<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Matahari mengelilingi Bumi</title>
	<atom:link href="http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/</link>
	<description>life is a struggle - information wants to be free</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Mar 2010 12:00:11 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: sinjay school</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-251659</link>
		<dc:creator>sinjay school</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 06:01:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-251659</guid>
		<description>wah, hoby koleksi buku yaaah?
by &lt;a href=&quot;http://sinjayschool.blogspot.com&quot;&gt;&lt;b&gt;Sinjay School&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://hosting-list-web.blogspot.com&quot;&gt;&lt;b&gt;Web Hosting List&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, hoby koleksi buku yaaah?<br />
by <a href="http://sinjayschool.blogspot.com"><b>Sinjay School</b></a> dan <a href="http://hosting-list-web.blogspot.com"><b>Web Hosting List</b></a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: atThusi alFalaqi</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-249985</link>
		<dc:creator>atThusi alFalaqi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 09:46:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-249985</guid>
		<description>sebetulnya baik heliosentris maupun geosentris keduanya adalah benar. tergantung frame of reference nya atau sudut pandangnya berada dimana. Jika kita berada di atas permukaan bumi sebagai acuan dan pandangan kita tertuju ke langit maka, bisa dikatakan bahwa bumi tidak berotasi dan teori geosentris bisa dikatakan benar. Sementara bila kita berada di luar bumi, teori heliosentris lah yang berlaku. Untuk lebih bisa memahami keduanya, sudah banyak software Astronomi yang bisa di download secara gratis. Salah satu yang keren Celestia dan ada yang lainnya saya lupa nama softwarenya. Software tsb mensimulasikan antariksa, dimana kita bisa mengatur frame of referense, bukan hanya helio-sentris dan geo-sentris, tetapi juga venus-sentris, mars-sentris
Untuk membuktikan bahwa bumi berotasi dan ber-revolusi ada bebagai macam metode ilmiah, mulai dari metode deduksi, fisika sampai dengan metode matematis. salah satunya
http://langitselatan.com/2007/04/21/bagaimana-membuktikan-bahwa-bumi-mengelilingi-matahari-dan-bukan-sebaliknya/

Jadi bila para wahabi keukeuh dengan geosentrisnya, biarkan saja, kelompok diluar wahabi yang bisanya jauh lebih faham Qur&#039;an dan Sunnah serta ilmu alat (Astronomi, Matematika, Fisika, Geologi dll) bisa menerima sudut pandang tersebut.
TETAPI yang tidak bisa diterima adalah TUDUHAN PENGKAFIRAN  yang mengakui Heliosentris, dan juga tidak menerima tuduhan bahwa yang meyakini Heliosentris sebagai pengikut Yahudi dkk.  

Dasar wahabi, karena terbiasa akhlaknya dididik sebagai  penghujat dan pengumpat, dengan pandangan sempit ala kacamata kuda mereka dengan entengnya langsung menuduh kafir yang berpandangan lain. tetapi saya kira akan percuma menerangkan hal ilmiah yang peling sederhanapun bagi wahabi yang memang otaknya sudah tumpul dan hatinya sudah beku. paling jawabanya tak lebih dari umpatan dan hujatan bid&#039;ah, khurofat dll.

beginilah jadinya jika yg ngomong bukan akhlinya dan ditambah lagi sudut pandang sempit dengan logika terbalik bin amburadul. seakan-akan kalau sudah pinter bahasa arab lantas pinter juga matematika, fisika, astronomi. 

