<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Buruan Nikahin Gue</title>
	<atom:link href="http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/</link>
	<description>life is a struggle &#038;&#038; information wants to be free</description>
	<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 03:10:13 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
		<item>
		<title>By: ritoma</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-118728</link>
		<dc:creator>ritoma</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 12:32:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-118728</guid>
		<description>kaget pas seorang temen merekomendasikan untuk membuka blog nya ..
wah ternyata benar katanya, menarik, reflektif, dan bermakna..
terima kasih ya Ms/Om ato apa nee.. 
postingnya mencerahkan ku..
sukses..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kaget pas seorang temen merekomendasikan untuk membuka blog nya ..<br />
wah ternyata benar katanya, menarik, reflektif, dan bermakna..<br />
terima kasih ya Ms/Om ato apa nee..<br />
postingnya mencerahkan ku..<br />
sukses..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mus_</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-116980</link>
		<dc:creator>Mus_</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 07:57:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-116980</guid>
		<description>wah, tulisan yang bermanfaat sekali.
terima kasih om harry. :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, tulisan yang bermanfaat sekali.<br />
terima kasih om harry. <img src='http://harry.sufehmi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Selamat menempuh hidup baru, Wawan Hermawan. &#171; COLORS OF JOHOHOHO&#8230;!!!</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-92721</link>
		<dc:creator>Selamat menempuh hidup baru, Wawan Hermawan. &#171; COLORS OF JOHOHOHO&#8230;!!!</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2008 19:52:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-92721</guid>
		<description>[...] Buat yang masih muda dan jomblo yang masih mencari menjemput calon pasangannya, teruslah berusaha dan juga berdoa. Jika bisa semakin cepat untuk menikah, kenapa harus berlambat-lambat? Jika terlalu lama menjomblo nanti bisa jadi bujang lapuk kriput atau jadi perawan tua bangka lhoo. Lalu untuk menambah motivasi orang yang belum menikah untuk segera menikah, silakan baca salah satu artikel favorit saya di weblog pak Harry Sufehmi, judulnya : Buruan Nikahin Gue. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Buat yang masih muda dan jomblo yang masih mencari menjemput calon pasangannya, teruslah berusaha dan juga berdoa. Jika bisa semakin cepat untuk menikah, kenapa harus berlambat-lambat? Jika terlalu lama menjomblo nanti bisa jadi bujang lapuk kriput atau jadi perawan tua bangka lhoo. Lalu untuk menambah motivasi orang yang belum menikah untuk segera menikah, silakan baca salah satu artikel favorit saya di weblog pak Harry Sufehmi, judulnya : Buruan Nikahin Gue. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sufehmi</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-90510</link>
		<dc:creator>sufehmi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Jan 2008 00:04:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-90510</guid>
		<description>@mamahylmi - &lt;i&gt;umur boleh tua, tetapi dewasa belum tentu.&lt;/i&gt;
.
Akur banget mbak :)
.
Kebalikannya juga kadang terjadi, kadang saya menemukan kawan yang usianya jauh lebih muda dari saya, namun justru saya bisa mendapat banyak pelajaran dari ybs.
Salut sekali saya dengan kawan-kawan kita yang seperti ini.
.
Trims.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@mamahylmi - <i>umur boleh tua, tetapi dewasa belum tentu.</i><br />
.<br />
Akur banget mbak <img src='http://harry.sufehmi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
.<br />
Kebalikannya juga kadang terjadi, kadang saya menemukan kawan yang usianya jauh lebih muda dari saya, namun justru saya bisa mendapat banyak pelajaran dari ybs.<br />
Salut sekali saya dengan kawan-kawan kita yang seperti ini.<br />
.<br />
Trims.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mamahylmi</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-89584</link>
		<dc:creator>mamahylmi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jan 2008 11:58:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-89584</guid>
		<description>Assalamualaikum,
perkenalkan nama saya endah.
saya sudah menikah hampir 2 th. Alhamdulillah sudah dipercaya untuk mengasuh seorang buah hati.
