Mencegah dibajaknya Domain name para Menteri
Akhirnya yang saya cemaskan mulai nampak - mulai ada yang menyadari akan nilai dari domain name para pejabat.
Untuk menghindari representasi digital para Menteri ini dari diserobot oleh pihak-pihak yang tidak beritikad baik, maka barusan saya sudah mendaftarkan domain name berikut ini ke account saya :
adhyaksadault.com
bachtiarchamsyah.com
bambangsudibyo.com
djokokirmanto.com
ermansuparno.com
fahmiidris.com
freddynumberi.com
hamidawaluddin.com
hassanwirajuda.com
hattarajasa.com
jerowacik.com
kusmayantokadiman.com
maftuhbasyuni.com
meuthiahatta.com
mmaruf.com
mskaban.com
paskahsuzetta.com
purnomoyusgiantoro.com
rachmatwitoelar.com
sitifadilah.com
sofyandjalil.com
srimulyani.com
suryadharmaali.com
syaifullahyusuf.com
taufikeffendy.com
widodoas.com
Perhatikan bahwa itikad saya baik, yaitu mencegah domain name ini dari diserobot oleh para oknum; agar kasus-kasus, seperti disanderanya domain gusdur.com sebesar Rp 1 milyar, tidak terulang lagi.
Bagi para Menteri yang ingin mengklaim domain namenya, saya akan memberikannya GRATIS. Cukup hubungi saya (yang paling mudah adalah dengan berkomentar di posting ini), maka saya akan menyerahkannya tanpa biaya bagi ybs sama sekali.

September 10th, 2006 10:48
Wah, itikad yang baik, tapi juga mahal. Keluar berapa duit tuh untuk register semua domain itu? Belum tentu yang punya nama mau make…
September 10th, 2006 15:29
wah kayaknya ada udang di balik domain neh… hehehehhe
hue hue hue
September 10th, 2006 16:26
Mas, sekalian daftarin domain buatku dong? Pengen punya domain neh, tapi lom punya duit.
September 10th, 2006 18:27
ndak sekalian yang .net, .org atau .info?
September 11th, 2006 02:03
tanpa mengurangi sikap khusnudzon saya dg iktikad baik saudara, alangkah baiknya kalo duitnya buat mereka yg lebih membutuhkan.
September 11th, 2006 04:18
roysuryo.com gak sekalian? :p
September 11th, 2006 07:46
domain name akan diberikan GRATIS, tapi kalo menterinya mau ngeblog harus dibikinini sama Mas Hary, ya? nah, yang itu pasti tidak gratis, khan? maaf, hanya sekedar konirmasi, kok. saya tahu niat baik Anda…
September 11th, 2006 08:06
jalansutera - 100% gratis, no catch whatsoever.
.
100% gratis, tanpa embel-embel. syaratnya hanya satu; yang meminta bisa membuktikan bahwa ybs memang adalah staf yang berhak dari institusi tsb. Itu saja.
.
chodirin - saya juga sempat pusing, uang 200 dolar mau dipakai untuk ini atau yang lain ?
.
tapi kemudian ingat kasus gusdur.com — hanya karena 1 domain, maka uang 1 milyar justru melayang ke orang yang tidak pantas untuk menerimanya. Lha, lebih parah lagi
.
Kalau melihat demikian, maka secara logis tentu lebih baik hilang 200 dolar daripada 1 milyar tho.
September 11th, 2006 09:10
mas.. sudah saya sampaikan ke salah satu menteri mengenai hal ini, insyaallah bentar lagi udah ada kabar dari beliau atau dari rekan-rekannya yang namanya tercantum disini
September 11th, 2006 09:12
gak sekalian nama-nama anggota DPR dan MPR? he he he
September 11th, 2006 09:19
rendy - trims untuk bantuannya.
.
ben - mau bikin saya bangkrut ya ??
September 11th, 2006 11:02
solusi yang dipertanyakan, bagaimana dengan .net .info .org .tv .web.id .dll? bagai setetes air di lautan…
September 11th, 2006 12:04
Salut buat Pak Harry.
