Translate this page :

Tabrakan lagi…

Kembali mobil saya di tabrak motor kemarin. Mungkin ini sudah kali yang ke enam. Mobil tahun 2005 ini kini sudah banyak baret, dan kali ini ditambah dengan bemper belakang yang penyok.

Syukurnya, motornya sendiri tidak apa-apa, kalau tidak wah istri saya bisa dikeroyok massa. Buktinya dia langsung kabur sekencang-kencangnya di tengah padatnya lalu-lintas, sambil menyalip kiri-kanan dengan lincahnya.

Terus terang saya bingung bagaimana solusi dari masalah ini. Kita bisa mencegah menabrak orang lain dengan mengemudi secara hati-hati. Tapi mencegah dari di tabrak ?

Ada ide ?

38 Responses to “Tabrakan lagi…

  • 1
    kunderemp
    January 6th, 2007 18:08

    Hmmmm… perkuat indera keenam? :p

    Kalau aku, biasanya:

    1. Jangan melakukan gerakan mendadak, artinya beri tanda kalau mau belok, mengerem dari kejauhan, pelan-pelan kalau ganti jalur.

    2. Fokus ke jalan dan awasi belakang sebelum membelok atau ganti jalur. Sering ada motor yang keras kepala. Memang terpaksa latihan memanfaatkan kaca spion secara efektif sih dan efisien sih.

    Oh iya, kata ‘di’ sebagai awalan seharusnya disambung. Kata ‘di’ sebagai kata depan yang dipisah.

  • 2
    harry
    January 6th, 2007 18:16

    @kunderemp – kebetulan itu semua sudah kita lakukan, tapi tetap saja kita ditabrak. Malah dalam suatu kasus, istri saya sedang tenang berhenti agak lama (menunggu angkot di depan mengangkut penumpang) tiba-tiba *brakkk* dihantam motor dari kiri. Lha, mungkin mobil saya “invisible” yah ? Sebesar itu dan sedang diam kok kena tabrak juga.
    .
    Saya lagi berpikir untuk membuat panduan semacam “advanced driving tutorial” untuk motor, tapi saya tidak pintar membuat ilustrasinya. Kalau ada yang mau membantu ini, silahkan komentar dan kita langsung mulai.
    Mungkin ini sedikit yang bisa kita lakukan.
    .
    Atau mungkin ada yang tahu dimana ada kursus mempertajam indra keenam, tolong kabarkan saya πŸ˜›

  • 3
    jimmy neutron
    January 6th, 2007 18:55

    ah…itu gampang mas harry, pasang aja tulisan “BELAJAR” …selesai kan? atu kalo nggak bumpernya ganti dengan punya bom bom car, jadi kalo kena tabrak bisa mantul…. πŸ™‚

  • 4
    harry
    January 6th, 2007 19:28

    @jimmy – ide bempernya bagus juga πŸ˜€

  • 5
    Priyadi
    January 6th, 2007 21:35

    lagi berenti di lampu merah aja bisa ditabrak kok. apalagi mobil yang lagi jalan.

    kemaren kejadian kaya gitu. lagi berenti di lampu merah tiba2 brakkkk ada motor yang nabrak di belakang. terus saya kasih sign untuk berenti di sesudah perempatan. sayanya berenti, eeeh dianya jalan terus. untungnya rusaknya gak parah2 amat. cuma ya itu dimana tanggung jawabnya.

  • 6
    IMW
    January 6th, 2007 21:55

    Soal tabrakan, saya teringat suatu peristiwa tabrakan yang mengubah pikiran saya, dan mungkin itu juga yang membuat saya jadi hobby bergerak dalam dunia Open Source.

  • 7
    Biho
    January 6th, 2007 22:01

    nggak semua biker begitu…

  • 8
    Bayu R
    January 7th, 2007 09:16

    Baca tips berkendara di jakarta dulu mas harry
    http://malesbanget.com/view.php?cat=artikel&nomor=33&page=1

    Mungkin bisa nambahin buat bagian menghadapi motor.

