Azyumardi Azra : Boleh Konsumsi Daging Haram
Sebuah kolom Azyumardi Azra di Republika,18 Januari 2007, cukup meremehkan syariat agamanya sendiri. Terkutip :
Berbagai kelompok mahasiswa seperti ini umumnya mengembangkan paham –jika tidak ideologi– keagamaan yang dapat disebut ‘neo-konservatif’. Sebagai contoh saja, mereka hanya mau memakan makanan yang dibeli dari ‘Halal Store’, ‘Halal Food’, atau ‘Halal Meat’, meski tidak selalu mudah menemukan tempat seperti itu. Bagi mereka, mahasiswa lain yang misalnya memakan daging yang dibeli dari Supermarket biasa adalah orang-orang yang lemah Islam dan imannya, meski secara fiqhiyyah hal itu bisa dibenarkan.
Jadi karena saya mau berusaha untuk mengkonsumsi daging halal *plak* tiba-tiba di jidat saya menempel sebuah stiker bertulisan “neo konservatif”
Secara fiqh, boleh mengkonsumsi daging non-halal ketika situasi darurat; contoh: Anda akan meninggal dunia kalau tidak melakukannya.
Tapi jika masih bisa didapatkan, walaupun musti berusaha (mosok sih umat Islam sedemikian lembek dan malasnya), maka saya kira yang haram ya tetap berstatus haram.
Kalaupun tetap tidak ada juga daging halal, ‘kan masih bisa juga go vegetarian. Malah lebih sehat pula. Mosok kita kalah (tekad & kreativitas) sedemikian mudahnya dengan non-muslim di The Vegetarian Society ? Malu dong ah
Saya sudah pernah coba berbagai produk vegetarian, favorit saya adalah hotdog vegetarian yang dijual di kantin Ikea @ Wednesbury. Uih enak euy, tidak kalah dengan yang daging betulan. Saban kesana pasti saya beli banyak.
Malah kalau kita go vegetarian, tidak hanya lebih sehat, plus juga berpahala. Enak banget kan.
Shame on you pak Azyumardi. Please jangan mendorong kita untuk menjadi umat yang lembek dan mudah kalah seperti ini lah. Kapan kita mau majunya, kalau baru soal makanan yang remeh seperti ini saja sudah menyerah begitu saja ?
Artikel selengkapnya bisa dibaca disini.



February 1st, 2007 09:16
Saya tidak paham substansi dari tulisan Pak Azyumardi, ini maksudnya mau “nyikut” siapa ya?
[yang main2 aja disikat, yang belajar terus juga disikat, yang pengajian juga disikat, bingung :p]
Kalau masalah daging halal, mungkin beliau yang kurang mengikuti perkembangan. Di masa sekarang bukan hal yang susah untuk mencari daging halal baik itu di Eropa, US ataupun di Jepang. Pakai internet tinggal klik barangnya datang sendiri, cuma tinggal yang bersangkutan mau bener2 nyari atau enggak
Padahal bagi seorang muslim makanan halal merupakan suatu hal yang sangat penting. Jadi ingat tulisan Fahmi: http://tausyiah275.blogsome.com/2006/03/02/makanlah-produk-halal/
February 1st, 2007 09:43
Bagi pak Azra, mungkin yang bener adalah mahasiswa yang tidak ngapa-ngapain, tidak main-main, tidak belajar dan tidak ikut pengajuan
February 1st, 2007 13:03
Satu fakta lagi, siapa Azyumardi sebenarnya
.
Heheh, maaf bos Harry, 2-liner
February 2nd, 2007 07:27
“favorit saya adalah hotdog vegetarian yang dijual di kantin Ikea @ Wednesbury.”
Apa sudah pasti HALAL? tergantung cara masaknya juga kan?
February 2nd, 2007 11:04
kalo menu di hoka2 bento haram juga?
