<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Hidup damai bersama Ahmadiyyah</title>
	<atom:link href="http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/</link>
	<description>life is a struggle - information wants to be free</description>
	<lastBuildDate>Fri, 19 Mar 2010 19:11:11 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Multiple Search Engine Popular</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-263082</link>
		<dc:creator>Multiple Search Engine Popular</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 18:43:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-263082</guid>
		<description>biarkan yang berbeda tetap berbeda</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>biarkan yang berbeda tetap berbeda</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: X-Blog Contest</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-257601</link>
		<dc:creator>X-Blog Contest</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 18:03:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-257601</guid>
		<description>kenapa kita terlalu sibuk dgn kepercayaan orang lain? padahal yang terpenting adalah berlomba2 dlm kebaikan, apapun kepercayaan kita</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kenapa kita terlalu sibuk dgn kepercayaan orang lain? padahal yang terpenting adalah berlomba2 dlm kebaikan, apapun kepercayaan kita</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jadwal Pertandingan Piala Dunia 2010</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-255566</link>
		<dc:creator>Jadwal Pertandingan Piala Dunia 2010</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 19:06:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-255566</guid>
		<description>solusi yang alin adalah, kita tidak usah mempersoalkan ahmadiyah, karena masalahnya berawal dari situ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>solusi yang alin adalah, kita tidak usah mempersoalkan ahmadiyah, karena masalahnya berawal dari situ&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: freebiejeebies</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-253949</link>
		<dc:creator>freebiejeebies</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 21:37:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-253949</guid>
		<description>wow lots of comments for a great post, keep up the good work!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wow lots of comments for a great post, keep up the good work!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sinjay school</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-251688</link>
		<dc:creator>sinjay school</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 08:38:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-251688</guid>
		<description>jika kita hidup berdasarkan ajaran islam, niscaya hidup kita akan damai dan sejahtera. by &lt;a href=&quot;http://sinjayschool.blogspot.com&quot;&gt;&lt;b&gt;Sinjay School&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://hosting-list-web.blogspot.com&quot;&gt;&lt;b&gt;web hosting list&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jika kita hidup berdasarkan ajaran islam, niscaya hidup kita akan damai dan sejahtera. by <a href="http://sinjayschool.blogspot.com"><b>Sinjay School</b></a> dan <a href="http://hosting-list-web.blogspot.com"><b>web hosting list</b></a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ghgf</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-221336</link>
		<dc:creator>ghgf</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 07:36:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-221336</guid>
		<description>&lt;a href=&quot;http://www.convertmkvfile.com/&quot;&gt;MKV Converter&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.convertmkvfile.com/">MKV Converter</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sly</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-219198</link>
		<dc:creator>sly</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 08:29:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-219198</guid>
		<description>apakah semua tuduhan itu sudah seksama di baca, dipelajari? apakah sbg negara yg mayoritas Islam, sdh ada kemajuan signifikan? apakah tidak terpikir knp negara Pakistan nasibnya demikian rupa, krn ada unsur menolak kebenaran? apakah tidak terpikirkan bagaimana rasanya terfitnahkan? sekian dan terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>apakah semua tuduhan itu sudah seksama di baca, dipelajari? apakah sbg negara yg mayoritas Islam, sdh ada kemajuan signifikan? apakah tidak terpikir knp negara Pakistan nasibnya demikian rupa, krn ada unsur menolak kebenaran? apakah tidak terpikirkan bagaimana rasanya terfitnahkan? sekian dan terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: iPod to Computer Transfer</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-197408</link>
		<dc:creator>iPod to Computer Transfer</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 05:28:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-197408</guid>
		<description>Agama saya tidak tahu, mungkin iman.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Agama saya tidak tahu, mungkin iman.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: indonesiafood</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-162848</link>
		<dc:creator>indonesiafood</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 14:24:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-162848</guid>
		<description>nice debate, i hope we can respect each other, dont punish another based our opinion, but give argument and description to prove you right</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>nice debate, i hope we can respect each other, dont punish another based our opinion, but give argument and description to prove you right</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fadhil Z.A</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-161551</link>
		<dc:creator>Fadhil Z.A</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 22:26:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-161551</guid>
		<description>Ulil Amri bertindak sebagai wasit, dia berhak menghukum dan menindak pemain yang melanggar aturan main. Pemerintah sama seperti wasit. Dialah yang berhak menindak , bukan perorangan atau kelompok. Dalam undang undang hak patent suatu produk sudah jelas aturan mainnya. Barang siapa yang meniru atau memalsukan suatu produk yang telah dipatentkan jelas akan dikenai sangsi hukum. 

Mungkin agamapun perlu dipatenkan , siapa yang memalsukan atau meniru suatu agama bisa dituntut melanggar hukum. Mungkin pemerintah masih bingung karena undang-undangnya belum ada. Umat Islam harus berjuang menghadapi yang kaya Ahmadiyah ini dengan cerdas bukan dengan otot. Seiring dengan perkembangan Islam diseluruh dunia , aliran kaya gini juga akan banyak muncul contohnya kaya al-qiyadah . Kalau Lia eden sudah terang-terangan menghujat Islam. Mudah-mudahan pemerintah bertindak tegas terhadap kelompok ini. 