dulu waktu muda (pacaran:-) memang ada pikiran setuju dengan nikah muda. pemikiran saya berubah setelah selintas membaca judul buku "Nabi aja nggak nikah muda". banyak yang jadi pikiran dikepala saya. ternyata yang dibutuhkan dalam sebuah pernikahan adalah kedewasaan. umur boleh tua, tetapi dewasa belum tentu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum,<br />
perkenalkan nama saya endah.<br />
saya sudah menikah hampir 2 th. Alhamdulillah sudah dipercaya untuk mengasuh seorang buah hati.<br />
dulu waktu muda (pacaran:-) memang ada pikiran setuju dengan nikah muda. pemikiran saya berubah setelah selintas membaca judul buku &#8220;Nabi aja nggak nikah muda&#8221;. banyak yang jadi pikiran dikepala saya. ternyata yang dibutuhkan dalam sebuah pernikahan adalah kedewasaan. umur boleh tua, tetapi dewasa belum tentu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Menikah &#171; munggur</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-70325</link>
		<dc:creator>Menikah &#171; munggur</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Nov 2007 17:11:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-70325</guid>
		<description>[...] Ada blogger yang menggambarkan impian sebuah pernikahan yang kurang membumi namun romantis. Berbeda dengan pasangan blogger SegoKoecing dan Dapur Kenari yang penuh lika-liku namun selalu kompak dalam perjuangan bersama. Untuk tips mengenai pernikahan silakan baca di Buruan Nikahin Gue. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Ada blogger yang menggambarkan impian sebuah pernikahan yang kurang membumi namun romantis. Berbeda dengan pasangan blogger SegoKoecing dan Dapur Kenari yang penuh lika-liku namun selalu kompak dalam perjuangan bersama. Untuk tips mengenai pernikahan silakan baca di Buruan Nikahin Gue. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yusuf KS</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-65592</link>
		<dc:creator>Yusuf KS</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Oct 2007 19:22:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-65592</guid>
		<description>Terima kasih untuk sharing pengalaman mas Harry (sekalian saya juga maaf pada komentar #33 saya salah menulis nama mas Harry menjadi Herry, Afwan *_*). Thx juga untuk doanya :) Saya akan berusaha mewujudkannya dengan sebaik-baiknya. Insya Allah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih untuk sharing pengalaman mas Harry (sekalian saya juga maaf pada komentar #33 saya salah menulis nama mas Harry menjadi Herry, Afwan *_*). Thx juga untuk doanya <img src='http://harry.sufehmi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> Saya akan berusaha mewujudkannya dengan sebaik-baiknya. Insya Allah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sufehmi</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-65309</link>
		<dc:creator>sufehmi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Oct 2007 08:20:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-65309</guid>
		<description>Ayah saya &#38; mertua sama-sama satu pengajian (pengajian umum, sekedar ceramah umum rutin &#38; belajar membaca/tajwid quran, bukan aliran tertentu), lalu suatu ketika acara pengajian diadakan di luar kota dengan membawa semua keluarga mereka. Anak-anak mereka semua jadi saling berkenalan, termasuk saya &#38; istri :)
.
Mudah-mudahan tujuannya tercapai mas, amin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ayah saya &amp; mertua sama-sama satu pengajian (pengajian umum, sekedar ceramah umum rutin &amp; belajar membaca/tajwid quran, bukan aliran tertentu), lalu suatu ketika acara pengajian diadakan di luar kota dengan membawa semua keluarga mereka. Anak-anak mereka semua jadi saling berkenalan, termasuk saya &amp; istri <img src='http://harry.sufehmi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
.<br />
Mudah-mudahan tujuannya tercapai mas, amin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yusuf KS</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-65298</link>
		<dc:creator>Yusuf KS</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Oct 2007 07:27:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-65298</guid>
		<description>Iya, kalau dipikir-pikir lagi memang yang paling utama adalah komitmen. Hmm.


