Translate this page :

Penyebab Autisme ?

Jumlah penderita Autisme dalam dekade terakhir

Autisme, sebuah penyakit kondisi yang satu abad yang lalu hampir tidak terdengar sama sekali, kini sudah hampir menjadi sesuatu yang normal. Perkembangan autisme terutama makin melejit di beberapa dekade terakhir, seperti yang dapat dilihat pada grafik di sebelah kanan.

Ketika sudah terlanjur, Autisme bisa sangat sulit untuk dikendalikan, apalagi untuk disembuhkan. Jika kita mengetahui berbagai potensi penyebabnya, maka mudah-mudahan kita bisa mengatur agar anak kita terhindar dari itu semua. “Mencegah lebih baik daripada mengobati”, kata pepatah. Dan untuk kasus Autisme, dimana di Amerika saja perawatannya memakan biaya US$ 35 milyar per tahun, pepatah ini sangat telak mengenai sasaran.

Penyebab pasti autisme belum diketahui sampai saat ini. Kemungkinan besar, ada banyak penyebab autisme, bukan hanya satu.
Dahulu sempat diduga bahwa autisme disebabkan karena cacat genetik. Namun cacat genetika tidak mungkin terjadi dalam skala demikian besar dan dalam waktu demikian singkat. Karena itu kemudian para peneliti sepakat bahwa ada banyak kemungkinan penyebab autisme lainnya.

Berbagai hal yang dicurigai berpotensi untuk menyebabkan autisme :

  1. Vaksin yang mengandung Thimerosal : Thimerosal adalah zat pengawet yang digunakan di berbagai vaksin. Karena banyaknya kritikan, kini sudah banyak vaksin yang tidak lagi menggunakan Thimerosal di negara maju. Namun, entah bagaimana halnya di negara berkembang …
  2. Televisi : Semakin maju suatu negara, biasanya interaksi antara anak – orang tua semakin berkurang karena berbagai hal. Sebagai kompensasinya, seringkali TV digunakan sebagai penghibur anak. Ternyata ada kemungkinan bahwa TV bisa menjadi penyebab autisme pada anak, terutama yang menjadi jarang bersosialisasi karenanya.

    Dampak TV tidak dapat dipungkiri memang sangat dahsyat, tidak hanya kepada perorangan, namun bahkan kepada masyarakat dan/atau negara. Contoh paling nyata adalah kasus pada negara terpencil Bhutan – begitu mereka mengizinkan TV di negara mereka, jumlah dan jenis kejahatan meningkat dengan drastis.

    Bisa kita bayangkan sendiri apa dampaknya kepada anak-anak kita yang masih polos. Hiperaktif ? ADHD ? Autisme ? Sebuah penelitian akhirnya kini telah mengakui kemungkinan tersebut.

  3. Genetik : Ini adalah dugaan awal dari penyebab autisme; autisme telah lama diketahui bisa diturunkan dari orang tua kepada anak-anaknya.

    Namun tidak itu saja, juga ada kemungkinan variasi-variasi lainnya. Salah satu contohnya adalah bagaimana anak-anak yang lahir dari ayah yang berusia lanjut memiliki kans lebih besar untuk menderita autisme. (walaupun sang ayah normal / bukan autis)

  4. Makanan : Pada tahun 1970-an, Dr. Feingold dan kolega-koleganya menyaksikan peningkatan kasus ADHD dalam skala yang sangat besar. Sebagai seseorang yang pernah hidup di era 20 / 30-an, dia masih ingat bagaimana ADHD nyaris tidak ada sama sekali di zaman tersebut.

    Dr. Feingold kebetulan telah mulai mengobati beberapa kasus kelainan mental sejak tahun 1940 dengan memberlakukan diet khusus kepada pasiennya, dengan hasil yang jelas dan cenderung dalam waktu yang singkat.

    Terapi diet tersebut kemudian dikenal dengan nama The Feingold Program.

    Pada intinya, berbagai zat kimia yang ada di makanan modern (pengawet, pewarna, dll) dicurigai menjadi penyebab dari autisme pada beberapa kasus. Ketika zat-zat tersebut dihilangkan dari makanan para penderita autisme, banyak yang kemudian mengalami peningkatan situasi secara drastis.

    Dr. Feingold membayar penemuannya ini dengan cukup mahal. Sekitar tahun 1970-an, beliau dikhianati oleh The Nutrition Foundation, dimana Coca cola, Kraft foods, dll adalah anggotanya. Beliau tiba-tiba diasingkan oleh AMA, dan ditolak untuk menjadi pembicara dimana-mana.
    Syukurlah kemudian berbagai buku beliau bisa terbit, dan hari ini kita jadi bisa tahu berbagai temuan-temuannya seputar bahaya makanan modern.

  5. Radiasi pada janin bayi : Sebuah riset dalam skala besar di Swedia menunjukkan bahwa bayi yang terkena gelombang Ultrasonic berlebihan akan cenderung menjadi kidal.
    Dengan makin banyaknya radiasi di sekitar kita, ada kemungkinan radiasi juga berperan menyebabkan autisme. Tapi bagaimana menghindarinya, saya juga kurang tahu. Yang sudah jelas mudah untuk dihindari adalah USG – hindari jika tidak perlu.
  6. Folic Acid : Zat ini biasa diberikan kepada wanita hamil untuk mencegah cacat fisik pada janin. Dan hasilnya memang cukup nyata, tingkat cacat pada janin turun sampai sebesar 30%. Namun di lain pihak, tingkat autisme jadi meningkat.

    Pada saat ini penelitian masih terus berlanjut mengenai ini. Sementara ini, yang mungkin bisa dilakukan oleh para ibu hamil adalah tetap mengkonsumsi folic acid – namun tidak dalam dosis yang sangat besar (normalnya wanita hamil diberikan dosis folic acid 4x lipat dari dosis normal).

    Atau yang lebih baik – perbanyak makan buah-buahan yang kaya dengan folic acid, karena alam bisa mencegah tanpa menyebabkan efek samping :

    Nature is more precise; that’s why all man-made drugs have side effects

  7. Sekolah lebih awal : Agak mengejutkan, namun ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa menyekolahkan anak lebih awal (pre school) dapat memicu reaksi autisme.

    Diperkirakan, bayi yang memiliki bakat autisme sebetulnya bisa sembuh / membaik dengan berada dalam lingkupan orang tuanya. Namun, karena justru dipindahkan ke lingkungan asing yang berbeda (sekolah playgroup / preschool), maka beberapa anak jadi mengalami shock, dan bakat autismenya menjadi muncul dengan sangat jelas.

    Untuk menghindari ini, para orang tua perlu memiliki kemampuan untuk mendeteksi bakat autisme pada anaknya secara dini. Jika ternyata ada terdeteksi, maka mungkin masa preschool-nya perlu dibimbing secara khusus oleh orang tua sendiri. Hal ini agar ketika masuk masa kanak-kanak maka gejala autismenya sudah hampir lenyap; dan sang anak jadi bisa menikmati masa kecilnya di sekolah dengan bahagia.

Dan mungkin saja masih ada banyak lagi berbagai potensi penyebab autisme yang akan ditemukan di masa depan, sejalan dengan terus berkembangnya pengetahuan di bidang ini.

Secara ringkas; gaya hidup modern memang sangat besar kontribusinya terhadap peningkatan kasus autisme. Salah satu bukti yang paling nyata adalah nyaris tidak adanya kasus autisme di masyarakat Amish.

NOTE : Artikel ini hanya bertujuan untuk mengenalkan Anda kepada berbagai potensi penyebab autisme.

Berbagai artikel yang membahas topik ini cenderung sangat sulit untuk dipahami karena menggunakan bahasa medis / akademis. Karena itu, artikel ini bertujuan untuk menjelaskannya dalam bahasa sehari-hari yang mudah dimengerti.
Sehingga selanjutnya diharapkan akan memudahkan para (calon) orang tua untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang soal ini.

Apakah Autisme itu ?

Autisme adalah : neurodevelopmental disorder that manifests itself in markedly abnormal social interaction, communication ability, patterns of interests, and patterns of behavior.

“Cacat pada perkembangan syaraf & psikis manusia, baik sejak janin dan seterusnya; yang menyebabkan kelemahan/perbedaan dalam berinteraksi sosial, kemampuan berkomunikasi, pola minat, dan tingkah laku”.

Autisme cukup luas dan mencakup cukup banyak hal. Ciri-ciri autisme ada banyak, dan kebanyakan penderita autisme hanya menderita sebagiannya saja.

Penderita autisme cukup banyak yang ternyata malah menjadi sukses dalam hidupnya. Penderita autis banyak yang menjadi pakar pada bidang sains, matematika, komputer, dan lain-lainnya.

Orang tua dapat sangat membantu mengarahkan anak autis untuk mengeksploitasi kelebihan-kelebihannya (seperti: kemampuan untuk fokus & konsentrasi yang luar biasa), dan melatih mereka untuk memperbaiki berbagai kelemahan-kelemahannya.

Nampaknya ini dulu yang bisa saya tuliskan untuk topik ini. Komentar/koreksi akan diterima dengan senang hati. Semoga dapat bermanfaat.

156 Responses to “Penyebab Autisme ?

  • 1
    hanum
    October 19th, 2006 15:48

    #5 USG berbahaya??
    Dari bbrp buku dan artikel ttg kehamilan (salah satunya ini http://www.infoibu.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=12, tidak ada yg menyatakan klo USG itu berbahaya bagi janin.

    Mana yg bener nih pak? Jadi bingung. Saya lg hail soalnya..dan tiap bulan di-USG

  • 2
    harry
    October 19th, 2006 16:26

    hanum – betul, mungkin karena penemuan ini masih cukup baru, atau kurang terpublikasi, jadi masih banyak pihak yang belum tahu.
    .
    Istri saya ketika hamil di Inggris hanya perlu di USG dua kali saja; jadi tidak perlu setiap bulan. Itu padahal gratis, apalagi kalau membayar seperti di Indonesia, saya kira tidak perlu setiap bulan ya.
    .
    semoga bermanfaat.

  • 3
    Q
    October 20th, 2006 02:25

    Maybe you should add “send this page to a friend” feature.

    Tapi iya, makanan jaman sekarang emang banyak yang jahat. Terutama vaksin untuk ayam (jangan makan leher ayam ? paling sering disuntik). Kang termi risetnya lumayan nih, request riset tentang diet makanan sehat juga yah :-) Link tentang amish paradise-nya juga lumayan buat referensi.

    Thanks

  • 4
    Masindi
    October 20th, 2006 07:54

    You are very much knowledgeable about infocomm technology and other things but I think you should read more stuff on Autism :)

    Not that you are wrong, but I think your explanation about what causes Autism is a bit misleading.

  • 5
    harry
    October 20th, 2006 15:03

    Masindi – it is possible that people will get different perception, because what I’m writing here is already shortened (very much) :) from the original articles.
    .
    I read a lot of documents, web pages, and articles to write this particular post. My aim is to make a short article, which still manage to cover a lot of ground, and in Indonesian language.
    But I realize I may err when I summarized all those information into this (not really) short post. Hence the disclaimer :
    .

    Artikel ini hanya bertujuan untuk mengenalkan Anda kepada berbagai potensi penyebab autisme.

    .
    If you can contribute anything to this article; corrections/additions/etc – please feel free ! It’ll only benefit us all.
    .
    Thanks :)

  • 6
    harry
    October 20th, 2006 15:11

    Also note another aim of this post :
    .

    Sehingga selanjutnya diharapkan akan memudahkan para (calon) orang tua untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang soal ini.

  • 7
    harry
    October 20th, 2006 16:25

    Q – ide bagus :) saya sudah mulai cari plugin nya.
    .
    Mengenai makan sehat; yang paling simple yaa .. jadi vegetarian, hehe ;) dijamin sehat.
    Kalau mau lebih simple lagi, tiru saja ibu saya – kurangi nasi. Well, sebetulnya mirip dengan Atkins diet ya, padahal ibu saya tidak pernah tahu soal Atkins. Works wonders.
    .
    Ide bagus juga untuk posting di masa depan, trims.

  • 8
    kunderemp
    October 21st, 2006 04:06

    Tuh yang sekolah lebih awal beneran bisa menyebabkan autis tuh? Wah.. menarik2..

    Tambah lagi deh alasan untuk berdebat bahwa sekolah lebih awal itu merugikan.. :lol:

  • 9
    harry
    October 31st, 2006 06:33

    Ada diskusi topik ini yang menarik di blognya mbak Lita. Saya ikut urunan beberapa komentar :
    .

    Halo mbak Lita :) trims untuk urun rembugnya.

    MMR betul-betul adalah salah satu contoh kontroversi karena ada tabrakan banyak kepentingan disini. Perusahaan vaksin tidak ingin vaksinnya tidak laku, pemerintah perlu memvaksinasi penduduknya agar kasus MMR tidak meledak di masa depan, ada para dokter & pejabat yang kontra karena melihat data2 bahaya MMR, ada para dokter & pejabat yang pro dengan berbagai alasan, para orang tua yang cemas dengan potensi bahaya MMR, para orang tua yang ingin anaknya selamat dari MMR, dst.

    Saya kebetulan mengalami langsung konflik MMR ini di Inggris. Salah satu contoh bahasannya bisa dibaca disini
    Juga berkali-kali muncul berita bagaimana beberapa hari setelah vaksinasi MMR, anak-anak kemudian berubah menjadi autis.

    Jadi, masalah vaksinasi MMR ada beberapa :

    1. Penggunaan thimerosal, yang berbasis mercury. Thimerosal adalah zat pengawet vaksin. Namun karena mengandung mercury (logam berat), maka banyak memicu protes. Diduga sebagai salah satu pemicu autisme / masalah2 lainnya.
    Bagi orang tua, tidak selalu mudah untuk mengetahui apakah suatu vaksin mengandung thimerosal atau tidak,

    2. MMR, sebagai triple vaccination, diduga membebani sistim pertahanan tubuh dengan terlalu berlebihan.

    3. Paling tidak di Inggris, ada indikasi bahwa MMR belum betul-betul terbukti keamanannya; namun sudah langsung diterapkan di lapangan.

