Translate this page :

Homeschooling dikecam oleh Daoed Joesoef

Saya agak kaget ketika membaca Kompas edisi 9 Juni 2007, membaca kolom opini yang ditulis oleh Daoed Joesoef, dimana isinya sangat menyerang homeschooling dengan berbagai FUD / half-truths / dll. Sekalinya baca Kompas, langsung ketemu artikel begini. Versi onlinenya bisa dibaca disini.

Beberapa kutipan :

Bila pendidikan privat jenis ini memarak dan menjadi pengganti (alternatif) pendidikan sekolah formal, dalam jangka panjang ia akan berakibat fatal bagi pertumbuhan anak Indonesia menjadi manusia yang bermasyarakat (homo socialis).

Jenis sekolah rumah seperti inilah yang sebaiknya tidak dibiasakan karena bisa merusak pertumbuhan anak menjadi manusia yang bermasyarakat.

Daoed Joesoef Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Pembangunan III, 1978-1983

Ada banyak paparan yang menjelaskan berbagai pendapat simplistis dari Daoed Joesoef di atas dari milis sekolahrumah. Beberapa di antaranya saya lampirkan di bawah ini :

Seburuk Itukah Sekolahrumah?

Tulisan Prof. Dr. Daoed Joesoef di harian Kompas (Sabtu, 9/6/2007) mengenai fenomena sekolahrumah (homeschooling) layak untuk diapresiasi sekaligus dikritisi. Sebab, banyak paparan yang disampaikan dalam tulisan itu yang tak hanya bersifat simplifikasi, tetapi juga menempatkan model pendidikan sekolahrumah tak selayaknya. Seolah, para praktisi pendidikan sekolahrumah bersifat asosial dan praktek belajar yang dilakukan sehari-hari dalam sekolahrumah melawan norma-norma sosial yang ada di masyarakat. Labelisasi asosial pada anak-anak sekolahrumah adalah sebuah stigmatisasi yang sangat tidak layak diterapkan.

Substansi Pendidikan Sekolahrumah

Membaca tulisan Prof. Dr. Daoed Joesoef mengenai sekolahrumah, dikesankan bahwa praktek belajar sekolahrumah hanyalah belajar di rumah, oleh orangtua saja, dan anak tidak melakukan pergaulan sebagaimana anak-anak pada umumnya. Narasi yang disampaikan itu sangat asing bagi praktisi sekolahrumah dan sangat jauh berbeda dengan kenyataan praktek sekolahrumah yang dijalani sehari-hari oleh para praktisi sekolahrumah.

Berbeda dengan sekolah formal yang ditandai dengan model pendidikan massal dan seragam, model pendidikan sekolahrumah bercirikan pendidikan terkustomisasi. Praktisi sekolahrumah berusaha mengembangkan dan mendorong potensi individual anak yang selama ini tak dimungkinkan dalam model sekolah formal pada umumnya. Dalam keseharian proses belajar, praktisi sekolahrumah menggunakan beragam sarana, baik yang ada di keluarga maupun sarana publik dalam proses pembelajarannya.

Dengan mengambil slogan “belajar di mana saja, kapan saja, dan bersama siapa saja”, para praktisi sekolahrumah justru sedang berusaha memasuki esensi-esensi proses belajar. Belajar tak harus menempat di sebuah ruang tertentu (bangunan sekolah), waktu tertentu (jam sekolah), dan oleh sosok tertentu (guru). Proses belajar menggunakan kehidupan nyata sehari-hari merupakan contoh praktek belajar sekolahrumah yang menggunakan pendekatan unschooling.

Demikianlah, model sekolahrumah memang menolak monopoli sekolah sebagai satu-satunya institusi yang berhak menyelenggarakan pendidikan. Sebab, makna pendidikan sebagaimana yang juga diamanatkan dalam UU No. 20/2003 jauh lebih luas daripada sekolah. Sekolah hanyalah salah satu moda untuk menyelenggarakan pendidikan. Secara khusus, sekolahrumah atau pendidikan berbasis keluarga dijamin eksistensinya dalam pasal 27 ayat 1.

Model Sosialisasi

Kritik terhadap sosialisasi yang diselenggarakan pada sekolahrumah bukanlah sebuah hal yang baru. Di Amerika Serikat yang memiliki tradisi sekolahrumah lebih matang (sekitar 3 juta siswa dengan pertumbuhan sekitar 15% per tahun) pun, kekhawatiran terhadap sosialisasi anak-anak sekolahrumah belum dapat ditepis seluruhnya. Kekhawatiran itu umumnya muncul dari para profesional yang bekerja di lingkungan sekolah formal. Persepsi itu sangat kuat melekat pada masyarakat umum yang melihat proses sekolahrumah dari kejauhan.

Berbeda dari persepsi umum mengenai adanya masalah sosialiasi anak-anak sekolahrumah, berbagai penelitian yang dilakukan justru menunjukkan sebaliknya. Anak-anak sekolahrumah memiliki beragam kegiatan sosialisasi teman sebaya maupun keterlibatan di masyarakat yang ada di sekitarnya. Menurut penelitian, keterlibatan sosial anak-anak sekolahrumah lebih baik dibandingkan dengan teman-teman mereka yang belajar di sekolah umum. Diantara penelitian itu
dilakukan oleh Dr. Brian Ray, presiden dari the National Home Education Research Institute (NHERI) terhadap 5,402 siswa sekolahrumah di Amerika Serikat.

Model sosialisasi di dalam pendidikan sekolahrumah memang berbeda dengan model sosialisasi sekolah yang mengasumsikan kebutuhan pengelompokan teman seumur- sebuah asumsi yang dikritik Ivan Illich sejak tahun 1970-an. Dalam model sosialisasi sekolahrumah, anak lebih banyak terekspos dengan model sosialisasi lintas-umur, baik saat dia belajar di rumah, komunitas, masyarakat, organisasi, tempat magang, maupun tempat-tempat belajar lain yang ada di masyarakat. Ekspose dengan sosialisasi lintas-umur itu bagi para praktisi homeschooling justru
dinilai sebagai kekuatan karena merupakan cermin dari realitas masyarakat yang sesungguhnya.

