Translate this page :

Misteri Sains

Banyak orang yang sudah merasa lelah, jemu, atau juga jeri dengan dogma. Banyak kemudian berpaling kepada sains, yang menawarkan logika yang cenderung bebas emosi dan obyektif. Beberapa kemudian menemukan ketenangan disana. Beberapa mungkin kemudian menganggap kebenaran pada sains sebagai suatu kebenaran yang lebih benar daripada kebenaran lainnya.

Kenyataannya, banyak juga “fakta” di sains yang sebetulnya masih belum terbukti. Bahkan yang sudah “terbukti” pun kadang terbukti keliru total di kemudian hari, atau paling tidak perlu direvisi.

Atau, kemudian ditemukan bahwa ada dua (atau lebih) kebenaran.

Satu contoh; air membeku pada suhu 0 derajat celcius. Ini adalah benar.
Namun, ternyata kemudian ditemukan bahwa air juga bisa membeku jika dialiri listrik — dan kemudian ditemukan bahwa air juga bisa membeku pada temperatur di atas suhu didihnya.

Sains memang sangat menarik, antara lain karena sains justru membawa lebih banyak pertanyaan daripada jawaban pada setiap penemuan. Seperti penemuan gravitasi, sejak “penemuan”-nya oleh Sir Isaac Newton, seluruh efeknya telah dipahami dengan baik. Tetapi, apakah gravitasi itu? Mengapa bisa tercipta gravitasi? Bagaimana caranya gravitasi bisa bekerja seperti demikian? Semuanya belum ada jawabannya.
Jadi, dari satu penemuan, kemudian muncul paling tidak tiga pertanyaan baru. Loads of fun 🙂

Masih sangat banyak hal-hal lainnya yang kita ketahui begitu saja tanpa betul-betul dipahami.
Mengenai massa, kita tahu massa dari setiap zat. Namun, mengapa massa dari zat X adalah sekian? Kenapa bukan sekian?
Atau konstanta – ada banyak konstanta, seperti kecepatan cahaya; yang kemudian menjadi salah satu pondasi paling fundamental dari fisika. Tapi, mengapa kecepatan cahaya adalah 299.792.458 meter/detik ? Kenapa tidak 300.000.000 m/dtk ? Atau 453.567.130 m/dtk ? Tidak ada yang tahu jawabannya.

Jadi, pada saat ini sains adalah seperti mobil. Kita adalah pengendaranya, dan kita sangat mahir mengendarai mobil itu. Tapi jangan tanya bagaimana mobil bisa berjalan, bagaimana cara kerjanya 🙂

Sains is very fun indeed.

45 Responses to “Misteri Sains

Leave a Reply

 

Subscribe without commenting

            








SEObox: Web Hosting Murah Unlimited Komik Indonesia Homeschooling Indonesia