    4. Makin jelas potensi keterkaitan antara inflammatory bowel disease (IBD) dengan autisme. MMR diduga bisa memicu terjadinya IBD.

    5. Walaupun tidak semua penerima vaksinasi MMR menjadi penderita autisme, tentu saja tidak berarti bahwa tidak ada masalah. Jika ada sekian persen saja yang tiba-tiba menjadi penderita autis, maka ini perlu diteliti lebih lanjut.
    Pada kasus di Inggris, ada peningkatan penderita autis 10 kali lipat setelah diperkenalkannya imunisasi MMR.

    6. dst.

    Jadi, masalah vaksinasi ini bukan cuma pada MMR nya saja. Baru vaksin ini saja sudah mengandung banyak potensi masalah. Entah bagaimana dengan vaksin-vaksin lainnya.

    Belum lagi berbagai berita bagaimana berbagai negara berkembang digunakan oleh para perusahaan vaksin sebagai ladang kelinci percobaan bagi vaksin-vaksin baru mereka.
    Baru beberapa bulan yang lalu anak saya akan divaksinasi oleh sekolahnya, namun mereka TIDAK TAHU vaksin apa yang akan disuntikkan ke tubuh anak saya (sangat konyol, dan tidak bertanggung jawab sama sekali). Dengan tegas saya menolaknya.

    Mengenai berbagai studi yang ada, pada saat ini saya kira masih sulit untuk mendapatkan hasil yang konklusif (bahaya / tidak); karena berbagai hal : jangka waktu studi (heboh MMR belum lama terjadi), sample kasus, kejadiannya pada anak-anak bayi sehingga penelitian lebih sulit, dst.
    Jadi yang berani mengatakan MMR pasti menyebabkan atau tidak menyebabkan autis sama-sama perlu ditilik dengan waspada (sok tahu? atau ada conflict of interest? dll)

    Bagaimana solusinya untuk saat ini? Saya kira kita juga tidak ingin anak-anak kita menjadi korban MMR.
    Pada saat ini sepertinya yang bisa kita lakukan adalah memvaksinasi secara terpisah 3 kali (bukan digabung), dan memastikan bahwa vaksin-vaksin tersebut tidak menggunakan mercury / zat pengawet berbahaya lainnya.
    Jika ada ide lainnya, monggo.

    Pada intinya, saya kira kita perlu lebih selektif dan mencari tahu mengenai hal-hal yang akan masuk ke tubuh anak-anak kita – dalam hal ini, berbagai vaksinasi yang ada.
    Trims.

    .
    Satu lagi :
    .

    Beberapa poin yang terlewat di komentar saya sebelumnya :

    1. Keamanan vaksin: seingat saya, pemerintah Inggris cukup banyak mendapat kecaman karena ada bukti-bukti bahwa mereka tidak melakukan uji coba keamanan yang cukup pada vaksin MMR.
    Mudah-mudahan vaksin yang sekarang sudah tidak mengandung lagi zat-zat yang berbahaya.

    2. Salah satu solusi MMR : tunda pemberiannya sampai anak sudah agak besar / lebih dari dua tahun. Ini berkaitan dengan indikasi bahwa MMR membuat sistim kekebalan tubuh menjadi overload; pada anak yang sudah lebih besar, diharapkan sistim kekebalan tubuhnya sudah lebih siap untuk menerima vaksin 3-in-1 ini.

    3. Bagi yang muslim, saya kira kita juga perlu mulai mempertimbangkan kehalalan vaksin. Saat ini sepertinya hal ini belum banyak disadari. Saya mungkin akan coba bergabung di komunitas halal Indonesia dan mencoba mencari tahu apakah sudah ada inisiatif / solusi / informasi lebih detail dalam hal ini.

    Mungkin itu dulu, terimakasih.

  • 10
    yanti
    November 2nd, 2006 17:13

    sekedar usul: saya pribadi lebih suka penggunaan kata diduga dapat (possibly) dibanding berpotensi (potentially) dalam kalimat “Berbagai potensi penyebab autisme :”.

    berpotensi kok rasanya “sangat mungkin, hanya menunggu trigger yang tepat untuk memunculkannya”. sementara banyak hal yang disebut Mas Harry di atas, hanya merupakan data statistik, bahwa jika hal itu banyak dilakukan makan muncul kasus autisme yg lebih banyak.

  • 11
    harry
    November 3rd, 2006 15:00

    yanti – trims untuk sarannya. Saya akan edit sebentar lagi.

  • 12
    Denie Nataprawira
    November 4th, 2006 01:34

    Hi,

    Thanks atas informasi yang sangat berguna ini. Kebetulan anak saya menderita MILD-AUTISM, saya sangat senang menemukan informasi link ini dari milis indo-sing yang saya ikuti, yang diberikan oleh bung -ip-

    Just keep up the good work and keep inform us about this autism things.

    Btw, boleh kah saya salin artikel ini ke blog saya ? tentunya saya akan menyertakan link anda ini sebagai source nya.

    Terima kasih! :)

    -denie-

  • 13
    dahsyat_ix
    November 4th, 2006 04:30

    Saya pribadi tahu di Jkt ada dokter yg cukup menguasai masalah Autism ini: dr Hardiono Pusponegoro, SpA bisa dibuhubungi di Klinik Anakku – Kelapa Gading buat yg punya problem ini.

    Semoga berguna,

    Rgds,
    ./syat

  • 14
    dahsyat_ix
    November 5th, 2006 00:07

    OK all the best semoga membantu:

    Judul: Autisme Suatu Gangguan Jiwa
    Pengarang : Dr. Faisal Yatim
    Harga : Rp. 10,000
    Penerbit : Pustaka Populer Obor
    ISBN : 979-461-410-6

    dan buat tambahan networking,

    Yayasan Austima Indonesia (YAI)
    Jl. Buncit Raya No. 55 JakSel
    Phone : 7971945

    Dr Hardiono D Pusponegoro SpA(K)… yg saya tahu adalah Wakil Ketua YAI tsb dan juga sebagai anggota satgas immunisasi IDAI (katan Dokter Anak Indo).

    Rgds,
    ./syat

  • 15
    harry
    November 5th, 2006 09:59

    denie – please feel free, semakin tersebar informasi ini, maka moga-moga makin banyak yang bisa menarik manfaatnya; dan makin banyak yang muncul dan berbagi informasinya (seperti yang bisa kita nikmati di komentar-komentar di posting ini).
    .
    Terimakasih kepada semua yang telah urun rembug disini. Please keep it up, untuk manfaat bagi kita semua,

  • 16
    Lita
    November 5th, 2006 23:51

    Kebetulan beberapa bulan yang lalu saya sempat diskusi langsung dengan dr. Hardiono tentang vaksinasi, khususnya MMR.

    Beliau sendiri ‘mengusung’ ide bahwa vaksinasi tidak berhubungan langsung dengan autisme. Hanya saja, tidak mudah untuk menjelaskan penjabarannya kepada para orangtua. Dengan begitu, beliau punya dua pilihan bagi orangtua.

    Yang percaya bahwa vaksin MMR dapat menyebabkan autisme (dengan demikian tidak ingin anaknya divaksin sebelum ketahuan berpotensi autis/tidak) dipersilakan untuk memberikan vaksin MMR di usia 3 tahun. Dengan asumsi pada usia ini ‘bakat’ autis dapat teramati dengan lebih baik.

    Sedangkan bagi para orangtua yang tidak memiliki kekhawatiran akan autisme atau percaya bahwa tidak ada hubungan langsung antara vaksinasi dan autisme (setidaknya sampai saat ini) maka anaknya akan beliau beri vaksin MMR sesuai jadwal (15 bulan).

    Atau… setidaknya begitulah yang saya tangkap dari pembicaraan dengan beliau pada waktu itu :)

  • 17
    harry
    November 6th, 2006 17:19

    Halo mbak Lita :) trims untuk sharing informasinya.
    .
    Betul, menunda pemberian vaksin MMR adalah salah satu alternatif yang bisa dicoba. Sejauh ini di Inggris belum ada terdeteksi komplain dari mereka yang melakukan ini (kontras dengan mereka yang memvaksinasi MMR sesuai jadwal / 15 bulan).
    .
    Tidak diketahui persisnya mengapa, namun ada yang menduga karena sistim pertahanan tubuh anak sudah lebih “siap” untuk menerima 3 vaksinasi sekaligus dalam 1 kali suntik.
    .
    Trims.

  • 18
    Isa
    November 20th, 2006 16:13

    Apakah ada hubungannya Autisme dg kurangnya stimulus yang diterima bayi sejak kecil? Mungkin memang ada kecenderungan autisme pada beberapa bayi – yang pada akhirnya bisa menjadi autisme beneran setelah dipicu oleh faktor biologis/kimiawi spt MMR; ttp kalau si anak mendapatkan stimulus yang sangat baik selama masa perkembangannya saya yakin – sampai batas tertentu – kita sangat bisa menghindari penyakit ini. Kebetulan istri sempat menginterview beberapa anak autis, dan umumnya mereka adalah anak yang berkembang bukan dalam pelukan orangtuanya secara baik.

  • 19
    daniella
    November 28th, 2006 19:47

    buat saya, tulisan bung harry sangat membantu saya dalam mengumpulkan referensi pribadi (saya juga sedang hamil saat ini). saya dulu pernah mengajar di sekolah internasional yang muridnya digabung dengan anak autis. dari sanalah saya kenal dengan autis dan saya terus mencari informasi2 tentang autisme ini. karena begitu banyak perbincangan dan tulisan tentang hal ini dan tidak semuanya sama. tapi saya rasa…think positive and be smart saja kita untuk menghadapi perbedaan. yang penting kan adalah “informasi” ok bung harry…terus semangat dan selamat bekerja…

  • 20
    Emanuel Setio Dewo
    November 29th, 2006 15:10

    Terima kasih atas artikel tentang Autis yang luar biasa ini.

    Salam.

  • 21
    Emanuel Setio Dewo
    November 29th, 2006 15:13

    Mohon ijin untuk menambahkan link di blogku.

    Terima kasih.

  • 22
    widi
    December 7th, 2006 15:30

    ini kali ketiga saya ketemu blog harry.. dr search di google dg pencarian yg beda.. luar biasa
    thank u for your info

  • 23
    MaIDeN
    December 12th, 2006 00:28

    Belum lengkap infonya kalau belum mengunjungi situs puterakembara @ http://www.puterakembara.org

  • 24
    hinie
    December 20th, 2006 12:23

    pak,,
    pernah dengar “gifted child” kl diluar . diamerika , belanda, eropa.. sudah biasa.. anak dng sindrom autis,, adhd, late talker dll.

    coba web ini :

    http://www.ayomain.org
    http://gifted-disinkroni.blogspot.com/
    http://si-entong.blogspot.com/

    ikut diskusi milis anak berbakat py ibu Julia di belanda yg py anak gifted.. komplet ,, files telaah ilmiah tentang autism dkkk…

    anak saya 3th, late talker,, tapi saya belajar terapi sendiri,, dulu hiper sekarang uda konsentrasi melukis..

    mama victoria yg lagi belajar dunia baru…gifted…

  • 25
    westhi
    December 26th, 2006 17:41

    pak,
    saya tertarik gitu sama anak2 autis.saya mahasiswa sastra inggris, ingin ngelakuin research ttg bahasa anak2 autis kajian psycholinguistics untuk skripsi, tapi kami butuh object org inggris, tapi ga memungkinkan bagi saya unt reseacrh scr langsung. saya ingin ngelakuin research lewat film. apakah bapak punya info ttg film2 anak2 autis?thanks b4

  • 26
    ana fi naimatin
    January 2nd, 2007 08:23

    aku kira penyakit autis ada baiknya juga.
    itu kalau orang tuanya nyadar
    bahwasannya anaknya terkena autis
    karena dengan itu ortu otomatis akan lebih perhatian pada anaknya
    dan meluangkan banyak waktu nya untuk anaknya
    bukan ngurusi arisan dan semacamnya

  • 27
    lita
    February 28th, 2007 12:01

    saya sangat bersukur dapat informasi ini karena sangat membantu saya dalam menyelesaikan tugas proposal saya mengenai autisme.

  • 28
    Fitri
    February 28th, 2007 18:01

    artikel yang bagus, tapi kayaknya kurang…klo bisa di update terus y…

  • 29
    hinie
    March 1st, 2007 10:46

    wah syukur , anak saya 3th , yang telat bicara. sempat mau divonis autis sama dokternya. cepat2 saya selamatkan. akhirnya gomong juga. pokoke banyak salah kaprah sudah terjadi dimana2. kelam rasanya vonis itu. wong anak cuma speech delay vonisnya mati plek autis.. gak d.. sedih sedih dengar yang terjadi sama anak anak teman baik yg ke profesional atau yang gak atau yang gak internet an.. gelap betul.. beban guilty orang tua bertambah kelam dng masa depan anak. padahal tuh anak gak kenape nape, kepintaran iya..jadilah dia anak unik gak terdefinisikan yang bisa kusalahkan adalah evolusi manusia yang mesti dimaklumim krn mutasi gna, rotasi dna..bagaimana saja orang tua menyikapi. kebetulan garis keluarga gak sedikit yang late talker tapi gak pake terapi.. zaman dulu mana ada terapi.. toh jenius semua.. einstein aja gak pake terapi .. gomong 3 th..sori bagi yang gak berkenan.. cuma terlalu sakit hati mendengar vonis autis nempel aja.. padahal anak masih asyik aja kreatif gitu..