Dengan ekspose yang luas pada pergaulan lintas-umur sejak dini, anak-anak sekolahrumah menjadi terbiasa dan matang dalam pergaulan. Anak-anak sekolahrumah tidak perlu mengalami proses adaptasi saat memasuki dunia kerja, sebagaimana yang dialami anak-anak sekolah yang terbiasa dengan sosialisasi teman sebaya. Pada anak sekolahrumah, inisiasi nilai-nilai kemasyarakatan terjadi selama proses belajar lintas-umur yang terjadi sepanjang hari, baik di keluarga, komunitas, masyarakat, dan dunia nyata tempat belajarnya.

Untuk sosialisasi teman sebaya yang juga dibutuhkan dalam perkembangan psikologis, anak-anak sekolahrumah biasa melakukannya melalui kegiatan di komunitas, field trip, tutorial, klub, ataupun kursus-kursus yang diikutinya.

Perbaikan Mutu Pendidikan

Pertumbuhan sekolahrumah justru sebenarnya menunjukkan sebuah pertanda baik di masyarakat. Ada beberapa alasan untuk mendukung hal itu:

Keterlibatan aktif orangtua di dalam pendidikan adalah sebuah hal yang sangat positif. Keterlibatan itu mengimplikasikan tercurahnya sumberdaya keluarga secara maksimal untuk pendidikan anak, bukan hanya secara material, tetapi juga secara psikologis yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan anak. Kecenderungan ini lebih baik dibandingkan ketidakpedulian orangtua pada saat ini yang menggantungkan masa depan pendidikan anak pada para guru dan sistem sekolah. Kesediaan keluarga untuk terlibat dan bertanggung jawab dalam proses pendidikan adalah modal besar untuk perbaikan dunia pendidikan.

Sekolahrumah mendorong pendidikan untuk masuk pada esensi dan substansi pembelajaran. Sekat-sekat tempat, waktu, dan sumber belajar dapat dicairkan. Infrastruktur yang diperlukan dalam pendidikan model sekolahrumah pun menjadi lebih sederhana dan tidak semahal infrastruktur yang diperlukan dalam pengembangan sekolah formal yang ada pada saat ini.

Sekolahrumah mendorong fleksibilitas pembiayaan pendidikan yang saat ini dirasakan semakin mahal oleh masyarakat dan terindikasi komersialisasi. Selain membuang aksesori-aksesori pendidikan yang semakin membebani masyarakat, praktisi sekolahrumah terbiasa menggunakan kreativitasnya untuk mendapatkan berbagai bahan dan metode belajar yang sesuai dengan keadaan keuangannya tanpa harus menurunkan standar kualitas pendidikan bagi putera-puterinya.

Di Indonesia, model pendidikan sekolahrumah masih berumur sangat muda. Dalam jaminan Konstitusi dan UU Sisdiknas, diperlukan kelapangan dari semua pihak untuk melihat perkembangan sekolahrumah yang sudah terbukti efektif bagi keluarga Indonesia untuk meraih tujuan-tujuan pendidikan yang diharapkannya.

Penulis:
Sumardiono,

praktisi sekolahrumah,
penggiat Jaringan Pendidikan Berbasis Keluarga,
beralamatkan di http://www.sekolahrumah.com,
moderator milis sekolahrumah (http://www.yahoogroups.com/group/sekolahrumah).

Berikut ini sebuah komentar yang menilik latar belakang Daoed Joesoef :

Ah, Daoed Joesoef!

Saya pikir wajar saja kalau Daoed Yoesoef menulis ttg homeschooling seperti tulisan di Kompas itu. Sangat wajar malah. Karena siapa yang tak kenal beliau sebagai mantan menteri pendidikan dan kebudayaan pada 1978-1983?
Beliaulah orang yang paling bertanggung jawab atas hancurnya tata laksana pendidikan di negeri ini.

Konsep kurikulumnya melahirkan generasi Indonesia (ya generasi kita2 inilah) yang cuma menilai sukses dari ukuran jabatan dan harta.

Masih ingat NKK?BKK?
Beliau ini pulalah yang menelurkan konsep NKK/BKK. Sebuah kebijakan yang sangat diktatoris, membelenggu kebebasan, daya nalar dan daya pikir sekaligus menghancurkan kehormatan individu.

Kendati bergelar dua doktor dalam bidang keuangan dan hubungan internasional (1967) serta ilmu ekonomi (1973) dari Universitas Sorborne, Prancis, sangat jelas beliau ini bukan sosok yang kredibel dalam bidang pendidikan. Dan birokrat seperti beliaulah yang ditunjuk Soeharto untuk mengarsiteki pendidikan negri ini.
Sekarang, kita sedang menuai hasil beliau!

Lihatlah sistem pendidikan kita, yang sudah kacau sejak peletakan batu pertama. dan beliaulah salah satu birokrat negri ini yang mesti bertanggungjawab!

Jadi, kalau daoed yoesoef berpikir bahwa HS bukanlah pilihan yang realistik, sudahlah, kita mesti maklum.
Karena, bukankah dia tak mengenal arti kebebasan? ingat NKK-BKK. bukankah dia tak mengenal arti pendidikan yang sesungguhnya? Ingat (masih gagasan) kebijakannya yang ingin memisahkan pelajaran agama dari sekolah2 umum? thank’s God it’s not happen!

gemas rasanya kalau melihat mantan pejabat negri ini masih berani berkoar-koar, dan semua yang dilakukannya tak pernah dia sadari bahwa itu sebuah kesalahan!

seekor burung dalam sangkar, tak mungkin terbang kan?

salam,

95 Responses to “Homeschooling dikecam oleh Daoed Joesoef

  • 1
    Masindi
    June 11th, 2007 13:03

    You really listen to what Daoed Joesoef has to say?

    He is a dinosaur and his mind is no longer valid for today’s exciting era of home/boat schooling.

  • 2
    rd Limosin
    June 11th, 2007 16:30

    Klo ak seeh setuju sama homeschooling, cuma untuk sosial, anak2 mesti bergaul juga.

  • 3
    dhani
    June 12th, 2007 18:52

    Homeschooling bisa baik, bisa tidak. Tergantung penerapannya. Yang jadi persoalan, banyak keluarga yg menerapkan homeschooling krn didasari pertimbangan dogmatis. Misalnya, tidak ingin anak2nya diajari teori evolsi Darwin, atau tidak ingin mereka bergaul dg anak2 yg tidak seagama. Ini akan memunculkan persoalan di kemudian hari, krn anak2 jadi tidak terbiasa menerima perbedaan, dan cenderung punya cakrawala berpikir yg terbatas.