Sebaiknya dinegara kita ini ada undang - undang yang mengatur masalah berbagai aliran dan kepercayaan yang muncul dewasa ini. Sehingga pemerintah bisa bertindak tegas berdasarkan undang undang tersebut. Tidak perlu terjadi kekerasan antar kelompok. Kalau ini tidak segera diselesaikan , hal ini akan jadi bom waktu, yang sewaktu waktu dapat  menyulut kerusuhan dimana mana.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ulil Amri bertindak sebagai wasit, dia berhak menghukum dan menindak pemain yang melanggar aturan main. Pemerintah sama seperti wasit. Dialah yang berhak menindak , bukan perorangan atau kelompok. Dalam undang undang hak patent suatu produk sudah jelas aturan mainnya. Barang siapa yang meniru atau memalsukan suatu produk yang telah dipatentkan jelas akan dikenai sangsi hukum. </p>
<p>Mungkin agamapun perlu dipatenkan , siapa yang memalsukan atau meniru suatu agama bisa dituntut melanggar hukum. Mungkin pemerintah masih bingung karena undang-undangnya belum ada. Umat Islam harus berjuang menghadapi yang kaya Ahmadiyah ini dengan cerdas bukan dengan otot. Seiring dengan perkembangan Islam diseluruh dunia , aliran kaya gini juga akan banyak muncul contohnya kaya al-qiyadah . Kalau Lia eden sudah terang-terangan menghujat Islam. Mudah-mudahan pemerintah bertindak tegas terhadap kelompok ini. </p>
<p>Sebaiknya dinegara kita ini ada undang &#8211; undang yang mengatur masalah berbagai aliran dan kepercayaan yang muncul dewasa ini. Sehingga pemerintah bisa bertindak tegas berdasarkan undang undang tersebut. Tidak perlu terjadi kekerasan antar kelompok. Kalau ini tidak segera diselesaikan , hal ini akan jadi bom waktu, yang sewaktu waktu dapat  menyulut kerusuhan dimana mana.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tazlucu</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-161205</link>
		<dc:creator>tazlucu</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2008 16:23:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-161205</guid>
		<description>@sufehmi
Memang benar SBY &quot;tidak sama&quot; dengan Abu Bakar. Makanya saya tambahkan dengan: setelah mendapat &quot;saran&quot; dari MUI....
Sebenarnya tindakan yang diharapkan bukanlah kekerasan an sich, tetapi perlu maka harus dilakukan. Contohnya kita perlu &quot;keras&quot; terhadap koruptor yang telah nyata2nya menikam dari belakang, jika perlu seperti cina: tembak mati.

Yang diperlukan sekarang adalah otoritas yang memiliki otorisasi untuk melakukan tindakan yang diperlukan (bukan hanya dengan kekerasan). Seperti Abu Bakar, dia adalah &quot;otoritas&quot; pada saat itu, sehingga dapat bertindak sesuai kebutuhan DAN didukung oleh hukum. Sedangkan saat ini otoritas ada di SBY tetapi dia tidak menggunakan hal tersebut, padahal jelas2 faham ini telah menyimpang dari Islam. makanya pilihan yang saya berikan juga jelas: buat agama sendiri tanpa mencatut Islam atau terkena pasal penghinaan agama dsb. Tentu saja bukan berarti SBY harus menjadikan RI negara teokrasi tetapi SBY harus bertindak secara hukum jika mengetahui bahwa Ahmadiyah menyalagunakan nama Islam (berdasarkan fatwa MUI). Jika tidak akhirnya masyarakat yang menjadi &quot;otoritas&quot;-nya.

Solusi cerdasnya kan sudah ada diawal posting anda.

@Fadhil
Ahmadiyah bukan munafik! Mereka nyata &quot;mengkebiri&quot; Islam (sesat dan menyesatkan - MUI). Abdullah bin Ubay tidak seperti Ghulam Mirza yang mengaku2 nabi. Tidak bisa disamakan keduanya. Makanya Muhammad tidak mengambil tindakan &quot;keras&quot; terhadap dia.

