Translate this page :

Masjid Al-Aqsa, atau Dome of Rock ?

Dome of Rock, NOT Al-Aqsa mosqueSelama ini saya mengira bahwa mesjid dengan kubah emas (seperti yang terlihat di gambar di samping kiri) ini adalah Masjid Al-Aqsa.

Ternyata, berdasarkan informasi dari BBC, mesjid tersebut adalah yang biasa dikenal dengan “Dome of Rock”.

Lebih jelasnya bisa dilihat di gambar dibawah ini :

Sebelumnya memang saya sudah menerima informasi mengenai hal yang sama. Namun, karena berbentuk email berantai, dan berasal dari kawan yang sebelumnya sudah tertipu oleh tipuan email berantai lainnya 😀 maka (tentu saja) otomatis tidak langsung saya percayai begitu saja.
Kemudian saya mencoba mencari informasi yang lebih bisa diandalkan lagi mengenai hal ini.

Terimakasih kepada BBC, mudah-mudahan inilah informasi yang sebenarnya.

Sumber: In Jerusalem, you can not just “dig”

188 Responses to “Masjid Al-Aqsa, atau Dome of Rock ?

  • 1
    Saya
    February 19th, 2007 16:34

    Iya itu bukan l’Aqsha, tapi Masjid Kubah Batu A.K.A Masjid Umar.
    Pernah nonton filem “Divine Intervention”? Wah wajib deh 😀

    Ceritanya banyak, salah satunya di tempat parkir dekat check point perbatasan ‘l Quds, si Sulayman (sutradara sekaligus pemeran utama) melepas balon. Balonnya ada gambar Yasser Arafat lagi nyengir. Nah si balon terbang menuju check point. Prajurit Israel penjaga pos kalap. Si balon mau ditembak, tapi temannya mencegah. Lalu lapor ke atasan, bilang ada balon mau melintas ke wilayah Jerusalem, tembak apa nggak. Akhirnya ngga jadi ditembak, si balon langsung terbang dan berhenti di atas masjid Umar ini 😀

    Adegan lain yang jadi favorit saya ada di youtube juga:
    http://www.youtube.com/watch?v=TzvlXR-6SNY

    Si Sulayman pandang2an sama orang Israel di lampu merah sambil setel lagu “I put a spell on you”. Aduh lucunya.

    Eh kok malah ngomongin filem…

  • 2
    zaki
    February 19th, 2007 17:11

    Denger-denger, baik itu DoR atau Masjid Kubah Biru ya termasuk keseluruhan kompleks Al-Aqsha… CMIIW.
    btw, khabar “batu melayang” itu hoax atow bukan yah?

  • 3
    dhani
    February 19th, 2007 19:58

    Dome of the rock itu bukan masjid. Bangunan itu cuma cungkup dari batu besar yang dipercaya merupakan tempat Rasulullah melakukan mi’raj.

  • 4
    R. Iqbal
    February 19th, 2007 23:46

    Dahulu saya juga sempat mengira Dome of the Rock adalah Masjid Al-Aqsa. Saya baru tahu saat melihat salah satu video mengenai sejarah Masjid Al-Aqsa. :-)

    Btw, tks atas gambarnya yang sangat informatif.

  • 5
    Blunt
    February 20th, 2007 09:19

    Seluruh kompleks (termasuk Masjid Al Aqsa) dulunya merupakan satu kesatuan Baitul Maqdis. Selama diduduki Romawi & Asyur lah sedikit-demi sedikit hancur dan mengecil sekarang tinggal Wailing Wall yg masih bagian dari bangunan asli.

    Temple of Jerusalem merupakan “Ka’bah”-nya agama Yahudi. Dibangun Nabi Sulaiman lebih dari 1500 SM. Jadi sebenarnya orang Yahudi yg lebih dahulu memiliki dan membangun jauh sebelum Islam lahir.

    Dahulukan Nabi SAW pernah shalat menghadap Baitul Maqdis ini. Lantas berubah arah ke Makkah walaupun masih banyak patung2 berhala.

    Kampanye politis para pemimpin Palestina membuat seakan2 semuanya satu kesatuan jd kalo Yahudi menggali diluar kompleks langsung dicap mau menghancurkan masjid Al Aqsa. Tak lain agar dukungan dusia Islam mengalir ke Palestina.

  • 6
    indra kh
    February 21st, 2007 07:16

    Waah saya juga baru tahu nih mas. Selama ini saya memiliki pemahaman bahwa al aqsa dan dome of rock adalah bangunan yang sama, ternyata berbeda. Trims informasinya.

  • 7
    aban
    February 21st, 2007 14:30

    Iya, jujur aja saya juga dulunya menyangka kalo bangunan yang berkubah emas itu Masjid Al-Aqsa. Informasi yang berguna ni, saya teruskan ke milis2 saya

  • 8
    nico
    February 22nd, 2007 08:17

    memang ini disengaja untuk menipu umat islam. dan ini konspirasi musuh2 islam. yang diblow up dan ditampakkan adalah the dome of rock, sedangkan Aqsho nya sendiri tidak di blow up, ini bertujuan untuk mengalihkan perhatian umat islam dari al Aqsho yang sebenarnya.

  • 9
    Jay
    February 23rd, 2007 19:04

    Kadang Al-Aqsha sendiri masih dipertanyakan, karena baru dibangun beberapa puluh tahun setelah Rasulullah SAW wafat.

    Pernah saya tulis di http://yulian.firdaus.or.id/2005/08/30/isra-miraj/

  • 10
    Blunt
    February 28th, 2007 09:28

    Sebenarnya udah pada tahu sih kalo Al Aqsa baru dibangun stlh Nabi SAW wafat

    Makanya ada yg “menafsirkan” Isra Miraj sbg mimpi

    Mimpi apa ngeles…hehehehe

  • 11
    Taufiq
    July 3rd, 2007 08:56

    hmm,, menurut aku sih.. Pemberitaan itu lah yang sebenarnya menyimpang,, dan kita tau,, kalo BBC, CNN adalah antek2 yahudi dalam pemberitaan/media,, kenapa hal ini tidak diberitakan di Al-Jazeera misalkan.. Wallahua’lam bisshowab.

  • 12
    Agam
    August 23rd, 2007 13:38

    Makasih infonya. dah dari dulu benernya tau tentang ini, tapi gak ada yang membahasnya secara detail.

  • 13
    KISAH NABI NABI
    August 28th, 2007 09:37

    KISAH NABI NABI…

    KISAH NABI NABI…

  • 14
    Agus Ramada Setiadi
    September 18th, 2007 01:56

    Informasi yang menarik. Salam.

  • 15
    Fariz
    November 1st, 2007 10:41

    Mungkin sekelumit sejarah ini bisa membantu: Tidak ada masjid yang berdiri di Yerusalem semasa Nabi masih hidup. Ide mendirikan masjid di kompleks Al Haram Al Sharif atau reruntuhan Kuil Sulaiman atau Temple Mount, baru terjadi 6 tahun setelah Nabi wafat oleh Umar Bin Khattab. Beliau menginginkan untuk dibangun sebuah masjid di selatan Foundation Stone (membelakangi Foundation Stone, menghadap selatan/Mekkah). Pembangunan tersebut dilakukan oleh Khalifah Ummayah Abd Al Malik Ibn Marwan dan diselesaikan oleh anaknya Al Walid 68 tahun setelah Nabi wafaf dengan diberi nama Masjid Al Aqsha (me-refer ke Quran).
    Di Quran dan Hadist tidak pernah disebutkan lokasi tepat di mana Nabi SAW Mi’raj. Di Quran hanya disebut Masjidil Aqsha (artinya ‘masjid terjauh’, bukan Masjid Al Aqsha secara fisik seperti kita lihat sekarang). Sementara di hadist, Nabi menyebut lokasi masjid itu di Baitul Maqdis (yaitu Yerusalem). Mungkin yang dimaksud Quran dengan Masjidil Aqsha adalah keseluruhan kompleks Al Haram Al Sharif atau Kuil Sulaiman (setidaknya itulah yang terpikir di benak Umar Bin Khattab ketika memasuki Yerusalem). Mengingat di Quran juga disebut Masjidil Haram, padahal waktu itu belum berdiri, yang ada hanya Ka’bah (tempat menyembah berhala waktu itu), maka disini bisa ditafsirkan bahwa masjid berarti ‘tempat sujud’ atau ‘tempat ibadah’. Bukan bangunan masjid secara fisik. Lalu mengapa tempat ibadah Yahudi disebut juga Masjid ? . Karena menurut Islam, Solomon atau Sulaiman sebenarnya mengajarkan Islam juga, dalam pengertian tauhid.
    Di pusat kompleks Kuil Sulaiman, terdapat Foundation Stone yaitu batu landasan yang dipercaya umat Yahudi sebagai tempat Yahweh menciptakan alam semesta dan tempat Abraham mengorbankan Isaac. Bagi umat Islam batu ini adalah tempat Nabi Muhammad menjejakkan kakinya untuk Mi’raj.Untuk melindungi batu ini, Khalifah Abd Al Malik Ibn Marwan membangun kubah dan masjid polygon, yang kemudian terkenal dengan nama Dome of The Rock.
    Kesimpulannya, tempat suci yang sebenarnya adalah Dome Of The Rock itu (sebagai tempat Nabi Mi’raj) dan bukan Masjid Al Aqsha.

  • 16
    rida
    January 3rd, 2008 11:42

    assalamualikum

    wah saya jdi ikut binun juga ni, sbener nya yg mana masjid al aqsa. Awalnya saya kira dome of the rock lah masjid al- aqsa tapi setelah tau kalo itu akal licik umat yahudi jadi muter lagi de ^_^. Trus muter lagi stelah baca message na fariz. Kayak na semua logis. Kemarin (1 januari 2008) di metro tv dengan judul “Jerussalem Holiest place” disitu dijelaskan bahwa dome of the rock adalah benar tempat dimana Nabi Muhammad naik ke surga tepat diatas batu-batu yang saat ini berada di tengah2 dome of the rock. Dan memang Jerussalem adalah tempat suci bagi 3 agama, islam, yahudi, dan kristen. Dan sampai dengan saat ini umat muslim percaya bahwa itu adalah benar masjid al aqsa.
    Sedangkan masjid dengan kubah dengan warna agak ke hijau-hijauan tidak di expose sama sekali.
    Semoga apa yang kita yakini hingga hari ini tidak mengalami kekeliruan (itu saja).
    Wassalamualaikum

  • 17
    Fariz
    January 29th, 2008 15:02

    Ada baiknya kita tidak menuduh umat Yahudi mengakali secara licik masalah dome of the rock. Di jaman informasi dan internet tidak ada lagi yang bisa disembunyikan. Cerita bahwa ada yang berusaha menipu Dome of the Rock adalah Masjidil Aqsa, adalah cerita konyol dan tidak logis. Di jaman mbah-mbah dahulu mungkin bisa dilakukan. Tetapi waktu sudah berubah. Kita bukan lagi di jaman jahiliyah. Kita di era internet dan informasi canggih.
    Umat Yahudi seperti kita juga adalah manusia. Sama-sama ciptaan Tuhan. Mungkin kita dan mereka berbeda pendapat. Tetapi selalu memandangnya sebagai lawan yang memusuhi kita secara paranoid justru cermin kebencian di hati kita. Love and peace…!!

  • 18
    * BO
    January 30th, 2008 02:21

    bacalah wikipedia, sejarah mencatat SOLOMON TEMPLE telah di rusak/hancurkan/rampok sebanyak 7 (tujuh) kali dan pernah mengalami restorasi atau pembangunan kembali.

    pertanyaan:

    APAKAH DISITU BENAR-BENAR TEMPAT YANG SESUNGGUHNYA? APAKAH YANG MANUSIA PERGELUTKAN SEKARANG INI HANYALAH SOLOMON TEMPLE MADE IN PERSIA SEDANG YANG ORIGINAL TELAH BERUBAH LOKASI? BILAKAH INI SUATU RENCANA TUHAN AGAR KERAJAAN TERMEGAH DALAM SEJARAH MANUSIA INI TETAP SUCI DAN TERHINDAR DARI SEGALA PERCEKCOKAN MANUSIA-MANUSIA BODOH TAK TAHU SEJARAH YANG HANYA MENGEJAR KEDUNIAWIAHAN?

    hanya ALLAH SWT yang maha mengetahui. walahualam.

  • 19
    sufehmi
    January 31st, 2008 06:05

    @Fariz – Tetapi selalu memandangnya sebagai lawan yang memusuhi kita secara paranoid justru cermin kebencian di hati kita. Love and peace…!!
    .
    Kemampuan untuk berpikir kritis dan selalu waspada juga tetap penting.
    Jangan sampai nantinya kita jadi cuma makin menambah panjang daftar ini.
    .
    Atau jadi senasib seperti Palestina — dijajah & tidak dianggap sebagai manusia, namun tidak ada tindakan apa-apa dari negara-negara lainnya; karena kampanye disinformasi Zionis sehingga seakan-akan memang tindakan tersebut adalah benar.
    .
    Jangan terlalu naif juga. Nanti kita jadi cuma menambah panjang daftar korban mereka.
    .
    @BO – jadi memangnya kenapa? Kabah juga sudah sering rusak & dibangun kembali, tapi tetap saja lokasinya sama.

  • 20
    Fariz
    January 31st, 2008 12:36

    @Sufehmi
    Setuju. Kritis dan waspada memang perlu. Tentu kita tidak menafikan tindakan buruk Amerika dan Israel. Sebagaimana juga kita tidak menafikan tindakan buruk saudara-saudara kita Muslim. Tetapi perlu kita ingat bahwa tindakan Amerika dan Israel TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN AGAMA. Amerika dengan segala ide men’demokrasi’kan dunia dan kepentingan Nasionalnya. Sementara Israel-Palestina adalah persoalan Geopolitik dan Nation Building. Jadi apa hubungannya dengan berusaha mengelabui Umat Muslim sedunia dengan mengatakan Dome of Rock adalah Masjidil Aqsha? Logika apa yang kita pakai? Mengapa harus memusuhi Islam?

    @ BO
    Tuhan pastilah tidak seperti itu. Manusia jauh lebih penting daripada sekedar bangunan bernama Solomon Temple.

  • 21
    teguh
    March 18th, 2008 09:33

    Menurut saya sebaiknya teman-teman kalau ada rezeki berkunjung saja ke Al Aqsa……niqmat kok…lagian seperti umroh saja, alhamdulillah saya sekeluarga sudah pernah menjejakkkan kaki di sana setelah umrah di mekkah dan kebetulan tour leadernya orang palestine dan ybs bercerita panjang lebar mengenai al aqsa, memang sulit juga nembus penjagaan israel tapi kalo udah niat emang seru jadinya. Manurut kami aman kok dan engga perlu berdebat kusir sama-sama engga tau…he…he….

  • 22
    WAHYU
    March 30th, 2008 18:27

    alhamdulillah saya masih bisa mengenali masjid Al Aqsa, karena dome of the rock sangat mencolok mata. namun saya tidak akan tertipu!!!

  • 23
    Fariz
    April 4th, 2008 23:13

    @ Wahyu
    Untuk berdiskusi tentang sesuatu topik atau tempat, tidak perlu pergi ke tempat tersebut. Einstein berdiskusi tentang alam semesta, padahal dia tidak bahkan tidak pernah pergi ke bulan sekalipun. Saya hanya ingin mengajak teman-teman berpikir bahwa kebencian dan dendam kesumat hanya mengotori hati dan memicu kekerasan. Hilangkan paranoid terhadap apa yang disebut “musuh-musuh Islam”, Israel, Yahudi dan Nasrani. Mereka bukan musuh Islam. Yang menciptakan idiom ini adalah Muslim sendiri. Mari berpikir rasional dan dengan hati nurani. Tidak ada yang berusaha menipu Muslim. Itu hanya lagi-lagi cermin kebencian dan paranoid yang picik dan tidak rasional.

    @ Wahyu
    Tidak ada yang bermaksud menipu Anda. Bagaimana Anda sampai pada kesimpulan begitu? Apa logikanya? Its funny..

  • 24
    hengki
    April 6th, 2008 10:08

    kita UMAT ISLAM pasti mampu mengalahkan yahudi itu pasti karna ini janji ALLAH oleh sebab itu wahai umat islam berjuanglah terus pasti ALLAH menepati janjinya dan bangsa PALESTINA akan megusir yahudi itu pasti karna yahudi itu tanpa tanah dan di laknat ALLAH semoga tercapai secepatnya

  • 25
    Fariz
    April 6th, 2008 22:31

    Tuhan macam apa yang membenci ciptaanNya sendiri? Bukankah ini aneh dan tidak logis? Allah membenci Yahudi ciptaanNYa sendiri, melaknatnya dan bahkan memerintahkan muslim untuk memeranginya atau membunuhnya? Mengapa Allah membenci Yahudi? karena tersinggung? karena Allah merasa dikhianati Yahudi? karena Yahudi tidak mau taat? Karena Yahudi tidak mau menyembahNya? Jika demikian Allah memiliki self esteem yang rendah dan narcist. Dan dia pasti bukan Tuhan yang patut disembah.
    Jika Allah memang berkendak untuk memusnahkan Yahudi, bukankah mudah dilakukanNya sendiri? mengapa meminjam tangan Muslim?
    Mengapa kekonyolan ini diterus-teruskan? Mengapa kita tidak mampu lagi menggunakan otak kita? Lebih-lebih: tidak ada lagikah cinta kasih di hati kita?

  • 26
    Yuda Kusuma
    April 8th, 2008 11:21

    Saudara-saudaraku umat Islam marilah kita bersatu berpegang teguhlah pada Al-Qur’an dan Sunnah Rosulullah SAW.
    Mari berjuang demi tegaknya agama Alloh SWT,
    Alloh SWT akan memberikan kemenangan kepada umat Islam, untuk melawan kaum yahudi dan nasrani yang telah membunuh para nabi,membunuh orang2 sholeh,membunuh umat islam, melecehkan Rosul Alloh dan agama Alloh SWT, Allohuakbar, Allohuakbar, Allohuakbar

  • 27
    andra
    April 8th, 2008 14:31

    @Fariz:Tuhan macam apa yang membenci ciptaanNya sendiri? Bukankah ini aneh dan tidak logis? Allah membenci Yahudi ciptaanNYa sendiri, melaknatnya dan bahkan memerintahkan muslim untuk memeranginya atau membunuhnya? Mengapa Allah membenci Yahudi? karena tersinggung? karena Allah merasa dikhianati Yahudi? karena Yahudi tidak mau taat? Karena Yahudi tidak mau menyembahNya? Jika demikian Allah memiliki self esteem yang rendah dan narcist. Dan dia pasti bukan Tuhan yang patut disembah.
    Jika Allah memang berkendak untuk memusnahkan Yahudi, bukankah mudah dilakukanNya sendiri? mengapa meminjam tangan Muslim?
    Mengapa kekonyolan ini diterus-teruskan? Mengapa kita tidak mampu lagi menggunakan otak kita? Lebih-lebih: tidak ada lagikah cinta kasih di hati kita?

    Wuikkkk…..gtw knapa aq ngrasa,bhw mas fariz bkn sodara seiman saya ya (maap klo salah),mskpn pengetahuan sy tdk bgtu bgs,tp ada rasa jengkel,ketika sy bc tlsn mas fariz,maap ya mas fariz,,sy tahu dan yakin,bahkan sangat yakin bhwa Alloh Maha Penyabar lagi Maha Penyayang,tp klo hambanya ada yg nakal,Alloh bakal melaknatnya (bukan orngnya tp tindakannya yg dilaknat,,setau sy c bgt). Itu saja.

    Maap klo kt2 sy dianggep ngga sopan dsb,t’utama bwt mas fariz,skali lg maap klo mnyinggung prasaan mas,,

  • 28
    vianca
    April 8th, 2008 16:46

    bingung nehh….soalnya gue pernah denger islam or agama laen ngga ada yang berani menjamin klo umatnya bakal msk surga bahkan nabi SAW aja minta doa dr umatnya buat msk surga,,,,bener ngga sih???// yahudi juga gitu tunggu penyelamat tp kagak dateng2……ck…ck..ck…kasih gue penjelasan dongngngngng

  • 29
    Fariz
    April 8th, 2008 21:52

    @ Andra,
    Gak papa Mas (atau Mbak?) Andra. Saya tidak tersinggung kok. Diskusi itu biasa. Apa pun kepercayaan saya, pertanyaan saya tetap sah untuk dijawab. Menurut saya, seluruh umat manusia adalah saudara kita. Bukan hanya yang seiman. Kita tidak boleh membeda-bedakan manusia atas imannya, warna kulitnya, atau sukunya. Lihatlah komentar saudara-saudara kita di atas. Apakah Mas Andra (atau Mbak?) tidak merasa ada keanehan? Mengapa mereka menggebu gebu ingin menghancurkan umat lain yang berbeda kepercayaannya? Bukankah ini kebencian? Apa yang melatarbelakangi kebencian ini? maaf, saya harus kritis. Kerena Quran dan Hadis andil sangat besar dalam hal ini. Mungkinkah Tuhan memang berkehendak seperti itu? Bukankah mereka ciptaanNya juga? Jika Tuhan hanya melaknat tindakannya, mengapa mengancam yang bersangkutan dengan azab dan neraka?

    @vianca
    Konsep surga dan neraka adalah produk Agama-agama Barat (Agama Abrahamistik dan Majusi). Surga dan neraka menurut saya bukanlah hal religius. Orang melakukan kebaikan selayaknya karena dia bahagia melihat orang lain bahagia, bukan karena janji surga. Orang tidak melakukan kejahatan karena seharusnya dia tahu Golden Rule. Jangan melakukan sesuatu kepada orang lain jika Anda tidak ingin sesuatu itu dilakukan orang lain terhadap Anda. Jangan mencubit kalau tidak ingin dicubit. Jangan membunuh kalau tidak ingin dibunuh dan seterusnya. Manusia bukan keledai yang harus dipancing dengan wortel dan diancam dengan cambuk agar mau berjalan.
    Salam damai dan cinta..

  • 30
    curut
    April 17th, 2008 16:57

    @Fariz
    Tuhan macam apa yang membenci ciptaanNya sendiri? Bukankah ini aneh dan tidak logis? Allah membenci Yahudi ciptaanNYa sendiri, melaknatnya dan bahkan memerintahkan muslim untuk memeranginya atau membunuhnya? Mengapa Allah membenci Yahudi? karena tersinggung? karena Allah merasa dikhianati Yahudi? karena Yahudi tidak mau taat? Karena Yahudi tidak mau menyembahNya? Jika demikian Allah memiliki self esteem yang rendah dan narcist. Dan dia pasti bukan Tuhan yang patut disembah.
    Jika Allah memang berkendak untuk memusnahkan Yahudi, bukankah mudah dilakukanNya sendiri? mengapa meminjam tangan Muslim?
    Mengapa kekonyolan ini diterus-teruskan? Mengapa kita tidak mampu lagi menggunakan otak kita? Lebih-lebih: tidak ada lagikah cinta kasih di hati kita?
    ……………………………
    Btw, agama lo apa sih Nyet??? Pake2 m’hina2 ALLAH segala.
    Stress lu yee?? Ini diskusi kan tentang Dome Of Rock sama Masjid Al Aqsa knpa lu bawa2 Tuhan segala??
    .
    Ed – mohon agar dapat berdiskusi dengan santun, terimakasih

  • 31
    Fariz
    April 17th, 2008 19:19

    Saudaraku Curut yang baik. Maafkan saya jika komentar saya membuat Anda marah. Saya tidak menghina Allah. Para komentator di blog inilah yang menghina Allah. Mereka berpikir bahwa Allah itu bisa tersinggung atau terhina oleh kelakuan ciptaanNya sendiri. Jika demikian Allah pastilah Narcist. Bagaimana mungkin Pencipta bisa tersinggung oleh ciptaanNya sendiri? Mereka menganggap Allah itu lemah sehingga perlu dibela mati-matian sampai menumpahkan darah sesama manusia segala. Allah tidaklah seperti itu. Tidakkah kita bisa berpikir logis tanpa perlu memaki lawan bicara kita?
    Tadinya saya pun menanggapi hanya sebatas sejarah Dome of the rock. Tetapi ketika komentator yang lain mulai menyuarakan kebencian dan peperangan kepada Yahudi dan Nasrani dengan mengatasnamakan Allah, saya perlu angkat bicara. Merekalah yang mulai membawa-bawa nama Tuhan. Menurut saya perdamaian dan cinta kasih sesama manusia harus ditegakkan. Kebencian harus dilenyapkan. Bukankah itu yang diinginkan Allah? atau Anda berpikir Allah tidak menginginkan perdamaian dan cinta kasih antar sesama manusia?
    Setelah puas memaki saya dengan “Nyet” (monyet?), saya harap Mas Curut bisa berdiskusi dengan menggunakan logika dan intelektualitas. Sukses dan bahagia selalu…

  • 32
    Andi
    April 21st, 2008 16:43

    @Fariz
    Tetapi perlu kita ingat bahwa tindakan Amerika dan Israel TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN AGAMA. Amerika dengan segala ide men’demokrasi’kan dunia dan kepentingan Nasionalnya. Sementara Israel-Palestina adalah persoalan Geopolitik dan Nation Building. Jadi apa hubungannya dengan berusaha mengelabui Umat Muslim sedunia dengan mengatakan Dome of Rock adalah Masjidil Aqsha? Logika apa yang kita pakai? Mengapa harus memusuhi Islam?

    Btw,kamu punya data dan fakta ya kalo tindakan Amerika dan Israel TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN AGAMA?

  • 33
    rahma
    April 23rd, 2008 14:40

    @ fariz
    btw juga, lu kan blm jwb agama lu apa “nyet”? (y disbt mas curut) lu nashroni atw lu antek zionis israel biadab itu!!!! tidak semua yg ada di dunia manusia itu bisa memahami!! lu tau knp Allah menerbitkan matahari dari sblh barat trus ilangnya d sblh timur???? pasti org jawab “yaaa.. emang dah dari snanya” tapi Allah maha tau knp itu terjadi. bener lu bilang! knp Allah harus pake tangan muslim untuk memerangi para zionis itu, padahal ALlah dgn kekuasaannya sekejap mata bisa menghancurkan mereka semua. tapi Allah menjadikan itu semua bt melihat bgmn cinta hambanya kepada-Nya. INGAT Sorga itu gak gratis!!! byk perjuangan berat yang mesti di lalui. mungkin banyak yang bilang masuk sorga kan gak harus jalan perang/jihad, byk cara lain. emmmang.. bener, but ingat janji Allah, kematian yang paling indah adalah mati dijalan-Ku. btw sekali lagi, gak semua mesti tau rahasia Allah di dunia ini!!!
    .
    Ed – mohon agar dapat berdiskusi dengan santun, terimakasih

  • 34
    rahma
    April 23rd, 2008 14:46

    sdr Fariz saya maklumi kalo agama anda non muslim, karna bt apa diperdebatkan, gak akan ada menang kalahnya debat sama y bkn sdr seiman. dan kalo anda muslim,.. silahkan… silahkan pahami algi kandungan Al-Quran yang sesungguhnya. bukan hany mbaca doang!!!!