Inilah bedanya ulama  wahabi dengan ulama yang sesungguhnya. Jika dilihat sejarah ulama sesungguhnya menguasai berbagai bidang ilmu, dan mungkin di masing-masing bidang ilmu sampai setaraf S3. Kita lihat Imam Syafi&#039;, Imam Al Ghazali, Ibn Sina, Al Khurazmi,Ibn Haitsam dan masih banyak lagi, selain ilmu Agama (rata2 mereka hafal qur&#039;an 30 juz) mereka pun terkenal sebahi ahli Matematika, kedokteran, Astroomi dan lain, merka banyak memiliki referensi kitab keilmuan yang luas dan juga penulis. Sementara ulama Wahabi macam bin Baz gimana bisa baca banyak referensi sementara dia matanya buta, paling dia cuma dengar apa yang telah dipilih untuk dibacakan terhadap dia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebetulnya baik heliosentris maupun geosentris keduanya adalah benar. tergantung frame of reference nya atau sudut pandangnya berada dimana. Jika kita berada di atas permukaan bumi sebagai acuan dan pandangan kita tertuju ke langit maka, bisa dikatakan bahwa bumi tidak berotasi dan teori geosentris bisa dikatakan benar. Sementara bila kita berada di luar bumi, teori heliosentris lah yang berlaku. Untuk lebih bisa memahami keduanya, sudah banyak software Astronomi yang bisa di download secara gratis. Salah satu yang keren Celestia dan ada yang lainnya saya lupa nama softwarenya. Software tsb mensimulasikan antariksa, dimana kita bisa mengatur frame of referense, bukan hanya helio-sentris dan geo-sentris, tetapi juga venus-sentris, mars-sentris<br />
Untuk membuktikan bahwa bumi berotasi dan ber-revolusi ada bebagai macam metode ilmiah, mulai dari metode deduksi, fisika sampai dengan metode matematis. salah satunya<br />
<a href="http://langitselatan.com/2007/04/21/bagaimana-membuktikan-bahwa-bumi-mengelilingi-matahari-dan-bukan-sebaliknya/" >http://langitselatan.com/2007/04/21/bagaimana-membuktikan-bahwa-bumi-mengelilingi-matahari-dan-bukan-sebaliknya/</a></p>
<p>Jadi bila para wahabi keukeuh dengan geosentrisnya, biarkan saja, kelompok diluar wahabi yang bisanya jauh lebih faham Qur&#8217;an dan Sunnah serta ilmu alat (Astronomi, Matematika, Fisika, Geologi dll) bisa menerima sudut pandang tersebut.<br />
TETAPI yang tidak bisa diterima adalah TUDUHAN PENGKAFIRAN  yang mengakui Heliosentris, dan juga tidak menerima tuduhan bahwa yang meyakini Heliosentris sebagai pengikut Yahudi dkk.  </p>
<p>Dasar wahabi, karena terbiasa akhlaknya dididik sebagai  penghujat dan pengumpat, dengan pandangan sempit ala kacamata kuda mereka dengan entengnya langsung menuduh kafir yang berpandangan lain. tetapi saya kira akan percuma menerangkan hal ilmiah yang peling sederhanapun bagi wahabi yang memang otaknya sudah tumpul dan hatinya sudah beku. paling jawabanya tak lebih dari umpatan dan hujatan bid&#8217;ah, khurofat dll.</p>
<p>beginilah jadinya jika yg ngomong bukan akhlinya dan ditambah lagi sudut pandang sempit dengan logika terbalik bin amburadul. seakan-akan kalau sudah pinter bahasa arab lantas pinter juga matematika, fisika, astronomi. </p>
<p>Inilah bedanya ulama  wahabi dengan ulama yang sesungguhnya. Jika dilihat sejarah ulama sesungguhnya menguasai berbagai bidang ilmu, dan mungkin di masing-masing bidang ilmu sampai setaraf S3. Kita lihat Imam Syafi&#8217;, Imam Al Ghazali, Ibn Sina, Al Khurazmi,Ibn Haitsam dan masih banyak lagi, selain ilmu Agama (rata2 mereka hafal qur&#8217;an 30 juz) mereka pun terkenal sebahi ahli Matematika, kedokteran, Astroomi dan lain, merka banyak memiliki referensi kitab keilmuan yang luas dan juga penulis. Sementara ulama Wahabi macam bin Baz gimana bisa baca banyak referensi sementara dia matanya buta, paling dia cuma dengar apa yang telah dipilih untuk dibacakan terhadap dia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yayan</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-223973</link>
		<dc:creator>yayan</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 20:15:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-223973</guid>
		<description>saya tetap setuju kalau BUMI MENGELILINGI MATAHARI, karena memang itulah yang sesuai dengan kebenaran. Saya sudah mendapatkan jawaban yang lebih tepat. Dan memang kurikulum sekolah saat ini kurang tepat yang mengajarkan bahwa Pusat tata surya adalah Matahari. Kalau mau &quot;sharing mengenai hal tersebut saya siap dan bersedia...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya tetap setuju kalau BUMI MENGELILINGI MATAHARI, karena memang itulah yang sesuai dengan kebenaran. Saya sudah mendapatkan jawaban yang lebih tepat. Dan memang kurikulum sekolah saat ini kurang tepat yang mengajarkan bahwa Pusat tata surya adalah Matahari. Kalau mau &#8220;sharing mengenai hal tersebut saya siap dan bersedia&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rohmat Haryadi, penulis Ensiklopedia Astronomi.</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-222603</link>
		<dc:creator>Rohmat Haryadi, penulis Ensiklopedia Astronomi.</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 13:56:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-222603</guid>
		<description>Ini persoalan sederhana. Massa Tata Surya, 99,8% Matahari. Maka benda-benda langit disekitar Matahari pasti terikat gravitasi Matahari, dan bertowaf mengelilingi matahari. Termasuk bumi. Nah, bagaimana dengan Matahari, dia juga bergasing bertumpu pada porosnya, dan bertowaf mengelilingi pusat galaksi (baca surah Yaasiin). Anda bisa membaca Ensiklopedia Astronomi, untuk lebih jelasnya. Terimakasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ini persoalan sederhana. Massa Tata Surya, 99,8% Matahari. Maka benda-benda langit disekitar Matahari pasti terikat gravitasi Matahari, dan bertowaf mengelilingi matahari. Termasuk bumi. Nah, bagaimana dengan Matahari, dia juga bergasing bertumpu pada porosnya, dan bertowaf mengelilingi pusat galaksi (baca surah Yaasiin). Anda bisa membaca Ensiklopedia Astronomi, untuk lebih jelasnya. Terimakasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arief ramadhan</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-222600</link>
		<dc:creator>arief ramadhan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 13:25:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-222600</guid>
		<description>Asslama&#039;ualaikum warhmatullahi wabarakatuh..
Maaf, jika saya ikut campur pada masalah yang diperdebatkan ini. tetapi saya hanya ingin menuliskan apa yang saya tahu sedikit. Setahu saya, memang tidak ada ayat Al-Qur&#039;an yang menerangkan langsung bahwa matahari lah yang mengelilingi Bumi. Setahu saya, setiap benda ayang ada di Alam Semesta jagat raya ini, hanya SATU yang memerintah. Dialah ALLAH SWT, dan semua benda yang berada di Alam Semesta beredar atas ORBITNYA. Matahari, bintang, bumi, bulan, partikel, dan sampai yang tak nampak pun berputas pada ORBITNYA. Dan pergerakan mereka pun mengikuti pada SATU kehendak. Seperti pergerakan Masnusia yang mengelilingi Ka&#039;bah ketika Sa&#039;i, mereka mengelilingi Ka&#039;bah berlawanan dengan arah jarum jam.. Bukankah Benar?
Nah, muatan - muatan yang beada disekiling atom juga bergerak mengelilingin inti atom dengan arah berlawanan jarum jam (anti clockwatch). Dan juga, benda luar angkasa, seperti planet2 mengelilingi Matahari berlawanan arah jarum jam, matahari dan planet2 juga bergerak mengelilingi pusat galaksi. Jika kita lihat, perputaran galaksi juga mengarah berlawanan arah jarum jam.. Dan dijagat raya kita ini, tidak hanya ada 1 matahari, tetapi milyaran bintang yang besarnya sama dengan besar matahari. Serta juga galaksi yang ada dijagad raya, tidak hanya 1. Tetapi juga milyaran galaksi,, Subhanallah.. Allah Maha Besar, Dialah Dzat sebaik - baiknya menentukan. Kita tak pantas berdebat yang mana mengelilingi, apakah matahari, ataukah bumi.. Dialah Allah Yang Maha Mengetahui Seala Urusan..
&quot;...kamu tidak akan sanggup menembus langit Allah, kecuali dengan kekuatan&quot;..
Wassalam...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Asslama&#8217;ualaikum warhmatullahi wabarakatuh..<br />
Maaf, jika saya ikut campur pada masalah yang diperdebatkan ini. tetapi saya hanya ingin menuliskan apa yang saya tahu sedikit. Setahu saya, memang tidak ada ayat Al-Qur&#8217;an yang menerangkan langsung bahwa matahari lah yang mengelilingi Bumi. Setahu saya, setiap benda ayang ada di Alam Semesta jagat raya ini, hanya SATU yang memerintah. Dialah ALLAH SWT, dan semua benda yang berada di Alam Semesta beredar atas ORBITNYA. Matahari, bintang, bumi, bulan, partikel, dan sampai yang tak nampak pun berputas pada ORBITNYA. Dan pergerakan mereka pun mengikuti pada SATU kehendak. Seperti pergerakan Masnusia yang mengelilingi Ka&#8217;bah ketika Sa&#8217;i, mereka mengelilingi Ka&#8217;bah berlawanan dengan arah jarum jam.. Bukankah Benar?<br />
Nah, muatan &#8211; muatan yang beada disekiling atom juga bergerak mengelilingin inti atom dengan arah berlawanan jarum jam (anti clockwatch). Dan juga, benda luar angkasa, seperti planet2 mengelilingi Matahari berlawanan arah jarum jam, matahari dan planet2 juga bergerak mengelilingi pusat galaksi. Jika kita lihat, perputaran galaksi juga mengarah berlawanan arah jarum jam.. Dan dijagat raya kita ini, tidak hanya ada 1 matahari, tetapi milyaran bintang yang besarnya sama dengan besar matahari. Serta juga galaksi yang ada dijagad raya, tidak hanya 1. Tetapi juga milyaran galaksi,, Subhanallah.. Allah Maha Besar, Dialah Dzat sebaik &#8211; baiknya menentukan. Kita tak pantas berdebat yang mana mengelilingi, apakah matahari, ataukah bumi.. Dialah Allah Yang Maha Mengetahui Seala Urusan..<br />
&#8220;&#8230;kamu tidak akan sanggup menembus langit Allah, kecuali dengan kekuatan&#8221;..<br />
Wassalam&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: almati</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-222147</link>
		<dc:creator>almati</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 02:48:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-222147</guid>
		<description>&quot;Matahari Mengelilingi Bumi itu adalah Ijma para ulama, jadi tidak ngawur seperti yang anda sampaikan. Malahan anda yang ngawur ngambil pemikiran kafir untuk dijadikan hujjah. Naudzubillah . . .&quot;
maaf sebelumnya saudara Kiki ...
taklik buta pada seseorang justru kadang akan sangat membahayakan, sepengatahuan saya, ajaran Islam sendiri mengajarkan untuk menerima pendapat dari seorang penjahatpun jika pendapat itu benar. Saya pribadi akan lebih menerima pemikiran orang kafir (?) jika itu suatu kebenaran dari pada seorang ulama(?) yang berkata salah karena kurang pengetahuan. Justru Tuhan menganugerahi akal logika kepada manusia supaya manusia itu berpikir untuk mengetahui kebenaran. Seorang Ulama memang diakui ahli dalam bidang agama, tepai belum tentu dia ahli dalam bidang fisika alam semesta dan tidak ada yang menjamin bahwa seorang ulama terlepas dari kekeliruan, justru tugas kita untuk terus belajar mengunakan akal pikiran demi kebenaran ,dan tujuan-tujuan Tuhan menganugerai akal ini. Nabi Ibrahim menyembah Tuhan karena berdasarkan akal pikiran beliau yang waras, setelah menggunakan akalnya bahwa matahari dan bintang tidak mungkin Tuhanya.

&quot;Sadarkah anda kalau apa yang anda lakukan akan dimintai pertanggungjawaban kelak?&quot;
Menurut Islam semua perbuatan manusia akan diminta pertanggungjawabanya, demikian juga saudara Kiki akan diminta pertanggungjawaban jika saudara Kiki meyakini Islam. Taklik buta, kritis atau terus belajar mengobservasi alam untuk menemukan Tuhan [hukum-hukum alamnya dan detail-detail ciptaanya tentunya] juga akan dimintai pertanggungjawaban.