Dan kalaupun kekerasan dilakukan oleh otoritas yang berwenang secara hukum, apakah itu salah?
Kalau begitu menembak mati pengedar/bandar narkoba salah dong....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@sufehmi<br />
Memang benar SBY &#8220;tidak sama&#8221; dengan Abu Bakar. Makanya saya tambahkan dengan: setelah mendapat &#8220;saran&#8221; dari MUI&#8230;.<br />
Sebenarnya tindakan yang diharapkan bukanlah kekerasan an sich, tetapi perlu maka harus dilakukan. Contohnya kita perlu &#8220;keras&#8221; terhadap koruptor yang telah nyata2nya menikam dari belakang, jika perlu seperti cina: tembak mati.</p>
<p>Yang diperlukan sekarang adalah otoritas yang memiliki otorisasi untuk melakukan tindakan yang diperlukan (bukan hanya dengan kekerasan). Seperti Abu Bakar, dia adalah &#8220;otoritas&#8221; pada saat itu, sehingga dapat bertindak sesuai kebutuhan DAN didukung oleh hukum. Sedangkan saat ini otoritas ada di SBY tetapi dia tidak menggunakan hal tersebut, padahal jelas2 faham ini telah menyimpang dari Islam. makanya pilihan yang saya berikan juga jelas: buat agama sendiri tanpa mencatut Islam atau terkena pasal penghinaan agama dsb. Tentu saja bukan berarti SBY harus menjadikan RI negara teokrasi tetapi SBY harus bertindak secara hukum jika mengetahui bahwa Ahmadiyah menyalagunakan nama Islam (berdasarkan fatwa MUI). Jika tidak akhirnya masyarakat yang menjadi &#8220;otoritas&#8221;-nya.</p>
<p>Solusi cerdasnya kan sudah ada diawal posting anda.</p>
<p>@Fadhil<br />
Ahmadiyah bukan munafik! Mereka nyata &#8220;mengkebiri&#8221; Islam (sesat dan menyesatkan &#8211; MUI). Abdullah bin Ubay tidak seperti Ghulam Mirza yang mengaku2 nabi. Tidak bisa disamakan keduanya. Makanya Muhammad tidak mengambil tindakan &#8220;keras&#8221; terhadap dia.</p>
<p>Dan kalaupun kekerasan dilakukan oleh otoritas yang berwenang secara hukum, apakah itu salah?<br />
Kalau begitu menembak mati pengedar/bandar narkoba salah dong&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sufehmi</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-161197</link>
		<dc:creator>sufehmi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2008 14:57:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-161197</guid>
		<description>@tazlucu - situasinya pada saat ini berbeda sekali. SBY jelas tidak bisa dianalogikan sebagai Abu Bakar, karena Indonesia juga bukan negara Islam.
.
Solusi dari masalah Ahmadiyyah ini musti ditangani dengan cerdas.
.
Para sahabat dan tabi&#039;in sangat terkenal karena kecerdasannya. Masalah besar pun jadi mudah begitu mereka menanganinya. Karena mereka memahami Quran dengan betul, maka itulah salah satu hasilnya.
.
Di Quran sendiri kita sudah diperintahkan untuk tidak melulu menggunakan otot saja. Otak yang sudah dianugrahkan oleh Allah swt ini musti digunakan juga secara maksimal. 
Kalau tidak, jadinya ya seperti sekarang ini, umat Islam menjadi bulan-bulanan terus.
.
Tapi memang susah sih, kalau melihat &lt;a href=&quot;http://harry.sufehmi.com/archives/2005-04-01-868/&quot;&gt;kualitas dari mayoritas ustadz nya saja masih pada amburadul&lt;/a&gt;. Sangat berat urusannya untuk memperbaiki umat ini jadinya. 
Namun, tentu saja otomatis juga pahalanya jadi semakin besar :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@tazlucu &#8211; situasinya pada saat ini berbeda sekali. SBY jelas tidak bisa dianalogikan sebagai Abu Bakar, karena Indonesia juga bukan negara Islam.<br />
.<br />
Solusi dari masalah Ahmadiyyah ini musti ditangani dengan cerdas.<br />
.<br />
Para sahabat dan tabi&#8217;in sangat terkenal karena kecerdasannya. Masalah besar pun jadi mudah begitu mereka menanganinya. Karena mereka memahami Quran dengan betul, maka itulah salah satu hasilnya.<br />
.<br />
Di Quran sendiri kita sudah diperintahkan untuk tidak melulu menggunakan otot saja. Otak yang sudah dianugrahkan oleh Allah swt ini musti digunakan juga secara maksimal.<br />
Kalau tidak, jadinya ya seperti sekarang ini, umat Islam menjadi bulan-bulanan terus.<br />
.<br />
Tapi memang susah sih, kalau melihat <a href="http://harry.sufehmi.com/archives/2005-04-01-868/">kualitas dari mayoritas ustadz nya saja masih pada amburadul</a>. Sangat berat urusannya untuk memperbaiki umat ini jadinya.<br />
Namun, tentu saja otomatis juga pahalanya jadi semakin besar <img src='http://harry.sufehmi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fadhil Z.A</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-161170</link>
		<dc:creator>Fadhil Z.A</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2008 07:01:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-161170</guid>
		<description>Ass wr wb

Jumlah umat Islam didunia saat ini sekitar 1,6 milyar termasuk berbagai kelompok dan aliran didalamnya. Jumlah penduduk dunia saat ini sekitar 6,7 milyar. Umat Islam masih termasuk minoritas. Dinegara Eropa dan Amerika yang liberal islam mulai menggeliat tumbuh dengan pesat. Paham kaya Ahmadiah juga tumbuh di negara lioberal tersebut. Kasus Ahmadiah satu contoh soal bagi kita. Bersamaan dengan berkembangnya Islam didunia paham seperti inipun akan ikut tumbuh pula. Siapkah kita menghadapinya?

Kalau beda iman dan keyakinan ya sudah jelas &quot; lakum dinukum waliyadin&quot; . Kalau model Ahmadiah gini kan abu-abu, sama seperti menghadapi orang munafik, didepan mengaku Islam dibelakang memusuhi. Setahu saya Rasulullah juga tidak menghadapi Abdullah  bin Ubay (tokoh munafik) dengan kekerasan, Allah hanya mengingatkan agar waspada terhadap mereka

Kalau golongan kaya gini kita hadapi dengan kekerasan , saya kuatir perpecahan dan saling hujat dalam Islam semakin ramai  seiring dengan bertambah pesatnya pertumbuhan jumlah umat Islam didunia. Allah telah menjadikan berbagai aliran , golongan, dan pemahaman didunia ini, ada yang benar , ada pula yang sesat. Al-Qur&#039;an menuntun kita untuk hidup ditengah keadaan seperti itu, marilah kita kembali pada tuntunan al-Qur&#039;an mensikapi berbagai hal yang muncul. Insya&#039; Allah selamat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass wr wb</p>
<p>Jumlah umat Islam didunia saat ini sekitar 1,6 milyar termasuk berbagai kelompok dan aliran didalamnya. Jumlah penduduk dunia saat ini sekitar 6,7 milyar. Umat Islam masih termasuk minoritas. Dinegara Eropa dan Amerika yang liberal islam mulai menggeliat tumbuh dengan pesat. Paham kaya Ahmadiah juga tumbuh di negara lioberal tersebut. Kasus Ahmadiah satu contoh soal bagi kita. Bersamaan dengan berkembangnya Islam didunia paham seperti inipun akan ikut tumbuh pula. Siapkah kita menghadapinya?</p>
<p>Kalau beda iman dan keyakinan ya sudah jelas &#8221; lakum dinukum waliyadin&#8221; . Kalau model Ahmadiah gini kan abu-abu, sama seperti menghadapi orang munafik, didepan mengaku Islam dibelakang memusuhi. Setahu saya Rasulullah juga tidak menghadapi Abdullah  bin Ubay (tokoh munafik) dengan kekerasan, Allah hanya mengingatkan agar waspada terhadap mereka</p>
<p>Kalau golongan kaya gini kita hadapi dengan kekerasan , saya kuatir perpecahan dan saling hujat dalam Islam semakin ramai  seiring dengan bertambah pesatnya pertumbuhan jumlah umat Islam didunia. Allah telah menjadikan berbagai aliran , golongan, dan pemahaman didunia ini, ada yang benar , ada pula yang sesat. Al-Qur&#8217;an menuntun kita untuk hidup ditengah keadaan seperti itu, marilah kita kembali pada tuntunan al-Qur&#8217;an mensikapi berbagai hal yang muncul. Insya&#8217; Allah selamat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tazlucu</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-161088</link>
		<dc:creator>tazlucu</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 02:48:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-161088</guid>
		<description>@Fadhil
Saya memang tidak terlalu mengetahui apakah ada ayat2 untuk mendukung pendapat saya, tetapi saya menggunakan sejarah yang pernah terjadi dalam perjalanan Islam. 
Pernah dengar Muzaillimah bin Kadzab? Dia diperangi oleh Abu Bakar khan. Jadi nabi2 palsu ini memang harus dihadapi dengan &quot;kekerasan&quot; apalagi jika dia tetap ngotot membawa nama Islam.
Dalam konteks bernegara saat ini yang jadi &quot;Abu Bakar&quot; itu seharusnya pemerintah RI. Setelah dia mendapat &quot;saran&quot; dari MUI, seharusnya bertindak dengan memberikan pilihan: jika masih menggunakan nama Islam maka mereka akan ditindak berdasarkan hukum. Untuk tidak ditindak maka tidak boleh bawa2 Islam dan jangan mencatut2 ritual2 Islam.
Masak Lia Aminuddin aja bisa, kok ahmadiyah tidak???