  • 35
    Fariz
    April 23rd, 2008 19:16

    @Andi
    Mas Andi yang baik, sepanjang saya tahu tindakan Amerika tidak atas nama agama tertentu. Amerika juga bukan negara agama tertentu. Mereka bertindak atas dasar kepentingan nasionalnya dan ideologi demokratik liberalnya.Amerika menolong Muslim Bosnia dari Nasrani Serbia dengan membombardir Serbia. Tidak ada komentar dari saudara-saudara Muslim. Amerika menolong kemerdekaan Muslim Kosovo juga dari Nasrani Serbia. Masih juga tidak komentar saudara2 Muslim. Amerika menolong Muslim Kuwait dari terkaman Muslim Irak. Anda masih berpikir Amerika bertindak atas nama Agama? Tidak saudaraku. Amerika membombardir Serbia karena ideologi demokrasi liberalnya. Amerika menolong Kuwait dari Irak juga dengan alasan yang sama dan mungkin juga karena alasan minyak alias kepentingan nasionalnya.
    Perebutan wilayah Palestina antara Israel dan Arab telah berlangsung ribuan tahun. Israel telah berperang dengan Arab Palestina bahkan sebelum Islam lahir. Ini bukanlah perang antara Yahudi dan Islam. Tapi antara Israel dan Palestina.

  • 36
    Fariz
    April 23rd, 2008 19:52

    @ Rahma
    Mbak Rahma yang baik, agama saya tidaklah penting. Apakah jika agama saya Nasrani, atau antek Yahudi atau Islam, maka pertanyaan saya menjadi tidak sah?
    Saudaraku, saya merasakan api kebencian yang menyala di hati Anda. Mengapa?
    Memang tidak semua di dunia ini kita bisa memahami. Ilmu pengetahuan terus berkembang. Karena itulah diperlukan mentalitas peragu, bukan mentalitas percaya. Dunia berhutang kepada orang-orang yang meragukan segala sesuatu, bukan kepada orang yang langsung percaya begitu saja tanpa bukti. Para penemu adalah orang yang selalu meragukan sesuatu. Karena itulah mereka meneliti dan menyelidiki, shg ilmu pengetahuan berkembang utk kesejahteraan manusia.
    Boleh-boleh saja percaya kepada sesuatu. Hak setiap orang untuk memiliki kepercayaan HARUS DIHORMATI. Tapi kepercayaan itu sendiri TIDAK HARUS DIHORMATI. Justru harus dipertanyakan, diteliti dan diselidiki.Jika tidak, kita bisa jatuh dalam kepercayaan yang salah bahkan jahat. Kepercayaan yang salah tidak menjadi masalah. Tapi kepercayaan yang jahat harus dihentikan. Anda boleh2 saja percaya ada naga berkepala dua di Planet Mars. Tidak ada masalah. Tapi jika Anda percaya bahwa membunuh orang yang lain agama dengan kita adalah tiket ke sorga, ini masalah.
    Akal kita memang terbatas. Tapi itulah satu-satunya yang kita punya. Dengan akal atau otaklah kita bisa membedakan apakah sesuatu salah atau benar, baik atau jahat. Kalau tidak, dengan apalagi?
    Anda mengatakan MEMERANGI ZIONIS ADALAH UNTUK MENUNJUKKAN CINTA HAMBA TERHADAP TUHANNYA. Cinta macam apa saudaraku yang ditunjukkan dengan cara membunuh? Dan Tuhan macam apa yang menuntut kecintaan ciptaanNya dengan cara membunuh ciptaanNya yang lain?
    Kata Anda SORGA TIDAK GRATIS. DAN KEMATIAN YANG INDAH ADALAH MATI DIJALAN TUHAN. Yang Anda maksudkan jika kita memerangi Yahudi, itu adalah harga yang harus dibayar untuk masuk sorga? Dan Anda tidak tahu alasannya, kemudian dengan pasrah mengatakan itu rahasia Tuhan?
    Tuhan memerintahkan membunuh dan Tuhan tidak memberi tahu alasannya? Adakah yang lebih konyol dan mengerikan sekaligus membahayakan daripada ini?
    Saya sudah memahami Quran, Hadis, dan Sirat Nabawiyah. Karena itu sebenarnya saya tidak kaget membaca pernyataan bahkan dari seorang wanita Muslim seperti Anda.
    Salam Cinta dan Perdamaian.

  • 37
    ady
    April 25th, 2008 14:53

    @fariz
    ck..ck.. ck..
    pikiranmu, logis menurutmu,
    belum tentu bisa diterima orang lain.

    “Saya sudah memahami Quran, Hadis, dan Sirat Nabawiyah. Karena itu sebenarnya saya tidak kaget membaca pernyataan bahkan dari seorang wanita Muslim seperti Anda.”

    –cuma bisa nyengir aj liat pernyataan diatas, betapa ketidaktahuannya dan sok tahunya anda,–

  • 38
    dhani
    April 25th, 2008 15:19

    @Curut, Rahma, Ady or Whoever: Well, saya muslim, tapi pemikiran sdr. Fariz masih lebih logis bagi saya ketimbang kalian berdua. Ditambah lagi dg cara kalian berdiskusi yg tidak kenal yg namanya AKHLAK. Memalukan!

  • 39
    Fariz
    April 25th, 2008 21:26

    @Ady
    Mas Ady yang budiman, saya tidak hendak memaksakan pemikiran saya kepada orang lain. Setiap orang bebas untuk berpikir. Setiap orang bebas untuk membantah pendapat saya. Pemikiran saya terus berkembang. Jika Anda memiliki pendapat yang membuktikan pendapat saya salah, saya akan mengkoreksi pendapat saya, sehingga terus menjadi semakin baik.
    Untuk itulah gunanya berdiskusi. Itu akan menambah gula dalam cangkir wawasan saya. Untuk saat ini saya berpendapat bahwa pendapat saya logis. Jika Mas Ady berpendapat lain, bisakah ditunjukkan pendapat saya yang tidak logis atau keliru? Dimana letak ke-tidaktahu-an dan ke-soktahu-an saya?
    Mohon ditunjukkan setelah selesai nyengir ya Mas?

    @Dhani
    Terima kasih Mas. Saya setuju. Pro dan kontra dalam diskusi adalah hal biasa. Tapi alangkah baiknya jika dilakukan dengan kepala dingin dan ilmiah.

  • 40
    sufehmi
    April 26th, 2008 16:13

    @Fariz – wah ternyata diskusinya sudah panas disini, maaf terlewat oleh saya.
    .
    Setuju. Kritis dan waspada memang perlu. Tentu kita tidak menafikan tindakan buruk Amerika dan Israel. Sebagaimana juga kita tidak menafikan tindakan buruk saudara-saudara kita Muslim.
    .
    Mm… poin saya sebelumnya bukan soal itu. Komentar saya sebelumnya mengajak kita untuk melihat soal Yahudi ini secara lebih proporsional.
    .
    Saya pribadi tidak menggeneralisir bahwa semua Yahudi = jahat. Buktinya sudah banyak.
    .
    Namun di lain pihak, menelan informasi mentah-mentah dari sisi mereka tanpa check & recheck itu namanya naif; mengingat reputasi mereka dalam soal disinformasi.
    .
    Tetapi perlu kita ingat bahwa tindakan Amerika dan Israel TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN AGAMA.
    .
    Christian Zionism
    .
    AIPAC (dimana Zionisme jelas adalah gerakan berbasis agama (Yahudi))
    .
    Christian extremists
    .
    Amerika dengan segala ide men’demokrasi’kan dunia dan kepentingan Nasionalnya. Sementara Israel-Palestina adalah persoalan Geopolitik dan Nation Building. Jadi apa hubungannya dengan berusaha mengelabui Umat Muslim sedunia dengan mengatakan Dome of Rock adalah Masjidil Aqsha? Logika apa yang kita pakai?
    .
    Saya juga tidak tahu. Namun di lain pihak, memang terlalu banyak kejadian di dunia ini yang (menurut kita) tidak logis.
    .
    Seperti bantuan dari Amerika yang jumlahnya bisa mencapai milyaran dolar setiap tahunnya kepada Israel, padahal tidak ada untungnya bagi Amerika. Justru membuat negara2 lainnya marah.
    .
    Mengapa harus memusuhi Islam?
    .
    Well, kalau kita coba berada di posisi mereka (Yahudi), tentu wajarnya mereka menganggap bahwa agama mereka yang benar. Berarti, Muhammad adalah nabi palsu. Berarti, Islam adalah agama Yahweh yang palsu. Menurut mereka.
    .
    Mungkin karena itu para ekstremis mereka jadi sangat benci terhadap Islam.
    .
    Itu baru satu kemungkinan. Di tengah situasi yang super rumit di Timur tengah sana, apa saja bisa menjadi alasan…

  • 41
    sufehmi
    April 26th, 2008 16:17

    Amerika juga bukan negara agama tertentu
    .
    Tentu bukan. Seperti juga Indonesia bukan negara Islam.
    .
    Tapi kita jangan terlalu naif seperti itu lah.
    .
    Pada saat ini ekstremis Kristen sedang memegang kekuasaan yang terlalu besar di Amerika, sehingga meresahkan pihak lainnya di Amerika sendiri, terutama kaum sekuler. Terlalu banyak kebijakannya yang bias ke kepentingan kelompok ini.

  • 42
    sufehmi
    April 26th, 2008 16:28

    @Fariz – Tuhan macam apa yang membenci ciptaanNya sendiri? Bukankah ini aneh dan tidak logis? Allah membenci Yahudi ciptaanNYa sendiri, melaknatnya dan bahkan memerintahkan muslim untuk memeranginya atau membunuhnya? Mengapa Allah membenci Yahudi? karena tersinggung? karena Allah merasa dikhianati Yahudi? karena Yahudi tidak mau taat? Karena Yahudi tidak mau menyembahNya?
    .
    Kelebihan manusia dari makhluk2 lainnya adalah akal & free will (kebebasan berkehendak).
    .
    Umat Yahudi, walaupun sudah banyak ditolong & dikasihi selama beribu tahun, namun mereka cenderung membalasnya dengan menyembah berhala, membunuh para Nabi, dst.
    .
    Sehingga mulai dari Nabi Muhammad saw, preferensi Allah swt terhadap umat Yahudi dihapus, ditandai dengan diturunkannya Nabi terakhir ini ke kaum Arab – dan bukannya kaum Yahudi.
    .
    Jika demikian Allah memiliki self esteem yang rendah dan narcist. Dan dia pasti bukan Tuhan yang patut disembah.
    .
    Ya silakan saja jika Anda menarik kesimpulan demikian, tentu berarti juga siap mempertanggung jawabkannya kelak.
    .
    Tapi menurut saya, kesimpulan Anda tersebut itu, menilik situasi & data yang ada, cukup ngawur.
    .
    Jika Allah memang berkendak untuk memusnahkan Yahudi, bukankah mudah dilakukanNya sendiri? mengapa meminjam tangan Muslim?
    .
    Mungkin analogi ini hanya bisa lebih dimengerti oleh yang sudah memiliki anak — seringkali saya bisa melakukan sesuatu sendiri (menyiram kebun, mencuci piring, dst).
    Namun, sangat lebih mengharukan & membanggakan ketika anak Anda, yang masih kecil, yang membantu Anda melakukannya.
    .
    Jadi bukan berarti Anda tidak mampu, namun karena hal tersebut lebih rewarding dari banyak sisi, daripada jika Anda lakukan sendiri.
    .
    Note saya bukan penganut kepercayaan semacam Jewish genocide, karena saya tahu bahwa ada juga Yahudi yang baik – sebelum ada salah paham.
    Contoh yang saya sebutkan diatas itu hanyalah untuk menjelaskan kebingungan Anda seputar mengapa Tuhan kadang memilih untuk menyerahkan suatu urusan kepada manusia.

  • 43
    sufehmi
    April 26th, 2008 16:56

    @Fariz – Di jaman informasi dan internet tidak ada lagi yang bisa disembunyikan.
    .
    OK, saya baru menemukan, sepertinya komentar nomor 16 yang men-trigger komentar-komentar Anda disini.
    .
    Ini, lagi-lagi, adalah cara pandang ala utopian / terlalu naif.
    Zaman ini adalah zamannya perang (dis)informasi
    .
    Contoh; bagaimana respon seorang Amerika jika mereka mengetahui berbagai kekejaman negaranya ?
    Saya yakin mereka pasti akan syok & merasa sangat kecewa dengan pemerintahnya.
    Tapi kenapa tidak terlalu banyak yang tahu ?
    .
    Salah satu jawabannya adalah penyalahgunaan media massa :
    .
    During the buildup to the 2003 invasion of Iraq, all 175 Murdoch-owned newspapers worldwide editorialized in favor of the war.

  • 44
    Andi
    April 28th, 2008 13:43

    @Fariz
    Oh…..ternyata itu adalah akumulasi dari pengetahuan kamu aja to riz,jd bukan statement ato apalah itu namanya yg disampaikan scr langsung oleh amerika dan israel,dan mnrtQ lho ya…itu ga bisa dijadikan pembetulan klo tindakan amerika dan israel tidak ada hubungannya dg agama krn itu hanya klaim sepihak dari kamu thok riz (meskipun kamu sebutkan peristiwa2nya,itu kan penilaian dr sudut pandangmu dan kmu ga tau apa maksud di balik itu semua,kmu ga tau krn kamu bukan pelakunya). Jadi menurutQ statementmu yg bilang “Tetapi perlu kita ingat bahwa tindakan Amerika dan Israel TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN AGAMA” (apalagi di caps lock) koq ada kesan kayak gimana gitu (hanya Alloh dan kamu yg tau pasti). Itu aja sih. Semoga Alloh SWT memberikan hidayahNya kpd kita semua,amin….amin….amin….ya Robbal’alamin….

  • 45
    Andra
    April 29th, 2008 10:33

    @Fariz
    Saya sudah memahami Quran, Hadis, dan Sirat Nabawiyah.

    Maap mas fariz lg2 saya koq sdkt gmn gitu dg kata2 mas fariz,mas fariz blg sdh memahami Al-Qur’an, Hadis, dan Sirat Nabawiyah,,tp koq sy rasa mas fariz memiliki keraguan akan Al-Qur’an, Hadis, dan Sirat Nabawiyah ya,pdhl sbg seorang muslim kan hrs berkeyakinan bhw tdk ada keraguan atas isi yg dikandung dlm Al-Quran. Tp dr membaca komen2 mas fariz yg diatas koq tersirat bhw mas fariz bkn sodara seiman saya,tp koq ngaku klo memahami Al-Qur’an, Hadis, dan Sirat Nabawiyah ya?bwt apa mas ya?apa utk mencari kekurangan ato pembanding dg kitab2 dr agama yg lain trmsk agama mas sndri(asumsi bhwa mas bkn sodara seiman sy)?mnrt sy,mngkn itu kali ya mas,yg membwt mas fariz ragu akan kandungan2 yg ada dlm Al-Qur’an (soalnya mas yakin,klo kitab agamanya mas lbh pas dg pemikiran dan logikanya mas),,Klo mnrt saya lg,konsep Ketuhanan kita kan beda ,jdnya klo berdebat kusir yg ada kaitannya mslh agama dan Ketuhanan,yg ada pastinya mncl perbedaan,termasuk perdebatan masalah Masjid Al-Aqsa.Skali lg maap ya bwt smua,klo ada yg tersinggung dg kata2 saya,apalg klo saya dicap ga kenal yg namanya akhlak.

  • 46
    WAN
    May 1st, 2008 23:12

    Salamualaykum
    salam kenal & numpang kenal :mrgreen:

    mbok ya sudah
    masing-masing boleh koq ngaku paling dekat dengan Allah swt. ngga usah diomongin pun tiap hari kita itu udah dekat bahkan terkadang kita lalai menghisab diri sendiri, diri sendiri aja masih amburadul berani meng”hisab” orang laen.

    orang yang meneliti sanad dan atsar hadist dengan spirit materiliasme ya hasilnya anthromorphisme
    orang yang meneliti ilmu pasti, astronomi dengan spirit materialisme ya gak akan pernah nemu Tuhan

    back to topic please “Dome of The Rock” or Masjid al-Aqsha
    ana kasian dengan pemilik blog ini, masak rumah orang buat berkelahi?

    dengar-dengar Yahudi orhtodoks sedang mencari “Tongkat Sulaiman” dibalik “excavation work” yang dilakukan oleh mereka?

  • 47
    ani
    May 16th, 2008 10:41

    Tidak ada gunanya kalian untuk berdebat,perdebatan hanyalah mengundang amarah.Imankan sesuai yang kalian yakini dan jangan pernah menutup mata untuk mengetahui kebenaran.Bawalah damai di dunia ini dan itulah yang dikehendaki Allah.Ada cerita:
    Ada seorang pelacur yang sedang ingin dihukum rajam di kota itu,tapi ada seorang yang bijaksana berkata seperti ini :”Tenang dulu,aku ingin bertanya pada kalian.Siapakah yang diantara kalian yang tidak pernah berdosa,hendaknya pertama kali melempar batu ini ke pelacur ini?”
    Dan lontarkan pertanyaan ini pada kalian,apa yang akan kalian lakukan?apakah kalian tidak pernah berdosa?kalau kalian tidak pernah berdosa hendaklah kalian hakimi pelacur itu.
    Jadi kesimpulannya “Tidak ada yang benar, seorang pun tidak. Tidak ada seorang pun yang berakal budi, Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak,
    Maka daripada itu LAKUKANLAH 10 HUKUM PERINTAH ALLAH YANG DIBAWA MUSA,itulah yang berkenan di hatiNYa.Sucikan hati , pikiran dan bawalah damai sejahtera untuk sesamamu.
    Kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan bukan kejahatan dengan kejahatan.
    PEPERANGAN KITA BUKANLAH MELAWAN DARAH DAN DAGING TAPI PERLAWANAN KITA ADALAH PENGUASA@ DAN PEMERINTAH@ DIUDARA ALIAS SETAN@ DAN IBLIS@.
    LAWANNYA LEWAT DOA!! UNTUK MENGHENTIKAN PERPECAHAN DUNIA.
    BAWALAH DAMAI DI KOTAMU!!!SALING MENGASIHILAH ANTAR SESAMAMU!!!PUNYA HATI YANG MUDAH MENGAMPUNI

  • 48
    ani
    May 16th, 2008 10:46

    Satu hal yang harus kalian miliki”KASIH”
    Kasih itu =
    sabar
    murah hati
    tidak cemburu
    tak memegahkan diri
    tidak sombong
    tak berbuat tak sopan
    tak cari untung diri
    tdk pemarah
    tdk menyimpan kesalahan orang/melupakan kesalahan org
    tdk suka ketidakadilan

  • 49
    sani
    May 16th, 2008 10:48

    Satu hal yang harus kalian miliki”KASIH”
    Kasih itu =
    sabar
    murah hati
    tidak cemburu
    tak memegahkan diri
    tidak sombong
    tak berbuat tak sopan
    tak cari untung diri
    tdk pemarah
    tdk menyimpan kesalahan orang/melupakan kesalahan org
    tdk suka ketidakadilan

  • 50
    Fariz
    May 19th, 2008 20:04

    @sufehmy,

    Terima kasih Mas atas masukannya. Ini benar-benar menambah wawasan saya. Memang benar Mas. Jaman sekarang orang yang menyuarakan perdamaian dan cinta kasih terkesan utopis dan naif. Tapi saya pikir, seperti John Lennon bilang : “You may say I am a dreamer. But I am not the only one”. Saya yakin saya tidak terlalu naif, dan saya yakin banyak orang sependapat dengan saya.Jika Mas mengatakan saya terlalu naif dengan mengatakan bahwa Zionisme tidak ada hubungannya dengan Judaisme, apakah saya juga terlalu naif jika mengatakan terrorisme Amrozi cs tidak ada ada hubungannya dengan Islam?
    Ingat, kedua kasus ini memiliki basis yang sama. Masing-masing menyitir ayat sucinya masing-masing. Saya tidak sendirian. Baca komentar Amin Rais http://www.kompas.com/kompascetak.php/read/xml/2008/05/15/01072588/palestina.bukan.konflik.agama.
    Apakah Mas Sufehmi juga akan menyebut ini sebagai usaha disinformasi? Baca juga komentar Rabbi Yisroel Dovid Weiss di situ.

    Quote: Fariz said:
    Jika Allah memang berkendak untuk memusnahkan Yahudi, bukankah mudah dilakukanNya sendiri? mengapa meminjam tangan Muslim?

    Sufehmi said:
    Mungkin analogi ini hanya bisa lebih dimengerti oleh yang sudah memiliki anak — seringkali saya bisa melakukan sesuatu sendiri (menyiram kebun, mencuci piring, dst).
    Namun, sangat lebih mengharukan & membanggakan ketika anak Anda, yang masih kecil, yang membantu Anda melakukannya.
    .
    Jadi bukan berarti Anda tidak mampu, namun karena hal tersebut lebih rewarding dari banyak sisi, daripada jika Anda lakukan sendiri.
    .
    Note saya bukan penganut kepercayaan semacam Jewish genocide, karena saya tahu bahwa ada juga Yahudi yang baik – sebelum ada salah paham.
    Contoh yang saya sebutkan diatas itu hanyalah untuk menjelaskan kebingungan Anda seputar mengapa Tuhan kadang memilih untuk menyerahkan suatu urusan kepada manusia.

    Saya pikir Allah tidak bisa disamakan atau bahkan dianalogikan seperti Anda dan anak Anda dalam case menyiram kebun dan mencuci piring. Ini masalah nyawa sesama manusia, bukan masalah kebun atau mencuci piring. Tuhan tidak akan haru dan bangga jika Anda membunuh orang lain yang nota bene ciptaanNya juga. Analogi Anda sangat membahayakan.

    Saya tahu Mas Sufehmi seperti saya juga adalah pencinta perdamaian. Tapi dengan cara pandang Mas seperti itu justru akan menyirami benih-benih kebencian.Dan menambah semangat para teroris yang merasa memperoleh pembenaran dan dukungan moral.

    Salam cinta dan damai.

  • 51
    Fariz
    May 19th, 2008 20:17

    @Andi,

    Mas Andi, itu memang pendapat saya pribadi, sepanjang pengetahuan saya. Saya tidak pernah dengar bahwa tindakan Amerika dan Israel adalah atas nama agama tertentu apalagi untuk memusuhi Islam.
    Bisakah Mas Andi membuktikan pendapat saya salah? Bisakah Mas Andi memberikan bukti bahwa tindakan amerika dan Israel adalah untuk memusuhi Islam? Jika Mas Andi bisa, ya saya akan mengubah pendapat saya. Siapa tahu saya salah. Saya cuman manusia biasa.Inilah gunanya diskusi.

    Salam manis

  • 52
    Fariz
    May 19th, 2008 20:34

    @Andra

    Terima kasih Mas Andra. Saya mengaku telah memahami Quran, Hadis dan Sirat Nabawiyah adalah untuk merespon thread Mbak Rahma yang menuduh saya tidak memahami kandungan Al-Quran yang sesungguhnya dan hanya membaca doang. Tidak ada maksud menyombongkan diri. Ilmu saya belum seberapa dibanding Mas Andra dan teman-teman.
    Saya berpendapat bahwa hak untuk berkepercayaan harus dihormati. Tapi kepercayaan itu sendiri harus dikritisi, diteliti dan dipertanyakan. Jika tidak, kita akan terperosok dalam kepercayaan yang salah dan jahat. Kepercayaan yang salah tidak menjadi masalah. Tapi kepercayaan yang jahat harus dihentikan.
    Jika memang suatu kitab suci adalah firman Tuhan, sia-sialah seseorang untuk mencari-cari kesalahan atau kekurangannya. Apalagi dari orang biasa seperti saya. Kitab suci itu harus zero error. Sempurna. Tidak boleh ada kesalahan barang setitik pun.
    Mas Andra bukanlah orang yang tidak berakhlak. Setiap orang punya sisi emosional. Sangat manusiawi. Apalagi untuk sesuatu topik yang menurut sebagian orang dikategorikan sensitif. Cuman hemat saya, sebaiknya memang tidak perlu emosi itu disertakan dalam suatu diskusi.

    Salam sayang

  • 53
    Fariz
    May 20th, 2008 21:37

    @Wan

    Mas Wan yang baik, jika Tuhan memang menghendaki ciptaanNya untuk “menemukan”Nya, tentu Dia melengkapi ciptaanNya dengan perangkat yang mampu untuk menemukanNya. Perangkat atau alat itu bernama akal. Kalau kita ingin “menemukan” Tuhan ya dengan akal kita. Tidak cara lain lagi. Atau Mas Wan punya cara lain, mungkin?

    Salam manis.

  • 54
    Fariz
    May 20th, 2008 21:45

    @Ani

    Mbak Ani yang budiman, mengapa perdebatan tidak diperbolehkan? Karena hanya akan mengundang amarah? Tentu tidak selalu Mbak. Justru dengan perdebatan kita akan mendapatkan pencerahan. Kebenaran akan terungkap dari clash of arguments. Memang kita manusia tentu tidak lepas dari ego. Tidak ingin kalah atau dipermalukan. Tapi jika memang bener-benar ingin mendapatkan kebenaran, dan bukan kalah-menang, maka seseorang harus jujur. Mau mengakui jika keliru.
    Salam damai

  • 55
    sufehmi
    May 22nd, 2008 16:25

    @Fariz – Jaman sekarang orang yang menyuarakan perdamaian dan cinta kasih terkesan utopis dan naif
    .
    Saya justru menganggap bahwa orang-orang yang menyuarakan perdamaian itu adalah para pahlawan.
    .
    Tapi, ketika kita sudah ditempeleng, dipukuli, diinjak-injak, dirampas hak hidupnya, dianiaya setiap hari; dan tetap percaya buta kepada si penganiaya — ini dia yang namanya naif.

  • 56
    sufehmi
    May 22nd, 2008 16:27

    @Fariz – Justru dengan perdebatan kita akan mendapatkan pencerahan.
    .
    Mungkin maksudnya “diskusi” ?
    .
    Kalau debat mungkin konotasinya cenderung ke seperti “debat kusir”, menghabiskan waktu namun akhirnya tidak ada manfaatnya.

  • 57
    sani
    May 28th, 2008 09:49

    “Ketika kita dicaci maki, kita tidak membalas dengan mencaci maki; ketika kita menderita, kita tidak mengancam, tetapi kita menyerahkannya kepada Dia(Allah), yang menghakimi dengan adil”

    Karena ada pepatah “Penghakiman adalah hak-Ku”
    jadi tugas kalian adalah membawa perdamaian.Bukan naif tapi berusahalah tidak seperti orang dunia tapi bawalah kasih dan tidak memetingkan diri sendiri…

    Memang keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh.

    Perbuatan daging yaitu emosi,mudah marah,cepat tersinggung,selalu mencela orang lain dan berpikiran negatif,dlll.
    Perbuatan Roh adalah kasih,membawa damai,tidak mementingkan diri sendiriii,dlll

    Terkadang kita sulit utk melakukan keinginan Roh kita,maka daripada itu LAWANLAH!!!!!dari keinginan daging kita …PERANGILAH!!!!keinginan daging kalian @!!!
    dan lakukan yang terbaik bagi semua orang itulah ibadahmu yang sejati…..
    Manusia tidak ada yang sempurna…Jadi lakukan-lah yang terbaik untuk musuhmu…ada pepatah “Kasihilah musuhmu dan lakukan yang terbaik,jangan kalahkan kejahatan dengan kejahatan tapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan”
    Tuhan tidak menghendaki persembahan tapi belas kasihan.Teladanilah PERBUATAN yang baik dari nabi Isa… nontonlah “PASSION”
    Terbukalah untuk kebenaran …..jangan mencela dulu…..
    buka buku@,film sejarah,dan jangan mudah di adu domba
    Baca ,saksikan ,cari ilmu dulu baru bertindak!@!!!!!!!

