Masjid Al-Aqsa, atau Dome of Rock ?
Selama ini saya mengira bahwa mesjid dengan kubah emas (seperti yang terlihat di gambar di samping kiri) ini adalah Masjid Al-Aqsa.
Ternyata, berdasarkan informasi dari BBC, mesjid tersebut adalah yang biasa dikenal dengan “Dome of Rock”.
Lebih jelasnya bisa dilihat di gambar dibawah ini :

Sebelumnya memang saya sudah menerima informasi mengenai hal yang sama. Namun, karena berbentuk email berantai, dan berasal dari kawan yang sebelumnya sudah tertipu oleh tipuan email berantai lainnya
maka (tentu saja) otomatis tidak langsung saya percayai begitu saja.
Kemudian saya mencoba mencari informasi yang lebih bisa diandalkan lagi mengenai hal ini.
Terimakasih kepada BBC, mudah-mudahan inilah informasi yang sebenarnya.

February 19th, 2007 16:34
Iya itu bukan l’Aqsha, tapi Masjid Kubah Batu A.K.A Masjid Umar.
Pernah nonton filem “Divine Intervention”? Wah wajib deh
Ceritanya banyak, salah satunya di tempat parkir dekat check point perbatasan ‘l Quds, si Sulayman (sutradara sekaligus pemeran utama) melepas balon. Balonnya ada gambar Yasser Arafat lagi nyengir. Nah si balon terbang menuju check point. Prajurit Israel penjaga pos kalap. Si balon mau ditembak, tapi temannya mencegah. Lalu lapor ke atasan, bilang ada balon mau melintas ke wilayah Jerusalem, tembak apa nggak. Akhirnya ngga jadi ditembak, si balon langsung terbang dan berhenti di atas masjid Umar ini
Adegan lain yang jadi favorit saya ada di youtube juga:
http://www.youtube.com/watch?v=TzvlXR-6SNY
Si Sulayman pandang2an sama orang Israel di lampu merah sambil setel lagu “I put a spell on you”. Aduh lucunya.
Eh kok malah ngomongin filem…
February 19th, 2007 17:11
Denger-denger, baik itu DoR atau Masjid Kubah Biru ya termasuk keseluruhan kompleks Al-Aqsha… CMIIW.
btw, khabar “batu melayang” itu hoax atow bukan yah?
February 19th, 2007 19:58
Dome of the rock itu bukan masjid. Bangunan itu cuma cungkup dari batu besar yang dipercaya merupakan tempat Rasulullah melakukan mi’raj.
February 19th, 2007 23:46
Dahulu saya juga sempat mengira Dome of the Rock adalah Masjid Al-Aqsa. Saya baru tahu saat melihat salah satu video mengenai sejarah Masjid Al-Aqsa.
Btw, tks atas gambarnya yang sangat informatif.
February 20th, 2007 09:19
Seluruh kompleks (termasuk Masjid Al Aqsa) dulunya merupakan satu kesatuan Baitul Maqdis. Selama diduduki Romawi & Asyur lah sedikit-demi sedikit hancur dan mengecil sekarang tinggal Wailing Wall yg masih bagian dari bangunan asli.
Temple of Jerusalem merupakan “Ka’bah”-nya agama Yahudi. Dibangun Nabi Sulaiman lebih dari 1500 SM. Jadi sebenarnya orang Yahudi yg lebih dahulu memiliki dan membangun jauh sebelum Islam lahir.
Dahulukan Nabi SAW pernah shalat menghadap Baitul Maqdis ini. Lantas berubah arah ke Makkah walaupun masih banyak patung2 berhala.
Kampanye politis para pemimpin Palestina membuat seakan2 semuanya satu kesatuan jd kalo Yahudi menggali diluar kompleks langsung dicap mau menghancurkan masjid Al Aqsa. Tak lain agar dukungan dusia Islam mengalir ke Palestina.
February 21st, 2007 07:16
Waah saya juga baru tahu nih mas. Selama ini saya memiliki pemahaman bahwa al aqsa dan dome of rock adalah bangunan yang sama, ternyata berbeda. Trims informasinya.
February 21st, 2007 14:30
Iya, jujur aja saya juga dulunya menyangka kalo bangunan yang berkubah emas itu Masjid Al-Aqsa. Informasi yang berguna ni, saya teruskan ke milis2 saya
February 22nd, 2007 08:17
memang ini disengaja untuk menipu umat islam. dan ini konspirasi musuh2 islam. yang diblow up dan ditampakkan adalah the dome of rock, sedangkan Aqsho nya sendiri tidak di blow up, ini bertujuan untuk mengalihkan perhatian umat islam dari al Aqsho yang sebenarnya.
February 23rd, 2007 19:04
Kadang Al-Aqsha sendiri masih dipertanyakan, karena baru dibangun beberapa puluh tahun setelah Rasulullah SAW wafat.
Pernah saya tulis di http://yulian.firdaus.or.id/2005/08/30/isra-miraj/
February 28th, 2007 09:28
Sebenarnya udah pada tahu sih kalo Al Aqsa baru dibangun stlh Nabi SAW wafat
Makanya ada yg “menafsirkan” Isra Miraj sbg mimpi
Mimpi apa ngeles…hehehehe
July 3rd, 2007 08:56
hmm,, menurut aku sih.. Pemberitaan itu lah yang sebenarnya menyimpang,, dan kita tau,, kalo BBC, CNN adalah antek2 yahudi dalam pemberitaan/media,, kenapa hal ini tidak diberitakan di Al-Jazeera misalkan.. Wallahua’lam bisshowab.
August 23rd, 2007 13:38
Makasih infonya. dah dari dulu benernya tau tentang ini, tapi gak ada yang membahasnya secara detail.
August 28th, 2007 09:37
KISAH NABI NABI…
KISAH NABI NABI…
September 18th, 2007 01:56
Informasi yang menarik. Salam.
November 1st, 2007 10:41
Mungkin sekelumit sejarah ini bisa membantu: Tidak ada masjid yang berdiri di Yerusalem semasa Nabi masih hidup. Ide mendirikan masjid di kompleks Al Haram Al Sharif atau reruntuhan Kuil Sulaiman atau Temple Mount, baru terjadi 6 tahun setelah Nabi wafat oleh Umar Bin Khattab. Beliau menginginkan untuk dibangun sebuah masjid di selatan Foundation Stone (membelakangi Foundation Stone, menghadap selatan/Mekkah). Pembangunan tersebut dilakukan oleh Khalifah Ummayah Abd Al Malik Ibn Marwan dan diselesaikan oleh anaknya Al Walid 68 tahun setelah Nabi wafaf dengan diberi nama Masjid Al Aqsha (me-refer ke Quran).
Di Quran dan Hadist tidak pernah disebutkan lokasi tepat di mana Nabi SAW Mi’raj. Di Quran hanya disebut Masjidil Aqsha (artinya ‘masjid terjauh’, bukan Masjid Al Aqsha secara fisik seperti kita lihat sekarang). Sementara di hadist, Nabi menyebut lokasi masjid itu di Baitul Maqdis (yaitu Yerusalem). Mungkin yang dimaksud Quran dengan Masjidil Aqsha adalah keseluruhan kompleks Al Haram Al Sharif atau Kuil Sulaiman (setidaknya itulah yang terpikir di benak Umar Bin Khattab ketika memasuki Yerusalem). Mengingat di Quran juga disebut Masjidil Haram, padahal waktu itu belum berdiri, yang ada hanya Ka’bah (tempat menyembah berhala waktu itu), maka disini bisa ditafsirkan bahwa masjid berarti ‘tempat sujud’ atau ‘tempat ibadah’. Bukan bangunan masjid secara fisik. Lalu mengapa tempat ibadah Yahudi disebut juga Masjid ? . Karena menurut Islam, Solomon atau Sulaiman sebenarnya mengajarkan Islam juga, dalam pengertian tauhid.
Di pusat kompleks Kuil Sulaiman, terdapat Foundation Stone yaitu batu landasan yang dipercaya umat Yahudi sebagai tempat Yahweh menciptakan alam semesta dan tempat Abraham mengorbankan Isaac. Bagi umat Islam batu ini adalah tempat Nabi Muhammad menjejakkan kakinya untuk Mi’raj.Untuk melindungi batu ini, Khalifah Abd Al Malik Ibn Marwan membangun kubah dan masjid polygon, yang kemudian terkenal dengan nama Dome of The Rock.
Kesimpulannya, tempat suci yang sebenarnya adalah Dome Of The Rock itu (sebagai tempat Nabi Mi’raj) dan bukan Masjid Al Aqsha.
January 3rd, 2008 11:42
assalamualikum
wah saya jdi ikut binun juga ni, sbener nya yg mana masjid al aqsa. Awalnya saya kira dome of the rock lah masjid al- aqsa tapi setelah tau kalo itu akal licik umat yahudi jadi muter lagi de ^_^. Trus muter lagi stelah baca message na fariz. Kayak na semua logis. Kemarin (1 januari 2008) di metro tv dengan judul “Jerussalem Holiest place” disitu dijelaskan bahwa dome of the rock adalah benar tempat dimana Nabi Muhammad naik ke surga tepat diatas batu-batu yang saat ini berada di tengah2 dome of the rock. Dan memang Jerussalem adalah tempat suci bagi 3 agama, islam, yahudi, dan kristen. Dan sampai dengan saat ini umat muslim percaya bahwa itu adalah benar masjid al aqsa.
Sedangkan masjid dengan kubah dengan warna agak ke hijau-hijauan tidak di expose sama sekali.
Semoga apa yang kita yakini hingga hari ini tidak mengalami kekeliruan (itu saja).
Wassalamualaikum
January 29th, 2008 15:02
Ada baiknya kita tidak menuduh umat Yahudi mengakali secara licik masalah dome of the rock. Di jaman informasi dan internet tidak ada lagi yang bisa disembunyikan. Cerita bahwa ada yang berusaha menipu Dome of the Rock adalah Masjidil Aqsa, adalah cerita konyol dan tidak logis. Di jaman mbah-mbah dahulu mungkin bisa dilakukan. Tetapi waktu sudah berubah. Kita bukan lagi di jaman jahiliyah. Kita di era internet dan informasi canggih.
Umat Yahudi seperti kita juga adalah manusia. Sama-sama ciptaan Tuhan. Mungkin kita dan mereka berbeda pendapat. Tetapi selalu memandangnya sebagai lawan yang memusuhi kita secara paranoid justru cermin kebencian di hati kita. Love and peace…!!
January 30th, 2008 02:21
bacalah wikipedia, sejarah mencatat SOLOMON TEMPLE telah di rusak/hancurkan/rampok sebanyak 7 (tujuh) kali dan pernah mengalami restorasi atau pembangunan kembali.
pertanyaan:
APAKAH DISITU BENAR-BENAR TEMPAT YANG SESUNGGUHNYA? APAKAH YANG MANUSIA PERGELUTKAN SEKARANG INI HANYALAH SOLOMON TEMPLE MADE IN PERSIA SEDANG YANG ORIGINAL TELAH BERUBAH LOKASI? BILAKAH INI SUATU RENCANA TUHAN AGAR KERAJAAN TERMEGAH DALAM SEJARAH MANUSIA INI TETAP SUCI DAN TERHINDAR DARI SEGALA PERCEKCOKAN MANUSIA-MANUSIA BODOH TAK TAHU SEJARAH YANG HANYA MENGEJAR KEDUNIAWIAHAN?
hanya ALLAH SWT yang maha mengetahui. walahualam.
January 31st, 2008 06:05
@Fariz - Tetapi selalu memandangnya sebagai lawan yang memusuhi kita secara paranoid justru cermin kebencian di hati kita. Love and peace…!!
.
Kemampuan untuk berpikir kritis dan selalu waspada juga tetap penting.
Jangan sampai nantinya kita jadi cuma makin menambah panjang daftar ini.
.
Atau jadi senasib seperti Palestina — dijajah & tidak dianggap sebagai manusia, namun tidak ada tindakan apa-apa dari negara-negara lainnya; karena kampanye disinformasi Zionis sehingga seakan-akan memang tindakan tersebut adalah benar.
.
Jangan terlalu naif juga. Nanti kita jadi cuma menambah panjang daftar korban mereka.
.
@BO - jadi memangnya kenapa? Kabah juga sudah sering rusak & dibangun kembali, tapi tetap saja lokasinya sama.
January 31st, 2008 12:36
@Sufehmi
Setuju. Kritis dan waspada memang perlu. Tentu kita tidak menafikan tindakan buruk Amerika dan Israel. Sebagaimana juga kita tidak menafikan tindakan buruk saudara-saudara kita Muslim. Tetapi perlu kita ingat bahwa tindakan Amerika dan Israel TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN AGAMA. Amerika dengan segala ide men’demokrasi’kan dunia dan kepentingan Nasionalnya. Sementara Israel-Palestina adalah persoalan Geopolitik dan Nation Building. Jadi apa hubungannya dengan berusaha mengelabui Umat Muslim sedunia dengan mengatakan Dome of Rock adalah Masjidil Aqsha? Logika apa yang kita pakai? Mengapa harus memusuhi Islam?
@ BO
Tuhan pastilah tidak seperti itu. Manusia jauh lebih penting daripada sekedar bangunan bernama Solomon Temple.
March 18th, 2008 09:33
Menurut saya sebaiknya teman-teman kalau ada rezeki berkunjung saja ke Al Aqsa……niqmat kok…lagian seperti umroh saja, alhamdulillah saya sekeluarga sudah pernah menjejakkkan kaki di sana setelah umrah di mekkah dan kebetulan tour leadernya orang palestine dan ybs bercerita panjang lebar mengenai al aqsa, memang sulit juga nembus penjagaan israel tapi kalo udah niat emang seru jadinya. Manurut kami aman kok dan engga perlu berdebat kusir sama-sama engga tau…he…he….
March 30th, 2008 18:27
alhamdulillah saya masih bisa mengenali masjid Al Aqsa, karena dome of the rock sangat mencolok mata. namun saya tidak akan tertipu!!!
April 4th, 2008 23:13
@ Wahyu
Untuk berdiskusi tentang sesuatu topik atau tempat, tidak perlu pergi ke tempat tersebut. Einstein berdiskusi tentang alam semesta, padahal dia tidak bahkan tidak pernah pergi ke bulan sekalipun. Saya hanya ingin mengajak teman-teman berpikir bahwa kebencian dan dendam kesumat hanya mengotori hati dan memicu kekerasan. Hilangkan paranoid terhadap apa yang disebut “musuh-musuh Islam”, Israel, Yahudi dan Nasrani. Mereka bukan musuh Islam. Yang menciptakan idiom ini adalah Muslim sendiri. Mari berpikir rasional dan dengan hati nurani. Tidak ada yang berusaha menipu Muslim. Itu hanya lagi-lagi cermin kebencian dan paranoid yang picik dan tidak rasional.
@ Wahyu
Tidak ada yang bermaksud menipu Anda. Bagaimana Anda sampai pada kesimpulan begitu? Apa logikanya? Its funny..
April 6th, 2008 10:08
kita UMAT ISLAM pasti mampu mengalahkan yahudi itu pasti karna ini janji ALLAH oleh sebab itu wahai umat islam berjuanglah terus pasti ALLAH menepati janjinya dan bangsa PALESTINA akan megusir yahudi itu pasti karna yahudi itu tanpa tanah dan di laknat ALLAH semoga tercapai secepatnya
April 6th, 2008 22:31
Tuhan macam apa yang membenci ciptaanNya sendiri? Bukankah ini aneh dan tidak logis? Allah membenci Yahudi ciptaanNYa sendiri, melaknatnya dan bahkan memerintahkan muslim untuk memeranginya atau membunuhnya? Mengapa Allah membenci Yahudi? karena tersinggung? karena Allah merasa dikhianati Yahudi? karena Yahudi tidak mau taat? Karena Yahudi tidak mau menyembahNya? Jika demikian Allah memiliki self esteem yang rendah dan narcist. Dan dia pasti bukan Tuhan yang patut disembah.