Kalau melihat Abu Bakar bertindak seperti itu maka pasti ada ayat Qur&#039;an yang memerintahkan seperti itu.

Kalau ayat yang anda kutip konteksnya sama sekali bukan masalah AHMADIYAH, tetapi lebih kearah bagaimana posisi Islam terhadap agama lain, terutama dalam hal da&#039;wah atau proselytizing.
Jadi kalau digunakan sebagai &quot;pembelaan&quot; terhadap keberadaan Ahmadiyah jadi sangat aneh dan menyimpang. Makanya saya ungkap dengan: 

Aneh nih tulisan: kelihatannya menolak tapi muatannya “mendukung” keberadaan Islam “ahmadiyah”.
Mau pakai cara baru atau apa yah?

Comprende Amigo!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Fadhil<br />
Saya memang tidak terlalu mengetahui apakah ada ayat2 untuk mendukung pendapat saya, tetapi saya menggunakan sejarah yang pernah terjadi dalam perjalanan Islam.<br />
Pernah dengar Muzaillimah bin Kadzab? Dia diperangi oleh Abu Bakar khan. Jadi nabi2 palsu ini memang harus dihadapi dengan &#8220;kekerasan&#8221; apalagi jika dia tetap ngotot membawa nama Islam.<br />
Dalam konteks bernegara saat ini yang jadi &#8220;Abu Bakar&#8221; itu seharusnya pemerintah RI. Setelah dia mendapat &#8220;saran&#8221; dari MUI, seharusnya bertindak dengan memberikan pilihan: jika masih menggunakan nama Islam maka mereka akan ditindak berdasarkan hukum. Untuk tidak ditindak maka tidak boleh bawa2 Islam dan jangan mencatut2 ritual2 Islam.<br />
Masak Lia Aminuddin aja bisa, kok ahmadiyah tidak???</p>
<p>Kalau melihat Abu Bakar bertindak seperti itu maka pasti ada ayat Qur&#8217;an yang memerintahkan seperti itu.</p>
<p>Kalau ayat yang anda kutip konteksnya sama sekali bukan masalah AHMADIYAH, tetapi lebih kearah bagaimana posisi Islam terhadap agama lain, terutama dalam hal da&#8217;wah atau proselytizing.<br />
Jadi kalau digunakan sebagai &#8220;pembelaan&#8221; terhadap keberadaan Ahmadiyah jadi sangat aneh dan menyimpang. Makanya saya ungkap dengan: </p>
<p>Aneh nih tulisan: kelihatannya menolak tapi muatannya “mendukung” keberadaan Islam “ahmadiyah”.<br />
Mau pakai cara baru atau apa yah?</p>
<p>Comprende Amigo!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sufehmi</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-161057</link>
		<dc:creator>sufehmi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 17:11:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-161057</guid>
		<description>@Fadhil - saya pribadi bisa paham mengapa sampai terjadi kekerasan; di beberapa lokasi ternyata memang diprovokasi oleh tindak-tanduk para oknum  Ahmadi itu sendiri. Tapi tetap saya tidak setuju dengan tindak kekerasan tsb.
.
Ini masalahnya dengan beberapa pembela Ahmadiyyah ini -- mereka tutup mata dengan berbagai masalah yang disebabkan para oknum Ahmadi. Pokoknya hantam terus MUI dan semua yang menentang pembajakan agama Islam oleh para oknum Ahmadi.
.
Ini jelas tidak adil, dan sudah seperti kelakuan beberapa ekstrimis yang mereka kecam itu sendiri.
.
Saya sendiri lebih senang menyebarkan informasi, seperti artikel ini (dan beberapa artikel lainnya). Kita perlu umat kita lebih rasional, bukannya makin emosional.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Fadhil &#8211; saya pribadi bisa paham mengapa sampai terjadi kekerasan; di beberapa lokasi ternyata memang diprovokasi oleh tindak-tanduk para oknum  Ahmadi itu sendiri. Tapi tetap saya tidak setuju dengan tindak kekerasan tsb.<br />
.<br />
Ini masalahnya dengan beberapa pembela Ahmadiyyah ini &#8212; mereka tutup mata dengan berbagai masalah yang disebabkan para oknum Ahmadi. Pokoknya hantam terus MUI dan semua yang menentang pembajakan agama Islam oleh para oknum Ahmadi.<br />
.<br />
Ini jelas tidak adil, dan sudah seperti kelakuan beberapa ekstrimis yang mereka kecam itu sendiri.<br />
.<br />
Saya sendiri lebih senang menyebarkan informasi, seperti artikel ini (dan beberapa artikel lainnya). Kita perlu umat kita lebih rasional, bukannya makin emosional.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fadhil Z.A</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-161044</link>
		<dc:creator>Fadhil Z.A</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 14:29:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-161044</guid>
		<description>Ajaran Ahmadiyah jelas sesat, bagaimana kita mensikapi orang yang ngotot kaya Ahmadiah gitu. Kalau merujuk pada beberapa ayat Qur&#039;an diatas kita tidak diperkenankan melakukan kekerasan. Mungkin mas Tazlucu bisa memberi pecerahan tentang maksud beberapa ayat tersebut terutama surat Al An Aam ayat 35 dan Yunus 99


