Open Source = National Security
Dari berbagai argumentasi yang saya sampaikan kepada para client, tentang mengapa sebaiknya mereka memilih solusi yang open, salah satunya (terutama client pemerintah / departemen) adalah security.
Pada solusi yang open, antara lain kita dapat melakukan source code auditing, sehingga kita dapat yakin bahwa software tersebut memang aman, dan tidak ada “titipan” dari pemerintah asing.
Hal ini sulit (kalau tidak bisa disebut mustahil) dilakukan pada software tertutup / proprietary.
Dan ini bukan hanya khayalan / fantasi saya saja. Kasus seperti sabotase pipa gas Rusia adalah salah satu kasus yang paling spektakuler.
Namun, yang perlu dicemaskan adalah kasus-kasus yang low profile, atau tersembunyi. Seperti, pencurian data-data rahasia secara diam-diam. Dan ini, lagi-lagi, bukan hanya skenario khayalan, namun sudah terjadi secara rutin dengan adanya Internet — ada beberapa mafia identity theft yang secara rutin mencuri data-data pribadi Anda dan kemudian menjualnya di black market.
Bagaimana kalau yang tercuri ternyata kemudian adalah rahasia negara? Pastinya akan dapat dijual lebih dari mahal dari detil kartu Visa Gold, yang dihargai sekitar US$ 100 di black market.
Mudah-mudahan dengan pertimbangan ini (dan lain2nya), maka pemerintah kita akan semakin bersemangat untuk go open.