February 2nd, 2007 11:20
@bhq
pindah pindah dari wajan satu ke yang lain
iya, jadi ingat, kalau di resto makanan cina, biarpun minta daging sapi dan atau ayam, tapi harus BILANG minta yang halal
nanti dipisahin wajannya, yang satu pake minyak babi dan yang satu enggak
walaupun…. entah bagaimana dengan sutilnya
yang penting, sebelum makan jangan lupa Bismillah
February 2nd, 2007 19:31
beliau itu ANTEK – ANTEKNYA paramadina (juga)?
February 2nd, 2007 19:31
no wonder…
*ketinggalan*
February 2nd, 2007 19:53
@bhq – enaknya di beberapa negara itu, penjual tidak bisa semaunya mengusung label vegetarian. Beda dengan di Indonesia ya, sudah label halal, ternyata belum tentu juga karena labelnya aspal he he.
Kalau nekat juga pasang label vegetarian namun ternyata sebetulnya tidak, maka mereka musti siap-siap kena tuntut oleh The Vegetarian Society.
.
Jadi yang MUI lakukan saat ini (pelabelan halal) itu sebetulnya wajar banget. Saya sampai heran kenapa kok pada awalnya banyak yang pada ribut. The Vegetarian Society malah didukung penuh oleh semua pihak. Di Indonesia, mayoritas muslim, inisiatif label halal malah sempat menjadi kontroversi
Saya jadi ketawa-tawa sendiri sambil bingung.
.
Oh ya, kriteria vegetarian itu juga sangat strict, sampai termasuk juga memasaknya; kalau sosis vegetarian namun di goreng di minyak yang dicampur lard (lemak babi) maka otomatis tidak boleh lagi dilabeli vegetarian.
.
Ini saya alami sendiri di Burger King; mereka ada menu Soy Burger dan Veggie Burger.
Ketika saya memesan Soy Burger, diberitahu oleh kasirnya (kebetulan Pakistani muslim) bahwa yang vegetarian adalah Veggie burger saja. Soy Burger tidak mendapat label vegetarian, karena digorengnya bercampur dengan burger lainnya. Wah, nyaris saja, he he.
.
Akhirnya pesan veggie burger, enak euy. Jadi mendapatkan makanan halal (dan tetap enak) mudah kok, tinggal cari outlet Burger King terdekat, lalu pesan paket Veggie Burger. Sedaap…
.
@jimmy – kabar terakhir, sertifikat halal hoka-hoka bento itu bukan dari MUI, entah darimana asalnya. Dan ketika mereka diundang oleh MUI untuk mensertifikasi menunya, tidak ada respons yang positif.
.
Jadi untuk amannya kita asumsikan saja tidak halal.
Silahkan kalau ada informasi yang terbaru dalam soal ini.
.
Untuk sementara ini, saya menikmati Gokana Teppan saja… mmmm
February 3rd, 2007 12:52
Mas, saya menaut enti ini pada tulisan saya yang senada, Suka Duka Daging Halal. Salam, Anwar.
February 3rd, 2007 22:56
setuju…kalo ada yang halal ngapain yang haram
February 4th, 2007 05:49
[...] Negeri. > Harry Sufehmi, Azyumardi Azra: Boleh Konsumsi Daging Haram Permalink Rubrik: Esai dan Opini, Agusty Anwar, Tematik, Agama, Sosial dan Budaya, Umum danLain-lain [...]
February 4th, 2007 20:01
bener harry, aku jg tdk sulit cari makanan halal , mending kalau emang hidup dinegara yg mayoritas non muslim kalau mau burger buat aja sendiri gampang kok. Kalau saya dan suami makan enak itu harus halal itu yg penting. terimakasih.
Mending halal drpd haram . Setuju………. sekaliiiiiiiiiiii saya. kalau tdk ada daging dan ayam yg halal ada ikan atau sayuran .
February 21st, 2007 08:44
Dulu makan kepiting dibilang haram
Sekarang jadi halal tuh
gak usah sombonglah udah untung bisa makan (makan di luar negeri lagi
)
coba yg tinggal diemperan toko & kolong jembatan di negeri sendiri
yang ada ya yg dimakan
mau itu sisa restoran Chinese kek, restoran Jepang kek, Korea atau Batak ya kalo terpaksa? mau gimana?