Dan jika perpalingan mereka (darimu) terasa amat berat bagimu, maka jika kamu dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit lalu kamu dapat mendatangkan mukjizat kepada mereka, (maka buatlah). Kalau Allah menghendaki tentu saja Allah menjadikan mereka semua dalam petunjuk, sebab itu janganlah kamu sekali-kali termasuk orang-orang yang jahil. (Al An Aam 35)


Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya? (Yunus 99)


Kalau kita jadi harus sering berdebat dan menjelaskan kesesatan Ahmadiah ,maka dengan  mengacu pada ayat diatas saya rasa memang hanya sampai disitulah kewenangan kita. Barang kali mas Tazlucu bisa memberi pencerahan. terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ajaran Ahmadiyah jelas sesat, bagaimana kita mensikapi orang yang ngotot kaya Ahmadiah gitu. Kalau merujuk pada beberapa ayat Qur&#8217;an diatas kita tidak diperkenankan melakukan kekerasan. Mungkin mas Tazlucu bisa memberi pecerahan tentang maksud beberapa ayat tersebut terutama surat Al An Aam ayat 35 dan Yunus 99</p>
<p>Dan jika perpalingan mereka (darimu) terasa amat berat bagimu, maka jika kamu dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit lalu kamu dapat mendatangkan mukjizat kepada mereka, (maka buatlah). Kalau Allah menghendaki tentu saja Allah menjadikan mereka semua dalam petunjuk, sebab itu janganlah kamu sekali-kali termasuk orang-orang yang jahil. (Al An Aam 35)</p>
<p>Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya? (Yunus 99)</p>
<p>Kalau kita jadi harus sering berdebat dan menjelaskan kesesatan Ahmadiah ,maka dengan  mengacu pada ayat diatas saya rasa memang hanya sampai disitulah kewenangan kita. Barang kali mas Tazlucu bisa memberi pencerahan. terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tazlucu</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-161032</link>
		<dc:creator>tazlucu</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 11:04:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-161032</guid>
		<description>[i]Ahmadiyah bagi umat islam memang bagai duri dalam daging, sejak lahir dinegeri asalnya sudah bermasalah. Kalau dinegeri asalnya mereka mau mengaku bukan islam di Indonesiakan tidak demikian. Dari debat di TV saya lihat mereka tetap ngotot untuk diakui sebagai agama Islam. Bagaimana umat Islam menyikapi ini , apa memaksa mereka untuk merubah keyakinan mereka yang keliru dengan kekerasan?[/i]

Terus, apa kita diam saja? Kalau dilihat ini adalah efek samping SKB yang tidak tegas melarang pencantuman ISLAM di Ahmadiyah. Jadi landasan hukumnya untuk menindak mereka tidak ada sama sekali. Coba kalau ada, mereka kan bisa dituntut atas dasar minimal penghinaan terhadap agama.
Akhirnya, masyarakat yang bertindak. Ketika Ahmadiyah ngotot yah &quot;tangan&quot; lah yang main.

[i]Masalah keyakinan adalah masalah hati, tidak bisa diubah dengan paksaan, harus dengan pengertian dan pemahaman. Sebaiknya Majelis Ulama atau lembaga dakwah Islam mensosialisasikan dan menyebar luaskan bagian mana dari ajaran Ahmadiah yang meyesatkan. Adakan debat terbuka dengan pengikut Ahmadiyah , biarkan masyarakat bebas menilai dan memilih mana yang benar dan salah tanpa ada kekerasan[/i]

Udah sering sosialisasi, debat apalagi. Apa tidak pernah mengikuti perkembangan kah anda?

[i]Sosialisasikan kesesatan mereka , adakan debat terbuka seperti yang pernah dilakukan One TV , umat bisa menilai. Kalau mereka tetap ngotot ya serahkan pada Allah. Allah yang akan memberi petunjuk atau membiarkan mereka dalam kesesatan. Hidayah dan petunjuk adalah kewenangan Allah. Mari kita selalu merujuk pada Al-Qur’an.[/i]

