Penyebab Autisme ?

Jumlah penderita Autisme dalam dekade terakhir

Autisme, sebuah penyakit yang satu abad yang lalu hampir tidak terdengar sama sekali, kini sudah hampir menjadi sesuatu yang normal. Perkembangan autisme terutama makin melejit di beberapa dekade terakhir, seperti yang dapat dilihat pada grafik di sebelah kanan.

Ketika sudah terlanjur, Autisme bisa sangat sulit untuk dikendalikan, apalagi untuk disembuhkan. Jika kita mengetahui berbagai potensi penyebabnya, maka mudah-mudahan kita bisa mengatur agar anak kita terhindar dari itu semua. “Mencegah lebih baik daripada mengobati”, kata pepatah. Dan untuk kasus Autisme, dimana di Amerika saja perawatannya memakan biaya US$ 35 milyar per tahun, pepatah ini sangat telak mengenai sasaran.

Penyebab pasti autisme belum diketahui sampai saat ini. Kemungkinan besar, ada banyak penyebab autisme, bukan hanya satu.
Dahulu sempat diduga bahwa autisme disebabkan karena cacat genetik. Namun cacat genetika tidak mungkin terjadi dalam skala demikian besar dan dalam waktu demikian singkat. Karena itu kemudian para peneliti sepakat bahwa ada banyak kemungkinan penyebab autisme lainnya.

Berbagai hal yang dicurigai berpotensi untuk menyebabkan autisme :

  1. Vaksin yang mengandung Thimerosal : Thimerosal adalah zat pengawet yang digunakan di berbagai vaksin. Karena banyaknya kritikan, kini sudah banyak vaksin yang tidak lagi menggunakan Thimerosal di negara maju. Namun, entah bagaimana halnya di negara berkembang …
  2. Televisi : Semakin maju suatu negara, biasanya interaksi antara anak - orang tua semakin berkurang karena berbagai hal. Sebagai kompensasinya, seringkali TV digunakan sebagai penghibur anak. Ternyata ada kemungkinan bahwa TV bisa menjadi penyebab autisme pada anak, terutama yang menjadi jarang bersosialisasi karenanya.

    Dampak TV tidak dapat dipungkiri memang sangat dahsyat, tidak hanya kepada perorangan, namun bahkan kepada masyarakat dan/atau negara. Contoh paling nyata adalah kasus pada negara terpencil Bhutan - begitu mereka mengizinkan TV di negara mereka, jumlah dan jenis kejahatan meningkat dengan drastis.

    Bisa kita bayangkan sendiri apa dampaknya kepada anak-anak kita yang masih polos. Hiperaktif ? ADHD ? Autisme ? Sebuah penelitian akhirnya kini telah mengakui kemungkinan tersebut.

  3. Genetik : Ini adalah dugaan awal dari penyebab autisme; autisme telah lama diketahui bisa diturunkan dari orang tua kepada anak-anaknya.

    Namun tidak itu saja, juga ada kemungkinan variasi-variasi lainnya. Salah satu contohnya adalah bagaimana anak-anak yang lahir dari ayah yang berusia lanjut memiliki kans lebih besar untuk menderita autisme. (walaupun sang ayah normal / bukan autis)

  4. Makanan : Pada tahun 1970-an, Dr. Feingold dan kolega-koleganya menyaksikan peningkatan kasus ADHD dalam skala yang sangat besar. Sebagai seseorang yang pernah hidup di era 20 / 30-an, dia masih ingat bagaimana ADHD nyaris tidak ada sama sekali di zaman tersebut.

    Dr. Feingold kebetulan telah mulai mengobati beberapa kasus kelainan mental sejak tahun 1940 dengan memberlakukan diet khusus kepada pasiennya, dengan hasil yang jelas dan cenderung dalam waktu yang singkat.

    Terapi diet tersebut kemudian dikenal dengan nama The Feingold Program.

    Pada intinya, berbagai zat kimia yang ada di makanan modern (pengawet, pewarna, dll) dicurigai menjadi penyebab dari autisme pada beberapa kasus. Ketika zat-zat tersebut dihilangkan dari makanan para penderita autisme, banyak yang kemudian mengalami peningkatan situasi secara drastis.

    Dr. Feingold membayar penemuannya ini dengan cukup mahal. Sekitar tahun 1970-an, beliau dikhianati oleh The Nutrition Foundation, dimana Coca cola, Kraft foods, dll adalah anggotanya. Beliau tiba-tiba diasingkan oleh AMA, dan ditolak untuk menjadi pembicara dimana-mana.
    Syukurlah kemudian berbagai buku beliau bisa terbit, dan hari ini kita jadi bisa tahu berbagai temuan-temuannya seputar bahaya makanan modern.

  5. Radiasi pada janin bayi : Sebuah riset dalam skala besar di Swedia menunjukkan bahwa bayi yang terkena gelombang Ultrasonic berlebihan akan cenderung menjadi kidal.
    Dengan makin banyaknya radiasi di sekitar kita, ada kemungkinan radiasi juga berperan menyebabkan autisme. Tapi bagaimana menghindarinya, saya juga kurang tahu. Yang sudah jelas mudah untuk dihindari adalah USG - hindari jika tidak perlu.
  6. Folic Acid : Zat ini biasa diberikan kepada wanita hamil untuk mencegah cacat fisik pada janin. Dan hasilnya memang cukup nyata, tingkat cacat pada janin turun sampai sebesar 30%. Namun di lain pihak, tingkat autisme jadi meningkat.

    Pada saat ini penelitian masih terus berlanjut mengenai ini. Sementara ini, yang mungkin bisa dilakukan oleh para ibu hamil adalah tetap mengkonsumsi folic acid - namun tidak dalam dosis yang sangat besar (normalnya wanita hamil diberikan dosis folic acid 4x lipat dari dosis normal).

    Atau yang lebih baik - perbanyak makan buah-buahan yang kaya dengan folic acid, karena alam bisa mencegah tanpa menyebabkan efek samping :

    Nature is more precise; that’s why all man-made drugs have side effects

  7. Sekolah lebih awal : Agak mengejutkan, namun ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa menyekolahkan anak lebih awal (pre school) dapat memicu reaksi autisme.

    Diperkirakan, bayi yang memiliki bakat autisme sebetulnya bisa sembuh / membaik dengan berada dalam lingkupan orang tuanya. Namun, karena justru dipindahkan ke lingkungan asing yang berbeda (sekolah playgroup / preschool), maka beberapa anak jadi mengalami shock, dan bakat autismenya menjadi muncul dengan sangat jelas.

    Untuk menghindari ini, para orang tua perlu memiliki kemampuan untuk mendeteksi bakat autisme pada anaknya secara dini. Jika ternyata ada terdeteksi, maka mungkin masa preschool-nya perlu dibimbing secara khusus oleh orang tua sendiri. Hal ini agar ketika masuk masa kanak-kanak maka gejala autismenya sudah hampir lenyap; dan sang anak jadi bisa menikmati masa kecilnya di sekolah dengan bahagia.

Dan mungkin saja masih ada banyak lagi berbagai potensi penyebab autisme yang akan ditemukan di masa depan, sejalan dengan terus berkembangnya pengetahuan di bidang ini.

Secara ringkas; gaya hidup modern memang sangat besar kontribusinya terhadap peningkatan kasus autisme. Salah satu bukti yang paling nyata adalah nyaris tidak adanya kasus autisme di masyarakat Amish.

