Translate this page :

Matahari mengelilingi Bumi

Note: ada update terbaru di akhir artikel ini. Harap agar dibaca dulu sebelum berkomentar. Terimakasih.

Salah satu kebahagiaan saya dulu adalah ketika bisa menikmati isi dari berbagai buku. Buku, bagi saya, adalah gerbang ke berbagai dunia lainnya yang, tanpa buku, tidak akan pernah bisa saya ketahui. Walaupun masih SMP, saya mau bersepeda dari Pondok Indah sampai ke daerah Mayestik, agar bisa mendatangi Perpustakaan Jakarta Selatan. Gedung yang sepi itu adalah salah satu tempat dimana saya menemukan kedamaian, dan pencerahan.

Kini saya melihat buku dengan lebih berhati-hati. Terlalu banyak materi yang tidak berkualitas yang entah kenapa berhasil berubah wujud menjadi bentuk buku. Kini, tidak setiap buku mampu memberikan pencerahan kepada Anda.
Salah satunya adalah ini, dicetak dalam edisi lux pula :

Dikutip dari hal 103:

…lalu sejak saat itulah teori ini dianut oleh hampir seluruh manusia – sampaipun kaum muslimin – tanpa berusaha meneliti ulang apakah teori itu benar ataukah tidak.

Entah bagaimana dengan penulis buku ini sendiri, sudahkah ybs sendiri telah berusaha meneliti ulang : apakah penafsiran qur’an nya memang telah tepat & sesuai dengan kenyataan ? Apakah ybs memang sudah berhasil membuktikan secara ilmiah dan konklusif, bahwa memang matahari lah yang mengelilingi bumi ?

Dari yang saya baca, kelihatannya tidak. So, just another case of “do as I say, not as I do” ?

“..sebuah kepastian al-Qur’an..” ? Mbok ya kalau menafsirkan, jangan diakui sebagai kepastian.
Apalagi penafsiran ngawur dari banyak ayat Qur’an, seperti di dalam buku ini. Nanti yang punya kitab sucinya bisa jadi marah kepada sampeyan lho.

Keterangan lengkap:
Judul buku: “Matahari mengelilingi bumi, sebuah kepastian al-Qur’an dan as-Sunnah serta Bantahan terhadap teori bumi mengelilingi matahari”
Pengarang: ahmad sabiq bin abdul lathif abu yusuf
Penerbit: pustaka al-furqon


2010-09-04 : Ternyata, masih ada terus komentar di posting ini, dan masih ada saja yang kebingungan 🙂

Untuk memudahkan para pengunjung baru ini, saya tuliskan ringkasan masalah buku tersebut berikut ini :

Dari : Dr. Thomas Djamaluddin
Profesor Astronomi Astrofisika, LAPAN.

(1) Buku ini tidak perlu sampai membuat risau, karena penulisnya jelas hanya kompeten di bidang agama – tapi tidak sama sekali di bidang astronomi.

Dari : Syaiba
Mahasiswa Indonesia, Mesir

(1) Salafy di Timur Tengah justru sudah pro Heliosentris.

Dari : Dr. Moedji Raharto
Pakar Astronomi ITB & Bosscha. Anggota IAU.

(1) Quran tidak mungkin bertentangan dengan Sains / Alam / Sunnatullah.
(2) Heliosentris nya Tata Surya adalah fakta ilmiah yang sudah sangat jelas.
(3) Konsep Geosentris tidak terbukti & malah bertentangan dengan Sunnatullah.
(4) Mari kita jangan ulangi kesalahan yang sama seperti yang dulu dilakukan oleh Gereja.

Dari : Abu Fathimah, Harry Sufehmi, Graifhan Ramadhani, Yulian Firdaus, dll
kumpulan komentar-komentar jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang ada :

[ Syaikh Albani dukung Heliosentris ] – [ 1 ] – [ 2 ] – [ 3 ] – [ 4 ] – [ 5 ] – [ 6 ] – [ 7 ] – [ 8 ] – [ 9 ] – [ 10 ] – [ 11 ] – [ 12 ] – [ 13 ] – [ 14 ] – [ 15 ] – [ 16 ] – [ 17 ] – [ 18 ] – [ 19 ] – [ 20 ] – [ 21 ] – [ 22 ] – [ 23 ] – [ 24 ] – [ 25 ]

256 Responses to “Matahari mengelilingi Bumi

  • 1
    dhani
    June 22nd, 2006 04:39

    Kalau gravitasi bumi sanggup mengikat matahari (yg massanya jauh lebih besar) beserta seluruh anggota tata surya, maka yang jelas kita2, para penghuni bumi, bakalan gepeng semua :).

    Trims atas ulasannya. Judul buku tsb sudah saya masukkan blacklist supaya jangan sampai dibeli.

  • 2
    ech
    June 22nd, 2006 05:27

    Buku yang pernah masuk black-list saya adalah “manusia tidak pernah mendarat di bulan” karangan sony setiawan. Saya orang yang open mind dan beli buku itu justru karena penasaran. Kenyataannya pas saya baca saya kesal bukan main karena isinya ngaco, seakan2 pengarang bener2 ga ngerti konsep fisika! bahkan untuk level fisika SMA. Ini namanya udah sesat dan menyesatkan banyak orang.

  • 3
    ida sitompul
    June 22nd, 2006 06:00

    wah kayaknya sih itu urusan relatif. Sebenarnya sih bumi juga tidak mengelilingi matahari. Keduanya, matahari dan bumi mengelilingi titik massa bersamanya yang kebetulan saja lebih dekat ke inti matahari dari pada ke pusat bumi. Dan itu pun terganggu oleh benda-benda angkasa lainnya.

    salam,
    ida

  • 4
    DiN
    June 22nd, 2006 06:30

    We never know. Seperti yg sdr. Ida tulis, ini adalah hal yang relatif. Siapa yang sebenarnya dikelilingi tergantung dari letak pusat massanya.
    Kalau tata surya menjadi batasannya, maka yang dikelilingi adalah matahari. Tapi kalau alam semesta jadi batasannya, bisa jadi ternyata pusat massa alam semesta terletak di posisi bumi berada.

  • 5
    harry
    June 22nd, 2006 06:53

    kalau konteksnya tidak jelas, memang ini akan menjadi relatif. Tetapi buku tersebut antara lain membantah Copernicus, dan saya kira Copernicus bicara dalam konteks tata surya – bukan alam semesta secara keseluruhan.

  • 6
    jalansutera
    June 22nd, 2006 07:17

    eh, perpus itu letaknya di pertigaan mayestik itu, khan? gue belum pernah masuk sih, cuma liat papannya doang. emang koleksinya lengkap ya?

  • 7
    Amal
    June 22nd, 2006 08:32

    Jikalau masih masuk kategori “relatif”:

    1. apakah memang ada keterangan dalil naqli yang menyebut matahari mengelilingi bumi? (hmm…)

    2. semua benda alam semesta memang bergerak, namun itu tidak serta-merta berarti matahari mengelilingi bumi.

  • 8
    harry
    June 22nd, 2006 08:48

    jalansutera – kalau tidak salah iya, dulu sih bagus. sekarang kurang tahu, sudah lama sekali tidak kesana 🙂

    amal – dalil yang dikutip di buku itu tidak ada yang secara terang-terangan menyatakan bahwa matahari mengelilingi bumi. pengarangnya hanya mengutip ayat-ayat, dan lalu dia tafsirkan sebagai bukti bahwa matahari memang mengelilingi bumi……

  • 9
    Dedhi
    June 22nd, 2006 08:51

    Lebih baik baca Playboy. Realistis, praktis 😀

  • 10
    Priyadi
    June 22nd, 2006 13:00

    kalau bicara soal relativitas, memang benda apa saja bisa dijadikan frame of reference. yang jadi masalah adalah kenapa kita pilih benda tersebut. kenapa harus bumi? kenapa bukan jupiter yang planet paling besar? kenapa matahari? matahari disini adalah yang paling pas karena massa-nya 99% (?) dari seluruh tata surya dan mungkin pergerakan planet-planet bisa digambarkan dengan lebih baik dan sederhana jika kita letakkan matahari sebagai frame of reference. kalau bumi kita jadikan frame of reference, mungkin semua perhitungan akan menjadi jauh lebih rumit.

    matahari memang frame of reference yang tepat untuk ruang lingkup tata surya. tapi posisi tata surya juga bukan posisi yang ‘indah’ di dalam milky way. untuk ini, frame of reference yang tepat adalah blackhole yang berada di tengah2 milky way.

    jadi kembali lagi ke masalah ‘keindahan’ dalam pemilihan frame of reference. seandainya nanti semua benda selestial sudah berhasil kita inventaris semua dan ternyata bumi berada di pusat titik berat, maka jika ternyata mengasumsikan bumi sebagai frame of reference tidak menyederhanakan masalah dalam ruang lingkup tata surya, maka tetap saja bukan bumi yang menjadi pusat tata surya.

    pendeknya, kalau kita memutar2kan bola yang diikat pakai tali dengan menggunakan tangan, kita bisa saja menggunakan bola sebagai frame of reference. atau kalau kita menghitung sebuah mobil yang bergerak, bisa saja kita pakai mobil sebagai frame of reference, dan bumi yang bergerak relatif terhadap mobil.

    tapi kenapa harus susah2? penjelasan yang paling simpel biasanya yang paling benar™

  • 11
    Riyogarta
    June 22nd, 2006 15:52

    Nekat juga yang ngarang ini buku …

  • 12
    Jukri
    June 23rd, 2006 07:06

    nekat kan kalo ‘dalil’lessly suicide, niy kan cuma masalah relative boundary ajah. Apakah ada bagian dari al qur’an yang gak logis? ataw adakah bagian dari logika yang tidak qur’ani? n buat pak harry ‘tafsir’ kan datangnya tidak mak jebret keluar dari akal kita aja, makanya penting juga mempelajari tafsir qur’an dengan qur’an, dengan hadits dan dengan atsar. Ntar ndhak kejebak jadi ulil a’ma -the ‘you know who’-. kayaknya kalo dianggap penulis buku ini ‘menafsirkan’ nggak juga deh, lha wong ini emang udah jadi obrolan sejak dulu, coba cek di referensinya. n not to forget kalimat sakti yang kadang2 keselip di antara arogansi ‘ilmiah’ kita = Allahu Ta’ala A’lam Bishowwab
    *koq komenku yang dulu gak nongol, Pak? error po yho?

  • 13
    Mbah Dipo
    June 23rd, 2006 11:00

    jika satu urusan diserahkan kepada selain ahlinya, tunggulah bubrahnya…. Salah satu kasus ya yang ngarang buku ini… Tapi saya yakin pasti ada yang ngikut… Indonesia memang tempat subur buat segala paham… Jika ada yang punya paham bahwa tahi sapi itu bergizi tinggi dan mengandung serat yang bagus buat pencernaan, maka saya yakin yang ngikut sak hohah…hayo sapa mau ngikut….. Indonesia = World of Taqliders..

  • 14
    dung dung
    June 23rd, 2006 12:32

    ahli apa dulu pak? saya emang belum pernah ktemu yang ngarang buku ini, tapi pastinya dia gak punya Ph.D di bidang astrophysics [beneran ada nggak siy?], lagian yang dipake bukan postulat bohr ko’ [niy tambah gak nyambung]
    “jika satu urusan diserahkan kepada selain ahlinya, tunggulah bubrahnya..” tidak adakah yang merasa itu juga ditujukan telak-telak ke kita? kalo ada keterplesetan ya diperlihatkan, dikoreksi, dijelaskan, dijernihkan.. bukan dihubungkan ke tahi sapi.. [moga gak termasuk trolling]

    PS:Ahmad Sabiq dst, bukan bapak saya, apalagi ponakan, tapi yang jelas tidak menimbulkan serangan jantung, gangguan kehamilan, dan janin

    once again
    “jika satu urusan diserahkan kepada selain ahlinya, tunggulah bubrahnya..”
    tidak adakah yang merasa itu juga ditujukan telak-telak ke kita?

  • 15
    dhani
    June 23rd, 2006 14:08

    Karena lebih percaya pada ahlinya, maka saya pilih mempercayai Copernicus dan para ahli astronomi lainnya — yang semuanya sepakat matahari sebagai *pusat tata surya* — ketimbang si Ahmad Sabiq ini.

  • 16
    harry
    June 24th, 2006 05:00

    jukri – khusus untuk ayat yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan, perlu ditambah satu hal lagi untuk penafsiran ayat yang tepat; yaitu masukan dari ahlinya.

    Contoh, kira-kira bagaimana penafsiran ayat ini jika menurut ulama zaman dahulu ?

    Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu . Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.
    (Surah Ar-Rahmaan : 19-20)

    Ada yang menafsirkan bahwa maksudnya adalah batas pertemuan antara sungai dan laut.

    Ternyata, kemudian ada penemuan lebih lanjut, dimana memang antara beberapa laut ada batas yang bisa terdeteksi diantara keduanya.

    Jadi kalau ulama zaman dahulu keliru menafsirkan ayat-ayat tersebut, wajar saja karena mereka memang belum memiliki kemampuan untuk menemukan fakta yang ditemukan belakangan tersebut. Mereka tentu sudah berusaha untuk menafsirkannya dengan tepat, berdasarkan data-data yang ada pada zamannya.
    Yang penting adalah untuk tidak arogan dan tidak menutup diri untuk menerima masukan dari pakar-pakar di bidang ilmu ybs, dan perkembangan-perkembangan barunya.
    Karena ini juga maka ada penafsiran2 Quran & Sains lainnya yang juga keliru (tidak mengambil masukan dari ahlinya, mengambil data yang sudah basi, atau seperti kasus disini – penafsirannya memang ngawur)

    Dua hal ini yang tidak ada di buku ini. Nada tulisannya sangat sombong dan angkuh, dan cenderung menghina pendapat lawannya.

    btw; ternyata ada beberapa ulama “besar” kontemporer yang juga menyuarakan (fatwa) hal ini, contohnya bisa dibaca [ disini ] (kenapa artikel aslinya hilang dari situs eramuslim?)

    Ada kemungkinan topik ini akan terus menimbulkan tanda tanya di masa depan, dan mudah-mudahan posting (serta diskusi) ini bisa membantu menjelaskannya.

  • 17
    harry
    June 24th, 2006 05:41

    jukri – komentarnya pernah tidak muncul ya? mohon maaf, mungkin dikira spam oleh software anti-spam di blog ini. saya sedang dalam proses upgrade ke software lainnya yang lebih bagus kualitasnya.
    trims.

  • 18
    harry
    June 24th, 2006 05:48

    jukri :

    kayaknya kalo dianggap penulis buku ini ‘menafsirkan’ nggak juga deh, lha wong ini emang udah jadi obrolan sejak dulu, coba cek di referensinya

    Saya baca kok dalil-dalil di buku tersebut, dan tidak ada yang eksplisit menyatakan bahwa matahari mengelilingi bumi. Jadi, disini sudah ada unsur penafsiran, sehingga si penulis jadi sampai berpendapat demikian.

    Dan juga ada unsur taqlid yang sangat kental – si penulis mengutip berbagai pendapat ulama yang dianggapnya benar, dan tidak mengkritisinya; justru langsung menghantam pendapat lawannya dengan membabi-buta — tanpa dia sendiri memberikan bukti yang solid.

    Berikut ini adalah contoh seorang ulama yang mau membahas topik ini dengan lebih hati-hati, kritis, dan tanpa arogansi :

    Ustadz Menjawab
    Diasuh oleh Ust. Ahmad Sarwat, Lc.

    Kirim Pertanyaan

    Benarkah Quran Menetapkan Bahwa Matahari Mengelilingi Bumi?

    16 Jun 06 14:16 WIB
    Kirim teman

    Saya membaca fatwa ulama yaitu Syeikh Utsaimin yang menegaskan bahwa zhahir ayat Quran mengatakan bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi. Pandangan ini menurut beliau berdasarkan banyak ayat Quran, sehingga kita tidak boleh berpandangan sebaliknya bahwa bumi-lah yang mengelilingi matahari. Bahkan menurut beliau, suat hari nanti para ilmuwan akan berbantahan tentang benarkan bumi mengitari matahari.

    Mohon klarifikasi dari ustadz, benarkah ulama sekelas Syaikh Utsaimin mengatakan hal itu? Dan benarkah memang al-Quran secara tegas menyatakan hal itu.

    Terima kasih jazakamullahu khairal jaza’.

    Erti Manangku
    Jawaban

    Assalamu a’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Setiap ulama tentu berhak untuk mengeluarkan pendapat dan fatwanya. Juga berhak untuk diikuti fatwa dan pendapatnya itu oleh umat Islam.

    Namun tidak ada satu pun manusia yang dijamin oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW selalu pasti benar dalam segala halnya. Bahkan para shahabat yang mulia dan dijamin masuk surga sekalipun, terkadang tidak saling sependapat dalam banyak masalah antara sesama mereka. Perbedaan pandangan di kalangan shahabat nabi SAW menunjukkan bahwa seseorang bisa saja punya pendapat yang berbeda dengan saudaranya, tanpa harus terjadi permusuhan atau saling ejek di antara mereka.

    Para ulama sejak masa salaf dahulu, banyak yang berbeda pendapat. Di antara mereka ada yang benar dalam ijtihad dan di antaranya ada yang salah. Bahkan Imam As-Syafi’i rahimahullah pernah mengoreksi pendapat-pendapatnya yang telah ditetapkan sebelumnya. Sehingga ada dua qaul dalam mazhabnya, yaitu qaul qadim ketika beliau tinggal di Iraq dan qaul jadid ketika beliau tinggal di Mesir.

    Bahkan para ulama di level mujtahid mutlak sekalipun tidak pernah mewajibkan manusia untuk hanya berguru kepada dirinya sendiri saja. Bagi mereka, bila ada orang yang ingin berpendapat sebagaimana pendapat dirinya, boleh saja. Tapi bila menolak dan mengambil pendapat ulama lain, mereka ikhlas dan sama sekali tidak sakit hati.

    Bila di masa sekarang ini ada pendapat dan pandangan dari ulama tertentu yang barangkali tidak kita sejalan, tanpa mengurangi rasa hormat kepada beliau, boleh saja hal itu ditolak dan tidak berdosa. Asalkan ada pembanding dari pendapat ulama lainnya yang dirasa lebih kuat hujjahnya.

    Matahari Mengelilingi Bumi?

    Benar bahwa salah satu di antara ulama yang berpendapat bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi adalah Syeikh Al-Utsaimin. Keluasan ilmu beliau dan kedalamannya dalam masalah agama, tentu tidak perlu diragukan lagi. Namun bukan berarti beliau harus selalu benar dalam semua pendapatnya.

    Apalagi yang beliau sampaikan bukan terkait dengan masalah umurdiniyyah, melainkan tsaqafah umum terkait dengan sebuah fenomena alam yang di dalam Al-Quran disampaikan lewat isyarat. Bukan lewat pernyataan yang bersifat eksplisit. Artinya, kesalahan dalam memahami hal-hal seperti ini tidak berpengaruh pada masalah aqidah dan syariah, namun lebih kepada informasi tentang fenomena alam dan ilmu pengetahuan.

    Kalau kita teliti lebih dalam, sebenarnya di dalam Al-Quran tidak pernah ada ayat yang bunyinya secara tegas menyebutkan bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi. Penekanannya di sini pada kalimat: mengelilingi bumi. Kalau ayat yang menunjukkan bahwa matahari bergerak dan digerakkan oleh Allah SWT, memang banyak bertaburan di banyak tempat dalam Al-Quran. Akan tetapi tidak ada satupun yang menyebutkan dengan mengelilingi bumi.

    Yang ada hanya pernyataan bahwa matahari itu bergerak, beredar, terbit, terbenam, condong, pergi, datang dan sejenisnya. Semua pernyataan itu tentu tidak boleh kita tolak. Namun sekali lagi, Al-Quran tidak pernah menyebutkan bahwa matahari MENGELILINGI bumi. Tidak ada ayat yang bunyinya: asyamsu taduru haulal ardhi.

    Walhasil, secara zahir nash tidak ada pernyataan di dalam Al-Quran bahwa matahari mengelilingi bumi.

    Kalau pun matahari disebutkan telah bergerak dalam arti terbit, terbenam, condong dan sebagainya, tidak ada seorang muslim pun yang menolaknya. Karena zhahir nash memang mengatakan demikian. Perhatikan ayat-ayat berikut ini:

    Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri. (QS al-Kahfi: 17)

    Namun semua yang terkait dengan informasi matahari itu sangat dikaitkan dengan pandangan subjektif manusia. Di mana Allah SWT memang berfirman untuk umat manusia. Maka boleh saja disebutkan bahwa matahari itu terbit, tentunya dari sudut pandang manusia. Padahal sesungguhnya, matahari tidak pernah pergi menghilang dari wujudnya, dia hanya menghilang dari pandangan mata kita saja.

    Untuk lebih jelasnya, silahkan perhatikan ayat berikut ini:

    Hingga apabila dia telah sampai ketempat ter benam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata, “Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka.” (QS Al-Kafhi: 86)

    Kalau kita lihat zhahir nash ayat ini, jelas sekali disebutkan bahwa ada tempat terbenamnya matahari, di mana matahari bukan hanya terbenam, tapi disebutkan tempatnya masuk ke dalam bumi, yaitu di laut yang berlumpur hitam. Tetapi apakah matahari turun ke bumi dan masuk ke dalam laut? Tentu tidak bukan. Ini hanya pandangan subjektif seseorang yang melihat seolah-olah matahari masuk ke dalam laut. Padahal hakikatnya matahari berjarak 8 menit perjalanan cahaya dari bumi.

    Di dalam dalil lainnya yang juga shahih, disebutkan hal yang lebih aneh lagi. Yaitu matahari pergi ke ‘Arsy.

    Nabi SAW berkata kepada Abu Dzar ketika matahari terbenam. “Apakah engkau tahu ke mana dia pergi?” Abu Dzar menjawab, “Allah dan rasulnya lebih mengetahui.” Nabi berkata, “Sesungguhnya dia pergi bersujud di bawah Arsy dan meminta izin lalu diizinkan. Dan dia meminta izin dan tidak diizinkan. Kemudian dikatakan, kembalilah ke tempat kamu muncul dan terbenamlah dari arah baratnya.”

    Kalau memang hakikatnya matahari pergi pulang ke arsy tiap hari, dalam logika kita manusia di muka bumi, tentu harus ada masa dalam 24 jam bumi tidak mendapat sinar matahari dan juga alam semesta. Namun separuh manusia yang melata di muka bumi ini selalu dalam keadaan melihat matahari. Matahari tidak pernah tenggelam dari pandangan seluruh manusia di bumi.

    Matahari hanya kelihatan terbit buat segelintir orang yang kebetulan berada pada posisi matahari terbit. Demikian juga matahari hanya terbenam dalam pandangan manusia yang kebetulan berada di belahan bumi yang sebentar lagi membelakangi matahari. Dan semua itu terjadi bergantian. Tapi sesungguhnya matahari tidak pernah absen dari kita. Yang terjadi sesungguhnya, manusia lah yang absen dari matahari dengan membelakanginya.

    Dan karena Al-Quran bukan kitab astronomi, bahkan punya unsur sastra yang tinggi, maka sah-sah saja semua ungkapan yang seolah-olah menggambarkan bahwa matahari melakukan semua gerakan itu. Tanpa harus terjebak untuk menjelaskannya secara astronomi.

    Seperti ungkapan indah Al-Quran tentang malam dan siang yang saling berkejaran, apakah kita mau artikan bahwa malam dan siang itu seperti dua anak kecil main kejar-kejaran atau main petak umpet? Tentu tidak, bukan? Ungkapan berkejaran itu adalah gaya bahasa yang indah, tapi jangan dipahami terlalu teknis dan sederhana.

    Bahkan di dalam Al-Quran bertabur ayat yang punya gaya ungkapan bahasa yang indah, kadang sampai terasa aneh. Misalnya, uban yang tumbuh di kepala nabi Zakaria, disebutkan dengan ungkapan khas yaitu uban berkobar di kepala. Berkobar itu kan sesungguhnya sifat dari api. Tetapi apakah benar kepala nabi Zakaria itu terbakar? Tentu tidak, bukan?

    Ia berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah berkobar dengan uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo’a kepada Engkau, ya Tuhanku.” (QS Maryam: 4)

    Kebenaran Ilmu Pengetahuan

    Namun lepas dari perbedaan pendapat dalam memahami nash Quran, kita pun harus tahu bahwa kebenaran dalam ilmu pengetahuan pun tidak pernah mutlak. Setiap kali selalu saja ada teori yang tumbang dengan teori baru. Setiap saat selalu saja muncul penemuan dan kebenaran baru, untuk sampai saatnya akan tumbang digantikan dengan yang baru.

    Apa yang kita yakini sebagai kebenaran empiris tentang ilmu astornomi, sangat kita yakini suatu hari akan tumbang dengan fakta terbaru.

    Wallau a’lam bishshawab wassalamu a’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Ahmad Sarwat, Lc.

  • 19
    harry
    June 24th, 2006 06:07

    Ini adalah contoh fatwa yang menyatakan bahwa matahari mengelilingi bumi.

    Silahkan dianalisa sendiri – apakah ayat-ayat tersebut memang menyatakan, matter of fact, literally, bahwa matahari mengelilingi bumi.
    Ataukah “matahari mengelilingi bumi” adalah penafsiran ulama terhadap ayat-ayat ybs.

  • 20
    harry
    June 24th, 2006 06:11

    Satu lagi bantahan terhadap penafsiran ngawur seperti yang dilakukan buku ini : Bumi Mengitari Matahari Atau Sebaliknya ?

  • 21
    jukri
    June 24th, 2006 09:00

    “Namun lepas dari perbedaan pendapat dalam memahami nash Quran, kita pun harus tahu bahwa kebenaran dalam ilmu pengetahuan pun tidak pernah mutlak. Setiap kali selalu saja ada teori yang tumbang dengan teori baru. Setiap saat selalu saja muncul penemuan dan kebenaran baru, untuk sampai saatnya akan tumbang digantikan dengan yang baru.” [cara quote yang baik dan benar gemana siy?]

    ntu dia esensina..

    untuk masalah arogansi, gak ada parameterna siy. bisa jadi orang numpang lewat malah mengira Pak Harry yang arogan karena mengkategorikan satu artikel sebagai ‘ngawur’ dan yang laen sebagai ‘bantahan’. Perlu penelaahan menyeluruh dari berbagai aspek, tapi yang jelas berdasar satu aksiom Allahu A’lam gitu, cause we’re simply nothin’ and what happen with my connection? koq jd lelett bgini? wups maap, OOT

    begitu

    oh iya, Pak. perlu dikonfirm jg topik pembahasannya, agar supaya biar gak ada komen yang keluar daripada ‘maksud’

    begitu

  • 22
    harry
    June 24th, 2006 09:55

    jukri – jadi penasaran sedikit; sebetulnya, Anda sudah baca buku tsb atau belum?

    Soal ngawur – misalnya karena ada ayat ini :

    “Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
    (QS. Yasin : 38)

    Lantas bisa disimpulkan bahwa matahari yang beredar (mengelilingi bumi).
    Duh.

    Dulu Gereja yang habis menjadi bahan tertawaan ketika ternyata terbukti matahari tidak mengelilingi bumi. Kelihatannya, yang berikutnya akan menjadi olok-olokan di seluruh dunia adalah kita. 🙂

  • 23
    addheat
    June 24th, 2006 12:52

    the problem is quran bukan bikinan gereja, right?
    dan yang ada di quran mesti benar, IMHO, while yang di teori kita nggak mesti, even if it’s proven (or shall I write ‘proven’)
    and another one, coppernic juga jadi tertawaan ketika teorinya dia rilis -di komiknya sih gitu. whether something is right or wrong, parameternya bukan rating tertawaan, palagi kiriman SMS =)

  • 24
    hanifah
    June 24th, 2006 16:34

    Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh
    Kalo saya ga gitu lo bro….Saya orangnya juga open minded…sangpembelajar….. But, kaidah mati saya Qur’an dan sunnah yang shahih itu pasti bener….Pastilah kita sama ya bro….Mungkin metode istinbath, istidlal yang dikritik ya Bro???

    Sejauh ini, saya belum baca sampe habis, saya mengerti bahwa ulama lebih cerdas daripada kita (atau hanya saya) bahkan dalam urusan ini…
    Bro, pernyataan ttg hal ini yang pertamakali bukan Syaikh Utsaimin rahimahullah yang memproklamirkannya….It had been say by sahabat…

  • 25
    hanifah
    June 24th, 2006 16:38

    No…no…no…
    Bila brother2 di sini pendapatnya ga sama dgn saya ya silahkan.Saya berlapangdada….Numpang lewat ya bro….

  • 26
    dhani
    June 25th, 2006 05:11

    Komen lagi (napsu banget sih 🙂 ). Dalam sains, satu teori tidak berdiri sendiri, tapi memiliki hubungan saling mempengaruhi dengan teori atau fakta lain yg sudah diketahui. Fakta bahwa “matahari sebagai pusat tata surya” tidak berakhir di text book buku astronomi, tapi mempengaruhi pemahaman kita ttg tata surya scr keseluruhan. Dari sana kita bisa menyusun model mengenai gerak dan periode orbit benda2 langit, dan kemudian juga dipakai untuk tujuan praktis, misalnya untuk meramalkan peristiwa2 astronomi (gerhana, transit), pengiriman wahana antar planet, dsb.

    Kalau umpama bumi yg mengelilingi matahari, maka semua perhitungan astronomi yg kita kenal sekarang akan kacau dan meleset. Rumus untuk meramal gerhana matahari dan bulan, transit venus dan merkurius, atau tracking posisisi benda2 langit tidak akan ada yg valid (krn semua disusun berdasarkan model heliosentris).

    Begitu pula dg pengiriman wahana ruang angkasa ke planet lain, misalnya Mars. Dalam hal ini tidak bisa main “tembak langsung” karena kita tahu bahwa Bumi dan Mars sama2 bergerak dalam peredarannya mengelilingi matahari. Wahana yg kita kirim hanya bisa mencapai mars apabila kecepatan gerak dan periode orbit bumi dan mars sudah diketahui (dan sudah final!). Sekarang setiap dua tahun sekali kita mengirim wahana ke Mars dan selalu sampai (walaupun tidak semuanya sukses menjalankan misinya). Coba kalau perhitunghan didasarkan pada model geosentris. Apa nggak pada kesasar? 😀

    Saya menghormati para ulama seperti Syekh Utsaimin maupun para sahabat Rasululah, tapi dalam kapasitasnya sebagai ahli agama, bukan astronom. Saya juga meyakini kebenaran al qur’an sebagai kitab wahyu dan petunjuk ke jalan yang lurus, tapi bukan sebagai rujukan dalam ilmu astronomi.

  • 27
    dhani
    June 25th, 2006 05:28

    Sebagai fakta tambahan, pada 14 Februari 1990, wahana Voyager 2 (yg sudah berada di “tepian” tata surya) berhasil mengambil gambar matahari beserta 6 planetnya (Venus, Bumi, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus). Gambar yg tersusun dari mosaik 60 foto tsb bisa dilihat di URL http://nssdc.gsfc.nasa.gov/photo_gallery/photogallery-solarsystem.html.
    Foto itu dg jelas menggambarkan matahari sebagai pusat orbit planet.

    Catatan: dalam foto itu, bumi terlihat sebagai titik biru pucat yg sangat kecil bila dibandingkan dengan matahari.

  • 28
    addheat
    June 25th, 2006 05:56

    kayaknya perlu diklarifikasi lagi niy, matahari mengelilingi bumi, seems someone just got it wrong. Um Pri.net got it.. so-so (can’t say it’s right) fakta ilmiahnya keren, tapi salah jurusan deh

  • 29
    dhani
    June 25th, 2006 06:40

    Eh, sorry, komentar sebelumnya salah ketik :). Di alinea kedua harusnya: Kalau umpama matahari yg mengelilingi bumi…. dst

  • 30
    harry
    June 26th, 2006 01:33

    hanifah – prinsip saya :

    # Quran & Sunnah = 100 % benar
    # Penafsiran Quran & Sunnah = tidak selalu 100% benar

    Lalu coba baca lagi tulisan-tulisan saya di posting sini, mudah-mudahan menjadi jelas.

    btw; trims untuk urun-rembug nya disini.

  • 31
    drmwn
    June 26th, 2006 06:47

    sebenarnya Qur’an itu Book of Sign apa Book of Science? Kalau ga salah di tahun 80/90-an ada buku berjudul Islam dan Ilmu Pengetahuan yg ditulis Roger Garraudy. Pernah juga saya baca buku (judulnya lupa, isinya penuh dgn grafis dan ilustrasi-2) yg a.l. menjelaskan “secara ilmiah” Ar Ra’d ayat 15.
    Bagi saya pribadi, memposisikan qur’an sebagai Book of Science adalah riskan karena science senantiasa ditulis ulang sesuai dgn perkembangan akal budi manusia. Sedangkan teks Qur’an tidak mungkin (bisa) ditulis ulang. Jangankan teks-nya, penulisan ulang tafsirannya saja sudah cukup untuk menghujat seseorang atawa kelompok.

  • 32
    hanan
    June 26th, 2006 12:44

    Saya sudah membaca buku tersebut dan buku tersebut bahkan sudah dibedah di ITS, tentunya dengan sangat percaya diri , ustadz Ahmad Sabiq akan memaparkan banyak dalil baik aqli maupun naqli. Dan seperti kita ketahui ITS merupakan kampus yang cukup terkemuka di indonesia. Akan tetapi sebenarnya bagi saya cukuplah dalil dari Al-quran dan sunnah, tanpa perlu pendapat manusia. Bukankah teori Darwin yang meskipun diajarkan di sekolah-sekolah ternyata dengan amat sangat mudah untuk di bantah? Bahkan untuk saat ini teori darwin sudah runtuh.
    Disamping membantah teori Heliosentris sebenarnya di buku tersebut juga membantah bahwa bumi berotasi , dikatakan bahwa bumi adalah diam dan ini sangat masuk akal. sebagaimana Firman Allah “Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan bergeser; dan sungguh jika keduanya bergeser tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. ” Surat AlFathir :41.
    Ustadz juga menanyakan bagaimana mungkin Bumi berotasi dengan kecepatan 30 km/detik sebagaimana dikatakan oleh para ahli, sedang hanya bergeser sebagian dari bumi saja sudah sangat besar dampaknya, masih ingatkah kita terjadinya gempa di Aceh dan juga di Jogya? Bagaimana kalau bumi berotasi dengan kecepatan 30 km/detik, tentunya akan berterbangan apa yang ada dibumi.
    Juga pertanyaan dari saya, seandainya bumi berputar pada porosnya, maka daerah yang dekat dengan poros mungkin dekat kutub utara dan selatan akan menjadi sumbu, yang tentu saja akan mengalami perputaran lebih cepat dari daerah lain.
    Begitu juga bila kita naik pesawat tentulah akan ada perbedaan waktu tempuh bila kita terbang dari surabaya ke Jakarta daripada sebaliknya dari jakarta ke surabaya, bukankah bumi itu berotasi, atau bahkan kita tidak pernah sampai ke Surabaya atau Jakarta, karena perputaran bumi lebih cepat dari kecepatan pesawat terbang. Tolong jelaskan karena inilah yang mudah dipahami oleh akal dan perasaan manusia.

    Dalam memahami ayat-ayat Al-Quran seharusnya kita mengembalikan kepada ulama’ Ahli tafsir, semisal Ibnu Katsir, Ibnu Jarir Athabari dan lain-lain, bukan kepada selainnya. Saya pikir Mas Hari secara tidak jujur menukil hanya surat Al Anbiya’ :33 yang dijadikan dalil oleh Ustadz Sabiq, padahal ada beberapa ayat bahkan 8 ayat dan 2 hadist Rasullullah. Salah satunya adalah ayat “Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: “Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar.” Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan: Al An’am ayat 78. Ustadz menerangkan dengan pengetahuan bahasa Arab yang baik “Di sini Allah menjadikan gerakan terbit dan terbenam itu oleh matahari, seandainya bumi yang bergerak rotasi maka seharusnya ayat itu bukan dengan lafadz “Afalat” “matahari terbenam akan tetapi dengan lafadz “falama afala ‘anhaa” maka tatkala ada sesuatu yang membuat matahari itu bergerak hilang”.
    Sebaiknya kita baca buku tersebut dengan lapang dada tidak dengan sesak dada hanya karena cuma bergelar Lc dan beliau ini amat sangat muda setahu saya usianya belum genap 30 tahun, akan tetapi bagaimana hujjah itu ditegakkan dengan dalil Alquran dan sunnah, maka bagi seorang muslim itu sudah cukup.
    Kalau kita katakan bahwa Ustadz hanya taklid pada para ulama, saya katakan tidak, karena beliau mengetahui dalilnya dengan sangat baik. Taqlid adalah mengikuti seseorang tanpa mau tahu dalil.
    Dan menurut saya Mas Harri-lah yang taklid kepada ilmuwan-ilmuwan kafir, tanpa meneliti lebih jauh.
    Kalau saya ditanya kira-kira siapa yang lebih pantas diikuti dalam menafsirkan alquran apakah Syaikh Utsamin Rahimahullah atau Ustadz Ahmad Sarwat? Maka saya akan memilih Syaikh Utsamin, karena secara keilmuan dalam dien tidak bisa dibandingkan. Coba saya tanya berapa kitab yang dikarang oleh Ustadz Ahmad tanpa merendahkan beliau, dibandingkan dengan dengan Syaikh Utsaimin, seorang ulama besar Arab Saudi? Kalau terhadap penyakit kita bertanya kepada dokter spesialis bahkan sub spesialis kenapa untuk urusan dien kita tidak bertanya kepada ulama’ yang ‘alim?
    Disamping saya melihat jawaban Ustadz Ahmad menunjukkan keraguan beliau.
    Kalau Mas Hari mengatakan bahwa semua yang dikatakan Ustadz penuh dengan kesombongan, maka apa yang Mas Hari katakan bukankah juga kesombongan yang lebih parah, dengan celaan yang kurang adab. dan yang Mas hari kira sebagai kesombongan hanyalah persepsi Mas Hari, tetapi menurut saya bukan kesombongan, Karena kesombongan menurut Rassulullah adalah ” Menolak kebenaran dan merendahkan orang lain”. Semoga Allah memperbaiki diri kita dan kaum muslimin seluruhnya.

    Wallahu ‘alam.

    hanan

  • 33
    dhani
    June 26th, 2006 14:14

    Ustadz juga menanyakan bagaimana mungkin Bumi berotasi dengan kecepatan 30 km/detik sebagaimana dikatakan oleh para ahli, sedang hanya bergeser sebagian dari bumi saja sudah sangat besar dampaknya, masih ingatkah kita terjadinya gempa di Aceh dan juga di Jogya? Bagaimana kalau bumi berotasi dengan kecepatan 30 km/detik, tentunya akan berterbangan apa yang ada dibumi.

    Pertanyaan ini dengan mudah bisa dijawab dengan prinsip fisika, khususnya momentum (dalam hal ini momentum angular) serta gravitasi. Dalam kasus gempa bumi, yang bergeser adalah lempeng benua, bukan Bumi secara keseluruhan. Dan jangan dilupakan juga prinsip gravitasi. Kita tidak terlempar dari bumi karena kita terikat oleh gaya gravitasi bumi.

    Juga pertanyaan dari saya, seandainya bumi berputar pada porosnya, maka daerah yang dekat dengan poros mungkin dekat kutub utara dan selatan akan menjadi sumbu, yang tentu saja akan mengalami perputaran lebih cepat dari daerah lain.

    Kenyataannya memang demikian. Tidak ada yang aneh dalam hal ini.

    Begitu juga bila kita naik pesawat tentulah akan ada perbedaan waktu tempuh bila kita terbang dari surabaya ke Jakarta daripada sebaliknya dari jakarta ke surabaya, bukankah bumi itu berotasi, atau bahkan kita tidak pernah sampai ke Surabaya atau Jakarta, karena perputaran bumi lebih cepat dari kecepatan pesawat terbang. Tolong jelaskan karena inilah yang mudah dipahami oleh akal dan perasaan manusia.

    Sekarang anda bayangkan, anda berada dalam gerbong kereta api yang berjalan dari barat ke timur dg kecepatan 60 km/jam. Lantas anda berjalan dari ujung gerbong sebelah barat ke ujung timur. Kemudian sebaliknya, dari ujung timur ke ujung barat. Kalau anda berjalan dg kecepatan yg konstan maka waktu yg dibutuhkan pasti sama, entah anda berjalan searah atau berlawanan arah dg laju kereta. Itu karena anda bergerak dengan kecepatan relatif terhadap arah laju kereta.

    Dalam kasus pesawat terbang, kondisinya sama saja. Pesawat bergerak dg kecepatan relatif thd arah rotasi bumi.

    Mas harry, tolong forwardkan jawaban saya ini ke ybs. Saya pingin berdiskusi Japri dg beliau…

  • 34
    Jay
    June 27th, 2006 04:37

    Juga pertanyaan dari saya, seandainya bumi berputar pada porosnya, maka daerah yang dekat dengan poros mungkin dekat kutub utara dan selatan akan menjadi sumbu, yang tentu saja akan mengalami perputaran lebih cepat dari daerah lain.

    Perputaran lebih cepat? Di mana logika anda ya?
    Jika bumi dianggap permukaan licin sebuah bola maka semua yang ada di permukaan bola akan mengalami kecepatan angular yang sama. Dan kecepatan linear di equator akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan yang lebih dekat ke kutub.

    Silakan diulangi lagi pelajaran SMA anda.

    Begitu juga bila kita naik pesawat tentulah akan ada perbedaan waktu tempuh bila kita terbang dari surabaya ke Jakarta daripada sebaliknya dari jakarta ke surabaya, bukankah bumi itu berotasi, atau bahkan kita tidak pernah sampai ke Surabaya atau Jakarta, karena perputaran bumi lebih cepat dari kecepatan pesawat terbang. Tolong jelaskan karena inilah yang mudah dipahami oleh akal dan perasaan manusia.

    Silakan anda melempar vertikal bola golf dari tangan ke setinggi wajah anda di dalam –atau di atas gerbong– kereta api berkecepatan tinggi yang mengarah ke barat (berlawanan dengan rotasi bumi). Jika teori anda sesuai; bola golf harus menabrak jidat anda (atau jidat anda menabrak bola golf).

  • 35
    harry
    June 28th, 2006 05:51

    hanan – trims untuk perhatian dan waktunya.

    Akan tetapi sebenarnya bagi saya cukuplah dalil dari Al-quran dan sunnah, tanpa perlu pendapat manusia.

    Nah masalahnya, sebagian besar isi buku Ust. Ahmad Sabiq berisi pendapat.

    Dalil-dalil Al-Quran dan Sunnahnya sendiri (yang dicantumkan di buku tersebut) tidak ada yang menyatakan bahwa matahari memang mengelilingi bumi.

    Bukankah teori Darwin yang meskipun diajarkan di sekolah-sekolah ternyata dengan amat sangat mudah untuk di bantah?

    Kalau memang mudah, silahkan Anda praktekkan sendiri langsung, misalnya di forum ini.
    Saya mengundang Anda untuk membuktikan dengan berbuat, dan tidak cuma bicara.

    Disamping membantah teori Heliosentris sebenarnya di buku tersebut juga membantah bahwa bumi berotasi , dikatakan bahwa bumi adalah diam dan ini sangat masuk akal. sebagaimana Firman Allah Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan bergeser; dan sungguh jika keduanya bergeser tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. Surat AlFathir :41.

    Nah, ini adalah satu contoh menafsirkan Al-Quran tanpa ilmu, dan lalu diakui sebagai “…sebuah kepastian al-Qur’an”

    Kalau menurut logika Ust. Ahmad Sabiq ini adalah pernyataan bahwa bumi tidak bergeser, berarti mustinya langit pun tidak bergeser (karena di ayat tersebut disebutkan langit dan bumi).
    Jadi, sudah jelas logika yang dipakai untuk menafsirkan ayat tersebut keliru total.

    Atau – disini Anda juga bisa melihat bagaimana rumitnya menafsirkan Al-Quran : nampaknya Anda menafsirkan “langit” disini sebagai langit bumi, sedangkan saya menafsirkannya sebagai langit di luar bumi.
    Jadi, jangan terlalu menggampangkan penafsiran Al-Quran. Celakanya, ini yang banyak terjadi di buku ini.

    Contoh lainnya penafsiran yang picik / sempit wawasan; hal 146,
    Menurut isi buku tersebut, jarak dari bumi ke langit yang ketujuh adalah 126 juta kilometer. Kesimpulannya, tidak mungkin ada matahari/planet/bintang di jarak tersebut, karena pada jarak tersebut seharusnya sudah bukan alam manusia lagi, melainkan sudah alam akhirat.

    Ini mirip seperti “ustadz” yang dengan sok tahu menuduh bencana tsunami Aceh pasti adalah azab Allah swt, tanpa mau mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan lainnya. Padahal ustadz tersebut belum bisa mengkonfirmasikan perkiraannya itu kepada Allah swt, tapi tetap saja nekat sok tahu.

    Nah, kesimpulan pada halaman 146 itu juga sebetulnya belum tentu pasti. Bagaimana kita mau sok tahu mengatakan bahwa di kilometer 126 juta itu adalah sudah alam akhirat – padahal alam (dimensi) jin saja kita tidak bisa melihat ? Padahal alam jin itu itu lokasinya persis sama dengan alam kita juga, hanya berbeda dimensi.
    Apa susahnya sih bagi Allah swt untuk membuat alam akhirat persis di kilometer 126 juta, tapi di dimensi yang berbeda, sehingga tidak bertumpang tindih dengan matahari / bintang / planet ?

    Belum bisa melihat dimensi jin saja sudah dengan sangat percaya diri mengatakan jarak planet/matahari/bintang menurut para ahli astronomi itu salah total – “Wallohi,.. Sekali lagi, Wallohi, ini adalah kedustaan yang amat sangat nyata

    Mudah-mudahan Ust. Ahmad Sabiq segera diberi hidayah oleh Allah swt dan cepat bertaubat dari pernyataannya tersebut, karena dia telah bersumpah-sumpah atas nama Allah swt, padahal sumpahnya tersebut tidak benar.

    Ustadz juga menanyakan bagaimana mungkin Bumi berotasi dengan kecepatan 30 km/detik sebagaimana dikatakan oleh para ahli, sedang hanya bergeser sebagian dari bumi saja sudah sangat besar dampaknya, masih ingatkah kita terjadinya gempa di Aceh dan juga di Jogya? Bagaimana kalau bumi berotasi dengan kecepatan 30 km/detik, tentunya akan berterbangan apa yang ada dibumi.

    Ust. Ahmad Sabiq belum pernah mendengar istilah “kecepatan relatif” nampaknya. Belum paham soal “kecepatan relatif”, kok sudah nekat membuat statement “matahari mengelilingi bumi” ?
    Coba sampaikan kepada ybs agar membaca-baca lagi mengenai topik tersebut, atau paling tidak, baca komentar sdr. Jay di posting ini juga.

    Bumi tidak berotasi… mengapa makin banyak “ustadz” zaman sekarang ini yang, bukannya mencerahkan, malah membuat umat jadi bodoh ?

    Rotasi bumi bukan saja telah terbukti dengan sangat masyhur, jelas, dan bahkan bisa diamati dengan mengamati langit secara sederhana. Rotasi bumi juga telah memungkinkan berbagai hal untuk terjadi.

    Berbagai hal dibawah ini adalah beberapa bukti adanya rotasi bumi :

    1. GEO (Geostationary Earth Orbit) – satelit yang tidak berada di lokasi ini akan berbeda rotasinya dengan rotasi bumi, sehingga akan nampak dari bumi seperti selalu berpindah-pindah lokasi. Satelit pada GEO akan nampak dari bumi selalu di tempat yang sama.

    2. Peluncuran roket ke luar angkasa yang paling murah adalah yang paling dekat ke khatulistiwa, karena bisa memanfaatkan momentum rotasi bumi untuk menambah kecepatannya (sehingga tidak perlu terlalu banyak bahan bakar). Rotasi bumi yang paling kencang adalah di khatulistiwa.

    Juga pertanyaan dari saya, seandainya bumi berputar pada porosnya, maka daerah yang dekat dengan poros mungkin dekat kutub utara dan selatan akan menjadi sumbu, yang tentu saja akan mengalami perputaran lebih cepat dari daerah lain.

    Logika ini sangat keliru, dan dapat dibuktikan dengan sangat mudah :

    1. coba Anda beli sebuah bola, anggap itu bumi
    2. gambar 2 buah titik; satu di dekat sumbu (kutub), satu lagi di dekat “khatulistiwa”
    3. lalu coba putar bola tersebut pada sumbunya.

    Manakah titik yang berputar lebih cepat ?

    Begitu juga bila kita naik pesawat tentulah akan ada perbedaan waktu tempuh bila kita terbang dari surabaya ke Jakarta daripada sebaliknya dari jakarta ke surabaya, bukankah bumi itu berotasi, atau bahkan kita tidak pernah sampai ke Surabaya atau Jakarta, karena perputaran bumi lebih cepat dari kecepatan pesawat terbang. Tolong jelaskan karena inilah yang mudah dipahami oleh akal dan perasaan manusia.