  • 58
    Fariz
    May 28th, 2008 22:41

    @Sufehmi
    Tapi, ketika kita sudah ditempeleng, dipukuli, diinjak-injak, dirampas hak hidupnya, dianiaya setiap hari; dan tetap percaya buta kepada si penganiaya — ini dia yang namanya naif.

    Mas Sufehmi yang baik, blind faith memang naif. Percaya buta terhadap apa pun tanpa dicerna dengan akal adalah sumber kemunduran dan kegelapan. Kita harus kritis. Tapi kritis tetap harus obyektif dan logis. Bukan paranoid emosional. Israel menipu Muslim dalam kasus Dome of The Rock, menurut saya adalah contoh paranoid. Sejarah tentang Dome Of The Rock berserakan di ribuan buku, media, internet, dan Israel berusaha menipu Muslim dengan menyebarkan gambar Dome of The Rock supaya dikira Al Aqsha? Paranoid seperti ini menghambat rekonsiliasi dan perdamaian. Menyalakan api kebencian sekaligus membuka pintu kekerasan.
    Salam damai…

  • 59
    Fariz
    May 28th, 2008 22:45

    @Sani
    Terima kasih atas nasihat penuh cintanya. Tapi jika yang Anda maksudkan adalah untuk dakwah agama Anda, saya kira salah sasaran. Maafkan saya jika mungkin berburuk sangka.
    Salam kasih

  • 60
    Sani
    May 29th, 2008 09:19

    Kalian Tahu bagaimana sejarah Musa?
    Bagaimana Tuhan Pimpin bangsa Israel keluar dari tanah perbudakan yaitu Mesir?
    Supaya kalian tahu sejarah ini dengan lengkap dan paham,anda bisa baca sejarah ini di Alkitab Kristen(Jangan Menganggap aku membawa agama tapi pandanglah alkitab kristen bukan sebagai buku agama tetapi sebagai buku sejarah dan ilmu pengetahuan n jangan pernah berpandang sempit…terbukalah untuk ilmu pengetahuan agar tahu mana yang benar n salah supaya tidak di adu domba)
    Nama ayat-nya keluaran/KEL,ayat ini sejarah Musa semua.
    Kalian tahu Israel dianiaya beberapa puluh tahun dengan Mesir?
    tapi karena Tuhan mendengar doa mereka maka Tuhan memerintahkan Musa memimpin bangsa Israel untuk keluar dari tanah perbudakan(Mesir)
    Caranya Tuhan bekerja lihat di sejarah ini….
    dengan tanda@ yang dahsyat…
    Bacalah…Panjang ceritanya…..

    Jadi kalau tangan Tuhan yang sudah berperkara musuhpun dikalahkannya.

    Jadi gak usah takut dengan orang yang jahat sama kita,Tuhan yang menghakimi kok..jadi Tugas kalian adalah pembawa damai.

    Kalau kalian ikut membenci bukankah kalian sama seperti mereka yang membenci kalian…
    jadi manakah yang baik????

  • 61
    Sani
    May 29th, 2008 09:22

    Berpikirlah Bijaksana..
    Orang yang bijaksana adalah seperti lebih dari orang yang merebut kota

  • 62
    ayu
    June 18th, 2008 08:29

    assalamualaikum wr.wb

  • 63
    zero
    July 1st, 2008 22:53

    payah, gak ada mutunya diskusi di sini

  • 64
    dodol
    July 16th, 2008 13:39

    emang, kayaknya disini bukan lagi buat diskusi..
    udah gak jelas… orang pada ngomongin dome of ock kok jadi perang antar agama..
    capeee. deh..
    oiye, setau gue emang hampir disemua agama itu ada ekstrimisnya.. dan ada penyimpangannya.. namun itu bhukan agamanya yg salah.. tapi manusianya yang ngaco..
    @sani
    kalo cuma cerita nabi musa, di alquran juga ada.. nabi lain juga ada.. kalo orang bilang tuh… ini updatenya alkitab..
    coba aja lo bandingin.. biar lebih tau cerita nabi musanya..

  • 65
    Fariz
    July 18th, 2008 10:13

    @Zero & Dodol

    Maafkan jika diskusinya tidak bermutu. Dari saya, cuman ingin membawa misi damai. Mengajak untuk membersihkan hati dari kebencian dan paranoid yang tidak logis. Teman-teman mengaitkan isu Dome of The Rock untuk membangkitkan semangat permusuhan terhadap Yahudi dengan latar belakang Agama.
    Jika itu dianggap tidak bermutu, it’s fine. Sekarang Anda hendak berdiskusi secara “lebih bermutu” dengan mendiskusikan dongeng kuno tentang Musa, yang jelas-jelas tidak logis? apa misi Anda? Hendak membuktikan bahwa agama Anda lebih benar dari Agama orang lain? Ini yang Anda maksud lebih bermutu? Apa sumbangan Anda untuk umat manusia?

    Salam damai

  • 66
    Yang Manakah Masjidil Aqsa? « Halaqoh Dakwah
    July 23rd, 2008 14:16

    […] http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/ : Masjid Al-Aqsa, atau Dome of Rock ? […]

  • 67
    Dzulfikar
    July 23rd, 2008 20:51

    begini semuanya, pada dasarnya, agama adalah kepercaan kita sendiri. Tetapi apakah lebih baik jika kita tidak menjurus kepada hal2 SARA. pada awal cerita saya ngikuti baik2 saja, tapi pas akhir…….gak tau deh dari mana asalnya

    Untuk mas Fariz (mbak ato mas) janganlah anda menyinggung kami sebagai orang muslim. kami tidak pernah menyinggung kepercayaan anda, oleh karena itu balaslah hal itu dengan hal serupa

    Untuk yang mau saya saya ada di k.dzulfikar@yahoo.com

  • 68
    Fariz
    July 25th, 2008 23:22

    @Dzulfikar
    Mas Dzulfikar yang baik, mohon maaf jika telah menyinggung. Dome of The Rock adalah entitas keagamaan. Jadi tidak heran jika diskusinya menjurus ke hal2 Agama (atau SARA menurut istilah Mas). Menurut saya sih tidak ada yang salah atau tabu dalam mendiskusikan Agama. Memang benar, kita harus menghormati hak setiap orang untuk memiliki kepercayaan. Tapi kepercayaan itu sendiri tidak harus dihormati. Justru harus dikritisi, diselidiki dan dipertanyakan. Jika tidak, kita akan terjerumus dalam kepercayaan yang salah bahkan jahat.
    Satu contoh, sebagai Muslim, Mas harus menghormati kepercayaan orang Kristiani pada Trinitas. Mas tidak boleh memaksa yang bersangkutan untuk meninggalkan kepercayaannya itu. Tetapi di sisi lain, Mas tidak harus menghormati kepercayaan akan Trinitas tsb. Justru Mas harus mengkritisi, menyelidiki dan mempertanyakannya, baru putuskan untuk mengikuti kepercayaan tsb atau tidak.
    Untuk suatu kepercayaan yang jahat, bahkan kita harus lebih kritis lagi. Misalnya kepercayaan akan superioritas Bangsa Aria dalam Nazisme yang kemudian menyebabkan jutaan orang terbunuh. Kita harus mempertanyakannya, mengkritisinya. Jika penganut Nazi tersinggung, biarkan mereka tersinggung. Ada hal-hal yang jauh lebih besar dan mulia daripada sekedar menjaga perasaan atau ketersinggungan mereka, yaitu : keselamatan umat manusia, cinta dan perdamaian.
    Salam dan sukses selalu

  • 69
    Fariz
    July 25th, 2008 23:27

    @Dzulfikar
    Mas Dzulfikar yang baik, mohon maaf jika telah menyinggung. Dome of The Rock adalah entitas keagamaan. Jadi tidak heran jika diskusinya menjurus ke hal2 Agama (atau SARA menurut istilah Mas). Menurut saya sih tidak ada yang salah atau tabu dalam mendiskusikan Agama. Memang benar, kita harus menghormati hak setiap orang untuk memiliki kepercayaan. Tapi kepercayaan itu sendiri tidak harus dihormati. Justru harus dikritisi, diselidiki dan dipertanyakan. Jika tidak, kita akan terjerumus dalam kepercayaan yang salah bahkan jahat.
    Satu contoh, sebagai Muslim, Mas harus menghormati HAK orang Kristiani untuk percaya pada Trinitas. Mas tidak boleh memaksa yang bersangkutan untuk meninggalkan kepercayaannya itu. Tetapi di sisi lain, Mas tidak harus menghormati kepercayaan akan Trinitas tsb. Justru Mas harus mengkritisi, menyelidiki dan mempertanyakannya, baru putuskan untuk mengikuti kepercayaan tsb atau tidak.
    Untuk suatu kepercayaan yang jahat, bahkan kita harus lebih kritis lagi. Misalnya kepercayaan akan superioritas Bangsa Aria dalam Nazisme yang kemudian menyebabkan jutaan orang terbunuh. Kita harus mempertanyakannya, mengkritisinya. Jika penganut Nazi tersinggung, biarkan mereka tersinggung. Ada hal-hal yang jauh lebih besar dan mulia daripada sekedar menjaga perasaan atau ketersinggungan mereka, yaitu : keselamatan umat manusia, cinta dan perdamaian.
    Salam dan sukses selalu

  • 70
    kendor
    July 27th, 2008 11:32

    parah2,,,

    ancur,,,

    makin kesana makin ngawur aja nich,,,

  • 71
    matkendor
    July 27th, 2008 11:42

    daripada mikirin itu lebih baik kita back to basic,,,
    kembali ke awal ngebahas dome of rock,,,
    okey,,,???

  • 72
    matkendor
    July 27th, 2008 11:45

    well,,,
    mari lanjutkan diskusi ini,,,,,,,,,

  • 73
    ikoiko
    July 29th, 2008 11:37

    numpang copas ke blog saya ya bos…thanks buat share

  • 74
    MAx
    August 13th, 2008 23:23

    Insya Allah aku akan ke masjid Aqsa, doa in aja

  • 75
    slackycml
    August 25th, 2008 15:16

    SubhanalLoh.
    Yang pertama, patutkan kita meragukan Alloh Ta’ala ?
    Kalau ya, berarti Muslimin tdk perlu menjawab soalan apapun, karena hanya akan berhadapan dg orang yg ingkar (Kafir)
    Yang kedua, patutkan kita meragukan ke-Nabi-an Muhammad ?
    Kalau ya, berarti tdk dia pantas dihukum pancung. Siapkan saja suatu waktu akan ada tentara Alloh ‘Azza wa Jalla yg akan menghilangkan kepala sang pengingkar.
    Yang ketiga, patutkan kita ingkari sejarah pembantaian Yahudi Bani Quroizhoh, karena pengkhianatan yg telah mereka rencanakan?
    Kalau ya, siapkan saja leher mu hai sang peng-ingkar.

  • 76
    slackycml
    August 25th, 2008 17:20

    Ok, kembali ke bahasan Al-Aqsho.
    1).Dusta bahwa Israel adalah nama mereka.
    Yg benar, mereka adalah Yahudi Zionis. Tdk semua Yahudi adalah Zionis, karena gerakan ini adalah gerakan pemurtadan dari Taurat sendiri. Nama Israel sendiri berarti orang yg sholih, dan itulah kunyah Nabi Ya’qub ‘Alayhis Salam. Yahudi adalah nama millah/golongan dan bukan nama agama. Ibrohim ‘Alayhis Salam beragama Islam dan tdk mengikuti Yahudi, walau mereka mengaku sbg cucu Ibrohim. Seorang anak tdk lagi akan terikat dg bapaknya, bila sang anak murtad. Demikianlah yg terjadi dg Yahudi Zionis.
    2).Dusta bahwa Al-Aqsho adalah milik mereka.
    Yg benar, bahwa Al-Aqsho adalah tanah yg dimuliakan sejak Ibrohim ‘Alayhis Salam, dikembalikan kemuliaannya oleh Daud ‘Alayhis Salam, lalu dibangun sbg masjid oleh Sulayman ‘Alayhis Salam. Masjid tdk lah sedangkal otak kita yg menganggap “harus” punya kubah dan pernik-perniknya. Bahkan Masjid Nabawy sendiri bentuk asal nya hanyalah rumah biasa. Sekali lagi Yahudi Zionis yg murtad berdusta atas agamanya bahwa mereka lah pemiliknya. Ingatlah, tdk ada hak atas si murtad atas warisan leluhurnya, karena ia telah terputus berdasar syari’at. Ingatlah, bgmn Nuh ‘Alayhis Salam diingatkan oleh Alloh Ta’ala bahwa ia bukanlah bapak dari anak yg murtad. Anak yg menantang ketika diperingatkan untuk menyembah Alloh Ta’ala.
    3).Dusta bahwa Al-Aqsho hanya bangunan kecil.
    Bahkan yg benar adalah seluruh bangunan yg telah dibangun oleh Sulayman ‘Alayhis Salam. Anak-anak Ibrohim ‘Alayhimus Salam tdk pernah menyembah patung anak sapi. Tapi Yahudi Zionis menyembahnya. Masjid ‘Umar memang dinamakan Masjid Aqsho tp bukanlah masjid tsb yg dimaksud sbg tempat Isro’ Muhammad Shollallohu ‘Alayhi wa Sallam. Tidakkah kita tahu bahwa semua Nabi melakukan sholat ? Bahkan mereka bersedekap di dada ! Demikian pula dg Sulayman, yg telah membangunnya.
    4).Dusta bahwa Yahudi Zionis akan memakmurkan Al-Aqsho.
    Bahkan mereka membuat terowongan di bawah kompleks Al-Aqsho. Terowongan yg membuat hampir seluruh pondasi bangunan Al-Aqsho menjadi rapuh. Pantaskah tindakan tsb dinamakan memakmurkan masjid Nya ? Tidakkan Internet yg terbuka telah menyampaikan informasi ini. Tidakkah para Syaikh “yg mustahil mereka ramai-ramai berdusta” telah memberitahukan hal ini ?

    Muslimin lah yg berhak memakmurkan masjid Nya. Adakah anda seorang Muslim ? Mari kita kaji dan renungkan QS.Al-Baqoroh 2/132, 2/140, 3/65, 3/67, 19/49, 11/45-46.

  • 77
    Fariz
    September 2nd, 2008 00:10

    Mas Slackycml yang baik,
    Mengapa Muslim tidak boleh menjawab apa pun jika ada pertanyaan dari orang yang meragukan Allah? Bukankah kewajiban Muslim untuk berdakwah? Apakah Mas hanya mau berdakwah untuk orang yang sudah beriman saja? :)
    Menurut saya, bukan hal yang tabu untuk berdiskusi bahkan masalah Ketuhanan sekali pun. Dan tidak perlu tersinggung selama diskusi dilakukan secara rasional tanpa caci maki.
    Adalah masuk akal dan tidak bisa disalahkan begitu saja jika ada yang meragukan Allah. Karena Allah sendiri tidak secara jelas dan tegas memperlihatkan existansinya. Apakah Mas bisa membuktikan secara valid keberadaanNya?
    Kedua, mengapa yang meragukan Kenabian Muhammad harus dipancung lehernya? Bukankah ini ancaman yang bersifat barbarik, keji, tidak berperikemanusiaan dan amat jauh dari sikap spiritual yang agung? Salah apakah orang ini? Ini perintah Tuhan atau ancaman Mas sendiri?
    Ketiga, tentu kita tidak mengingkari penyembelihan Muslim terhadap 700 orang Yahudi Bani Quroizhoh di pasar Madinah di awal Islam. Itu sudah menjadi sejarah. Justru sekarang saya menanyakan makna peristiwa genocida mengerikan ini. Mengapa harus terjadi pada orang2 tak berdosa yang sudah menyerah ini? Tidak adakah belas kasih nan agung di sini? Apa salah mereka? pengkhianatan? Siapa hakimnya? Jika memang ada kesalahan, setarakah kesalahan ini dengan banjir darah yang dipertontonkan bagi banyak orang ini? Untuk apa semua ini?

    Tentang Al Aqsha, tentu saja itu semua klaim sepihak dari Mas sendiri. Bisakah Mas menyertakan bukti sejarah yang obyektif, logis dan valid yang mendukung klaim tersebut?

  • 78
    rasyid
    September 4th, 2008 17:19

    Saya tertarik dengan diskusi ini, tetapi nampaknya semakin ke ujung komentar dari para anggota semakin mengarah pada api permusuhan dan kebencian. Harapan saya agar para pembicara disini menggunakan bahasa yang santun, baik dan jelas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman karena pembaca disini saya yakin pasti beragam. saya ingin sedikit berkomentar mungkin lebih tepatnya mempertanyakan pendapat Mas Fariz “Ketiga, tentu kita tidak mengingkari penyembelihan Muslim terhadap 700 orang Yahudi Bani Quroizhoh di pasar Madinah di awal Islam. Itu sudah menjadi sejarah. Justru sekarang saya menanyakan makna peristiwa genocida mengerikan ini. Mengapa harus terjadi pada orang2 tak berdosa yang sudah menyerah ini? Tidak adakah belas kasih nan agung di sini? Apa salah mereka? pengkhianatan? Siapa hakimnya? Jika memang ada kesalahan, setarakah kesalahan ini dengan banjir darah yang dipertontonkan bagi banyak orang ini? Untuk apa semua ini?”. Saya berharap Mas Fariz dapat menjelaskan pendapat ini lebih lanjut karena pendapat ini dapat menimbulkan salah paham. Saya bukan ahli sejarah dan juga bukan saksi mata peristiwa itu, tapi saya ingin mempertanyakan kenapa peristiwa itu Mas Fariz golongkan sebagai genosida, karena setahu saya yang dihukum hanyalah orang-orang yang terlibat dalam peristiwa pemicu sebelumnya, yang tidak terlibat, perempuan dan anak-anak tidaklah mendapat hukuman mati. dan Hakim yang memutuskannya juga berasal dari golongan Yahudi yang telah ditunjuk oleh golongan quraizah sendiri. jadi mohon agar mohon agar Mas Fariz menjelaskan lebih lanjut.

  • 79
    slackycml
    September 9th, 2008 09:30

    Afwan, kami sendiri memang hanya melayani pertanyaan seorang Muslim. Bukankah judul blog ini adalah “Masjid Al-Aqsa, atau Dome of Rock ?” Tidak ada lain yang dibicarakan kecuali dua masjid tersebut.

    Adakah api permusuhan dan kebencian pada diri kami ? Kalau tentang Yahudi Zionis, kami jawab tegas: “Ya !” Kalau Yahudi saja, kami jawab tegas: “Bila mereka tunduk, maka tidak ada hak bagi Muslim untuk merampas hak mereka, walaupun sedikit”.

    Apakah anda percaya Al-Quran ? Bilamana tidak, maka kami pun tidak bisa menunjukkan buktinya kepada anda, sama sekali tidak bisa ! Bahkan Alloh Ta’ala sendiri anda tak percayai. Kalau begitu sudahi saja diskusi ini, karena bukan tempatnya untuk beradu mantiq disini.

    Ingatlah, yahudi zionis sudah merancang perang terbuka. Tidak akan ada lagi semua negara di bumi ini, kecuali hanya ada dua kubu. Yang satu adalah Yahudi Zionis, sisi lainnya adalah Muslimin. Tinggal anda akan berpihak ke mana ?

    Itulah jalan akhir yg disampaikan sang Nabi, Muhammad Shollallohu ‘alayhi wa sallam. Siapkan dirimu wahai Muslimin, untuk berhadapan langsung dengan Yahudi Zionis.

    Sambutlah seruan pembebasan Masjidil Aqsho !
    Tidak akan ada darah tertumpah dari Muslim kecuali syahid, Insya Alloh. Dan tidak akan ada darah dari Yahudi yang tertumpah, kecuali karena pengkhianatan mereka sendiri. Wallohu a’lam.

  • 80
    slackycml
    September 9th, 2008 09:57

    Maaf, kami memang hanya berbicara kepada Muslimin saja. Bukankah judul blog ini adalah “Masjid Al-Aqsa, atau Dome of Rock ?” Jadi tidak membicarakan selain kedua masjid tersebut.

    Kedua masjid tersebut memang telah disamarkan, bahkan direncanakan untuk dihancurkan oleh Yahudi Zionis, maka apakah yang akan kita bicarakan selain dari kebusukan dan pengkhianatan mereka ?

    Perlu bukti sejarah ? Siapakah yang membuat sejarah ? Bahkan Nabi pun telah mereka bunuh ! Tidak ada bukti dalam hal ini kecuali, kitab Alloh. Silakan anda cari bukti sejarah pembunuhan Nabi dari kalangan yahudi tersebut ! Ilmuwan barat pun yang “ahli” telah ragu atas kemampuannya.

    Sedikit waktu lagi -walLohu a’lam-, kita akan jumpai keadaan bahwa tidak ada lagi negara dimuka bumi ini, kecuali ia adalah pembela Yahudi Zionis atau ia pembela Muslimin. Tinggal dimanakah kaki kita berpijak ?

    Bebaskan Masjidil Aqsho wahai Muslimin. Tidak ada lagi waktu untuk beradu mantiq disini. Tidak ada darah Muslim tertumpah kecuali syahid, insya Alloh. Dan tidak ada darah Yahudi tertumpah, kecuali karena pengkhianatan mereka sendiri. Bagi Yahudi yang tunduk, maka tidak ada hak bagi Muslim untuk merenggut sedikitpun atas kehormatan mereka.

    Bacalah QS.Isro 17:1-8.

  • 81
    fariz.1414
    September 10th, 2008 21:32

    @Rasyid
    Mas Rasyd yang budiman, pernyataan saya tsb adalah untuk merespon saudara saya Mas Slackycml. Beliau rupanya menggunakan peristiwa pembantaian massal Yahudi Bani Quraizhoh untuk membuktikan bahwa orang Yahudi memang pengkhianat dan busuk. Karena itu pantas untuk dibasmi dari muka bumi.
    Tentang detail pristiwa itu, Mas Rasyid bisa baca dari para sejarahwan dan biografer Islam seperti Ibn Ishaq, Ibn Hisyam, Tabari, Husain Haikal atau Hadis Sahih Bukhari. Rata2 sejarahwan Islam menyimpulkan bahwa Bani Quraizhoh mengkhianati perjanjian damai dengan Muslimin dgn bersekutu dgn Quraisy saat pengepungan Madinah pada perang Khandaq atau parit. Fakta yang ada adalah pasukan Quraisy pulang karena gagal memasuki Madinah dan tidak mendapat bantuan apa pun dari Bani Quraizhoh.
    Tapi baiklah. Katakanlah Quraizhoh memang berkhianat. Pantaskah mereka mendapat hukuman pemancungan massal yang sadis tsb? Bukankah mereka sudah menyerah dan tidak berdaya? Apa nilai spiritual nan suci dari peristiwa seperti ini?
    Perempuan dan anak2 tidak dipancung, kecuali seorang perempuan. Perempuan dan anak2 tsb dijadikan budak Muslimin. Lagi2 apa nilai kebaikan dari perbudakan macam ini? Bagaiman jika ini terjadi pada keluarga Mas?
    Hakim dari peristiwa ini adalah Sa’d bin Muadh yang adalah seorang Muslim pemimpin Bani Aws (Golongan Anshor). Bani Aws adalah sekutu lama Bani Quraizhoh. Bani Aws sudah memohonkan ampun tapi ditolak. (Jadi tidak benar sang hakim adalah dari golongan Yahudi sendiri). Nabi sendiri yang mengusulkan Sa’d sbg hakim dan Bani Quraizhoh menyetujuinya. Secara mengejutkan Sa’d memutuskan semua 700 laki2 Quraizhoh harus dibunuh. Istri dan anak2 mereka dijual sebagai budak dan harta mereka dibagikan di antara kaum Muslimin. Kemudian Nabi bersabda: “Kau telah memutuskan nasib mereka dengan keputusan Tuhan dan RasulNya” (Tabari vol. viii hal 33).
    Saya tidak membenci sesama manusia. Sama seperti saya mereka terdiri dari darah dan daging dan memiliki keluarga yang dikasihi. Yang saya benci adalah ideologi atau kepercayaan yang mengandung kebencian terhadap sesama manusia. Alih2 mengajak untuk berperang, membenci dan berbuat kekerasan, bukankah lebih baik menyebarkan kasih sayang, cinta dan damai? :)

  • 82
    sufehmi
    September 11th, 2008 08:07

    @fariz – Secara mengejutkan Sa’d memutuskan semua 700 laki2 Quraizhoh harus dibunuh
    .
    Kenapa mengejutkan ?
    .
    Standar hukuman bagi pengkhianat pada saat perang adalah hukuman mati. Sampai saat ini.
    .
    Bahkan di negara-negara yang (katanya) pro HAM.
    .
    Dan memang wajar, pengkhianatan pada masa damai saja sudah dapat menyebabkan banyak masalah. Apalagi ini ketika kita sedang diserang musuh pula.
    .
    Afala ta’qilun ?

  • 83
    sufehmi
    September 11th, 2008 08:15

    @fariz – saya kutip :
    .
    Nabi sendiri yang mengusulkan Sa’d sbg hakim dan Bani Quraizhoh menyetujuinya

  • 84
    Fariz
    September 11th, 2008 21:21

    @Slackycml
    Mas Slacky yang baik, Mas mengatakan “Adakah api permusuhan dan kebencian pada diri kami ? Kalau tentang Yahudi Zionis, kami jawab tegas: “Ya !” Kalau Yahudi saja, kami jawab tegas: “Bila mereka tunduk, maka tidak ada hak bagi Muslim untuk merampas hak mereka, walaupun sedikit”.
    Baiklah. Saya ingin bertanya : jika Yahudi tidak tunduk, apakah Muslim berhak untuk merampas hak mereka?
    Mas tidak menunjukkan bukti, kecuali saya percaya Quran. Benarkah? Menurut saya, kepercayaan bukanlah bukti. Definisi kepercayaan adalah menerima sesuatu begitu saja tanpa bukti. Jika sudah ada bukti namanya bukan lagi kepercayaan tapi “pengetahuan”.
    Mas Slacky yang budiman, Yahudi Zionis merancang perang terbuka sehingga akhirnya tinggal dua kubu: Zionis dan Muslim adalah tuduhan tanpa bukti dan lagi2 berdasarkan kepercayaan Mas sendiri yang menurut hemat saya cukup berbahaya karena hanya akan menebarkan kebencian dan pertumpahan darah. Bukankah lebih baik kita hidup berdampingan secara damai?
    Kompleks Al Haram Al Syarif adalah kompleks di mana Sulaiman atau Solomon membangun kuilnya. Solomon adalah raja Israel. Sehingga wajar jika Yahudi mengklaim situs tersebut adalah situs mereka. Baru ketika Khalifah Umar menguasai Yerusalem mulai dibangun Masjid Al Aqsha dan Dome of the Rock di atas puing2 kuil tsb. Alangkah mulianya jika Muslim dan Yahudi bisa berbagi atas situs ini dan hidup berdampingan secara damai.
    Pembunuhan atas Nabi Yahudi dimaksud adalah Nabi Syu’ya, Zakaria, Yahya dan Isa. Di dalam sejarah agama2 memang selalu muncul golongan ekstremis dan kekerasan. Sejarah juga mencatat pembunuhan para Khalifah Sahabat Nabi oleh Muslim sendiri. Tapi itu bukan berarti bahwa Yahudi dan Muslim harus dikutuk dan dibasmi. Saya juga ingin bertanya: Jika Tuhan tidak berkenan atas pembunuhan para NabiNya, mengapa tidak mencegahnya? Bukankah Dia Maha Kuasa? Dan sekarang Dia mengutuk umat yang telah dipilihNya untuk dibimbing dan hendak menghukumnya, tetapi mengapa harus meminjam tangan Muslim?
    Mohon maaf jika ada kata yang tidak berkenan. Semoga cinta dan damai selalu di hati saudara2 saya yang saya kasihi semuanya.