  • 30
    haris
    April 30th, 2007 17:06

    http://www.autismaterapi.blogspot.com
    terapi terbaik untuk anak berkebutuhan khusus : autis,hiperaktif dan infeksi virus.
    bisa dibuktikan!!

  • 31
    Nelly
    June 8th, 2007 10:30

    Mas Dewo, thanxs untuk infonya ttg autis. Jujur saja sebelumnya saya benar-benar tidak mengerti dengan autis apalagi kaitannya dengan vaksis.
    Mas Dewo, katanya auitis juga ada dapat dipicu dengan pemberian vaksinasi HIB selain MMR, apaka hal ini benar?? Tolong saya diberi penjelasan yang sangan detail!!! thanxs

  • 32
    Darius Salang
    June 19th, 2007 12:17

    tolong infonya dimana saya bisa mendapt info untuk therapy autisme atau tempat pengobatannya.

    Rgds

    Darius.

    dariussalang@yahoo.com

  • 33
    lisa
    June 29th, 2007 13:21

    saya tau seorang dokter anak bidang neuropediatri yg kompeten di bidang autis, gifted,dsb ini..beliau py klinik di dago atas, sebelah sheraton bandung bernama our dream..

  • 34
    iwan
    July 7th, 2007 19:17

    Kang Herry
    Artikel anda cukup mengingatkan saya untuk berhati-hati dengan apa yang disebut dengan autisme. Mengingat istri saya sedang hamil anak ke-2. Paling tidak wawasan saya bertambah dan untuk hal yang berguna dan sudah saya buktikan saya akan terus lakukan. Gitu lho…

  • 35
    harry
    July 7th, 2007 19:57

    @hinie – salah diagnosa memang masih sangat sering terjadi di Indonesia. Kawan saya dulu di SMA juga mewanti-wanti saya soal ini (halo Isa!) — pada kasus yang seriusl kita tidak boleh telan mentah-mentah saja apa kata dokter, cari second (and third, fourth) opinion, lalu putuskan sendiri. Karena ini menyangkut anak kita, sesuatu yang sangat serius.
    .
    Keluarga saya sendiri bukan cuma sekali dua kali jadi korban salah diagnosa, tapi sudah berkali-kali. Beberapa kali bisa berakhir dengan fatal kalau kami percaya begitu saja terhadap semua yang dikatakan dokter. Bukan apa-apa, tidak semua dokter tingkat kepakarannya sama; jadi kita harus selalu waspada.
    .
    Kalaupun ada anak saya yang ternyata kemudian menderita autis / down syndrome / dll tidak masalah bagi saya; apa kata orang tidak peduli amat, saya tetap akan menyayangi anak saya apa adanya.
    Yang mencemooh anak cacat / orang yang kekurangan ke laut saja deh (hari gini…)
    .
    Moga2 anda sekeluarga sehat selalu, amin.
    .
    @All — Mengenai informasi pengobatan autis di berbagai komentar — perhatikan bahwa penting untuk tetap menanggapinya secara kritis dan tidak mempercayai semua klaim begitu saja.
    .
    @iwan – alhamdulillah jika diskusi ini bisa bermanfaat, semoga anda sekeluarga sehat selalu.

  • 36
    kartika
    July 25th, 2007 14:40

    Thx God I read this article.Thx buat temen2 yang peduli tentang autisme. aku juga salah satu yang tertarik mempelajari autisme.Bila ada perkembangan lebih lanjut harap kabar-kabari yaaa. GBU all..

  • 37
    Prima
    September 21st, 2007 10:03

    ada yg tau dimana pelatihan jadi terapis anak autisme ga? kalo bisa yang dpt lisensi biar bisa praktek sndri sebagai terapis. makasih…

  • 38
    robby
    October 20th, 2007 17:28

    nama saya robby zulkarnain noer, pekerjaan saya adalah terapis siswa-siswi berkebutuhan khusus!domisili saya berada di malang jawa timur.saya berkiprah didunia autisme sudah sejaka tahun 2000 jadi saya sudah tujuh tahun berdedikasi di dunia autistik. saya sekarang juga menjadi guru inklusif atau sering disebut GPK guru pembibing khusus.saya hanya menghimbau bagi para orang tua atau pemerhati anak autis, bahwa jangan panik dengan program yang tepat dan benar anak-anak autis dapat juga sperti anak yang normal layaknya.jika mungkin masih tidak percaya silahkan sms atau telpon saya di 0341-6331875.

  • 39
    ghytha
    October 21st, 2007 18:37

    saya gitta anak dari “NN” sebagai terapi dan konsultan anak autism..

    bpak”NN” memiliki sebuah yayasan autisme dan alhamdulillah sudah mendidik beberapa anak autisme dan berhasil…

    menurut saya…autis itu bukanlah sebuah penyakit!!! melainkan sebuah syndrome( gejala gejala)

  • 40
    ghytha
    October 21st, 2007 18:41

    nanti akan saya jabarkan makalah saya tentang pembentukan kepribadian anak autism

    yang saya buat melalui wawancara dengan ayah…

  • 41
    mesyah
    October 23rd, 2007 15:48

    mba tolong aku aku lagi dapet tugas tentang autisme plis kasih bahan untuk ku trimakasih

  • 42
    ocha
    October 24th, 2007 12:29

    saya mau tanya, apa gejala autis dapat terlihat jelas pada anak umur 1,7 tahun dan apa memang harus menjalani terapi untuk penyembuhan penyakit ini dan ada pantangan minum susu bayi terentu ya …. ?

    trimakasih

  • 43
    LICU
    October 24th, 2007 16:07

    saya tertarik mempelajari…tolong semua info kirim ke saya ya thank

  • 44
    anafina
    October 31st, 2007 16:52

    maaf ni mau tanya………
    apakah di benarkan bila ada anak yang berumuran sekitar 15 tahun masih bisa dikatakan terkena autis?
    ataukah itu hanya sebab dari autisnya ketika kecil dulu?

  • 45
    robi
    November 11th, 2007 09:28

    As.Wb. Saya adalah guru inklusif kota Malang dan Guru Senior di Laboratorium Sekolah Autisme Universitas Negeri Malang.Bagi Mahasiswa, Orang tua Anak Berkebutuhan Khusus atau Pemerhati Autisme bisa langsung menghubungi saya diHP saya 0341-6331875.khususnya yang berada diJawa Timur atau di Kota Malang bisa langsung datang kerumah saya Jln.Blitar no 2 Malang.

  • 46
    endah
    November 20th, 2007 15:27

    makasih dapat inspirasi buat ngangkat riset koping ortu mendidik anak autis…….

  • 47
    Alfian
    November 21st, 2007 07:51

    Assalamualikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    salam kenal semua,
    Saya mohon bantuan dari Bapak2/ Ibu2 u/ informasinya.
    Saya punya adik penderita autisme dan sudah diupayakan kemana-mana tapi msh tetap nihil. Saya harus bagaimana dan dimana lembaga/ yayasan yg dpt menangani penderita autisme ini dg biaya yg murah ataupun yg mendapatkan subsidi dari berbagai pihak, karena upaya yg Kami lakukan terhenti karena terkendala biaya dan juga Kami berada ditempat yg terpencil/ minim informasi. Saya sangat berharap banyak u/ bantuannya karena selain autisme adik Saya juga Hiperaktif.
    Informasinya bisa dkirimkan via e-mail ( alfiandinata@yahoo.com ). Sekian dan terimakasih atas perhatiannya.
    Wassalam.

  • 48
    Tia
    January 1st, 2008 21:53

    Apakah Autis bisa disembuhkan?

  • 49
    lia
    January 7th, 2008 08:42

    trimakasi buat info2 nya,
    bagaimana cara mencegah autis?

  • 50
    mamahylmi
    January 27th, 2008 18:50

    Televisi : Semakin maju suatu negara, biasanya interaksi antara anak – orang tua semakin berkurang karena berbagai hal. Sebagai kompensasinya, seringkali TV digunakan sebagai penghibur anak. Ternyata ada kemungkinan bahwa TV bisa menjadi penyebab autisme pada anak, terutama yang menjadi jarang bersosialisasi karenanya.

    tolong kasih keterangan, berdasar dari manakah tulisan tersebut. atau sumber yang bisa dipertanggung jawabkan untuk hal tersebut. setau saya televisi bisa mejadi kemungkinan penyebab GPP pada anak. ataukah GPP juga bisa dibilang(ciri-ciri) autis?

  • 51
    esti
    February 26th, 2008 11:05

    data tentang jumlah anak autis di indonesia itu sekarang brapa ya…?kalo belum pasti,kira2 brapa banyak anak yang menyandang autisme di indonesia sekarang ini. terimaksih

  • 52
    ismail
    March 10th, 2008 20:34

    assalamu’laikum wr.wb.
    apakah hubungannya autisme dengan sistem pencernaan (ekskresi)

  • 53
    eka
    March 18th, 2008 12:58

    saya punya ponakan (randi) yang dinyatakan autis oleh dokter, sekarang udh berumur 8th(belum sekolah karna g’ ada guru yang merasa sanggup mndidik dia). randi pernah masuk Tk,dan saya liat dia anak yang paling cepat hapal gerakan menari, berbaris,bernyanyi atupun bermain yang diajari gurunya. yang aneh ddrinya hanyalah,ketika diminta untuk menampilkan kemampuannya oleh guru,dia g’ pernah mau..bahkan sampai melawan gurunya dengan kata-kata kotor.tapi,ktika dia merasa ingin tampil malah lansung berdiri.
    bagi kami keluarga, randi itu pintar,cerdik, kadang patuh, tapi juga sering brutal. mendidik dia,harus cerdik sperti pemikirannya yang cerdik.

    rencananya kami mau menyekolahkan dia diskolah autis(diluarkota, jauh dr daeah tempat tinggal kami), tapi bapak bilang penyembuhan yang baik adalah berada didekat orang tua.

    sebaiknya bagaimana pak??mohon bantuannya.

  • 54
    sufehmi
    March 18th, 2008 19:31

    @All – wah ternyata komentarnya sudah banyak sekali. Mohon maaf, terlewat oleh saya.
    .
    @ghytha – kita tunggu sharingnya yaa..
    .
    @ocha – yang lebih pakar mungkin bisa membantu menjawab, silahkan. Tapi untuk soal susu saya bisa ceritakan satu hal – di luar negeri, yang namanya susu formula itu nyaris tidak ada.
    .
    Tentunya ini perlu jadi bahan pikiran kita — “tanya kenapa?”, kok di Indonesia malah mewabah. Makanan empuk ?
    .
    @anafina – saya kira demikian.
    .
    @Tia – ada yang mengklaim bahwa autis bisa disembuhkan.
    .
    Tapi kalaupun tidak bisa, jangan sedih. Karena sudah banyak buktinya bahwa penderita autis kadang justru bisa lebih sukses daripada yang “normal”. Seperti yang saya singgung di akhir artikel saya diatas.
    .
    Kuncinya adalah yaitu membuat anak autis sibuk dengan kelebihannya (matematika? seni? komputer? silakan dicari),
    sehingga dia jadi lupa dengan kekurangannya.
    .
    @lia – kalau menilik dari kaum Amish, sepertinya solusinya adalah back to nature.
    .
    Kaum Amish hidup sederhana tanpa ada zat-zat kimia di lingkungan mereka. Sejauh ini, kasus autisme di kalangan mereka terbukti nyaris nol.
    .
    @mamahylmi – maaf, saya tidak tahu GPP itu apa.
    Mungkin ada yang bisa membantu ?
    .
    @eka – saya setuju dengan bapak Anda. Keponakan Anda jelas sudah nampak berbagai kelebihannya.
    Nah orang tua nya coba fokuskan & buat dia sibuk dengan minat & bakatnya tersebut.
    .
    Kalau ini bisa dijalankan dengan baik, jangan kaget jika kelak keponakan Anda akan menjadi orang yang berhasil dan bisa membuat orang tuanya bahagia.
    .
    Selamat berjuang & semoga sukses.

  • 55
    Tiur SM
    March 22nd, 2008 09:03

    Mau tanya,.

    Menurut data statistik di Indonesia, Penderita Autisme tahun 2008 ada berapa berbanding berapa yah?

    Thx yaahh…

  • 56
    yanti
    April 1st, 2008 20:01

    Untuk menyambut Hari Autis Sedunia, 2 April 2008….
    (Maaf… )saya mau numpang cerita….
    Cerita tentang mimpi saya… untuk pengobatan putri bungsu kami, aini, yang didiagnosa GDD (kata sang “ahli”) termasuk kategori autis juga.

    Mungkin… anda juga punya mimpi…, jadi tolong baca ya di…
    http://maaini.wordpress.com/2008/04/01/saya-bermimpi-untuk-seluruh-pemerhati-autis-di-hari-autis-sedunia-2-april-2008/
    dan beri tambahan untuk impian anda tsb…

    Mari kita bermimpi… karena semua kemajuan teknologi, … awalnya juga dari impian penemunya…
    Ya… siapa tahu… akan ada kesempatan impian tersebut terlaksana.

    Makasi ya……
    Saya tunggu lo….

