<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Masjid Al-Aqsa, atau Dome of Rock ?</title>
	<atom:link href="http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/</link>
	<description>life is a struggle - information wants to be free</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Mar 2010 08:36:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: slackycml</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-243569</link>
		<dc:creator>slackycml</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Jan 2010 05:53:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-243569</guid>
		<description>Dimulai tanggapan Pebruari 2007, ternyata sampai November 2008 masih ada komentar juga ... Subhanalloh panjang betul thread disini.
Di awal 2010 ini malah saya menghidupkan lagi :)

Sebenarnya saya tidak ingin memperpanjang komentar atas pernyataan/jawaban Fariz karena nampak tidak berguna lagi, baik kepada dirinya apalagi kepada diri saya sendiri. Hanya karena khawatir racun-nya menyebar kepada Muslimin, maka saya terpaksa turunkan komentar lagi (setelah sempat mengintip minggu ini)

Tanggapan ini atas komentar Fariz pd tanggal 29 Okt 08 dan 04 Nop 08, yakni :
1).Islamophobic ?
&gt;&gt; Kelihatan jelas dan mencolok sekali dengan semua komentar anda. Maaf memang demikianlah adanya menurut &quot;cara baca&quot; saya.

2).Standar kemanusiaan dalam konteks hukum perang jaman sekarang adalah Konvensi Jenewa.
&gt;&gt; Betapa hebatnya orang yang mengaku sebagai ummat Muhammad, sementara di sisi lain tidak mengakui hukum perang yang diputuskan oleh Nabi anda sendiri. Ingatlah, pernah ada seorang muslim pada zaman Nabi yang menolak putusan beliau, seraya mengatakan &quot;Adil lah wahai Nabi !&quot; Maka Nabi mengatakan &quot;Kalau aku tidak lagi adil, maka siapakah lagi -yang adil- ?&quot; Setelahnya beliau mengatakan bahwa nanti akan ada keturunannya yang meneruskan pemahaman rusak tersebut. Dan mereka adalah anjing-anjing Neraka ! Maka hendaklah kita berlindung kepada Alloh dan selalu berusaha menghindarkan diri dari ucapan dan tuduhan Muhammad sebagai Nabi yang tidak adil.

3).Tapi menurut saya ini masih juga belum sesuai dengan standar kemanusiaan sekarang. Hukum perang sekarang melarang pembunuhan massal dan perbudakan terhadap tawanan perang.
&gt;&gt; Manusia hanyalah ciptaan Tuhan. Bilamana manusia sudah bangga membuat hukum agama atas dirinya sendiri, sudah bisa dipastikan tidak adil. Dan hukum peperangan dalam Islam ternyata merupakan bagian dari ajaran Al-Quran dan As-Sunnah. Jadi saat perang, seorang Muslim diwajibkan berperang sesuai dengan ajaran agama-nya. Hal ini lebih-lebih lagi saat Nabi masih hidup -seperti yang anda singgung, yakni saat Bani Quroizhoh berkhianat-, maka sudah pada tempatnya Nabi menerapkan semua syari&#039;at Al-Islam. Wallohu a&#039;lam.

4).Biografer dan penulis sejarah Islam, seperti Ibnu Hisyam, Husain Haikal atau Karen Armstrong tidak mengatakan ini. Banu Quraizhah tidak pernah menyerbu kaum Muslimin. Dan kekuatan mereka jauh lebih kecil dari kekuatan kaum Muslimin waktu itu.
&gt;&gt; Kentara sekali penipuan anda, wahai Fariz. Atau anda hanya orang yang ditipu ? Entahlah... Dengan sengaja meminggirkan ahli hadits, seperti Bukhori, Muslim dan lainnya, lalu hanya merujuk -orang yang dianggap- ahli sejarah, maka anda dengan seenaknya sendiri membelokkan kisah Bani Quroizhoh. Seakan-akan mereka tidak pernah berkhianat... kalaupun berkhianat toh bagaikan selilit di gigi Muhammad ! Wal Iyadzu BilLah ... mari kita baca kembali dari sumber yang shahih/sah.
&gt;&gt; Bani Quroizhoh memang tidak pernah menyerbu Muslimin, tapi mereka sudah menerima kedatangan teman pengkhianat dan utusan Quraisy. Hasilnya mereka telah menyiapkan 1500 pedang, 2000 tombak, 300 baju besi, 500 perisai untuk kebutuhan pengkhianatan tersebut ! 
&gt;&gt; Kekuatan mereka kecil ? Betul kalau hanya 700 orang (yahudi) melawan 3.000 (muslimin). Yang menjadi masalah, mereka telah bersiap diri untuk berkhianat bersama-sama 10.000 pasukan gabungan Yahudi dan Quraisy yang mengepung Madinah !
&gt;&gt; Masih terlihat kecil ? Saat perang, ternyata Nabi dan muslimin saat itu kewalahan menghadapi pasukan gabungan, sehingga beliau pernah menjama&#039; sholat ashhar dengan maghrib, sesuatu hal yang hanya terjadi sekali dalam sejarah Islam ! Begitu repotnya mereka -ridwanulLoh ajma&#039;in-, tapi tiba-tiba dari dalam Madinah muncul pengkhianatan ! Kalau lah bukan karena pertolongan Alloh, mereka sudah dalam keadaan sangat berputus-asa ! Baca QS.Ahzab ayat 10-11.

5).Saya hanya peduli jika ada kepercayaan yang mengandung kebencian.
&gt;&gt; Subhanalloh, hebat betul anda yang berselimutkan Islam tapi menohok Nabi Muhammad. Mengaku cinta damai lalu menyepelekan Nabi Muhammad. Kalau anda muslim, segeralah bertaubat dan mari belajar Al-Islam tanpa menghakimi, wahai Fariz. Bila anda ahli kitab, maka bersiaplah kecewa karena Din Al-Islam akan tetap cemerlang. Bila anda tak beragama, maka bersiaplah dari sekarang bahwa anda akan menerima Al-Islam ini dengan senang hati maupun terpaksa !

