Translate this page :

Review : Ayat-ayat Cinta

Saya kena batunya 🙂 baru beberapa hari yang lalu saya mengatakan tidak berminat menonton film Ayat-Ayat Cinta (AAC); kemudian saya dapat kabar bahwa keluarga saya: ayah, ibu, adik-adik, sampai adik ipar juga akan menonton semua. Dan saya diundang untuk ikut menonton. Waduh… 😀

Ya sudah, akhirnya saya menyerah. Dan hari Jumat kemarin ini kami semua pergi ke Pondok Indah Mall untuk menontonnya. Mumpung adik saya bisa BOGOF (Buy One Get One Free) dengan kartu BCA nya, he he.
Kami sekeluarga nyaris menghabiskan sederet bangku di tengah. Selain itu saya juga bertemu dengan beberapa keluarga lainnya juga. Lucunya hampir semuanya juga dari Bintaro; karena AAC belum ada di Bintaro Plaza ya. Pada eksodus ke PIM deh 🙂

Film kemudian dimulai. Dan saya langsung bengong.
Fahri, yang di novelnya adalah laki-laki yang mature / dewasa, di filmnya menjadi agak, maaf, culun 🙂 Malah cenderung emo.
Secara jujur, ada juga momen-momennya yang bagus. Mungkin 50-50 lah. Tapi ini karena ekspektasi saya & perbandingan antara Fahri di novel dengan di film ya. Bagi yang belum membaca novelnya sama sekali, mungkin justru tokoh Fahri di film enak dilihat.

Sedikit interupsi; ketika menonton itu, terus terang saya sama sekali tidak simpati dengan tokoh Fahri.
Mas Hanung beralasan bahwa manusia sempurna, ala Fahri di Novel AAC, itu tidak ada. Argumen saya, justru perlu dicontohkan, agar bisa menjadi inspirasi. Tapi saya pahami karena ini film agama pertama dari ybs. Mudah-mudahan di kesempatan berikutnya mas Hanung ada lebih banyak keleluasaan untuk menghasilkan yang lebih baik lagi.
Tentang pemeran Fahri sendiri di film AAC, setelah membaca cerita pembuatan filmnya, saya berbalik menjadi salut dengan Fedi Nuril. Saya setuju dengan alasan penolakan Hanung terhadap calon-calon pemeran Fahri lainnya yang arogan dalam perannya.
Mudah-mudahan Fedi jadi semakin baik setelah berperan di film ini, amin.

Anyway, kembali ke filmnya; kami mungkin merusak suasana menonton orang-orang lainnya ketika itu. Beberapa kali kami justru tertawa ngakak ketika ada adegan sedih yang bergaya sinetron (maklumlah, MD entertainment gitu lho 😀 ini film layar lebar keduanya)
Belum lagi celetukan-celetukan adik perempuan saya, yang kebetulan memang rada bawel :D. Saya sampai sesak nafas beberapa kali menahan tawa. Selepas dari bioskop baru kami bisa tertawa lepas mengingat kembali momen-momen yang aneh tersebut.

Memang kesimpulannya AAC ini adalah film yang ringan. Tapi saya kira kita tidak bisa menyalahkan sutradara maupun para pemainnya. Kita sendiri yang musti disalahkan, kenapa maunya menonton film yang remeh-remeh ? Jadi mari mulai sekarang kita dukung film-film yang bermanfaat; bukan sekadar cuma film percintaan kota & film horor ala sinetron (ack). Mas Hanung setahu saya akur sekali dengan ajakan ini.

Tapi, sebenarnya kalau dipikir-pikir lagi, tetap banyak yang bagus dari film ini. Sekilas, saya kira pemeran pendukungnya cukup banyak yang spektakuler.
Saya sangat terkesan dengan ibunya Maria (Marini). Adegannya ketika mengekspresikan terimakasihnya kepada Aisha di rumah sakit adalah satu-satunya saat saya meneteskan air mata. Saya ikut merasa bahagia hanya dengan melihatnya.
Lalu juga pemeran Syaikh Utsman, Iqbal, Syaiful, dst. Masing-masing nampak, dan tidak tenggelam oleh pemeran-pemeran utama.

Kami juga terpingkal-pingkal kagum melihat aksi “orang gila” kawan satu sel Fahri di penjara Mesir. Orang gila ini ternyata justru bisa mengajarkan hikmah dengan caranya yang tidak biasa. Pilihan & implementasi karakternya sangat pas (ringan, namun tetap berhasil menyampaikan pesannya) sebagai pengganti karakter Profesor di novel (yang cukup berat dialognya)

Beberapa komentar tambahan :

[ 1 ] Saya pribadi agak cemas dengan beberapa adegan Maria, yang berpotensi menyinggung umat Nasrani.
Tapi kalau membaca kisah pembuatan film ini di blog mas Hanung, mudah-mudahan bisa disadari bahwa tidak ada niat demikian. Malah ada apresiasi sutradara karena beberapa adegan film tersebut mendapat izin untuk dilakukan di gereja.