Ini yg dimaksud Bung Azyumardi Azra dengan “neo-konservatif” alias terpaksa
Agama Yahudi punya kriteria Halal-Haram yg lebih ketat dari Islam aja kagak banyak ribut tuh
Jangankan daging babi, ikan lele aja haram tuh sama Yahudi
Kalo ragu nggak ada daging halal, ya jgn makan daging
Kan boleh makan roti/biskuit, gak mati kelaparan deh. Dijamin!
kalo kuat ya puasa, ibadah toh?
Gheeetoloh!
February 21st, 2007 13:01
“Agama Yahudi punya kriteria Halal-Haram yg lebih ketat dari Islam aja kagak banyak ribut tuh”
Ah… Siapa bilang aturan mereka lebih ketat ? Apa hanya karena Lele juga haram buat mereka terus bisa dibilang aturan mereka lebih ketat ?
Terus…. Siapa bilang mereka nggak ribut ? Kamu aja nggak tahu gimana ributnya mereka mempermasalahkan urusan mereka !
Ketika ada orang (baca:muslim) membatasi dirinya dari memakan makanan yang tidak halal, kenapa menjadi masalah buat yang lain ? Tetapi ketika mereka tahu suatu makanan tidak halal, dia wajib memberitahu yang lain. Masalah nanti yang diberitahu cuek aja, dia sudah lepas dari tanggung jawab…
February 21st, 2007 21:43
dear blunt… duh anda kok komentnya pakai kata sombong2an segala baca dulu konteksnya jgn asal bla222. Yahudi lg dibawa bawa. bye the way agamamu apa yah…???
March 2nd, 2007 13:11
Mas/mbak, makanya belajar agama jangan dari sumber dalam negeri doang…udah untung bisa makan…bisa akses internet lagee, baca dong:
http://en.wikipedia.org/wiki/Judaism#Dietary_laws:_Kashrut
“The laws of kashrut (“keeping kosher”) are the Jewish dietary laws. Food in accord with Jewish law is termed kosher, and food not in accord with Jewish law is termed treifah or treif. From the context of the laws in the book of Leviticus, the purpose of kashrut is related to ritual purity and holiness, as well as health. Kashrut involves the abstention from consuming animals that eat other animals, and that roam the sea floor eating the excretions of other animals, therefore excluding birds/beasts of prey and seafood (other than fish), respectively. Also, mixing meat and milk is not allowed, as this is viewed as cooking the child in its mother’s milk.
Although sometimes rationalized by reference to hygiene, its stated purpose is perhaps better understood as providing certainty that food eaten is prepared and partaken only from sources which are confirmed to have been spiritually appropriate and which avoided spiritual “negatives” such as pain, sickness, unclean animals or abusive practices in its preparation.”
Hebatnya mereka kagak ada tuh kriteria halal-haram yang berubah dari zaman Nabi Musa sampai sekarang!
March 2nd, 2007 13:22
Nih tambahan lagi buat perbandingan :
http://en.wikipedia.org/wiki/Kashrut
March 2nd, 2007 13:24
betul juga kok pemahaman pemahaman terhadap agama yahudi cukup dalem?
wah.. wah..
kalopun saya punya akses internet, mikir2 juga untuk cari ttg hukum2 yahudi. ngapain? mending cari hal2 yang lebih bermanfaat (minimal untuk saya)
CMIIW
March 2nd, 2007 15:30
maaf.. BLUNT..
emang loe itu cocok banget jadi YAHUDI..
March 2nd, 2007 15:48
@Blunt :
.
.
Ya tidak masalah lah… kan saya juga sudah tulis di posting saya di atas :
.
.
.
para ulama / rabbi Yahudi memang sudah terkenal kok sejak zaman dahulu seperti ini, doyan banget menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal.
he he
hmm.. apakah si Blunt ini adalah Yahudi yang lagi menyamar dan menyebarkan propagandanya di blog saya.. hehe… sorry, but I’ll have to comment on that: Bullsh*t.
.