NOTE : Artikel ini hanya bertujuan untuk mengenalkan Anda kepada berbagai potensi penyebab autisme.

Berbagai artikel yang membahas topik ini cenderung sangat sulit untuk dipahami karena menggunakan bahasa medis / akademis. Karena itu, artikel ini bertujuan untuk menjelaskannya dalam bahasa sehari-hari yang mudah dimengerti.
Sehingga selanjutnya diharapkan akan memudahkan para (calon) orang tua untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang soal ini.

Apakah Autisme itu ?

Autisme adalah : neurodevelopmental disorder that manifests itself in markedly abnormal social interaction, communication ability, patterns of interests, and patterns of behavior.

“Cacat pada perkembangan syaraf & psikis manusia, baik sejak janin dan seterusnya; yang menyebabkan kelemahan/perbedaan dalam berinteraksi sosial, kemampuan berkomunikasi, pola minat, dan tingkah laku”.

Autisme cukup luas dan mencakup cukup banyak hal. Ciri-ciri autisme ada banyak, dan kebanyakan penderita autisme hanya menderita sebagiannya saja.

Penderita autisme cukup banyak yang ternyata malah menjadi sukses dalam hidupnya. Penderita autis banyak yang menjadi pakar pada bidang sains, matematika, komputer, dan lain-lainnya.

Orang tua dapat sangat membantu mengarahkan anak autis untuk mengeksploitasi kelebihan-kelebihannya (seperti: kemampuan untuk fokus & konsentrasi yang luar biasa), dan melatih mereka untuk memperbaiki berbagai kelemahan-kelemahannya.

Nampaknya ini dulu yang bisa saya tuliskan untuk topik ini. Komentar/koreksi akan diterima dengan senang hati. Semoga dapat bermanfaat.

83 Responses to “Penyebab Autisme ?

  • 1
    hanum
    October 19th, 2006 15:48

    #5 USG berbahaya??
    Dari bbrp buku dan artikel ttg kehamilan (salah satunya ini http://www.infoibu.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=12, tidak ada yg menyatakan klo USG itu berbahaya bagi janin.

    Mana yg bener nih pak? Jadi bingung. Saya lg hail soalnya..dan tiap bulan di-USG

  • 2
    harry
    October 19th, 2006 16:26

    hanum - betul, mungkin karena penemuan ini masih cukup baru, atau kurang terpublikasi, jadi masih banyak pihak yang belum tahu.
    .
    Istri saya ketika hamil di Inggris hanya perlu di USG dua kali saja; jadi tidak perlu setiap bulan. Itu padahal gratis, apalagi kalau membayar seperti di Indonesia, saya kira tidak perlu setiap bulan ya.
    .
    semoga bermanfaat.

  • 3
    Q
    October 20th, 2006 02:25

    Maybe you should add “send this page to a friend” feature.

    Tapi iya, makanan jaman sekarang emang banyak yang jahat. Terutama vaksin untuk ayam (jangan makan leher ayam ? paling sering disuntik). Kang termi risetnya lumayan nih, request riset tentang diet makanan sehat juga yah :-) Link tentang amish paradise-nya juga lumayan buat referensi.

    Thanks

  • 4
    Masindi
    October 20th, 2006 07:54

    You are very much knowledgeable about infocomm technology and other things but I think you should read more stuff on Autism :)

    Not that you are wrong, but I think your explanation about what causes Autism is a bit misleading.

  • 5
    harry
    October 20th, 2006 15:03

    Masindi - it is possible that people will get different perception, because what I’m writing here is already shortened (very much) :) from the original articles.
    .
    I read a lot of documents, web pages, and articles to write this particular post. My aim is to make a short article, which still manage to cover a lot of ground, and in Indonesian language.
    But I realize I may err when I summarized all those information into this (not really) short post. Hence the disclaimer :
    .

    Artikel ini hanya bertujuan untuk mengenalkan Anda kepada berbagai potensi penyebab autisme.

    .
    If you can contribute anything to this article; corrections/additions/etc - please feel free ! It’ll only benefit us all.
    .
    Thanks :)

  • 6
    harry
    October 20th, 2006 15:11

    Also note another aim of this post :
    .

    Sehingga selanjutnya diharapkan akan memudahkan para (calon) orang tua untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang soal ini.

  • 7
    harry
    October 20th, 2006 16:25

    Q - ide bagus :) saya sudah mulai cari plugin nya.
    .
    Mengenai makan sehat; yang paling simple yaa .. jadi vegetarian, hehe ;) dijamin sehat.
    Kalau mau lebih simple lagi, tiru saja ibu saya - kurangi nasi. Well, sebetulnya mirip dengan Atkins diet ya, padahal ibu saya tidak pernah tahu soal Atkins. Works wonders.
    .
    Ide bagus juga untuk posting di masa depan, trims.

  • 8
    kunderemp
    October 21st, 2006 04:06

    Tuh yang sekolah lebih awal beneran bisa menyebabkan autis tuh? Wah.. menarik2..

    Tambah lagi deh alasan untuk berdebat bahwa sekolah lebih awal itu merugikan.. :lol:

  • 9
    harry
    October 31st, 2006 06:33

    Ada diskusi topik ini yang menarik di blognya mbak Lita. Saya ikut urunan beberapa komentar :
    .

    Halo mbak Lita :) trims untuk urun rembugnya.

    MMR betul-betul adalah salah satu contoh kontroversi karena ada tabrakan banyak kepentingan disini. Perusahaan vaksin tidak ingin vaksinnya tidak laku, pemerintah perlu memvaksinasi penduduknya agar kasus MMR tidak meledak di masa depan, ada para dokter & pejabat yang kontra karena melihat data2 bahaya MMR, ada para dokter & pejabat yang pro dengan berbagai alasan, para orang tua yang cemas dengan potensi bahaya MMR, para orang tua yang ingin anaknya selamat dari MMR, dst.

    Saya kebetulan mengalami langsung konflik MMR ini di Inggris. Salah satu contoh bahasannya bisa dibaca disini
    Juga berkali-kali muncul berita bagaimana beberapa hari setelah vaksinasi MMR, anak-anak kemudian berubah menjadi autis.

    Jadi, masalah vaksinasi MMR ada beberapa :

    1. Penggunaan thimerosal, yang berbasis mercury. Thimerosal adalah zat pengawet vaksin. Namun karena mengandung mercury (logam berat), maka banyak memicu protes. Diduga sebagai salah satu pemicu autisme / masalah2 lainnya.
    Bagi orang tua, tidak selalu mudah untuk mengetahui apakah suatu vaksin mengandung thimerosal atau tidak,

    2. MMR, sebagai triple vaccination, diduga membebani sistim pertahanan tubuh dengan terlalu berlebihan.

    3. Paling tidak di Inggris, ada indikasi bahwa MMR belum betul-betul terbukti keamanannya; namun sudah langsung diterapkan di lapangan.

    4. Makin jelas potensi keterkaitan antara inflammatory bowel disease (IBD) dengan autisme. MMR diduga bisa memicu terjadinya IBD.

    5. Walaupun tidak semua penerima vaksinasi MMR menjadi penderita autisme, tentu saja tidak berarti bahwa tidak ada masalah. Jika ada sekian persen saja yang tiba-tiba menjadi penderita autis, maka ini perlu diteliti lebih lanjut.
    Pada kasus di Inggris, ada peningkatan penderita autis 10 kali lipat setelah diperkenalkannya imunisasi MMR.