  • 4
    harry
    June 12th, 2007 19:09

    @dhani – betul mas, ini justru akan membuat anak jadi picik. Sosialisasi dengan lingkungan jangan sampai terluputkan dari program homeschooling.
    .
    Masalahnya, pada artikel DJ tersebut langsung divonis bahwa homeschooling == anti sosial. Wah, saya kira ini juga tidak benar.
    .
    Trims.

  • 5
    ndahmaldiniwati
    June 13th, 2007 10:18

    mungkin saat ini “seperti apa homeschooling” lum byk diketahui masyarakat luas sehingga perlu sosialisasi(promosi) lebih gencar lagi agar masyarakat tau alternatif dalam menuntut ilmu. Bayangin aja mas, seorang doctor-mantan pejabat-dan tinggal di kota memiliki pandangan seperti ini, gimana lapisan bawah??

  • 6
    Riyogarta
    June 14th, 2007 00:59

    Jangan-jangan yang berkomentar itu punya anak yang asosial karena homeschooling hehehe.

    Tetapi secara umum memang ini yang sering dipertanyakan dan dikhawatirkan orang mengenai homeschooling, bagaimana dengan pergaulan mereka sebagai anak didik. Tidak bisa dipungkiri bahwa “berteman” atau bersosialisasi bisa lebih terjadi jika anak didik tersebut disekolahkan di sekolah-sekolah umum. Hanya ada minusnya juga, bagaimana kalau salah dalam pergaulan?

    Intinya sih, balik lagi … peran orang tua sangat memegang peranan dalam hal ini. Setuju ….

  • 7
    dnial
    June 15th, 2007 19:14

    Post yang sangat menarik. Sayang di akhir postingan terjebak pada ad hominem. Ada baiknya kita tidak menilai pribadi yang mengeluarkan komentar dan fokus pada argumennya valid atau tidak.

    Btw mau nanya,
    Model sekolahrumah ini ada pertemuan besarnya ya?
    Saya kok belum paham cara pembelajarannya. Tapi kayaknya menarik.

    *Mencoba mencari tahu ke websitenya sekolahrumah*

  • 8
    Sastrawan Manullang
    July 12th, 2007 22:32

    setuju dengan dhani yang bilang HS bisa bagus bisa tidak. Ya sama dengan sekolah “biasa” yang juga bisa bagus dan bisa tidak. Kita tidak usah apriori dengan yang mana pun. Periksa dulu detilnya. Tapi saya sih menyambut baik adanya berbagai konsep/praktik yang memungkinkan berlangsungnya pendidikan di luar sekolah biasa mengingat sangat banyaknya anak/remaja/dewasa yang dengan berbagai sebab tidak bisa sekolah di sekolah biasa. Malahan berbagai kombinasi antara HS dan SS semestinya diperbanyak sehingga masyarakat dapat memilih yang terbaik untuk keadaan mereka yang spesifik.

  • 9
    andri
    August 13th, 2007 10:25

    wah pembahasan yang menarik. blog yang menarik juga 🙂 aku sering2 mampir dech

  • 10
    andri
    August 13th, 2007 10:31

    sekalian ni tadi buka google, ternyata banyak juga yang anti home schooling. ini salah satunya

  • 11
    aray
    August 21st, 2007 11:47

    homeschooling, sptnya hal yg baru… namun utk tingkat degree (S1) sebenarnya Pemerintah sudah menerapkannya sejak tahun 1984. masih ingat dengan Universitas Terbuka ? itu sebuah bukti homeschooling. para pelajarnya pun dari berbagai umur, kalangan profesi, maupun sosial.. terlebih di era yg serba informatif skrg ini.. tampaknya homeschooling bisa menjadi salah satu alternatif pendidikan.

  • 12
    anime_anak sma
    September 3rd, 2007 15:19

    public schools are SUCKS!!
    kayaknya home schooling asik jg tuh!
    public school tu gk asik, gk da kebebasan berekspresi, gaya ajar guru2 nya pasif.
    gk Qualified bgt, coz anak2 cerdas tu dicampur dg ank biasa, jadi kayak kandang kambing gitu!
    Huhhh…! pokok na sUckS bgt Deyh!

  • 13
    yunita sanaissara
    November 1st, 2007 16:41

    menurut saya HS ga jelek2 banget. kita bisa terapkan HS ke anak2 sesuai dgn kebutuhan anak. misalnya ada anak dg kebutuhan khusus yg ga memungkinkan dia sekolah umum, bisa dapet pendidikan dengan HS. Atau
    tapi untuk anak yg ortunya sibuk kerja di luar rumah, susah juga kalo pake HS. bukankah HS menuntut ortu 100 % terlibat dlm pendidikan anak?
    Saya menyarankan adik ipar saya untuk menerapkan HS ke anaknya yg umur 2 thn. Adik Ipar saya punya usaha toko plastik yang ditunggu pegawainya. jadi menurut saya dia bisa HS ke anaknya. iya gak?
    So… sekali lagi, HS bisa dipake sesuai kebutuhan. hidup HS!!!

  • 14
    papayasmin
    November 18th, 2007 15:48

    buat saya homeschooling adalah salah satu solusi dari rendahnya mutu kurikulum pendidikan kita saat ini.
    saya berkeyakinan kalau revolusi pendidikan di indonesia akan di mulai dari pendidikan non formal seperti homeschooling dan kursus luar sekolah…

    bagaimana pendapat anda ?

  • 15
    amik
    February 27th, 2008 22:01

    saya rasa semua ada baik dan ada buruknya. sekolah formal juga bukan sesuatu yang buruk toh kita2 yg dulu ikut sekolah formal bisa “berhasil” maju seperti sekarang… banyak yg jadi insinyur… dokter, dsb. cuma memang saat ini wawasan masyarakat masih sangat minim dengan konsep home schooling. artinya ketika orang tua memutuskan untuk memberikan home schooling untuk anak2nya maka harus disiapkan segala media dan fasilitasnya. Anda bayangkan bagaimana jika orang di pedalaman pesesaan yg minim wawasan lalu memutuskan anaknya home schooling… pasti kacau pendidikan si anak. sosialisasi home schooling ini memang harus dilakukan terus menerus. perlu ada wadah dan organisasi yang menaunginya dengan benar dan mengevaluasi pendidikan sang anak dalam menjalani home schooling. karena apapun pilihannya ini menyangkut masa depan sang anak, anak kita yang merupakan masa depan bangsa.