Bicara tentang kultur, cepat sekali negeri kita mengadopsi budaya "have fun" :?  Peranan media massa memang sangat hebat ckk..ckk..ck..Dan untuk mengubahnya kembali menjadi lebih baik, kemungkinan akan memakan waktu yang lama karena ada banyak hal yang harus diubah. Tetapi itu perubahan itu harus dilakukan sejak sekarang, walau masih dalam skala kecil/sedikit.  
Salut buat mas Herry yang bisa menikah dini saat itu (usia 22 tahun). Orangtua saya juga menikah dini, mereka menikah ketika umur keduanya kurang dari 20 tahun. Ini bisa menjadi contoh dan motivasi supaya saya juga bisa menikah dini (inginnya saat berumur 25, hmm...berarti tinggal beberapa tahun lagi *_*, semoga bisa terwujud).

Kalau saya boleh tahu, istri mas Herry itu dulunya teman sekolah/kuliah/teman, teman sekitar rumah/komplek/desa/kampung, teman jauh, dijodohkan atau apa? Kalau orangtua saya sih dulunya teman satu daerah/kampung. [Saya cuma mengadakan survei kecil pribadi yang tidak resmi :)]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Iya, kalau dipikir-pikir lagi memang yang paling utama adalah komitmen. Hmm.</p>
<p>Bicara tentang kultur, cepat sekali negeri kita mengadopsi budaya &#8220;have fun&#8221; <img src='http://harry.sufehmi.com/wp-includes/images/smilies/icon_confused.gif' alt=':?' class='wp-smiley' />  Peranan media massa memang sangat hebat ckk..ckk..ck..Dan untuk mengubahnya kembali menjadi lebih baik, kemungkinan akan memakan waktu yang lama karena ada banyak hal yang harus diubah. Tetapi itu perubahan itu harus dilakukan sejak sekarang, walau masih dalam skala kecil/sedikit.<br />
Salut buat mas Herry yang bisa menikah dini saat itu (usia 22 tahun). Orangtua saya juga menikah dini, mereka menikah ketika umur keduanya kurang dari 20 tahun. Ini bisa menjadi contoh dan motivasi supaya saya juga bisa menikah dini (inginnya saat berumur 25, hmm&#8230;berarti tinggal beberapa tahun lagi *_*, semoga bisa terwujud).</p>
<p>Kalau saya boleh tahu, istri mas Herry itu dulunya teman sekolah/kuliah/teman, teman sekitar rumah/komplek/desa/kampung, teman jauh, dijodohkan atau apa? Kalau orangtua saya sih dulunya teman satu daerah/kampung. [Saya cuma mengadakan survei kecil pribadi yang tidak resmi :)]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: harry</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-61956</link>
		<dc:creator>harry</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Sep 2007 04:00:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-61956</guid>
		<description>@Nur Cholikul -- Sumber dari **semua** masalah di suatu pernikahan biasanya adalah Ego.
.
Mau enaknya sendiri (tidak mau capek/malas/tidak mau pusing/dst), tidak mau mendengar masukan dari pasangan, kalau salah gengsi minta maaf, tidak mau mengalah, tidak mau kompromi, dst. 
.
Dalam suatu pernikahan, tidak boleh ada ego. Yang ada hanyalah kita &#038; pasangan kita.
.
Barulah kemudian pernikahan itu ada harapan untuk survive &#038; menjadi kebahagiaan di dunia &#038; akhirat.
.
@rist -- bagi muslim hukumnya memang wajib. 
.
Mengingat ilmu kedokteran kini sudah sangat maju, saya kira tidak masalah bagi orang yang sudah tua sekalipun untuk disunat. 
.
@Yusuf -- kunci utamanya sebetulnya hanya satu, yaitu komitmen. Kalau sudah ada komitmen, maka semua masalah (cinta, komunikasi, dst) bisa diatasi :)
.
Cuma memang masalahnya orang kita, Indonesia, kadang sudah bilang komitmen, tapi kemudian di tengah jalan berubah. Kalau sudah begini, bahaya.