Semoga komentar yang sedikit ini manfaat atas ketinggian hujjah Din Al-Islam -walaupun tak ubahnya satu serpihan debu yang terbang sekejap- , Amin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dimulai tanggapan Pebruari 2007, ternyata sampai November 2008 masih ada komentar juga &#8230; Subhanalloh panjang betul thread disini.<br />
Di awal 2010 ini malah saya menghidupkan lagi <img src='http://harry.sufehmi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sebenarnya saya tidak ingin memperpanjang komentar atas pernyataan/jawaban Fariz karena nampak tidak berguna lagi, baik kepada dirinya apalagi kepada diri saya sendiri. Hanya karena khawatir racun-nya menyebar kepada Muslimin, maka saya terpaksa turunkan komentar lagi (setelah sempat mengintip minggu ini)</p>
<p>Tanggapan ini atas komentar Fariz pd tanggal 29 Okt 08 dan 04 Nop 08, yakni :<br />
1).Islamophobic ?<br />
&gt;&gt; Kelihatan jelas dan mencolok sekali dengan semua komentar anda. Maaf memang demikianlah adanya menurut &#8220;cara baca&#8221; saya.</p>
<p>2).Standar kemanusiaan dalam konteks hukum perang jaman sekarang adalah Konvensi Jenewa.<br />
&gt;&gt; Betapa hebatnya orang yang mengaku sebagai ummat Muhammad, sementara di sisi lain tidak mengakui hukum perang yang diputuskan oleh Nabi anda sendiri. Ingatlah, pernah ada seorang muslim pada zaman Nabi yang menolak putusan beliau, seraya mengatakan &#8220;Adil lah wahai Nabi !&#8221; Maka Nabi mengatakan &#8220;Kalau aku tidak lagi adil, maka siapakah lagi -yang adil- ?&#8221; Setelahnya beliau mengatakan bahwa nanti akan ada keturunannya yang meneruskan pemahaman rusak tersebut. Dan mereka adalah anjing-anjing Neraka ! Maka hendaklah kita berlindung kepada Alloh dan selalu berusaha menghindarkan diri dari ucapan dan tuduhan Muhammad sebagai Nabi yang tidak adil.</p>
<p>3).Tapi menurut saya ini masih juga belum sesuai dengan standar kemanusiaan sekarang. Hukum perang sekarang melarang pembunuhan massal dan perbudakan terhadap tawanan perang.<br />
&gt;&gt; Manusia hanyalah ciptaan Tuhan. Bilamana manusia sudah bangga membuat hukum agama atas dirinya sendiri, sudah bisa dipastikan tidak adil. Dan hukum peperangan dalam Islam ternyata merupakan bagian dari ajaran Al-Quran dan As-Sunnah. Jadi saat perang, seorang Muslim diwajibkan berperang sesuai dengan ajaran agama-nya. Hal ini lebih-lebih lagi saat Nabi masih hidup -seperti yang anda singgung, yakni saat Bani Quroizhoh berkhianat-, maka sudah pada tempatnya Nabi menerapkan semua syari&#8217;at Al-Islam. Wallohu a&#8217;lam.</p>
<p>4).Biografer dan penulis sejarah Islam, seperti Ibnu Hisyam, Husain Haikal atau Karen Armstrong tidak mengatakan ini. Banu Quraizhah tidak pernah menyerbu kaum Muslimin. Dan kekuatan mereka jauh lebih kecil dari kekuatan kaum Muslimin waktu itu.<br />
&gt;&gt; Kentara sekali penipuan anda, wahai Fariz. Atau anda hanya orang yang ditipu ? Entahlah&#8230; Dengan sengaja meminggirkan ahli hadits, seperti Bukhori, Muslim dan lainnya, lalu hanya merujuk -orang yang dianggap- ahli sejarah, maka anda dengan seenaknya sendiri membelokkan kisah Bani Quroizhoh. Seakan-akan mereka tidak pernah berkhianat&#8230; kalaupun berkhianat toh bagaikan selilit di gigi Muhammad ! Wal Iyadzu BilLah &#8230; mari kita baca kembali dari sumber yang shahih/sah.<br />
&gt;&gt; Bani Quroizhoh memang tidak pernah menyerbu Muslimin, tapi mereka sudah menerima kedatangan teman pengkhianat dan utusan Quraisy. Hasilnya mereka telah menyiapkan 1500 pedang, 2000 tombak, 300 baju besi, 500 perisai untuk kebutuhan pengkhianatan tersebut !<br />
&gt;&gt; Kekuatan mereka kecil ? Betul kalau hanya 700 orang (yahudi) melawan 3.000 (muslimin). Yang menjadi masalah, mereka telah bersiap diri untuk berkhianat bersama-sama 10.000 pasukan gabungan Yahudi dan Quraisy yang mengepung Madinah !<br />
&gt;&gt; Masih terlihat kecil ? Saat perang, ternyata Nabi dan muslimin saat itu kewalahan menghadapi pasukan gabungan, sehingga beliau pernah menjama&#8217; sholat ashhar dengan maghrib, sesuatu hal yang hanya terjadi sekali dalam sejarah Islam ! Begitu repotnya mereka -ridwanulLoh ajma&#8217;in-, tapi tiba-tiba dari dalam Madinah muncul pengkhianatan ! Kalau lah bukan karena pertolongan Alloh, mereka sudah dalam keadaan sangat berputus-asa ! Baca QS.Ahzab ayat 10-11.</p>
<p>5).Saya hanya peduli jika ada kepercayaan yang mengandung kebencian.<br />
&gt;&gt; Subhanalloh, hebat betul anda yang berselimutkan Islam tapi menohok Nabi Muhammad. Mengaku cinta damai lalu menyepelekan Nabi Muhammad. Kalau anda muslim, segeralah bertaubat dan mari belajar Al-Islam tanpa menghakimi, wahai Fariz. Bila anda ahli kitab, maka bersiaplah kecewa karena Din Al-Islam akan tetap cemerlang. Bila anda tak beragama, maka bersiaplah dari sekarang bahwa anda akan menerima Al-Islam ini dengan senang hati maupun terpaksa !</p>
<p>Semoga komentar yang sedikit ini manfaat atas ketinggian hujjah Din Al-Islam -walaupun tak ubahnya satu serpihan debu yang terbang sekejap- , Amin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sufehmi</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-190434</link>
		<dc:creator>sufehmi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 09:57:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-190434</guid>
		<description>@ahmad - &lt;i&gt;saya pusing melihat debat kusir ini.tidak semuanya say baca dri awal. percuma berdebat klo berbeda keyakinan. sy cuma ingin sedikit berkomentar&lt;/i&gt;
.
Katanya &quot;percuma berdebat&quot; mas :) lho kok malah lanjut terus sampai 3 komentar yang panjang lebar tho ? :)
.
Dan komentar Anda saya lihat juga tidak menjawab. 
Mas Fariz punya suatu keyakinan tertentu, tapi kemudian Anda balas dengan keyakinan Anda sendiri juga. Jadinya ya sama-sama tetap berseberangan.
.
Ya tidak apa sih, masing2 punya keyakinan sendiri. Itu tidak salah.
Tapi, jadi aneh jika Anda kemudian merasa sudah berhasil menjawab pertanyaan mas Fariz :)
.
Contoh :
(1) Mas Fariz yakin bahwa adalah hal yang aneh jika Tuhan membenci ciptaannya sendiri
(2) Anda &quot;jawab&quot; dengan keyakinan Anda sendiri - yaitu bahwa Tuhan itu Maha Berkehendak.
.
Tetap belum nyambung jadinya kan ?  :)
.
Anyway, no problem. Silakan dilanjutkan lagi diskusinya.
Trims.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ahmad &#8211; <i>saya pusing melihat debat kusir ini.tidak semuanya say baca dri awal. percuma berdebat klo berbeda keyakinan. sy cuma ingin sedikit berkomentar</i><br />
.<br />
Katanya &#8220;percuma berdebat&#8221; mas <img src='http://harry.sufehmi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  lho kok malah lanjut terus sampai 3 komentar yang panjang lebar tho ? <img src='http://harry.sufehmi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
.<br />
Dan komentar Anda saya lihat juga tidak menjawab.<br />
Mas Fariz punya suatu keyakinan tertentu, tapi kemudian Anda balas dengan keyakinan Anda sendiri juga. Jadinya ya sama-sama tetap berseberangan.<br />
.<br />
Ya tidak apa sih, masing2 punya keyakinan sendiri. Itu tidak salah.<br />
Tapi, jadi aneh jika Anda kemudian merasa sudah berhasil menjawab pertanyaan mas Fariz <img src='http://harry.sufehmi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
.<br />
Contoh :<br />
(1) Mas Fariz yakin bahwa adalah hal yang aneh jika Tuhan membenci ciptaannya sendiri<br />
(2) Anda &#8220;jawab&#8221; dengan keyakinan Anda sendiri &#8211; yaitu bahwa Tuhan itu Maha Berkehendak.<br />
.<br />
Tetap belum nyambung jadinya kan ?  <img src='http://harry.sufehmi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
.<br />
Anyway, no problem. Silakan dilanjutkan lagi diskusinya.<br />
Trims.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ahmad</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-190182</link>
		<dc:creator>Ahmad</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2009 22:34:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-190182</guid>
		<description>Menanggapi komentar mas FARIZ : #Mas Sufehmi yang bijak,menurut hemat saya, sebuah kitab suci adalah book of guidance. Sebuah book of guidance haruslah jelas dan mudah dipahami. Book of guidance bukanlah misteri. Bukan teka-teki yang harus dipecahkan. Menurut saya Tuhan tidak perlu menyembunyikan suatu hikmah dan hanya orang-orang pada level kecerdasan tertentu yang berhak tahu. Saya pikir tidaklah sulit bagi Tuhan untuk membuat kitabNya bisa dipahami keseluruhannya oleh ciptaanNya pada semua level.#

Mudah saja untuk memahami Bahwa Al Quran itu adalah Kitab Tertinggi dan Tersuci. Analoginya seperti ini :
Apakah bisa Anak TK membaca Alquran tanpa mengenal Huruf Hijaiyah terlebih dahulu? tentu untuk bisa sampai membaca Alquran (yg bertulisan Arab) tentu ada yg membimbingnya yakni GURU, gurulah yg dapat menanamkan ke memori otak anak TK tsb INFORMASI bagaimana bentuk2 huruf Hijaiyah tsb sehingga pada akhirnya sang anak tsb dpt membaca Alquran dgn sempurna kelak. katakanlah Anak TK itu diberikan buku untuk TK yg mengajarkan huruf Hijaiyah yg dibuat oleh pengarang buku tsb &quot;Semudah Mungkin utk di cerna oleh anak TK&quot; namun apakah mgk sang Anak tsb mempelajarinya dgn sendiri tanpa bimbingan dri seorang guru? klopun seandainya bisa berarti anak TK tsb Sungguh luar biasa Jeniusnya dan tentu hal tsb sangat jarang ditemui di dunia ini..

Alquran itu adalah Kitab TERTINGGI,TERMULIA, TERSUCI..dri semua Kitab yg ada dimuka bumi ini, didalamnya terkandung kesempurnaan Ajaran, pengetahuan bagi Dunia. tentu memang tidak mudah utk mempelajari Alquran itu bagi semua orang, dibutuhkan SESEORANG yg dipercaya utk menyampaikan Risalah Alquran itu sendiri. Siapakah penyampai Risalah tersebut ? itulah Rasulullah SAW , yg menjelaskan kepada Manusia tentang Apa - apa yg diturunkan oleh Al quran melalui HAdits-haditsnya. 
hal tsb terdapat dlm Firman Allah SWT : Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. ( QS. Al Ahzab 21)

dan siapakah penerus dri Rasulullah SWT, yg berperan sbg Penjaga, Pengayom Umat yg selalu membimbing Manusia ini utk dpt terus Belajar dlm mencari kebenaran ini agar tidak terjerumus dlm lembah Kesesatan ? Itulah PARA ULAMA SEJATI (bukan Ulama Su&#039;/Syetan) yakni sebagai PEWARIS PARA NABI 

 
Sebagaimana hal tersebut tdpt dlm Hadits Rasulullah SAW: Siapa saja yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, Allah memperjalankannya di atas salah satu jalan surga. Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap mereka karena ridha kepada penuntut ilmu. Sesungguhnya seorang alim itu dimintakan ampunan oleh makhluk yang ada di langit dan di bumi hingga ikan yang ada di dasar lautan.  Sesungguhnya keutamaan seorang alim atas seorang abid (ahli ibadah) seperti keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang-bintang.  Sesungguhnya ulama itu adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, melainkan mewariskan ilmu. Karena itu, siapa saja yang mengambilnya, ia telah mengambil bagian yang besar.&quot; (HR Abu Dawud, Ibn Majah, at-Tirmidzi, Ahmad, ad-Darimi, al-Hakim, al-Baihaqi dan Ibn Hibban).