  • 85
    Fariz
    September 11th, 2008 21:46

    @Sufehmi
    Mas Sufehmi yang baik, mengejutkan karena di luar dugaan Bani Quraizhoh sendiri, karena Bani Aws adalah sekutu Bani Quraizhoh. Dalam perang yang tidak seimbang ini, status Bani Quraizhoh adalah tawanan perang yang sudah menyerah. Mereka dikepung dan diserang. Mereka dalam posisi lemah dan tidak punya pilihan. Ketika Nabi mengusulkan Sa’d sbg hakim, mereka menyetujuinya karena mengira akan mendapat pengampunan dari sekutu mereka ini.
    Mengenai mereka memang mengkhianati perjanjian damai atau tidak, tidaklah jelas. Karena faktanya Quraisy tidak mendapat bantuan apa pun dari Quraizhoh, sehingga mereka mundur.
    Tapi inti persoalannya bukanlah itu. Ini masalah kebesaran hati, pengampunan, spiritualitas dan kemanusiaan. Pembunuhan besar-besaran terhadap 700 tawanan perang seperti itu belum pernah kita dengar dalam dunia yang beradab. Ini sungguh mengejutkan nurani kita. Itu lebih dekat kepada Genocida.
    Maaf jika ada salah kata.Salam hormat.

  • 86
    sufehmi
    September 12th, 2008 08:57

    @Fariz – Pembunuhan besar-besaran terhadap 700 tawanan perang seperti itu belum pernah kita dengar dalam dunia yang beradab
    .
    Oh ya ?
    .
    Standar peperangan zaman dahulu adalah “take no prisoners”, alias semua yang kalah dibantai.
    .
    Contoh: dari http://harry.sufehmi.com/archives/2006-07-21-1216/
    .

    …in 1098, during the first crusade (begun in 1096), when the Crusaders took Ma’arrat an’Numan, the slaughter never stopped for three days so that the Franks killed more than 100,000 people.

    .

    They cut into pieces, and put to death children, the young, and the old …..
    Radulph of Caen said : “In Maarra our troops boiled pagan adults in cooking pots; they impaled children on spits and devoured them grilled.“

    .
    Itulah perlakuan untuk tawanan perang.
    .
    Padahal bani quraizhah itu bukan tawanan perang, namun pengkhianat perang. JAUH lebih parah.

  • 87
    sufehmi
    September 12th, 2008 09:02

    @fariz – Mengenai mereka memang mengkhianati perjanjian damai atau tidak, tidaklah jelas. Karena faktanya Quraisy tidak mendapat bantuan apa pun dari Quraizhoh, sehingga mereka mundur.
    .
    Antara umat Islam dan umat Yahudi ada perjanjian damai.
    Bukan saja mereka tidak akan saling serang. Namun malah mereka akan saling membantu jika ada salah satu pihak yang diserang.
    .
    Tapi yang terjadi malah Bani Quraizhah mengumpulkan musuh-musuh umat Islam, dan lalu mengorganisasi mereka agar menyerang umat Islam.
    .
    Saya ringkas supaya Anda tidak bingung lagi :
    .
    Tanpa provokasi dari Bani Quraizhah, perang Ahzab tidak akan terjadi

  • 88
    sufehmi
    September 12th, 2008 09:06

    @Fariz – Ketika Nabi mengusulkan Sa’d sbg hakim, mereka menyetujuinya karena mengira akan mendapat pengampunan dari sekutu mereka ini.
    .
    Ya, ini adalah satu lagi bukti kemurahan hati dari Nabi Muhammad saw. Sudah jelas ditikam dari belakang, pelakunya malah diberi kebebasan untuk memilih hakim.
    .
    Tentu wajarnya mereka berusaha mencari yang akan meringankan mereka.
    .
    Karena itu mereka senang sekali ketika ternyata bisa dipilih hakimnya adalah dari sekutu mereka sendiri.
    .
    Di luar perkiraan mereka, ternyata Sa’d tidak pilih kasih.
    Dia tetap mengadili Bani Quraizhah secara adil, sesuai dengan tingkat kejahatan mereka.

  • 89
    sufehmi
    September 12th, 2008 09:10

    @fariz – Mengenai mereka memang mengkhianati perjanjian damai atau tidak, tidaklah jelas. Karena faktanya Quraisy tidak mendapat bantuan apa pun dari Quraizhoh, sehingga mereka mundur.
    .
    Kenapa masih bisa dibilang tidak jelas ?
    .
    Sudah jelas perjanjiannya adalah saling tolong menolong jika salah satu diserang.
    .
    Jadi dengan tidak menolong saja, ini sudah berkhianat.
    .
    Pada masa perang.

  • 90
    sufehmi
    September 12th, 2008 09:19

    @fariz – Dalam perang yang tidak seimbang ini, status Bani Quraizhoh adalah tawanan perang yang sudah menyerah.
    .
    Kata-kata Anda manis, tapi amat tendensius.
    .
    Umat Islam mengepung benteng Bani Quraizhah selama 25 hari, sebelum akhirnya mereka menyerah.
    .
    Mereka sebetulnya punya opsi untuk berperang terbuka. Tapi mereka terlalu pengecut untuk melakukan itu.
    .
    Malah sebetulnya mereka masih memiliki pilihan yang bisa menyelamatkan nyawanya, yaitu dengan masuk Islam.
    .
    Secara logika, kebanyakan orang pasti tidak akan mau menerima Islamnya mereka. Buat apa menerima pengkhianat sebagai bagian dari kita ? Apa untungnya ? Paling nanti akan menikam dari belakang lagi.
    .
    Tapi Nabi Muhammad saw bahkan masih mau menerima mereka. Ini adalah satu lagi bukti kelapangan hati beliau.

  • 91
    sufehmi
    September 12th, 2008 09:29

    @fariz – Beliau rupanya menggunakan peristiwa pembantaian massal Yahudi Bani Quraizhoh untuk membuktikan bahwa orang Yahudi memang pengkhianat dan busuk
    .
    Ok, saya sudah baca postingan slackyml, dan tidak ada statement ybs seperti itu.
    .
    Malah dia sudah jelas-jelas membedakan antara Zionis dengan Yahudi. Dan menekankan bahwa masalahnya adalah pada Zionists – bukan Yahudi secara umum.
    .
    Kalau Anda terus menyebar fitnah seperti ini, komentar-komentar Anda selanjutnya akan saya blokir dari sini.

  • 92
    Fariz
    September 12th, 2008 15:31

    @Sufehmi
    Mas Sufehmi yang budiman, saya mohon maaf jika ada kesalahpahaman di sini. Saya telah berargumentasi dan telah teman-teman sanggah. Saya tidak memfitnah siapa pun. Kita bisa sama-sama baca dan menyimpulkan sendiri.
    Tapi rupanya ini tidak berkenan lagi bagi Mas Sufehmi karena saya dianggap terus menyebar fitnah. Agar tidak menyinggung lagi, saya mundur. Jika Mas Sufehmi tertarik, kita bisa berdebat lewat email saja, sehingga lebih bebas dan tidak ada teman-teman lain yang mungkin tersinggung, dan akhirnya malah kontra-produktif. Menurut saya ini pasti akan sangat menarik. Saya punya pertanyaan-pertanyaan yang memerlukan jawaban intektual seperti Mas. Silakan email saya, karena saya tidak tahu email Mas Sufehmi. Sekali lagi maaf. Salam cinta dan damai buat semua.

  • 93
    sufehmi
    September 12th, 2008 18:20

    @fariz – disini welcome sekali untuk diskusi santun & terbuka. Bahkan tadinya saya sudah akan menegur slackyml, berdasarkan statement Anda (yang saya kutip di komentar saya sebelumnya).
    .
    Tapi setelah saya cari-cari, ternyata statement Anda tersebut tidak berhasil saya temukan kebenarannya. Malah kebalikannya yang saya temukan.
    Maka otomatis Anda yang saya tegur.
    .
    Kalau soal memelintir fakta & informasi, biar kita serahkan kepada JIL saja. Tidak perlu kita ikut-ikutan juga.

  • 94
    slackycml
    September 14th, 2008 08:37

    SubhanalLoh.
    Tidak cukupkah ‘Abdulloh bin Salam sbg bukti bahwa Muhammad seorang pengampun ? Beliau ini ulama Yahudi yang masuk Islam. Setelah ke-Islam-annya, beliau kembali kpd kaum nya. Beliau menanyakan, “Apakah sbg ulama Yahudi, maka dia akan dipercaya perkataannya ?” Kaum nya, Yahudi, menjawab “Ya.” Lalu beliau katakan bahwa dirinya masuk Islam. Tahukah anda apa sikap kebanyakan Yahudi saat itu ? Mereka menolak ke-Islam-an ‘Abdulloh bin Salam ! Mereka menolak “pengkhianatan” seorang yang dahulu adalah ulama nya.

    Di lain sisi, apakah Muhammad akan tidak percaya kepada ‘Abdulloh bin Salam ? Tidak, bahkan beliau Shollallohu ‘alayhi wa sallam memberitakan pada shohabatnya, bahwa sebentar lagi akan datang di tengah-tengah kalian seorang penduduk Jannah. Siapakah dia ? Ternyata ‘Abdulloh bin Salam !

    Kalau hanya sekedar berkelit, maka macam mana Muhammad nak camkan kepercayaan pada ulama Yahudi, yg mungkin saja dia nya berkedok masuk Islam lalu hendak menghunjamkan Taurat ke dada muslimin lain ? Bukankah menurut akh Fariz -yg membalikkan jari kpd kami- bahwa Yahudi adalah pengkhianat dan busuk, maka pantas untuk dibasmi ? Bukanlah lebih baik membunuh sedari awal, orang Yahudi mana saja yg masuk Islam, agar mencegah mereka menghancurkan muslimin dari dalam ? Tetapi hal demikian tidak Muhammad lakukan !
    Mari kita baca QS.Al Maidah(5/66).

    Muhammad hanya seorang Nabi, tidak ada Nabi lagi sesudahnya. Beliau katakan “Akan sampai suatu masa, dimana batu dan pohon akan memberitahu muslimin dimana saja tempat sembunyi Yahudi -pengkhianat-. Hingga batu pun akan berbicara “Wahai muslim, ini di belakangku ada Yahudi, maka bunuhlah !” Tidak ada yg melindungi Yahudi kecuali pohon Ghorqod, karena dia adalah pohon nya Yahudi.” Tidakkah kita percaya bahwa ada batu yg bisa berbicara ? Apakah kita akan ngotot untuk meminta bukti sejarahnya, di saat guncangan keimanan datang pada diri kita ? Wal iyadzu bilLah.

    Tunggulah saatnya wahai muslimin, kebenaran akan datang dan kebathilan akan lenyap. Hanya ada muslimin dan yahudi saat itu, untuk saling bertemu dan membunuh, kecuali yang tunduk kpd syari’at Alloh Ta’ala, walLohu a’lam.
    Mari kita baca QS.At-Taubah (9/29)

    Muslimin cinta kedamaian berdasar syari’at, bila syari’at dilanggar maka telah tetap perintah Alloh untuk melawan “sang pelanggar”.
    Mari kita baca QS.Al Baqoroh (2/217).

  • 95
    Mesjid Kubah Emas « Liputan Faisal
    September 16th, 2008 08:01

    […] juga sampai sekarang- di anggap sebagai masjid Al Aqsha. Klarifikasi hal ini dapat di lihat pada blog Harry Sufehmi. Sebagian orang juga menganggap bangunan ini bukanlah masjid melainkan hanya tumpukan batu […]

  • 96
    Dzulfikar
    September 16th, 2008 11:13

    Assalamualaikum semua

    Menurut pendapat saya

    Masjid Al Aqsa itu adalah identitas umat Islam dunia selain Masjid yang ada di Mekkah dan MAdinah, sudah selayaknya semua kaum, baik Yahudi, Nasrani, atau agama yang lain ikut menghormatinya, sebagaimana Islam menghormati tembok ratapan, dan Gereja Spluchre(maaf kalo salah eja). Oleh karena itu, dalam rangka mewujudkan perdamaian dunia, janganlah kita kemudian melakukan perbuatan yang menyakitkan hati orang lain.
    Menurut umat Islam, perbuatan umat Zionis Yahudi sungguh sngat menyakitkan hati umat Islam dengan membangun trowongan yang bertujuan untuk menghancurkan masjid Al Aqso.
    Saya ingin sekali bertanya kepada saudara yang NAsrani,bagaimana perasaan anda jika gereja Spulchre atau gereja kelahiran Jesus dihancurkam? tidakkah sakit hati anda? coba jawab pertanyaan saya dengan hati yang tenag dan tinggalkan segala emosi

  • 97
    muslim
    September 21st, 2008 00:39

    Saudara-saudaraku seiman, sebaiknya kita tidak berdiskusi dengan si Fariz… dia itu KAFIR dan belum mendapat hidayah dari Allah Swt, jadi percuma saja debat kusir seperti itu… sebaiknya kita do’akan saja semoga dia mendapat hidayah dan menjadi saudara seiman…

  • 98
    Zulkifli
    September 21st, 2008 04:46

    Ass Wr Wb

    Bukti Allah masih sayang sm Yahudi, mereka masih dikasih kesempatan u/ menyembah-NYA.
    semua tau kan klo orang Yahudi byk dikasih kelebihan, tetapi itu diberikan biar mereka ga takabur dan tetap mengingat ALLAH sebagai penciptanya.

    sy ingin Yerussalem itu DAMAI. Islam, Yahudi dan Kristen hidup rukun dalam beragama.
    sy welcome terhadap yahudi/israel sm seperti kebijakan MUI jika mereka mau memberikan hak-hak orang Palestina. tapi sampai sekarang itu belum bisa diberikan.

    PEACE, LOVE & GLORY

  • 99
    sufehmi
    September 21st, 2008 12:27

    @muslim – si Fariz… dia itu KAFIR
    .
    Anda tahu darimana?
    .
    Sekedar mengingatkan sabda Nabi saw, jika ada yang menuduh saudaranya kafir padahal bukan, maka tuduhan tersebut jadi kena ke dirinya sendiri.

  • 100
    muslim
    September 21st, 2008 19:48

    @Fariz – Tuhan macam apa yang membenci ciptaanNya sendiri? Bukankah ini aneh dan tidak logis? Allah membenci Yahudi ciptaanNYa sendiri, melaknatnya dan bahkan memerintahkan muslim untuk memeranginya atau membunuhnya? Mengapa Allah membenci Yahudi? karena tersinggung? karena Allah merasa dikhianati Yahudi? karena Yahudi tidak mau taat? Karena Yahudi tidak mau menyembahNya? Jika demikian Allah memiliki self esteem yang rendah dan narcist. Dan dia pasti bukan Tuhan yang patut disembah.
    Jika Allah memang berkendak untuk memusnahkan Yahudi, bukankah mudah dilakukanNya sendiri? mengapa meminjam tangan Muslim?
    Mengapa kekonyolan ini diterus-teruskan? Mengapa kita tidak mampu lagi menggunakan otak kita? Lebih-lebih: tidak ada lagikah cinta kasih di hati kita?

    @sufehmi

    Nggak ada seorang muslim yang akan berkata demikian tentang tuhannya, dari bahasanya dia sudah jelas meragukan ketuhanan Allah. menurut anda dia bukan Kafir?….

  • 101
    muslim
    September 21st, 2008 19:51

    @sufehmi

    Dari bahasanya sangat jelas sekali dia meragukan ketuhanan Allah Swt. Seorang muslim tidak akan berkata sejauh itu….
    kalo bukan Kafir… menurut anda apa?

  • 102
    sufehmi
    September 22nd, 2008 16:50

    @muslim – saya pernah punya kawan seperti Fariz ini. Tadinya saya berasumsi juga bahwa ybs sudah kafir.
    .
    Ternyata dia sebenarnya memprotes orang-orang (yang mengaku) Islam, namun kelakuannya jauh dari islam.
    .
    Untungnya, saya belum terlanjur menuduh ybs sebagai kafir, secara terbuka. Kalau sudah terlanjur, na’udzubillah… saya yang kena tuduhan tsb.
    .
    Jadi sebelum menuduh, memang sebaiknya kita verifikasi dulu dengan lengkap. Perlu ada kehati-hatian yang ekstra. Apalagi dalam soal seperti ini.
    Saya sih tidak masalah apa-apa. Tapi Anda, yang menuduh, yang akan kena getahnya sendiri nanti di hari Pengadilan, jika ternyata tuduhan Anda tersebut keliru. Jadi saya ingatkan saja, sambil memberi contoh kasus dari pengalaman saya sendiri juga.
    .
    Moga bermanfaat.

  • 103
    mala
    September 23rd, 2008 20:19

    wah seru juga yah diskusinya.
    buat mas fariz,anda terlihat begitu wise ,nice and menebarkan perdamaian tapi kok seperti punya maksud yang aneh.seperti menggoyahkan kepercayaan muslim dan segala aqidah nya dengan alih2 perdamaian.Dan seolah olah muslim itu biang kerok,bahkan mungkin anda yakin kalau terorist itu memang identik dgn muslim.Tapi sepertinya anda ngga berhasil.Muslim cinta perdamaian kok,tapi selalu yang menyulut api duluan itu bukan muslim melainkan yahudi zionis.seperti yang di ketahui perbuatan israel thd palestina dan penyalah gunaan media massa amerika oleh yahudi amerika yang menyudutkan muslim.Dan semua itu ada bukti dari salah seorang mantan wartawan amerika yang mengundurkan diri karena berita2 kebohongan yang di tebarkan zionis yahudi di amerika.

    untuk mas sufehmi.saya suka komentar2 anda yang menanggapi bijak pendapat2 mas fariz.tanpa emosi dan selalu menegena untuk mengoreksi nya.semoga mas fariz mendapat kecerahan dari mas sufehmi.
    Hidup mas sufehmi!!!!

  • 104
    sufehmi
    September 25th, 2008 13:06

    tapi kok seperti punya maksud yang aneh.seperti menggoyahkan kepercayaan muslim dan segala aqidah nya dengan alih2 perdamaian.
    .
    Halo mbak mala, saya pribadi masih belum pasti apakah fariz ini memang itikadnya tidak baik, ataukah sekedar misled / korban dikecoh oleh berbagai propaganda Islamophobic di Internet.
    .
    Jadi selalu pada awalnya saya coba prasangka baik dulu.
    .
    Kalau kita coba lakukan berbagai search di internet pada berbagai topik Islam, memang cukup mengenaskan. Amat luar biasa banyaknya fitnah-fitnah yang ditebarkan oleh orang-orang yang dengki dengan Islam.
    .
    Tapi mayoritas sebetulnya kualitas sampah. Cukup dengan sedikit logika & kepala yang dingin, maka kekeliruan / fitnah di berbagai artikel tersebut bisa segera ketahuan.
    .
    Anyway, mari kita tingkatkan kualitas keislaman kita masing-masing, sehingga kita bisa turut berkontribusi, untuk mewujudkan tujuan Islam sebagai rahmatan lil’alamin.
    .
    Trims.

  • 105
    FERDINAN
    October 16th, 2008 11:02

    (TRIMA KASIH MAS SUFEHNI)
    setelah saya baca dari semua diskusi tadi memang pernyataan dari mas sufeni yg saya suka ( pas, mantap,masuk ke hati), saya semakin mantap mas, ternyata islam adalah agama yang benar,penuh kasih sayang dan agama yg damai.
    saya dan teman teman baru2 ini banyak mendapatkan email2 yg menyudutkan dan kesannya kita di putarbalikkan oleh orang2 tertentu bahwa islam begini begitu, dan email email yg hampir serupa dengan pernyataan saudara faris diatas dan ternyata setelah saya telusur email2 tersebut berasal dr satu sumber website, disitu berisi tentang hujatan tentang allah dan nabi tersayang kita dan mereka memforwardnya ke orang2.
    saya heran pada mereka seumur hidup saya blm pernah org islam yg berusaha melecehkan agama lain dengan menjelek2 yesus,dll, membuat pelecehan gambar atau apalah bentuknya tapi di internet bayak sekali yg berusaha menyinggung perasaaan, memancing emosi dng melecehkan agama islam agama islam
    memang benar kata mas kita harus banyak belajar agar kita menjadi muslim yg pintar di berbagai bidang
    mas boleh saya berguru..

  • 106
    azizah
    October 16th, 2008 12:43

    aslm..terima kasih atas penjelasannya….al_aqsa adalah mesjid pertama umat ilam yang terkenal dengan kubah birunya….bukan kubah emas…..berhati2lah terhadap propaganda umat beragama
    wslm…..

  • 107
    Dzulfikar
    October 17th, 2008 09:01

    Assalamualaikum
    Saudara2 sebangsa dan setanah air, kita sekarang jangan mempermasalahkan agama yang mana yang baik dan mana buruk, tetapi, bagaimana agama yang kita anut itu sesuai dengan hati kita dan DAPAT MENENTERAMKAN HATI KITA, oleh karena itu, resapi dalam2 apa agama kita sudah melakasanakan hal itu apa belum

    Masalah Masjidil Aqso adalah masalah bersama,bukan masalah Islam saja, tetapi juga seluruh umat beragama lain, karena masjidil Aqso adalah harta warisan bersama, sama sepeti gereja kelahiran Jesus, dan Tembok Ratapan, Oleh karena itu, Ayo salaing menjaga, janagn mau kita diadu domba oleh oknum yang bertanggungjawab,

  • 108
    sufehmi
    October 17th, 2008 18:16

    @ferdinan – saya heran pada mereka seumur hidup saya blm pernah org islam yg berusaha melecehkan agama lain dengan menjelek2 yesus,dll, membuat pelecehan gambar atau apalah bentuknya.
    .
    Sebetulnya sih ada banyak mas. Ini yang SANGAT kita sayangkan. Kita tidak akan bisa menyampaikan keagungan Islam, jika caranya adalah dengan menjelek-jelekkan orang lain.
    .
    Nabi saw selalu konsisten dalam hal ini. Beliau memuliakan para ahli kitab, sambil tetap meluruskan kekeliruan-kekeliruan yang ada. Akhlak beliau yang mulia ini lah yang kemudian membutakan nafsu mereka, sehingga kemudian hati mereka jadi bisa menerima Islam.
    .
    saya semakin mantap mas, ternyata islam adalah agama yang benar,penuh kasih sayang dan agama yg damai.
    .
    Betul sekali mas Ferdinan.
    .
    Sayangnya, banyak sekarang ini BAHKAN para ustadz sekalipun yang tidak tahu :(
    Mereka selalu menggembar-gemborkan Islam yang keras, kasar, kejam, dan menyusahkan serta menzalimi semua orang. Ini sangat menyedihkan.
    .
    Saat ini amat sulit untuk menemukan ajaran Islam yang sesuai dengan ajaran Nabi saw yang sebenarnya. Ada banyak konteks yang hilang / dihilangkan, sehingga Islam ditafsirkan ulang secara ekstrim – baik ekstrim keras, maupun ekstrim Liberal.
    .
    Padahal Rasulullah saw mengajarkan bahwa Islam adalah jalan tengah. Islam itu membawa ketenangan dan kedamaian pada hati. Dan, juga meneguhkan hati pada kebenaran, membuat kita tidak takut menghadapi kebatilan.
    .
    Untuk menemukan Islam yang sebenarnya, Anda akan menemui BANYAK cobaan, halangan, rintangan. Jangan berharap akan menemukan jalan yang nyaman dan bebas masalah.
    .
    Jika Anda bisa mengatasi ini semua, maka ridha & kasih sayang Allah swt akan menyambut Anda di ujung perjalanan Anda tersebut.

  • 109
    nhawhat
    October 23rd, 2008 20:13

    “…Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (QS.2:153). Jadi siapapun kita (Islam, kristen, jewish, budha, hindhu,dll) jika kita tidak sabar, emosional,dll maka “Allah” tidak menyertai (hati) kita dan ujung ketidaksabaran adalah kekalahan, kehancuran, kekecewaan, dll. Karenanya “MARI KITA SEMUA BELAJAR UNTUK SELALU BERSIKAP SABAR DALAM SITUASI APAPUN”

  • 110
    Fariz
    October 28th, 2008 00:03

    Dear all,
    Maaf saya kembali untuk sekedar klarifikasi. Saya seorang humanis pencinta perdamaian. Saya percaya kepada kebaikan, cinta dan kebenaran. Karena itu saya tidak ada motivasi lain kecuali untuk mengajak membersihkan hati dari kebencian. Saya tidak peduli dengan kepercayaan orang lain,kecuali jika kepercayaan itu penuh dgn kekerasan, kebencian dan berbahaya bagi kemanusiaan. Jika kepercayaan Anda penuh cinta saya ikut bahagia karenanya. Tapi jika kepercayaan Anda mengatakan bahwa “membunuh Yahudi Zionis adalah untuk menunjukkan cinta kepada Tuhan”, bahwa “Tuhan meminjam tangan Muslim untuk membunuh Yahudi analog dengan seorang ayah yang terharu dan bangga pada anaknya yang mencuci piring”, bahwa “kematian yang paling indah adalah mati dijalan Tuhan (Jihad)”, bahwa bahkan batu pun akan berbicara “Wahai muslim, ini di belakangku ada Yahudi, maka bunuhlah !”.
    Maka ijinkan saya untuk mengkritisi dan mempertanyakan kepercayaan seperti ini. Upaya saya untuk mengajak berpikir logis dan membawa spirit damai secara ironis malah membuat saya dikatakan naif, monyet, penyebar fitnah, atau diduga misled (sesat). Ada yang bisa menjelaskan mengapa ini semua bisa terjadi?
    Teman-teman yang baik, saya tidak memonopoli kebenaran. Sebagai manusia saya bisa salah.Karena itu silakan mengkritik saya atau meluruskan. Terimakasih pada Mas Sufehmi jika komentar saya masih diberi kesempatan tampil.
    Sukses dan bahagia selalu buat semua. farizxxxxx@xxxxxx.com

  • 111
    sufehmi
    October 28th, 2008 06:42

    @fariz – Upaya saya untuk mengajak berpikir logis dan membawa spirit damai secara ironis malah membuat saya dikatakan naif, monyet, penyebar fitnah, atau diduga misled (sesat). Ada yang bisa menjelaskan mengapa ini semua bisa terjadi?
    .
    Koreksi, saya menduga Anda tersesat. Mungkin disesatkan oleh orang lain. Atau mungkin memang Anda ada niat tidak baik? Tapi saya tidak tahu, karena diskusi ini via Internet, bukan tatap muka langsung.
    .
    Yang jelas, fakta Anda sering keliru. Contoh :
    .