    6. dst.

    Jadi, masalah vaksinasi ini bukan cuma pada MMR nya saja. Baru vaksin ini saja sudah mengandung banyak potensi masalah. Entah bagaimana dengan vaksin-vaksin lainnya.

    Belum lagi berbagai berita bagaimana berbagai negara berkembang digunakan oleh para perusahaan vaksin sebagai ladang kelinci percobaan bagi vaksin-vaksin baru mereka.
    Baru beberapa bulan yang lalu anak saya akan divaksinasi oleh sekolahnya, namun mereka TIDAK TAHU vaksin apa yang akan disuntikkan ke tubuh anak saya (sangat konyol, dan tidak bertanggung jawab sama sekali). Dengan tegas saya menolaknya.

    Mengenai berbagai studi yang ada, pada saat ini saya kira masih sulit untuk mendapatkan hasil yang konklusif (bahaya / tidak); karena berbagai hal : jangka waktu studi (heboh MMR belum lama terjadi), sample kasus, kejadiannya pada anak-anak bayi sehingga penelitian lebih sulit, dst.
    Jadi yang berani mengatakan MMR pasti menyebabkan atau tidak menyebabkan autis sama-sama perlu ditilik dengan waspada (sok tahu? atau ada conflict of interest? dll)

    Bagaimana solusinya untuk saat ini? Saya kira kita juga tidak ingin anak-anak kita menjadi korban MMR.
    Pada saat ini sepertinya yang bisa kita lakukan adalah memvaksinasi secara terpisah 3 kali (bukan digabung), dan memastikan bahwa vaksin-vaksin tersebut tidak menggunakan mercury / zat pengawet berbahaya lainnya.
    Jika ada ide lainnya, monggo.

    Pada intinya, saya kira kita perlu lebih selektif dan mencari tahu mengenai hal-hal yang akan masuk ke tubuh anak-anak kita - dalam hal ini, berbagai vaksinasi yang ada.
    Trims.

    .
    Satu lagi :
    .

    Beberapa poin yang terlewat di komentar saya sebelumnya :

    1. Keamanan vaksin: seingat saya, pemerintah Inggris cukup banyak mendapat kecaman karena ada bukti-bukti bahwa mereka tidak melakukan uji coba keamanan yang cukup pada vaksin MMR.
    Mudah-mudahan vaksin yang sekarang sudah tidak mengandung lagi zat-zat yang berbahaya.

    2. Salah satu solusi MMR : tunda pemberiannya sampai anak sudah agak besar / lebih dari dua tahun. Ini berkaitan dengan indikasi bahwa MMR membuat sistim kekebalan tubuh menjadi overload; pada anak yang sudah lebih besar, diharapkan sistim kekebalan tubuhnya sudah lebih siap untuk menerima vaksin 3-in-1 ini.

    3. Bagi yang muslim, saya kira kita juga perlu mulai mempertimbangkan kehalalan vaksin. Saat ini sepertinya hal ini belum banyak disadari. Saya mungkin akan coba bergabung di komunitas halal Indonesia dan mencoba mencari tahu apakah sudah ada inisiatif / solusi / informasi lebih detail dalam hal ini.

    Mungkin itu dulu, terimakasih.

  • 10
    yanti
    November 2nd, 2006 17:13

    sekedar usul: saya pribadi lebih suka penggunaan kata diduga dapat (possibly) dibanding berpotensi (potentially) dalam kalimat “Berbagai potensi penyebab autisme :”.

    berpotensi kok rasanya “sangat mungkin, hanya menunggu trigger yang tepat untuk memunculkannya”. sementara banyak hal yang disebut Mas Harry di atas, hanya merupakan data statistik, bahwa jika hal itu banyak dilakukan makan muncul kasus autisme yg lebih banyak.

  • 11
    harry
    November 3rd, 2006 15:00

    yanti - trims untuk sarannya. Saya akan edit sebentar lagi.

  • 12
    Denie Nataprawira
    November 4th, 2006 01:34

    Hi,

    Thanks atas informasi yang sangat berguna ini. Kebetulan anak saya menderita MILD-AUTISM, saya sangat senang menemukan informasi link ini dari milis indo-sing yang saya ikuti, yang diberikan oleh bung -ip-

    Just keep up the good work and keep inform us about this autism things.

    Btw, boleh kah saya salin artikel ini ke blog saya ? tentunya saya akan menyertakan link anda ini sebagai source nya.

    Terima kasih! :)

    -denie-

  • 13
    dahsyat_ix
    November 4th, 2006 04:30

    Saya pribadi tahu di Jkt ada dokter yg cukup menguasai masalah Autism ini: dr Hardiono Pusponegoro, SpA bisa dibuhubungi di Klinik Anakku - Kelapa Gading buat yg punya problem ini.

    Semoga berguna,

    Rgds,
    ./syat

  • 14
    dahsyat_ix
    November 5th, 2006 00:07

    OK all the best semoga membantu:

    Judul: Autisme Suatu Gangguan Jiwa
    Pengarang : Dr. Faisal Yatim
    Harga : Rp. 10,000
    Penerbit : Pustaka Populer Obor
    ISBN : 979-461-410-6

    dan buat tambahan networking,

    Yayasan Austima Indonesia (YAI)
    Jl. Buncit Raya No. 55 JakSel
    Phone : 7971945

    Dr Hardiono D Pusponegoro SpA(K)… yg saya tahu adalah Wakil Ketua YAI tsb dan juga sebagai anggota satgas immunisasi IDAI (katan Dokter Anak Indo).

    Rgds,
    ./syat

  • 15
    harry
    November 5th, 2006 09:59

    denie - please feel free, semakin tersebar informasi ini, maka moga-moga makin banyak yang bisa menarik manfaatnya; dan makin banyak yang muncul dan berbagi informasinya (seperti yang bisa kita nikmati di komentar-komentar di posting ini).
    .
    Terimakasih kepada semua yang telah urun rembug disini. Please keep it up, untuk manfaat bagi kita semua,

  • 16
    Lita
    November 5th, 2006 23:51

    Kebetulan beberapa bulan yang lalu saya sempat diskusi langsung dengan dr. Hardiono tentang vaksinasi, khususnya MMR.

    Beliau sendiri ‘mengusung’ ide bahwa vaksinasi tidak berhubungan langsung dengan autisme. Hanya saja, tidak mudah untuk menjelaskan penjabarannya kepada para orangtua. Dengan begitu, beliau punya dua pilihan bagi orangtua.

    Yang percaya bahwa vaksin MMR dapat menyebabkan autisme (dengan demikian tidak ingin anaknya divaksin sebelum ketahuan berpotensi autis/tidak) dipersilakan untuk memberikan vaksin MMR di usia 3 tahun. Dengan asumsi pada usia ini ‘bakat’ autis dapat teramati dengan lebih baik.

    Sedangkan bagi para orangtua yang tidak memiliki kekhawatiran akan autisme atau percaya bahwa tidak ada hubungan langsung antara vaksinasi dan autisme (setidaknya sampai saat ini) maka anaknya akan beliau beri vaksin MMR sesuai jadwal (15 bulan).