    Sekali lagi coba cari tahu mengenai “kecepatan relatif” dan/atau baca komentar sdr. Jay.

    Dalam memahami ayat-ayat Al-Quran seharusnya kita mengembalikan kepada ulama’ Ahli tafsir, semisal Ibnu Katsir, Ibnu Jarir Athabari dan lain-lain, bukan kepada selainnya.

    Ulama ahli tafsir bukan berarti ahli pada bidang-bidang yang lainnya. Betul tidak?

    Ketika ada ayat yang berkaitan dengan ilmu astronomi, apakah akan kita serahkan total kepada orang yang awam akan ilmu tersebut untuk menafsirkannya? Padahal Nabi saw telah memerintahkan kita untuk menyerahkan suatu urusan kepada ahlinya.
    Apakah kita mau menjadi penentang perintah Rasulullah saw ?

    Ketika suatu ayat berkaitan dengan ilmu yang lainnya, maka ulama tafsir yang shalih tidak akan sok tahu menafsirkannya sendiri. Dia akan bekerja sama dengan ahlinya, untuk menemukan penafsiran yang tepat dari ayat tsb.

    Mengenai para ulama ahli tafsir zaman dahulu, kita musti memaklumi mereka jika ada kesalahan dalam menafsirkan ayat-ayat astronomi tersebut, karena mungkin pada saat itu ilmu astronomi belum semaju sekarang. Sehingga walaupun mereka telah bekerja sama dengan ahlinya di zaman tersebut, ternyata hasil tafsirnya masih keliru juga ketika kemudian dibandingkan dengan ilmu astronomi zaman sekarang.
    Setidak-tidaknya mereka (ulama besar zaman dahulu) bukan ulama yang sombong & sok tahu (seperti yang banyak kita temui sekarang ini) – ulama sekaliber Imam Syafi’i sekalipun dengan rendah hati bersedia dikoreksi dan mengkoreksi jika ada kekeliruan. Berbeda sekali dengan ustadz-ustadz zaman sekarang.

    Saya pikir Mas Hari secara tidak jujur menukil hanya surat Al Anbiya’ :33 yang dijadikan dalil oleh Ustadz Sabiq, padahal ada beberapa ayat bahkan 8 ayat dan 2 hadist Rasullullah.

    Dengan berdasarkan prasangka buruk, kini saya malah dituduh oleh Anda sebagai pembohong.

    Ayat-ayat lainnya tidak saya sebutkan lagi karena sama saja (tidak menyatakan bahwa matahari mengelilingi bumi), dan saya bukan pengangguran yang punya banyak waktu lowong untuk mengkupas habis logika-logika ngawur (yang diaku sebagai di buku tersebut “..kepastian Al-Quran”).

    Bagi yang penasaran, silahkan Anda bisa baca sendiri “bukti” matahari mengelilingi bumi, dan bisa Anda pikirkan sendiri apakah memang ayat-ayat tersebut menyatakan konsep geosentris (bumi tetap / matahari mengelilingi bumi) :
    35:41, 30:25, 2:20, 40:64, 27:61, 16:15, 21:31, 31:10, 13:3, 15:19, 41:10, 50:7, 77:27, 79:30-32, 78:6-7, 43:10, 51:48, 2:21-22, 71:19-20, 67:15, 67:16, 22:65, 34:9, 17:92, 26:187, 8:32, 2:258, 21:33, 7:54, 91:1-2

    Salah satunya adalah ayat “Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: “Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar.” Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan:” Al An’am ayat 78. Ustadz menerangkan dengan pengetahuan bahasa Arab yang baik “Di sini Allah menjadikan gerakan terbit dan terbenam itu oleh matahari, seandainya bumi yang bergerak rotasi maka seharusnya ayat itu bukan dengan lafadz “Afalat” matahari terbenam, akan tetapi dengan lafadz “falama afala ‘anhaa” maka tatkala ada sesuatu yang membuat matahari itu bergerak hilang”.

    “ada sesuatu” – bukankan “sesuatu tersebut juga bisa berupa rotasi bumi ?

    Dalam menafsirkan Al-Quran, perlu wawasan yang luas dan pikiran yang terbuka, bukan kepicikan/kesempitan pandangan.

    Sebaiknya kita baca buku tersebut dengan lapang dada tidak dengan sesak dada hanya karena cuma bergelar Lc dan beliau ini amat sangat muda setahu saya usianya belum genap 30 tahun, akan tetapi bagaimana hujjah itu ditegakkan dengan dalil Alquran dan sunnah, maka bagi seorang muslim itu sudah cukup.

    Saya justru tidak tahu siapa beliau, apa gelar beliau, berapa umurnya – saya cuma melihat isi buku tersebut, dan jelas isinya adalah penafsiran yang sangat ngawur terhadap berbagai ayat Al-Quran dan hadits.

    Kalau kita katakan bahwa Ustadz hanya taklid pada para ulama, saya katakan tidak, karena beliau mengetahui dalilnya dengan sangat baik. Taqlid adalah mengikuti seseorang tanpa mau tahu dalil.

    Taqlid bisa juga berupa taqlid dalam menafsirkan Quran dan Sunnah – bahkan ketika penafsiran tersebut sebetulnya ngawur.

    Saya yakin sekali, jika Syaikh Ibnu Taimiyyah / Ibnu Qayyim masih hidup di zaman ini, beliau tidak akan segan-segan untuk mengkoreksi penafsiran beliau sebelumnya mengenai geosentris.

    Dan menurut saya Mas Harri-lah yang taklid kepada ilmuwan-ilmuwan kafir, tanpa meneliti lebih jauh.

    Saya serahkan penilaiannya kepada Allah swt, siapa sebenarnya yang telah taqlid buta disini.

    Kalau saya ditanya kira-kira siapa yang lebih pantas diikuti dalam menafsirkan alquran apakah Syaikh Utsamin Rahimahullah atau Ustadz Ahmad Sarwat? Maka saya akan memilih Syaikh Utsamin, karena secara keilmuan dalam dien tidak bisa dibandingkan. Coba saya tanya berapa kitab yang dikarang oleh Ustadz Ahmad tanpa merendahkan beliau, dibandingkan dengan dengan Syaikh Utsaimin, seorang ulama besar Arab Saudi? Kalau terhadap penyakit kita bertanya kepada dokter spesialis bahkan sub spesialis kenapa untuk urusan dien kita tidak bertanya kepada ulama’ yang ‘alim?
    Disamping saya melihat jawaban Ustadz Ahmad menunjukkan keraguan beliau.

    Ustadz Ahmad Sarwat cukup bijak untuk tidak memberikan kepastian, karena beliau memang bukan pakar dalam bidang astronomi.

    Berbeda sekali dengan Syaikh Utsaimin, yang kepakarannya adalah dalam ilmu agama, namun malah membuat statement ilmu astronomi.
    Coba tolong sampaikan kepada beliau agar bisa berdialog dengan beberapa pakar astronomi muslim. Mudah-mudahan beliau bisa jadi memahami duduk perkara yang sebenarnya.

    Kalau Mas Hari mengatakan bahwa semua yang dikatakan Ustadz penuh dengan kesombongan, maka apa yang Mas Hari katakan bukankah juga kesombongan yang lebih parah, dengan celaan yang kurang adab. dan yang Mas hari kira sebagai kesombongan hanyalah persepsi Mas Hari, tetapi menurut saya bukan kesombongan, Karena kesombongan menurut Rassulullah adalah “Menolak kebenaran dan merendahkan orang lain”. Semoga Allah memperbaiki diri kita dan kaum muslimin seluruhnya.

    Saya serahkan kembali penilaian tersebut kepada Allah swt, dan hanya Dia-lah tempat saya mengadu.

    Terimakasih, wallahua’lam.

  • 36
    Priyadi
    June 28th, 2006 08:04

    gila, baru baca lagi komen2nya :(. dulu orang islam itu katanya ahlinya kimia & astronomi. 15 abad kemudian kok bisa sependek ini ya pemikirannya :(.

  • 37
    Endi
    June 30th, 2006 14:05

    Eh ada yang udah lihat dengan mata kepala sendiri apa mengelilingi apa.
    bumi mengelilingi matahari atao matahari mengelilingi bumi.

    udah lihat dengan mata kepala sendiri secara nyata bumi berputar?.

    udah lihat dengan mata kepala sendiri bumi diam?

    hanya dengan teori-teori yang belum dimengerti secara benar kita berkomentar?

    nash Alqur’an?
    ada yang ahli tafsir yang bisa bahasa arab dan ilmu nya seperti mujtahid?

    kalo ada…. mari cari kebenaran
    semua ahli fisika dan para mujtahid dikumpulkan untuk mencari kebenaran?

    ada dana untuk mengumpulkan?

    ahhh nasiiib hidup dalam kemiskinan dan kebodohan
    reply pls

  • 38
    ibnu syamsu
    June 30th, 2006 16:54

    Subhanallah… mudah2an bahasan tentang hal keduniaan ini tidaklah menjadikan kita semua saling berdebat… setiap orang memiliki kemampuan berfikir yg berbeda, dan jg takaran hidayah yg berbeda, mari berlapang dada dan sabar atas perselisihan dalam hal yg bukan pokok AdDien ini….

    Berikut poin2 yg saya ingin sampaikan:

    Pertama, belum ada satu dalil pun ditemukan yg secara tegas menyatakan bahwa “Matahari mengelilingi bumi”. Walaupun ada dalilnya atau pemahaman atas dalil (seperti buku tsb), maka itupun sudah dipastikan BENAR, karena memang matahari TERLIHAT mengelilingi bumi bagi kita manusia yg tinggal di bumi. Sama seperti halnya dengan bulan yg KELIHATAN mengelilingi bumi. Tapi coba bayangkan jika kita di berada di matahari/bulan, bukankah kita akan MELIHAT bumi yg mengelilingi kita??? Dan definisi “MENGELILINGI” dalam kedua kasus tsb adalah BENAR menurut akal sehat pun, karena RELATIF dimana kita berada (di bumi atau di matahari). Konsep RELATIF inilah intinya.

    Kedua, fakta bahwa sebenarnya ilmu fisika/astronomi/gravitasi TIDAK PERNAH menyatakan bahwa “Bumi mengelilingi matahari” secara ABSOLUT, tapi menyatakan bahwa pergerakan (termasuk mengelilingi) itu adalah RELATIF karena TIDAK ADA KERANGKA ACUAN YANG ABSOLUT DI ALAM SEMESTA INI, KECUALI JIKA KITA MENDEFINISIKANNYA. Ini adalah sebuah kebenaran yg mudah dibuktikan seperti kasus relatifnya penglihatan kita ketika kita berada di bumi (kerangka acuannya bumi) atau di matahari (kerangka acuannya matahari).
    (alangkah akan sangat baiknya buku tsb jika penulis memahami konsep gerak relatif ini)

    Lalu bagaimana hakikat pergerakan sebenarnya kalau dilihat dari sebuah kerangka acuan yg ABSOLUT (artinya kita berada di suatu tempat yg benar tidak bergerak sama sekali terhadap bumi atau matahari)?? akan terlihat seperti apakah pergerakan bumi dan matahari?
    Perhitungan dan eksperimen ilmu gravitasi membuktikan bahwa ternyata bumi dan matahari mengelilingi PUSAT MASSA bumi dan matahari (alangkah baiknya jg penulis buku tsb memahami jg konsep pusat massa ini). Jadi SECARA ABSOLUT, MATAHARI DAN BUMI SEBENARNYA MENGELILINGI PUSAT MASSA SISTEM MATAHARI-BUMI tersebut.
    Dimanakah letak pusat massa tsb? pusat massa lebih dekat kepada benda yg lebih bermassa (lebih berat), dan makanya itu letaknya akan lebih mendekat matahari yg sangat jauh lebih berat drpd bumi, bahkan jarak matahari dan pusat massa sangat jauh lebih dekat daripada jarak matahari dan bumi, sehingga bumi akan lebih terlihat mengelilingi matahari, padahal mengelilingi pusat massa yg sangat dekat dengan matahari.

    Kenyataanya kita tidak bisa mempertimbangkan hanya sistem matahari-bumi ini saja, karena kenyataanya ada planet2 yg lainnya dalam tata surya (matahari yg terbesar) ini, yg tentunya akan mempengaruhi kesimpulan tentang gerak ABSOLUT di atas. Naah, kalau kita berbicara tentang sistem tata surya sebagai kerangka acuan, maka sistem tata surya inipun sebenarnya mengelilingi PUSAT MASSAnya, yg lagi2 pusat massanya sangat dekat dengan matahari dikarenakan massa matahari yg masih sangat besar dibanding keseluruhan planet2 yg ada di sekitarnya. Karena itulah matahari seolah-olah seperti pusat tata surya, padahal bukan.
    Ilustrasinya dapat diperluas kepada sistem yg lebih luas daripada sistem tata-surya, misalnya sistem galaxi, dimana banyak bintang2 lainnya yg seperti matahari, bahkan lebih besar lagi. Bagaimanakah pergerakan sistem galaxi tsb?? kembali lg kpd sistem pusat massa sebagai pusat edarannya, dan tentunya penentuan letak pusat massa sistem galaxi ini akan lebihh kompleks lagi dibandingkan sistem tata surya.

    Kesimpulan, titik temu akan terlahir jika kita semua mendefinisikan KERANGKA ACUAN yang SAMA, yaitu “darimana kita melihat pergerakannya”, karena dengan begitu kita akan memiliki kesimpulan yg sama tentang DEFINISI PERGERAKAN.
    Juga, akan menjadi sebuah buku yg bagus jika penulis buku tsb jg faham atas ilmu fisika/astronomi yg menjadi rujukan para ahli fisika/astronomi dalam mengambil kesimpulannya. Dan lebih bagus lg jika penulis memaparkan hujjah2nya dengan lebih ilmiah (disertai eksperimen yg dapat diterima khalayak awam) sehingga lebih difahami oleh semua kalangan, termasuk para ahli2 fisika/astronimi yg ada.

    Wallahua’lam
    ibnu_syamsu at yahoo.com

  • 39
    kucing
    July 1st, 2006 10:44

    semua yang ada di langit dinamis bukan ? saling memutar ?

    bulan mengelilingi bumi, bumi mengelilingi matahari, matahari mengelilingi ??? galaksi mengeliling ???? (ga tau :)) dst.

    Dan alam semesta itu katanya punya yang namanya titik pusat. di :

    http://www.hikmatul-iman.com/forum5/read.php?10,42457

    yang katanya bernama zanura.

    Nah cuma itu mungkin yang diam pada koordinat yang sama. (boleh berotasi ). Dan selain itu di alam semesta ini bergerak.

    Bicara tentang matahari mengelilingi bumi tidak ada salahnya kok. Karena balik lagi ke yang namanya teori relativitas. Tergantung dari sudut mana. bukan begitu ??

  • 40
    capa
    July 3rd, 2006 05:52

    *dooh*

  • 41
    ech
    July 4th, 2006 02:53

    Ngobrol aja sama penulisnya di acara bedah bukunya:

    ————————- ” Matahari Mengelilingi Bumi ” ————————
    Sebuah Kepastian dari al-Quran & as-Sunnah serta Bantahan Terhadap
    Teori Bumi Mengelilingi Matahari …

    Bersama : Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf ( Penulis )
    Hari / Tgl. : Sabtu, 11 Jumadil Akhir 1427H – 8 Juli 2006
    Waktu : 16.00 – 18.00 WIB
    Tempat : Masjid Ash Shalihin, Jl. Walang Baru Raya No. 25 Koja – Jakarta Utara

    Rute Kendaraan :
    Dari Terminal Tg. Priok, Mambo, Permai & Plumpang (Ps. Ular) naik KWK 09 jurusan Walang Baru turun di lokasi.

    Dari Pulo Gadung & Semper naik Metromini 41 turun di halte Apotik Dinar,
    naik KWK 09 jurusan Walang Baru turun di lokasi.

    Dari Lagoa, Jaya & Islamic Center KWK 06 jurusan Walang Baru turun di lokasi.

    Informasi :
    Pustaka An Nuur : 021 7019 0901
    Pustaka Ammar : 021 6845 8034

    Gratis & untuk Umum !

    Wassalamu’alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh
    ———————–

  • 42
    harry
    July 4th, 2006 09:28

    kucing – zanura, sama saja, berdasarkan “katanya”. buktinya dimana?

    ech – trims untuk informasinya yang lengkap sekali. kebetulan saya sudah ada janji pada hari itu. tapi saya akan coba kontak nomor-nomor telpon informasinya.

    kalau ada yang bisa datang, mohon agar bisa membicarakannya baik-baik dengan ybs; paling tidak minta agar ybs periksa dulu berbagai dasar-dasar ilmu fisika & astronomi.
    trims.

  • 43
    dhani
    July 4th, 2006 12:50

    Undangannya sudah diteruskan ke milis astronomi. Mudah-mudahan nanti ada astronom betulan yang berkenan datang dan “mengkoreksi” pemahaman ybs 🙂

  • 44
    Mutoha MMC
    July 4th, 2006 16:27

    Inilah akibat kita ‘buta’ ilmu falak/astronomi sebab di negri ini memang astronomi masih asing dan sebatas hanya hapalan nama2 planet…! Akibatnya pengetahuan mengenai perkembangan astronomi hanya didominasi oleh kalangan akademisi saja (bahkan mungkij cuman di ITB) sehingga kita masyarakat awam tidak banyak yang faham. Nah hal ini menyebabkan kita mudah dipengaruhi oleh fahaman / tafsir2 yang menyesatkan!! yang sengaja digulirkan oleh oknum2 / penerbit demi keuntungannya pribadi (bukunya laris!!!!)
    Berita inipun sempat masuk milis astronomi….
    Lah apa maunya??
    Saya jadi curiga jangan memang penulisnya sengaja membua opini agar bukunya laris???? Tapiiiii….. inikan memalukan umat Islam (termasuk saya..). Apalagi membawa embel2 “kepastian”?????? Nah buat penerbit dan pengarangnya…. sudahkah anda fikirkan apa akibat dari larisnya buku yang anda terbitkan….. Anda memang mendapat banyak rezeki dari Judul Buku??? tapi tolong… jangan bawa kata2 “KEPASTIAN” sungguh saya tidak terima… nabi saja tidak pernah demikian…..
    Ohhh.. mengapa peristiwa memalukan ini bisa terjadi…???????

    Hormat saya,
    Mutoha
    Jogja Astronomi Club (JAC)
    Yogyakarta – Indonesia
    http://groups.yahoo.com/goup/jogja_astroclub/
    “Turut Memasyarakatkan Astronomi di Indonesia”
    ================================

  • 45
    iwal
    July 5th, 2006 08:47

    Assalamu ‘alaikum warahmatulahiwabarakatuh

    1. Bizniz… biar bukunya laku
    2. Membuat bingung umat Islam..
    3. Memanas-manasi bangsa Indonesia yang temperamennya emang cepat panas.

    Saya sih no comment ajah, buku itu keluar ato nggak, dibaca ato nggak, yang penting jangan sampai mempengaruhi aqidah dan hubungan kita sama Si Pembuat bumi dan matahari.

    Tar aja kalo kita dah ketemu langsung ama Dia, baru kita tanya yang sebenarnya. 🙂

    So, buat yang awam masalah astronomi dan tafsir alQu’ran, jangan liat apa pendapatnya, tapi liat siapa yang mengeluarkan pendapat. Sepengetahuan saya, menafsirkan alQuran itu tidak boleh sembarangan dan tidak boleh sembarang orang. Orang itu harus berilmu dan berakhlak yang tinggi, bahkan jika pernah menyakiti dan membohongi anak kecil atau hewan saja sudah boleh diragukan pendapat2nya.

    Apakah kita sudah mengenal si penulis buku tersebut??

    Saya aja sampe tulisan ini saya buat, saya belum tau nama penulisnya.

    Jangan-jangan dia itu…. (cut)

    Wassalam

  • 46
    harry
    July 5th, 2006 09:54

    ech / mutoha / dhani – saya sudah mengkontak penyelenggara acara tersebut, dan sudah memberikan nomor HP serta nama saya kepada mereka. Saya sampaikan bahwa di buku tersebut ada beberapa kekeliruan, dan insyaAllah saya bersedia membantu jika beliau ingin berkonsultasi mengenai hal-hal tersebut.

    Saya sudah membaca buku tersebut kembali, dan ternyata penulisnya ada menyatakan kesediaannya untuk dikoreksi jika pada buku ini ada kesalahannya. Walaupun belum saya buktikan sendiri, namun saya menghargai statement seperti ini. Posting ini sudah saya edit seperlunya untuk menunjukkan penghargaan saya.
    Mudah-mudahan memang demikian halnya.

    pro ech / mutoha / dhani – jika ada pakar astronomi yang setahu anda berkepala dingin, dan bersedia untuk menerima konsultasi dari penulis buku ini; mohon agar bisa dikabarkan kepada saya secepatnya.
    Trims.

  • 47
    ech
    July 6th, 2006 02:53

    Coba pak Moedji Raharto beliau Dosen ITB dan mantan kepala UPT Boscha. Sepetahuan saya beliau pernah mengarang buku yang mengkaitkan antara fenomena astronomi dengan Islam. Mudah2an bisa nyambung dengan si pengarang buku.

    Sebenernya rumah saya daerah tanjung priuk juga tapi kayaknya ga bisa dateng. saya sudah fwd undangan tersebut ke rekan2 sejawat, siapa tau ada yang bisa datang.

  • 48
    Syaiba
    July 6th, 2006 05:38

    “Berbeda sekali dengan Syaikh Utsaimin, yang kepakarannya adalah dalam ilmu agama, namun malah membuat statement ilmu astronomi.
    Coba tolong sampaikan kepada beliau agar bisa berdialog dengan beberapa pakar astronomi muslim. Mudah-mudahan beliau bisa jadi memahami duduk perkara yang sebenarnya.”

    Pak Hari, Syekh Utsaimin sudah lama meninggal (ataukah yang Antum maksud dengan “beliau” itu adalah Pengarang buku?).

    Yang perlu Antum perhatikan, Syekh Utsaimin tidak membuat statemen ilmu astronomi. Antum jangan terpengaruh dengan ‘kesan’ sang penulis terhadap pendapat Syekh Utsaimin. Sebaiknya baca sendiri bunyi fatwa beliau. beliau hanya menyatakan bahwa “dhohirul quran” menunjukkan bahwa “Matahari mengelilingi bumi”. Sedangkan informasi tentang pengamatan atau analisa yang menunjukkan bahwa bumi mengelilingi matahari, belum sampai ke beliau degan meyakinkan (dari segi validitas informasinya maupun dari segi ketepatan konklusinya).

    Jadi Syekh Utsaimin sudah berada pada posisi ilmiah yang tepat: “Mendahulukan yang lebih meyakinkan & lebih punya argumen daripada yang lebih lemah & lebih meragukan”.

    Well.. kalau kita mengikuti diskusi-diskusi ini di dunia arab dan di kalangan murid-murid Syekh Utsaimin sendiri (baik yang pakar tafsir maupun yang pakar astronomi), kita akan menemukan suasana yang memang jauh lebih ilmiah, dibandingkan dengan yang terjadi dalam kasus buku kontroversial tersebut.

    Paling tidak, ada tiga pendapat besar bagi mereka:
    1. Matahari mengelilingi bumi (tanpa dinyatakan “secara ABSOLUT” ataukah “secara relatif”)
    2. Bumi mengelingi matahari bersama planet-planet lainnya
    3. “mengelilingi” dan “dikelingi” itu relatif. Sebagaimana “gerak” dan “diam” juga relatif. Jadi tidak bisa dipastikan secara absolut. Hanya bisa dinyatakan secara nisbi, atau dinyatakan dalam bahasa yang biasa (mis: “matahari seang terbit di timur”, “matahari akan terbenam di tengah laut”).

  • 49
    Syaiba
    July 6th, 2006 05:48

    tambah: Kalau soal Evolusi, saya rasa sangat gegabah kalau kemdian kita sejajarkan dengan konsep heliosnetris. Yang kedua (ataupun kosep “mengelilingi inti massa) sudah terkonfirmasi dengan berbagai pembuktian yang jelas. Sedang yang pertama, tidak pernah beranjak dari kedudukannya sebagai “hipotesa” dan “asumsi yang sangat meragukan”.

    selama sekian puluh tahun, teori ini tidak pernah mendapatkan buktinya. karena memang teori ini tidak bisa dibuktikan. tidak punya pintu untuk difalsifikasi. mutasi & penemuan fosil-fosil purba juga tidak memberikan argumen apa-apa untuknya. bahkan kalaulah “spesiasi” itu memang betul-betul terjadi di beberapa komunitas spesies tertentu semacam lalat buah, ini sama sekali tidak memberikan konfirmasi apa-apa terhadap skenario evolusi sel-ikan-kodok-kadal-burung/mamalia.

    “Teori Evolusi” adalah satu contoh untuk arogansi hawa nafsu di atas akal sehat.

  • 50
    kucing
    July 8th, 2006 07:38

    Buktinya ya bisa jadi teori big bang itu. Dari 1 titik lalu menjadi alam semesta ini. Ya itukan suatu pemikiran toh. Logis dan masuk akal saya kira mah…

    Kalau mau tanya Bukti, saya juga mau tanya : Kalau galaksi bimasakti buktinya apa kalau namanya itu bimasakti 🙂 Yang menamanyakan siapa ??

    Wah, kalau ada yang mendengar di acara itu sharing dong. Saya mah tidak masalah ada pernyataan matahari mengelilingi bumi sebab dari sudut pandang manusia iya betul. Tapi bayangkan jika kita melihat seolah2 kita malaikat or superman deh….Lalu kita amati dari jauh. Apa yang terjadi ???

  • 51
    harry
    July 8th, 2006 09:13

    Syaiba – saya kutipkan ucapan syaikh Utsaimin :

    Kami sampaikan bagi pengajar pelajaran geografi, jelaskan kepada para murid bahwa dzahir al-Qur’an al-Karim dan as-Sunnah menjelaskan bahwa malam dan siang terjadi akibat dari peredaran matahari terhadap bumi, bukan sebaliknya.

    Jika para murid bertanya, mana yang harus kami ambil, apakah dzahir al-Qur’an dan as-Sunnah atau apa yang mereka (ahli falaq) anggap nyata bahwa (bumi mengitari matahari)?

    Jawabnya, kita mengambil dzahir al-Qur’an dan as-Sunnah, karena al-Qur’an adalah Kalamullah I (ucapan Allah) yang telah menciptakan segala sesuatu, alam beserta segala isinya dan keadaanya, geraknya, dan diamnya. Firman-Nya adalah sebenar-benar perkataan dan paling jelas. Dia menurunkan al-Qur’an sebagai penjelas segala sesuatu. Allah mengabarkan bahwa Dia menjelaskannya kepada hamba agar mereka tidak tersesat.

    Sedangkan as-Sunnah, ia adalah ucapan utusan Tuhan semesta alam. Makhluk yang paling tahu dengan hukum-hukum dan perbuatan Tuhan-Nya. Tidaklah berbicara tentang hal ini melainkan dengan wahyu dari Allah U, karena tidak ada jalan untuk mengetahuinya melainkan dengan wahyu.

  • 52
    harry
    July 8th, 2006 09:32

    Mengenai evolusi, kenapa kita musti meniru George Bush ?

    You’re either with us, or against us
    — GW Bush, 6 Nov 2001

    Kenapa harus evolusi ATAU non-evolusi ?
    Kenapa tidak mungkin bahwa kedua-duanya sama-sama terjadi…. ?

    Contoh: dari hasil penelitian disini diperkirakan bahwa manusia zaman sekarang ini berasal dari nenek moyang yang hidup 6000 tahun yang lalu.

    Karena itu, tentunya berbeda dengan manusia-manusia sebelumnya, yang fosilnya telah diteliti dan ada yang telah hidup sejak jutaan tahun yang lalu.

    Dan ini cocok dengan sebuah ayat di surat Al-Baqarah, dimana malaikat “memprotes” Allah swt — kenapa Allah akan menciptakan (lagi) makhluk yang hanya akan merusak dan saling membunuh ?

    Jadi, bisa saja evolusi memang ada, namun manusia di zaman sekarang bukan berasal dari manusia yang dulu.

    Sehingga jadilah teka-teki jigsaw puzzle kehidupan ini selesai – evolusi memang betul ada, manusia zaman sekarang memang betul berasal dari Adam as, dan memang telah ada manusia sebelum yang sekarang ini.

    Kenapa tidak bisa ditafsirkan seperti itu ?

    Kenapa tafsir Quran harus dilakukan dengan semangat bermusuhan (terhadap Darwin pada kasus ini) dan dengan wawasan yang sempit / tidak mempertimbangkan semua kemungkinan ? Padahal kalau begini, tentu akan cenderung menghasilkan penafsiran yang bias dan tidak akurat….

  • 53
    kucing
    July 8th, 2006 13:41

    Kang Harry, teori evolusi itu mustahil. Sebab bila ada maka makhluk yang sebelum berevolusi itu telah musnah. Contohnya Misalnya, Kucing. Kucing tuh dulu evolusi dari macan…(misal saja :). Tapi ternyata macan itu sampai sekarang masih ada. Nah, kok bisa ? Padahal seharusnya macan itu telah punah. Kucing juga masih ada. Dan yang paling tidak masuk akal di teori darwin itu adalah ‘teori kebetulan’. Dia mengingkari penciptaanjadinya kan?.

    Ada penemuan ikan coelantarata (baca di kompas kalo ga salah) yang dulu diperkirakan telah musnah dari fosil yang ditemukan dan diperkirakan berumur/ hidup jutaaan tahun yang lalu. Ternyata belakangan ikan itu di temukan hidup di sulawesi (kalau ga salah).

    Kalau tentang malaikat mempertanyakan penciptaan manusia tidak bisa membuktikan bahwa yang dipertanyakan malaikat itu manusia evolusi sebelum manusia sekarang.

    [b]Nih kutipan masalah Darwin di http://www.syariah-online.com[/b%5D

    Baca Teori Darwin : Was-was Dalam Iman = Benarkah Allah Ada ?
    saya mengalami was-was dalam iman,dalam diri saya selau bertanya-tanya bahwa Allh itu tidak ada,tetapi saya percaya bahwaaa Allh itu ada .hal ini akibat dari saya membaca teori darwin. saya tidak tahu apakah ini betul-betul dari isi hati aku atau hanya bisikan syetan. dan apakah ini sudah menggugurkan aqidah saya.

    Fajrien
    Jl.p.antasari.gg 8 Rt 57 Blok A
    2004-01-14 13:29:29

    Jawaban:

    Assalamu `alaikum Wr. Wb.
    Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d
    Tepat sekali bahwa semua itu adalah bisikan syetan yang bersembunyi di balik teori Darwin. Sudah banyak koban orang yang menjadi komunis dan atheis gara-gara teori usang yang sebenarnya sudah tumbang sejak dulu.

    Hanya karena kurangnya informasi dan kebanyakan doktrin sesat, begitu banyak para pemuja ilmuwan barat yang hari ini masih saja terkagum-kagum dengan teori pak Darwin.

    Yang paling jelas di depan mata adalah kebohongan publik tentang teori evolusi Darwin yang ternyata bohong belaka. Hampir semua penemuan fosil tentang manusia purba menunjukkan bahwa ada sejuta kebohongan yang secara sistematis ditutupi oleh mereka sekedar untuk memenangkan teori Darwin itu. Dan hari ini, sedikit demi sedikit terungkaplah kebohongan itu di mata publik.

    Dan kalangan evolusionis itu harus menanggung malu berkepanjangan atas semua kebohongan yang mereka lakukan. Dan semua terjadi akibat kita terlalu percaya dengan klaim-klaim yang mereka rilis, padahal kejujuran orang barat itu sangat tipis dan antara jujur dengan bohong hanya dibatasi oleh sebuah garis tipis saja.

    Hari ini, hampir semua fakta ilmiyah yang selama ini mereka dengungkan terungkap kebohongannya. Bukan oleh kalangan muslim, namun oleh kalangan mereka sendiri yang tidak tahan atas kebohongan publik yang memalukan itu.

    Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
    Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

  • 54
    hmmm
    July 8th, 2006 21:45

    Yang paling jelas di depan mata adalah kebohongan publik tentang teori evolusi Darwin yang ternyata bohong belaka. Hampir semua penemuan fosil tentang manusia purba menunjukkan bahwa ada sejuta kebohongan yang secara sistematis ditutupi oleh mereka sekedar untuk memenangkan teori Darwin itu. Dan hari ini, sedikit demi sedikit terungkaplah kebohongan itu di mata publik
    ==>Ada yg bs nunjukin bukti scientific and logically accepted by science
    against evolution ?
    klo gak, kpaksa dunks kudu nrima klo itu msh terbukti benar 😉

  • 55
    dhani
    July 9th, 2006 06:05

    Sayangnya, umat Islam belum apa2 sudah dicekoki dg kampanye kreasionisme ala Harun Yahya sehingga tidak mau lagi mempelajarinya scr lebih mendalam. Padahal, kalau kita mau sedikit keluar dari “tempurung” Harun Yahya, dan kemudian membaca buku2 yg lebih ilmiah, kita baru bisa sadar kalau teori evolusi masih kokoh. Sama sekali belum runtuh.

    Satu contoh “favorit” Harun Yahya (dan juga faham kreasionis lain) adalah mata. “Lihatlah mata kita. Begitu sempurnanya. Pastilah ia tercipta secara seketika. Mustahil muncul melalui proses evolusi.” Kenyataannya, sains modern telah membuktikan kalau saraf mata menjulur dari belakang ke depan. Ini sama sekali bertentangan apa yg harusnya terjadi pada sistem yg tercipta begitu saja dari rancangan cerdas. Jelas mata pun mencapai bentuknya yg sekarang melalui proses “trial and error”. Apa itu namanya kalau bukan evolusi?

    Daripada terus2an seperti katak dalam tempurung Harun Yahya, cobalah keluar dan baca buku2 ttg biologi, genetika, dsb. Yg bagus dan sudah diterjemahkan dlm bahasa Indonesia misalnya Genom-nya Matt Ridley, atau River Out of Eden-nya Richard Dawkins. Di Virus of The Mind-nya Richard Brodie juga ada disinggung ttg evolusi. Harun Yahya bukanlah ahli biologi, jadi pandangan beliau ttg evolusi harunya cukup dianggap sbg opini, bukan fakta.

  • 56
    harry
    July 10th, 2006 08:29

    kucing – poinnya saya di komentar terdahulu adalah, tentang evolusi bukan cuma ada 2 kemungkinan.

    Bukan cuma evolusi ATAU tidak evolusi. Ada kemungkinan lainnya, yaitu evolusi DAN tidak evolusi.

    Silahkan baca lagi komentar saya tsb baik-baik, trims.

  • 57
    pasy
    July 11th, 2006 07:40

    bagi saya

    bumi mengelilingi matahari… terlalu naif!

    Teori Darwin.. satu yang saya yakini “Dia” hanya menciptakan permulaan dan mengkakhiri. “Dia” menciptakan aturan dan membiarkan semua berjalan normal. “Dia” hanya turun ketika perlu.

    Wassalam.

  • 58
    Jay
    July 11th, 2006 18:03

    Syaiba:

    3. “mengelilingi” dan “dikelingi” itu relatif. Sebagaimana “gerak” dan “diam” juga relatif.

    Jika bumi dianggap diam tidak berputar pada porosnya maka asumsi atau teori matahari mengelilingi bumi akan menghasilkan matahari terbit dan terbenam dalam jangka 6 bulan. Jelas tidak logis, karena faktanya dalam sehari matahari terbit dan terbenam.

    Matahari seolah-olah mengelilingi bumi karena bumi berputar pada porosnya sehingga menghasilkan gejala alam ‘matahari terbit dan terbenam setiap harinya.’

  • 59
    Habib
    July 11th, 2006 18:19

    Assalamualaikum…
    saudaraku sesama muslim…khususnya para salafiyun…
    tanpa maksud merendahkan Anda semua…karena saya juga meyakini golongan yang selamat adalah golongan yang mengikuti sunah Rasul dan sahabat…
    saya ingin bertanya…
    tolong jawab dengan jujur ya…
    Apakah anda sanggup membuat teknologi canggih seperti pesawat terbang atau komputer atau melakukan bedah operasi kedokteran?
    mohon jawab jujur dari hati yang paling dalam ya…
    jika ya, siapa? berapa banyak? di mana? apa produknya? dan apakah ilmu membuat pesawat terbang itu dirinci di Al-Quran?
    jika tidak, maka takutlah kepada Allah jika kalian dengan mudahnya meremehkan pendapat orang lain karena penafsiran kalian terhadap Al-Quran dan As-Sunnah…
    Akan tetapi jika memang Al-Quran mengatakan sesuatu yang pasti tentang wajibnya solat atau puasa maka kalian harus membantah orang yang menentangnya karena jelas maknanya…
    tapi ingat kalau tafsir itu bisa berbeda-beda artinya jangan terlalu
    merasa paling benar…
    coba renungi apakah anda memang berkecimpung di dunia ilmu pengetahuan dan teknologi…selama ini…?
    jika tidak, maka bersikaplah adil dan bijak
    apakah kalian pernah membuat sesuatu yang semisal pesawat terbang saja, dan jika kalian membuatnya tanpa percobaan ilmiah apakah kalian tidak takut nanti pesawatnya jatuh? ini ilustrasi saja…agar kita lebih bersikap adil walaupun terhadap orang kafir…
    jangan karena alasan kafir kita langsung berkata mereka semua orang kafir pendusta…ingatlah sikap Rasulullah terhadap mereka… kapan perjanjian tetap dijaga dan kapan tidak…
    saya harap anda Hanan jangan menuduh apalagi jika ilmu pengetahuan dan teknologi anda tidak memadai…memangnya Anda pikir Al-Quran dan As-Sunah merinci semua permasalahan? Ada masalah yang tidak dibahas dengan rinci…jika Allah menulis ilmuNya niscaya tidak cukup semua air laut dijadikan tinta dan pohon sebagai kertasnya…
    harap dijawab pertanyaan diatas dengan sejujur-jujurnya ya…jika ada yang ingin didiskusikan silahkan email saya habibrown@yahoo.com

  • 60
    zaid
    July 11th, 2006 18:41

    mohon jangan bilang mengikuti Al-Quran dan As-sunah jika kenyataannya masih mengedepankan logika

  • 61
    jundi
    July 12th, 2006 06:00

    emang kebenaran itu relatif ya (bingung sambil mikir..)
    kebenaran ya kebenaran
    kebenaran itu jelas
    ya cuma satu

  • 62
    yoga
    July 12th, 2006 09:59

    kebenaran

    dan

    apa yg kita anggap kebenaran

  • 63
    HambaAllah
    July 12th, 2006 15:43

    Hm…
    Saya percaya Islam adalah agama yang benar. Agama yang akan membawa kebaikan bagi umat manusia.

    Masalah Matahari mengelilingi Bumi, saya tidak percaya dan saya rasa pendapat ini tidak benar. Setidaknya saya sekarang hidup di jaman yang bisa membuktikan bahwa hal itu adalah salah, apakah hal ini akan paten atau tidak, saya tidak tahu, karena saya pasti akan mati satu saat.

    Hanya sayang saya tidak setuju dengan pendapat teman Zaid, yang mengatakan “mohon jangan bilang mengikuti Al-Quran dan As-sunah jika kenyataannya masih mengedepankan logika”

    Hm… justru saya berpendapat sebaliknya. “Katakanlah anda mengikuti Al-Qur’an dan As-Sunah jika semuanya telah masuk logika”.

    Islam itu adalah agama untuk orang yang berfikir. Yang namanya berfikir, tentu akan timbul banyak sekali pertanyaan2 yang keluar, kontroversi dan lain sebagainya. Tapi disitulah keteguhan iman kita di uji. Kita tidak bisa percaya karena percaya, tetapi harus berdasarkan pengalaman spiritual, pemikiran yang jernih dll yang membuat keteguhan iman kita semakin kuat.

    Justru saya beranggapan yang membuat Islam lemah adalah orang2 Islam yang percaya karena ya percaya saja.

    Allahu Akbar.
    Sungguh Allah Maha Besar
    Sungguh engkau telah memberikan kenikmatan yang sangat luar biasa kepada kami.
    Nikmat Berfikir
    Nikmat Hidup
    dan berbagai nikmat lainnya, terutama Nikmat Islam.
    Alhamdulillah…
    Allahu Akbar

  • 64
    Syaiba
    July 12th, 2006 18:04

    Mas Harry,

    1. Dari buku apa kutipan ucapan Syekh Utsaimin itu diambil? Kok beda dengan yang saya baca?

    2. Soal Evolusi, saya sama sekali tidak membatasi pilihan kemungkinannya pada salah satu dari Evolusi dan bukan-Evolusi. Antum menyimpulkan dari mana saya begitu? Saya bahkan tidak mempertentangkan Evolusi dengan Kreasi. Skenario Evolusi maupun Skenario Penciptaan Terpisah, dua-duanya jelas melalui mekanisme “penciptaan”. Hanya orang bodohlah yang menyakini bahwa makhluk-makhluk hidup ini “menciptakan dirinya sendiri” atau “tercipta tanpa sadar dari ketiadaan”. Atheisme ini tahayul mutlak.

    Yang saya singgung adalah bahwa Teori Evolusi itu sampai saat ini masih berada dalam wilayah hipotesa, asumsi, dan kepercayaan. Belum menemukan bukti apa-apa. Kenapa? Sebab teori ini memang tidak bisa difalsifikasi secara saintis. Jadi hanya sekedar dipercayai.

  • 65
    sholeh
    July 13th, 2006 07:15

    kalau angkasa hanya ratusan juta kilometer saja, bagaimana dengan bukti2 dari foto2 teleskop canggih bahwa di alam semesta ini ada milyaran galaksi dimana tiap galaksinya berdiameter jutaan TAHUN CAHAYA? apakah perhitungan ilmuwan kafir ttg hal ini juga bohong atau keliru ???

  • 66
    harry
    July 14th, 2006 03:08

    syaiba – (1) ucapan itu saya kutip dari situs Salafi di Yogya (CMIIW), dan sudah di link di komentar saya tersebut.

    (2) Anda benar, atribusi tersebut keliru disandarkan kepada komentar Anda. Setelah saya ingat-ingat kembali, ternyata ketika itu saya baru saja membaca beberapa artikel mengenai creationism. Soal tersebut nampaknya tercampur ketika sedang me-reply komentar Anda. Mohon maaf, komentar saya ybs sudah saya koreksi.
    Terimakasih untuk klarifikasinya.

  • 67
    Cahyono
    July 17th, 2006 05:38

    # sholeh Says:
    July 13th, 2006 at 7:15

    kalau angkasa hanya ratusan juta kilometer saja, bagaimana dengan bukti2 dari foto2 teleskop canggih bahwa di alam semesta ini ada milyaran galaksi dimana tiap galaksinya berdiameter jutaan TAHUN CAHAYA? apakah perhitungan ilmuwan kafir ttg hal ini juga bohong atau keliru ???
    #

    ini pernyataan untuk siapa?

    Setahu saya yang berpendapat begitu adalah orang-orang Kristen

    Bukan orang Islam

  • 68
    Cahyono
    July 17th, 2006 05:42

    saya ingin bertanya…
    tolong jawab dengan jujur ya…
    Apakah anda sanggup membuat teknologi canggih seperti pesawat terbang atau komputer atau melakukan bedah operasi kedokteran?
    mohon jawab jujur dari hati yang paling dalam ya…
    jika ya, siapa? berapa banyak? di mana? apa produknya? dan apakah ilmu membuat pesawat terbang itu dirinci di Al-Quran?

    Apa maksud dari pertanyaan ini?
    Saya tidak paham.
    Sejak kapan orang-orang Salafiyyun menngatakan bahwa Al-Quran menjelaskan secara rinci pembuatan pesawat terbang?

  • 69
    Name (required)
    July 17th, 2006 06:36

    Laaillahaillaallah

  • 70
    harry
    July 18th, 2006 12:56

    Berikut ini adalah review dari ech mengenai buku matahari mengelilingi bumi.

  • 71
    T. Djamaluddin
    July 19th, 2006 03:21

    Saya tidak terlalu risau dengan “teori” penulis yang awam dengan topik yang ditulisnya, sama halnya saya tidak terlalu risau dengan “teori” menentang Teori Evolusi dari Harun Yahya yang juga awam untuk topik teori evolusi sesungguhnya dalam sains (Teori Evolusi secara awam hanyalah “manusia hasil evolusi dari monyet”, aspek yang tidak secara eksplisit dibahas dalam teori evolusi sesungguhnya). Berargumentasi dengan mereka juga susah karena kerangka pijakannya berbeda. Mereka punya pijakan sendiri, yang berbeda dari sains. Termasuk ada dikhotomi “kafir” versus “Muslim”, padahal dalam sains tidak mungkin ada dikhotomi. Sains yang berlaku hanya untuk Muslim, bukanlah sains. Demikian juga sains yang hanya berlaku untuk kafir, juga bukan sains. Sub judul “kepastian al-Qur’an dan as-Sunnah serta Bantahan terhadap teori bumi mengelilingi matahari” saya pandang sekadar penarik agar orang penasaran, walau pembaca yang cermat akan kecewa karena tidak adanya kepastian ayat-ayat atau hadits yang secara eksplisit menyebutkan matahari mengelilingi bumi. Semuanya kembali kepada penafsiran. Untuk menilai penafsiran, kita harus tahu latar belakang penulisnya. Ahli bahasa Arab dan ilmu Al-Quran dan Hadits, belum tentu ahli dalam aspek fisik fenomena alam yang ditafsirkan dari ayat atau hadits tersebut. Bagi saya, biarlah buku “Matahari Mengelilingi Bumi” itu dianggap tafsir bahasa, bukan tafsir fenomena alamnya. Terlalu banyak fakta sains yang harus ditunjukkan untuk membantahnya.
    Berikut ini satu paragraf kata pengantar saya dalam buku yang saya tulis “Menjelajah Keluasan Langit Menembus Kedalaman AlQuran” (Penerbit Khazanah, Grup Percikan Iman, Bandung 2006 — Kalau berminat, tersedia juga di Gramedia):
    “Tulisan-tulisan saya yang terserak sebagai artikel lepas, ingin mengajak masyarakat untuk mendudukkan sains pada tempatnya, terutama untuk mengungkap berbagai fenomena alam. Mengkaji sains atau bahkan mengkritiknya juga harus dengan perangkat sains. Tidak bisa sains dibantah dengan ilmu lain, misalnya sosiologi atau filsafat, termasuk juga dengan penafsiran yang mengatasnamakan kebenaran hakiki ayat-ayat Al-Quran. Pada tulisan-tulisan saya, ayat-ayat Al-Quran juga ingin ditempatkan pada posisi seharusnya sebagai sumber kebenaran mutlak yang harus dibedakan dari penafsiran yang kebenarannya relatif. Kalau pun ada kecocokan antara pemahaman sains dan penafsiran Al-Quran, hal itu harus dianggap sekadar isyarat Allah dalam menunjukkan kebenaran Al-Quran, bukan sebagai bukti kecocokan Al-Quran dengan suatu teori sains.”

  • 72
    Syaiba
    July 19th, 2006 06:14

    Mas Harry,

    1. betul itu dari situs Salafi Yogya. Tapi sayangnya antum justru memangkas kalimat-kalimat penting Syaikh Utsaimin yang menjelaskan background epistemologi beliau mengapa beliau berpendapat demikian. al:

    Kesimpulan pendapat kami mengenai rotasi bumi adalah bahwa dia termasuk perkara yang tidak ditetapkan atau ditolak oleh al-Qur’an dan as-Sunnah.

    Sedangkan pendapat kami seputar revolusi bumi, kami berpegang dengan dzahir al-Qur’an dan as-Sunnah yang menunjukkan bahwa matahari mengelillingi bumi yang berakibat pada adanya malam dan siang; sampai ada dalil pasti yang dapat dijadikan hujjah untuk memalingkan dzahir al-Qur’an dan as-Sunnah kepada pendapat bahwa bumi mengelilingi matahari, dan hal itu belum ada.
    Yang wajib bagi seorang mukmin dalam perkara ini dan selainnya adalah berpegang dengan dzahir al-Qur’an dan as-Sunnah.

    Mengenai apa yang dikatakan ahli falaq sekarang ini (bahwa bumi mengelilingi matahari), keterangannya belum mengantarkan kami sampai tingkat yakin, sehingga tidak dapat menolak dzahir al-Qur’an dan as-Sunnah nabi kami.

    Jelas, beliau memilih pendapat pertama (yang lebih dekat dengan dhohirul Quran), sebab informasi mengenai revolusi bumi terhadap matahari atau inti massa tata surya, belum sampai ke beliau dengan meyakinkan.

    2. Ya. Ngga papa. Yang jelas sebaiknya Antum jangan buru-buru menilai orang hanya dari bayangan orang lain.

    Mengenai pertanyaan Malaikat (bukan protes) terhadap Allah tentang penciptaan khalifah di buma bumi, silakan baca dulu buku-buku tafsir..

  • 73
    harry
    July 19th, 2006 06:41

    Syaiba – terimakasih sekali lagi atas waktu & usaha yang sudah Anda luangkan untuk klarifikasinya.

