dan semangat baru.

  3. Customer service : Pembeli adalah raja, demikian pepatah yang sering kita dengar. Setelah melayani mereka dengan ramah, baik, dan sabar; maka biasanya beberapa customer akan merasa nyaman untuk berterus terang kepada Anda.

    Dari mereka Anda akan mendapatkan informasi-informasi paling berharga untuk usaha Anda tersebut — apa saja kekurangan Anda, apa kelebihan, apa potensi yang masih bisa digarap / dikembangkan.

    Customer service juga bisa menjadi kelebihan Anda dari para pesaing Anda, ketika usaha Anda sama dengan mereka.
    Berikan layanan yang lebih - layan antar, barang yang bisa dibuat sesuai pesanan, dan seterusnya.

  4. Hemat : Salah satu godaan dalam berbisnis adalah untuk berfoya-foya ketika memegang uang agak banyak.

    Semua pengusaha sukses yang saya kenal adalah orang yang hemat.
    Bahkan walaupun mereka kelihatan kaya / boros; namun ternyata sebetulnya masih termasuk hemat jika dibandingkan dengan income / pemasukan mereka.

    Ingatlah bahwa Anda baru memulai usaha Anda. Jalan Anda masih panjang. Pepatah “bersakit-sakit dahulu, bersenang kemudian” harus Anda camkan di benak Anda.

Berbisnis itu sulit ? Mudah ? Semuanya kembali kepada Anda. Namun, dengan perencanaan yang baik, maka segala hal bisa menjadi lebih mudah.

Selamat memulai usaha Anda.

42 Responses to “Jurus-jurus praktis memulai bisnis Muslimah

  • 1
    Priyadi
    June 1st, 2006 09:29

    kalau memang terpaksa harus minjam uang ke bank, ini saran dari saya:

    - jangan habiskan seluruh modal sekaligus, soalnya pasti ada hal-hal tidak terduga yang belum dipikirkan sebelumnya. dan mungkin selama bulan2 pertama masih akan nombokin.
    - konversikan sisa modal ke emas atau deposito atau danareksa low risk untuk menekan efek inflasi

  • 2
    harry
    June 2nd, 2006 03:34

    Trims untuk masukannya, jadi ingat - jangan lupa nego dengan bank, agar bunga hanya dikenakan ke pinjaman yang sudah kita gunakan.

    Contoh; kita meminjam 1 milyar, tapi baru menggunakan 300 juta.
    Kalau kita sudah bayar bunga untuk 1 milyar, wah ya keenakan bank-nya, he he.

  • 3
    ainun
    June 21st, 2006 03:33

    mohon petunjuk caranya membuat proposal pengajuan kerjasama penjualan produk dengan swalayan/toko2 …..

  • 4
    harry
    June 21st, 2006 11:21

    ainun - pengalaman saya, tidak perlu pakai proposal, biasanya langsung saja bicara kepada staf di toko/swalayan. semoga berhasil.

  • 5
    eko
    July 11th, 2006 17:04

    saya mengalami dilema dalam pembuatan proposal atas kerjasama pendanaan untuk konsultan jasa design arsitektural….dan design, tahap awal.
    Adakah jasa pelayanan pembuatan proposal-proposal pendanaan? dan fee bisa dinegosiasi.
    Untuk itu pihak kami telah menyiapkan segala keperluan dan terlampir karya-karya design sesuai kebutuhan… butuh konsultasi secepatnya!!!
    |Call ke Hp : 081510998011 eco
    |Email : econsen@safe-mail.net

  • 6
    arif
    July 19th, 2006 13:36

    saya pengen belajar usaha tapi binging mohon bantuannya

  • 7
    sugest
    August 15th, 2006 15:28

    Ikut aja milist ieu2002@yahoogroups.com atau seu2002@yahoogroups.com, disana berkumpulnya para pengusaha.
    namun,.. namanya juga berkumpulnya orang banyak..
    ya.. yang baik dipakai, yang kurang berkenan ya ditinggalkan.
    selamat ber-wirausaha.

