Translate this page :

Susu Formula = Pemborosan yang tidak perlu !

Saya sering melihat ibu-ibu yang berusaha membeli susu untuk anaknya, sedangkan jelas bahwa sebetulnya ini berat bagi mereka. Sedih sekali melihatnya, bagaimana masyarakat kita sudah terlanjur terkecoh, sepertinya susu formula adalah yang terbaik bagi bayi kita.

Padahal, di Inggris saya hampir tidak pernah berhasil menemukan susu formula dijual di toko-toko ! Kita juga sangat dipuji jika kita menyusui anak-anak kita. Ya, pemerintah negara lain yang peduli dengan rakyatnya sudah lama mengkampanyekan manfaat susu ibu.

Kini pemerintah Amerika juga sudah mulai mengkampanyekan penolakan terhadap susu formula, termasuk usulan untuk mewajibkan label peringatan di kotak susu formula.
Ya, susu formula rencananya akan diperlakukan seperti rokok ! Karena bahayanya terhadap ibu & bayi.

Sudah MAHAL, bisa menyebabkan bahaya pula.

Bagaimana caranya agar bisa lebih banyak orang yang tahu ? Posting ini adalah salah satu yang bisa saya lakukan.
Please help as much as you could.

Ingat, zaman dahulu ibu-ibu kita tidak memberikan susu formula, dan anak-anaknya tetap bisa berprestasi dengan baik. Tanya ken-apa …

Berbagai kelebihan ASI versus susu formula :

  • Mempererat rasa kasih sayang antara ibu & anak, terutama dengan naiknya tingkat oxytocin di tubuh ibu, yang memberikan efek menenangkan
  • Membantu membangun kekebalan tubuh bayi
  • Perlindungan terhadap meningitis, infeksi pernafasan, pneumonia, infeksi perut, diare, infeksi telinga, dll
  • Jika bayi terkena sesuatu penyakit, maka penyembuhnya biasanya akan selesai dibuat oleh kekebalan tubuh ibunya dalam waktu 3-4 hari, dan kemudian disampaikan kepada bayi melalui ASI
  • Mencegah bakteri dan virus menempel di sel tubuh bayi, sehingga virus / bakteri bisa dikeluarkan dari tubuh bayi melalui kotorannya
  • Bertindak seperti vaksin – ada sedikit kuman di ASI, tapi tidak membuat sakit; sekedar cukup untuk menimbulkan reaksi dari kekebalan tubuh sang bayi
  • Meningkatkan perkembangan otak bayi
  • Bayi yang disusui dengan ASI cenderung untuk tidak obese / gemuk berkelebihan di kemudian hari
  • Menyusui membantu ibu untuk menurunkan berat badannya setelah melahirkan – banyak kalori yang dibutuhkan untuk membuat ASI
  • Mencegah kanker payudara pada sang ibu
  • Menurunkan resiko diabetes, kanker rahim, dan osteoporosis bagi sang ibu
  • dll

Semoga bermanfaat.

note: perkecualian tentu saja bagi ibu-ibu yang mengalami masalah / kesulitan untuk menyusui anaknya karena satu dan lain hal. Untuk mereka, setahu saya ada beragam solusinya, yang bisa didapatkan dari berkonsultasi dengan dokternya masing-masing.

34 Responses to “Susu Formula = Pemborosan yang tidak perlu !

  • 1
    wongcilik
    June 15th, 2006 07:53

    wah mas hari th 2003 dr. wati dan juga yayasan orang tua peduli memberikan banyak sekali ilmu kesehatan anak, diawali dari milis sehat@yahoogroups.com kemudian membuat web dengan alamat http://www.sehatgroup.web.id dengan dukungan who mengkampanyekan RUD, diantaranya juga pembahasan tentang susu formula…etc.
    Bersyukur lebih dari 4000 member aktif setiap hari…….dan semakin pintar.

    wassalam,
    wongcilik

  • 2
    enda
    June 15th, 2006 08:48

    kalo saya selalu mendapat kesan bahwa semua ibu akan memberi ASI dulu, kalo ga bisa atau ga ada baru dikasih susu formula.

    ga pernah terpikir selama ASI ada untuk tidak memberi ASI.

    atau mkn saya salah ya.