Beda dengan kultur di beberapa negara lainnya, dimana kalau mereka sudah mengatakan komitmen (sudah berjanji), maka mereka akan penuhi janjinya itu walaupun musti jatuh bangun &#038; berdarah-darah sekalipun.
.
Menikah dini - ya, sayangnya budaya sekarang ini sudah berbeda total. Kita diajarkan untuk "have fun" selagi muda. "Fun fearless female", satu slogan media yang terkenal di Jakarta. Ini jelas menyesatkan, hidup ini susah kok malah disuruh fokus ke bersenang-senang. Akhirnya susahnya menumpuk semua di kemudian hari.
.
Logikanya, selagi muda ini justru kita berusaha &#038; berjuang untuk masa depan kita. Sekitar 50 tahun yang lalu, bahkan di Amerika, adalah hal yang lazim bagi seorang pria untuk sudah memliki rumah, pekerjaan, dan menikah pada umur 19 tahun.
.
Sekarang ? Kadang umur kita sudah lebih dari 40 tahun pun masih banyak yang belum menikah. Ya itu, karena media massa sangat gencar mempromosikan budaya "have fun" ini. Kita semua yang menjadi korbannya, begitu realitanya kita sadari, umur kita sudah lanjut, dan badan sudah tidak setegap dulu lagi.
.
Jadi memang kulturnya ini yang harus dirubah dulu. Perlu dibudayakan kembali misalnya praktek apprenticeship (magang) sehingga sejak dini kita sudah bisa bekerja. 
Juga perlu dirubah pandangan bahwa pendidikan formal = sukses, karena pendidikan formal saat ini sangat memakan waktu. Umur sudah lebih dari 20 tahun pun kadang kita masih sekolah juga. Padahal menilik contoh di Amerika (dan Indonesia) dulu, umur sekian pada saat tersebut biasanya sudah menikah &#038; stabil hidupnya,
.
Kebetulan saya termasuk yang menikah dini (untuk standar sekarang), saya menikah pada umur 22 tahun. Kalau mendengar kisah kawan-kawan lain yang belakangan menikahnya, saya merasa bersyukur. Saya juga senang karena capeknya ya sudah lewat, waktu badan saya masih lebih kuat. Sekarang anak-anak saya sudah lebih besar, saya bisa lebih santai dan menikmati waktu bersama mereka. Alhamdulillah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Nur Cholikul &#8212; Sumber dari **semua** masalah di suatu pernikahan biasanya adalah Ego.<br />
.<br />
Mau enaknya sendiri (tidak mau capek/malas/tidak mau pusing/dst), tidak mau mendengar masukan dari pasangan, kalau salah gengsi minta maaf, tidak mau mengalah, tidak mau kompromi, dst.<br />
.<br />
Dalam suatu pernikahan, tidak boleh ada ego. Yang ada hanyalah kita &#038; pasangan kita.<br />
.<br />
Barulah kemudian pernikahan itu ada harapan untuk survive &#038; menjadi kebahagiaan di dunia &#038; akhirat.<br />
.<br />
@rist &#8212; bagi muslim hukumnya memang wajib.<br />
.<br />
Mengingat ilmu kedokteran kini sudah sangat maju, saya kira tidak masalah bagi orang yang sudah tua sekalipun untuk disunat.<br />
.<br />
@Yusuf &#8212; kunci utamanya sebetulnya hanya satu, yaitu komitmen. Kalau sudah ada komitmen, maka semua masalah (cinta, komunikasi, dst) bisa diatasi <img src='http://harry.sufehmi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