  • 8
    haryadi
    August 24th, 2006 05:44

    Saya akan memulai usaha penjualan tetapi masih bingung dengan produk apa yang akan saya jalankan, apakah produk busana muslim, baju koko, kerudung dpat menjadi pilihan? Bagaimana dengan persaingan bisnis ini, dimana saya dapat membeli dengan sentra produk tersebut yang harganya miring karena akan saya jual kembali, atau ada produk lain yang masih mungkin untuk usaha. Mohon bantuan trim’s

  • 9
    ide
    October 6th, 2006 07:15

    Ass wr wb. Subhanallah. Terima kasih mas, atas artikelnya. sungguh sangat bermanfaat bagi saya yang sekarang ini lagi merintis usaha sendiri, disamping jadi karyawan di sebuah perusahaan swasta. Walaupun artikel tentang busana muslimah, tapi tentu saja relevan dengan bidang bisnis yang lainnya :)
    jazakallahu khairan katsiran

  • 10
    fedy virdaus
    October 29th, 2006 02:55

    Assalamuallaikum wr wb,
    Apa yang disampaikan diatas memilai bisnis muslimah sy sgt setuju dan sudah sy jalankan. Alhamdulilllah sekarang sy sedang berbisnis Pembuatan pemancar televisi lokal dengan harga terjangkau dan sebagai direktur televisi lokal di Banyumas televisi. disamping itu saya mempunyai usaha kotor tapi halal yaitu jasa sedot tinja. Jasa sedot tinja sangat menjanjikan karena pertumbuhan penduduk yang pesat. Dengan modal dibawah 150 juta anda sudah bisa memulai usaha terebut dengan resiko minim BEP kurang dari 1.5 th. setelah itu penghasilan bersih bisa mencapai 10jt perbulan. anda berminat hub sy Ir.Firdaus Vidhyawan.SH melalui email : Hilmy_firdaus@telkom.net. atau telpon di (0281) 7604548. Wassalam wr wb.

  • 11
    iwan
    January 9th, 2007 11:28

    Assalamualaikum. salam kenal. Saya mo buka usaha bimbel masih bingung buat proposalnya. ada yang bisa bantu

  • 12
    Andri
    May 15th, 2007 12:07

    Asslm..wr…wb
    Perkenalkan nama saya Andri, seorang mahasiswa di Sekolah Tinggi di bilangan Bintaro…sedang mencari contoh proposal bisnis, ada yg punya ga ya??

  • 13
    Nurul
    May 23rd, 2007 18:49

    Ass. Wr Wb
    Mohon bantuannya, saya pengen usaha rumahan, rencana Saya akan memulai usaha penjualan tetapi masih bingung dengan produk apa yang akan saya jalankan, apakah produk busana muslim, baju koko, kerudung dpat menjadi pilihan? Bagaimana dengan persaingan bisnis ini, dimana saya dapat membeli dengan sentra produk tersebut yang harganya miring karena akan saya jual kembali, atau ada produk lain yang masih mungkin untuk usaha. Mohon petunjuk juga bagaimana cara perhitungan untuk pembukaan sebuah Toko Busana muslim. Mohon bantuan trim’s

  • 14
    Agus Sutianto
    June 13th, 2007 00:09

    Hallo..

    Saya berencana akan membuat usaha warung makan, mohon bantuannya bagi yang mempunyai contoh proposal usaha atau teknik membuat proposal karena saya masih awam dalam usaha dan cara membuat proposal yang baik dan benar. Terima kasih atas bantuannya…

  • 15
    Ramadhika W
    June 14th, 2007 14:19

    Assalamualaikum. salam kenal.
    Jujur.. yg sangat mengganjal dalam pikiran saya dari dulu adalah :
    bagaimana cara mengurus perijinan usaha?
    ada yang bisa bantu?

  • 16
    om_iing
    June 14th, 2007 14:47

    untuk mas ramadhika, waalaikum salam ww
    awal saya mulai usaha juga soal perijinan sangat mengganjal, tapi yang saya pegang adalah prinsip ide dan action. ketika saya memiliki ide harus saya lakukan, apapun alasan ijin atau apapun namanya jika itu merusak ide saya saya langkahi. ketika usaha sudah jalan baru jalan dengan sendirinya. menurut saya jalani dulu usaha anda, sembari mengurus hal-hal administrasi.
    mengenai ijin usaha, kita lihat dulu jenis usaha apa yang akan anda jalankan. karena ijin untuk usaha akan berbeda2 kelasnya. secara umum yang harus dipersiapkan adalah sertifikat tanah dan bangunan yang akan menjadi tempat/kantor usaha. lengkap dengan WP/NPWP (pengurusan dikantor pajak kota tinggal anda). setelah lengkap baru urus saja SIUP ke kantor balaikota/kabupaten bidang ijin usaha. disana banyak orang ngantri untuk itu.
    lebih mudahnya ya banyak kok jasa pembuatan SIUP. paling habis sekitar 1 jutaan ngurus sendiri.
    memang ada ijin ganda, disamping ijin usaha juga ada ijin hak paten produk, jika berkaitan dengan produksi obat dan makanan KE BPOM.
    mudah kok, yang penting jalan dulu

