<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Hidup damai bersama Ahmadiyyah</title>
	<atom:link href="http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/</link>
	<description>life is a struggle &#038;&#038; information wants to be free</description>
	<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 22:41:50 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.1</generator>
		<item>
		<title>By: Bushra</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-139072</link>
		<dc:creator>Bushra</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 21:27:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-139072</guid>
		<description>Saya kok bingung, banyak dari anda-anda memuji Pakistan sebagai negara damai dan Toleran......... 
Indonesia dengan FPI-nya, MUI-nya, Gusgur-nya, Ahmadiyah-nya jauh lebih baik dari pakistan.... tolong di Ingat itu..

Tahukan anda seperti apa Pakistan itu..... setiap hari ada saja yang tewas karena konflik sekterian baik Syiah yang menyerang Suni waupun sebaliknya demikian juga Ahmadiyah yang menjadi bulan-2an pihak2 yang anti.....

apakah anda mau Indonesia menjadi seperti Pakistan....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya kok bingung, banyak dari anda-anda memuji Pakistan sebagai negara damai dan Toleran&#8230;&#8230;&#8230;<br />
Indonesia dengan FPI-nya, MUI-nya, Gusgur-nya, Ahmadiyah-nya jauh lebih baik dari pakistan&#8230;. tolong di Ingat itu..</p>
<p>Tahukan anda seperti apa Pakistan itu&#8230;.. setiap hari ada saja yang tewas karena konflik sekterian baik Syiah yang menyerang Suni waupun sebaliknya demikian juga Ahmadiyah yang menjadi bulan-2an pihak2 yang anti&#8230;..</p>
<p>apakah anda mau Indonesia menjadi seperti Pakistan&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: zero</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-134610</link>
		<dc:creator>zero</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 12:37:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-134610</guid>
		<description>stop pembajakan!! karena pembajakan adl kriminalitas. Trus trang memang agak beribet ttg kasus ahamdiyah ini. yang satu ngomong ini dan yang satu ngomong itu, parahnya semua ngaku bener and trus begitu mlulu. 
klo gw m'coba make it simple, dr bbrp penelusuran gw ttg kasus ini (kayak detektif aja...:-) ) sebenernya mirip-mirip ama pembajakan. Ada dua produk dengan merek sama tapi isi dan pembuatnya berbeda! nah lho... Mana yang bener?  so kita kudu objektif, meneliti dari a to z , dari sejarah ampe akar-akarnya juga, jadi puanjang banget kalo mo dijelasin disini. Buat lebih lengkapnya ga ada salahnya ngintip ke site gw</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>stop pembajakan!! karena pembajakan adl kriminalitas. Trus trang memang agak beribet ttg kasus ahamdiyah ini. yang satu ngomong ini dan yang satu ngomong itu, parahnya semua ngaku bener and trus begitu mlulu.<br />
klo gw m&#8217;coba make it simple, dr bbrp penelusuran gw ttg kasus ini (kayak detektif aja&#8230;:-) ) sebenernya mirip-mirip ama pembajakan. Ada dua produk dengan merek sama tapi isi dan pembuatnya berbeda! nah lho&#8230; Mana yang bener?  so kita kudu objektif, meneliti dari a to z , dari sejarah ampe akar-akarnya juga, jadi puanjang banget kalo mo dijelasin disini. Buat lebih lengkapnya ga ada salahnya ngintip ke site gw</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Djalal</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-119360</link>
		<dc:creator>Djalal</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 17:43:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-119360</guid>
		<description>FPI's claim of responsibility of murderer of Ahmadyiah members

http://youtube.com/watch?v=U7RLCXNdKF4</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>FPI&#8217;s claim of responsibility of murderer of Ahmadyiah members</p>
<p><a href="http://youtube.com/watch?v=U7RLCXNdKF4" >http://youtube.com/watch?v=U7RLCXNdKF4</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Denny</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-119058</link>
		<dc:creator>Denny</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 06:58:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-119058</guid>
		<description>Sedikit menanggapi komentar Mas Rane,

Saya rasa media massa seperti televisi sangat berperan menentukan opini mas, karena sebenarnya kekerasan yang timbul adalah puncak dari kekesalan masyarakat akibat diabaikannya peringatan-peringatan dan dialog-dialog jauh sebelum tindak kekerasan itu terjadi.

Tapi memang peringatan-peringatan halus, juga dialog yang diadakan masyarakat tidak terliput dan mungkin memang tidak menjual serta tidak menarik untuk diliput wartawan media massa.

Sehingga yang kita lihat dan simak dalam berita hanyalah tindakan kekerasannya saja. Sehingga penyimpangan yang dilakukan menjadi bias dan dilupakan karena masyarakat merasa kasihan dengan jamaah yang "teraniaya" di televisi. Sungguh disayangkan.. 