&quot;Kalaulah Bumi yang mengelilingi matahari, apa buktinya?&quot;
Saya kira penjelasan2 diatas sudah sangat mencukupi, apakah saudara Kiki sudah menbacanya? Bacalah sekali lagi, penjelasanya dan pembuktianya sudah cukup sangat jelas, terutama bagi orang-orang yang mengunakan pikiran sehatnya.
Hukum Tuhan [hukum alam, sunatullah], tidaklah plin-plan, adalah konsisten, jika saudara sempat coba amati Titan [bulannya planet Saturnus] yang mengelilingi Saturnus dengan teleskop, hal ini dikarenakan adanya gaya dari Saturnus sehingga lintasan lurus Titan membelok yang berakibat Titan terus bergerak mengelilingi Saturnus [tidak bisa melepaskan diri]. Begitu juga coba saudara amati elektron yang mengelilingi inti atom, elektron ini &quot;terperangkap&quot; pada lintasanya karena adanya gaya dari inti atom. Semua hal diatas mengikuti hukum Tuhan yang sama, karena sifat hukum Tuhan yang konsistn, hukum ini juga berlaku di Bumi, tentu saya Bumi yang mengelilingi matahari karena adanya gaya dari matahari yang menyebabkan lintasan bumi membelok [hukum yang sama dengan elektron dan Titan]. Jika hukum Tuhan yang satu ini tidak berlaku bagi bumi [jadi matahari yang mengelilingi bumi], maka bisa dikatakan hukum Tuhan adalah plin-plan, Hukum Tuhan macam apa ini....?

&quot;Mengapa dalam doa Beliau Sholallohu ‘Alaihi Wassalam ketika perang agar Allah Azza Wa Jalla memberhentikan gerakan matahari? Seharusnya kalo seperti pemikiran anda, yang berhenti bumi bukan matahari.&quot;
Nabi Muhammad bukanlah manusia modern yang dikirim ke abad lampau dimana manusia pada saat itu belum berkembang pengetahuanya tentang langit [observasi dan belajar tentang alam semesta masih sangat tertinggal jauh dibandingkan manusia abad sekarang ini], jadi wajarlah beliau menjawab seperti itu. Mungkin Nabi Muhammad-pun kalau ditanya pada waktu itu &quot;Ya Nabi, apakah matahari mengelilingi Bumi&quot;, beliau akan menjawab &quot;iya&quot; karena orservasi pada saat itu belum dilakukan sehingga menghasilkan ilmu yang salah, kemungkinan lain beliau akan menjawab &quot;tidak tahu&quot; dan menyuruh sipenanya untuk mengobservasi langit. Bagaimana pula jika pada waktu itu saudara bertanya tentang listrik , magnet dan gelombang elektromagnet pada Beliau, tentunya tidak pas menanyakan hal-hal ini pada Beliau pada waktu itu. Beliau di kirim ke Bumi sebagai Nabi, bukan sebagai mahluk yang maha tahu, tentunya kehidupan , ilmu dan cara kerjanya ya seperti manusai arab pada jaman itu, tidak lebih, kecuali dalam hal kenabian, karena menang kapasitas Beliau sebagai Nabi. Bagaimana pula jika jaman itu saudara bertanya &quot; Ya Nabi, bagaimana cara membuat pesawat terbang dan bom nuklir&quot;. Lagian jika waktu itu Nabi disuruh Tuhan menyampaikan fakta bahwa bumi mengeliling matahari nasibnya mungkin akan seperti Galelio yang dihukum mati karena tidak sesuai dengan paham pada waktu itu, bisa-bisa Islam gak ada hari ini...

&quot;Tolong baca bukunya, kalau ingin membantah jangan pakai logika. Ini agama yang telah sempurna sejak ratusan tahun yang lalu.&quot;
ini namanya taklik buta, harus mengikuti pemikiran orang, iya kalo yang dibaca benar?? trus apa gunanya Tuhan menganugerahi akal pikiran kepada manusia? Justru dengan akal pikiran ini kita diwajibkan [WAJIB] untuk belajar, menghayati dan mengobservasi alam semesta ini. Tuhan itu maha tersembunyi, tapi Dia ingin sekali umat-nya mengyingkapnya, ya melalui observasi ciptaan-nya tentunya. Wahyu yang pertamapun adalah &quot;iqro...&quot;, &quot;iqro...&quot; dan &quot;iqro...&quot;, bacalah, hayatilah dan observasilah....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Matahari Mengelilingi Bumi itu adalah Ijma para ulama, jadi tidak ngawur seperti yang anda sampaikan. Malahan anda yang ngawur ngambil pemikiran kafir untuk dijadikan hujjah. Naudzubillah . . .&#8221;<br />
maaf sebelumnya saudara Kiki &#8230;<br />
taklik buta pada seseorang justru kadang akan sangat membahayakan, sepengatahuan saya, ajaran Islam sendiri mengajarkan untuk menerima pendapat dari seorang penjahatpun jika pendapat itu benar. Saya pribadi akan lebih menerima pemikiran orang kafir (?) jika itu suatu kebenaran dari pada seorang ulama(?) yang berkata salah karena kurang pengetahuan. Justru Tuhan menganugerahi akal logika kepada manusia supaya manusia itu berpikir untuk mengetahui kebenaran. Seorang Ulama memang diakui ahli dalam bidang agama, tepai belum tentu dia ahli dalam bidang fisika alam semesta dan tidak ada yang menjamin bahwa seorang ulama terlepas dari kekeliruan, justru tugas kita untuk terus belajar mengunakan akal pikiran demi kebenaran ,dan tujuan-tujuan Tuhan menganugerai akal ini. Nabi Ibrahim menyembah Tuhan karena berdasarkan akal pikiran beliau yang waras, setelah menggunakan akalnya bahwa matahari dan bintang tidak mungkin Tuhanya.</p>
<p>&#8220;Sadarkah anda kalau apa yang anda lakukan akan dimintai pertanggungjawaban kelak?&#8221;<br />
Menurut Islam semua perbuatan manusia akan diminta pertanggungjawabanya, demikian juga saudara Kiki akan diminta pertanggungjawaban jika saudara Kiki meyakini Islam. Taklik buta, kritis atau terus belajar mengobservasi alam untuk menemukan Tuhan [hukum-hukum alamnya dan detail-detail ciptaanya tentunya] juga akan dimintai pertanggungjawaban.</p>
<p>&#8220;Kalaulah Bumi yang mengelilingi matahari, apa buktinya?&#8221;<br />
Saya kira penjelasan2 diatas sudah sangat mencukupi, apakah saudara Kiki sudah menbacanya? Bacalah sekali lagi, penjelasanya dan pembuktianya sudah cukup sangat jelas, terutama bagi orang-orang yang mengunakan pikiran sehatnya.<br />
Hukum Tuhan [hukum alam, sunatullah], tidaklah plin-plan, adalah konsisten, jika saudara sempat coba amati Titan [bulannya planet Saturnus] yang mengelilingi Saturnus dengan teleskop, hal ini dikarenakan adanya gaya dari Saturnus sehingga lintasan lurus Titan membelok yang berakibat Titan terus bergerak mengelilingi Saturnus [tidak bisa melepaskan diri]. Begitu juga coba saudara amati elektron yang mengelilingi inti atom, elektron ini &#8220;terperangkap&#8221; pada lintasanya karena adanya gaya dari inti atom. Semua hal diatas mengikuti hukum Tuhan yang sama, karena sifat hukum Tuhan yang konsistn, hukum ini juga berlaku di Bumi, tentu saya Bumi yang mengelilingi matahari karena adanya gaya dari matahari yang menyebabkan lintasan bumi membelok [hukum yang sama dengan elektron dan Titan]. Jika hukum Tuhan yang satu ini tidak berlaku bagi bumi [jadi matahari yang mengelilingi bumi], maka bisa dikatakan hukum Tuhan adalah plin-plan, Hukum Tuhan macam apa ini&#8230;.?</p>
<p>&#8220;Mengapa dalam doa Beliau Sholallohu ‘Alaihi Wassalam ketika perang agar Allah Azza Wa Jalla memberhentikan gerakan matahari? Seharusnya kalo seperti pemikiran anda, yang berhenti bumi bukan matahari.&#8221;<br />
Nabi Muhammad bukanlah manusia modern yang dikirim ke abad lampau dimana manusia pada saat itu belum berkembang pengetahuanya tentang langit [observasi dan belajar tentang alam semesta masih sangat tertinggal jauh dibandingkan manusia abad sekarang ini], jadi wajarlah beliau menjawab seperti itu. Mungkin Nabi Muhammad-pun kalau ditanya pada waktu itu &#8220;Ya Nabi, apakah matahari mengelilingi Bumi&#8221;, beliau akan menjawab &#8220;iya&#8221; karena orservasi pada saat itu belum dilakukan sehingga menghasilkan ilmu yang salah, kemungkinan lain beliau akan menjawab &#8220;tidak tahu&#8221; dan menyuruh sipenanya untuk mengobservasi langit. Bagaimana pula jika pada waktu itu saudara bertanya tentang listrik , magnet dan gelombang elektromagnet pada Beliau, tentunya tidak pas menanyakan hal-hal ini pada Beliau pada waktu itu. Beliau di kirim ke Bumi sebagai Nabi, bukan sebagai mahluk yang maha tahu, tentunya kehidupan , ilmu dan cara kerjanya ya seperti manusai arab pada jaman itu, tidak lebih, kecuali dalam hal kenabian, karena menang kapasitas Beliau sebagai Nabi. Bagaimana pula jika jaman itu saudara bertanya &#8221; Ya Nabi, bagaimana cara membuat pesawat terbang dan bom nuklir&#8221;. Lagian jika waktu itu Nabi disuruh Tuhan menyampaikan fakta bahwa bumi mengeliling matahari nasibnya mungkin akan seperti Galelio yang dihukum mati karena tidak sesuai dengan paham pada waktu itu, bisa-bisa Islam gak ada hari ini&#8230;</p>
<p>&#8220;Tolong baca bukunya, kalau ingin membantah jangan pakai logika. Ini agama yang telah sempurna sejak ratusan tahun yang lalu.&#8221;<br />
ini namanya taklik buta, harus mengikuti pemikiran orang, iya kalo yang dibaca benar?? trus apa gunanya Tuhan menganugerahi akal pikiran kepada manusia? Justru dengan akal pikiran ini kita diwajibkan [WAJIB] untuk belajar, menghayati dan mengobservasi alam semesta ini. Tuhan itu maha tersembunyi, tapi Dia ingin sekali umat-nya mengyingkapnya, ya melalui observasi ciptaan-nya tentunya. Wahyu yang pertamapun adalah &#8220;iqro&#8230;&#8221;, &#8220;iqro&#8230;&#8221; dan &#8220;iqro&#8230;&#8221;, bacalah, hayatilah dan observasilah&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kiki</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-221564</link>
		<dc:creator>kiki</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 04:36:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-221564</guid>
		<description>Naudzubillah  . . .