Satu contoh:
Pada awalnya Yahudi dilarang memasak “anak pada susu ibunya”. Maka mereka berhati-hati agar jangan sampai anak sapi/kambing/dll dimasak pada susu ibunya, namun tidak apa pada susu sapi/kambing/dll lainnya.
.
Dengan sejalannya waktu, lalu larangan tersebut dikembangkan sehingga “daging dilarang dimasak dengan susu”.
.
Dengan sejalannya waktu, larangan tersebut dikembangkan lagi menjadi “daging & susu tidak boleh dimakan bersamaan”.
.
Dan terus dikembangkan, sampai akhirnya kini jika baru memakan daging (atau susu) maka baru boleh memakan susu (atau daging) enam jam setelahnya.
.
Ini baru satu contoh
.
Juga kita bisa baca kembali kisah sapi betina di surat Al-Baqarah; dimana Allah swt sudah memberikan kriteria yang mudah & sangat ringan, tidak memberatkan sama sekali. Namun, karena ulah mereka sendiri; maka akhirnya hampir saja mereka tidak berhasil menemukan sapi tersebut.
.
Jika semboyan umat Muslim adalah “permudahlah, namun jangan dimudah-mudahkan”,
maka semboyan para ulama Yahudi adalah “kalau bisa dipersulit, kenapa dipermudah ?”. Well, tanya kenapa
.
Referensi: Wikipedia
March 2nd, 2007 16:08
Tambahan : alasan dilarangnya “memasak anak di susu ibunya” adalah karena ini adalah ritual pemuja berhala :
.
.
Tapi kemudian, seperti yang sudah kita ketahui, para ulama Yahudi kemudian menafsirkannya secara sangat ekstrim.
Walhasil, kini mereka sama sekali tidak bisa memakan daging bersama susu.
.
Ekstrimisme dalam beragama memang akan selalu menghasilkan keburukan.
.
Secara ringkas:
.
.
Referensi: The Origin of Kosher Laws
March 3rd, 2007 05:30
hey blunt or what ever your name, kalau emang agamamu yahudi diajarkan tdk menghargai agama lain atau emang kerjaannya org yahudi yg kayak kamu gini suka mengadu domba dgn cara apa aja dan provokator . Mungkin ini contoh salah satu buat kita bahwa org2 yahudi seperti blunt or blund. Hati2 blunt kalau bicara atau menulis. Dan baca dulu topik utama. Jgn asal comment aja jd kemana- mana.
March 3rd, 2007 15:15
satu lg utk blunt, menurut pandangan saya manusia yg hidupnya tdk mau ada aturan berarti manusia yg tdk punya akal sehat . Haram dan Halal adalah sesuatu yg boleh dan tidak. Seperti sebagai contoh kecil saja kita hidup disuatu negara aja semua ada aturannya bayangkan jika kita hidup tdk ada aturan . Apalagi agama yg dimana itu pegangan kita sebagai Umat yg Taat pada Penciptanya ( Allah Swt ). Jd sebelum lanjut diskusi Pertama yg harus Blunt lakukan sudahakah anda menjadi manusia yg berakal sehat dgn baik???
March 23rd, 2007 14:22
mas and mbak, saya sering dapat hadiah roti Monde, kagak ada label halal dan haram, apakah ada yang tahu statusnya? sukron
March 29th, 2007 14:02
Wahai para dodol
Saya bukan Yahudi. Indonesia asli 100%. Agama? Saya tidak butuh agama. YANG SAYA BUTUHKAN HANYA TUHAN. Agama banyak dikutak-katik manusia demi tujuan perut sendiri. Termasuk Islam yang juga udah diutak-atik. Dapat dilihat perbedaan 180 derajat antara Islam radikal dengan JIL misalnya. Ini akibat kutak-katik manusia dan diberi label “Tafsiran”.