Salam,

Denny</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sedikit menanggapi komentar Mas Rane,</p>
<p>Saya rasa media massa seperti televisi sangat berperan menentukan opini mas, karena sebenarnya kekerasan yang timbul adalah puncak dari kekesalan masyarakat akibat diabaikannya peringatan-peringatan dan dialog-dialog jauh sebelum tindak kekerasan itu terjadi.</p>
<p>Tapi memang peringatan-peringatan halus, juga dialog yang diadakan masyarakat tidak terliput dan mungkin memang tidak menjual serta tidak menarik untuk diliput wartawan media massa.</p>
<p>Sehingga yang kita lihat dan simak dalam berita hanyalah tindakan kekerasannya saja. Sehingga penyimpangan yang dilakukan menjadi bias dan dilupakan karena masyarakat merasa kasihan dengan jamaah yang &#8220;teraniaya&#8221; di televisi. Sungguh disayangkan.. </p>
<p>Salam,</p>
<p>Denny</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abiel</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-118396</link>
		<dc:creator>abiel</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 09:19:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-118396</guid>
		<description>Ahmadiah lebih baik mendeklarasikan sebagai agama baru ada baiknya juga. Berbeda dengan pakistan yang berbatasan dengan wilayah2 konflik dan secara historis diislamkan lewat pedang (invasi Mongol dan dinasti Mughal) sehingga membentuk karakter muslim yang 'gampang panas'. 

Disini menurut saya keberadaan mereka dengan klaim sebagai 'Islam' justru akan memperkeruh situasi di negeri ini. Dimana kebebasan beragama dalam hukum negri ini juga berarti kewajiban pemerintah dalam melindungi agama yang sudah baku, formal dan doktrin yang stabil dari usaha2 untuk merusak kestabilan agama tersebut (dalam hal ini Ahmadiah mengakui kenabian yang bertentangan dengan doktrin Islam yang sudah ada) 

Pernyataan mereka sebagai agama Ahmadiyah akan memberi mereka kesempatan dan perlindungan lebih baik dari pemerintah atau bangsa ini yang secara historis cukup toleran pada berbagai penganut agama. 
.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ahmadiah lebih baik mendeklarasikan sebagai agama baru ada baiknya juga. Berbeda dengan pakistan yang berbatasan dengan wilayah2 konflik dan secara historis diislamkan lewat pedang (invasi Mongol dan dinasti Mughal) sehingga membentuk karakter muslim yang &#8216;gampang panas&#8217;. </p>
<p>Disini menurut saya keberadaan mereka dengan klaim sebagai &#8216;Islam&#8217; justru akan memperkeruh situasi di negeri ini. Dimana kebebasan beragama dalam hukum negri ini juga berarti kewajiban pemerintah dalam melindungi agama yang sudah baku, formal dan doktrin yang stabil dari usaha2 untuk merusak kestabilan agama tersebut (dalam hal ini Ahmadiah mengakui kenabian yang bertentangan dengan doktrin Islam yang sudah ada) </p>
<p>Pernyataan mereka sebagai agama Ahmadiyah akan memberi mereka kesempatan dan perlindungan lebih baik dari pemerintah atau bangsa ini yang secara historis cukup toleran pada berbagai penganut agama.<br />
.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: JaF / Rane</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-118386</link>
		<dc:creator>JaF / Rane</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 08:29:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-118386</guid>
		<description>Mas Harry, jujur saja, pemahaman saya tentang Islam ini masih kurang.  Tapi perspektif anda menarik buat menambah pemahaman saya. Satu hal yang saya sayangkan, banyak orang yang keburu gelap mata dan main serang sembarangan, sehingga tanpa sadar justru merusak citra Islam sendiri.. 