  • 9
    kunderemp
    January 7th, 2007 16:46

    Aku sebenarnya tertarik dengan advanced driving motor. Karena jujur saja, kulihat pengendara motor banyak yang menyebalkan (padahal aku juga mengendarai motor hehehe).

    Pernah melihat ada orang yang mengendarai motor bebek, tetapi gayanya kayak mengendarai motor balap (padahal sedang membonceng orang) dan sok-sok zigzag. Jalannya sepi jadi seharusnya motornya cukup tetap di jalur dan menambah kecepatan.

    Yang lebih menyebalkan, motornya lambat(!!) alias cuma 60 km per jam. Jadi malah menghambat kendaraan-kendaraan di belakangnya.

    Sigh..

  • 10
    iang
    January 7th, 2007 20:52

    baru aja tadi siang mobil yg saya kendarai ditabrak oleh mobil lain.. padahal sedang pelaaaaaaann banget sambil nungguin mobil depan yg sedang belok melintang dari kiri ke kanan..

  • 11
    Amal
    January 7th, 2007 23:35

    Ah, sepeda motor ugal-ugalan lagi!

    *”musuh sejuta umat” kata teman saya…

  • 12
    Budi Rahardjo
    January 8th, 2007 07:06

    Dulu waktu masih jadi mahasiswa, saya pernah nabrak belakang mobil Toyota Hardtop dengan motor. Ya, itu salah saya. Lha wong mobilnya sedang berhenti pas di lampu merah. Saya sendiri heran mengapa saya bisa nabrak mobil segede itu yang sedang berhenti. Dugaan saya sih saya ngelamun. Untuk mobilnya nggak apa-apa, soalnya nabraknya pelan. Hanya muka saya saja yang agak linu. he he he.

    Yang menarik, saya ingat bahwa pas kejadian itu dunia seakan-akan berada di “slow motion”. Serius. Yang ada di kepala saya: “wah, bibir jontor nggak ya?”

    Tapi saya tidak ugal-ugalan dalam mengendarai motor lho. Berberda dengan pengendara motor sekarang. Sebagai penumpang ojek, saya sering deg-degan kalau naik motor.

  • 13
    cahyo
    January 8th, 2007 08:55

    hukum rimba di jalanan jakarta mas harry :
    siap ditabrak dan menabrak.

    begitulah kata orang-orang.
    kalau saya, banyak berdoa dan serahkan sama yang diatas..;-)

  • 14
    auliahazza
    January 8th, 2007 11:04

    mungkin, penabraknya pengen kenalan kali.. kan istri harry cakep….

    itu, kalau ke rumah aul, hati-hati ada pohon kaktus di pagar kiri. kemarin kena durinya di belakang spion … πŸ˜€ upsss… jadi kelihatan agak bergaret πŸ˜€

  • 15
    auliahazza
    January 8th, 2007 11:23

    ada yang lupa… kan Indonesia itu kalau mau dapat SIM itu banyak yang nembak, pake uang suap.. nah itu akibatnya… solusi yang lain, mobil yang sering ketabrak n nabrak itu dijual aja tukar yang baru karena akan begitu terus menerus kejadiannya.

  • 16
    ryosaeba
    January 8th, 2007 13:37

    gue pernah ketimpa sial. pagi hari berangkat ke kantor cikarang naik starlet, berhenti di perempatan lampu merah. baru saja berhenti, tiba-tiba ada bunyi benturan keras sekali dari belakang. belum hilang rasa kaget, benturan serupa terulang lagi sampai dua kali.

    ternyata ada sebuah kijang pickup kotak yang remnya blong, dan saat menabrak starlet saya, dia mental lagi ke belakang, namun karena jalannya agak menurun, dia kembali menabrak mobil saya lagi. hancur lebur bagasi belakang starletnya, udah gak bisa kembali ke bentuk orisinalnya.

    dan sebagai puncaknya, yang nabrak kakek-kakek tua dan kelihatannya gak punya duit.

    habis itu, selama kira-kira 2 tahun, kalau tidak terpaksa sekali, saya tidak pernah berhenti di lampu merah di cikarang kalau sedang mengendarai mobil.

