SEObox: Web Hosting Murah Unlimited Homeschooling Indonesia

Sukses dengan berpikir berbeda

Kemarin adalah hari Jum’at, dan untuk melakukan sholat Jum’at saya memilih sebuah mesjid yang tidak menggunakan karpet di lantainya. Tidak hanya lebih menghemat uang umat, namun juga tidak menyesakkan nafas penderita alergi debu ini.

Setibanya disana, di luar dugaan ternyata lingkungan mesjid ini adalah masyarakat yang taat agama. Walaupun saya sudah tiba cukup awal, namun saya telah didahului sekitar 100 orang.
Sekitar 6 shaf telah terisi. Tidak mungkin bagi saya untuk bisa mendapatkan tempat duduk yang paling afdhol, di depan, tanpa menyakiti / menyenggol orang lain.

Tengok sedikit, ternyata ada bagian sayap mesjid. Dan, kosong melompong.

Dengan santai saya berjalan ke sebelah sayap mesjid, dan langsung mendapatkan posisi di paling depan tanpa susah payah, atau menyusahkan orang lain.

“Kenapa yang sedang duduk di dalam mesjid tersebut tidak justru memilih shaf depan di sayap mesjid juga ?”; euh, saya tidak tahu kenapa. Saya hanya melihat kesempatan, yang mungkin tidak terlihat oleh orang lain - dan saya memanfaatkannya.

Ada banyak aspek dari kreatifitas. Salah satunya adalah kemampuan untuk melihat peluang. Dan, berbeda dari perkiraan banyak orang, ini bisa dilatih.
Caranya yaitu dengan sering memaksa otak Anda bekerja.
Maka setelah beberapa waktu (dan banyak penderitaan dari sakit kepala yang cukup akut), maka Anda akan mampu melihat hal-hal yang tidak terlihat oleh orang lain.

Ketika sudah mendapatkan kemampuan ini, mudah-mudahan kemudian bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kebaikan semua pihak.

Selamat mencoba.

11 Responses to “Sukses dengan berpikir berbeda

  • 1
    Joni Rahalsyah Putra
    November 25th, 2006 21:41

    Hi..hi..hi, saya tertawa waktu membaca komentar : “Caranya yaitu dengan sering memaksa otak Anda bekerja.
    Maka setelah beberapa waktu (dan banyak penderitaan dari sakit kepala yang cukup akut),” … ya ini pernah terjadi terhadap saya sendiri, karena saya memikirkan orang yang bagi saya ‘aneh’, orang tsb dekat sama saya bahkan bisa dikatakan keluarga karena tingkah laku dan kebiasaannya yang ‘aneh’ tsb memaksa otak saya untuk memikirkan alasan-alasan dia melakukan hal2 yang aneh tsb…lambat laun saya pun bisa mengerti maksud dibalik itu semua, walaupun terkadang ’sakit kepala’ harus menyerang terlebih dahulu :) jadi inti dari semua ini yaitu ‘Dare to be different’…karena kita dilahirkan ‘freedom’ for everything!

  • 2
    harry
    November 26th, 2006 12:29

    Joni - Thanks, saya kira Anda benar. Sedikit menambahkan, sebetulnya banyak orang yang kreatif. Namun, banyak juga yang memiliki kelemahan dalam soal komunikasi. Alhasil, ya mungkin jadi seperti saudara Anda yang Anda ceritakan itu, jadi kelihatan seperti orang aneh.
    .
    Setelah masalah komunikasi teratasi, ada lagi masalah-masalah lainnya; eksekusi, teamwork, dst.
    .
    Untuk mengatasi semua itu, sepertinya hanya bisa dilakukan oleh memiliki kepribadian yang positif.
    Seperti memudahkan bukan mempersulit, sabar, gigih, tekun, fokus pada kelebihan orang lain (bukan pada kelemahannya), empati, dst.
    .
    Sulit ya ? Hidup ini memang untuk berjuang :) dan hasilnya baru bisa dinikmati belakangan.

  • 3
    Priyadi
    November 26th, 2006 19:17

    kenapa sayap depan di mesjid gak laku? kalau pengeras suara mati, praktis susah untuk ngikutin imamnya :)

  • 4
    harry
    November 26th, 2006 19:21

    Kebetulan itu mesjid kecil, dan pengeras suaranya cukup bagus.
    .
    Tapi saya juga pernah sholat di mesjid tingkat 4, imam di lantai paling atas. Saya di lantai paling bawah, dan tiba-tiba speakernya mati. Enggak tahu deh gimana nasib keabsahan sholat ratusan orang yang sholat di lantai tersebut … :) :(

  • 5
    andriansah
    November 27th, 2006 08:38

    Orang harus dipaksa untuk berpikir kreatif, dan biasanya kreatifitas baru muncul di saat kepepet :)

    Pengalaman pribadi sih, tapi kalau bisa di paksakan untuk muncul saat ini akan sangat baik sekali, apalagi kalau bisa menambah penghasilan

  • 6
    andrias ekoyuono
    November 27th, 2006 10:35

    Seperti katanya si Peter Fisk, “Ingenuity” is the starting point because it is about seeing things differently…dari cara pandang yang beda inilah awal mula kebanyakan orang sukses

  • 7
    Masindi
    November 27th, 2006 15:38

    “Caranya yaitu dengan sering memaksa otak Anda bekerja.”

    Mengapa harus memuja Tuhan bersama-sama? Apakah Anda pernah memaksa otak Anda bekerja utk memikirkan hal tsb?

  • 8
    harry
    November 27th, 2006 17:37

    Masindi - Pernah, kalau Anda ?

  • 9
    Ainun
    July 2nd, 2007 14:45

    Bisa juga karena 100 orang itu tahu bahwa yang dideklarasikan sebagai masjid hanya bagian dalamnya, sehingga bagian sayapnya tidak terhitung sebagai tempat yang bisa dipakai i’tikaf. Kalau di masjid2 Singapura biasanya secara eksplisit dituliskan batas i’tikafnya (”Sempadan I’tikaf”), dan biasanya bagian sayap memang tidak tercakup.

  • 10
    Bambang
    October 2nd, 2007 10:43

    Pingin sih bisa berpikir beda, tapi saya juga lebih sering cenderung untuk berpikir simpel. Mungkin seperti kang Harry contohkan, orang lebih senang berada langsung dibelakang shaf yang sudah ada, bukannya malah di sayap.

    Tapi ya itu tadi kang, ada hikmahnya juga kan kalau ada yg berpikir simpel pasti ada yg berpikir beda :)

    Sepertinya besok2 saya mesti melatih otak saya nih kalo gitu, biar bisa berpikir beda..hihi :)

  • 11
    gout
    July 30th, 2008 21:27

    berbeda dari pandangan umum kali yaaa, berpikir ke basic prinsiple akan menjadi lebih sederhana dan bermanfaat….orang kebanyakan berfikir ribet

Leave a Reply

Subscribe without commenting