Saya posting itu cuma buat perbandingan betapa ketatnya agama Yahudi dibanding Islam. Mau ditafsirkan ekstrim kek, mau ditafsirkan berubah2 kek ya terserah mereka. Di Islam aja Tafsiran juga beda2 tergantung mahzab atau firqah. Betul toh? Gak usah munafik deh di Indonesia aja Islam beda2 toh
Anda kok nuduh saya adu domba? Mau diadu ama siapa? Ama Yahudi? emang udah berantem dari dulu tuh! Ama sesama Muslim? Ada disini yang merasa saya adu domba?
Kalo mau fitnah mbok ya yang pinter dikit dong.
March 29th, 2007 18:41
Kalau tdk ada agama , pantas aja anda bicara seperti ini. disudahi saja diskusi ini
krn anda tdk ada agama yah sama seperti binatang. Maaf yah jd esmosi nih. oke deh bye2 blunt take care.
Mohon agar dapat berkomentar dengan santun, terimakasih.
March 29th, 2007 19:21
@Blunt – “Saya posting itu cuma buat perbandingan betapa ketatnya agama Yahudi dibanding Islam”
.
Pertanyaan saya: Apa betul kalau caranya adalah dengan membuat statement kebohongan seperti ini ?
.
March 30th, 2007 10:14
“Kalau tdk ada agama , pantas aja anda bicara seperti ini. disudahi saja diskusi ini krn anda tdk ada agama yah sama seperti binatang. Maaf yah jd esmosi nih. oke deh bye2 blunt take care”
Gimana gak emosi di fitnah
Emang gitu caranya orang beragama?
Binatang berpoligami
Islam juga
apa itu berarti Islam = Binatang?
Take care juga :p
March 30th, 2007 10:21
“Pertanyaan saya: Apa betul kalau caranya adalah dengan membuat statement kebohongan seperti ini ? Blunt: Hebatnya mereka kagak ada tuh kriteria halal-haram yang berubah dari zaman Nabi Musa sampai sekarang!”
Waduh! fitnah lagi nih
Bohongnya dimana mas/mbak?
Emangnya kayak Kepiting yg dulu Haram sekarang Halal dalam Islam?
Nah yang bohong siapa ya?
March 30th, 2007 10:28
BTW, kenapa ya kalo Muslim diajak berdiskusi ttg agama langsung cepat naik darah, kalo nggak memojokan Yahudi ya menuduh Kristen. Yang paling sering kalo gak mengancam ya fitnah. Gak jauh dari situ walaupun pendidikan udah tinggi, selalu berulang begitu
Betapa sempitnya pikiran kalian
Sesempit pikiran seorang Arab 1400 th lalu yang membenci Yahudi & Kristen lantas menuangkannya dalam ajaran monotheismenya.
March 30th, 2007 13:51
@Blunt – “Waduh! fitnah lagi nih
Bohongnya dimana mas/mbak?”
.
Wah, saya dituduh memfitnah.
Saya selalu menanggapi urusan fitnah dengan serius.
.
Ini buktinya Anda berbohong :
.
Statement Anda :
.
Kenyataannya ? Berbeda total, bisa dibaca disini.
.
Dengan data-data yang ada ini, maka saya terpaksa menarik kesimpulan bahwa Anda adalah troll (pencari gara-gara), idiot, atau melakukan kekeliruan.
.
Silahkan Anda bisa mengklarifikasi, tapi kalau kemudian cuma melanjutkan trolling, maka Anda akan saya ban dari blog ini.
.
Terimakasih.
March 30th, 2007 14:03
@Blunt – “Sesempit pikiran seorang Arab 1400 th lalu yang membenci Yahudi & Kristen lantas menuangkannya dalam ajaran monotheismenya.”
.
OK, kini sudah tidak ada keraguan lagi bahwa Anda memang tukang onar, dan antara pemfitnah atau idiot.
.
Terlalu banyak bukti sejarah bahwa Nabi Muhammad saw menyayangi dan melindungi umat Nasrani & Yahudi di masa hidup beliau.
.
Kesempatan untuk melakukan klarifikasi via blog ini (yang saya berikan sebelumnya) dengan ini saya batalkan.
.
Jika Anda ingin meminta maaf atau klarifikasi, langsung ke saya melalui form ini.