Jika Allah memang berkendak untuk memusnahkan Yahudi, bukankah mudah dilakukanNya sendiri? mengapa meminjam tangan Muslim?
Mengapa kekonyolan ini diterus-teruskan? Mengapa kita tidak mampu lagi menggunakan otak kita? Lebih-lebih: tidak ada lagikah cinta kasih di hati kita?
April 8th, 2008 11:21
Saudara-saudaraku umat Islam marilah kita bersatu berpegang teguhlah pada Al-Qur’an dan Sunnah Rosulullah SAW.
Mari berjuang demi tegaknya agama Alloh SWT,
Alloh SWT akan memberikan kemenangan kepada umat Islam, untuk melawan kaum yahudi dan nasrani yang telah membunuh para nabi,membunuh orang2 sholeh,membunuh umat islam, melecehkan Rosul Alloh dan agama Alloh SWT, Allohuakbar, Allohuakbar, Allohuakbar
April 8th, 2008 14:31
@Fariz:Tuhan macam apa yang membenci ciptaanNya sendiri? Bukankah ini aneh dan tidak logis? Allah membenci Yahudi ciptaanNYa sendiri, melaknatnya dan bahkan memerintahkan muslim untuk memeranginya atau membunuhnya? Mengapa Allah membenci Yahudi? karena tersinggung? karena Allah merasa dikhianati Yahudi? karena Yahudi tidak mau taat? Karena Yahudi tidak mau menyembahNya? Jika demikian Allah memiliki self esteem yang rendah dan narcist. Dan dia pasti bukan Tuhan yang patut disembah.
Jika Allah memang berkendak untuk memusnahkan Yahudi, bukankah mudah dilakukanNya sendiri? mengapa meminjam tangan Muslim?
Mengapa kekonyolan ini diterus-teruskan? Mengapa kita tidak mampu lagi menggunakan otak kita? Lebih-lebih: tidak ada lagikah cinta kasih di hati kita?
Wuikkkk…..gtw knapa aq ngrasa,bhw mas fariz bkn sodara seiman saya ya (maap klo salah),mskpn pengetahuan sy tdk bgtu bgs,tp ada rasa jengkel,ketika sy bc tlsn mas fariz,maap ya mas fariz,,sy tahu dan yakin,bahkan sangat yakin bhwa Alloh Maha Penyabar lagi Maha Penyayang,tp klo hambanya ada yg nakal,Alloh bakal melaknatnya (bukan orngnya tp tindakannya yg dilaknat,,setau sy c bgt). Itu saja.
Maap klo kt2 sy dianggep ngga sopan dsb,t’utama bwt mas fariz,skali lg maap klo mnyinggung prasaan mas,,
April 8th, 2008 16:46
bingung nehh….soalnya gue pernah denger islam or agama laen ngga ada yang berani menjamin klo umatnya bakal msk surga bahkan nabi SAW aja minta doa dr umatnya buat msk surga,,,,bener ngga sih???// yahudi juga gitu tunggu penyelamat tp kagak dateng2……ck…ck..ck…kasih gue penjelasan dongngngngng
April 8th, 2008 21:52
@ Andra,
Gak papa Mas (atau Mbak?) Andra. Saya tidak tersinggung kok. Diskusi itu biasa. Apa pun kepercayaan saya, pertanyaan saya tetap sah untuk dijawab. Menurut saya, seluruh umat manusia adalah saudara kita. Bukan hanya yang seiman. Kita tidak boleh membeda-bedakan manusia atas imannya, warna kulitnya, atau sukunya. Lihatlah komentar saudara-saudara kita di atas. Apakah Mas Andra (atau Mbak?) tidak merasa ada keanehan? Mengapa mereka menggebu gebu ingin menghancurkan umat lain yang berbeda kepercayaannya? Bukankah ini kebencian? Apa yang melatarbelakangi kebencian ini? maaf, saya harus kritis. Kerena Quran dan Hadis andil sangat besar dalam hal ini. Mungkinkah Tuhan memang berkehendak seperti itu? Bukankah mereka ciptaanNya juga? Jika Tuhan hanya melaknat tindakannya, mengapa mengancam yang bersangkutan dengan azab dan neraka?
@vianca
Konsep surga dan neraka adalah produk Agama-agama Barat (Agama Abrahamistik dan Majusi). Surga dan neraka menurut saya bukanlah hal religius. Orang melakukan kebaikan selayaknya karena dia bahagia melihat orang lain bahagia, bukan karena janji surga. Orang tidak melakukan kejahatan karena seharusnya dia tahu Golden Rule. Jangan melakukan sesuatu kepada orang lain jika Anda tidak ingin sesuatu itu dilakukan orang lain terhadap Anda. Jangan mencubit kalau tidak ingin dicubit. Jangan membunuh kalau tidak ingin dibunuh dan seterusnya. Manusia bukan keledai yang harus dipancing dengan wortel dan diancam dengan cambuk agar mau berjalan.
Salam damai dan cinta..
April 17th, 2008 16:57
@Fariz
Tuhan macam apa yang membenci ciptaanNya sendiri? Bukankah ini aneh dan tidak logis? Allah membenci Yahudi ciptaanNYa sendiri, melaknatnya dan bahkan memerintahkan muslim untuk memeranginya atau membunuhnya? Mengapa Allah membenci Yahudi? karena tersinggung? karena Allah merasa dikhianati Yahudi? karena Yahudi tidak mau taat? Karena Yahudi tidak mau menyembahNya? Jika demikian Allah memiliki self esteem yang rendah dan narcist. Dan dia pasti bukan Tuhan yang patut disembah.
Jika Allah memang berkendak untuk memusnahkan Yahudi, bukankah mudah dilakukanNya sendiri? mengapa meminjam tangan Muslim?
Mengapa kekonyolan ini diterus-teruskan? Mengapa kita tidak mampu lagi menggunakan otak kita? Lebih-lebih: tidak ada lagikah cinta kasih di hati kita?
……………………………
Btw, agama lo apa sih Nyet???Pake2 m’hina2 ALLAH segala.Stress lu yee?? Ini diskusi kan tentang Dome Of Rock sama Masjid Al Aqsa knpa lu bawa2 Tuhan segala??
.
Ed - mohon agar dapat berdiskusi dengan santun, terimakasih
April 17th, 2008 19:19
Saudaraku Curut yang baik. Maafkan saya jika komentar saya membuat Anda marah. Saya tidak menghina Allah. Para komentator di blog inilah yang menghina Allah. Mereka berpikir bahwa Allah itu bisa tersinggung atau terhina oleh kelakuan ciptaanNya sendiri. Jika demikian Allah pastilah Narcist. Bagaimana mungkin Pencipta bisa tersinggung oleh ciptaanNya sendiri? Mereka menganggap Allah itu lemah sehingga perlu dibela mati-matian sampai menumpahkan darah sesama manusia segala. Allah tidaklah seperti itu. Tidakkah kita bisa berpikir logis tanpa perlu memaki lawan bicara kita?
Tadinya saya pun menanggapi hanya sebatas sejarah Dome of the rock. Tetapi ketika komentator yang lain mulai menyuarakan kebencian dan peperangan kepada Yahudi dan Nasrani dengan mengatasnamakan Allah, saya perlu angkat bicara. Merekalah yang mulai membawa-bawa nama Tuhan. Menurut saya perdamaian dan cinta kasih sesama manusia harus ditegakkan. Kebencian harus dilenyapkan. Bukankah itu yang diinginkan Allah? atau Anda berpikir Allah tidak menginginkan perdamaian dan cinta kasih antar sesama manusia?
Setelah puas memaki saya dengan “Nyet” (monyet?), saya harap Mas Curut bisa berdiskusi dengan menggunakan logika dan intelektualitas. Sukses dan bahagia selalu…
April 21st, 2008 16:43
@Fariz
Tetapi perlu kita ingat bahwa tindakan Amerika dan Israel TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN AGAMA. Amerika dengan segala ide men’demokrasi’kan dunia dan kepentingan Nasionalnya. Sementara Israel-Palestina adalah persoalan Geopolitik dan Nation Building. Jadi apa hubungannya dengan berusaha mengelabui Umat Muslim sedunia dengan mengatakan Dome of Rock adalah Masjidil Aqsha? Logika apa yang kita pakai? Mengapa harus memusuhi Islam?
-
Btw,kamu punya data dan fakta ya kalo tindakan Amerika dan Israel TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN AGAMA?
April 23rd, 2008 14:40
@ fariz
btw juga, lu kan blm jwb agama lu
apa “nyet”? (y disbt mas curut) lu nashroni atw lu antek zionis israel biadab itu!!!!tidak semua yg ada di dunia manusia itu bisa memahami!! lu tau knp Allah menerbitkan matahari dari sblh barat trus ilangnya d sblh timur???? pasti org jawab “yaaa.. emang dah dari snanya” tapi Allah maha tau knp itu terjadi. bener lu bilang! knp Allah harus pake tangan muslim untuk memerangi para zionis itu, padahal ALlah dgn kekuasaannya sekejap mata bisa menghancurkan mereka semua. tapi Allah menjadikan itu semua bt melihat bgmn cinta hambanya kepada-Nya. INGAT Sorga itu gak gratis!!! byk perjuangan berat yang mesti di lalui. mungkin banyak yang bilang masuk sorga kan gak harus jalan perang/jihad, byk cara lain. emmmang.. bener, but ingat janji Allah, kematian yang paling indah adalah mati dijalan-Ku. btw sekali lagi, gak semua mesti tau rahasia Allah di dunia ini!!!.
Ed - mohon agar dapat berdiskusi dengan santun, terimakasih
April 23rd, 2008 14:46
sdr Fariz saya maklumi kalo agama anda non muslim, karna bt apa diperdebatkan, gak akan ada menang kalahnya debat sama y bkn sdr seiman. dan kalo anda muslim,.. silahkan… silahkan pahami algi kandungan Al-Quran yang sesungguhnya. bukan hany mbaca doang!!!!
April 23rd, 2008 19:16
@Andi
Mas Andi yang baik, sepanjang saya tahu tindakan Amerika tidak atas nama agama tertentu. Amerika juga bukan negara agama tertentu. Mereka bertindak atas dasar kepentingan nasionalnya dan ideologi demokratik liberalnya.Amerika menolong Muslim Bosnia dari Nasrani Serbia dengan membombardir Serbia. Tidak ada komentar dari saudara-saudara Muslim. Amerika menolong kemerdekaan Muslim Kosovo juga dari Nasrani Serbia. Masih juga tidak komentar saudara2 Muslim. Amerika menolong Muslim Kuwait dari terkaman Muslim Irak. Anda masih berpikir Amerika bertindak atas nama Agama? Tidak saudaraku. Amerika membombardir Serbia karena ideologi demokrasi liberalnya. Amerika menolong Kuwait dari Irak juga dengan alasan yang sama dan mungkin juga karena alasan minyak alias kepentingan nasionalnya.
Perebutan wilayah Palestina antara Israel dan Arab telah berlangsung ribuan tahun. Israel telah berperang dengan Arab Palestina bahkan sebelum Islam lahir. Ini bukanlah perang antara Yahudi dan Islam. Tapi antara Israel dan Palestina.
April 23rd, 2008 19:52
@ Rahma
Mbak Rahma yang baik, agama saya tidaklah penting. Apakah jika agama saya Nasrani, atau antek Yahudi atau Islam, maka pertanyaan saya menjadi tidak sah?
Saudaraku, saya merasakan api kebencian yang menyala di hati Anda. Mengapa?
Memang tidak semua di dunia ini kita bisa memahami. Ilmu pengetahuan terus berkembang. Karena itulah diperlukan mentalitas peragu, bukan mentalitas percaya. Dunia berhutang kepada orang-orang yang meragukan segala sesuatu, bukan kepada orang yang langsung percaya begitu saja tanpa bukti. Para penemu adalah orang yang selalu meragukan sesuatu. Karena itulah mereka meneliti dan menyelidiki, shg ilmu pengetahuan berkembang utk kesejahteraan manusia.
Boleh-boleh saja percaya kepada sesuatu. Hak setiap orang untuk memiliki kepercayaan HARUS DIHORMATI. Tapi kepercayaan itu sendiri TIDAK HARUS DIHORMATI. Justru harus dipertanyakan, diteliti dan diselidiki.Jika tidak, kita bisa jatuh dalam kepercayaan yang salah bahkan jahat. Kepercayaan yang salah tidak menjadi masalah. Tapi kepercayaan yang jahat harus dihentikan. Anda boleh2 saja percaya ada naga berkepala dua di Planet Mars. Tidak ada masalah. Tapi jika Anda percaya bahwa membunuh orang yang lain agama dengan kita adalah tiket ke sorga, ini masalah.
Akal kita memang terbatas. Tapi itulah satu-satunya yang kita punya. Dengan akal atau otaklah kita bisa membedakan apakah sesuatu salah atau benar, baik atau jahat. Kalau tidak, dengan apalagi?
Anda mengatakan MEMERANGI ZIONIS ADALAH UNTUK MENUNJUKKAN CINTA HAMBA TERHADAP TUHANNYA. Cinta macam apa saudaraku yang ditunjukkan dengan cara membunuh? Dan Tuhan macam apa yang menuntut kecintaan ciptaanNya dengan cara membunuh ciptaanNya yang lain?
Kata Anda SORGA TIDAK GRATIS. DAN KEMATIAN YANG INDAH ADALAH MATI DIJALAN TUHAN. Yang Anda maksudkan jika kita memerangi Yahudi, itu adalah harga yang harus dibayar untuk masuk sorga? Dan Anda tidak tahu alasannya, kemudian dengan pasrah mengatakan itu rahasia Tuhan?
Tuhan memerintahkan membunuh dan Tuhan tidak memberi tahu alasannya? Adakah yang lebih konyol dan mengerikan sekaligus membahayakan daripada ini?
Saya sudah memahami Quran, Hadis, dan Sirat Nabawiyah. Karena itu sebenarnya saya tidak kaget membaca pernyataan bahkan dari seorang wanita Muslim seperti Anda.
Salam Cinta dan Perdamaian.
April 25th, 2008 14:53
@fariz
ck..ck.. ck..
pikiranmu, logis menurutmu,
belum tentu bisa diterima orang lain.
“Saya sudah memahami Quran, Hadis, dan Sirat Nabawiyah. Karena itu sebenarnya saya tidak kaget membaca pernyataan bahkan dari seorang wanita Muslim seperti Anda.”
–cuma bisa nyengir aj liat pernyataan diatas, betapa ketidaktahuannya dan sok tahunya anda,–
April 25th, 2008 15:19
@Curut, Rahma, Ady or Whoever: Well, saya muslim, tapi pemikiran sdr. Fariz masih lebih logis bagi saya ketimbang kalian berdua. Ditambah lagi dg cara kalian berdiskusi yg tidak kenal yg namanya AKHLAK. Memalukan!
April 25th, 2008 21:26
@Ady
Mas Ady yang budiman, saya tidak hendak memaksakan pemikiran saya kepada orang lain. Setiap orang bebas untuk berpikir. Setiap orang bebas untuk membantah pendapat saya. Pemikiran saya terus berkembang. Jika Anda memiliki pendapat yang membuktikan pendapat saya salah, saya akan mengkoreksi pendapat saya, sehingga terus menjadi semakin baik.
Untuk itulah gunanya berdiskusi. Itu akan menambah gula dalam cangkir wawasan saya. Untuk saat ini saya berpendapat bahwa pendapat saya logis. Jika Mas Ady berpendapat lain, bisakah ditunjukkan pendapat saya yang tidak logis atau keliru? Dimana letak ke-tidaktahu-an dan ke-soktahu-an saya?
Mohon ditunjukkan setelah selesai nyengir ya Mas?
@Dhani
Terima kasih Mas. Saya setuju. Pro dan kontra dalam diskusi adalah hal biasa. Tapi alangkah baiknya jika dilakukan dengan kepala dingin dan ilmiah.
April 26th, 2008 16:13
@Fariz - wah ternyata diskusinya sudah panas disini, maaf terlewat oleh saya.
.