.<br />
Cuma memang masalahnya orang kita, Indonesia, kadang sudah bilang komitmen, tapi kemudian di tengah jalan berubah. Kalau sudah begini, bahaya.<br />
Beda dengan kultur di beberapa negara lainnya, dimana kalau mereka sudah mengatakan komitmen (sudah berjanji), maka mereka akan penuhi janjinya itu walaupun musti jatuh bangun &#038; berdarah-darah sekalipun.<br />
.<br />
Menikah dini - ya, sayangnya budaya sekarang ini sudah berbeda total. Kita diajarkan untuk &#8220;have fun&#8221; selagi muda. &#8220;Fun fearless female&#8221;, satu slogan media yang terkenal di Jakarta. Ini jelas menyesatkan, hidup ini susah kok malah disuruh fokus ke bersenang-senang. Akhirnya susahnya menumpuk semua di kemudian hari.<br />
.<br />
Logikanya, selagi muda ini justru kita berusaha &#038; berjuang untuk masa depan kita. Sekitar 50 tahun yang lalu, bahkan di Amerika, adalah hal yang lazim bagi seorang pria untuk sudah memliki rumah, pekerjaan, dan menikah pada umur 19 tahun.<br />
.<br />
Sekarang ? Kadang umur kita sudah lebih dari 40 tahun pun masih banyak yang belum menikah. Ya itu, karena media massa sangat gencar mempromosikan budaya &#8220;have fun&#8221; ini. Kita semua yang menjadi korbannya, begitu realitanya kita sadari, umur kita sudah lanjut, dan badan sudah tidak setegap dulu lagi.<br />
.<br />
Jadi memang kulturnya ini yang harus dirubah dulu. Perlu dibudayakan kembali misalnya praktek apprenticeship (magang) sehingga sejak dini kita sudah bisa bekerja.<br />
Juga perlu dirubah pandangan bahwa pendidikan formal = sukses, karena pendidikan formal saat ini sangat memakan waktu. Umur sudah lebih dari 20 tahun pun kadang kita masih sekolah juga. Padahal menilik contoh di Amerika (dan Indonesia) dulu, umur sekian pada saat tersebut biasanya sudah menikah &#038; stabil hidupnya,<br />
.<br />
Kebetulan saya termasuk yang menikah dini (untuk standar sekarang), saya menikah pada umur 22 tahun. Kalau mendengar kisah kawan-kawan lain yang belakangan menikahnya, saya merasa bersyukur. Saya juga senang karena capeknya ya sudah lewat, waktu badan saya masih lebih kuat. Sekarang anak-anak saya sudah lebih besar, saya bisa lebih santai dan menikmati waktu bersama mereka. Alhamdulillah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yusuf KS</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-61817</link>
		<dc:creator>Yusuf KS</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Sep 2007 09:40:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-61817</guid>
		<description>Modal untuk menikah (sebagaimana yang ada pada tulisan ini) :
1. Mau berusaha memahami satu dan lainnya. 
2. Mau untuk berubah menjadi lebih baik. 
3. Komitmen menjaga agar komunikasi selalu lancar. 


Pertanyaan saya, bagaimana cari terbaik untuk dapat cepat menikah? Jika dalam proses pendekatan/pacaran/taaruf komunikasi tidak berjalan dengan baik apakah bisa untuk melanjutkan ke proses pernikahan? 