    Atau… setidaknya begitulah yang saya tangkap dari pembicaraan dengan beliau pada waktu itu :)

  • 17
    harry
    November 6th, 2006 17:19

    Halo mbak Lita :) trims untuk sharing informasinya.
    .
    Betul, menunda pemberian vaksin MMR adalah salah satu alternatif yang bisa dicoba. Sejauh ini di Inggris belum ada terdeteksi komplain dari mereka yang melakukan ini (kontras dengan mereka yang memvaksinasi MMR sesuai jadwal / 15 bulan).
    .
    Tidak diketahui persisnya mengapa, namun ada yang menduga karena sistim pertahanan tubuh anak sudah lebih “siap” untuk menerima 3 vaksinasi sekaligus dalam 1 kali suntik.
    .
    Trims.

  • 18
    Isa
    November 20th, 2006 16:13

    Apakah ada hubungannya Autisme dg kurangnya stimulus yang diterima bayi sejak kecil? Mungkin memang ada kecenderungan autisme pada beberapa bayi - yang pada akhirnya bisa menjadi autisme beneran setelah dipicu oleh faktor biologis/kimiawi spt MMR; ttp kalau si anak mendapatkan stimulus yang sangat baik selama masa perkembangannya saya yakin - sampai batas tertentu - kita sangat bisa menghindari penyakit ini. Kebetulan istri sempat menginterview beberapa anak autis, dan umumnya mereka adalah anak yang berkembang bukan dalam pelukan orangtuanya secara baik.

  • 19
    daniella
    November 28th, 2006 19:47

    buat saya, tulisan bung harry sangat membantu saya dalam mengumpulkan referensi pribadi (saya juga sedang hamil saat ini). saya dulu pernah mengajar di sekolah internasional yang muridnya digabung dengan anak autis. dari sanalah saya kenal dengan autis dan saya terus mencari informasi2 tentang autisme ini. karena begitu banyak perbincangan dan tulisan tentang hal ini dan tidak semuanya sama. tapi saya rasa…think positive and be smart saja kita untuk menghadapi perbedaan. yang penting kan adalah “informasi” ok bung harry…terus semangat dan selamat bekerja…

  • 20
    Emanuel Setio Dewo
    November 29th, 2006 15:10

    Terima kasih atas artikel tentang Autis yang luar biasa ini.

    Salam.

  • 21
    Emanuel Setio Dewo
    November 29th, 2006 15:13

    Mohon ijin untuk menambahkan link di blogku.

    Terima kasih.

  • 22
    widi
    December 7th, 2006 15:30

    ini kali ketiga saya ketemu blog harry.. dr search di google dg pencarian yg beda.. luar biasa
    thank u for your info

  • 23
    MaIDeN
    December 12th, 2006 00:28

    Belum lengkap infonya kalau belum mengunjungi situs puterakembara @ http://www.puterakembara.org

  • 24
    hinie
    December 20th, 2006 12:23

    pak,,
    pernah dengar “gifted child” kl diluar . diamerika , belanda, eropa.. sudah biasa.. anak dng sindrom autis,, adhd, late talker dll.

    coba web ini :

    http://www.ayomain.org
    http://gifted-disinkroni.blogspot.com/
    http://si-entong.blogspot.com/

    ikut diskusi milis anak berbakat py ibu Julia di belanda yg py anak gifted.. komplet ,, files telaah ilmiah tentang autism dkkk…

    anak saya 3th, late talker,, tapi saya belajar terapi sendiri,, dulu hiper sekarang uda konsentrasi melukis..

    mama victoria yg lagi belajar dunia baru…gifted…

  • 25
    westhi
    December 26th, 2006 17:41

    pak,
    saya tertarik gitu sama anak2 autis.saya mahasiswa sastra inggris, ingin ngelakuin research ttg bahasa anak2 autis kajian psycholinguistics untuk skripsi, tapi kami butuh object org inggris, tapi ga memungkinkan bagi saya unt reseacrh scr langsung. saya ingin ngelakuin research lewat film. apakah bapak punya info ttg film2 anak2 autis?thanks b4

  • 26
    ana fi naimatin
    January 2nd, 2007 08:23

    aku kira penyakit autis ada baiknya juga.
    itu kalau orang tuanya nyadar
    bahwasannya anaknya terkena autis
    karena dengan itu ortu otomatis akan lebih perhatian pada anaknya
    dan meluangkan banyak waktu nya untuk anaknya
    bukan ngurusi arisan dan semacamnya

  • 27
    lita
    February 28th, 2007 12:01

    saya sangat bersukur dapat informasi ini karena sangat membantu saya dalam menyelesaikan tugas proposal saya mengenai autisme.

  • 28
    Fitri
    February 28th, 2007 18:01

    artikel yang bagus, tapi kayaknya kurang…klo bisa di update terus y…

  • 29
    hinie
    March 1st, 2007 10:46

    wah syukur , anak saya 3th , yang telat bicara. sempat mau divonis autis sama dokternya. cepat2 saya selamatkan. akhirnya gomong juga. pokoke banyak salah kaprah sudah terjadi dimana2. kelam rasanya vonis itu. wong anak cuma speech delay vonisnya mati plek autis.. gak d.. sedih sedih dengar yang terjadi sama anak anak teman baik yg ke profesional atau yang gak atau yang gak internet an.. gelap betul.. beban guilty orang tua bertambah kelam dng masa depan anak. padahal tuh anak gak kenape nape, kepintaran iya..jadilah dia anak unik gak terdefinisikan yang bisa kusalahkan adalah evolusi manusia yang mesti dimaklumim krn mutasi gna, rotasi dna..bagaimana saja orang tua menyikapi. kebetulan garis keluarga gak sedikit yang late talker tapi gak pake terapi.. zaman dulu mana ada terapi.. toh jenius semua.. einstein aja gak pake terapi .. gomong 3 th..sori bagi yang gak berkenan.. cuma terlalu sakit hati mendengar vonis autis nempel aja.. padahal anak masih asyik aja kreatif gitu..

  • 30
    haris
    April 30th, 2007 17:06

    http://www.autismaterapi.blogspot.com
    terapi terbaik untuk anak berkebutuhan khusus : autis,hiperaktif dan infeksi virus.
    bisa dibuktikan!!

  • 31
    Nelly
    June 8th, 2007 10:30

    Mas Dewo, thanxs untuk infonya ttg autis. Jujur saja sebelumnya saya benar-benar tidak mengerti dengan autis apalagi kaitannya dengan vaksis.
    Mas Dewo, katanya auitis juga ada dapat dipicu dengan pemberian vaksinasi HIB selain MMR, apaka hal ini benar?? Tolong saya diberi penjelasan yang sangan detail!!! thanxs

  • 32
    Darius Salang
    June 19th, 2007 12:17

    tolong infonya dimana saya bisa mendapt info untuk therapy autisme atau tempat pengobatannya.

    Rgds

    Darius.

    dariussalang@yahoo.com

  • 33
    lisa
    June 29th, 2007 13:21

    saya tau seorang dokter anak bidang neuropediatri yg kompeten di bidang autis, gifted,dsb ini..beliau py klinik di dago atas, sebelah sheraton bandung bernama our dream..