  • 57
    siti delima
    April 2nd, 2008 12:51

    sampai umur berapa anak dikatakan autisme

  • 58
    silvi
    April 4th, 2008 21:08

    saya punya keponakan cowok dinyatakan autis dari dokter…
    sekarang dia berumur 4th,sudah sekolah,tapi bukan skolah khusus autis karena di kota kami tidak ada sekolah autis…
    waktu berumur 6 bln,dia bisa diajak bermain,tapi setelah berumur 1th,dia sering disuguhin vcd2 lagu anak2 tanpa diajak berkomunikasi…
    dan jika sedang menonton vcd, dia jd diem dan sangat2 menikmati..waktu itu ortu nya mengira kalau dia anak yang baik dan tidak rewel,jadi ortunya tidak terlalu mempermasalahkan,apalgi wkt itu belom tau ttg autis…
    sekarang umurnya 4th,belom bisa berbicara,manggil papa n mama aja belom bisa dan jika dipanggil namanya tidak menoleh…
    kalau nangis,disuguhin vcd telletubies lgsg ketawa2 sendiri…
    dan kalau nonton tv,senengnya kalau pas iklan saja…
    yang saya tanyakan,bagaimana caranya agar si anak mau berbicara?
    dan bisakah anak autis mengikuti pelajaran2 sekolah di sekolah umum n bersaing dengan anak normal lainnya? thx a lot…saya sangat butuh informasinya,karena di daerah saya kurang sekali informasi ttg autisme…

  • 59
    yanti
    April 6th, 2008 23:18

    Maaf mau sambung lagi nih…
    Ada yang perlu digaris bawahi untuk pemahaman autis..
    Autis… dengan treatment yang tepat… akan menunjukkan perkembangan yang signifikan.
    Sehingga… banyak anak-anak yang awalnya dinyatakan sebagai penyandang autis… dikemudian hari… dinyatakan “normal”
    Oleh karena itu… sangat diharapkan.. tidak memberikan “label” autis pada seorang anak…

    Terima kasih…

    PS… You can see in …..http://maaini.wordpress.com/2008/03/24/aini-berenang/
    bagaimana putri kecilku tumbuh….

  • 60
    Kusmin
    April 18th, 2008 10:51

    Dear harry.sufehmi.com
    Anak saya umur 10th, autis, kosakata untuk berbicara baru sedikit. Sekarang kelas 1 SD. Kegemarannya membuka-buka buku walaupun belum lancar membaca, memutar vcd via komputer, dan nonton TV khususnya acara cerita anak seperti di DAAI-TV.
    Saya mau tanya di mana saya dapatkan VCD pendidikan mengenai untuk anak autis. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

  • 61
    riswanto
    April 18th, 2008 13:51

    Anak kami , ajeng (saat ini 10 tahun) terdiagnosa autis hiperaktif pada saat usia 2 tahun. Pada usia tersebut ia belum juga bisa bicara, dan menarik tangan kami bila menginginkan sesuatu, tidak ada rasa takut, bila jatuh benjolpun ia tidak menangis, tidak mau tatap muka bila diajak bicara, asik dengan diri sendiri, dipanggil tidak menoleh, siklus tidur yang tidak teratur, gerakannya sangat luar biasa tanpa arah tujuan. (belakangan kami sadari bahwa pada waktu ia lahir , ia sedikit sekali menangis, bentuk kepala bagian belakang terlihat trepes, bentuk perut yang tidak proposrisonal).
    Setelah melewati serangkain tes di RS, termasuk EEG( karena ia pernah step), tampak gelombang di otaknya bertabrakan. Dari sana terdiags ia terkena virus sejenis tokso.
    Begitu kami tahu ia autis, kami lalu mencari informasi dari berbagai seumber termasuk internet. Hasilnya, hingga kini belum ada obatnya. Pernah kami ke dokter , diberi ritalin, namun dosisnya terlalu tinggi hingga 2 kali. Akhirnya, karena kami tidak menginginkan anak kami jadi percobaan, kami lalu mencari pengobatan alternatif.
    Kami dapatkan metode jamu, berlangsung hingga 4 tahun. Efeknya sangat lambat, namun ia sudah sedikit banyak bisa bicara. Hipernya masih sangat kuat, silus tidur juga tidak teratur.
    Sekolah di Tk dan SD kelas 2 harus ditunggu didalam kelas. Anak kami pernah mau dikeluarkan dari sekolah, karena dianggap nakal.
    Perkembangan selanjutnya, kami memindahkannya ke sekolah Taruna Imani di Yogya, sekolah umum namun sering menerima murid berkebutuhan khusus. Pada tahun 2006 itu juga pada saat ia usia 8 tahun, kami mencoba terapi dengan metode sangat sederhana, namun dalam 4 bulan, hipernya sangat berubah, bisa diatur, bisa belajar dalam kelas. Pada tahun 2007, ia ikut nari di pentas perpisahan di sekolahnya. Saat ini ia sudah kelas 3, semester lalu ia rangking 3 dikelasnya (dikel
    as ada 8 murid termasuk murid normal).
    Ia sudah bisa bersosialisasi, rajin sholat waktu 5 kali sehari (mungkin kita orang dewasa saja sering bolong-bolong kalo sholat), mengerjakan Pr sendiri.
    TERNYATA UNTUK AUTIS KITA TIDAK PERLU KE DOKTER ( selain tidak ada obatnya juga menimbulkan ketergantungan serta keracunan bagi organ tubuh), ALTERNATIF PUN ADA .
    Silahkan bila ingin berbagi di 0274-6520969, 081 5780 54182.
    Kami juga menyebar luaskan buletin sederhana kami, silahkan kirim lamat anda mungkin bila berminat akan kami kirimkan. tidak ada biaya, hanya untuk bisa bertukar informasi.Salam peduli autis

  • 62
    yanti
    April 18th, 2008 21:18

    Maaf saya ingin menanggapi komentar dari bapak riswanto..
    Bapak… Autis itu..sangat luas cakupannya. Treatment yang berhasil dilakukan pada satu penderita Autis.., belum tentu menunjukkan hasil positif di anak yang lain. Karena itu… meskipun bapak mengatakan dokter tidak diperlukan untuk mengobati anak autis.., efek yang timbul ketika “tantrum” seringkali membutuhkan bantuan dokter ahli teritama dokter spesialis Ahli jiwa.

    Heh… saya dapat memahami perasaan bapak, yang pernah kecewa pada medis, untuk pengobatan putra bapak.. Hanya… saya mohon… dengan steament bapak, bapak tidak menutup jalan kesembuhan bagi seorang penderita Autis… yang (mungkin) ditakdirkan untuk sembuh lewat tangan dokter,

    Terakhir.. saya ucapkan selamat dan turut bergembira atas kemajuan yang putra bapak capai.

    Terus semangat ya pak… Terus berjuang….

    Pls kalau sempat buka ya… postingan2 saya tentang Aini, putri bungsuku yang juga menyandang Autis.

    di http://maaini.wordpress.com/category/tentang-aini/
    Terima kasih

  • 63
    Dian
    April 18th, 2008 22:04

    Autis,,,

    mari besahabat dengan mereka…

    orang-orang yang diberi kelebihan khusus dari Tuhan…

  • 64
    riswanto
    April 19th, 2008 08:12

    ibu yanti, saya mengungkapkan bahwa saya secara pribadi berpendapat tidak perlu kedokter, karena secara medis memang tidak ada obatnya (dr melly pun pernah menulis artikel mengenai hal tersebut). Sedangkan kekecewaan terhadap medis, kami hanya sempat menerapkan pada anak kami selama 7 hari, dengan kondisi 2 kali ganti resep karena nampak anak kami menahan sakit , dan membuatnya malah tidak sehat (nampak berkeringat dingin). Ketika saya kembali kedokter, hanya mengganti resep dengan alasan dosisnya ketinggian. Maukah anak kita menjadi bahan percobaan? maukah anak kita keracunan obat , karena obat ini bersifat jangka panjang. Pasti ada organ tubuh yang akan rusak, seperti liver.Terapi yang kami terapkan, dengan terapis bgk haris guntur, tanpa menggunakan obat. Sedangkan mengenai tantrum, anak kami tidak lagi tantrum setelah diet terigu, susu dan kacang-kacangan. Beberapa pasien beliau, setahu saya juga mengalami perkembangan yang pesat, namun perlu adanya sinergi antara orangtua, lingkungan kondusif (sekolah), penerapan diet.
    Saya tidak mengharuskan ibu percaya terhadap opini saya, namun mudah-mudahan opini saya tersebut dapat berguna untuk yang lain.
    salam

  • 65
    riswanto
    April 19th, 2008 08:17

    atau lebih detail bisa ibu lihat di http://www.autismaterapi.blogspot.com

  • 66
    riswanto
    April 19th, 2008 08:22

    lebih detail mengenai terapi beliau bisa dilihat di http://www.autismaterapi.blogspot.com

  • 67
    yana
    April 29th, 2008 19:53

    AUTIS BISA DISEMBUHKAN DAN ADA OBATNYA (Kami sudah Buktikan)
    Bagi para Ibu dan bapak yang anaknya mengalami Autis jangan cemas, Bahwa autsi bisa disembuhkan dan Alhamdulillah kami mempunyai obatnya(BUKAN OBAT KIMIA / JAMU)HERBAL. Jika tidak percaya Bapak IBU bisa kontak e-mail saya di : yana_priatna@yahoo.com. Kami banyak sekali testimony kesembuhan penyakit Autis. Bapak dan Ibu Bisa bisa berbagi dengan orang tua yang anaknya terkena Autis.

    mudah-mudahan ada guna dan dan manfaatnya.

  • 68
    riswanto
    May 6th, 2008 08:10

    Salam peduli autis, silahkan mampir ke blog kami di http://www.autisfamily.blogspot.com
    bila berkenan anda bisa bertukar pengalaman dengan kami di harizz00@yahoo.co.id atau 081578054182
    salam peduli autis

  • 69
    Sisil
    May 6th, 2008 15:35

    KLo Menurut gw Autis Memang Bisa di sebabkan oleh makanan Tapi menurut Gw apa Semua Orang Sama Sedangkan Darah Nya Berbeda- beda.

  • 70
    Yudha Wiranata
    May 9th, 2008 21:24

    Anak saya usia 2 th difonis Autis, hal itu terjadi setelah imunisasi MMR di Jkt. awalnya sy cemas. Saat ini anak saya SD umum kls 4. ad kebanggaan sendiri dengan anak saya, yaitu dapat menghafalmengingat dng diluar kemempuan orang. Sedih tapi Bangga. hp. 0811 135060.

  • 71
    haris
    May 10th, 2008 09:40

    saya DRH.Haris Guntur..melalui blog Bapak saya ingin berbagi informasi bahwa saya adalah seorang bio medis terapis anak berkebutuhan khusus : autis hiperaktif infeksi virus (TORCH) Sindroma Down di Yogyakarta . (Namun kami bukan terapi psikologis dan perilaku seperti yang kita ketahui selama ini dengan metode ABA atau Lovas atau lainnya). Mengenai detail profil kami, bisa di lihat di http://www.autismaterapi.blogspot.com.

    Saya memberikan jaminan bahwa untuk anak autis dan berkebutuhan khusus lainnya, selama 1 bulan terapi akan terlihat perubahan yang berarti dan bisa dibandingkan dengan metode lainnya yang pernah ada.
    Untuk pasien luar kota kami sediakan tempat menginap dengan berbagai fasilitas lainnya.

    Selama 1 bulan kami membebaskan biaya terapi (namun tidak free untuk biaya akomodasi bila pasien luar kota menginap dan suplemen) .
    Anda juga bisa melihat sendiri dan bertanya kepada eks pasien kami secara langsung .
    Pertanyaan dan konsultasi bisa menghubungi kami di 0274-7806555.
    Salam.
    Haris Guntur http://www.autismaterapi.blogspot.com

  • 72
    Ahmad
    May 12th, 2008 12:13

    pendekatan pendidikan seperti apa ya. . .yang cocok untuk anak penderita autisme ?

  • 73
    audhe_a
    May 14th, 2008 17:06

    anak autis kadangkala mudah mengalami kepanikan yang berlebihan, apa saja kelemahan dari mereka shingga dapat membuat mereka panik??

    dan bagaimana cara mengatasinya???

  • 74
    robby zulkarnain noer
    May 15th, 2008 09:15

    Ass.Wb.
    perkenalkan nama saya robby zulkarnain noer
    saya bekerja di sdn percobaan 1 malang jawa timur
    alamat saya jl.blitar 2
    no telp 0341 6331875
    profesi saya adalah Guru Pembimbing Khusus Inklusi Kota Malang.
    Bagi siapa saja yang ingin sharing silahkan kontak dengan saya. Saya akan membantu anda, terutama yang berdomisili di Jawa Timur.

    -RZN-

  • 75
    Ahmad
    May 15th, 2008 10:12

    mas robby,bisa g beritahu alamat E-mailx.kalo dr tlp jadi agak sulit.

  • 76
    riswanto
    May 15th, 2008 11:17

    Anak autis ada berbagai tingkatan, namun sebaiknya bila ingin mengetahui sekolah yang tepat untuk anak , sebaiknya anda bisa berkonsultasi dahulu dengan psikolog. Seperti yang pernah kami alami. Anak kami punya inteligen yang baik, daya ingat kuat ..Alhamdulillah berkat terapi serta sekolah yang tepat ternyata ia bisa mengikuti pelajaran dengan baik. Sekolahnya di SD TARUNA IMANI YOGYAKARTA.
    salam peduli autis
    riswanto http://www.autisfamily.blogspot.com 081578054182

  • 77
    riswanto
    May 15th, 2008 11:24

    Prinsipnya, hilangkan dahulu gejala autis (kan tidak harus ke dokter atau obat kimia) …mau sekolah , terapi atau lainnya pasti bisa…
    silahkan baca web kami sebagai referensi http://www.autisfamily.blogspot.com

  • 78
    Ibu Rina
    May 16th, 2008 03:42

    Sudah 1 minggu ini saya search di Internet untuk tambahan refrensi seminar saya tgl 7/6/08, 28/6/08 dan 12/7/08.
    Sejak 10 tahun lalu saya menggunakan metode pendidikan Anak usia Balita yang dapat meyakinkan orangtua siswa untuk tidak membawa pada terapis Autis sebelum Anak HUT ke 4. Saya sebagai praktisi pendidikan Anak Balita sudah 20 tahun.
    Saya akan bahas tentang ADD/ADHD, AUTIS, GT dan Tumbuh kembang Anak Balita pada seminar dan workshop ;
    “Homeschooling for Balita” 7/6/08
    Graha Pena Lt. III – Surabaya
    “Bedah Tuntas Karakter Balita” 28/6/08
    Graha Pena Lt. III – Surabaya
    “Persamaan ADD/ADHD, Autis, GT dan Anak Normal” 12/7/08
    (Pada Anak usia Balita)
    Graha Pena Lt. III – Surabaya
    Daftar/tiket dapat diperoleh di seluruh GRAMEDIA Surabaya
    Anda bisa datang :-)

  • 79
    autisme « henk’s Weblog
    June 8th, 2008 10:50

    […] Penyebab Autisme ? […]

  • 80
    yogi erickson
    June 13th, 2008 09:55

    Jadi sebenarnya Autis itu baik atau buruk sih,, kalau di lihat dari pendapat bapak jika ternyata banyak para penderita autis justru cendrung bisa sukses, karena memiliki kelebihan-kelebihan tersendiri,,nah gimana dah tuh,,saya jagi binun???