    Satu baris kecil itu terlewat oleh saya ketika sedang membaca fatwa beliau : “…dia termasuk perkara yang tidak ditetapkan atau ditolak oleh al-Qur’an dan as-Sunnah”

    Sepertinya, dengan menilik konteks Syaikh Utsaimin tersebut (belum sampainya informasi yang lengkap kepada beliau), maka bisa dimengerti kenapa beliau sampai memfatwakan demikian.

    Saya tetap menyayangkan kenapa informasi yang sudah sangat sedemikian lazimnya (bumi mengelilingi matahari) bisa tidak sampai kepada beliau.
    Tapi saya coba berbaik sangka saja, dan dengan konteks demikian maka beliau memang insyaAllah sudah pada posisi yang benar (walaupun fatwanya keliru), dan mudah-mudahan termasuk dalam mujtahid yang disebutkan dalam hadits Rasulullah saw.

    Memang sekarang jadi muncul pertanyaan baru – kenapa penulis buku ini tidak lebih kritis, dan cuma mengambil mentah-mentah saja; sehingga jadi turut keliru.
    Mudah-mudahan suatu saat penulisnya bisa turut mengklarifikasi kepada kita semua.

    Oh ya, Pak T.Djamaluddin yang berkomentar sebelum Anda adalah salah seorang ahli falak / astronomi muslim Indonesia. Jika ada yang ingin berdiskusi mengenai hal ini (bumi/matahari), saya kira beliau akan dengan senang hati bersedia menjadi salah satu nara sumber.
    Atau jika ada yang tahu informasi kontak penulis buku ini, maka saya akan coba bantu mengkontakkan kedua belah pihak.
    Terimakasih.

  • 74
    Syaiba
    July 20th, 2006 07:58

    Sama-sama, Mas Harry. Saya sebenarnya ingin berdiskusi lebih erat dengan Mas Harry tentang banyak hal, terutama tentang tema-tema Sains yang terkait dengan Islam. Mungkin nanti lewat japri. BTW, saya pingin tahu nih, Mas Harry sekarang mahasiswa/apa? di mana?

    Soal fatwa Syekh Utsaimin, memang itu lahir dari kurangnya informasi tentang bukti-bukti astronomis. Tapi ini sangat bisa dimaklumi. Kalau tidak salah, fatwa ini adalah jawaban spontan untuk pertanyaan spontan yang tidak dipersiapkan terlebih dahulu (Jadi bukan hasil kajian). Dan itupun disampaikan di masa tua beliau, di mana sebelumnya beliau memang tidak terlalu mendalami detail-detail astronomi berikut argumen-argumen dari teori-teorinya.

    Kekurangan ini wajar, sebab memang dalil-dalil astronomis untuk “Bumi mengelilingi Matahari” memang tidak sejelas dalil-dalil untuk “bulatnya bumi”. Dalil-dalilnya hanya diketahui oleh orang-orang yang mendalami astronomi. Yang diketahui oleh para murid di sekolah-sekolah umumnya hanyalah “konsepsi teori yang sudah jadi”, bukan argumentasinya.

    Kalau untuk “bumi bulat”, ini sudah menjadi Ijma’ sejak zaman Para Sahabat, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Taimiyyah dan Ibnu Katsir rh.

    Setehu saya, murid-murid Syekh Utsaimin sendiri (dan mayoritas ulama dan cendekiawan muda salafi di Timur Tengah) justru berpandangan beda dengan fatwa Syekh. Mereka sudah ramai mengkaji dan mendiskusikannya sejak dulu. Silakan ikuti pembahasannya di sini:

    http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=72769
    http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=72769&page=2

    di sini:
    http://www.islamweb.net/ver2/Fatwa/ShowFatwa.php?lang=A&Id=60279&Option=FatwaId
    http://www.islamweb.net/ver2/Fatwa/ShowFatwa.php?lang=A&Id=12870&Option=FatwaId

    di sini:
    http://www.ahlalthar.com/vb/showthread.php?t=1422

    di sini:
    http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=76798
    http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=19691
    http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=61775
    http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=29780

    yang ini:
    http://arabconteng.host.sk/egypt_falak.rar

    dan lebih ramenya di sini:
    http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=3794
    http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=3794&page=2
    http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=3794&page=3
    http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=3794&page=4

    Salam hormat untuk Pak Thomas. Saya tertarik dengan yang Bapak tulis soal Evolusi. Saya rasa perlu diketahui bahwa penolakan untuk Teori dan Skenario Evolusi Makhluk Hidup tidak hanya berpijak pada apa-apa yang disampaikan oleh Harun Yahya. Tidak juga hanya berangkat dari pertentangan Atheisme vs Theisme atau Kebetulan vs Kreasi. Problemnya jauh lebih kompleks dari hal-hal awam tersebut. Problemnya bukan hanya di “Manusia berasal dari Kera” tapi lebih terfokus pada “Spesiasi dan diversifikasi yang tanpa batas”.

  • 75
    harry
    July 21st, 2006 04:47

    Syaiba – saya saat ini sedang berwirausaha di Jakarta. Anda kelihatannya sedang berdomisili di Mesir ya ?

    Anyway, mudah-mudahan di masa depan, bisa terjalin kerjasama yang sangat erat antara ahli agama dengan para pakar sains. Tidak seperti sekarang ini, dimana seringkali agama & dunia seperti 2 hal yang terpisahkan sama sekali. Malah kadang terkesan seperti minyak & air, tidak kompatibel.
    Trims.

  • 76
    Yan
    July 22nd, 2006 09:20

    Hmm, akhirnya saya ikutan juga “mengulas” buku ajaib ini.
    Silahkan lihat di sini

  • 77
    Ridwan
    July 23rd, 2006 09:06

    Wah, sangat menarik melihat diskusi di blog ini. Namun jangan sampe hanya karena tema ini kita malah saling menghujat, dan terpecah – pecah lho. Toh, ini bukan permasalahan akidah, di mana apabila kita percaya bumi mengitari matahari atau sebaliknya, bukanlah penentu kita masuk surga atau tidak. Namun, apabila hanya karena ini kita jadi saling menghujat dll justru gak ada untungnya bagi kita.

    Lagipula jika meyakini sesuatu terkait ilmu pengetahuan jangan terlalu dalam (taqlid) dari segi tafsir ataupun teori ilmiah karena ilmu pengetahuan kan analisa dari manusia (termasuk tafsir itu kan analisa manusia, yang absolut kan kitabnya) di mana manusia seringkali mengalami kesalahan. Dan masalah terbesar umat islam indonesia saat ini menurut salah seorang ustad yang pernah saya dengar dan menurut saya sangat masuk akal adalah kurangnya ukhuwah. Kita cepat sekali ribut hanya gara2 hal yang sepele. Seperti disebutkan di postingan sebelumnya kan kalangan imam madzhab salafus shalih seperti Imam Syafi’i, Imam Ahmad, dan lain2 sangat toleran untuk menghargai perbedaan pendapat selama itu tidak terpaut dengan urusan akidah.

    Jadi jangan jadikan sains sebagai jalan perpecahan bagi kita. Saya sendiri sejauh ini menggunakan teori yang bumi mengelilingi matahari karena kebetulan saya mendalami fisika walaupun masih pemula. Namun, saya cukup respek dengan pendapat lain. Pernah sih sebelumnya saya posting di milis astrotomi agak pedas waktu itu ketika mengetahui pendapat buku “Matahari Mengelilingi Bumi” ini. Tapi, setelah dipikir2 rasanya saya jadi terlalu arogan kalau seperti itu. Bukankah kita bebas untuk berpendapat ?

    Saya salut nih dengan Mas Harry yang membuka diskusi ini dan mengemukakan pendapat tapi mungkin mengatakan secara eksplisit bahwa pendapat itu ngawur kurang pas juga kayaknya. Kalaupun memang benar demikian, kan gak perlu diekspos sehingga saudara kita yang lain yang sependapat dengan buku tersebut jadi cukup tersinggung. Cukup dengan saling menyuguhkan alasan dan fakta yang kita ketahui rasanya sudah cukup membuat diskusi ini jadi penuh dengan respons.

    Dan mempertemukan ilmuwan dengan ulama itu saya rasa ide yang sangat bagus, sehingga kita harapkan hasilnya dapat memberi kepuasan bagi semua pihak. Siapa nih yang siap menyelenggarakan ? Hehe kalau saya belum mampu juga dari banyak segi.

    O ya saya belum menyampaikan pendapat saya nih tentang tema ini. Menurut saya sendiri, gak jauh beda dengan beberapa postingan di atas, saya cukup setuju dengan bumi dan matahari sama2 mengelilingi pusat massa keduanya. So, gak ada yang salah dari kita apabila kita mengambil acuan titik mana aja sebagai gerak relatif asal tetap meyakini bahwa keduanya bukanlah acuan absolut.

    Lagipula ayat2 Al – Qur’an setahu saya belum ada yang secara eksplisit menyatakan matahai mengelilingi bumi. Maaf kalo salah nih. Kalaupun ada kecenderungan demikian, bukankah Al – Qur’an diturunkan kepada manusia di mana manusia biasanya kan mengambil acuan bumi. Toh, Al – Qur’an tidak secara eksplisit mengatakan bahwa bumi itu diam, lagi2 setahu saya.

    O ya saya juga ngeliat ke websitenya Bung Yan, yang tentang bumi dihamparkan menurut Al – Qur’an itu saya pernah diberi tahu pula tentang hal ini oleh guru agama islam sma saya.Mungkin agak sedikit keluar topik tapi saya ingin sampaikan karena hal ini cukup menarik. Kebetulan guru tersebut seorang ustad yang banyak membaca buku ilmiah sehingga pendapatnya cukup masuk akal dan mudah diterima. Beliau memberi analogi begini, jika selimut bumi dihitung kelilingnya bukankah didapatkan hasil sekitar hampir 40000 km. Kita tahu puncak tertinggi di bumi sekitar 9 km. Kita analgikan saja keliling bumi dengan sebuah permadani sepanjang 4 m maka kita dapatkan puncak itu teranalogi dengan semacam gundukan setinggi hanya 0,09 cm kalau saya tidak salah hitung. Bukankah dengan perbandingan seperti itu bisa dibilang bumi ini sebuah hamparan karena reliefnya sangat lebih kecil dibanding bentangan alamnya sendiri sehingga sangat pas disebut sebagai hamparan. Saya rasa hamparan itu tidak selalu menyatakan sebuah bidang datar. Tapi mungkin rekan2 yang lebih paham matematika bisa memberi pendapat akan hal ini. Tentang apakah bidang lengkung berupa bola juga bisa disebut hamparan.

    Wallahu A’lam Bis Shawab.

  • 78
    Syaiba
    July 24th, 2006 10:41

    Betul, Mas Harry… Saya tinggal di Mesir. Masih mahasiswa.

    O.. ternyata Mas Harry ini orang IT ya..
    Kami sedang nyari aplikasi pengelolaan perpustakaan (Pendataan dan Pelayanan Pemimjaman), tapi cari-cari ke pasaran ngga dapat-dapat. Searching di internet pun ngga ada yang cocok. Bisa bantu?

  • 79
    harry
    July 26th, 2006 05:26

    Syaiba – saya sendiri belum pernah menggunakan, tapi ada yang mungkin bisa dicoba dan gratis :

    [ emilda ]

    Beberapa informasi tambahan:
    [ beberapa perbandingan ]
    [ open source systems for libraries ]

    Semoga membantu.

  • 80
    Syaiba
    July 29th, 2006 22:27

    Syukron, Mas Hary.. akan saya coba-coba

  • 81
    birdie
    July 30th, 2006 04:33

    🙂 persoalan agama jauh lebih “halus” dibanding soal2 yang lahir.. karena agama itu bersangkut paut dengan yang ruhani. Kalau yang lahiriah saja Utsaimin tidak paham (juga pembela2nya)… apalah lagi soal yang halus@, jangan2 agama pun sebenarnya mereka tidak paham. Karena Ulama yang sejati pastilah ilmunya luas. Coba kita lihat Imam Al Gozali, yang tidak hanya pakar agama, tapi juga astronomi, dll. Imam2 Besar (Imam Syafii, Imam As Suyuti, dll) juga tidak hanya tahu masalah agama tapi juga yang lainnya. Karena “ULAMA” yang sejati adalah pewaris Nabi…….Adalah mustahil Nabi bersifat bodoh. Jadi kalau cari Ulama yang asli lihat apakah dia memiliki sifat2 “kenabian”, yaitu Fathonah (walau pastilah tidak atinggi Fathonah, karena Ulama bukan Nabi. Benarlah sabda Baginda Rasul: ” Di akhir zaman ulamanya fasik, ahli ibadahnya jahil”.
    Tolong… jangan permalukan Islam…. please deh 🙂

  • 82
    hari
    July 30th, 2006 05:02

    Ass.wr.wb.
    kasus ini sebenarnya hanya satu dari banyak kesalahan tafsir/
    pemahaman dari aliran Salafy (Wahhabi). Kebetulan kali ini subjectnya menyinggung sains, sehingga bisa di-crosscheck oleh masyarakat luas. Tapi tetap khas Salafy:
    1. Amat yaqin dirinya paling benar
    2. Agresif thd orang-2 di luar pemahaman mereka, bahkan mereka paling gemar memberi predikat orang lain sebagai “sesat”, “syirik”, “kafir”, “ahli bid’ah”.

    Sungguh mereka ini berbahaya, terutamanya justru ketika mereka bicara masalah agama (yg katanya mereka ahlinya).
    Saat ini kondisinya cukup mengerikan buku-2 dari kalangan aliran ini membanjiri toko-2 buku. Ada baiknya kita mengetahui sejarah dan pemikiran kelompok ini. Sudah banyak orang-2 baik-2 yang terzhalimi.
    http://blogs.cjb.net/salafy
    Wassalam.

    http://blogs.cjb.net/salafy/66609/

    DEWAN HA’IAH KIBAR AL ULAMA

    Dewan Ha’iah Kibar Al-Ulama dan Al-Buhuts Al-iLmiyah wa Ifta’ wa
    Ad-Da’wah wa Al-Irsyad yang kamu bangga2kan itu anggotanya hanya para
    “koki” tanpa resep. Para “koki” yang pada hakikatnya hanyalah “tukang
    sayur”. Para “tukang sayur” ini memang mengetahui beragam jenis sayur
    mayur, ikan, dan bawang, tetapi tidak pernah belajar menjadi “koki”
    dan menganggap tidak ada gunanya mempelajari apa yang ditulis oleh
    para ‘koki”. Kini mereka menggusur para “koki”, dan mulai menyajikan
    bahan-bahan mentah tanpa diolah untuk sarapan hingga makan malam.

    Para “koki” di masa lalu memang menghasilkan banyak perbedaan resep
    masakan, dan beberapa “chef” membentuk aliran cara memasak yang
    menjadi mazhab para “koki” yang hidup di era selanjutnya. tetapi para
    “tukang sayur” di masa kini gerah dengan banyaknya mazhab para koki di
    masa lalu, mereka lalu memaksakan makanan yang orisinal, tunggal tanpa
    perbedaan cara memasak, sesuatu yang otentik tanpa perubahan, tanpa
    perlu dimasak.

    Para “tukang sayur” ini bisa ditemukan di banyak tempat, dan runyamnya
    lagi para “tukang sayur” ini sekarang semakin banyak di Indonesia. Di
    Saudi Arabia para “tukang sayur” ini berkumpul di Dewan Ha’iah Kibar
    Al-Ulama dan al-Lajnah al-Daimah li’l-Buhuts al-‘Ilmiyyah wa’l ifta’
    (The Permanent Council for Scientific Research and Legal Opinions),
    namanya aja yang wah….isinya cuman “tukang sayur”.

    Di Lajnah ini berkumpullah pemuka-pemuka Aliran Sesat Wahabi, seperti
    ‘Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (1911-1999), sampai meninggalnya ia
    adalah mufti agung Kerajaan Saudi Arabia. Muhammad bin Shalih bin
    ‘Utsaimin (1927 – …. ). Abdullah bin Jibrin (1930 – …. ); dan
    Shalih bin Fauzan yang juga memimpin al-Ma’had al-‘Ali li’l Qudah
    (Supreme Judicial Council).

    Sekarang coba kita perhatikan beberapa hasil fatwa kaum sesat Wahabi ini :

    PERTANYAAN 1
    Saya ingin mengirimkan foto saya kepada istri, keluarga, dan
    teman-teman saya, karena sekarang saya berada di luar negeri. Apakah
    hal ini dibolehkan?

    JAWABAN (oleh komite ulama Lajnah dalam Fatawa al- Lajnah)
    Nabi Muhammad di dalam hadisnya yang sahih telah melarang membuat
    gambar setiap makhluk yang bernyawa, baik manusia atau pun hewan. Oleh
    karena itu Anda tidak boleh mengirimkan foto diri Anda kepada istri
    Anda atau siapa pun.

    PERTANYAAN 2
    Apakah hukumnya jika seorang perempuan mengenakan beha (kutang atau bra) ?

    JAWABAN (oleh Abdullah bin Jibrin dalam Fatawa al- Lajnah)
    Banyak perempuan yang memakai beha untuk mengangkat payudara mereka
    supaya mereka terlihat menarik dan lebih muda seperti seorang gadis.
    Memakai beha untuk tujuan ini hukumnya haram. Jika beha dipakai untuk
    mencegah rusaknya payudara maka ini dibolehkan, tetapi hanya sesuai
    kebutuhan saja.

    PERTANYAAN 3
    Apakah hukumnya Saudi Arabia membantu Amerika Serikat dan Inggris
    untuk berperang melawan Irak? (ini kasus Perang Teluk pertama sewaktu
    Bush senior jadi Presiden Amerika Serikat)

    JAWABAN
    Hukumnya adalah boleh (mubah). Alasannya karena (1) Saddam Husein
    telah menjadi kafir, jadi Saudi Arabia memerangi orang kafir dan bukan
    seorang Muslim (2) Mencari bantuan dari Amerika Serikat dan Inggris
    adalah suatu hal yang mendesak (dharurah) (3) Tentara Amerika sama
    statusnya dengan tenaga kerja yang dibayar. Tentara Amerika bukanlah
    aliansi kita, tetapi kita mempekerjakan mereka untuk berada di pihak
    umat Islam untuk berperang melawan orang kafir (yaitu Saddam Hussein).

    Tampaknya Lajnah ini mengurus banyak hal, dari beha hingga perang
    teluk. Yang menyedihkan adalah fatwa-fatwa itu tampak berasal dari
    kondisi absennya rasionalitas yang cukup akut. Lenyapnya akal sehat
    untuk jangka waktu yang cukup lama. Fatwa-fatwa di atas juga tidak
    menunjukkan adanya koherensi, tidak terlihat dipakainya metode
    penetapan hukum yang dikembangkan para fuqaha klasik, tidak ada pula
    pendekatan melalui kaidah-kaidah fikih, dan tidak ada usul fikih. Yang
    tersisa hanyalah wacana hukum yang otoritarian. Jadi tidak heran kalau
    fatwa – fatwa yang keluar tidak bermutu dan tidak ada yang mendengarkan.
    ————-

  • 83
    kucing
    August 3rd, 2006 11:41

    Ada bukunya :

    [b]”SALAFI sebuah fase sejarah bukan Mahzab”[/B]
    karya Said Ramadhan al Bbuthi
    penerbit Gema insani Press

  • 84
    amman
    August 4th, 2006 03:35

    waaaah jadi lucu yah para ahli fisika yg bukan ahli sebenarnya….malah jadi sama sekali gak ilmiah…malah bahas fitnahan terhadap wahabi ,salafi dll,….padahal awalnya bahas tentang matahari….

    bener-bener gak ilmiah… dan merasa bener sendiri…

    fitnahan2 dan bukunya al buthi itu sendiri sudah dibantah semua…

    sekarang tinggal siapa nih yang mau membantah bukunya ahmad sabiq tentunya dengan ilmiah…jgn cuman menang congor doank nuduh sombong, fitnah sana sini dst…ini tantangan buat ahli fisika…buktiin donk dengan ilmiah…klo ngikut teori2 doank semua orang juga bisaa..buat teori..

  • 85
    abdullah
    August 4th, 2006 03:46

    Tanya:
    Menurut al-Qur’an dan as-Sunnah, yang benar matahari mengelilingi bumi ataukah sebaliknya? Jazakallahu khairan

    Untuk menjawab pertanyaan ini, kami nukilkan fatwa Syaikh al-Utsamin mengenai permasalahan tersebut, serta petunjuk Syaikh mengenai pelajaran geografi yang mengajarkan bahwa malam dan siang adalah akibat peredaran bumi mengelilingi matahari.
    Syaikh al-Utsaimin berkata,
    Kesimpulan pendapat kami mengenai rotasi bumi adalah bahwa dia termasuk perkara yang tidak ditetapkan atau ditolak oleh al-Qur’an dan as-Sunnah. Yang demikian karena firman Allah I dalam surat Luqman ayat 10 yang dijadikan dalil adanya rotasi bumi, tidak menjelaskan secara nyata tentang hal tersebut.
    “Dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu.” (QS. Luqman:10)
    Sekalipun sebagian orang berdalil dengan ayat ini, (beralasan) bahwa ungkapan “supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu” menunjukkan bahwa bumi bergerak. Seandainya bukan karena gunung tentu apa saja yang ada dipermukaannya telah berguncang (menurut pendapat mereka).
    Mengenai firman Allah I,
    “Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap.” (QS. al-Mu’min:64)
    Juga tidak meniadakan rotasi bumi secara jelas. Karena kestabilan permukaan bumi akibat adanya gunung-gunung telah menjadikannya (seolah-olah) tidak bergerak sekalipun berrotasi.
    Sedangkan pendapat kami seputar revolusi bumi, kami berpegang dengan dzahir al-Qur’an dan as-Sunnah yang menunjukkan bahwa matahari mengelillingi bumi yang berakibat pada adanya malam dan siang; sampai ada dalil pasti yang dapat dijadikan hujjah untuk memalingkan dzahir al-Qur’an dan as-Sunnah kepada pendapat bahwa bumi mengelilingi matahari, dan hal itu belum ada.
    Yang wajib bagi seorang mukmin dalam perkara ini dan selainnya adalah berpegang dengan dzahir al-Qur’an dan as-Sunnah.
    Di antara dalil yang menunjukkan bahwa matahari mengelilingi bumi sehingga berakibat pada adanya malam dan siang adalah firman Allah I,
    “Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri.” (QS. al-Kahfi:17)
    Ada empat gerakan yang disandarkan kepada matahari. Terbit, condong, terbenam, dan menjauh.
    Seandainya malam dan siang adalah dampak dari peredaran bumi terhadap matahari tentu firman-Nya menjadi, “Dan kamu melihat matahari jika nampak permukaan bumi olehnya dia condong ke gua mereka” atau (ungkapan) lainnya.
    Dan telah sah bahwa Nabi r berkata kepada Abu Dzar ketika matahari terbenam. “Apakah engkau tahu kemana dia pergi?” Abu Dzar menjawab, “Allah dan rasulnya lebih mengetahui.” Nabi berkata, “Sesungguhnya dia pergi bersujud dibawah Arsy dan meminta izin lalu diizinkan. Dan dia meminta izin dan tidak diizinkan. Kemudian dikatakan, kembalilah ketempat kamu muncul dan terbenamlah dari arah baratnya.”
    Dalam riwayat ini dijelaskan adanya (gerakan) pergi, kembali, dan terbit. Hal ini menunjukkan bahwa malam dan siang terjadi akibat peredaran matahari mengelilingi bumi.
    Mengenai apa yang dikatakan ahli falaq sekarang ini (bahwa bumi mengelilingi matahari), keterangannya belum mengantarkan kami sampai tingkat yakin, sehingga tidak dapat menolak dzahir al-Qur’an dan as-Sunnah nabi kami.
    Kami sampaikan bagi pengajar pelajaran geografi, jelaskan kepada para murid bahwa dzahir al-Qur’an al-Karim dan as-Sunnah menjelaskan bahwa malam dan siang terjadi akibat dari peredaran matahari terhadap bumi, bukan sebaliknya.
    Jika para murid bertanya, mana yang harus kami ambil, apakah dzahir al-Qur’an dan as-Sunnah atau apa yang mereka (ahli falaq) anggap nyata bahwa (bumi mengitari matahari)?
    Jawabnya, kita mengambil dzahir al-Qur’an dan as-Sunnah, karena al-Qur’an adalah Kalamullah I (ucapan Allah) yang telah menciptakan segala sesuatu, alam beserta segala isinya dan keadaanya, geraknya, dan diamnya. Firman-Nya adalah sebenar-benar perkataan dan paling jelas. Dia menurunkan al-Qur’an sebagai penjelas segala sesuatu. Allah mengabarkan bahwa Dia menjelaskannya kepada hamba agar mereka tidak tersesat. Sedangkan as-Sunnah, ia adalah ucapan utusan Tuhan semesta alam. Makhluk yang paling tahu dengan hukum-hukum dan perbuatan Tuhan-Nya. Tidaklah berbicara tentang hal ini melainkan dengan wahyu dari Allah U, karena tidak ada jalan untuk mengetahuinya melainkan dengan wahyu.
    Pandangan saya –wallahu a’lam– akan datang satu masa dimana para ahli falaq abad bekangan akan saling berbantahan sebagaimana mereka berbantahan mengenai pendapat Darwin seputar asal usul manusia.

    [Majmu Fatawa Wa Rasail Fadilatusy Syaikh Muhammad Bin Shalih al-Utsaimin I/70-72]

  • 86
    abdullah
    August 4th, 2006 03:56

    Gerak Relatif Bumi & Matahari

    Selama ini kita meyakini bahwa Bumi bergerak mengelilingi matahari,
    sama yakinnya dengan para ilmuwan zaman dulu yang menganggap
    Mataharilah yang mengelilingi Bumi. Apa reaksi Anda kalau ternyata
    keyakinan kita itu salah? Ternyata Albert Einstein yang terkenal
    dengan teori Relativitas itu sudah memaparkan penjelasan ini 100
    tahun yang lalu !
    Untuk memahami hal ini, pertama-tama kita harus mengerti
    dulu apa yang dimaksud dengan gerak dalam ilmu fisika. Jika kita
    menyatakan suatu benda bergerak, maka ada benda yang kedudukannya
    berubah relatif terhadap benda lain. Misalnya, pedagang rokok dalam
    kereta api yang bergerak relatif terhadap kereta, kereta bergerak
    relatif terhadap tanah (Bumi), Bumi bergerak relatif terhadap
    Matahari, Matahari bergerak relatif terhadap Galaksi Bintang, dan
    seterusnya.
    Dengan begitu, untuk menyatakan bahwa sesuatu bergerak,
    selalu menyangkut kerangka khusus sebagai acuan. Setiap kerangka yang
    diambil mempunyai keabsahan yang sama, meskipun kerangka yang satu
    bisa lebih memudahkan daripada kerangka yang lain untuk suatu kasus
    tertentu. Semua gerak adalah relatif, tidak ada gerak absolut. Jadi,
    sangat penting disini untuk menentukan suatu kerangka acuan tertentu
    dalam perhitungan fisika.
    Teori Relativitas muncul sebagai hasil analisis konsekuensi
    fisis yang tersirat oleh ketiadaan kerangka acuan universal. Teori
    yang dikembangkan tahun 1905 ini bersandar pada dua postulat. Salah
    satunya, semua hukum fisika sama dalam semua kerangka inersial.
    Postulat ini menyatakan ketiadaan kerangka acuan yang universal. Jika
    hukum fisika berbeda untuk pengamat yang berbeda dalam keadaan
    bergerak relatif, maka kita dapat menentukan mana yang dalam keadaan
    gdiamh dan mana yang gbergerakh dari perbedaan tersebut. Namun,
    karena tidak ada kerangka acuan universal, perbedaan tadi tiada.
    Jadi, apa arti itu semua?
    Kita sah-sah saja menyatakan bahwa Matahari bergerak
    mengelilingi Bumi jika acuannya adalah Bumi. Begitu pula sebaliknya.
    Kalau selama ini kita dipaksa gmengakuih Bahwa Bumilah yang
    mengelilingi Matahari, hal itu disebabkan karena lebih memudahkan
    dalam perhitungan fisika!!

    Sumber Referensi:
    – Buku Modern Physics (Arthur Beiser), terjemahan oleh The
    How Liong, PhD . Penerbit Erlangga
    – Prof.Dr. Parangtopo (mantan Dekan FMIPA Universitas
    Indonesia, pada waktu memberikan sambutan kpd para mahasiswa baru di
    Balairung UI depok pd th 1988)
    – Buku otobiografi Albert Einstein (Penerbitnya saya lupa
    karena bukunya dipinjam oleh teman saya I Nyoman Jamin (Fisika UI 88)
    pada sekitar th 1990-an dan belum dikembalikan sampai sekarang, jika
    anda membaca ini tolong dikembalikan ya)

    Salam Fisika
    Paulus Sugiharto B, S.Si

    diambil dari :INTISARI bulan Mei th 2004 hlm 141, pada kolom FISIKAMANIA

  • 87
    harry
    August 4th, 2006 06:21

    amman – anda sudah baca diskusi-diskusi di posting ini apa belum ? kok malah mengatakan “sekarang tinggal siapa nih yang mau membantah bukunya ahmad sabiq tentunya dengan ilmiah…jgn cuman menang congor doank nuduh sombong, fitnah sana sini dst“.
    “pot calling kettle black”, kata pak john smith.

    abdullah – semuanya memang bisa serba relatif kalau mau dibikin relatif. tapi, kalau kita kembali ke buku yang sedang dibahas, maka jelas penulis melakukan BANYAK kekeliruan-kekeliruan sains.

    silahkan dibaca lagi diskusi-diskusi yang telah ada, trims.

  • 88
    Asis
    August 9th, 2006 06:28

    saya sudah membaca buku tsb.
    Itulah kaum yang katanya pengikut kaum salaf yang tidak melihat tingginya langit dan dalamnya lautan, yang merasa paling benar dan tidak mau disalahkan dan pekerjaannya hanya menyalahkan orang lain tapi tidak pernah mengaku salah jika terbukti bersalah.
    katanya pengikut ulama salaf tapi mengikutinya hanya sepenggal-sepenggal, dan mencari perkataan ulama salaf yang hanya menguntungkan mereka, jika merugikan, mereka tinggalkan, dan sering memakai perkataan ulama untuk menjatuhkan orang lain tanpa melihat dari konteks masalahnya.
    Mereka menganggap semua perkataan sahabat dan ulama sahabat adalah yang paling benar tanpa perlu dibuktikan terlebih dahulu! itulah ciri orang yang dangkal ilmunya, padahal mereka juga manusia yang pasti mempunyai banyak kekurangan dan kekhilafan. terima kasih.

  • 89
    agus triyanto
    August 10th, 2006 06:09

    Kita harus berfikir secara menyeluruh, bukan parsial. Begitu juga dengan mentadaburi ayat-ayat Qur’an dan ayat-ayat Kauniyah. Sebagai contoh ketika kita hanya membacakan ayat yang artinya kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang sholat… akan tetapi tidak dilanjutkan ke ayat berikutnya, tentu akan menjadikan kebingungan seperti saudara pengarang dan pembaca buku ini. Nah, utk itu perlu kita pahami lebih lanjut. Sepertihalnya bumi sebagai hamparan dan langit sebagai atap, tentu sudut pandangnya akan berbeda ketika kita mengeksplorasi secara menyeluruh dunia astronomi. Masih binggung dengan pertentangan-pertentangan di Al-Qur’an??? Begitulah agar manusia yang diberi AKAL untuk mempergunakannya, mungkin bisa melalui eksperimen, dsb…. JANGAN PANTANG MENYERAH utk mengenal ISLAM. Jangan Engaku mati dalam keadaan beragama ISLAM. Selamat mempertahankan ISLAM sepanjang hayat, bak menggenggam panasnya bara api dikepal tanganmu!!!

  • 90
    amman
    August 14th, 2006 08:33

    hey mas harry anda juga sudah baca semua belum diskusi di posting ini, kok segala masalah saddam husein dll dibawa-bawa…

    ahli fisika tuuh yg bawa-bawa saddam husein???

  • 91
    amman
    August 14th, 2006 08:38

    anda juga dangkal ilmunya asis dan merasa benar sendiri, buktinya anda belum membantah buku tersebut baru membacanya saja sudah mengatakan orang lain yang mengikuti buku tersebut dangkal ilmunya. padahal buku tersebut juga sudah membuktikan secara dalil-dalil yang mereka miliki, lantas dimana dalil anda sebagai orang yang tidak dangkal ilmunya??

  • 92
    harry
    August 14th, 2006 08:58

    amman – anda sedang bicara kepada saya, atau hari ?

    sekadar membedakan orang saja belum bisa, kok sudah menuduh dan mengatai bermacam-macam 🙂
    _
    “padahal buku tersebut juga sudah membuktikan secara dalil-dalil yang mereka miliki” — maaf, sampai sekarang belum ada dalil di buku tersebut yang membuktikan klaim penulis. Anda bisa menyatakan begini, bukti/dasarnya apa ?

  • 93
    amman
    August 14th, 2006 09:31

    lah mas harry bukannya anda yang bertanya kepada saya di awal, anda sudah membaca semua posting diskusi di milis ini belum? ternyata anda ketemu khan posting yang “tidak nyambung” dengan nama hari bukan harry.

    yang anehnya adalah anda sendiri menjawab pertanyaan anda dengan suudzon kepada saya sebelum saya menjawabnya.

    “amman – anda sedang bicara kepada saya, atau hari ?
    sekadar membedakan orang saja belum bisa, kok sudah menuduh dan mengatai bermacam-macam”

    saya jawab saya bisa membedakan anda dengan hari.

    maka wajar jika saya bertanya

    “sekarang tinggal siapa nih yang mau membantah bukunya ahmad sabiq tentunya dengan ilmiah…jgn cuman menang congor doank nuduh sombong, fitnah sana sini dst“

    yang jelas saya tidak mengatai anda bermacam-macam, sekarang khan tinggal kita tunggu jawaban dari orang-orang yang membela heliosentris tentunya dengan dalil-dalil yang nyata..dari Al Qur’an dan Hadist.

    kalau anda seorang harry sufehmi menyatakan “maaf, sampai sekarang belum ada dalil di buku tersebut yang membuktikan klaim penulis” itu terserah anda …kalau anda tidak mempercayai sekian banyak ayat dan hadist yang dibawakan oleh penulis.

    bahkan melecehkan penulis dengan mengatakan “Apalagi penafsiran ngawur dari banyak ayat Qur’an, seperti di dalam buku ini”

    kalau anda sekedar mengkritik kata “kepastian” itu saya sendiri setuju hal itu. tapi saya sendiri hudznudzon penulis menuliskan kata tersebut karena dia meyakini kepastian dari Al Qur’an dan Hadist yang dia kutip. adapun jika anda mau membantahnya silahkan dengan Al Qur’an dan Hadist pula yang mendukung tentang Heliosentris.

    disini sudah banyak yang menerangkan secara fisika tentang relatifnya dua teori tersebut (geosentris maupun heliosentris)

    dan pendukung geosentris sudah menyertakan dalil-dalilnya dari Al Qur’an dan hadist sekarang tinggal para pendukung heliosentris saja menyertakan dalil-dalinya dari Al Qur’an dan hadist pula.

    jangan cuma bisa mengatakan “Apalagi penafsiran ngawur dari banyak ayat Qur’an, seperti di dalam buku ini” sedangkan orang yang berkata sendiri tidak membuktikan mana penafsiran yang benar.

  • 94
    harry
    August 14th, 2006 11:17

    amman – komentar anda tidak nyambung sama sekali :
    .
    ternyata anda ketemu khan posting yang “tidak nyambung”
    .
    kapan saya minta anda untuk mencari posting yang “tidak nyambung” ?
    .
    coba baca lagi komentar saya untuk anda yang pertama
    .
    mengenai ide husnudzon “kalau anda sekedar mengkritik kata “kepastian” itu saya sendiri setuju hal itu. tapi saya sendiri hudznudzon penulis menuliskan kata tersebut karena dia meyakini kepastian dari Al Qur’an dan Hadist“, saya pun juga yakin bahwa niat penulis (insyaAllah) baik. Tapi tetap saja bukan berarti lantas yang ditulisnya pasti akan jadi benar kan ? Namanya juga manusia, pasti tidak bebas dari kesalahan. Dalam kasus ini, kebetulan kekeliruan2nya halus, namun hasilnya menjadi salah total.
    .
    mengenai dalil heliosentris dari Al-Quran — bagaimana kalau ternyata tidak ada? Apa lantas berarti salah? Pembahasan mengenai sinar x-ray juga tidak ada di Quran, apa lantas berarti x-ray itu adalah kebohongan (karena tidak ada dalilnya di Quran) …. ?
    .
    Kita ingat kembali, ilmu Allah itu kalau ditulis semuanya, tidak akan cukup pohon menjadi penanya, dan air laut sebagai tintanya. Karena itu di salah satu komentar sudah ada yang mengingatkan mengenai bahayanya melihat Al-Quran sebagai kitab ilmu pengetahuan – karena utamanya bukan itu. Al-Quran adalah pembimbing umat manusia ke keselamatan dunia akhirat. Bukan buku ensiklopedia / buku pintar serba ada ala Pak Iwan Gayo.
    .
    ketika Al-Quran dipaksakan menjadi kitab ilmu pengetahuan dan kitanya keliru, maka jadinya begini… penafsirannya salah, dan kesimpulannya jadi meleset total dari sunnatullah yang telah berjalan dari dahulu kala (bumi mengelilingi matahari).
    .
    mudah-mudahan menjadi jelas. terimakasih untuk concern-nya.

  • 95
    Kangfiq
    August 18th, 2006 13:54

    Ass! Terima kasih atas komentar temen2. aku sebenarnya tambah binggung. tapi aku sependapat bahwa yang benar adalah menurut Al-Quran dan As-sunnah (tentunya yg shohih).

  • 96
    Abu ahmad
    August 23rd, 2006 00:09

    Assalamualaikum

    Wallohi,saya kira kalau orang2 yahudi wa nasrani tidak percya Al-Qur’an wa Sunnah yang sahih tidak mengapa,tapi kalo kata2 “aq tdk prcy bhwa matahari mengelilingi bumi” itu keluar dr seorang muslim maka aq menyaksikan bhwa imannya kurang,penuh dengan hawa nafsu,jahil!!!Jelas2 disebutkan d dlm Al-Qur’an bhw bumi itu diam,dan matahari itu berjalan!!!Kalo penafsiran Rasulullah dan para sahabat salah maka siapa lg yang mampu menafsirkan Al-Qur’an dgn benar????Telah keluar fatwa dr Syaikh Bin Baz rahimahullah bhwa yang tdk prcy bhw matahari mengelilingi bumi adalah kafir!!!

    Untuk orang2 nasrani:kalian ini aneh,matahari mengelilingi bumi itu adalah dogma gereja sejak berabad2 yg lalu,makanya copernicus dgantung gr2 membuat teori yg bertentangan dgn kitab suci mrk(injil).Jangan2 kalian ini ateis berkedok nasrani ya,tobatlah kalian dan masuk kpd agm yang HAQ(ISLAM)

  • 97
    harry
    August 23rd, 2006 03:50

    Abu Ahmad :
    .
    Jelas2 disebutkan di dlm Al-Qur’an bhw bumi itu diam,dan matahari itu berjalan!!!
    .
    Anda tidak menyebutkan dalil, jadi saya ambil contoh Yasin:38.
    Statement Anda memang benar, kalau dari perspektif relatif kita memandang dari bumi.
    .
    Tapi itu juga benar, ketika kita perhatikan bahwa matahari mengorbit pusat galaksi.
    .
    Nah, jadi darimana kita tahu, yang mana yang dimaksudkan oleh Yasin:38 ?
    .
    Anyway, Yasin:38 TIDAK menafikan bumi mengelilingi matahari, namun hanya mengatakan bahwa matahari beredar di jalurnya.
    Kalau kemudian ada yang (dengan sombong dan/atau bodohnya) berani mengatakan bahwa matahari mengelilingi bumi DAN menisbatkannya kepada Al-Quran… saya cuma bisa mengingatkan, takutlah kepada azab Allah swt yang maha pedih.
    .
    Telah keluar fatwa dr Syaikh Bin Baz rahimahullah bhwa yang tdk prcy bhw matahari mengelilingi bumi adalah kafir!!!
    .
    Kalau ini benar pendapat kelompok Salafy… saya rasa pantas saja jika sebagian orang berpendapat bahwa Salafy adalah neo Khawarij.
    .
    Wallohi
    .
    Salah satu tanda kebodohan seseorang adalah ketika ybs mudah mengumbar-umbar sumpah,
    apalagi atas nama Allah seperti ini;
    apalagi ketika sebetulnya sumpahnya itu didasarkan atas sesuatu yang sangat lemah dasarnya.
    .
    Mudah-mudahan kita semua bisa menghindari dari terjerumus kepada ini, Amin.

  • 98
    Abu Ahmad
    August 26th, 2006 16:46

    Kalau penafsiran ulama salaf yang menyatakan bahwa bumi itu diam dan matahari yang bergerak mengelilingi bumi(al hafidz ibnu katsir,al qurthubi,ibnu jarir,ibnu hazm dll) itu salah maka ana minta ahli tafsir dari kalangan ulama terdahulu (ahlussunnah) mana yang menyatakan bumi mengelilingi matahari???WALLOHI TDK ADA SATU ORANGPUN DARI KALANGAN AHLUSSUNNAH YANG BERKATA BUMI MENGELILINGI MATAHARI KARENA MATAHARILAH YANG MENGELILINGI BUMI BERDASARKAN IJMA’ ULAMA AHLUSSUNNAH TERDAHULU MAUPUN YANG SEKARANG!!!!kalau para ahli agama yang paling alim ttg hukum ALLah dan Rasul-NYa berijma lalu ada orang yg mengingkarinya mk trkena ancama Allah dlm surat annisa:115.saya ingatkan kpd orang2 yg mencela para ulama besar spt syaikh bin baz,syaikh utsaimin,syaikh fauzan dan ulama2 ahlussunnah lainnya untuk segera bertobat,tidak ada seorangpun ahli bid’ah kcuali membenci ahli hadits(telah diriwayatkan dr abi hatim).Barangsiapa bersumpah dengan selain nama ALLAH maka ia telah berbuat syirik atau kufur(HR>ABU DAWUD,disahihkan Syaikh Al-Albani).Menghina para masyayikh dengan sbutan wahabi sesat padahal tidak tahu apa itu wahabi,memang yang menghina mereka wahabi sesat hanya dr kalangan ahlul bid’ah tidak tahu diri,semoga Allah mempertemukan kalian para penghina ulama penegak sunnah dengan masyayikh yang kalian hina di akhirat nanti dimana kalian menyesali semua perkataan kalian dan tdk berguna lg pnysalan kalian,Ijma’ Ulama akan kafirnya orang yang mengingkari walaupun hny satu ayat alquran sdh dsbtkan d kitab2 ulama ahlussunnah,makna akan matahari mengelilingi bumi sdh dspakati ulama ahlussunah maka mengingkarinya sdh jelas kafirnya apbla tlah tegak iqomatul hujjah dan samahatusy syaikh ibnu baz tdk pernah menyelisihi ijma’ wlawpun sekali.

  • 99
    harry
    August 27th, 2006 08:42

    WALLOHI TDK ADA SATU ORANGPUN DARI KALANGAN AHLUSSUNNAH YANG BERKATA BUMI MENGELILINGI MATAHARI
    .
    Kalau saya (ahli komputer) mengatakan bahwa Anda menderita sakit kanker dan besok akan meninggal, Anda percaya atau tidak ?
    Jika Anda pintar, tentu Anda tidak akan langsung percaya, dan akan menuntut bukti-buktinya terlebih dahulu.
    Lha orang komputer kok memberi fatwa soal kedokteran.
    .
    Demikian juga dengan kasus ini – karena hal ini sudah menyangkut (paling tidak) 2 disiplin ilmu, yaitu ilmu agama dan ilmu astronomi; maka fatwa soal ini tidak bisa diterima kalau belum dikonsultasikan dengan pakar dari kedua disiplin ilmu ini.
    .
    Yang terjadi dahulu, para ahli astronomi memang belum tahu bahwa bumi lah yang mengelilingi matahari. Karena itu ketika ditanya para ulama, mereka bilang demikian, dan tidak menyalahi teks ayat. Maka ulama ahlussunnah zaman dahulu bisa berfatwa bahwa matahari yang mengelilingi bumi; karena ilmu astronomi zaman dahulunya pun belum mendapatkan fakta yang sebenarnya.

    Yang terjadi sekarang, ahli astronomi sudah menemukan bahwa ayat kauniyah nya adalah bumi mengelilingi matahasi.
    Namun, anehnya, ulama2 Wahabi lebih memilih untuk taqlid buta, dan berpegang teguh kepada fatwa yang sebetulnya keliru.
    .
    Apakah karena sudah Wahabi maka pasti 100% benar ? Jangan sombong begitu lah. Nabi saw pun pernah keliru.
    Kok bisa-bisanya umatnya yang di akhir zaman ini, yang lebih dekat dengan Dajjal daripada dengan Nabinya, malah mengaku lebih hebat daripada beliau.
    .
    Inna lillaahi wa inna ilaihi roji’un.

  • 100
    hamba Allah
    August 28th, 2006 04:48

    Assalamu’alaikum wr.wb.

    Ahmad Sabiq, pengasuh Ponpes Al Furqon Sedayu, Gresik, berpendapat bahwa matahari mengelilingi bumi, bukan bumi mengelilingi matahari seperti dalam astronomi yang dianut selama ini.

    Menurut dia, pendapat itu didasarkan pada tafsir sekitar 20 ayat Alquran dan puluhan hadis. “Dari ayat-ayat Alquran dan hadis tersebut jelas diterangkan bahwa sebenarnya matahari yang mengelilingi bumi,” kata dia dalam seminar sehari di SMA Muhamamdiyah Babat kemarin.

    Menurut dia, dari tafsir Alquran dan hadis ada empat hal yang menguatkan teorinya tersebut. Yakni, adanya dalil bahwa bumi diam atau tidak bergerak, dalil bahwa matahari bergerak, kesepakatan para ulama terkait dua hal tersebut, dan realita secara kasat mata bahwa matahari bergerak.

    Sabiq telah menulis teorinya itu dalam sebuah buku berjudul Matahari Mengelilingi Bumi. Buku berisi 202 halaman itu telah tiga kali dicetak dan beredar 9.000 buah.

    Terkait teori Sabiq tersebut, dosen pascasarjana bidang Ilmu Fisika ITS Surabaya Agus Purwanto menyatakan belum bisa membenarkan atau menyalahkan. “Kalau dipandang dari sudut keilmuan, semua teori baru wajib dihormati. Tapi, untuk mengakuinya perlu pembuktian secara ilmiah lebih lanjut,” terang dia yang juga menjadi penyaji dalam seminar tersebut.

    Sedangkan untuk teori Sabiq, menurut doktor alumni Hiroshima University, Jepang, itu, pembuktian ilmiahnya bisa dilakukan oleh para pakar astronomi (terutama muslim). “Teori itu diperoleh dari tafsir dan bahasa, sehingga perlu dilanjutkan pembuktian secara ilmiah dari sudut ilmu astronomi. Kalau dari hasil pembuktian itu ternyata benar, tentu saja teori tersebut akan menggemparkan dunia,” katanya.

    Dan satu lagi yang aku tau,
    salafy memang bukan sebuah mahdzab, ketika anda mengatakan bahwa orang salaf adalah fanatik golongan, itu adalah anggapan yang tidak benar,sebab ilmu yang dipelajari disana adalah sesuai dengan Al Quran dan AsSunnah menurut pemahaman generasi shalih (shahabat),dan besar kemungkinan yang anda lihat adalah karena faktor manusiawinya semata,coba berilmu terlebih dahulu sebelum mengatakan apa-apa tentang sesuatu karena itu semua akan dimintai pertanggungjawaban di hari akhir. Dan perlu diketahui bagi saudara-saudara muslim sekalian,banyak memang orang mengaku sebagai seorang salaf namun dia belum mengamalkan ajaran tersebut dengan baik,dan diantara mereka banyak sekali versi dakwah yang diambil sebagai pegangan ;ada yang keras, , ada yang tegas tapi dengan penuh adab menyampaikan kebenaran tersebut. cobalah kita jangan saling mencaci sesama terutama sesama kaum muslimin. mari kita belajar menghargai orang lain dalam semua hal. bila kita tidak sependapat dengan mereka alangkah bijaksananya bila kita tetap menghargainya dan bila mereka benar-benar salah dengan bukti yang kita miliki (tidak sekedar anggapan semata) silahkan diperbaiki dengan cara yang baik (ma’ruf), tidak dengan cara debat kusir seperti ini, karena bila ada suatukesalahn,memperbaikinya adalah kewajiban kita semua, sungguh bila debat kusir ini dilakukan ,tidak ada bedanya kita dengan orang-orang jahil/yang berpengetahuan tapi tidak paham. Astaghfirullah. Ampuni kami ya Allah…

    Salah/benar hanya Allah yang tau, kalau memang teori ini nantinya benar-benar terbukti,apakah saudara-saudara sekalian tidak malu??? Karena sesungguhnya kita tidak tahu dimana kebenaran itu berada. Cobalah kita semua berilmu dahulu sebelum berkata dan beramal. Mari bersama mencari kebenaran Allah!! Fastabiqul Khairat!

