Translate this page :

Kekerasan di Institusi pendidikan bukan monopoli IPDN

Dari : http://tayuang.blogspot.com/2007/04/perguruan-tinggi-yang-sadis-dan-brutal.html

Pertanyaan yang jadi muncul pertama kali di benak saya : Apa UMI perlu dibubarkan ?
Paling tidak, mungkin nama “Muslim”-nya dicabut saja mungkin. Sudah terlalu banyak institusi yang menggunakan nama Islam, tapi kualitasnya jauh betul dari ajaran Islam sendiri. Saya sebagai muslim malu membacanya, bagaimana dengan yang mengalaminya ?


PERGURUAN TINGGI YANG SADIS DAN BRUTAL

Tadi pagi Selasa 24 April 2007, Prof Mappadjantji dosen FMIPPA Universitas Hasanuddin yang sedang dirawat di ICCU RSU Wahidin Makassar karena serangan jantung, menjalankan kewajiban sebagai anak yang harus melayat mertuanya Prof. Syamsi Lili yang jenasahnya disemayamkan di Jl Kartini. Prof MA izin keluar ICCU dilengkapi dengan botol infus dan diantar oleh seorang suster.

Dalam perjalanan kembali ke RSU Wahidin sepulang melayat, kendaraan mereka yang melintas di jalan Urip Sumoharjo dilarang lewat oleh mahasiswa Universitas Muslim Indonesia yang sedang demo. Walaupun Prof MA sudah memperlihatkan kondisinya yang darurat lengkap dengan selang infus dan seorang suster yang mendampingi, mereka tetap tidak diizinkan lewat.

Putri Prof MA, Vita yang menyetir kendaraan mengikuti keinginan mahasiswa untuk masuk ke jalur angkutan kota pete-pete. Di mulut pintu keluar, jalan mereka ditutup dan diwajibkan memutar haluan kembali ke kota. Melihat kondisi tersebut, putra Prof MA, Bayu memindahkan kayu penghalang agar bisa lewat karena ayahnya harus sesegera mungkin masuk ICCU kembali. Bayu kemudian dikeroyok hingga babak belur oleh mahasiswa UMI, bahkan ketika sudah masuk ke mobil, Bayu ditarik kakinya dipaksa turun untuk dihajar lagi. Melihat putranya babak belur, Prof MA melupakan kondisinya penyakitnya, dan bergegas menolong anaknya dengan melawan para mahasiswa yang brutal ini. Para mahasiswa tidak lagi mempedulikan bahwa Prof MA adalah pasien emergency, beramai-ramai menyerang termasuk menarik kacamata yang dipakai. Mahasiswa UMI berhenti menyerang ketika Prof MA berhasil menangkap salah satu pimpinan mahasiswa.

Kejadian yang dialami Prof MA adalah satu dari sekian banyak kejadian yang dialami pasien-pasien dengan ambulans yang membutuhkan pertolongan darurat menuju RSU Wahidin diantara jadwal demo UMI yang tiada henti. Begitu banyaknya, sehingga membuat kita bosan untuk membicarakan perilaku yang sangat tidak manusiawi ini. Inikah perguruan tinggi yang menyebut dirinya Muslim, yang tidak punya kepedulian terhadap orang yang sakit parah. Tidak pernah ada perhatian apalagi rasa bersalah atau menyesal dari institusi mereka, bahkan dari polisi yang selalu ketakutan tidak berani membela kepentingan orang yang nyawanya berkejaran dengan waktu.-

wass,
Triyatni

24 Responses to “Kekerasan di Institusi pendidikan bukan monopoli IPDN

  • 1
    Belutz
    July 8th, 2007 22:45

    parah parah….
    mahasiswa kok mentalnya begitu sekarang yah?
    kalau misalnya ambulan yang lewat itu isinya orangtua dari salah satu pendemo gimana??

  • 2
    rd Limosin
    July 9th, 2007 11:17

    Tanya kenapa??

  • 3
    Suseno Budi P
    July 9th, 2007 11:43

    Sistem pendidikan kita yang keliru. Hanya 2 dari 3 pilar pengajaran (kognitif/pengetahuan, psikomotorik/ketrampilan, dan afektif/sikap mental). Kita tahu mana yang hilang di dunia kampus. Bahkan tren sekolah Playgroup & TK mau dibawa ke pola kampus yang mendewa2kan intelektualitas.

  • 4
    firman firdaus
    July 9th, 2007 13:19

    capek pak, sama yang beginian. hmm…

  • 5
    lootooo
    July 12th, 2007 09:59

    Sesungguhnya pendidikan tidak bisa juga dilihat dari level pendidikannya, namun kultur asal daerah juga sangat berperan penting dalam membentuk karakter seseorang even tak terkecuali mahasiswa. contoh kasus umi adalah salah satu dari sekian banyak kekerasan yang terjadi akibat kulturnya. kita semua umumnya mengetahui bahwa daerah makassar terkenal dengan prilaku masyarakatnya yang keras dan menyukai kekerasan. contoh lainnya adalah IPDN, dari beberapa sumber diketahui bahwa para petinggi-petinggi di IPDN bukanlah berasal dari sumedang, jawa barat, akan tapi sebagian besar berasal dari sulawesi dan daerah lainnya yang memiliki kultur yang keras. jadi kesimpulannya, kita tidak perlu pusing melihat keadaan yang terjadi di umi dll, yang perlu kita perhatikan adalah bentuk karakter generasi kita, rubah kultur yang keras menjadi sopan dan lembut.