    @Fariz – Pembunuhan besar-besaran terhadap 700 tawanan perang seperti itu belum pernah kita dengar dalam dunia yang beradab
    .
    Oh ya ?
    .
    Standar peperangan zaman dahulu adalah “take no prisoners”, alias semua yang kalah dibantai.
    .
    Contoh: dari http://harry.sufehmi.com/archives/2006-07-21-1216/

    .
    Contoh-contoh lainnya bisa dibaca dari reply saya yang sudah ada.
    .
    Untuk yang mencaci maki Anda, saya mohon maaf. Biasanya yang berkata-kata kasar disini saya coba edit / hapus (jika keterlaluan).
    .
    Namun karena keterbatasan waktu saya, jadinya sering ada yang terlewat. Di situs ini ada sekitar 800 artikel, dan setiap hari banyak sekali masuk komentar-komentar untuk masing-masing artikel tersebut. Tidak semuanya bisa saya moderasi dengan baik.
    Mudah-mudahan bisa dimaklumi.
    .
    Saya akan coba telusuri lagi diskusi ini, dan mengedit bagian-bagian yang tidak pantas.
    .
    Anyway, alamat email Anda saya edit untuk mencegah harassment terhadap Anda. Memang berdiskusi dengan kepala dingin itu sulit. Mudah-mudahan Anda bisa memahami dan bisa bersabar dengan situasi saudara-saudara kita tersebut.
    .
    Thanks.

  • 112
    nhawhat
    October 28th, 2008 14:40

    Menurut mas Fariz apakah Islam merupakan (maaf) kepercayaan yang salah? mohon penjelasan panjenengan mas
    Semoga Allah SWT Memberkahi kita semua..

  • 113
    Fariz
    October 28th, 2008 18:19

    @Sufehmi
    Terimakasih Mas atas koreksinya. Mas menduga saya tersesat atau disesatkan orang lain. Mengapa untuk mengajak menghapuskan kebencian disebut tersesat atau disesatkan orang lain? Mengapa membela perdamaian dan kasih sayang disebut “ada niat tidak baik?”
    Saya akui keliru menyebutkan pembunuhan masal terhadap tawanan perang belum pernah terdengar dalam dunia beradab. Terimaksih telah diluruskan. Untuk itulah gunanya berdiskusi. Sebenarnya maksud saya adalah standard “modern civilization” bukan case. Akan selalu ada pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan tak peduli di jaman lampau atau sekarang. Ini adalah case. Misalnya pembantaian Muslim Bosnia oleh Radovan Karadzik pada zaman modern. Dan nilai-nilai humanity kita sekarang tidak membenarkannya. Karena itu Radovan Karadzik diseret sebagai penjahat perang. Hukum perang dalam modern civilization tidak membolehkan pembunuhan terhadap tawanan perang. Mass murder, genocida dan perbudakan terhadap tawanan perang adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. http://en.wikipedia.org/wiki/War_crimes
    Mas Sufehmi dengan tepat menunjukkan juga pembantaian Muslim oleh orang-orang Kristen pada perang salib untuk membuktikan standar peperangan jaman dulu, tentu juga sebagai pembelaan terhadap kasus Bani Quraizah yang mungkin menurut Mas telah sesuai dengan standar peperangan jaman dulu. Saya tidak membantah dalam hal ini. Yang menggelitik saya untuk bertanya (mohon maaf jika menyinggung), pertama, apakah Mas Sufehni setuju dengan standar kemanusiaan jaman sekarang? Jika setuju, bukankah mestinya Tuhan menurunkan suatu agama sebagai petunjuk dan standar untuk segala jaman? Bukankah suatu agama diturunkan untuk mengubah jaman jahililiyah menuju pencerahan dan bukannya malah mengikuti standar jaman jahiliyah tersebut?
    Yang saya kagumi dari Mas Sufehmi adalah kebesaran hati dan intelektualitas. Jarang menemukan gabungan kualitas seperti ini. Saya memahami sikap emosional saudara-saudaraku. Karena topik ini memang sensitif. Itulah sebabnya sebenarnya saya lebih suka berdiskusi secara privat agar tidak sampai menyinggung perasaan banyak orang.

    @Nhawat
    Saya tidak peduli suatu kepercayaan benar atau salah. Itu adalah hak setiap orang dan saya tidak ada hak untuk mencampurinya. Kecuali jika diminta mendiskusikannya, no problem. Tidak ada yang tabu. Tapi itu adalah topik yang lain. Fokus saya adalah mempertanyakan dan mengkritisi jika ada kepercayaan yang mengandung kebencian dan kekerasan. Dan setiap orang berhak untuk membantah dan mengkritisi saya juga.
    Salam manis.

  • 114
    sufehmi
    October 29th, 2008 00:39

    @fariz – Mengapa untuk mengajak menghapuskan kebencian disebut tersesat atau disesatkan orang lain?
    .
    Karena fakta-fakta yang Anda sampaikan banyak yang keliru.
    .
    Beberapa kekeliruan Anda tersebut mirip dengan propaganda Islamophobic yang disebarkan di Internet. Dan saya sempat cukup intensif berdiskusi dengan mereka sebelumnya, jadi cukup paham soal itu.
    Jadi ada dua kemungkinan, kemungkinan Anda tidak tahu, atau Anda memang dari kelompok mereka.
    .
    Pada kasus Anda, saya mencoba berbaik sangka dulu.
    .
    tentu juga sebagai pembelaan terhadap kasus Bani Quraizah yang mungkin menurut Mas telah sesuai dengan standar peperangan jaman dulu
    .
    Sebetulnya malah melebihi standar peperangan zaman dahulu. Di budaya-budaya lainnya, bahkan wanita dan anak-anaknya pun akan dibunuh juga.
    .
    apakah Mas Sufehni setuju dengan standar kemanusiaan jaman sekarang?
    .
    Erm… standar yang mana mas? Zaman sekarang ada banyak standar soalnya.
    Mungkin bisa lebih spesifik.
    .
    Apakah standar munafik, seperti yang dipraktekkan pemerintah Amerika? Mereka berteriak-teriak soal HAM — padahal mereka menyiksa tawanan perang. Lebih parah lagi — mereka menyiksa rakyat sipil di penjara mereka (misal: Guantanamo). Lebih parah lagi — mereka tidak segan-segan membantai rakyat jelata, seperti di Iraq dan Pakistan. Lalu dengan santai melabeli mereka sebagai “collateral damage”
    .
    Apakah standar rasis – bantai satu suku, angkat suku yang lain? Seperti di beberapa kasus di Eropa & Asia.
    .
    Atau mungkin standar lainnya.
    .
    Bukankah suatu agama diturunkan untuk mengubah jaman jahililiyah menuju pencerahan dan bukannya malah mengikuti standar jaman jahiliyah tersebut?
    .
    Eh? Islam tidak mengikuti standar jaman jahiliyah.
    .
    Islam membasmi standar jahiliyah, dan menggantinya dengan standar yang sangat manusiawi.
    .
    Sebagai contoh; hukum syariah (Islam) adalah satu-satunya hukum yang pernah saya temui yang berdasarkan kepada compassion dan wisdom.
    .
    Bisa kita coba cari, hukum yang mana keputusan hakim bisa berbeda dari teks di kitab hukumnya?
    .
    Contoh; pencuri bisa malah dibebaskan (karena dia terpaksa mencuri karena lapar), dan justru gubernur daerah tersebut dihukum karena masih ada orang yang kelaparan di daerahnya.
    .
    Sayangnya – implementasi hukum “syariah” di zaman modern ini justru menghapuskan aspek compassion & wisdom tersebut !
    Ini yang amat kita sayangkan. Maka hukum Islam jadi kehilangan esensinya, dan tidak terlalu berbeda dengan hukum-hukum buatan manusia yang lainnya.
    .
    Yang terakhir kemarin ini saya baca ada layanan pengadilan syariah di Inggris bagi komunitas muslim. Tapi miris saya membaca bagaimana implementasinya — cukup isi form, kalau perlu tidak usah hadir, dan nanti sudah dapat langsung keputusannya.
    .
    Implementasi hukum Islam di zaman ini dihilangkan ruhnya. Jadinya ya, seperti zombie.
    .
    Itulah sebabnya sebenarnya saya lebih suka berdiskusi secara privat agar tidak sampai menyinggung perasaan banyak orang.
    .
    Saya kira tidak apa. Walaupun tersinggung, biasanya kemudian juga akan membuat ybs jadi berpikir lagi, “oh, ternyata ada perspektif seperti itu ya”, atau “iya ya, kayaknya betul juga”, dst.
    .
    Atau, paling tidak mudah-mudahan akan mendorong mereka untuk menggali sendiri topik tsb lebih lanjut. Ini saja sudah merupakan kebaikan yang besar dari kita kepada mereka.
    .
    Ada beberapa blog yang berisi kebijaksanaan yang sering saya kunjungi untuk menuai hikmah dari mereka. Sayangnya, beberapa sekarang sudah ditutup, karena banyak caci maki yang mereka terima. Ini kerugian besar bagi orang-orang seperti saya.
    Namun saya juga bisa memahami sebabnya, dan itu adalah hak mereka untuk melakukan itu.
    .
    Mudah-mudahan kita tidak merasa segan untuk menyampaikan yang benar, walaupun kita akan menjadi “korban” karenanya. Para Nabi dan para sahabatnya telah memberikan teladan yang sangat baik ini, dan mudah-mudahan kita bisa menirunya juga.

  • 115
    nhawhat
    October 29th, 2008 11:17

    @fariz
    – Sikap kritis anda menunjukkan sebenarnya anda peduli atas benar tidaknya suatu kepercayaan
    – Apakah pertanyaan saya topik lain ? saya hanya mengikuti arah topik bicara anda, bukankah sejak awal anda sudah menggeser topik dari Al Aqsa ke arah lain -nilai2 ajaran Islam- ?
    – Jika anda memang tidak mau menjawab saya harus menghargai “jawaban” anda

    @sufehmi
    – mas apa tidak sebaiknya pembahasan di luar topik Al Aqsa dihentikan supaya semua terbiasa untuk “taat topik” saat diskusi dan jika perlu mas fehmi membuka tulisan baru mengenai materi yang menjadi bahan diskusi hangat dengan mas fariz sekaligus agar mas fariz (juga yg lainnya) tidak merasa “disingkirkan” ?

    -Semoga Allah SWT selalu memberkahi kita semua dengan kasih sayang dan kesabaran-

  • 116
    Fariz
    October 29th, 2008 22:16

    @Sufehmi
    Beberapa kekeliruan Anda tersebut mirip dengan propaganda Islamophobic yang disebarkan di Internet.
    .
    Mohon disebutkan bagian mana kekeliruan saya yang mirip dengan propaganda Islamophobic tsb. Sebagai manusia saya fallible. Justru gunanya diskusi ini saya jadi tahu kesalahan saya. Tetapi dengan menuding kesalahan saya sebagai Islamophobic tentu tidak fair. Saya tidak setuju dengan segala bentuk phobia yang hanya berlandaskan kebencian. Saya tahu banyak non Muslim yang mengkritisi Islam. Tapi kita bisa pahami karena itu adalah respon terhadap ulah saudara-saudara Muslim kita juga. Ketika Amrozi cs dengan bangga mengatakan membunuh kafir adalah tugas mulia di mata Tuhan, dengan mengutip ayat Kitab Suci, tentu saja Non Muslim akan kritis menanyakan benarkah ajaran Islam seperti itu. Tugas Muslim adalah menjelaskan, bukannya malah mencap mereka sebagai Islamophobia. Ini tidak menyelesaikan masalah. Kebiasaan pembelaan dengan menyerang karakter lawan diskusi menurut saya bukan sikap seorang intelektual.
    .
    Erm… standar yang mana mas? Zaman sekarang ada banyak standar soalnya.
    Mungkin bisa lebih spesifik.
    .
    Standar kemanusiaan dalam konteks hukum perang jaman sekarang adalah Konvensi Jenewa. Third Geneva Convention Articles 13 to 16 states that prisoners of war must be treated humanely without without any adverse discrimination and that their medical needs must be met. Selanjutnya bahwa pembunuhan massal dan memperbudak tawanan perang digolongkan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. Mass murder is the act of murdering a large number of people, typically at the same time or over a relatively short period of time. The largest mass killings in history have been attempts to exterminate entire groups or communities of people, often on the basis of ethnicity or religion. Some of these mass murders have been found to be genocides and others to be crimes against humanity, but often such crimes have led to few or no convictions of any type.Genocide is the deliberate and systematic destruction of an ethnic, religious or national group.
    .
    Apakah standar munafik, seperti yang dipraktekkan pemerintah Amerika? Mereka berteriak-teriak soal HAM — padahal mereka menyiksa tawanan perang.Dst..
    .
    Mungkin Mas Sufehmi keliru menterjemahkan antara “standard” dan “aplikasi”. Sering kita lihat dimana-mana terjadi penyimpangan terhadap standard atau hukum. Amerika sendiri telah menghukum para pelaku penyiksaan Guantanamo. Mas tidak bisa mengatakan “lihat, Amerika juga melakukan pembunuhan massal, karena itu pembantaian Bani Quraizah bisa dibenarkan”. Jika orang lain melakukan kejahatan tidak serta merta kejahatan kita sendiri bisa dibenarkan. Ini “you too argument”. Dan menurut saya ini adalah logical fallacy.
    .
    Islam membasmi standar jahiliyah, dan menggantinya dengan standar yang sangat manusiawi.
    .
    Mas Sufehmi mengatakan bahwa “Standar peperangan zaman dahulu adalah “take no prisoners”, alias semua yang kalah dibantai”. Lalu Islam menggantinya dengan standar lebih baik : “semua laki-laki dewasa dibantai. Perempuan dan anak-anak diperbudak”. Nampaknya sedikit lebih baik. Tapi menurut saya ini masih juga belum sesuai dengan standar kemanusiaan sekarang. Hukum perang sekarang melarang pembunuhan massal dan perbudakan terhadap tawanan perang.
    .
    Mohon diluruskan jika ada kesalahan dan mohon maaf jika ada kata-kata yang tidak berkenan. Semoga Mas Sufehmi bisa memberi pencerahan kepada saya, yang secara jujur saya akui pengetahuan dan kecerdasan saya masih kalah jauh dari Mas.
    Salam sukses dan bahagia selalu.
    .
    @Nhawhat
    Mas Nhawhat yang baik, saya tidak peduli suatu kepercayaan benar atau salah. Saya hanya peduli jika ada kepercayaan yang mengandung kebencian. Kebetulan komentar-komentar yang saya tidak sependapat dan saya kritisi nampaknya dari rekan-rekan Muslim. Tapi tidak semua kok yang saya tidak sependapat. Lagipula mereka belum tentu mewakili ajaran Islam. Untuk itulah saya memohon klarifikasi. Sekali ini hanya pendapat saya. Sebagai manusia saya bisa salah. Mudah-mudahan dari diskusi ini saya mendapatkan pencerahan.
    Love and peace

  • 117
    sufehmi
    October 30th, 2008 21:55

    Mohon disebutkan bagian mana kekeliruan saya yang mirip dengan propaganda Islamophobic tsb. Sebagai manusia saya fallible. Justru gunanya diskusi ini saya jadi tahu kesalahan saya.
    .
    Saya sudah reply berkali-kali, jadi saya tidak akan mengulang diri saya sendiri lagi.
    .
    Well, sebetulnya saya SUDAH mengulang diri saya sendiri.
    Contohnya bisa dibaca disini.
    .
    Tapi cukup sekali saja. Silahkan sisanya Anda cari sendiri saja (hint: Ctrl – F, ketik “sufehmi”)
    .
    Tetapi dengan menuding kesalahan saya sebagai Islamophobic tentu tidak fair.
    .
    Lho, yang menuduh Anda Islamophobic itu siapa …. ??
    .
    Coba, perhatikan lagi ucapan saya yang Anda kutip sendiri :
    .
    Beberapa kekeliruan Anda tersebut mirip dengan propaganda Islamophobic yang disebarkan di Internet.
    .
    Karena memang mirip. Tapi sudah demikian pun saya tetap tidak menuduh Anda sebagai Islamophobic, karena masih berprasangka baik dengan Anda.
    .
    Standar kemanusiaan dalam konteks hukum perang jaman sekarang adalah Konvensi Jenewa.
    .
    Ya saya tahu konvensi jenewa. Tapi yang Anda bicarakan itu (Bani Quraizhah) bukan soal combatants, atau perang.
    .
    Kalau kita bicara kasus Bani Quraizhah, kita bicara soal Treason at the times of War.
    .
    Hukumannya tidak ada yang lain kecuali hukuman mati.
    .
    Dan kejahatan Bani Quraizhah ini jadi semakin serius jika kita lihat konteks nya — jika umat Islam kalah ketika itu, bisa dipastikan mereka akan dibantai HABIS oleh tentara Mekah !
    .
    Cinta damai sih boleh saja. Tapi jangan sampai demikian membabi buta, sampai konteksnya diabaikan. Situasinya ditafsirkan seenaknya. Dan hukum pun tidak ditegakkan juga. Ini jelas sudah sangat, amat ngawur.

  • 118
    Fariz
    November 4th, 2008 17:33

    @Sufehmi
    Saya sudah reply berkali-kali, jadi saya tidak akan mengulang diri saya sendiri lagi.
    .

    Maaf Mas, saya sudah membaca lagi semua reply Mas. Memang Mas sudah berusaha meluruskan apa yang menurut Mas adalah “kekeliruan” saya. dan saya pun sudah menyampaikan bantahan saya dan ada juga yang saya akui sebagai kekeliruan saya. Ini adalah diskusi finding the thruth. Dan saya pikir ini masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut. Saya hanya meminta “Mohon disebutkan BAGIAN MANA kekeliruan saya yang mirip dengan propaganda Islamophobic”. Jika Mas menganggap SEMUA “kekeliruan” saya mirip dengan propaganda Islamophobic, baiklah. Cuman menurut hemat saya, pernyataan kritis tetap memerlukan penjelasan yang logis dan bukannya tudingan ini atau itu.
    .

    Lho, yang menuduh Anda Islamophobic itu siapa …. ??Beberapa kekeliruan Anda tersebut mirip dengan propaganda Islamophobic yang disebarkan di Internet.Karena memang mirip. Tapi sudah demikian pun saya tetap tidak menuduh Anda sebagai Islamophobic, karena masih berprasangka baik dengan Anda.
    .
    Mas mengklaim tidak menuduh, tetapi mengatakan “mirip”. Saya punya analogi:
    .
    A : Anda ini mirip kayak monyet.
    .
    B : Wah jangan begitu dong. Masak saya dikatakan monyet?
    .
    A : Siapa bilang Anda monyet? Saya kan cuman bilang mirip monyet. Kalau kamu merasa bukan monyet ya gak papa.Saya toh masih berprasangka baik.
    .
    Ini seperti lelucon Srimulat. Sepertinya, jika tidak keliru, cap Islamophobic berkonotasi kebencian. Memfitnah tanpa dasar. Diskusi dengan niat baik, adalah opini dan analisis yang didasarkan pada bukti, bukan kebencian. Dua belah pihak akan saling meluruskan jika ada opini, analisis atau bukti yang salah. Sehingga kebenaran diharapkan dapat terungkap.
    .
    Ya saya tahu konvensi jenewa. Tapi yang Anda bicarakan itu (Bani Quraizhah) bukan soal combatants, atau perang.Kalau kita bicara kasus Bani Quraizhah, kita bicara soal Treason at the times of War.

    .
    Mas bilang “jangan membabibuta sehingga mengabaikan konteks”. Yes, konteksnya adalah perang. Mas sendiri tidak bisa mengabaikan konteks ini. Mas sendiri bilang “Treason at the times of War”, bukannya “Treason at the times of Peace”.
    .
    Dan kejahatan Bani Quraizhah ini jadi semakin serius jika kita lihat konteks nya — jika umat Islam kalah ketika itu, bisa dipastikan mereka akan dibantai HABIS oleh tentara Mekah !
    .
    Mas merefer artikel http://www.mail-archive.com/islamkristen@yahoogroups.com/msg08717.html. Saya kutip sebagian:
    “Perang ini terjadi bulan Syawal tahun 5 H. Yahudi Banu
    Quraizhah yakin bahwa Rasulullah dan pengikutnya akan dapat dikalahkan, sebab itu mereka terus terang melanggar janji, dengan menyerang kaum Muslimin dari belakang. Karena kekuatan Banu Quraizhah ini besar, maka penyerbuan mereka benar-benar mengejutkan
    Muslimin”
    .
    Saya tidak tahu,penulis mencuplik cerita ini dari mana. Biografer dan penulis sejarah Islam, seperti Ibnu Hisyam, Husain Haikal atau Karen Armstrong tidak mengatakan ini. Banu Quraizhah tidak pernah menyerbu kaum Muslimin. Dan kekuatan mereka jauh lebih kecil dari kekuatan kaum Muslimin waktu itu. Pada faktanya kaum Quraisy Mekkah tidak berhasil menembus Madinah dari selatan, karena Bani Quraizhah tidak membukakan pintu bentengnya buat mereka. Baiklah katakanlah memang ada pengkhianatan, karena faktanya mereka juga tidak membantu Muslimin ketika diserang, tidaklah tepat dengan membantai semua laki-laki dewasa Quraizhah dan memperbudak wanita dan anak-anak. Ini tidak manusiawi. Katakanlah para pemimpin Quraizhah saja yang dihukum. Bukan seluruhnya. Kita tidak buta pada hukum. Tapi hendaklah hukum yang bersandar pada nilai-nilai kemanusiaan. Tidak ada nilai spiritual, love & compassion yang bisa dipetik dari pembantaian besar-besaran seperti ini. Karen Armstrong bahkan mengatakan ini mirip dengan pembantaian ala Nazi. Walaupun beliau membela dengan mengatakan itu sesuai dengan hukum pada saat itu.
    .
    Cinta damai sih boleh saja. Tapi jangan sampai demikian membabi buta, sampai konteksnya diabaikan. Situasinya ditafsirkan seenaknya. Dan hukum pun tidak ditegakkan juga. Ini jelas sudah sangat, amat ngawur.
    .
    Saya pikir sudah saya jelaskan di muka. Terimakasih. Salam sukses dan bahagia selalu.

  • 119
    anak desa
    November 8th, 2008 09:19

    Salam untuk semua…

    Di Saudi ada konsep uang darah (DIYA). Jika seseorang terbunuh, maka kompensasinya sbb :

    100.000 riyal jika korbannya lelaki Muslim
    50.000 riyal jika korbannya wanita Muslim
    50.000 riyal jika korbannya lelaki Kristen
    25.000 riyal jika korbannya wanita Kristen
    6.666 riyal jika lelaki Hindu
    3.333 riyal jika wanita Hindu.

    Menurut hirarki ini, nyawa lelaki Muslim lebih 30 kali lipat dari nyawa wanita Hindu. Hirarki ini didasarkan pada definisi Islam atas HAM dan berakar pada Quran dan
    Shariah.

  • 120
    Brock Lesnar Blog » Blog Archive » Masjid Kubah Emas di dunia
    November 20th, 2008 09:55

    […] juga sampai sekarang- di anggap sebagai masjid Al Aqsha. Klarifikasi hal ini dapat di lihat pada blog Harry Sufehmi. Sebagian orang juga menganggap bangunan ini bukanlah masjid melainkan hanya tumpukan batu […]

  • 121
    nisa
    December 1st, 2008 10:16

    “Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah maha Mendengar lagi Maha Melihat,” (QS Al-Isra:1)

    “Tidak boleh mengkhususkan melkaukan perjalanan kecuali menuju tiga masjid, yaitu Masjid Al-Haram (di Mekah), masjidku (Masjid An-Nabawi di Madinah), dan Masjid Al-Aqsha (di palestina).” (HR. Bukhari-Muslim).

    “Sekelompok umatku selalu berperang di pintu-pintu Damaskus dan sekitarnya dan di pintu-pintu Baitul Maqdis dan sekitarnya. tidak akan membahayakan mereka orang yang merendahkan mereka. mereka tetap berada di dalam kebenaran sampai hari kiamat.” (HR. Abu Daud)

    Allah memerintahkan orang beriman untuk menyiapkan kekuatan dalam rangka menghadapi musuh, setelah terlebih dahulu memperkuat ketakwaan. Sebab jika Allah menghendaki, niscaya Dia dapat menghancurkan mereka hanya dengan perkataan atau dengan taburan debu, sebagaiman yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. akan tetapi Dia hendak menguji sebagian manusia atas sebagian lain dengan ilmunya. Firman Allah SWT: “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” (QS. Al-Anfal:6).

  • 122
    fauzia
    December 15th, 2008 16:39

    mungkin pengetahuan saya tentang agama dan sejarahnya tidak sebanyak mas2 dan mba2 disini, saya cuma yakin dan percaya bahwa Allah maha penyayang. bahkan terhadap umatnya yang membangkang sekalipun. maka dari itu, manusia hendaknya jangan berpikiran picik. Islam mengajarkan kebaikan, kesabaran dan keikhlasan. Mati Syahid bukan hanya dengan berperang dengan sesama manusia. namun perang terhadap nafsu. Allah ga bakalan sayang sm umatnya yang membunuh umat lain. kalau kita diserang yahudi, baru boleh kita serang balik. kalau sekarang mas2 dan mba2 bisa tidur dengan tenang di rumah, yah jangan maki2 agama lain. ngamuk2 di internet, menyebarkan kebencian. Saya setuju sm mas fariz soal kalau Allah mau, Dia bisa dengan mudah menghabisi kaum yahudi, ga perlu bantuan umatnya yang ga punya kuasa apa2 ini. Kan udah diulang berkali2 diatas, Allah sendiri minta kita melawan kejahatan dengan kebaikan. Kita bisa menganggap, kehadiran zionis ini sebagai salah satu bentuk cobaan atau ujian dari Allah SWT, agar kita bisa lebih sabar, lebih ikhlas, lebih bijaksana dalam menjalani kehidupan. dan pada saat kita meninggal nanti, kita benar2 telah hidup dijalan Allah. Itulah pengertian mati Syahid menurut saya. Harus berhati2 dengan orang2 yang berpikiran sempit (bahkan cenderung sesat) macam Amrozi CS karena benar2 bikin malu umat islam. Some of us, sudah berusaha mengobar2kan semangat perdamaian, sedangkan beberapa pihak dengan semangat piciknya mau instan masuk surga, membunuh orang2 yang mereka anggap sesat. sungguh saya sakit hati sekali, agama yg saya agung2kan dikotori oleh kelompok macam itu. maka dari itu, ingatlah Allah Maha Pengasih. hendaknya kita sebagai umat sedikitnya mengikuti jalanNYA.

  • 123
    abul ghazi
    December 24th, 2008 17:05

    benar sekali, itulah Aqsha yang sebenarnya yang sekarang sedang dirusak oleh yahudi laknatullah.
    ada informasi tentang umroh aqsha? kami ingin sekali kesana. untuk itu tolong informasinya. jazakallah khair.

  • 124
    masjid-masjid itu… « INTO THE BLUE
    December 27th, 2008 14:43

    […] juga sampai sekarang- di anggap sebagai masjid Al Aqsha. Klarifikasi hal ini dapat di lihat pada blog Harry Sufehmi. Sebagian orang juga menganggap bangunan ini bukanlah masjid melainkan hanya tumpukan batu […]

  • 125
    agus sunter
    January 2nd, 2009 16:21

    [Geleng-geleng]….
    @Fariz,
    Saya sungguh salut dengan ‘kearifan’ gaya bahasa mas fariz ini.
    Mohon dimaafkan sodara-sodara saya yang mungkin terlalu ‘bersemangat’ merespon komentar2 anda.
    Bagi saya, mas fariz ini ibarat kata, kalo orang lain mengumpat kasar [maaf] ANJING LOE..!!, maka mas fariz ini bisa memperhalusnya menjadi ‘MOHON MAAF, APAKAH KELAKUAN ANDA INI BUKANNYA SEPERTI ANJING?’
    atau bahkan lebih halus lagi ‘MOHON MAAF, APAKAH RESPON ANDA INI TIDAK TERLALU BERLEBIHAN?’

    akan tetapi biar bagaimanapun saya lebih setuju dengan komentar mbak mala:
    mala said:
    buat mas fariz,anda terlihat begitu wise ,nice and menebarkan perdamaian tapi kok seperti punya maksud yang aneh.seperti menggoyahkan kepercayaan muslim dan segala aqidah nya dengan alih2 perdamaian

    Memang betul mas fariz, sehalus apapun bahasa anda, masih tetap terlihat ‘misi’ anda. Bahkan, pun ketika anda mencoba berlindung dengan berkata :
    saya sudah memahami al-Quran, hadits dan sirah nabawiyah.