[ 2 ] Bagi para pelaku poligami, haram hukumnya menyatukan istri-istrinya di satu rumah.
Saya paham sih memang di film AAC itu Maria & Aisha digabungkan di satu rumah agar bisa ada adegan-adegan lucunya 🙂 tapi itu tidak dibolehkan sebetulnya di dalam Islam.
Sekali lagi saya berharap di film berikutnya kekeliruan seperti ini bisa terhindari, mengingat target film ini adalah 1 juta penonton, jadi ada 1 juta penonton yang berpotensi mendapat informasi yang keliru.

Akhirnya, saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah memungkinkan terwujudnya film ini. Mudah-mudahan makin banyak & semakin bagus film Indonesia; sehingga suatu hari nanti ketika saudara-saudara kita datang ke bioskop, mereka tidak hanya mendapatkan hiburan, namun juga pencerahan.
Maju terus mas Hanung & sutradara Indonesia.

Saran : Kang Abik (Habiburrahman) sebaiknya di masa depan mencari produser yang bisa lebih mau memahami idealisme akang di novel-novelnya. Jangan yang terlalu berorientasi bisnis seperti yang kali ini. Kasihan pihak-pihak terkait, seperti sutradaranya.

Credits : Trims untuk review dari Decon, yang membuat saya menemukan kisah latar belakang pembuatan film ini, langsung dari sutradaranya sendiri.

99 Responses to “Review : Ayat-ayat Cinta

  • 1
    mrbambang
    March 3rd, 2008 16:34

    Saya juga menonton film ini dan walaupun dari awal sudah mewanti wanti diri agar tidak membandingkan dengan novel, ternyata tidak bisa juga. Fahri terlihat begitu culun dan cemen menurut saya, Saya juga ngerasa gimana gitu ketika pada adegan poligami dua istri satu rumah itu. kok film yang katanya religius tapi tidak sesuai dengan ajaran agama gitu. Trus ada lagi pada bagian awal, ada adegan mengeja huruf arab, tangannya mengeja seperti mengeja huruf latin (kiri ke kanan) 😛
    Ya, Ayat Ayat CInta itu seperti film percintaan biasa (sama dengan yang lain lain) tapi ada balutan religius atau seperti sinetron islami gitu lah.

  • 2
    KQkanCil
    March 4th, 2008 10:27

    iya setuju ma mrbambang
    film layar lebarnya terkesan cuman cerita cinta picisan
    padahal d novelnya latar bdaya,politik,ma religinya kental bGt
    udah gitu karakter tokoh2nya jadi banyak yang brubah
    pokoknya nilai2 islamnya luntur bGt deh,cuman agak keliatan lwt simbol2 jilbabnya ja
    aku yakin,ribuan pembaca novel ayat2 cinta pasti kecewa berat abiz nonton film layar lebarnya
    Buat kang Abik,yang sabar ya

  • 3
    decon
    March 4th, 2008 12:41

    Sama² pak, …

    Yah … kadang bisnis mengalahkan idealisme .. kalo nggak gitu gimana bisa laku .. 🙂

    tapi kalo masalah agama kayaknya jangan dimain²in deh .. kalo memberi contoh yah memang seharusnya memberikan contoh yang benar, jangan karena agama bertentangan dengan komersil akhirnya harus memmilih yang komersil tapi melanggar agama .. nah bisa² pendidikan bagi para moviegoers menjadi terbalik .. 🙂

  • 4
    SatriaK
    March 4th, 2008 14:29

    Assalaamu `alaykum, Mas Harry,

    Saya baru tahu kalau poligini para isteri tidak boleh disaturumahkan.
    Memang Nabi menyediakan rumah yang berbeda untuk para isterinya dahulu, tetapi apakah itu berupa perintah yang wajib atau sebuah sunnah? Dapatkah mas Harry memberitahukan hadits yang relevan dengan ini.

    Mohon maaf atas pertanyaan saya yang dhaif ini.

    Wassalaaam,
    SK.

  • 5
    kw
    March 4th, 2008 14:58

    aku juga belum baca bukunya, dan pengen nonton, nanti kalau sudah ga antri… 🙂

  • 6
    sufehmi
    March 4th, 2008 15:40

    @SatriaK – Wa’alaikumsalam wr. wb, beberapa detailnya mungkin bisa dibaca dulu misalnya disini dan disini, nanti kalau sudah ketemu oleh saya nanti saya update lagi.
    Trims.

