SEObox: Web Hosting Murah Unlimited Homeschooling Indonesia

Archive for March 24th, 2007

Jangan mencari kebahagiaan

Banyak orang yang mencari kebahagiaan sejati dengan berbagai cara, namun, seringkali malah menderita hidupnya. Seringkali yang didapat hanya kebahagiaan sementara, atau semu.
Narkotika, dugem, alkohol, kesenangan pribadi, dan berbagai candu lainnya; cenderung justru menghancurkan pada akhirnya.

Lalu saya menemukan quote dari Nenek Eleanor yang bagus ini :

Happiness is not a goal; it is a by-product.

Kebahagian sejati bukan tujuan, tetapi adalah hasil sampingan (dari pekerjaan lainnya).

Apa “pekerjaan lain”-nya itu? Salah satunya mungkin adalah ini.

Ada banyak lagi quote bijak lainnya dari ibu yang satu ini. Selamat menikmati.

What is to give light must endure the burning.

Absence makes the heart grow fonder.

Freedom makes a huge requirement of every human being. With freedom comes responsibility. For the person who is unwilling to grow up, the person who does not want to carry is own weight, this is a frightening prospect.

Friendship with ones self is all important, because without it one cannot be friends with anyone else in the world.

I think, at a child’s birth, if a mother could ask a fairy godmother to endow it with the most useful gift, that gift should be curiosity.

In the long run, we shape our lives, and we shape ourselves. The process never ends until we die. And the choices we make are ultimately our own responsibility.

It is better to light a candle than curse the darkness.

It is not more vacation we need - it is more vocation.

It takes as much energy to wish as it does to plan.

No one can make you feel inferior without your consent.

Only a man’s character is the real criterion of worth.

Understanding is a two-way street.

When life is too easy for us, we must beware or we may not be ready to meet the blows which sooner or later come to everyone, rich or poor.

When you cease to make a contribution, you begin to die.

Women are like teabags. We don’t know our true strength until we are in hot water!

You can’t move so fast that you try to change the mores faster than people can accept it. That doesn’t mean you do nothing, but it means that you do the things that need to be done according to priority.

You gain strength, courage, and confidence by every experience in which you really stop to look fear in the face. You are able to say to yourself, ‘I lived through this horror. I can take the next thing that comes along.’

Jumpa Blogger @ CiWalk

Pada tanggal 18 Maret kemarin ini saya berjalan-jalan ke Cihampelas Walk (CiWalk) lengkap sekeluarga. Tujuannya selain untuk rekreasi, juga untuk bertemu dengan beberapa kawan-kawan blogger yang sedang / berdomisili di Bandung.

Untuk perjalanan yang cukup jauh ini, perlu sedikit trik agar anak-anak merasa lebih nyaman. Mengingat perjalanan saya sendiri ketika kecil ke kampung (pulang basamo 1984?) - tempat duduk belakang Panther saya turunkan, lalu dialasi dengan papan kayu tebal, kemudian ditutupi lagi dengan kasur yang agak tebal.
Sepanjang jalan anak-anak bisa bermain-main di bagian belakang dengan nyaman, walaupun kemudian justru adik saya sendiri (Arief, 10 tahun) yang sibuk bertanya, “Cileunyi masih berapa kilometer??”, “Padalarang masih berapa kilometer??”, “Pasteur masih berapa kilometer???” - dll, dst :D cape deuhh…

Mengenai tol Cipularang; tol ini termasuk yang paling berbahaya di Indonesia. Pertama, banyak jalanannya yang bergelombang. Seringkali banyak mobil yang dengan seenaknya berganti jalur untuk menghindari gelombang tersebut, tanpa memberi tanda sebelumnya sama sekali. Juga, menghantam gelombang tersebut dalam kecepatan tinggi dapat menyebabkan Anda kehilangan kontrol kendaraan.

Lanjut….. Read the rest of this entry »

Pornografi & Anak Kita

Kemarin ini ada beberapa acara menarik di sekolah anak sulung saya (kelas 4 SD), yaitu pengenalan sex kepada anak, dan kemudian juga ada seminar untuk orang tuanya. Pada acara seminar saya diwakili oleh istri karena sedang berhalangan.
Pada acara yang untuk anak sekaligus diadakan sebuah survey. Setiap anak diberikan kuesioner dan jawaban mereka dikumpulkan serta dianalisa.

Biro psikolog yang mengadakan semua acara ini ternyata sudah cukup banyak melakukan ini di berbagai sekolah dasar Islam lainnya juga. Hasilnya cukup mencengangkan — lebih dari 50% anak-anak yang di survei telah mengenal pornografi dalam berbagai bentuknya.

Sebagai contoh, ada seorang anak kelas 4 SD ini yang menuliskan, “Bagaimana caranya agar penis dapat terus berdiri dalam waktu yang lama ketika melakukan hubungan sex ?”.
Jelas hal seperti ini belum ada manfaatnya sama sekali bagi mereka, namun pada kenyataannya pada saat ini pikiran mereka telah didominasi (kalau tidak bisa dikatakan terobsesi) oleh hal-hal yang tidak berguna seperti ini.

Tidak ada satu pihak yang dapat disalahkan sendirian dalam hal ini - baik sekolah maupun orang tua sama-sama memiliki keterbatasan. Karena itu pihak sekolah hari ini kembali mengadakan pertemuan orang tua murid membahas hal ini, sekaligus menyepakati sebuah rencana kerja bersama untuk mengatasinya.

Kembali ke masalah tersebut - anak-anak mendapatkan input negatif ini dari berbagai media. Baik dari TV (sinetron yang mengobral seksualitas wanita, sumpah serapah dan perkataan senonoh, dll), Playstation, VCD, dan bahkan komik stensilan porno. Input negatif ini kemudian tersebar lebih lanjut di sekolah ketika mereka bersosialisasi dengan kawab-kawannya.

Pornografi adalah suatu hal yang tidak sehat, menjerumuskan (cenderung addictive), bisa merusak mental, merusak kemampuan bersosialisasi; apalagi ketika yang terekspos adalah anak-anak.

Seperti yang telah dikutip pada sebuah posting sebelumnya :

Porn is a trap - it feeds the pleasure centers of the brain, devalues the humanity of the person being used for that pleasure, and damages people’s ability to relate to one another in a healthy way. Real relationships are not self-focused, but must have a significant component of other-focus or they don’t survive.

Mari kita berusaha sekuat tenaga agak anak-anak kita tidak menjadi korbannya.