    Disitu anda menunjukkan rasa arogan anda dan ‘seolah-olah’ mencoba mengecilkan rekan diskusi anda untuk mencoba mendominasi ‘pemikiran’ diskusi ini.
    Dan juga sangat kental terasa anda membelokkan arah materi diskusi.

    Namun, dibalik itu semua, komentar2 anda justeru menunjukkan bahwa anda telah meninggalkan kitab2 tsb.
    seperti : surga dan neraka [anda katakan] adalah produk agama barat. Surga neraka bukanlah hal religius.
    Padahal, berapa puluh kali Allah menyebut ‘surga’ dan ‘neraka’ didalam al-Quran.

    Demikian juga dengan komentar anda :
    ‘Saya hanya ingin mengajak teman-teman berpikir bahwa kebencian dan dendam kesumat hanya mengotori hati dan memicu kekerasan. Hilangkan paranoid terhadap apa yang disebut “musuh-musuh Islam”, Israel, Yahudi dan Nasrani. Mereka bukan musuh Islam. Yang menciptakan idiom ini adalah Muslim sendiri’.

    Disini anda lupa bahwa Allah telah mengingatkan kepada umat muslim melalui al-Quran, bahwa :
    sesungguhnya tidak akan pernah berhenti kaum yahuda dan nashara memusuhi kamu hingga kamu mengikutinya.

    juga dengan ayat:
    Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “Sesungguhnya kamu [Bani Israil] akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.” [isra:1]

    dan juga ayat :
    Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan) niscaya Kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.[isra:8]

    disitu cukup jelas bahwa yahuda dan nashara lah yg lebih dulu memusuhi islam, karena agama mrk mmg lahir lebih dulu.
    dan juga tentang neraka yg cukup jelas tertulis di situ dan ada serta wajib di imani.

    Dan jangan pernah memahami ayat tersebut sebagai : Allah membenci Yahudi, mahluk ciptaan Nya sendiri. Tetapi pahamilah sebagai : bahwa Allah mengingatkan kita untuk tidak meniru mereka.

    Saya rasa itu dulu. Semoga bisa membuat anda lebih paham dan sadar.

  • 126
    arios
    January 4th, 2009 02:15

    hati2 keliatannya si faris ini dari JIL (Jaringan Iblis Laknatulah) orang2 yang berusaha menyamakan/men-generalisir bahwa semua agama adalah baik, padahal kenyataanya adalah malah menyesatkan dengan tipu daya kasih dan cinta perdamaian…..tapi sisi Islam itu tegas dan tidak mengenal kompromi kalo sudah berhubungan dengan Hukum dan Syariat itu tidak pernah dilihat, padahal itulah Islam……jangan diambil setengah2. Jadi lebih baik ini thread di close aja takutnya banyak saudara2 kita yang tersesatkan sama tipu daya dari orang2 JIL seperti faris ini. Thanx N Assalamu’alaikum.

  • 127
    pras
    January 5th, 2009 06:29

    (Oase, opo meneh kiii)Pada ngomong opo yo…………..terusin brooo debatnya??Seru……. banget…. top….markotop.Asal Tidak SARA(Saraswati,Sarah Azhari,sarah sechan).Yoo buktikan kesetiaan anda pada agama.Masjid D tempatku lagi di renovasi total siapa mau nyummmbanggggg………:-)(tapi jangan nyumbang suara aja lho :-) ).Design mirip yg lama,tapi Nggak mirip masjid Al Aqsa lho.Rencana Mau di tingkat 2,Jamaah suntuk sholat Jum’at udah ndak muat lagi.Amal mengalir,Tabungan sampai Hari akhir.Wah….mantap………??Setelah baca2 tulisan diatas kayaknya potensial untuk di mintai sumbangan nih….:-) oke semuanya lanjutttttttttttttt …………

  • 128
    Fariz
    January 6th, 2009 21:07

    @Nisa
    Saya cuplik Mbak…”Allah memerintahkan orang beriman untuk menyiapkan kekuatan dalam rangka menghadapi musuh, setelah terlebih dahulu memperkuat ketakwaan. Sebab jika Allah menghendaki, niscaya Dia dapat menghancurkan mereka hanya dengan perkataan atau dengan taburan debu, sebagaiman yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. akan tetapi Dia hendak menguji sebagian manusia atas sebagian lain dengan ilmunya.”
    Dengan demikian Allah tidak berkenan menghancurkan musuh Muslim dengan tanganNya sendiri, tetapi memerintahkan Muslim untuk menghancurkan musuhnya. Dan semua ini dengan maksud untuk menguji. Mengapa menguji harus dengan menumpahkan darah sesama manusia? Ujian macam apa yang harus dilakukan dengan cara membunuh? Untuk menguji kepatuhan pada Tuhan? Tidak cukupkah Tuhan senang dengan kepatuhan manusia dengan cara menyembah dan memujaNya? Mengapa sekarang Dia memerintahkan ciptaanNya untuk membunuh ciptaanNya yang lain? Mengapa pula Dia menciptakan skenario permusuhan dan adegan saling membunuh ini?
    Mbak Nisa yang baik, sungguh saya ingin tahu jawabannya. Saya belum puas dengan jawaban Mas Sufehmi yang menganalogikan dengan ayah yang puas dan bangga pada anaknya yang mencuci piring atau menyiram kebun. Saya bilang membunuh tidak sama dengan mencuci piring.Analogi seperti ini akan membuat Amrozi cs tersenyum bangga.
    Mohon maaf jika ada kata yang tidak berkenan. Sukses selalu..

  • 129
    Michael
    January 6th, 2009 23:39

    Dear Fariz,

    Saya seorang muslim yang pernah sekolah di SMA dimana muslimnya cuma 10 orang, saya mau ceritakan kondisi saya sebagai minoritas di kelas tersebut. Setiap hari mereka mengolok-olok agama saya, ada yang mengejek adzan dan sebagainya. Kami kaum ” minoritas” selalu dilecehkan dari sisi kepercayaan. Mas Fariz bisa percaya bisa juga bilang saya bohong, tapi itu yang kami hadapi. Gak kelihatan pada saat menjadi mayoritas cinta kasihnya yang mas Fariz dengungkan, kami juga gak dapat keterangan makanan halal dan yang haram ketika kami harus makan bersama dengan mereka, malah kami sering merasa terjebak untuk makan makanan yang diharamkan agama kami karena kurang informasi dari kaum mayoritas. Kami tidak diperlakukan dengan adil dan mereka tidak menghormati keyakinan kami

    Indah memang kata-kata mas Fariz kalau dilihat secara sekilas, tapi isinya selalu membandingkan agama kami dari sisi mas Fariz, mas Fariz pelajari agama kami dari sudut pandang mas Fariz, tidak pernah melihat secara netral. Jadi tidak ada pengaruhnya seberapa banyak mas Fariz membaca buku kalau sudaut pandangnya tidak dirubah.

    Masalah perang ummat Islam dengan “Israel” bukan semata kami benci dengan yahudi, tapi karena membela orang yang terusir dari kampung halamannya, karena di bnayak negara “muslim” sampai sekarang ada banyak warga yahudi yang masih bisa hidup secara normal.

    Wajar juga kalau mas Fariz mengambil contoh kekerasan Bom Bali sebagai kekerasan orang Islam, tapi pernah tidak Mas Fariz berpikir apa alasan kami meledakkan bom di Bali? Pasti tidak ada alasan apapun yang dapat membenarkannya, kalau karena alasan maksiat, kenapa tidak Doly disurabaya saja yang dihancurkan atau panti pijat di jakarta, kenapa juga orang malaysia memimpin, kenapa tidak di malaysia saja diledakkan yang diledakkan, ada genting high land disana. Kalau mau berpikir secara logika, pasti bukan alasan agama bom bali bisa meledak.

    Itu saja yang saya mau sampai, kalau anda mau cari kebenaran, carilah kebenaran hakiki, jangan pembenaran.

  • 130
    chodirin
    January 7th, 2009 15:38

    tadinya saya hampir2 termakan oleh komentarnya mas fariz diawal2 tentang sejarah dome of the rock dan masjid al aqsha. tapi melihat komentar2 selanjutnya, malah saya akhirnya memberi reputasi negatif kepada mas fariz. saya tidak bermaksud adhominem, tapi emang komentarnya terasa JIL banget.

  • 131
    moslem
    January 8th, 2009 05:25

    @Fariz..Tuhan macam apa yang membenci ciptaanNya sendiri?

    mas Fariz,, Anda selalu mengobarkan cinta kasih dan damai, tidak boleh ada kebencian, atau mungkin prasangka buruk,,
    tapi dari kutipan di atas,,kenapa sepertinya Anda membenci Allah yang mengutuk Yahudi karena Yahudi tidak taat pada-Nya??
    seolah-olah mengajak umat muslim memusuhi Tuhannya,,,

    klo mas Fariz bertanya : Bukankah ini aneh dan tidak logis?Allah membenci Yahudi ciptaanNYa sendiri, melaknatnya dan bahkan memerintahkan muslim untuk memeranginya atau membunuhnya?

    klo mas Fariz, sakit kanker yang sangat2 parah,,di tangan mas Fariz,, yang menurut Dokter harus diamputasi tangan mas Fariz supaya organ yang lain bisa diselamatkan,,maka seperti itulah Yahudi,,kita semua tahu Yahudi sering kali berkhianat kepada Allah & kepada umat muslim sehingga 700 orang harus dihukum pancung,,agar tidak merugikan umat yang lain,,,Yahudi itu seperti penyakit kanker tadi…
    SANGATLAH ANEH DAN TIDAK LOGIS klo penyakit kanker yang sangat parah dibiarkan terus mengerogoti organ mas Fariz sampai akhirnya organ lainnya menjadi dirugikan…SANGATLAH ANEH DAN TIDAK LOGIS Yahudi yang jelas2 berkhianat kepada Tuhannya dan umat muslim dibiarkan hidup untuk terus berkhianat dan melakukan kerusakan di muka bumi sehingga banyak umat yang dirugikan?

    Seharusnya mas Fariz bertanya kepada Israel/Yahudi,…kenapa mereka membantai umat muslim Palestina????? kenapa Anda tidak menyuarakan cinta damai dan kasih Anda kepada mereka?? mereka juga bisa Akses Internet, bisa membaca email2 atau seruan cinta damai mas Fariz,, apakah pernah Anda menanyakan kepada mereka “APAKAH TUHAN KALIAN YANG MENYURUH KALIAN MEMBANTAI UMAT MUSLIM PALESTINA?? “APA ALASANNYA”

    kalo mas Fariz bertanya : Mengapa Allah membenci Yahudi? karena tersinggung? karena Allah merasa dikhianati Yahudi?
    karena Yahudi tidak mau taat? Karena Yahudi tidak mau menyembahNya? Jika demikian Allah memiliki self esteem yang rendah dan narcist. Dan dia pasti bukan Tuhan yang patut disembah.
    Jika Allah memang berkendak untuk memusnahkan Yahudi, bukankah mudah dilakukanNya sendiri? mengapa meminjam tangan Muslim?
    Mengapa kekonyolan ini diterus-teruskan? Mengapa kita tidak mampu lagi menggunakan otak kita? Lebih-lebih: tidak ada lagikah cinta kasih di hati kita?

    sekarang saya tanya ke mas Fariz,, Misalkan mas Fariz orang yang sangat2 kaya raya,,sangat2 kuat, sangat2 bijaksana, sangat2 sabar, sangat2 cinta damai dan penuh kasih,,sehingga tidak ada yang dapat menandingi mas Fariz, dan mas Fariz tidak perlu bantuan siapapun untuk mengurus semua kekayaan yang mas Fariz punya dimana kekayaan mas Fariz seluas langit dan bumi,,
    kemudian mas Fariz punya peliharaan yang bermacam2 bentuk dan karakteristiknya serta jenisnya, yang mas Fariz kasih makan tiap hari,, mas Fariz kasihi dan cintai dengan sepenuh hati, semua kebutuhannya mas Fariz penuhi,

    dan mas Fariz menetapkan hukum2 dan peraturan agar kehidupan di dalam wilayah kekuasaan mas Fariz tenteram dan aman , penuh damai dan cinta kasih,,

    kemudian mas Fariz menguji kesetiaan peliharaan mas Fariz, apakah setelah semua yang mas Fariz berikan dibalas dengan ketaatan ataukah dengan pengkhianatan,,ternyata PENGKHIANATAN yang mas Fariz terima dari salah satu jenis peliharaan mas Fariz, dan membuat keonaran di dalam wilayah kekuasaan mas Fariz, sehingga merugikan peliharaan mas Fariz yang lain yang juga mas Fariz cintai dan sangat mas Fariz kasihi,, sedangkan dengan cara yang SANGAT BIJAKSANA dan SANGAT CINTA DAMAI mas Fariz mengirim utusan yang juga dari jenis yang sama dari peliharaan mas Fariz agar peliharaan mas Fariz yg bandel bisa kembali baik dan taat,,, dengan SANGAT BIJAKSANA DAN SANGAT CINTA DAMAI mas Fariz tidak langsung menghukum peliharaan mas Fariz yang bandel itu dengan membinasakannya dengan KEKUATAN yang mas Fariz punya,, walau hanya dengan menjentikkan jari,,

    sekiranya perasaan hati mas Fariz yang penuh kasih dan cinta damai bagaimana?? apa yang akan mas Fariz lakukan? tindakan apa yang mas Faris lakukan untuk membuat kedamaian lg? sedangkan banyak jenis peliharaan mas Fariz yang lain yang sangat taat dengan peraturan mas Fariz terzolimi oleh satu jenis peliharaan yg bandel ini,,,dan mas Fariz sangat2 sayang juga dengan peliharaan mas Fariz yang lain,,apakah mas Fariz akan mengorbankan peliharaan mas Fariz yang taat kepada mas Fariz daripada menghukum yang bandel?

    apakah BIJAKSANA jika peliharaan mas Fariz yang bandel, yang tidak punya kekuatan sebanding dengan mas Fariz, kemudian mas Fariz hukum dengan KEKUATAN mas Fariz sendiri?? bukankah lebih bijaksana menghukum dengan kekuatan yang sebanding dari jenisnya sendiri??

    mas Fariz punya segalanya, sehingga dengan tidak taatnya salah satu jenis peliharaan mas Fariz, tidak akan mengurangi sedikitpun, kekayaan, kebijaksanaan, kekuatan yang mas Fariz miliki,,,jadi untuk apa tersinggung?? tidak perlu tersinggung kan?

    jadi untuk apa Allah Tersinggung? karena Yahudi mengkhianatinya? karena yahudi tidak taat? walau seluruh alam ini tidak taat kepada Allah,,itu tidak akan mengurangi sedikitpun Kekusaan,Kekayaan,Kebijaksanaan Allah,,,,

    Allah tidak perlu disembah,, kita yang perlu menyembah DIA,,

    bisa dicerna tulisan saya??
    saya rasa sangat mudah dicerna akal kita dan Logis,,,

    Salam Damai dan Cinta,,,,,,

  • 132
    Fariz
    January 11th, 2009 16:48

    @Sufehmi

    Mas, posting saya gak bisa masuk. Apakah ada gangguan?
    Salam..

  • 133
    Fariz
    January 11th, 2009 18:25

    @Agus Sunter,
    “Memang betul mas fariz, sehalus apapun bahasa anda, masih tetap terlihat ‘misi’ anda. Bahkan, pun ketika anda mencoba berlindung dengan berkata :
    saya sudah memahami al-Quran, hadits dan sirah nabawiyah.

    Disitu anda menunjukkan rasa arogan anda dan ’seolah-olah’ mencoba mengecilkan rekan diskusi anda untuk mencoba mendominasi ‘pemikiran’ diskusi ini.”

    Mas Agus yang baik, misi saya jelas terlihat, ingin mengajak kepada perdamaian dan cinta kasih. Jika ada komentar saya yang dirasa arogan, saya mohon maaf. Mungkin saya lagi bad mood. Saya hanya manusia biasa. Teman-teman di forum ini sangat cerdas dengan wawasan di atas saya. Saya menyadarinya. Mudah-mudahan saya mendapatkan pelajaran.
    Saya tidak ada maksud mengumpat, walaupun dengan bahasa halus. Saya hanya mengkritisi jika ada kepercayaan yang mengandung kebencian, kekerasan dan permusuhan. Menurut saya, orang yang memiliki kepercayaan harus dihormati, tetapi kepercayaan itu sendiri tidak harus dihormati, justru harus dikritisi dan dipertanyakan. Seperti Mas tahu, saya bisa keliru. Mohon diluruskan jika keliru. Itulah gunanya diskusi.

    “Dan jangan pernah memahami ayat tersebut sebagai : Allah membenci Yahudi, mahluk ciptaan Nya sendiri. Tetapi pahamilah sebagai : bahwa Allah mengingatkan kita untuk tidak meniru mereka.”

    Ayat tidak bisa digunakan sebagai bukti. Ayat adalah kepercayaan. Kepercayaan adalah menerima sesuatu tanpa bukti. Jika sudah ada bukti namanya bukan lagi “kepercayaan” tetapi “pengetahuan”.
    Bagimanapun, ayat yang Mas sebutkan menarik untuk didiskusikan. Mas mencuplik ayat “sesungguhnya tidak akan pernah berhenti kaum yahuda dan nashara memusuhi kamu hingga kamu mengikutinya.” Menurut saya ini bukan ayat yang mengingatkan kita untuk tidak meniru Yahudi dan Nashara, tetapi adalah ayat yang mengingatkan kita bahwa Yahudi dan Nashara adalah akan selalu memusuhi kita. Ini akan menanamkan di benak kita bahwa mereka adalah musuh, dan bukannya “teman” apalagi “saudara”. Ini akan selalu menanamkan kecurigaan, kebencian dan permusuhan yang abadi.

    Mohon maaf jika ada kata-kata yang menyinggung.Mohon disikapi dengan bijak. Karena saya paham jika sebagian orang mengategorikan ini sebagai diskusi yang sensitif.

    Salam hormat selalu

  • 134
    amin
    January 12th, 2009 19:32

    nggak usah berdebat kusir…semua manusia adalah ciptaan Tuhan/Allah yg sama….percaya kan..kalau yg menciptakan kamu dan kamu sekalian adalah Allah yg menciptakan aku juga dan Allah yg menciptakan orang2 penyembah berhala sekalipun…berarti Tuhan kita sama…jadi kenapa kita salaing mengkafirkan agama lain,kepercayaan lain..ini yg menimbulkan dunia tidak bisa damai sejahtera….palestina musuhan/perang dengan israel seharusnya kita nggak boleh membela berat sebelah,cobalah berdiri ditengah..kalau menurut aku nih ye…mereka sama2 salahnya..la mereka ingin saling melenyapkan satu sama lain kok? ya jelas aja perang terus…palestina dan umat islam ingin melenyapkan israel dari peta dunia dan israelpun ingin melenyapkan palestina jadi sebaiknya biar gak tambah runyam sebaiknya kita negara non blok ini…lebih baik mengusahakan bagaimana mereka bisa mencapai/menjadi dua negara yg sama2 merdeka…artinya israel harus mengakui kemerdekaan palestina dan sebaliknya palestinapun harus mengakui israel di bumi timur tengah…sok pasti deh kalau itu tercapai mereka bisa damai..kalau seperti sekarang ingin saling melenyapkan ya…udah pasti perang terus dan diperparah sikap bangsa indonesia yg katanya non blok tetapi malah memihak…hampir 90% bangsa indonesia memihak palestina….ck ckc kc kc kc ck

  • 135
    Masjid Al-Aqsa | shandyisme
    January 12th, 2009 21:35

    […] Sumber Gambar : http://newsimg.bbc.co.uk/media/images/42574000/gif/_42574587_temple_scaffold416.gif (dikutip dari http://harry.sufehmi.com) […]

  • 136
    sufehmi
    January 14th, 2009 14:00

    @Fariz – sebelumnya mohon maaf jika ada kesulitan berkomentar disini. Beberapa waktu yang lalu memang ada masalah di website ini, sehingga seluruh website bermasalah (bukan hanya artikel ini saja).
    .
    Juga maaf karena diskusi disini terlewat oleh saya. Ternyata sudah panjang sekali diskusinya ya.
    .
    OK saya mulai dari yang ringkas dulu :
    .
    Tidak ada nilai spiritual, love & compassion yang bisa dipetik dari pembantaian besar-besaran seperti ini.
    .
    Ya, alur logika kita sudah berbeda disini.
    .
    Logika saya, jika hukum yang tegas ini ditegakkan, maka bisa menjadi deterrent / mencegah pihak lainnya yang akan melakukan kejahatan yang sama.
    .
    Karena itu, misalnya, saya pro hukuman mati.
    Sangat berbahaya jika seseorang paham bahwa dia bisa bebas mencabut nyawa orang lainnya, tanpa beresiko kehilangan nyawanya sendiri sebagai akibatnya.

  • 137
    sufehmi
    January 14th, 2009 14:30

    @Fariz – Menurut saya ini bukan ayat yang mengingatkan kita untuk tidak meniru Yahudi dan Nashara, tetapi adalah ayat yang mengingatkan kita bahwa Yahudi dan Nashara adalah akan selalu memusuhi kita.
    .
    Sebagian umat islam keliru secara spektakuler dalam menafsirkan ayat tersebut. Dan Anda pun juga keliru memahaminya.
    .
    Sedikit mengenai ayat tsb saya bahas di artikel saya, Jews for Palestine
    .
    Thanks.

  • 138
    siapaneh
    January 15th, 2009 22:20

    Untuk teman2 yang komentar di blog ini, mas Fariz dan para kroninya tak lain hanyalah orang JIL (Jaringan Iblis Laknatullah, saya tidak sudi menyebutnya dengan “Jaringan Islam Liberal”) yang juga merupakan antek Zionis dibayar.

    Tak pantas berdebat dengan orang-orang seperti ini di dunia maya, ajak saja mereka diskusi di dunia nyata, pasti mereka gak akan ladeni..alias sudah takut duluan. Tak usahlah meladeni mereka bikin capek saja…anggap saja batu!!

    Tapi qta sebagai umat Islam tak boleh lengah dengan cara2 mereka merusak Islam dari dalam. Teruskanlah berdakwah dengan anak2, teman, saudara, tetangga, pejabat negara, dan jangan lupa doakan orang2 yang merusak agama Islam ini (baca JIL) cepat mendapatkan hidayah dari Alloh SWT. Semoga naungan cahaya Islam ini kelak akan menyinari bumi ini.

    Cukup Alloh SWT, Al Qur’an dan Sunnah saja yang menjadi panduan.

    Camkan!! TAK PERLU BERDEBAT DENGAN ORANG2 JIL!! AJAK MEREKA KE DUNIA NYATA..!

    Tetap ikhlas dan semangat!! Allohu Akbar!!

  • 139
    Fariz
    January 16th, 2009 16:27

    @siapaneh
    Mas Siapaneh yang baik, saya pikir diskusi di dunia maya lebih ada untungnya daripada di dunia nyata. Karena diskusi tertulis menghindarkan kita dari unsur emosi yang sering menyertai ketika kita diskusi di “darat”. Jika emosi menyertai, maka kita tidak mampu lagi berpikir jernih, dan pendapat kita sering menjadi tidak obyektif lagi. Selain itu, kita kita juga punya lebih banyak waktu untuk mengumpulkan semua data dan fakta. Bukankah maksud diskusi untuk mendapatkan kebenaran? Jika diskusi di darat sering kita terjebak dalam nafsu untuk mengalahkan dan mempermalukan lawan diskusi kita, sehingga tujuan untuk mendapatkan kebenaran menjadi tidak tercapai.
    Oh ya, saya bukan Iblis atau Jaringan Islam Liberal atau antek Israel yang dibayar. Tapi saya menghormati pendapat Mas.
    Salam cinta selalu

  • 140
    jawir
    January 23rd, 2009 17:28

    Aturan main dunia : Diciptakan jin dan manusia hanyalah untuk beribadah.Manusia hanya diberikan dua pilihan memilih salah atau benar, dimana keduanya memiliki konsekwensi masing – masing.Sikap orang yahudi digambarkan dalam al quran adalah orang congkak dan tidak menepati janji padahal telah diberi kelebihan. Melarang untuk bergaul dengan yahudi dengan alasan orang yahudi tidak pantas untuk menjadi teman sebab mereka kebanyakan tidak akan merasa senang jika kita mendapatkan kebahagian. Kembali kepada hal diatas tentang kewenangan manusia didunia, jika kita akan memilih yang benar maka untuk apa kita bertemen dengan yahudi.Bisa kita lihat sikap yahudi bukan dimiliki oleh orang yahudi saja.Banyak umat lain berprilaku yahudi.Mungkin Kita punya kewajiban membunuh sikap dan prilaku yahudi yang ada dalam diri kita,bahkan boleh jadi membunuh orang yahudi yang memiliki sikap dan sipat seperti diatas.Saya ingin tahu Sejarah yang benar tentang mesjidil aqso

  • 141
    niud
    January 24th, 2009 10:27

    faris gila……
    anjing lo….
    monyet lou….
    kalo ketemu lou …. guwee kasih hadiah….. loe….

  • 142
    niud
    January 24th, 2009 10:29

    leher lou incaran ku….
    dasar munafiq………..

  • 143
    Fariz
    January 25th, 2009 12:39

    @Niud
    Mas Niud yang baik, saya percaya setiap manusia punya hati nurani. Setiap manusia pada dasarnya baik. Kepercayaan yang jahatlah yang membuatnya menjadi jahat.
    Segala sumpah serapah Mas Niud saya terima dengan lapang dada. Hanya saya penasaran saja. Mengapa saya mau dibunuh? Mungkin Mas Niud bisa jelaskan? Atau setiap orang di forum ini bisa menjelaskan? Bukankah saya membawa misi damai, cinta dan kebaikan? Apakah karakter Mas Niud mewakili mayoritas karakter Muslim?

    Salam cinta selalu

  • 144
    sufehmi
    January 26th, 2009 15:19

    @siapaneh – Anda tahu darimana bahwa Fariz adalah orang JIL ?
    .
    Apa buktinya ?
    .
    Padahal masih ada kemungkinan yang lain kan.
    Contoh: mungkin tidak tahu, belum paham, dst.
    .
    Kalau Anda mengaku orang Islam, sebaiknya kita sama-sama menghindari dosa. Contoh: memfitnah orang lain, dst.

  • 145
    sufehmi
    January 26th, 2009 15:23

    @niud – kalau Anda beragama Islam, harap agar bisa berakhlak Islam di forum ini.
    .
    Terimakasih.

  • 146
    sufehmi
    January 26th, 2009 15:25

    @fariz – mohon maaf atas berbagai abuse terhadap Anda di forum ini.
    .
    Jika Anda tidak berkenan, beritahu saja. Maka komentar2 yg abusive terhadap Anda akan saya hapus.
    .
    Terimakasih.