  • 7
    SatriaK
    March 4th, 2008 17:14

    Terima kasih atas linknya.
    Saya sudah membacanya dan menangkap penulis kedua artikel yang disebutkan mas Harry mencantumkan pendapat ulama, bahwa satu rumah adalah hak masing-masing isteri, tetapi tidak mengapa mengumpulkan isteri dalam satu rumah asalkan mereka ridho.

  • 8
    eka
    March 4th, 2008 17:36

    ayat-ayat cinta bagus kok,,,ak barusan nonton n cocok banget buat pendalaman agama,,ga terlalu men dikte dan ga terlalu bebas,,keren2,,

  • 9
    M. Kurniawan
    March 4th, 2008 20:33

    Jelas bagus novelnya.. Ternyata dibuat oleh MD-nya Punjabi hasilnya amburadul gitu.. Jadi males nonton ama istri..

  • 10
    yanuar
    March 4th, 2008 22:23

    Memang AAC lebih bagus novelnya. Apa lagi dalam novel kan kita bisa membuat visualisasi tokoh tokoh semau kita dan jalan pikiran tiap tokoh tergambar jelas dalam kalimat kalimat.Imajinasi sangat banyak bermain.

    Tapi kalau film, kita harus terima bagaimana intepretasi sang sutradara mengenai suatu cerita.

    Ya, emang nggak bisa dibandingkan sih.

    Tapi memang adegan outdoornya kurang, terus waktu di mahattah metro juga mestinya bisa lebih detail.hehehe 😀 hasil pengamatan sekilas seorang awam.

    semoga nanti mas Hanung bisa banyak berkarya yang lebih baik dari ini.

  • 11
    ilfa
    March 4th, 2008 23:29

    Menurut saya,aac bgus.Mank g etis klo qt compare ma novelny,krna g smua imaji qt bsa dvisualisasikan..Untuk mslh pesan dakwah yg luntur,wlpn saya bkan ahli dbidangny,tp mnurut saya itu udah lbih dr ckup.Mengingat bnyknya film2 saat ini yg g mementingkan moral.Lgpula,qt bsa lihat dr sisi positifny..Jd,mnurut saya,,isi n makna film sangat worth it dgn antusiasme [n tentu sja antrian y panjang] dr masyarakat..

  • 12
    paydjo
    March 5th, 2008 10:52

    terlepas dari kekurangan film ini, aku tetep salut.
    setidaknya islam gag cuma untuk melawan setan atau menakut2i anak kecil
    .
    kalo pendidikan agama yang ditampilkan masih terbatas menurut aku tidak masalah. karena ini film pertama sebagai pendobrak film-film islami dan mungkin juga ditujukan untuk semua kalangan dengan berbagai pemahaman

  • 13
    Jingga
    March 5th, 2008 14:12

    salam,

    in my personal opinion, film ini jd angin segar di perfilm-an Indonesia, walaupun bergenre religi, tp A2C jauh dr kesan membosankan, monoton dan dogmatis.
    Dan teman satu selnya Fahri yg di film itu bukan orang gila.
    Justru dia ‘reminder’ yg nyentrik dan satir, jd kalimat2nya jauuh dr kesan menggurui.
    Sekali lagi itu kesan personal saya lho yaa… 🙂

    sekalian numpang lewat mas ^^

  • 14
    cahyo
    March 5th, 2008 14:16

    Bagaimana kalau dibuat sinetron / miniserinya 🙂

    jadi dapat dibuat kalo bisa semirip mungkin dengan novelnya…

    hmmm… kali aja bisa lebih sukses 🙂

  • 15
    tipis
    March 5th, 2008 14:21

    udah berapa banyak ya aku komen dipostingan reviewnya AAC??? banyak pokoke 😀

    Tapi isinya tetep sama, aku cuman terkesan pada surat cintanya Nauro pada Fahri aja, coba simak kalimat ini

    aku tak ada apapun kecuali hanya ALLAH dihatiku,
    tapi kau datang dengan cahaya,
    aku ingin jadi yg halal bagimu,
    yang akan kau kecup keningnya

    Gimana mantep kan !@$@#$@

  • 16
    Katerina
    March 5th, 2008 16:56

    setiap orang punya jodohnya masing-masing. seperti nil dan mesir. setiap hal juga punya jodohnya masing-masing, seperti Novel AAC dan Habiburrahman. Dan Hanung dengan Film AAC nya. Novel AAC adalah sejarah baru dalam dunia novel islami, dan Film AAC adalah sejarah baru dalam dunia film di negeri ini. coba perhatikan dlm 10thn terakhir ini, semua tema film melulu ttg hantu, pocong,kuntilanak, cinta-cintaan yg vulgar dll. rasanya, film AAC lebih baik dari itu semua, meski tak sempurna. ketidaksempurnaan itu akan membuat kita sebagai penonton belajar utk menghargai dan memberi komentar yg positif, dan Hanung jg hrs lebih bnyk belajar lagi utk menyempurnakan film islaminya. proses belajar itulah, yang mebuat kita menjadi religius. mencela dan menuntut kesempurnaan saja, adalah sifat yg tidak terpuji.