  • 34
    iwan
    July 7th, 2007 19:17

    Kang Herry
    Artikel anda cukup mengingatkan saya untuk berhati-hati dengan apa yang disebut dengan autisme. Mengingat istri saya sedang hamil anak ke-2. Paling tidak wawasan saya bertambah dan untuk hal yang berguna dan sudah saya buktikan saya akan terus lakukan. Gitu lho…

  • 35
    harry
    July 7th, 2007 19:57

    @hinie - salah diagnosa memang masih sangat sering terjadi di Indonesia. Kawan saya dulu di SMA juga mewanti-wanti saya soal ini (halo Isa!) — pada kasus yang seriusl kita tidak boleh telan mentah-mentah saja apa kata dokter, cari second (and third, fourth) opinion, lalu putuskan sendiri. Karena ini menyangkut anak kita, sesuatu yang sangat serius.
    .
    Keluarga saya sendiri bukan cuma sekali dua kali jadi korban salah diagnosa, tapi sudah berkali-kali. Beberapa kali bisa berakhir dengan fatal kalau kami percaya begitu saja terhadap semua yang dikatakan dokter. Bukan apa-apa, tidak semua dokter tingkat kepakarannya sama; jadi kita harus selalu waspada.
    .
    Kalaupun ada anak saya yang ternyata kemudian menderita autis / down syndrome / dll tidak masalah bagi saya; apa kata orang tidak peduli amat, saya tetap akan menyayangi anak saya apa adanya.
    Yang mencemooh anak cacat / orang yang kekurangan ke laut saja deh (hari gini…)
    .
    Moga2 anda sekeluarga sehat selalu, amin.
    .
    @All — Mengenai informasi pengobatan autis di berbagai komentar — perhatikan bahwa penting untuk tetap menanggapinya secara kritis dan tidak mempercayai semua klaim begitu saja.
    .
    @iwan - alhamdulillah jika diskusi ini bisa bermanfaat, semoga anda sekeluarga sehat selalu.

  • 36
    kartika
    July 25th, 2007 14:40

    Thx God I read this article.Thx buat temen2 yang peduli tentang autisme. aku juga salah satu yang tertarik mempelajari autisme.Bila ada perkembangan lebih lanjut harap kabar-kabari yaaa. GBU all..

  • 37
    Prima
    September 21st, 2007 10:03

    ada yg tau dimana pelatihan jadi terapis anak autisme ga? kalo bisa yang dpt lisensi biar bisa praktek sndri sebagai terapis. makasih…

  • 38
    robby
    October 20th, 2007 17:28

    nama saya robby zulkarnain noer, pekerjaan saya adalah terapis siswa-siswi berkebutuhan khusus!domisili saya berada di malang jawa timur.saya berkiprah didunia autisme sudah sejaka tahun 2000 jadi saya sudah tujuh tahun berdedikasi di dunia autistik. saya sekarang juga menjadi guru inklusif atau sering disebut GPK guru pembibing khusus.saya hanya menghimbau bagi para orang tua atau pemerhati anak autis, bahwa jangan panik dengan program yang tepat dan benar anak-anak autis dapat juga sperti anak yang normal layaknya.jika mungkin masih tidak percaya silahkan sms atau telpon saya di 0341-6331875.

  • 39
    ghytha
    October 21st, 2007 18:37

    saya gitta anak dari “NN” sebagai terapi dan konsultan anak autism..

    bpak”NN” memiliki sebuah yayasan autisme dan alhamdulillah sudah mendidik beberapa anak autisme dan berhasil…

    menurut saya…autis itu bukanlah sebuah penyakit!!! melainkan sebuah syndrome( gejala gejala)

  • 40
    ghytha
    October 21st, 2007 18:41

    nanti akan saya jabarkan makalah saya tentang pembentukan kepribadian anak autism

    yang saya buat melalui wawancara dengan ayah…

  • 41
    mesyah
    October 23rd, 2007 15:48

    mba tolong aku aku lagi dapet tugas tentang autisme plis kasih bahan untuk ku trimakasih

  • 42
    ocha
    October 24th, 2007 12:29

    saya mau tanya, apa gejala autis dapat terlihat jelas pada anak umur 1,7 tahun dan apa memang harus menjalani terapi untuk penyembuhan penyakit ini dan ada pantangan minum susu bayi terentu ya …. ?

    trimakasih

  • 43
    LICU
    October 24th, 2007 16:07

    saya tertarik mempelajari…tolong semua info kirim ke saya ya thank

  • 44
    anafina
    October 31st, 2007 16:52

    maaf ni mau tanya………
    apakah di benarkan bila ada anak yang berumuran sekitar 15 tahun masih bisa dikatakan terkena autis?
    ataukah itu hanya sebab dari autisnya ketika kecil dulu?

  • 45
    robi
    November 11th, 2007 09:28

    As.Wb. Saya adalah guru inklusif kota Malang dan Guru Senior di Laboratorium Sekolah Autisme Universitas Negeri Malang.Bagi Mahasiswa, Orang tua Anak Berkebutuhan Khusus atau Pemerhati Autisme bisa langsung menghubungi saya diHP saya 0341-6331875.khususnya yang berada diJawa Timur atau di Kota Malang bisa langsung datang kerumah saya Jln.Blitar no 2 Malang.

  • 46
    endah
    November 20th, 2007 15:27

    makasih dapat inspirasi buat ngangkat riset koping ortu mendidik anak autis…….

  • 47
    Alfian
    November 21st, 2007 07:51

    Assalamualikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    salam kenal semua,
    Saya mohon bantuan dari Bapak2/ Ibu2 u/ informasinya.
    Saya punya adik penderita autisme dan sudah diupayakan kemana-mana tapi msh tetap nihil. Saya harus bagaimana dan dimana lembaga/ yayasan yg dpt menangani penderita autisme ini dg biaya yg murah ataupun yg mendapatkan subsidi dari berbagai pihak, karena upaya yg Kami lakukan terhenti karena terkendala biaya dan juga Kami berada ditempat yg terpencil/ minim informasi. Saya sangat berharap banyak u/ bantuannya karena selain autisme adik Saya juga Hiperaktif.
    Informasinya bisa dkirimkan via e-mail ( alfiandinata@yahoo.com ). Sekian dan terimakasih atas perhatiannya.
    Wassalam.

  • 48
    Tia
    January 1st, 2008 21:53

    Apakah Autis bisa disembuhkan?

  • 49
    lia
    January 7th, 2008 08:42

    trimakasi buat info2 nya,
    bagaimana cara mencegah autis?

  • 50
    mamahylmi
    January 27th, 2008 18:50

    Televisi : Semakin maju suatu negara, biasanya interaksi antara anak - orang tua semakin berkurang karena berbagai hal. Sebagai kompensasinya, seringkali TV digunakan sebagai penghibur anak. Ternyata ada kemungkinan bahwa TV bisa menjadi penyebab autisme pada anak, terutama yang menjadi jarang bersosialisasi karenanya.

    tolong kasih keterangan, berdasar dari manakah tulisan tersebut. atau sumber yang bisa dipertanggung jawabkan untuk hal tersebut. setau saya televisi bisa mejadi kemungkinan penyebab GPP pada anak. ataukah GPP juga bisa dibilang(ciri-ciri) autis?