Padahal kalau dialog bisa dijalankan, mungkin saja bisa berujung seperti di Pakistan. Hidup damai dalam perbedaan..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Harry, jujur saja, pemahaman saya tentang Islam ini masih kurang.  Tapi perspektif anda menarik buat menambah pemahaman saya. Satu hal yang saya sayangkan, banyak orang yang keburu gelap mata dan main serang sembarangan, sehingga tanpa sadar justru merusak citra Islam sendiri.. </p>
<p>Padahal kalau dialog bisa dijalankan, mungkin saja bisa berujung seperti di Pakistan. Hidup damai dalam perbedaan..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hidup damai bersama Ahmadiyyah &#171; Muslim in Suffer</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-118378</link>
		<dc:creator>Hidup damai bersama Ahmadiyyah &#171; Muslim in Suffer</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 07:43:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-118378</guid>
		<description>[...] http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/ [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] <a href="http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/" >http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/</a> [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arrohwany</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-116387</link>
		<dc:creator>arrohwany</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 07:48:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-116387</guid>
		<description>Hal-hal diatas = masalah agama dan sangat krusial
Sayang banyak yang berpendapat menggunakan akal saja, bukanya keilmiahan dalam beragama
Mohon maaf jika comment saya kurang berkenan buat saudara dan saudariku sekalian</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hal-hal diatas = masalah agama dan sangat krusial<br />
Sayang banyak yang berpendapat menggunakan akal saja, bukanya keilmiahan dalam beragama<br />
Mohon maaf jika comment saya kurang berkenan buat saudara dan saudariku sekalian</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arrohwany</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-116384</link>
		<dc:creator>arrohwany</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 07:42:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-116384</guid>
		<description>Saya sangat sepakat:
"Ahmadiyyah bukanlah agama Islam"
Dan justru kesesatan yang berbahaya karna membawa-bawa islam disalamnya"</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sangat sepakat:<br />
&#8220;Ahmadiyyah bukanlah agama Islam&#8221;<br />
Dan justru kesesatan yang berbahaya karna membawa-bawa islam disalamnya&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mind.donnyreza.net &#187; Blog Archive &#187; Islam Versi Bajakan: Ahmadiyah Ditinjau Sebagai Sebuah Sistem Operasi Komputer</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-115955</link>
		<dc:creator>mind.donnyreza.net &#187; Blog Archive &#187; Islam Versi Bajakan: Ahmadiyah Ditinjau Sebagai Sebuah Sistem Operasi Komputer</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2008 15:41:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-115955</guid>
		<description>[...] Bagi Pemerintah, segera buat kebijakan yang menjelaskan status Ahmadiyah.  Jika mencontoh kepada Pakistan, Brunei dan Malaysia serta merujuk kepada Rabithah Alam Islami, maka Ahmadiyah dinyatakan sebagai sebuah agama. [Harry Sufehmi, Hidup Damai Bersama Ahmadiyah] [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Bagi Pemerintah, segera buat kebijakan yang menjelaskan status Ahmadiyah.  Jika mencontoh kepada Pakistan, Brunei dan Malaysia serta merujuk kepada Rabithah Alam Islami, maka Ahmadiyah dinyatakan sebagai sebuah agama. [Harry Sufehmi, Hidup Damai Bersama Ahmadiyah] [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: jack</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-111466</link>
		<dc:creator>jack</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2008 16:34:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-111466</guid>
		<description>Nanti kita tanya Imam Mahdi A.S deh, siapa yg sebenernya bener..kalo yang bener sunni, ya udah orang2 non sunni pada masuk sunni, kalo yg bener syiah..ya udah pada masuk syiah yah..

Kalo yang bener Ahmadiyah? ya saya ngga tau imam mahdi versi ahmadiyah itu siapa, apakah dia Mirza Ghulam Ahmad, atau ada orang lain..tapi kalo itu Mirza Ghulam Ahmad, ya udah..berarti nasab imam mahdi nya beda sama versi sunni ama syiah. Ya udah gitu ajah okay!..yang penting UKHUWAH! dan ANTI KEKERASAN

Saya yakin koq mas harry cuman ngasih pandangan, ngga ada maksud lain - lain, mau jalanin syiah, sunni, ahmadiyah,kristen, katolik, scientology, taoisme, sampe ke zoroaster....yah monggo jalanin, cuman inget, pertanggung jawabannya ke sang khalik..silahkan siapin argumen.. Dan saya yakin, Allah SWT bukan tuhan yang menyeramkan, yang doyan gorang goreng manusia...sekarang manusia-nya dihadapkan pada pilihan, silahkan pelajarin..kalo yakin..ya ikutin, dan kita harus bertanggung jawab pada pilihan kita..gitu ajah! peace!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nanti kita tanya Imam Mahdi A.S deh, siapa yg sebenernya bener..kalo yang bener sunni, ya udah orang2 non sunni pada masuk sunni, kalo yg bener syiah..ya udah pada masuk syiah yah..</p>
<p>Kalo yang bener Ahmadiyah? ya saya ngga tau imam mahdi versi ahmadiyah itu siapa, apakah dia Mirza Ghulam Ahmad, atau ada orang lain..tapi kalo itu Mirza Ghulam Ahmad, ya udah..berarti nasab imam mahdi nya beda sama versi sunni ama syiah. Ya udah gitu ajah okay!..yang penting UKHUWAH! dan ANTI KEKERASAN</p>
<p>Saya yakin koq mas harry cuman ngasih pandangan, ngga ada maksud lain - lain, mau jalanin syiah, sunni, ahmadiyah,kristen, katolik, scientology, taoisme, sampe ke zoroaster&#8230;.yah monggo jalanin, cuman inget, pertanggung jawabannya ke sang khalik..silahkan siapin argumen.. Dan saya yakin, Allah SWT bukan tuhan yang menyeramkan, yang doyan gorang goreng manusia&#8230;sekarang manusia-nya dihadapkan pada pilihan, silahkan pelajarin..kalo yakin..ya ikutin, dan kita harus bertanggung jawab pada pilihan kita..gitu ajah! peace!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hadi, pmii ipb</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-95961</link>
		<dc:creator>hadi, pmii ipb</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Feb 2008 08:38:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-95961</guid>
		<description>buat mas free will..kayaknya anda ngototan dalam berargument..nie khan blognya mas sufehmi, dia nulis tentang ahmadiyah za terserah dia..klo emang gak setuju gagasan mas sefehmi tentang permasalahan ahmadiyah za silakan..