    dan ini bukan akhir cerita. ketika sudah berganti mobil ke hyundai accent, lagi-lagi saya ditabrak oleh motor ketika sedang hendak memutar. lagi-lagi bagasi penyok berat, tapi untungnya masih ditanggung asuransi.

    ternyata bukan salah motor yang menabrak, karena sebelumnya ternyata motor tersebut ditabrak oleh angkot yang sedang ngebut mendahului angkot lain, lalu terpental ke arah mobil saya. ketika yang naik motor mau minta ganti rugi, saya tunjuk saja ke arah angkot yang melarikan diri, silakan kejar angkot itu saja.

  • 17
    Abdul Hadi bin Ahmad Nawawi
    January 8th, 2007 16:40

    Wah… kurang banyak sedekah kali mas Harry.. coba lebih banyak lagi sedekahnya… πŸ™‚

  • 18
    Eko Prasetyo
    January 8th, 2007 16:58

    Saya pernah ditabrak bajaj hehe. Lagi di jalan tikus, nunggu antrian di pengkolan, eh si bajuri nyosor aje dari belakang. Udah gitu bukannya kita yang marah2, supir bajajnya tereak2 duluan hauehuae. Mungkin karena diliat dari belakang rambutnya panjang-panjang dipikir mobil isinya cewek kali ya. Begitu kita turun semua, supir bajajnya langsung mingkem πŸ˜€ tau kenapa? Mobil kita isinya anak -anak band semua man! Mana tampangnya sangar2 pula :P~

    Kita sampe nggak jadi ngomelin balik, mo ngakak ngeliat tampangnya si bajuri hihihi..

    OOT: Halo pak Kursi! hehe.. jadi reuni bemo? Delegasi metromini mo ikutan nih πŸ˜€

  • 19
    bank al
    January 9th, 2007 11:39

    Sebagai individu, kayaknya satu2nya cara agar mobil kita nggak ketabrak adalah dengan cara meninggalkan mobil di rumah dan nggak dibawa ke jalan umum. πŸ™‚

    Mobil saya juga lagi di bengkel, gara2 minggu lalu di tabrak lari sama motor, yg juga ngacir setelah menabrak mobil saya dengan kecepatan tinggi sampai bemper-nya somplak.

    Untung ada asuransi.

  • 20
    kunderemp
    January 9th, 2007 11:46

    Sebagian besar kecelakaan motor yang kualami (empat kali kecelakaan besar yang sampai menimbulkan luka-luka bahkan patah tulang), sebagian besar sudah bisa kuperkirakan akan terjadi kecelakaan beberapa detik sebelumnya. Tetapi karena aku mengabaikan peringatan dari hati, akhirnya terjadi juga.

    Sebenarnya kita kan tahu semakin cepat mengendarai motor semakin besar kemungkinan kecelakaan. Dasar keras kepala, biasanya para pengendara motor bukannya sadar dan pelan-pelan, malah mempercepat laju dengan percaya diri.

  • 21
    kunderemp
    January 15th, 2007 11:32

    komentar prita di blog-nya Puji bagus tuh kalau dimasukkan untuk jadi bahan buku advanced driving motorcycle.

  • 22
    kardjo
    January 15th, 2007 22:21

    gampang kok, tulis aja yg besar di kaca belakang “JANGAN DITABRAK, INI MASIH KREDIT…KEUANGAN LAGI SUSAH !!”
    Yang mau nabrak pasti gak tega….. πŸ˜€

  • 23
    priyanto
    January 22nd, 2007 07:32

    Musuhnya pengendara motor cuman pengendara bajaj dan pengendara motor lain.
    Tapi musuhnya pengendara mobil adalah motor, angkot, bis, bajaj, dan mobil lain.
    Satu2nya jalan ya “defense driving”. Kecelakaan tuh paling banyak disebabkan oleh pihak lain, nah makanya kita harus coba mikir apa yg dipikir pengendara lain.