  • 17
    Ramadhika W
    June 14th, 2007 16:28

    Jazakumullah..
    padahal saya nanya tuh pesimis akan dijawab =P maksih banget!!

    ternyata begitu ya? ternyata tidak se seram yang saya bayangkan =)

    baik kalau begitu insyaA saya akan paksakan diri saya untuk memulai ;)

    (mohon doa dan restu nya.. amin..)

    Wassalam..

  • 18
    Alzani
    August 21st, 2007 12:45

    Assalamualaikum…

    Saya bermaksud membuka usaha studio foto. Pemodal telah ada yang tertarik atas presentasi keuangan saya. Namun dia meminta untuk dibuatkan proposal terlebih dahulu dan sistem perusahaannya.
    Saya mohon bantuan untuk masalah ini.
    Terimakasih

  • 19
    bunga
    September 22nd, 2007 14:27

    selamat siang..
    mohon bantuannya saat ini saya sedang tertarik untuk membuat usaha selain saya bekerja swasta..yang jadi masalah, saya ingin usaha yang minim resiko, modal sekitar 2 jutaan..saya tertarik untuk jualan makanan, tapi kira2 yang cocok apa ya…?mohon bantuanya..terima kasih

  • 20
    nge
    September 27th, 2007 10:31

    bapuk u….

  • 21
    andry
    November 4th, 2007 09:00

    Dears,
    Mohon bantuanya untuk di kirimkan via e-mail contoh proposal kerjasama menjadi suplier pakaian ke sebuah dept sore.
    Terima kasih.

    regrads,

  • 22
    rosiva
    December 7th, 2007 15:40

    selamat siang pak…
    kami ada tugas dari kampus ntuk membuat proposal apabila kita membuat usaha.
    jadi saya kurang memahami cara pembuatannya,saya mohon kiranya bantuannya.
    saya mohon bapak kiranya sudi membantu melampirkan ontoh bentuk proposal
    atas perhatian dan kerja sama nya saya ucapkan terima kasih

  • 23
    dinna
    December 14th, 2007 17:20

    selamt siang/malam/sore/pagi…..

    saya ada tugas untuk membuat proposal bisnis…saya mohon bantuan bapak,, agar bapak mengirinkan contoh dr proposal tsb ke alamt email saya…

    terumakasih banyak…

  • 24
    sujib
    December 23rd, 2007 03:49

    saya mohon kalu ada yang punya contoh proposal pengajuan untuk promosikan web set ke semua Instansi atau Perusahaan, kalau emng ada tolong kirimkan ke e-mail kami ( s_0371_b@plasa.com )

  • 25
    TOFIK
    January 16th, 2008 14:36

    Ass wr wb. Terima kasih atas artikelnya. sungguh sangat bermanfaat bagi saya untuk menambah pengetahuan tentang dunia usaha sendiri, disamping jadi karyawan saya juga pengin nantinya punya usaha sendiri.

  • 26
    YUDI
    January 29th, 2008 11:05

    Saya sangat senang membaca artikel2 tentang membangun usah karena saya berencana untuk membuka usaha sendiri tetapi usaha yang bisa dijalankan oleh istri saya sehingga saya tetap bisa bekerja ditempat sekarang dan membantu bila pulang kerja tetapi modal dan jenis usaha yang tepat masih saya pikirkan meskipun ada beberapa peluang bisnis yang kira-kira bisa saya jalankan dan pernah saya alami seperti membuka tokosembako dan suplier daging ayam

  • 27
    dede
    February 4th, 2008 21:07

    saya sedang membangun sebuah usaha yang bergerak di bidang audio visual, saya bingung apa saja yang harus saya persiapkan untuk mempromosikan usaha saya, satu lagi untuk membuat proposal penawaran kerja sama dengan pihak pemerintah atau swasta, langkah2 apa saja yang harus di tempuh, dan bagaimana susunan format proposal penawaran kerja sama itu harus saya susun, tolong kirimkan ke alamat e-mail saya, sangat saya tunggu bantuannya, terimakasih.