    Wassalamu’alaikum wr.wb

  • 101
    harry
    August 29th, 2006 02:30

    Terkait teori Sabiq tersebut, dosen pascasarjana bidang Ilmu Fisika ITS Surabaya Agus Purwanto menyatakan belum bisa membenarkan atau menyalahkan
    .
    Lha ya soal astronomi ditanya ke ahli fisika… wajar saja kalau beliau dengan jujur mengatakan tidak tahu.
    .
    Ini justru jauh lebih baik, daripada yang tidak tahu namun malah sok tahu.
    .
    ketika anda mengatakan bahwa orang salaf adalah fanatik golongan, itu adalah anggapan yang tidak benar,sebab ilmu yang dipelajari disana adalah sesuai dengan Al Quran dan AsSunnah
    .
    Agak sulit untuk tidak mendapat kesan demikian (fanatisme buta Salafy), apalagi setelah membaca kutipan-kutipan seperti ini :
    Telah keluar fatwa dr Syaikh Bin Baz rahimahullah bhwa yang tdk prcy bhw matahari mengelilingi bumi adalah kafir
    .
    kalau memang teori ini nantinya benar-benar terbukti,apakah saudara-saudara sekalian tidak malu???
    .
    Kenapa harus malu? Saya berusaha mencari kebenaran dengan ikhlas, dengan tujuan ridha Allah swt. Bukan untuk mencari ketenaran (atau menghindari dari dipermalukan di depan umum). Mana yang benar, itu yang akan saya ambil. Walaupun karenanya saya akan menjadi tertawaan (atau caci maki) orang lain.
    .
    Dan sejauh ini, semua bukti yang telah dipaparkan disini jelas sudah membuktikan bahwa bumi lah yang mengelilingi matahari.
    .
    Sedangkan dari pihak kontra sejauh ini cuma berkomentar tanpa bukti ilmiah dan/atau dalil yang kuat.
    Atau malah mengulang-ulang komentar / caci maki yang sama, sehingga terkesan malas membaca diskusi / dalil-dalil yang sudah dijelaskan sebelumnya. Walhasil, posting ini menjadi posting pertama di blog saya yang menembus angka 100 buah komentar; walaupun saya justru merasa agak sedih karenanya…
    .
    cobalah kita jangan saling mencaci sesama terutama sesama kaum muslimin
    .
    Semoga nasihat ini bisa kita semua amalkan dengan baik, trims.

  • 102
    Dija
    August 29th, 2006 02:41

    Assalamu’alaikum,
    Permisi numpang lewat …. Rame juga diskusinya.
    Cuma lucunya kok pada ributin yang “tidak kita ketahui dengan pasti”. Yang jelas buat ane, apa yang dibilang Quran itu pasti benar. Masalahnya soal “pembuktian” itu yang relatif. Kemungkinan bisa salah, agak salah, tengah2 -antara salah dan benar, agak benar dan benar. Nah sekarang kite-kite apa dah pernah keluar bumi ato keluar alam semesta ato tata surya untuk melihat yang sebenarnye? Kite-kite gimana mau lihat rumah kita lengkap tampak depan, samping, atas, bawah, kalo kitenye pada diem aja di dalam rumah. Yang pergi ke bulan dan yang bahas bumi kite bunder, agak lonjong, katenye planet ke 3 dari matahari juge belum tentu pernah tuh keluar angkase. Boro-boro luar angkase… Copernicus, Galileo pasti belon pernah ke Indonesie.
    Dari pade kite bebantahan kayak begini. Tunggu aje tanggal maennya… besok di akhirat kite puas-puasin dah tanya ame yang Maha Kuasa…. yang bener itu nyang mane…
    Masalahnye… waktu kite bertanya… kite campur ame orang-orang yang di nerake ato yang di surga?
    Udah deh… yang pasti itu Apa yang ada di Quran itu bener, nah yang ada di kepala kite-kite itu bisa bener bisa salah.
    Wassalam,

  • 103
    amman
    August 30th, 2006 07:08

    Assalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh. saya tanggapi lagi sekaligus akhiri koment saya di blog ini.

    Kalau anda katakan saya gak nyambung, justru salah saya sedang menyambungkan anda dengan komentar yang saya tulis di awal.

    “amman – anda sedang bicara kepada saya, atau hari ?
    sekadar membedakan orang saja belum bisa, kok sudah menuduh dan mengatai bermacam-macam”

    Baru nyambung khan…. saya tidak sedang berbicara dengan anda di komentar awal, kok anda menuduh saya tidak bisa membedakan orang dan mengatai bermacam-macam?? yang mengatai itu siapa mas herry? bukannnya anda (Harry yang bukan ahli tafsir) namun mengatakan “Apalagi penafsiran ngawur dari banyak ayat Qur’an, seperti di dalam buku ini”

    apa ini bukan mengatai orang ngawur? tanpa penjelasan?

    dan hari (bukan harry) yang berkomentar mengatai-ngatai wahabi salafy dll tanpa kaitan dengan bahasan ini? kenapa anda tidak tegur dia mas harry? atau anda sefaham dengan dia dalam ketidak ilmiahannya?

    Kemudian anda (Harry yang bukan hari) berkomentar:

    “mengenai dalil heliosentris dari Al-Quran — bagaimana kalau ternyata tidak ada? Apa lantas berarti salah? Pembahasan mengenai sinar x-ray juga tidak ada di Quran, apa lantas berarti x-ray itu adalah kebohongan (karena tidak ada dalilnya di Quran) …. ?”

    dari pendapatnya ini terlihat jelas mas harry tidak memahami apa yang disebut hal ghaib di dalam Islam.silahkan anda pelajari dulu apa itu yang disebut hal ghaib dalam Islam dan definisi-definisinya, saya jelaskan sedikit kepada anda, bukan dengan maksud menggurui, supaya anda sedikit faham mengapa Ustadz Ahmad Sabiq menulis buku demikian tentang Matahari

    * Secara Bahasa,Kata ghaib adalah bentuk masdar dari kata ghaa-ba, yang berarti setiap yang tidak dapat dicerna oleh panca indera, baik yang DIKETAHUI atau tidak.

    * Secara Istilah (Syar’i) ,Beriman kepada yang ghaib adalah percaya kepada segala sesuatu yang tidak dapat dijangkau oleh panca indera dan tidak bisa dicapai oleh akal biasa, akan tetapi hanya dapat diketahui berdasarkan WAHYU (khabar) yang diterima oleh para nabi dan rasul.

    jadi ILMU PENGETAHUAN tentang matahari, bumi, beredar dll mungkin kita KETAHUI namun itu masih merupakan hal yang ghaib bagi kita, karena kita belum bisa MELIHATNYA LANGSUNG BEREDAR. kita baru mengetahui secara teori saja baik yang heliosentris maupun geosentris.

    adapun sinar x-ray yang anda nyatakan, bukanlah hal yang ghaib karena sudah anda buktinya dan anda sendiri bisa melihatnya langsung di dunia ini, sedangkan untuk hal diatas APA ANDA MELIHAT LANGSUNG BUMI BEREDAR MENGELILINGI MATAHARI? atau anda hanya berdasarkan teori manusia saja yang bisa salah?

    silahkan anda jawab sendiri….masalah tersebut termasuk hal yg ghaib bukan untuk kita? dan sebagai seorang muslim bagaimana seharusnya sikap kita terhadap hal yang ghaib…sudah sedikit saya jelaskan dalam definisi diatas. jadi kata-kata koment anda dibawah ini sama sekali tidak tepat

    “Dan sejauh ini, semua bukti yang telah dipaparkan disini jelas sudah membuktikan bahwa bumi lah yang mengelilingi matahari.”

    anda belum membuktikan secara dalil? yang itu dibutuhkan dalam keimanan terhadap yang ghaib dalam definisi Islam. jadi jelas khan kenapa Ustadz Ahmad Sabiq menulis buku demikian tentang hal tersebut dengan dalil-dalil dari Al Qur’an dan Sunnah” karena dalam Islam itu termasuk definisi hal yang ghaib”.

    sayangnya kemudian dengan mudahnya Mas Harry mengatakan.

    “ketika Al-Quran dipaksakan menjadi kitab ilmu pengetahuan dan kitanya keliru, maka jadinya begini… penafsirannya salah, dan kesimpulannya jadi meleset total dari sunnatullah yang telah berjalan dari dahulu kala (bumi mengelilingi matahari)”

    yang sedang memaksakan AlQur’an siapa mas harry?? kemudian mas harry langsung menyatakan “penafsiran salah”?? apa anda ahli tafsir mas harry?? kok kemudian anda kembali mengulangi pernyataan anda seperti di awal? >>“Apalagi penafsiran ngawur dari banyak ayat Qur’an, seperti di dalam buku ini”

    maaf saya ingatkan anda disini…secara langsung karena anda sendiri yang menyatakan di koment ini.

    “Kenapa harus malu? Saya berusaha mencari kebenaran dengan ikhlas, dengan tujuan ridha Allah swt. Bukan untuk mencari ketenaran (atau menghindari dari dipermalukan di depan umum). Mana yang benar, itu yang akan saya ambil. Walaupun karenanya saya akan menjadi tertawaan (atau caci maki) orang lain.”

    karena anda sendiri bertentangan dengan kata-kata anda
    “Atau malah mengulang-ulang komentar / caci maki yang sama,”….cobalah kita jangan saling mencaci sesama terutama sesama kaum muslimin”

    yang mencaci maki sesama muslim di awal siapa mas harry??? tolong anda jawab itu…..? apa ketika ada orang yang sefaham dengan anda mencaci maki salafy (lihat koment hari, asih) memfitnah dgn tuduhan wahabi dll anda anggap itu bukan caci maki?

    atau anda yang bukan ahli tafsir dan juga bukan ahli astronomi atau fisika kemudian menghukumi ustadz Ahmad Sabiq dengan kata-kata “”penafsiran salah”,“Apalagi penafsiran ngawur dari banyak ayat Qur’an, seperti di dalam buku ini” ataupun yang lebih kasar lagi “Its Suck”…..

    sikap ini jauh sekali dari sikap ilmiah dan kesadaran diri sebagai seorang “ahli komputer” bukan ahli tafsir ahli fisika ataupun astronomi.

    mungkin suatu saat ada yang membaca web ini yang dia tidak mengerti komputer alias awwam kemudian membuat reviews “harry sufehmi web” Its suck.. itukah yang anda inginkan? dan itukah bagian dari sikap ilmiah anda?

    kemudian anda melabeli ulama “wahabi” (silahkan anda baca dan cari sendiri siapa yang melabeli ulama-ulama salafi dengan istilah “wahabi”) dan apa maksud mereka mengganggap demikian.

    termasuk kata-kata anda juga disini

    “Apakah karena sudah Wahabi maka pasti 100% benar ? Jangan sombong begitu lah. Nabi saw pun pernah keliru”

    anda tentu punya bukunya, anda bisa liat bagaimana Ustadz Sabiq memulai buku itu dengan khutbatul hajjah bahwa kebenaran dari Allah…dan beliau sendiri sudah menyatakan siap menerima kritik dan saran..artinya tuduhan anda bahwa wahabi maka pasti 100% benar jelas keliru.

    dan yang terjadi sekarang adalah seorang muslim awwam yg ahli komputer namun bukan ahli tafsir atau astronomi menlecehkan buku seorang ustadz dengan mengatakan ” Its Suck”

    maka wajar saya tanggapi dengan cara gak ilmiah (bukan untuk mas harry awalnya)….cuma untuk memancing dan mengungkap siapa yang tidak ilmiah sebenarnya disini.

    mudah-mudahan anda sendiri menyadarinya. dan mengamalkan kata-kata anda sendiri, tanpa standar ganda tentunya.

    saya kutipkan kata-kata anda dibawah ini :
    “cobalah kita jangan saling mencaci sesama terutama sesama kaum muslimin

    Semoga nasihat ini bisa kita semua amalkan dengan baik, trims.”

    terimakasih nasihatnya mas harry sufehmi,

    saya bawakan ayat dan hadist nabi dibawah ini, mudah-mudahan kita bersama-sama bisa menerimanya dengan sami’na wa atho’na.

    Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa ( Al Ma’idah : 8 )

    “Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan“ [QS Ash – Shaff : 2-3)

    “Janganlah kamu bersumpah dengan nama nenek moyangmu! Barangsiapa bersumpah dengan nama Allah supaya berkata benar, dan barangsiapa yang diberi sumpah dengan nama Allah hendaklah ia rela (menerimanya). Barangsiapa yang tidak rela maka lepaslah dia dari Allah.” (HR Ibnu Majah dengan sanad hasan)

    Wallahu a’lam

  • 104
    harry
    August 31st, 2006 03:54

    dan hari (bukan harry) yang berkomentar mengatai-ngatai wahabi salafy dll tanpa kaitan dengan bahasan ini? kenapa anda tidak tegur dia mas harry? atau anda sefaham dengan dia dalam ketidak ilmiahannya?
    .
    Saya sudah baca lagi posting ybs [ disini ], dan tidak ada bedanya dengan posting Abu ahmad [ disini ] – sama-sama menuduh pihak lawannya sebagai sesat.
    .
    atau anda sefaham dengan dia dalam ketidak ilmiahannya?
    .
    Note, komentar orang lain muncul di diskusi ini bukan lantas berarti saya setuju dengan pendapat ybs. Saya mencoba untuk tidak mensensor komentar2 yang muncul disini; kecuali jika sudah SARA / fitnah / melabeli sesat / dll.
    .
    Saya tidak tegur hari karena tudingan sesatnya terlewat ketika saya speed reading komentarnya. Tapi saya setuju bahwa tidak pantas jika kita melabeli sesama muslim sebagai sesat/kafir. Karena sekarang sudah terlalu jauh untuk menanggapinya, maka kata-kata yang tidak pantas di komentarnya sudah saya coret.
    Terimakasih untuk notifikasinya.
    .
    anda tentu punya bukunya, anda bisa liat bagaimana Ustadz Sabiq memulai buku itu dengan khutbatul hajjah bahwa kebenaran dari Allah…dan beliau sendiri sudah menyatakan siap menerima kritik dan saran..artinya tuduhan anda bahwa wahabi maka pasti 100% benar jelas keliru.
    .
    Konteks komentar tersebut jangan dipelesetkan seperti itu dong. Komentar tersebut adalah respons dari kepongahan Abu ahmad pada komentarnya [ disini ] – bukan diarahkan kpd Ahmad Sabiq.
    .
    Coba dibaca lagi komentar ysb dengan kepala dingin, mudah-mudahan jadi terlihat bagaimana arogannya sikap ybs terhadap pihak yang berpendapat berbeda dengan kelompok ybs:
    .
    makna akan matahari mengelilingi bumi sdh dspakati ulama ahlussunah maka mengingkarinya sdh jelas kafirnya
    .
    Hanya gara-gara berbeda menafsirkan Quran (pada topik NON akidah), dengan alasan ilmiah yang solid padahal; maka kami menjadi kafir ?
    Apa ini bukan sombong namanya ?
    .
    dan yang terjadi sekarang adalah seorang muslim awwam yg ahli komputer namun bukan ahli tafsir atau astronomi menlecehkan buku seorang ustadz dengan mengatakan ” Its Suck”
    .
    Maaf, saya selalu berusaha agar bahasa Inggris saya tidak sucks sampai sekedar menuliskan “It sucks” saja keliru. (lalu dinisbatkan pula kepada saya, alamak)
    .
    menlecehkan buku seorang ustadz
    .
    Saya dikasus ini mengatakan apa adanya; yaitu Ahmad Sabiq (dan berbagai ulama lainnya) telah bertindak sok tahu ketika menyatakan bahwa “matahari mengelilingi bumi” adalah “sebuah kepastian al-Qur’an dan kami sertakan pula bukti-bukti dan fakta-fakta pendukungnya.
    Kalau Anda katakan saya telah melecehkan karena saya menggunakan kata “sok tahu”, maka terus terang saya bingung untuk memilih kata yang lainnya, karena memang itu kenyataannya…
    .
    Sedangkan kelompok Salafi saya lihat juga sangat amat sering melakukan ini, malah sampai menggunakan berbagai kata-kata yang SANGAT kasar seperti KAFIR, SESAT, dll. Dan seringkali, seperti yang bisa kita baca sendiri di halaman ini, caci-maki tersebut ternyata tanpa dasar yang kuat.
    .
    Sekarang, silahkan Anda pertimbangkan sendiri.
    .
    mengenai dalil heliosentris dari Al-Quran — bagaimana kalau ternyata tidak ada? Apa lantas berarti salah? Pembahasan mengenai sinar x-ray juga tidak ada di Quran, apa lantas berarti x-ray itu adalah kebohongan (karena tidak ada dalilnya di Quran) …. ?

    dari pendapatnya ini terlihat jelas mas harry tidak memahami apa yang disebut hal ghaib di dalam Islam.silahkan anda pelajari dulu apa itu yang disebut hal ghaib
    .
    Lah kok konteksnya dibelokkan.
    .
    Awalnya saya sedang menjawab pertanyaan Anda [ disini ] :
    adapun jika anda mau membantahnya silahkan dengan Al Qur’an dan Hadist pula yang mendukung tentang Heliosentris.
    .
    Maka saya jawab seperti terlampir diatas, menunjukkan kekeliruan logika Anda berdasarkan Quran (Lukman:27 ?), bahwa ilmu Allah itu kalau ditulis semuanya, tidak akan cukup pohon menjadi penanya, dan air laut sebagai tintanya (dan juga telah ditulis disini sebelumnya).
    Allah swt sendiri yang telah memperingatkan kita untuk tidak terjerumus pada hal yang telah dilakukan oleh Ahmad Sabiq dan berbagai ulama salafy lainnya ini. Afala ta’qiluun ?
    .
    Tapi, kemudian Anda malah membelokkannya ke hal ghaib ! Halo mas, Anda membuat statement logika yang ngawur bahkan ketika ditilik berdasarkan Quran (!), lalu ketika diluruskan Anda malah membelokkan ke topik yang lain.
    Ini adalah salah satu trik berdiskusi yang tidak jujur, biasanya saya temukan ketika saya berdiskusi dengan Islam-haters (JIL, atheis, dll). Kok ini malah dilakukan oleh kelompok Salafy ?
    .
    jadi ILMU PENGETAHUAN tentang matahari, bumi, beredar dll mungkin kita KETAHUI namun itu masih merupakan hal yang ghaib bagi kita, karena kita belum bisa MELIHATNYA LANGSUNG BEREDAR. kita baru mengetahui secara teori saja baik yang heliosentris maupun geosentris.
    .
    Kok dikenakan kepada kita semua ?
    .
    Mungkin bagi Anda (dan para ulama salafy) masih merupakan hal yang gaib. Tapi bagi banyak ahli falak muslim, mereka sudah melihat sendiri bagaimana bumi MEMANG mengitari matahari.
    .
    Kalau kelompok Anda belum mampu, jangan langsung main asumsi dong bahwa semua orang juga belum mampu. Ini bisa termasuk kepada sombong.
    .
    yang sedang memaksakan AlQur’an siapa mas harry?? kemudian mas harry langsung menyatakan “penafsiran salah”?? apa anda ahli tafsir mas harry??
    .
    Duh, kok hampir semua komentator dari pihak Salafi masih juga bingung kenapa kita bilang bahwa penafsiran Ahmad Sabiq dalam soal ini keliru total…. tolong dibaca lagi ya diskusi yang ada disini.
    Sampai para pakar astronomi muslim pun sudah muncul untuk mengkoreksinya. Tolong jangan sia-siakan waktu yang telah mereka luangkan untuk membantu meluruskan sesama saudara muslimnya.
    .
    Singkatnya; kalau penafsiran dalam soal agama, jangan tanya saya. Tapi ketika sudah mencakup bidang lainnya; seperti astronomi dalam hal ini, maka tolong diskusi juga lah dengan ahlinya.
    .
    Karena, dan saya kira Anda juga akan setuju, menafsirkan Al-Quran tanpa ilmu adalah suatu kejahilan, dan bisa menjadi kezaliman.
    .
    Akhirul kalam, saya mengucapkan terimakasih atas nasihat Anda berikut ini, yang saya coba selalu ingat ketika saya menuliskan reply ini :
    .
    Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa ( Al Ma’idah : 8 )
    .
    Jazakumullah khairan katsira.

  • 105
    abu ahmad
    August 31st, 2006 13:30

    sebenarnya antum ngomong ngalor ngidul tentang salafy dan wahabi tapi tw ga itu apa?

    ana ngeliat antum tidak punya hujjah dr para ulama salaf,malah berfilsafat segala

    ijma’ ulama ahlussunnah adalah dalil yang tak terbantahkan,melanggar ijma berarti terkena ancaman pd ayat 115 surah annisa!!!

    antum lebih berpegang teguh pada pendapat ahli falak drpd ahli tafsir ini benar2 kslhn fatal,betapa banyk teori ahli sains yang batil seperti teori evolusinya darwin lalu apakah menjdkn si darwin ini benar,sesungguhnya kt ini disuruh mengikuti sahabat oleh ALLAH dlm surat at-taubah 100(bc dulu ya),lalu pd surat annisa 115 pun bgt(kaum mukminin yg dsbut dstu adlh shbt

    para shbt,tabi’in dst dr kalangan pengikut sunnah berijma’ lalu ada org jahil yg berpendapat lain,sdh pst kt mengmbil pndpt dr kesepakatan ahli ilmu!!!

    Telah berkata Imam Ibnu Khuzaimah:
    “Barangsiapa yang tidak menetapkan sesungguhnya Allah Ta’ala di atas ‘Arsy-Nya Ia istiwaa di atas tujuh langit-Nya, maka ia telah kafir dengan Tuhannya…”.
    (Riwayat ini shahih dikeluarkan oleh Imam Hakim di kitabnya Ma’rifah “Ulumul Hadits” hal : 84).

    Imam Abu Hanifah berkata :
    “Barangsiapa yang mengingkari sesungguhnya Allah berada di atas langit, maka sesungguhnya ia telah kafir”.
    Adapun terhadap orang yang tawaqquf (diam) dengan mengatakan “aku tidak tahu apakah Tuhanku di langit atau di bumi”. Berkata Imam Abu Hanifah : “Sesungguhnya dia telah ‘Kafir !”.
    Karena Allah telah berfirman : “Ar-Rahman di atas ‘Arsy Ia istiwaa”. Yakni : Abu Hanifah telah mengkafirkan orang yang mengingkari atau tidak tahu bahwa Allah istiwaa diatas ‘Arsy-Nya.

    lhtlah imam2 yg sy kutip pendapatnya saat mengkafirkan seseorang,apakah antum akan menuh mereka WAHABI SESAT!!!

    saat para ulama mengkafirkan seseorang,atau mencap pemikiran seseorang kufur itu hanya krn hal yg sgt jelas spt mengingkari ayat alqur’an,mengingkari hadis mutawatir,menghalalkan suatu dosa yg tlh jlas hkmny dll,mengingkari ijma’ dan setelah tegak iqomatul hujjah!!!

    taubatlah ya akhi antum telah melecehkan pr penegak suunah dgn kata2 yg keji(al ustadz ahmad sabiq,syaikh bin baz dll)

  • 106
    Ichsanmufti
    August 31st, 2006 14:00

    Assalamu’alaikum
    Sepertinya penulis blog ini pada awalnya sudah sinis dan anti dengan para salafiyun. Coba lihat salah satu tulisan dia pada blog ini (http://harry.sufehmi.com/archives/2004-12-06-767/). Dia langsung menyimpulkan bahwa salafiyun memiliki ‘keparahan’. Jelas hanya tuduhan kosong karena sampai saat ini dia tidak mampu menjelaskan dengan ilmiah, hanya dilandasi sinisme dan antipati thok! sebaiknya Anda ketemu langsung dengan penulis buku “Matahari Mengelilingi Bumi” tersebut biar sama-sama lega, karena tidak akan selesai di sini, karena disini anda hanya melepaskan urat sinis Anda saja. Gimana mau bertemu beliau? silahkan siapkan segudang data ilmiah Anda.

  • 107
    harry
    August 31st, 2006 14:28

    Sepertinya penulis blog ini pada awalnya sudah sinis dan anti dengan para salafiyun. Coba lihat salah satu tulisan dia pada blog ini (http://harry.sufehmi.com/archives/2004-12-06-767/
    .
    Sebetulnya awalnya sih tidak sinis, malah dulu sempat simpati. Saya termasuk yang ngaji dengan ustadz-ustadz salafy generasi awal di Indonesia (yang sekarang justru sudah dicaci maki oleh salafi lainnya, aneh. Berkelahi kok doyan amat, seperti preman saja).
    .
    Tapi kalau dengan salafi-salafi yang membaca saja tidak becus (seperti Anda), memang jadi susah untuk tidak sinis ya 🙂
    .
    Coba baca lagi posting saya yang Anda cantumkan itu baik-baik dan tanpa prasangka buruk. Anda akan temukan bahwa saya justru membela Salafi disitu.
    .
    Kok ngaku ilmiyah, tapi membaca posting singkat saja tidak beres… sepertinya generasi Salafy yang belakangan ini makin ngawur saja.
    .
    Soal ketemu dengan penulis buku – monggo ! Saya justru akan berterimakasih jika Anda bisa menghubungkan saya dengan ybs. Terimakasih sebelumnya.

  • 108
    harry
    August 31st, 2006 15:04

    abu ahmad :
    .
    ijma’ ulama ahlussunnah adalah dalil yang tak terbantahkan, melanggar ijma berarti terkena ancaman pd ayat 115 surah annisa!!!
    .
    Enak juga ya… gini saja deh,mulai besok saya ganti nama menjadi Syaikh Harry Sufehmi.
    .
    Lalu saya akan fatwakan bahwa naik bus, motor,dst itu haram. (dengan dalil yang juga ngawur, seperti tidak ada contoh dari Nabi saw, dll)
    .
    Jadi kalau Anda sekalian ada yang naik motor/bis/dll, maka Anda menjadi KAFIR dan SESAT, karena telah melanggar fatwa saya.
    .
    Gimana ? 🙂
    .
    The point is, Ulama juga manusia. Ada yang baik, ada yang jahat. Ada yang pintar, ada yang cuma merasa pintar. Dst.
    .
    Ingat, salah satu wasiat Nabi saw adalah mengenai bahaya su’ul ulama, ulama yang jahat/jelek. Jadi, kita harus SELALU bersikap KRITIS terhadap mereka.
    Kalau tidak, maka Anda telah manganggap ringan kecemasan beliau, dan berarti telah KAFIR 🙂 just kidding on that K-word, ok.
    .
    Kalau masih tidak terima juga — ingat bagaimana doyannya Anda sekalian mencaci maki orang-orang NU karena telah taqlid BUTA kepada para ulamanya. Nah, pada kasus ini, Anda sendiri juga telah bertindak persis sama seperti itu 🙂
    .
    Ada ulama yang keliru karena tidak sengaja, yang seperti ini insyaAllah dimaafkan oleh Allah swt. Tapi tetap saja tidak boleh kita ikuti.
    Namun ada juga yang keliru karena sok tahu, nah ini lah kasus yang terjadi disini.
    .
    ana ngeliat antum tidak punya hujjah dr para ulama salaf
    .
    After all these BS, frankly, I couldn’t care less about them. Kesan yang saya dapat, mereka cuma membuat umat menjadi picik, bodoh, dan bertaqlid BUTA kepada mereka. Menjadi robot, yang tidak bisa berpikir, dan bahkan tidak sadar ketika telah digiring mereka untuk melanggar Al-Quran dan Sunnah.
    .
    Lihatlah diri Anda sendiri. Setelah tuduhan-tuduhan Anda saya bantah dengan jelas, Anda cuma bisa meneruskan kejahilan Anda. Terus cuma mengutip teks tanpa mau berusaha berpikir (kembali terus menentang sabda Allah swt – “afala ta’qilun?”).
    Satu contoh: Anda menggunakan contoh Imam Hanifah dibawah ini:
    .
    Adapun terhadap orang yang tawaqquf (diam) dengan mengatakan “aku tidak tahu apakah Tuhanku di langit atau di bumi”. Berkata Imam Abu Hanifah : “Sesungguhnya dia telah ‘Kafir !”
    .
    Maka saya menggunakan contoh dari Rasulullah saw : http://www.freelists.org/archives/salafy/11-2003/msg00031.html (search “tidak tahu”, dan lihat bagaimana perlakuan Nabi saw terhadap orang yang melanggar perintah karena tidak tahu).
    .
    Bagaimana ini, mengaku Salafi, tapi lebih memilih Ulama daripada Nabi saw …. ? Anda betulan Salafi atau bukan sih ?
    Membaca posting yang sudah ada saja tidak bisa, logikanya pada tidak jalan, hobinya mengata-ngatai orang lain kafir, dst.
    .
    Bagaimana sih generasi Salafi sekarang ini, kok pada seperti ini jadinya ? Ulama Salafi Indonesia generasi awal dulu berbeda sekali dengan Anda, tidak sok tahu dan tidak dengan mudah mengkafirkan seperti begini ini.
    .
    Ada yang bisa membantu menjelaskan kepada saya ? Trims.

  • 109
    hamba Allah
    September 1st, 2006 01:49

    Assalamu’alaikum wr.wb

    Buat saudaraku Harry, mungkin ada sedikit saran aku buat anda. Anda kan pingin ketemu sama penulis buku ini, yang penasaran ANDA kan? Saudara tidak usah menunggu ada orang yang menghubungkan saudara dengan si penulis, karena alasan seperti itu sama halnya saudara enggan bertemu untuk klarifikasi dengan beliau (menurut pengalaman saya kata2 seperti ini hanya dilontarkan oleh orang2 yang pengecut, maaf). Karena dalam persoalan ini si penulis sudah siap sedia menerima saran dan kritik, dan saya yakin saudara Harry pun sudah tau beliau bertempat tinggal dimana. Kenapa saudara harry tidak langsung saja bertemu beliau di Pondok Al-Furqan Gresik saja?????? Kenapa harus mempersulit diri bila saudara ingin mendapatkan kepuasan dan kenapa harus memintanya kepada orang lain yang tidak bersangkutan?????? Bukankah hal ini sangat tidak rasional?????

    O iya, ada sedikit yang mungkin bisa saya beritahu buat saudara Harry, kata ‘KAFIR’ banyak sekali maknanya. Kapan hari saya coba cari literature tentang definisi itu namun alhasil sampai sekarang saya belum sempat menuliskannya di forum ini karena kesibukan saya. Namun sedikit garis besar yang saya tau (semoga kapan hari saya bisa menyampaikannya di forum ini, kalau memang tidak kesampaian saya harap saudara bisa mencari literaturnya sendiri terutama dari pandangan manhaj Salaf biar saudara bisa memahami), kata KAFIR ada 2 makna, ada kafir yang bisa membuat si pelaku keluar dari Islam dan ada kafir yang tidak membuat si pelaku keluar dari Islam. Dan masalah tersebut memang merupakan masalah ikhtilaf (perselisihan pendapat yang masih dalam kategori diperbolehkan karena masing-masing mempunyai hujjah/alasan dalil2 yang sama2 kuat, dan dalam hal ini bukan termasuk pendapat yang jelas2 bathil yang tidak dilandasi dalil yang kuat) diantara para ulama. Dan kita sebagai orang awwam silahkan mengambil pendapat yang menurut kita paling kuat, dan itu pun perlu pemikiran yang jernih tidak asal ‘njeplak’ saja dan mengambil yang enteng2 saja dan menguntungkan bagi kita. Karena semua akan dimintai pertanggungjawaban.

    Dan saya yakin saudara adalah orang yang berpendidikan, setidaknya kalau saudara semasa dididik di sekolah memahami ajaran agama Islam yang diberikan oleh guru saudara, maka saya yakin saudara akan ingat bahwa fatwa ataupun pendapat/ijma’ yang disampaikan oleh seorang ulama bila benar akan mendapat 2 pahala dan bila salah akan mendapat 1 pahala, dan hal tersebut tentunya benar2 sudah dilandasi oleh dalil2 yang sangat kuat menurut si empunya pendapat. Dan pastinya saya yakin saudara juga tahu syarat2 seseorang bisa dikatakan sebagai ulama, dan untuk hal ini saudara bisa melihat apakah yang orang2 yang saudara anggap salah tersebut termasuk di dalamnya atau tidak. Karena saya melihat kebanyakan orang saat ini tidak tahu menahu seorang figure ulama yang harus diteladani, karena kita harus mengakui bahwa Ulama adalah pewaris Nabi Allah. Mungkin dari sekarang kita jangan sampai sok cuek dengan perkembangan Islam, karena itu bukan tanggung jawab dari ulama saja tapi dari kita semua yang mengaku sebagai orang Islam. Beruntunglah kita karena sampai zaman ini masih banyak/ada ulama yang senantiasa membimbing kita (orang awwam), sebab jika kita tidak menjumpai seorang ulama pun maka kiamatlah kita. Betul ga’???

    Kenapa sampai ada ajang debat seperti ini? Karena minimnya ilmu kita terhadap dien kita sendiri, sebab bukanlah sifat orang berilmu melakukan cara klarifikasi seperti ini (menurut saya, ‘Allahu ‘alam).

    Kalau pingin puas, silahkanlah saudara mengundang beliau untuk bedah buku di daerah saudara, toh beliau dengan tangan terbuka bersedia untuk melakukannya sebagaimana kita tahu sudah ada di beberapa tempat beliau melakukan bedah buku. Silahkan saudara mengungkapkan hujjah saudara di sana, itu kan lebih logis!! Tul ga’???
    Wallahu ‘Alam.

    Wassalamu’alaikum wr.wb

  • 110
    mumun
    September 1st, 2006 02:15

    Hehehe, mas Harry coba baca lagi tulisan Anda pada link tersebut (http://harry.sufehmi.com/archives/2004-12-06-767) :

    Beberapa orang mungkin akan dengan cepat menuding kelompok Salafy dengan dasar hadits ini, tetapi saya lihat ada berbagai kelompok-kelompok lainnya yang juga menunjukkan ciri-ciri yang lebih parah lagi, beberapa di antaranya justru adalah para penentang Salafy tersebut :

    berarti mafhum dalam ucapan anda yang saya bold tersebut adalah bahwa salafy juga parah, akan tetapi ada kelompok lainnya yang lebih parah lagi. Begitu bukan? 🙂 akan tetapi Anda tidak menjelaskan apa saja parahnya salafy, jadi tulisan anda itu mentah sebagai tudingan kosong saja tanpa merinci bukti-bukti dan data-data. Hehehe, siapa sekarang yang tidak becus menulis? 🙂

    ok sekarang bisa membahas salafi, dan saya kembali mengingatkan anda dengan ayat ini :


    Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. (Al Ma’idah: 8)

    sebenarnya anda sudah tahu belum sih apa makna ‘salafy’? jangan-jangan anda salah paham lagi memaknainya. ok nggak apa2. sekarang, apa sih yang membuat anda sinis dengan salafy? tolong dirinci, yaa seenggak2nya curhat abis disini biar para salafiyun yang mengaku kembali kepada al-qur’an dan sunnah buat koreksi diri. Ingat mas, bahwa ajaran salafy itu adalah ajaran islam itu sendiri yang masih murni dari berbagai kotoran syirik dan bid’ah, jadi salafy itu yaa islam itu sendiri dan tidak ada yang baru dalam ajarannya. akan tetapi sebaliknya orang-orang yang mengikuti dan mengaku jadi salafy itulah yang perlu dikoreksi (tapi jangan pake sinis lah :), karena banyak sikap dan tindakan para salafiyun yang tidak selaras dengan manhaj salaf (islam), akan tetapi tidak semuanya yang menyelisihi, yaa hanya segelintir saja (jadi jangan digeneralisir). Dalam mengoreksinya pun kita harus kembali kepada ayat al-maidah 8 tadi. Harus adil dan jangan mengikut2kan ajaran salafnya sehingga mengesankan ajarannya yang jelek, padahal ajaran salaf adalah ajaran Rasulullah yang masih murni. Contohnya gini aja, ketika ada beberapa gelintir orang islam yang ngaku jihad dengan ngebom, apakah lantas kita bersikap seperti orang2 kafir barat yang menganggap islam itu teroris? jadi yang dinilai dan dihukumi adalah personalnya.

    balik ke buku ustadz Ahmad Sabiq, saya pengen nanya ke mas, “apakah teori bumi mengelilingi matahari sudah pasti dan mutlak secara teori? bukankah para ahli astronomi juga berselisih pendapat? (CMIIW)” jika anda mengkaji ilmu hadits, anda akan terkaget2 lagi karena ada juga hadits shahih yang membenarkan bahwa matahari mengelilingi bumi. Jika dikaji panjang lebar juga susah untuk dijelasin karena akan patah dengan ‘logika’ anda (sebaiknya belajar ushul hadits dan ushul tafsir dulu biar tidak terkungkung dengan logika semata). Intinya berdebat tentang permasalahan ini harus berlapang dada dan tidak pake sinis2an :). Kalau saya pribadi lebih memilih tawaqquf dalam masalah ini. buku tersebut dibahas disini malah jadi tambah laris ya dan justru menguntungkan penerbitnya hehehe. mungkin saja tulisan “sebuah kepastian al-Qur’an..” ?” adalah tambahan dari penerbitnya, biar jadi sedikit bombastis dan menggelitik, yaa namanya juga berbisnis :). ok gitu aja mas, jadi jangan serius2 amatlah ngebahas ini. salam

  • 111
    Fulan
    September 1st, 2006 02:52

    Anda Dapat Mengunjungi :
    http://vbaitullah.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=413&Itemid=89

  • 112
    Wawan
    September 1st, 2006 02:59

    Saudara bisa kunjungi situs ini, biar kita semua tahu apa sih salaf???
    Biar nggak saling tuding begini. OK kawan??
    ::: Salafy Links
    http://almanhaj.or.id
    forsitek Al-Bayan
    http://abusalma.cjb.net
    http://salafindo.com
    http://muslim.or.id
    http://vbaitullah.or.id
    http://assunnah.org
    http://salafyoon.net
    http://jilbab.or.id
    Perpustakaan Islam

  • 113
    itqonurrijal
    September 1st, 2006 07:28

    kalo menurut saya (maaf, saya ikutan ya…kalo boleh).
    Mas.. sampeyon kok buangga banget seh, dadi penganut SALAF-I (maaf, saya ganti pake nama ini. kalo Salafy, saya sangat ingin mengikutinya)
    SALAF-I (mitasi)… sayang bicaranya ngawurr bin ra rasional… tobatlah kamu…

  • 114
    hamba Allah
    September 2nd, 2006 04:31

    kalo menurut saya bukan bangga, soalnya mungkin dia pingin saudara sekalian benar2 mengerti arti Salafy yang sesungguhnya karena saudara sekalian emang sulit memahami maksud ulama Salafy saat ini. Maksudnya tuh saudara diminta belajar sendiri aja biar ndak punya penyakit ati yang paling ganas ini, gitu lo…soalnya yang sodara liat itu orangnya bukan apa yang disampaikannya, padahal kalo situ orang Islam beneran pasti udah tau ada di hadits nggak apa yang baru saya sebutin tadi. Semoga kita cepat2 diberi hidayah. Tapi hidayah itu ga’ datang gitu aja, cari dulu dooong!!!
    Soal percaya ato tidak, itu nafsi2, tul??? Ga’ ada yg berhak maksa to…!!!
    Wis lah, kalo cari kepuasan mending ke orang yang bersangkutan, jangan cari kepuasan pada orang lain yang belum tentu fasih akan masalah ini, ndak mau dibilang pengecut kan??
    Orang salafy saat ini (terutama ulamanya) tuh nggak bangga gitu (kesan situ aja yang bangga), malah mereka sangat hati2 bila apa yang selama ini mereka pelajari dan mereka amalkan masih belum murni sesuai ajaran Islam yang murni, karena itulah mereka terus mencari ilmu dan ilmu, ndak asal ngomong kayak gini, mereka senantiasa berkata dengan dalil2 yang ada biar ga’ salah gitu….
    Emang sih namanya manusia, bisa jadi ada salahnya. Tapi beliau kan sudah berusaha semampunya… setelah itu kan urusan Allah yang menilai. Nggak kayak kita2 yang nggak mau cari ilmunya tapi neroco….s terus. Ngalor ngidul ndak ada arahnya. Kemasukan filsafat kali yach!! Jd nggak kenal lagi ma dalil2 agamanya. Betul ga’?
    Innalillahi wa inna ilaihi rooji’un.
    Berilah kami hidayahMu, Allah!!

  • 115
    Wawan
    September 2nd, 2006 04:38

    BENARKAH SALAFIYAH ADALAH FASE WAKTU ?

    Oleh
    Syaikh DR Shalih bin Fauzan Al-Fauzan

    Dr Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi dalam bukunya “As-Salafiyah Marhalatun Zamaniyyatun Mubarokah Laa Mazhabun Islaamiyun” berkata di halaman 23 ;

    “Sesungguhnya Salafiyah tidak lain adalah bagian dari fase waktu, yang setidaknya hal ini telah diberi sifat oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan kebaikan, sebagaimana disifatinya setiap fase tertentu yang akan datang setelahnya labih baik dari yang datang kemudian, dan jika yang dimaksud adalah jama’ah Islam yang memiliki manhaj tertentu dan spesifik, maka ia tergolong bid’ah”.

    Jawaban
    Interpretasi penulis, bahwasanya Salafiyah adalah bagian dari fase tertentu dan juga bukan kelompok penafsir adalah termasuk penafsiran yang janggal dan bathil

    Terlebih lagi, apakah setiap fase waktu tertentu selalu dikatakan sebagai Salafiyah? Tentunya, tidak seorang pun mengatakan demikian, karena tidak lain Salafiyah itu digunakan sebagai istilah bagi kelompok yang beriman, hidup pada masa periode awal dari periode-periode Islam, komitmen dengan Kitabullah dan Sunnah RasulNya, dari kelompok Muhajirin dan Anshar, dan orang-orang yang setia mengikuti mereka dengan baik, sebagaimana disifati (dijelaskan) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan perkataannya.

    “Artinya : Sebaik-baiknya zaman bagi kalian adalah zaman ku ini, kemudian selanjutnya zaman yang mengikuti mereka, kemudian selanjutnya lagi zaman yang mengikuti mereka….”

    Hal tersebut tidak lain adalah kriteria bagi kelompok ini, dan bukan sifat bagi fase waktunya, dan ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan akan terjadi perpecahan di tubuh umat ini setelahnya, Ia kemudian bersabda tentang semua golongan tersebut :

    “Artinya : Sesungguhnya semua golongan itu ada di neraka kecuali satu saja”

    Dan menjelaskannya, bahwa yang satu ini adalah golongan yang mengikuti manhaj Salaf dan berjalan di atasnya, sebagaimana sabdanya.

    “Mereka adalah orang-orang yang berada di atas sesuatu yang aku dan para sahabatku berada diatasnya”.

    Hal ini menunjukan adanya golongan Salafiyah terdahulu, dan ada juga golongan yang kemudian setia mengikuti manhajnya, sebagaimana ada golongan yang menyalahinya dan diancam dengan neraka, Hal itu tidak lain karena golongan tersebut sesat dan menyalahi golongan yang selamat.

    Dan bukan seperti dinyatakan penulis (Dr Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi) pada halaman 20 dan 21.

    “Dan dari hak pemilik dua pendapat atau lebih dalam masalah-masalah ijtihad nampak lebih tenang jika apa yang dipeganginya itu adalah pada posisi benar dan bukanlah haknya untuk memastikan bahwa orang-orang yang menyalahi pendapatnya adalah sesat, telah keluar dari koridor petunjuk”.

    Kita katakan kepada penulis : “Tidaklah secara mutlak demikian, karena hal ini hanya dalam masalah furu’iyah di mana ia adalah tempat untuk ijtihad, sedangkan masalah aqidah tidak ada tempat untuk ijtihad, karena koridornya adalah taufiqi (berhenti pada nash saja). Dan siapa saja yang menyalahinya dalam masalah tersebut ia dinyatakan sesat dan kafir tergantung dengan tingkat penentangannya, sebagaimana golongan Salaf telah menyatakan sesat golongan Qadariah, Khawarij dan Jahmiyah, bahkan menghukumi sebagian dari mereka dengan kafir karena mereka menyalahi manhaj salaf

    SALAFIYAH ADALAH FASE MASA TERTENTU YANG DIBERKAHI DAN IA BUKAN MADZHAB ISLAM

    Pernyataan Dr Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi dalam judul “Salafiyah adalah fase masa tertentu yang diberkahi dan ia bukan madzhab Islam’.

    Jawaban
    Judul ini menandakan, bahwa salaf tidak memiliki madzhab yang membuat mereka dikenal dengan itu, dan dalam pandangan Dr Buthi, kaum salaf seolah-olah orang awam yang hidup pada masa tertentu tanpa madzhab apapun.

    Pada dasarnya upaya pemisahan para ulama antara madzhab salaf dan madzhab khalaf adalah salah, dan jika demikian, maka tidak ada artinya perkataan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

    “Artinya : Berpeganglah kalian dengan sunnahku dan sunnah Khulafaurrasyidin yang mendapatkan petunjuk setelahku”

    Sebagaimana tidak bermaknanya perkataan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ditanya siapakah kelompok yang selamat ? Rasul menjawab.

    “Artinya : Mereka adalah orang-orang yang berada di atas sesuatu (manhaj) yang aku dan para sahabatku berada diatasnya”

    Semua itu jadi tidak bermakna sedikitpun, karena salaf tidak memiliki madzhab.

    Dapat dipastikan, bahwa yang dimaksud penulis adalah kritikan terhadap orang-orang yang berpegang teguh dengan madzhab salaf yang menolak kelompok bid’ah dan ahli khurafat.

    [Disalin dari buku Salafi Digugat Salafi Menjawab, DR Shalih bin Fauzan Al-Fauzan dan Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Penerjemah M. Tasdiq, Lc, Rudy Hartono Lc, Penerbit Pustaka As-Sunnah]

  • 116
    Matahari
    September 3rd, 2006 03:58

    Assalamu’alaikum_
    Alhamdulillah, sudah banyak yang peduli dan mau berbagi opini untuk kasus yang satu ini.
    Afwan ya Mas Harry & temen2 semua, saya nggak sempat ngebaca semua comment yang ada di sini…
    Namun, ada satu hal penting yang harus saya ingatkan. Hanya Allah SWT yang paling tahu akan ciptaan-Nya.
    So, kenapa kita nggak nanyak langsung aja ke Sang Khalik?
    Istikharah gitu lho!

    Dulu saya kagum berat sama si Galileo yang berani menentang gereja dan menanamkan kembali teori heliosentris yang kemudian diabsahkan di dunia sains kita dewasa ini.
    Saya juga yakin benar bahwa bumi itu berotasi, berevolusi terhadap matahari, dan matahari sendiri adalah pusat tata surya. Tidak pernah terlintas di pikiran saya bahwa ada kemungkinan mataharilah yang mengelilingi bumi, bukan sebaliknya. Meskipun di Al-Qur’an dijelaskan bahwa matahari dan bulan itu beredar pada garis edarnya, sedikitpun saya tidak curiga terhadap teori heliosentris yang selama ini saya yakini. Saya mengasumsikan bahwa yang dikelilingi oleh matahari adalah pusat galaksi, yang entah apa. Menurut Einstein pun, tidak ada titik diam di jagad raya ini, semuanya bergerak, termasuk matahari.

    Lepas dari itu semua, sejak membeli dan membaca buku MMB beberapa bulan lalu, pikiran saya mulai terbuka. Saya mulai sadar akan kelenaan saya yang begitu percaya akan kebenaran teori-teori barat yang menjadi konstelasi dunia pendidikan kita. Mereka memang hebat, tapi belum tentu mereka benar. Memang sih, saya tidak langsung setuju dengan buku MMB karena memang ada beberapa kesalahan pada buku tersebut. Saking bingung yang manakah yang benar, saya jadi susah tidur. Kepala jadi sakit sekali….

    Karena nggak mau terus-terusan bingung, saya coba Istikharah tengah malam. Nanyak langsung sama Allah, karena Dialah Yang Mahatahu. Saya pasrahkan semuanya pada Allah, memohon petunjuk yang sejelas jelasnya, serta kemantapan hati pada kebenaran.

    Hmm.. pagi-paginya, saya ngerasa fresh sekali. Padahal di luar lagi mendung. Saya buka pintu belakang rumah lebar-lebar. Pandangan saya menerawang ke langit yang sebagiannya diselimuti awan kelabu. Aneh, awan-awan itu sama sekali diam. Mungkinkah awan-awan yang diam itu ikut berotasi dengan laju dan arah yang sama besar dengan bumi (jika memang bumi berotasi)? Lalu, apakah atmosfer juga ikut berotasi dengan kecepatan 30 km/sekon? Wah, kalau jawabannya tidak, saya tidak bisa membayangkan gesekan yang kita alami dengan udara yang kita hirup. Naik motor saja, walaupun kecepatan kita 60 km/jam doang, terasa sekali gesekannya. Akan tetapi, jika memang atmosfer tidak ikut berotasi, kemungkinan satu-satunya adalah bumi ini diam. Tolong direnungkan!