    Buat meminimalisir di’cium’ ama motor. Kita harus tau kalo motor tuh suka nyelip2, nah usahain ada space buat motor di salah satu (satu aja) sisi mobil. Atau jangan ada space yg nanggung. Soalnya kalo ada space nanggung, motor cenderung nyoba2….. sukur2 cuman nyerempet.

  • 24
    martin
    January 23rd, 2007 13:11

    intinya baik pengendara mobil taupun motor harus konsen pd saat nyupir, sabar, tdk emosi

  • 25
    Quality Indonesian Blogger » Blog Archive » Tabrakan lagi…
    February 2nd, 2007 23:54

    […] Aggregated from harry by Asian Blogger Community […]

  • 26
    dundin
    May 27th, 2007 11:18

    gue kalo kesel, sekarang suka tega ama motor, gue pepet sampe beradarh-darah kaki mereka kena bem,per gue … abisan udah 3 taun ini gue pasrah mobil gue diserempet, penyok, bemper somplak … semua gara-gara sepeda motor ugal-ugalan.

    terakhir, motor masuk ngebut jalur lawan, gue sikat, dia minggir nabrak mobil di jalurnya dan dia langsung terjerembab. gue tinggalin, polisi malah ketawa.

  • 27
    KualaBelait
    August 6th, 2007 17:26

    comment-nya mas priyanto bagus banget, masuk akal dan memang seharusnya begitu habis mau gimana lagi, bawa mobil di jakarta mmg harus merutuk2 terus, yg di sebelah supir harus kuat kupinya:).
    mmg seharusnya motor sekalian dilarang di kota besar, cuma boleh dijalan2 kampung aja, br bs menikmati sedikit bawa mobil di jkt πŸ™‚

  • 28
    suryanto
    August 7th, 2007 01:24

    kemarin saya ditabrak bus kopaja 95, plat nomornya 7479 dan sialnya saya gak punya sim soalnya sim saya lagi di tilang ama police korup, emang gak punya sim gak bisa minta ganti rugi karena ditabrak yach.

  • 29
    yayat suyatna
    November 14th, 2007 07:35

    Mas Hary dll, kayaknya masyarakat kita jadi aneh ya, suka melamun ‘kali sambil ngebayangin jadi pembalap stoner, capirossi atau rossi, jadi ada di dalam dunia khayal terus. Mungkin saking susahnya hidup jaman ini ya, seperti orang2 yang kecanduan narkoba, pingin lepas dari kesulitan, mencari dunia halusinasi, orangnya lagi di jalan raya, pikirannya lagi entah kemana. Makanya semua halusinasinya ini muncul dalam prilakunya, jadilah tabrak menabrak di jalan. Beda banget pengendara motor sekarang dengan pengendara dulu, jaman dulu masih punya santun dan akal, sekarang seperti zombi. Saya 15 tahun naek motor, dulu rasanya gak ada masalah kayak sekarang.

  • 30
    udin
    December 5th, 2007 15:02

    Amal11 wrote :
    Ah, sepeda motor ugal-ugalan lagi!
    *”musuh sejuta umat” kata teman saya…

    Mas Amal
    coba deh sekali2 pakai motor … bagaimana susahnya nyari celah karena abis spacenya sama mobil … ada yg mepet ke kanan ada yang mepet ke kiri … bener2 menutup jalan orang banyak, sama sekali ga ada celah buat jalan motor, udah gitu asap kendaraan udah sesak di dada, panas terik menerpa, sementara ini sekarang ini lebih banyak yg berkendaraan motor karena bertambaha parahnya macet di jakarta … jadi sedikit wise lah dalam berkendaraan. kadang2 kan mobil juga tiba2 rem mendadak jadi otomatis lah kalo ga lihay bisa kecium juga tuh bemper mobil.
    saya suka naik kedua2nya motor dan mobil … jadi tahu suka dukanya naik motor … pun naik mobil, dengan begitu bisa lebih merasakan bagaimana sih suka dukanya naik motor di jakarta ini.
    rasanya kita yg berkendara motor bisa aja dong berkata juga
    “mobil itu musuh semilyar umat” (pengendara motor lebih banyak dari mobil, kenyataan)
    Jadi kalau menyebalkan … tergantung ke pribadi pengendara itu masing-masing bukan dilihat dari dia pengendara motor atau mobil … peace ahhhh