  • 81
    sufehmi
    June 13th, 2008 22:31

    @yogi – sebetulnya apakah anak kita normal / berbeda / autis itu tidak terlalu relevan.
    .
    Kuncinya ada di kita, orang tua.
    .
    Kalau kita bisa mengarahkan anak kita agar tereksploitasi kelebihannya, dan bisa tertutupi kelemahannya, maka anak yang autis pun bisa sukses besar di kehidupannya kelak.
    .
    Di lain pihak, kita juga sudah terlalu sering melihat anak yang normal / super, namun di kehidupannya kemudian ternyata termasuk gagal.
    Karena kurang pengarahan dan bimbingan dari orang tuanya.
    .
    Kira-kiranya demikian, trims.

  • 82
    Vaksinasi dan Autisme « pencerahan
    July 3rd, 2008 12:53

    […] termangu membaca tulisan pak Harry tentang autisme. Teringat kegelisahan seorang ibu yang menanyakan pada saya, hubungan antara imunisasi dan […]

  • 83
    Ibu Rina
    July 3rd, 2008 14:51

    Saya membuka konsultasi solusi gratis tentang masalah Anak balita, silahkan Email ke terapi.karakter@Gmail.com. Sudah 2 tahun terakhir ini saya prihatin dengan metode “terapi medis dan terapi intervensi” pada balita yang didiagnosa gejala Autis, karena sudah banyak korban. “Mohon tunda dulu diagnosa Autis sampai Anak HUT ke-5″. Maaf, bukan ingin melawan arus tapi harap sadari efek negatif yang ditimbulkan dan saya bisa tunjukkan terapi sederhana yang bahkan cukup orangtua anak yang melakukan….juga GRATIS..!! tks

  • 84
    Bunda Ahmad
    July 10th, 2008 23:44

    Baru tadi sekitar ba’da isya’ di ruang praktek dokter anak langganan saya, sang dokter mengatakan ada ciri-2 autis pada anak saya (umur 2th blm bs bicara, suka pada roda,kipas angin dan air mengalir, dan tidak bisa diam). Rasanya atap ruang praktek pak dokter itu langsung rubuh menimpa kepala saya. Apa yang selama ini hanya saya baca di internet dan koran, ternyata sekarang menimpa anak saya. Pak dokter pun menyarankan saya agar anak saya menjalani TERAPI BALUR. Apakah teman-2 di forum ini ada yang pernah menjalani terapi itu?dan bagaimana efektifitasnya anak anda? trims

  • 85
    riswanto
    July 16th, 2008 14:40

    untuk ibu bunda ahmad, saya mengerti perasaan ibu, dan tentunya pernah kami rasakan dulu waktu anak kami juga memupunyai ciri autis dan hiperaktifnya. Kalau mengenai terapi Balur, saya kurang banyak tahu…namun mudah-mudahan ibu mendapatkan solusi terbaik untuk anak ibu ..seperti yang pernah terjadi pada anak kami, bisa dilihat di http://www.autisfamily.blogspot.com
    salam peduli autis

  • 86
    dewi
    July 23rd, 2008 20:39

    hallo, salam kenal….
    ada pertanyaan nih buat para ortu yg mempunyai anak2 yang menderita autisme,, tolong dijawab ya…! thanks be4.
    bagaimana sih perilaku penderita autis ini dengan lingkungan sosialnya?
    apakah si penderita autis ini dapat bersosialisasi dengan orang2 yang normal secara baik?
    dan apakah mereka diterima di lingkungannya?
    pernah ga menerima perlakuan tidak baik dari lingkungan sosialnya?
    terimakasih yaaa sebelumnya….

  • 87
    dewi
    July 23rd, 2008 21:00

    maaaaf,,ada yang tertinggal…
    para ortu yang udah pernah mengobati anak-anaknya dengan terapi atau di rehabilitasi di instansi yang terkait, merasa ga kalo anak-anak anda menjadi ketergantungan untuk selalu di rehab? apakah penyakit ini bisa sembuh total dan tidak harus bolak-balik di rehab atau terapi….?
    trims….

  • 88
    Esti Purwitasari
    August 2nd, 2008 16:12

    Cinta Ananda memberikan terapi pada anak-anak autis. Terapi menggunakan program individual, yakni satu terapis untuk satu anak.
    Itu antara lain;
    * Terapi Wicara, untuk anak terlambat bicara dalam usia 2 tahun ke atas
    * Terapi Perilaku, untuk anak autisme, ADHD, dan sejenisnya.
    * Terapi Akademik (membaca, menulis, menghitung) untuk anak yang lamban belajar.

    Cinta Ananda juga menyediakan Play Group khusus untuk anak-anak yang tidak bisa diterima di sekolah-sekolah umum karena gangguan;
    * Autisme
    * ADHD (hiperaktif)
    * Down Syndrome
    * Lamban belajar karena IQ di bawah rata-rata.

    Cinta Ananda
    Jl Raya Sukomanunggal Jaya blok BB – 26 Surabaya
    kawasan SCTV, depan Supermarket Sinar

    informasi lebih lanjut, hubungi Esti Diah Purwitasari S.Psi di 0317315136 atau 081332545355

  • 89
    Much Tohar
    September 12th, 2008 12:36

    Tidak ada orang tua yang berharap anaknya kena autis. Tetapi kena autis bukan berarti harga mati tidak bisa sembuh. Banyak cerita bahwa penderita autisme bisa sembuh total, tetapi memang memerlukan banyak pengorbanan yang tidak sedikit, ya biaya ya kesabaran.

    Secara medis memang sulit untuk sembuh, tetapi masih ada cara lain yaitu mengembalikan semua urusan kepada yang membuat urusan itu sendiri, yaitu Allah. Hanya kepada Allah lah tempat kita bergantung, Dialah yang menciptkan dan Dialah juga yang akan mensolusikan. Caranya, ya minta ampun pada Allah dengan sungguh barangkali autis itu timbul sebagai akibat dari refleksi atas perilaku yang kurang pas baik dari kedua orang tuanya. Mungkin Allah sengaja mengingatkan kita agar saling “take care” dengan tulus kepada pasangan kita, kepada orang lain. Mungkin karena kita kurang take care itu akhirnya Allah mengingatkan kepada kita dengan anak yang autis ini. Karena dengan autis ini maka orang tua secara otomatis akan lebih perduli kepada sang anak itu sendiri. Hilangkan semua rasa benci, dengki, tidak butuh kepada pasangan maupun orang lain. Ini hanya sedikit masukan saja. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang pas atau menyinggung siapapun. Kita sama-sama tidak tahu dan hanya Allah lah yang tahu semua rahasia itu. Kalau tidak kepada Allah kita meminta, lalu kepada siapa lagi?

  • 90
    Novi
    September 17th, 2008 14:54

    Saya punya keponakan autis Sekarang usianya 10 thn, kelas 5 SD sekolah biasa. Dia sangat pandai di bidang akademis, matematika, bahasa, dan juga mampu mengoperasikan komputer, dia paling suka acara discovery di salah satu stasiun Televisi. Namun dia kurang bisa bergaul, bahkan kadang-kadang cenderung melakukan hal-hal yang tidak wajar, seperti melempari rumah orang dengan batu, melempari orang yang sedang naik kendaraan, saat jd anggota upacara dia melempari teman-temannya, tapi anehnya saat dia ditunjuk jadi komandan upacara, dia bisa melakukan dengan sempurna tanpa kesalahan apapun.
    Saat ini, hobby yang sedang digemarinya adalah mengejar-ngejar ayam. kadang-kadang pulang sekolah, dia tidak langsung pulang tapi pergi tanpa pamit ke kampung lain untuk mengejar ayam orang, pernah suatu kali dia mengejar ayam beranak, dia dikejar balik sama ayamnya, alhasil dia pulang menangis meraung-raung. Tapi tidak jera dgn kejadian itu, hobbynya dilakukan lagi sesaat kemudian. setahun lagi dia SMP, kami cukup kewalahan dengan hal ini. kami tak mungkin menjaganya dengan intens. Kami ingin menyekolahkannya ke sekolah khusus tapi yang berat adalah biaya yang tidak sedikit, sementara kami tinggal di pelosok desa yang notabene jauh dari kota. Kami khawatir dengan masa depannya, dia makin tambah besar, tapi sifatnya masih seperti anak kecil. Apabila ada rekan-rekan yang berkenan memberikan saran, solusi bagaimana kami harus bertindak… kami menunggu…

  • 91
    Nia
    November 10th, 2008 09:58

    numpang nanya..
    universitas khusus buat menjadi terapis autis di mana y??

  • 92
    " faras"
    November 13th, 2008 13:41

    gimanasih autis itu ,faras ada tugas makalah tentang autsme ,tolong kasi informasi yang lengkap!!!!1N

  • 93
    bita
    November 17th, 2008 10:03

    Berdasarkan pengalaman mengasuh anak dengan Autistic Spectrum Disorder (ASD) sehingga bisa dapat lemayan banyak informasi dari buku,internet,ortu dari penyandang ASD/AS,menurut gue sih penyebab autisme yaa pure genetik.Tapi tetep ada faktor pemicunya,seperti vaksin dan makanan yang sudah tercemar limbah(sea food).Sangat silly jika dibilang pemicu autis adalah masuk sekolah terlalu dini lah,televisi lah.Autis sendiri banyak sekali macamnya.Ada autis klasik (Autistic Disorder),autis spectrum disorder (yang didalamnya ada kategori lagi pervasive development disorder,ada yang pervasive development disorder-non otherwised specified,asperger syndrome).Butuh pengamatan yang panjaaang untuk kemudian seorang ahli bisa mendiagnosa seorang anak masuk ke kategori mana.Ada juga anak yang terlambat bicara,tapi tidak masuk ke spektrum autis,karena dia bisa menjalin interaksi yang hangat dengan orang lain.Jadi jaman sekarang,orang tua harus rajin mencari informasi,supaya anaknya mendapat treatment dan diagnosa yang tepat,sehingga enggak ‘dikibulin’ sama orang2 yang mengaku ahli…Autis bisa disembuhkan???Yang saya tau tidak bisa sembuh,karena autis BUKAN PENYAKIT,tapi neorudevelopmental disorder.Jadi bisa dilatih untuk mengurangi kekurangan2 dari perilakunya dan memaksimalkan kelebihan/potensi2nya.Tapi perilaku2 yang memang disebabkan dari disordernya AKAN DAPAT TETAP MUNCUL SEWAKTU-WAKTU sampai ia dewasa…

    Correct me if im wrong…

  • 94
    Bu Rina
    November 17th, 2008 20:05

    Makasih Mas Fehmi, Anda sering mengunjungi saya tapi baru skrg saya mampir lagi, ini karena Anda mengirim ulasan tentang Autis dari BITA. Salut… buat Bita, terima kasih menjadi salah satu orang yang sepikir dan sependapat dengan saya. 2 tahun terakhir ini saya sangat serius memerangi tentang terapi untuk BALITA AUTIS agar bisa sembuh, saya selalu ingatkan efek samping dari terapi Autis terhadap Balita, karena penderita Autis TIDAK AKAN SEMBUH INI BUKAN PENYAKIT TAPI BAWAAN PERMANEN SEJAK LAHIR, jadi seumur hidupnya akan tetap demikian. TUNDA DULU MENDIAGNOSA AUTIS SAMPAI ANAK MELEWATI USIA 5 TAHUN, sehingga anak yang ternyata sehat TIDAK mengalami masalah perkembangan permanen. 081332927907.

  • 95
    yanti
    November 17th, 2008 22:44

    Mas Femi… boleh ikutan bicara nih… untuk ibu Rina… (makasih ya mas…)

    Pada prinsipnya… karena Autis sangat luaaas ruang lingkupnya.. maka penanganannya pun jadi saaaannngggaaat bervariasi dengan baanyaaaak variabel sebagai parameternya…

    Prinsip pengobatan pun jadi sekali lagi.. sangaaattt bervariasi.

    Apa yang dapat diterapkan pada satu anak.. belum tentu akan dapat mencapai skala kesembuhan yang sama jika diterapkan pada seorang anak yang secara “garis besar” sangat identik dengan anak yang pertama.