    Bukan hanya itu, di pagi yang mendung dan mulai menitikkan air hujan, saya juga berpikir seperti ini. Seandainya awan-awan itu memang benar-benar diam, dan bumi berotasi dengan kecepatan 30 km/sekon, titik-titik air hujan itu tidak akan tepat jatuh di rumah saya. Demikian juga terhadap burung-burung yang terbang, para penerjun payung, dan juga pesawat. Oya, mumpung ingat, kecepatan pesawat terhadap bumi tidak bisa kita analogikan dengan kecepatan bola yang kita lempar di dalam gerbong kereta api yang tengah melaju dengan kecepatan tinggi. Kenapa? Tentu saja karena kita dan bola sama-sama berada di dalam kereta api. Bukankah pesawat, burung, dan penerjun payung tidak berada di dalam bumi?
    Baiklah, coba teman-teman bayangkan. Anggaplah kereta api yang melaju dengan kecepatan 100 km/jam adalah bumi, dan kamu tengah mengemudikan sepeda motor dengan kecepatan 30 km/jam (motor dianalogikan sebagai pesawat, dan kamulah pengamatnya). Nah, bisakah kamu sampai atau mendekati kereta api itu? Hmm, tau sendirikan jawabannya…

    Satu lagi, bagaimana dengan fenomena kiamat kubro nanti, yang salah satu tandanya adalah terbitnya matahari dari barat? Jika memang bumi berotasi dengan kecepatan 30 km/jam, berarti pada saat bumi membalik arah rotasinya, otomatis kiamat langsung terjadi. Kita tidak akan sempat melihat terbitnya matahari dari barat, karena pada saat yang bersamaan bumi dan kita telah hancur berkeping-keping…

    Intinya, saya mulai yakin bahwa lebih logis bagi saya untuk mempercayai kebenaran teori geosentris. Mudah-mudahan petunjuk yang memantapkan hati ini adalah dari Allah.

    Ini dulu dari saya. Maaf kalo kepanjangan…
    Hanya Allah yang paling benar!

  • 117
    Boytop
    September 3rd, 2006 13:25

    makin seru aja 🙂

    sekedar “berkhayal”, kalo seandai nya saya bisa ke planet Mars,
    kemudian melihat matahari terbit,
    “anggap”lah terbit dari barat, terbenam di timur

    so, matahari yang saya lihat di mars, apakah matahari yang sama dengan matahari yang saya lihat di bumi ?

    Mars Explorer yang dikirim ke Mars bisa lihat matahari dan bumi ?

  • 118
    Mutoha
    September 4th, 2006 03:57

    Gimana Mas Harry sudah bisa disimpulkan diskusinya….?

    Kayaknya tambah ruwet ya….?

  • 119
    harry
    September 4th, 2006 04:25

    Assalamu’alaikum wr. wb,
    .

    Mumun

    :
    .
    Hehehe, mas Harry coba baca lagi tulisan Anda pada link tersebut (http://harry.sufehmi.com/archives/2004-12-06-767) :
    .
    Beberapa orang mungkin akan dengan cepat menuding kelompok Salafy dengan dasar hadits ini, tetapi saya lihat ada berbagai kelompok-kelompok lainnya yang juga menunjukkan ciri-ciri yang lebih parah lagi, beberapa di antaranya justru adalah para penentang Salafy tersebut :
    .
    berarti mafhum dalam ucapan anda yang saya bold tersebut adalah bahwa salafy juga parah, akan tetapi ada kelompok lainnya yang lebih parah lagi. Begitu bukan? akan tetapi Anda tidak menjelaskan apa saja parahnya salafy, jadi tulisan anda itu mentah sebagai tudingan kosong saja tanpa merinci bukti-bukti dan data-data. Hehehe, siapa sekarang yang tidak becus menulis?

    .
    Inilah satu masalah dengan beberapa komentator disini – menuduh pihak lainnya, berdasarkan asumsi yang keliru
    .
    Disini Anda telah berasumsi bahwa saya menuduh bahwa “salafy juga parah”. Padahal, kalau kita lihat kutipan ucapan saya diatas, tidak ada tudingan tersebut. Dan kalaupun kita gunakan asumsi bahwa “pendapat Harry mengenai salafy = netral”, maka masih tetap pas juga dengan kutipan tersebut.
    .
    Namun Anda justru memilih menggunakan asumsi “menurut harry; salafy = parah”. Darimana Anda tahu itu kalau tidak tertulis ? Apakah Anda sudah bisa membaca isi hati orang ?
    .
    bukankah para ahli astronomi juga berselisih pendapat? (CMIIW)
    .
    Saya belum pernah menemukan ini sama sekali; ketika kita membicarakan soal ini dalam perspektif tata surya (sebagaimana yang dibahas di buku ini).
    .
    Dan menurut mas Syaiba, justru para salafy Timur Tengah sudah mulai mempertimbangkan kemungkinan bahwa memang konsep heliosentris yang benar.
    .
    ok gitu aja mas, jadi jangan serius2 amatlah ngebahas ini
    .
    Ini mulai menjadi masalah yang jelas serius ketika sudah mulai ada yang menuduh kafir. Padahal Nabi saw telah mengingatkan bahwa jika kata kafir telah ditudingkan kepada seseorang, maka PASTI salah satu dari mereka (penuduh/tertuduh) adalah KAFIR.
    .

    hamba Allah

    .
    Kenapa saudara harry tidak langsung saja bertemu beliau di Pondok Al-Furqan Gresik saja??????
    .
    Kira-kira kenapa ya saya tidak melakukan itu… ohh, mungkin karena jadwal kerja saya yang seringkali dari pkul 06:30 s/d 23:00, Senin s/d Sabtu. Dan hari Ahad saya manfaatkan untuk berkumpul dan tarbiyah keluarga saya (4 orang anak).
    Mungkin karena itu.
    .
    Silahkan baca lagi baik-baik semua komentar saya disini, akan jelas kelihatan bahwa saya tidak berniat untuk bertemu langsung dengan penulis buku; saya hanya mencoba membantu mempertemukan antara (( penulis buku <—-> para ahli falak muslim )). Maka dengan demikian, sumber informasi beliau akan semakin lengkap mengenai soal ini. Dan para ahli falak muslim kita juga tentunya akan mendapatkan berbagai masukan-masukan baru dari beliau.
    .
    kata KAFIR ada 2 makna, ada kafir yang bisa membuat si pelaku keluar dari Islam dan ada kafir yang tidak membuat si pelaku keluar dari Islam
    .
    Bagi orang awam (baca: mayoritas umat Islam), kafir adalah keluar dari Islam. Apalagi ketika tudingan kafir tidak dilanjutkan dengan penjelasannya (apakah yang keluar dari Islam ataukah tidak). Jadi, tolong jangan seenaknya mengumbar-umbar tudingan kafir. Karena jika yang dituding tidak rela dan ternyata dia benar dan dia (sebagai hamba yang telah dizalimi) mengadukannya kepada Allah swt; maka bisa-bisa penuduhnya yang akan menjadi kafir.
    .

    Matahari

    :
    .
    Mungkinkah awan-awan yang diam itu ikut berotasi dengan laju dan arah yang sama besar dengan bumi (jika memang bumi berotasi)? Lalu, apakah atmosfer juga ikut berotasi dengan kecepatan 30 km/sekon? Wah, kalau jawabannya tidak, saya tidak bisa membayangkan gesekan yang kita alami dengan udara yang kita hirup. Naik motor saja, walaupun kecepatan kita 60 km/jam doang, terasa sekali gesekannya. Akan tetapi, jika memang atmosfer tidak ikut berotasi, kemungkinan satu-satunya adalah bumi ini diam. Tolong direnungkan!
    .
    Sebetulnya hal ini sudah dibahas sebelumnya – kecepatan relatif. Silahkan coba search keyword “kecepatan relatif” di diskusi ini.
    .
    Saya akan ulang lagi – contoh; kalau mobil bergerak dengan kecepatan 100 km/jam, apa yang Anda lakukan di dalam mobil? Duduk diam, bukan?
    Nah, inilah fenomena kecepatan relatif, karena bisa ada 2 observasi dalam hal ini: menurut Anda, Anda sedang diam di dalam mobil. Sedangkan menurut pejalan kaki dari luar, Anda sedang bergerak dengan kecepatan 100 km/jam.
    .
    Nah, karena atmosfer DAN kita sama-sama bergerak dengan kecepatan 30 km/detik, maka bagi kita tidak ada yang bergerak; karena kecepatannya persis sama. Persis seperti bagaimana kita merasakan bahwa kursi mobil diam saja kita duduki, karena kita dan kursi mobil sama-sama sedang bergerak dengan kecepatan 100 km/jam.
    .
    Satu lagi, bagaimana dengan fenomena kiamat kubro nanti, yang salah satu tandanya adalah terbitnya matahari dari barat? Jika memang bumi berotasi dengan kecepatan 30 km/jam, berarti pada saat bumi membalik arah rotasinya, otomatis kiamat langsung terjadi. Kita tidak akan sempat melihat terbitnya matahari dari barat, karena pada saat yang bersamaan bumi dan kita telah hancur berkeping-keping…
    .
    Ini satu lagi contoh masalah dengan berbagai komentar di diskusi ini : belum mempertimbangkan semua kemungkinan yang ada, namun sudah menarik kesimpulan. Masalah yang juga dialami oleh penulis buku MMB; tergesa-gesa dalam menarik kesimpulan.
    Ada yang heran kenapa kondisi umat Islam sedemikian terpuruknya dan cuma menjadi bulan-bulanan umat lainnya ?
    .
    Saya berikan satu contoh; apa sulitnya bagi Allah swt untuk membalik bumi (utara ke selatan) ?
    Maka, walaupun rotasi tetap ke arah yang sama, namun matahari menjadi terbit dari Barat. Ini baru satu contoh saja.
    .
    Jadi demikian, sayang sekali memang; ada saja komentator disini yang menarik kesimpulan “ilmiah”-nya dengan tergesa-gesa dan gegabah, namun kemudian dengan yakinnya memutuskan bahwa kami adalah kafir.
    .
    Anyway, dengan berat hati, dengan ini saya informasikan bahwa fasilitas komentar di posting ini saya tutup. Penyebabnya bisa dibaca misalnya di komentar Matahari : Afwan ya Mas Harry & temen2 semua, saya nggak sempat ngebaca semua comment yang ada di sini
    .
    Saya menghargai pengakuan jujur Matahari (terimakasih banyak mbak/mas); namun, tetap saja terjadi komentar yang sama, yang sebelumnya telah dibahas di diskusi ini. Banyak komentator disini lebih suka langsung bicara daripada membaca baik-baik diskusi panjang lebar yang telah ada dengan hati yang tenang.
    .
    Yang kena getahnya adalah saya – terpaksa terus mengulang-ulang mengatakan hal yang sebelumnya sebetulnya sudah dikatakan. Padahal, waktu lowong saya sangat sedikit.
    .
    Dengan ditutupnya fasilitas komentar disini, mudah-mudahan para pengunjung disini bisa lebih terdorong untuk membaca dulu diskusi yang telah ada disini. Anda akan temukan bahwa sudah sangat banyak klaim di buku ini yang terbantahkan secara jelas.
    .
    Kalaupun setelah membacanya tetap saja Anda tidak merasa sreg, maka saya bisa dikontak dari sini. Tetapi mohon perhatiannya sekali lagi, komentar yang cuma mengulang / sudah ada di diskusi ini tidak akan saya balas, untuk menghemat waktu saya.
    .
    Pendapat saya mengenai Ahlus Sunnah :

    1. Idenya jelas adalah yang terbaik dan satu-satunya yang harus kita lakukan, yaitu kembali kepada Al-Quran & Sunnah
    2. Namun seiring dengan berjalannya waktu, maka implementasinya mulai bergeser dari ide awalnya.
    3. Namun tetap saja mengklaim bahwa Salafy = 100% Quran & Sunnah. Walaupun kini ada banyak aliran salafy. Dan belum tentu semuanya 100% conform ke Quran & Sunnah
    4. Berbagai aliran salafy yang ada sangat bervariasi; mulai dari yang “moderat”, sampai ke yang tidak segan-segan mengkafirkan muslim lainnya & memutuskan silaturahmi hanya karena hal-hal sepele / NON-akidah. Semuanya sama, yaitu sama-sama mengaku 100% Quran & Sunnah.
    5. Mulai ada salafy yang bersikap taqlid buta dan tidak bisa bersikap kritis terhadap kelompok/syaikh nya. Sampai-sampai sudah ada yang menentang Quran & Sunnah dengan logikanya (lha kok masih nekat mengaku sebagai salafy)
    6. Karena itu saya berlepas diri dahulu dari kekacauan ini dan semua kelompok yang ada, dan meneruskan usaha saya untuk menjadikan Al-Quran & Sunnah sebagai pedoman utama hidup saya.

    .
    NB: Bagi yang bisa membantu menghubungkan dengan pengarang buku ini, mohon bantuan dan kesediaannya untuk menghubungi saya. Sebelumnya saya ucapkan jazakumullah khairan katsira.

  • 120
    Saya Resah « Amd
    August 15th, 2007 00:12

    […] saya akhirnya sampai pada satu kesimpulan: KONYOL! – OK, kita memang tidak boleh menuhankan akal. TAPI JANGAN PULA MENGINJAK-INJAK AKAL PEMBERIAN ALLAH! Lihat baik-baik bagaimana diskusi di sana mengalir. – Penjelasan untuk menyanggah fatwa konyol itu […]

  • 121
    Matahari Mengelilingi Bumi? « Catatan harian seorang muslim
    August 25th, 2007 00:02

    […] panjang kami lihat di sini, http://harry.sufehmi.com , http://abusalafy.wordpress.com/ , […]

  • 122
    orang awam
    August 26th, 2007 03:59

    Benarkah Matahari Mengelilingi Bumi? Jangan gampang mencap kafir kepada yang tidak setuju pendapat anda, sila lihat video-nya di sini

  • 123
    zaf
    September 18th, 2007 12:49

    Juga pertanyaan dari saya, seandainya bumi berputar pada porosnya, maka daerah yang dekat dengan poros mungkin dekat kutub utara dan selatan akan menjadi sumbu, yang tentu saja akan mengalami perputaran lebih cepat dari daerah lain

    Saya sangat setuju dengan pendapat ini walaupun saya awam dilihat dari logika harus ada pusat putaran bumi tapi pada saat ini kita tidak menemukan pusat putaran itu ???????

    Jika bumi dianggap permukaan licin sebuah bola maka semua yang ada di permukaan bola akan mengalami kecepatan angular yang sama. Dan kecepatan linear di equator akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan yang lebih dekat ke kutub

    sorry mas permukaan bumi tidak licin alias padat dan saya rasa sebaliknya

    GERAK MELINGKAR BERATURAN (GMB)

    GMB adalah gerak melingkar dengan kecepatan sudut (w) tetap.

    Arah kecepatan linier v selalu menyinggung lintasan, jadi sama dengan arah kecepatan tangensial sedanghan besar kecepatan v selalu tetap (karena w tetap). Akibatnya ada percepatan radial ar yang besarnya tetap tetapi arahnya berubah-ubah. ar disebut juga percepatan sentripetal/sentrifugal yang selalu | v

    jadi disini kecepatan pada equator dan kecepatan linier pada daerah kutub adalah sama

    tolong di pikirkan

  • 124
    Gusti Ratu
    October 1st, 2007 10:00

    Maha Besar Allah yang menciptakan alam semesta beserta seluruh isinya. Yang menciptakan 2 persepsi BMM dan MMB. Yang menciptakan panca indera manusia. Yang menciptakan silaturahmi ini. Amin

  • 125
    izrafil
    October 17th, 2007 09:10

    assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

    hehehe

    coba biar selesai ramenya, salah satu mas-mas yang diskusi ini jadi astronot…

    yg percaya matahari mengelilingi bumi silahkan tunjukkan buktinya bukan sekadar rumus, katanya ngga taklid sama seseorang, ya jangan taklid juga sama copernicus

    yang percaya bumi mengelilingi matahari silahkan tunjukkan juga bukti dari dalil dari alqur’an dan sunnah yang shahih sesuai pemahaman salafushshalih dan dengan cara yang baik pula

    untuk mas Harry juga jangan mencela segala sesuatu yang tidak sesuai dengan akal / pengajaran kita sejak SD SMP SMA dan seterusnya…

    dulu juga teori darwin banyak dilawan dibenarkan dan dibantah…

    katanya para intelektual yg diskusi disini tuh….

    tapi malah tidak menghargai pendapat yg lain….

    makanya biar selesai semua yang diskusi disini jadi astronot dulu semua….

    yg jadi pertanyaan….yakin gituh kalo manusia pernah menembus atmosfir bumi ??

    ato cuma tipuan dari barat aja ???

    apakah benar manusia pernah mendarat di bulan ???

    trus liat yg mana yg bener…kan selesai

  • 126
    izrafil
    October 17th, 2007 09:23

    hmm….ky cuma ini aja bahasan tuh

    masih banyak yg lebih penting lho….

    jadi inget kata ibnu abbas kl ga salah, kira-kira begini

    “sampaikanlah sesuatu kepada suatu kaum sesuai dengan tingkat keilmuannya, apakah kalian ingin Alloh dan RasulNya didustakan ?!”

  • 127
    harry
    October 17th, 2007 13:46

    yang percaya bumi mengelilingi matahari silahkan tunjukkan juga bukti dari dalil dari alqur’an dan sunnah yang shahih sesuai pemahaman salafushshalih dan dengan cara yang baik pula

    Ini, maaf sebelumnya, adalah cara berpikir yang sangat aneh.

    Satu contoh; fakta bahwa atom terdiri antara lain dari proton & elektron itu tidak ada di Quran & Sunnah mas. Apa lantas berarti bahwa fakta sains tersebut salah ?

    Al-Quran itu adalah kebenaran, pencerahan & petunjuk bagi umat manusia. Bukan kitab sains. Jadi tidak mungkin memuat semua fakta mengenai sains (seperti Allah swt telah nyatakan sendiri, bahwa 7 samudra tidak akan cukup untuk menjadi tinta untuk menulis semua ilmu Nya).
    Dan sebagai kitab yang benar, Quran tidak akan menyelisihi sains (baca: sunnatullah).

    untuk mas Harry juga jangan mencela segala sesuatu yang tidak sesuai dengan akal / pengajaran kita sejak SD SMP SMA dan seterusnya…

    Jangan prasangka buruk mas, saya mencela bukan karena Ahmad Sabiq ini berbeda dengan pelajaran kita.

    Namun karena cara menafsirkan Quran & Hadits yang ngawur, namun dinyatakan sebagai FAKTA Quran. Padahal hanya penafsiran.

    Lalu juga taqlid butanya kepada para syaikh, tanpa bisa kritis.

    Sudah demikian, malah mencaci maki semua orang yang berbeda pendapat dengan dia pula.

    Lengkaplah sudah kejahilannya.

    yakin gituh kalo manusia pernah menembus atmosfir bumi ?

    Tanyakan saja kepada astronout Malaysia yang ke ISS (International Space Station) dan merayakan Lebaran disana kemarin ini.

    sampaikanlah sesuatu kepada suatu kaum sesuai dengan tingkat keilmuannya, apakah kalian ingin Alloh dan RasulNya didustakan ?!

    Betul, makanya saya agak menyesal juga mengangkat topik ini, sama sekali saya tidak menyangka bagaimana telah sedemikian meratanya kebodohan di umat kita ini. Bisa terlihat jelas dari berbagai komentar yang ada di halaman ini.

  • 128
    izrafil
    October 18th, 2007 09:19

    >>>Ini, maaf sebelumnya, adalah cara berpikir yang sangat aneh.

    Satu contoh; fakta bahwa atom terdiri antara lain dari proton & elektron itu tidak ada di Quran & Sunnah mas. Apa lantas berarti bahwa fakta sains tersebut salah ?

    Al-Quran itu adalah kebenaran, pencerahan & petunjuk bagi umat manusia. Bukan kitab sains. Jadi tidak mungkin memuat semua fakta mengenai sains (seperti Allah swt telah nyatakan sendiri, bahwa 7 samudra tidak akan cukup untuk menjadi tinta untuk menulis semua ilmu Nya).
    Dan sebagai kitab yang benar, Quran tidak akan menyelisihi sains (baca: sunnatullah).>>>

    mungkin Mas Harry juga salah menangkap maksud apa yg ada dibalik kata-kata saya, itu adalah nasihat untuk saudara kita yg “Geosentrisme”, jika hendak menasihati atau membantah saudara sesama muslim itu hendaknya dengan hikmah dan cara yang baik, ataupun jika mau bisa private message dengan mas Harry, karena setahu saya menasihati dalam islam ialah dengan sembunyi2 lho, kecuali jika sudah jelas nampak menyesatkan banyak orang maka baru terang2an, gitu lho mas

    “…tunjukkan juga bukti dari dalil dari alqur’an dan sunnah yang shahih sesuai pemahaman salafushshalih dan dengan cara yang baik pula…”

    perkataan ini luas dan dalam artinya, tapi mudah-mudahan mengena bagi orang yang berakal.

    memang tidak semua sains ada di Al-Qur’an, tapi toh kalo ada yg bahas tentang sains, kenapa juga ngga diteliti dan kita buka hati dan akal kita? tul ga ?

    >>>Jangan prasangka buruk mas, saya mencela bukan karena Ahmad Sabiq ini berbeda dengan pelajaran kita.
    Namun karena cara menafsirkan Quran & Hadits yang ngawur, namun dinyatakan sebagai FAKTA Quran. Padahal hanya penafsiran.
    Lalu juga taqlid butanya kepada para syaikh, tanpa bisa kritis.
    Sudah demikian, malah mencaci maki semua orang yang berbeda pendapat dengan dia pula.
    Lengkaplah sudah kejahilannya.>>>

    nah ini juga yg harus diperhatikan oleh Mas Harry, yg Mas Harry bilang ngawur itu adalah Ustadz Ahmad Sabiq, dan beliau (Ustadz ini) juga mengutip dari pemahaman para ‘Ulama kaum Muslimin yang juga memiliki Ilmu Agama yang tinggi dan faham benar akan tafsir Al-qur’an dan faham hadits dari Rasulullah sementara itu Alloh meninggikan kedudukan mereka dalam kitabnya, dan mereka (‘Ulama) mengambil dari perkataan Rasulullah dan para shahabatnya dalam menafsirkan Ayat Mas Harry, bukan seseorang yang di anggap ‘Ulama padahal orang jahil seperti Sayyid Quthb, Hasan Al Banna, dan kawan-kawannya, kalo ngga salah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah juga memiliki satu kitab khusus membahas tentang benda-benda langit. Kalo nggak salah beliau (Ibnu Taimiyyah) juga berpendapat Matahari mengelilingi bumi, silahkan diRechek CMIIW…hmm menarik bukan ?!

    Baiknya sih kita menjaga lisan dan tulisan kita terhadap para ‘Ulama karena mereka pewaris para Nabi, dan karena merekalah petunjuk bagi ummat saat ini, tetapi juga bukan berarti mendewakan pendapat mereka pada bidang yg bukan keahlian mereka, seperti sains dan lainnya. Tugas sebagian kita kaum muslimin yang berkecimpung dalam bidang sains untuk meneliti kebenarannya bukan ?

    mungkin kira-kira jika kita mau berbaik sangka, yg ingin di Bahas oleh Ustadz itu adalah bahwa,

    “Hai kaum muslimin ini lho apa yg dikata oleh Al-Qur’an dan Sunnah sesuai pemahaman salafushshalih dan ‘Ulama kaum Muslimin bahwa Matahari itu mengelilingi bumi lho”
    kira-kira begitu kali…

    ada hikmah lainnya mungkin disitu,

    1. Untuk membuka hati (inget hati lho, bukan akal) orang-orang yang mendewakan akalnya dan sains manusia, bahwa mengimani Al-Qur’an dan Sunnah sesuai dengan apa-apa yang dipahami oleh Rasulullah dan para shahabatnya itu adalah lebih penting. Inget perkataan Abu Bakr kira-kira begini maknanya “Jika Muhammad menceritakan sesuatu hal yang LEBIH luar biasa dari Isra dan Mi’raj aku akan tetap mengimaninya” jadi ini adalah sesuatu yang far-far beyond sains ….

    2. Untuk menyemangati kaum muslimin untuk mengasah otaknya untuk membuktikan apa-apa yg dikatakan Al-Qur’an dan Sunnah rasulNya (inget soal sayap lalat dan yg lainnya).

    3. Untuk membuka mata kaum muslimin yang cenderung membenarkan apa-apa saja kata orang barat tentang semua hal agar kritis.

    4. Untuk menyemangati kaum muslimin untuk kembali kepada Al-Qur’an dan sunnah dan menggali lebih dalam warisan pusaka Nabi yang niscaya jika kita berpegang teguh, kita tidak akan sesat selamanya, ini bagi kehidupan mereka.

    jikalah penafsiran sebagian ‘Ulama salah tentang Al-Qur’an maka sesungguhnya sebaik-baik penafsir Al-Qur’an dan sebaik-baik petunjuk adalah milik Rasulullah.

    adapun jika seorang ‘Ulama Mujtahid (yg berijtihad) salah dia mendapat satu pahala karena usahanya tersebut.

    >>>Tanyakan saja kepada astronout Malaysia yang ke ISS (International Space Station) dan merayakan Lebaran disana kemarin ini.>>>

    Bagi Seorang muslim sebaiknya mengingat Hadits Rasulullah yg kira-kira secara ma’na begini
    “Cukuplah seseorang itu dikatakan pendusta jika ia mengatakan setiap hal yg ia dengar”

    jadi budaya Rechek itu milik kaum muslimin, kita yg paling berhak merechek kebenaran hal itu…

    ada sebuah pertanyaan mendasar….
    apakah astronot malaysia itu muslim yg tsiqah (bisa dipercaya) ?

    kalo muslim, dalam islam brarti dia juga harus di rechek dengan sebenar-benarnya, apalagi ada berita yg datang dari selain kaum muslimin….

    lucunya sekarang kita malah lebih percaya perkataan selain muslim ya hehehe

    yaudh, nanti kita tanya dia yg bener2 hehehe

    >>>Betul, makanya saya agak menyesal juga mengangkat topik ini, sama sekali saya tidak menyangka bagaimana telah sedemikian meratanya kebodohan di umat kita ini. Bisa terlihat jelas dari berbagai komentar yang ada di halaman ini.>>>

    setuju mas Harry, yg lebih parahnya lagi sebagian dari orang-orang bodoh menulis dan menyebarkan pendapatnya di web-web masing, sesuai dengan ciri akhir jaman lho ini, ada banyaknya tulisan, ada orang-orang bodoh dianggap berilmu, ada orang-orang bodoh dijadikan panutan, ada orang-orang yg miskin ilmu agama menulis sesuatu tentang agama, ada ‘ulama di bodoh-bodohkan dan ada orang bodoh di’ulama-‘ulamakan, ada juga orang-orang ngawur dalam bidang tafsir dan hadits mengawur-ngawurkan Ahli Tafsir dan Ahli Hadits, bahkan ada juga orang-orang bodoh menulis hal-hal yg kurang berguna lainnya dan mati-matian membela tulisannya itu ….hmm….hanya kepada Alloh kita memohon pertolongan

    sedih ya….
    ya mungkin sebaiknya sih kita-kita ini mah ngaji dulu yg dalem, ngaji Qur’an dan Sunnah sesuai pemahaman kaum muhajirin dan anshar yang diridhai Alloh, lalu diamalin secara istiqomah, baru setelah itu ajak keluarga terdekat, teman terdekat, baru da’wah deh kalo mampu, hmm astaghfirullah….sering lupa kita tentang hal ini

    orang-orang shaleh terdahulu seperti Imam Ahmad bin Hambal tidak menulis sesuatu di kitabnya sebelum beliau menghafalnya, bahkan para shahabat Rasulullah mereka membaca Al-Qur’an tidak beranjak dari sepuluh ayat sebelum mereka hafal dan faham tentang hal itu

    orang sekarang mah jauh sekali dari itu….
    banyak yg da’wah dulu/nulis dulu, baru ngaji kemudian…

    Semoga Alloh menjaga kita dari hal yg demikian

    Oiya, Happy Ied Mubarak Mas Harry, semoga keluarganya sehat semua

    Taqabalallaahu minna wa minkum

  • 129
    harry
    October 18th, 2007 14:18

    mungkin Mas Harry juga salah menangkap maksud apa yg ada dibalik kata-kata saya, itu adalah nasihat untuk saudara kita yg “Geosentrisme”,

    .
    Yang saya kutip di komentar saya sebelumnya adalah yang ditujukan kepada yg “heliosentris” (yang percaya bumi mengelilingi matahari), karena saya termasuk, maka saya menjawab.
    .
    .

    karena setahu saya menasihati dalam islam ialah dengan sembunyi2 lho, kecuali jika sudah jelas nampak menyesatkan banyak orang maka baru terang2an, gitu lho mas

    .
    Tidak apa, mungkin saya dianggap menyesatkan banyak orang. Seperti saya menganggap Ahmad Sabiq juga telah menyesatkan banyak orang di ranah publik (melalui buku), sehingga kemudian koreksinya juga saya publikasikan dengan luas.
    .
    .

    memang tidak semua sains ada di Al-Qur’an, tapi toh kalo ada yg bahas tentang sains, kenapa juga ngga diteliti dan kita buka hati dan akal kita? tul ga ?

    .
    Poin saya sebelumnya bukan itu, jangan dibelokkan mas.
    .
    Saya mengkoreksi cara pikir Anda yang keliru di komentar sebelumnya.
    .
    Saya pribadi sekarang agak was was mengkaitkan Quran dengan sains, karena ini harus dilakukan dengan sangat bijak. Jika tidak, hasilnya ya jadi seperti buku Ahmad Sabiq ini — mengakui sebagai fakta Quran, padahal penafsiran Quran (dan ngawur pula).
    .
    Sudah terlalu banyak masalah dalam penafsiran Quran yg berkaitan dengan sains — harun yahya, maurice bucaille, ahmad sabiq, dst. Ini karena dalam penafsirannya serampangan dan/atau dengan wawasan yang tidak cukup luas dan/atau sebab-sebab lainnya.
    .
    .

    yg Mas Harry bilang ngawur itu adalah Ustadz Ahmad Sabiq, ….. Kalo nggak salah beliau (Ibnu Taimiyyah) juga berpendapat Matahari mengelilingi bumi, silahkan diRechek CMIIW…hmm menarik bukan ?!

    .
    Duh, baru juga Ahmad Sabiq.
    .
    Imam Syafii saja dengan lapang hati mengakui kemungkinan beliau ada melakukan kesalahan, dan mempersilahkan untuk dikoreksi. Kenapa juga kita musti seperti mengkultuskan Ahmad Sabiq begini ?
    .
    Soal ibnu Taimiyyah vs Ahmad Sabiq, ini seperti membandingkan apel dengan jeruk; berbeda total.
    Kalau Ibnu Taimiyyah keliru fatwanya dalam hal ini sangat bisa kita pahami, karena pada zaman beliau, ilmu astronomi belum semaju sekarang. Melihat konteks beliau, wajar jika jadi ada fatwa seperti itu.
    .
    Namun, Ahmad Sabiq jelas tidak lagi hidup di zaman Syaikh Ibnu Taimiyyah.
    Informasi mengenai geosentris sudah tersedia sangat banyak dimana-mana dan mudah didapatkan. Tidak ada alasan untuk sampai bahkan tidak paham sekedar konsep rotasi bumi. Tapi, tetap saja dia nekat menulis bukunya tsb.
    Betul-betul mengecewakan. Pakai bersumpah-sumpah atas nama Allah swt pula.
    .
    .

    adapun jika seorang ‘Ulama Mujtahid (yg berijtihad) salah dia mendapat satu pahala karena usahanya tersebut.

    .
    Saya ingin tahu bagaimana nasib “ulama” yang bersumpah atas nama Allah swt, bahwa suatu hal (matahari mengelilingi bumi) adalah kepastian Quran; padahal itu hanya penafsiran / kata-kata dia sendiri ?
    .
    Dimana kita sudah tahu bagaimana nasib orang yang menyampaikan perkataan dari Rasulullah saw, padahal sebetulnya bukan.
    .
    Apakah orang seperti ini masih pantas kita sebut sebagai ulama ?
    .
    Kita perlu lebih kritis lagi dalam memberikan label ulama kepada seseorang.
    Sayangnya pada saat ini kita terlalu mudah dipukau – kalau sudah ke timur tengah, mengaji ke guru yang terkenal, maka otomatis ulama.
    Padahal akhlaknya kacau balau – ketika dirujuk ke Hadits, banyak yang terlanggar oleh ybs.
    .
    Mudah-mudahan kita tidak mudah silau dengan “label”, dan bisa melihat lebih dalam ke substansinya.
    .
    .

    apakah astronot malaysia itu muslim yg tsiqah (bisa dipercaya) ?

    .
    Hm… saya jadi bingung, bagaimana caranya mau menipu pada situasi ini.
    Wong umat Islam bahkan sudah punya observatory / teleskop sendiri. Bisa dengan mudah mengawasi roket sejak lepas landas sampai docking nya di ISS.
    .
    Beberapa pakar astronomi Muslim antara lain adalah bpk. Djamaluddin. Saya kenal beliau dari jaringan silaturahmi ISNET. Beliau ada banyak kenalan kawan-kawan astronomer muslim lainnya juga.
    .
    Anda terlalu paranoid pada hal yang tidak perlu, namun sama sekali tidak waspada pada hal yang sudah jelas bukti-bukti kesesatannya. Silahkan bisa dibaca lagi diskusi di posting ini dari awal, bisa Anda temukan bahwa kami sudah memberikan berbagai bukti-bukti; namun kemudian cukup sering dibalas justru dengan sekadar prasangka.
    .
    .

    setuju mas Harry, yg lebih parahnya lagi sebagian dari orang-orang bodoh menulis dan menyebarkan pendapatnya di web-web masing, sesuai dengan ciri akhir jaman lho ini, ada banyaknya tulisan, ada orang-orang bodoh dianggap berilmu, ada orang-orang bodoh dijadikan panutan, ada orang-orang yg miskin ilmu agama menulis sesuatu tentang agama, ada ‘ulama di bodoh-bodohkan dan ada orang bodoh di’ulama-’ulamakan, ada juga orang-orang ngawur dalam bidang tafsir dan hadits mengawur-ngawurkan Ahli Tafsir dan Ahli Hadits, bahkan ada juga orang-orang bodoh menulis hal-hal yg kurang berguna lainnya dan mati-matian membela tulisannya itu ….hmm….hanya kepada Alloh kita memohon pertolongan
    .
    sedih ya….

    .
    Betul mas, memang zaman ini benar-benar zaman yang sangat menyedihkan.
    .
    Dari Ali bin Abi Thalib r.a. berkata: Telah bersabda Rasulullah saw.;
    .
    “Sudah hampir sampai suatu masa di mana tidak tinggal lagi daripada Islam ini kecuali hanya namanya, dan tidak tinggal daripada Al-Quran itu kecuali hanya tulisannya. Masjid-masjid mereka tersergam indah, tetapi ia kosong daripada hidayah. Ulama mereka adalah sejahat-jahat makhluk yang ada di bawah kolong (naungan) langit. Dari mereka berawal fitnah, dan kepada mereka fitnah ini akan kembali”..
    .
    .
    H.R al-Baihaqi

    .
    .

    ya mungkin sebaiknya sih kita-kita ini mah ngaji dulu yg dalem, ngaji Qur’an dan Sunnah sesuai pemahaman kaum muhajirin dan anshar yang diridhai Alloh, lalu diamalin secara istiqomah, baru setelah itu ajak keluarga terdekat, teman terdekat, baru da’wah deh kalo mampu, hmm astaghfirullah….sering lupa kita tentang hal ini

    .
    Menarik sekali… saya dulu juga punya pemahaman seperti ini.
    .
    Sampai suatu ketika saya bertemu dengan seorang kawan saya. Tidak mengaji. Anak gaul, kawannya banyak. Secara refleks saya cenderung agak meremehkan ybs.
    Bayangkan kagetnya saya ketika kemudian saya menemukan bahwa dia telah berhasil berdakwah ke orang-orang non muslim, dan sudah ada 3 orang yang jadi masuk Islam karenanya.
    .
    Seperti apa kawan saya itu ?
    .
    Dia seperti orang Badui yang bersumpah di hadapan Rasulullah saw bahwa dia hanya akan sekedar mengerjakan kewajiban pada Islam dan tidak akan menambahkannya (dimana lalu Rasulullah saw mengatakan bahwa orang Badui tersebut adalah penghuni surga).
    Kecuali bahwa kawan saya tersebut menambahkan lagi dengan akhlak yang baik, empati, murah senyum — saya kira seperti akhlak Rasulullah saw dalam bermuamalah.
    .
    Disitu saya pertama kali menemukan bahwa ilmu justru bisa menyesatkan jika di hati kita ada rasa sombong. Ilmu apa saja; komputer, keuangan, dan juga agama.
    Pakar komputer ketika sombong, maka ilmunya jadi tidak bisa bermanfaat untuk orang lain. Dia hanya sibuk meledek orang lain yang tidak tahu tanpa pernah membantu. Atau cuma berbual soal keahliannya.
    Pakar agama ketika sombong maka seringkali jadinya cuma bisa mencaci maki atau berdebat kusir. Berbeda dengan kawan saya itu, dia membantu kawan-kawannya dengan tulus ikhlas, mendengarkan keluh kesah mereka, memahami situasi mereka, dan memberikan saran-saran yang berguna.
    Alhasil jadi banyak yang simpati dengan Islam karenanya.
    .
    Saat ini saya tetap sangat hormat dengan ulama yang bijak, karena selain berilmu, akhlaknya pun baik. Namun saya amat waspada dengan ulama yang hanya mengandalkan ilmu tanpa akhlak, karena hasilnya jadi bisa sangat bervariasi.
    Sayangnya, ulama yang pertama ini sekarang sudah sangat sedikit jumlahnya.
    .
    So please, jangan sampai kita tertipu karena ilmu. Kita sendiri yang akan merugi karenanya.
    Tipu daya setan memang sangat banyak dan amat halus.
    .
    Selamat hari raya Idul Fitri, semoga semua amalan kita di bulan suci kemarin ini dibalas dengan berlebih-lebihan oleh Allah swt, amin.

  • 130
    Anti Geosentris
    October 18th, 2007 23:34

    Mas Harry pasti capek ngeladenin mereka yang taqlid dengan bukunya Ust. Ahmad Sabiq.

    Barangkali tulisan berikut bisa membantu (karena ditulis oleh ustadz salafy)
    http://salafyitb.wordpress.com/2007/09/07/teorifakta-ilmiah-vs-ucapan-ulama-salaf/

    Sayangnya tulisan berikut sudah dihapus, padahal sebenarnya bermanfaat;

    http://faidzin.wordpress.com/2007/05/15/benarkan-bumi-ber-rotasi-dan-ber-revolusi/

    Saya masih ada arsipnya, semoga bisa memperjelas:

    Benarkan Bumi Ber-rotasi dan Ber-revolusi

    Tuesday, May 15th, 2007 in Astronomi

    Sejak SD kita sudah diajari bahwa bumi berputar mengelilingi sumbunya selama 24 jam sekali putarnya (rotasi) dan berputar mengelilingi matahari selama setahun (revolusi). Tapi apakah benar seperti itu? Apakah layak kita mempercayai begitu saja tentang rotasi dan revolusi itu tanpa tahu apa dasarnya dan apa buktinya? Apa kita tidak takut dibilang taklid kepada guru-guru SD, SMP dan SMA kita Senyum manis.

    Langsung ke topik pembicaraan, Rotasi, apa buktinya?

    Pertama, arah angin pasat yang berbeda antara daerah di utara khatulistiwa dan di selatan. Perbedaan ini dapat dijelaskan sebagai efek coriolis. Efek coriolis ini disebabkan karena kita, sebagai pengamat, berdiri di atas kerangka pengamatan yang berotasi (bumi).

    Kita dapat membayangkan, angin bergerak dari daerah subtropis ke tropis…. Anginnya bergerak lurus-lurus saja sebenarnya…, tapi karena – ternyata – bumi, sebagai kerangka pengamatan kita bergeser, maka seolah-olah anginnya menjadi berbelok.

    Perbedaan arah angin ini menyebabkan juga perbedaan dalam arus laut. Semua ahli kelautan pasti memahami hal ini.

    Kedua, percobaan pendulum foucault. Percobaan ini sebenarnya paling bagus bila diamati di kutub.

    Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa pendulum ini, bila digoyangkan, maka dia akan bergerak tetap (menurut si pendulum itu). Pendulum itu menganggap dirinya sudah bergerak tetap (ke kanan ke kiri atau ke depan ke belakang) tapi ternyata kita sebagai pengamat berdiri di bumi yang -ternyata- berotasi sehingga goyangan pendulum terlihat seperti bergeser. Kalo di kutub selatan, goyangannya akan bergeser ke kiri (berlawanan jarum jam). Kalo di utara sebaliknya.

    Ketiga, aberasi cahaya. Bisa dibayangkan sebagai berikut : cahaya suatu bintang masuk ke bumi dengan sudut tertentu. Namun karena mata kita sebagai pengamat bergeser, maka bintang akan terlihat seolah-olah bergeser dari tempatnya semula.

    Keempat, efek Eötvös. Intinya adalah bahwa ketika kita terbang, maka gaya dan kecepatan kita akan berbeda antara terbang searah dengan arah rotasi (ke arah timur) dengan terbang dengan arah kebalikan arah rotasi (ke arah barat). Setiap airline dan pilot pasti tahu akan hal ini dan memperhatikan efek ini dalam penerbangannya.

    Kelima, peluncuran satelit atau wahana luar angkasa lainnya. Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita terkadang memanfaatkan jasa satelit, misalnya dalam hal telekomunikasi atau cuaca. Namun tahukah kita bagaimana satelit bisa sampai di orbit?

    Ternyata roket – dalam usahanya untuk mengantarkan satelit ke orbit – ternyata memanfaatkan juga rotasi bumi (selain tentunya memanfaatkan bahan bakar roket itu sendiri). Sebenarnya ini terkait juga dengan bukti keempat efek eotvos.

    Kebanyakan roket – setelah take off – akan kita lihat seperti berbelok ke timur (searah dengan arah rotasi) ini dilakukan agar roket mendapatkan efek (seperti) lontaran dari rotasi bumi. Dan lontaran ini akan semakin besar di daerah dengan kecepatan rotasi paling besar (i.e. daerah khatulistiwa). Oleh karena itu, Eropa meluncurkan Arianne bukan di Finlandia tapi di Guyana Perancis yg dekat khatulistiwa. Oleh karena itu Amerika meluncurkan roketnya di florida, bukan di new york. Oleh karena itu Rusia berminat sekali dengan pulau biak di Papua, sebagai tempat peluncuran roket-roket mereka.

    Keenam, logika satelit dengan orbit geostasioner. Satelit dengan orbit geostasioner adalah satelit yang posisinya terhadap bumi tetap di atas koordinat tertentu. Contohnya satelit telekomunikasinya Indonesia (entah itu palapa atau telkom).

    Seandainya bumi diam tidak berotasi, berarti satelit geostasioner juga diam. Kalo satelitnya diam, berarti dia harus menyalakan terus menerus mesinnya agar tidak jatuh ke bumi karena gravitasi bumi.

    Kenyataannya satelit geostasioner tidak diam, tapi dia bergerak memutari bumi dengan kecepatan yang sama dengan rotasi bumi. Dengan demikian satelit tidak perlu terus menerus menyalakan mesinnya.

    Mungkin ada yang bertanya : lho, bukannya satelit geostasioner itu bergerak, kalo bergerak berarti butuh tenaga buat menggerakkannya terus menerus (atau butuh roket biar bisa berputar terus menerus)

    Jawabannya : Lha, bagaimana dengan bulan? Dia sudah berabad-abad mengelilingi bumi. Apakah dia punya roket? jawabannya ada pada sinkronisasi antara gravitasi (yg menimbulkan efek sentripetal) dan kecepatan satelit (yang menimbulkan efek sentrifugal). Sekali sudah sinkron, maka mau ditinggal berapa ratus tahun pun sebuah satelit bisa tetap stabil di orbitnya. (walaupun kenyataannya kondisi sinkron ini tidak selamanya bisa terwujud pada satelit buatan manusia karena berbagai macam faktor antara lain hempasan solar wind)

    Selanjutnya mengenai revolusi, apa buktinya?

    Pertama, paralaks bintang. Misalkan kita sedang mengamati Alpha Centauri. Antara Matahari, Alpha Centauri dan Bumi membentuk sudut tertentu. Ternyata sudut ini tidaklah fixed. Dia berubah dengan pola tahunan. Salah satu penjelasan yang memungkinkan adalah karena bumi bergerak posisinya terhadap matahari.

    Oke, mungkin akan ada yang berkata bahwa perubahan sudut itu bisa pula terjadi karena mataharinya yang bergerak terhadap bumi. Oleh karena itu dikemukakan bukti berikutnya.

    Kedua, efek doppler. Ketika kita bergerak mendekat suatu obyek yang memancarkan gelombang, maka panjang gelombang yang kita amati akan cenderung bergeser ke panjang gelombang yang lebih pendek dan begitu sebaliknya.

    Ternyata bintang-bintang yang diamati dari bumi memiliki pola tertentu. Pada suatu waktu terlihat bergeser ke panjang gelombang lebih pendek (blueshift) kemudian bergeser ke panjang gelombang yg lebih panjang (redshift) kemudian blueshift lagi kemudian redshift lagi, begitu seterusnya secara periodik selama setahun.

    Hal ini bisa terjadi karena bumi bergerak terkadang (seperti) mendekati bintang, terkadang (seperti) menjauhi.

    Ketiga, perhitungan membuktikan bahwa massa dan ukuran Matahari jauh lebih besar daripada Bumi. Massa yang lebih besar akan menekan kurvatur gravitasi lebih dalam, maka massa-massa yang lebih kecil di sekitarnya (dalam lingkup pengaruh gravitasinya) akan terkena pengaruhnya, entah itu berupa mengorbit atau jatuh. (untuk kasus Bumi, mengorbit).

    Mengenai ukuran matahari ini bahkan ada sebuah hadits yang menyatakan bahwa ukuran matahari lebih besar dari bumi sekitar 140 kali (kitab “Umdatu At-Tahqiiq Fii Basyaairi Aali As-Shiddiiq”)

    Keempat, dari pengamatan diketahui bahwa meteor paling banyak terlihat ba’da tengah malam.

    Seperti halnya ketika kita menaiki mobil ketika hujan deras, maka kaca yang lebih banyak tertimpa air adalah kaca depan dibandingkan dengan kaca belakang.

    Begitu pula dengan bumi, pada waktu ba’da tengah malam sampai qobla tengah hari, bumi kita berada di “depan” pergerakannya melintasi ruang.

    Pergerakan yang dibuktikan dengan empat bukti di atas itulah yang disebut dengan revolusi bumi mengelilingi matahari.

    Nah, sekarang kita telah memiliki bukti-bukti ilmiah mengenai rotasi dan revolusi bumi. Lalu bagaimana jika pihak yang berpendapat bahwa mataharilah yang mengelilingi bumi? Apalagi jika pihak tersebut adalah ulama muktabar yang selama ini kita hormati?

    Hendaknya kita tetap menghormati ulama tersebut, tetap mencintainya dan mengikuti pemahaman agamanya (manhajnya). Kalaupun kita saat ini berbeda pendapat dengan beliau. Hal ini tidak boleh sama sekali melunturkan cinta kita pada beliau. Karena sesungguhnya beliau telah mencurahkan segala kemampuannya sepanjang umurnya untuk memberikan fatwanya bagi kita. Kita tidak berprasangka buruk pada beliau.

    Salah satu ulama yang berpendapat bahwa Matahari mengelilingi Bumi adalah Al Allamah Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin Rahimahullah. Namun bila kita amati lebih lanjut pendapat beliau, ternyata beliau tidak memastikan begitu saja pendapat Matahari mengelilingi Bumi, apalagi sampai menuduh orang yang berpendapat bahwa Bumi lah yang bergerak sebagai orang yang rusak aqidahnya.

    Beliau mengatakan : “Dhahirnya dalil-dalil syar’i menetapkan bahwa mataharilah yang berputar mengelilingi bumi dan dengan perputarannya itulah menyebabkan terjadinya pergantian siang dan malam di permukaan bumi, tidak ada hak bagi kita untuk melewati dhahirnya dalil-dalil ini kecuali dengan dalil yang lebih kuat dari hal itu yang memberi peluang bagi kita untuk menakwilkan dari dhahirnya.”

    Dari perkataan beliau tersebut dapat kita simpulkan bahwa beliau berpegang pada dhahir nash yang ada. Dan ini adalah kaidah yang benar yang harus kita ikuti. Namun berikutnya beliau mengatakan bahwa dhahir nash masih bisa ditakwilkan kalau ada dalil lain yang lebih kuat.

    Saya belum memahami benar, dalil lebih kuat yang seperti apakah yang bisa dipakai untuk menakwilkan pengertian dhahir nash tersebut? apakah harus dalil dari nash, atau bisa juga dari bukti-bukti empiris ilmiah yang telah terbukti secara perhitungan dan pengamatan.

    Semoga hal ini bisa menjadi pembahasan ahli ilmu.