March 30th, 2007 14:40
Mas Blunt,
Mungkin yang dimaksud oleh Mas ada dikalangan kita orang Muslim, seperti yang Radikal, Moderat ataupun sekuler sekalipun. Tidak jauh beda dengan saudara kita orang Yahudi (kalau dirunut akarnya, mereka adalah “sekandung beda ibu” , mas pasti tahu yang saya maksud), juga ada radikal, moderat dan sekuler. Contohnya mungkin mas sudah tahu fraksi2 yang ada di Israel sekarang atau di AS yang termasuk kelompok2 yang saya sebutkan diatas. Jadi kalau kita melihat dgn “kepala dingin”, maka semua itu kenyataannya ada di semua umat beragama, termasuk Kristen yang saya yakin Mas juga pasti tahu, sebagai orang yg terpelajar. Juga disemua kalangan, baik Islam, Yahudi dan kristen, tidak semua yang terpelajar mampu mencerna kebenaran dalam agama dengan bijak. Kebanyakan yang ada adalah bila seseorang sudah mengikuti suatu paham atau mempunyai pemahaman terhadap suatu masalah yang didasari ideologi yang mereka anut sejak lama bahkan dari kecil, maka yang terjadi kebanyakan dari orang2 tsb akan cenderung defensif dan tidak bisa terima dengan fakta & kenyataan. Saya kira ini faktor psikologis manusia yan ada disemua orang dan di semua kaum. Namun fakta sejarah yang ada dengan bukti2 otentik dan tentunya didukung faktor Rasional manusia dengan niat yang bersih adalah beberapa hal yang mampu membimbing manusia itu sendiri untuk menemukan jalan yang benar dalam konteks agama itu sendiri dan akhirnya jalan menuju Tuhan. Akal adalah yang membedakan Manusia dengan mahkluk lainnya. Akal tanpa Agama adalah seperti orang Buta, sebaliknya Agama tanpa akal adalah seperti orang lumpuh. Saya yakin Mas tahu apa yang saya maksud.
Kembali ke konteks orang yahudi, saya yakin Mas pasti sedang bergurau kalau bilang orang Arab menuliskan kebenciannya thd Yahudi& Kristen dalam Al Quran. Saya yakin tidak ada satupun kata kebencian dalam AlQuran tentang mereka. Kalau yang dimaksud Mas adalah didalam Quran menyatakan orang2 yahudi adalah sesat krn bila kembali ke fakta sejarah , mereka adalah kaum yang berani membunuh semua nabinya , yang diutus Allah kepada mereka. Adakah kata2 yang lebih baik yang dapat disematkan untuk mereka selain sesat ?
Kalo mau cerita tentang Yahudi, Kristen dan ISlam sendiri selalu tidak lepas dari kontroversi dan akan panjang sekali
Tapi yang jelas Mas, untuk berdiskusi itu diperlukan background, ilmu, fakta2 dll, seperti yang Mas bilang “pendidikan tinggi”, dan lebih diperlukan lagi logika tau rasionalitas yang dilandasi hati yang dingin dan rasa untuk menghargai pendapat yang lain.
Diluar dari itu, no sense to discuss.
Wass
April 4th, 2007 15:59
sakit ati ya baca koment2 nya si blunt tp sy memilih untuk tdk menanggapi org seperti itu karna bagi saya percuma menjelaskan sebuah kebenaran pada orang yg tidak sedang mencari kebenaran..wasting time..si blunt ini ya tujuannya mm bkn untuk kebaikan…gak usah ditanggepin..
trus soal halal-haram tidak ada yg perlu diperdebatkan bagi kita yg muslim. yg halal ya halal yg haram ya haram..tidak ada tawar menawar termasuk soal makanan.
mau tanya juga bagaimana dg status halal ROTIBOY..karna sy pernah liat di outletnya yg di terminan 1 soe-ta ada sertifikat halal keluaran malaysia….tks u/responnya
July 29th, 2007 01:27
wah panas sekali diskusinya…kebetulan saya mampir disini krn cari kriteria daging halal. Saya tinggal di kota kecil di Jerman, dsn ada satu toko daging Jerman yg kualitasnya baik, tapi saya belum tanya gimana cara motongnya. Kami selalu beli disitu krn kualitas daging lebih baik daripada yg di Supermarkt (sudah di kotak i spt dari Pabrik), cuma yg kurang sreg di toko daging itu pisaunya itu lo, dipakai motong macam2 daging. Gimana niy?