justru katane anda permasalahan bangsa banyak, yang perlu dipikirn, tapi ngapain anda tuh capek2 ngotot juga bahas masalah ahmadiyah disini..
daripada buang2 tenaga ngotot, mending kasih contoh yg laen gimana buat mikir bangsa kayak omongan mas itu sendiri..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>buat mas free will..kayaknya anda ngototan dalam berargument..nie khan blognya mas sufehmi, dia nulis tentang ahmadiyah za terserah dia..klo emang gak setuju gagasan mas sefehmi tentang permasalahan ahmadiyah za silakan..</p>
<p>justru katane anda permasalahan bangsa banyak, yang perlu dipikirn, tapi ngapain anda tuh capek2 ngotot juga bahas masalah ahmadiyah disini..<br />
daripada buang2 tenaga ngotot, mending kasih contoh yg laen gimana buat mikir bangsa kayak omongan mas itu sendiri..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sufehmi</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-90508</link>
		<dc:creator>sufehmi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Jan 2008 00:00:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-90508</guid>
		<description>@Aris - &lt;i&gt;“Disitu saya jadi belajar bahwa toleransi itu adalah proses 2 arah. It’s not a one-way street.” [Andai anda menjelaskan lebih rinci maksud “proses 2 arah” yang anda maksud]&lt;/i&gt;
.
Toleransi itu harus dari kedua belah pihak.
.
Tidak bisa cuma dari salah satunya saja. Hasilnya adalah akan ada satu pihak yang diinjak-injak haknya.
.
Yang terjadi di banyak daerah selama ini :
1. berbagai aliran sesat bertingkah
2. Masyarakat gelisah, tapi masih bisa ditenangkan tokoh-tokohnya. "Ayo kita sabar &#38; toleransi", begitu kira2 ajakan mereka
3. aliran sesat dihimbau untuk tidak provokatif
4. aliran sesat tetap bertingkah
5. Kesabaran masyarakat akhirnya habis (biasanya setelah beberapa ***tahun***). Terjadi ledakan tumpukan kemarahan.
.
Sialnya, kemudian biang keroknya berteriak "tolong, ada maling !!"
.
Dan datanglah berbagai pahlawan kesiangan. 
Mereka kemudian sibuk menuduh masyarakat &#38; langsung ditempeli berbagai macam label, seperti tidak inklusif, pelanggaran HAM, dst.
.
Kemana saja para pahlawan kesiangan ini ketika aliran sesat tersebut sibuk memprovokasi masyarakat ?
Ah, namanya juga pahlawan kesiangan :)
.
Tolong kalau melihat suatu masalah jangan cuma dari satu perspektif. Coba lihat dari berbagai sudut pandang juga.
.
Kalau sudah melakukan itu, baru Anda bisa memahami kenapa saya di komentar sebelumnya menyebutkan "kalau bermain api, siap-siap terbakar".
.
Dan sebelum salah paham (lagi), saya tidak membenarkan tindakan anarkis tersebut. Saya hanya paham kenapa mereka sampai jadi melakukannya.
.
Bedakan antara "memahami" dengan "membenarkan"
.
&lt;i&gt;emosional? Yang seperti itu anda sebut emosional? Lantas bagaimana dengan comment2 lain yang jauh lebih emosional dan membikin darah naik ke kepala?&lt;/i&gt;
.
*sigh* .... baca lagi komentar Anda yang pertama.
Dengan tenang ya, tanpa emosi.
.
Kelihatan tidak, kalau disitu Anda merancukan antara :
.
1. ajaran agama Islam, dengan
2. tindakan (yang mengaku) menganut agama Islam
. 
?
.
Anda bersumpah akan mempersekusi saya jika saya adalah Ahmadi. 
Kenapa musti bersumpah begitu ?
.
Padahal dalam Islam tidak mengajarkan demikian. 
Anda merancukan ajaran Islam dengan tindakan (yang mengaku) sebagai pengikutnya.
.
Tolong baca lagi diskusi ini dengan tenang. Kalau emosional, tidak bisa ada manfaat yang bisa didapatkan. Hasilnya cuma pikiran yang menjadi tambah ruwet.
.
&lt;i&gt;Persoalannya begini, tarohlah Ahmadiyah sudah berhasil (baca:terpaksa) membentuk agama baru, apa jaminannya bahwa mereka akan mendapat keselamatan dan keamanan dalam beribadah, mengingat ritual dan Tuhan mereka sama dengan kita?&lt;/i&gt;
.
Tidak ada yang bisa memberikan jaminan 100% (memangnya saya Tuhan ?). 
.
Cuma kemungkinan / probabilitas yang jauh lebih besar, bahwa akan bisa (akhirnya) terwujud kedamaian antara umat Islam dengan umat Ahmadi -- karena salah satu masalah yang paling signifikan telah terselesaikan.
.
&lt;i&gt;Salam inklusif!&lt;/i&gt;
.
Semboyan yang menarik :)
.
Saya ada satu pertanyaan mas : 
Misalnya Anda, dengan inklusifisme Anda, merangkul semua pihak, termasuk para preman. 
.
Apakah Anda akan membiarkan para preman itu terus menteror orang, padahal Anda percaya pada solusi damai ?
.
Poin saya; inklusif itu dilakukan ***bukan*** dengan mengorbankan prinsip.
.
Pada contoh diatas, jika Anda membiarkan para preman itu terus merajalela &#38; menganggap Anda telah inklusif (padahal preman2 tersebut jelas melanggar prinsip dasar Anda); maka ada suatu kekacauan yang mendasar disini.
Kelompok Anda jelas tidak bisa lagi dianggap sebagai kelompok inklusif karena telah terjadi kontradiksi(.wordpres.com  :) )  dengan prinsip dasar kelompok Anda