Setuju. Kritis dan waspada memang perlu. Tentu kita tidak menafikan tindakan buruk Amerika dan Israel. Sebagaimana juga kita tidak menafikan tindakan buruk saudara-saudara kita Muslim.
.
Mm… poin saya sebelumnya bukan soal itu. Komentar saya sebelumnya mengajak kita untuk melihat soal Yahudi ini secara lebih proporsional.
.
Saya pribadi tidak menggeneralisir bahwa semua Yahudi = jahat. Buktinya sudah banyak.
.
Namun di lain pihak, menelan informasi mentah-mentah dari sisi mereka tanpa check & recheck itu namanya naif; mengingat reputasi mereka dalam soal disinformasi.
.
Tetapi perlu kita ingat bahwa tindakan Amerika dan Israel TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN AGAMA.
.
Christian Zionism
.
AIPAC (dimana Zionisme jelas adalah gerakan berbasis agama (Yahudi))
.
Christian extremists
.
Amerika dengan segala ide men’demokrasi’kan dunia dan kepentingan Nasionalnya. Sementara Israel-Palestina adalah persoalan Geopolitik dan Nation Building. Jadi apa hubungannya dengan berusaha mengelabui Umat Muslim sedunia dengan mengatakan Dome of Rock adalah Masjidil Aqsha? Logika apa yang kita pakai?
.
Saya juga tidak tahu. Namun di lain pihak, memang terlalu banyak kejadian di dunia ini yang (menurut kita) tidak logis.
.
Seperti bantuan dari Amerika yang jumlahnya bisa mencapai milyaran dolar setiap tahunnya kepada Israel, padahal tidak ada untungnya bagi Amerika. Justru membuat negara2 lainnya marah.
.
Mengapa harus memusuhi Islam?
.
Well, kalau kita coba berada di posisi mereka (Yahudi), tentu wajarnya mereka menganggap bahwa agama mereka yang benar. Berarti, Muhammad adalah nabi palsu. Berarti, Islam adalah agama Yahweh yang palsu. Menurut mereka.
.
Mungkin karena itu para ekstremis mereka jadi sangat benci terhadap Islam.
.
Itu baru satu kemungkinan. Di tengah situasi yang super rumit di Timur tengah sana, apa saja bisa menjadi alasan…
April 26th, 2008 16:17
Amerika juga bukan negara agama tertentu
.
Tentu bukan. Seperti juga Indonesia bukan negara Islam.
.
Tapi kita jangan terlalu naif seperti itu lah.
.
Pada saat ini ekstremis Kristen sedang memegang kekuasaan yang terlalu besar di Amerika, sehingga meresahkan pihak lainnya di Amerika sendiri, terutama kaum sekuler. Terlalu banyak kebijakannya yang bias ke kepentingan kelompok ini.
April 26th, 2008 16:28
@Fariz - Tuhan macam apa yang membenci ciptaanNya sendiri? Bukankah ini aneh dan tidak logis? Allah membenci Yahudi ciptaanNYa sendiri, melaknatnya dan bahkan memerintahkan muslim untuk memeranginya atau membunuhnya? Mengapa Allah membenci Yahudi? karena tersinggung? karena Allah merasa dikhianati Yahudi? karena Yahudi tidak mau taat? Karena Yahudi tidak mau menyembahNya?
.
Kelebihan manusia dari makhluk2 lainnya adalah akal & free will (kebebasan berkehendak).
.
Umat Yahudi, walaupun sudah banyak ditolong & dikasihi selama beribu tahun, namun mereka cenderung membalasnya dengan menyembah berhala, membunuh para Nabi, dst.
.
Sehingga mulai dari Nabi Muhammad saw, preferensi Allah swt terhadap umat Yahudi dihapus, ditandai dengan diturunkannya Nabi terakhir ini ke kaum Arab - dan bukannya kaum Yahudi.
.
Jika demikian Allah memiliki self esteem yang rendah dan narcist. Dan dia pasti bukan Tuhan yang patut disembah.
.
Ya silakan saja jika Anda menarik kesimpulan demikian, tentu berarti juga siap mempertanggung jawabkannya kelak.
.
Tapi menurut saya, kesimpulan Anda tersebut itu, menilik situasi & data yang ada, cukup ngawur.
.
Jika Allah memang berkendak untuk memusnahkan Yahudi, bukankah mudah dilakukanNya sendiri? mengapa meminjam tangan Muslim?
.
Mungkin analogi ini hanya bisa lebih dimengerti oleh yang sudah memiliki anak — seringkali saya bisa melakukan sesuatu sendiri (menyiram kebun, mencuci piring, dst).
Namun, sangat lebih mengharukan & membanggakan ketika anak Anda, yang masih kecil, yang membantu Anda melakukannya.
.
Jadi bukan berarti Anda tidak mampu, namun karena hal tersebut lebih rewarding dari banyak sisi, daripada jika Anda lakukan sendiri.
.
Note saya bukan penganut kepercayaan semacam Jewish genocide, karena saya tahu bahwa ada juga Yahudi yang baik - sebelum ada salah paham.
Contoh yang saya sebutkan diatas itu hanyalah untuk menjelaskan kebingungan Anda seputar mengapa Tuhan kadang memilih untuk menyerahkan suatu urusan kepada manusia.
April 26th, 2008 16:56
@Fariz - Di jaman informasi dan internet tidak ada lagi yang bisa disembunyikan.
.
OK, saya baru menemukan, sepertinya komentar nomor 16 yang men-trigger komentar-komentar Anda disini.
.
Ini, lagi-lagi, adalah cara pandang ala utopian / terlalu naif.
Zaman ini adalah zamannya perang (dis)informasi
.
Contoh; bagaimana respon seorang Amerika jika mereka mengetahui berbagai kekejaman negaranya ?
Saya yakin mereka pasti akan syok & merasa sangat kecewa dengan pemerintahnya.
Tapi kenapa tidak terlalu banyak yang tahu ?
.
Salah satu jawabannya adalah penyalahgunaan media massa :
.
During the buildup to the 2003 invasion of Iraq, all 175 Murdoch-owned newspapers worldwide editorialized in favor of the war.
April 28th, 2008 13:43
@Fariz
Oh…..ternyata itu adalah akumulasi dari pengetahuan kamu aja to riz,jd bukan statement ato apalah itu namanya yg disampaikan scr langsung oleh amerika dan israel,dan mnrtQ lho ya…itu ga bisa dijadikan pembetulan klo tindakan amerika dan israel tidak ada hubungannya dg agama krn itu hanya klaim sepihak dari kamu thok riz (meskipun kamu sebutkan peristiwa2nya,itu kan penilaian dr sudut pandangmu dan kmu ga tau apa maksud di balik itu semua,kmu ga tau krn kamu bukan pelakunya). Jadi menurutQ statementmu yg bilang “Tetapi perlu kita ingat bahwa tindakan Amerika dan Israel TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN AGAMA” (apalagi di caps lock) koq ada kesan kayak gimana gitu (hanya Alloh dan kamu yg tau pasti). Itu aja sih. Semoga Alloh SWT memberikan hidayahNya kpd kita semua,amin….amin….amin….ya Robbal’alamin….
April 29th, 2008 10:33
@Fariz
Saya sudah memahami Quran, Hadis, dan Sirat Nabawiyah.
-
Maap mas fariz lg2 saya koq sdkt gmn gitu dg kata2 mas fariz,mas fariz blg sdh memahami Al-Qur’an, Hadis, dan Sirat Nabawiyah,,tp koq sy rasa mas fariz memiliki keraguan akan Al-Qur’an, Hadis, dan Sirat Nabawiyah ya,pdhl sbg seorang muslim kan hrs berkeyakinan bhw tdk ada keraguan atas isi yg dikandung dlm Al-Quran. Tp dr membaca komen2 mas fariz yg diatas koq tersirat bhw mas fariz bkn sodara seiman saya,tp koq ngaku klo memahami Al-Qur’an, Hadis, dan Sirat Nabawiyah ya?bwt apa mas ya?apa utk mencari kekurangan ato pembanding dg kitab2 dr agama yg lain trmsk agama mas sndri(asumsi bhwa mas bkn sodara seiman sy)?mnrt sy,mngkn itu kali ya mas,yg membwt mas fariz ragu akan kandungan2 yg ada dlm Al-Qur’an (soalnya mas yakin,klo kitab agamanya mas lbh pas dg pemikiran dan logikanya mas),,Klo mnrt saya lg,konsep Ketuhanan kita kan beda ,jdnya klo berdebat kusir yg ada kaitannya mslh agama dan Ketuhanan,yg ada pastinya mncl perbedaan,termasuk perdebatan masalah Masjid Al-Aqsa.Skali lg maap ya bwt smua,klo ada yg tersinggung dg kata2 saya,apalg klo saya dicap ga kenal yg namanya akhlak.
May 1st, 2008 23:12
Salamualaykum
salam kenal & numpang kenal
mbok ya sudah
masing-masing boleh koq ngaku paling dekat dengan Allah swt. ngga usah diomongin pun tiap hari kita itu udah dekat bahkan terkadang kita lalai menghisab diri sendiri, diri sendiri aja masih amburadul berani meng”hisab” orang laen.
orang yang meneliti sanad dan atsar hadist dengan spirit materiliasme ya hasilnya anthromorphisme
orang yang meneliti ilmu pasti, astronomi dengan spirit materialisme ya gak akan pernah nemu Tuhan
back to topic please “Dome of The Rock” or Masjid al-Aqsha
ana kasian dengan pemilik blog ini, masak rumah orang buat berkelahi?
dengar-dengar Yahudi orhtodoks sedang mencari “Tongkat Sulaiman” dibalik “excavation work” yang dilakukan oleh mereka?
May 16th, 2008 10:41
Tidak ada gunanya kalian untuk berdebat,perdebatan hanyalah mengundang amarah.Imankan sesuai yang kalian yakini dan jangan pernah menutup mata untuk mengetahui kebenaran.Bawalah damai di dunia ini dan itulah yang dikehendaki Allah.Ada cerita:
Ada seorang pelacur yang sedang ingin dihukum rajam di kota itu,tapi ada seorang yang bijaksana berkata seperti ini :”Tenang dulu,aku ingin bertanya pada kalian.Siapakah yang diantara kalian yang tidak pernah berdosa,hendaknya pertama kali melempar batu ini ke pelacur ini?”
Dan lontarkan pertanyaan ini pada kalian,apa yang akan kalian lakukan?apakah kalian tidak pernah berdosa?kalau kalian tidak pernah berdosa hendaklah kalian hakimi pelacur itu.
Jadi kesimpulannya “Tidak ada yang benar, seorang pun tidak. Tidak ada seorang pun yang berakal budi, Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak,
Maka daripada itu LAKUKANLAH 10 HUKUM PERINTAH ALLAH YANG DIBAWA MUSA,itulah yang berkenan di hatiNYa.Sucikan hati , pikiran dan bawalah damai sejahtera untuk sesamamu.
Kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan bukan kejahatan dengan kejahatan.
PEPERANGAN KITA BUKANLAH MELAWAN DARAH DAN DAGING TAPI PERLAWANAN KITA ADALAH PENGUASA@ DAN PEMERINTAH@ DIUDARA ALIAS SETAN@ DAN IBLIS@.
LAWANNYA LEWAT DOA!! UNTUK MENGHENTIKAN PERPECAHAN DUNIA.
BAWALAH DAMAI DI KOTAMU!!!SALING MENGASIHILAH ANTAR SESAMAMU!!!PUNYA HATI YANG MUDAH MENGAMPUNI
May 16th, 2008 10:46
Satu hal yang harus kalian miliki”KASIH”
Kasih itu =
sabar
murah hati
tidak cemburu
tak memegahkan diri
tidak sombong
tak berbuat tak sopan
tak cari untung diri
tdk pemarah
tdk menyimpan kesalahan orang/melupakan kesalahan org
tdk suka ketidakadilan
May 16th, 2008 10:48
Satu hal yang harus kalian miliki”KASIH”
Kasih itu =
sabar
murah hati
tidak cemburu
tak memegahkan diri
tidak sombong
tak berbuat tak sopan
tak cari untung diri
tdk pemarah
tdk menyimpan kesalahan orang/melupakan kesalahan org
tdk suka ketidakadilan
May 19th, 2008 20:04
@sufehmy,
Terima kasih Mas atas masukannya. Ini benar-benar menambah wawasan saya. Memang benar Mas. Jaman sekarang orang yang menyuarakan perdamaian dan cinta kasih terkesan utopis dan naif. Tapi saya pikir, seperti John Lennon bilang : “You may say I am a dreamer. But I am not the only one”. Saya yakin saya tidak terlalu naif, dan saya yakin banyak orang sependapat dengan saya.Jika Mas mengatakan saya terlalu naif dengan mengatakan bahwa Zionisme tidak ada hubungannya dengan Judaisme, apakah saya juga terlalu naif jika mengatakan terrorisme Amrozi cs tidak ada ada hubungannya dengan Islam?
Ingat, kedua kasus ini memiliki basis yang sama. Masing-masing menyitir ayat sucinya masing-masing. Saya tidak sendirian. Baca komentar Amin Rais http://www.kompas.com/kompascetak.php/read/xml/2008/05/15/01072588/palestina.bukan.konflik.agama.
Apakah Mas Sufehmi juga akan menyebut ini sebagai usaha disinformasi? Baca juga komentar Rabbi Yisroel Dovid Weiss di situ.
Quote: Fariz said:
Jika Allah memang berkendak untuk memusnahkan Yahudi, bukankah mudah dilakukanNya sendiri? mengapa meminjam tangan Muslim?
Sufehmi said:
Mungkin analogi ini hanya bisa lebih dimengerti oleh yang sudah memiliki anak — seringkali saya bisa melakukan sesuatu sendiri (menyiram kebun, mencuci piring, dst).
Namun, sangat lebih mengharukan & membanggakan ketika anak Anda, yang masih kecil, yang membantu Anda melakukannya.
.
Jadi bukan berarti Anda tidak mampu, namun karena hal tersebut lebih rewarding dari banyak sisi, daripada jika Anda lakukan sendiri.
.
Note saya bukan penganut kepercayaan semacam Jewish genocide, karena saya tahu bahwa ada juga Yahudi yang baik - sebelum ada salah paham.
Contoh yang saya sebutkan diatas itu hanyalah untuk menjelaskan kebingungan Anda seputar mengapa Tuhan kadang memilih untuk menyerahkan suatu urusan kepada manusia.
Saya pikir Allah tidak bisa disamakan atau bahkan dianalogikan seperti Anda dan anak Anda dalam case menyiram kebun dan mencuci piring. Ini masalah nyawa sesama manusia, bukan masalah kebun atau mencuci piring. Tuhan tidak akan haru dan bangga jika Anda membunuh orang lain yang nota bene ciptaanNya juga. Analogi Anda sangat membahayakan.
Saya tahu Mas Sufehmi seperti saya juga adalah pencinta perdamaian. Tapi dengan cara pandang Mas seperti itu justru akan menyirami benih-benih kebencian.Dan menambah semangat para teroris yang merasa memperoleh pembenaran dan dukungan moral.
Salam cinta dan damai.
May 19th, 2008 20:17
@Andi,
Mas Andi, itu memang pendapat saya pribadi, sepanjang pengetahuan saya. Saya tidak pernah dengar bahwa tindakan Amerika dan Israel adalah atas nama agama tertentu apalagi untuk memusuhi Islam.
Bisakah Mas Andi membuktikan pendapat saya salah? Bisakah Mas Andi memberikan bukti bahwa tindakan amerika dan Israel adalah untuk memusuhi Islam? Jika Mas Andi bisa, ya saya akan mengubah pendapat saya. Siapa tahu saya salah. Saya cuman manusia biasa.Inilah gunanya diskusi.
Salam manis
May 19th, 2008 20:34
@Andra
Terima kasih Mas Andra. Saya mengaku telah memahami Quran, Hadis dan Sirat Nabawiyah adalah untuk merespon thread Mbak Rahma yang menuduh saya tidak memahami kandungan Al-Quran yang sesungguhnya dan hanya membaca doang. Tidak ada maksud menyombongkan diri. Ilmu saya belum seberapa dibanding Mas Andra dan teman-teman.