Aneh nih tulisan: kelihatannya menolak tapi muatannya &quot;mendukung&quot; keberadaan Islam &quot;ahmadiyah&quot;.
Mau pakai cara baru atau apa yah?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[i]Ahmadiyah bagi umat islam memang bagai duri dalam daging, sejak lahir dinegeri asalnya sudah bermasalah. Kalau dinegeri asalnya mereka mau mengaku bukan islam di Indonesiakan tidak demikian. Dari debat di TV saya lihat mereka tetap ngotot untuk diakui sebagai agama Islam. Bagaimana umat Islam menyikapi ini , apa memaksa mereka untuk merubah keyakinan mereka yang keliru dengan kekerasan?[/i]</p>
<p>Terus, apa kita diam saja? Kalau dilihat ini adalah efek samping SKB yang tidak tegas melarang pencantuman ISLAM di Ahmadiyah. Jadi landasan hukumnya untuk menindak mereka tidak ada sama sekali. Coba kalau ada, mereka kan bisa dituntut atas dasar minimal penghinaan terhadap agama.<br />
Akhirnya, masyarakat yang bertindak. Ketika Ahmadiyah ngotot yah &#8220;tangan&#8221; lah yang main.</p>
<p>[i]Masalah keyakinan adalah masalah hati, tidak bisa diubah dengan paksaan, harus dengan pengertian dan pemahaman. Sebaiknya Majelis Ulama atau lembaga dakwah Islam mensosialisasikan dan menyebar luaskan bagian mana dari ajaran Ahmadiah yang meyesatkan. Adakan debat terbuka dengan pengikut Ahmadiyah , biarkan masyarakat bebas menilai dan memilih mana yang benar dan salah tanpa ada kekerasan[/i]</p>
<p>Udah sering sosialisasi, debat apalagi. Apa tidak pernah mengikuti perkembangan kah anda?</p>
<p>[i]Sosialisasikan kesesatan mereka , adakan debat terbuka seperti yang pernah dilakukan One TV , umat bisa menilai. Kalau mereka tetap ngotot ya serahkan pada Allah. Allah yang akan memberi petunjuk atau membiarkan mereka dalam kesesatan. Hidayah dan petunjuk adalah kewenangan Allah. Mari kita selalu merujuk pada Al-Qur’an.[/i]</p>
<p>Aneh nih tulisan: kelihatannya menolak tapi muatannya &#8220;mendukung&#8221; keberadaan Islam &#8220;ahmadiyah&#8221;.<br />
Mau pakai cara baru atau apa yah?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fadhil Z.A</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-161012</link>
		<dc:creator>Fadhil Z.A</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 23:52:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-161012</guid>
		<description>Ahmadiyah bagi umat islam memang bagai duri dalam daging, sejak lahir dinegeri asalnya sudah bermasalah. Kalau dinegeri asalnya mereka mau mengaku bukan islam di Indonesiakan tidak demikian. Dari debat di TV saya lihat mereka tetap ngotot untuk diakui sebagai agama Islam. Bagaimana umat Islam menyikapi ini , apa memaksa mereka untuk merubah keyakinan mereka yang keliru dengan kekerasan?

Kekerasan hanya akan menambah buruk citra Islam sendiri, sudah banyak pertumpahan darah akibat perbedaan paham dalam Islam, misalnya seperti islam sunni dan syiah, masalah qunut dan tidak, masalah tahlil, masalah solat taraweh 11 atau 23 rakaat dan lain lain. . Masalah keyakinan adalah masalah hati, tidak bisa diubah dengan paksaan, harus dengan pengertian dan pemahaman. Sebaiknya Majelis Ulama atau lembaga dakwah Islam mensosialisasikan dan menyebar luaskan bagian mana dari ajaran Ahmadiah yang meyesatkan. Adakan debat terbuka dengan pengikut Ahmadiyah , biarkan masyarakat bebas menilai dan memilih mana yang benar dan salah tanpa ada kekerasan. . 

 Saya menemukan beberapa ayat Qur’an yang diharapkan dapat menjadi  rujukan tentang kebebasan berkeyakinan  kepada manusia, mau pilih yang benar atau sesat dengan segala risiko yang harus ditanggung , untuk dijadikan pertimbangan dan renungan.

. - Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada  Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al Baqarah 256)

Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya? (Yunus 99)

 Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul (Nya) dan berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang. (Al Maidah 92)

Dan tidak ada pertanggungjawaban sedikit pun atas orang-orang yang bertakwa terhadap dosa mereka; akan tetapi (kewajiban mereka ialah) mengingatkan agar mereka bertakwa.(Al An Aam 69)

- Jika mereka tetap berpaling,  maka sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.(An Nahl 82)

- 
Dan  jika perpalingan mereka (darimu) terasa amat berat bagimu, maka jika kamu dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit lalu kamu dapat mendatangkan mukjizat kepada mereka, (maka buatlah). Kalau Allah menghendaki tentu saja Allah menjadikan mereka semua dalam petunjuk, sebab itu janganlah kamu sekali-kali termasuk orang-orang yang jahil. (Al An Aam 35)