.
Begitu juga dengan Islam. Inklusifisme Islam didefinisikan dalam surat Al-Kafirun - &lt;b&gt;lakum dinukum waliyadin&lt;/b&gt;.
Telah terbukti umat Islam bisa hidup dengan damai dengan berbagai umat lainnya, dan malah mengayomi mereka --- selama tidak terjadi pelanggaran prinsip tersebut.
.
Islam itu inklusif. Pertanyaannya sekarang, apakah Anda memang telah inklusif, atau sebetulnya adalah bunglon ? 
Bisa selalu berubah dengan mudah mengikuti situasi / kondisi / arah angin /dst, tidak memiliki prinsip / bisa melanggar prinsipnya sendiri.
.
Mudah-mudahan bisa menjadi bahan pemikiran untuk Anda.
Trims.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Aris - <i>“Disitu saya jadi belajar bahwa toleransi itu adalah proses 2 arah. It’s not a one-way street.” [Andai anda menjelaskan lebih rinci maksud “proses 2 arah” yang anda maksud]</i><br />
.<br />
Toleransi itu harus dari kedua belah pihak.<br />
.<br />
Tidak bisa cuma dari salah satunya saja. Hasilnya adalah akan ada satu pihak yang diinjak-injak haknya.<br />
.<br />
Yang terjadi di banyak daerah selama ini :<br />
1. berbagai aliran sesat bertingkah<br />
2. Masyarakat gelisah, tapi masih bisa ditenangkan tokoh-tokohnya. &#8220;Ayo kita sabar &amp; toleransi&#8221;, begitu kira2 ajakan mereka<br />
3. aliran sesat dihimbau untuk tidak provokatif<br />
4. aliran sesat tetap bertingkah<br />
5. Kesabaran masyarakat akhirnya habis (biasanya setelah beberapa ***tahun***). Terjadi ledakan tumpukan kemarahan.<br />
.<br />
Sialnya, kemudian biang keroknya berteriak &#8220;tolong, ada maling !!&#8221;<br />
.<br />
Dan datanglah berbagai pahlawan kesiangan.<br />
Mereka kemudian sibuk menuduh masyarakat &amp; langsung ditempeli berbagai macam label, seperti tidak inklusif, pelanggaran HAM, dst.<br />
.<br />
Kemana saja para pahlawan kesiangan ini ketika aliran sesat tersebut sibuk memprovokasi masyarakat ?<br />
Ah, namanya juga pahlawan kesiangan <img src='http://harry.sufehmi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
.<br />
Tolong kalau melihat suatu masalah jangan cuma dari satu perspektif. Coba lihat dari berbagai sudut pandang juga.<br />
.<br />
Kalau sudah melakukan itu, baru Anda bisa memahami kenapa saya di komentar sebelumnya menyebutkan &#8220;kalau bermain api, siap-siap terbakar&#8221;.<br />
.<br />
Dan sebelum salah paham (lagi), saya tidak membenarkan tindakan anarkis tersebut. Saya hanya paham kenapa mereka sampai jadi melakukannya.<br />
.<br />
Bedakan antara &#8220;memahami&#8221; dengan &#8220;membenarkan&#8221;<br />
.<br />
<i>emosional? Yang seperti itu anda sebut emosional? Lantas bagaimana dengan comment2 lain yang jauh lebih emosional dan membikin darah naik ke kepala?</i><br />
.<br />
*sigh* &#8230;. baca lagi komentar Anda yang pertama.<br />
Dengan tenang ya, tanpa emosi.<br />
.<br />
Kelihatan tidak, kalau disitu Anda merancukan antara :<br />
.<br />
1. ajaran agama Islam, dengan<br />
2. tindakan (yang mengaku) menganut agama Islam<br />
.<br />
?<br />
.<br />
Anda bersumpah akan mempersekusi saya jika saya adalah Ahmadi.<br />
Kenapa musti bersumpah begitu ?<br />
.<br />
Padahal dalam Islam tidak mengajarkan demikian.<br />
Anda merancukan ajaran Islam dengan tindakan (yang mengaku) sebagai pengikutnya.<br />
.<br />
Tolong baca lagi diskusi ini dengan tenang. Kalau emosional, tidak bisa ada manfaat yang bisa didapatkan. Hasilnya cuma pikiran yang menjadi tambah ruwet.<br />
.<br />
<i>Persoalannya begini, tarohlah Ahmadiyah sudah berhasil (baca:terpaksa) membentuk agama baru, apa jaminannya bahwa mereka akan mendapat keselamatan dan keamanan dalam beribadah, mengingat ritual dan Tuhan mereka sama dengan kita?</i><br />
.<br />
Tidak ada yang bisa memberikan jaminan 100% (memangnya saya Tuhan ?).<br />
.<br />
Cuma kemungkinan / probabilitas yang jauh lebih besar, bahwa akan bisa (akhirnya) terwujud kedamaian antara umat Islam dengan umat Ahmadi &#8212; karena salah satu masalah yang paling signifikan telah terselesaikan.<br />
.<br />
<i>Salam inklusif!</i><br />
.<br />
Semboyan yang menarik <img src='http://harry.sufehmi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
.<br />
Saya ada satu pertanyaan mas :<br />
Misalnya Anda, dengan inklusifisme Anda, merangkul semua pihak, termasuk para preman.<br />
.<br />
Apakah Anda akan membiarkan para preman itu terus menteror orang, padahal Anda percaya pada solusi damai ?<br />
.<br />
Poin saya; inklusif itu dilakukan ***bukan*** dengan mengorbankan prinsip.<br />
.<br />
Pada contoh diatas, jika Anda membiarkan para preman itu terus merajalela &amp; menganggap Anda telah inklusif (padahal preman2 tersebut jelas melanggar prinsip dasar Anda); maka ada suatu kekacauan yang mendasar disini.<br />