dan dalam Firman Allah SWT Dalam Al-Quran surat al-Fathir:32, Allah berfirman, 
&quot;Kemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba kami.&quot; (Fathir: 32)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menanggapi komentar mas FARIZ : #Mas Sufehmi yang bijak,menurut hemat saya, sebuah kitab suci adalah book of guidance. Sebuah book of guidance haruslah jelas dan mudah dipahami. Book of guidance bukanlah misteri. Bukan teka-teki yang harus dipecahkan. Menurut saya Tuhan tidak perlu menyembunyikan suatu hikmah dan hanya orang-orang pada level kecerdasan tertentu yang berhak tahu. Saya pikir tidaklah sulit bagi Tuhan untuk membuat kitabNya bisa dipahami keseluruhannya oleh ciptaanNya pada semua level.#</p>
<p>Mudah saja untuk memahami Bahwa Al Quran itu adalah Kitab Tertinggi dan Tersuci. Analoginya seperti ini :<br />
Apakah bisa Anak TK membaca Alquran tanpa mengenal Huruf Hijaiyah terlebih dahulu? tentu untuk bisa sampai membaca Alquran (yg bertulisan Arab) tentu ada yg membimbingnya yakni GURU, gurulah yg dapat menanamkan ke memori otak anak TK tsb INFORMASI bagaimana bentuk2 huruf Hijaiyah tsb sehingga pada akhirnya sang anak tsb dpt membaca Alquran dgn sempurna kelak. katakanlah Anak TK itu diberikan buku untuk TK yg mengajarkan huruf Hijaiyah yg dibuat oleh pengarang buku tsb &#8220;Semudah Mungkin utk di cerna oleh anak TK&#8221; namun apakah mgk sang Anak tsb mempelajarinya dgn sendiri tanpa bimbingan dri seorang guru? klopun seandainya bisa berarti anak TK tsb Sungguh luar biasa Jeniusnya dan tentu hal tsb sangat jarang ditemui di dunia ini..</p>
<p>Alquran itu adalah Kitab TERTINGGI,TERMULIA, TERSUCI..dri semua Kitab yg ada dimuka bumi ini, didalamnya terkandung kesempurnaan Ajaran, pengetahuan bagi Dunia. tentu memang tidak mudah utk mempelajari Alquran itu bagi semua orang, dibutuhkan SESEORANG yg dipercaya utk menyampaikan Risalah Alquran itu sendiri. Siapakah penyampai Risalah tersebut ? itulah Rasulullah SAW , yg menjelaskan kepada Manusia tentang Apa &#8211; apa yg diturunkan oleh Al quran melalui HAdits-haditsnya.<br />
hal tsb terdapat dlm Firman Allah SWT : Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. ( QS. Al Ahzab 21)</p>
<p>dan siapakah penerus dri Rasulullah SWT, yg berperan sbg Penjaga, Pengayom Umat yg selalu membimbing Manusia ini utk dpt terus Belajar dlm mencari kebenaran ini agar tidak terjerumus dlm lembah Kesesatan ? Itulah PARA ULAMA SEJATI (bukan Ulama Su&#8217;/Syetan) yakni sebagai PEWARIS PARA NABI </p>
<p>Sebagaimana hal tersebut tdpt dlm Hadits Rasulullah SAW: Siapa saja yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, Allah memperjalankannya di atas salah satu jalan surga. Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap mereka karena ridha kepada penuntut ilmu. Sesungguhnya seorang alim itu dimintakan ampunan oleh makhluk yang ada di langit dan di bumi hingga ikan yang ada di dasar lautan.  Sesungguhnya keutamaan seorang alim atas seorang abid (ahli ibadah) seperti keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang-bintang.  Sesungguhnya ulama itu adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, melainkan mewariskan ilmu. Karena itu, siapa saja yang mengambilnya, ia telah mengambil bagian yang besar.&#8221; (HR Abu Dawud, Ibn Majah, at-Tirmidzi, Ahmad, ad-Darimi, al-Hakim, al-Baihaqi dan Ibn Hibban).</p>
<p>dan dalam Firman Allah SWT Dalam Al-Quran surat al-Fathir:32, Allah berfirman,<br />
&#8220;Kemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba kami.&#8221; (Fathir: 32)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ahmad</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-190152</link>
		<dc:creator>Ahmad</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2009 14:49:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-190152</guid>
		<description>saya tambahkan lagi yg istimewa dlm KAndungan Alquran/Islam yakni selain yg saya sebutkan sebelumnya adalah didalam Alquran terkandung Ilmu Pengetahuan yg di saat masanya diturunkan, manusia belum mengetahui. proses kejadian manusia dri janin hingga menjadi bayi. padahal dulu ilmu kedokteran belum menemukan hal itu. dan banyak lagi dlm kandungan2 alquran ttg ilmu2 pengetahuan yg belum diketahui manusia dari zaman kezaman yg telah banyak para PAKAR ILMUWAN yg kata mas Fariz adalah SI PERAGU yg berhasil menemukan kebenaran yg pada akhirnya bermanfaat bagi Manusia di seluruh dunia (makanya Alquran itu tak pernah lekang zaman isi kandungannya) sy rasa tidak perlu sy tunjukkan ayatnya bisa mas FARIZ cri sendiri dlm Alquran atau search aja Google utk membuktikan omongan sy itu mengenai ilmu pengetahuan.

Pokoknya sangat Kompleks Kandungan Alquran dan pantas menjadi Problem Solving bgi Dunia yg HANYA terdapat dlm 114 surat, 6236 Ayat....Subhanallah..Allahuakbar!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya tambahkan lagi yg istimewa dlm KAndungan Alquran/Islam yakni selain yg saya sebutkan sebelumnya adalah didalam Alquran terkandung Ilmu Pengetahuan yg di saat masanya diturunkan, manusia belum mengetahui. proses kejadian manusia dri janin hingga menjadi bayi. padahal dulu ilmu kedokteran belum menemukan hal itu. dan banyak lagi dlm kandungan2 alquran ttg ilmu2 pengetahuan yg belum diketahui manusia dari zaman kezaman yg telah banyak para PAKAR ILMUWAN yg kata mas Fariz adalah SI PERAGU yg berhasil menemukan kebenaran yg pada akhirnya bermanfaat bagi Manusia di seluruh dunia (makanya Alquran itu tak pernah lekang zaman isi kandungannya) sy rasa tidak perlu sy tunjukkan ayatnya bisa mas FARIZ cri sendiri dlm Alquran atau search aja Google utk membuktikan omongan sy itu mengenai ilmu pengetahuan.</p>
<p>Pokoknya sangat Kompleks Kandungan Alquran dan pantas menjadi Problem Solving bgi Dunia yg HANYA terdapat dlm 114 surat, 6236 Ayat&#8230;.Subhanallah..Allahuakbar!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ahmad</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-190150</link>
		<dc:creator>Ahmad</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2009 14:28:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-190150</guid>
		<description>terkait dgn koment ams FARIZ :#Mas Abdillah, Kitab Suci adalah kepercayaan, bukan bukti. Definisi kepercayaan adalah menerima sesuatu begitu saja tanpa bukti. Jika sudah ada bukti namanya bukan lagi kepercayaan, tetapi pengetahuan. Logika Mas agak sulit diterima. Satu analogi:
.
A : Tetangga saya adalah Nabi
B : Apa buktinya?
A : Buktinya adalah karena dia mengatakan begitu.
.
Agaknya tidak begitu logis :)
Salam manis.. #



saya hanya ingin MENANTANG mas fariz yg bisa menemukan kebenaran dengan Logika/akalnya (yg bisa diterima dgn akal)

Coba mas FARIZ Penuhi Tantangan dri Firman Allah SWT :

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. 
Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) - dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. 
( QS. Al Baqoroh :23-24)

Jika mas sudah merasa mampu membuatnya (dgn catatan bukan Plagiat mentah2) yg benar2 tingkat Sastra, pemilihan kata dan syarat2 lainnya yg  menyamai Alquran. maka boleh kita bawa Surat/ayat Mas itu, ke para pakar Sastra Dunia, Pakar Alquran dri Golongan kaum Orientalis seluruh dunia utk kita ujikan.

Mas FARIZ jgn hanya menggiring pembaca kearah pemikiran mas dengan Tanpa Bertanggung Jawab utk memberikan Solusi. Jika emang Mas mampu utk mampu berpikir membuat dunia ini damai, sejahtera, gemah ripah loh jenawi...silahkan mas buat Konsep sendiri dan Buktikan Konsep Mas itu sendiri atas seluruh Umat Manusia di Dunia!!