Kalau setengahnya saja mau ngeblog, betapa semaraknya blogosfer Indonesia dengan blog para menteri! dan yang jelas, saya dapat bahan yang menarik buat ditulis.. hehehe
September 11th, 2006 12:54
Kata bapak Pakar™ domain dot com itu menyalahi aturan. Menurut dia, dot com itu untuk komersial, bukan untuk ngeblog. Apalagi, ngeblog itu hanya tren sesaat™
September 11th, 2006 13:44
Lho, kok pakai EXTENSION dot com? Salah besar tuh kata Roy Suryo =D
September 11th, 2006 20:27
weih dapet domain mau dunk!!!
wah buang duit $ 200 yah, hm boleh juga tuh buat nyelesain skripsi ane, plus buat ngejenguk istri ama anak di kampung (he..). tapi ide kreatif buat yang dapet rezeki nomplok. lagian buat pencari info ini berita bagus tuh, lama-lama koran nggak laku lagi, soalna semua pada blog walking semua. buat yang nggak ngeblog, bawa kertas aja ke tempat gwe, ntar tak print out tuh data-data. ha… ha… (nyaingin nich)
September 14th, 2006 14:17
Huaaaaaaaaaaa…. permohonanku ditolak… hiks..hiks..
September 15th, 2006 03:59
wah bener2 idebisnis yg keren..
September 16th, 2006 18:59
wah mantep….jadi kapan domain saya dikasih? saya kan menteri baru ncih
September 19th, 2006 01:36
mas, enggak sekalian para menteri di republik BBM ? hehehe…
anyway, mungkin cara mas harry bisa mengajak para menteri untuk nge-blog…
September 23rd, 2006 20:43
Selamat datang di blogosfer!…
Domain sudah ada, hosting sepertinya juga sudah ada. Nah, marilah kita buat lebih “mudah” lagi. Marilah kita membuat sebuah desain blog (theme) untuk menteri-menteri yang akan memulai untuk memiliki sebuah weblog? Berikut adalah gambaran ide yang ter…
September 24th, 2006 03:38
Om harry, kalau takut terulang lagi kasus gusdur.com kok yang didaftarkan domain para menteri yah? kan gusdur bukan menteri huhehehe3x… lagian para menteri mungkin juga ‘cuek’ kok dengan domain2 tersebut. Emang berapa orang menteri sih yang sadar tentang pentingnya domain yang menyangkut nama mereka…??
btw domain para tokoh2 nasional lain gak ikut didaftarkan…
September 24th, 2006 17:06
alex - kan SBY sudah jalan websitenya, jadi tidak perlu dibantu diamankan lagi.
.
saat ini paling tidak ada satu menteri lagi yang sedang tertarik untuk blogging. kalau kemudian ternyata jadi ada lagi yang tertarik, maka identitas digital mereka sudah aman dari oknum.
.
tokoh2 nasional yang lain - buat apa? belum jelas probabilitas mereka untuk blogging / membuat website. sedangkan para menteri; sudah ada beberapa yang blogging, dan sudah ada juga yang tertarik. Jadi probabilitasnya jauh lebih besar dan jumlahnya jelas jauh lebih sedikit dibanding seluruh tokoh nasional.
September 27th, 2006 04:25
Ide bagus pak.
September 28th, 2006 18:56
kok gak domain yg .id yah
December 21st, 2006 23:27
[...] Saya ingat benar, beberapa bulan yang lalu Harry Sufehmi posting tentang pembelian domain para menteri. Harry terinspirasi atas ide bisnis tentang domain para menteri. Dalam postingnya Beliau berjanji akan memberikan domain itu gratis kepada para menteri jika bisa membuktikan bahwa yang minta adalah staf dari Menteri yang bersangkutan. Salut! [...]
December 22nd, 2006 01:03
Registrant Contact:
Ahad Computer
Harry Sufehmi **************@harrysufehmi.com)
+44.1217655106
Fax: +44.1217655105
Nelson rd
Birmingham, MI b66au
GB
Rumahnya Mas Harry di Birmingham ?
December 22nd, 2006 04:58
Ya, selain yang di Jakarta.
January 12th, 2007 09:59
wah… bagi2 gratisan nech.,. jarang2 ada org yg mau bagi2 gratis..
tapi apa menteri ngerti di website (sori) gue lagi sebel ama kinerja para aparat pemerintah yg gak mikirin rakyat… !!!
but salut untuk harry… ^_^
March 28th, 2007 20:28
[...] harry.sufehmi.com [...]