  • 51
    esti
    February 26th, 2008 11:05

    data tentang jumlah anak autis di indonesia itu sekarang brapa ya…?kalo belum pasti,kira2 brapa banyak anak yang menyandang autisme di indonesia sekarang ini. terimaksih

  • 52
    ismail
    March 10th, 2008 20:34

    assalamu’laikum wr.wb.
    apakah hubungannya autisme dengan sistem pencernaan (ekskresi)

  • 53
    eka
    March 18th, 2008 12:58

    saya punya ponakan (randi) yang dinyatakan autis oleh dokter, sekarang udh berumur 8th(belum sekolah karna g’ ada guru yang merasa sanggup mndidik dia). randi pernah masuk Tk,dan saya liat dia anak yang paling cepat hapal gerakan menari, berbaris,bernyanyi atupun bermain yang diajari gurunya. yang aneh ddrinya hanyalah,ketika diminta untuk menampilkan kemampuannya oleh guru,dia g’ pernah mau..bahkan sampai melawan gurunya dengan kata-kata kotor.tapi,ktika dia merasa ingin tampil malah lansung berdiri.
    bagi kami keluarga, randi itu pintar,cerdik, kadang patuh, tapi juga sering brutal. mendidik dia,harus cerdik sperti pemikirannya yang cerdik.

    rencananya kami mau menyekolahkan dia diskolah autis(diluarkota, jauh dr daeah tempat tinggal kami), tapi bapak bilang penyembuhan yang baik adalah berada didekat orang tua.

    sebaiknya bagaimana pak??mohon bantuannya.

  • 54
    sufehmi
    March 18th, 2008 19:31

    @All - wah ternyata komentarnya sudah banyak sekali. Mohon maaf, terlewat oleh saya.
    .
    @ghytha - kita tunggu sharingnya yaa..
    .
    @ocha - yang lebih pakar mungkin bisa membantu menjawab, silahkan. Tapi untuk soal susu saya bisa ceritakan satu hal - di luar negeri, yang namanya susu formula itu nyaris tidak ada.
    .
    Tentunya ini perlu jadi bahan pikiran kita — “tanya kenapa?”, kok di Indonesia malah mewabah. Makanan empuk ?
    .
    @anafina - saya kira demikian.
    .
    @Tia - ada yang mengklaim bahwa autis bisa disembuhkan.
    .
    Tapi kalaupun tidak bisa, jangan sedih. Karena sudah banyak buktinya bahwa penderita autis kadang justru bisa lebih sukses daripada yang “normal”. Seperti yang saya singgung di akhir artikel saya diatas.
    .
    Kuncinya adalah yaitu membuat anak autis sibuk dengan kelebihannya (matematika? seni? komputer? silakan dicari),
    sehingga dia jadi lupa dengan kekurangannya.
    .
    @lia - kalau menilik dari kaum Amish, sepertinya solusinya adalah back to nature.
    .
    Kaum Amish hidup sederhana tanpa ada zat-zat kimia di lingkungan mereka. Sejauh ini, kasus autisme di kalangan mereka terbukti nyaris nol.
    .
    @mamahylmi - maaf, saya tidak tahu GPP itu apa.
    Mungkin ada yang bisa membantu ?
    .
    @eka - saya setuju dengan bapak Anda. Keponakan Anda jelas sudah nampak berbagai kelebihannya.
    Nah orang tua nya coba fokuskan & buat dia sibuk dengan minat & bakatnya tersebut.
    .
    Kalau ini bisa dijalankan dengan baik, jangan kaget jika kelak keponakan Anda akan menjadi orang yang berhasil dan bisa membuat orang tuanya bahagia.
    .
    Selamat berjuang & semoga sukses.

  • 55
    Tiur SM
    March 22nd, 2008 09:03

    Mau tanya,.

    Menurut data statistik di Indonesia, Penderita Autisme tahun 2008 ada berapa berbanding berapa yah?

    Thx yaahh…

  • 56
    yanti
    April 1st, 2008 20:01

    Untuk menyambut Hari Autis Sedunia, 2 April 2008….
    (Maaf… )saya mau numpang cerita….
    Cerita tentang mimpi saya… untuk pengobatan putri bungsu kami, aini, yang didiagnosa GDD (kata sang “ahli”) termasuk kategori autis juga.

    Mungkin… anda juga punya mimpi…, jadi tolong baca ya di…
    http://maaini.wordpress.com/2008/04/01/saya-bermimpi-untuk-seluruh-pemerhati-autis-di-hari-autis-sedunia-2-april-2008/
    dan beri tambahan untuk impian anda tsb…

    Mari kita bermimpi… karena semua kemajuan teknologi, … awalnya juga dari impian penemunya…
    Ya… siapa tahu… akan ada kesempatan impian tersebut terlaksana.

    Makasi ya……
    Saya tunggu lo….

  • 57
    siti delima
    April 2nd, 2008 12:51

    sampai umur berapa anak dikatakan autisme

  • 58
    silvi
    April 4th, 2008 21:08

    saya punya keponakan cowok dinyatakan autis dari dokter…
    sekarang dia berumur 4th,sudah sekolah,tapi bukan skolah khusus autis karena di kota kami tidak ada sekolah autis…
    waktu berumur 6 bln,dia bisa diajak bermain,tapi setelah berumur 1th,dia sering disuguhin vcd2 lagu anak2 tanpa diajak berkomunikasi…
    dan jika sedang menonton vcd, dia jd diem dan sangat2 menikmati..waktu itu ortu nya mengira kalau dia anak yang baik dan tidak rewel,jadi ortunya tidak terlalu mempermasalahkan,apalgi wkt itu belom tau ttg autis…
    sekarang umurnya 4th,belom bisa berbicara,manggil papa n mama aja belom bisa dan jika dipanggil namanya tidak menoleh…
    kalau nangis,disuguhin vcd telletubies lgsg ketawa2 sendiri…
    dan kalau nonton tv,senengnya kalau pas iklan saja…
    yang saya tanyakan,bagaimana caranya agar si anak mau berbicara?
    dan bisakah anak autis mengikuti pelajaran2 sekolah di sekolah umum n bersaing dengan anak normal lainnya? thx a lot…saya sangat butuh informasinya,karena di daerah saya kurang sekali informasi ttg autisme…

  • 59
    yanti
    April 6th, 2008 23:18

    Maaf mau sambung lagi nih…
    Ada yang perlu digaris bawahi untuk pemahaman autis..
    Autis… dengan treatment yang tepat… akan menunjukkan perkembangan yang signifikan.
    Sehingga… banyak anak-anak yang awalnya dinyatakan sebagai penyandang autis… dikemudian hari… dinyatakan “normal”
    Oleh karena itu… sangat diharapkan.. tidak memberikan “label” autis pada seorang anak…

    Terima kasih…

    PS… You can see in …..http://maaini.wordpress.com/2008/03/24/aini-berenang/
    bagaimana putri kecilku tumbuh….