  • 3
    jalansutera
    June 15th, 2006 08:55

    ada lagi kelebihan ASI yang belum disebutkan:

    – mudah cara menghidangkannya, tanpa perlu mencampurnya dengan air
    – tersedia setiap saat

  • 4
    harry
    June 15th, 2006 09:28

    wongcilik – selamat atas usaha pencerahannya kepada 4000 anggota milis dan para pengunjung websitenya.

    sekarang kita coba pikirkan bersama-sama yuk, bagaimana kira-kira caranya untuk menjangkau sekitar beberapa juta orang lagi yang belum mengetahui hal ini.

    enda – alasan untuk tidak memberikan ASI sangat banyak, apalagi di Indonesia yang banyak wanita karir dan tidak sempat menyusui anaknya. Ditambah lagi dengan iklan yang sangat gencar di media massa.
    Padahal, tanpa susu formula sama sekali pun anak tetap bisa tumbuh sehat dan normal sebetulnya πŸ™‚

    memang untuk ASI eksklusif itu butuh effort & komitmen. ya semoga makin banyak yang mampu untuk melakukannya ya.

    jalansutera – betul sekali. dan salut untuk beberapa mall / tempat rekreasi yang sudah menyediakan ruangan menyusui πŸ™‚ well done.

  • 5
    Ronny
    June 15th, 2006 12:07

    I can’t believe belum ada yg make silly jokes, hehehe. Oh, well… *siap2 ditimpukin*

    Kelebihan ASI:
    – kemasannya

    Joking aside, saya bbrp kali diceritain dulu ada kerabat yang waktu masih kecil mamanya tidak bisa menyusui (tidak cukup banyak), jadi dibawa oleh papa saya ke seorang ibu yang sedang menyusui juga, bayar sih utk nebeng menyusui. Ini jaman tahun 60-an kali. Kerabat saya sehat skrg. Dan rasanya kalo dipikir2 sih worth it banget ketimbang beli susu formula kali ya.

  • 6
    Rani
    June 15th, 2006 13:38

    terimakasih atas tulisannya. Masalahnya, di indonesia, jauh lebih mendalam daripada sekedar “memberikan susu formula”. Ibu-ibu indonesia, teman saya, tidak percaya diri bahwa dia bisa menyusui dengan baik. Banyak yang berpikiran bahwa “susunya kurang”. Padahal, belum tentu. Ibu harus banyak mencari informasi mengenai menyusui. Segala kesulitan menyusui bisa dibantu dengan konsultasi kepada ahli laktasi, sebelum memutuskan untuk memakai susu formula.

    Dan, menyusui itu gak gampang. Betul-betul gak gampang. Terutama 40 hari pertama penuh tantangan, tetapi sekalinya lewat 40 hari dengan ASI, insya allah akan bisa lama menyusuinya. Untuk bapak-bapak, sebaiknya istrinya diberi support mental dan rasa percaya diri khususnya pada 40 hari pertama. Betul-betul gak gampang.

    Saya menghimbau agar orangtua baru rajin mencari informasi dan support mengenai ASI sebelum menggunakan susu formula. Contohnya bisa dilihat di Blog ASI, atau website pengasuhan anak.

  • 7
    Hany
    June 15th, 2006 23:02

    Hehehehhe… counterpart saya ini aka Rani memang gerak cepat banget kalau ada bau-bau ASI dikit.

    Sip, Mas. Mudah2an tulisannya bisa menggugah lebih banyak lagi orang tua dan calon pemberi ASI.

    Peralatannya ada di badan kita dan tujuannya memang untuk pemberian ASI, sayang kalau tidak digunakan.

    Btw, memberi ASI ini memang butuh kemauan keras. Pokoknya pertanyaan pertama yang harus diajukan menjelang persalinan adalah: mau atau enggak kasih ASI. Kalau mau, artinya ibu bapak serta lingkungan sekitar ibu dan bayi harus siap mendukung acara menyusui.

    Ibu: berjuang keras tetap pada jalur ASI. Tetap percaya diri walau digempur iklan formula. Bila ada masalah seperti puting lecet/berdarah, aliran susu meragukan, kondisi badan tidak fit, dll langsung konsultasi dgn keluarga/teman/dokter untuk dicarikan pemecahannya.

    Bapak: siap sedia menerima keluh kesah istri. Mendorong istri untuk selalu setia pada ASI. Menolong mengangkat bayi untuk disusukan setiap saat diperlukan.

    Keluarga: jangan mengiming-imingi ibu menyusui dgn susu formula. Jangan membanding-bandingkan berat badan bayi. Insyaallah tidak ada masalah selama bayi tumbuh sehat, emosinya baik, motoriknya bagus.

    Untuk ibu bekerja di luar rumah yang setia ASI paling tidak selama 6 bulan, saya SALUT sekali!