pemikiran anda kok dangkal sekali?
Anda lebih percaya perkataan orang kafir daripada Kitabullah dan sabda Rasululloh Sholallohu &#039;Alaihi Wassalam?

jawab pertanyaan saya, adakah yang lebih mengetahui alam semesta selain Allah Azza Wa Jalla?

Matahari Mengelilingi Bumi itu adalah Ijma para ulama, jadi tidak ngawur seperti yang anda sampaikan. Malahan anda yang ngawur ngambil pemikiran kafir untuk dijadikan hujjah. Naudzubillah . . .

Sadarkah anda kalau apa yang anda lakukan akan dimintai pertanggungjawaban kelak?

Kalaulah Bumi yang mengelilingi matahari, apa buktinya?

Mengapa dalam doa Beliau Sholallohu &#039;Alaihi Wassalam ketika perang agar Allah Azza Wa Jalla memberhentikan gerakan matahari? Seharusnya kalo seperti pemikiran anda, yang berhenti bumi bukan matahari.

Tolong baca bukunya, kalau ingin membantah jangan pakai logika. Ini agama yang telah sempurna sejak ratusan tahun yang lalu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Naudzubillah  . . .</p>
<p>pemikiran anda kok dangkal sekali?<br />
Anda lebih percaya perkataan orang kafir daripada Kitabullah dan sabda Rasululloh Sholallohu &#8216;Alaihi Wassalam?</p>
<p>jawab pertanyaan saya, adakah yang lebih mengetahui alam semesta selain Allah Azza Wa Jalla?</p>
<p>Matahari Mengelilingi Bumi itu adalah Ijma para ulama, jadi tidak ngawur seperti yang anda sampaikan. Malahan anda yang ngawur ngambil pemikiran kafir untuk dijadikan hujjah. Naudzubillah . . .</p>
<p>Sadarkah anda kalau apa yang anda lakukan akan dimintai pertanggungjawaban kelak?</p>
<p>Kalaulah Bumi yang mengelilingi matahari, apa buktinya?</p>
<p>Mengapa dalam doa Beliau Sholallohu &#8216;Alaihi Wassalam ketika perang agar Allah Azza Wa Jalla memberhentikan gerakan matahari? Seharusnya kalo seperti pemikiran anda, yang berhenti bumi bukan matahari.</p>
<p>Tolong baca bukunya, kalau ingin membantah jangan pakai logika. Ini agama yang telah sempurna sejak ratusan tahun yang lalu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: almati</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-219835</link>
		<dc:creator>almati</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 01:06:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-219835</guid>
		<description>Alam semesta ini dibangun oleh Tuhan atas hukum yang satu, yang pasti dan tidak plin-plan. Elektron mengitari inti atom, bulan dan satelite mengitari bumi dan titan yang mengitari planet saturnus, semuanya harus mengikuti satu hukum baku. Jika hukum yang berlaku pada bulan mengelilingi bumi tidak sama dengan titan mengelilingi saturnus tentu Tuhan sudah melangar hukum-nya sendiri, tentunya hukum seperti itu seperti main-main saja, bukan hukum Tuhan tentunya. Semua hal diatas dikarenakan karena adanya gaya pada pusat yang membimbing elektron, bulan, satelite dan titan beredar pada lintasanya, adalah hal yang melawan hukum Tuhan jika dipaksakan matahari mengelilingi bumi, massa matahari jauh lebih besar, tentunya mataharilah yang memberi gaya pada bumi untuk mengitarinya, berarti Tuhan tidak konsinten pada hukun-nya jika matahari mengelilingi bumi, Tuhan macam apa ini??

Jika sekarang ada ayat-ayat dalam kitab Al Quran yang tidak sesuai dengan fakta ilmu pengetahuan maka secara otamatis kitab itu bohong, tentunya yang membuatnya adalah orang yang mungkin cerdas dijaman itu , tetapi ini membuktikan bahwa kitab itu jelas-jelas buatan manusia, karena kalo buatan Tuhan tentunya tidak akan ada kesalahan sama sekali dan akan sesuai dengan fakta pengetahuan alam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alam semesta ini dibangun oleh Tuhan atas hukum yang satu, yang pasti dan tidak plin-plan. Elektron mengitari inti atom, bulan dan satelite mengitari bumi dan titan yang mengitari planet saturnus, semuanya harus mengikuti satu hukum baku. Jika hukum yang berlaku pada bulan mengelilingi bumi tidak sama dengan titan mengelilingi saturnus tentu Tuhan sudah melangar hukum-nya sendiri, tentunya hukum seperti itu seperti main-main saja, bukan hukum Tuhan tentunya. Semua hal diatas dikarenakan karena adanya gaya pada pusat yang membimbing elektron, bulan, satelite dan titan beredar pada lintasanya, adalah hal yang melawan hukum Tuhan jika dipaksakan matahari mengelilingi bumi, massa matahari jauh lebih besar, tentunya mataharilah yang memberi gaya pada bumi untuk mengitarinya, berarti Tuhan tidak konsinten pada hukun-nya jika matahari mengelilingi bumi, Tuhan macam apa ini??</p>
<p>Jika sekarang ada ayat-ayat dalam kitab Al Quran yang tidak sesuai dengan fakta ilmu pengetahuan maka secara otamatis kitab itu bohong, tentunya yang membuatnya adalah orang yang mungkin cerdas dijaman itu , tetapi ini membuktikan bahwa kitab itu jelas-jelas buatan manusia, karena kalo buatan Tuhan tentunya tidak akan ada kesalahan sama sekali dan akan sesuai dengan fakta pengetahuan alam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: xetia</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-219238</link>
		<dc:creator>xetia</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 11:30:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-219238</guid>
		<description>Relative ya relative, tapi gak bisa serampangan gitulah, ada kaedah-kaedah pengunaanya, atau sebaiknya baca dulu bukunya Einsten yang berjudul Relativity: The Special and General Theory itu, free kok download di internet...

Ibarat atom, elekton-elektron mengelilingi inti atom karena gaya yang diberikan inti atom tersebut sehingga  elektron berputar pada lintasanya, dan hukum ketertundukan elektron ini sudah ditetapkan Allah secara pasti, sudah sunahtullah..