  • 131
    sufehmi
    October 19th, 2007 10:53

    Saya tetap hormat kepada syaikh Utsaimin, terutama setelah mendapat penjelasan dari Syaiba di diskusi ini juga (beliau belum mendapat informasi lengkap, “fatwa” tersebut dikeluarkan secara spontan untuk menjawab pertanyaan spontan, dan beliau tidak dengan arogan menyatakan bahwa fatwa beliau pasti benar – seperti yang juga Anda cantumkan disini).
    .
    Yang saya bingung adalah fatwa Bin Baz, yang menghakimi kafir bagi yang percaya dengan heliosentris.
    .
    Di sebuah diskusi di blog lainnya yang mengutip fatwa Bin Baz tersebut, ada banyak komentar dari para salafy, namun tidak ada yang mengkoreksi redaksi fatwa tersebut. Jadi saya anggap (sampai saat ini) bahwa redaksi fatwa tersebut memang demikian adanya.
    Ini sangat amat disayangkan, karena jika beliau keliru, maka tentu statement kafir tersebut jadi berbalik kepada beliau sendiri.
    .
    Yang lebih membingungkan lagi adalah Ahmad Sabiq, isi bukunya benar-benar arogan padahal ngawur. Saya agak menyayangkan juga kenapa Faidzin me non-aktif kan posting nya tersebut, karena saya kira kita ustadz-ustadz semacam ini jelas perlu dikoreksi di publik, karena mereka juga melakukan kekeliruan besar di publik.
    Justru bagus jika bisa dikoreksi seperti ini, sehingga gerakan salafy bisa tetap credible, tidak tercoreng karena beberapa ustadz yang melakukan kekeliruan.
    Karena sejauh ini respon yang ada kebanyakan membela Ahmad Sabiq secara membabi buta (membela jelas tidak apa, namun harus tetap adil). Tentu kesan yang kita dapat jadinya bahwa salafy adalah sekumpulan orang yang hidup dibawah tempurung & tidak mampu betindak secara adil.
    .
    Anyway, terimakasih untuk urun rembuknya.

  • 132
    Anti Geosentris
    October 20th, 2007 15:45

    Ulama tidak ada yang ma’sum, karena yang ma’sum hanyalah Rasulullah SAW. Semua dapat dibantah, kecuali penghuni kubur ini (Rasulullah SAW).

    Meskipun membuat kesalahan, tentu tidak sebanding dengan kebaikan yang telah mereka sumbangkan kepada ummat.

    Saya, personally, sangat menghormati baik Syaikh Uthaimin ataupun Syaikh Bin Baz, saya banyak mengambil fatwa dari mereka, Alhamdulillah.

    Yang menjadi permasalahan, bukanlah para syaikh, namun para pengikutnya, yang suka main hujat (bahkan main mengkafirkan, seperti bisa kita temui di Internet). Merekalah sumber permasalahan yang membuat bahasan ini menjadi semakin kusut.

    InsyaAllah semakin banyak salafy-salafy lainnya yang membuka matanya lebar-lebar, barangkali seperti yang dikatakan Akh Syaiba, sehingga tidak segan untuk merevisi pendapatnya. Ulama salafy seperti Syaikh Salman Audah sudah mengambil pendapat bahwa bumi mengelilingi bumi. (Silakan cari di http://www.Islamtoday.com)

    Mengenai fatwa Syaikh Bin Baz, saya sendiri masih meragukannya, dan kalaupun benar, maka saya menilainya beliau telah berijtihad, dan mendapat satu pahala, karena barangkali informasi yang sangat minim dari ilmuwan muslim yang sampai kepada beliau.

    Dan mengenai fatwa kafir, jika hal ini benar, saya rasa bukanlah beliau memfatwakan orang yang percaya heliosentris, berarti orang kafir, melainkan barangkali itu adalah perbuatan kufur menurut beliau. Dan tidak semua perbuatan kufur menyebabkan orang itu kafir, keluar dari Islam sama sekali.

    Wallahua’lam.

  • 133
    Moedji Raharto
    October 22nd, 2007 20:09

    Sebaiknya kita segera mengakhiri perdebatan yang menghabiskan waktu dan tenaga, penyelesaiannya mari sama – sama melihat fenomena langit, perubahan bentuk fasa planet Venus, planet Mars, perhatikan seksama periodisitas sideris dan sinodisnya yang konsisten dengan konsep heliosentris. Tahun 2009 merupakan tahun astronomi dunia, memperingati perubahan besar pemikiran umat manusia setelah penemuan teleskop dan Galileo memanfaatkannya untuk melihat benda langit, termasuk fase-fase planet Venus yang memperkuat teori Heliosentris 400 tahun silam. Mudah – mudahan kita tidak mengulang kesalahan besar umat manusia terdahulu yang menganggap bid’ah terhadap pandangan Heliosentris, menghakimi ilmuwan/masyarakat yang menegakkan kebenaran. Matahari memang beredar mengelilingi pusat Galaksi bersama bintang – bintang, suatu saat yang panjang dua ratusan juta tahun, kemungkinan akan datang suatu masa musim dingin yang amat panjang ketika Matahari memasuki kawasan lengan spiral Galaksi. Sebaiknya kita sama sama mencari jalan keluar yang terbaik. Kalau perdebatan tanpa melihat dan mengamati langit dengan fenomenanya sulit rasanya untuk mencari titik temu, pendekatan bahasa dlm memahami kebenaran ayat al Qur’an dan mengamati fenomena alam lewat sunatullah bukan sesuatu yang dipertentangkan, keduanya bersinergi mengungkapkan sebuah kebenaran yang berasal dari ciptaan yang Maha Suci, Allah swt.

  • 134
    Rudiansyah
    October 23rd, 2007 19:34

    Semua pendapat selain yang datang dari Rasululloh shallallaahu ‘alaihi wa sallam bisa diterima atau ditolak. Patokan diterima atau ditolaknya adalah dengan dalil yang shohih sesuai pemahaman salafush sholih. Saya kira ini bisa diterima oleh semua pihak, insya Alloh. Tapi, tidak berarti pada saat pendapat itu ditolak membolehkan si penolak pendapat tersebut berlaku lancang kepada ulama yang mengeluarkan pendapat tadi. Apalagi ulama tersebut memang dikenal teguh dalam membela kebenaran. Dalam hal ini, fatwa syaikh Utsaimin adalah hasil ijtihad beliau berdasarkan penulusuran dalil dengan metode para ulama salaf. Fatwa ini saya kira tidak berkaitan dengan masalah ushul, sehingga tidak perlu dipermasalahkan secara mendalam dan menjadi ajang debat kusir berkepanjangan.

    Secara pribadi, setelah membaca buku Matahari mengelilingi bumi dengan saksama saya setuju dengan isinya. Saya sejauh ini berkeyakinan bahwa hal itu benar. Karena memang zhohir nash yang ada menunjukkan hal tersebut. Tidak boleh memalingkan zhohir nash, kecuali dengan dalil. Tapi, tidak ada dalil yang dimaksud.

    Ayat-ayat al Quran memang tidak secara gamblang menjelaskan siapa yang yang bergerak dan siapa yang diam. Tapi yang lebih selamat adalah menetapkan mataharilah yang mengelilingi bumi, karena dalil-dalil yang ada lebih cenderung ke sana daripada sebaliknya. Yakni, tidak ditemukannya dalil yang menunjukkan bahwa bumi beredar.

    Saya memandang menafsirkan al Quran yang jelas kebenarannya dengan ilmu astronomi yang masih mungkin berubah adalah sebuah kekeliruan. Ambil contoh: pendaratan Apollo 11 di bulan yang kemudian diketahui kedustaannya. Ternyata bulan belum pernah dijamah oleh seorang manusia pun. Banyak sekali fakta-fakta yang membangun sains dan diyakini kebenarannya oleh banyak orang, tidak lebih dari rekayasa para ‘ilmuwan yang tidak punya komitmen ilmiah.’ Teori evolusi yang telah dibantah oleh Harun Yahya adalah salah satu contohnya. Bagaaimana mungkin ilmu astronomi yang diselidiki oleh manusia yang terbatas layak dipakai untuk menafsirkan Quran??!

    Kalau memang memaksakan teori astronomi yang sudah dianggap mapan saat ini untuk menyanggah pendapat matahari mengelilingi bumi, apakah sudah ada bukti empiris yang menunjukkannya? Sepanjang pengetahuan saya, teori heliosentris tidak dibangun di atas dasar empiris. Kita tidak bisa menyaksikan langsung siapa mengelilingi siapa. Yang ada, teori ini dibangun atas dasar serangkaian asumsi yang memenuhi kaidah logika dikotomik Aristoteles. Jika asumsi-asumsi tersebut benar, maka implikasi logisnya adalah teori heliosentris tersebut benar. Masalahnya tidak ada jaminan atas kebenaran asumsi-asumsi tersebut. Satu-satunya bukti empiris yang saya tahu adalah dari foto bintang. Kemudian dibuat model tatasurya seperti yang diajarkan di sekolah, dimana model inilah yang paling sederhana dan bisa dijelaskan dengan teori-teori yang sudah ada. Sedangkan jika model yang dibuat adalah matahari mengelilingi bumi akan terjadi kerumitan dan susah (karena belum ada yang mampu) dijelaskan. Jadi, model yang diyakini sekarang ini masih nisbi karena hal itu hanyalah model paling sederhana yang bisa dibuat. Para astronom belum mampu, karena keterbatasan mereka, untuk membuat model yang lain semata-mata karena kerumitannya dan bukan berarti model matahari menelilingi bumi itu salah. Jalan keluarnya mungkin adalah melakukan perhitungan matematis untuk menunjukkan siapa yang sebenarnya bergerak. Tapi sejauh pengetahuan saya, belum ada yang mampu untuk itu.

    Kesimpulannya, ilmu astronomi yang menyatakan bahwa bumi mengelilingi matahari tidak berdiri di atas dalil-dalil yang kokoh. Jika demikian, tafsirkanlah al Quran dengan al Quran, kemudian dengan as Sunnah, dan seterusnya sesuai metode yang ditempuh salaful ummah. Maka, saya lebih memilih pendapat matahari mengelilingi bumi. Wallohu a’lam.

  • 135
    Anti Geosentris
    October 24th, 2007 05:04

    Rudiansyah: “Ambil contoh: pendaratan Apollo 11 di bulan yang kemudian diketahui kedustaannya. Ternyata bulan belum pernah dijamah oleh seorang manusia pun.”
    .

    Hmm, tampaknya antum termasuk yang terkena korban dongengan teori konspirasi. Fakta bahwa orang pernah mendarat di bulan tidak bisa ditutup-tutupi lagi.
    .
    http://en.wikipedia.org/wiki/Moon_Landing
    .
    Berikut bantahan sekaligus referensi yang mematahkan “hujjah” orang-orang yang skeptis dengan pendaratan bulan oleh manusia:

    http://en.wikipedia.org/wiki/Apollo_Moon_Landing_hoax_accusations

  • 136
    Saya Resah « All That I Can’t Leave Behind
    October 25th, 2007 08:30

    […] saya akhirnya sampai pada satu kesimpulan: KONYOL! – OK, kita memang tidak boleh menuhankan akal. TAPI JANGAN PULA MENGINJAK-INJAK AKAL PEMBERIAN ALLAH! Lihat baik-baik bagaimana diskusi di sana mengalir. – Penjelasan untuk menyanggah fatwa konyol itu […]

  • 137
    faidzin
    October 25th, 2007 08:36

    saya ingin mengkoreksi pendapat antum tentang fatwa Syaikh Ibn Bazz.
    Akh Ahmad Ridha dari zhahran mengatakan di blog saya:
    “Artikel yang menarik. BTW, satu kekeliruan yang sering terlihat dalam masalah ini adalah mempertentangkan antara revolusi bumi dan pergerakan matahari. Kekeliruan ini yang juga menjadi sumber sebagian orang yang mencela Syaikh Bin Baz rahimahullah karena pendapat beliau bahwa penolakan terhadap pergerakan matahari adalah kekufuran. Padahal teori ilmiah pun menyatakan matahari bergerak.”

  • 138
    Anti Geosentris
    October 25th, 2007 16:57

    Alhamdulillah Ustadz Faidzin bisa ikut kemari, mohon maaf artikelnya saya copas kesini, tanpa ijin sebelumnya. Kalau kurang berkenan, bisa minta ke Mas Harry untuk dihapus.

    Menurut saya artikel seperti itu penting, karena kebanyakan tulisan di Internet masih berupa bahasa Inggris.

    Dan setidaknya bisa mengajak rekan salafiyyun lainnya untuk bisa open-minded, karena penulisnya adalah salafy yang punya kualifikasi ilmu sains.

    Seperti yang Mas Harry katakan, memang perlu ada koreksi internal, sehingga da’wah salaf tidak tercemar gara-gara nila setitik.

  • 139
    Moedji Raharto
    October 26th, 2007 13:08

    Mohon maaf, Heleosentris dalam pengertian Matahari pusat alam semesta juga salah, tapi Heliosentris dalam pengertian bahwa planet (termasuk planet Bumi) mengelilingi Matahari mempunyai dasar empiris pengamatan astronomi, 3 Hukum Kepler hasil dari empiris pengamatan dengan teleskop, orbit planet berbentuk ellips, jarak pangkat 3 dan periode kuadrat konstan, luas kawasan yang disapu radius vektor konstan dsb matematika dan fisikanya ada sdh ratusan tahun. Sekarang sdh berkembang sangat pesat di Obs Bosscha dan di Astronomi ITB sangat banyak buku – bukunya, saya pernah melihat di Jepang di Univ Tokyo jauh lebih banyak yang menekuninya, jangan memvonis sebelum melihat realitas yang ada, ribuan ilmuwan sdh bekerja dengan ketekunannya, dengan kesungguhannya, mereka telah jauh beramal “memahami pergantian siang malam” dengan meneliti dan bekerja keras dengan membuat alat – alat, menghitung, berusaha dan berihtiar untuk mengerti sesuatu fenomena alam dengan metodologi sains empirik tidak sebatas berangan – angan kosong. Astronomi adalah observational sains. Sebaiknya kita pelajari dengan seksama jangan cepat menyimpulkan apalagi menyalahkan sesuatu tanpa pengetahuan. Sekali lagi saya berharap untuk segera mengakhiri perdebatan ini, karena hanya akan membuang waktu dan tenaga untuk sesuatu yang sudah jelas, lakukan eksperimen dan penelitian langit dan isinya, jangan cuma sebatas ditatap dengan mata biasa dan tidak difikirkan dengan sistematis.

  • 140
    Anti Geosentris
    October 26th, 2007 16:01

    Nasehat yang sangat baik dari Bapak Moedji Raharto, ilmuwan muslim kita yang masih menyempatkan diri mengunjungi blog ini.

    Semoga perdebatan ini berakhir, dan dilanjutkan dengan usaha keras untuk menguasai iptek termasuk teknologi antariksa, tidak cuma berhenti saja dengan teks.

    Btw, beberapa syekh Timur Tengah juga sudah menyadari hal ini, diantaranya Syekh Mamduh Farhan Al Buhairi, yang tampaknya sudah well informed, sehingga beliau berfatwa bumi mengelilingi matahari.

  • 141
    Benarkah Bumi Mengelilingi Matahari? « All That I Can’t Leave Behind
    October 27th, 2007 16:55

    […] kita harus lihat dulu keseluruhan isi fatwa tersebut, dan latar belakang munculnya fatwa tersebut. Diskusi antara Mas Harry Sufehmi dengan Mas Syaiba saya rasa bisa menjawab pertanyaan ini. Diskusi tersebut […]

  • 142
    maman_herry
    November 2nd, 2007 21:32

    Mungkin Pak Moedji atau lainnya punya data tentang :

    1. Berapakah kecepatan perputaran bumi pada porosnya?
    2. Jika bumi berputar dari barat ke timur, apakah pesawat yang terbang pada rute yang sama bolak-balik, berbeda waktu tempuhnya?

    Syukran..

  • 143
    leilamaksum
    November 6th, 2007 17:08

    makanya umat Islam kuasain dong tuh ilmu sains jadi ga gampang terombang-ambing sama pendapat /fatwa ngawur. sebab definisi ulama dalam Islam mengandung arti luas: seseorang yang menguasai suatu ilmu disebut ulama, termasuk ilmu sains. Dan kenapa tiap muslim wajib menuntut ilmu?? biar nggak taklid buta pada siapapun. Biar punya pendirian kokoh. Biar gak capet naek darah kalo denger pendapat yang beda. Dan most important thing : biar umat Islam maju semaju-majunya bagi kehidupan dan semesta alam. Ga gampang terjajah bangsa dan umat lain bow! 🙂
    Ayolah maju terus tuntut ilmu. jangan mundur ke abad kegelapan 😉

  • 144
    Anti Geosentris
    November 9th, 2007 10:18

    Di Myquran juga ada diskusi menarik:

    http://myquran.org/forum/index.php/topic,29835.0.html

  • 145
    Galileo
    November 10th, 2007 15:15

    http://pwg.gsfc.nasa.gov/istp/outreach/images/movies/Earth_Moon_Galileo.mov

    As the Galileo satellite left Earth, it took this movie of the Earth and the Moon and their motions. (247K QT)

    Silakan download movie diatas, saya rasa sudah cukup jelas, bahwa bumi berotasi. Video diatas diambil dari satelit Galileo.

    Saya yakin NASA punya banyak clip video, atau animasi dari rentetan foto.

    Sangat lucu kalau masih ada yang mau membantah bumi berotasi.

  • 146
    Galileo
    November 10th, 2007 16:05

    Dari Galileo juga:
    .

    http://apod.nasa.gov/apod/ap070514.html

    .

    Movienya ada disini:
    http://apod.nasa.gov/apod/image/0705/earth_galileo_big.mov

    .

  • 147
    Syamsul kamri
    November 11th, 2007 11:11

    Assalamu alaikum….

    Untuk meyakinkan bahwa matahari mengelilingi bumi….boleh saudara-saudara mencermati bagaimana proses perubahan fae bulan yang awalnya berupa bulan sabit-purnama-sabit kembali. Perhatikan….Dalam kenyataannya bulan bergerak mengelilingi baumi, nah kalau sekiranya bumi berotasi 24 jam, maka akan terjadi posisi ijtima (Bm-Bl-Mthr dalam 1 grs lurus) terjadi 1 kali sehari. Ini betentangan dengan kenyataan, Yang sebenarnya terjadi adalah masa ijtima hanya terjadi 2 kali sebulan, yaitu ketika purnama dan bln gelap. Jadi perubahan fase bulan hanya mungkin terjadi kalau matahari dan bulan mengelilingi bumi, dan bumi diam tidak bergerak……ayo….Siapa yang bisa jelaskan….perubahan fase bulan dengan konsep bumi mengelilingi matahari, kalau perlu buatkan animasinya….niscaya akan menemukan bahwa mataharilah yang mengelilngi bumi……

  • 148
    sufehmi
    November 12th, 2007 06:59

    @Syamsul – logika Anda keliru berat. Mungkin Anda merancukan antara rotasi dengan revolusi bumi, dan/atau mungkin Anda tidak tahu bagaimana proses bulan mengorbit bumi.
    .

    Perhatikan…

    .
    Lebih baik Anda yang memperhatikan, baca ulang diskusi disini secara keseluruhan terlebih dahulu, karena dibandingkan dengan argumen yang aneh ini sudah terlalu banyak bukti-bukti heliosentris yang dipaparkan & dijelaskan.
    Silahkan dimanfaatkan, daripada terus terjebak dalam ketidak tahuan.

  • 149
    Moedji Raharto
    November 12th, 2007 12:28

    Periode Rotasi planet Bumi 23 jam 56 menit, sedang 24 jam adalah 1 hari Matahari konsep jam (arloji) yang dipakai sehari – hari yang dilahirkan mengadopsi perhitungan heliosentris, Bumi beredar mengelilingi Matahari, dan rotasi Bumi. Jam itu Cocok untuk Matahari rata – rata tapi tidak cocok untuk waktu bintang atau waktu sideris yang mengacu pada rotasi Bumi. Amati bintang dan Matahari sepanjang tahun dengan teleskop yang presisi/cermat maka anda akan menemukan perbedaannya.

    Kecepatan sudut rotasi Bumi 360 derajat / 23 jam 56 menit atau 2 pi radian/ 23 jam 56 menit, kecepatan liniernya bergantung pada jarak terhadap sumbu rotasi. [ misalnya Air Bus A200 – 300 (12 jam perjalanan, menempuh jarak 18860 km ) dg ketinggian lebih 11 557 km dan kecepatan 800 – 900 km/jm temperatur di luar pesawat -50 derajat ]. Tinggal dihitung pakai sudut radian ( 2 pi radian / 23 jam 56 menit ) x berapa lama penerbangan berlangsung dikalikan ketinggian pesawat, merupakan informasi jarak yang ditempuh rotasi Bumi pada jarak tempat pesawat berada. Tinggal arah pesawat apakah akan dipercepat (bila berlawanan arah) atau diperlambat (kalau se arah) lama penerbangannya akibat rotasi Bumi, atau waktu jelajahnya sama tapi kecepatan pesawatnya yang dibuat berbeda dsb.

    Rute penerbangan minimal biasanya juga menggunakan jarak terdekat pada lingkaran besar bola langit.

    Fase Bulan: geometri sistem Bulan, Bumi dan Matahari, periode sideris dan sinodis Bulan mengelilingi Bumi, periode sideris revolusi Bumi mengelilingi Matahari, hukum Kepler, hukum gravitasi Newton semuanya konsisten dan tidak diragukan lagi kebenarannya.

    Konsep geosentris banyak tidak konsistennya, karena secara fisik tidak ada hukum alam fisika yang mendukungnya.

    Mohon maaf, hanya sekedar menyampaikan kebenaran dalam ilmu yang saya pelajari.

  • 150
    Abu Salma bin Rosyid
    November 14th, 2007 17:18

    Assalamu ‘alaikum warohmatullahi wabarokatuhu

    Kang harry…coba baca komen saya berikut ini dan kalau bisa di jawab ya !
    Sebenarnya yang menjadikan ragu trhadap konsep geocentris oleh pendahulu heliocentris adalah mars kelihatan bergerak mundur, sehingga disimpulkan bahwa mars berada di luar bumi jika matahari sebagai poros.
    Dari itu berkembang bahwa matahari diam sebagai pusat dan bumi mars dan yang lain bergerak mengelilingi bumi.
    IPTEK saat ini dikembangkan dengan teori seperti ini, namun toh jika kita semua disuruh menjelaskan IPTEK yang mana yang berdasarkan BMM, terangkan dengan sejelas-jelasnya konsepnya, siapapaun (orang Indonesia) akan menjawab tidak bisa.
    Saya yakin bahwa penulis inipun belum menguasai konsep BMM secara detail, maka jika ada pertanyaan diajukan kepadannya, diapun tidak mampu menjelaskan secara ilmiah.
    Demikian juga terhadap konsep MMB, siapa yang meyakini konsep itupun tidak mampu menjealaskan secara ilmiah terhadap gejala-gejala alam yang tibul.

    Wal hasil, masih trdapat misteri yang sangat besar di alam raya ini, ini membuktikan bahwa ilmu yang Allah berikan kepada manusia sangatlah sedikit.
    Dari itulah salafyun meyakini teks yang ada di Alqur’an bahwa Matahari bergerak satu edar dengan bulan.

    Semestinya sebagai intelektual Muslim tidak buru-buru mencap fatwa pembodohan terhadap fatwa MMB, mestinya dijadikan pangkal tolak utnuk berfikir secara kritis, mengumpulkan data, tidak bersikap apriori.

    satu petanyaan yang meyakini heliocentris :
    Bulan sebagai satelit bumi berputar mengelilingi bumi,maka dalam keadaan tertentu bulan bisa berada pada posisi di antara Matahari dan Bumi,dengan demikian bulan dalam posisi ini mengalami tiga gaya :
    1. gaya gaya lurus oleh dirinya sendiri
    2. gaya gravitasi oleh bulan
    3. gaya gravitasi oleh matahari yang arahnya keluar dari jalur edar.

    tambahan :
    1. Konsep heliocentris menjelaskan bahwa terjadinya siang dan malam adalah dikarenakan berputarnya bumi pada porosnya. Saya yakin anda akan sepakat.
    2. Sedangkan dalam alqur’an dapat dibaca berulang-ulang bahwa yang menimbulkan terjadinya siang dan malam adalah beredarnya matahari. Diantaranya pada surat yasin Surat Yasin ayat (ayat 36 : 40, kalau tidak salah). Jadi ini bukan persoalan tafsir. Anda dapat baca lagi di http://abdurrahman.wordpress
    3. Memang dalam teori heliocentris dijelaskan bahwa matahari perjalan, namun jalannya matahari ini bukan menentukan perubahan siang dan malam. Perjalanan matahari menurut teori ini adalah mengelilingi milky way agar terjadi grakan seimbang dari sistem tata surya seluruhnya.
    4. Jadi telah jelas terjadi berbedaan konsep antara al-qur’an dan teori ini, bukan masalah tafsir akan tetapi masalah konsep awal. Ini mestinya dijadikan acuan kita intelektual muslim sadar. Secara jujur saya sebagai orang yang berbasis fisika, ketika belajar teori ini adalah telah muncul di dalam hati bahwa ini teori yang benar tidak mungkin salah. Maka sekarang saya sedang mengumpulkan data semampu saya baca sana-sini dan mendebat sana-sini. Sekarang saya belajar konsep BMM untuk mencari kesalahannya, memang sengaja saya lontarkan sedikit nada merendahkan agar ada yang mampu mau menjelaskan secara detai berdasarkan perhitungan-perhitungan yang matang secara hukum newton.

    Adapun masalah pengkafiran, barokallahufikum perlu anda ketahui, di dalam ahlussunnah dikenal pengkafiran mutlak dan pengkafiran mu’ayan.
    1. Pengkafiran Mutlak maksudnya adalah secara global. Contoh : Barang siapa menyakini bahwa ada satu ayat dalam alqur’an ini salah maka dia kafir. Sifat kaidah ini umum tidak dapat diterapkan pada orang perorang.
    2. Namun ketika ada seseorang benar-benar tidak yakin terhadap kebenaran isi al-qur’an tidak serta merta dikafirkan, harus tahu jelas alasannya mengapa dia tidak meyakini. Maka sebelum mengkafirkan seseorang perlu diadakan dialog (penyampaian hujjah) dan inipun tidak dilakukan oleh sembarang orang tetapi oleh para ulama.
    Saya membaca katanya Syaikh bin Baz mengkafirkan orang yang tidak meyakini MMB, ini adalah pengkafiran mutlak, bukan personal (wallahu ta’ala a’lam)

    Demikian sedikit penjelasan dari saya, semoga menjadikan perrhatian semuanya.
    Wassalamu ‘alaikum

    Saudaramu di jalan Allah.
    Abu Salma bin Rosyid

  • 151
    sufehmi
    November 14th, 2007 18:48

    @Abu Salma bin Rosyid :

    kalau bisa di jawab ya !

    .
    siap boss !
    .

    memang sengaja saya lontarkan sedikit nada merendahkan

    .
    Terimakasih untuk kejujurannya. Mohon maaf jika saya reply dengan nada merendahkan juga, karena di komentar Anda ini banyak melemparkan tuduhan kosong, atau yang lebih parah lagi, tuduhan ngawur yang sebetulnya sudah terjawab di halaman yang sama ini juga.
    .

    IPTEK saat ini dikembangkan dengan teori seperti ini, namun toh jika kita semua disuruh menjelaskan IPTEK yang mana yang berdasarkan BMM, terangkan dengan sejelas-jelasnya konsepnya, siapapaun (orang Indonesia) akan menjawab tidak bisa.

    .
    Ini statement super ngawur, jelas pakar astronomi muslim di Indonesia ada banyak kok. Beberapa seniornya malah sampai sudah muncul disini.
    .
    Coba baca lagi diskusi di halaman ini dengan baik.
    Allah swt sudah memerintahkan kita, “Iqra !”, sebaiknya sih kita turuti ya.
    .

    Sedangkan dalam alqur’an dapat dibaca berulang-ulang bahwa yang menimbulkan terjadinya siang dan malam adalah beredarnya matahari. Diantaranya pada surat yasin Surat Yasin ayat (ayat 36 : 40, kalau tidak salah). Jadi ini bukan persoalan tafsir.

    .
    Jelas ini masalah tafsir dong mas. Karena kedua-duanya benar; matahari memang mengelilingi bumi jika kita lihat dari bumi, namun kalau kita lihat dari luar angkasa (dan berdasarkan segudang bukti teori & bukti nyata) maka menjadi jelas bahwa sebenarnya bumi yang mengelilingi matahari.
    .
    Saya membalas soal ayat ini sampai 2 kali, dengan komentar sampeyan maka sudah menjadi 3 kali.
    Iqra’ dong…
    .

    Semestinya sebagai intelektual Muslim tidak buru-buru mencap fatwa pembodohan terhadap fatwa MMB

    .
    Semestinya Anda tidak buru-buru mencap bahwa kami telah terburu-buru dalam mencap fatwa MMB adalah bodoh.
    .
    Silahkan dibaca halaman ini baik2, saat ini total ada 150 komentar di halaman ini saja, dan sangat banyak yang sudah menjabarkan bukti-bukti BMM secara jelas & nyata.
    .
    Belum dibaca kok sudah langsung berani memvonis. Berbahaya sekali kalau orang Islam kebanyakan seperti ini.
    .

    Anda dapat baca lagi di http://abdurrahman.wordpress

    .
    Sudah mas, sepertinya halaman ini adalah argumen pamungkas bagi para “salafy” untuk membuktikan MMB.
    .
    Padahal Abdurrahman ini tidak mau diberikan masukan (fasilitas komentar di halaman tersebut dimatikan), sehingga sampai sekarang mungkin dia masih belum tahu / menyadari bahwa :
    .
    1. sudah mulai berkembang wacana bahwa BMM di kalangan salafy di timur tengah
    .
    2. pernyataan dari Syaikh Utsaimin sendiri bahwa “…dia (rotasi) termasuk perkara yang tidak ditetapkan atau ditolak oleh al-Qur’an dan as-Sunnah” dan fatwa tentang revolusi bumi adalah berdasarkan hanya penafsiran **literal** dari Quran & Sunnah, belum merupakan fatwa yang komprehensif.
    .
    Kalau Anda / Abdurrahman mau membaca diskusi di halaman ini sampai tuntas, insyaAllah Anda akan paham bahwa penulis buku MMB memang telah tergesa-gesa dalam menarik kesimpulannya; karena Syaikh Utsaimin sendiri tidak memastikan hal tersebut.
    .

    Memang dalam teori heliocentris dijelaskan bahwa matahari perjalan, namun jalannya matahari ini bukan menentukan perubahan siang dan malam. Perjalanan matahari menurut teori ini adalah mengelilingi milky way agar terjadi grakan seimbang dari sistem tata surya seluruhnya.

    .
    Betul, tapi masalahnya, konteks diskusi ini adalah pada buku Ahmad Sabiq.
    .
    Nah, di buku tersebut, Ahmad Sabiq jelas membahas MMB dalam konteks tata surya.
    .
    Dengan demikian, maka jadi jelas bahwa ybs telah melakukan kesalahan yang fatal.
    .
    Penjelasan lebih lanjut mengenai pentingnya konteks dalam suatu diskusi sudah saya elaborasi di sebuah posting khusus disini.
    .
    Ini baru bicara soal MMB, padahal Ahmad Sabiq melebar ke berbagai hal-hal lainnya juga, seperti rotasi bumi, dll. (dan pembahasannya juga sama ngawurnya)
    .

    sekarang saya belajar konsep BMM untuk mencari kesalahannya

    .
    Yah, kalau sudah terlanjur bias, susah dong mas. Yang salah pun bisa dipaksa-paksakan menjadi benar.
    .
    Kalau menuntut ilmu itu musti ikhlas lillahi ta’ala. Bukan demi ego, atau demi syaikh, atau demi kelompok.
    Berbahaya sekali, nanti kita bisa dituntut oleh Allah swt di akhirat.
    .
    Saya sendiri akan terima BMM dengan senang hati kalau memang terbukti keshahihannya.
    Sejauh ini; dari 150 komentar sudah sangat banyak yang membuktikan BMM dengan sangat kuat, namun belum satu pun yang bisa memberikan bukti MMB yang tidak terbantahkan.
    Jadi, otomatis saja, saya masih belum bisa berpendapat MMB.
    .
    “Kubu” MMB sejauh ini hanya mengandalkan ***penafsiran*** yang keliru, bukan fakta dari Quran & Sunnah.
    Jadi sampai saat ini saya katakan bahwa Anda, kubu MMB, sebagai anti salafy. Karena mereka mengaku Sunnah padahal bukan (mengatasnamakan agama Allah swt padahal bukan) & menyalahi Sunnatullah.
    Karena jalannya Rasulullah saw & sahabat beliau adalah jalan kebenaran, bukan jalan yang dipaksa-paksakan benar.
    Untuk topik ini, saya lah pengikut salafy yang sebenarnya.
    .

    Saya membaca katanya Syaikh bin Baz mengkafirkan orang yang tidak meyakini MMB, ini adalah pengkafiran mutlak, bukan personal (wallahu ta’ala a’lam)

    .
    Tidak apa, silahkan katakan apa saja. Tapi saya pasti akan mengadukan hal ini kelak kepada Allah swt di hari pembalasan nanti. Dan Allah swt adalah sebaik-baiknya hakim.
    .
    Terimakasih sudah membaca balasan ini, semoga terprovokasi untuk mencari tahu lebih lanjut soal ini 🙂
    Dan semoga kemudian jadi bisa menarik manfaat lebih lanjut.
    .
    Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,
    Akhukum fillah,
    Harry Sufehmi

  • 152
    Galilei
    November 15th, 2007 07:12

    Kalau seandainya hal ini benar, bahwa Imam Ja’far Shadiq, (Imam Ahlus Sunnah, yang banyak karya palsu diatributkan ke beliau oleh Rafidhah sesat) memiliki pandangan heliosentris, maka gugurlah klaim selama ini bahwa geosentris adalah ijma ulama.
    .
    http://en.wikipedia.org/wiki/Jafar_Sadiq
    .
    Kalau ada yang bisa dapatkan buku di bawah ini, akan sangat menarik saya rasa.
    .
    Reseach Committee of Strasburg University, Imam Jafar Ibn Muhammad As-Sadiq A.S. The Great Muslim Scientist and Philosopher, translated by Kaukab Ali Mirza, 2000. Willowdale Ont. ISBN 0969949014.

  • 153
    Abu Salma bin Rosyid
    November 15th, 2007 11:06

    Assalamu ‘alaikum
    Terimakasih, atas jawabannya.
    Semoga anda tidak mudah menyimpulkan terhadap diri saya. Ketahuilah justru saya ini membantah sedang mencari ilmu. Mohon kesabarannya.
    Memang saya akui bahwa saya tidak membaca semua komen yang ada terlalu melelahkan. Saya hanya membaca komen ke 36 dan 38 karena itu direkmendasi oleh teman blogger sebagai yang paling ilmiah dan paling intelek.

    Dari pejelasan itupun saya masih menganggap belum dapat menjelaskan secara detil tentang konsep BMM.

    Yang banyak di sampaikan oleh teman-teman saya dari guru fisika dan geografi, bahwasannya konsep bbm inilah yang dikembangkan menjadi berbagai macam teknologi.
    Dengan komen ini saya minta ada yang menjelaskan (intelektual Muslim di bidang Astronomi) Teknologi apa yang dikembangkan dari teori BMM secara detail dengan metodologi ilmiah. Bukan seperti jawaban anda di atas.

    Saya terlepas dari Penulis buku, saya sedang mencari ilmu. Saya setuju penulis buku tersebut terlalu berani, keluar dari frame, padahal fatwa Syaikh hanya mengacu pada terjadinya siang dan malam, tidak masuk dalam teori fisika, gerak dls. Sedangkan penulis buku membahas terlalu jauh.

    Saya hanya mengharap intelektual muslim tidak apriori terhadap fatwa ini, bisa saja MMb salah karena disebutkan dalam banyak ayat bahwa pergerakan mataharilah yang menimbulkan terjadinya siang dan malam.

    Kalau secara fisika sih saya sendiri mudah menjawab, yang dimaksud Allah gerak matahari di ayai ini adalah gerak semu, selesai. Hanya saya mengajak yang lebih berilmu mencoba berfikir bagaimana jika teori-teori yang sekarang ada jika diubah diasumsikan bumi sebagai titik acuan yang diam dan matahari yang bergerak apa tidak bisa ?
    Terimakasih atas kesudian jawabannya, mohon tidak mengeneralisir orang-orang yang menyandarkan diri pada manhaj salaf.
    Wassalamu ‘alaikum

  • 154
    sufehmi
    November 15th, 2007 12:31

    Wa’alaikumsalam wr. wb,
    Terimakasih untuk reply nya.
    .

    Memang saya akui bahwa saya tidak membaca semua komen yang ada terlalu melelahkan.

    .
    Betul mas, memang amat melelahkan. Saya juga mengalaminya – pertama kali yaitu ketika membaca buku cetakan lux yang isinya sangat tidak keruan itu, lalu membuat artikel ini; dan kemudian meladeni hujatan-hujatan dari para pengikut (katanya) salafy yang tidak terima syaikh/kelompok nya dikritik.
    .
    Saya selalu coba untuk membalasnya dengan ilmiah. Padahal, sehari-hari kegiatan saya seringkali sudah mulai dari jam 4 pagi s/d pkl 24 malam, saya juga sudah berkeluarga dan anak saya ada 4.
    Tapi saya masih coba sisihkan waktu untuk ini, karena saya ingin ada kontribusi untuk membebaskan umat Islam dari taqlid buta, tersesat di Quran & Hadits karena metode penafsiran yang ngawur (note: sangat banyak aliran sesat yang juga mengaku berpedoman ke Quran & Hadits. Perbedaan mereka dari Islam yang sebenarnya adalah pada cara mereka ***menafsirkan*** Quran & Hadits ), dst.
    .
    Namun alhamdulillah, saya amat bersyukur kalau menyadari bahwa disini saya tidak sendirian, banyak kawan-kawan yang juga simpati dengan idealisme ini. Dan mereka turut bersabar bersama saya untuk menjelaskan satu aspek di agama ini kepada mereka yang kebetulan sedang keliru memahaminya. Semoga Allah swt selalu merahmati mereka semua, amin.
    .

    Saya hanya membaca komen ke 36 dan 38 karena itu direkmendasi oleh teman blogger sebagai yang paling ilmiah dan paling intelek.

    .
    Coba baca komentar 35 mas.
    .
    Lalu kemudian silahkan bisa dilanjutkan dengan membaca komentar2 dari Syaiba (salafy), harry, Jay, Djamaluddin (astronom muslim), Moedji Raharto (astronom muslim), Galilei / Galileo, Anti Geosentris (salafy), dhani, ech, Priyadi, Mutoha (astronom muslim), dll.
    Tekan Ctrl-F dan lalu ketikkan nama kawan2 tersebut, sehingga bisa langsung ditemukan dengan mudah.
    .

    Hanya saya mengajak yang lebih berilmu mencoba berfikir bagaimana jika teori-teori yang sekarang ada jika diubah diasumsikan bumi sebagai titik acuan yang diam dan matahari yang bergerak apa tidak bisa ?

    .
    Bisa sekali, malah ini adalah salah satu komentar yang pertama kali muncul.
    Makanya komentar Anda yang pertama jadi kentara sekali ketahuan langsung berkomentar tanpa membaca diskusi yang sudah ada.
    .
    Kembali ke komentar Anda tsb, seperti yang juga sudah saya katakan berkali-kali sebelumnya, konteks diskusi ini adalah buku Ahmad Sabiq. Dimana titik acuannya sudah jelas, yaitu tata surya.
    .
    Anyway, saya pribadi pikir akan menarik sekali jika ada penelitian lebih lanjut dan kemudian menemukan bahwa ternyata pusat alam semesta sebetulnya adalah bumi 🙂 That would be really cool indeed – third rock from the sun, this little dot in the massive universe, actually the center of it all.
    .

    Terimakasih atas kesudian jawabannya, mohon tidak mengeneralisir orang-orang yang menyandarkan diri pada manhaj salaf.

    .
    Mudah-mudahan tidak sampai terjerumus demikian, karena saya sendiri juga mencoba untuk merujuk ke manhaj salaf.
    .
    Hanya saja, sebagai salah satu simpatisan awal gerakan baru salafy (saya sebut baru karena tentu saja sebelumnya sudah banyak yang selalu berusaha mengembalikan agama ini ke jalannya yang benar), saya sangat prihatin melihat bagaimana para simpatisan salafy pada saat ini :
    .
    1. taqlid kepada syaikh (fanboys)
    2. taqlid kepada kelompok (yang ternyata sudah bukan di jalan salaf lagi, misalnya berbagai kelompok salafy yang berpecah belah dan sibuk berkelahi antar sesamanya)
    3. dan berbagai masalah lainnya.
    .
    Khusus soal taqlid, ini sangat ironis karena biasanya kita mengkritik kelompok-kelompok seperti NU karena mereka sangat taqlid kepada ulamanya. Sekarang kita sudah bisa lihat sendiri disini berapa banyaknya simpatisan salafy yang taqlid membabi buta terhadap syaikh ahmad sabiq.
    .
    Terimakasih, mudah-mudahan makin banyak yang memiliki kepedulian yang sama, dan bersama-sama kita mencoba mengembalikan salafy ke jalannya; yaitu jalannya para pendahulu kita.
    .
    Wassalam,
    Harry

  • 155
    ganda
    November 15th, 2007 14:08

    saya dah baca comments sampai mas harry sufehmi bilang akan menutup forum diskusi ini, lha koq malah dibuka lagi, gi mana to ya? dilihat dari isi comments dr kwn2 netters,
    saya yg awam ini, sudah baca buku itu ampe tuntas, dan setelah mencocokkannya dengan comments di sini ternyata emang bener buku itu kaya ga tau konsep fisika kelas sma atau bahkan malah smp….
    saya menyesal beli buku itu, saya pikir isinya penemuan baru, dilihat dari subjudulnya… “kepastian…”
    tetapi…..
    pendapat saya seperti pendapat anda dan penndapat para netters yang mendukung anda….

  • 156
    Galileo
    November 18th, 2007 15:41

    Jaman gini kecepatan rotasi bumi sudah bisa diukur dengan akurat. Bahkan kalau terjadi fluktuasi yang sangat kecil pun bisa diukur.
    .
    Salah satu alat untuk mengukurnya adalah Ring Laser Giroskop yang ada di Jerman, seperti di bawah ini:
    .
    http://www.wettzell.ifag.de/LKREISEL/G/LaserGyros.html
    .

  • 157
    Galileo
    November 18th, 2007 15:48

    Salah satu situs utama pendukung geosentris adalah:
    .
    http://www.geocentricity.com
    .
    Situs tersebut dikelola oleh ilmuwan gerejani/Kristen, karena mereka memang membutuhkan bukti geosentris supaya tetap sesuai dengan Bible mereka.
    .
    Disana mereka menganut paham Tychonian, yang intinya bulan dan matahari mengelilingi bumi, tetapi planet dan benda angkasa lain mengelilingi matahari.
    .
    Nah entah, rekan-rekan geosentris ini, apakah Tychonian? Apakah Ptolemian, yang menganut bahwa semua benda angkasa lain mengelilingi bumi?
    .
    —————————
    Sayang sekali kalau mereka, para pendukung geosentris dari kalangan salafy, harus berada pada sisi yang sama dengan ilmuwan gerejani masa kini. 🙁

  • 158
    Galileo
    November 19th, 2007 10:16

    Bukti tambahan yang juga cukup kuat yang mendukung heliosentris, dan menolak geosentris:
    .
    http://www.student.oulu.fi/~ktikkane/AST/helioc.html

  • 159
    Aditya
    November 23rd, 2007 18:21

    Hayo-hayo. Kalo matahari mengelilingi bumi, yang lain mengelilingi siapa? (Planet lain,merkurius, jupiter, mars)..dll

  • 160
    ganda
    November 25th, 2007 11:02

    saya mempunyai bukti dari Al-Qur’an yang menguatkan HELIOSENTRIS!
    jumlah kata ‘hari’ berbentuk tunggal adalah 365! sama dengan jumlah hari dalam kalender masehi yang didasarkan pada revolusi bumi terhadap matahari, juga jumlah kata ‘hari’ berbentuk jamak adalah 30, sama dengan jumlah hari dalam 1 bulan, dan penyebutan kata bulan dalam Al-Qur’an sebanyak 12 kali. saya mendapat info ini dari buku karangan M. Quraish Shihab, tapi saya lupa judulnya.

    bukankah setiap huruf, kata, dan ayat-ayat Al-Qur’an adalah mukjizat?

  • 161
    leilamaksum
    November 27th, 2007 18:03

    jawaban sdr Ganda cukuplah untuk membuat kita bersikap, “then I rest the [heliocentris -geocentris] case from now on.”

    tq guys. I do enjoy the discussion 🙂 move onwards moslems!
    and stay rukun!

    wass

  • 162
    papabonbon
    November 30th, 2007 18:34

    wah, kirain harry sufehmi tuh salafy. tapi kalau lihat tulisannya, anti salafy dalam kasus ini .. 😀

  • 163
    papabonbon
    November 30th, 2007 18:40

    http://papabonbon.wordpress.com/2007/11/12/salafy-the-geocentris/

    justru banyak pakar islam sejak jaman dulu sudah megnajukan ide bumi mengelilingi matahari. salafy kemana aja sih .. ?

  • 164
    sufehmi
    December 1st, 2007 16:54

    @papabonbon – saya tidak anti salafy. Saya hanya anti orang-orang yang menyesatkan sesamanya.
    .
    Ya, generasi salaf memang sudah sejak dahulu mengusung ide heliocentris, yang paling awal setahu saya adalah Ja’far Al-Sadiq rahimakumullah (note: beliau “dibajak” oleh umat Syiah, diakui sebagai Imam ke enam mereka, walaupun beliau tidak pernah mengakui hal tersebut).
    Beliau adalah salah satu contoh terbaik mengenai kemuliaan Islam & umat Muslim; bagaimana jika muslim memahami agamanya dengan benar maka Allah swt akan mencurahkan ilmu & rahmatNya kepada ybs.
    .
    Tidak seperti generasi sekarang, yang hanya mengaku bermanhaj salaf, namun mengingkari banyak sekali yang telah dicontohkan oleh para pendahulu mereka.
    .
    Terimakasih untuk postingnya, mudah-mudahan banyak yang bisa mendapatkan manfaat dari situ.

  • 165
    ganda
    December 16th, 2007 14:53

    dah selesai nih diskusi n comments nya? ayo dong mulai lagi!

  • 166
    Saya Resah « Mereka Bicara Salafy n Wahabi
    December 24th, 2007 18:20

    […] saya akhirnya sampai pada satu kesimpulan: KONYOL! – OK, kita memang tidak boleh menuhankan akal. TAPI JANGAN PULA MENGINJAK-INJAK AKAL PEMBERIAN ALLAH! Lihat baik-baik bagaimana diskusi di sana mengalir. – Penjelasan untuk menyanggah fatwa konyol itu […]

  • 167
    hasbinur
    January 25th, 2008 22:23

    Saya jadi tertarik ingin baca buku itu..

  • 168
    manda
    February 12th, 2008 22:09

    waksh, tembus sepam..

    semalaman melakukan ‘investigasi’, capek juga..ternyata diskusinya masih sampai taun 2008,wiuhhhhh…

    2 taon bokk..
    tuh malah ngomen gak mutu

  • 169
    Wedeteevive
    March 10th, 2008 06:05

    I’d prefer reading in my native language, because my knowledge of your languange is no so well. But it was interesting! Look for some my links:

  • 170
    Moedji Raharto
    March 10th, 2008 18:05

    Tahun depan 2009 merupakan tahun astronomi dunia, dunia akan memperingati 400 tahun Galileo mengamati langit dan fenomena benda langit dengan teleskop optik. Fakta tentang Fase planet Venus (konsekuensi Venus mengelilingi Matahari di lihat dari Bumi yang juga mengelilingi Matahari) diamati pertama kali dan fakta itu memperkuat teori heliosentris, teleskop telah membawa manusia untuk menguji berbagai pandangannya terdahulu. Dampaknya sangat luas seolah membuka tempurung yang mengungkung pengetahuan manusia tentang alam semesta dan berbagai fenomena astronomi, maha suci Allah pencipta, pemelihara alam semesta yang megah dan indah. Maha Besar, Maha Tinggi, Maha Pengasih dan Maha Penyayang, umat manusia yang berada di atas debu di beri jalan untuk mengetahui kehebatan alam semesta ciptaanNya yang Maha Agung. Berbagai penerbangan antariksa juga mengacu teori heliosentris, termasuk juga mengorbitkan sateli komunikasi atau GPS. Pengalaman pemuka Gereja terdahulu yang menganggap sesat atas teori dan pandangan heliosentris jangan diulangi lagi dengan mengkufurkan manusia yang berpandangan heliosentris. Gereja telah minta maaf atas kesalahan terdahulu itu.