Memperhatikan acara debat antara Ahmadiah dengan  FPI di One TV, kelihatannya para pimpinan Ahmadiah termasuk orang yang ngotot, tetap pengen disebut Islam padahal mereka sudah menyimpang. Apakah kita akan menghadapi mereka dengan kekerasan?
Sosialisasikan kesesatan mereka , adakan debat terbuka seperti yang pernah dilakukan One TV , umat bisa menilai. Kalau mereka tetap ngotot ya serahkan pada Allah. Allah yang akan memberi petunjuk atau membiarkan mereka dalam kesesatan. Hidayah dan petunjuk adalah kewenangan Allah. Mari kita selalu merujuk pada Al-Qur’an.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ahmadiyah bagi umat islam memang bagai duri dalam daging, sejak lahir dinegeri asalnya sudah bermasalah. Kalau dinegeri asalnya mereka mau mengaku bukan islam di Indonesiakan tidak demikian. Dari debat di TV saya lihat mereka tetap ngotot untuk diakui sebagai agama Islam. Bagaimana umat Islam menyikapi ini , apa memaksa mereka untuk merubah keyakinan mereka yang keliru dengan kekerasan?</p>
<p>Kekerasan hanya akan menambah buruk citra Islam sendiri, sudah banyak pertumpahan darah akibat perbedaan paham dalam Islam, misalnya seperti islam sunni dan syiah, masalah qunut dan tidak, masalah tahlil, masalah solat taraweh 11 atau 23 rakaat dan lain lain. . Masalah keyakinan adalah masalah hati, tidak bisa diubah dengan paksaan, harus dengan pengertian dan pemahaman. Sebaiknya Majelis Ulama atau lembaga dakwah Islam mensosialisasikan dan menyebar luaskan bagian mana dari ajaran Ahmadiah yang meyesatkan. Adakan debat terbuka dengan pengikut Ahmadiyah , biarkan masyarakat bebas menilai dan memilih mana yang benar dan salah tanpa ada kekerasan. . </p>
<p> Saya menemukan beberapa ayat Qur’an yang diharapkan dapat menjadi  rujukan tentang kebebasan berkeyakinan  kepada manusia, mau pilih yang benar atau sesat dengan segala risiko yang harus ditanggung , untuk dijadikan pertimbangan dan renungan.</p>
<p>. &#8211; Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada  Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al Baqarah 256)</p>
<p>Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya? (Yunus 99)</p>
<p> Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul (Nya) dan berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang. (Al Maidah 92)</p>
<p>Dan tidak ada pertanggungjawaban sedikit pun atas orang-orang yang bertakwa terhadap dosa mereka; akan tetapi (kewajiban mereka ialah) mengingatkan agar mereka bertakwa.(Al An Aam 69)</p>
<p>- Jika mereka tetap berpaling,  maka sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.(An Nahl 82)</p>
<p>-<br />
Dan  jika perpalingan mereka (darimu) terasa amat berat bagimu, maka jika kamu dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit lalu kamu dapat mendatangkan mukjizat kepada mereka, (maka buatlah). Kalau Allah menghendaki tentu saja Allah menjadikan mereka semua dalam petunjuk, sebab itu janganlah kamu sekali-kali termasuk orang-orang yang jahil. (Al An Aam 35)</p>
<p>Memperhatikan acara debat antara Ahmadiah dengan  FPI di One TV, kelihatannya para pimpinan Ahmadiah termasuk orang yang ngotot, tetap pengen disebut Islam padahal mereka sudah menyimpang. Apakah kita akan menghadapi mereka dengan kekerasan?<br />
Sosialisasikan kesesatan mereka , adakan debat terbuka seperti yang pernah dilakukan One TV , umat bisa menilai. Kalau mereka tetap ngotot ya serahkan pada Allah. Allah yang akan memberi petunjuk atau membiarkan mereka dalam kesesatan. Hidayah dan petunjuk adalah kewenangan Allah. Mari kita selalu merujuk pada Al-Qur’an.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sufehmi</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-160810</link>
		<dc:creator>sufehmi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 04:30:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-160810</guid>
		<description>&lt;i&gt;Ahmadiah memang sudah ada di Indonesia sejak 100 tahun yang lalu, tapi ribut -ribut yang menimbulkan kekerasan ya baru belakangan ini saja.&lt;/i&gt;
.
Kata siapa?
.
1929 : &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Ahmadiyyah#Ahmadiyah_Lahore&quot;&gt;Muktamar Muhammadiyah 18 di Solo&lt;/a&gt; menyatakan bahwa &quot;&lt;i&gt;&quot;orang yang percaya akan Nabi sesudah Muhammad adalah kafir&lt;/i&gt;&quot;
.
1953 : &lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Shab_Qadar_Incident&quot;&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Shab_Qadar_Incident&lt;/a&gt;
.
&lt;i&gt;Banyak orang yang mengaku Islam tapi belum menjalankan syariat Islam dengan benar, ada yang sholat sekali setahn ada yang sekali seminggu ada pula yang sekali sehari , mereka mengaku Islam , jika dikatakan bukan islam mereka pasti marah. &lt;b&gt;Mungkin&lt;/b&gt; Ahmadiyah juga seperti itu.&lt;/i&gt;
.
Kalau kita bicara soal akidah, sebaiknya jangan cuma berdasarkan &quot;mungkin&quot;, &quot;bisa jadi&quot;, dan seterusnya.
.
&lt;i&gt;Ajaran Ahmadiah tidak akan mengalahkan ajaran Islam yang benar&lt;/i&gt;
.
Pada saat ini, ajaran Islam yang sebenarnya saja sudah sulit ditemukan diantara sesama muslim sendiri.
.
Lalu kini ada Ahmadiyyah pula yang semakin menyesatkan dengan mengaku-aku sebagai &lt;a href=&quot;http://alislam.org/&quot;&gt;Islam yang paling benar&lt;/a&gt;.
.
&lt;i&gt;Orang Ahmadiyah punya keyakinan seperti yang mereka anut sekarang , percaya ada nabi sesudah Muhammad ……ya..biar saja.&lt;/i&gt;
.
Monggo... mau mengaku manusia sebagai Tuhan juga tidak apa kok.
.
Tapi, jangan kemudian diberi nama &quot;&lt;a href=&quot;http://alislam.org/&quot;&gt;Islam&lt;/a&gt;&quot;. Maaf saja.
.
Beragama itu musti jujur. Bukan malah menipu / mengecoh orang lain.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><i>Ahmadiah memang sudah ada di Indonesia sejak 100 tahun yang lalu, tapi ribut -ribut yang menimbulkan kekerasan ya baru belakangan ini saja.</i><br />
.<br />
Kata siapa?<br />
.<br />
1929 : <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ahmadiyyah#Ahmadiyah_Lahore">Muktamar Muhammadiyah 18 di Solo</a> menyatakan bahwa &#8220;<i>&#8220;orang yang percaya akan Nabi sesudah Muhammad adalah kafir</i>&#8221;<br />
.<br />
1953 : <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Shab_Qadar_Incident">http://en.wikipedia.org/wiki/Shab_Qadar_Incident</a><br />
.<br />
<i>Banyak orang yang mengaku Islam tapi belum menjalankan syariat Islam dengan benar, ada yang sholat sekali setahn ada yang sekali seminggu ada pula yang sekali sehari , mereka mengaku Islam , jika dikatakan bukan islam mereka pasti marah. <b>Mungkin</b> Ahmadiyah juga seperti itu.</i><br />
.<br />
Kalau kita bicara soal akidah, sebaiknya jangan cuma berdasarkan &#8220;mungkin&#8221;, &#8220;bisa jadi&#8221;, dan seterusnya.<br />
.<br />
<i>Ajaran Ahmadiah tidak akan mengalahkan ajaran Islam yang benar</i><br />
.<br />
Pada saat ini, ajaran Islam yang sebenarnya saja sudah sulit ditemukan diantara sesama muslim sendiri.<br />
.<br />
Lalu kini ada Ahmadiyyah pula yang semakin menyesatkan dengan mengaku-aku sebagai <a href="http://alislam.org/">Islam yang paling benar</a>.<br />
.<br />
<i>Orang Ahmadiyah punya keyakinan seperti yang mereka anut sekarang , percaya ada nabi sesudah Muhammad ……ya..biar saja.</i><br />
.<br />
Monggo&#8230; mau mengaku manusia sebagai Tuhan juga tidak apa kok.<br />
.<br />
Tapi, jangan kemudian diberi nama &#8220;<a href="http://alislam.org/">Islam</a>&#8220;. Maaf saja.<br />
.<br />
Beragama itu musti jujur. Bukan malah menipu / mengecoh orang lain.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fadhil Z.A</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-160804</link>
		<dc:creator>Fadhil Z.A</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 01:23:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/archives/2008-01-09-1576/#comment-160804</guid>
		<description>Ahmadiah memang sudah ada di Indonesia sejak 100 tahun yang lalu, tapi ribut -ribut yang menimbulkan kekerasan ya baru belakangan  ini saja. Rasanya kalau masalah akidah dan keyakinan ya urusan masing masing saja. Qur&#039;an juga mengajarkan demikian&quot; lakum dinukum waliyadin&quot; bagimu agama (keyakinan)mu, bagiku agama(keyakinan)ku. Orang Ahmadiyah punya keyakinan seperti yang mereka anut sekarang , percaya ada nabi sesudah Muhammad ......ya..biar saja. Umat Islam punya keyakinan bahwa tidak ada nabi sesudah Muhammad itupun keyakinan yang harus dihargai. 