Lha sekarang Anda mengatakan : bahwa inti atom yang mengelilingi elektron, kan relative..., ya terserah kalau Anda ingin berbuat seperti ini...itu hak Anda, namanya juga relative...

fakta bahwa adanya 4 musim di negara2 subtropis karena bumi berotasi membuat sudut, tapi Anda juga bisa mengatakan bahwa matahari yang mengelilingi bumi dengan bentuk yang aneh sekali sihingga terjadi pergantian musim...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Relative ya relative, tapi gak bisa serampangan gitulah, ada kaedah-kaedah pengunaanya, atau sebaiknya baca dulu bukunya Einsten yang berjudul Relativity: The Special and General Theory itu, free kok download di internet&#8230;</p>
<p>Ibarat atom, elekton-elektron mengelilingi inti atom karena gaya yang diberikan inti atom tersebut sehingga  elektron berputar pada lintasanya, dan hukum ketertundukan elektron ini sudah ditetapkan Allah secara pasti, sudah sunahtullah..</p>
<p>Lha sekarang Anda mengatakan : bahwa inti atom yang mengelilingi elektron, kan relative&#8230;, ya terserah kalau Anda ingin berbuat seperti ini&#8230;itu hak Anda, namanya juga relative&#8230;</p>
<p>fakta bahwa adanya 4 musim di negara2 subtropis karena bumi berotasi membuat sudut, tapi Anda juga bisa mengatakan bahwa matahari yang mengelilingi bumi dengan bentuk yang aneh sekali sihingga terjadi pergantian musim&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Indro</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-211450</link>
		<dc:creator>Indro</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 05:23:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-211450</guid>
		<description>Assalamu’alaikum warohmatullahi wa barokatuh.

Bismillah, Alhamdulillah, amma ba’du.
Allah berfirman: Apabila dikatakan kepada mereka: &quot;Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman.&quot; Mereka menjawab: &quot;Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?&quot; INGATLAH, SESUNGGUHNYA MEREKALAH ORANG-ORANG YANG BODOH; TETAPI MEREKA TIDAK TAHU. (QS. Al Baqarah: 13)
“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman.(QS. Al Muthaffifin: 29)
”Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. Apabila dikatakan kepada mereka: &quot;Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul&quot;, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.” (QS. An-Nisa’: 59-61).

Saya sangat setuju bahwa matahari berputar mengelilingi bumi. Apakah jika saya percaya pada pendapat seperti ini disebut dengan bertaqlid. Pertama-tama harus kita pahami dahulu apakah arti dari bertaqlid. Bertaqlid adalah mengikuti pendapat seseorang tanpa mengetahui dasar hukumnya dari Al Qur’an dan As Sunnah (hanya membeo tanpa berimu). Padahal jika kita melihat tulisan di atas banyak mengambil ayat Al Qur’an, Hadits shohih riwayat Bukhari, Atsar dari Sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu, perkataan Imam Mazhab Ibnu Hazm, tafsir paling terkemuka dari zaman dulu sampai sekarang seperti Ibnu Katsir dan Al Qurthuby, pendapat ahli hadits Ibnu Hajar yang mensyarah Kitab Bukhari dalam Fathul Barri, pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dan pendapat ulama-ulama yang lain. 

Apakah ini dinamakan taqlid??????? (Tentu bukan, karena ada dasarnya, tidak sekedar membeo).
Apakah ini dinamakan fanatik mazhab??????? (Tentu bukan, karena ada mazhab Zhahiri yaitu Ibnu Hazm; ada yang tak bermazhab seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz dan Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin; Ibnu Katsir, Al Qurthuby, dan Ibnu Hajar juga mempunyai mazhab yang berbeda pula, dsb)

PESAN UNTUK PARA PENDEWA AKAL (Lebih mengutamakan akal drpd wahyu Allah)::::::&gt;&gt;&gt;&gt;

Apakah kalian bisa menjelaskan menggunakan akal kalian mengapa Nabi Ibrahim ’alaissalam tidak bisa dibakar oleh api?
Apakah kalian bisa menjelaskan menggunakan akal kalian mengapa Nabi Musa ’alaissalam bisa membelah lautan?
Apakah kalian bisa menjelaskan menggunakan akal kalian mengapa Nabi Isa ’alaissalam bisa menghidupkan orang yang mati?
Apakah kalian bisa menjelaskan menggunakan akal kalian mengapa Nabi Muhammad shollallahu ’alaihi wa sallam bisa membelah bulan?
Apakah kalian bisa menjelaskan menggunakan akal kalian mengapa Nabi Muhammad shollallahu ’alaihi wa sallam bisa melakukan Isra’ Mi’raj yang menempuh jarak yang sangat jauh hanya dalam waktu semalam?

Tentu akal manusia tidak akan bisa menjawab. Oleh karena itu, sikap orang yang beriman adalah menerimanya dengan sepenuh hati dan diam. Tidak perlu bertanya mengapa bisa begini, mengapa bisa begitu? Dia-lah Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, SEDANGKAN ILMU MANUSIA TIDAK AKAN PERNAH MAMPU SEDIKITPUN MENGUNGGULI ILMU ALLAH.
Sesungguhnya agama ini tidak dibangun atas dasar akal, tetapi dibangun atas dasar hujah yang nyata yaitu wahyu Allah. Demikianlah seharusnya sikap orang yang beriman yaitu apabila dibacakan ayat-ayat Allah maka mereka mendengar dan mentaatinya, beriman dengan sepenuh hati mereka. Apabila akal mereka tidak mampu memahami, maka mereka akan menuduh dirinya sendiri bahwa akalnya telah rusak karena tidak mampu menerima wahyu Allah.

Memang benar bahwa manusia merupakan makhluk yang paling tinggi derajatnya karena telah dianugerahi akal oleh Allah. Tetapi sebaliknya, Allah akan menurunkan derajat manusia ke derajat yang serendah-rendahnya manakala akal tersebut tidak dapat digunakan untuk memahami ayat-ayat Allah.
Allah berfirman: ”Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.” (QS. At-Tin: 4-6)

Sebenarnya telah banyak ilmu pengetahuan dalam Al Qur’an dan Al Hadits yang BARU-BARU ini terungkap oleh para ilmuwan. Seperti pemisahan langit dan bumi (Al Qur&#039;an, 21:30), mengembangnya alam semesta (Al Qur&#039;an, 51:47), garis edar benda-benda langit (Al Qur&#039;an, 51:7, 21:33, 36:38), relativitas waktu (Al Qur&#039;an, 22:47, 32:5, 70:4, 23:122-114), besi diturunkan dari langit (Al Qur&#039;an, 57:25), perkawinan yang dilakukan oleh tumbuhan (Al Qur&#039;an, 36:36), lapisan atmosfer langit (Al Qur&#039;an, 41:11-12), angin yang mengawinkan (Al Qur&#039;an, 15:22), proses pembentukan hujan (Al Qur&#039;an, 30:48), fungsi gunung sebagai pasak bumi (Al Qur&#039;an, 21:31, 78:6-7), adanya pemisah antara 2 lautan yang bertemu (Al Qur&#039;an, 55:19-20), bagian otak yang yang mengendalikan gerak kita (Al Qur&#039;an, 96:15-16), 3 lapis kegelapan yang dialami bayi dalam perut ibunya (Al Qur&#039;an, 39:6),  menyusui bayi selama dua tahun setelah kelahiran sungguh bermanfaat (Al Qur&#039;an, 31:14), proses pembentukan manusia (Al Qur&#039;an, 23:14), tanda pengenal manusia pada sidik jari (Al Qur&#039;an, 75:3-4), pada sayap lalat yang satu ada racun sedangkan sayap yang lain ada penawarnya (HR. Bukhari, Ibnu Majah, dan Ahmad), dsb.
Wallahu a’lam.