Jika mau melamar langsung(ta'arufnya cuma sebentar) ke seorang perempuan dengan punya persiapan, tetapi faktanya kebanyakan perempuan zaman sekarang mana ada yang mau langsung nikah tanpa pacaran. Jadi bagaimana yaa supaya pemuda-pemudi sekarang cepat (tidak menunda) menikah?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Modal untuk menikah (sebagaimana yang ada pada tulisan ini) :<br />
1. Mau berusaha memahami satu dan lainnya.<br />
2. Mau untuk berubah menjadi lebih baik.<br />
3. Komitmen menjaga agar komunikasi selalu lancar. </p>
<p>Pertanyaan saya, bagaimana cari terbaik untuk dapat cepat menikah? Jika dalam proses pendekatan/pacaran/taaruf komunikasi tidak berjalan dengan baik apakah bisa untuk melanjutkan ke proses pernikahan?<br />
Jika mau melamar langsung(ta&#8217;arufnya cuma sebentar) ke seorang perempuan dengan punya persiapan, tetapi faktanya kebanyakan perempuan zaman sekarang mana ada yang mau langsung nikah tanpa pacaran. Jadi bagaimana yaa supaya pemuda-pemudi sekarang cepat (tidak menunda) menikah?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: violetroses</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-61777</link>
		<dc:creator>violetroses</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Sep 2007 03:45:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-61777</guid>
		<description>Mas Herry postingnya bagus banget, jadi bisa diambil pelajaran oleh orang yang masih jomblo..sama seperti saya :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Herry postingnya bagus banget, jadi bisa diambil pelajaran oleh orang yang masih jomblo..sama seperti saya <img src='http://harry.sufehmi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rist</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-51878</link>
		<dc:creator>rist</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2007 02:42:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-51878</guid>
		<description>Maaf bgt kalau ini melenceng, tapi saya pikir ada hubungannya juga ko
circumcise, apa itu wajib?gmn klo tidak?saya tahu untuk kebersihan dan kesehatan orang itu sendiri, tapi klo orang itu masuk islam pada usia 56, apa juga wajib melakukannya?apa resikonya tidak terlalu besar?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf bgt kalau ini melenceng, tapi saya pikir ada hubungannya juga ko<br />
circumcise, apa itu wajib?gmn klo tidak?saya tahu untuk kebersihan dan kesehatan orang itu sendiri, tapi klo orang itu masuk islam pada usia 56, apa juga wajib melakukannya?apa resikonya tidak terlalu besar?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nur Cholikul Anwar</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-38953</link>
		<dc:creator>Nur Cholikul Anwar</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Mar 2007 02:47:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-38953</guid>
		<description>:) Mas Harry saya mau tanya tentang hakikat dasar seseorang untuk menikah agar pernikahannya awet</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p> <img src='http://harry.sufehmi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> Mas Harry saya mau tanya tentang hakikat dasar seseorang untuk menikah agar pernikahannya awet</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: achep</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-36351</link>
		<dc:creator>achep</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Feb 2007 07:05:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-36351</guid>
		<description>Bagi umat islam, kalau saya tidak salah, menikah memang hukumnya bisa sunah, wajib atau haram dan Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan. Bagi rekan-rekan yang sudah diwajibkan untuk menikah dalam agama, maka saya sarankan menikahlah. Untuk menuju kearah jenjang pernikahan bagi sebagian orang bukanlah keputusan yang mudah. mereka masih ragu-ragu apakah saya telah mampu, baik secara materi ataupun mental ? sebagian mereka membayangkan bagaimana nanti kehidupan ekonominya setelah menikah ? Itu salah satu hal yang menjadi bahan pertimbangan saya untuk menikah. Tapi Alhamdulillah hal itu telah saya lewati, karena sekarang saya telah menikah dan memiliki satu anak. Bagi rekan-rekan yang akan menikah hati-hati dalam mengambil keputusan. setelah kita memohon petunjuk dengarkan kata hati nurani kita, jangan sampai niat kita menikah diracuni oleh pikiran emosional ataupun hawa nafsu. bagi yang akan menikah, selamat menikah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi umat islam, kalau saya tidak salah, menikah memang hukumnya bisa sunah, wajib atau haram dan Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan. Bagi rekan-rekan yang sudah diwajibkan untuk menikah dalam agama, maka saya sarankan menikahlah. Untuk menuju kearah jenjang pernikahan bagi sebagian orang bukanlah keputusan yang mudah. mereka masih ragu-ragu apakah saya telah mampu, baik secara materi ataupun mental ? sebagian mereka membayangkan bagaimana nanti kehidupan ekonominya setelah menikah ? Itu salah satu hal yang menjadi bahan pertimbangan saya untuk menikah. Tapi Alhamdulillah hal itu telah saya lewati, karena sekarang saya telah menikah dan memiliki satu anak. Bagi rekan-rekan yang akan menikah hati-hati dalam mengambil keputusan. setelah kita memohon petunjuk dengarkan kata hati nurani kita, jangan sampai niat kita menikah diracuni oleh pikiran emosional ataupun hawa nafsu. bagi yang akan menikah, selamat menikah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hendy Irawan</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-34743</link>
		<dc:creator>Hendy Irawan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Feb 2007 03:27:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-34743</guid>
		<description>Bang Harry...