  • 8
    Budi Sutomo
    June 16th, 2006 09:17

    ASI memang penting diberikan, paling ngga 6 bulan, kalau bisa sih diberi ASI eklusif selama 2 tahun. dengan catatan ibu benar dalam memberikan ASI, jangan bentuk payudara jadi ngga seksi lagi, suami pasti ngga mengijinkan. Salam

  • 9
    harry
    June 17th, 2006 02:27

    *timpuk Ronny dulu* hehe

    Terimakasih Rani dan Hany atas komentarnya. Kelihatan cukup jelas ini berdasarkan dari pengalaman ya.
    Komentar Anda membuat posting singkat ini menjadi jauh lebih komprehensif.

    btw; kalau ada tertangkan kesan kegemasan saya disini, itu adalah ke arah para produsen susu formula yang bisa terus menyebarkan image “susu formula penting & vital” tanpa banyak halangan.
    mudah-mudahan, bersama-sama kita bisa mengimbanginya.

    trims.

  • 10
    harry
    June 17th, 2006 02:29

    budi – ini sebabnya Rani & Hany menyebutkan pentingnya dukungan suami πŸ™‚ karena kadang kejadian ini memang tidak bisa dielakkan. Tapi kalau demi anak, tentu sebaiknya kita mengalah tho.

  • 11
    rika
    June 19th, 2006 03:16

    mas harry salam kenal.. πŸ™‚
    yang saya mau tanyakan, mungkin di indonesia alasan yang paling banyak kenapa ibu-ibu memberikan susu formula untuk anaknya adalah karena bekerja. Memang, sekarang saya lihat (dan alami sendiri) ibu-ibu berjuang untuk memberikan ASI dg memerasnya di kantor. tapi seringkali kondisi kantor juga tidak kondusif untuk melakukan ini. Kalau di Inggris, bagaimana ibu bekerja yang ingin terus menyusui anaknya ? apakah pemerintahnya mengeluarkan regulasi tentang ini? minta tolong di share ya mas.. Terima kasih πŸ™‚

  • 12
    rendy
    June 19th, 2006 11:51

    gw belum absen disini…

    wah om herry, saya ga suka susu sapi.. jadi waktu dulu kecil minumnya asi mulu, makanya ga gede-gede badannya sampe SD, baru sekarang2 aja gede πŸ˜€

  • 13
    harry
    June 20th, 2006 03:02

    rika – ada banyak fasilitas dan regulasi yang mendukung para ibu yang ingin menyusui bayinya. selengkapnya bisa dilihat disini.

    cukup komprehensif, dan kalau di indonesia ingin dibuat yang serupa, rasanya ini sudah cukup bagus untuk menjadi bahan acuan.

    semoga membantu πŸ™‚

  • 14
    farida
    June 20th, 2006 18:00

    Assalamu’alaikum Mas Harry
    Asyik juga komentar2nya. Seneng tau masih byk orang yang care ama ASI. Yang kayak gini musti dimasyarakatin nih! Pernah dengar konselor ASI? Nah buat kita yang care coba deh dorong orang lain juga care ama ASI. Bikin aja seminar or kelompok diskusi kecil tentang ASI pasti para konselor ini dengan senang hati datang. Aku juga sempet gagal ASI pas anak pertama karena selain akunya yang ga ngerti, lingkungan n keluarga ga dukung. Tapi anak berikutnya Alhamdulillah bisa kasih ASI yang terbaik. HIDUP ASI!

  • 15
    bayimati
    July 30th, 2006 00:20

    assalamualaikum

    Saudaraku,
    aku tak sanggup melihat foto bayi yg ditembak mati Israel….

    Israel mengejar ‘teroris’ dan matilah ratusan penduduk sipil
    apakah kita menunggu sampai 20rb orang lagi dibunuh seperti Israel menyerang tahun 1980an? please spread this peaceful action and message:

    If you read USA lable, throw them as this label have commited criminal war.
    WARS, made in USA.

    Israel and USA are absolutely organized terrorists backed by USA, undisputable.
    with huge unlimited terrorist infrastructures around the world supported by USA companies financially.

    It is improper to keep peace,
    If you keep buying and consume these products from their company/infrastructures:

    .Danone
    .Johnson & Johnson
    .L’Oreal
    .Marks & Spencer
    .Nestle
    .KFC
    .Pizza Hut
    .McDonalds
    .Arbys
    .Chilies
    .Paridies
    .Sitzer
    .A&W
    .Baskin Robbins
    .Texas
    .Slizer
    .Coca-Cola
    .IBM
    .Nokia
    .Starbucks
    .Revlon
    .McDonald’s

    Complete lists, see
    http://www.infopalestina.com/viewall.asp?id=170
    or
    http://www.inminds.co.uk/boycott-israel.html

  • 16
    aris
    September 9th, 2006 01:54

    assalamu;alaikum,
    ketiga anakku semuanya ‘mengenyam’ ASI eksklusif, alhamdulillah mereka sehat dan daya ingatan/tangkapnya yang begitu tinggi.