Saya berpendapat bahwa hak untuk berkepercayaan harus dihormati. Tapi kepercayaan itu sendiri harus dikritisi, diteliti dan dipertanyakan. Jika tidak, kita akan terperosok dalam kepercayaan yang salah dan jahat. Kepercayaan yang salah tidak menjadi masalah. Tapi kepercayaan yang jahat harus dihentikan.
Jika memang suatu kitab suci adalah firman Tuhan, sia-sialah seseorang untuk mencari-cari kesalahan atau kekurangannya. Apalagi dari orang biasa seperti saya. Kitab suci itu harus zero error. Sempurna. Tidak boleh ada kesalahan barang setitik pun.
Mas Andra bukanlah orang yang tidak berakhlak. Setiap orang punya sisi emosional. Sangat manusiawi. Apalagi untuk sesuatu topik yang menurut sebagian orang dikategorikan sensitif. Cuman hemat saya, sebaiknya memang tidak perlu emosi itu disertakan dalam suatu diskusi.
Salam sayang
May 20th, 2008 21:37
@Wan
Mas Wan yang baik, jika Tuhan memang menghendaki ciptaanNya untuk “menemukan”Nya, tentu Dia melengkapi ciptaanNya dengan perangkat yang mampu untuk menemukanNya. Perangkat atau alat itu bernama akal. Kalau kita ingin “menemukan” Tuhan ya dengan akal kita. Tidak cara lain lagi. Atau Mas Wan punya cara lain, mungkin?
Salam manis.
May 20th, 2008 21:45
@Ani
Mbak Ani yang budiman, mengapa perdebatan tidak diperbolehkan? Karena hanya akan mengundang amarah? Tentu tidak selalu Mbak. Justru dengan perdebatan kita akan mendapatkan pencerahan. Kebenaran akan terungkap dari clash of arguments. Memang kita manusia tentu tidak lepas dari ego. Tidak ingin kalah atau dipermalukan. Tapi jika memang bener-benar ingin mendapatkan kebenaran, dan bukan kalah-menang, maka seseorang harus jujur. Mau mengakui jika keliru.
Salam damai
May 22nd, 2008 16:25
@Fariz - Jaman sekarang orang yang menyuarakan perdamaian dan cinta kasih terkesan utopis dan naif
.
Saya justru menganggap bahwa orang-orang yang menyuarakan perdamaian itu adalah para pahlawan.
.
Tapi, ketika kita sudah ditempeleng, dipukuli, diinjak-injak, dirampas hak hidupnya, dianiaya setiap hari; dan tetap percaya buta kepada si penganiaya — ini dia yang namanya naif.
May 22nd, 2008 16:27
@Fariz - Justru dengan perdebatan kita akan mendapatkan pencerahan.
.
Mungkin maksudnya “diskusi” ?
.
Kalau debat mungkin konotasinya cenderung ke seperti “debat kusir”, menghabiskan waktu namun akhirnya tidak ada manfaatnya.
May 28th, 2008 09:49
“Ketika kita dicaci maki, kita tidak membalas dengan mencaci maki; ketika kita menderita, kita tidak mengancam, tetapi kita menyerahkannya kepada Dia(Allah), yang menghakimi dengan adil”
Karena ada pepatah “Penghakiman adalah hak-Ku”
jadi tugas kalian adalah membawa perdamaian.Bukan naif tapi berusahalah tidak seperti orang dunia tapi bawalah kasih dan tidak memetingkan diri sendiri…
Memang keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh.
Perbuatan daging yaitu emosi,mudah marah,cepat tersinggung,selalu mencela orang lain dan berpikiran negatif,dlll.
Perbuatan Roh adalah kasih,membawa damai,tidak mementingkan diri sendiriii,dlll
Terkadang kita sulit utk melakukan keinginan Roh kita,maka daripada itu LAWANLAH!!!!!dari keinginan daging kita …PERANGILAH!!!!keinginan daging kalian @!!!
dan lakukan yang terbaik bagi semua orang itulah ibadahmu yang sejati…..
Manusia tidak ada yang sempurna…Jadi lakukan-lah yang terbaik untuk musuhmu…ada pepatah “Kasihilah musuhmu dan lakukan yang terbaik,jangan kalahkan kejahatan dengan kejahatan tapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan”
Tuhan tidak menghendaki persembahan tapi belas kasihan.Teladanilah PERBUATAN yang baik dari nabi Isa… nontonlah “PASSION”
Terbukalah untuk kebenaran …..jangan mencela dulu…..
buka buku@,film sejarah,dan jangan mudah di adu domba
Baca ,saksikan ,cari ilmu dulu baru bertindak!@!!!!!!!
May 28th, 2008 22:41
@Sufehmi
Tapi, ketika kita sudah ditempeleng, dipukuli, diinjak-injak, dirampas hak hidupnya, dianiaya setiap hari; dan tetap percaya buta kepada si penganiaya — ini dia yang namanya naif.
Mas Sufehmi yang baik, blind faith memang naif. Percaya buta terhadap apa pun tanpa dicerna dengan akal adalah sumber kemunduran dan kegelapan. Kita harus kritis. Tapi kritis tetap harus obyektif dan logis. Bukan paranoid emosional. Israel menipu Muslim dalam kasus Dome of The Rock, menurut saya adalah contoh paranoid. Sejarah tentang Dome Of The Rock berserakan di ribuan buku, media, internet, dan Israel berusaha menipu Muslim dengan menyebarkan gambar Dome of The Rock supaya dikira Al Aqsha? Paranoid seperti ini menghambat rekonsiliasi dan perdamaian. Menyalakan api kebencian sekaligus membuka pintu kekerasan.
Salam damai…
May 28th, 2008 22:45
@Sani
Terima kasih atas nasihat penuh cintanya. Tapi jika yang Anda maksudkan adalah untuk dakwah agama Anda, saya kira salah sasaran. Maafkan saya jika mungkin berburuk sangka.
Salam kasih
May 29th, 2008 09:19
Kalian Tahu bagaimana sejarah Musa?
Bagaimana Tuhan Pimpin bangsa Israel keluar dari tanah perbudakan yaitu Mesir?
Supaya kalian tahu sejarah ini dengan lengkap dan paham,anda bisa baca sejarah ini di Alkitab Kristen(Jangan Menganggap aku membawa agama tapi pandanglah alkitab kristen bukan sebagai buku agama tetapi sebagai buku sejarah dan ilmu pengetahuan n jangan pernah berpandang sempit…terbukalah untuk ilmu pengetahuan agar tahu mana yang benar n salah supaya tidak di adu domba)
Nama ayat-nya keluaran/KEL,ayat ini sejarah Musa semua.
Kalian tahu Israel dianiaya beberapa puluh tahun dengan Mesir?
tapi karena Tuhan mendengar doa mereka maka Tuhan memerintahkan Musa memimpin bangsa Israel untuk keluar dari tanah perbudakan(Mesir)
Caranya Tuhan bekerja lihat di sejarah ini….
dengan tanda@ yang dahsyat…
Bacalah…Panjang ceritanya…..
Jadi kalau tangan Tuhan yang sudah berperkara musuhpun dikalahkannya.
Jadi gak usah takut dengan orang yang jahat sama kita,Tuhan yang menghakimi kok..jadi Tugas kalian adalah pembawa damai.
Kalau kalian ikut membenci bukankah kalian sama seperti mereka yang membenci kalian…
jadi manakah yang baik????
May 29th, 2008 09:22
Berpikirlah Bijaksana..
Orang yang bijaksana adalah seperti lebih dari orang yang merebut kota
June 18th, 2008 08:29
assalamualaikum wr.wb
July 1st, 2008 22:53
payah, gak ada mutunya diskusi di sini
July 16th, 2008 13:39
emang, kayaknya disini bukan lagi buat diskusi..
udah gak jelas… orang pada ngomongin dome of ock kok jadi perang antar agama..
capeee. deh..
oiye, setau gue emang hampir disemua agama itu ada ekstrimisnya.. dan ada penyimpangannya.. namun itu bhukan agamanya yg salah.. tapi manusianya yang ngaco..
@sani
kalo cuma cerita nabi musa, di alquran juga ada.. nabi lain juga ada.. kalo orang bilang tuh… ini updatenya alkitab..
coba aja lo bandingin.. biar lebih tau cerita nabi musanya..
July 18th, 2008 10:13
@Zero & Dodol
Maafkan jika diskusinya tidak bermutu. Dari saya, cuman ingin membawa misi damai. Mengajak untuk membersihkan hati dari kebencian dan paranoid yang tidak logis. Teman-teman mengaitkan isu Dome of The Rock untuk membangkitkan semangat permusuhan terhadap Yahudi dengan latar belakang Agama.
Jika itu dianggap tidak bermutu, it’s fine. Sekarang Anda hendak berdiskusi secara “lebih bermutu” dengan mendiskusikan dongeng kuno tentang Musa, yang jelas-jelas tidak logis? apa misi Anda? Hendak membuktikan bahwa agama Anda lebih benar dari Agama orang lain? Ini yang Anda maksud lebih bermutu? Apa sumbangan Anda untuk umat manusia?
Salam damai
July 23rd, 2008 14:16
[...] http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/ : Masjid Al-Aqsa, atau Dome of Rock ? [...]
July 23rd, 2008 20:51
begini semuanya, pada dasarnya, agama adalah kepercaan kita sendiri. Tetapi apakah lebih baik jika kita tidak menjurus kepada hal2 SARA. pada awal cerita saya ngikuti baik2 saja, tapi pas akhir…….gak tau deh dari mana asalnya
Untuk mas Fariz (mbak ato mas) janganlah anda menyinggung kami sebagai orang muslim. kami tidak pernah menyinggung kepercayaan anda, oleh karena itu balaslah hal itu dengan hal serupa
Untuk yang mau saya saya ada di k.dzulfikar@yahoo.com
July 25th, 2008 23:22
@Dzulfikar
Mas Dzulfikar yang baik, mohon maaf jika telah menyinggung. Dome of The Rock adalah entitas keagamaan. Jadi tidak heran jika diskusinya menjurus ke hal2 Agama (atau SARA menurut istilah Mas). Menurut saya sih tidak ada yang salah atau tabu dalam mendiskusikan Agama. Memang benar, kita harus menghormati hak setiap orang untuk memiliki kepercayaan. Tapi kepercayaan itu sendiri tidak harus dihormati. Justru harus dikritisi, diselidiki dan dipertanyakan. Jika tidak, kita akan terjerumus dalam kepercayaan yang salah bahkan jahat.
Satu contoh, sebagai Muslim, Mas harus menghormati kepercayaan orang Kristiani pada Trinitas. Mas tidak boleh memaksa yang bersangkutan untuk meninggalkan kepercayaannya itu. Tetapi di sisi lain, Mas tidak harus menghormati kepercayaan akan Trinitas tsb. Justru Mas harus mengkritisi, menyelidiki dan mempertanyakannya, baru putuskan untuk mengikuti kepercayaan tsb atau tidak.
Untuk suatu kepercayaan yang jahat, bahkan kita harus lebih kritis lagi. Misalnya kepercayaan akan superioritas Bangsa Aria dalam Nazisme yang kemudian menyebabkan jutaan orang terbunuh. Kita harus mempertanyakannya, mengkritisinya. Jika penganut Nazi tersinggung, biarkan mereka tersinggung. Ada hal-hal yang jauh lebih besar dan mulia daripada sekedar menjaga perasaan atau ketersinggungan mereka, yaitu : keselamatan umat manusia, cinta dan perdamaian.
Salam dan sukses selalu
July 25th, 2008 23:27
@Dzulfikar
Mas Dzulfikar yang baik, mohon maaf jika telah menyinggung. Dome of The Rock adalah entitas keagamaan. Jadi tidak heran jika diskusinya menjurus ke hal2 Agama (atau SARA menurut istilah Mas). Menurut saya sih tidak ada yang salah atau tabu dalam mendiskusikan Agama. Memang benar, kita harus menghormati hak setiap orang untuk memiliki kepercayaan. Tapi kepercayaan itu sendiri tidak harus dihormati. Justru harus dikritisi, diselidiki dan dipertanyakan. Jika tidak, kita akan terjerumus dalam kepercayaan yang salah bahkan jahat.
Satu contoh, sebagai Muslim, Mas harus menghormati HAK orang Kristiani untuk percaya pada Trinitas. Mas tidak boleh memaksa yang bersangkutan untuk meninggalkan kepercayaannya itu. Tetapi di sisi lain, Mas tidak harus menghormati kepercayaan akan Trinitas tsb. Justru Mas harus mengkritisi, menyelidiki dan mempertanyakannya, baru putuskan untuk mengikuti kepercayaan tsb atau tidak.
Untuk suatu kepercayaan yang jahat, bahkan kita harus lebih kritis lagi. Misalnya kepercayaan akan superioritas Bangsa Aria dalam Nazisme yang kemudian menyebabkan jutaan orang terbunuh. Kita harus mempertanyakannya, mengkritisinya. Jika penganut Nazi tersinggung, biarkan mereka tersinggung. Ada hal-hal yang jauh lebih besar dan mulia daripada sekedar menjaga perasaan atau ketersinggungan mereka, yaitu : keselamatan umat manusia, cinta dan perdamaian.
Salam dan sukses selalu
July 27th, 2008 11:32
parah2,,,
ancur,,,
makin kesana makin ngawur aja nich,,,
July 27th, 2008 11:42
daripada mikirin itu lebih baik kita back to basic,,,
kembali ke awal ngebahas dome of rock,,,
okey,,,???
July 27th, 2008 11:45
well,,,
mari lanjutkan diskusi ini,,,,,,,,,
July 29th, 2008 11:37
numpang copas ke blog saya ya bos…thanks buat share
August 13th, 2008 23:23
Insya Allah aku akan ke masjid Aqsa, doa in aja
August 25th, 2008 15:16
SubhanalLoh.
Yang pertama, patutkan kita meragukan Alloh Ta’ala ?
Kalau ya, berarti Muslimin tdk perlu menjawab soalan apapun, karena hanya akan berhadapan dg orang yg ingkar (Kafir)
Yang kedua, patutkan kita meragukan ke-Nabi-an Muhammad ?
Kalau ya, berarti tdk dia pantas dihukum pancung. Siapkan saja suatu waktu akan ada tentara Alloh ‘Azza wa Jalla yg akan menghilangkan kepala sang pengingkar.
Yang ketiga, patutkan kita ingkari sejarah pembantaian Yahudi Bani Quroizhoh, karena pengkhianatan yg telah mereka rencanakan?
Kalau ya, siapkan saja leher mu hai sang peng-ingkar.
August 25th, 2008 17:20
Ok, kembali ke bahasan Al-Aqsho.
1).Dusta bahwa Israel adalah nama mereka.
Yg benar, mereka adalah Yahudi Zionis. Tdk semua Yahudi adalah Zionis, karena gerakan ini adalah gerakan pemurtadan dari Taurat sendiri. Nama Israel sendiri berarti orang yg sholih, dan itulah kunyah Nabi Ya’qub ‘Alayhis Salam. Yahudi adalah nama millah/golongan dan bukan nama agama. Ibrohim ‘Alayhis Salam beragama Islam dan tdk mengikuti Yahudi, walau mereka mengaku sbg cucu Ibrohim. Seorang anak tdk lagi akan terikat dg bapaknya, bila sang anak murtad. Demikianlah yg terjadi dg Yahudi Zionis.
2).Dusta bahwa Al-Aqsho adalah milik mereka.