    Jika pada seseorang anak metode terapi dapat “berhasil” dengan metode ABBA.. dan dalam usia dini.. belum tentu akan berhasil pada anak yang lain…

    Memang setiap langkah penyembuhan ada 2 hal ekstreem yang dicapai (berhasil atau gagal) dengan ribuan bahkan jutaan hasil kesembuhan yang “bergradasi”…

    Saya hanya bisa bilannggg… please.. jangan pernah “merasa” paling benar untuk soal ini… biarkan semuanya berjalan seperti aliran air dari mata air ke laut… asal kan… dalam berjalan tersebut… usaha penyembuhan tidak pernah berhenti.. dan doa selalu dilantunkan…

    Please… kita harus selalu terbuka terhadap segala macam metode,… karena kita tidak pernah tahu (sesungguhnya) mana jalan / metode penyembuhan yang tepat… dengan selalu waspada akan setiap reaksi dari sang anak jika reaksi positif.. coba untuk tetap bertahan dengan 1 metode ini untuk jangka waktu tertentu ( 2 tahun misalnya untuk metode ABBA). Sedangkan jika reaksinya negatif..(setelah pengamatan paling tidak 6 bulan) segera hentikan dan cari metode lain.

    Keep moving… be struggle.. no matter what.. we should walk and walk…

  • 96
    Bu Rina
    November 18th, 2008 16:27

    Mas Fehmi menyediakan media ini untuk keterbukaan urun rembuk, tidak dipaksa untuk percaya dan tidak dilarang untuk tidak mempercayainya, karena setiap resiko bukan tanggung-jawab si penulis tapi ditanggung oleh Pembaca yang mempercayainya. Jadi saya harap jadilah klien/pasien
    yang kritis sebelum menerima diagnosa dan tawaran treatment. Tks Mas Fehmi – GBU

  • 97
    indrawati
    December 15th, 2008 19:24

    saya pengen gabung dong!

  • 98
    Fitri
    December 17th, 2008 16:27

    artikel anda bagus. beberapa bacaan di blog anda menginspirasi saya untuk menulis, terutama tulisan ttg autis. trims

    http://duniapsikologi.dagdigdug.com/

  • 99
    sufehmi
    December 18th, 2008 12:53

    @Fitri – terimakasih mbak Fitri, terutama karena telah turut sharing knowlegde Anda melalui blog Anda sendiri.
    .
    InsyaAllah bisa banyak bermanfaat untuk saudara-saudari kita.
    .
    Keep on sharing.
    Thanks.

  • 100
    Talitakum
    December 21st, 2008 16:09

    Memang ketika kita mengalami sendiri ada anggota keluarga kita yang di vonis autis, seakan dunia runtuh. Tapi sebenarnya ada hal yang lebih baik yang bisa kita lakukan yaitu melakukan terapi baik di lingkunag keluarga maupun di klinik anak dengan kebutuhan khusus seperti TALITAKUM

    http://www.globaltalitakum.com

  • 101
    nenden
    December 27th, 2008 21:25

    Saya punya anak sekolah di SD normal,baru beberapa bulan sudah mengenal huruf dan menulis tapi tidak bisa membaca dan setiap mau nulis harus disuruh.klo ada ulangan belum bisa mengerjakan soal.
    apakah kedepannya bisa mengikuti pelajaran?
    Cara belajar mengajar anak autis bagaimana?
    nohon penjelasannya…….

    terima kasih

    nenden
    di bandung

  • 102
    shinta
    December 29th, 2008 16:02

    selamat sore…
    saya mempunyai ponakan yang terkena autis umurnya sekarang 9 thn,masalahnya setau saya dia tidak hanya autis tp ada juga yang lain kata papanya dia memiliki cp kalo ngga salah penyempitan pada saraf otaknya,maaf dikarenakan saya amat sangat tidak mengerti cp dan autis,saya mohon info pada pada rekan rekan…
    saat ini ponakan saya sudah masuk sekolah autis,ponakan sayapun pernah merasakan terapi lumba2 yang d ancol tetapi hasilnya tidak seperti yang d harapkan.bagi rekan2 yang mengerti dan memiliki info,saya amat sangat berterimakasih karena info tsb,paling tidak saya mengerti bagaimana cara mengurusnya dan apa yag harus saya lakuin bila bersa ponakan saya,terima kasih

  • 103
    aisyah
    January 3rd, 2009 17:47

    it helped me…

    thanks a lot…

    ^^

  • 104
    riswanto
    January 7th, 2009 20:08

    Silahkan kunjungi blog kami ..www.autisfamily.blogspot.com

    pengalaman kami membesarkan anak mantan autis hingga kini..bahkan ia sudah bisa bikin boneka rudy tabootie

    salam
    riswanto
    081227534788

  • 105
    Ryan & Kenny
    February 26th, 2009 10:47

    AUTISME & TRANSFER FACTOR
    [sumber:Transfer Factor book’s by Rita Elkins M.H.]

    Autisme mungkin di sebapkan oleh virus terutama virus Rubela yang menyebapkan sejenis demam/campak.

    Banyak penyelidik percaya bahwa pertentangan antara sistem imun yang muda dan belum matang dengan virus tersebut menyebapkan perkembangan Autisme. Disamping itu, beberapa kajian mengatakan bahwa autisme sebenarnya mungkin adalah reaksi tak normal terhadap vaksin virus hidup bagi anak-anak yang rentan yang mempunyai sistem imun yang belum matang.

    Perawatan Autisme dengan Transfer Factor

    20 orang anak-anak autistik yang dirawat dengan Transfer Factor tambahan, 21 anak menunjukan kemajuan tingkah laku dengan baik. 10 orang dari anak-anak tersebut bertambah baik dari segi emosi dan mental, cukup untuk membolehkan mereka memasuki sekolah aliran utama.

    Mengapa Anak-Anak Membutuhkan Transfer Factor?

    – Anak-anak memiliki sistem imun yang masih lemah dan mudah terserang infeksi yang di dapat dari kehidupan sehari-hari dan juga dari sekolah.

    – Anak-anak banyak sekali mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar gula yang tinggi,dan memiliki asupan yang rendah terhadap nutrisi yang penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

    – Anak-anak mendapatkan infeksi dari lingkungan rumah dan sekolah.

    – Infeksi telinga yang meningkat membuat penggunaan antibiotic dosis tinggi meningkat pada anak-anak.

    – Penggunaan antibiotic yang berlebihan pada anak-anak menyebabkan sistem imun tidak bekerja optimal,dan membuat tingkat resistensi bakteri terhadap antibiotic meningkat.

    – Transfer Factor adalah alami, aman , tidak menimbulkan efek samping, dan mudah dikonsumsi oleh anak-anak.

    – Anak-anak mendapatkan manfaat yang luar biasa dari Transfer Factor di dalam kehidupan mereka.

    – Transfer Factor menghemat jutaan rupiah dalam biaya pengobatan Transfer Factor membantu mencegah infeksi berulang seperti flu,amandel dan infeksi telinga.

    – Transfer Factor mencegah penggunaan antibiotik yang berlebihan dan tidak perlu dengan cara meningkatkan kekebalan dan sistem pertahanan tubuh anak-anak.

    – Transfer Factor terbukti aman diberikan untuk anak-anak mulai berumur 1 hari.

    – Transfer Factor dapat meningkatkan IQ pada anak-anak .

    – Transfer Factor sudah dibuktikan secara sains selama lebih 50 tahun,dan menghasilkan lebih dari 3500 laporan uji klinis oleh para ilmuwan lebih dari 60 negara.

    – Transfer Factor sangat dibutuhkan oleh anak-anak mengingat begitu tingginya tingkat stress yang didapatkan anak disekolah,sehingga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh,yang berakibat mudahnya anak-anak terkena penyakit.

    Sumber : http://4lifetransferfactorindonesia.wordpress.com/category/perawatan-anak-autis-dengan-transfer-factor/

    Semoga informasi ini bermanfaat.

    ryan & kenny
    0818.07183888
    021.94675666

  • 106
    Diet Organik
    March 5th, 2009 09:05

    Ini info yang bagus…. minta ijin utk ngopi ya… :)

  • 107
    Mmuchlisdj
    April 15th, 2009 22:26

    Keponakan saya juga terkena autis kebetulan dia tinggal di komplek pupuk bontang dan kata kakak di komplek pupuk bontang dan LNG badak banyak anak anak yang terkena autis apa mungkin polusi pabrik juga memicu autisme ya?

  • 108
    Peduli Autisme
    April 27th, 2009 14:16

    Beberapa artikel mengenai autisme yg telah dikumpulkan dari berbagai sumber telah tersedia di : http://www.autis.info

    Thanks,
    Salam Peduli Autisme

  • 109
    bebek goreng
    May 7th, 2009 10:38

    mantap infonya. Bebek goreng bukan penyebab autis loh.thanks

  • 110
    rudi
    May 10th, 2009 16:13

    Anak saya Autism, Hiper, Hampir tidak ada interaksi sosial, Dipanggil pun jarang respons, bahkan yang jadi saya sedih, suka dengan bau tinja

  • 111
    andru kurniawan
    May 21st, 2009 15:48

    anak saya juga penderita autis sejak usia 1,5 thn sudah berobat dan terapi kemana2 tapi belum jg ada hasilnya, karena keterbatasan biaya terapi saya stop dulu. sekarang anak saya berusia 4 thn, saya bingung harus berobat kemana lagi kami sekeluarga udah habis2an utk biaya terapi dll. Saya mohon infonya apabila ada tempat terapi dgn biaya murah.

  • 112
    kesehatan anak
    June 2nd, 2009 19:19

    Mudah-mudahan akan ada seminar autis yang komprehensif ya

  • 113
    Dugaan Penyebab Autisme « DIET MAKANAN ORGANIK MELILEA
    June 15th, 2009 07:02

    […] Sumber: http://harry.sufehmi.com/archives/2006-10-17-1302/ […]

  • 114
    asrin
    June 20th, 2009 16:02

    Mas Fehmi, anak saya cowok sekarang berumur 1.8 tahun. sekitar 1 tahun dia sudah bisa panggil ayah. tapi sekarang ini sama sekali gak pernah manggil ayah. kalau lagi main dia sibuk dengan mainannya. kalau diajak ngobrol dia sama sekali tidak mau

    terus teran mas saya pusing dan kadang” saya nangis( sedih banget mas) ngeliat anak orang seumur dengan dia ngomongnya dah lancar.

    mas, mohon masukan dari mas dan teman. agar anak saya ngobrolnya lancar.

  • 115
    sufehmi
    June 20th, 2009 21:49

    @asrin – halo mas, tidak usah sedih. Di balik kesusahan itu ada kemudahan dan kesuksesan.
    .
    Contoh nyatanya adalah Albert Einstein. Ya, Einstein juga sangat terlambat bicara, sampai sekitar umur 9 tahun : http://www.neatorama.com/2007/03/26/10-strange-facts-about-einstein/
    .
    Jadi kuncinya adalah jangan terjebak pada dan di dalam kesulitan tersebut.
    Coba lihat keluar dan sekitar kita, siapa tahu ternyata kesulitan tersebut sebenarnya adalah peluang :)
    .
    Apalagi anak Anda jelas kemampuan fokusnya cukup bagus. Ini adalah salah satu sifat orang yang jenius. Mudah-mudahan demikian halnya.
    .
    Fokus kepada kekuatan & kelebihan anak Anda. Tidak usah terlalu pusing dengan kelemahan / kekurangan yang ada :)
    .
    OK, semoga sukses mas !

  • 116
    Hendro
    June 23rd, 2009 17:41

    Ingin pengobatan autis lebih lengkap cobalah dengan terapi oksigen.

  • 117
    yovie
    July 11th, 2009 19:03

    dampak postif dari autisme bagi anak-anak berusia 7tahun bagaimana

  • 118
    download mp3 lagu indonesia
    July 16th, 2009 12:26

    saya pernah melihat anak penderita autis. sulit untu diajak berkomunikasi. pikiranya selalu kemana mana.

    kayaknya kasihan juga ya . melihat anak penderita autis

  • 119
    krishto
    July 23rd, 2009 17:11

    setuju sama pak sufehmi…
    arahan orang tua yg paling menentukan buat anak2 spesial ini.
    coba lihat film korea yg diambil dari kisah nyata seorang yg spesial di sana. judulnya “marathon”. mudah2an menginspirasi kita semua. dalam menghadapi autisme.
    bisa dilihat di youtube kok.

  • 120
    andri
    August 20th, 2009 07:25

    anak dari Sepupu saya kebetulan mengidap Autis. selain melakukan terapi Alternatif, dia juga selalu mengikuti perkembangan anaknya melalui Camera CCTV & dapat juga dipantau melalui Internet di kantornya(Info Specialist CCTV-> Bp.Jaya: 021-46498282). sehingga tidak ada 1 moment pun yang terlewatkan. apalagi anaknya juga kebetulan diasuh oleh Baby Sister ( yang notabene tidak dapat dipercaya 100%). Alhamdulillah perkembangan & solusi perbaikannya semakin baik sampai saat ini. karena dapat menganalisaTingkah laku ataupun perkembangannya melalui hasil Rekaman kejadian yang lalu.

  • 121
    susan
    August 28th, 2009 08:12

    Apa penulis mau sedikit perhatian dengan apa yg telah ditulisnya dalam website ini dan melakukan koreksi pada tulisannya: Autisme BUKAN penyakit ?

  • 122
    yanti
    September 1st, 2009 08:59

    Berlanggan majalah anak spesial.. akan sangat membantu, banyak informasi yang berkaitan dengan tempat terapi, cara mendidik, hingga berbagi dengan para ahli maupun pemerhati dan orang tua senasib disajikan disana.

    Dapat menghubungi : bp Dedi : 081219187855 atau 08190811179

  • 123
    sufehmi
    September 3rd, 2009 07:56

    @susan – terimakasih untuk masukannya. Tulisan ini sekarang sudah direvisi. Trims.