Saya rasa tidak ada yg mampu melakukan itu kecuali Alquran dan Hadits Shahih. krn Al Quran dan Hadits (Islam) itu adalah Problem Solving kehidupan Dunia. disitu terbukti dgn Ajaran2 yg dibawanya mengenai .Tauhid, Muamallah, Hudud, Akhlaqul karimah, Hikmah, Ibadah. Coba bantu saya carikan Konsep/Ajaran yg lebih Sempurna dri Alquran yg termaktub hanya dengan 114 Surat, 6236 Ayat tapi memiliki Ajaran yg Komprehensih/menyeluruh...Silahkan Jawab Tantangan saya ini..jgn hanya ngedumel doang...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terkait dgn koment ams FARIZ :#Mas Abdillah, Kitab Suci adalah kepercayaan, bukan bukti. Definisi kepercayaan adalah menerima sesuatu begitu saja tanpa bukti. Jika sudah ada bukti namanya bukan lagi kepercayaan, tetapi pengetahuan. Logika Mas agak sulit diterima. Satu analogi:<br />
.<br />
A : Tetangga saya adalah Nabi<br />
B : Apa buktinya?<br />
A : Buktinya adalah karena dia mengatakan begitu.<br />
.<br />
Agaknya tidak begitu logis <img src='http://harry.sufehmi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Salam manis.. #</p>
<p>saya hanya ingin MENANTANG mas fariz yg bisa menemukan kebenaran dengan Logika/akalnya (yg bisa diterima dgn akal)</p>
<p>Coba mas FARIZ Penuhi Tantangan dri Firman Allah SWT :</p>
<p>Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.<br />
Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) &#8211; dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.<br />
( QS. Al Baqoroh :23-24)</p>
<p>Jika mas sudah merasa mampu membuatnya (dgn catatan bukan Plagiat mentah2) yg benar2 tingkat Sastra, pemilihan kata dan syarat2 lainnya yg  menyamai Alquran. maka boleh kita bawa Surat/ayat Mas itu, ke para pakar Sastra Dunia, Pakar Alquran dri Golongan kaum Orientalis seluruh dunia utk kita ujikan.</p>
<p>Mas FARIZ jgn hanya menggiring pembaca kearah pemikiran mas dengan Tanpa Bertanggung Jawab utk memberikan Solusi. Jika emang Mas mampu utk mampu berpikir membuat dunia ini damai, sejahtera, gemah ripah loh jenawi&#8230;silahkan mas buat Konsep sendiri dan Buktikan Konsep Mas itu sendiri atas seluruh Umat Manusia di Dunia!!</p>
<p>Saya rasa tidak ada yg mampu melakukan itu kecuali Alquran dan Hadits Shahih. krn Al Quran dan Hadits (Islam) itu adalah Problem Solving kehidupan Dunia. disitu terbukti dgn Ajaran2 yg dibawanya mengenai .Tauhid, Muamallah, Hudud, Akhlaqul karimah, Hikmah, Ibadah. Coba bantu saya carikan Konsep/Ajaran yg lebih Sempurna dri Alquran yg termaktub hanya dengan 114 Surat, 6236 Ayat tapi memiliki Ajaran yg Komprehensih/menyeluruh&#8230;Silahkan Jawab Tantangan saya ini..jgn hanya ngedumel doang&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ahmad</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-190111</link>
		<dc:creator>Ahmad</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2009 10:42:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-190111</guid>
		<description>saya pusing melihat debat kusir ini.tidak semuanya say baca dri awal.  percuma berdebat klo berbeda keyakinan. sy cuma ingin sedikit berkomentar dgn mas FARIZ yg berusaha ingin mempengaruhi keyakinan kristennya yakni KASIH..di pukul pipi kiri oleh musuh KASIH pipi kanan...:D

saya cuma ingin bertanya dgn mas FARIZ terkait pernyataannya 

#Tuhan macam apa yang membenci ciptaanNya sendiri? Bukankah ini aneh dan tidak logis? Allah membenci Yahudi ciptaanNYa sendiri, melaknatnya dan bahkan memerintahkan muslim untuk memeranginya atau membunuhnya? Mengapa Allah membenci Yahudi? karena tersinggung? karena Allah merasa dikhianati Yahudi? karena Yahudi tidak mau taat? Karena Yahudi tidak mau menyembahNya? Jika demikian Allah memiliki self esteem yang rendah dan narcist. Dan dia pasti bukan Tuhan yang patut disembah.
Jika Allah memang berkendak untuk memusnahkan Yahudi, bukankah mudah dilakukanNya sendiri? mengapa meminjam tangan Muslim?#

saya cuma ingin melontarkan satu pertanyaan pada anda :
1. jika apa yg menjadi pemikiran anda adalah menggambarkan sifat tuhan. mengapa tuhan tidak menjadikan agama ini satu saja biar terjadi kedamaian seperti yg anda impikan??coba jwb pertanyaan saya ini.

Firman Allah dlm Alquran :
&quot;Kami telah jadikan bagi tiap-tiap kalian sya&#039;riat dan jalan, seandainya Allah berkehendak tentu akan menjadikan kalian umat yang satu akan tetapi untuk mencoba kalian maka berlomba-lombalah menuju kebaikan.&quot;( Qs. Al Maidah(4):48) 

Firman Allah dlm Alquran :
Artinya: &quot;Sesungguhnya agama yang dirido&#039;I di sisi Allah hanyalah Islam dan tidaklah ahli kitab berselisih melainkan
setelah datang pada mereka pengetahuan dan mereka melebihi batas ,dan barangsiapa yang kufur terhadap
 ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah Dzat paling
cepat balasannya&quot;.(Qs. Ali Imran(3):19)

Firman Alloh dlm Al Quran : 
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: &quot;Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.&quot; Mereka berkata: &quot;Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?&quot; Tuhan berfirman: &quot;Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.&quot;  ( Al Baqoroh : 30)



jadi mas FARIZ, kesimpulannya, itu semua adalah kehendak ALLAH SWT. yg menciptakan hitam dan putih, baik dan jahat, cantik jelek. jadi kalo anda mengatakan bahwa tuhan bersifat narsis (mnrt pandangan manusia yg kafir) yah terserah anda..
anda tidak ingat..Bahwa yg menciptakan IBLIS LAKNATULLAH itu Adalah ALLAH SWT. jadi, klo memang mau ALLAH SWT mau saja menjadikan bumi ini semuanya Baiiiiiiikk semua gak ada kejadian apa2...yah gak serulah mas...
jd semanya itu adalah KEHENDAK ALLAH SWT....

coba anda jawab pertanyaan saya dgn pemikiran anda.....he..he..he(senjata makan tuan)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya pusing melihat debat kusir ini.tidak semuanya say baca dri awal.  percuma berdebat klo berbeda keyakinan. sy cuma ingin sedikit berkomentar dgn mas FARIZ yg berusaha ingin mempengaruhi keyakinan kristennya yakni KASIH..di pukul pipi kiri oleh musuh KASIH pipi kanan&#8230;:D</p>
<p>saya cuma ingin bertanya dgn mas FARIZ terkait pernyataannya </p>
<p>#Tuhan macam apa yang membenci ciptaanNya sendiri? Bukankah ini aneh dan tidak logis? Allah membenci Yahudi ciptaanNYa sendiri, melaknatnya dan bahkan memerintahkan muslim untuk memeranginya atau membunuhnya? Mengapa Allah membenci Yahudi? karena tersinggung? karena Allah merasa dikhianati Yahudi? karena Yahudi tidak mau taat? Karena Yahudi tidak mau menyembahNya? Jika demikian Allah memiliki self esteem yang rendah dan narcist. Dan dia pasti bukan Tuhan yang patut disembah.<br />
Jika Allah memang berkendak untuk memusnahkan Yahudi, bukankah mudah dilakukanNya sendiri? mengapa meminjam tangan Muslim?#</p>
<p>saya cuma ingin melontarkan satu pertanyaan pada anda :<br />
1. jika apa yg menjadi pemikiran anda adalah menggambarkan sifat tuhan. mengapa tuhan tidak menjadikan agama ini satu saja biar terjadi kedamaian seperti yg anda impikan??coba jwb pertanyaan saya ini.</p>
<p>Firman Allah dlm Alquran :<br />
&#8220;Kami telah jadikan bagi tiap-tiap kalian sya&#8217;riat dan jalan, seandainya Allah berkehendak tentu akan menjadikan kalian umat yang satu akan tetapi untuk mencoba kalian maka berlomba-lombalah menuju kebaikan.&#8221;( Qs. Al Maidah(4):48) </p>
<p>Firman Allah dlm Alquran :<br />
Artinya: &#8220;Sesungguhnya agama yang dirido&#8217;I di sisi Allah hanyalah Islam dan tidaklah ahli kitab berselisih melainkan<br />
setelah datang pada mereka pengetahuan dan mereka melebihi batas ,dan barangsiapa yang kufur terhadap<br />
 ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah Dzat paling<br />
cepat balasannya&#8221;.(Qs. Ali Imran(3):19)</p>
<p>Firman Alloh dlm Al Quran :<br />
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: &#8220;Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.&#8221; Mereka berkata: &#8220;Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?&#8221; Tuhan berfirman: &#8220;Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.&#8221;  ( Al Baqoroh : 30)</p>
<p>jadi mas FARIZ, kesimpulannya, itu semua adalah kehendak ALLAH SWT. yg menciptakan hitam dan putih, baik dan jahat, cantik jelek. jadi kalo anda mengatakan bahwa tuhan bersifat narsis (mnrt pandangan manusia yg kafir) yah terserah anda..<br />
anda tidak ingat..Bahwa yg menciptakan IBLIS LAKNATULLAH itu Adalah ALLAH SWT. jadi, klo memang mau ALLAH SWT mau saja menjadikan bumi ini semuanya Baiiiiiiikk semua gak ada kejadian apa2&#8230;yah gak serulah mas&#8230;<br />
jd semanya itu adalah KEHENDAK ALLAH SWT&#8230;.</p>
<p>coba anda jawab pertanyaan saya dgn pemikiran anda&#8230;..he..he..he(senjata makan tuan)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sepherman</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-187514</link>
		<dc:creator>sepherman</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 18:50:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-187514</guid>
		<description>he...he... lucu sekali,  terlalu banyak aku mengagungkan symbol dan melupakan subtansi, siapa yahudi? siapa amerika? he... he...kenalpun tidak, aku hanya tahu dari media yang aku pilih, yang isinya sesuai dengan simbol yang aku agungkan, tapi aku lupa kenyataan pahit dihadapanku  bagaimana kemiskinan dan kebodohan adalah milik bangsaku. dan itu akibat korupsi dan salah urus yang dilakukan bangsaku sendiri. he... he...untung agama hindu dan budha ga ada disana, hingga tidak sampai di kafirkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>he&#8230;he&#8230; lucu sekali,  terlalu banyak aku mengagungkan symbol dan melupakan subtansi, siapa yahudi? siapa amerika? he&#8230; he&#8230;kenalpun tidak, aku hanya tahu dari media yang aku pilih, yang isinya sesuai dengan simbol yang aku agungkan, tapi aku lupa kenyataan pahit dihadapanku  bagaimana kemiskinan dan kebodohan adalah milik bangsaku. dan itu akibat korupsi dan salah urus yang dilakukan bangsaku sendiri. he&#8230; he&#8230;untung agama hindu dan budha ga ada disana, hingga tidak sampai di kafirkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sufehmi</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-174140</link>
		<dc:creator>sufehmi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 May 2009 17:59:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-174140</guid>
		<description>@fariz - &lt;i&gt;menurut hemat saya, sebuah kitab suci adalah book of guidance. Sebuah book of guidance haruslah jelas dan mudah dipahami. Book of guidance bukanlah misteri. Bukan teka-teki yang harus dipecahkan.&lt;/i&gt;
.
Mungkin lebih jelas jika saya menganalogikan seperti level-level pada sebuah video game. 
.
Bagi orang biasa, mungkin mentok di level 1. Yang agak jago, mungkin bisa naik sampai ke level 4. Yang paling jago bisa sampai tamat. 
Semuanya sama - yaitu gamer.
.
Saya lihat Islam seperti itu. Penganutnya bisa berada di level yang berbeda-beda, sesuai dengan tingkat pemahamannya. Namun semuanya sama, yaitu muslim.
.
&lt;i&gt;Bagi orang-orang suku pedalaman di hutan yang hanya tinggal menerima dogma harus mengikuti siapa? apa dasarnya? Ingat jika mereka salah memilih, neraka ancamannya.&lt;/i&gt;
.
Euh, setahu saya, Tuhan itu Maha Adil :)
Dia tidak menuntut lebih dari kemampuan kita.
.
Yang dinilai oleh Nya adalah usaha kita. Proses.
Bukan hasil.
.
Selama ybs sudah berusaha dengan segenap kemampuannya, maka itu sudah cukup baginya. 
.
&lt;i&gt;diskusi ilmiah haruslah obyektif dan sedapat mungkin lepas dari nuansa romantisme subyektif&lt;/i&gt;
.
Agak susah memang untuk bisa 100% obyektif, karena kita bicara mengenai subyek yang tidak 100% rasional :)
.
Tapi selama kita berusaha dengan seluruh kemampuan kita, dengan NIAT dan tekad yang baik - maka insyaAllah Anda akan menuai hasilnya kelak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@fariz &#8211; <i>menurut hemat saya, sebuah kitab suci adalah book of guidance. Sebuah book of guidance haruslah jelas dan mudah dipahami. Book of guidance bukanlah misteri. Bukan teka-teki yang harus dipecahkan.</i><br />
.<br />
Mungkin lebih jelas jika saya menganalogikan seperti level-level pada sebuah video game.<br />
.<br />
Bagi orang biasa, mungkin mentok di level 1. Yang agak jago, mungkin bisa naik sampai ke level 4. Yang paling jago bisa sampai tamat.<br />
Semuanya sama &#8211; yaitu gamer.<br />
.<br />
Saya lihat Islam seperti itu. Penganutnya bisa berada di level yang berbeda-beda, sesuai dengan tingkat pemahamannya. Namun semuanya sama, yaitu muslim.<br />
.<br />
<i>Bagi orang-orang suku pedalaman di hutan yang hanya tinggal menerima dogma harus mengikuti siapa? apa dasarnya? Ingat jika mereka salah memilih, neraka ancamannya.</i><br />
.<br />
Euh, setahu saya, Tuhan itu Maha Adil <img src='http://harry.sufehmi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Dia tidak menuntut lebih dari kemampuan kita.<br />
.<br />
Yang dinilai oleh Nya adalah usaha kita. Proses.<br />
Bukan hasil.<br />
.<br />
Selama ybs sudah berusaha dengan segenap kemampuannya, maka itu sudah cukup baginya.<br />
.<br />
<i>diskusi ilmiah haruslah obyektif dan sedapat mungkin lepas dari nuansa romantisme subyektif</i><br />
.<br />
Agak susah memang untuk bisa 100% obyektif, karena kita bicara mengenai subyek yang tidak 100% rasional <img src='http://harry.sufehmi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
.<br />
Tapi selama kita berusaha dengan seluruh kemampuan kita, dengan NIAT dan tekad yang baik &#8211; maka insyaAllah Anda akan menuai hasilnya kelak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fariz</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-173071</link>
		<dc:creator>fariz</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 18:56:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-173071</guid>
		<description>@Sufehmi,