  • 16
    yogo
    June 5th, 2008 20:47

    anak saya down syndrome usia 4 thn, ada curiculum yang sedang berkembang saat ini yaitu sekolah inklusi. Tapi sekolh ini memerlukan biaya yang besar, sehingga saya agak kewalahan dalam hal biaya. saya sangat setuju dengan homeschooling dan ingin menerapkan. bisa kasih saran?

  • 17
    guntur
    July 14th, 2008 16:18

    Sebenarnya Homeschooling itu optional, tergantung dari keluarga yang akan menjalankanya. Saya bilang optional karena tidak semua keluarga bisa cocok dalam menjalankan homeschooling. Dan mengapa saya sebutkan keluarga bukannya anak yang menjalankan homeschooling, itu karena homeschooling adalah tanggungjawab seluruh keluarga bukan hanya anak saja yang harus melaksanakannya tapi orang tua juga terlibat, antara lain dengan homeschooling orang tua mempunyai pekerjaan rumah ekstra yaitu mempersiapkan bahan/materi pelajaran untuk anaknya sehari/seminggu atau bahkan sebulan kedepan.
    Kalau dikatakan dengan homeschooling anak jadi terganggu dalam sosialisasinya, menurut saya itu salah besar! Sebagai bukti kami telah melaksanakan Homeschooling ketika anak pertama kami berumur 4,5 tahun(usia masuk TK), dan setelah 2 tahun berjalan dia tidak ada masalah dengan yang namanya sosialisasi. Dia dan adiknya berteman seperti biasanya dengan anak tetangga kami, bahkan adiknya sekarang suka minta diceritakan buku oleh orang tua temennya. Seperti dikatakan dalam postingan diatas dengan Homeschooling sosialisasi(dan bahkan belajar) itu bisa lintas umur.

  • 18
    Nad
    July 23rd, 2008 15:13

    Artikel yang bagus; ending yang cocok. Ad hominem cara yang paling tepat buat orang sosialis, sentralis dan statist pendidikan sepertinya.

  • 19
    Reza
    August 4th, 2008 21:00

    Homeschooling sebenarnya hanya masalah metode belajar. Yang sering mengganggu gue adalah pada assessment kualitas pendidikannya. Gue bukan bermaksud mengatakan bahwa UAN berkualitas baik, tetapi pada kurikulum tailor-made seperti homeschooling, assessment-nya jadi agak membingungkan karena kekhasan materi yg diterima tiap anak. Apalagi disamakan dgn ujian paket A/B/C?????? Buat gue, gak bisa disamakan! Peserta paket C yang original kan orang2 putus sekolah (kebanyakan remaja akhir atau dewasa) yang mau melanjutkan pendidikan. Secara perkembangan, tuntutan terhadap mereka udah berbeda dgn anak2. PAda anak2, yang memang tugas perkembangannya adalah belajar dan mengembangkan kompetensi, kayaknya ujian kesetaraan kurang sesuai. Mungkin ada yg bisa memberi penjelasan lbh lanjut??? Jadi, aku nggak salah paham. Tenkyu…!

  • 20
    Aku Jagoan SEO
    September 4th, 2008 01:44

    Sebenarnya dengan metode HOMESCHOOLING dapat meningkatkan mutu dan kemampuan anak di banding dengan anak yang di Public School. “How ever, everything depend on the Person who walk with”..

  • 21
    Kota Fan
    September 6th, 2008 16:12

    PlaySkool has an all new baby dinosaur Kota the Triceratops

  • 22
    ade saiful
    October 3rd, 2008 01:38

    Selama tujuannya untuk pendidikan dan perkembangan anak, sekolah/atau lembaga pendidikan apapun harus kita dukung, namun sayangnya masih byk dari adik-adik qt yang belum bisa merasakan suatu “LAYANAN PANDIDIKAN” yg layak… Maju terus HS karena masih banyak anak “LUAR BIASA” yg tidak mendapat tempat/waktu di sekolah formal, semoga suatu saat nanti HS jg mampu menyentuh adik-adik qt dari masyarakat ekonomi lemah.

  • 23
    Fafa
    October 3rd, 2008 04:46

    Aku itukan punya VCD yang isinya profileku dari aku kecil, saat aku nyanyi, aku ikut lomba, aku sekolah, aku menari, aku wisuda sampai aku main wushu, pokoknya dan lain lain dech, yang di file PICTURE itu ada semua fotoku dan hasil karyaku plus prestasiku. Durasinya saja 43 menit.

    Buat semuanyanya yang mau tinggalin comment di blogku nanti aku undi, bakalan siapa yang menang. Semuanya gratis jadi tidak perlu ganti biaya produksi sama pengiriman, aku yang tanggung semuanya.

    Karena terbatas jadi nanti aku umumkan yang menang hanya sepuluh orang saja ya.

    Ayo buruan siapa tahu bisa menang, oh ya catatan buat muter VCDnya kalau pakai VCD Player sembarang merek bisa, tapi kalau pakai komputer jangan pakai Windows Media Player sama Winamp jadi harus selain itu. Kagak tahu tuch Oom Andi yang bikin kok bisa begitu.

    Sudah ya, aku tunggu commentnya di http://akuhomeschooling.wordpress.com. Terima kasih banyak ya.

    Cium sayang selalu dari Fafa buat semua

  • 24
    PAKET C UJIAN KESETARAAN SMA TELP.08161404440 - 93088375 DENGAN MBAK NUR - 2008 June 22 Aguspurnama s Weblog
    November 5th, 2008 20:24

    […] harry.sufehmi.com Blog Archive Homeschooling dikecam oleh Apalagi disamakan dgn ujian paket A/B/C????? Buat gue, gak bisa disamakan! Peserta paket C yang original kan orang2 putus sekolah (kebanyakan remaja akhir atau dewasa) yang mau […]

  • 25
    PAKET C DAFTAR SEKOLAH SETARA SMA SEKOLAH KESETARAAN PENDIDIKAN KESETARAAN TELP.08161404440 - 93088375 DENGAN MBAK NUR
    November 16th, 2008 10:07

    […] harry.sufehmi.com Blog Archive Homeschooling dikecam oleh Apalagi disamakan dgn ujian paket A/B/C????? Buat gue, gak bisa disamakan! Peserta paket C yang original kan orang2 putus sekolah (kebanyakan remaja akhir atau dewasa) yang mau […]

  • 26
    PAKET C UJIAN KESETARAAN SMA TELP.08161404440 - 93088375 DENGAN MBAK NUR
    November 16th, 2008 10:10

    […] harry.sufehmi.com Blog Archive Homeschooling dikecam oleh Apalagi disamakan dgn ujian paket A/B/C????? Buat gue, gak bisa disamakan! Peserta paket C yang original kan orang2 putus sekolah (kebanyakan remaja akhir atau dewasa) yang mau […]