  • 171
    sji
    March 16th, 2008 13:52

    wallahualam
    quran tak mungkin salah, yang mungkin salah adalah para penafsirnya (manusia).
    seru banget komentar-komentarnya
    di link sekalian ke blog ku ya…

  • 172
    berdebat merusak amal
    March 21st, 2008 22:42

    matahari di dunia sama ngak ya dengan matahari di Padang Masyar ? apakah bergerak atau berhenti dan apakah ada awanya juga ngak ya ?

  • 173
    Sayap nyamuk
    March 29th, 2008 00:55

    Ya Allah jangan sampai rusak amalan kami karena matahari hanya Engkaulah Yang Maha Mengetahui Ya Allah lindugilah kami dari terik panas Matahari di Padang Masyar kelak

  • 174
    gondewa66
    March 30th, 2008 20:49

    silahkan anda datang ke blog saya dan mohon baca artikel mengenai MATAHARI MENGELILINGI BUMI? di http://protagon.wordpress.com/2008/03/28/ptolomeus/

    terimakasih

  • 175
    fiza
    March 31st, 2008 15:58

    sadar dunk,,,
    Disaat kita benar, dosa terbesarnya adalah menganggap diri kita paling benar dari orang lain…
    Mmg, ayat Al_Qur’an berkata seperti itu,but kita sebagai hamba yang dhaif masih terlalu kotor buat menelaahnya dengan benar.
    Allah menurunkan Al-Qur’an supaya manusia berpikir… Kalo teori geosentri yang jelas-jelas salah n menentang logika manusia, apa yang perlu dipertahankan lagi?

  • 176
    Sayap nyamuk
    April 1st, 2008 01:03

    sekali lagi kepada Umat Islam jangan membahas tentang matahari lebih baik membahas diri kita apakah kita akan sukses masuk surganya Allah

  • 177
    sufehmi
    April 1st, 2008 04:53

    Kenapa berdiskusi mengenai Ayat Allah dilarang ?
    .
    Apalagi ketika ada kesalahan yang fatal disitu.
    .
    Kalau niatnya untuk kebaikan, tentu akan memperlancar jalan kita juga ke surga.
    .
    Dan ketika kita membiarkan kesalahan di depan muka kita, bisa-bisa di akhirat kita jadi kena murka & dituntut oleh Allah swt.

  • 178
    sayap nyamuk
    April 3rd, 2008 00:02

    Ingat syetan mengoda manusia ketika akan beramal ,sedang beramal ,setelah beramal maka kita banyak-banyak beristiqfar .

  • 179
    sayap nyamuk
    April 3rd, 2008 00:08

    Yang termasuk syirik tidak menyakini bahwa matahari bukan ciptaan Allah kalau masalah mengelilingi ini merupakan masalah kilafiah atau perpedaan pendapat

  • 180
    awas penyakin Wahen
    April 3rd, 2008 22:26

    Sekarang ada perjudian segala macam bentuk yang terdapat dalam blog ini

  • 181
    Rohmat H
    April 7th, 2008 19:41

    Kalau judulnya Matahari Mengelilingi Bumi, jelas teori Sabiq itu ngaco berat. Dia mungkin harus membaca perkembangan astronomi Islam, dimana para astronom Islam klasik telah lama mengkritik hukum geosentris yang tersirat dalam Almagest, karya Claudius Ptholemeus, dari Iskandariah.

    Awal abad kedelapan, Ja’far al-Sadiq menyanggah model geosentris Ptolemeus. Dia juga menyangkal teorinya Ptolemeus bahwa Matahari mempunyai dua gerak, satu mengorbit Bumi selama satu tahun, dan yang lain mengorbit Bumi selama 24 jam, menyebabkan siang dan malam. Dia mengusulkan bahwa kejadian itu bisa diterangkan dengan teori heliosentris, dimana Bumi berputar pada porosnya (rotasi), dan mengorbit Matahari.

    Akhir abad kesembilan, Ja’far ibn Muhammad Abu Ma’shar al-Balkhi mengembangkan model planit yang ditafsirkan sebagai model heliosentris. Sayang, hasil kerjanya tentang teori planit tidak bertahan, tetapi data astronominya kemudian direkam al-Hashimi , Abū Rayhān al-Bīrūnī, dan al-Sijzi. Pada awal abad kesebelas, al-Biruni bertemu beberapa para sarjana India yang percaya pada sistim Heliosentris. Dia mendiskusikan teori rotasai Bumi yang didukung Brahmagupta, dan ahli astronomi India lainnya. Al-Biruni menulis bahwa al-Sijzi juga percaya bahwa Bumi bergerak. Dia juga menemukan astrolabe disebut “Zuraqi”.

    Ibn al-Haytham (Alhacen) memelopori tradisi astronomi Musim dengan mempresentasikan analisa untuk memperbaiki model Ptolemeus, dan menjadi dasar teoritis untuk teleskopis modern astronomy. Antara 1025 hingga 1028, Ibn al-Haytham menulis Al-Shuku ala Batlamyus yang menyatakan keraguannya pada Ptolemeus. Dialah yang pertama kali mengkritik mengkritik sistim astronomi Ptolemeus, yang mana dia kritiknya berdasarkan pengamatan empirik, penelitian, dan percobaan. Terutama tentang lingkaran Ptolemeus. Dia menegaskan bahwa Ptolemeus hanya mengarang, dan kenyataannya gerakan itu tidak ada. Dia juga berkesimpulan Bumi berputar pada porosnya. Berangkat dari fakta itu, Ibnu Haitham mengusulkan untuk mencari sistem baru pengganti sistem Ptolemeus.

    Ibnu Rush (Averroes) menolak yang menmpercayai model Ptolemeus. Sikap ini merupakan hal baru, karena ahli astronomi di Andalusia awalnya menentang Ibn al-Haytham, untuk mengembangkan pengganti sistem Ptolemeus agar terhindar dari kesalahan. Seperti kritik Ibn al-Haytham, Ibn Rush juga mengarang kitab al-Istidrak ala Batlamyus (ikhtisar mengenai Ptolemeus), mencakup daftar keberatan untuk model astronomi Ptolemeus. Ini menandai pemberontakan sekolah Andalusia melawan astronomi Ptolemeus.

    Jika hari gini masih bilang Matahari mengelilingi Bumi ya sangat lucu. Lantas, apakah Matahari beredar? Jawabnya: Ya! Sebagaimana disisyaratkan surah Yaasin. Tetapi peredaran Matahari mengelilingi pusat galaksi Bima Sakti. Matahari menumpang lengan Orion. Dalam usia yang ke 5 milyar sekarang, Matahari tengah menyelesaikan putaran yang ke 20.

    Lantas dimanakah pusat semesta? Jawabnya: dimanapun kita mengambil titik di situlah pusat semesta! Mengapa? Karena alam semesta pada dahulunya adalah sebuah titik mampat tak berhingga yang tak bervolume (Baca: Al Anbiya 30). Kemudian dia meledak! terciptalah ruang dan waktu. Karena ruang sekarang berasal dari satu “titik”, maka dimanapun kita mengambil sebuah titik, kita bisa mengklaim di situlah pusat semesta. Termasuk di Bumi. Semoga mencerahkan. Terimakasih.

  • 182
    sufehmi
    April 8th, 2008 10:59

    @Rohmat – terimakasih banyak untuk komentarnya yang sangat ekstensif.
    .
    Saya pribadi tahu yang Jafar Al-Sadiq (cucu dari cucu Nabi Muhammad saw). Yang lainnya merupakan informasi baru bagi saya.
    .
    Mudah-mudahan bagi yang mengakui sebagai salafy tapi masih keukeuh dengan MMB bisa melihat contoh dari salah satu salaf terbesar di sejarah Islam (Jafar al-Sadiq) dan menyadari kekeliruannya.

  • 183
    scrt
    April 12th, 2008 23:47

    biarlah waktu yg menjawab seperti sebelum2nya..
    bnyak fakta yg disangkal bnyak pula yg di buat2.
    manusia tak luput dari salah tp 4JJ maha sempurna dalam segala aspek,,
    4JJ menjelaskan kebenaran tetapi penafsiran lah yg menghambat krn kita tidak sempurna sprt 4JJ dlm hal tata bahasa ,pemikiran,dll
    Wassalamu ‘alaikum

  • 184
    farid
    April 15th, 2008 22:23

    Kalo ane gini aja deh… MMB itu harus kita yakini kebenaranya karena dari zahir nash al quran
    trus BMM kita kiritisi karena teori manusia…

    kiekeiekeiekeiekek
    kaikaikaikaiakaik

  • 185
    Business » Comment on Matahari mengelilingi Bumi by » Comment on Matahari…
    April 20th, 2008 09:05

    […] Internet Marketing Blog wrote an interesting post today on Comment on Matahari mengelilingi Bumi by » Comment on Matahari…Here’s a quick excerpt[…] Comment on Matahari mengelilingi Bumi by torneo texas holdem …download gioco roulette…… […] […]

  • 186
    realstupid
    April 23rd, 2008 11:48

    teori WYSIWYG teori ilmiyah….

  • 187
    le jeu de poker français
    April 23rd, 2008 16:37

    télécharger le jeu poker gratuites…

  • 188
    Ya ALLAH jagalah hati kami
    April 30th, 2008 17:08

    sekali lagi kita harus menyakini bahwa yang mengerakkan matahari , bumi ,bulan adalah ALLAH bila berdebat sampai hari kiamat tak akan selesai

  • 189
    saiful
    May 1st, 2008 20:45

    Mungkin saya akan berkomentar sebatas pemahaman saya yg hanyalah sedikit saja. Insya Allah saya tahu apa yang dimaksudkan dalam buku tersebut. Apa yang dijelaskan didalamnya, yang membawa kesimpulan kepada “Matahari mengelilingi Bumi”, tentu saja sebab satu-satunya adalah kita manusia adalah sedang berdiam di bumi, ya planet bumi ini. Dalam istilah relativitas, suatu benda akan dikatakan “bergerak” atau “berpindah”, tentu melihat dimana si “pengamat” berada. Kita manusia berada di bumi, kita sebagai pengamat. Tentu saja akan mendapati matahari mengelilingi bumi. Apakah kita manusia bisa berada di matahari dan sanggup melihat bahwa bumi benar-benar mengelilingi matahari? Tetap bisa ada dua kemungkinan. Bisa jadi memang benar, yang bisa berada di matahari akan mendapati planet-planet termasuk bumi akan mengelilingi matahari. Kedua pendapat ini tidak bisa disalahkan begitu saja. Model geosentris ptolemius memang kelihatan lebih rumit, dan katanya model heliosentris kopernikus lebih sederhana dari geosentris. Tampak jadi lebih sederhana. Apakah itu berarti yg mutlak benar adalah heliosentris? Siapa yang tahu? Kembali kepada Allah. Bisa saja Allah memang telah memilih bumi sebagai “frame of reference”, bahkan mungkin telah dipilihNya sebagai pusat alam semesta. Ada yang bisa membuktikannya? Tanyalah kepada Allah. Bahkan zaman sekarang ini ada yang namanya galaxyocentris (berpusat pada galaxy) yang ujung-ujungnya menjadi acentris (alam semesta tidak ada pusatnya). Ini karena lantaran “mereka” frustasi, mendapati kelemahan dan keterbatasan ilmu dan akal manusia, tak sanggup menjangkaunya.
    Apa yang dituturkan dalam AlQuran maupun Assunnah, tidaklah secara gamblang menjelaskan dalam konteks bahwa matahari memang mengelilingi bumi. Dan juga tidak ada menyangkut “mengelilingi”, “berputar”, “berotasi” “mengorbit”. Yang ada misalnya, pergantian siang dan malam. Beriringannya terbitnya matahari bersama siang, dan bulan bersama malam. Ini saja sudah cukup bagi kita kaum muslimin. Karena untuk benar-benar tahu apakah benar apa yang mengelilingi apa, kalau iya bumi berputar, berputarnya seperti apa, itu diluar kemampuan kita. Walaupun ada ilmu astronomi, banyak diantara kita yang tidak mudah memahaminya.
    Sehingga kesimpulannya, adalah benar matahari “mengelilingi” bumi, berdasarkan posisi kita saat ini. Karena kita ada di bumi. Jika anda bisa berada di matahari, dan bisa melihat bumi “mengelilingi” matahari, ya bisa benar juga. Lebih-lebih, “Bumi ini rata”, bukan rata seperti roti yang ada ujung pangkalnya. Tapi bumi adalah rata dalam pandangan “koordinat bola” bukan “koordinat kartesian”. Dan bumi adalah rata tapi tak berujung, sebagaimana Allah memfirmankan bahwa “bumi dihamparkan”, yang menggambarkan luasnya seakan tak berujung. Karena dari timur sampai barat nyambung terus. Dan jangan lupa, arah timur dan barat juga relativitas, karena kutub utara dan selatan masih tetap berada di tempatnya. Kalau saja kutub berpindah tempat, tidak bisa lagi dikatakan amerika ada di barat, indonesia ada di timur.

  • 190
    WAN
    May 2nd, 2008 00:40

    @farid
    mosok sih bener begitu, zahir menurut siapa dulu?

    Menurut teori MMB baik memakai konsep Ptolemy ataupun Tycho Brahe Gerhana Matahari terjadi setiap hari, bila mana bumi sebagai axis perputaran matahari. Bayangan Bulan sebagai efek Cahaya Matahari akan berpidah-pindah namun membuat garis dipermukaan Bumi. Sementara ini Gerhana Matahari yang terjadi hanyalah periodik. Bukan seperti teori MMB yang secara logic-simulation terjadi setiap hari.

    Coba deh orang Arab atau siapaun yang masih paham kalau Bumi ini statis kirim satelit ke koordinat tertentu di luar batas geostasioner. Satelitnya ketinggalan gak???

    Ada segolongan orang menganggap MMB adalah bagian dari akidah, menyebutkan bahwa bentuk Arsy bulat. Ini adalah anthromorphisme samar-samar, dimana kekuasaan NYA menurut faham seperti ini hanyalah dibatasi materi berbentuk bulatan, meski sedemikian besar pasti ada yang nekat naek pesawat menuju ke sana at any cost!
    Laa kamitslihi syaiun!!! Bahkan sebiji zarrah tidak ada yang menyerupaiNYA!!!

    Aneh-aneh aja orang sudah bisa bikin minyak kelapa ini mah baru menggambarkan apakah kelapa itu.

  • 191
    Tychonian
    May 2nd, 2008 02:49

    @WAN,
    Sudahkah anda faham apa dan bagaimana Tychonic System itu? Anda tidak tepat menyimpulkan bahwa dalam Tychonic dan Ptolomeic System gerhana terjadi setiap hari, kenapa?
    Karena dalam kedua teori tersebut, terjadi perbedaan waktu revolusi matahari dan bulan terhadap bumi. Untuk matahari 24 jam dan bulan 24 jam 50 menit. Artinya jika hari ini jam 12 siang terjadi gerhana matahari maka besok tidak terjadi sebab bulan ‘tertinggal’ dari matahari sekitar 50 menit.

    Menurut anda apakah satelit di luar geostationer orbit bagaimana?

    mengenai Arsy dan sebagainya, Allahu A’lam bi showab

    Tentang Laa ka mitslihi Syai-un kamipun berpendapat sama.

  • 192
    sufehmi
    May 2nd, 2008 05:43

    @saiful – Insya Allah saya tahu apa yang dimaksudkan dalam buku tersebut. Apa yang dijelaskan didalamnya, yang membawa kesimpulan kepada “Matahari mengelilingi Bumi”, tentu saja sebab satu-satunya adalah kita manusia adalah sedang berdiam di bumi, ya planet bumi ini. Dalam istilah relativitas,
    .
    Tolong baca lagi komentar saya nomor 5, trims.

  • 193
    Rohmat H
    May 2nd, 2008 13:19

    Mas Sufehmi, ada baiknya jika polemik ini dibukukan. Tentunya dengan menampilkan komentar-komentar yang pijakan ilmunya jelas. Karena terasa aneh, bumi yang jelas-jelas mengelilingi Matahari, eh masih dibikin rumit. Padahal astronom Islam abad-8, telah terang-terangan mengkritik teori ala Batlamyus itu. Thanks.
    ————————————–
    Ini saya sampaikan tentang sistem Tychonic, latar belakang, dan seberapa lama teori ini bertahan.

    NASIB Giordano Bruno yang mati dengan tubuh gosong, Galileo harus ditahan seumur hidup, dan mati dalam keadaan nyaris buta, membuat miris penyokong pemikiran Aristarchus, yang dikokohkan Copernicus. Boleh jadi itu pula yang dilakukan Tycho Brahe (1546-1601). Supaya tidak menyinggung agamawan, dia mengawinkan teori geosentris dengan heliosentris, yang disebut sistem Tychonic.

    Tycho Brahe lahir, 14 Desember 1546, di Skane, Denmark, sekarang masuk wilayah Swedia. Dia kuliah di Universitas Copenhagen dan Leipzig, selanjutnya pindah ke Jerman. Pria yang bernama asli Tyge Brahe ini kemudian meneruskan kuliahnya di Wittenberg, Rostock, dan Basel. Ilmu kimia dan astronomi sangat diminatinya. Dia kembali pulang ke Denmark pada 1570.

    Brahe mengajar astronomi di Universitas Copenhagen. Kepandaiannya menarik perhatian Raja Frederick II, yang kemudian memberikan dana untuk pembangunan observatorium –tempat untuk mengamati bintang–. Dia diberi pulau kecil Hven di Sont dekat Copenhagen, dimana dia membangun observatorium Uraniburg. Yang mana merupakan observatorium terbaik di Eropa saat itu.

    Observatorium itu dilengkapi dengan piranti-piranti canggih hasil karya Tycho. Di situ dia juga mengajar murid-muridnya. Tahun 1597, dia bersengketa dengan Raja Christian IV. Akibatnya dia minggat dari Denmark sambil membawa buku-buku, dan alat-alat astronominya. Setelah dua tahun berjalan, dia tiba di Praha dan membangun observatoriumnya, 1599. Kaisar Romawi Suci, Rudolph II, mengangkatnya menjadi ahli matematika kerajaan.

    Sumbangan Tycho pada dunia astronomi cukup besar. Tidak hanya dalam hal desain, dan menciptakan piranti untuk mengamati bintang, dia juga menguji ketepatan dari alat-alat itu secara periodik. Dia bisa dikatakan sebagai bapak piranti astronomi. Dengan alat-alat ini dia berhasil mengamati gerakan planet-planet, dan bulan.

    Tycho menciptakan sendiri teori peredaran benda-benda langitnya disebut sebagai Sistem Dunia Tychonic. Dia mendukung Copernicus, bahwa planet-planet mengitari Matahari. Namun planet yang memutari Matahari itu hanya Merkurius, Venus, Yupiter, dan Saturnus. Sedangkan, Matahari, dan Bulan memutari bumi. Sistem Tychonic itu bertahan hingga tujuhpuluh tahun.

    Dia tampil sebagai alternatif pertentangan antara Geosentris dan Heliosentris. Dengan demikian dia tidak merasa menyerang teori Ptolemeus. Namun juga tidak terang-terangan mendukung teori Copernicus. Dengan demikian dia selamat dari vonis kafir dari para pemuka agama.

    Toh, kebenaran eksakta tidak bisa tawar-menawar. Sama sekali berbeda dengan kebenaran politis yang bisa dikompromikan. Sistem Tychonic memang lahir saat situasi politik yang menuntut bentuk-bentuk kompromi. Walaupun dibangun dengan susah payah teori jalan tengah itu akhirnya gugur juga. Tergilas kebenaran tetap menemukan jalannya, dan menyeruak ke permukaan, kendati berusaha dimatikan secara sistematis.
    ———————————————————–
    Inilah tentang Matahari.

    SETELAH meninjau anggota tata Matahari, kini saatnya menelaah pusatnya. Yaitu Matahari itu sendiri. Matahari dipersonifikasikan dengan banyak mithologi: bangsa Yunani kuno menyebutnya Helios, dan Romawi menamainya Sol. Pada zaman purba pendewaan Matahari masih lazim di kalangan bangsa yang berkebudayaan maju.

    Dewa Matahari sebagai sumber cahaya dan hidup, digambarkan sebagai manusia dan dilahirkan pada akhir Desember. Dari catatan papirus abad ke-IV, pada 274 Sebelum Masehi di Roma 25 Desember diperingati perayaan kelahiran Matahari. Karena hari itu merupakan akhir musim salju, dan Matahari mulai bersinar terang. Bagi bangsa Romawi kuno, merayakan hari itu sebagai hari lahir Matahari.

    Matahari dipercayai lahir dari seorang perawan dalam sebuah gua. Karena sinarnya, maka dia dinamakan Pembawa Terang, Juru Selamat, Pembebas, dan lain sebagainya. Masing-masing bangsa memiliki julukan sendiri-sendiri pada dewa itu. Bangsa Iran (Persia) menyebutnya Mithra, yang juga diyakini berulang tahun tiap 25 Desember.

    Bangsa Mesir mengenalnya dengan Dewi Osiris, melahirkan Matahari tiap 27 Desember. Disamping itu bangsa Mesir juga mengenalnya dengan sebutan Isis dan Horus –lahir 28 Desember, dan dewa tertinggi bernama Ra’. Disebut Ra’ ketika terbit, Atet di pagi hari, dan Sektet di waktu siang. Orang Yunani Kuno menjulukinya dengan Apollo atau Dionysus yang juga lahir 28 Desember. Dewi Amaterasu demikian bangsa Jepang memberi nama.

    Bangsa Meksiko, dan Peru menamainya Quetzalcoatle. Di Syria dikenal dengan nama Adonis dan Atis. Baal Samus dan Astarte nama yang diberikan bangsa Babylonia dan Kartago. Bangsa India menjulukinya dengan Dewa Surya. Hari Minggu merupakan hari suci yang digunakan menyembah dewa Matahari sesuai arti kata Sunday (hari Matahari) atau Zondag, atawa Sonntag.

    Sebutan pemberi terang pada Matahari sungguh tepat. Dia memang benda langit paling terang diikuti Bulan, dan Venus. Keunggulan Matahari sangat wajar, karena dia merupakan sebuah bintang yang terdekat dengan Bumi. Sedang pesaingnya hanyalah sebuah planet yang memantulkan sinar Matahari yang menerpa tubuhnya.

    Matahari juga lumrah disebut “dewa” karena memiliki ukuran super besar. Bahkan jika semua material sistem surya dikumpulkan, maka Matahari yang paling super berat. Sinar yang dia pancarkan menyokong bangkitnya kehidupan di Bumi, maka wajar jika dia ditahbiskan sebagai dewa.

    Terlepas dari semua anggapan itu, sebenarnya Matahari hanyalah benda langit biasa. Dia juga mengandung komposisi fisika, dan kimia seperti yang dipunyai benda-benda langit lainnya. Namun, sebagai benda terbesar di tata Surya, dia memiliki ciri yang sangat khas dan istimewa yang tidak dimiliki anggota keluarga lainnya.

    Jika kita berselancar di dunia maya internet, dan mencari gambar dewa atau dewi Matahari, maka kita akan disuguhkan bermacam-macam wujud. Dewi Amaterasu misalnya, dilukiskan sebagai wanita berkimono (pakaian adat Jepang) berdiri di atas awan. Tangan kirinya memegang lilin, dengan latar belakang bulatan Matahari yang bersinar terang. Dewa Ra’ tampil sebagai manusia berkepala burung dengan Matahari di atasnya.

    Sedang Apollo merupakan pria perkasa, tinggi tegap, kekar, dan atletis. Berambut pirang, membawa alat musik lyre. Karena itu dia dianggap sebagai dewa musik, sekaligus dewa penyembuh. Khayalan dalam bentuk manusia itu, membuat Matahari seolah-olah sebagai benda bernyawa. Dalam mithologi Yunani, Apollo juga bertingkah seperti manusia. Jelas itu sangat jauh dari kondisi Matahari yang sebenarnya.

    Matahari sesungguhnya adalah bola gas maha besar dan merupakan benda paling dominan di sistem Surya. Dia merupakan benda langit terbesar, dan mengandung kira-kira 99,8% dari total massa tata Surya. Seratus sembilan Bumi dibutuhkan untuk tepat melintangi cakram Matahari, dan perut Matahari mampu menelan 1,3 juta Bumi.

    Bola gas Matahari bergaris tengah 1.390.000 km, dengan massa 1,989 x 1030 kg. Jika temperatur permukaannya “hanya” 6.000 °C, maka intinya memiliki suhu 15.000.000 oC. Permukaan yang super panas, membuat dia mampu menerangi seluruh pelosok tata Surya. Untuk sampai ke Bumi, sinar itu butuh masa 8 menit. Dan cahaya Matahari yang menyilaukan itu bisa membuat buta orang yang memandangnya terus-menerus.

    Bobotnya yang super berat, membuat gravitasinya super kuat. Dia mampu menarik benda-benda di permukaannya 28 kali lebih kuat dari Bumi. Jika manusia di Bumi beratnya 50 kg, jika ditimbang di permukaan Matahari menjadi 1.400 kg! Untuk melepaskan diri dari permukaan Bumi butuh kecepatan 11,2 km per detik (7 mil per detik), maka untuk meloloskan diri dari cengkeraman sang Surya butuh kelajuan 608,02 km per detik (386 mil per detik).
    ————————————————-

    Untuk lebih lengkapnya, tunggu buku saya Jelajah Astronomi, yang akan diterbitkan Erlangga, Agustus mendatang. Semoga buku saya nanti mencerahkan. Terimakasih.

    Salam,

    Rohmat Haryadi

  • 194
    Abu Fathimah
    May 2nd, 2008 19:31

    Syaikh Albany mendukung Heliosentris:
    .
    Dalam kaset Silsilah al-Huda wan Nur no. 497, ada pertanyaan sebagai berikut:

    السائل يقول: ما قولكم في مسألة دوران الأرض؟
    فأجاب الشيخ: نحن في الحقيقة لا نشك في أن قضية دوران الأرض حقيقة علمية لا تقبل جدلا

    .
    Seorang penanya bertanya: Apa pendapat Anda tentang maslalah perputaran Bumi?
    .
    Syaikh al-Albani menjawab: Kami pada hakikatnya tidak ragu bahwa perkara perputaran bumi merupakan hakikat (realitas) ilmiah yang tidak menerima perdebatan….
    .
    Selanjutnya, beliau menegaskan bahwa masalah ini termasuk dalam keumuman hadits: “Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian” dan beliau paparkan hujjah yang menunjukkan apa yang kemukakan di atas.
    .
    Beliau juga membantah pendalilan yang digunakan pihak yang mengatakan bahwa bumi itu diam.
    .
    http://salafyitb.wordpress.com/2008/01/07/adakah-ulama-salafy-yang-menguatkan-teori-heliosentris/

    ——————————————

  • 195
    WAN
    May 2nd, 2008 23:33

    @Thyconian
    Oh begitu yah? itu baru bulan & matahari, anda pasti mengenal ilmu aljabar & geometri
    1. untuk bulan kecepatan putarnya terhadap bumi sebagai axis sama dengan jarak bumi ke bulan lk 384.000km x 2Π = 2.411.520 km dan dalam sehari menurut tychonean berputar 24 jam, kemudian setiap jam menempuh 2.411.520/12 = 100480 km, setiap menit menempuh 100480/60 = 1.674,67 km, setiap detik menempuh 1.674,67/60 = 27,91 km/detik

    2. untuk matahari kecepatan putarnya terhadap bumi sebagai axis sama dengan jarak bumi ke matahari lk 149.600.000km x 2Π = 939.488.000km dalam 24,8 jam, kemudian setiap jam menempuh 939.488.000/24,8 = 37.882.580,65km, kemudian setiap menit 37.882.580,65/60 = 631.376,34km, kemudian setiap detik 631.376,34/60 = 10.522,93km/detik
    – dengan catatan tidak ada lintasan elips

    3. Bagaimana satelit peneliti matahari mengikuti gerakan matahari yang sedemikian cepat? Berapa power yang harus dihasilkan untuk mengorbit matahari yang berjalan sedemikian cepat?

    4. anda mengenal Marrikh/ Mars menurut Tychoners ada berada diluar orbit Matahari, kalau menggunakan Ptolemaic ataupun Tychoners bagaimana ente menjelaskan Retrogade Motion apakah memang mars “mengundurkan orbitnya”
    mudzabdzabin al Marrikh?

    5. apakah dikalangan MMB percaya bahwa Bulan adalah Siraj/ Nur, menghasilkan/memantulkan cahaya?

    6. selain matahari masih ada bintang-bintang laen (Aldebaran, Alfirath, Almaak, Althalimain, Suhail, Orion, Sirius, Mirzam, Raghbah, Turais, Arcturus, Kaitos (Cetus), Alfard, Vega, Alrijil (Centaurus), Alkaid (Ursa Major), Polaris, Alkaffaljihidna (UV Ceti) dan lain-lain apakah juga mengelilingi bumi?
    inget Tychonian tidak mengenal Paralax

    7. Geostasioner
    satellite ditempatkan pada jarak sekitar 36.000 KM atau sekitar 22.300 Mil dari permukaan bumi. Dari bumi, posisi satelit ini tidak berubah lokasinya, karena satellite ini mengikuti perputaran bumi, yang terjadi selama 24 jam
    -nah bilamana satelit diluncurkan lebih jauh dari itu satelit pasti akan tertinggal akibat rotasi Bumi thd Matahari,
    fahimtum?


    @Rohmat H
    setuju

  • 196
    Dedy Suardi
    May 6th, 2008 10:41

    Kaitan dengan buku “Matahari mengelilingi Bumi” awal-awal saya spontan secara langsung memberikan tanggappan atau sanggahan kepada pengarangnya sekaligus penerbitnya, hingga delapan halaman folio! Namun sayang, mereka tak memperlihatkan sportifitas secuilpun, dengan tidak memberikan jawaban atas tanggapan dari saya hingga detik ini; padahal niat saya benar-benar karena-Allah ingin meluruskan amalan-amalan agama yang suci ini, terutama yang punya kaitannya dengan ilmu-pengetahuan!

    Oleh sebab itulah saya membikin blog sendiri:

    http://www.protagon.wordpress.com

    (sehingga kita bisa lebih marak lagi saling menimba ilmu demi menggapai ridha Ilahi Rabbi).

    Saya kuatir bila Teori Neo-Geocentris ini akan mengembalikan ummat Islam ke abad kegelapan, bahkan ke zaman jahiliyah, bahkan mungkin saja lambat laun ada ummat Islam yang mempercayai bahwa Bumi ini datar seperti meja!

    Hatur nuhun!

    hamba Allah yang amat pandir.

    Dedy Suardi

  • 197
    sufehmi
    May 6th, 2008 11:07

    @Dedy – memang bermasalah jika kita menafsirkan Quran secara literal dan amat sempit. Hasil penafsirannya cenderung akan subyektif / bias, dan mudah terjerumus ke ekstrimisme.
    .
    Semoga bersama-sama kita bisa mencegah terjadinya hal ini. Terimakasih.

  • 198
    Dedy Suardi
    May 6th, 2008 11:34

    Saya akan berbahagia jika penerbit buku yang judulnya “Matahari Mengelilingi Bumi” menarik kembali buku itu dari ruang-edarnya di seluruh Indonesia! Ini perbuatan yang amat mulia, yang nilainya lebih tinggi ketimbang menyingkirkan duri dari jalanan!

    Tentu saja nilai di hadapan Allah ‘azzawajalla! Sebab Dia-lah Sang Maha-Hakim yang amat sempurna, pemegang kebenaran mutlak, Super-Ego yang tiada terbatas, Sang Kreator Alam semesta yang Menciptakan hukum kejagatan yang satu-sama lain tidak berlawanan! (sunatullah)

    Namun jika buku ini tidak cepat-cepat ditarik, malapetaka-ilmu akan menimpa ummat Islam di masa mendatang! Dan jika hal yang menyedihkan ini tiba, kita akan menjadi cemoohan fihak lain! Kita akan menjadi kerdil kembali! Kita akan terjerembab pada jurang kejumudan, bahkan kendati secara kwantitas berjumlah banyak, secara kwalitas kita cuma akan menjadi buih yang terombang-ambing, kropos, bahkan gampang sirna tertiup angin kebodohan!

    Sekali lagi, mohon dengan segala hormat dan kerendahan hati: “Tariklah buku yang amat menyesatkan tersebut, jika ummat Islam ingin bangkit! Sebab bagaimana bisa bangkit, jika kita sendiri tak berani melakukan revolusi berpikir secara maksimal, yang sesuai dengan perintah Kitab Suci kita; bahwa kini harus maju ketimbang kemaren, dan besok mesti bertambah ketimbang saat ini!”

    Dari saudara Anda seagama, Dedy Suardi.

  • 199
    Dedy Suardi
    May 6th, 2008 12:53

    Pak Sufehmi, selain “Matahari mengelilingi Bumi”, yang membodohkan ummat itu, saya pernah didonder oleh seorang pemuka agama, karena saya meyakini bahwa para astronaut benar-benar menclok di Bulan! Kejadian itu merupakan kenyataan yang bukan isapan jempol, hingga tulisan saya yang judulnya “Tafakur di Galaksi Luhur”-pun beliau tertawakan pula, sebagai buku yang nge-western!

    Beliau benar-benar menganggap bahwa pendaratan di Bulan cuma rekaan orang kafir yang dibikin di Hollywood saja! Dengan dalih bahwa; “kok di Bulan bendera Amerika bisa berkibar, padahal di Bulan kan tidak ada angin yang bertiup!”

    Memang di pemukimannya Nini Anteh itu tak bertiup angin! Namun sayang, beliau tak mengetahui bahwa tiang bendera yang ditancapkan di Bulan itu berbentuk ‘L’ terbalik, sehingga bendera Amerika yang telah “dikanji” jadi keras cuma digantungkan saya pada tiang yang berbentuk el terbalik itu (bukan dikibarkan).

    Apakah benar pendaratan di Bulan tersebut merupakan rekayasa orang Kafir? Bukankah salah seorang pakar yang menentukan titik-titik pendaratan di Bulan itu adalah seorang Muslim? Dia ahli fisika yang pernah mendapat hadiah Nobbel, bernama Abdussalam!

    Alasan selanjutnya; katanya Bulan merupakan benda yang amat jauh yang letaknya di langit ketujuh! Waw! Sampai-sampai beliau tidak menyadari bahwa Bulan merupakan benda terdekat dengan pemukiman kita, di mana kita bisa leluasa di sini jajan bandrek dan bajigur!

    Rupa-rupanya saudara kita yang terhormat ini perlu menyadari bahwa su’udzan terhadap karya-cipta orang lain ini kurang mulia di dalam Islam! Bukankah, carilah ilmu kendati ke negri China sekalipun? Memang, ummat islam seputar abad 11 cukup tinggi kekayaan ilmunya sehingga fihak barat-pun merengek-rengek meminta belas-kasih-ilmu pengetahuan dari orang Islam pada saat itu! Banyak sekali istilah-istilah Islam yang masih dipakai di barat dalam ilmu Astronomi!

    Namun, kenapa saat ini kita mundur kembali dalam kancah kebengongan? Ternyata kita telah tertidur lelap di atas “kasur” maraknya hilafiyah, yang diornamen oleh aneka warna perbedaan fikih! Ayat-ayat langit yang berjumlah kurang-lebih 307 buah jadi terlupakan! Agama telampau penuh dengan petatah-petitih yang kosong, sloganistik, sambil melupakan signal-signal ilmu pengetahuan yang terdapat dalam Al-Qur’anul Karim. Dan hasilnya, kita jalan ditempat timi-timi!

    Semoga seluruh ummat Islam menyadari bahwa kita harus cepat bangun dari tidur lelap kita, lantas cepat-cepat berlari menggapai ridha Allah! Tak ada istilah terlambat! Gusti Allah Maha Pengampun dan Penyayang!

    Abdi yang amat bodoh, Dedy Suardi.

  • 200
    Tychonian
    May 6th, 2008 20:14

    @WAN
    Thanks atas tanggapannya, insya Allah fahimnaa
    1. dan 2. ok, no comments

    3. Ana mau tanya, antum pengikut Copernican atau Newtonian? Kalo Copernican System, matahari adalah pusat, dan bintang adalah ‘fixed’. sadangkan Newtonian matahari pusat tata surya kita, namun mengelilingi pusat bimasakti, nah kalo anda termasuk yang ini, maka mataharipun bergerak, bukan?

    4. Retrogade outer planet, termasuk mars dapat dijelaskan dengan mudah dalam Tychonic System, sama mudahnya dengan Keplerian, Copernican, maupun system heliosentris lainnya.

    5. Ya bulan memantulkan cahaya

    6. Ya seluruh bintang mengelilingi bumi, Tychonic tidak mengenal Parallax? Antum kurang tepat dalam hal ini, yang lebih tepat sistem Tychonic (aslinya) belum memprediksi parallax, sebab parallax baru dapat diamati dengan teleskop, itupun sudutnya sangat-sangat kecil. Namun Modern Tychonic System sudah memprediksi parallax, dengan merubah orbit matahari yang bulat menjadi elips.

    7. Geo=bumi, statis=diam 😉
    saya tanya pada antum, apa yang menyebabkan GSS itu melaju mengelilingi bumi? butuh bahan bakar berapa dan darimana?

  • 201
    Dedy Suardi
    May 8th, 2008 18:07

    Sebelum kita mengetahui di mana tepi-tepi alam semesta-raya, kita tak mungkin menentukan pusat alam semesta-raya, apa itu lewat system Copernican ataupun Newtonian. Berhubung tepian alam semesta belum mungkin kita lacak saat ini berkat sangat luasnya, lebih baik hal yang satu ini kita serahkan saja pada system “Tauhid Centric” (ini istilah yang pernama saya canangkan berkat kehati-hatian saya) di mana cuma Sang Maha Kuasa saja yang Mahamengetahuinya!

    Matahari bergerak dengan kecepatan kurang-lebih 1150 km/detik memutarai galaksi Milky Way, tatkala Milky Way sendiri dibetot oleh gerakannya memutari “Super Galaksi” di mana Milky Way merupakan salah satu galaksi yang membuntinginya.
    Yang jelas kerap sekali dikatakan dalam Al-Qur’anul Karim istilah “Sab’a Samaawaat (tujuh tingkatan langit) atau ‘banyak’ tingkatan langit (tidak sekedar angka 7 dalam bilangan). Jadi kita belum tahu berapa buah tingkatan-tingkatan system konstelasi benda-benda angkasa di langit ciptaan Allah ini; dari mulai solar-system, super-cluster system hingga tingkatan hyper galaksy atau mungkin lebih!

    Jadi keyakinan bahwa “Matahari mengelilingi Bumi” cuma akan mengerdikan kemungkinan-kemungkinan ini, sehingga ucapan “Allahu Akbar” cuma merupakan hiasan bibir belaka!

    Besar Matahari itu kan kurang-lebih 1.300.000 kali Bumi. Maka Matahari mengelilingi Bumi sama saja dengan Bola tennis mengelilingi sebutir debu! Impossible menurut Sunatullah!

    Salam dari nsan yang paling bodoh sejagat raya,

    Dedy Suardi

  • 202
    Dedy Suardi
    May 9th, 2008 12:47

    Ou ya! Ternyata setelah saya baca, saya salah ketik; kecepatan Matahari mengedari pusar Milky Way bukan 1150 perdetik, namun 2150 perdetik, merenggang sejauh kurang-lebih 32.000 tahun cahaya dari pusar galaksi Milky Way atau Bimasakti. Sang Surya sendiri berdiameter 1.392.000 km, hampir sama dengan 1.303.600 kali Bumi kita.

    Bumi kita yang bundar ini mengedari Matahari dalam jalur yang sedikit ellips; merenggang 152.100.000 km dan 147.100.000 km, dan miring terhadap sumbu tegaknya sebesar 23,5 derajat, sehingga menimbulkan berbagai musim. Dan Matahari yang membara itu, mengulirkan tubuhnya dengan kecepatan 617,5 km perdetik, mengedari pusar galaksi, sekali putarnya membutuhkan 225.000.000 tahun.

    Kecepatan Bumi berputar pada porosnya 11,18 km perdetik, dan berlari memutari pusar Sang Surya 29,79 km perdetik. Andai Bumi berhenti sejenak saja dari putarannya, maka imbang sentrifugal dan sentripetalnya akan chaotik secara fatal. Diameter Bumi sendiri cuma 12.756 km, memutari sebuah bintang kecil (Matahari) di antara milyaran bintang yang membuntingi sebuah galaksi (Bimasakti) dari ‘sekian’ galaksi yang jumlahnya cuma Allah ‘azzawajala yang tahu!

    Nah, jika Bumi keadaannya statik (diam) maka fenomena alam tidak sebagaimana yang selama ini kita saksikan; termasuk ketepatan waktu menghitung gerhana Bulan, gerhana Matahari, bahkan menentukan hilal bagi masuk atau habisnya bulan ramadhan!

    Jadi, pikiran bahwa Matahari memutari Bumi yang diam, syogianya dibuang jauh-jauh karena tak sesuai dengan fenomena langit yang selama ini kita alami!

    Hatur nuhun,

    Dedy Suardi

  • 203
    mahdi
    May 21st, 2008 18:46

    Kebebasan berpendapat… Biar pasar yang menilai kebodohan pengikut aliran Wahabi/salafyKIR yang menulis buku ini. Wahabi ini kan Qarnussyaithan (tanduknya setan), selain membikin rusuh di mana-mana sejak zaman pendirinya Ibn Abdul Wahhab hingga zaman sekarang (zamannya ‘Utsaimin, Ibn Baz, dan Jibrin), sekarang sudah mulai mengacaukan sains. Pengikut paling banyaknya emang di Solo, tempat penerbit buku ini ada.

    Tapi biarkan saja..

    Tapi kalau nanti kaum Wahabi mulai mengedarkan paham bahwa Akidah Asy’ariyah yang dianut Nahdlatul ‘Ulama itu sesat dan kafir seperti yang difatwakan oleh para ulama Wahabi di Saudi…. Wah, saya gak tau. Bisa konflik horizontal kali…

  • 204
    حافظ
    May 28th, 2008 20:44

    sains itu terus berkembang. jangan terlalu keras mencela muslim yg berbeda pendapat apalagi kalau dia juga punya dalil.

  • 205
    Ketika Harry Sufehmi Membela Evolusi « Abisyakir’s Weblog
    May 29th, 2008 11:00

    […] Contoh buku pseudoscience yang mungkin lebih masyhur adalah soal Matahari Mengelilingi Bumi : http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/ […]

  • 206
    sufehmi
    May 29th, 2008 11:40

    Terlampir adalah jawaban saya untuk komentar #205 🙂
    .
    Semoga bermanfaat.
    .

    Assalamu’alaikum wr. wb,
    .
    Terimakasih untuk tanggapannya. Kelihatannya ada banyak miskomunikasi, saya akan coba klarifikasi satu persatu :
    .
    .
    Masalahnya apa, mengutip data-data seperti film, gambar, statistik, dll. ? Apa itu masalahnya? Itu sih soal tradisi kutip-mengutip saja. … Jangan paranoid lah, Mas Harry!
    .
    Masalahnya bisa dibaca di penjelasan saya di paragraf2 berikutnya.
    .
    Jangan langsung emosional dulu 🙂
    .
    .
    Anda juga sok saintis! Memakai istilah pseudoscience segala.
    .
    Bukan sok saintis, tapi saya tidak tahu padanannya yang tepat dalam b.Indonesia apa.
    .
    Kalau Anda tahu, silahkan kabarkan saja.
    .
    Jangan malah langsung berburuk sangka / su’udzhon.

    .
    Anda bilang, TELAH DITEMUKAN BUKTI-BUKTI BAHWA BUMI TERCIPTA SELAMA JUTAAN TAHUN.
    .
    Ya Allah, hai Herry, apa yang Anda sebut BUKTI itu? Bukti apa ya?
    .
    Katanya bumi diciptakan selama jutaan tahun, lalu siapa yang bisa membuktikan, kalau bukan manusia yang usianya jutaan tahun juga? Iya kan.

    .
    .
    Makanya Rasulullah saw menyuruh kita untuk menyerahkan suatu urusan kepada ahlinya 🙂
    .
    Ahli nuklir (termasuk ada kawan-kawan saya, dan MUSLIM) sudah lama tahu cara untuk mengukur umur suatu benda dengan mengukur tingkat radioaktivitas karbon nya.
    .
    Apakah Anda akan menyerahkan urusan kesehatan Anda kepada ahli komputer? Tentu tidak.
    .
    Sekali lagi, serahkan urusan kepada ahlinya masing-masing; kecuali kalau kita lebih suka membangkang kepada Rasulullah saw.
    .
    .
    Anda menyerang keras Injil, padahal saat yang sama Al Qur’an juga mengatakan informasi yang mirip itu.
    .
    Wah ini salah paham besar.
    .
    Saya TIDAK menyerang Injil maupun Al-Quran.
    .
    Yang saya kritik adalah PENAFSIRAN injil / Quran yang ngawur.
    .
    .
    Saya lebih prihatin lagi dengan kebodohan Anda, dengan subyektifitas Anda, dan rasa hasad kepada sesama Muslim.
    .
    alhamdulillah, mudah-mudahan semua tuduhan & prasangka buruk ini menjadi tabungan hasanah saya di akhirat kelak
    .
    .
    Kalau Si Herry ini malah kesannya sekuler. Ingin memisahkan antara sains dan Al Qur’an.
    .
    Salah paham lagi; saya cuma berusaha untuk mengembalikan penafsiran Quran ke cara yang benar.
    .
    Bukan dengan seenaknya seperti yang dilakukan oleh beberapa pihak yang tidak paham, sehingga penafsirannya keliru secara sains.
    .
    Padahal ada penafsiran lainnya yang tetap benar dari teks / ayatnya (tidak bertentangan), dan juga tidak bertentangan dengan fakta sains (sunnatullah) sejauh ini.
    .
    Susah kalau bukan ahlinya tapi sok tahu menafsirkan Quran. Akhirnya Quran jadi ditafsirkan bertentangan dengan Sunnatullah.
    Na’udzubillah min dzalik.
    .
    .
    Anda itu sudah dibakar rasa hasad, mata otaknya buntu. Tidak mau melihat kebaikan orang lain, sakit kalau melihat ada prestasi gemilang di kalangan Islam.
    .
    Alhamdulillah, tabungan hasanah saya bertambah lagi insyaAllah 🙂
    .
    .
    Justru jalan pikiranmu yang konyol. Masak dalam satu wilayah/ekosistem bisa terjadi dua fakta sekaligus, satu berjalan sesuai evolusi, lainnya berjalan sesuai penciptaan. Kalau begitu kacau dong. Apa Anda lihat alam semesta ini kacau? Hukum yang berlaku bagi sains itu ya satu.
    .
    Jadi Anda katakan bahwa Allah TIDAK mampu melakukan ini ?
    .
    Apakah Anda mengingkari bahwa Allah adalah yang Maha Kuasa untuk melakukan apa saja ?
    .
    Hati-hati akhi, jangan sampai emosi kita jadi menutupi hati & akal yang telah dianugerahi oleh Allah swt; dan malah jadi mengingkari kekuasaan Allah swt.
    .
    .
    Selanjutnya, setiap unsur itu tidak bisa menjadi unsur lainnya, ia berdiri sendiri, independen. Bercampur bisa, berinteraksi bisa, aksi-reaksi bisa, tetapi berubah wujud dari satu unsur menjadi unsur lain yang sama sekali lain, itu tidak pernah terjadi. Jika terjadi, tentu akan kacaulah alam semesta ini.
    .
    Sementara doktrin Darwin dengan evolusinya adalah: perubahan spesies dari satu bentuk ke bentuk spesies lain. Ini tidak pernah terjadi selama-lamanya. Kalau terjadi seperti itu, pasti alam semesta akan kacau. Tidak harmoni seperti yang kita lihat saat ini.

    .
    Pemahaman Anda tentang fisika & biologi dasar sepertinya cukup kacau balau.
    .
    Secara ringkas; coba Anda pelajari tentang DNA dulu. Dari situ bisa dilacak berbagai tahap evolusi.
    .
    Kalau Anda tidak percaya dengan ilmuwan KAFIR, ada banyak ilmuwan MUSLIM yang bisa membantu Anda dalam hal ini.
    .
    Kalau jiwa sudah memusuhi, akan ketemu 1001 jalan untuk menolak.
    .
    Betul sekali !
    .
    Semoga Allah swt akan selalu menunjukkan antum ke jalan yang lurus, amin.
    .
    .
    Wassalamu’alaikum wr. wb,
    Harry Sufehmi

  • 207
    sufehmi
    May 29th, 2008 11:52

    Saya sudah reply di blog ybs disini.
    .
    Terimakasih.