  • 17
    jimmy
    March 6th, 2008 04:46

    @cahyo
    boleh aja dibikin sinetron atau miniserinya, asalkan kualitasnya setingkat dengan sinetron papan atas seperti jelita, yang penting jangan seperti sinetron-sinetron yang beredar sekarang yang mengesampingkan adat-adat ketimuran kita, yang notabene sopan santun dalam berucap dan bertingkah laku. misalnya dengan mencaci maki dan menghujat dengan kata-kata yang tidak pantas yang bisa menimbulkan terpengaruhnya pola pikir masyarakat yang (maaf) tidak berpendidikan. seharusnya badan sensor film bukan hanya mengawasi di film bioskop saja, tapi sinetron-sinetron juga diperhatikan, kalo perlu diganti saja dengan national geography saja, agar bisa wise.

  • 18
    sufehmi
    March 6th, 2008 06:35

    @decon – ya, saya pribadi juga keberatan dengan beberapa detail di film tersebut. Namun di lain pihak kita juga perlu menyadari bahwa level pemahaman setiap orang berbeda-beda, dan mungkin AAC justru banyak bermanfaat kepada banyak orang di level tertentu.
    .
    Pada seperti bencana 9/11 dulu, saya sempat merasa sedih karena merasa hal tersebut sebagai bencana terhadap Islam. Saya kira agama Allah swt ini jadi tercoreng di muka bumi.
    Ternyata saya keliru **total**, sangat banyak orang yang justru mendapat hidayah dari bencana tersebut.
    .
    Jadi saya usul mari kita coba perhatikan, dan kemudian kita ambil pelajarannya dari hal ini juga.
    .
    @eka – walaupun saya berbeda pendapat dengan Anda, tapi sepertinya lebih banyak yang mendapat manfaat & berpendapat sama dengan Anda. Syukurlah jika demikian.
    .
    @M.Kurniawan – pendapat Anda sama persis dengan pendapat saya 🙂
    .
    @ilfa – betul, sangat sulit untuk mentranslasikan novel ke film. Karena itu review ini ditulis dengan berusaha memahami hal tsb.
    .
    @paydjo – terlepas dari kekurangan film ini, aku tetep salut.
    setidaknya islam gag cuma untuk melawan setan atau menakut2i anak kecil

    .
    Betul sekali 😀
    .
    @Jingga – Dan teman satu selnya Fahri yg di film itu bukan orang gila.
    Justru dia ‘reminder’ yg nyentrik dan satir, jd kalimat2nya jauuh dr kesan menggurui.

    .
    Betul banget, iya maaf saya menamakan dia orang gila karena mungkin itu kesan Fahri terhadap dia. Tapi kapasitas pemahamannya jelas menunjukkan bahwa dia sama sekali tidak gila, he he 😀
    .
    @cahyo – wah, itu saya kira ide bagus. Dengan waktu tayang yang lebih panjang, mudah-mudahan esensi novelnya jadi bisa ditampilkan dengan lebih baik.
    .
    @tipis – iya, saya juga terharu mendengarnya, kasihan sekali nasib tokoh yang satu itu. Dan di dunia nyata, memang ada Noura-Noura tersebut dimana-mana.
    Mudah-mudahan makin banyak yang bisa menjadi Fahri-nya.
    .
    @Katerina – semua tema film melulu ttg hantu, pocong,kuntilanak, cinta-cintaan yg vulgar dll. rasanya, film AAC lebih baik dari itu semua, meski tak sempurna. ketidaksempurnaan itu akan membuat kita sebagai penonton belajar utk menghargai dan memberi komentar yg positif
    .
    Setuju 100% mbak.
    .
    @jimmy – ide sinetron AAC jadi makin bagus dengan tambahan usuldari sampeyan, terimakasih.

  • 19
    sam
    March 6th, 2008 11:38

    mengapa seorang yang alim musti ditampilkan dengan yang hafal ayat dan hadits sekian banyak bukan ditampilkan dengan perjuangan hidup dengan penempaan diri mati-matian sehingga mampu memunculkan rasa yg semakin dekat dgn Allah…. apakah ini memang mimpi sebagian muslim mayrakat indonesia akan pergaualan yang islami…muda bahagia dewasa pintar,kaya istri cantik dikagumi banyak orang dan mati masuk surga…. semoga dengan menonton film ayat ayat cinta dapat memberi jawaban (sy blm menonton atau membaca novelnya) selamat menikmati semoga tidak menjadi ayat ayat mimpi

  • 20
    ridhocyber
    March 7th, 2008 02:48

    saya blom sempat nonton!!!

    kalo denger deskripsinya jadi ilfil mo nonton deh!

    padahal rencana minggu mo ke ambarumi plaza jogja buat nonton bareng ama temen2!