Iman tidak sama dengan Islam. Iman butuh waktu , proses dan ujian yang panjang dan sulit, seperti dinyatakan dalam surat Al Hujurat ayat 14. Ada orang Badui yang mengatakan mereka telah beriman, tapi Rasulullah diperintahkan mengatakan bahwa mereka belum ber-iman tapi baru Islam, karena Iman itu butuh waktu dan proses yang panjang. Orang yang baru mengucapkan sahadat saja sebenarnya sudah Islam. Untuk ber-iman butuh waktu dan proses yang pandanjang. 

Orang Ahmadiah baru mengucapkan sahadat , mereka baru Islam .....tapi untuk mencapai iman mungkin masih  butuh waktu. Biarkanlah. Kita sebagian besar umat Islam ini juga masih dalam proses....Iman itukan turun naik, kadang kuat kadang lemah. Banyak orang yang mengaku Islam tapi belum menjalankan syariat Islam dengan  benar, ada yang sholat sekali setahn ada yang sekali seminggu ada pula yang sekali sehari , mereka mengaku Islam , jika dikatakan bukan islam mereka pasti marah. Mungkin Ahmadiyah juga seperti itu. 

Jangan terlalu sibuk ngurusin Ahmadiah.... Buang buang umur saja, masalah keyakinan adalah masalah hati nggak bisa dipaksakan.   masih banyak masalah umat lainnya yang butuh penanganan serius. Ajaran Ahmadiah tidak akan mengalahkan ajaran Islam yang benar. Yang benar akan tetap benar yang bathil pasti akan lenyap dengan sendirinya. Yang penting tingkatkan Iman dan keyakinan masing masing.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ahmadiah memang sudah ada di Indonesia sejak 100 tahun yang lalu, tapi ribut -ribut yang menimbulkan kekerasan ya baru belakangan  ini saja. Rasanya kalau masalah akidah dan keyakinan ya urusan masing masing saja. Qur&#8217;an juga mengajarkan demikian&#8221; lakum dinukum waliyadin&#8221; bagimu agama (keyakinan)mu, bagiku agama(keyakinan)ku. Orang Ahmadiyah punya keyakinan seperti yang mereka anut sekarang , percaya ada nabi sesudah Muhammad &#8230;&#8230;ya..biar saja. Umat Islam punya keyakinan bahwa tidak ada nabi sesudah Muhammad itupun keyakinan yang harus dihargai. </p>
<p>Iman tidak sama dengan Islam. Iman butuh waktu , proses dan ujian yang panjang dan sulit, seperti dinyatakan dalam surat Al Hujurat ayat 14. Ada orang Badui yang mengatakan mereka telah beriman, tapi Rasulullah diperintahkan mengatakan bahwa mereka belum ber-iman tapi baru Islam, karena Iman itu butuh waktu dan proses yang panjang. Orang yang baru mengucapkan sahadat saja sebenarnya sudah Islam. Untuk ber-iman butuh waktu dan proses yang pandanjang. </p>
<p>Orang Ahmadiah baru mengucapkan sahadat , mereka baru Islam &#8230;..tapi untuk mencapai iman mungkin masih  butuh waktu. Biarkanlah. Kita sebagian besar umat Islam ini juga masih dalam proses&#8230;.Iman itukan turun naik, kadang kuat kadang lemah. Banyak orang yang mengaku Islam tapi belum menjalankan syariat Islam dengan  benar, ada yang sholat sekali setahn ada yang sekali seminggu ada pula yang sekali sehari , mereka mengaku Islam , jika dikatakan bukan islam mereka pasti marah. Mungkin Ahmadiyah juga seperti itu. </p>
<p>Jangan terlalu sibuk ngurusin Ahmadiah&#8230;. Buang buang umur saja, masalah keyakinan adalah masalah hati nggak bisa dipaksakan.   masih banyak masalah umat lainnya yang butuh penanganan serius. Ajaran Ahmadiah tidak akan mengalahkan ajaran Islam yang benar. Yang benar akan tetap benar yang bathil pasti akan lenyap dengan sendirinya. Yang penting tingkatkan Iman dan keyakinan masing masing.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