Wahh thanks ya... Nggak nyangka Mas Harry nyempetin blogwalking ke halaman kita... :-)

Great thanks :-)

Jadi makin pengen aja nich kerja di PT. KBH* :-)

* Kerja Berorientasi Hasil</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bang Harry&#8230;</p>
<p>Wahh thanks ya&#8230; Nggak nyangka Mas Harry nyempetin blogwalking ke halaman kita&#8230; <img src='http://harry.sufehmi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Great thanks <img src='http://harry.sufehmi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jadi makin pengen aja nich kerja di PT. KBH* <img src='http://harry.sufehmi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>* Kerja Berorientasi Hasil</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aq_luchu</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-34454</link>
		<dc:creator>aq_luchu</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Feb 2007 02:53:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-34454</guid>
		<description>buruan nikahin gw........rasanya memang itulah yang sudah lama tunggu untuk diucapin ma seseorang!!!!tp saat keinginan itu muncul mengapa ketakutan yang besar juga selalu muncul???padahal saya sudah banyak mempelajari dari buku,diskusi,dll tentang nikah.....tp ketakutan2 itu selalu muncul!!!!
mas harry aq harus gimana yaaaaaa????????
bantu aq yaa!!!!!!?????
mudah2an setelah wisuda dia meminta aq untuk jadi bidadari dirumahnya......AMMMIIIEEENNN</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>buruan nikahin gw&#8230;&#8230;..rasanya memang itulah yang sudah lama tunggu untuk diucapin ma seseorang!!!!tp saat keinginan itu muncul mengapa ketakutan yang besar juga selalu muncul???padahal saya sudah banyak mempelajari dari buku,diskusi,dll tentang nikah&#8230;..tp ketakutan2 itu selalu muncul!!!!<br />
mas harry aq harus gimana yaaaaaa????????<br />
bantu aq yaa!!!!!!?????<br />
mudah2an setelah wisuda dia meminta aq untuk jadi bidadari dirumahnya&#8230;&#8230;AMMMIIIEEENNN</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: harry</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-34444</link>
		<dc:creator>harry</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Feb 2007 01:12:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-34444</guid>
		<description>Tergantung kita juga sih - kalau mau dibikin rumit, ya jadi rumit. Tapi kalau mau dibikin mudah, ya jadi mudah :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tergantung kita juga sih - kalau mau dibikin rumit, ya jadi rumit. Tapi kalau mau dibikin mudah, ya jadi mudah <img src='http://harry.sufehmi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: *ayla*</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-34439</link>
		<dc:creator>*ayla*</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Feb 2007 23:59:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-34439</guid>
		<description>nikah itu hal yang paling rumit banget lagi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>nikah itu hal yang paling rumit banget lagi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: harry</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-33925</link>
		<dc:creator>harry</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Feb 2007 12:31:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-09-1370/#comment-33925</guid>
		<description>@All - thanks karena sudah berbagi semua komentarnya yang menarik. Buat yang akan menikah, mudah-mudahan jalannya dipermudah. Buat yang belum, mudah-mudahan bisa segera bertemu dengan soulmate-nya. Bagi yang sudah menikah, mudah-mudahan langgeng di dunia dan akhirat, amin !</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@All - thanks karena sudah berbagi semua komentarnya yang menarik. Buat yang akan menikah, mudah-mudahan jalannya dipermudah. Buat yang belum, mudah-mudahan bisa segera bertemu dengan soulmate-nya. Bagi yang sudah menikah, mudah-mudahan langgeng di dunia dan akhirat, amin !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 2.057 seconds -->