Kelompok Anda jelas tidak bisa lagi dianggap sebagai kelompok inklusif karena telah terjadi kontradiksi(.wordpres.com  <img src='http://harry.sufehmi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )  dengan prinsip dasar kelompok Anda<br />
.<br />
Begitu juga dengan Islam. Inklusifisme Islam didefinisikan dalam surat Al-Kafirun - <b>lakum dinukum waliyadin</b>.<br />
Telah terbukti umat Islam bisa hidup dengan damai dengan berbagai umat lainnya, dan malah mengayomi mereka &#8212; selama tidak terjadi pelanggaran prinsip tersebut.<br />
.<br />
Islam itu inklusif. Pertanyaannya sekarang, apakah Anda memang telah inklusif, atau sebetulnya adalah bunglon ?<br />
Bisa selalu berubah dengan mudah mengikuti situasi / kondisi / arah angin /dst, tidak memiliki prinsip / bisa melanggar prinsipnya sendiri.<br />
.<br />
Mudah-mudahan bisa menjadi bahan pemikiran untuk Anda.<br />
Trims.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sufehmi</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-90498</link>
		<dc:creator>sufehmi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jan 2008 23:22:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-90498</guid>
		<description>@Free Will - &lt;i&gt;Persoalannya artikel ini menyiratkan adanya kondisi bahwa “hidup damai” itu bisa diraih jika Ahmadiyah mengaku sebagai bukan Islam alias “memurtadkan diri.” &lt;/i&gt;
.
Persoalan sebenarnya adalah Anda masih juga tetap menganggap Ahmadiyyah Islam -- padahal misalnya sampai sekarang JAI masih terus mengelak membuat pernyataan bahwa Nabi yang terakhir adalah Muhammad saw, dan berbagai masalah lainnya.
.
&lt;i&gt;Tugas orang “yang tahu” itu kan cuma menyampaikan — dan tugas itu sudah tertunaikan dengan baik&lt;/i&gt;
.
Memang itu yang selama ini dilakukan oleh MUI &#038; posting blog ini kan ?
.
&lt;i&gt;Yang saya maksud dengan “ngurusi” Ahmadiyah itu adalah menyalurkan sedemikian banyak sumberdaya bangsa untuk ngurusi Ahmadiyah — termasuk untuk melakukan tindakan2 persekusi terhadap kaum Ahmadi.&lt;/i&gt;
.
Yang mempersekusi itu siapa mas ?
Kok masih terus kebingungan &#038; rancu begitu. 
.
&lt;i&gt;Problem hidup sehari-hari yang dihadapi ummat Islam dan bangsa kita pada umumnya sudah sangat sulit. Korupsi, kemiskinan, kebodohan, penyakit, dsb memerlukan tndakan perbaikan yang segera. Jangan pula tambah2 persoalan yang bikin hidup tambah rumit, sumpek, dan tidak produktif.&lt;/i&gt;
.
Betul, sudah tahu ini negara banyak masalahnya, malah ditambah lagi dengan memprovokasi berupa membajak agama orang lain. 
Seperti kurang kerjaan saja ?
.
Betul kata Anda, situasi ini memang sudah keterlaluan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Free Will - <i>Persoalannya artikel ini menyiratkan adanya kondisi bahwa “hidup damai” itu bisa diraih jika Ahmadiyah mengaku sebagai bukan Islam alias “memurtadkan diri.” </i><br />
.<br />
Persoalan sebenarnya adalah Anda masih juga tetap menganggap Ahmadiyyah Islam &#8212; padahal misalnya sampai sekarang JAI masih terus mengelak membuat pernyataan bahwa Nabi yang terakhir adalah Muhammad saw, dan berbagai masalah lainnya.<br />
.<br />
<i>Tugas orang “yang tahu” itu kan cuma menyampaikan — dan tugas itu sudah tertunaikan dengan baik</i><br />
.<br />
Memang itu yang selama ini dilakukan oleh MUI &#038; posting blog ini kan ?<br />
.<br />
<i>Yang saya maksud dengan “ngurusi” Ahmadiyah itu adalah menyalurkan sedemikian banyak sumberdaya bangsa untuk ngurusi Ahmadiyah — termasuk untuk melakukan tindakan2 persekusi terhadap kaum Ahmadi.</i><br />
.<br />
Yang mempersekusi itu siapa mas ?<br />
Kok masih terus kebingungan &#038; rancu begitu.<br />
.<br />
<i>Problem hidup sehari-hari yang dihadapi ummat Islam dan bangsa kita pada umumnya sudah sangat sulit. Korupsi, kemiskinan, kebodohan, penyakit, dsb memerlukan tndakan perbaikan yang segera. Jangan pula tambah2 persoalan yang bikin hidup tambah rumit, sumpek, dan tidak produktif.</i><br />
.<br />
Betul, sudah tahu ini negara banyak masalahnya, malah ditambah lagi dengan memprovokasi berupa membajak agama orang lain.<br />
Seperti kurang kerjaan saja ?<br />
.<br />
Betul kata Anda, situasi ini memang sudah keterlaluan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tazlucu</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-90337</link>
		<dc:creator>tazlucu</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jan 2008 13:38:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-90337</guid>
		<description>@free will
Kalau begitu, saya akan ambil analogi:
Kita fokus membangun negeri ini, kita curahkan seluruh tenaga kita, jangan ada effort yang menyimpang dari pembangunan negeri ini. Jika hal yang demikian dilakukan maka kita tidak perlu repot-repot lagi mengurus pungli, suap-menyuap, bahkan sampai kepada KKN.