Yg benar, bahwa Al-Aqsho adalah tanah yg dimuliakan sejak Ibrohim ‘Alayhis Salam, dikembalikan kemuliaannya oleh Daud ‘Alayhis Salam, lalu dibangun sbg masjid oleh Sulayman ‘Alayhis Salam. Masjid tdk lah sedangkal otak kita yg menganggap “harus” punya kubah dan pernik-perniknya. Bahkan Masjid Nabawy sendiri bentuk asal nya hanyalah rumah biasa. Sekali lagi Yahudi Zionis yg murtad berdusta atas agamanya bahwa mereka lah pemiliknya. Ingatlah, tdk ada hak atas si murtad atas warisan leluhurnya, karena ia telah terputus berdasar syari’at. Ingatlah, bgmn Nuh ‘Alayhis Salam diingatkan oleh Alloh Ta’ala bahwa ia bukanlah bapak dari anak yg murtad. Anak yg menantang ketika diperingatkan untuk menyembah Alloh Ta’ala.
3).Dusta bahwa Al-Aqsho hanya bangunan kecil.
Bahkan yg benar adalah seluruh bangunan yg telah dibangun oleh Sulayman ‘Alayhis Salam. Anak-anak Ibrohim ‘Alayhimus Salam tdk pernah menyembah patung anak sapi. Tapi Yahudi Zionis menyembahnya. Masjid ‘Umar memang dinamakan Masjid Aqsho tp bukanlah masjid tsb yg dimaksud sbg tempat Isro’ Muhammad Shollallohu ‘Alayhi wa Sallam. Tidakkah kita tahu bahwa semua Nabi melakukan sholat ? Bahkan mereka bersedekap di dada ! Demikian pula dg Sulayman, yg telah membangunnya.
4).Dusta bahwa Yahudi Zionis akan memakmurkan Al-Aqsho.
Bahkan mereka membuat terowongan di bawah kompleks Al-Aqsho. Terowongan yg membuat hampir seluruh pondasi bangunan Al-Aqsho menjadi rapuh. Pantaskah tindakan tsb dinamakan memakmurkan masjid Nya ? Tidakkan Internet yg terbuka telah menyampaikan informasi ini. Tidakkah para Syaikh “yg mustahil mereka ramai-ramai berdusta” telah memberitahukan hal ini ?
Muslimin lah yg berhak memakmurkan masjid Nya. Adakah anda seorang Muslim ? Mari kita kaji dan renungkan QS.Al-Baqoroh 2/132, 2/140, 3/65, 3/67, 19/49, 11/45-46.
September 2nd, 2008 00:10
Mas Slackycml yang baik,
Mengapa Muslim tidak boleh menjawab apa pun jika ada pertanyaan dari orang yang meragukan Allah? Bukankah kewajiban Muslim untuk berdakwah? Apakah Mas hanya mau berdakwah untuk orang yang sudah beriman saja?
Menurut saya, bukan hal yang tabu untuk berdiskusi bahkan masalah Ketuhanan sekali pun. Dan tidak perlu tersinggung selama diskusi dilakukan secara rasional tanpa caci maki.
Adalah masuk akal dan tidak bisa disalahkan begitu saja jika ada yang meragukan Allah. Karena Allah sendiri tidak secara jelas dan tegas memperlihatkan existansinya. Apakah Mas bisa membuktikan secara valid keberadaanNya?
Kedua, mengapa yang meragukan Kenabian Muhammad harus dipancung lehernya? Bukankah ini ancaman yang bersifat barbarik, keji, tidak berperikemanusiaan dan amat jauh dari sikap spiritual yang agung? Salah apakah orang ini? Ini perintah Tuhan atau ancaman Mas sendiri?
Ketiga, tentu kita tidak mengingkari penyembelihan Muslim terhadap 700 orang Yahudi Bani Quroizhoh di pasar Madinah di awal Islam. Itu sudah menjadi sejarah. Justru sekarang saya menanyakan makna peristiwa genocida mengerikan ini. Mengapa harus terjadi pada orang2 tak berdosa yang sudah menyerah ini? Tidak adakah belas kasih nan agung di sini? Apa salah mereka? pengkhianatan? Siapa hakimnya? Jika memang ada kesalahan, setarakah kesalahan ini dengan banjir darah yang dipertontonkan bagi banyak orang ini? Untuk apa semua ini?
Tentang Al Aqsha, tentu saja itu semua klaim sepihak dari Mas sendiri. Bisakah Mas menyertakan bukti sejarah yang obyektif, logis dan valid yang mendukung klaim tersebut?
September 4th, 2008 17:19
Saya tertarik dengan diskusi ini, tetapi nampaknya semakin ke ujung komentar dari para anggota semakin mengarah pada api permusuhan dan kebencian. Harapan saya agar para pembicara disini menggunakan bahasa yang santun, baik dan jelas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman karena pembaca disini saya yakin pasti beragam. saya ingin sedikit berkomentar mungkin lebih tepatnya mempertanyakan pendapat Mas Fariz “Ketiga, tentu kita tidak mengingkari penyembelihan Muslim terhadap 700 orang Yahudi Bani Quroizhoh di pasar Madinah di awal Islam. Itu sudah menjadi sejarah. Justru sekarang saya menanyakan makna peristiwa genocida mengerikan ini. Mengapa harus terjadi pada orang2 tak berdosa yang sudah menyerah ini? Tidak adakah belas kasih nan agung di sini? Apa salah mereka? pengkhianatan? Siapa hakimnya? Jika memang ada kesalahan, setarakah kesalahan ini dengan banjir darah yang dipertontonkan bagi banyak orang ini? Untuk apa semua ini?”. Saya berharap Mas Fariz dapat menjelaskan pendapat ini lebih lanjut karena pendapat ini dapat menimbulkan salah paham. Saya bukan ahli sejarah dan juga bukan saksi mata peristiwa itu, tapi saya ingin mempertanyakan kenapa peristiwa itu Mas Fariz golongkan sebagai genosida, karena setahu saya yang dihukum hanyalah orang-orang yang terlibat dalam peristiwa pemicu sebelumnya, yang tidak terlibat, perempuan dan anak-anak tidaklah mendapat hukuman mati. dan Hakim yang memutuskannya juga berasal dari golongan Yahudi yang telah ditunjuk oleh golongan quraizah sendiri. jadi mohon agar mohon agar Mas Fariz menjelaskan lebih lanjut.
September 9th, 2008 09:30
Afwan, kami sendiri memang hanya melayani pertanyaan seorang Muslim. Bukankah judul blog ini adalah “Masjid Al-Aqsa, atau Dome of Rock ?” Tidak ada lain yang dibicarakan kecuali dua masjid tersebut.
Adakah api permusuhan dan kebencian pada diri kami ? Kalau tentang Yahudi Zionis, kami jawab tegas: “Ya !” Kalau Yahudi saja, kami jawab tegas: “Bila mereka tunduk, maka tidak ada hak bagi Muslim untuk merampas hak mereka, walaupun sedikit”.
Apakah anda percaya Al-Quran ? Bilamana tidak, maka kami pun tidak bisa menunjukkan buktinya kepada anda, sama sekali tidak bisa ! Bahkan Alloh Ta’ala sendiri anda tak percayai. Kalau begitu sudahi saja diskusi ini, karena bukan tempatnya untuk beradu mantiq disini.
Ingatlah, yahudi zionis sudah merancang perang terbuka. Tidak akan ada lagi semua negara di bumi ini, kecuali hanya ada dua kubu. Yang satu adalah Yahudi Zionis, sisi lainnya adalah Muslimin. Tinggal anda akan berpihak ke mana ?
Itulah jalan akhir yg disampaikan sang Nabi, Muhammad Shollallohu ‘alayhi wa sallam. Siapkan dirimu wahai Muslimin, untuk berhadapan langsung dengan Yahudi Zionis.
Sambutlah seruan pembebasan Masjidil Aqsho !
Tidak akan ada darah tertumpah dari Muslim kecuali syahid, Insya Alloh. Dan tidak akan ada darah dari Yahudi yang tertumpah, kecuali karena pengkhianatan mereka sendiri. Wallohu a’lam.
September 9th, 2008 09:57
Maaf, kami memang hanya berbicara kepada Muslimin saja. Bukankah judul blog ini adalah “Masjid Al-Aqsa, atau Dome of Rock ?” Jadi tidak membicarakan selain kedua masjid tersebut.
Kedua masjid tersebut memang telah disamarkan, bahkan direncanakan untuk dihancurkan oleh Yahudi Zionis, maka apakah yang akan kita bicarakan selain dari kebusukan dan pengkhianatan mereka ?
Perlu bukti sejarah ? Siapakah yang membuat sejarah ? Bahkan Nabi pun telah mereka bunuh ! Tidak ada bukti dalam hal ini kecuali, kitab Alloh. Silakan anda cari bukti sejarah pembunuhan Nabi dari kalangan yahudi tersebut ! Ilmuwan barat pun yang “ahli” telah ragu atas kemampuannya.
Sedikit waktu lagi -walLohu a’lam-, kita akan jumpai keadaan bahwa tidak ada lagi negara dimuka bumi ini, kecuali ia adalah pembela Yahudi Zionis atau ia pembela Muslimin. Tinggal dimanakah kaki kita berpijak ?
Bebaskan Masjidil Aqsho wahai Muslimin. Tidak ada lagi waktu untuk beradu mantiq disini. Tidak ada darah Muslim tertumpah kecuali syahid, insya Alloh. Dan tidak ada darah Yahudi tertumpah, kecuali karena pengkhianatan mereka sendiri. Bagi Yahudi yang tunduk, maka tidak ada hak bagi Muslim untuk merenggut sedikitpun atas kehormatan mereka.
Bacalah QS.Isro 17:1-8.
September 10th, 2008 21:32
@Rasyid
Mas Rasyd yang budiman, pernyataan saya tsb adalah untuk merespon saudara saya Mas Slackycml. Beliau rupanya menggunakan peristiwa pembantaian massal Yahudi Bani Quraizhoh untuk membuktikan bahwa orang Yahudi memang pengkhianat dan busuk. Karena itu pantas untuk dibasmi dari muka bumi.
Tentang detail pristiwa itu, Mas Rasyid bisa baca dari para sejarahwan dan biografer Islam seperti Ibn Ishaq, Ibn Hisyam, Tabari, Husain Haikal atau Hadis Sahih Bukhari. Rata2 sejarahwan Islam menyimpulkan bahwa Bani Quraizhoh mengkhianati perjanjian damai dengan Muslimin dgn bersekutu dgn Quraisy saat pengepungan Madinah pada perang Khandaq atau parit. Fakta yang ada adalah pasukan Quraisy pulang karena gagal memasuki Madinah dan tidak mendapat bantuan apa pun dari Bani Quraizhoh.
Tapi baiklah. Katakanlah Quraizhoh memang berkhianat. Pantaskah mereka mendapat hukuman pemancungan massal yang sadis tsb? Bukankah mereka sudah menyerah dan tidak berdaya? Apa nilai spiritual nan suci dari peristiwa seperti ini?
Perempuan dan anak2 tidak dipancung, kecuali seorang perempuan. Perempuan dan anak2 tsb dijadikan budak Muslimin. Lagi2 apa nilai kebaikan dari perbudakan macam ini? Bagaiman jika ini terjadi pada keluarga Mas?
Hakim dari peristiwa ini adalah Sa’d bin Muadh yang adalah seorang Muslim pemimpin Bani Aws (Golongan Anshor). Bani Aws adalah sekutu lama Bani Quraizhoh. Bani Aws sudah memohonkan ampun tapi ditolak. (Jadi tidak benar sang hakim adalah dari golongan Yahudi sendiri). Nabi sendiri yang mengusulkan Sa’d sbg hakim dan Bani Quraizhoh menyetujuinya. Secara mengejutkan Sa’d memutuskan semua 700 laki2 Quraizhoh harus dibunuh. Istri dan anak2 mereka dijual sebagai budak dan harta mereka dibagikan di antara kaum Muslimin. Kemudian Nabi bersabda: “Kau telah memutuskan nasib mereka dengan keputusan Tuhan dan RasulNya” (Tabari vol. viii hal 33).
Saya tidak membenci sesama manusia. Sama seperti saya mereka terdiri dari darah dan daging dan memiliki keluarga yang dikasihi. Yang saya benci adalah ideologi atau kepercayaan yang mengandung kebencian terhadap sesama manusia. Alih2 mengajak untuk berperang, membenci dan berbuat kekerasan, bukankah lebih baik menyebarkan kasih sayang, cinta dan damai?
September 11th, 2008 08:07
@fariz - Secara mengejutkan Sa’d memutuskan semua 700 laki2 Quraizhoh harus dibunuh
.
Kenapa mengejutkan ?
.
Standar hukuman bagi pengkhianat pada saat perang adalah hukuman mati. Sampai saat ini.
.
Bahkan di negara-negara yang (katanya) pro HAM.
.
Dan memang wajar, pengkhianatan pada masa damai saja sudah dapat menyebabkan banyak masalah. Apalagi ini ketika kita sedang diserang musuh pula.
.
Afala ta’qilun ?
September 11th, 2008 08:15
@fariz - saya kutip :
.
Nabi sendiri yang mengusulkan Sa’d sbg hakim dan Bani Quraizhoh menyetujuinya
September 11th, 2008 21:21
@Slackycml
Mas Slacky yang baik, Mas mengatakan “Adakah api permusuhan dan kebencian pada diri kami ? Kalau tentang Yahudi Zionis, kami jawab tegas: “Ya !” Kalau Yahudi saja, kami jawab tegas: “Bila mereka tunduk, maka tidak ada hak bagi Muslim untuk merampas hak mereka, walaupun sedikit”.
Baiklah. Saya ingin bertanya : jika Yahudi tidak tunduk, apakah Muslim berhak untuk merampas hak mereka?
Mas tidak menunjukkan bukti, kecuali saya percaya Quran. Benarkah? Menurut saya, kepercayaan bukanlah bukti. Definisi kepercayaan adalah menerima sesuatu begitu saja tanpa bukti. Jika sudah ada bukti namanya bukan lagi kepercayaan tapi “pengetahuan”.
Mas Slacky yang budiman, Yahudi Zionis merancang perang terbuka sehingga akhirnya tinggal dua kubu: Zionis dan Muslim adalah tuduhan tanpa bukti dan lagi2 berdasarkan kepercayaan Mas sendiri yang menurut hemat saya cukup berbahaya karena hanya akan menebarkan kebencian dan pertumpahan darah. Bukankah lebih baik kita hidup berdampingan secara damai?
Kompleks Al Haram Al Syarif adalah kompleks di mana Sulaiman atau Solomon membangun kuilnya. Solomon adalah raja Israel. Sehingga wajar jika Yahudi mengklaim situs tersebut adalah situs mereka. Baru ketika Khalifah Umar menguasai Yerusalem mulai dibangun Masjid Al Aqsha dan Dome of the Rock di atas puing2 kuil tsb. Alangkah mulianya jika Muslim dan Yahudi bisa berbagi atas situs ini dan hidup berdampingan secara damai.
Pembunuhan atas Nabi Yahudi dimaksud adalah Nabi Syu’ya, Zakaria, Yahya dan Isa. Di dalam sejarah agama2 memang selalu muncul golongan ekstremis dan kekerasan. Sejarah juga mencatat pembunuhan para Khalifah Sahabat Nabi oleh Muslim sendiri. Tapi itu bukan berarti bahwa Yahudi dan Muslim harus dikutuk dan dibasmi. Saya juga ingin bertanya: Jika Tuhan tidak berkenan atas pembunuhan para NabiNya, mengapa tidak mencegahnya? Bukankah Dia Maha Kuasa? Dan sekarang Dia mengutuk umat yang telah dipilihNya untuk dibimbing dan hendak menghukumnya, tetapi mengapa harus meminjam tangan Muslim?
Mohon maaf jika ada kata yang tidak berkenan. Semoga cinta dan damai selalu di hati saudara2 saya yang saya kasihi semuanya.
September 11th, 2008 21:46
@Sufehmi
Mas Sufehmi yang baik, mengejutkan karena di luar dugaan Bani Quraizhoh sendiri, karena Bani Aws adalah sekutu Bani Quraizhoh. Dalam perang yang tidak seimbang ini, status Bani Quraizhoh adalah tawanan perang yang sudah menyerah. Mereka dikepung dan diserang. Mereka dalam posisi lemah dan tidak punya pilihan. Ketika Nabi mengusulkan Sa’d sbg hakim, mereka menyetujuinya karena mengira akan mendapat pengampunan dari sekutu mereka ini.