Allah berfirman: &quot;Dan katakanlah: &quot;Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.&quot; (Al Qur&#039;an, 18:29) 

Saya mohon maaf apabila ada kesalahan dan kata-kata yang kurang berkenan. 
Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu’alaikum warohmatullahi wa barokatuh.</p>
<p>Bismillah, Alhamdulillah, amma ba’du.<br />
Allah berfirman: Apabila dikatakan kepada mereka: &#8220;Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman.&#8221; Mereka menjawab: &#8220;Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?&#8221; INGATLAH, SESUNGGUHNYA MEREKALAH ORANG-ORANG YANG BODOH; TETAPI MEREKA TIDAK TAHU. (QS. Al Baqarah: 13)<br />
“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman.(QS. Al Muthaffifin: 29)<br />
”Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. Apabila dikatakan kepada mereka: &#8220;Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul&#8221;, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.” (QS. An-Nisa’: 59-61).</p>
<p>Saya sangat setuju bahwa matahari berputar mengelilingi bumi. Apakah jika saya percaya pada pendapat seperti ini disebut dengan bertaqlid. Pertama-tama harus kita pahami dahulu apakah arti dari bertaqlid. Bertaqlid adalah mengikuti pendapat seseorang tanpa mengetahui dasar hukumnya dari Al Qur’an dan As Sunnah (hanya membeo tanpa berimu). Padahal jika kita melihat tulisan di atas banyak mengambil ayat Al Qur’an, Hadits shohih riwayat Bukhari, Atsar dari Sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu, perkataan Imam Mazhab Ibnu Hazm, tafsir paling terkemuka dari zaman dulu sampai sekarang seperti Ibnu Katsir dan Al Qurthuby, pendapat ahli hadits Ibnu Hajar yang mensyarah Kitab Bukhari dalam Fathul Barri, pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dan pendapat ulama-ulama yang lain. </p>
<p>Apakah ini dinamakan taqlid??????? (Tentu bukan, karena ada dasarnya, tidak sekedar membeo).<br />
Apakah ini dinamakan fanatik mazhab??????? (Tentu bukan, karena ada mazhab Zhahiri yaitu Ibnu Hazm; ada yang tak bermazhab seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz dan Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin; Ibnu Katsir, Al Qurthuby, dan Ibnu Hajar juga mempunyai mazhab yang berbeda pula, dsb)</p>
<p>PESAN UNTUK PARA PENDEWA AKAL (Lebih mengutamakan akal drpd wahyu Allah)::::::&gt;&gt;&gt;&gt;</p>
<p>Apakah kalian bisa menjelaskan menggunakan akal kalian mengapa Nabi Ibrahim ’alaissalam tidak bisa dibakar oleh api?<br />
Apakah kalian bisa menjelaskan menggunakan akal kalian mengapa Nabi Musa ’alaissalam bisa membelah lautan?<br />
Apakah kalian bisa menjelaskan menggunakan akal kalian mengapa Nabi Isa ’alaissalam bisa menghidupkan orang yang mati?<br />
Apakah kalian bisa menjelaskan menggunakan akal kalian mengapa Nabi Muhammad shollallahu ’alaihi wa sallam bisa membelah bulan?<br />
Apakah kalian bisa menjelaskan menggunakan akal kalian mengapa Nabi Muhammad shollallahu ’alaihi wa sallam bisa melakukan Isra’ Mi’raj yang menempuh jarak yang sangat jauh hanya dalam waktu semalam?</p>
<p>Tentu akal manusia tidak akan bisa menjawab. Oleh karena itu, sikap orang yang beriman adalah menerimanya dengan sepenuh hati dan diam. Tidak perlu bertanya mengapa bisa begini, mengapa bisa begitu? Dia-lah Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, SEDANGKAN ILMU MANUSIA TIDAK AKAN PERNAH MAMPU SEDIKITPUN MENGUNGGULI ILMU ALLAH.<br />
Sesungguhnya agama ini tidak dibangun atas dasar akal, tetapi dibangun atas dasar hujah yang nyata yaitu wahyu Allah. Demikianlah seharusnya sikap orang yang beriman yaitu apabila dibacakan ayat-ayat Allah maka mereka mendengar dan mentaatinya, beriman dengan sepenuh hati mereka. Apabila akal mereka tidak mampu memahami, maka mereka akan menuduh dirinya sendiri bahwa akalnya telah rusak karena tidak mampu menerima wahyu Allah.</p>
<p>Memang benar bahwa manusia merupakan makhluk yang paling tinggi derajatnya karena telah dianugerahi akal oleh Allah. Tetapi sebaliknya, Allah akan menurunkan derajat manusia ke derajat yang serendah-rendahnya manakala akal tersebut tidak dapat digunakan untuk memahami ayat-ayat Allah.<br />
Allah berfirman: ”Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.” (QS. At-Tin: 4-6)</p>
<p>Sebenarnya telah banyak ilmu pengetahuan dalam Al Qur’an dan Al Hadits yang BARU-BARU ini terungkap oleh para ilmuwan. Seperti pemisahan langit dan bumi (Al Qur&#8217;an, 21:30), mengembangnya alam semesta (Al Qur&#8217;an, 51:47), garis edar benda-benda langit (Al Qur&#8217;an, 51:7, 21:33, 36:38), relativitas waktu (Al Qur&#8217;an, 22:47, 32:5, 70:4, 23:122-114), besi diturunkan dari langit (Al Qur&#8217;an, 57:25), perkawinan yang dilakukan oleh tumbuhan (Al Qur&#8217;an, 36:36), lapisan atmosfer langit (Al Qur&#8217;an, 41:11-12), angin yang mengawinkan (Al Qur&#8217;an, 15:22), proses pembentukan hujan (Al Qur&#8217;an, 30:48), fungsi gunung sebagai pasak bumi (Al Qur&#8217;an, 21:31, 78:6-7), adanya pemisah antara 2 lautan yang bertemu (Al Qur&#8217;an, 55:19-20), bagian otak yang yang mengendalikan gerak kita (Al Qur&#8217;an, 96:15-16), 3 lapis kegelapan yang dialami bayi dalam perut ibunya (Al Qur&#8217;an, 39:6),  menyusui bayi selama dua tahun setelah kelahiran sungguh bermanfaat (Al Qur&#8217;an, 31:14), proses pembentukan manusia (Al Qur&#8217;an, 23:14), tanda pengenal manusia pada sidik jari (Al Qur&#8217;an, 75:3-4), pada sayap lalat yang satu ada racun sedangkan sayap yang lain ada penawarnya (HR. Bukhari, Ibnu Majah, dan Ahmad), dsb.<br />
Wallahu a’lam.</p>
<p>Allah berfirman: &#8220;Dan katakanlah: &#8220;Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 18:29) </p>
<p>Saya mohon maaf apabila ada kesalahan dan kata-kata yang kurang berkenan.<br />
Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: shichan</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-209843</link>
		<dc:creator>shichan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 08:26:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-209843</guid>
		<description>ya ya... matahari mengelilingi bumi, dan manusia menetas dari telor...  (kopinya disruput dulu)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya ya&#8230; matahari mengelilingi bumi, dan manusia menetas dari telor&#8230;  (kopinya disruput dulu)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abu Ahmad</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-201489</link>
		<dc:creator>Abu Ahmad</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 09:08:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-201489</guid>
		<description>Assalaamu&#039;alaikum

Saya comment deh, biar tembus ke tahun 2009. hehehe..
Sebenarnya menarik diskusinya. hal yang misteri dan debatable saya pikir.
Namun yang perlu digarisbawahi adalah:
1. Diskusi dengan nuansa emosi hanya berakhir saling hujat dan cela, sepintas terlihat tidak ilmiyah meskipun dalam diskusi itu ada hal-hal yang ilmiyah
2. Karena permasalahannya bersifat perdebatan, bagaimanapun, selamanya akan menjadi perdebatan
3. Yang menjadi &#039;seru&#039; dalam diskusi ini adalah hujatan, makian dan kata-kata kasar. Sehingga diskusi ini menjadi &#039;menarik&#039; namun berfek negatif yaitu terpecah belahnya hati kaum muslimin. padahal pembahasan ini hanya masalah peredaran matahari dan bumi, tidak seharusnya menjadi ajang hujat menghujat dan cela mencela
Demikian comment saya dan mungkin ada selain saya yang merindukan blog-blog muslim tanpa hujatan...sehingga di blog mereka terlabelkan &quot;no spam, no virus dan no hujat&quot; 