Benar begitu?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@free will<br />
Kalau begitu, saya akan ambil analogi:<br />
Kita fokus membangun negeri ini, kita curahkan seluruh tenaga kita, jangan ada effort yang menyimpang dari pembangunan negeri ini. Jika hal yang demikian dilakukan maka kita tidak perlu repot-repot lagi mengurus pungli, suap-menyuap, bahkan sampai kepada KKN.</p>
<p>Benar begitu?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Free Will</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-90286</link>
		<dc:creator>Free Will</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jan 2008 11:14:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-90286</guid>
		<description>@tazlucu -- wah maaf mas kalau posting saya kurang jelas bagi anda. Yang saya maksud dengan "ngurusi" Ahmadiyah itu adalah menyalurkan sedemikian banyak sumberdaya bangsa untuk ngurusi Ahmadiyah -- termasuk untuk melakukan tindakan2 persekusi terhadap kaum Ahmadi. Menurut saya hal ini sangat kontra-produktif bagi pembangunan kesejahtreraan bangsa Indonesia pada umumnya.
.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@tazlucu &#8212; wah maaf mas kalau posting saya kurang jelas bagi anda. Yang saya maksud dengan &#8220;ngurusi&#8221; Ahmadiyah itu adalah menyalurkan sedemikian banyak sumberdaya bangsa untuk ngurusi Ahmadiyah &#8212; termasuk untuk melakukan tindakan2 persekusi terhadap kaum Ahmadi. Menurut saya hal ini sangat kontra-produktif bagi pembangunan kesejahtreraan bangsa Indonesia pada umumnya.<br />
.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: otongcat</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-90269</link>
		<dc:creator>otongcat</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jan 2008 10:44:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-90269</guid>
		<description>mas freewill, kalau toh mereka mengamalkan rukun2 Islam dan Iman (menurut mas freewill), ada yang cacat masalah pengakuan mirza ghulam  sebagai nabi/rasul.
Di situ saja sudah ada cacatnya, belum lagi masalah kitab tdzkirah mereka, dll.

