Rich Dad Poor Dad - dan buku-buku motivasi lainnya
Sore ini kebetulan membaca posting Priyadi mengenai Rich Dad Poor Dad, bagaimana pada akhirnya terbukti bahwa Kiyosaki banyak memalsukan fakta-fakta di bukunya. Saya jadi ingat lagi kenapa saya tidak terlalu menyukai buku-buku motivasi seperti ini.
Salah satunya adalah karena buku-buku ini bisa membuat kita terlena. Kita jadi terbuai di awang-awang utopia, bagaimana segala sesuatunya ideal, dan kita BISA menjadikan itu semua kenyataan.
Namun, kebanyakan orang terbuai terus di khayalan tersebut.
Hanya sedikit yang bisa ACTION. Dan lebih sedikit lagi yang bisa terus menjalani semua prosesnya yang penuh kesakitan dan penderitaan, sampai akhirnya menjadikan KENYATAAN.
Saban membaca buku motivasi, biasanya saya bukan lagi speed reading, tapi light-speed reading ! Sekedar menangkap wawasan-wawasan baru saja. Itupun kalau memang ada.
Saya tidak mengatakan bahwa buku-buku motivasi ini pasti sampah. Hanya, berhati-hatilah. Jangan sampai Anda jadi terbuai karenanya, dan justru lupa melakukan yang terpenting - ACTION.