Wassalaam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamu&#8217;alaikum</p>
<p>Saya comment deh, biar tembus ke tahun 2009. hehehe..<br />
Sebenarnya menarik diskusinya. hal yang misteri dan debatable saya pikir.<br />
Namun yang perlu digarisbawahi adalah:<br />
1. Diskusi dengan nuansa emosi hanya berakhir saling hujat dan cela, sepintas terlihat tidak ilmiyah meskipun dalam diskusi itu ada hal-hal yang ilmiyah<br />
2. Karena permasalahannya bersifat perdebatan, bagaimanapun, selamanya akan menjadi perdebatan<br />
3. Yang menjadi &#8217;seru&#8217; dalam diskusi ini adalah hujatan, makian dan kata-kata kasar. Sehingga diskusi ini menjadi &#8216;menarik&#8217; namun berfek negatif yaitu terpecah belahnya hati kaum muslimin. padahal pembahasan ini hanya masalah peredaran matahari dan bumi, tidak seharusnya menjadi ajang hujat menghujat dan cela mencela<br />
Demikian comment saya dan mungkin ada selain saya yang merindukan blog-blog muslim tanpa hujatan&#8230;sehingga di blog mereka terlabelkan &#8220;no spam, no virus dan no hujat&#8221; </p>
<p>Wassalaam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kiki</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-196914</link>
		<dc:creator>kiki</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 00:03:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-196914</guid>
		<description>Semoga permasalahan ini tidak membuat kita bercerai berai :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Semoga permasalahan ini tidak membuat kita bercerai berai <img src='http://harry.sufehmi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Streaming Audio Recorder</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-194815</link>
		<dc:creator>Streaming Audio Recorder</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2009 06:21:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-194815</guid>
		<description>fre Streaming Audio Recorder</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>fre Streaming Audio Recorder</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rohmat Haryadi</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-188413</link>
		<dc:creator>Rohmat Haryadi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 08:05:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-188413</guid>
		<description>Silakan membaca buku Ensiklopedia Asrtronomi karya saya. Semoga semuanya menjadi gamblang, dan tidak menyesatkan. Tk.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Silakan membaca buku Ensiklopedia Asrtronomi karya saya. Semoga semuanya menjadi gamblang, dan tidak menyesatkan. Tk.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sufehmi</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-188345</link>
		<dc:creator>sufehmi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2009 13:54:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-188345</guid>
		<description>@zay - &lt;i&gt;kalo memang anda membantah teorinya, bantah secara profesional doong, pake juga teori anda, knapa anda nyebutin dia ngawur dsb dsb.. jangan asbun..&lt;/i&gt;
.
Sebaiknya lain kali **sebelum** Anda MENUDUH orang lain asbun, coba baca dulu tulisan2 yang ada.
.
Kekeliruan buku ini SUDAH dibahas dengan sangat gamblang di halaman ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@zay &#8211; <i>kalo memang anda membantah teorinya, bantah secara profesional doong, pake juga teori anda, knapa anda nyebutin dia ngawur dsb dsb.. jangan asbun..</i><br />
.<br />
Sebaiknya lain kali **sebelum** Anda MENUDUH orang lain asbun, coba baca dulu tulisan2 yang ada.<br />
.<br />
Kekeliruan buku ini SUDAH dibahas dengan sangat gamblang di halaman ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: zay</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-188228</link>
		<dc:creator>zay</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 15:21:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-188228</guid>
		<description>lha, trus knapa juga anda ngebantah bantah yang seolah2 anda yg benar?..

udahlah, si penulis bisa jadi lebih lebih lebih pintar dri anda, dy bisa neliti, ngebuktiin, dan ngebukuin teorinya.. kalo anda ga stuju ya sudahlah, toh kata Nabi juga manusia berbeda beda pemikirannya..

kalo memang anda membantah teorinya, bantah secara profesional doong, pake juga teori anda, knapa anda nyebutin dia ngawur dsb dsb.. jangan asbun..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>lha, trus knapa juga anda ngebantah bantah yang seolah2 anda yg benar?..</p>
<p>udahlah, si penulis bisa jadi lebih lebih lebih pintar dri anda, dy bisa neliti, ngebuktiin, dan ngebukuin teorinya.. kalo anda ga stuju ya sudahlah, toh kata Nabi juga manusia berbeda beda pemikirannya..</p>
<p>kalo memang anda membantah teorinya, bantah secara profesional doong, pake juga teori anda, knapa anda nyebutin dia ngawur dsb dsb.. jangan asbun..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sandhi</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-186980</link>
		<dc:creator>sandhi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 03:25:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-186980</guid>
		<description>Bumi mengelilingi matahari bukanlah sebuah teori seperti abad pertengahan dahulu. Tetapi adalah bukti dan fakta.

Fenomena-fenomena alam yang sudah terukur seperti gerhana, kunjungan komet, kapan waktu sejajarnya planet A dan planet B dan sejenisnya adalah berdasarkan hitungan matematika dan fisika atas keliling bidang elips lintasan orbit planet-planet dalam mengelilingi matahari.    

Bangsa-bangsa di dunia sejak 1998 memiliki International Space Station (ISS) di luar angkasa yang senantiasa mengorbit bumi dan matahari dari waktu ke waktu. Awak di stasiun internasional ini adalah ilmuwan-ilmuwan dari berbagai negara yang secara bergantian mengendalikan dan melakukan eksperimen di luar angkasa. Keberadaannya yang bertahun-tahun di luar angkasa menjadikan stasiun ini mudah memantau pergerakan bumi, planet, matahari dan benda-benda angkasa lainnya. Ini pula yang menjadikan heliosentris adalah fakta yang tidak disangkal lagi. Apalagi memang stasiun ini dirancang untuk mengorbit bumi sekaligus secara bersamaan bersama-sama bumi mengelilingi matahari.    

Satelit-satelit buatan yang diluncurkan dari bumi ke luar angkasa, seluruhnya dirancang untuk dapat mengorbit bumi dan bersama-sama bumu mengelilingi matahari. Tanpa perhitungan matematis yang tepat (dalam hal mengorbit bumi dan matahari) , satelit tidak akan dapat terus mengorbit bahkan gagal dan hancur.

Satelit-satelit buatan ada yang geostasioner seperti satelit komunikasi. Lintasannya adalah ia harus berada tetap di atas satu titik di bumi. Contohnya: Satelit Palapa, ia harus tetap berada di atas Kalimantan (Pontianak).  
Untuk mempertahankan posisi ini, ia harus berotasi agar tercipta gaya sentrifugal sehingga terjadi tolakan dengan rotasi bumi. Pada saat bersamaan ia juga harus di rancang berjalan mengitari matahari mengikuti orbit bumi mengelilingi matahari.

Ada pula satelit yang lintasannya dari kutub ke kutub atau POES ( Polar-orbiting Operational Environmental Satellites).  Orbit dari satelit ini (Utara-Selatan-Utara) memotong tegak lurus dengan orbit bumi (Barat-Timur-Barat). Hal ini karena satelit jenis ini digunakan untuk kepentingan ilmu pengetahuan seperti: pemetaan bumi, cuaca dan sejenisnya. Dengan lintasan seperti itu, satelit dapat memantau semua relief bumi karena rotasi bumi membuat setiap bagian bumi nampak olehnya.
Satelit inipun dirancang untuk menempuh perjalanan mengelilingi matahari, karena bumi yang diorbitnya juga mengelilingi matahari.

Mungkin tak perlu juga keluar angkasa, karena dengan mengamati obyek langit di kutub bumi, otomatis kita akan mengetahui bahwa bumi kita mengelilingi matahari dengan kecondongan sudut yang berbeda. 

Di kutub,  kita akan melihat bahwa matahari terlihat diam tidak bergerak di salah satu cakrawala. Secara perlahan ia terlihat bergerak dari ujung kiri ke ujung kanan, lambat sekali hingga 6 bulan lamanya. Kemudian mataharipun hilang tak terlihat selama 6 bulan juga lamanya.

Fenomena pergerakan matahari yang sangat lambat di kutub ini membuktikan bahwa tidaklah mungkin matahari mengelilingi bumi. Tetapi bumilah yang berevolusi mengelilingi matahari dalam kala waktu 365 hari.  Karena kalau matahari mengelilingi bumi dalam kala waktu 1x24 jam niscaya di kutub kita akan melihat matahari bergerak dengan cepat untuk mengelilingi bumi dalam kala waktu tersebut dan tidak akan terlihat diam di salah satu titik horizon dengan waktu yang amat lama perpindahannya dari ujung kiri ke-ujung kanan horizon (6 bulan). 