  • 147
    Fariz
    January 27th, 2009 18:14

    @Sufehmi,
    Terima kasih Mas Sufehmi. Mas Sufehmi pantas untuk memperoleh respek dan menjadi teladan di forum ini. Komentar-komentar abusive seperti itu selalu akan menjadi peringatan agar saya lebih berhati-hati.
    Hormat saya selalu…

  • 148
    Fariz
    January 29th, 2009 17:18

    @ Moslem
    SANGATLAH ANEH DAN TIDAK LOGIS klo penyakit kanker yang sangat parah dibiarkan terus mengerogoti organ mas Fariz sampai akhirnya organ lainnya menjadi dirugikan…SANGATLAH ANEH DAN TIDAK LOGIS Yahudi yang jelas2 berkhianat kepada Tuhannya dan umat muslim dibiarkan hidup untuk terus berkhianat dan melakukan kerusakan di muka bumi sehingga banyak umat yang dirugikan?

    Mengatakan Yahudi adalah kanker, menurut saya adalah tindakan menggeneralisir, yang tentu saja tidak bijak. Saya setuju dengan Mas Sufehmi : “Memvonis seluruh Yahudi jahat karena kejahatan sebagian dari mereka adalah generalisasi. Ini termasuk pada ketidak adilan – dan jelas ini tidak dibenarkan oleh Islam. Islam adalah agama yang sangat menitik beratkan fokus pada keadilan. Jangan sampai kita terjerumus kepada menzalimi sebagian pihak, hanya karena kebencian & emosi kita.”

    Mas Sufehmi sangat arif dan bijak dalam hal ini. Bagaimana dengan Tuhan Yang Maha Arif dan Maha Bijaksana?. Tentu lebih baik dari sikap Mas Sufehmi.

    Mas Moslem bertanya jika saya memiliki kekuatan luar biasa, apakah saya cukup bijak untuk menggunakan kekuatan sendiri kepada peliharaan saya yang berkhianat dan merusak peliharaan saya yang lain. Menurut logika Mas Moslem, saya lebih bijak untuk menghukumnya dengan kekuatan peliharaan saya yang lain.
    Pertama-tama, analogi tersebut kurang tepat. Kita manusia adalah ciptaanNya, bukan peliharaanNya. Tentu saja aneh jika Pencipta tersinggung atau marah jika ciptaanNya berkhianat kepadaNya. Jika Dia kuatir ciptaanNya yang baik akan dirusak oleh ciptaanNya yang jahat, bukankah dengan Kun Fayakun, semua hati bisa dibalik? Semua orang Yahudi seketika bisa dibuat baik, tanpa perlu pertumpahan darah. Tapi seandainya Tuhan demokratis dan begitu kasih sayangnya, sehingga Dia membebaskan manusia untuk berbuat baik atau jahat, dan menyiapkan sorga dan neraka sebagai konsekuensi “kebebasan yang bertanggungjawab”, maka Dia haruslah konsisten. Tidak ada hukuman di dunia, hukuman hanya di akherat. Jika toh Tuhan merasa perlu menghukum manusia di dunia, maka itu haruslah adil, sesuai sifatNya. Kesalahan sebagian orang tidak boleh digeneralisasiikan untuk seluruh bangsa.

    Salam manis buat mas Moslem yang cerdas

  • 149
    Fariz
    January 29th, 2009 17:56

    @Sufehmi,

    Sedikit mengenai ayat tsb saya bahas di artikel saya, Jews for Palestine
    .
    Saya tidak bisa lebih sepakat daripada ini. Walaupun penafsiran terhadap ayat tersebut debatable, tapi saya tidak mau memperpanjang masalah. Pada akhirnya bagi saya tidak penting apa sebenarnya maksud ayat tersebut, terkait Asbabun Nuzul dan sebagainya. Yang terpenting adalah agar kita menafsirkan ayat sesuai dengan nilai-nilai kebaikan, cinta dan perdamaian.
    .
    Semoga saudara-saudara Muslim bisa sepakat dengan Mas Sufehmi. Jika tidak, tentu saya akan mengajak diskusi lebih dalam tentang ayat-ayat terkait. Tentu saya akan mempertanyakannya dan mengkritisinya.
    .
    Salam hormat selalu

  • 150
    sufehmi
    January 30th, 2009 11:32

    @fariz – Tapi seandainya Tuhan demokratis dan begitu kasih sayangnya, sehingga Dia membebaskan manusia untuk berbuat baik atau jahat, dan menyiapkan sorga dan neraka sebagai konsekuensi “kebebasan yang bertanggungjawab”,
    .
    “Tuhan itu demokratis” – what an idea. Brilliant.
    .
    Terimakasih banyak mas Fariz untuk sharing idenya yang satu ini.

  • 151
    Jamaludin
    February 5th, 2009 17:43

    Gue mau kasih tau ciri2 agama yg baik yg benar2 dtg dari Allah adalah datang dari org baik2.berbuah baik dan hasil2nya pasti baik.agama yg mengajarkan kebencian,pembunuhan,penyiksaan,pasti datang dari org tdk baik dan hasilnya jelas tdk baik2.dan itu agama bukan dtg dari Allah.prnah kalian baca ciri2nabi palsu.atw mentes mana firman Allah yg benar dtg dr Allah.ataw dtg dari tipu muslihat.iblis.selidikilah agamamu sendiri.ujilah agamamu,krn itu agama turunan ortu mu saja.

  • 152
    suci
    February 12th, 2009 23:31

    salam kenal… duh lagi nyari gambar malah nyasar…eh ga sengaja baca perdebatannya, luar biasa cukup panjang sekali perdepatannya. aku jadi pengen ikutan ngasih komen.
    saya percaya semua kitab suci adalah buatan tuhan. dari 4 kitab suci saya masih percaya Al-quran belum ada tandinganya keasliannya. yang mau saya katakan adalah, kita manusia pengetahuannya belum sampai pada penafsiran yang paling objektif, seandaipun kita merasa sudah objektif itu hanya sebatas sudut pandang si penelaah, bisa jadi di jaman mendatang penafsirannya menjadi berbeda (tapi selama itu tidak keluar konteks atau menyesatkan). jika ada ayat-ayat yang penafsiranya sangat sulit perlu belajar mendalam dan dengan di sertai guru. biar ga sesat atau salah tafsir. jadi menurut saya pelajari saja ayat-ayat yang sudah jelas haram dan halal saja. itu pun 3 tahun belum selesai, malah bicara yang sudah jauh.
    al-quran tidak bisa di pahami hanya dari 1 atau 2 ayat. biasanya, suatu pernyataan, permasalahan, atau peraturan yang tertulis di al-quran bukan habis selesai dalam ayat tersebut. bisa jadi penjelasanya ada di surah-surah selanjutnya.
    Al-quran luar biasa, itu mukjizat, saya percaya itu. tidak ada manusia yang bisa mebuat kata-kata sehebat itu.
    banyak sisi untuk mulai menafsirkan al-quran dan itu tidak semata-mata hanya mengandalkan logika formal saja, itu tidak cukup. ada kalanya kita menyerah dah percaya bahwa logika kita tidak sampai pada ruang itu, dan ruang itu milik Tuhan.
    justru jika sampai pada tahap itu bukan berarti kita bodoh atau apalah namanya. malah pada titik itu kita sadar bahwa kita hanya manusia, yang penuh batas. bukan malah mencoba membaca logika Tuhan. luar biasa… terima kasih semua… bye..bye akau suka dengan forum ini.semoga jika ada kesempatan aku bisa komen lagi

  • 153
    suci
    February 13th, 2009 00:04

    eh lupa boleh ga yah aku mau nulis barang beberapa bait…ini keluar setelah aku baca komen-komen kawan2

    jemariku terbarkan ditubuhmu mencari bekas percintaan waktu itu

    bekas lidahmu tertinggal dalam sela-sela
    kucairkan-kubekukan tetap tak bisa
    hinggap lelahku

    tapi…

    jemariku tebarkan ditubuhmu mencari bekas percintaan waktu itu
    berubah jantanku
    kadang feminisku
    nafsuku
    ragaku
    jiwaku
    imanku
    baiku
    buruku
    halalku
    haramku

    tetap
    jemariku tebarkan ditubuhmu mencari bekas percintaan waktu itu

    terima kasih mau baca…silahkan ditafsirkan sendiri
    itu latihan sebelum menafsirkan Al-Quran yang bukan buatan manusia.

  • 154
    muslimah
    February 16th, 2009 08:25

    Allahu Akbar,,

  • 155
    Moslem
    February 16th, 2009 09:12

    Mas Fariz, Anda mengajak kita semua berbicara dengan Logika,,maka saya coba menjelaskan dengan logika manusia,,
    sejauh logika kemanusaiaan saya,,,
    banyak Kata2 atau komentar2 Anda yg saling bertentangan,

    saya Tidak hendak mengajari/menggurui siapapun, tp share saja,
    saya tidak hendak menafsirkan ayat Alquran sedikitpun,

    tidak pantas untuk saya menafsirkan Ayat Alquran yg suci, saya tidak memliki keahlian untuk itu,, perlu belajar sesuai tuntunan Rasulullah SAW dan para Sahabatnya,,

    jadi saya hanya akan berbicara sebatas logika manusia yg sejak awal Mas Fariz agung2kan,,,

    dalam hidup ada baik ada buruk,
    ada hitam ada putih,,

    klopun yahudi dilaknat Allah dan ketika peperangan di jaman Rasulullah dihukum pancung,,itu karena konsekwensi dari penghianatan mereka,,,,

    mereka sudah sering dan berulang-ulang kali diberi nasihat dan petunjuk,,,tp tetap saja melawan Allah,,

    Allah sudah memberikan pilihan,,Klo berbuat baik dan Taat kepada Allah, jaminan surga, tp klo tidak ya masuk neraka….sekarang semua itu tinggal pilihan kita,,,mau ambil jalan yg mana,,,

    Saat ini,,,Keyakinan saya, Selama Orang Yahudi tidak memeluk agama ISLAM dan TIDAK BERIMAN kepada Allah dan Rasulullah, serta Alquran dan Sunnah,,,maka selama itu pula MEReKA adalah seperti yang diceritakan di Alquran,,,Hati manusia hanya Allah yang tahu,,,,

  • 156
    abdillah
    February 17th, 2009 22:14

    mungkin telat nich ngasih comment… 😀
    bagi rekan-rekan muslim, yakinilah bahwa Islam adalah Agama yang paling benar, dan HANYA ALLAAH SWT yang patut di sembah.
    menanggapi komentar bang @fariz yang menyebut :
    “……Dan dia pasti bukan Tuhan yang patut disembah….”, saya ingin menunjukkan bahwa anggapan anda SALAH BESAR..!!!
    Selanjutnya, anda sebutkan kitab suci harus Zero error, sempurna. Saya setuju, karena kitab suci adalah sesuatu yang turun langsung dari Tuhan.
    Di dalam Al-Qur’an terdapat ayat yang menyebutkan :
    “Akulah Tuhanmu, maka sembahlah Aku”
    Sekarang silahkan merujuk pada semua kitab suci agama di dunia ini. Kitab suci (yang menurut anda harus Zero error, Sempurna) mana yang jelas-jelas menyebutkan hal tersebut selain Al-Qur’an…???

    Dengan ayat tersebut cukuplah bukti bahwa hanya Allaah SWT yang berhak di sembah, dan agama Allaah SWT-lah yang patut di anut.

    Untuk bang @Fariz, silahkan mempelajari kitab suci anda lebih dalam. Jika anda seorang Moslem, segeralah bertaubat, dan kembali ke jalan-Nya. Jika anda non moslem, silahkan pelajari kitab suci anda, dan carilah siapa sebenarnya yang patut di sembah…

    mohon maaf jika ada yang tersinggung membaca comment saya…

    yukk kita lihat lagi ke kitab suci kita masing-masing, …

  • 157
    pamungkas
    February 20th, 2009 13:10

    orang yang aneh ya si fariz… 😀
    Kitab suci haruslah Zero Error, karena itu diturunkan langsung oleh tuhan untuk di perguakan umatnya agar tidak tersesat.
    Nah, silahkan kumpulkan semua kitab-kitab yang anda miliki. dan tunjukkan kepada saya, kitab mana yang menyebutkan secara gamblang akan pengakuan Tuhan….

    Hanya Al_qur’an yang terdapat ayat : ‘.. Akulah Tuhanmu, maka sembahlah Aku…’

    itu merupakan ayat yang membuktihan, bahwa Allaah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang harus di sembah oleh manusia. Apakah ada yang lain..???

    monggo mas-mas/mbak-mbak untuk di kaji ulang apa yang sudah anda akui sebagai agama anda….
    Ingat, saya ga menebarkan permusuhan, hanya memberikan bukti. Semua tergantung anda, resiko di tanggung penumpang. hehehehehehe…..

  • 158
    Fariz
    February 21st, 2009 21:32

    @Suci
    Quote : “banyak sisi untuk mulai menafsirkan al-quran dan itu tidak semata-mata hanya mengandalkan logika formal saja, itu tidak cukup. ada kalanya kita menyerah dah percaya bahwa logika kita tidak sampai pada ruang itu, dan ruang itu milik Tuhan”
    .
    Mbak Suci yang baik,Al Quran sendiri menjamin bahwa Al Quran mudah untuk dipahami. Al Quran diturunkan untuk menjadi petunjuk manusia. Jika logika manusia tidak bisa menjangkau Al Quran, dan hanya Tuhan yang tahu logikanya, lantas mengapa Tuhan menurunkan Al Quran kepada manusia?
    Salam manis..

  • 159
    Fariz
    February 21st, 2009 21:43

    @Moslem,
    Mas Moslem yang budiman, saya tidak mengagung-agungkan logika. Akal kita terbatas. Tapi hanya itulah yang kita punya. Hanya dengan akal kita bisa membedakan mana yang baik dan buruk, mana yang benar dan salah. Kalau tidak, dengan apalagi. Ilmu pengetahuan terus berkembang dan berbuah pada kesejahteraan manusia. Dunia ilmu pengetahuan berhutang kepada orang-orang yang selalu meragukan sesuatu, bertanya dan meneliti. Bukan orang dengan mentalitas percaya.
    Salam manis..

  • 160
    Fariz
    February 21st, 2009 21:53

    @Abdillah
    Quote :”Sekarang silahkan merujuk pada semua kitab suci agama di dunia ini. Kitab suci (yang menurut anda harus Zero error, Sempurna) mana yang jelas-jelas menyebutkan hal tersebut selain Al-Qur’an…???
    Dengan ayat tersebut cukuplah bukti bahwa hanya Allaah SWT yang berhak di sembah, dan agama Allaah SWT-lah yang patut di anut.”
    .
    Mas Abdillah, Kitab Suci adalah kepercayaan, bukan bukti. Definisi kepercayaan adalah menerima sesuatu begitu saja tanpa bukti. Jika sudah ada bukti namanya bukan lagi kepercayaan, tetapi pengetahuan. Logika Mas agak sulit diterima. Satu analogi:
    .
    A : Tetangga saya adalah Nabi
    B : Apa buktinya?
    A : Buktinya adalah karena dia mengatakan begitu.
    .
    Agaknya tidak begitu logis :)
    Salam manis..

  • 161
    Fariz
    February 21st, 2009 22:03

    @Pamungkas

    Quote :”Nah, silahkan kumpulkan semua kitab-kitab yang anda miliki. dan tunjukkan kepada saya, kitab mana yang menyebutkan secara gamblang akan pengakuan Tuhan….
    Hanya Al_qur’an yang terdapat ayat : ‘.. Akulah Tuhanmu, maka sembahlah Aku…’
    itu merupakan ayat yang membuktihan, bahwa Allaah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang harus di sembah oleh manusia. Apakah ada yang lain..???
    monggo mas-mas/mbak-mbak untuk di kaji ulang apa yang sudah anda akui sebagai agama anda….
    .
    Mas Pamungkas, komen saya sama. Ayat bukanlah bukti. Ayat adalah kepercayaan.
    Salam manis..

  • 162
    sufehmi
    February 23rd, 2009 14:36

    @fariz – Mbak Suci yang baik,Al Quran sendiri menjamin bahwa Al Quran mudah untuk dipahami. Al Quran diturunkan untuk menjadi petunjuk manusia. Jika logika manusia tidak bisa menjangkau Al Quran, dan hanya Tuhan yang tahu logikanya, lantas mengapa Tuhan menurunkan Al Quran kepada manusia?
    .
    Halo mas, kenyataannya tidak semua orang bisa mengetahui hikmah2 di Quran. Sebagian besar hanya bisa menemukan sedikit. Hanya secuil yang bisa menemukan sebagian hikmah di Quran. Dan mungkin tidak ada yang bisa menemukan seluruhnya.
    .
    Tapi tidak masalah, karena agama ini scalable. Islam itu bisa dinikmati mulai dari anggota suku di pedalaman hutan, sampai ke ilmuwan paling cerdas di dunia sekalipun. Ini yang saya senangi dalam agama ini.
    .
    Bagi yang belum mampu menguak misteri Quran, ada dogma yang tinggal kita ikuti saja. Bagi yang sudah mulai berhasil menemukan berbagai hikmah di Quran, siap-siap tercengang dan terkagum-kagum setiap harinya.
    .
    Salah satu contohnya pernah terjadi pada zaman Nabi saw. Ada seorang Badui yang datang kepada Rasulullah, dan lalu menyatakan bahwa dia HANYA akan melakukan rukun islam (syahadat, sholat, puasa, zakat, haji jika mampu). Maka Nabi saw mengatakan bahwa itu sudah cukup untuk ybs.
    .
    Alhamdulillah inilah keadilan Islam. Seseorang tidak akan dituntut melebihi dari kemampuannya. Seseorang dinilai dari niat & usahanya – bukan hasil pekerjaannya. Dst, dst.
    .
    Jadi, memang pasti akan ada orang-orang yang belum mampu memahami Quran dengan logikanya, atau menemukan berbagai hikmah yang tersembunyi didalamnya. Dan mungkin jumlah mereka masih sangat banyak.
    Saya usul kita bisa membantu membimbing mereka untuk menemukan berbagai pencerahan-pencerahan yang ada di dalamnya. Dan bersama-sama menikmati berbagai kebahagiaan di dalam agama ini.
    .
    Thanks.

  • 163
    muslimah
    February 25th, 2009 12:21

    Allahu Akbar

  • 164
    Moslem
    February 25th, 2009 12:55

    Mas Fariz : Hanya dengan akal kita bisa membedakan mana yang baik dan buruk, mana yang benar dan salah. Kalau tidak, dengan apalagi.

    Saya setuju dengan itu,, tapi AKAL Bukan untuk meragukan Allah, Rasulullah, dan Al-Qur’an,,,,

    Mas Fariz : Dunia ilmu pengetahuan berhutang kepada orang-orang yang selalu meragukan sesuatu, bertanya dan meneliti

    Saya tidak setuju dengan itu, KITA Berhutang kepada Allah,,,,,,

    Mas Fariz : Mas Pamungkas, komen saya sama. Ayat bukanlah bukti. Ayat adalah kepercayaan.

    Saya tidak setuju dengan itu, kata Ayat, itu berasal dari bahasa Arab yang artinya bukti/tanda,, kemudian, kita diberikan Alquran bukan untuk meragukan isinya tapi untuk percaya, kemudian mebuktikan, benar atau tidak isi kandungannya,, Namun yg pertama harus dilakukan adalh percaya,,klo sudah terbukti dan sudah membutikan serta menjalankannya dengan BENAR, maka hasilnya YAKIN,,,,dan YAKIN itulah yg sahrusnya kita miliki,,,dan saya YAKIN tidak ada kesalahan pada Al-Qur’an,,,karena ALLAH menjamin kesuciannya,,,,

    itu sepengetahuan saya, dan menurut keyakinan saya,,,

    thanks…

  • 165
    hamba allah swt
    March 30th, 2009 11:29

    assalamualaikum…..

    islam megajarkan umatnya berlaku santun dan menyayangi baik kepada tumbuhan,hewan apalgi manusia…….

    allah swt tidak meyukai keruksakan……. manusia itu sendiri yang membuat keruksakan………..????

    mas fariz……..

    saya yakin ALLAH SWT tidak seperti yang anda pikirkan. ALLAH SWT menyayangi seluruh ciptannya.karena maha pengampun dan maha penyayang… makanya allah swt menciptakan kita semua.untuk menjadi khalifah di muka bumi ini……..dengan tujuan kita semua menyayangi allah juga….

    coba anda fikir kenapa allh swt menciptakan diri kita ke dunia allah swt itu meyayangi dan menghargai kita……..sebagai ciptannya……..

    kalo menurut anda itu allah narsis atau apalah…. saya rasa wajar lihat kekuasannya….baik yang dilangit maupun di bumi..

    tapi menurut saya ALLAH SWT tidak seperti itu allah swt maha pemurah…………

    semoga ALLAH SWT membuka pintu hati anda………..

  • 166
    hamba allah swt
    March 30th, 2009 11:53

    assalamualaikum……..

    buat mas fariz…… salam kenal

    tuhan itu satu yaitu: ALLAH SWT
    ALLAH SWT itu maha esa ( tunggal ) dan saya yakin itu benar.

    coba anda fikir gimana kalo tuhan banyak….kemungkinan bisa terjdi perbedaan pendapat. kan antara tuhan yang satu dengan yang lain untuk mengatur semuanya???…….
    bisa2 anda bukan orang yang terpilih untuk hidup di bumi ini…karena pendapat tuhan yang berbeda2

    coba mas fariz renungkan ketika kita berbuat dosa……… apakah ALLAH SWT menghakimi kita .engga kan???
    karena ALLAH SWT MAHA PENYAYANG………justru dosa kita di ampuninya,,kalo kita memohon ampun………

    ALLAH SWT tidak menyukai keruksakan,,,,,,, membunuh semut aja dilarang apalagi membunuh manusia??????

    semoga pintu hati kita lebih terbuka dalam memaknai arti hidup yang sebenarnya??????

  • 167
    venus99
    March 31st, 2009 15:01

    fariz ternyata ingin “menemukan” tuhan ( saya sebut Allah ) dengan akalnya?tidak semua dapat dijangkau dengan akal, akal sangat terbatas, dapatkah akal menjangkau bagaimana langit ditinggikan tanpa tiang?cari tuhan dengan hatimu, itulah keimanan, dengan iman tidak akan ada permasalahan knapa Tuhan begini atau begitu, ato brarti tuhan narcist, jangan pernah menyamakan sifat jelek manusia dengan sifat tuhan apalagi dengan istilah narcist………..terluka rasanya mendengarnya, sifat Allah sudah sangat jelas………..ialah Asmaulhusnah………itulah nama yang melambangkan sifat Allah, sebagai muslim mudah2an tidak ada keraguan kita terhadap Alquran hanya dengan pendapat2 sdr. fariz antara lain kisah nabi musa yang dianggap tidak logis, saya juga tidak akan percaya seandainya kisah itu tidak tercantum di Alquran,klo anda sdh paham Alquran bacalah Surah Arrahman dan bandingkanlah dengan penemuan steven hawkins dengan teleskop bintang hubblenya,sehingga anda tidak akan mengganggap kisah musa itu adalah dongeng yang tidak logis, saran saya buat sdr fariz untuk ikut training ESQ………..terima kasih

  • 168
    venus99
    April 1st, 2009 08:06

    Dear Sani,

    Saya terkesan dengan statemen anda tentang “keinginan daging dan keinginan roh”, yang saya tahu daging itu adalah tidak lebih dari elemen pembungkus tulang supaya tulang tidak berserakan kemudian diperkokoh dengan urat dan kulit…that is all…..apakah klo daging sudah dipisahkan dari raga dan jiwa “sang daging” masih punya arti apalagi keinginan?”pikirkan siapa yang memberimu daging dan meniupkan roh.

  • 169
    fariz
    April 28th, 2009 23:53

    @venus99

    Saya setuju jika akal kita terbatas.Tapi tidak berarti kita harus mempercayai sesuatu yang di luar akal atau ilmu pengetahuan belum mampu menjangkaunya.Saya katakan “tidak harus”. Itu artinya “boleh-boleh saja”. Boleh percaya boleh tidak. Hak pribadi setiap orang untuk percaya. Iman adalah kata lain untuk percaya atau yakin, hanya berbeda dalam intensitasnya.
    Anda boleh saja saja percaya bahwa langit ditinggikan tanpa tiang. Dan Anda menganggap akal kita tidak mampu menjangkaunya. Ketika iptek belum semaju sekarang, orang berpikir bahwa langit adalah atap bagi bumi. Mereka berpikir alangkah anehnya atap tidak ada tiangnya kok tidak runtuh menimpa bumi? Tentu saja sekarang kita tahu bahwa langit bukanlah atap bumi. Bumi hanyalah sebutir pasir di alam semesta. Langit ditinggikan tanpa tiang adalah completely out of context ditinjau dari iptek.
    Saya hanya mengatakan Tuhan pastilah narcist jika memiliki perasaan ingin disembah. Jika Tuhan menciptakan mahkluk, kemudian menuntut mereka untuk menyembahNya, bukankah ini sifat narcist? Untuk apa? Bukankah Dia tahu bahwa Dia Maha Kuasa? Mengapa menuntut ciptaanNya untuk menghormatiNya? Mengapa butuh pengakuan? Ini sama saja menyamakan Tuhan dengan seorang raja yang haus akan penghormatan.Tidak Mbak Venus. Tuhan itu Maha Agung dan jauh dari sifat2 kemanusiaan seperti itu. Dan saya yakin Tuhan pun tidak akan tersinggung, terluka atau marah hanya karena kata2 saya. Makhluk yang tidak seberapa. Kalau Mbak Venus tersinggung, itu lumrah, karena Mbak manusia. Untuk itu saya mohon maaf.
    Kita sama pendapatnya masalah Nabi Musa. Sama-sama mengakui bahwa itu tidak logis. Hanya bedanya Anda terpaksa percaya karena Al Quran mengatakan begitu. Its fine. Tidak masalah.
    Surah Arrahman dibandingkan dengan penemuan Stephen Hawking? Ini akan sangat panjang. Bila ada waktu kita akan mendiskusikannya.
    Training ESQ? Saya sudah mengikutinya. Menurut saya itu adalah metode brain washing. Tapi tentu saja itu pendapat subyektif saya.

    Salam manis..

  • 170
    fariz
    April 29th, 2009 00:42

    @Moslem

    Moslem said : tapi AKAL Bukan untuk meragukan Allah, Rasulullah, dan Al-Qur’an,,,,
    .
    Mas Moslem yang baik, itu adalah pendapat subyektif, bukan obyektif. Tentu saja orang Kristen akan mengatakan : akal bukan untuk meragukan Yesus dan Injil. Orang Yahudi akan mengatakan akal bukan untuk meragukan Moses dan Torah. Orang Hindu dan Budha mengatakan lain lagi. Semua itu subyektif. Mana yang harus saya ikuti? Dasarnya apa? Dan pertanyaan lebih mendasar : mengapa saya HARUS mengikuti dan mengapa saya HARUS percaya?
    .
    Masalah hutang berhutang, menurut hemat saya pernyataan Mas agak out of context. Tapi its not big deal.
    .
    Ayat dalam bahasa Arab berarti tanda, bukan bukti.
    .
    Moslem said: Namun yg pertama harus dilakukan adalh percaya,,klo sudah terbukti dan sudah membutikan serta menjalankannya dengan BENAR, maka hasilnya YAKIN,,,,
    .
    Ini tidak sesuai kaidah pembuktian dalam ilmu pengetahuan. Kebenaran ilmu pengetahuan diawali dengan hipotesa. Ini adalah premis yang masih diragukan dan perlu ditindaklanjuti dengan langkah-langkah pembuktian, melalui serangkaian analisis, penelitian dan eksperimen. Langkah pembuktian yang diawali dengan “percaya”, tidak akan membawa kita kemana-mana. Karena apa pun yang akan kita lakukan hanya bertujuan untuk memvalidasi atau membenarkan kepercayaan kita tsb. Bayangkan jika Newton, Einstein, Galileo atau Edison memakai cara ini. Peradaban kita bisa stagnan, bahkan mundur ke belakang.