  • 124
    Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang
    September 11th, 2009 05:12

    makasih atas info autisnya. sangat membantu buat nambah referensi

  • 125
    Yogasmara
    October 24th, 2009 14:46

    mohon kiranya kami dapat menyadur tulisan di atas, tentu saja dengan mencantumkan sumbernya.
    tulisan di atas hendak kami gunakan untuk mengisi web baru kami yang baru berumur satu hari.
    terkait dengan keterbatasan, kami belum begitu banyak mengumpulkan tulisan tentang autisme.
    mohon jawaban dan ijinnya.
    terimakasih
    yogasmara

  • 126
    maya
    November 9th, 2009 13:41

    izin nge-tag pak…utk dijadikan referensi bacaaan ibu2 muda..kawan2 saya…thaks

  • 127
    Boat Props
    December 4th, 2009 15:39

    Ahhhhh, Google translate isn’t working.

  • 128
    Beauty Secret
    December 10th, 2009 09:13

    hmm informasi yang bagus nieh :) buat nambah referensi

  • 129
    Beauty Secret
    December 10th, 2009 09:14

    makasih informasi nya om harry

  • 130
    gina asman
    December 27th, 2009 20:44

    @mbak yanti…… kata2 anda bijaaaaaak sekali.. (kl saya boleh berpendapat ‘benaaaaar sekali’)… coba semua ortu dari anak2 autis ini bisa berpandangan seperti mbak… bahagianya anak2 ini (walaupun ktnya mereka nggak ngerti apa2 tp saya yakin sekali mereka bs merasakan bahagia atau tidak)… menangani anak2 ini sebisa mungkin disesuaikan dg kondisi msg2 anak. siapa yg tau kondisi anak? kalo kita jeli, ibu-lah setidaknya yg paling bisa mengenal kondisi anaknya (tanpa mendiskreditkan ibu2 yg blm paham kondisi anaknya ya….).. salam kenal ya mbak…
    @mas harry….. terima kasih ajang sharingnya…. berguna sekali…. salam kenal jg ya mas…. (pdhl saya telaaaaat sekali bacanya…)

  • 131
    sufehmi
    January 7th, 2010 10:27

    @Gina – no problem mbak, memang tujuan ditulisnya adalah agar bisa terus bermanfaat untuk banyak orang selama website ini masih ada. Terimakasih.

  • 132
    James Riady
    February 26th, 2010 09:01

    Sekarang roti menjadi hot issue di Amerika ketika org Amerika-pun sekarang ini menjerit: Too Much Bread Improver, Too much Bread softener, Too Much Preservative.

    Pengujian roti di Malaysia menunjukkan bahwa 92% dari roti yang ber-edar (termasuk roti ternama atau roti yang dihidangkan di restoran siap saji) mengandung pengawet hingga 5 kali dari yang dibenarkan oleh undang-undang.
    Diperkira-kan hal yang sama juga terjadi pada industri makanan di Indonesia-pun.

    Di Indonesia makanan basah seperti mie basah, bakso basah, tahu basah, roti, dll, mengandung terlalu banyak pengawet. Dan karena mau murah mereka memakai pengawet yang bukan food grade. Padahal kebanyakan pengawet dihubungkan dengan penyakit ADD hiperaktive. Dan Bread Improver yang terlalu banyak untuk supaya roti dapat mengembang besar sekali bisa menimbulkan kanker (Source Wikipedia: Bread Improver)

    Kemarin ini di sekolah untuk anak kurang mampu, aku lihat anak cewek umur 5 tahun cakep, tapi kalau diperhatikan lagi anak kecil ini terkena penyakit ADD hiperactive(Jadi kerja-nya goyang melulu). Kasihan sekali, ya !!

    Sekarang juga sudah ada pengganti roti yang lebih sehat, yaitu roti beras kering (rice cake).
    Kalau yang buatan Australi nama-nya Sun Rice, kalau yang buatan lokal nama-nya N_asiKriuk Debbie (Tersedia di All Fresh atau Mini market Nano Pluit atau Supermarket Rezeki). Harga-nya juga tidak mahal.
    Rice cake /roti beras kering ini:
    Karena kering, tidak perlu pengawet.
    Karena terbuat dari beras, tidak perlu pengembang yang bisa menyebabkan kanker.
    Karena terbuat dari beras, bukan gandum, rendah kalori-nya, bisa tetap langsing.

    Karena banyak-nya obesitas (kegemukan), org Amerika sekarang juga berpindah dari gandum ke beras (cereal mereka yg pakai beras seperti cocoa puff atau rice krispy).

    Trm kasih.

  • 133
    James Riady
    February 26th, 2010 09:02

    Makan Roti Koq Tambah O ‘On

    Sekilas info untuk teman-teman, saya ingin berbagi informasi mengenai beberapa hal yang mungkin berguna bagi kita semua.

    Kemarin ini saya tertawa terkekeh-kekeh karena ada orang berkata: Anak saya, saya makanin roti tiap hari, koq nggak tambah pintar, tapi tambah O’On (Bloon).

    Inilah perkataan Sue Dengate mengenai pemakaian pengawet roti supaya roti bisa awet lebih dari 2 hari yg saya quote dari artikel “Bread for success”:

    Author and food intolerance counsellor Sue Dengate has researched calcium propionate, commonly known as preservative 282 in bread.
    “I think parents should know that there is a preservative in what we regard as a healthy food that is eaten several times a day by most children that can affect behaviours and learning disabilities,” Ms Dengate said.
    Preservative 282 is a mould inhibitor that is added to bread.
    “Most people think that additives are tested before approval,” Ms Dengate said. “Well I’ve got news for you, they are not tested for effects in children’s learning and behaviour.”
    The latest research suggests preservative 282 may cause permanent changes to the brain in rats, along with long-lasting defects in learning abilities.
    “All we can say is if it’s causing permanent damage in brains of rats what’s it doing to the brains of our children?” Ms Dengate said.

    Hasil dari penelitian di Malaysia terdapat sekitar 92% roti yang beredar (termasuk roti merek terkenal) menggunakan pengawet lebih banyak sampai 5x dari jumlah yang diijinkan oleh undang-undang. Bagaimana dengan roti yang ada di Indonesia? Informasi yang saya peroleh juga sangat memprihatinkan. (mungkin teman-teman ada yang bisa sharing).

    Sebagai ganti roti, ada produk yaitu rice cake (roti beras panggang) seperti “N_asiKriuk Debbie, atau Sun Rice dari Australia untuk menyelingi makan roti. Rice cake ini kering dan tak ber-pengawet, sehingga kadar pengawet dalam tubuh & otak tidak terlalu menumpuk.

    Kelebihan dari roti beras panggang sebagai pengganti roti yang lebih sehat antara lain:
    – Karena kering, tidak perlu pengawet.
    – Karena dari beras, rendah kalori-nya.
    – Proses pembuatannya tidak menggunakan pengembang (bread improver) dan pemutih.
    Dengan banyak-nya masalah obesitas, Amerika pun sekarang ber-alih ke produk2 yang terbuat dari beras dan ber-bentuk kering, spt rice crispy atau rice cereal.

    Terima kasih.

    Roti Beras Panggang N_asiKriuk Debbie atau Sun Rice bisa anda dapatkan di supermarket Rezeki, Nano-Pluit dan All Fresh.

  • 134
    Michael Lee
    February 26th, 2010 09:03

    Saya rasa rice cake (roti beras panggang) seperti Sun Rice atau N_asiKriuk Debbie bisa dijadikan selingan pengganti roti yg baik karena rice cake tidak ber-pengawet. Sayang banyak orang Indonesia belum tahu. Padahal di luar negeri seperti di Australia, Eropa dan Amerika, rice cake sudah populer.

    Terima kasih.

  • 135
    hotels for honeymoon
    April 18th, 2010 11:21

    Cuman numpang baca aja mas. Makasih infonya

  • 136
    adita rahman
    June 22nd, 2010 11:15

    Anak kebutuhan khusus (special needs children) seperti Autis, ADD, ADHD , Hiperaktif adalah anak-anak yang dilahirkan secara istimewa dan berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Anak-anak ini diamanahkan pada orang tua-orang tua yang juga istimewa. Karena berbeda dengan anak kebanyakan, maka penanganan anak kebutuhan khusus memerlukan cara yang khusus pula. Berikut ada salah satu solusi menangani anak autis dengan SEFT (tehnik yang menggabungkan psychology dengan spiritualitas).. lebih lengkap di http://www.seft.co.id/abk.php

  • 137
    saglık bilgileri
    June 24th, 2010 16:48

    thanks but because ı dont knowww

  • 138
    etin agustini
    July 9th, 2010 08:58

    saya mempunyai anak usia 2 th kesulitanbicara, saya sudah mendapat rujukan dari dokter,tetapi saya tidak mendapat berita lagi,saya sudah menuggu tapi tidak ada kepastian,daftar tunggu nya terlalu lama,lalu saya harus kemana,anak saya mempunyai autis dan epilepsi,saya harus kemana dan bagaimana penagulangannya,saya berdomisili di bandung,terima kasih atas perhatiannya.

  • 139
    Widya
    July 20th, 2010 12:56

    Saya ibu dari anak autis yg kini berusia 7 tahun,dia diagnosa autis sejak umur 18 bulan,untuk awalnya saya sempat shock…tapi saya ga boleh terus menerus menyesali diri bahwa mempunyai anak autis.kemuadian saya mencari sekolah terapi untuk anak autis,hingga 2 kali saya pindah sekolah terapi anak saya,dan juga saya sempat ke dokter spesialis autis,tp tdk sampai tuntas namun ada perkembangan yg cukup signifikan,dan sekarang memulai lagi ke dokter spesialis autis dan ada perkembangan yg semakin membaik selain itu juga diet terigu,gula,coklat,susu serta beberapa buah.tantrumnya bisa dikendalikan,dia suka lukisan Ka’bah dan suara orang mengaji.intinya yg pertama kita lakukan adalah sebagai orangtua ikhlas menerima bahwa itu adalah takdir Tuhan,jika kita sudah ikhlas maka kita akan mengupayakan yg terbaik demi anak yg meupakan amanah dari Sang Maha Kuasa….Wassalam..

  • 140
    widayanti
    August 26th, 2010 10:34

    mohon maaf, apa saya bisa minta alamat sekolah khusus untuk penderita autis ringan di surabaya,
    terima kasih

  • 141
    omyosa
    October 27th, 2010 16:32

    Autis
    Written by Admin Tuesday, 11 May 2010 23:40

    Autis|Autism|Autisme|Autisma merupakan gangguan perkembangan neurobiologis yang berat, yang timbul dalam 3 tahun pertama kehidupan anak.
    Penyebab Autis adalah gangguan neurobiologist yang sangat kompleks. Ini dapat disebabkan oleh interaksi faktor genetik dan lingkungan seperti pengaruh negatif selama masa perkembangan otak . Beberapa faktor yang menyebabkan pengaruh negatif tersebut antara lain :
    – penyakit infeksi yang disebabkan virus, kuman & jamur yang mengenai susunan saraf pusat,
    – trauma,
    – keracunan logam berat dan zat kimia lain baik selama masa dalam kandungan maupun setelah dilahirkan,
    – gangguan imunologis ( autoimun )
    – gangguan absorbsi protein tertentu akibat kelainan di usus.

    Gejala Autis bisa dideteksi mulai dari bayi hingga tahun kelima pertumbuhan anak, seperti dikutip dari Disabledworld, Selasa (16/2/2010) :
    – Baru Lahir
    Sejak bayi, anak

    autis biasanya tidak bisa merasakan atau merespons kehadiran orangtuanya. Ia tidak akan tertarik untuk melakukan kontak mata dan cenderung tertarik dengan objek yang bergerak. Bayi autis juga lebih banyak diam dan tidak menangis selama berjam-jam.
    – Tahun Pertama
    Ada sejumlah kemampuan utama yang umumnya dicapai anak anak dalam usia setahun antara lain berdiri dengan bantuan orangtua, merangkak, mengucapkan sebuah kata sederhana, menggerakkan tangan, tepuk tangan atau gerak sederhana lainnya. Jika anak tidak dapat melakukan kemampuan ini, tidak berarti itu gejala autisme. Ia dapat saja mencapai kemampuan itu nanti. Namun tak ada salahnya untuk waspada dan segera periksakan jika anak tak mencapai satu pun kemampuan umum diatas.
    – Tahun Kedua
    Gejala autisme terlihat lebih jelas jika anak tidak tertarik pada ibunya atau orang lain, jarang menatap atau tidak terjadi kontak mata, tidak menunjuk atau melihat pada objek yang diinginkan, tak dapat mengucapkan dua patah kata, kehilangan kata-kata yang sebelumnya ia kuasai, mengulang-ulang gerakan seperti menggoyangkan tangan atau mengayunkan tubuh ke depan-belakang, tidak suka bermain, sering berjalan berjinjit.
    – Tahun Ketiga – Kelima
    Gejala autisme setelah tahun kedua, semua yang terjadi pada tahun sebelumnya di atas dengan tambahan terobsesi oleh suatu objek tertentu seperti mainan atau game, sangat tertarik dengan suatu rutinitas, susunan atau keteraturan benda, sangat marah jika keteraturan atau susunan benda terganggu, sensitif terhadap suara keras yang sebenarnya tidak mengganggu anak lainnya dan sensitif terhadap sentuhan orang lain seperti tak suka dipeluk.
    Deteksi dini bisa mengurangi beban mental dan mempercepat penanganan maupun penyembuhan anak autis.

    Terapi Autis dengan
    4Life Transfer Factor Advance

    Dari beberapa penyebab autis yang telah diketahui diatas, sebagian besar dikarenakan sistem kekebalan tubuh yang tidak mampu bekerja sebagaimana mestinya, seperti:
    – membunuh penyebab infeksi pada otak (spt: virus, kuman & jamur),
    – membuang semua racun yang masuk kedalam tubuh (melalui makanan, air & udara),
    – autoimun (sel-sel kekebalan yang justru menyerang sel sel otak anak),
    – gangguan absorpsi tertentu akibat kelainan diusus ( yang kemungkinan disebabkan oleh adanya zat racun, kuman, bakteri, alergi).