  • 31
    sufehmi
    December 6th, 2007 09:06

    jadi sedikit wise lah dalam berkendaraan.
    .
    Ya, saya coba selalu ingat untuk memberikan tempat lewat.
    Kalau tidak (bukan disengaja, cuma kebetulan lupa), banyak yang tetap ngotot memaksa lewat, dan membuat mobil jadi baret-baret. Waduh…
    .
    kadang2 kan mobil juga tiba2 rem mendadak jadi otomatis lah kalo ga lihay bisa kecium juga tuh bemper mobil.
    .
    Wah mas, bukan sekali dua kali kita jantungan karena motor tahu-tahu memotong jalan kita.
    Malah kadang yang memotong jalan itu di tengah malam yang gelap, tidak menghidupkan lampu (wtf), motornya warna hitam, dan pengendaranya menggunakan jaket warna hitam. Kalau saya tidak cepat menginjak rem mobil, mungkin nyawanya sudah melayang / cacat seumur hidup πŸ˜›
    .
    Juga sudah terlalu sering kita lagi melintas perempatan, namun tiba-tiba dari kiri/kanan ada motor yang melintas memotong jalan di depan kita dengan sangat kencang – padahal jelas jalur mereka sedang lampu merah.
    Kalau saya ada penyakit jantung, mungkin sudah meninggal di tempat saya jadinya.
    .
    Solusinya, kita **semua** musti defense driving. SELALU asumsikan bahwa kendaraan di depan kita akan berhenti mendadak, atau akan ada sesuatu yang melintas mendadak tanpa kita ketahui sebelumnya (motor, bajaj, kucing, dst).
    .
    Dengan demikian, maka mudah-mudahan kita jadi bisa terhindar dari masalah di jalan raya.

  • 32
    kaje
    December 6th, 2007 13:17

    mas-mas ….
    saya pengendara motor nih kalo hari kerja, pengendara mobil kalo hari libur. abisnya gimana terpaksa sih naik motor, jarak rumah – kantor jauh, kalo naik mobil atau kendaraan umum ga mampu deh, bensin dan ongkosnya muahalll.
    dan supaya tidak terlalu bikin jakarta macet dan semrawut, kalo bawa mobil sendiri kan cuma saya aja penumpangnya, jadi mobilnya dipake pas libur aja yg bisa ngangkut banyak orang (istri, anak2, bedinde) dan untuk mengurangi kejadian kayak istrinya mas sufehmi ini lho. kalo naik motor kan lebih lincah dan bisa cepet nyampai tujuan, dengan catatan bawa motornya ga ugal2an seperti yg dikeluhkan mas-mas itu lho. (ga semua pengendara motor ugal2an, saya lebih sering inget anak istri di rumah yg menanti dengan setia)
    .
    saya pernah lho jatuh dari motor karena lagi anteng2 pakai motor di pinggir tiba-tiba dipepet sama mobil dari sebelah kanan, udah jantung mau copot eh jatuh deh terjerembab sambil sebelumnya motor oleng kesana kesini, untungnya jatuhnya ke sebelah kiri lha kalo ke kanan bisa kelindes mobil lain di belakang, lha kalo kelindes mobil, mau gimana anak istri di rumah, masih untung cuma luka-luka, kalo meninggal ditempat? bisa jadi janda istriku dan yatim anak2ku
    .
    padahal jalanan lagi sepi dan kecepatan motor juga ga terlalu kenceng. jadi intinya kita yg ga ngapa-ngapain aja bisa mengalami kecelakaan kapan aja dimana aja, namanya juga musibah.
    .
    pernah juga saya lagi anteng2 (juga) naik motor, eha tau2 ada mobil tiba2 belok ke kiri, sruuuuttttt langsung deh aku cepet2 rem gas sepakem-pakemnya, lha kalo nggak bisa ketabrak tuh badan mobil, kejadian yang sama diserobot sama motor laen juga pernah.
    .
    nah pas naik mobil, pernah juga (sering bahkan) dicium motor sama bajaj, untungnya sih ga parah2 amat, lagian mau minta ganti rugi juga ga tega wong pengemudi bajaj … πŸ™‚
    .
    jadi semua resiko berkendaraan yaaa semua orang jg pernah ngalamin. tinggal banyak2 berdoa dan lebih hati2 aja jangan bikin kaget orang di belakang kita.
    .
    yo wisssss.