Mas Sufehmi yang bijak,menurut hemat saya, sebuah kitab suci adalah book of guidance. Sebuah book of guidance haruslah jelas dan mudah dipahami. Book of guidance bukanlah misteri. Bukan teka-teki yang harus dipecahkan. Menurut saya Tuhan tidak perlu menyembunyikan suatu hikmah dan hanya orang-orang pada level kecerdasan tertentu yang berhak tahu. Saya pikir tidaklah sulit bagi Tuhan untuk membuat kitabNya bisa dipahami keseluruhannya oleh ciptaanNya pada semua level.
.
Di lain pihak, kita bisa melihat banyak ayat-ayat yang bersifat khilafiyah, yang sejak lahirnya Islam sampai sekarang masih khilafiyah. Ada puluhan tafsir. Ada ratusan mahzab atau aliran. Ada perbedaan pendapat antara professor2 Muhammadiyah dan NU. Ada pertentangan antara sunni dan syiah, bahkan sampai saling membunuh segala. Mereka semua punya book of guidance yang sama. Aa&#039; Gym dan Imam Samudera berbeda pemahamannya tentang Al Quran secara diametral. Siapa yang lebih paham Al Quran di antara mereka berdua? Siapa bisa menjamin Aa&#039; Gym lebih paham daripada Imam Samudera dan sebaliknya? Bagi orang-orang suku pedalaman di hutan yang hanya tinggal menerima dogma harus mengikuti siapa? apa dasarnya? Ingat jika mereka salah memilih, neraka ancamannya. Mengapa hingga 1400 tahun tidak juga jelas? Mengapa hingga 1400 tahun hanya secuil yang mengetahui hikmahnya? sampai kapan?
.
Mas Sufehmi, sekali lagi mohon dipahami, bagi sebagian orang ini adalah diskusi yang sensitif. Saya tahu dari thread Mas, semua keluar dari hati yang bening dan baik. Dari lubuk hati, saya menghormati dan sepakat dengan nilai-nilai itu. Tetapi terlepas dari kebaikan Mas, diskusi ilmiah haruslah obyektif dan sedapat mungkin lepas dari nuansa romantisme subyektif. Dari diskusi ini saya menginginkan jawaban yang semoga membawa saya ke kebenaran. Saya mohon maaf jika ada kata yang tidak berkenan.Semoga ini akan membawa hikmah dan pencerahan bagi saya.  

Salam hormat selalu...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Sufehmi,</p>
<p>Mas Sufehmi yang bijak,menurut hemat saya, sebuah kitab suci adalah book of guidance. Sebuah book of guidance haruslah jelas dan mudah dipahami. Book of guidance bukanlah misteri. Bukan teka-teki yang harus dipecahkan. Menurut saya Tuhan tidak perlu menyembunyikan suatu hikmah dan hanya orang-orang pada level kecerdasan tertentu yang berhak tahu. Saya pikir tidaklah sulit bagi Tuhan untuk membuat kitabNya bisa dipahami keseluruhannya oleh ciptaanNya pada semua level.<br />
.<br />
Di lain pihak, kita bisa melihat banyak ayat-ayat yang bersifat khilafiyah, yang sejak lahirnya Islam sampai sekarang masih khilafiyah. Ada puluhan tafsir. Ada ratusan mahzab atau aliran. Ada perbedaan pendapat antara professor2 Muhammadiyah dan NU. Ada pertentangan antara sunni dan syiah, bahkan sampai saling membunuh segala. Mereka semua punya book of guidance yang sama. Aa&#8217; Gym dan Imam Samudera berbeda pemahamannya tentang Al Quran secara diametral. Siapa yang lebih paham Al Quran di antara mereka berdua? Siapa bisa menjamin Aa&#8217; Gym lebih paham daripada Imam Samudera dan sebaliknya? Bagi orang-orang suku pedalaman di hutan yang hanya tinggal menerima dogma harus mengikuti siapa? apa dasarnya? Ingat jika mereka salah memilih, neraka ancamannya. Mengapa hingga 1400 tahun tidak juga jelas? Mengapa hingga 1400 tahun hanya secuil yang mengetahui hikmahnya? sampai kapan?<br />
.<br />
Mas Sufehmi, sekali lagi mohon dipahami, bagi sebagian orang ini adalah diskusi yang sensitif. Saya tahu dari thread Mas, semua keluar dari hati yang bening dan baik. Dari lubuk hati, saya menghormati dan sepakat dengan nilai-nilai itu. Tetapi terlepas dari kebaikan Mas, diskusi ilmiah haruslah obyektif dan sedapat mungkin lepas dari nuansa romantisme subyektif. Dari diskusi ini saya menginginkan jawaban yang semoga membawa saya ke kebenaran. Saya mohon maaf jika ada kata yang tidak berkenan.Semoga ini akan membawa hikmah dan pencerahan bagi saya.  </p>
<p>Salam hormat selalu&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fariz</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-173057</link>
		<dc:creator>fariz</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 17:42:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-173057</guid>
		<description>@Moslem

Moslem said : tapi AKAL Bukan untuk meragukan Allah, Rasulullah, dan Al-Qur’an,,,,
.
Mas Moslem yang baik, itu adalah pendapat subyektif, bukan obyektif. Tentu saja orang Kristen akan mengatakan : akal bukan untuk meragukan Yesus dan Injil. Orang Yahudi akan mengatakan akal bukan untuk meragukan Moses dan Torah. Orang Hindu dan Budha mengatakan lain lagi. Semua itu subyektif. Mana yang harus saya ikuti? Dasarnya apa? Dan pertanyaan lebih mendasar : mengapa saya HARUS mengikuti dan mengapa saya HARUS percaya?
.
Masalah hutang berhutang, menurut hemat saya pernyataan Mas agak out of context. Tapi its not big deal.
.
Ayat dalam bahasa Arab berarti tanda, bukan bukti.
.
Moslem said: Namun yg pertama harus dilakukan adalh percaya,,klo sudah terbukti dan sudah membutikan serta menjalankannya dengan BENAR, maka hasilnya YAKIN,,,,
.
Ini tidak sesuai kaidah pembuktian dalam ilmu pengetahuan. Kebenaran ilmu pengetahuan diawali dengan hipotesa. Ini adalah premis yang masih diragukan dan perlu ditindaklanjuti dengan langkah-langkah pembuktian, melalui serangkaian analisis, penelitian dan eksperimen. Langkah pembuktian yang diawali dengan &quot;percaya&quot;, tidak akan membawa kita kemana-mana. Karena apa pun yang akan kita lakukan hanya bertujuan untuk memvalidasi atau membenarkan kepercayaan kita tsb. Bayangkan jika Newton, Einstein, Galileo atau Edison memakai cara ini. Peradaban kita bisa stagnan, bahkan mundur ke belakang.