Mengenai mereka memang mengkhianati perjanjian damai atau tidak, tidaklah jelas. Karena faktanya Quraisy tidak mendapat bantuan apa pun dari Quraizhoh, sehingga mereka mundur.
Tapi inti persoalannya bukanlah itu. Ini masalah kebesaran hati, pengampunan, spiritualitas dan kemanusiaan. Pembunuhan besar-besaran terhadap 700 tawanan perang seperti itu belum pernah kita dengar dalam dunia yang beradab. Ini sungguh mengejutkan nurani kita. Itu lebih dekat kepada Genocida.
Maaf jika ada salah kata.Salam hormat.
September 12th, 2008 08:57
@Fariz - Pembunuhan besar-besaran terhadap 700 tawanan perang seperti itu belum pernah kita dengar dalam dunia yang beradab
.
Oh ya ?
.
Standar peperangan zaman dahulu adalah “take no prisoners”, alias semua yang kalah dibantai.
.
Contoh: dari http://harry.sufehmi.com/archives/2006-07-21-1216/
.
.
.
Itulah perlakuan untuk tawanan perang.
.
Padahal bani quraizhah itu bukan tawanan perang, namun pengkhianat perang. JAUH lebih parah.
September 12th, 2008 09:02
@fariz - Mengenai mereka memang mengkhianati perjanjian damai atau tidak, tidaklah jelas. Karena faktanya Quraisy tidak mendapat bantuan apa pun dari Quraizhoh, sehingga mereka mundur.
.
Antara umat Islam dan umat Yahudi ada perjanjian damai.
Bukan saja mereka tidak akan saling serang. Namun malah mereka akan saling membantu jika ada salah satu pihak yang diserang.
.
Tapi yang terjadi malah Bani Quraizhah mengumpulkan musuh-musuh umat Islam, dan lalu mengorganisasi mereka agar menyerang umat Islam.
.
Saya ringkas supaya Anda tidak bingung lagi :
.
Tanpa provokasi dari Bani Quraizhah, perang Ahzab tidak akan terjadi
September 12th, 2008 09:06
@Fariz - Ketika Nabi mengusulkan Sa’d sbg hakim, mereka menyetujuinya karena mengira akan mendapat pengampunan dari sekutu mereka ini.
.
Ya, ini adalah satu lagi bukti kemurahan hati dari Nabi Muhammad saw. Sudah jelas ditikam dari belakang, pelakunya malah diberi kebebasan untuk memilih hakim.
.
Tentu wajarnya mereka berusaha mencari yang akan meringankan mereka.
.
Karena itu mereka senang sekali ketika ternyata bisa dipilih hakimnya adalah dari sekutu mereka sendiri.
.
Di luar perkiraan mereka, ternyata Sa’d tidak pilih kasih.
Dia tetap mengadili Bani Quraizhah secara adil, sesuai dengan tingkat kejahatan mereka.
September 12th, 2008 09:10
@fariz - Mengenai mereka memang mengkhianati perjanjian damai atau tidak, tidaklah jelas. Karena faktanya Quraisy tidak mendapat bantuan apa pun dari Quraizhoh, sehingga mereka mundur.
.
Kenapa masih bisa dibilang tidak jelas ?
.
Sudah jelas perjanjiannya adalah saling tolong menolong jika salah satu diserang.
.
Jadi dengan tidak menolong saja, ini sudah berkhianat.
.
Pada masa perang.
September 12th, 2008 09:19
@fariz - Dalam perang yang tidak seimbang ini, status Bani Quraizhoh adalah tawanan perang yang sudah menyerah.
.
Kata-kata Anda manis, tapi amat tendensius.
.
Umat Islam mengepung benteng Bani Quraizhah selama 25 hari, sebelum akhirnya mereka menyerah.
.
Mereka sebetulnya punya opsi untuk berperang terbuka. Tapi mereka terlalu pengecut untuk melakukan itu.
.
Malah sebetulnya mereka masih memiliki pilihan yang bisa menyelamatkan nyawanya, yaitu dengan masuk Islam.
.
Secara logika, kebanyakan orang pasti tidak akan mau menerima Islamnya mereka. Buat apa menerima pengkhianat sebagai bagian dari kita ? Apa untungnya ? Paling nanti akan menikam dari belakang lagi.
.
Tapi Nabi Muhammad saw bahkan masih mau menerima mereka. Ini adalah satu lagi bukti kelapangan hati beliau.
September 12th, 2008 09:29
@fariz - Beliau rupanya menggunakan peristiwa pembantaian massal Yahudi Bani Quraizhoh untuk membuktikan bahwa orang Yahudi memang pengkhianat dan busuk
.
Ok, saya sudah baca postingan slackyml, dan tidak ada statement ybs seperti itu.
.
Malah dia sudah jelas-jelas membedakan antara Zionis dengan Yahudi. Dan menekankan bahwa masalahnya adalah pada Zionists - bukan Yahudi secara umum.
.
Kalau Anda terus menyebar fitnah seperti ini, komentar-komentar Anda selanjutnya akan saya blokir dari sini.
September 12th, 2008 15:31
@Sufehmi
Mas Sufehmi yang budiman, saya mohon maaf jika ada kesalahpahaman di sini. Saya telah berargumentasi dan telah teman-teman sanggah. Saya tidak memfitnah siapa pun. Kita bisa sama-sama baca dan menyimpulkan sendiri.
Tapi rupanya ini tidak berkenan lagi bagi Mas Sufehmi karena saya dianggap terus menyebar fitnah. Agar tidak menyinggung lagi, saya mundur. Jika Mas Sufehmi tertarik, kita bisa berdebat lewat email saja, sehingga lebih bebas dan tidak ada teman-teman lain yang mungkin tersinggung, dan akhirnya malah kontra-produktif. Menurut saya ini pasti akan sangat menarik. Saya punya pertanyaan-pertanyaan yang memerlukan jawaban intektual seperti Mas. Silakan email saya, karena saya tidak tahu email Mas Sufehmi. Sekali lagi maaf. Salam cinta dan damai buat semua.
September 12th, 2008 18:20
@fariz - disini welcome sekali untuk diskusi santun & terbuka. Bahkan tadinya saya sudah akan menegur slackyml, berdasarkan statement Anda (yang saya kutip di komentar saya sebelumnya).
.
Tapi setelah saya cari-cari, ternyata statement Anda tersebut tidak berhasil saya temukan kebenarannya. Malah kebalikannya yang saya temukan.
Maka otomatis Anda yang saya tegur.
.
Kalau soal memelintir fakta & informasi, biar kita serahkan kepada JIL saja. Tidak perlu kita ikut-ikutan juga.
September 14th, 2008 08:37
SubhanalLoh.
Tidak cukupkah ‘Abdulloh bin Salam sbg bukti bahwa Muhammad seorang pengampun ? Beliau ini ulama Yahudi yang masuk Islam. Setelah ke-Islam-annya, beliau kembali kpd kaum nya. Beliau menanyakan, “Apakah sbg ulama Yahudi, maka dia akan dipercaya perkataannya ?” Kaum nya, Yahudi, menjawab “Ya.” Lalu beliau katakan bahwa dirinya masuk Islam. Tahukah anda apa sikap kebanyakan Yahudi saat itu ? Mereka menolak ke-Islam-an ‘Abdulloh bin Salam ! Mereka menolak “pengkhianatan” seorang yang dahulu adalah ulama nya.
Di lain sisi, apakah Muhammad akan tidak percaya kepada ‘Abdulloh bin Salam ? Tidak, bahkan beliau Shollallohu ‘alayhi wa sallam memberitakan pada shohabatnya, bahwa sebentar lagi akan datang di tengah-tengah kalian seorang penduduk Jannah. Siapakah dia ? Ternyata ‘Abdulloh bin Salam !
Kalau hanya sekedar berkelit, maka macam mana Muhammad nak camkan kepercayaan pada ulama Yahudi, yg mungkin saja dia nya berkedok masuk Islam lalu hendak menghunjamkan Taurat ke dada muslimin lain ? Bukankah menurut akh Fariz -yg membalikkan jari kpd kami- bahwa Yahudi adalah pengkhianat dan busuk, maka pantas untuk dibasmi ? Bukanlah lebih baik membunuh sedari awal, orang Yahudi mana saja yg masuk Islam, agar mencegah mereka menghancurkan muslimin dari dalam ? Tetapi hal demikian tidak Muhammad lakukan !
Mari kita baca QS.Al Maidah(5/66).
Muhammad hanya seorang Nabi, tidak ada Nabi lagi sesudahnya. Beliau katakan “Akan sampai suatu masa, dimana batu dan pohon akan memberitahu muslimin dimana saja tempat sembunyi Yahudi -pengkhianat-. Hingga batu pun akan berbicara “Wahai muslim, ini di belakangku ada Yahudi, maka bunuhlah !” Tidak ada yg melindungi Yahudi kecuali pohon Ghorqod, karena dia adalah pohon nya Yahudi.” Tidakkah kita percaya bahwa ada batu yg bisa berbicara ? Apakah kita akan ngotot untuk meminta bukti sejarahnya, di saat guncangan keimanan datang pada diri kita ? Wal iyadzu bilLah.
Tunggulah saatnya wahai muslimin, kebenaran akan datang dan kebathilan akan lenyap. Hanya ada muslimin dan yahudi saat itu, untuk saling bertemu dan membunuh, kecuali yang tunduk kpd syari’at Alloh Ta’ala, walLohu a’lam.
Mari kita baca QS.At-Taubah (9/29)
Muslimin cinta kedamaian berdasar syari’at, bila syari’at dilanggar maka telah tetap perintah Alloh untuk melawan “sang pelanggar”.
Mari kita baca QS.Al Baqoroh (2/217).
September 16th, 2008 08:01
[...] juga sampai sekarang- di anggap sebagai masjid Al Aqsha. Klarifikasi hal ini dapat di lihat pada blog Harry Sufehmi. Sebagian orang juga menganggap bangunan ini bukanlah masjid melainkan hanya tumpukan batu [...]
September 16th, 2008 11:13
Assalamualaikum semua
Menurut pendapat saya
Masjid Al Aqsa itu adalah identitas umat Islam dunia selain Masjid yang ada di Mekkah dan MAdinah, sudah selayaknya semua kaum, baik Yahudi, Nasrani, atau agama yang lain ikut menghormatinya, sebagaimana Islam menghormati tembok ratapan, dan Gereja Spluchre(maaf kalo salah eja). Oleh karena itu, dalam rangka mewujudkan perdamaian dunia, janganlah kita kemudian melakukan perbuatan yang menyakitkan hati orang lain.
Menurut umat Islam, perbuatan umat Zionis Yahudi sungguh sngat menyakitkan hati umat Islam dengan membangun trowongan yang bertujuan untuk menghancurkan masjid Al Aqso.
Saya ingin sekali bertanya kepada saudara yang NAsrani,bagaimana perasaan anda jika gereja Spulchre atau gereja kelahiran Jesus dihancurkam? tidakkah sakit hati anda? coba jawab pertanyaan saya dengan hati yang tenag dan tinggalkan segala emosi
September 21st, 2008 00:39
Saudara-saudaraku seiman, sebaiknya kita tidak berdiskusi dengan si Fariz… dia itu KAFIR dan belum mendapat hidayah dari Allah Swt, jadi percuma saja debat kusir seperti itu… sebaiknya kita do’akan saja semoga dia mendapat hidayah dan menjadi saudara seiman…
September 21st, 2008 04:46
Ass Wr Wb
Bukti Allah masih sayang sm Yahudi, mereka masih dikasih kesempatan u/ menyembah-NYA.
semua tau kan klo orang Yahudi byk dikasih kelebihan, tetapi itu diberikan biar mereka ga takabur dan tetap mengingat ALLAH sebagai penciptanya.
sy ingin Yerussalem itu DAMAI. Islam, Yahudi dan Kristen hidup rukun dalam beragama.
sy welcome terhadap yahudi/israel sm seperti kebijakan MUI jika mereka mau memberikan hak-hak orang Palestina. tapi sampai sekarang itu belum bisa diberikan.
PEACE, LOVE & GLORY
September 21st, 2008 12:27
@muslim - si Fariz… dia itu KAFIR
.
Anda tahu darimana?
.
Sekedar mengingatkan sabda Nabi saw, jika ada yang menuduh saudaranya kafir padahal bukan, maka tuduhan tersebut jadi kena ke dirinya sendiri.
September 21st, 2008 19:48
@Fariz - Tuhan macam apa yang membenci ciptaanNya sendiri? Bukankah ini aneh dan tidak logis? Allah membenci Yahudi ciptaanNYa sendiri, melaknatnya dan bahkan memerintahkan muslim untuk memeranginya atau membunuhnya? Mengapa Allah membenci Yahudi? karena tersinggung? karena Allah merasa dikhianati Yahudi? karena Yahudi tidak mau taat? Karena Yahudi tidak mau menyembahNya? Jika demikian Allah memiliki self esteem yang rendah dan narcist. Dan dia pasti bukan Tuhan yang patut disembah.
Jika Allah memang berkendak untuk memusnahkan Yahudi, bukankah mudah dilakukanNya sendiri? mengapa meminjam tangan Muslim?
Mengapa kekonyolan ini diterus-teruskan? Mengapa kita tidak mampu lagi menggunakan otak kita? Lebih-lebih: tidak ada lagikah cinta kasih di hati kita?
@sufehmi
Nggak ada seorang muslim yang akan berkata demikian tentang tuhannya, dari bahasanya dia sudah jelas meragukan ketuhanan Allah. menurut anda dia bukan Kafir?….
September 21st, 2008 19:51
@sufehmi
Dari bahasanya sangat jelas sekali dia meragukan ketuhanan Allah Swt. Seorang muslim tidak akan berkata sejauh itu….
kalo bukan Kafir… menurut anda apa?
September 22nd, 2008 16:50
@muslim - saya pernah punya kawan seperti Fariz ini. Tadinya saya berasumsi juga bahwa ybs sudah kafir.
.
Ternyata dia sebenarnya memprotes orang-orang (yang mengaku) Islam, namun kelakuannya jauh dari islam.
.
Untungnya, saya belum terlanjur menuduh ybs sebagai kafir, secara terbuka. Kalau sudah terlanjur, na’udzubillah… saya yang kena tuduhan tsb.
.
Jadi sebelum menuduh, memang sebaiknya kita verifikasi dulu dengan lengkap. Perlu ada kehati-hatian yang ekstra. Apalagi dalam soal seperti ini.
Saya sih tidak masalah apa-apa. Tapi Anda, yang menuduh, yang akan kena getahnya sendiri nanti di hari Pengadilan, jika ternyata tuduhan Anda tersebut keliru. Jadi saya ingatkan saja, sambil memberi contoh kasus dari pengalaman saya sendiri juga.
.
Moga bermanfaat.
September 23rd, 2008 20:19
wah seru juga yah diskusinya.
buat mas fariz,anda terlihat begitu wise ,nice and menebarkan perdamaian tapi kok seperti punya maksud yang aneh.seperti menggoyahkan kepercayaan muslim dan segala aqidah nya dengan alih2 perdamaian.Dan seolah olah muslim itu biang kerok,bahkan mungkin anda yakin kalau terorist itu memang identik dgn muslim.Tapi sepertinya anda ngga berhasil.Muslim cinta perdamaian kok,tapi selalu yang menyulut api duluan itu bukan muslim melainkan yahudi zionis.seperti yang di ketahui perbuatan israel thd palestina dan penyalah gunaan media massa amerika oleh yahudi amerika yang menyudutkan muslim.Dan semua itu ada bukti dari salah seorang mantan wartawan amerika yang mengundurkan diri karena berita2 kebohongan yang di tebarkan zionis yahudi di amerika.
untuk mas sufehmi.saya suka komentar2 anda yang menanggapi bijak pendapat2 mas fariz.tanpa emosi dan selalu menegena untuk mengoreksi nya.semoga mas fariz mendapat kecerahan dari mas sufehmi.