  • 27
    PAKET C SETARA SMA SEKOLAH KESETARAAN PENDIDIKAN KESETARAAN TELP.08161404440 - 93088375 DENGAN MBAK NUR
    November 19th, 2008 19:26

    […] harry.sufehmi.com Blog Archive Homeschooling dikecam oleh Apalagi disamakan dgn ujian paket A/B/C????? Buat gue, gak bisa disamakan! Peserta paket C yang original kan orang2 putus sekolah (kebanyakan remaja akhir atau dewasa) yang mau […]

  • 28
    PAKET C SETARA SMA TELP.08161404440 DENGAN MBAK NUR - PENDIDIKAN KESETARAAN SEKOLAH KESETARAAN UJIAN PAKET C
    December 17th, 2008 11:28

    […] harry.sufehmi.com Blog Archive Homeschooling dikecam oleh paket c daftar sekolah setara sma sekolah kesetaraan pendidikan kesetaraan telp.08161404440 – 93088375 dengan mbak nur november 16th, 2008 10:07 […]

  • 29
    PAKET C DAFTAR SEKOLAH SETARA SMA SEKOLAH KESETARAAN PENDIDIKAN KESETARAAN TELP.08161404440 - 93088375 DENGAN MBAK NUR - Percik Semangat Rena s World
    December 17th, 2008 11:48

    […] harry.sufehmi.com Blog Archive Homeschooling dikecam oleh paket c daftar sekolah setara sma sekolah kesetaraan pendidikan kesetaraan telp.08161404440 – 93088375 dengan mbak nur november 16th, 2008 10:07 […]

  • 30
    pancaran
    January 17th, 2009 14:35

    Kepadasiapa gerangan paket C itu diberikan? Marilah kita kembali lagi ke jaman penjajahan Belanda dulu, anak bangsa kita dikelompok-kelompokan ke dalam kelompok orang pintar, dan orang setengah pintar, dan kelompok orang bodoh. Kemudaian kelompok orang pintar ramai-ramai membopdohkan bangsanya…..Luar biasa orang pintar kita.

  • 31
    prasetio
    February 14th, 2009 17:57

    kalau yang aku tahu homescholing biasanya dilakuin oleh artis-artis
    bejibun kegiatannya.So, dia ga sempat ke sekolah umum layaknya kita-kita.But, terserah dia sih dia kan yang punya duit. justru Gurunya yang ikut kebanjiran duitnya.tapi mungkin aspek sosial yang ga didapat.seperti berteman dengan teman satu sekolah. ya ga’….

  • 32
    blog for dollars
    February 16th, 2009 13:22

    I would really love to comment on your blog but, since I do not read your language we have a small problem here. I know quite a bit about homeschooling too.

  • 33
    Rofi
    February 17th, 2009 21:57

    Gimana ya tanggapannya Kak Seto mengenai kecaman thd. HS ini? Beliau kan termasuk pelopor HS di negeri ini. Menurut saya HS bisa sebagai alternatif pendidikan kalau orang ybs tidak bisa/cocok dengan sistem sekolah yang mengharuskan kehadiran di sekolah.

  • 34
    majesty99
    March 4th, 2009 12:47

    jahhhh, jangan sok tahu oom, mereka udah pada makan asam garam
    home schooling boleh2 aja, tapi setidaknya bijaksanalah dalam hal ini, anak2 memerlukan lingkungan sekitar yang bisa mengertikan mereka dalam posisinya, miris kalo melihat kenyataan di kota2 besar yang sudah individualistis, dengan tetangga aja mereka gak tahu,…
    sedih…., dengan sekolah mereka diajarin bermasyarakat, mereka dididik dalam lingkungan yang bervariatif, jangan sampai anak hanya menjadi kecebong yang main di air, trus keluar ke dunia nyata…, mereka ketakutan, mereka skeptis, mereka kesepian dan mereka menjadi berdarah dingin, mereka tak tahu bagaimana mengontrol EQ mereka,…, apakah orang tua tahu segalanya??? apakah para guru private tahu segalanya??? sempurnakah mereka??? dunia tidak sesempit daun kelor oom….dengan mendukung home schooling berarti mereka telah bersiap menjadi manusia yang mementingkan kaumnya saja…, lihat saja bagaimana ketika mereka harus menempatkan diri di dunia yang sesungguhnya, apalagi dunia indonesia dengan sekian ratus juta penduduknya…., aplikatif society akan mengharukan…, kasian mereka yang tidak mengenal sahabat yang kadang lebih mengerti mereka dari pada keluarganya sendiri,….

  • 35
    B@njar
    March 24th, 2009 13:25

    Pro dan kontra wajar saja, masing-masing sistem pendidikan mempunyai kelebihan dan kekurangan tinggal bagaimana kita mampu mensiasati bagaimana menutup kekurangan sistem yang kita terapkan kepada anak-anak kita.

    Saya pribadi sangat ingin menerapkan home schooling kepada anak saya, walaupun saat ini anak saya masih berusia 3,5 tahun. Ada beberapa alasan yg belum bisa saya share di sini kenapa saya dan isteri ingin menerapkan homeschooling kepada anak-anak saya nanti.

    Walaupun sampai saat ini saya mengenal homeschooling masih dalam batas konsep, bagi saya orang yang menganggap homeschooling melahirkan generasi berkepribadian individualistik adalah pikiran yang sangat picik dan jelas tidak faham apa itu konsep homeschooling.

    Saya hanya berharap ke depan konsep homeschooling dapat lebih berkembang, lebih banyak referensi yang lahir baik offline maupun online.

  • 36
    how to play backgammon
    April 21st, 2009 11:57

    saya berpendapat justru dengan adanya perkuliahan sabtu minggu ini memberikan kesempatan kepada karyawan/pekerja yang mempunyai waktu sangat terbatas. jadi jangan sampai di hapus kasihan dong sudah berkorban segala-galanya tetapi tidak di akui.Saya berkeyakinan bahwa Pemerintah khususnya Dikti dapat memberikan solusinya dari semua permasalahan.Dan semboyan untuk menuntut ilmu sampai tua tidak akan hilang

  • 37
    Agung Setiady
    May 20th, 2009 15:21

    Dengan sistem pendidikan yang kacau balau begini, wajar kalau banyak praktisi membuka wacana HS. Tapi nanti legitimasinya gimana ya? Apa nanti ijazahnya pakai kejar paket A/B/C ?