Salam hormat...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Moslem</p>
<p>Moslem said : tapi AKAL Bukan untuk meragukan Allah, Rasulullah, dan Al-Qur’an,,,,<br />
.<br />
Mas Moslem yang baik, itu adalah pendapat subyektif, bukan obyektif. Tentu saja orang Kristen akan mengatakan : akal bukan untuk meragukan Yesus dan Injil. Orang Yahudi akan mengatakan akal bukan untuk meragukan Moses dan Torah. Orang Hindu dan Budha mengatakan lain lagi. Semua itu subyektif. Mana yang harus saya ikuti? Dasarnya apa? Dan pertanyaan lebih mendasar : mengapa saya HARUS mengikuti dan mengapa saya HARUS percaya?<br />
.<br />
Masalah hutang berhutang, menurut hemat saya pernyataan Mas agak out of context. Tapi its not big deal.<br />
.<br />
Ayat dalam bahasa Arab berarti tanda, bukan bukti.<br />
.<br />
Moslem said: Namun yg pertama harus dilakukan adalh percaya,,klo sudah terbukti dan sudah membutikan serta menjalankannya dengan BENAR, maka hasilnya YAKIN,,,,<br />
.<br />
Ini tidak sesuai kaidah pembuktian dalam ilmu pengetahuan. Kebenaran ilmu pengetahuan diawali dengan hipotesa. Ini adalah premis yang masih diragukan dan perlu ditindaklanjuti dengan langkah-langkah pembuktian, melalui serangkaian analisis, penelitian dan eksperimen. Langkah pembuktian yang diawali dengan &#8220;percaya&#8221;, tidak akan membawa kita kemana-mana. Karena apa pun yang akan kita lakukan hanya bertujuan untuk memvalidasi atau membenarkan kepercayaan kita tsb. Bayangkan jika Newton, Einstein, Galileo atau Edison memakai cara ini. Peradaban kita bisa stagnan, bahkan mundur ke belakang.</p>
<p>Salam hormat&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fariz</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-173054</link>
		<dc:creator>fariz</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 16:53:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-173054</guid>
		<description>@venus99

Saya setuju jika akal kita terbatas.Tapi tidak berarti kita harus mempercayai sesuatu yang di luar akal atau ilmu pengetahuan belum mampu menjangkaunya.Saya katakan &quot;tidak harus&quot;. Itu artinya &quot;boleh-boleh saja&quot;. Boleh percaya boleh tidak. Hak pribadi setiap orang untuk percaya. Iman adalah kata lain untuk percaya atau yakin, hanya berbeda dalam intensitasnya.
Anda boleh saja saja percaya bahwa langit ditinggikan tanpa tiang. Dan Anda menganggap akal kita tidak mampu menjangkaunya. Ketika iptek belum semaju sekarang, orang berpikir bahwa langit adalah atap bagi bumi. Mereka berpikir alangkah anehnya atap tidak ada tiangnya kok tidak runtuh menimpa bumi? Tentu saja sekarang kita tahu bahwa langit bukanlah atap bumi. Bumi hanyalah sebutir pasir di alam semesta. Langit ditinggikan tanpa tiang adalah completely out of context ditinjau dari iptek.
Saya hanya mengatakan Tuhan pastilah narcist jika memiliki perasaan ingin disembah. Jika Tuhan menciptakan mahkluk, kemudian menuntut mereka untuk menyembahNya, bukankah ini sifat narcist? Untuk apa? Bukankah Dia tahu bahwa Dia Maha Kuasa? Mengapa menuntut ciptaanNya untuk menghormatiNya? Mengapa butuh pengakuan? Ini sama saja menyamakan Tuhan dengan seorang raja yang haus akan penghormatan.Tidak Mbak Venus. Tuhan itu Maha Agung dan jauh dari sifat2 kemanusiaan seperti itu. Dan saya yakin Tuhan pun tidak akan tersinggung, terluka atau marah hanya karena kata2 saya. Makhluk yang tidak seberapa. Kalau Mbak Venus tersinggung, itu lumrah, karena Mbak manusia. Untuk itu saya mohon maaf.
Kita sama pendapatnya masalah Nabi Musa. Sama-sama mengakui bahwa itu tidak logis. Hanya bedanya Anda terpaksa percaya karena Al Quran mengatakan begitu. Its fine. Tidak masalah.
Surah Arrahman dibandingkan dengan penemuan Stephen Hawking? Ini akan sangat panjang. Bila ada waktu kita akan mendiskusikannya.
Training ESQ? Saya sudah mengikutinya. Menurut saya itu adalah metode brain washing. Tapi tentu saja itu pendapat subyektif saya.

Salam manis..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@venus99</p>
<p>Saya setuju jika akal kita terbatas.Tapi tidak berarti kita harus mempercayai sesuatu yang di luar akal atau ilmu pengetahuan belum mampu menjangkaunya.Saya katakan &#8220;tidak harus&#8221;. Itu artinya &#8220;boleh-boleh saja&#8221;. Boleh percaya boleh tidak. Hak pribadi setiap orang untuk percaya. Iman adalah kata lain untuk percaya atau yakin, hanya berbeda dalam intensitasnya.<br />
Anda boleh saja saja percaya bahwa langit ditinggikan tanpa tiang. Dan Anda menganggap akal kita tidak mampu menjangkaunya. Ketika iptek belum semaju sekarang, orang berpikir bahwa langit adalah atap bagi bumi. Mereka berpikir alangkah anehnya atap tidak ada tiangnya kok tidak runtuh menimpa bumi? Tentu saja sekarang kita tahu bahwa langit bukanlah atap bumi. Bumi hanyalah sebutir pasir di alam semesta. Langit ditinggikan tanpa tiang adalah completely out of context ditinjau dari iptek.<br />
Saya hanya mengatakan Tuhan pastilah narcist jika memiliki perasaan ingin disembah. Jika Tuhan menciptakan mahkluk, kemudian menuntut mereka untuk menyembahNya, bukankah ini sifat narcist? Untuk apa? Bukankah Dia tahu bahwa Dia Maha Kuasa? Mengapa menuntut ciptaanNya untuk menghormatiNya? Mengapa butuh pengakuan? Ini sama saja menyamakan Tuhan dengan seorang raja yang haus akan penghormatan.Tidak Mbak Venus. Tuhan itu Maha Agung dan jauh dari sifat2 kemanusiaan seperti itu. Dan saya yakin Tuhan pun tidak akan tersinggung, terluka atau marah hanya karena kata2 saya. Makhluk yang tidak seberapa. Kalau Mbak Venus tersinggung, itu lumrah, karena Mbak manusia. Untuk itu saya mohon maaf.<br />
Kita sama pendapatnya masalah Nabi Musa. Sama-sama mengakui bahwa itu tidak logis. Hanya bedanya Anda terpaksa percaya karena Al Quran mengatakan begitu. Its fine. Tidak masalah.<br />
Surah Arrahman dibandingkan dengan penemuan Stephen Hawking? Ini akan sangat panjang. Bila ada waktu kita akan mendiskusikannya.<br />
Training ESQ? Saya sudah mengikutinya. Menurut saya itu adalah metode brain washing. Tapi tentu saja itu pendapat subyektif saya.</p>
<p>Salam manis..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: venus99</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-170296</link>
		<dc:creator>venus99</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 01:06:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-170296</guid>
		<description>Dear Sani,