Hidup mas sufehmi!!!!
September 25th, 2008 13:06
tapi kok seperti punya maksud yang aneh.seperti menggoyahkan kepercayaan muslim dan segala aqidah nya dengan alih2 perdamaian.
.
Halo mbak mala, saya pribadi masih belum pasti apakah fariz ini memang itikadnya tidak baik, ataukah sekedar misled / korban dikecoh oleh berbagai propaganda Islamophobic di Internet.
.
Jadi selalu pada awalnya saya coba prasangka baik dulu.
.
Kalau kita coba lakukan berbagai search di internet pada berbagai topik Islam, memang cukup mengenaskan. Amat luar biasa banyaknya fitnah-fitnah yang ditebarkan oleh orang-orang yang dengki dengan Islam.
.
Tapi mayoritas sebetulnya kualitas sampah. Cukup dengan sedikit logika & kepala yang dingin, maka kekeliruan / fitnah di berbagai artikel tersebut bisa segera ketahuan.
.
Anyway, mari kita tingkatkan kualitas keislaman kita masing-masing, sehingga kita bisa turut berkontribusi, untuk mewujudkan tujuan Islam sebagai rahmatan lil’alamin.
.
Trims.
October 16th, 2008 11:02
(TRIMA KASIH MAS SUFEHNI)
setelah saya baca dari semua diskusi tadi memang pernyataan dari mas sufeni yg saya suka ( pas, mantap,masuk ke hati), saya semakin mantap mas, ternyata islam adalah agama yang benar,penuh kasih sayang dan agama yg damai.
saya dan teman teman baru2 ini banyak mendapatkan email2 yg menyudutkan dan kesannya kita di putarbalikkan oleh orang2 tertentu bahwa islam begini begitu, dan email email yg hampir serupa dengan pernyataan saudara faris diatas dan ternyata setelah saya telusur email2 tersebut berasal dr satu sumber website, disitu berisi tentang hujatan tentang allah dan nabi tersayang kita dan mereka memforwardnya ke orang2.
saya heran pada mereka seumur hidup saya blm pernah org islam yg berusaha melecehkan agama lain dengan menjelek2 yesus,dll, membuat pelecehan gambar atau apalah bentuknya tapi di internet bayak sekali yg berusaha menyinggung perasaaan, memancing emosi dng melecehkan agama islam agama islam
memang benar kata mas kita harus banyak belajar agar kita menjadi muslim yg pintar di berbagai bidang
mas boleh saya berguru..
October 16th, 2008 12:43
aslm..terima kasih atas penjelasannya….al_aqsa adalah mesjid pertama umat ilam yang terkenal dengan kubah birunya….bukan kubah emas…..berhati2lah terhadap propaganda umat beragama
wslm…..
October 17th, 2008 09:01
Assalamualaikum
Saudara2 sebangsa dan setanah air, kita sekarang jangan mempermasalahkan agama yang mana yang baik dan mana buruk, tetapi, bagaimana agama yang kita anut itu sesuai dengan hati kita dan DAPAT MENENTERAMKAN HATI KITA, oleh karena itu, resapi dalam2 apa agama kita sudah melakasanakan hal itu apa belum
Masalah Masjidil Aqso adalah masalah bersama,bukan masalah Islam saja, tetapi juga seluruh umat beragama lain, karena masjidil Aqso adalah harta warisan bersama, sama sepeti gereja kelahiran Jesus, dan Tembok Ratapan, Oleh karena itu, Ayo salaing menjaga, janagn mau kita diadu domba oleh oknum yang bertanggungjawab,
October 17th, 2008 18:16
@ferdinan - saya heran pada mereka seumur hidup saya blm pernah org islam yg berusaha melecehkan agama lain dengan menjelek2 yesus,dll, membuat pelecehan gambar atau apalah bentuknya.
.
Sebetulnya sih ada banyak mas. Ini yang SANGAT kita sayangkan. Kita tidak akan bisa menyampaikan keagungan Islam, jika caranya adalah dengan menjelek-jelekkan orang lain.
.
Nabi saw selalu konsisten dalam hal ini. Beliau memuliakan para ahli kitab, sambil tetap meluruskan kekeliruan-kekeliruan yang ada. Akhlak beliau yang mulia ini lah yang kemudian membutakan nafsu mereka, sehingga kemudian hati mereka jadi bisa menerima Islam.
.
saya semakin mantap mas, ternyata islam adalah agama yang benar,penuh kasih sayang dan agama yg damai.
.
Betul sekali mas Ferdinan.
.
Sayangnya, banyak sekarang ini BAHKAN para ustadz sekalipun yang tidak tahu
Mereka selalu menggembar-gemborkan Islam yang keras, kasar, kejam, dan menyusahkan serta menzalimi semua orang. Ini sangat menyedihkan.
.
Saat ini amat sulit untuk menemukan ajaran Islam yang sesuai dengan ajaran Nabi saw yang sebenarnya. Ada banyak konteks yang hilang / dihilangkan, sehingga Islam ditafsirkan ulang secara ekstrim - baik ekstrim keras, maupun ekstrim Liberal.
.
Padahal Rasulullah saw mengajarkan bahwa Islam adalah jalan tengah. Islam itu membawa ketenangan dan kedamaian pada hati. Dan, juga meneguhkan hati pada kebenaran, membuat kita tidak takut menghadapi kebatilan.
.
Untuk menemukan Islam yang sebenarnya, Anda akan menemui BANYAK cobaan, halangan, rintangan. Jangan berharap akan menemukan jalan yang nyaman dan bebas masalah.
.
Jika Anda bisa mengatasi ini semua, maka ridha & kasih sayang Allah swt akan menyambut Anda di ujung perjalanan Anda tersebut.
October 23rd, 2008 20:13
“…Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (QS.2:153). Jadi siapapun kita (Islam, kristen, jewish, budha, hindhu,dll) jika kita tidak sabar, emosional,dll maka “Allah” tidak menyertai (hati) kita dan ujung ketidaksabaran adalah kekalahan, kehancuran, kekecewaan, dll. Karenanya “MARI KITA SEMUA BELAJAR UNTUK SELALU BERSIKAP SABAR DALAM SITUASI APAPUN”
October 28th, 2008 00:03
Dear all,
Maaf saya kembali untuk sekedar klarifikasi. Saya seorang humanis pencinta perdamaian. Saya percaya kepada kebaikan, cinta dan kebenaran. Karena itu saya tidak ada motivasi lain kecuali untuk mengajak membersihkan hati dari kebencian. Saya tidak peduli dengan kepercayaan orang lain,kecuali jika kepercayaan itu penuh dgn kekerasan, kebencian dan berbahaya bagi kemanusiaan. Jika kepercayaan Anda penuh cinta saya ikut bahagia karenanya. Tapi jika kepercayaan Anda mengatakan bahwa “membunuh Yahudi Zionis adalah untuk menunjukkan cinta kepada Tuhan”, bahwa “Tuhan meminjam tangan Muslim untuk membunuh Yahudi analog dengan seorang ayah yang terharu dan bangga pada anaknya yang mencuci piring”, bahwa “kematian yang paling indah adalah mati dijalan Tuhan (Jihad)”, bahwa bahkan batu pun akan berbicara “Wahai muslim, ini di belakangku ada Yahudi, maka bunuhlah !”.
Maka ijinkan saya untuk mengkritisi dan mempertanyakan kepercayaan seperti ini. Upaya saya untuk mengajak berpikir logis dan membawa spirit damai secara ironis malah membuat saya dikatakan naif, monyet, penyebar fitnah, atau diduga misled (sesat). Ada yang bisa menjelaskan mengapa ini semua bisa terjadi?
Teman-teman yang baik, saya tidak memonopoli kebenaran. Sebagai manusia saya bisa salah.Karena itu silakan mengkritik saya atau meluruskan. Terimakasih pada Mas Sufehmi jika komentar saya masih diberi kesempatan tampil.
Sukses dan bahagia selalu buat semua. farizxxxxx@xxxxxx.com
October 28th, 2008 06:42
@fariz - Upaya saya untuk mengajak berpikir logis dan membawa spirit damai secara ironis malah membuat saya dikatakan naif, monyet, penyebar fitnah, atau diduga misled (sesat). Ada yang bisa menjelaskan mengapa ini semua bisa terjadi?
.
Koreksi, saya menduga Anda tersesat. Mungkin disesatkan oleh orang lain. Atau mungkin memang Anda ada niat tidak baik? Tapi saya tidak tahu, karena diskusi ini via Internet, bukan tatap muka langsung.
.
Yang jelas, fakta Anda sering keliru. Contoh :
.
.
Contoh-contoh lainnya bisa dibaca dari reply saya yang sudah ada.
.
Untuk yang mencaci maki Anda, saya mohon maaf. Biasanya yang berkata-kata kasar disini saya coba edit / hapus (jika keterlaluan).
.
Namun karena keterbatasan waktu saya, jadinya sering ada yang terlewat. Di situs ini ada sekitar 800 artikel, dan setiap hari banyak sekali masuk komentar-komentar untuk masing-masing artikel tersebut. Tidak semuanya bisa saya moderasi dengan baik.
Mudah-mudahan bisa dimaklumi.
.
Saya akan coba telusuri lagi diskusi ini, dan mengedit bagian-bagian yang tidak pantas.
.
Anyway, alamat email Anda saya edit untuk mencegah harassment terhadap Anda. Memang berdiskusi dengan kepala dingin itu sulit. Mudah-mudahan Anda bisa memahami dan bisa bersabar dengan situasi saudara-saudara kita tersebut.
.
Thanks.
October 28th, 2008 14:40
Menurut mas Fariz apakah Islam merupakan (maaf) kepercayaan yang salah? mohon penjelasan panjenengan mas
Semoga Allah SWT Memberkahi kita semua..
October 28th, 2008 18:19
@Sufehmi
Terimakasih Mas atas koreksinya. Mas menduga saya tersesat atau disesatkan orang lain. Mengapa untuk mengajak menghapuskan kebencian disebut tersesat atau disesatkan orang lain? Mengapa membela perdamaian dan kasih sayang disebut “ada niat tidak baik?”
Saya akui keliru menyebutkan pembunuhan masal terhadap tawanan perang belum pernah terdengar dalam dunia beradab. Terimaksih telah diluruskan. Untuk itulah gunanya berdiskusi. Sebenarnya maksud saya adalah standard “modern civilization” bukan case. Akan selalu ada pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan tak peduli di jaman lampau atau sekarang. Ini adalah case. Misalnya pembantaian Muslim Bosnia oleh Radovan Karadzik pada zaman modern. Dan nilai-nilai humanity kita sekarang tidak membenarkannya. Karena itu Radovan Karadzik diseret sebagai penjahat perang. Hukum perang dalam modern civilization tidak membolehkan pembunuhan terhadap tawanan perang. Mass murder, genocida dan perbudakan terhadap tawanan perang adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. http://en.wikipedia.org/wiki/War_crimes
Mas Sufehmi dengan tepat menunjukkan juga pembantaian Muslim oleh orang-orang Kristen pada perang salib untuk membuktikan standar peperangan jaman dulu, tentu juga sebagai pembelaan terhadap kasus Bani Quraizah yang mungkin menurut Mas telah sesuai dengan standar peperangan jaman dulu. Saya tidak membantah dalam hal ini. Yang menggelitik saya untuk bertanya (mohon maaf jika menyinggung), pertama, apakah Mas Sufehni setuju dengan standar kemanusiaan jaman sekarang? Jika setuju, bukankah mestinya Tuhan menurunkan suatu agama sebagai petunjuk dan standar untuk segala jaman? Bukankah suatu agama diturunkan untuk mengubah jaman jahililiyah menuju pencerahan dan bukannya malah mengikuti standar jaman jahiliyah tersebut?
Yang saya kagumi dari Mas Sufehmi adalah kebesaran hati dan intelektualitas. Jarang menemukan gabungan kualitas seperti ini. Saya memahami sikap emosional saudara-saudaraku. Karena topik ini memang sensitif. Itulah sebabnya sebenarnya saya lebih suka berdiskusi secara privat agar tidak sampai menyinggung perasaan banyak orang.
@Nhawat
Saya tidak peduli suatu kepercayaan benar atau salah. Itu adalah hak setiap orang dan saya tidak ada hak untuk mencampurinya. Kecuali jika diminta mendiskusikannya, no problem. Tidak ada yang tabu. Tapi itu adalah topik yang lain. Fokus saya adalah mempertanyakan dan mengkritisi jika ada kepercayaan yang mengandung kebencian dan kekerasan. Dan setiap orang berhak untuk membantah dan mengkritisi saya juga.
Salam manis.
October 29th, 2008 00:39
@fariz - Mengapa untuk mengajak menghapuskan kebencian disebut tersesat atau disesatkan orang lain?
.
Karena fakta-fakta yang Anda sampaikan banyak yang keliru.
.
Beberapa kekeliruan Anda tersebut mirip dengan propaganda Islamophobic yang disebarkan di Internet. Dan saya sempat cukup intensif berdiskusi dengan mereka sebelumnya, jadi cukup paham soal itu.
Jadi ada dua kemungkinan, kemungkinan Anda tidak tahu, atau Anda memang dari kelompok mereka.
.
Pada kasus Anda, saya mencoba berbaik sangka dulu.
.
tentu juga sebagai pembelaan terhadap kasus Bani Quraizah yang mungkin menurut Mas telah sesuai dengan standar peperangan jaman dulu
.
Sebetulnya malah melebihi standar peperangan zaman dahulu. Di budaya-budaya lainnya, bahkan wanita dan anak-anaknya pun akan dibunuh juga.
.
apakah Mas Sufehni setuju dengan standar kemanusiaan jaman sekarang?
.
Erm… standar yang mana mas? Zaman sekarang ada banyak standar soalnya.
Mungkin bisa lebih spesifik.
.
Apakah standar munafik, seperti yang dipraktekkan pemerintah Amerika? Mereka berteriak-teriak soal HAM — padahal mereka menyiksa tawanan perang. Lebih parah lagi — mereka menyiksa rakyat sipil di penjara mereka (misal: Guantanamo). Lebih parah lagi — mereka tidak segan-segan membantai rakyat jelata, seperti di Iraq dan Pakistan. Lalu dengan santai melabeli mereka sebagai “collateral damage”
.
Apakah standar rasis - bantai satu suku, angkat suku yang lain? Seperti di beberapa kasus di Eropa & Asia.
.
Atau mungkin standar lainnya.
.
Bukankah suatu agama diturunkan untuk mengubah jaman jahililiyah menuju pencerahan dan bukannya malah mengikuti standar jaman jahiliyah tersebut?
.
Eh? Islam tidak mengikuti standar jaman jahiliyah.
.
Islam membasmi standar jahiliyah, dan menggantinya dengan standar yang sangat manusiawi.
.
Sebagai contoh; hukum syariah (Islam) adalah satu-satunya hukum yang pernah saya temui yang berdasarkan kepada compassion dan wisdom.
.
Bisa kita coba cari, hukum yang mana keputusan hakim bisa berbeda dari teks di kitab hukumnya?
.
Contoh; pencuri bisa malah dibebaskan (karena dia terpaksa mencuri karena lapar), dan justru gubernur daerah tersebut dihukum karena masih ada orang yang kelaparan di daerahnya.
.
Sayangnya - implementasi hukum “syariah” di zaman modern ini justru menghapuskan aspek compassion & wisdom tersebut !
Ini yang amat kita sayangkan. Maka hukum Islam jadi kehilangan esensinya, dan tidak terlalu berbeda dengan hukum-hukum buatan manusia yang lainnya.
.
Yang terakhir kemarin ini saya baca ada layanan pengadilan syariah di Inggris bagi komunitas muslim. Tapi miris saya membaca bagaimana implementasinya — cukup isi form, kalau perlu tidak usah hadir, dan nanti sudah dapat langsung keputusannya.
.
Implementasi hukum Islam di zaman ini dihilangkan ruhnya. Jadinya ya, seperti zombie.
.