  • 21
    review : ayat ayat cinta
    March 7th, 2008 15:40

    […] thank buat mas decon dan mas harry sufehmi yang membawa saya ke cerita dibalik film […]

  • 22
    Samsul
    March 8th, 2008 10:21

    saya juga tidak antusias menonton film ini, karena pengalaman saya novel yang diangkat ke layar lebar pasti membuat saya kecewa. pasalnya, di novel kita bebas berimajinasi sendiri tentang tokoh, karakter, setting dlm cerita, dll. sedangkan di layar lebar kita di suguhi matang interpretasi sutradaranya tentang isi novel ybs. sangat beda dengan menonton film bukan dari novel

  • 23
    evy
    March 8th, 2008 13:49

    saya sangat antusias untuk menonton film ini.
    saya sampai rela tdk belajar untuk membaca novelnya.
    dan ibu serta kakak saya juga sangat menginginkan menonton film ini tetapi slalu kehabisan tiket jadi dikeluarga hanya saya yang sudah menonton. hehehehehehehe

  • 24
    Donny Reza
    March 8th, 2008 22:54

    Saya kok belum menemukan pendapat atau kesan kang Abik sendiri soal film-nya. Mudah2an sih, suatu saat nanti ada yang bisa lebih idealis dan mengangkat kembali film ini dengan spirit yang berbeda.

  • 25
    nevee
    March 9th, 2008 12:29

    Buat Jimmy. maaf sblmnya :
    Di bikin miniseri duh….gk bngt kyknya krn psti crtnya membosankan dan bs jd gk bgt berkesn. Mnrt sy crtnya sbnrnya menarik tp stlh melihat filmnya sy kecewa,mulai dari pemilihan aktor dan aktrisnya dan jg peran mereka d film terdebut,mksdnya knp d film itu yg bnr2 muslimah tdk d bkn bnr2 terjaga kemuslimahannya. Kemudian d film itu jg mmperlihatkan yg berperan plg mnrk,baik dan menonjol bknlah para muslimahnya melainkan Si Maria yg dlm film mnjd seorang kristen koptik.

  • 26
    agni
    March 9th, 2008 20:24

    sy udah nonton filmnya, saya nton filmnya sebelum baca novelnya(sekarang baru mulai baca novelnya). Menurut saya, kalo kita membutakan dan pura-pura gak tau ada novel ayat-ayat cinta, kita bisa menikmati film itu tanpa rasa aneh. Namun, memang bener banget ada yang ‘salah’ di film itu. Fahri adalah tokoh yang ga mau sentuhan dengan yang non muhrim, tapi di film fedi nuril ama rianti sentuhan bahkan dekat sekali, dan juga ada adegan fahri dan aisah sentuhan sebelum menikah (pas ngambil tasbih).

    mas hanung uda bisa menuangkan novel setebal beratus ratus halaman ke dalam film beberapa jam, walau uda ngerubah cerita sana-sini, tapi inti ceritanya bisa disampaikan. AAC BAGUS, bagus karena sdah bisa menyedot penonton yang begitu banyak. bagus karena bisa membawa tema beda di perfilman indonesia. bagus, karena bisa menyentuh hati saya yang sebelumnya beku dan gak minat buat nonton film religius(walopun AAC lebih banyak cinta-cinta nya). bagus, karena tidak mengumbar hal vulgar seperti XL.

    saya setuju aja kalo AAC dibuat mini-seri nya dengan catatan, JALAN CERITA sesuai dengan novel, lebih mementingkan cerita dibandingkan rating, dan tidak dibuat kejar tayang yang sangat bisa merusak cerita awal.

    makasih..

  • 27
    sufehmi
    March 9th, 2008 21:57

    @mulia – salam kenal juga mbak.
    .
    Dan kalau boleh saran, jangan coba-coba membaca novelnya kalau sedang sibuk. Kerjaan yang lain bisa jadi terbengkalai 🙂
    Cari waktu sekitar beberapa hari yang memang lowong 🙂
    .
    @All – sepertinya ide membuat mini seri AAC semakin mengerucut ya 🙂 hm, coba kita pikirkan bagaimana supaya bisa jadi kenyataan. Ramai2 komentar di blog mas Hanung mungkin salah satunya.
    .
    Film AAC dengan segala kekurangannya ya sudah tidak bisa kita apa-apakan lagi. Tapi kalau ada miniseri yang akan dibuat, mudah-mudahan bisa jauh lebih spektakuler lagi hasilnya. Timingnya sangat pas, dimana saat ini nyaris tidak ada miniseri yang berkualitas sama sekali; sehingga kalau ada yang bagus seperti AAC ini maka mudah-mudahan bisa jadi meledak dahsyat.
    .
    Mari kita coba lakukan apa yang mampu kita lakukan. Trims.