Saya terkesan dengan statemen anda tentang &quot;keinginan daging dan keinginan roh&quot;, yang saya tahu daging itu adalah tidak lebih dari elemen pembungkus tulang supaya tulang tidak berserakan kemudian diperkokoh dengan urat dan kulit...that is all.....apakah klo daging sudah dipisahkan dari raga dan jiwa &quot;sang daging&quot; masih punya arti apalagi keinginan?&quot;pikirkan siapa yang memberimu daging dan meniupkan roh.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Sani,</p>
<p>Saya terkesan dengan statemen anda tentang &#8220;keinginan daging dan keinginan roh&#8221;, yang saya tahu daging itu adalah tidak lebih dari elemen pembungkus tulang supaya tulang tidak berserakan kemudian diperkokoh dengan urat dan kulit&#8230;that is all&#8230;..apakah klo daging sudah dipisahkan dari raga dan jiwa &#8220;sang daging&#8221; masih punya arti apalagi keinginan?&#8221;pikirkan siapa yang memberimu daging dan meniupkan roh.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: venus99</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-170243</link>
		<dc:creator>venus99</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 08:01:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-170243</guid>
		<description>fariz ternyata ingin &quot;menemukan&quot; tuhan ( saya sebut Allah ) dengan akalnya?tidak semua dapat dijangkau dengan akal, akal sangat terbatas, dapatkah akal menjangkau bagaimana langit ditinggikan tanpa tiang?cari tuhan dengan hatimu, itulah  keimanan, dengan iman tidak akan ada permasalahan knapa Tuhan begini atau begitu, ato brarti tuhan narcist, jangan pernah menyamakan sifat jelek manusia dengan sifat tuhan apalagi dengan istilah narcist...........terluka rasanya mendengarnya, sifat Allah sudah sangat jelas...........ialah Asmaulhusnah.........itulah nama yang melambangkan sifat Allah, sebagai muslim mudah2an tidak ada keraguan kita terhadap Alquran hanya dengan pendapat2 sdr. fariz antara lain kisah nabi musa yang dianggap tidak logis, saya juga tidak akan percaya seandainya kisah itu tidak tercantum di Alquran,klo anda sdh paham Alquran bacalah Surah Arrahman dan bandingkanlah dengan penemuan steven hawkins dengan teleskop bintang hubblenya,sehingga anda tidak akan mengganggap kisah musa itu adalah dongeng yang tidak logis, saran saya buat sdr fariz untuk ikut training ESQ...........terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>fariz ternyata ingin &#8220;menemukan&#8221; tuhan ( saya sebut Allah ) dengan akalnya?tidak semua dapat dijangkau dengan akal, akal sangat terbatas, dapatkah akal menjangkau bagaimana langit ditinggikan tanpa tiang?cari tuhan dengan hatimu, itulah  keimanan, dengan iman tidak akan ada permasalahan knapa Tuhan begini atau begitu, ato brarti tuhan narcist, jangan pernah menyamakan sifat jelek manusia dengan sifat tuhan apalagi dengan istilah narcist&#8230;&#8230;&#8230;..terluka rasanya mendengarnya, sifat Allah sudah sangat jelas&#8230;&#8230;&#8230;..ialah Asmaulhusnah&#8230;&#8230;&#8230;itulah nama yang melambangkan sifat Allah, sebagai muslim mudah2an tidak ada keraguan kita terhadap Alquran hanya dengan pendapat2 sdr. fariz antara lain kisah nabi musa yang dianggap tidak logis, saya juga tidak akan percaya seandainya kisah itu tidak tercantum di Alquran,klo anda sdh paham Alquran bacalah Surah Arrahman dan bandingkanlah dengan penemuan steven hawkins dengan teleskop bintang hubblenya,sehingga anda tidak akan mengganggap kisah musa itu adalah dongeng yang tidak logis, saran saya buat sdr fariz untuk ikut training ESQ&#8230;&#8230;&#8230;..terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hamba allah swt</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-170141</link>
		<dc:creator>hamba allah swt</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 04:53:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-170141</guid>
		<description>assalamualaikum........

buat mas fariz...... salam kenal

tuhan itu satu yaitu: ALLAH SWT
ALLAH SWT itu maha esa ( tunggal ) dan saya yakin itu benar.

coba anda fikir gimana kalo tuhan banyak....kemungkinan bisa terjdi perbedaan pendapat. kan  antara tuhan yang satu dengan yang lain untuk mengatur semuanya???.......
bisa2 anda bukan orang yang terpilih untuk hidup di bumi ini...karena pendapat tuhan yang berbeda2

coba mas fariz renungkan ketika kita berbuat dosa......... apakah ALLAH SWT menghakimi kita .engga kan???
karena ALLAH SWT MAHA PENYAYANG.........justru dosa kita di ampuninya,,kalo kita memohon ampun.........

ALLAH SWT tidak menyukai keruksakan,,,,,,, membunuh semut aja dilarang apalagi membunuh manusia??????

semoga pintu hati kita lebih terbuka dalam memaknai arti hidup yang sebenarnya??????</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum&#8230;&#8230;..</p>
<p>buat mas fariz&#8230;&#8230; salam kenal</p>
<p>tuhan itu satu yaitu: ALLAH SWT<br />
ALLAH SWT itu maha esa ( tunggal ) dan saya yakin itu benar.</p>
<p>coba anda fikir gimana kalo tuhan banyak&#8230;.kemungkinan bisa terjdi perbedaan pendapat. kan  antara tuhan yang satu dengan yang lain untuk mengatur semuanya???&#8230;&#8230;.<br />
bisa2 anda bukan orang yang terpilih untuk hidup di bumi ini&#8230;karena pendapat tuhan yang berbeda2</p>
<p>coba mas fariz renungkan ketika kita berbuat dosa&#8230;&#8230;&#8230; apakah ALLAH SWT menghakimi kita .engga kan???<br />
karena ALLAH SWT MAHA PENYAYANG&#8230;&#8230;&#8230;justru dosa kita di ampuninya,,kalo kita memohon ampun&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>ALLAH SWT tidak menyukai keruksakan,,,,,,, membunuh semut aja dilarang apalagi membunuh manusia??????</p>
<p>semoga pintu hati kita lebih terbuka dalam memaknai arti hidup yang sebenarnya??????</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hamba allah swt</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-170138</link>
		<dc:creator>hamba allah swt</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 04:29:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-170138</guid>
		<description>assalamualaikum.....

islam megajarkan umatnya berlaku santun dan menyayangi baik kepada tumbuhan,hewan apalgi manusia....... 

allah swt tidak meyukai keruksakan....... manusia itu sendiri yang membuat keruksakan...........????

mas fariz........

saya yakin ALLAH SWT tidak seperti yang anda pikirkan. ALLAH SWT menyayangi seluruh ciptannya.karena maha pengampun dan maha penyayang... makanya allah swt menciptakan kita semua.untuk menjadi khalifah di muka bumi ini........dengan tujuan kita semua menyayangi allah juga....

coba anda fikir kenapa allh swt menciptakan diri kita ke dunia allah swt itu meyayangi dan menghargai kita........sebagai ciptannya........

kalo menurut anda itu allah narsis atau apalah.... saya rasa wajar lihat kekuasannya....baik yang dilangit maupun di bumi..

tapi menurut saya ALLAH SWT tidak seperti itu allah swt maha pemurah............

semoga ALLAH SWT membuka pintu hati anda...........</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum&#8230;..</p>
<p>islam megajarkan umatnya berlaku santun dan menyayangi baik kepada tumbuhan,hewan apalgi manusia&#8230;&#8230;. </p>
<p>allah swt tidak meyukai keruksakan&#8230;&#8230;. manusia itu sendiri yang membuat keruksakan&#8230;&#8230;&#8230;..????</p>
<p>mas fariz&#8230;&#8230;..</p>
<p>saya yakin ALLAH SWT tidak seperti yang anda pikirkan. ALLAH SWT menyayangi seluruh ciptannya.karena maha pengampun dan maha penyayang&#8230; makanya allah swt menciptakan kita semua.untuk menjadi khalifah di muka bumi ini&#8230;&#8230;..dengan tujuan kita semua menyayangi allah juga&#8230;.</p>
<p>coba anda fikir kenapa allh swt menciptakan diri kita ke dunia allah swt itu meyayangi dan menghargai kita&#8230;&#8230;..sebagai ciptannya&#8230;&#8230;..</p>
<p>kalo menurut anda itu allah narsis atau apalah&#8230;. saya rasa wajar lihat kekuasannya&#8230;.baik yang dilangit maupun di bumi..</p>
<p>tapi menurut saya ALLAH SWT tidak seperti itu allah swt maha pemurah&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>semoga ALLAH SWT membuka pintu hati anda&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Moslem</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-167476</link>
		<dc:creator>Moslem</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2009 05:55:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-167476</guid>
		<description>Mas Fariz : Hanya dengan akal kita bisa membedakan mana yang baik dan buruk, mana yang benar dan salah. Kalau tidak, dengan apalagi.

Saya setuju dengan itu,, tapi AKAL Bukan untuk meragukan Allah, Rasulullah, dan Al-Qur&#039;an,,,,

Mas Fariz : Dunia ilmu pengetahuan berhutang kepada orang-orang yang selalu meragukan sesuatu, bertanya dan meneliti

Saya tidak setuju dengan itu, KITA Berhutang kepada Allah,,,,,,

Mas Fariz : Mas Pamungkas, komen saya sama. Ayat bukanlah bukti. Ayat adalah kepercayaan.