saya ulangi lagi pernyataan saya di komentar 51, mungkin frewill bisa mencarikan legitimasi kenabian/kerasulan mirza ghulam di AlQuran atau AlHadits... :)

Dan mencarikan argumentasi yangmembantah nash2 AlQuran dan AlHadits yang menyatakan bahwa Rasulullah Muhammad SAW adalah nabi terakhir dan penutup para nabi.. :)

Semoga bisa... :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas freewill, kalau toh mereka mengamalkan rukun2 Islam dan Iman (menurut mas freewill), ada yang cacat masalah pengakuan mirza ghulam  sebagai nabi/rasul.<br />
Di situ saja sudah ada cacatnya, belum lagi masalah kitab tdzkirah mereka, dll.</p>
<p>saya ulangi lagi pernyataan saya di komentar 51, mungkin frewill bisa mencarikan legitimasi kenabian/kerasulan mirza ghulam di AlQuran atau AlHadits&#8230; <img src='http://harry.sufehmi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dan mencarikan argumentasi yangmembantah nash2 AlQuran dan AlHadits yang menyatakan bahwa Rasulullah Muhammad SAW adalah nabi terakhir dan penutup para nabi.. <img src='http://harry.sufehmi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Semoga bisa&#8230; <img src='http://harry.sufehmi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tazlucu</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-90252</link>
		<dc:creator>tazlucu</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jan 2008 09:27:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-90252</guid>
		<description>@free will
Lha, anda ngapain sibuk ikutan posting di sini? Sana kerja berantas korupsi dsb.
Klo masih ikutan posting, berarti hanya "walk the walk" saja, tidak produktif seperti kata anda.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@free will<br />
Lha, anda ngapain sibuk ikutan posting di sini? Sana kerja berantas korupsi dsb.<br />
Klo masih ikutan posting, berarti hanya &#8220;walk the walk&#8221; saja, tidak produktif seperti kata anda.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Free Will</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-89872</link>
		<dc:creator>Free Will</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 05:54:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-89872</guid>
		<description>Persoalannya artikel ini menyiratkan adanya kondisi bahwa "hidup damai" itu bisa diraih jika Ahmadiyah mengaku sebagai bukan Islam alias "memurtadkan diri." Sementara Ahmadiyah jelas-jelas tidak mau dikategorikan sebagai non-Muslim -- lha wong dia melaksanakan semua rukun Islam yang lima dan meyakini rukun iman yang enam.
.
Kalau menurut saya sebaiknya kita biarkan sajalah Ahmadiyah itu seperti apa adanya sejak ia hadir di Indonesia hampir seabad yang lalu. MUI toh sudah menjalankan kewajibannya dengan mengeluarkan fatwa, Pak Hasyim dan yang lain-lain juga sudah. Tugas orang "yang tahu" itu kan cuma menyampaikan -- dan tugas itu sudah tertunaikan dengan baik. Tinggal kita bentengi keluarga kita (dan diri kita sendiri tentunya) dari hal-hal yang kita anggap sesat.
.
Problem hidup sehari-hari yang dihadapi ummat Islam dan bangsa kita pada umumnya sudah sangat sulit. Korupsi, kemiskinan, kebodohan, penyakit, dsb memerlukan tndakan perbaikan yang segera. Jangan pula tambah2 persoalan yang bikin hidup tambah rumit, sumpek, dan tidak produktif.
.
Saya kira sikap seperti ini lebih relevan untuk kehidupan kita di Indonesia daripada repot-repot ngurusi Ahmadiyah.
.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Persoalannya artikel ini menyiratkan adanya kondisi bahwa &#8220;hidup damai&#8221; itu bisa diraih jika Ahmadiyah mengaku sebagai bukan Islam alias &#8220;memurtadkan diri.&#8221; Sementara Ahmadiyah jelas-jelas tidak mau dikategorikan sebagai non-Muslim &#8212; lha wong dia melaksanakan semua rukun Islam yang lima dan meyakini rukun iman yang enam.<br />
.<br />
Kalau menurut saya sebaiknya kita biarkan sajalah Ahmadiyah itu seperti apa adanya sejak ia hadir di Indonesia hampir seabad yang lalu. MUI toh sudah menjalankan kewajibannya dengan mengeluarkan fatwa, Pak Hasyim dan yang lain-lain juga sudah. Tugas orang &#8220;yang tahu&#8221; itu kan cuma menyampaikan &#8212; dan tugas itu sudah tertunaikan dengan baik. Tinggal kita bentengi keluarga kita (dan diri kita sendiri tentunya) dari hal-hal yang kita anggap sesat.<br />
.<br />
Problem hidup sehari-hari yang dihadapi ummat Islam dan bangsa kita pada umumnya sudah sangat sulit. Korupsi, kemiskinan, kebodohan, penyakit, dsb memerlukan tndakan perbaikan yang segera. Jangan pula tambah2 persoalan yang bikin hidup tambah rumit, sumpek, dan tidak produktif.<br />
.<br />
Saya kira sikap seperti ini lebih relevan untuk kehidupan kita di Indonesia daripada repot-repot ngurusi Ahmadiyah.<br />
.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: william</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-89781</link>
		<dc:creator>william</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jan 2008 15:24:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-89781</guid>
		<description>saya setuju dengan pendapat mas aris susanto.
Tapi jika Agama kita (ISLAM) sudah duluan dierangi dan ada yang berusaha untuk merusak moral2 dengan berbagai tindakan. Maka kia wajib memeranginya.
Sekali lagi saya bilang : TIDAK ADA ALIRAN AHMADIYYAH itu. ITU ALIRAN SESAT.
Dan saya harap sudah cukup sampai disini saja tentang artikle ini.
Saya harap hary sufehmi bisa dimengerti. Mudah2an anda mau untuk mengahapus artikle ini agar web ini tetap seperti biasanya dan ramai pengunjungnya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya setuju dengan pendapat mas aris susanto.<br />
Tapi jika Agama kita (ISLAM) sudah duluan dierangi dan ada yang berusaha untuk merusak moral2 dengan berbagai tindakan. Maka kia wajib memeranginya.<br />
Sekali lagi saya bilang : TIDAK ADA ALIRAN AHMADIYYAH itu. ITU ALIRAN SESAT.<br />
Dan saya harap sudah cukup sampai disini saja tentang artikle ini.<br />
Saya harap hary sufehmi bisa dimengerti. Mudah2an anda mau untuk mengahapus artikle ini agar web ini tetap seperti biasanya dan ramai pengunjungnya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 1.502 seconds -->