  • 60
    Kusmin
    April 18th, 2008 10:51

    Dear harry.sufehmi.com
    Anak saya umur 10th, autis, kosakata untuk berbicara baru sedikit. Sekarang kelas 1 SD. Kegemarannya membuka-buka buku walaupun belum lancar membaca, memutar vcd via komputer, dan nonton TV khususnya acara cerita anak seperti di DAAI-TV.
    Saya mau tanya di mana saya dapatkan VCD pendidikan mengenai untuk anak autis. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

  • 61
    riswanto
    April 18th, 2008 13:51

    Anak kami , ajeng (saat ini 10 tahun) terdiagnosa autis hiperaktif pada saat usia 2 tahun. Pada usia tersebut ia belum juga bisa bicara, dan menarik tangan kami bila menginginkan sesuatu, tidak ada rasa takut, bila jatuh benjolpun ia tidak menangis, tidak mau tatap muka bila diajak bicara, asik dengan diri sendiri, dipanggil tidak menoleh, siklus tidur yang tidak teratur, gerakannya sangat luar biasa tanpa arah tujuan. (belakangan kami sadari bahwa pada waktu ia lahir , ia sedikit sekali menangis, bentuk kepala bagian belakang terlihat trepes, bentuk perut yang tidak proposrisonal).
    Setelah melewati serangkain tes di RS, termasuk EEG( karena ia pernah step), tampak gelombang di otaknya bertabrakan. Dari sana terdiags ia terkena virus sejenis tokso.
    Begitu kami tahu ia autis, kami lalu mencari informasi dari berbagai seumber termasuk internet. Hasilnya, hingga kini belum ada obatnya. Pernah kami ke dokter , diberi ritalin, namun dosisnya terlalu tinggi hingga 2 kali. Akhirnya, karena kami tidak menginginkan anak kami jadi percobaan, kami lalu mencari pengobatan alternatif.
    Kami dapatkan metode jamu, berlangsung hingga 4 tahun. Efeknya sangat lambat, namun ia sudah sedikit banyak bisa bicara. Hipernya masih sangat kuat, silus tidur juga tidak teratur.
    Sekolah di Tk dan SD kelas 2 harus ditunggu didalam kelas. Anak kami pernah mau dikeluarkan dari sekolah, karena dianggap nakal.
    Perkembangan selanjutnya, kami memindahkannya ke sekolah Taruna Imani di Yogya, sekolah umum namun sering menerima murid berkebutuhan khusus. Pada tahun 2006 itu juga pada saat ia usia 8 tahun, kami mencoba terapi dengan metode sangat sederhana, namun dalam 4 bulan, hipernya sangat berubah, bisa diatur, bisa belajar dalam kelas. Pada tahun 2007, ia ikut nari di pentas perpisahan di sekolahnya. Saat ini ia sudah kelas 3, semester lalu ia rangking 3 dikelasnya (dikel
    as ada 8 murid termasuk murid normal).
    Ia sudah bisa bersosialisasi, rajin sholat waktu 5 kali sehari (mungkin kita orang dewasa saja sering bolong-bolong kalo sholat), mengerjakan Pr sendiri.
    TERNYATA UNTUK AUTIS KITA TIDAK PERLU KE DOKTER ( selain tidak ada obatnya juga menimbulkan ketergantungan serta keracunan bagi organ tubuh), ALTERNATIF PUN ADA .
    Silahkan bila ingin berbagi di 0274-6520969, 081 5780 54182.
    Kami juga menyebar luaskan buletin sederhana kami, silahkan kirim lamat anda mungkin bila berminat akan kami kirimkan. tidak ada biaya, hanya untuk bisa bertukar informasi.Salam peduli autis

  • 62
    yanti
    April 18th, 2008 21:18

    Maaf saya ingin menanggapi komentar dari bapak riswanto..
    Bapak… Autis itu..sangat luas cakupannya. Treatment yang berhasil dilakukan pada satu penderita Autis.., belum tentu menunjukkan hasil positif di anak yang lain. Karena itu… meskipun bapak mengatakan dokter tidak diperlukan untuk mengobati anak autis.., efek yang timbul ketika “tantrum” seringkali membutuhkan bantuan dokter ahli teritama dokter spesialis Ahli jiwa.

    Heh… saya dapat memahami perasaan bapak, yang pernah kecewa pada medis, untuk pengobatan putra bapak.. Hanya… saya mohon… dengan steament bapak, bapak tidak menutup jalan kesembuhan bagi seorang penderita Autis… yang (mungkin) ditakdirkan untuk sembuh lewat tangan dokter,

    Terakhir.. saya ucapkan selamat dan turut bergembira atas kemajuan yang putra bapak capai.

    Terus semangat ya pak… Terus berjuang….

    Pls kalau sempat buka ya… postingan2 saya tentang Aini, putri bungsuku yang juga menyandang Autis.

    di http://maaini.wordpress.com/category/tentang-aini/
    Terima kasih

  • 63
    Dian
    April 18th, 2008 22:04

    Autis,,,

    mari besahabat dengan mereka…

    orang-orang yang diberi kelebihan khusus dari Tuhan…

  • 64
    riswanto
    April 19th, 2008 08:12

    ibu yanti, saya mengungkapkan bahwa saya secara pribadi berpendapat tidak perlu kedokter, karena secara medis memang tidak ada obatnya (dr melly pun pernah menulis artikel mengenai hal tersebut). Sedangkan kekecewaan terhadap medis, kami hanya sempat menerapkan pada anak kami selama 7 hari, dengan kondisi 2 kali ganti resep karena nampak anak kami menahan sakit , dan membuatnya malah tidak sehat (nampak berkeringat dingin). Ketika saya kembali kedokter, hanya mengganti resep dengan alasan dosisnya ketinggian. Maukah anak kita menjadi bahan percobaan? maukah anak kita keracunan obat , karena obat ini bersifat jangka panjang. Pasti ada organ tubuh yang akan rusak, seperti liver.Terapi yang kami terapkan, dengan terapis bgk haris guntur, tanpa menggunakan obat. Sedangkan mengenai tantrum, anak kami tidak lagi tantrum setelah diet terigu, susu dan kacang-kacangan. Beberapa pasien beliau, setahu saya juga mengalami perkembangan yang pesat, namun perlu adanya sinergi antara orangtua, lingkungan kondusif (sekolah), penerapan diet.
    Saya tidak mengharuskan ibu percaya terhadap opini saya, namun mudah-mudahan opini saya tersebut dapat berguna untuk yang lain.
    salam

  • 65
    riswanto
    April 19th, 2008 08:17

    atau lebih detail bisa ibu lihat di http://www.autismaterapi.blogspot.com

  • 66
    riswanto
    April 19th, 2008 08:22

    lebih detail mengenai terapi beliau bisa dilihat di http://www.autismaterapi.blogspot.com

  • 67
    yana
    April 29th, 2008 19:53

    AUTIS BISA DISEMBUHKAN DAN ADA OBATNYA (Kami sudah Buktikan)
    Bagi para Ibu dan bapak yang anaknya mengalami Autis jangan cemas, Bahwa autsi bisa disembuhkan dan Alhamdulillah kami mempunyai obatnya(BUKAN OBAT KIMIA / JAMU)HERBAL. Jika tidak percaya Bapak IBU bisa kontak e-mail saya di : yana_priatna@yahoo.com. Kami banyak sekali testimony kesembuhan penyakit Autis. Bapak dan Ibu Bisa bisa berbagi dengan orang tua yang anaknya terkena Autis.

    mudah-mudahan ada guna dan dan manfaatnya.

  • 68
    riswanto
    May 6th, 2008 08:10

    Salam peduli autis, silahkan mampir ke blog kami di http://www.autisfamily.blogspot.com
    bila berkenan anda bisa bertukar pengalaman dengan kami di harizz00@yahoo.co.id atau 081578054182
    salam peduli autis

  • 69
    Sisil
    May 6th, 2008 15:35

    KLo Menurut gw Autis Memang Bisa di sebabkan oleh makanan Tapi menurut Gw apa Semua Orang Sama Sedangkan Darah Nya Berbeda- beda.