  • 28
    angga
    February 20th, 2008 12:43

    Ass wr wb.
    saya sedang membuat proposal usaha untuk diajukan ke investor / bank..tapi saya masih kurang paham cara pembuatan proposal yang baik dan terperinci..
    sekiranya bapak bisa membantu saya, barangkali bapak punya contoh proposal.. bisa tolong di email ke saya.. makasih banyak sebelumnya..

  • 29
    anisa
    March 15th, 2008 15:59

    selamat sore…
    saya ada tugas membuat proposal usaha.Rencananya saya mau membuat bisnis warung bakso.tolong beri saya contoh proposal usahanya donk???trimakasih banyak

  • 30
    arrie
    March 16th, 2008 14:31

    Slamat Sore….
    Bos tolong saya dong… kirimin contoh proposal untuk membuat LSM atau lembaga-lembaga sosial.sekalian contoh salah satu bentuk proposal bisnis… maklum,biar tau bedanya dimana?

  • 31
    zeiny
    March 28th, 2008 14:42

    Saran usaha “Ala yzein”
    Sebelum memulai setiap usaha apapun bentuknya perlu direncanakan, dan dianalisa. Kekuatan (modal), Kelemahan,Kesempatan, dan Hambatannya.
    Untuk Saudara HARYADI: Ane ada saran neh…,
    Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang kondisi masyarakat sekitar, produk apa yang sekiranya dibutuhkan.Lihat segmentasi pasar…di daerah anda dengan cara mensurvey langsung kelapangan.

  • 32
    Hermawan
    March 28th, 2008 18:19

    Boss minta contoh proposal bisnis donk. buat menyakinkan stock holder.. bahwa bisnis yang kita jalankan benar gitu.

  • 33
    tguh
    April 2nd, 2008 14:10

    bos tolong saya dong,., kirimin contoh proposal studi kelayakan bisnis,. di bidang otomotif (bengkel)

  • 34
    judi
    April 8th, 2008 21:25

    Mohon ijin untuk mengkopy tulisan anda untuk ebook saya boleh ? saya sedang mengumpulkan tulisan tentang ke wirausahaan? mohon jawabannya

  • 35
    sufehmi
    April 8th, 2008 22:09

    @judi - silahkan, tapi saya minta agar saya bisa mendapatkan 1 copy ebooknya agar saya bisa tahu hasil akhirnya seperti apa, itu saja.
    .
    Terimakasih.

  • 36
    sir alex ferguson
    June 1st, 2008 08:09

    mas fehmi emang joss, ilmu-ilmunya banyak dituangkan di internet mudah-mudahan menjadi amal jariyah, walaupun antum sudah meninggal tapi ilmunya menajdi amalan bagi antum di akhirat. cmiiw .

  • 37
    edi
    June 9th, 2008 15:42

    mas, saya mau nanya ni…
    Saya mau buka warung makan di Jogja. Semua modal dari orang lain/investor. Kalo keadaan seperti ini, bagi hasil keuntungannya gimana ya? berapa% untuk saya sebagai pemilik usaha dan berapa% untuk investornya?. Mohon sarannya. Terimakasih.

  • 38
    sufehmi
    June 9th, 2008 18:32

    @alex - amin, terimakasih.
    .
    @edi - biasanya 40% - 60% (pengelola - investor).
    .
    Paling mentok biasanya 25 - 75, usahakan jangan sampai kurang dari itu.
    .
    Semoga sukses.

  • 39
    fahmi idris
    June 14th, 2008 17:50

    Salam kenal pak! Pak, Saya minta dikirimin proposal bisnis!Sebagai contoh untuk menawarkan penjualan Pallet dan segala jenis kayu ke PERUSAHAAN! makasih sebelumnya

  • 40
    Andrea
    June 27th, 2008 01:08

    Selamat malam
    Dears,
    Mohon bantuannya untuk di kirimkan via e-mail contoh proposal kerjasama dengan agen real estate dan designer untuk menawarkan produk paint
    Terima kasih.

    regrads,

    Andrea

  • 41
    dwei
    June 30th, 2008 12:47

    selamat pagi/siang/malam. pak saya mint contoh proposal penawaran untuk pembelian kardus bekas dari sebuah dept store. terimakasih pak

  • 42
    Satria
    July 5th, 2008 11:24

    Tulisan yang bermanfaat terimakasih karena memberikan pencerahan.

    Sudah beberapa lama saya mengikuti sebuah program untuk mencari modal

    Satria

Leave a Reply