SEObox: Web Hosting Murah Unlimited Homeschooling Indonesia

Banyak Anak = Banyak Rezeki ?

Ada seorang kawan akrab saya yang cerita. Latar belakangnya, dia skeptis dengan pendapat bahwa “banyak anak = banyak rezeki”. OK kita lanjutkan ceritanya; suatu hari dia bertemu dengan seorang ustadz yang sudah lama tidak ditemuinya.
Selagi di perbincangan yang menyenangkan itu tersebut bahwa sang ustadz kini anaknya sudah 9 orang.

Kawan saya ini tahu bagaimana kondisi ekonomi sang ustadz. Anaknya ada 9, dan kehidupannya cukup pas-pasan. Maka tidak tertahankan lagi olehnya untuk mencetuskan, “Ustad, bener gak sih bahwa banyak anak itu banyak rezeki ?”, yang dijawab oleh sang ustadz tanpa keraguan, “benar”.
Seperti bensin yang tersambar api, kawan saya langsung menyambut, “tapi ustadz kok hidupnya susah ???”

Dengan tenang sang Ustadz menjawab, “Itu karena rezeki & hak milik saya sudah dirampas oleh banyak orang, terutama pejabat yang zalim. Kalau uang rakyat tidak dikorupsi, tidak dipakai untuk membayar hutang luar negeri, tidak dipakai untuk menomboki BLBI 215 trilyun, tidak dirampas oleh pak harto, dst — maka 9 anak ini akan ada banyak rezekinya”.

Kawan saya tercengang.

Saya tertawa terbahak-bahak. Bukan saja karena ternyata akhirnya terbukti sang kawan keliru, setelah diyakininya selama bertahun-tahun. Namun juga karena takjub tentang bagaimana tepatnya jawaban sang ustadz tsb, berdasarkan pada pengalaman saya sendiri.
Anak kami ada 4, dan rezeki kami jadi bertambah banyak karena anak-anak ini sewaktu di Inggris. Paling tidak, dari children benefit saja sudah lumayan. Padahal masih ada banyak lagi.

Lalu saya tercenung, karena di negeri non-muslim itu, justru janji Allah swt diwujudkan - karena memang kezaliman penguasa terhadap rakyatnya tidak terlalu parah. Sedangkan di negara mayoritas muslim ini, Indonesia, janji tersebut justru tidak terjadi — karena malah dirampas oleh para penguasa dan segelintir kelompok elitnya.

Saya pribadi kalau sudah berjanji, lalu disabot oleh orang lain sehingga janji tadi gagal ditepati; terus terang saya akan jadi sangat marah. Atasan pun akan saya lawan. Nah, kini bagaimana perasaan Tuhan, rajanya segala raja, ketika ada makhluknya yang dengan sombong mensabotase realisasi janjiNya ?
Well, see you in Hell“, mungkin kira-kira begitu jawabnya :) he he..

So, “banyak anak, banyak rezeki” itu memang benar. But, not here :)

4 Responses to “Banyak Anak = Banyak Rezeki ?

  • 1
    Saya
    June 3rd, 2006 09:38

    4 anak?
    Kalau di Finlandia berarti tabungan anak2 tiap bulan masing2 anak bertambah:
    100, 110.50, 131, dan 151.50 euro :-)

    Sumber:
    http://www.kela.fi/in/internet/english.nsf/NET/231101154958EH?openDocument

  • 2
    Araz Ali
    June 6th, 2006 00:17

    Aduh kang Harry, tulisan ini bikin geli, tapi bagus juga, saya sudah punya jawaban ke istri untuk program banyak anak, doain yah kang…

  • 3
    muslim
    June 9th, 2006 06:48

    rezeki==uang (representasi kondisi ekonomi) jelas *menyempitkan* makna rezeki & rezeki tak akan diserobot orang lain, termasuk penguasa.
    Bebas menampakkan syiar agama, mendengar adzan subuh tiap pagi dan 4 waktu yg lainnya jelas mrp rezeki tinggal di negeri muslim, spt indonesia walaupun penguasanya dibilang dzalim (?),-saking kebablasan bebasnya. Dibanding tinggal dinegri non-muslim walaupun dicukupi secara ekonomi.
    Tinggal pilih, mana yg menentramkan jiwa ;-)

  • 4
    aka
    August 22nd, 2006 11:19

    CARA WUDU YANG LEBIH EFISIEN
    - MEMBASUH MUKA SATU KALI
    - MEMBASUH TANGAN MASING- MASING DUA KALI SAMPAI SIKU
    - MENGUSAP KEPALA, DITERUSKAN
    - MENGUSAP KEDUA KAKI SAMPAI MATA KAKI

Leave a Reply

Subscribe without commenting