Potensi 3G di Indonesia
Ikhlasul Amal berkomentar mengenai 3G di blognya. Menarik, dan wajar sekali jika kita berharap besar dengan teknologi baru ini. Inikah “disruptive technology” tahun ini, seperti email & web yang kemudian merevolusi Internet ?
Sayangnya, 3G bisa jadi menjadi teknologi berikutnya yang cuma sekedar potensi, namun gagal dieksploitasi secara maksimal. Bagaimana bisa ? Bisa saja, jika justru operatornya sendiri yang mensabotasenya.
Kawan saya bercerita bahwa skema bagi hasil berbagai operator mobile phone saat ini sangat timpang, dan mencerminkan kerakusan yang menjatuhkan. Bisnis sebagai content provider (baca: aplikasi kreatif, games, dll) profitnya sangat kecil, karena sebagian besarnya adalah untuk operator.
Kalau kita lihat provider content pada saat ini, jumlahnya tidak sebanyak yang seharusnya, dan variasinya juga tidak berkembang.
Potensi 3G ada pada content. Jika digabung dengan layanan billing (yang, lagi-lagi, skema bagi hasilnya lebih bagus); maka 3G bisa menjadi suatu gebrakan besar.
Contoh yang sangat bagus dalam hal ini bisa kita lihat ke NTT Docomo, operator mobile phone di Jepang. Karena skema bagi hasilnya sangat menggiurkan, otomatis provider content bermunculan dalam jumlah yang sangat banyak. Setiap minggu ada saja inovasi baru yang muncul.
Dan walaupun sekilas kita kira NTT Docomo telah melakukan kebodohan (karena menyerahkan sebagian besar profitnya kepada content provider), namun sebetulnya justru untung besar; karena (profit kecil x volume transaksi besar) = profit besar.
Mari sekarang kita berharap agar operator-operator yang ada mau memanfaatkan momen ini (launching 3G) untuk mengevaluasi ulang skema bagi hasilnya dengan content provider.
Jika kemudian bisa diadakan skema bagi hasil yang menarik, maka bersiap-siaplah menikmati inovasi dan terobosan-terobosan baru berbasis 3G !
Sementara menunggu itu, saya menikmati dulu fasilitas video call gratis ![]()

November 29th, 2006 16:00
sekarang bagaimana kalau perhitungannya,
profit besar x volume transaksi besar? pasti profit sangat besar
*sekarang di operator yang gak bisa 3g*
November 29th, 2006 16:11
Azil - maunya operator yang sekarang kan seperti itu
ternyata yang terjadi justru (profit besar x volume transaksi sangat kecil) = ???
.
Entah berapa profit mereka; namun yang jelas pada situasi seperti ini, kita tidak bisa mengharapkan adanya banyak inovasi.
November 29th, 2006 16:20
Ya.. tak pikir jg bagus pangsa pasarnya . Orang indonesia kayaknya lebih dekat ke HP-nya dibanding ke TI ( internet ) . Asal contentnya bagus .. dan murah ( apalagi gratis ) pasti berbondong2… slurp
November 29th, 2006 16:25
jadi kalo sharing profitnya menarik, mau ikutan bikin start-up content provider?
keluhan seorang pengembang content provider lokal : kalo ama operator indonesia bayarannya ditunda2 mulu, maka dia mendingan bikin content buat operator di jepun sana dengan teman disana sebagai marketernya, bayarannya lebih pasti dan komit.
btw, video call gratis? mbok ya coba video call ke saya.
December 1st, 2006 10:43
pengembangan teknologi di Indonesia memang selalu berorientasi fitur. Menampilkan fitur baru spt video call jauh lebih menarik daripada memperbaiki service fasilitas yg sudah ada skrg. Di jepang sendiri video call sudah beberapa tahun belum populer2 juga karena memang banyak yg enggan menampilkan wajah mereka dan repot kalo terima telponnya sedang ada kesibukan lain (mis. jalan kaki).
December 10th, 2006 09:18
hehehe.. artikel 3g yang menarik.
sayangnya kelihatnnya 3g di eropa/amerika adem ayem aja tuh. hehe. terus 3 tahun lagi ada 4g. indonesia udah ketinggalan lagi.
December 10th, 2006 11:17
@hebiryu - masalah mereka sama dengan di Indonesia; kurang content. Padahal contoh yang bagus & sukses sudah ada (NTT Docomo). Tapi tetap saja pada tidak mau mengadaptasi model tsb.
.
Saya sekarang sedang mencoba melakukan beberapa terobosan disini. Mudah-mudahan berhasil.
December 10th, 2006 14:58
apa to mas ? bagi-bagi dong. hehehe..
judi bola pake 3G ? wah pasti sukses tuh di Indonesia. hehehe..
setelah liat CV keliatannya kita mirip2 neh. kamu dari MSc system design aku dari MSc information technology.
January 3rd, 2007 09:13
Salam kenal.
Tentang 3G, saya pingin melihat bagaimana pemanfaatan teknologi ini lebih jauh, tidak hanya sekedar rich content seperti video call, TV, news dll. Saya pakai 3G sejak 2 tahun lalu, dan hanya dg hitungan jari saya memakai nya untuk nonton FOX news, dan video call itupun karena iseng.
Adakah peluang untuk business-2-business?
January 16th, 2007 08:33
Pak Harry, ngomong2 berapa sih market nya layanan data via wireless mobile di indonesia ?
September 9th, 2007 17:59
udah cobain Mobitrek Indonesia? Mobile social networking berbasis WAP, ada di http://m.mobitrek.com/ gratis dan bisa ketemu temen2 baru dari dunia cyber mobile. Kaliajah yg pake 3G bisa menikmatinya
June 25th, 2008 14:08
sebelumnya, salam kenal dulu dari australia buat pak harry!
saya rasa sama juga dengan di australia, bisnis content provider untuk 3G saya rasa masih kurang bisa berkembang pesat. So far yang masih pegang peranan besar dan keuntungan besar pihak operatornya.
Dari analisa saya , kelihatannya fungsi 3G yg utama spt video call, malah kayaknya jarang dipakai, kecuali kalau gratis lain lagi ceritanya