  • 38
    sufehmi
    May 20th, 2009 19:23

    @Agung – ijazahnya nanti bisa didapatkan cukup dengan mengikuti ujian persamaan dari Depdiknas. Jadi, tetap mendapatkan ijazah resmi, sama seperti yang bersekolah juga.

  • 39
    diah
    May 22nd, 2009 11:03

    saya sedang hamil 5 bulan anak pertama, dan berencana memilih HS untuk insyaAllah anak2 nanti.

    pilihan ini dilatar belakangi karena ke gagapan saya dalam sosialisasi dalam masyarakat. kalau diantara teman sekolah saya termasuk populer, namun untuk sosialisasi lintas generasi saya selalu salah tingkah dan gugup, dan seperti yang biasa terjadi, teman- teman saya adalah teman di sekolah saja dan saya kurang bergaul dengan tetangga….

    dan semasa sekolah saya terbiasa belajar sendiri dirumah, dikarenakan saya memiliki minus -perkiraan saya sejak sd kelas 5- yang baru disadari saat sma kelas 2.otomatis sebagian besar prestasi akademik saya(yang cukup bagus) saat sekolah bukanlah dari bimbingan guru. dan saya merasa kalau sekolah formal itu cuma wasting time, udah sosialisasi ngga bener , ilmu juga ngga dapat.

    Namun jadi berkah tersendiri sehingga saat kuliah saya sudah terbiasa belajar sendiri tidak tergantung pada dosen….

  • 40
    aksesoris wanita
    June 30th, 2009 11:06

    kalo saya , setuju dengan homeschooling, pinter ga nya anak tergantung dari cara belajar, cara mengajar, telaten sabar, nilai-nilai luhur dari rumah juga menunjang . sambil ngembangin bakat buat kesiapan kerja anak di masa depannya

  • 41
    Info Beasiswa
    July 7th, 2009 11:18

    Saya sebenarnya juga tidak begitu suka dengan homeschooling, karena ya itu tadi ‘tidak bersosialisasi”, tapi tergantung orangnya juga sih. Bersosialisasi ngga harus di sekolah aja kan.
    😉

  • 42
    stop dreaming start action
    July 29th, 2009 15:11

    homeschooling memang perlu, tapi bagaimanapun sekolah seprti biasa masih sangat diperlukan

  • 43
    desty
    August 11th, 2009 16:21

    HS setuju atau gak setujunya sebenarnya tinggal dilihat dari kebutuhan anak, orang tua dan keluarga…
    Contohnya kalau kita dan keluarga baru saja kembali ke tanah air setelah 10 tahun menetap disana..yang otomatis anak-anak kita lebih banyak bersosialisasi dan mengecap pendidikan ala barat…mungkin HS selama 1 tahun bisa menjadi salah satu optional cara agar mereka bisa menyesuaikan diri dengan pola pendidikan di Ind..sehingga dalam HS tersebut bisa diselipkan hiden kurikulum untuk penyesuaian budaya..baru deh di tahun berikutnya mereka masuk ke sekolah umum…
    Saya sepakat bahwa semakin banyak optional cara belajar, maka semakin kaya dan baik pula kualitas pendidikan kita..

  • 44
    Finance Information
    September 14th, 2009 22:01

    QUOTE: “Bila pendidikan privat jenis ini memarak dan menjadi pengganti (alternatif) pendidikan sekolah formal, dalam jangka panjang ia akan berakibat fatal bagi pertumbuhan anak Indonesia menjadi manusia yang bermasyarakat (homo socialis).”

    Masuk akal juga pendapat yang disampaikan oleh Daoed Joesoef. Untuk menjadi manusia bermasyarakat, seorang anak harus berinteraksi dengan sesamanya, makhluk sosial.. Home-schooling dapat berakibat buruk bagi anak tersebut.. Pada tahap perkembangan, anak berinteraksi 60% dengan keluarga, sisanya dengan teman2 dan orang-orang di luar rumah.. Bila seorang anak mengikuti home-schooling, dia dapat kehilangan 40% interaksinya dengan orang lain..

  • 45
    sufehmi
    September 21st, 2009 08:38

    @majesty99 – dunia tidak sesempit daun kelor oom….dengan mendukung home schooling berarti mereka telah bersiap menjadi manusia yang mementingkan kaumnya saja…,
    .
    Ini dia pemikiran yang sesempit daun kelor 🙂
    .
    Daoed Joesoef menuduh bahwa Homeschooling membuat anak jadi tidak bersosialisasi.
    .
    Saya, dan banyak praktisi (PRAKTISI ya, betul-betul melakukan. BUKAN cuma cuap-cuap di media massa) homeschooling lainnya bisa bersaksi bahwa ini adalah tidak benar.

  • 46
    Dream House
    October 16th, 2009 16:43

    saya baru tahu ada yg kontra dengan homeschooling. bagi saya, homeschooling mungkin memang belum bisa diterapkan sepenuhnya, namun ia tetaplah alternatif yang bagus.

  • 47
    Nabilla Eda Y
    November 1st, 2009 06:34

    bagi saya,betul bahwa homeschooling wajib diganyang.tapi saya tidak mengganyang hs-ers.hs bikin kita ga pnj temen!bahkan hs bkin anak agak/.para pengikut hs hanya kemungkinan kecil sekali hidup kj org biasa!!!
    i am sorry karena belum pernah hs!
    dulu pintr2!

  • 48
    Santoz
    November 13th, 2009 13:16

    Wah yang kek gini saya baru denger, nice inpo gan .. btw segala cara pasti akan di tempuh buat pendidikan ..

  • 49
    Bumbo Seat
    November 15th, 2009 11:00

    Hmm.. Homeschooling menurut saya cukup bagus asal diterapkan dengan baik dan benar dibawah pengawasan para ahlinya.

  • 50
    Edgar
    November 27th, 2009 06:33

    Home schooling merupakan alternatif yang bagus menurut saya, sekarang ini anak sekolah tapi masih harus banyak ambil les ini itu, jadi apa gunanya sekolah?

  • 51
    Bigger
    November 27th, 2009 06:35

    Di sekolah banyak anak yang stress dengan program pelajaran yang kurikulumnya semakin berat! belum lagi tekanan teman sebaya dan pergaulan buruk. Di Jakarta apalagi dengan macetnya! Homeschooling merupakan jalan keluar yang terbaik saya rasa.