  • 208
    mensa4news
    June 17th, 2008 16:08

    Menafsirkan Al Qur’an itu perlu daya pikir & pemahaman yg mumpuni. Sebaiknya dikumpulkan dulu data-data ayat yg mencakup suatu permasalahan, jangan hanya berdasarkan 1 atau 2 ayat saja, tapi mesti dikumpulkan seluruhnya. Al Qur’an itu science yg amat tinggi. Jadi, sebenarnya Al Qur’an adalah pengajaran Allah SWT pada manusia untuk meningkatkan daya pikirnya. Semakin tinggi daya pikir, analisa & pemahaman, semakin baik dalam memahami Al Qur’an. Sebab dalam Al Qur’an sendiri kita memang diarahkan untuk mengembangkan daya pikir. Jika tidak, bisa dipastikan kita kebingungan dalam mempelajari Al Qur’an. Apa memang ada ayat-ayatnya yg jelas-jelas menunjukkan bahwa bumi itu pusat tata surya? Contoh: kumpulkan saja ayat-ayat yg membahas tentang “langit”, kemudian pelajari makna-nya. Kesimpulannya: apakah definisi “langit” itu berlaku sama buat semua ayat-ayat yg ada kata “langit”nya? Tidak ada yg salah dengan Al Qur’an, pun ia berlaku sepanjang masa, tapi kita mesti berpikir secara menyeluruh, jangan sepotong-potong berdasarkan 1 atau beberapa ayat saja. Tiada pengajaran yg seindah Al Qur’an, tiada pengajaran yg sebaik Al Qur’an. Salam

  • 209
    budi p wardhana
    June 25th, 2008 07:26

    “SUNGGUH TOLOL GALILEO” (baca 99 kali !!!)

    Tahukah Anda bagaimana Galileo menemukan hukum heliosentris ?

    Pada saat mengikuti misa di Gereja, ia merasa bosan dengan khotbah sang pastor. Untuk mengusir rasa jemu dan kantuknya, ia memperhatikan goyangan lampu gantung yang menempel di langit-langit Gereja. Ternyata lampu gantung bergoyang dengan lintasan yang sama. Karena lampu gantung menempel di Gereja dan Gereja berdiri di atas bumi maka ia simpulkan bumi bergerak pada lintasan tertentu. Fakta ini dijadikan dasar penemuan hukum heliosentris oleh Galileo.

    BENAR-BENAR TOLOL, IRONIS DAN LUCU SEKALIGUS NGAWUR.

    Mengapa ia tidak berpikir goyangan lampu gantung disebabkan angin yang berasal dari jendela Gereja ? Coba kita membuat bandul yang menggantung di ruang hampa udara. Apakah bandul akan bergerak pada lintasan tertentu ? PASTI TIDAK. Karena bumi diam alias tidak pernah berotasi dan berevolusi. Mengapa orang sebodoh Galileo pendapatnya kita bela sampai mati ?

  • 210
    farid
    July 2nd, 2008 10:44

    Assalamualaikum ikhwah semuanya

    coba renungkan perkataan salafusholih sahabat Ibnu Abbas radliyallahu’anhu penta’wil terbaik dimuka bumi ini, karena doa Rasulullah Shallallahu’alaiwasallam
    “berputar dalam suatu garis edar seperti edaran alat pemintal. ”
    mana yang menyebutkan matahari mengelilingi bumi.

    untuk syaikh utsaimin anda telah melakukan ta’wil. dhohir dalilnya tidak menyatakan demikian. ta’wil ibnu abbas lah yang saya jadikan hujjah melawan pendapat anda.

    Hidup Ahlusunnah wal jama’ah

  • 211
    sufehmi
    July 2nd, 2008 14:06

    @farid – “berputar dalam suatu garis edar seperti edaran alat pemintal. ”
    mana yang menyebutkan matahari mengelilingi bumi.

    .
    Anda sendiri telah melakukan pen ta’wil an disini.

  • 212
    sufehmi
    July 2nd, 2008 19:33

    @budi – “SUNGGUH TOLOL GALILEO” (baca 99 kali !!!)

    Tahukah Anda bagaimana Galileo menemukan hukum heliosentris ?

    Pada saat mengikuti misa di Gereja, ia merasa bosan dengan khotbah sang pastor. Untuk mengusir rasa jemu dan kantuknya, ia memperhatikan goyangan lampu gantung yang menempel di langit-langit Gereja. Ternyata lampu gantung bergoyang dengan lintasan yang sama. Karena lampu gantung menempel di Gereja dan Gereja berdiri di atas bumi maka ia simpulkan bumi bergerak pada lintasan tertentu. Fakta ini dijadikan dasar penemuan hukum heliosentris oleh Galileo.
    .
    Anda cuma menampakkan ketololan Anda sendiri 🙂
    .
    Goyangan lampu gantung tersebut menyebabkan Galileo menemukan hukum pendulum.
    .
    BUKAN heliosentris.
    .
    Duh, kualitas umat Islam zaman sekarang …..

  • 213
    Muhammad Muntaza
    August 6th, 2008 00:21

    Assalam mu’alaikum Wr. Wb.

    Kepada Ikhwanina salafy, cukup sudah pembahasan ini, karena yang ada adalah caci maki kepada Ulama Ahlus sunnah.

    Saya keget membaca banyak komentar celaan terhadap Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz dan Ulama lainnya, hampir mau menangis rasanya.

    Tidak ada gunanya berdebat disini, cukup sudah.
    Dari Allah kebenaran datangnya, Rasullullah menyampaikan, Kita menerima tanpa berat hati.

    Barakallahu fiikum.

  • 214
    sufehmi
    August 6th, 2008 08:08

    @Muhammad — selama Islam masih dipahami secara salah, sebaiknya diskusi ini terus diadakan.
    .
    Para Salafus shalih saja sudah sejak dahulu berpendapat bahwa bumi yang mengelilingi matahari, bukan sebaliknya. Kalau sekarang masih ada (yang mengaku) Salafy namun dengan keras meyakini yang sebaliknya, maka ini adalah masalah besar.

  • 215
    orangbaik
    August 23rd, 2008 20:58

    EGP.

  • 216
    rc
    September 8th, 2008 19:56

    mnurut aQ sih. t’gantung. klo dliat dari bumi, emang kliatannya matahari ama bulan ngelilingin bumi. Klo dri bulan, mlah kliatannya bumi ama matahari yg nglilingin dya. lha, kalo misalnya qta lyat dari matahari, kliatannya malah bumi dikelilingi bulan, yang lagi ngelilingin matahari. so? whatever u say. but, in science, tetep, bumi yg nglilingin matahari. jika matahari yg nglilingin bumi, harusnya qta ancur krna gaya gravitasinya matahari lbih bsar, krena dia bintang, qta hidup bukan di bintang, tapi planet. -end-

  • 217
    chodirin
    October 15th, 2008 15:12

    kebenaran alquran itu mutlaq. tapi tafsir orang tidak mutlaq.
    jangan langsung percaya dengan hasil penafsiran orang. apalagi langsung bilang sebuah kepastian. Gila… itu pengarangnya fanatik bener..

  • 218
    astronout
    October 16th, 2008 19:38

    aku udah liat dari angkasa sana..emang bumi yang berputar koq..

    kalian yang belum pernah ke luar angkasa diem aja!
    ngemeng juga percuma wong gak tau kepastiannya..

  • 219
    Tychonian
    October 28th, 2008 01:25

    @Astronout

    Ini murni masalah perspektif, bumi jika dilihat dari luar angkasa, misalnya bulan, memang berotasi sehari semalam (Dalam perspektif BMM), namun dalam perspektif MMB, buminya diam, sedangkan bulan (dan juga Mas Astronout) mengelilingi bumi sehari semalam, efeknya sama: bumi terlihat berputar jika dilihat dari bulan

  • 220
    rasyid abu nafi'
    December 5th, 2008 16:06

    Tenang… kalem pren…
    Nanti para wahabicus fanaticus itu juga akhirnya insaf sendiri. Sejarah di Saudi telah membuktikan bagaimana mereka dahulu membikin pusing Raja Abdul Azis karena mereka sangat anti mobil, radio dan telepon (anehnya saat itu mereka menerima teknologi bedil untuk perang) serta berpendapat bahwa bumi itu datar bukannya bulat akibat penafsiran yang letterlek atas teks Quran. sekarang aja setahu saya sudah mulai ada sebagian ulama mereka yang menerima teori heliocentris alias bumilah yang mengitari matahari dan sudah insaf bahwa cuman kelihatannya saja matahari yang mengelilingi bumi. Pergerakan semu akibat bumi berputar pada porosnya…

  • 221
    Husnul
    December 18th, 2008 09:35

    buku tentang matahari mengelilingi bumi itu bisa dibenarkan karena di Al-Qur’an tidak ada ketentuan tentang adanya gravitasi dan ketentuan bahwa matahari itu dikelilingi oleh bumi, itukan cuma teori manusia semata yang belum tentu benar…

  • 222
    ferry
    January 11th, 2009 18:06

    Terlepas dari cacian dan makian, diskusi adalah salah satu cara berthalabul ilmi. Mengenai Geosentris saya memiliki beberapa argumen didasarkan pada nash dan akal.

    Jika kita paksakan matahari mengelilingi bumi dalam 24 jam maka dari mana kita tahu bilangan tahun matahari? apa yang bisa dijadikan pembanding bahwa 1 tahun bisa didekati 12 bulan?

    kita lihat
    Surat Al Kahfi 25, tentang Pemuda pengikut Nabi Isa A.S yang ditidurkan Allah SWT di gua.

    “Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.”

    300 tahun ditambah dan ditambah 9 tahun. Mengapa tidak sekalian saja 309 tahun? eit jangan protes dulu! Allah Maha Mengetahui dan mahluk tidak mengetahui kecuali diberitahu Allah.

    Apabila kita asumsikan bumi mengelilingi matahari dengan pendapat masyhur (Heliosentris) periodenya 365 hari.

    1 tahun matahari=365 hari

    di sisi lain karena variasi jumlah hari dalam sebulan Qamariah yaitu 29-30 hari,

    1 tahun Qamariah= 12 bulan Qamariah = 354 hari

    jadi 300 tahun matahari = (365/354) x 300 = 309 tahun qamariyah, Subhanallah!! Allah Maha benar.

    Apabila kita memaksakan konsep Geosentris, tidak ada cara mengetahui 1 tahun Matahari, Jadi konsep ini dipaksakan karena hanya ada periode matahari mengelilingi bumi 24 jam.

  • 223
    pengikut nabi dan sahabat
    January 14th, 2009 14:23

    @Muhammad Muntaza
    Antum kaum yg mengaku manhaj salaf terlampau yakin dengan hujah sendiri, masih untung kesalahan yg timbul berupa hujah terhadap Ilmu Pengetahuan, kalau hujah itu berupa hujah agama yang mendasar maa syaa ALLOH entah bgaimana jadinya antum berpendapat thdp agama Islam ini.
    Saran ana coba antum teliti dulu :
    Apkah hujah2 yg antum yakini itu bukan hujah2 yg sepotong2 lalu cek Sama tidak maksud yang antum jelaskan dari rujukan dengan maksud sipembuat rujukan(ulama salaf)
    Terimalah Hujah orang lain kalau itu benar(Alquran dan Sunah) meskipun antum keadaanya tidak cocok dengan hujah tersebut, apalagi antum berusaha mencari-cari lemahnya hujah itu dengan cara: Mengadu dombakan kekuatan hadis dari rowi satu dg rowiyglain, Mendloif-dloifkan hadist padahal ada ulama Hadist yg mashur menshohihkannya,mereka2 dalil supaya cocok dg kondisi antum sekarang
    Ingat Intropeksi Diri Mumpung Masih Ada Kesempatan
    Jangan pakai Gaya2 sok yakin spt halnya masalah geosentris ini setelah didebat dg hujah2 ilmiah antum malah diam sehingga banyak orang mena’wilkan alquran dengan pendapat yg tidak hati2 sembarangan

    Ahlussunah wal Jama’ah

  • 224
    astronot
    March 13th, 2009 19:36

    bumi berputar, tapi sya tidak pernah merasakan berputarnya bumi.
    KARENA KITA SUDAH DIJEJALI IPA SDARI SD YANG TEORINYA DARI BARAT, MAKA YA KITA PERCAYA SAJALAH APA KATA BARAT
    TERUS ADA TEORI EVOLUSI ATAU POHON EVOLUSI DARI BAPAK DARWIN. MANUSIA ITU HASIL EVOLUSI DARI MONYET YA KITA PERCAYA SAJALAH APA KATA DARWIN kalao kita semua berasal dari bapak monyet
    BENER GA BRO????????????
    kayanya kita adalah pro 1000000000 % barat

  • 225
    hafmin
    April 17th, 2009 17:14

    Yang adil, kalau siang matahari yang keliling bumi, kalau malam bumi yang keliling matahari.

  • 226
    Fauzi
    May 8th, 2009 09:59

    Gila, ampe cape baca komennya

  • 227
    budi
    May 13th, 2009 23:56

    kalau buku ini benar berarti kita berada dipusat galaksi bima sakti…. banyak matahari dong…………. hehe hehe hehe

  • 228
    abu abdulmatien
    May 25th, 2009 17:11

    Sebetulnya kalo boleh saya katakan, Ustadz Ahmad Sabiq ini telah memasuki hutan rimba yang belum pernah beliau sendiri masuki. Jadi apapun pembicaraannya, sebenarnya beliau ini bukan ahlinya untuk berbicara tentang Astronomi. Uraiannya tidak bakal mudah diterima oleh ahli astronomi, atau astrofisika. Yang menerima ya hanya orang-orang yang hanya bermodalkan prasangka baik sama ustadz aja. Kalau mau diskusi ilmiah, dasar teori yang harus dikuasai sangat banyak dan ini tidak dikuasai oleh Ustadz Ahmad, karena beliau bukan ahlinya.

    Sebagai bahan bacaan, silakan liha ini saja dulu:

    http://daunsalam.net/umum/mempertanyakan.htm

  • 229
    abu abdulmatien
    May 26th, 2009 14:32

    Ustadz Ahmad telah memasuki wilayah yang beliau sendiri belum pernah memasukinya sebelumnya. Dengan demikian beliau bukanlah orang yang ahlinya untuk berbicara tentang astronomi. Kalo setiap yang bisa ngutip kitab dibolehkan menghasilkan tulisan yang dia mau, maka kedalaman ilmu tidak akan dicapai. Artinya, kalo demikian nanti sapa aja bakal ngutip sedikit ayat untuk dijadikan tulisan kontroversial, sementara dia sendiri tidak menguasai masalah yang dibahas.

    Astronomi dengan kutip-mengutip dalil itu dua disiplin ilmu yang berbeda. Pasti aja ga bakal pernah nyambung kalo seseorang tidak menguasai kedua ilmu tersebut sekaligus. Mereka yang percaya kepada tulisan Ustadz Ahmad ya orang-orang yang ga tau astronomi, dan hanya berbekal prasangka baik saja kepada Ustadz tersebut. Bukan didasari ilmu.

    Pada dasarnya ini adalah bentuk taqlid jaman modern, dari orang-orang yang menisbatkan dirinya kepada manhaj salaf.

  • 230
    solihin daniel
    July 18th, 2009 10:54

    menurut saya di Al – Quran tuh gak ada ya yang namanya di kasih tau bahwa matahari mengelilingi bumi,./,
    jadi mengapa kita harus percaya ma yang men tafsirkan toh di kan belum tentu benar ,./,./ liat aja kenyataan nya .,/,bahwa bumi yang berputar mengelilingi matahari/.,
    dan jangan bawa2 ISLAM ya untuk penafsiran yang ga jelas dan ga masuk akal./,apalagi pake bawa Al – Quran yang jelas dan nyata itu benar.,
    klo di buktikan pastinya bumi yang mengelilingi matahari,. jadi Al – Quran itu gak pernah salah kta yang mentafsirkan lah yang salah apa lagi klo yang mentafsirkan itu ga punya ILMU duh jadi kacao nih agama ISLAM./, klo orang yang mengajar aja bodoh apalagi yang di ajari /./>/> jadi kesimpulannya kita harus percaya dan berpegang teguh kepada Al -Quran dan sunah Nabi.,., bukan pada orang yang mentafsirkan././././.
    karena belom tentu yang mentafsirkan itu orang yang waras bisajadi itu orang yang ga waras.,

  • 231
    sandhi
    July 28th, 2009 10:25

    Bumi mengelilingi matahari bukanlah sebuah teori seperti abad pertengahan dahulu. Tetapi adalah bukti dan fakta.

    Fenomena-fenomena alam yang sudah terukur seperti gerhana, kunjungan komet, kapan waktu sejajarnya planet A dan planet B dan sejenisnya adalah berdasarkan hitungan matematika dan fisika atas keliling bidang elips lintasan orbit planet-planet dalam mengelilingi matahari.

    Bangsa-bangsa di dunia sejak 1998 memiliki International Space Station (ISS) di luar angkasa yang senantiasa mengorbit bumi dan matahari dari waktu ke waktu. Awak di stasiun internasional ini adalah ilmuwan-ilmuwan dari berbagai negara yang secara bergantian mengendalikan dan melakukan eksperimen di luar angkasa. Keberadaannya yang bertahun-tahun di luar angkasa menjadikan stasiun ini mudah memantau pergerakan bumi, planet, matahari dan benda-benda angkasa lainnya. Ini pula yang menjadikan heliosentris adalah fakta yang tidak disangkal lagi. Apalagi memang stasiun ini dirancang untuk mengorbit bumi sekaligus secara bersamaan bersama-sama bumi mengelilingi matahari.

    Satelit-satelit buatan yang diluncurkan dari bumi ke luar angkasa, seluruhnya dirancang untuk dapat mengorbit bumi dan bersama-sama bumu mengelilingi matahari. Tanpa perhitungan matematis yang tepat (dalam hal mengorbit bumi dan matahari) , satelit tidak akan dapat terus mengorbit bahkan gagal dan hancur.

    Satelit-satelit buatan ada yang geostasioner seperti satelit komunikasi. Lintasannya adalah ia harus berada tetap di atas satu titik di bumi. Contohnya: Satelit Palapa, ia harus tetap berada di atas Kalimantan (Pontianak).
    Untuk mempertahankan posisi ini, ia harus berotasi agar tercipta gaya sentrifugal sehingga terjadi tolakan dengan rotasi bumi. Pada saat bersamaan ia juga harus di rancang berjalan mengitari matahari mengikuti orbit bumi mengelilingi matahari.

    Ada pula satelit yang lintasannya dari kutub ke kutub atau POES ( Polar-orbiting Operational Environmental Satellites). Orbit dari satelit ini (Utara-Selatan-Utara) memotong tegak lurus dengan orbit bumi (Barat-Timur-Barat). Hal ini karena satelit jenis ini digunakan untuk kepentingan ilmu pengetahuan seperti: pemetaan bumi, cuaca dan sejenisnya. Dengan lintasan seperti itu, satelit dapat memantau semua relief bumi karena rotasi bumi membuat setiap bagian bumi nampak olehnya.
    Satelit inipun dirancang untuk menempuh perjalanan mengelilingi matahari, karena bumi yang diorbitnya juga mengelilingi matahari.

    Mungkin tak perlu juga keluar angkasa, karena dengan mengamati obyek langit di kutub bumi, otomatis kita akan mengetahui bahwa bumi kita mengelilingi matahari dengan kecondongan sudut yang berbeda.

    Di kutub, kita akan melihat bahwa matahari terlihat diam tidak bergerak di salah satu cakrawala. Secara perlahan ia terlihat bergerak dari ujung kiri ke ujung kanan, lambat sekali hingga 6 bulan lamanya. Kemudian mataharipun hilang tak terlihat selama 6 bulan juga lamanya.

    Fenomena pergerakan matahari yang sangat lambat di kutub ini membuktikan bahwa tidaklah mungkin matahari mengelilingi bumi. Tetapi bumilah yang berevolusi mengelilingi matahari dalam kala waktu 365 hari. Karena kalau matahari mengelilingi bumi dalam kala waktu 1×24 jam niscaya di kutub kita akan melihat matahari bergerak dengan cepat untuk mengelilingi bumi dalam kala waktu tersebut dan tidak akan terlihat diam di salah satu titik horizon dengan waktu yang amat lama perpindahannya dari ujung kiri ke-ujung kanan horizon (6 bulan).

    Selain itu masih ada lagi berdasarkan matematika dan observasi bintang (paralaks) dan sebagainya yang tentunya akan panjang jika dibahas di sini. wallahua’lam

  • 232
    zay
    August 7th, 2009 22:21

    lha, trus knapa juga anda ngebantah bantah yang seolah2 anda yg benar?..

    udahlah, si penulis bisa jadi lebih lebih lebih pintar dri anda, dy bisa neliti, ngebuktiin, dan ngebukuin teorinya.. kalo anda ga stuju ya sudahlah, toh kata Nabi juga manusia berbeda beda pemikirannya..

    kalo memang anda membantah teorinya, bantah secara profesional doong, pake juga teori anda, knapa anda nyebutin dia ngawur dsb dsb.. jangan asbun..

  • 233
    sufehmi
    August 9th, 2009 20:54

    @zay – kalo memang anda membantah teorinya, bantah secara profesional doong, pake juga teori anda, knapa anda nyebutin dia ngawur dsb dsb.. jangan asbun..
    .
    Sebaiknya lain kali **sebelum** Anda MENUDUH orang lain asbun, coba baca dulu tulisan2 yang ada.
    .
    Kekeliruan buku ini SUDAH dibahas dengan sangat gamblang di halaman ini.

  • 234
    Rohmat Haryadi
    August 10th, 2009 15:05

    Silakan membaca buku Ensiklopedia Asrtronomi karya saya. Semoga semuanya menjadi gamblang, dan tidak menyesatkan. Tk.

  • 235
    Streaming Audio Recorder
    September 27th, 2009 13:21

    fre Streaming Audio Recorder

  • 236
    kiki
    October 11th, 2009 07:03

    Semoga permasalahan ini tidak membuat kita bercerai berai 🙂

  • 237
    Abu Ahmad
    October 26th, 2009 16:08

    Assalaamu’alaikum

    Saya comment deh, biar tembus ke tahun 2009. hehehe..
    Sebenarnya menarik diskusinya. hal yang misteri dan debatable saya pikir.
    Namun yang perlu digarisbawahi adalah:
    1. Diskusi dengan nuansa emosi hanya berakhir saling hujat dan cela, sepintas terlihat tidak ilmiyah meskipun dalam diskusi itu ada hal-hal yang ilmiyah
    2. Karena permasalahannya bersifat perdebatan, bagaimanapun, selamanya akan menjadi perdebatan
    3. Yang menjadi ‘seru’ dalam diskusi ini adalah hujatan, makian dan kata-kata kasar. Sehingga diskusi ini menjadi ‘menarik’ namun berfek negatif yaitu terpecah belahnya hati kaum muslimin. padahal pembahasan ini hanya masalah peredaran matahari dan bumi, tidak seharusnya menjadi ajang hujat menghujat dan cela mencela
    Demikian comment saya dan mungkin ada selain saya yang merindukan blog-blog muslim tanpa hujatan…sehingga di blog mereka terlabelkan “no spam, no virus dan no hujat”

    Wassalaam

  • 238
    shichan
    November 5th, 2009 15:26

    ya ya… matahari mengelilingi bumi, dan manusia menetas dari telor… (kopinya disruput dulu)

  • 239
    Indro
    November 7th, 2009 12:23

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wa barokatuh.

    Bismillah, Alhamdulillah, amma ba’du.
    Allah berfirman: Apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman.” Mereka menjawab: “Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?” INGATLAH, SESUNGGUHNYA MEREKALAH ORANG-ORANG YANG BODOH; TETAPI MEREKA TIDAK TAHU. (QS. Al Baqarah: 13)
    “Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman.(QS. Al Muthaffifin: 29)
    ”Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.” (QS. An-Nisa’: 59-61).

    Saya sangat setuju bahwa matahari berputar mengelilingi bumi. Apakah jika saya percaya pada pendapat seperti ini disebut dengan bertaqlid. Pertama-tama harus kita pahami dahulu apakah arti dari bertaqlid. Bertaqlid adalah mengikuti pendapat seseorang tanpa mengetahui dasar hukumnya dari Al Qur’an dan As Sunnah (hanya membeo tanpa berimu). Padahal jika kita melihat tulisan di atas banyak mengambil ayat Al Qur’an, Hadits shohih riwayat Bukhari, Atsar dari Sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu, perkataan Imam Mazhab Ibnu Hazm, tafsir paling terkemuka dari zaman dulu sampai sekarang seperti Ibnu Katsir dan Al Qurthuby, pendapat ahli hadits Ibnu Hajar yang mensyarah Kitab Bukhari dalam Fathul Barri, pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dan pendapat ulama-ulama yang lain.

    Apakah ini dinamakan taqlid??????? (Tentu bukan, karena ada dasarnya, tidak sekedar membeo).
    Apakah ini dinamakan fanatik mazhab??????? (Tentu bukan, karena ada mazhab Zhahiri yaitu Ibnu Hazm; ada yang tak bermazhab seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz dan Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin; Ibnu Katsir, Al Qurthuby, dan Ibnu Hajar juga mempunyai mazhab yang berbeda pula, dsb)

    PESAN UNTUK PARA PENDEWA AKAL (Lebih mengutamakan akal drpd wahyu Allah)::::::>>>>

    Apakah kalian bisa menjelaskan menggunakan akal kalian mengapa Nabi Ibrahim ’alaissalam tidak bisa dibakar oleh api?
    Apakah kalian bisa menjelaskan menggunakan akal kalian mengapa Nabi Musa ’alaissalam bisa membelah lautan?
    Apakah kalian bisa menjelaskan menggunakan akal kalian mengapa Nabi Isa ’alaissalam bisa menghidupkan orang yang mati?
    Apakah kalian bisa menjelaskan menggunakan akal kalian mengapa Nabi Muhammad shollallahu ’alaihi wa sallam bisa membelah bulan?
    Apakah kalian bisa menjelaskan menggunakan akal kalian mengapa Nabi Muhammad shollallahu ’alaihi wa sallam bisa melakukan Isra’ Mi’raj yang menempuh jarak yang sangat jauh hanya dalam waktu semalam?

    Tentu akal manusia tidak akan bisa menjawab. Oleh karena itu, sikap orang yang beriman adalah menerimanya dengan sepenuh hati dan diam. Tidak perlu bertanya mengapa bisa begini, mengapa bisa begitu? Dia-lah Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, SEDANGKAN ILMU MANUSIA TIDAK AKAN PERNAH MAMPU SEDIKITPUN MENGUNGGULI ILMU ALLAH.
    Sesungguhnya agama ini tidak dibangun atas dasar akal, tetapi dibangun atas dasar hujah yang nyata yaitu wahyu Allah. Demikianlah seharusnya sikap orang yang beriman yaitu apabila dibacakan ayat-ayat Allah maka mereka mendengar dan mentaatinya, beriman dengan sepenuh hati mereka. Apabila akal mereka tidak mampu memahami, maka mereka akan menuduh dirinya sendiri bahwa akalnya telah rusak karena tidak mampu menerima wahyu Allah.

    Memang benar bahwa manusia merupakan makhluk yang paling tinggi derajatnya karena telah dianugerahi akal oleh Allah. Tetapi sebaliknya, Allah akan menurunkan derajat manusia ke derajat yang serendah-rendahnya manakala akal tersebut tidak dapat digunakan untuk memahami ayat-ayat Allah.
    Allah berfirman: ”Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.” (QS. At-Tin: 4-6)

    Sebenarnya telah banyak ilmu pengetahuan dalam Al Qur’an dan Al Hadits yang BARU-BARU ini terungkap oleh para ilmuwan. Seperti pemisahan langit dan bumi (Al Qur’an, 21:30), mengembangnya alam semesta (Al Qur’an, 51:47), garis edar benda-benda langit (Al Qur’an, 51:7, 21:33, 36:38), relativitas waktu (Al Qur’an, 22:47, 32:5, 70:4, 23:122-114), besi diturunkan dari langit (Al Qur’an, 57:25), perkawinan yang dilakukan oleh tumbuhan (Al Qur’an, 36:36), lapisan atmosfer langit (Al Qur’an, 41:11-12), angin yang mengawinkan (Al Qur’an, 15:22), proses pembentukan hujan (Al Qur’an, 30:48), fungsi gunung sebagai pasak bumi (Al Qur’an, 21:31, 78:6-7), adanya pemisah antara 2 lautan yang bertemu (Al Qur’an, 55:19-20), bagian otak yang yang mengendalikan gerak kita (Al Qur’an, 96:15-16), 3 lapis kegelapan yang dialami bayi dalam perut ibunya (Al Qur’an, 39:6), menyusui bayi selama dua tahun setelah kelahiran sungguh bermanfaat (Al Qur’an, 31:14), proses pembentukan manusia (Al Qur’an, 23:14), tanda pengenal manusia pada sidik jari (Al Qur’an, 75:3-4), pada sayap lalat yang satu ada racun sedangkan sayap yang lain ada penawarnya (HR. Bukhari, Ibnu Majah, dan Ahmad), dsb.
    Wallahu a’lam.

    Allah berfirman: “Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.” (Al Qur’an, 18:29)

    Saya mohon maaf apabila ada kesalahan dan kata-kata yang kurang berkenan.
    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

  • 240
    xetia
    November 14th, 2009 18:30

    Relative ya relative, tapi gak bisa serampangan gitulah, ada kaedah-kaedah pengunaanya, atau sebaiknya baca dulu bukunya Einsten yang berjudul Relativity: The Special and General Theory itu, free kok download di internet…

    Ibarat atom, elekton-elektron mengelilingi inti atom karena gaya yang diberikan inti atom tersebut sehingga elektron berputar pada lintasanya, dan hukum ketertundukan elektron ini sudah ditetapkan Allah secara pasti, sudah sunahtullah..

    Lha sekarang Anda mengatakan : bahwa inti atom yang mengelilingi elektron, kan relative…, ya terserah kalau Anda ingin berbuat seperti ini…itu hak Anda, namanya juga relative…

    fakta bahwa adanya 4 musim di negara2 subtropis karena bumi berotasi membuat sudut, tapi Anda juga bisa mengatakan bahwa matahari yang mengelilingi bumi dengan bentuk yang aneh sekali sihingga terjadi pergantian musim…

  • 241
    almati
    November 16th, 2009 08:06

    Alam semesta ini dibangun oleh Tuhan atas hukum yang satu, yang pasti dan tidak plin-plan. Elektron mengitari inti atom, bulan dan satelite mengitari bumi dan titan yang mengitari planet saturnus, semuanya harus mengikuti satu hukum baku. Jika hukum yang berlaku pada bulan mengelilingi bumi tidak sama dengan titan mengelilingi saturnus tentu Tuhan sudah melangar hukum-nya sendiri, tentunya hukum seperti itu seperti main-main saja, bukan hukum Tuhan tentunya. Semua hal diatas dikarenakan karena adanya gaya pada pusat yang membimbing elektron, bulan, satelite dan titan beredar pada lintasanya, adalah hal yang melawan hukum Tuhan jika dipaksakan matahari mengelilingi bumi, massa matahari jauh lebih besar, tentunya mataharilah yang memberi gaya pada bumi untuk mengitarinya, berarti Tuhan tidak konsinten pada hukun-nya jika matahari mengelilingi bumi, Tuhan macam apa ini??

    Jika sekarang ada ayat-ayat dalam kitab Al Quran yang tidak sesuai dengan fakta ilmu pengetahuan maka secara otamatis kitab itu bohong, tentunya yang membuatnya adalah orang yang mungkin cerdas dijaman itu , tetapi ini membuktikan bahwa kitab itu jelas-jelas buatan manusia, karena kalo buatan Tuhan tentunya tidak akan ada kesalahan sama sekali dan akan sesuai dengan fakta pengetahuan alam.

  • 242
    kiki
    November 21st, 2009 11:36

    Naudzubillah . . .

    pemikiran anda kok dangkal sekali?
    Anda lebih percaya perkataan orang kafir daripada Kitabullah dan sabda Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassalam?

    jawab pertanyaan saya, adakah yang lebih mengetahui alam semesta selain Allah Azza Wa Jalla?

    Matahari Mengelilingi Bumi itu adalah Ijma para ulama, jadi tidak ngawur seperti yang anda sampaikan. Malahan anda yang ngawur ngambil pemikiran kafir untuk dijadikan hujjah. Naudzubillah . . .

    Sadarkah anda kalau apa yang anda lakukan akan dimintai pertanggungjawaban kelak?

    Kalaulah Bumi yang mengelilingi matahari, apa buktinya?

    Mengapa dalam doa Beliau Sholallohu ‘Alaihi Wassalam ketika perang agar Allah Azza Wa Jalla memberhentikan gerakan matahari? Seharusnya kalo seperti pemikiran anda, yang berhenti bumi bukan matahari.

    Tolong baca bukunya, kalau ingin membantah jangan pakai logika. Ini agama yang telah sempurna sejak ratusan tahun yang lalu.

  • 243
    almati
    November 24th, 2009 09:48

    “Matahari Mengelilingi Bumi itu adalah Ijma para ulama, jadi tidak ngawur seperti yang anda sampaikan. Malahan anda yang ngawur ngambil pemikiran kafir untuk dijadikan hujjah. Naudzubillah . . .”
    maaf sebelumnya saudara Kiki …
    taklik buta pada seseorang justru kadang akan sangat membahayakan, sepengatahuan saya, ajaran Islam sendiri mengajarkan untuk menerima pendapat dari seorang penjahatpun jika pendapat itu benar. Saya pribadi akan lebih menerima pemikiran orang kafir (?) jika itu suatu kebenaran dari pada seorang ulama(?) yang berkata salah karena kurang pengetahuan. Justru Tuhan menganugerahi akal logika kepada manusia supaya manusia itu berpikir untuk mengetahui kebenaran. Seorang Ulama memang diakui ahli dalam bidang agama, tepai belum tentu dia ahli dalam bidang fisika alam semesta dan tidak ada yang menjamin bahwa seorang ulama terlepas dari kekeliruan, justru tugas kita untuk terus belajar mengunakan akal pikiran demi kebenaran ,dan tujuan-tujuan Tuhan menganugerai akal ini. Nabi Ibrahim menyembah Tuhan karena berdasarkan akal pikiran beliau yang waras, setelah menggunakan akalnya bahwa matahari dan bintang tidak mungkin Tuhanya.

    “Sadarkah anda kalau apa yang anda lakukan akan dimintai pertanggungjawaban kelak?”
    Menurut Islam semua perbuatan manusia akan diminta pertanggungjawabanya, demikian juga saudara Kiki akan diminta pertanggungjawaban jika saudara Kiki meyakini Islam. Taklik buta, kritis atau terus belajar mengobservasi alam untuk menemukan Tuhan [hukum-hukum alamnya dan detail-detail ciptaanya tentunya] juga akan dimintai pertanggungjawaban.

    “Kalaulah Bumi yang mengelilingi matahari, apa buktinya?”
    Saya kira penjelasan2 diatas sudah sangat mencukupi, apakah saudara Kiki sudah menbacanya? Bacalah sekali lagi, penjelasanya dan pembuktianya sudah cukup sangat jelas, terutama bagi orang-orang yang mengunakan pikiran sehatnya.
    Hukum Tuhan [hukum alam, sunatullah], tidaklah plin-plan, adalah konsisten, jika saudara sempat coba amati Titan [bulannya planet Saturnus] yang mengelilingi Saturnus dengan teleskop, hal ini dikarenakan adanya gaya dari Saturnus sehingga lintasan lurus Titan membelok yang berakibat Titan terus bergerak mengelilingi Saturnus [tidak bisa melepaskan diri]. Begitu juga coba saudara amati elektron yang mengelilingi inti atom, elektron ini “terperangkap” pada lintasanya karena adanya gaya dari inti atom. Semua hal diatas mengikuti hukum Tuhan yang sama, karena sifat hukum Tuhan yang konsistn, hukum ini juga berlaku di Bumi, tentu saya Bumi yang mengelilingi matahari karena adanya gaya dari matahari yang menyebabkan lintasan bumi membelok [hukum yang sama dengan elektron dan Titan]. Jika hukum Tuhan yang satu ini tidak berlaku bagi bumi [jadi matahari yang mengelilingi bumi], maka bisa dikatakan hukum Tuhan adalah plin-plan, Hukum Tuhan macam apa ini….?

    “Mengapa dalam doa Beliau Sholallohu ‘Alaihi Wassalam ketika perang agar Allah Azza Wa Jalla memberhentikan gerakan matahari? Seharusnya kalo seperti pemikiran anda, yang berhenti bumi bukan matahari.”
    Nabi Muhammad bukanlah manusia modern yang dikirim ke abad lampau dimana manusia pada saat itu belum berkembang pengetahuanya tentang langit [observasi dan belajar tentang alam semesta masih sangat tertinggal jauh dibandingkan manusia abad sekarang ini], jadi wajarlah beliau menjawab seperti itu. Mungkin Nabi Muhammad-pun kalau ditanya pada waktu itu “Ya Nabi, apakah matahari mengelilingi Bumi”, beliau akan menjawab “iya” karena orservasi pada saat itu belum dilakukan sehingga menghasilkan ilmu yang salah, kemungkinan lain beliau akan menjawab “tidak tahu” dan menyuruh sipenanya untuk mengobservasi langit. Bagaimana pula jika pada waktu itu saudara bertanya tentang listrik , magnet dan gelombang elektromagnet pada Beliau, tentunya tidak pas menanyakan hal-hal ini pada Beliau pada waktu itu. Beliau di kirim ke Bumi sebagai Nabi, bukan sebagai mahluk yang maha tahu, tentunya kehidupan , ilmu dan cara kerjanya ya seperti manusai arab pada jaman itu, tidak lebih, kecuali dalam hal kenabian, karena menang kapasitas Beliau sebagai Nabi. Bagaimana pula jika jaman itu saudara bertanya ” Ya Nabi, bagaimana cara membuat pesawat terbang dan bom nuklir”. Lagian jika waktu itu Nabi disuruh Tuhan menyampaikan fakta bahwa bumi mengeliling matahari nasibnya mungkin akan seperti Galelio yang dihukum mati karena tidak sesuai dengan paham pada waktu itu, bisa-bisa Islam gak ada hari ini…

    “Tolong baca bukunya, kalau ingin membantah jangan pakai logika. Ini agama yang telah sempurna sejak ratusan tahun yang lalu.”
    ini namanya taklik buta, harus mengikuti pemikiran orang, iya kalo yang dibaca benar?? trus apa gunanya Tuhan menganugerahi akal pikiran kepada manusia? Justru dengan akal pikiran ini kita diwajibkan [WAJIB] untuk belajar, menghayati dan mengobservasi alam semesta ini. Tuhan itu maha tersembunyi, tapi Dia ingin sekali umat-nya mengyingkapnya, ya melalui observasi ciptaan-nya tentunya. Wahyu yang pertamapun adalah “iqro…”, “iqro…” dan “iqro…”, bacalah, hayatilah dan observasilah….

  • 244
    arief ramadhan
    November 25th, 2009 20:25

    Asslama’ualaikum warhmatullahi wabarakatuh..
    Maaf, jika saya ikut campur pada masalah yang diperdebatkan ini. tetapi saya hanya ingin menuliskan apa yang saya tahu sedikit. Setahu saya, memang tidak ada ayat Al-Qur’an yang menerangkan langsung bahwa matahari lah yang mengelilingi Bumi. Setahu saya, setiap benda ayang ada di Alam Semesta jagat raya ini, hanya SATU yang memerintah. Dialah ALLAH SWT, dan semua benda yang berada di Alam Semesta beredar atas ORBITNYA. Matahari, bintang, bumi, bulan, partikel, dan sampai yang tak nampak pun berputas pada ORBITNYA. Dan pergerakan mereka pun mengikuti pada SATU kehendak. Seperti pergerakan Masnusia yang mengelilingi Ka’bah ketika Sa’i, mereka mengelilingi Ka’bah berlawanan dengan arah jarum jam.. Bukankah Benar?
    Nah, muatan – muatan yang beada disekiling atom juga bergerak mengelilingin inti atom dengan arah berlawanan jarum jam (anti clockwatch). Dan juga, benda luar angkasa, seperti planet2 mengelilingi Matahari berlawanan arah jarum jam, matahari dan planet2 juga bergerak mengelilingi pusat galaksi. Jika kita lihat, perputaran galaksi juga mengarah berlawanan arah jarum jam.. Dan dijagat raya kita ini, tidak hanya ada 1 matahari, tetapi milyaran bintang yang besarnya sama dengan besar matahari. Serta juga galaksi yang ada dijagad raya, tidak hanya 1. Tetapi juga milyaran galaksi,, Subhanallah.. Allah Maha Besar, Dialah Dzat sebaik – baiknya menentukan. Kita tak pantas berdebat yang mana mengelilingi, apakah matahari, ataukah bumi.. Dialah Allah Yang Maha Mengetahui Seala Urusan..
    “…kamu tidak akan sanggup menembus langit Allah, kecuali dengan kekuatan”..
    Wassalam…

  • 245
    Rohmat Haryadi, penulis Ensiklopedia Astronomi.
    November 25th, 2009 20:56

    Ini persoalan sederhana. Massa Tata Surya, 99,8% Matahari. Maka benda-benda langit disekitar Matahari pasti terikat gravitasi Matahari, dan bertowaf mengelilingi matahari. Termasuk bumi. Nah, bagaimana dengan Matahari, dia juga bergasing bertumpu pada porosnya, dan bertowaf mengelilingi pusat galaksi (baca surah Yaasiin). Anda bisa membaca Ensiklopedia Astronomi, untuk lebih jelasnya. Terimakasih.

  • 246
    yayan
    November 30th, 2009 03:15

    saya tetap setuju kalau BUMI MENGELILINGI MATAHARI, karena memang itulah yang sesuai dengan kebenaran. Saya sudah mendapatkan jawaban yang lebih tepat. Dan memang kurikulum sekolah saat ini kurang tepat yang mengajarkan bahwa Pusat tata surya adalah Matahari. Kalau mau “sharing mengenai hal tersebut saya siap dan bersedia…

  • 247
    atThusi alFalaqi
    January 17th, 2010 16:46

    sebetulnya baik heliosentris maupun geosentris keduanya adalah benar. tergantung frame of reference nya atau sudut pandangnya berada dimana. Jika kita berada di atas permukaan bumi sebagai acuan dan pandangan kita tertuju ke langit maka, bisa dikatakan bahwa bumi tidak berotasi dan teori geosentris bisa dikatakan benar. Sementara bila kita berada di luar bumi, teori heliosentris lah yang berlaku. Untuk lebih bisa memahami keduanya, sudah banyak software Astronomi yang bisa di download secara gratis. Salah satu yang keren Celestia dan ada yang lainnya saya lupa nama softwarenya. Software tsb mensimulasikan antariksa, dimana kita bisa mengatur frame of referense, bukan hanya helio-sentris dan geo-sentris, tetapi juga venus-sentris, mars-sentris
    Untuk membuktikan bahwa bumi berotasi dan ber-revolusi ada bebagai macam metode ilmiah, mulai dari metode deduksi, fisika sampai dengan metode matematis. salah satunya
    http://langitselatan.com/2007/04/21/bagaimana-membuktikan-bahwa-bumi-mengelilingi-matahari-dan-bukan-sebaliknya/

    Jadi bila para wahabi keukeuh dengan geosentrisnya, biarkan saja, kelompok diluar wahabi yang bisanya jauh lebih faham Qur’an dan Sunnah serta ilmu alat (Astronomi, Matematika, Fisika, Geologi dll) bisa menerima sudut pandang tersebut.
    TETAPI yang tidak bisa diterima adalah TUDUHAN PENGKAFIRAN yang mengakui Heliosentris, dan juga tidak menerima tuduhan bahwa yang meyakini Heliosentris sebagai pengikut Yahudi dkk.

    Dasar wahabi, karena terbiasa akhlaknya dididik sebagai penghujat dan pengumpat, dengan pandangan sempit ala kacamata kuda mereka dengan entengnya langsung menuduh kafir yang berpandangan lain. tetapi saya kira akan percuma menerangkan hal ilmiah yang peling sederhanapun bagi wahabi yang memang otaknya sudah tumpul dan hatinya sudah beku. paling jawabanya tak lebih dari umpatan dan hujatan bid’ah, khurofat dll.

    beginilah jadinya jika yg ngomong bukan akhlinya dan ditambah lagi sudut pandang sempit dengan logika terbalik bin amburadul. seakan-akan kalau sudah pinter bahasa arab lantas pinter juga matematika, fisika, astronomi.

    Inilah bedanya ulama wahabi dengan ulama yang sesungguhnya. Jika dilihat sejarah ulama sesungguhnya menguasai berbagai bidang ilmu, dan mungkin di masing-masing bidang ilmu sampai setaraf S3. Kita lihat Imam Syafi’, Imam Al Ghazali, Ibn Sina, Al Khurazmi,Ibn Haitsam dan masih banyak lagi, selain ilmu Agama (rata2 mereka hafal qur’an 30 juz) mereka pun terkenal sebahi ahli Matematika, kedokteran, Astroomi dan lain, merka banyak memiliki referensi kitab keilmuan yang luas dan juga penulis. Sementara ulama Wahabi macam bin Baz gimana bisa baca banyak referensi sementara dia matanya buta, paling dia cuma dengar apa yang telah dipilih untuk dibacakan terhadap dia.

  • 248
    sinjay school
    January 22nd, 2010 13:01

    wah, hoby koleksi buku yaaah?
    by Sinjay School dan Web Hosting List

  • 249
    Efek Coriolis, Bukti Bumi Berputar (Berotasi) | adipedia.com
    May 13th, 2010 13:30

    […] sekarang ini masih ada orang yang menganggap bahwa bumi ini diam. Atau lebih parah lagi: Bumi ini datar. Bagaimana membuktikan bahwa bumi ini berputar pada porosnya […]

  • 250
    abu syilfa
    May 30th, 2010 14:53

    matahari lah yang mengelilingi bumi.ini yang benar.coba baca buku itu,dengan lapang dada.isinya ilmiah dan bisa dipertanggungjawabkan.janganlah memahi sesuatu dengan akal dan hawa nafsu.apa kalian lebih percaya orang-orang kafir dari pada Allah ta`ala?!dalam Quran sangat jelas,bahwa bumi ini diam dan tidak bergerak.semoga kalian di beri hidayah oleh Allah.

  • 251
    wong alus
    June 13th, 2010 23:08

    Peace all

    Dengan tidak mengurangi rasa hormat, mudah-mudahan pendapat saya bisa dijadikan pemikiran selanjutnya.
    yang saya tau bila benda berotasi, berevolusi atau berputar akan menimbulkan energi, contohnya: bila benda seperti gasing dicelupkan ke air dan kemudian diputar, apa yang akan terjadi ?
    air akan memercik kemana-mana, bila bumi ini berputar dan katanya 30 km/detik, apa jadinya seisi bumi ini.

  • 252
    wongalus
    June 14th, 2010 01:02

    jangan bingung dan ragu, semua ciptaan Allah SWT selalu Bertasbih dan bersujud kepada ALLAH SWT dan Kiblatnya adalah Ka’bah. Kalau Dikatakan Matahari Mengelilingi Bumi Karena ia Bertawaf. seperti umat muslim waktu melakukan ibadah haji, bertawaf mengelilingi Ka’bah

  • 253
    J
    June 21st, 2010 16:05

    Ribuan tahun sebelum Masehi yaitu sebelum ilmuan tahu ttg hal ini, Alkitab telah mengatakan bahwa Bumi itu Bulat.

  • 254
    Taufik Fathoni
    July 20th, 2010 09:50

    Mas Dhani dan Ehc, anda sudah mem-black list buku2 ngaco. Gimana caranya mas? Saya juga khawatir, buku2 yang tolol dan menyesatkan itu nanti terbaca juga oleh anak saya yang sudah mulai berangkat remaja. Berbahaya kan mas? Tapi jangan heran, cara berpikirnya wahabi itu memang nganeh2i. Mereka memahami Qur’an-Hadits cuma berdasarkan bunyi teksnya. Tidak berusaha menggali pesan yang terkandung di dalam teks. Jadinya ya lucu kayak gitu. Dan lebih lucunya lagi, mereka justru sering merasa paling benar dan mengkafirkan orang lain yang tidak mengikuti paham konyolnya itu.

  • 255
    observer
    August 6th, 2010 13:54

    salam kenal smuanya…

    yah…terjadi lagi…mf ini hnya pesan pribadi saja,..kpd mereka yg mengaku salafi(hanya utk salafi yg ska menuduh sesat dan saya pernah mengalaminya ketika diskusi hal lain/tdk berhubungan dgn blog ini)….mhon jgn terlalu gegabah menuduh sesat ketika org lain berbeda pendapat. para ulama hrs dihormati tetapi seandainya salah jangan pula dituruti dalam hal kesalahannya. trims

  • 256
    sufehmi
    September 4th, 2010 16:01

    Dear All,
    .
    Bagi yang masih juga anggap Ahmad Sabiq / MMB itu benar, jelas Anda tidak membaca komentar-komentar yang sudah ada.
    .
    Disini, sampai para pakar Astronomi Muslim Indonesia bermunculan untuk meluruskan kesalahan Ahmad Sabiq ini. Ada Pak Thomas dari LAPAN, Pak Moedji dari ITB / Bosscha, Pak Mutoha dari Klub Astronomi Jogja.
    .
    Silakan dibaca lagi, akan jelas bahwa argumen-argumen Ahmad Sabiq itu sebetulnya malah bertentangan dengan Sunnatullah.
    .
    Alternatifnya, silakan baca lagi artikel ini – di akhir artikel tsb sudah saya update dengan link-link rujukan yang lebih mudah dicerna.
    .
    Demikian, semoga bermanfaat.
    .
    Salam,
    Harry Sufehmi

Subscribe without commenting

            








SEObox: Web Hosting Murah Unlimited Komik Indonesia Homeschooling Indonesia