    4Life Transfer Factor Advance menjadi pilihan yang paling bagus bagi penderita autis karena 4Life Transfer Factor Advance membantu tubuh anak dalam :

    – menghilangkan/menangkal infeksi virus, kuman, jamur
    4Life Transfer Factor berisi informasi kekebalan tubuh (foto kimiawi virus, kuman, jamur dan cara mengalahkan mereka) dari sistem kekebalan tubuh heroik yang telah mengalahkan 200.000 jenis virus, kuman & jamur. Sel-sel kekebalan tubuh anak bisa menggunakan informasi tersebut untuk mengalahkan sumber infeksi, yaitu virus, kuman & jamur.

    – memperbaiki kelainan kekebalan tubuh (autoimun)
    Informasi kekebalan yang ada dalam 4Life Transfer Factor juga bisa digunakan oleh sel-sel kekebalan tubuh anak dalam mengenali mana sumber ancaman mana yang bukan, sehingga bisa menghindarkan sel-sel kekebalan tubuh anak menyerang dirinya sendiri, tetapi mengarahkan mereka untuk menyerang sumber ancaman yang sesungguhnya seperti virus, kuman, jamur, sel kanker & zat racun didalam tubuh.

    – menurunkan kecenderungan alergi
    Keadaan alergi hampir mirip dengan autoimun, tetapi bedanya bila autoimun pemicunya dari dalam tubuh (spt: sel darah merah, sel pankreas, dll ) sedangkan alergi dari luar tubuh seperti makanan, minuman, debu, udara dingin/panas, serbuk sari, protein tertentu, zat-zat tertentu, dll).

    – membuang zat racun dari dalam tubuh
    Setiap hari banyak sekali racun yang masuk ke dalam tubuh kita baik melalui makanan, minuman, udara, bahkan melalui efek dari obat yang kita konsumsi atau vaksinasi ( mengandung logam berat merkuri ). Dengan informasi kekebalan yang dimilikinya, 4Life Transfer Factor membantu sel-sel kekebalan tubuh mengidentifikasi berbagai macam zat-zat beracun didalam tubuh dan membuangnya.

    – 4Life Transfer Factor Advance sangat aman dikonsumsi oleh anak-anak, bahkan oleh bayi yang baru berumur 1 hari ( bayi prematurpun boleh mengkonsumsi 4Life Transfer Factor ).
    Mengkonsumsi 4Life Transfer Factor sama amannya dengan minum ASI bagi anak-anak & bayi, mengapa demikian? karena didalam ASI juga terdapat Transfer Factor ibu. Transfer Factor yang berasal dari Manusia, Sapi & Ayam bentuknya sama dan bisa saling berbagi pakai secara aman.

    DR KENNETH BOCK, Pakar AUTIS dari Amerika, berpendapat bahwa autisme dapat diterapi secara efektif melalui diet khusus, suplemen gizi dan pembuangan racun.

    Dr Bock memasukkan 4Life Transfer Factor Advance dalam protokol pengobatan bagi para penderita Autis.

    Info lengkap: sms ke 021 91719495, atau 08159927152

  • 142
    awesome
    November 27th, 2010 13:37

    Blogs are always a main source of getting accurate information and provide you the handy results.you can get instant and reliable information which surely helps you in any field of your concern.your blogs fulfill these mcts requirement and I really appreciate it.keep it up doing good work. i will come back to see more in future as well.best regards

  • 143
    omyosa
    November 30th, 2010 09:48

    Untuk masa depan anak-anak kita dan keluarga tercinta, seberapapun harga yang harus dikeluarkan, saya kira boleh juga dicoba berbagai alternatif penyembuhannya.
    Tetapi perlu diingat, yang namanya obat, suplemen, dan lain-lain nama/merk yang beredar dipasar bisnis, yang terpenting dan perlu diwaspadai adalah dampak negatif dari penggunaannya.
    Banyak obat-obatan atau suplemen murah tetapi jika digunakan dalam jangka lama justru akan berdampak pada kerusakan organ tubuh lainnya.
    Carilah merk dagang tertentu yang anda yakin benar-benar akan aman jika dikonsumsi oleh anak dan keluraga kita tercinta.

  • 144
    mbahpaino
    December 4th, 2010 22:30

    alhamdulillah anak saya yang ketiga sudah mulai bisa bicara meskipun masih sedikit-sedikit, tadinya khawatir juga…scara udah hampir dua tahun

  • 145
    Steve
    December 16th, 2010 23:04

    wow… saya baru paham apa itu autisme :)

    mas harry… makasih banyak. jarang ada orang yg sebaik mas harry :)

    Eight RB Entrance Special Surveillance

  • 146
    omyosa
    December 20th, 2010 16:44

    Autis|Autism|Autisme|Autisma merupakan gangguan perkembangan neurobiologis yang berat, yang timbul dalam 3 tahun pertama kehidupan anak.
    Penyebab Autis adalah gangguan neurobiologist yang sangat kompleks. Ini dapat disebabkan oleh interaksi faktor genetik dan lingkungan seperti pengaruh negatif selama masa perkembangan otak . Beberapa faktor yang menyebabkan pengaruh negatif tersebut antara lain :
    – penyakit infeksi yang disebabkan virus, kuman & jamur yang mengenai susunan saraf pusat,
    – trauma,
    – keracunan logam berat dan zat kimia lain baik selama masa dalam kandungan maupun setelah dilahirkan,
    – gangguan imunologis ( autoimun )
    – gangguan absorbsi protein tertentu akibat kelainan di usus.

    Gejala Autis bisa dideteksi mulai dari bayi hingga tahun kelima pertumbuhan anak, seperti dikutip dari Disabledworld, Selasa (16/2/2010) :
    – Baru Lahir
    Sejak bayi, anak

    autis biasanya tidak bisa merasakan atau merespons kehadiran orangtuanya. Ia tidak akan tertarik untuk melakukan kontak mata dan cenderung tertarik dengan objek yang bergerak. Bayi autis juga lebih banyak diam dan tidak menangis selama berjam-jam.
    – Tahun Pertama
    Ada sejumlah kemampuan utama yang umumnya dicapai anak anak dalam usia setahun antara lain berdiri dengan bantuan orangtua, merangkak, mengucapkan sebuah kata sederhana, menggerakkan tangan, tepuk tangan atau gerak sederhana lainnya. Jika anak tidak dapat melakukan kemampuan ini, tidak berarti itu gejala autisme. Ia dapat saja mencapai kemampuan itu nanti. Namun tak ada salahnya untuk waspada dan segera periksakan jika anak tak mencapai satu pun kemampuan umum diatas.
    – Tahun Kedua
    Gejala autisme terlihat lebih jelas jika anak tidak tertarik pada ibunya atau orang lain, jarang menatap atau tidak terjadi kontak mata, tidak menunjuk atau melihat pada objek yang diinginkan, tak dapat mengucapkan dua patah kata, kehilangan kata-kata yang sebelumnya ia kuasai, mengulang-ulang gerakan seperti menggoyangkan tangan atau mengayunkan tubuh ke depan-belakang, tidak suka bermain, sering berjalan berjinjit.
    – Tahun Ketiga – Kelima
    Gejala autisme setelah tahun kedua, semua yang terjadi pada tahun sebelumnya di atas dengan tambahan terobsesi oleh suatu objek tertentu seperti mainan atau game, sangat tertarik dengan suatu rutinitas, susunan atau keteraturan benda, sangat marah jika keteraturan atau susunan benda terganggu, sensitif terhadap suara keras yang sebenarnya tidak mengganggu anak lainnya dan sensitif terhadap sentuhan orang lain seperti tak suka dipeluk.
    Deteksi dini bisa mengurangi beban mental dan mempercepat penanganan maupun penyembuhan anak autis.

    Terapi Autis dengan
    4Life Transfer Factor Advance

    Dari beberapa penyebab autis yang telah diketahui diatas, sebagian besar dikarenakan sistem kekebalan tubuh yang tidak mampu bekerja sebagaimana mestinya, seperti:
    – membunuh penyebab infeksi pada otak (spt: virus, kuman & jamur),
    – membuang semua racun yang masuk kedalam tubuh (melalui makanan, air & udara),
    – autoimun (sel-sel kekebalan yang justru menyerang sel sel otak anak),
    – gangguan absorpsi tertentu akibat kelainan diusus ( yang kemungkinan disebabkan oleh adanya zat racun, kuman, bakteri, alergi).

    4Life Transfer Factor Advance menjadi pilihan yang paling bagus bagi penderita autis karena 4Life Transfer Factor Advance membantu tubuh anak dalam :

    – menghilangkan/menangkal infeksi virus, kuman, jamur
    4Life Transfer Factor berisi informasi kekebalan tubuh (foto kimiawi virus, kuman, jamur dan cara mengalahkan mereka) dari sistem kekebalan tubuh heroik yang telah mengalahkan 200.000 jenis virus, kuman & jamur. Sel-sel kekebalan tubuh anak bisa menggunakan informasi tersebut untuk mengalahkan sumber infeksi, yaitu virus, kuman & jamur.

    – memperbaiki kelainan kekebalan tubuh (autoimun)
    Informasi kekebalan yang ada dalam 4Life Transfer Factor juga bisa digunakan oleh sel-sel kekebalan tubuh anak dalam mengenali mana sumber ancaman mana yang bukan, sehingga bisa menghindarkan sel-sel kekebalan tubuh anak menyerang dirinya sendiri, tetapi mengarahkan mereka untuk menyerang sumber ancaman yang sesungguhnya seperti virus, kuman, jamur, sel kanker & zat racun didalam tubuh.

    – menurunkan kecenderungan alergi
    Keadaan alergi hampir mirip dengan autoimun, tetapi bedanya bila autoimun pemicunya dari dalam tubuh (spt: sel darah merah, sel pankreas, dll ) sedangkan alergi dari luar tubuh seperti makanan, minuman, debu, udara dingin/panas, serbuk sari, protein tertentu, zat-zat tertentu, dll).

    – membuang zat racun dari dalam tubuh
    Setiap hari banyak sekali racun yang masuk ke dalam tubuh kita baik melalui makanan, minuman, udara, bahkan melalui efek dari obat yang kita konsumsi atau vaksinasi ( mengandung logam berat merkuri ). Dengan informasi kekebalan yang dimilikinya, 4Life Transfer Factor membantu sel-sel kekebalan tubuh mengidentifikasi berbagai macam zat-zat beracun didalam tubuh dan membuangnya.

    – 4Life Transfer Factor Advance sangat aman dikonsumsi oleh anak-anak, bahkan oleh bayi yang baru berumur 1 hari ( bayi prematurpun boleh mengkonsumsi 4Life Transfer Factor ).
    Mengkonsumsi 4Life Transfer Factor sama amannya dengan minum ASI bagi anak-anak & bayi, mengapa demikian? karena didalam ASI juga terdapat Transfer Factor ibu. Transfer Factor yang berasal dari Manusia, Sapi & Ayam bentuknya sama dan bisa saling berbagi pakai secara aman.
    AUTIS
    DR KENNETH BOCK, Pakar AUTIS dari Amerika, berpendapat bahwa autisme dapat diterapi secara efektif melalui diet khusus, suplemen gizi dan pembuangan racun.

    Dr Bock memasukkan 4Life Transfer Factor Advance dalam protokol pengobatan bagi para penderita Autis.

    Info lengkap: sms ke 021 91719495, atau 08159927152

  • 147
    cekay
    March 13th, 2011 21:09

    owh begitu to

  • 148
    Peluang Usaha Dari Limbah Kulit Kerang | Ide Peluang Usaha Peluang Bisnis Usaha Sampingan Terbaru
    August 10th, 2011 02:37

    […] harry.sufehmi.com » Blog Archive » Penyebab Autisme ? […]

  • 149
    Peluang Usaha Dari Limbah Kulit Kerang | Ide Peluang Usaha Peluang Bisnis Usaha Sampingan Terbaru
    August 10th, 2011 02:37

    […] harry.sufehmi.com » Blog Archive » Penyebab Autisme ? […]

  • 150
    die-die diah
    September 26th, 2011 19:08

    mohon dibantu…
    saya seorang mahasiswi fakultas psikologi…
    ada yang tahu data statistik dari penderita autisme di jakarta atau di indonesia???
    di mohon bantuannya…
    makasih…..

  • 151
    John
    October 7th, 2011 19:11

    One doctor states that much of autism may start in utero with the modern day diet filled with toxic chemicals that pass their way on to the child. Detoxification on the mothers part before getting pregnant can be important in helping to prevent problems. This includes heathy diet and detoxification program. Products for detox support http://www.webvitamins.com/product.aspx?id=27097 may be very helpful if taken before pregnancy occurs. However once pregnant these need to be discontinued.

  • 152
    Microsoft Outlook
    November 26th, 2011 09:36

    This article is GREAT it can be EXCELLENT JOB and what a great tool!

  • 153
    If you need web design services check this place out.
    December 26th, 2011 03:54

    If you need web design services check this place out….

    […]harry.sufehmi.com » Blog Archive » Penyebab Autisme ?[…]…

  • 154
    garmin nuvi 1490lmt
    April 1st, 2012 18:34

    There are some fascinating closing dates on this article but I don’t know if I see all of them middle to heart. There is some validity however I’ll take maintain opinion till I look into it further. Good article , thanks and we would like more! Added to FeedBurner as properly

  • 155
    Jacke
    April 11th, 2012 14:31

    Great aposy I must say, thanks. best term paper

  • 156
    Bidan Ismi
    September 3rd, 2012 09:55

    wah perlu dicegah nih. agar tidak melahirkan bayi yg autis

Leave a Reply

 

Subscribe without commenting

            








SEObox: Web Hosting Murah Unlimited Komik Indonesia Homeschooling Indonesia