  • 28
    edo
    March 10th, 2008 11:00

    sometimes, kita suka mengukur orang lain dengan “baju” kita. sementara menurut saya, dalam perspektif dakwah, maka ukuran yang digunakan seharusnya adalah ukuran orang yang di dakwahi. suka tidak suka harus diakui, ummat islam di Indonesia dinyatakan termasuk terbesar di dunia, tapi toh dalam tataran jumlah. dalam konteks level pemahaman? no body knows.
    so, mari dilihat, ketika bahkan film AAC berpotensi mengalahkan jumlah penonton naga bonar jadi 2, terlihat besar sekali pengaruhnya. bisa jadi, “keringanan” penyampaian itu lebih cocok dengan “pakaian” mayoritas kita 🙂

    kadang, kita lebih kejam terhadap film bernuansa islam. padahal, ketika film hollywood yang bertebaran begitu banyak memberikan sesuatu yang tidak sesuai dengan nilai-nilai, toh yang protes tidak sebanyak protes terhadap film AAC

  • 29
    » Ayat-ayat cinta bloge mbahe
    March 10th, 2008 11:31

    […] cari lagi komentar yang agak positif, misalnya di blognya atmaja.web.ugm.ac.id, atau di blognya mas Harry Sufehmi . Komentar yang agak “pertengahan” bisa anda baca di eramuslim.com dalam forum […]

  • 30
    sufehmi
    March 10th, 2008 11:35

    @edo – kadang, kita lebih kejam terhadap film bernuansa islam. padahal, ketika film hollywood yang bertebaran begitu banyak memberikan sesuatu yang tidak sesuai dengan nilai-nilai, toh yang protes tidak sebanyak protes terhadap film AAC
    .
    Memang ada masalah ekspektasi sepertinya disini 🙂 maklum juga sih, sudah banyak yang jenuh dengan film-film tidak berkualitas yang ada selama ini. Jadi begitu kedengaran ada film dengan setting Islam yang akan dibuat, jadinya pada berharap berlebihan.
    .
    Managing expectations memang nyaris selalu merupakan bagian tersulit dari setiap proyek, termasuk di proyek pembuatan film AAC ini. Anda saya kira pasti juga sudah sering mengalaminya 🙂
    .
    bisa jadi, “keringanan” penyampaian itu lebih cocok dengan “pakaian” mayoritas kita
    .
    Ya, mudah-mudahan jadi banyak yang bisa menarik manfaat jadinya. Seperti yang saya katakan, memang dakwah kadang-kadang justru tibanya dengan cara yang tidak kita duga-duga, seperti kasus 9/11 kemarin ini.
    Kita cuma bisa berusaha yang terbaik saja, dan menyerahkan hasilnya kepada yang diatas.
    .
    Thanks untuk urun rembuknya.

  • 31
    Catatan Perjalanan
    March 11th, 2008 10:49

    Film Ayat-Ayat Cinta, Ketika Idealisme Bertemu dengan Realitas…

    Dunia perfilman Indonesia kembali diramaikan dengan film bernuansa religi. Judul film tersebut adalah "Ayat-Ayat Cinta". Sebagaimana judulnya, film ini diangkat dari sebuah novel yang sangat terkenal yaitu "Ayat-Ayat Cinta". Novel t…

  • 32
    Katerina
    March 11th, 2008 11:19

    Sufehmi, “Saya pribadi agak cemas dengan beberapa adegan Maria, yang berpotensi menyinggung umat Nasrani”

    Percayalah, itu tdk akan menyinggung siapapun. Sentuhan religi yg hanya dapat dirasakan oleh org2 yg menyimak “ada apa dgn jiwa maria” akan membuat jiwa “milik Allah” justru menyadari, “oh inilah agama Allah” itu yg saya alami 3 thn lalu, ketika kelar yg ke 3x nya baca AAC, hidayah Islam menghampiriku..dan sejarah itu pernah tercurah ke kang Abik, ia ikut bahagia, cerita maria malah mengilhamiku…

  • 33
    a3m
    March 11th, 2008 11:49

    karekter fahri dan aisha nya mati bangeeeeeeeeetttttt……
    payah, komersil. tapi udah hebat juga ada film yang sedikit memperlihatkan keindahan islam.
    thanks mas hanung
    maju terussss

  • 34
    a3m
    March 11th, 2008 11:51

    one more…
    mungkin judulnya lebih cocok ” ayat-ayat poligami ” kali ya..he..hee..

  • 35
    a3mx
    March 11th, 2008 11:55

    one more…
    mungkin judulnya lebih pas “ayat-ayat poligami ” kali ya..he..hee..