  • 6
    muhammad subair
    July 18th, 2007 11:35

    Mungkin perlu dilihat dari sisi demonstrasi yang lebih banyak mudorot daripada manfaatnya.

    http://tausyiah275.blogsome.com/2005/10/06/demonstrasi-dari-kacamata-beberapa-ulama-besar/

  • 7
    Audi
    July 25th, 2007 10:12

    Memang kekerasan bukan hanya di IPDN aja tapi di IPDN itu kekerasan dibudidayakan. Tidak ada usaha untuk menghilangkan/merubahan hal tersebut. Jadi memang kudu musti harus dihapuskan IPDN ini.

    Atau solusinya, jangan dibikin gratis dan jangan digaji itu praja. Sebagai pembayar pajak, pasti nggak bakalan rela duit pajaknya buat hal yang seperti ini.

  • 8
    abu abdil wahhab
    August 27th, 2007 10:17

    mahasiswa yang demo begituan walaupun memakai nama muslim termasuk kategori pemberontak berpikiran khawarij. Kenapa polisi takut? sudah pada jalurnya untuk menangkap dan memenjarakan mahasiswa anarkis.
    mau menggugat dengan HAM? justru mereka yang melanggar HAM dengan merusak fasilitas umum.
    Kalau mau protes ke pemerintah datang langsung ke bupati gubernur atau presiden. itu gentleman.
    perkara pemerintah mau menuruti tuntutan alhamdulillah, kalau tidak dipenuhi mintalah kepada allah swt, yang maha kaya.

  • 9
    Rhino
    November 26th, 2007 15:57

    Kalo saya polisi, sudah saya gebuk sampe ke akar-akarnya.

  • 10
    computer geek
    March 10th, 2008 11:07

    weleh2….namanya sih UMI..Universitas Muslimin Indonesia..tapi kelakuannya sendiri tidak menunjukkan tingkah laku islami…saya sebagai orang muslim juga malu sendiri membaca berita ini, malu kita ama orang2 di luar islam (non muslim)….kembali ke topik…kayaknya di makassar sering banget sih mahasiswanya demo2 anarkis kayak gitu?dan nggak hanya di UMI, UNHAS juga kayaknya gitu?maaf bukan ngejek orang makassar ya…. kayaknya mahasiswa makassar sering demo kayak gitu?kalau di jakarta demo kayak gitu saya sih nggak heran….emang kotanya udah kayak gitu rusaknya, tapi di makassar?terhitung masih di daerah kan?pengalaman saya bergaul dengan mahasiswa2 di daerah kayaknya nggak parah2 amat lah demonya

  • 11
    lintang
    March 31st, 2008 07:32

    mahasiswa apaan kayak gitu tuh, sukanya memaksakan kehendak, katanya aja meng-agung2kan demokrasi, demokrasi apaan…kalo dikit2 anarkis…mahasiswa taik loe…
    aparat, jangan ragu pak, anda di jalur yang benar untuk menghajar mahasiswa yang kayak ginian…
    (sorry agak kasar, maklum saya emosi banget baca beritanya)

  • 12
    soe_wibowo
    May 7th, 2008 09:47

    mahasiswa muslim yang keblinger……”kebenaran hanya milik mereka”….mahasiswa muslim…!

  • 13
    alone
    June 11th, 2008 19:02

    latar belakang mahasiswa dan “track record selama jadi manusia” perlu di perhatikan pula…
    qt g bleh punya pandangan bahwa saudara di laen daerah berwatak keras….
    mungkin lg tren “mahasiswa khilaf”…

  • 14
    blogging-tipzz.blogspot.com
    August 8th, 2009 21:09

    emang parah moral anak sekarang

  • 15
    Tıbbi Ürünler
    March 8th, 2010 02:33

    Medsa Nur medikal türkiyenin her bölgesine medikal tıbbi saf malzemeleri ve cerrahi el aletleri satışı yapmakta bayilik için sitemizi bakınız

  • 16
    entertainment and news
    March 10th, 2010 00:20

    parah banget org sekarang doyan berkelahi mw jadi apa ntarnya…

  • 17
    hairstyles
    August 21st, 2010 01:47

    bubarkan saja…!

  • 18
    freebiejeebies
    September 24th, 2010 02:22

    Very strange how they’ve done that, thanks for sharing anyway

  • 19
    iklan baris
    November 12th, 2010 21:13

    astaghfirullah hal adzieme…merekapasti dapat balasan yang setimpal….

  • 20
    install ubuntu
    May 14th, 2011 12:42

    ini bukanlah contoh yang baik.. :((
    semoga kedepannya ada perubahan ke arash yang lebih baik… aamiin 😀

  • 21
    Berita
    June 10th, 2011 00:03

    kekerasaan seakan-akan telah menjadi bagian hidup sehari-hari. kekerasan harus dihentikan mulai dari diri sendiri.

  • 22
    ani
    June 26th, 2011 10:25

    kalau sekolah militer pastinya keras karena mereka mendidik mental … kalau sekolah yang menjerumuskan muridnya untuk jadi provesor pasti gak sadis hehe

    Jual rumah jakarta selatan

  • 23
    Office 2010
    November 26th, 2011 09:13

    This article is GREAT it can be EXCELLENT JOB and what a great tool!

  • 24
    hopscorkenbottle
    December 19th, 2013 19:05

    well i dont know wht it written i doing for seo 😛

Leave a Reply

 

Subscribe without commenting

            








SEObox: Web Hosting Murah Unlimited Komik Indonesia Homeschooling Indonesia