  • 52
    John
    November 30th, 2009 18:02

    Pilihan antara homeschooling dengan sekolah biasa menurut saya 50-50, masing-masing ada nilai lebih dan kurangnya.

  • 53
    kontoranabayi
    December 24th, 2009 18:10

    Thank you very much for this information. I like This site! Thanks!

  • 54
    Lintang
    February 25th, 2010 15:21

    Ga tau banyak tentang HS. Tapi setau saya, HS bukan berarti anak di\bekem\ terus di rumah dan belajar calistung sama ortu/guru privat.
    HS dalam gambaran saya, justru \sekolah\nya lebih luas daripada ruangan kelas di sekolahan. Dan melibatkan proses belajar 24 jam. Dalam artian, segala aktifitas anak, baik itu bermain, bertualang dan bersosialisasi adalah dalam konteks \belajar\. Dengan begitu, anak justru lebih mudah untuk dikenalkan dengan \real life\. Jadi anak ga cuma belajar di dalam kelas, dengerin guru, salin catetan di papan tulis, ulangan dll, dan pada akhirnya yang didapat hanya sederetan angka-angka, tanpa mengerti bagaimana mengaplikasikan teori2 yang dihapalnya 🙁

  • 55
    Kiki the beauty and the biz
    March 9th, 2010 15:58

    mmm… tertarik juga sich untuk sekolah rumah…
    tapi sekolah rumah sebenernya cocok bgt buat anak dg tipe EXHIBIONIST.
    Anak saya baru playgrup juga dominan tipe itu… butuh perhatian lebih memang…
    tapi nanti akan saya coba dulu memasukkan dia ke sekolah biasa.. katanya psikolog, kalo usia playgrup masih wajar kalo dia tipe exhibionist
    Tapi tetep disamping sekolah di sekolah pada umumnya… sebaiknya Orang tua tetep harus dampingi anak..
    so, harus tetep ada “homeschooling” walau anak sekolah di sekolah umum 🙂

  • 56
    concrete tilt wall construction
    March 12th, 2010 23:25

    Thanks for the great article. Home schooling is a great way to spend that extra time with your children with the benefit of teaching them on a daily basis.

  • 57
    Andini Rizky
    March 15th, 2010 10:50

    Situs homeschoolingindonesia.com -nya nggak di-update lagi?

  • 58
    ftfmarket
    April 23rd, 2010 22:54

    menurut saya homeschooling cukup bagus karena lebih fokus ketimbang sekolah2 bagus yang bnyk muridny tapi kembali lagi kepada pribadi si anak apakah dapat menyerap ilmu dengan baik atau tidak..

  • 59
    IT Support Hertfordshire
    June 1st, 2010 00:14

    Home-schooling is perfect for children who cannot go to school because of hindrances either physical or health related reasons. This can provide children opportunity to study.

  • 60
    souvenir
    July 14th, 2010 05:58

    home schooling emang lagi ngetren

  • 61
    Dinar Ardanti
    August 9th, 2010 14:15

    Permisi …
    Ikut Comment.
    Tambah yakin dengan pilihan keluarga kami untuk HS.
    Mengenai problem sosialisasi, alhamdulillaah anak kami belum mengalaminya.
    btw, mengomentari salah satu pernyataan di comment yang telah ada : “kasian mereka yang tidak mengenal sahabat yang kadang lebih mengerti mereka dari pada keluarganya sendiri,….”

    Ehm, mengapa anak yang saya kandung malah sahabatnya yang lebih mengerti dibandingkan saya ? Wah bukannya lebih baik ortu sendiri yang lebih mengerti akan anak ya ?

    sekedar imho.

  • 62
    Aneka Toko Online
    September 20th, 2010 15:57

    Saya rasa dengan HS kita bisa lebih mencurahkan perhatian pada anak kita dan mencegah dari pergaulan yang buruk.

  • 63
    miniatur kapal
    September 25th, 2010 09:38

    fenomena home schooloing memang menimbulkan perdebatan tersendiri, ditinjau dari segi sosial kemsyarakatan memang akan menimbulkan kelas sosial tersendiri nantinya, membedakan sekolah reguler dan sekolah dirumah, belum lagi masalah hasil dan kualitas ilmu dan sebagainya, tapi hal ini memang tidak bisa dihindari karena tuntutan kemajuan jaman yang semakin kompleks

  • 64
    Cara diet
    October 13th, 2010 10:48

    Menurut saya salah satu kendala Home schooling adalah masalah biaya yang cukup mahal..

  • 65
    ateş ölçer
    October 14th, 2010 22:06

    hmm this is a great post I have ever read today. ı also gather a Thermosense and some kind of those Ateş ölçer in istanbul.

  • 66
    excelvou
    October 30th, 2010 11:20

    baik dan buruk tergantung dari mana kita melihatnya, dari sudt pandang apa dan berlandaskan terori apa semuanya sama aja ada baik dan buruknya

  • 67
    cohiba cigars
    November 25th, 2010 18:27

    The topic which you chosen for discussion is really very good….Thanks.

  • 68
    beasiswa
    December 12th, 2010 14:48

    kebanyakan orang tua sekarang sibuk dengan pekerjaannya di luar rumah sehingga ‘menyerahkan’ sepenuhnya pendidikan pada sekolah. anak2 dididik oleh guru di sekolah, ditemani oleh pembantu di rumah.

  • 69
    diklik blog
    December 12th, 2010 15:02

    saya sependapat dengan komentar di bagian akhir tulisan ini, wajar memang jika tokoh orba daud jusuf bicara seperti itu.

  • 70
    Obat Awet Muda
    December 12th, 2010 17:15

    komentar tentang daoed jusuf di atas pas banget. setuju 100%. sudah saatnya pendidikan di Indonesia dirombak.