Ditambah baru saja saya lihat di TV kalau di rumah pemotongan hewan di Jerman, sebelum mereka potong kalkun or ayam, binatang itu disetrum dulu trus baru dipotong lehernya. Berarti itu kan ngga syah ya, setahu saya kalau motong binatang kan harus sekali mati.
Soal toko Turki or halal meat saya akan cari, disini kecil sekali kotanya ya, dan saya satu2nya orang Indonesia disini.
July 30th, 2007 10:17
Bukan diskusi, lebih tepatnya adalah cari gara-gara
.
Oh ya untuk informasi, memotong dengan pisau pun belum jadi halal jika menyembelihnya tidak membaca bismillah.
.
Stunning (menyetrum) nya justru mungkin tidak apa, jika hewannya masih hidup pada saat disembelihnya.
.
OK, semoga berhasil menemukan toko halal meatnya mbak. InsyaAllah susah payahnya mbak saat ini akan menjadi kebahagiaan kelak, amin.
June 24th, 2008 21:55
mari kita menahan diri dan saling mengahrgai orang yg berbeda dgn kita, maka semua akan “AMAN”
September 1st, 2008 19:45
weks…nyari kriteria daging halal, malah nemu yg beginian…
walo ini udah thn 2007 ya posting2annya…
semoga masa2 panas ini udah berakhir…
saya dengar, daging yg dipotong ahli kitab itu halal…
nah kriteria ahli kitab itu yg gmn?krn ahli kitab itu kan bukan cm muslim…
thank’s before..
September 4th, 2008 10:05
Astaga lha kok ji begini ya. Maaf saya baru lewat, kiranya boleh urun rembug. Diskusi harus santun. Kalau lawan kita tidak santun gak usah diladeni. Orang Jawa bilang ‘Yang waras (seyogyanya) ngalah.’
Mbak/Mas, meskipun kita tidak tatap muka baiknya kita tetap saling menghormati. Ekstremnya, maaf buanget, setanpun sudah ‘berjasa/berguna’ karena kalau tidak digoda setan Adam tidak turun kebumi dan kita tidak bisa berdebat seru …. Jadi dengan adanya lawan, betapapun ‘model’nya, toh sudah ‘berjasa’ dalam membuat kita berpikir untuk mendebatnya.
Mbok sudah …., ‘orang lain’ sudah sampai ke bulan, kita (NU vs Muhammadiyah) masih berantem tentang ‘kapan bulan terbit’.
Barangkali kita lebih baik memfokuskan pada bagaimana agar Islam tidak ‘terpuruk’ seperti sekarang. Atau kita masih merasa belum terlalu terpuruk!?
Ada yang mengatakan “untuk mencapai tujuan bersama perlu konsensus/kesepakatan bersama, dan konsensus akan tercapai jika situasi sudah sangat mendesak”. So, kita belum merasa sangat terdesak? Ya monggo sajalah …
July 7th, 2009 11:20
wah emang panas diskusinya , kalo emang udah di anggap haram ya sudah tidak usah di makan , makan yang laen juga enak enak kooq
October 6th, 2009 11:18
saya hanya ingin tahu, seseorang dapat menjelaskan perbezaan antara daging halal dan daging haram??? saya tahu bahawa daging babi haram dalam Islam, tapi apa lagi?
Website design | Letter head design | Envelope design
October 19th, 2009 11:35
halah dan haram pentingnya harus diberikan oleh setiap orang i think. itu bukan masalah pendapat peribadi ..
Calendar Design | Folder Design
November 9th, 2009 18:31
Daging babi vegetarian itu halal apa haram? mohon pencerahana.
May 8th, 2010 01:46
kok artikel asli di Republika nya uda dihapus yach….