  • 36
    sufehmi
    March 11th, 2008 12:19

    @katerina – alhamdulillah, saya baru dengar hidayah datangnya dari novel. 🙂
    .
    Kang abik numpuk nih pahalanya.
    .
    Selamat ya mbak. Saya turut bergembira mendengarnya. Thanks for sharing.

  • 37
    Katerina
    March 11th, 2008 16:43

    Syukron Sufehmi. Itulah kenapa, media apapun, entah itu novel atau film, selama kita memandangnya sebagai sesuatu yg positif, tentu dg hati yg bersih pula, maka kebaikan itu akan datang. (dan DIA maha tahu). Menghujat dan mencela, hanya mendatangkan keburukan yg tiada henti. Dan semoga ini tidak riya ataupun sum’a. Hanya semacam sharing, sbg contoh, utk kebaikan saja. Menghargai karya orang, selama karya itu msh dlm batasan yg wajar, apalagi bernilai positif, adalah proses belajar menuju religius. O ya dimana saya bisa menjumpai mas hanung (email, blog atau apa saja) … Jazakallah khair..

  • 38
    zamika
    March 12th, 2008 20:45

    sapa yg mau koleksi dvd aac ato vcd na bisa minta ke aq di zamika89@gmail.com 30rb ajah.
    khusus daerah solo dapet diskon deh.

  • 39
    sufehmi
    March 12th, 2008 20:52

    @katerina – Silahkan mbak, blog mas hanung bisa dinikmati disini.
    .
    @zamika – waduh, mumpung ada film bagus, sebaiknya kita dukung ‘kali ya? Jangan malah dibajak ?

  • 40
    Katerina
    March 13th, 2008 11:26

    zamika, waduh anda jangan “menyeru” kepada keburukan, tapi “menyeru” lah pada kebaikan. membajak itu udah jelas2 perbuatan ga baik. ayolah, kita beli originalnya saja ya… maaf kalau ini kurang berkenan. tapi segala yg tdk berkenan itu memang pahit tapi manis buat “akhirat” mu.. Setuju kang sufehmi…. kita dukung filmnya dengan membeli yg original…kasihan yg udah bersusah paya bikin tuh film..

  • 41
    nurtiny
    March 13th, 2008 16:52

    Membaca novelnya, bikin aku tidak mengurus 3 anakku pagi ke sekolah, karena mulai tidur setelah sholat subuh, juga jadi telat ke kantor. Di Balikpapan belum ada bioskop, jadi nontong potongan-potongannya saja. Memang tokoh Fachri bukan seperti yang kubayangkan, yang macho, bercharacter, dewasa, dsb. Tokoh Maria cukup mendekati, tokoh Aisha lebih cantik yang di bayanganku spt wanita2 di Mekkah campuran Itali+eropa , bukan bule. Tapi gambarnya bagus, adegan walimahnya kurang sesederhana di novel. Kalau saya setuju poligami satu rumah, siapa yang menjamin kehormatan isteri jika tidak ada pengayomnya stay di rumah? Bukankah tujuan poligami untuk melindungi wanita ? Yang saya kurang suka tokoh Fachri terlalu ge-er dicintai banyak wanita, mungkin imaginasi pengarangnya nih. Bagiku tidak ada cinta bagi seorang lelaki yang belum memaklumatkan cintanya padaku, useless, wah jika itu kualami bisa-bisa gua mati beneran. BTW good luck buat semua, pengarang, sutradara, pemain, all yang supportnya.

  • 42
    fitrah
    March 14th, 2008 10:08

    film AAC tidak sesuai dengan novelnya..yeah..lebih banyak kisah percintaannya…padahal inti sebenarnya kan memperlihatkan pencitraan islam sebagai agama yang mulia,but never mine….tp, mang bener 2 istri g boleh 1 rumah???

  • 43
    sufehmi
    March 14th, 2008 10:47

    @fitrah – mang bener 2 istri g boleh 1 rumah???
    .
    Betul, kecuali jika semuanya mengizinkan.

  • 44
    arie angelo
    March 14th, 2008 19:41

    mnding kita nikmati yg ada aja….
    tau gini kan km ja boss yg jd sutradaranya,, psti lbih asyikk…

    bilang ja ma kang abik,,klo da novel baru km ja yg nyutradarain,,, gmna?????

    yakin bisa PERFECT??????