Selain itu masih ada lagi berdasarkan matematika dan observasi bintang (paralaks) dan sebagainya yang tentunya akan panjang jika dibahas di sini. wallahua&#039;lam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bumi mengelilingi matahari bukanlah sebuah teori seperti abad pertengahan dahulu. Tetapi adalah bukti dan fakta.</p>
<p>Fenomena-fenomena alam yang sudah terukur seperti gerhana, kunjungan komet, kapan waktu sejajarnya planet A dan planet B dan sejenisnya adalah berdasarkan hitungan matematika dan fisika atas keliling bidang elips lintasan orbit planet-planet dalam mengelilingi matahari.    </p>
<p>Bangsa-bangsa di dunia sejak 1998 memiliki International Space Station (ISS) di luar angkasa yang senantiasa mengorbit bumi dan matahari dari waktu ke waktu. Awak di stasiun internasional ini adalah ilmuwan-ilmuwan dari berbagai negara yang secara bergantian mengendalikan dan melakukan eksperimen di luar angkasa. Keberadaannya yang bertahun-tahun di luar angkasa menjadikan stasiun ini mudah memantau pergerakan bumi, planet, matahari dan benda-benda angkasa lainnya. Ini pula yang menjadikan heliosentris adalah fakta yang tidak disangkal lagi. Apalagi memang stasiun ini dirancang untuk mengorbit bumi sekaligus secara bersamaan bersama-sama bumi mengelilingi matahari.    </p>
<p>Satelit-satelit buatan yang diluncurkan dari bumi ke luar angkasa, seluruhnya dirancang untuk dapat mengorbit bumi dan bersama-sama bumu mengelilingi matahari. Tanpa perhitungan matematis yang tepat (dalam hal mengorbit bumi dan matahari) , satelit tidak akan dapat terus mengorbit bahkan gagal dan hancur.</p>
<p>Satelit-satelit buatan ada yang geostasioner seperti satelit komunikasi. Lintasannya adalah ia harus berada tetap di atas satu titik di bumi. Contohnya: Satelit Palapa, ia harus tetap berada di atas Kalimantan (Pontianak).<br />
Untuk mempertahankan posisi ini, ia harus berotasi agar tercipta gaya sentrifugal sehingga terjadi tolakan dengan rotasi bumi. Pada saat bersamaan ia juga harus di rancang berjalan mengitari matahari mengikuti orbit bumi mengelilingi matahari.</p>
<p>Ada pula satelit yang lintasannya dari kutub ke kutub atau POES ( Polar-orbiting Operational Environmental Satellites).  Orbit dari satelit ini (Utara-Selatan-Utara) memotong tegak lurus dengan orbit bumi (Barat-Timur-Barat). Hal ini karena satelit jenis ini digunakan untuk kepentingan ilmu pengetahuan seperti: pemetaan bumi, cuaca dan sejenisnya. Dengan lintasan seperti itu, satelit dapat memantau semua relief bumi karena rotasi bumi membuat setiap bagian bumi nampak olehnya.<br />
Satelit inipun dirancang untuk menempuh perjalanan mengelilingi matahari, karena bumi yang diorbitnya juga mengelilingi matahari.</p>
<p>Mungkin tak perlu juga keluar angkasa, karena dengan mengamati obyek langit di kutub bumi, otomatis kita akan mengetahui bahwa bumi kita mengelilingi matahari dengan kecondongan sudut yang berbeda. </p>
<p>Di kutub,  kita akan melihat bahwa matahari terlihat diam tidak bergerak di salah satu cakrawala. Secara perlahan ia terlihat bergerak dari ujung kiri ke ujung kanan, lambat sekali hingga 6 bulan lamanya. Kemudian mataharipun hilang tak terlihat selama 6 bulan juga lamanya.</p>
<p>Fenomena pergerakan matahari yang sangat lambat di kutub ini membuktikan bahwa tidaklah mungkin matahari mengelilingi bumi. Tetapi bumilah yang berevolusi mengelilingi matahari dalam kala waktu 365 hari.  Karena kalau matahari mengelilingi bumi dalam kala waktu 1&#215;24 jam niscaya di kutub kita akan melihat matahari bergerak dengan cepat untuk mengelilingi bumi dalam kala waktu tersebut dan tidak akan terlihat diam di salah satu titik horizon dengan waktu yang amat lama perpindahannya dari ujung kiri ke-ujung kanan horizon (6 bulan). </p>
<p>Selain itu masih ada lagi berdasarkan matematika dan observasi bintang (paralaks) dan sebagainya yang tentunya akan panjang jika dibahas di sini. wallahua&#8217;lam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: solihin daniel</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-185912</link>
		<dc:creator>solihin daniel</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 03:54:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-185912</guid>
		<description>menurut saya di Al - Quran tuh gak ada ya yang namanya di kasih tau bahwa matahari mengelilingi bumi,./,
jadi mengapa kita harus percaya ma yang men tafsirkan toh di kan belum tentu benar ,./,./ liat aja kenyataan nya .,/,bahwa bumi yang berputar mengelilingi matahari/.,
dan jangan bawa2 ISLAM ya untuk penafsiran yang ga jelas dan ga  masuk akal./,apalagi pake bawa Al - Quran yang jelas dan nyata itu benar.,
klo di buktikan pastinya bumi yang mengelilingi matahari,. jadi Al - Quran itu gak pernah salah kta yang mentafsirkan lah yang salah apa lagi klo yang mentafsirkan itu ga punya ILMU duh jadi kacao nih agama ISLAM./, klo orang yang mengajar aja bodoh apalagi yang di ajari /./&gt;/&gt; jadi kesimpulannya kita harus percaya dan berpegang teguh kepada Al -Quran dan sunah Nabi.,., bukan pada orang yang mentafsirkan././././.
karena belom tentu yang mentafsirkan itu orang yang waras bisajadi itu orang yang ga waras.,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menurut saya di Al &#8211; Quran tuh gak ada ya yang namanya di kasih tau bahwa matahari mengelilingi bumi,./,<br />
jadi mengapa kita harus percaya ma yang men tafsirkan toh di kan belum tentu benar ,./,./ liat aja kenyataan nya .,/,bahwa bumi yang berputar mengelilingi matahari/.,<br />
dan jangan bawa2 ISLAM ya untuk penafsiran yang ga jelas dan ga  masuk akal./,apalagi pake bawa Al &#8211; Quran yang jelas dan nyata itu benar.,<br />
klo di buktikan pastinya bumi yang mengelilingi matahari,. jadi Al &#8211; Quran itu gak pernah salah kta yang mentafsirkan lah yang salah apa lagi klo yang mentafsirkan itu ga punya ILMU duh jadi kacao nih agama ISLAM./, klo orang yang mengajar aja bodoh apalagi yang di ajari /./&gt;/&gt; jadi kesimpulannya kita harus percaya dan berpegang teguh kepada Al -Quran dan sunah Nabi.,., bukan pada orang yang mentafsirkan././././.<br />
karena belom tentu yang mentafsirkan itu orang yang waras bisajadi itu orang yang ga waras.,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abu abdulmatien</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-176693</link>
		<dc:creator>abu abdulmatien</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 07:32:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-176693</guid>
		<description>Ustadz Ahmad telah memasuki wilayah yang beliau sendiri belum pernah memasukinya sebelumnya.  Dengan demikian beliau bukanlah orang yang ahlinya untuk berbicara tentang astronomi.  Kalo setiap yang bisa ngutip kitab dibolehkan menghasilkan tulisan yang dia mau, maka kedalaman ilmu tidak akan dicapai.  Artinya, kalo demikian nanti sapa aja bakal ngutip sedikit ayat untuk dijadikan tulisan kontroversial, sementara dia sendiri tidak menguasai masalah yang dibahas.  

Astronomi dengan kutip-mengutip dalil itu dua disiplin ilmu yang berbeda.  Pasti aja ga bakal pernah nyambung kalo seseorang tidak menguasai kedua ilmu tersebut sekaligus.  Mereka yang percaya kepada tulisan Ustadz Ahmad ya orang-orang yang ga tau astronomi, dan hanya berbekal prasangka baik saja kepada Ustadz tersebut.  Bukan didasari ilmu.  

Pada dasarnya ini adalah bentuk taqlid jaman modern, dari orang-orang yang menisbatkan dirinya kepada manhaj salaf.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ustadz Ahmad telah memasuki wilayah yang beliau sendiri belum pernah memasukinya sebelumnya.  Dengan demikian beliau bukanlah orang yang ahlinya untuk berbicara tentang astronomi.  Kalo setiap yang bisa ngutip kitab dibolehkan menghasilkan tulisan yang dia mau, maka kedalaman ilmu tidak akan dicapai.  Artinya, kalo demikian nanti sapa aja bakal ngutip sedikit ayat untuk dijadikan tulisan kontroversial, sementara dia sendiri tidak menguasai masalah yang dibahas.  </p>
<p>Astronomi dengan kutip-mengutip dalil itu dua disiplin ilmu yang berbeda.  Pasti aja ga bakal pernah nyambung kalo seseorang tidak menguasai kedua ilmu tersebut sekaligus.  Mereka yang percaya kepada tulisan Ustadz Ahmad ya orang-orang yang ga tau astronomi, dan hanya berbekal prasangka baik saja kepada Ustadz tersebut.  Bukan didasari ilmu.  </p>
<p>Pada dasarnya ini adalah bentuk taqlid jaman modern, dari orang-orang yang menisbatkan dirinya kepada manhaj salaf.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
