Archive for June 10th, 2006

Pocari Sweat meluncurkan serangan balasannya

Beberapa hari yang lalu seorang staf saya menunjukkan produk baru dari Pocari Sweat, isi sama namun dalam kemasan botol plastik 500ml.

Sedikit latar belakang, Pocari Sweat dulunya adalah raja pada niche minuman olahraga. Pada jaringan minimarket kami, dulu produk yang paling banyak terjual biasanya bergantian antara Yakult dan Pocari Sweat. Ya, mengalahkan bahkan produk mie instan sekalipun. Prestasi ini tentu sangat luar biasa, apalagi jika kemudian kita ingat bahwa Pocari Sweat mengangkangi segmen pasar ini sendirian :)

Kemudian kompetitor mulai bereaksi. Tiba-tiba, dalam waktu singkat pasar dibanjiri dengan berbagai produk minuman olahraga lainnya. ProSweat, Mizone, dan puluhan produk lainnya. Tipe orang Indonesia - “me too” ? Anyway, ketika kita menilik lagi bagaimana besarnya “niche” ini, maka tindakan ini menjadi wajar.

Yang menarik justru adalah respon / ketiadaan respon dari Pocari Sweat. Dalam waktu yang cukup lama, tetap saja PS hanya tersedia dalam kemasan 330ml, dan rasa yang sama. Dimana kompetitornya (yang mungkin terbesar saat ini), Mizone, menyediakan 2 rasa dan kemasan botol plastik yang nyaman untuk dibawa-bawa.
Penjualan Mizone meroket dengan cepat, dan angka penjualan PS menjadi korbannya.

Akhirnya PS mulai bereaksi dengan kemasan baru ini. Tapi apakah reaksi ini sudah terlambat, ataukah belum?
Time will tell.

HIT got hit hard

Di antara keributan seputar produk HIT, saya cukup terkejut ketika membaca di blog Pipit bahwa ternyata HIT sudah mengetahui pelarangan ini dari tahun 2003.

Kenyataan bahwa HIT terus diproduksi sampai akhir-akhir ini jelas adalah suatu tindakan yang tidak bermoral.
Sedangkan dari perspektif bisnis; mungkin ini adalah salah satu contoh bisnis yang sudah terperosok di comfort zone-nya, sehingga gagal bereaksi dengan cepat terhadap bahaya yang mengancamnya.

Ketika saya kemudian melakukan riset sederhana mengenai solusi alternatif untuk menangani masalah nyamuk, sebentar saja saya sudah menemukan banyak. Dan dari sekian banyak itu, tetap ada banyak yang potensial untuk diproduksi massal dengan harga setara / lebih murah daripada produk HIT. Dan, kesemuanya dari bahan alami serta aman bagi lingkungan dan makhluk hidup.
Kemarin saya sudah memesan salah satu sampelnya dari Amerika, untuk dilihat apakah bisa dikembangkan menjadi produk baru disini.

Ketika saya sendirian saja bisa menemukan ini semua dalam waktu hanya sekitar 3 jam, adalah memprihatinkan ketika produsen sebesar HIT gagal dalam tempo waktu 3 tahun.

Innovate & differentiate, or die.