Saya tidak setuju dengan itu, kata Ayat, itu berasal dari bahasa Arab yang artinya bukti/tanda,, kemudian, kita diberikan Alquran bukan untuk meragukan isinya tapi untuk percaya, kemudian mebuktikan, benar atau tidak isi kandungannya,, Namun yg pertama harus dilakukan adalh percaya,,klo sudah terbukti dan sudah membutikan serta menjalankannya dengan BENAR, maka hasilnya YAKIN,,,,dan YAKIN itulah yg sahrusnya kita miliki,,,dan saya YAKIN tidak ada kesalahan pada Al-Qur&#039;an,,,karena ALLAH menjamin kesuciannya,,,,

itu sepengetahuan saya, dan menurut keyakinan saya,,,

thanks...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Fariz : Hanya dengan akal kita bisa membedakan mana yang baik dan buruk, mana yang benar dan salah. Kalau tidak, dengan apalagi.</p>
<p>Saya setuju dengan itu,, tapi AKAL Bukan untuk meragukan Allah, Rasulullah, dan Al-Qur&#8217;an,,,,</p>
<p>Mas Fariz : Dunia ilmu pengetahuan berhutang kepada orang-orang yang selalu meragukan sesuatu, bertanya dan meneliti</p>
<p>Saya tidak setuju dengan itu, KITA Berhutang kepada Allah,,,,,,</p>
<p>Mas Fariz : Mas Pamungkas, komen saya sama. Ayat bukanlah bukti. Ayat adalah kepercayaan.</p>
<p>Saya tidak setuju dengan itu, kata Ayat, itu berasal dari bahasa Arab yang artinya bukti/tanda,, kemudian, kita diberikan Alquran bukan untuk meragukan isinya tapi untuk percaya, kemudian mebuktikan, benar atau tidak isi kandungannya,, Namun yg pertama harus dilakukan adalh percaya,,klo sudah terbukti dan sudah membutikan serta menjalankannya dengan BENAR, maka hasilnya YAKIN,,,,dan YAKIN itulah yg sahrusnya kita miliki,,,dan saya YAKIN tidak ada kesalahan pada Al-Qur&#8217;an,,,karena ALLAH menjamin kesuciannya,,,,</p>
<p>itu sepengetahuan saya, dan menurut keyakinan saya,,,</p>
<p>thanks&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: muslimah</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-167474</link>
		<dc:creator>muslimah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2009 05:21:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-167474</guid>
		<description>Allahu Akbar</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Allahu Akbar</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sufehmi</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-167313</link>
		<dc:creator>sufehmi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 07:36:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-167313</guid>
		<description>@fariz - &lt;i&gt;Mbak Suci yang baik,Al Quran sendiri menjamin bahwa Al Quran mudah untuk dipahami. Al Quran diturunkan untuk menjadi petunjuk manusia. Jika logika manusia tidak bisa menjangkau Al Quran, dan hanya Tuhan yang tahu logikanya, lantas mengapa Tuhan menurunkan Al Quran kepada manusia?&lt;/i&gt;
.
Halo mas, kenyataannya tidak semua orang bisa mengetahui hikmah2 di Quran. Sebagian besar hanya bisa menemukan sedikit. Hanya secuil yang bisa menemukan sebagian hikmah di Quran. Dan mungkin tidak ada yang bisa menemukan seluruhnya.
.
Tapi tidak masalah, karena agama ini &lt;i&gt;scalable&lt;/i&gt;. Islam itu bisa dinikmati mulai dari anggota suku di pedalaman hutan, sampai ke ilmuwan paling cerdas di dunia sekalipun. Ini yang saya senangi dalam agama ini.
.
Bagi yang belum mampu menguak misteri Quran, ada dogma yang tinggal kita ikuti saja. Bagi yang sudah mulai berhasil menemukan berbagai hikmah di Quran, siap-siap tercengang dan terkagum-kagum setiap harinya. 
.
Salah satu contohnya pernah terjadi pada zaman Nabi saw. Ada seorang Badui yang datang kepada Rasulullah, dan lalu menyatakan bahwa dia HANYA akan melakukan rukun islam (syahadat, sholat, puasa, zakat, haji jika mampu). Maka Nabi saw mengatakan bahwa itu sudah cukup untuk ybs.
.
Alhamdulillah inilah keadilan Islam. Seseorang tidak akan dituntut melebihi dari kemampuannya. Seseorang dinilai dari niat &amp; usahanya - bukan hasil pekerjaannya. Dst, dst.
.
Jadi, memang pasti akan ada orang-orang yang &lt;b&gt;belum&lt;/b&gt; mampu memahami Quran dengan logikanya, atau menemukan berbagai hikmah yang tersembunyi didalamnya. Dan mungkin jumlah mereka masih sangat banyak.
Saya usul kita bisa membantu membimbing mereka untuk menemukan berbagai pencerahan-pencerahan yang ada di dalamnya. Dan bersama-sama menikmati berbagai kebahagiaan di dalam agama ini.
.
Thanks.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@fariz &#8211; <i>Mbak Suci yang baik,Al Quran sendiri menjamin bahwa Al Quran mudah untuk dipahami. Al Quran diturunkan untuk menjadi petunjuk manusia. Jika logika manusia tidak bisa menjangkau Al Quran, dan hanya Tuhan yang tahu logikanya, lantas mengapa Tuhan menurunkan Al Quran kepada manusia?</i><br />
.<br />
Halo mas, kenyataannya tidak semua orang bisa mengetahui hikmah2 di Quran. Sebagian besar hanya bisa menemukan sedikit. Hanya secuil yang bisa menemukan sebagian hikmah di Quran. Dan mungkin tidak ada yang bisa menemukan seluruhnya.<br />
.<br />
Tapi tidak masalah, karena agama ini <i>scalable</i>. Islam itu bisa dinikmati mulai dari anggota suku di pedalaman hutan, sampai ke ilmuwan paling cerdas di dunia sekalipun. Ini yang saya senangi dalam agama ini.<br />
.<br />
Bagi yang belum mampu menguak misteri Quran, ada dogma yang tinggal kita ikuti saja. Bagi yang sudah mulai berhasil menemukan berbagai hikmah di Quran, siap-siap tercengang dan terkagum-kagum setiap harinya.<br />
.<br />
Salah satu contohnya pernah terjadi pada zaman Nabi saw. Ada seorang Badui yang datang kepada Rasulullah, dan lalu menyatakan bahwa dia HANYA akan melakukan rukun islam (syahadat, sholat, puasa, zakat, haji jika mampu). Maka Nabi saw mengatakan bahwa itu sudah cukup untuk ybs.<br />
.<br />
Alhamdulillah inilah keadilan Islam. Seseorang tidak akan dituntut melebihi dari kemampuannya. Seseorang dinilai dari niat &#038; usahanya &#8211; bukan hasil pekerjaannya. Dst, dst.<br />
.<br />
Jadi, memang pasti akan ada orang-orang yang <b>belum</b> mampu memahami Quran dengan logikanya, atau menemukan berbagai hikmah yang tersembunyi didalamnya. Dan mungkin jumlah mereka masih sangat banyak.<br />
Saya usul kita bisa membantu membimbing mereka untuk menemukan berbagai pencerahan-pencerahan yang ada di dalamnya. Dan bersama-sama menikmati berbagai kebahagiaan di dalam agama ini.<br />
.<br />
Thanks.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fariz</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-167152</link>
		<dc:creator>Fariz</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2009 15:03:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-167152</guid>
		<description>@Pamungkas

Quote :&quot;Nah, silahkan kumpulkan semua kitab-kitab yang anda miliki. dan tunjukkan kepada saya, kitab mana yang menyebutkan secara gamblang akan pengakuan Tuhan….
Hanya Al_qur’an yang terdapat ayat : ‘.. Akulah Tuhanmu, maka sembahlah Aku…’
itu merupakan ayat yang membuktihan, bahwa Allaah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang harus di sembah oleh manusia. Apakah ada yang lain..??? 
monggo mas-mas/mbak-mbak untuk di kaji ulang apa yang sudah anda akui sebagai agama anda….
.
Mas Pamungkas, komen saya sama. Ayat bukanlah bukti. Ayat adalah kepercayaan. 
Salam manis..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Pamungkas</p>
<p>Quote :&#8221;Nah, silahkan kumpulkan semua kitab-kitab yang anda miliki. dan tunjukkan kepada saya, kitab mana yang menyebutkan secara gamblang akan pengakuan Tuhan….<br />
Hanya Al_qur’an yang terdapat ayat : ‘.. Akulah Tuhanmu, maka sembahlah Aku…’<br />
itu merupakan ayat yang membuktihan, bahwa Allaah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang harus di sembah oleh manusia. Apakah ada yang lain..???<br />
monggo mas-mas/mbak-mbak untuk di kaji ulang apa yang sudah anda akui sebagai agama anda….<br />
.<br />
Mas Pamungkas, komen saya sama. Ayat bukanlah bukti. Ayat adalah kepercayaan.<br />
Salam manis..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fariz</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-167151</link>
		<dc:creator>Fariz</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2009 14:53:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2007-02-19-1419/#comment-167151</guid>
		<description>@Abdillah
Quote :&quot;Sekarang silahkan merujuk pada semua kitab suci agama di dunia ini. Kitab suci (yang menurut anda harus Zero error, Sempurna) mana yang jelas-jelas menyebutkan hal tersebut selain Al-Qur’an…???
Dengan ayat tersebut cukuplah bukti bahwa hanya Allaah SWT yang berhak di sembah, dan agama Allaah SWT-lah yang patut di anut.&quot;
.
Mas Abdillah, Kitab Suci adalah kepercayaan, bukan bukti. Definisi kepercayaan adalah menerima sesuatu begitu saja tanpa bukti. Jika sudah ada bukti namanya bukan lagi kepercayaan, tetapi pengetahuan. Logika Mas agak sulit diterima. Satu analogi:
.
A : Tetangga saya adalah Nabi
B : Apa buktinya?
A : Buktinya adalah karena dia mengatakan begitu.
.
Agaknya tidak begitu logis :)
Salam manis..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Abdillah<br />
Quote :&#8221;Sekarang silahkan merujuk pada semua kitab suci agama di dunia ini. Kitab suci (yang menurut anda harus Zero error, Sempurna) mana yang jelas-jelas menyebutkan hal tersebut selain Al-Qur’an…???<br />
Dengan ayat tersebut cukuplah bukti bahwa hanya Allaah SWT yang berhak di sembah, dan agama Allaah SWT-lah yang patut di anut.&#8221;<br />
.<br />
Mas Abdillah, Kitab Suci adalah kepercayaan, bukan bukti. Definisi kepercayaan adalah menerima sesuatu begitu saja tanpa bukti. Jika sudah ada bukti namanya bukan lagi kepercayaan, tetapi pengetahuan. Logika Mas agak sulit diterima. Satu analogi:<br />
.<br />
A : Tetangga saya adalah Nabi<br />
B : Apa buktinya?<br />
A : Buktinya adalah karena dia mengatakan begitu.<br />
.<br />
Agaknya tidak begitu logis <img src='http://harry.sufehmi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Salam manis..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