    Salam hormat…

  • 171
    fariz
    April 29th, 2009 01:56

    @Sufehmi,

    Mas Sufehmi yang bijak,menurut hemat saya, sebuah kitab suci adalah book of guidance. Sebuah book of guidance haruslah jelas dan mudah dipahami. Book of guidance bukanlah misteri. Bukan teka-teki yang harus dipecahkan. Menurut saya Tuhan tidak perlu menyembunyikan suatu hikmah dan hanya orang-orang pada level kecerdasan tertentu yang berhak tahu. Saya pikir tidaklah sulit bagi Tuhan untuk membuat kitabNya bisa dipahami keseluruhannya oleh ciptaanNya pada semua level.
    .
    Di lain pihak, kita bisa melihat banyak ayat-ayat yang bersifat khilafiyah, yang sejak lahirnya Islam sampai sekarang masih khilafiyah. Ada puluhan tafsir. Ada ratusan mahzab atau aliran. Ada perbedaan pendapat antara professor2 Muhammadiyah dan NU. Ada pertentangan antara sunni dan syiah, bahkan sampai saling membunuh segala. Mereka semua punya book of guidance yang sama. Aa’ Gym dan Imam Samudera berbeda pemahamannya tentang Al Quran secara diametral. Siapa yang lebih paham Al Quran di antara mereka berdua? Siapa bisa menjamin Aa’ Gym lebih paham daripada Imam Samudera dan sebaliknya? Bagi orang-orang suku pedalaman di hutan yang hanya tinggal menerima dogma harus mengikuti siapa? apa dasarnya? Ingat jika mereka salah memilih, neraka ancamannya. Mengapa hingga 1400 tahun tidak juga jelas? Mengapa hingga 1400 tahun hanya secuil yang mengetahui hikmahnya? sampai kapan?
    .
    Mas Sufehmi, sekali lagi mohon dipahami, bagi sebagian orang ini adalah diskusi yang sensitif. Saya tahu dari thread Mas, semua keluar dari hati yang bening dan baik. Dari lubuk hati, saya menghormati dan sepakat dengan nilai-nilai itu. Tetapi terlepas dari kebaikan Mas, diskusi ilmiah haruslah obyektif dan sedapat mungkin lepas dari nuansa romantisme subyektif. Dari diskusi ini saya menginginkan jawaban yang semoga membawa saya ke kebenaran. Saya mohon maaf jika ada kata yang tidak berkenan.Semoga ini akan membawa hikmah dan pencerahan bagi saya.

    Salam hormat selalu…

  • 172
    sufehmi
    May 5th, 2009 00:59

    @fariz – menurut hemat saya, sebuah kitab suci adalah book of guidance. Sebuah book of guidance haruslah jelas dan mudah dipahami. Book of guidance bukanlah misteri. Bukan teka-teki yang harus dipecahkan.
    .
    Mungkin lebih jelas jika saya menganalogikan seperti level-level pada sebuah video game.
    .
    Bagi orang biasa, mungkin mentok di level 1. Yang agak jago, mungkin bisa naik sampai ke level 4. Yang paling jago bisa sampai tamat.
    Semuanya sama – yaitu gamer.
    .
    Saya lihat Islam seperti itu. Penganutnya bisa berada di level yang berbeda-beda, sesuai dengan tingkat pemahamannya. Namun semuanya sama, yaitu muslim.
    .
    Bagi orang-orang suku pedalaman di hutan yang hanya tinggal menerima dogma harus mengikuti siapa? apa dasarnya? Ingat jika mereka salah memilih, neraka ancamannya.
    .
    Euh, setahu saya, Tuhan itu Maha Adil :)
    Dia tidak menuntut lebih dari kemampuan kita.
    .
    Yang dinilai oleh Nya adalah usaha kita. Proses.
    Bukan hasil.
    .
    Selama ybs sudah berusaha dengan segenap kemampuannya, maka itu sudah cukup baginya.
    .
    diskusi ilmiah haruslah obyektif dan sedapat mungkin lepas dari nuansa romantisme subyektif
    .
    Agak susah memang untuk bisa 100% obyektif, karena kita bicara mengenai subyek yang tidak 100% rasional :)
    .
    Tapi selama kita berusaha dengan seluruh kemampuan kita, dengan NIAT dan tekad yang baik – maka insyaAllah Anda akan menuai hasilnya kelak.

  • 173
    sepherman
    August 2nd, 2009 01:50

    he…he… lucu sekali, terlalu banyak aku mengagungkan symbol dan melupakan subtansi, siapa yahudi? siapa amerika? he… he…kenalpun tidak, aku hanya tahu dari media yang aku pilih, yang isinya sesuai dengan simbol yang aku agungkan, tapi aku lupa kenyataan pahit dihadapanku bagaimana kemiskinan dan kebodohan adalah milik bangsaku. dan itu akibat korupsi dan salah urus yang dilakukan bangsaku sendiri. he… he…untung agama hindu dan budha ga ada disana, hingga tidak sampai di kafirkan.

  • 174
    Ahmad
    August 23rd, 2009 17:42

    saya pusing melihat debat kusir ini.tidak semuanya say baca dri awal. percuma berdebat klo berbeda keyakinan. sy cuma ingin sedikit berkomentar dgn mas FARIZ yg berusaha ingin mempengaruhi keyakinan kristennya yakni KASIH..di pukul pipi kiri oleh musuh KASIH pipi kanan…:D

    saya cuma ingin bertanya dgn mas FARIZ terkait pernyataannya

    #Tuhan macam apa yang membenci ciptaanNya sendiri? Bukankah ini aneh dan tidak logis? Allah membenci Yahudi ciptaanNYa sendiri, melaknatnya dan bahkan memerintahkan muslim untuk memeranginya atau membunuhnya? Mengapa Allah membenci Yahudi? karena tersinggung? karena Allah merasa dikhianati Yahudi? karena Yahudi tidak mau taat? Karena Yahudi tidak mau menyembahNya? Jika demikian Allah memiliki self esteem yang rendah dan narcist. Dan dia pasti bukan Tuhan yang patut disembah.
    Jika Allah memang berkendak untuk memusnahkan Yahudi, bukankah mudah dilakukanNya sendiri? mengapa meminjam tangan Muslim?#

    saya cuma ingin melontarkan satu pertanyaan pada anda :
    1. jika apa yg menjadi pemikiran anda adalah menggambarkan sifat tuhan. mengapa tuhan tidak menjadikan agama ini satu saja biar terjadi kedamaian seperti yg anda impikan??coba jwb pertanyaan saya ini.

    Firman Allah dlm Alquran :
    “Kami telah jadikan bagi tiap-tiap kalian sya’riat dan jalan, seandainya Allah berkehendak tentu akan menjadikan kalian umat yang satu akan tetapi untuk mencoba kalian maka berlomba-lombalah menuju kebaikan.”( Qs. Al Maidah(4):48)

    Firman Allah dlm Alquran :
    Artinya: “Sesungguhnya agama yang dirido’I di sisi Allah hanyalah Islam dan tidaklah ahli kitab berselisih melainkan
    setelah datang pada mereka pengetahuan dan mereka melebihi batas ,dan barangsiapa yang kufur terhadap
    ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah Dzat paling
    cepat balasannya”.(Qs. Ali Imran(3):19)

    Firman Alloh dlm Al Quran :
    Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” ( Al Baqoroh : 30)

    jadi mas FARIZ, kesimpulannya, itu semua adalah kehendak ALLAH SWT. yg menciptakan hitam dan putih, baik dan jahat, cantik jelek. jadi kalo anda mengatakan bahwa tuhan bersifat narsis (mnrt pandangan manusia yg kafir) yah terserah anda..
    anda tidak ingat..Bahwa yg menciptakan IBLIS LAKNATULLAH itu Adalah ALLAH SWT. jadi, klo memang mau ALLAH SWT mau saja menjadikan bumi ini semuanya Baiiiiiiikk semua gak ada kejadian apa2…yah gak serulah mas…
    jd semanya itu adalah KEHENDAK ALLAH SWT….

    coba anda jawab pertanyaan saya dgn pemikiran anda…..he..he..he(senjata makan tuan)

  • 175
    Ahmad
    August 23rd, 2009 21:28

    terkait dgn koment ams FARIZ :#Mas Abdillah, Kitab Suci adalah kepercayaan, bukan bukti. Definisi kepercayaan adalah menerima sesuatu begitu saja tanpa bukti. Jika sudah ada bukti namanya bukan lagi kepercayaan, tetapi pengetahuan. Logika Mas agak sulit diterima. Satu analogi:
    .
    A : Tetangga saya adalah Nabi
    B : Apa buktinya?
    A : Buktinya adalah karena dia mengatakan begitu.
    .
    Agaknya tidak begitu logis :)
    Salam manis.. #

    saya hanya ingin MENANTANG mas fariz yg bisa menemukan kebenaran dengan Logika/akalnya (yg bisa diterima dgn akal)

    Coba mas FARIZ Penuhi Tantangan dri Firman Allah SWT :

    Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.
    Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) – dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.
    ( QS. Al Baqoroh :23-24)

    Jika mas sudah merasa mampu membuatnya (dgn catatan bukan Plagiat mentah2) yg benar2 tingkat Sastra, pemilihan kata dan syarat2 lainnya yg menyamai Alquran. maka boleh kita bawa Surat/ayat Mas itu, ke para pakar Sastra Dunia, Pakar Alquran dri Golongan kaum Orientalis seluruh dunia utk kita ujikan.

    Mas FARIZ jgn hanya menggiring pembaca kearah pemikiran mas dengan Tanpa Bertanggung Jawab utk memberikan Solusi. Jika emang Mas mampu utk mampu berpikir membuat dunia ini damai, sejahtera, gemah ripah loh jenawi…silahkan mas buat Konsep sendiri dan Buktikan Konsep Mas itu sendiri atas seluruh Umat Manusia di Dunia!!

    Saya rasa tidak ada yg mampu melakukan itu kecuali Alquran dan Hadits Shahih. krn Al Quran dan Hadits (Islam) itu adalah Problem Solving kehidupan Dunia. disitu terbukti dgn Ajaran2 yg dibawanya mengenai .Tauhid, Muamallah, Hudud, Akhlaqul karimah, Hikmah, Ibadah. Coba bantu saya carikan Konsep/Ajaran yg lebih Sempurna dri Alquran yg termaktub hanya dengan 114 Surat, 6236 Ayat tapi memiliki Ajaran yg Komprehensih/menyeluruh…Silahkan Jawab Tantangan saya ini..jgn hanya ngedumel doang…

  • 176
    Ahmad
    August 23rd, 2009 21:49

    saya tambahkan lagi yg istimewa dlm KAndungan Alquran/Islam yakni selain yg saya sebutkan sebelumnya adalah didalam Alquran terkandung Ilmu Pengetahuan yg di saat masanya diturunkan, manusia belum mengetahui. proses kejadian manusia dri janin hingga menjadi bayi. padahal dulu ilmu kedokteran belum menemukan hal itu. dan banyak lagi dlm kandungan2 alquran ttg ilmu2 pengetahuan yg belum diketahui manusia dari zaman kezaman yg telah banyak para PAKAR ILMUWAN yg kata mas Fariz adalah SI PERAGU yg berhasil menemukan kebenaran yg pada akhirnya bermanfaat bagi Manusia di seluruh dunia (makanya Alquran itu tak pernah lekang zaman isi kandungannya) sy rasa tidak perlu sy tunjukkan ayatnya bisa mas FARIZ cri sendiri dlm Alquran atau search aja Google utk membuktikan omongan sy itu mengenai ilmu pengetahuan.

    Pokoknya sangat Kompleks Kandungan Alquran dan pantas menjadi Problem Solving bgi Dunia yg HANYA terdapat dlm 114 surat, 6236 Ayat….Subhanallah..Allahuakbar!

  • 177
    Ahmad
    August 24th, 2009 05:34

    Menanggapi komentar mas FARIZ : #Mas Sufehmi yang bijak,menurut hemat saya, sebuah kitab suci adalah book of guidance. Sebuah book of guidance haruslah jelas dan mudah dipahami. Book of guidance bukanlah misteri. Bukan teka-teki yang harus dipecahkan. Menurut saya Tuhan tidak perlu menyembunyikan suatu hikmah dan hanya orang-orang pada level kecerdasan tertentu yang berhak tahu. Saya pikir tidaklah sulit bagi Tuhan untuk membuat kitabNya bisa dipahami keseluruhannya oleh ciptaanNya pada semua level.#

    Mudah saja untuk memahami Bahwa Al Quran itu adalah Kitab Tertinggi dan Tersuci. Analoginya seperti ini :
    Apakah bisa Anak TK membaca Alquran tanpa mengenal Huruf Hijaiyah terlebih dahulu? tentu untuk bisa sampai membaca Alquran (yg bertulisan Arab) tentu ada yg membimbingnya yakni GURU, gurulah yg dapat menanamkan ke memori otak anak TK tsb INFORMASI bagaimana bentuk2 huruf Hijaiyah tsb sehingga pada akhirnya sang anak tsb dpt membaca Alquran dgn sempurna kelak. katakanlah Anak TK itu diberikan buku untuk TK yg mengajarkan huruf Hijaiyah yg dibuat oleh pengarang buku tsb “Semudah Mungkin utk di cerna oleh anak TK” namun apakah mgk sang Anak tsb mempelajarinya dgn sendiri tanpa bimbingan dri seorang guru? klopun seandainya bisa berarti anak TK tsb Sungguh luar biasa Jeniusnya dan tentu hal tsb sangat jarang ditemui di dunia ini..

    Alquran itu adalah Kitab TERTINGGI,TERMULIA, TERSUCI..dri semua Kitab yg ada dimuka bumi ini, didalamnya terkandung kesempurnaan Ajaran, pengetahuan bagi Dunia. tentu memang tidak mudah utk mempelajari Alquran itu bagi semua orang, dibutuhkan SESEORANG yg dipercaya utk menyampaikan Risalah Alquran itu sendiri. Siapakah penyampai Risalah tersebut ? itulah Rasulullah SAW , yg menjelaskan kepada Manusia tentang Apa – apa yg diturunkan oleh Al quran melalui HAdits-haditsnya.
    hal tsb terdapat dlm Firman Allah SWT : Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. ( QS. Al Ahzab 21)

    dan siapakah penerus dri Rasulullah SWT, yg berperan sbg Penjaga, Pengayom Umat yg selalu membimbing Manusia ini utk dpt terus Belajar dlm mencari kebenaran ini agar tidak terjerumus dlm lembah Kesesatan ? Itulah PARA ULAMA SEJATI (bukan Ulama Su’/Syetan) yakni sebagai PEWARIS PARA NABI

    Sebagaimana hal tersebut tdpt dlm Hadits Rasulullah SAW: Siapa saja yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, Allah memperjalankannya di atas salah satu jalan surga. Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap mereka karena ridha kepada penuntut ilmu. Sesungguhnya seorang alim itu dimintakan ampunan oleh makhluk yang ada di langit dan di bumi hingga ikan yang ada di dasar lautan. Sesungguhnya keutamaan seorang alim atas seorang abid (ahli ibadah) seperti keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang-bintang. Sesungguhnya ulama itu adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, melainkan mewariskan ilmu. Karena itu, siapa saja yang mengambilnya, ia telah mengambil bagian yang besar.” (HR Abu Dawud, Ibn Majah, at-Tirmidzi, Ahmad, ad-Darimi, al-Hakim, al-Baihaqi dan Ibn Hibban).

    dan dalam Firman Allah SWT Dalam Al-Quran surat al-Fathir:32, Allah berfirman,
    “Kemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba kami.” (Fathir: 32)

  • 178
    sufehmi
    August 26th, 2009 16:57

    @ahmad – saya pusing melihat debat kusir ini.tidak semuanya say baca dri awal. percuma berdebat klo berbeda keyakinan. sy cuma ingin sedikit berkomentar
    .
    Katanya “percuma berdebat” mas :) lho kok malah lanjut terus sampai 3 komentar yang panjang lebar tho ? :)
    .
    Dan komentar Anda saya lihat juga tidak menjawab.
    Mas Fariz punya suatu keyakinan tertentu, tapi kemudian Anda balas dengan keyakinan Anda sendiri juga. Jadinya ya sama-sama tetap berseberangan.
    .
    Ya tidak apa sih, masing2 punya keyakinan sendiri. Itu tidak salah.
    Tapi, jadi aneh jika Anda kemudian merasa sudah berhasil menjawab pertanyaan mas Fariz :)
    .
    Contoh :
    (1) Mas Fariz yakin bahwa adalah hal yang aneh jika Tuhan membenci ciptaannya sendiri
    (2) Anda “jawab” dengan keyakinan Anda sendiri – yaitu bahwa Tuhan itu Maha Berkehendak.
    .
    Tetap belum nyambung jadinya kan ? :)
    .
    Anyway, no problem. Silakan dilanjutkan lagi diskusinya.
    Trims.

  • 179
    slackycml
    January 10th, 2010 12:53

    Dimulai tanggapan Pebruari 2007, ternyata sampai November 2008 masih ada komentar juga … Subhanalloh panjang betul thread disini.
    Di awal 2010 ini malah saya menghidupkan lagi :)

    Sebenarnya saya tidak ingin memperpanjang komentar atas pernyataan/jawaban Fariz karena nampak tidak berguna lagi, baik kepada dirinya apalagi kepada diri saya sendiri. Hanya karena khawatir racun-nya menyebar kepada Muslimin, maka saya terpaksa turunkan komentar lagi (setelah sempat mengintip minggu ini)

    Tanggapan ini atas komentar Fariz pd tanggal 29 Okt 08 dan 04 Nop 08, yakni :
    1).Islamophobic ?
    >> Kelihatan jelas dan mencolok sekali dengan semua komentar anda. Maaf memang demikianlah adanya menurut “cara baca” saya.

    2).Standar kemanusiaan dalam konteks hukum perang jaman sekarang adalah Konvensi Jenewa.
    >> Betapa hebatnya orang yang mengaku sebagai ummat Muhammad, sementara di sisi lain tidak mengakui hukum perang yang diputuskan oleh Nabi anda sendiri. Ingatlah, pernah ada seorang muslim pada zaman Nabi yang menolak putusan beliau, seraya mengatakan “Adil lah wahai Nabi !” Maka Nabi mengatakan “Kalau aku tidak lagi adil, maka siapakah lagi -yang adil- ?” Setelahnya beliau mengatakan bahwa nanti akan ada keturunannya yang meneruskan pemahaman rusak tersebut. Dan mereka adalah anjing-anjing Neraka ! Maka hendaklah kita berlindung kepada Alloh dan selalu berusaha menghindarkan diri dari ucapan dan tuduhan Muhammad sebagai Nabi yang tidak adil.

    3).Tapi menurut saya ini masih juga belum sesuai dengan standar kemanusiaan sekarang. Hukum perang sekarang melarang pembunuhan massal dan perbudakan terhadap tawanan perang.
    >> Manusia hanyalah ciptaan Tuhan. Bilamana manusia sudah bangga membuat hukum agama atas dirinya sendiri, sudah bisa dipastikan tidak adil. Dan hukum peperangan dalam Islam ternyata merupakan bagian dari ajaran Al-Quran dan As-Sunnah. Jadi saat perang, seorang Muslim diwajibkan berperang sesuai dengan ajaran agama-nya. Hal ini lebih-lebih lagi saat Nabi masih hidup -seperti yang anda singgung, yakni saat Bani Quroizhoh berkhianat-, maka sudah pada tempatnya Nabi menerapkan semua syari’at Al-Islam. Wallohu a’lam.

    4).Biografer dan penulis sejarah Islam, seperti Ibnu Hisyam, Husain Haikal atau Karen Armstrong tidak mengatakan ini. Banu Quraizhah tidak pernah menyerbu kaum Muslimin. Dan kekuatan mereka jauh lebih kecil dari kekuatan kaum Muslimin waktu itu.
    >> Kentara sekali penipuan anda, wahai Fariz. Atau anda hanya orang yang ditipu ? Entahlah… Dengan sengaja meminggirkan ahli hadits, seperti Bukhori, Muslim dan lainnya, lalu hanya merujuk -orang yang dianggap- ahli sejarah, maka anda dengan seenaknya sendiri membelokkan kisah Bani Quroizhoh. Seakan-akan mereka tidak pernah berkhianat… kalaupun berkhianat toh bagaikan selilit di gigi Muhammad ! Wal Iyadzu BilLah … mari kita baca kembali dari sumber yang shahih/sah.
    >> Bani Quroizhoh memang tidak pernah menyerbu Muslimin, tapi mereka sudah menerima kedatangan teman pengkhianat dan utusan Quraisy. Hasilnya mereka telah menyiapkan 1500 pedang, 2000 tombak, 300 baju besi, 500 perisai untuk kebutuhan pengkhianatan tersebut !
    >> Kekuatan mereka kecil ? Betul kalau hanya 700 orang (yahudi) melawan 3.000 (muslimin). Yang menjadi masalah, mereka telah bersiap diri untuk berkhianat bersama-sama 10.000 pasukan gabungan Yahudi dan Quraisy yang mengepung Madinah !
    >> Masih terlihat kecil ? Saat perang, ternyata Nabi dan muslimin saat itu kewalahan menghadapi pasukan gabungan, sehingga beliau pernah menjama’ sholat ashhar dengan maghrib, sesuatu hal yang hanya terjadi sekali dalam sejarah Islam ! Begitu repotnya mereka -ridwanulLoh ajma’in-, tapi tiba-tiba dari dalam Madinah muncul pengkhianatan ! Kalau lah bukan karena pertolongan Alloh, mereka sudah dalam keadaan sangat berputus-asa ! Baca QS.Ahzab ayat 10-11.

    5).Saya hanya peduli jika ada kepercayaan yang mengandung kebencian.
    >> Subhanalloh, hebat betul anda yang berselimutkan Islam tapi menohok Nabi Muhammad. Mengaku cinta damai lalu menyepelekan Nabi Muhammad. Kalau anda muslim, segeralah bertaubat dan mari belajar Al-Islam tanpa menghakimi, wahai Fariz. Bila anda ahli kitab, maka bersiaplah kecewa karena Din Al-Islam akan tetap cemerlang. Bila anda tak beragama, maka bersiaplah dari sekarang bahwa anda akan menerima Al-Islam ini dengan senang hati maupun terpaksa !

    Semoga komentar yang sedikit ini manfaat atas ketinggian hujjah Din Al-Islam -walaupun tak ubahnya satu serpihan debu yang terbang sekejap- , Amin.

  • 180
    Fariz
    July 20th, 2010 22:49

    @ All,

    Aduh aduh..bertambah lagi deh gelar saya..lengkaplah sudah..:) Sekarang saya disebut meracuni, penipuan, ngedumel doang..
    Tapi gak papa kok..itu resiko saya..Berani bicara harus berani menanggung konsekuensinya..Mungkin saja saya memang keliru..Apapun, saya tetap menyayangi Anda semua..
    Saya tidak hendak mencampuri keyakinan Mas/ Mbak..Silakan Mas/Mbak..Itu hak yang paling asasi..Tetapi jika keyakinan itu mengandung unsur kebencian, permusuhan, kekerasan, ijinkan saya untuk kritis..
    Jika Al Quran benar menurut Anda, tafsirkanlah untuk kebaikan umat manusia..Tidak hanya untuk Muslim tapi juga untuk Non Muslim, juga untuk orang-orang kafir..Mereka juga manusia, bukan babi atau monyet..Mereka bukan najis yang harus disingkirkan atau dibunuh..Mereka juga punya orang-orang yang dikasihi..Kita selalu bilang Islam adalah Rahmatan Lil Alamin..Janganlah ditafsirkan untuk membenci..Janganlah ditafsirkan untuk curiga..Janganlah ditafsirkan untuk saling menguasai..Janganlah ditafsirkan untuk kekerasan..Janganlah ditafsirkan untuk berperang..Janganlah memonopoli kebenaran, sehingga tidak mampu melihat kebenaran orang lain, lantas memaksakan keyakinan sendiri..Fanatisme tidak menyelesaikan masalah, bahkan selalu menjadi biang permasalahan dalam sejarah peradaban manusia..
    Berhentilah playing victim, sebagai dalih untuk menyerang..Sebab kita sendiri belum tentu benar..Mulailah dari diri sendiri, percayalah kebaikan akan selalu menang..Berdialoglah, jangan pakai senjata..
    Saya hanya sedih melihat kekerasan demi agama terus berjalan di atas bumi..Kapankah berhenti? Lihatlah di koran tiap hari..Perhatikanlah dengan seksama..Selalu ada kekerasan atas nama agama..Apakah kita tidak miris? Cukuplah sudah pertumpahan darah..Jangan lupa, saya juga mengutuk kekerasan oleh Israel dan Amerika..Andai saya ada di Israel saya juga akan melakukan hal yang sama..Saya tidak muluk atau naif, hanya sedikit berpengharapan pada saudara-saudara di negeri sendiri,,
    Sudahilah rasa curiga pada orang yang tidak sama keyakinan dengan kita..hand in hand dengan orang kafir sekalipun, dalam harmoni dan kasih sayang, bersama-sama membangun peradaban..
    Walaupun saya cuman bicara di forum kecil ini, saya bangga menyumbangkan sedikit saja untuk perdamaian..Didengar maupun tidak..Saya pikir Tuhan setuju dengan saya..

  • 181
    firmalar
    August 11th, 2010 02:32

    thanks for this article. nice.

  • 182
    driving lessons in Milton Keynes
    February 28th, 2011 10:24

    I really love the way information presented in your post.This site contains news and information on this that is constantly being updated

  • 183
    cekay
    March 13th, 2011 21:16

    megah sekali ya

  • 184
    sufehmi
    August 12th, 2011 01:37

    @ Fariz – maaf jawaban saya ini terlambat. Tapi mudah-mudahan lebih menjelaskan :
    .
    http://en.wikipedia.org/wiki/Banu_Quraiza#Demise_of_the_Banu_Qurayza

    Salam, HS

  • 185
    Anti Galau
    November 12th, 2011 15:18

    Anti Galau…

    […]harry.sufehmi.com » Blog Archive » Masjid Al-Aqsa, atau Dome of Rock ?[…]…

  • 186
    Berita Terbaru
    November 17th, 2011 11:08

    Berita Terbaru…

    […]harry.sufehmi.com » Blog Archive » Masjid Al-Aqsa, atau Dome of Rock ?[…]…

  • 187
    Buy online annuity
    March 26th, 2012 19:55

    Buy online annuity…

    […]harry.sufehmi.com » Blog Archive » Masjid Al-Aqsa, atau Dome of Rock ?[…]…

  • 188
    anto dahari
    November 21st, 2013 09:56

    Kadang Al-Aqsha sendiri masih dipertanyakan, karena baru dibangun beberapa puluh tahun setelah Rasulullah SAW wafat.

    Pernah saya tulis di http://syamina.org/syamina27-MENAHAN-DIRI-ARAHAN-BARU-AIMAN-AZH-ZHAWAHIRI.html

Leave a Reply

 

Subscribe without commenting

            








SEObox: Web Hosting Murah Unlimited Komik Indonesia Homeschooling Indonesia