  • 17
    Renee, bundanya Aila
    November 7th, 2006 08:37

    Assalamu’alaikum.
    Bravo, Mas Harry.
    Aku dapet link ini dr blognya Mba’ Lita. Semoga Mas gak keberatan kalo aku sering2x sowan, cari ilmu di blog Mas. Aku juga lagi pengen sosialisasi kecil2xan ttg ASI & susu UHT.
    Alhamdulillah, anakku Aila bisa lulus ASI eksklusif 6 bln & lanjut menyusui ASI s/d 22 bln. Sekarang di usianya yg ke-2, Aila adalah konsumen susu UHT.
    Betul kata Mba’ Rani & Mba’ Hany, dukungan suami saya adalah salah satu kunci sukses menyusui & menyapih Aila (disamping tentu saja niat yg kuat diri kita sendiri). Walau fasilitas ruang menyusui di tempat umum di negara kita kurang memadai, saya rela2xin memerah ASI di WC kampus, menyusui Aila di pojok resto ato ruang pas baju, bahkan kalo terpaksa sekali di WC umum ato lari ke parkiran & menyusui di mobil!
    Menurut saya, promosi susu formula di Indonesia sudah melewati batas etis. Selain tidak proporsional, juga mengesampingkan etika privasi konsumen. Kalo Mas gak keberatan, boleh saya dapat like ke NY Times (artikel ttg kampanye penolakan susu formula di USA)? Saya click link di blog Mas tapi koq minta log in ID & password ya? Terima kasih sebelumnya.
    Wass.

  • 18
    ersa
    November 17th, 2006 13:20

    mas hary, menjadi wanita karir bukan alasan utk tdk memberikan asi. asi bisa sampai ke anak dengan berbagai cara kan? pada bulan kedua cuti sy sdh dipanggil kembali utk masuk kerja. toh anak sy tetap bisa dpt asi eksklusif. pengusulan ruang laktasi di kantor pun kalah dengan pengusulan ruang merokok *walah*

  • 19
    harry
    November 18th, 2006 19:18

    Renee – salut untuk keberhasilan program ASI-nya πŸ™‚
    Memang untuk bisa menjalankan program ASI di negeri ini luar biasa berat perjuangannya.
    .
    Untuk akses artikel NY Times ybs, silahkan bisa mendapatkan username & passwordnya disini .
    .
    Ersa – berkarir memang bukan alasan untuk tidak ASI, namun jelas akan membuatnya menjadi LEBIH menantang πŸ™‚ ya itulah contohnya kan, ide ruang laktasi kalah dengan ide ruang merokok, he he.
    Memang berat, tapi sekali lagi, bukanlah sesuatu yang mustahil. Trims.

  • 20
    Mia Sutanto
    April 30th, 2007 22:22

    Mas Harry,

    terima kasih untuk posting ini….semakin banyak orang yang aware mengenai manfaat ASI serta resiko pemberian susu formula, maka diharapkan kita dapat menyelamatkan nyawa2 bayi yang tak berdosa yang kematiannya seharusnya dapat dicegah dengan pemberian ASI. Susu formula sama sekali tidak sama dengan ASI, not even close. Susu formula ibaratnya ketinggalan 100 langkah dibelakang ASI, sedangkan ASI sendiri belum seluruh komponennya berhasil di-identify oleh para pakar (baru sekitar 300-an).

    Seorang ibu yang sudah aware mengenai manfaat ASI serta resiko pemberian susu formula serta situasi dan keadaan mendukung dan memudahkan dia untuk memberikan ASI namun tetap memutuskan untuk memberikan susu formula HARUS merasa bersalah, karena bahayanya adalah sama dengan apabila ibu tersebut sudah tahu manfaat pemberian imunisasi HepB namun ia tetap memilih untuk tidak memberikan.

    Breastfeeding adalah hak setiap anak untuk mendapatkan yang terbaik di awal kehidupannya.