Itulah sebabnya sebenarnya saya lebih suka berdiskusi secara privat agar tidak sampai menyinggung perasaan banyak orang.
.
Saya kira tidak apa. Walaupun tersinggung, biasanya kemudian juga akan membuat ybs jadi berpikir lagi, “oh, ternyata ada perspektif seperti itu ya”, atau “iya ya, kayaknya betul juga”, dst.
.
Atau, paling tidak mudah-mudahan akan mendorong mereka untuk menggali sendiri topik tsb lebih lanjut. Ini saja sudah merupakan kebaikan yang besar dari kita kepada mereka.
.
Ada beberapa blog yang berisi kebijaksanaan yang sering saya kunjungi untuk menuai hikmah dari mereka. Sayangnya, beberapa sekarang sudah ditutup, karena banyak caci maki yang mereka terima. Ini kerugian besar bagi orang-orang seperti saya.
Namun saya juga bisa memahami sebabnya, dan itu adalah hak mereka untuk melakukan itu.
.
Mudah-mudahan kita tidak merasa segan untuk menyampaikan yang benar, walaupun kita akan menjadi “korban” karenanya. Para Nabi dan para sahabatnya telah memberikan teladan yang sangat baik ini, dan mudah-mudahan kita bisa menirunya juga.
October 29th, 2008 11:17
@fariz
- Sikap kritis anda menunjukkan sebenarnya anda peduli atas benar tidaknya suatu kepercayaan
- Apakah pertanyaan saya topik lain ? saya hanya mengikuti arah topik bicara anda, bukankah sejak awal anda sudah menggeser topik dari Al Aqsa ke arah lain -nilai2 ajaran Islam- ?
- Jika anda memang tidak mau menjawab saya harus menghargai “jawaban” anda
@sufehmi
- mas apa tidak sebaiknya pembahasan di luar topik Al Aqsa dihentikan supaya semua terbiasa untuk “taat topik” saat diskusi dan jika perlu mas fehmi membuka tulisan baru mengenai materi yang menjadi bahan diskusi hangat dengan mas fariz sekaligus agar mas fariz (juga yg lainnya) tidak merasa “disingkirkan” ?
-Semoga Allah SWT selalu memberkahi kita semua dengan kasih sayang dan kesabaran-
October 29th, 2008 22:16
@Sufehmi
Beberapa kekeliruan Anda tersebut mirip dengan propaganda Islamophobic yang disebarkan di Internet.
.
Mohon disebutkan bagian mana kekeliruan saya yang mirip dengan propaganda Islamophobic tsb. Sebagai manusia saya fallible. Justru gunanya diskusi ini saya jadi tahu kesalahan saya. Tetapi dengan menuding kesalahan saya sebagai Islamophobic tentu tidak fair. Saya tidak setuju dengan segala bentuk phobia yang hanya berlandaskan kebencian. Saya tahu banyak non Muslim yang mengkritisi Islam. Tapi kita bisa pahami karena itu adalah respon terhadap ulah saudara-saudara Muslim kita juga. Ketika Amrozi cs dengan bangga mengatakan membunuh kafir adalah tugas mulia di mata Tuhan, dengan mengutip ayat Kitab Suci, tentu saja Non Muslim akan kritis menanyakan benarkah ajaran Islam seperti itu. Tugas Muslim adalah menjelaskan, bukannya malah mencap mereka sebagai Islamophobia. Ini tidak menyelesaikan masalah. Kebiasaan pembelaan dengan menyerang karakter lawan diskusi menurut saya bukan sikap seorang intelektual.
.
Erm… standar yang mana mas? Zaman sekarang ada banyak standar soalnya.
Mungkin bisa lebih spesifik.
.
Standar kemanusiaan dalam konteks hukum perang jaman sekarang adalah Konvensi Jenewa. Third Geneva Convention Articles 13 to 16 states that prisoners of war must be treated humanely without without any adverse discrimination and that their medical needs must be met. Selanjutnya bahwa pembunuhan massal dan memperbudak tawanan perang digolongkan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. Mass murder is the act of murdering a large number of people, typically at the same time or over a relatively short period of time. The largest mass killings in history have been attempts to exterminate entire groups or communities of people, often on the basis of ethnicity or religion. Some of these mass murders have been found to be genocides and others to be crimes against humanity, but often such crimes have led to few or no convictions of any type.Genocide is the deliberate and systematic destruction of an ethnic, religious or national group.
.
Apakah standar munafik, seperti yang dipraktekkan pemerintah Amerika? Mereka berteriak-teriak soal HAM — padahal mereka menyiksa tawanan perang.Dst..
.
Mungkin Mas Sufehmi keliru menterjemahkan antara “standard” dan “aplikasi”. Sering kita lihat dimana-mana terjadi penyimpangan terhadap standard atau hukum. Amerika sendiri telah menghukum para pelaku penyiksaan Guantanamo. Mas tidak bisa mengatakan “lihat, Amerika juga melakukan pembunuhan massal, karena itu pembantaian Bani Quraizah bisa dibenarkan”. Jika orang lain melakukan kejahatan tidak serta merta kejahatan kita sendiri bisa dibenarkan. Ini “you too argument”. Dan menurut saya ini adalah logical fallacy.
.
Islam membasmi standar jahiliyah, dan menggantinya dengan standar yang sangat manusiawi.
.
Mas Sufehmi mengatakan bahwa “Standar peperangan zaman dahulu adalah “take no prisoners”, alias semua yang kalah dibantai”. Lalu Islam menggantinya dengan standar lebih baik : “semua laki-laki dewasa dibantai. Perempuan dan anak-anak diperbudak”. Nampaknya sedikit lebih baik. Tapi menurut saya ini masih juga belum sesuai dengan standar kemanusiaan sekarang. Hukum perang sekarang melarang pembunuhan massal dan perbudakan terhadap tawanan perang.
.
Mohon diluruskan jika ada kesalahan dan mohon maaf jika ada kata-kata yang tidak berkenan. Semoga Mas Sufehmi bisa memberi pencerahan kepada saya, yang secara jujur saya akui pengetahuan dan kecerdasan saya masih kalah jauh dari Mas.
Salam sukses dan bahagia selalu.
.
@Nhawhat
Mas Nhawhat yang baik, saya tidak peduli suatu kepercayaan benar atau salah. Saya hanya peduli jika ada kepercayaan yang mengandung kebencian. Kebetulan komentar-komentar yang saya tidak sependapat dan saya kritisi nampaknya dari rekan-rekan Muslim. Tapi tidak semua kok yang saya tidak sependapat. Lagipula mereka belum tentu mewakili ajaran Islam. Untuk itulah saya memohon klarifikasi. Sekali ini hanya pendapat saya. Sebagai manusia saya bisa salah. Mudah-mudahan dari diskusi ini saya mendapatkan pencerahan.
Love and peace
October 30th, 2008 21:55
Mohon disebutkan bagian mana kekeliruan saya yang mirip dengan propaganda Islamophobic tsb. Sebagai manusia saya fallible. Justru gunanya diskusi ini saya jadi tahu kesalahan saya.
.
Saya sudah reply berkali-kali, jadi saya tidak akan mengulang diri saya sendiri lagi.
.
Well, sebetulnya saya SUDAH mengulang diri saya sendiri.
Contohnya bisa dibaca disini.
.
Tapi cukup sekali saja. Silahkan sisanya Anda cari sendiri saja (hint: Ctrl - F, ketik “sufehmi”)
.
Tetapi dengan menuding kesalahan saya sebagai Islamophobic tentu tidak fair.
.
Lho, yang menuduh Anda Islamophobic itu siapa …. ??
.
Coba, perhatikan lagi ucapan saya yang Anda kutip sendiri :
.
Beberapa kekeliruan Anda tersebut mirip dengan propaganda Islamophobic yang disebarkan di Internet.
.
Karena memang mirip. Tapi sudah demikian pun saya tetap tidak menuduh Anda sebagai Islamophobic, karena masih berprasangka baik dengan Anda.
.
Standar kemanusiaan dalam konteks hukum perang jaman sekarang adalah Konvensi Jenewa.
.
Ya saya tahu konvensi jenewa. Tapi yang Anda bicarakan itu (Bani Quraizhah) bukan soal combatants, atau perang.
.
Kalau kita bicara kasus Bani Quraizhah, kita bicara soal Treason at the times of War.
.
Hukumannya tidak ada yang lain kecuali hukuman mati.
.
Dan kejahatan Bani Quraizhah ini jadi semakin serius jika kita lihat konteks nya — jika umat Islam kalah ketika itu, bisa dipastikan mereka akan dibantai HABIS oleh tentara Mekah !
.
Cinta damai sih boleh saja. Tapi jangan sampai demikian membabi buta, sampai konteksnya diabaikan. Situasinya ditafsirkan seenaknya. Dan hukum pun tidak ditegakkan juga. Ini jelas sudah sangat, amat ngawur.
November 4th, 2008 17:33
@Sufehmi
Saya sudah reply berkali-kali, jadi saya tidak akan mengulang diri saya sendiri lagi.
.
Maaf Mas, saya sudah membaca lagi semua reply Mas. Memang Mas sudah berusaha meluruskan apa yang menurut Mas adalah “kekeliruan” saya. dan saya pun sudah menyampaikan bantahan saya dan ada juga yang saya akui sebagai kekeliruan saya. Ini adalah diskusi finding the thruth. Dan saya pikir ini masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut. Saya hanya meminta “Mohon disebutkan BAGIAN MANA kekeliruan saya yang mirip dengan propaganda Islamophobic”. Jika Mas menganggap SEMUA “kekeliruan” saya mirip dengan propaganda Islamophobic, baiklah. Cuman menurut hemat saya, pernyataan kritis tetap memerlukan penjelasan yang logis dan bukannya tudingan ini atau itu.
.
Lho, yang menuduh Anda Islamophobic itu siapa …. ??Beberapa kekeliruan Anda tersebut mirip dengan propaganda Islamophobic yang disebarkan di Internet.Karena memang mirip. Tapi sudah demikian pun saya tetap tidak menuduh Anda sebagai Islamophobic, karena masih berprasangka baik dengan Anda.
.
Mas mengklaim tidak menuduh, tetapi mengatakan “mirip”. Saya punya analogi:
.
A : Anda ini mirip kayak monyet.
.
B : Wah jangan begitu dong. Masak saya dikatakan monyet?
.
A : Siapa bilang Anda monyet? Saya kan cuman bilang mirip monyet. Kalau kamu merasa bukan monyet ya gak papa.Saya toh masih berprasangka baik.
.
Ini seperti lelucon Srimulat. Sepertinya, jika tidak keliru, cap Islamophobic berkonotasi kebencian. Memfitnah tanpa dasar. Diskusi dengan niat baik, adalah opini dan analisis yang didasarkan pada bukti, bukan kebencian. Dua belah pihak akan saling meluruskan jika ada opini, analisis atau bukti yang salah. Sehingga kebenaran diharapkan dapat terungkap.
.
Ya saya tahu konvensi jenewa. Tapi yang Anda bicarakan itu (Bani Quraizhah) bukan soal combatants, atau perang.Kalau kita bicara kasus Bani Quraizhah, kita bicara soal Treason at the times of War.
.
Mas bilang “jangan membabibuta sehingga mengabaikan konteks”. Yes, konteksnya adalah perang. Mas sendiri tidak bisa mengabaikan konteks ini. Mas sendiri bilang “Treason at the times of War”, bukannya “Treason at the times of Peace”.
.
Dan kejahatan Bani Quraizhah ini jadi semakin serius jika kita lihat konteks nya — jika umat Islam kalah ketika itu, bisa dipastikan mereka akan dibantai HABIS oleh tentara Mekah !
.
Mas merefer artikel http://www.mail-archive.com/islamkristen@yahoogroups.com/msg08717.html. Saya kutip sebagian:
“Perang ini terjadi bulan Syawal tahun 5 H. Yahudi Banu
Quraizhah yakin bahwa Rasulullah dan pengikutnya akan dapat dikalahkan, sebab itu mereka terus terang melanggar janji, dengan menyerang kaum Muslimin dari belakang. Karena kekuatan Banu Quraizhah ini besar, maka penyerbuan mereka benar-benar mengejutkan
Muslimin”
.
Saya tidak tahu,penulis mencuplik cerita ini dari mana. Biografer dan penulis sejarah Islam, seperti Ibnu Hisyam, Husain Haikal atau Karen Armstrong tidak mengatakan ini. Banu Quraizhah tidak pernah menyerbu kaum Muslimin. Dan kekuatan mereka jauh lebih kecil dari kekuatan kaum Muslimin waktu itu. Pada faktanya kaum Quraisy Mekkah tidak berhasil menembus Madinah dari selatan, karena Bani Quraizhah tidak membukakan pintu bentengnya buat mereka. Baiklah katakanlah memang ada pengkhianatan, karena faktanya mereka juga tidak membantu Muslimin ketika diserang, tidaklah tepat dengan membantai semua laki-laki dewasa Quraizhah dan memperbudak wanita dan anak-anak. Ini tidak manusiawi. Katakanlah para pemimpin Quraizhah saja yang dihukum. Bukan seluruhnya. Kita tidak buta pada hukum. Tapi hendaklah hukum yang bersandar pada nilai-nilai kemanusiaan. Tidak ada nilai spiritual, love & compassion yang bisa dipetik dari pembantaian besar-besaran seperti ini. Karen Armstrong bahkan mengatakan ini mirip dengan pembantaian ala Nazi. Walaupun beliau membela dengan mengatakan itu sesuai dengan hukum pada saat itu.
.
Cinta damai sih boleh saja. Tapi jangan sampai demikian membabi buta, sampai konteksnya diabaikan. Situasinya ditafsirkan seenaknya. Dan hukum pun tidak ditegakkan juga. Ini jelas sudah sangat, amat ngawur.
.
Saya pikir sudah saya jelaskan di muka. Terimakasih. Salam sukses dan bahagia selalu.
November 8th, 2008 09:19
Salam untuk semua…
Di Saudi ada konsep uang darah (DIYA). Jika seseorang terbunuh, maka kompensasinya sbb :
100.000 riyal jika korbannya lelaki Muslim
50.000 riyal jika korbannya wanita Muslim
50.000 riyal jika korbannya lelaki Kristen
25.000 riyal jika korbannya wanita Kristen
6.666 riyal jika lelaki Hindu
3.333 riyal jika wanita Hindu.
Menurut hirarki ini, nyawa lelaki Muslim lebih 30 kali lipat dari nyawa wanita Hindu. Hirarki ini didasarkan pada definisi Islam atas HAM dan berakar pada Quran dan
Shariah.
November 20th, 2008 09:55
[...] juga sampai sekarang- di anggap sebagai masjid Al Aqsha. Klarifikasi hal ini dapat di lihat pada blog Harry Sufehmi. Sebagian orang juga menganggap bangunan ini bukanlah masjid melainkan hanya tumpukan batu [...]
December 1st, 2008 10:16
“Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah maha Mendengar lagi Maha Melihat,” (QS Al-Isra:1)
“Tidak boleh mengkhususkan melkaukan perjalanan kecuali menuju tiga masjid, yaitu Masjid Al-Haram (di Mekah), masjidku (Masjid An-Nabawi di Madinah), dan Masjid Al-Aqsha (di palestina).” (HR. Bukhari-Muslim).
“Sekelompok umatku selalu berperang di pintu-pintu Damaskus dan sekitarnya dan di pintu-pintu Baitul Maqdis dan sekitarnya. tidak akan membahayakan mereka orang yang merendahkan mereka. mereka tetap berada di dalam kebenaran sampai hari kiamat.” (HR. Abu Daud)
Allah memerintahkan orang beriman untuk menyiapkan kekuatan dalam rangka menghadapi musuh, setelah terlebih dahulu memperkuat ketakwaan. Sebab jika Allah menghendaki, niscaya Dia dapat menghancurkan mereka hanya dengan perkataan atau dengan taburan debu, sebagaiman yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. akan tetapi Dia hendak menguji sebagian manusia atas sebagian lain dengan ilmunya. Firman Allah SWT: “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” (QS. Al-Anfal:6).