  • 71
    FreedomDreamGroup
    December 16th, 2010 16:55

    รับเขียนเว็บ, รับทำเว็บไซต์, รับทำเว็บ, รับออกแบบเว็บไซต์, รับทำโปรเจค, รับทำโปรเจคนักศึกษา, รับทำโปรเจคphp, รับทำโปรเจค

    php+mysql, รับทำโปรเจค java, รับทำโปรเจค jsp, web design, webdesign, j2me, iphone, project, web project, web program, web programing, รับทำseo, รับทำ seo ,seo ,เว็บสำเร็จรูป, เวบสำเร็จรูป, internet marketing, im, sem,

    การตลาดออนไลน์, online internet marketing, seo specialist, internet marketing specialist, online internet specialist

    FDG : http://www.FreedomDreamGroup.com

  • 72
    Anak Homeschooling Egois? Salah! Anak Sekolah, Ah! | HOMESCHOOLING-INDONESIA.COM
    January 2nd, 2011 04:22

    […] satu tuduhan yang sering ditimpakan kepada anak-anak homeschooling yang tak bersalah […]

  • 73
    ksso
    March 12th, 2011 17:01

    Hi.due to the time,we learn home green energy – news,products informations and articles

    about alternative green energy. and play the most realistic fight sim Rivals ms flight sim x & over 120 aircrafts to fly from 20000 real airports.

  • 74
    cekay
    March 13th, 2011 21:16

    ada2 saja nih pak daud

  • 75
    Home Improvement Loans Texas
    March 22nd, 2011 19:35

    Saya setuju dengan yang satu ini:

    Home schooling merupakan alternatif yang bagus menurut saya, sekarang ini anak sekolah tapi masih harus banyak ambil les ini itu, jadi apa gunanya sekolah?

  • 76
    living-cares
    April 21st, 2011 23:36

    kle ane sih kurang setuju ama yang namanya home schooling….gak banget

  • 77
    uraeka
    April 29th, 2011 13:25

    homeschooling baik juga dilakukan kalau punya sumber daya. masalahnya tidak semua orang tua mampu, sehingga sulit diterapkan secara umum.

  • 78
    Dan W
    April 30th, 2011 08:20

    I see so many varying opinions, most without basis, just pure social bias. A good discussion of this subject would be very rewarding I believe.

  • 79
    for child
    May 4th, 2011 15:48

    kini ada ctl (contextual teaching and learning). kayaknya appun bisa jalan.

  • 80
    hamdani
    July 1st, 2011 01:48

    pada intinya belajar itu harus sesuai dengan minat belajar

  • 81
    Menurunkan Berat Badan
    July 23rd, 2011 10:19

    wah sempet penasaran juga kenapa kok homescholling dikecam….

  • 82
    harish
    July 26th, 2011 00:38

    kayaknya masih perlu ….trutama buat anak yg menderita sakit dalam waktu yg lama….

  • 83
    diabete chemicals pills guid
    July 27th, 2011 13:24

    I am really enjoyed by providing this info in this blog and this info is helpful for me and my friends also. This is very great info by using this website and the nice approach is visible in this blog. I am very much satisfied by this info in this blog. I had really admired to this info that to using the technology in this website. Thanks a lot for providing the nice info.
    | online anti smoking pills guide | overweight usage records |

  • 84
    anti smoking pills center
    July 27th, 2011 13:25

    I am very much impression by providing this info that to using the technology is also very great. This website is providing the great articles are visible in this blog. This is amazing info in this blog and nice approach is visible in this blog. I had really like this info that to using the nice technology in this website. Thanks a lot for providing the nice info in this blog.
    | birth control pills pharmacy | best deals pharmacy journal |

  • 85
    clinic pharmacy advisor
    July 27th, 2011 13:26

    This website is display the nice info in this blog and the great technology is visible in this blog and great info in this blog. I am very much satisfied by this info that to using the nice impression is visible in this blog. I was searching for some info is visible in this blog and great info is visible in this blog. Thanks a lot for using the nice impression in this blog.
    | great pharmacy diary | best pharmacy online guide | liquid diet side effects report |

  • 86
    gamble just
    November 4th, 2011 14:25

    NIce info….thanks a lot for sharing this info…

  • 87
    bleach for teeth whitening
    November 5th, 2011 09:43

    saya pikir kedua pihak, baik pro dan kontra sama2 benarnya. Ada benarnya juga kalau homeschooling bisa membuat anak menjadi individualis, karena kurang pergaulan sosial. Tapi saya rasa Daoed Joesoef terlalu berlebihan menjabarkannya. Home schooling juga banyak manfaatnya, salah satunya pelajaran bisa mengikuti kemampuan siswa tersebut, terutama bagi anak2 yang slow learner

  • 88
    Microsoft Outlook 2010
    November 26th, 2011 09:22

    This article is GREAT it can be EXCELLENT JOB and what a great tool!

  • 89
    Kids Education
    December 14th, 2011 18:52

    Untuk beberapa situasi dan kondisi penerapan HomeSchooling tidak masalah, itu menurut saya 🙂

  • 90
    Mengatasi Keputihan
    January 4th, 2012 11:18

    Ya, biarlah orang tua memiliki pilihan lain di samping adanya sekolah formal. Gitu aja kok repot tho, pak…

  • 91
    pelangi
    February 15th, 2012 20:53

    saya setuju dengan homeschooling mengingat pendidikan formal berdinding sekolah tdk benar2 memahami apa yg seorang individu butuhkan, cenderung membosankan, apalagi kualitas guru yg baik di suatu sekolah itu jumlahnya sedikit.. diperparah dgn adanya kurikulum yg ini itu.. sbgmn kita tau, kurikulum di negeri ini mmbuat anak didik menjadi kelinci percobaan saja… ckckcckck kapan majunya pendidikan indonesia kalau begini terus??

  • 92
    graphic design jakarta
    November 2nd, 2012 11:24

    daoed joesoef
    inget bener dulu waktu pertama jadi mentri… dia mindahin awal tahun ajaran dari yg sebelumnya di bulan januari,menjadi di bulan juli (sperti sekarang ini)
    sampe2 dikorbankan sekolahnya jadi diperpanjang setengah tahun…
    gak tahunya kurikulumnya membuat bangsa ini jadi kuli

    emang antek2 kolonial sejati nih orang

  • 93
    ladiesinfo
    October 8th, 2013 22:42

    saya termasuk yang mendukung homeschooling selagi anak-anaknya mengalami beberapa kondisi yang nggak memungkinkan untuk sekolah di publik biasa..

  • 94
    batara
    January 29th, 2016 15:52

    setiap metode pendidikian pasti ada sisi baik dan buruk tergantung situasi yang ada.

  • 95
    Jual Hadiah wisuda
    January 22nd, 2017 05:02

    Home schooling bikin gk punya temen menurut saya.

    Jual Hadiah Wisuda
    Jual Hadiah Wisuda
    Jual Hadiah Wisuda

Leave a Reply

 

Subscribe without commenting

            








SEObox: Web Hosting Murah Unlimited Komik Indonesia Homeschooling Indonesia