April 10th, 2007 23:17
Wah, buat saya ada yang gratis gak ya? Soale saya mau buka web buat bisnis sampingan dan juga belajar aja gak pernah kesampean beli domain. Bisnisnya jualan kosmetik, tapi kosmetik punya kakak ipar. Saya nebeng nyales gitu. Skalian belajar, soale saya kan masih kuliah. Apa kalo buat WONG CILIK ada itikad baik? Atau kalo buat ORANG ATAS aja? Kalo istilahnya buat orang atas, nyuci kakinya juga (kebanyakan) kita mau.
April 11th, 2007 10:46
@Catur :
.
Mau minta kok caranya dengan menghina begitu.
.
Anyway, cuma ada 26 menteri, tapi ada 200 juta rakyat Indonesia. Jelas mana ada duit saya mas untuk mendaftar domain name bagi 200 juta rakyat Indonesia.
April 21st, 2007 03:17
mas.. boleh minta tolong..
saya kesulitan untuk mendaftarkan domain sch.id yang katanya gratis, tapi kok tak coba tetep bayar. jadi batal deh niat.
klo masnya bisa, tolong buatin domain smanela.sch.id yah..
please..
makasih sebelumnya
Gunawan
May 27th, 2007 03:53
wah masih ada ga yang gratis mas? emang khusus untuk menteri aja ya mas? kalo untuk selain menteri ada ga mas? apa ada syarat khusus
October 27th, 2007 05:09
lhah mbok yg dikasih gratis itu masyarakat biasa yg serius n pengen punya domain sendiri. mentri kan udah pada kaya2…. toh mereka juga biasanya jarang bikin web….
December 4th, 2007 15:11
kok aneh mas, tapi saya sangat menghargai itikad baik mas… semoga sukses. kalo belum sempat di konfirm sama bapak diparkir aja dulu mas.. suwun
December 27th, 2007 10:42
ngapain beliin domain buat para mentri ? … mereka dah kaya …
mending beliin buat para LSM.
kl emang niat beramal dengan $200 mending kasihkan fakir miskin.
duit $200 buat para pejabat gak ada nilainya. tp buat yang miskin bisa buat makan … satu bulan.
ini artinya cari nama, cari muka …. bukan cari pahala.
sorry … kata kata gw pedas, kl mo bantu jangan embel embel buat kebaikan. kl mo cari nama atau cari bisnis .. jangan nyelip diantara kesan amal.
December 27th, 2007 16:50
@ardi - iya, sorry juga kata-kata saya pedas - anda prasangka buruk.
.
kalau tidak paham betul duduk permasalahannya, daripada su’uzhon, lebih baik anda bertanya / diam sambil mempelajari masalahnya lagi.
.
OK saya akan coba jelaskan dengan sesederhana mungkin - pernahkah Anda bisa berhubungan dengan Menteri, secara langsung ?
Tanpa perantara ?
.
Well, sekarang Anda sudah bisa.
Silahkan bisa dicoba seperti di antonapriyantono.com, yusufasyari.com, juwonosudarsono.com
.
Kalau Anda merasa ini tidak penting bagi Anda pribadi, jangan lantas anggap ini tidak penting bagi semuanya.
Ini namanya sok tahu.
Silahkan coba baca-baca komentar di website2 tsb diatas, dan lihat manfaat yang bisa mereka dapatkan.
.
Moga-moga jadi jelas.
Trims.
December 27th, 2007 16:58
para mentri ? … mereka dah kaya …
.
Ini dia contoh orang yang sok tahu.
.
Padahal masih ada menteri (dan pejabat-pejabat) yang hidup dengan sederhana.
.
Pantas Indonesia susah maju, kita cuma jago meledek tapi tidak bisa berbuat positif.
July 18th, 2008 16:21
Terima kasih Mas Harry
Kalau perlu artis sekalian “diselamatkan”
Jupe.com
Sarahazhari.com
Zaskia.com
Kalau nama saya gak usah diselamatin, paling nggak ada yang mau pesen nama itu.
July 25th, 2008 14:50
[...] inisiatif, jual, kelola, mardiyanto, menteri, ngeblog Hampir 2 tahun sudah ada inisiatif pencegahan dibajaknya nama domain menteri. Pertama kali dikonkritkan dengan mencadangkan 26 representasi digital para menteri. Tapi hingga [...]