    Salam ASI!
    Mia Sutanto, Konselor Laktasi

  • 21
    harry
    April 30th, 2007 23:23

    Halo mbak Mia, terimakasih untuk usaha Anda menyebarkan informasi mengenai ASI.
    .
    Saya masih gemas kalau ingat bagaimana susu formula adalah “spesies” langka yang terancam punah di etalase supermarket2 luar negeri, namun mereka justru bisa “menjajah” kita habis-habisan di Indonesia.
    .
    Mudah-mudahan dengan bersama-sama seperti ini, situasi ini bisa segera kita netralisir. Trims.

  • 22
    kesehatan anak
    April 18th, 2008 09:25

    ASI is the best, tak terbantahkan. Banyak fakta ilmiah yang membuktikan. Kayaknya pemerintah saja yang kurang mendidik warganya. Susu formula mulai ditambah AA dan DHA padahal ASI dari zaman nenek moyang sudah mengandung AA dan DHA

  • 23
    syarip
    May 13th, 2008 18:02

    susu is the most political food

    http://antisusu.blogspot.com

  • 24
    Katakan Tidak Pada Promosi Susu Formula at BananaTalk - Lita Mariana’s Weblog
    July 15th, 2008 16:46

    […] nomor satu, the BEST thing, masih diproduksi dengan baik, pemberian susu formula pada bayi adalah pemborosan. Dan ketika susu formula ditawarkan pada ibu yang jelas-jelas MENYATAKAN memberikan ASI secara […]

  • 25
    Footprints » Blog Archive » Katakan Tidak pada Promosi Susu Formula
    September 9th, 2008 12:37

    […] nomor satu, the BEST thing, masih diproduksi dengan baik, pemberian susu formula pada bayi adalah pemborosan. Dan ketika susu formula ditawarkan pada ibu yang jelas-jelas MENYATAKAN memberikan ASI secara […]

  • 26
    tha
    January 16th, 2009 08:02

    Aku sendiri mau bgt ngasih ASI ekslusif bwt anakku, tapi ASI ku dikit bgt, dah segala macem usaha dicoba supaya banyakin ASI, tetep gitu2 aja. Jadi mau ga mau dibantu formula, apalagi anakku kuat bgt minum susu…gimana dwonk?

  • 27
    anonim
    July 14th, 2009 08:15

    >>Ronny
    >>deleted
    >>Joking aside, saya bbrp kali diceritain dulu ada kerabat yang
    >>waktu masih kecil mamanya tidak bisa menyusui (tidak cukup
    >>banyak), jadi dibawa oleh papa saya ke seorang ibu yang
    >>sedang menyusui juga, bayar sih utk nebeng menyusui. Ini
    >>jaman tahun 60-an kali. Kerabat saya sehat skrg. Dan rasanya
    >>kalo dipikir2 sih worth it banget ketimbang beli susu formula
    >>kali ya.

    “Nebeng menyusui” sepertinya lebih baik dijadikan alternatif ketimbang memberikan bayi susu formula. Seperti Nabi Muhammad kali ya =D. GNM:Gerakan Nebeng Menyusui =D, tentu saja dilakukan jika ibu (yg melahirkan) sama sekali tidak bisa menyusui sama sekali.

  • 28
    Streaming Audio Recorder
    September 27th, 2009 13:24

    fer Sebaiknya lain kali **sebelum** Anda MENUDUH orang lain asbun, coba baca dulu tulisan2 yang ada.
    .

  • 29
    Atap Baja Ringan
    September 2nd, 2010 14:29

    klo susu formula terlalu banyak efek smping nya,,lebih baik yg alami yaitu ASI..

  • 30
    Steve
    December 16th, 2010 23:21

    kalau begitu susu formula termasuk makruh untuk dikonsumsi ya mas…

    mas harry… makasih banyak. jarang ada orang yg sebaik mas harry πŸ™‚

    Eight RB Entrance Special Surveillance

  • 31
    sqltutorial
    December 20th, 2010 16:47

    tuh ibu2 dengerin, ngga ada alasan untuk tidak menyusui bayimu

  • 32
    farmacia on faceblog
    January 30th, 2011 21:56

    thanks for sharing..
    by indonesia pancen houye and perlunya web komunitas event organizer

  • 33
    cekay
    March 4th, 2011 12:18

    wah betul sekali mas
    saya setuju

  • 34
    Label Baju
    January 12th, 2012 17:12

    Emang susu formula sangat memboroskan, lebih-lebih orang yang kurang mampu karena terkecok oleh iklan akhirnya mengikuti arus di lingkungannya.. tapi pokoknya ASI lebih baik..

Leave a Reply

 

Subscribe without commenting

            








SEObox: Web Hosting Murah Unlimited Komik Indonesia Homeschooling Indonesia