  • 70
    Yudha Wiranata
    May 9th, 2008 21:24

    Anak saya usia 2 th difonis Autis, hal itu terjadi setelah imunisasi MMR di Jkt. awalnya sy cemas. Saat ini anak saya SD umum kls 4. ad kebanggaan sendiri dengan anak saya, yaitu dapat menghafalmengingat dng diluar kemempuan orang. Sedih tapi Bangga. hp. 0811 135060.

  • 71
    haris
    May 10th, 2008 09:40

    saya DRH.Haris Guntur..melalui blog Bapak saya ingin berbagi informasi bahwa saya adalah seorang bio medis terapis anak berkebutuhan khusus : autis hiperaktif infeksi virus (TORCH) Sindroma Down di Yogyakarta . (Namun kami bukan terapi psikologis dan perilaku seperti yang kita ketahui selama ini dengan metode ABA atau Lovas atau lainnya). Mengenai detail profil kami, bisa di lihat di http://www.autismaterapi.blogspot.com.

    Saya memberikan jaminan bahwa untuk anak autis dan berkebutuhan khusus lainnya, selama 1 bulan terapi akan terlihat perubahan yang berarti dan bisa dibandingkan dengan metode lainnya yang pernah ada.
    Untuk pasien luar kota kami sediakan tempat menginap dengan berbagai fasilitas lainnya.

    Selama 1 bulan kami membebaskan biaya terapi (namun tidak free untuk biaya akomodasi bila pasien luar kota menginap dan suplemen) .
    Anda juga bisa melihat sendiri dan bertanya kepada eks pasien kami secara langsung .
    Pertanyaan dan konsultasi bisa menghubungi kami di 0274-7806555.
    Salam.
    Haris Guntur http://www.autismaterapi.blogspot.com

  • 72
    Ahmad
    May 12th, 2008 12:13

    pendekatan pendidikan seperti apa ya. . .yang cocok untuk anak penderita autisme ?

  • 73
    audhe_a
    May 14th, 2008 17:06

    anak autis kadangkala mudah mengalami kepanikan yang berlebihan, apa saja kelemahan dari mereka shingga dapat membuat mereka panik??

    dan bagaimana cara mengatasinya???

  • 74
    robby zulkarnain noer
    May 15th, 2008 09:15

    Ass.Wb.
    perkenalkan nama saya robby zulkarnain noer
    saya bekerja di sdn percobaan 1 malang jawa timur
    alamat saya jl.blitar 2
    no telp 0341 6331875
    profesi saya adalah Guru Pembimbing Khusus Inklusi Kota Malang.
    Bagi siapa saja yang ingin sharing silahkan kontak dengan saya. Saya akan membantu anda, terutama yang berdomisili di Jawa Timur.

    -RZN-

  • 75
    Ahmad
    May 15th, 2008 10:12

    mas robby,bisa g beritahu alamat E-mailx.kalo dr tlp jadi agak sulit.

  • 76
    riswanto
    May 15th, 2008 11:17

    Anak autis ada berbagai tingkatan, namun sebaiknya bila ingin mengetahui sekolah yang tepat untuk anak , sebaiknya anda bisa berkonsultasi dahulu dengan psikolog. Seperti yang pernah kami alami. Anak kami punya inteligen yang baik, daya ingat kuat ..Alhamdulillah berkat terapi serta sekolah yang tepat ternyata ia bisa mengikuti pelajaran dengan baik. Sekolahnya di SD TARUNA IMANI YOGYAKARTA.
    salam peduli autis
    riswanto http://www.autisfamily.blogspot.com 081578054182

  • 77
    riswanto
    May 15th, 2008 11:24

    Prinsipnya, hilangkan dahulu gejala autis (kan tidak harus ke dokter atau obat kimia) …mau sekolah , terapi atau lainnya pasti bisa…
    silahkan baca web kami sebagai referensi http://www.autisfamily.blogspot.com

  • 78
    Ibu Rina
    May 16th, 2008 03:42

    Sudah 1 minggu ini saya search di Internet untuk tambahan refrensi seminar saya tgl 7/6/08, 28/6/08 dan 12/7/08.
    Sejak 10 tahun lalu saya menggunakan metode pendidikan Anak usia Balita yang dapat meyakinkan orangtua siswa untuk tidak membawa pada terapis Autis sebelum Anak HUT ke 4. Saya sebagai praktisi pendidikan Anak Balita sudah 20 tahun.
    Saya akan bahas tentang ADD/ADHD, AUTIS, GT dan Tumbuh kembang Anak Balita pada seminar dan workshop ;
    “Homeschooling for Balita” 7/6/08
    Graha Pena Lt. III - Surabaya
    “Bedah Tuntas Karakter Balita” 28/6/08
    Graha Pena Lt. III - Surabaya
    “Persamaan ADD/ADHD, Autis, GT dan Anak Normal” 12/7/08
    (Pada Anak usia Balita)
    Graha Pena Lt. III - Surabaya
    Daftar/tiket dapat diperoleh di seluruh GRAMEDIA Surabaya
    Anda bisa datang :-)

  • 79
    autisme « henk’s Weblog
    June 8th, 2008 10:50

    [...] Penyebab Autisme ? [...]

  • 80
    yogi erickson
    June 13th, 2008 09:55

    Jadi sebenarnya Autis itu baik atau buruk sih,, kalau di lihat dari pendapat bapak jika ternyata banyak para penderita autis justru cendrung bisa sukses, karena memiliki kelebihan-kelebihan tersendiri,,nah gimana dah tuh,,saya jagi binun???

  • 81
    sufehmi
    June 13th, 2008 22:31

    @yogi - sebetulnya apakah anak kita normal / berbeda / autis itu tidak terlalu relevan.
    .
    Kuncinya ada di kita, orang tua.
    .
    Kalau kita bisa mengarahkan anak kita agar tereksploitasi kelebihannya, dan bisa tertutupi kelemahannya, maka anak yang autis pun bisa sukses besar di kehidupannya kelak.
    .
    Di lain pihak, kita juga sudah terlalu sering melihat anak yang normal / super, namun di kehidupannya kemudian ternyata termasuk gagal.
    Karena kurang pengarahan dan bimbingan dari orang tuanya.
    .
    Kira-kiranya demikian, trims.

  • 82
    Vaksinasi dan Autisme « pencerahan
    July 3rd, 2008 12:53

    [...] termangu membaca tulisan pak Harry tentang autisme. Teringat kegelisahan seorang ibu yang menanyakan pada saya, hubungan antara imunisasi dan [...]

  • 83
    Ibu Rina
    July 3rd, 2008 14:51

    Saya membuka konsultasi solusi gratis tentang masalah Anak balita, silahkan Email ke terapi.karakter@Gmail.com. Sudah 2 tahun terakhir ini saya prihatin dengan metode “terapi medis dan terapi intervensi” pada balita yang didiagnosa gejala Autis, karena sudah banyak korban. “Mohon tunda dulu diagnosa Autis sampai Anak HUT ke-5″. Maaf, bukan ingin melawan arus tapi harap sadari efek negatif yang ditimbulkan dan saya bisa tunjukkan terapi sederhana yang bahkan cukup orangtua anak yang melakukan….juga GRATIS..!! tks

Leave a Reply