  • 33
    ryosaeba
    December 6th, 2007 13:37

    kayaknya banyakan pembelaan soal motor dipepet mobil yah. gue sendiri menggunakan motor dan mobil, dan selama ini, lebih sering dipepet dan bahkan sampai ditabrak oleh motor, mau itu saya sedang naik motor juga atau sedang nyetir mobil.

  • 34
    cak_roes
    December 7th, 2007 14:34

    maaf bukan gue mau ikut campur, bukan gue mau membela mobil, bukan gue mau membela motor, tapi maaf gue mau ikut nimbrung.
    coba fokus deh, yg dibilang om fehmi adalah gimana solusi dari masalah yg dia alami, ko jadi merembet kemana-mana yaa
    kita ini satu bangsa satu negara, ga ada deh musuh-musuhan yang ada musuh dalam diri sendiri yang maunya menang sendiri, apalagi kalo sampe mo ngusir motor dari kota besar, duuhhh lagaknya udah kayak elit aja. semua orang bayar pajak dari tukang warung sampe orang gedongan, semua bayar pajak dari pejalan kaki sampe yang punya busway. jadi semua orang berhak hidup dimana aja dan mengedara kendaraan kemana aja (sesuai aturan dan rambu lalu lintas yang berlaku)
    supaya bisa lebih berempati coba deh baca yang ini
    http://jalansutera.com/2007/01/12/top-10-jenis-pengendara-motor-yang-tidak-saya-sukai-itu/#comment-19888
    atau yang ini :
    http://jalansutera.com/2007/01/12/top-10-jenis-pengendara-motor-yang-tidak-saya-sukai-itu/#comment-82445
    be + thinking

  • 35
    Doodee
    February 3rd, 2008 04:32

    Thanks for sharing

  • 36
    Safety Driving
    March 15th, 2008 01:03

    Menurut saya pribadi, ya intinya semua hal harus dibenahi, dari SIM yang cuman nembak aja sudah bisa dapat sim itu harus dirubah semua harus lulus ujian teori dan praktek. Kemudian juga polisi dan para aparat negara, pejabat negara, TNI, dlsb harus menjadi contoh bagi masyarakat. Dengan tidak mengambil bahu jalan misalnya. Kemudian kita tingkatkan rasa malu pada diri kita sendiri bahwa menyetir ugal2an mengurangi atau menjatuhkan harga diri/martabat. Jadi dianggap orang tidak berpendidikan. Tingkatkan rasa malu terhadap dunia internasional. Bagaimana klo bule-bule melihat kesemrawutan lalu lintas tsb di negara kita ini?? Malu donk!! Ok, jadi ya mulai dari sekarang tingkatkan disiplin berkendara dan jadilah pengendara yang baik agar dapat berkampanye untuk orang lain dapat mencontoh sikap dan cara mengemudi anda yang baik, benar, dan sopan.. Terima kasih

  • 37
    Materi Kuliah
    December 4th, 2009 10:20

    Let’s use Materi Kuliah as your guidance in online learning, and create Tips TOEFL with Tips Ngeblog | Stenly to maximize your skill in manage Kompetisi Website Kompas MuDA-KFC, don’t forget to create and improve something like Kompetisi Website Kompas MuDA-KFC and great opportunities will be given in Kompetisi Website Kompas MuDA-KFC

  • 38
    cekay
    March 13th, 2011 21:40

    memang masih minim tingkat keamanannya

Leave a Reply

 

Subscribe without commenting

            








SEObox: Web Hosting Murah Unlimited Komik Indonesia Homeschooling Indonesia