<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Weblog Menhan makin sering di update</title>
	<atom:link href="http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-24-1189/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-24-1189/</link>
	<description>life is a struggle &#038;&#038; information wants to be free</description>
	<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 03:47:18 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.5</generator>
		<item>
		<title>By: harry</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-24-1189/#comment-16734</link>
		<dc:creator>harry</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jun 2006 01:42:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-24-1189/#comment-16734</guid>
		<description>Thanks, idealnya memang demikian. Tapi terus terang, pelaksanaannya saya kira amatlah sulit. Pertama, pasti ide ini tidak akan populer di kalangan masyarakat. Salah satu solusinya mungkin adalah dengan menyewa perush. PR yang bonafid, dan membiarkan mereka yang membuat strategi komunikasinya dengan masyarakat.
Kedua, pada awalnya ide wamil ini pasti justru akan membutuhkan biaya ekstra, walaupun long-term akan bisa menghemat biaya. Ini perlu dukungan dari level tertinggi di pemerintahan. 
Ketiga, kesalahan dalam eksekusi bisa menyebabkan wamil = preman. A preman army of 200 million - that's even scarier, heh.
Dan beberapa potensi masalah lainnya.

Anyway, ya mudah2an saja ide ini bisa menjadi kenyataan, sehingga Indonesia menjadi negara yang kuat, karena rakyatnya bersatu baik dalam ide/persepsi dan tindakan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thanks, idealnya memang demikian. Tapi terus terang, pelaksanaannya saya kira amatlah sulit. Pertama, pasti ide ini tidak akan populer di kalangan masyarakat. Salah satu solusinya mungkin adalah dengan menyewa perush. PR yang bonafid, dan membiarkan mereka yang membuat strategi komunikasinya dengan masyarakat.<br />
Kedua, pada awalnya ide wamil ini pasti justru akan membutuhkan biaya ekstra, walaupun long-term akan bisa menghemat biaya. Ini perlu dukungan dari level tertinggi di pemerintahan.<br />
Ketiga, kesalahan dalam eksekusi bisa menyebabkan wamil = preman. A preman army of 200 million - that&#8217;s even scarier, heh.<br />
Dan beberapa potensi masalah lainnya.</p>
<p>Anyway, ya mudah2an saja ide ini bisa menjadi kenyataan, sehingga Indonesia menjadi negara yang kuat, karena rakyatnya bersatu baik dalam ide/persepsi dan tindakan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Philip</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-24-1189/#comment-16583</link>
		<dc:creator>Philip</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jun 2006 17:30:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-24-1189/#comment-16583</guid>
		<description>Commentmu di tempat Pak Juwono menarik tuh.
An army of 200 million ....

Mungkin kayak Singapore gitu ya, atau Korea. Wamil 2 tahun, trus yang mau lanjut jadi militer profesional boleh, yang mau jadi pasukan cadangan juga bisa (kayak National Guardnya USA) trus yang mau jadi sipil penuh juga bisa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Commentmu di tempat Pak Juwono menarik tuh.<br />
An army of 200 million &#8230;.</p>
<p>Mungkin kayak Singapore gitu ya, atau Korea. Wamil 2 tahun, trus yang mau lanjut jadi militer profesional boleh, yang mau jadi pasukan cadangan juga bisa (kayak National Guardnya USA) trus yang mau jadi sipil penuh juga bisa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