  • 45
    abdee
    March 16th, 2008 06:44

    tuh produser indihe bilang bakal ada versi extended-nya
    mungkin nanti ada bagian2 yg dianggap kurang komersil kemudian ditayangin
    dan film ini mengejar target jadi agak buru2
    mungkin nanti hasilnya bakal lebih bagus
    he .. he.. saya baru nonton bajakannya, nunggu extented-nya aja kalo memang bener ada

    tapi gak bisa bayangin kalo dibuat miniseri??
    miniseri.. ditayangin di tv.. nonton gratis, siapa yg sanggup jadi produser?
    untuk film ini, ongkos produksinya saja diatas rata2 film indonesia, batal syuting di mesir pula.
    lha gimana kalo dibikin berseri? apa kemudian ceritanya di-ubah2 ala indonesia biar bisa menekan budget (spt yg terjadi di film-nya)
    lagipula kebiasaan sineteron2 indonesia, kalo rating bagus, udah deh cerita di-panjang2in

    bagusan AAC dibikin ulang saja (mungkinkah?)
    sampai saat ini penontonnya sudah dua jutaan
    bahkan produsernya bikin target sampai sepuluh juta dan tayang dibioskop sampai ramadhan
    kalo memang film ini sukses besar, tuh produser ditodong aja rame2 biar mau ngeluarin dana lagi nge-remake film AAC he..he.

    dalam benak saya
    bikin semacam gerakan/yayasan nirlaba, himpun dana dari para penggemar AAC dan umat Islam lainnya
    novel AAC sudah 500 ribu kopi, pembacanya di-panas2-in, mau gak nonton AAC yg sama kaya novel, masing2 nyumbang 50 ribu
    trus ngomong sama mas hanung, tolong bikinkan AAC sesuai sama novel
    walaupun durasinya jadi 5-6 jam, kami siap nonton dan sudah siapkan dana-nya, kami punya 25 miliar!! (wah kebanyakan mimpi nih gw!)
    dari kita, oleh kita, untuk kita
    2.0 gitu loh.. 🙂
    emang cuma web doang..

    oh ya mas, setau saya blognya mas hanung yg di multiply
    http://hanungbramantyo.multiply.com

    gak tau blog yg lain bener punya dia apa gak, tapi yg di multiply kaya’nya blog dia yg paling aktif

  • 46
    Andre
    March 17th, 2008 00:18

    udah gw bookmark nih web.. buat ngasih tau ke temen2 gw kalo tuh film yang buat itu tukang sinetron..
    anyway, kayaknya orang2 pada ngantri gara2 ceritanya sedih dan gara2 ada sungai nil nya.. coba kalo happy ending dan gak ada sungai nil nya .. mungkin seperti sinetron2 di tipi.
    Kalo comment gw gak di approve, gak apa-apa.. no hard feeling..

  • 47
    cuweks
    March 17th, 2008 01:38

    “Kang Abik (Habiburrahman) sebaiknya di masa depan mencari produser yang bisa lebih mau memahami idealisme akang di novel-novelnya. Jangan yang terlalu berorientasi bisnis seperti yang kali ini. Kasihan pihak-pihak terkait, seperti sutradaranya.”

    setuju pak, kalo jadi mini seri saya usul pak Dedy Mizwar aja yang produseri

  • 48
    yogi_muslim
    March 21st, 2008 14:52

    assalamu’alaikum

    haduuhh…saya cukup prihatin dengan kondisi umat islam di indonesia!!!
    tidak cukupkah diri kalian dengan al-qur’an dan hadits???!!!

    coba kalian pikir & renungkan…
    lebih mudah mana???
    “mengeluarkan uang untuk infaq di masjid dan di berikan kepada fakir miskin atau mengeluarkan uang untuk membeli tiket nonton bioskop???!!!”

    coba kita asumsikan ya!!!
    1 tiket bioskop = Rp 15.000
    yang sudah nonton ayat2 cinta = -+ 2 juta penonton
    jadi!!! Rp 15.000 X 2juta = 30 milyard!!!
    “WHAT A MUCH MONEY!!!”

    banyak yang bisa kita lakukan dengan uang segitu!!!bisa buat bikin sekolah bagi masyarakat kurang mampu!!!bisa buat mengurangi angka kemiskinan!!!bisa buat bikin rumah allah yang cukup megah!!!dan bisa untuk membuat hal-hal berguna lainnya…
    tapi anehnya kenapa kita malah memberikan uang itu untuk hal yang ngga bermanfaat!!!??? kalaupun bermanfaat,mungkin hanya untuk kesenangan kalian di dunia!!!tapi nanti di akhirat,uang 15 ribu itu tak akan jadi pemberat amal bagi kalian!!!
    kalian lebih memilih memberikan uang kalian ke loket tiket bioskop dari pada ke loket syurga-nya Allah SWT!!!
    Astaghfirullahaladzim!!!

    yaaa sudah lah, toh uang yang sudah kalian berikan ke loket tiket bioskop itu tak akan bisa kembali!!!

    tapi cobalah,mulai sekarang kalian berfikir dahulu sebelum mengeluarkan uang, gunakan uang kita sebijaksana mungkin!!!

    maaf kalau ada kata-kata yang salah

    wassalamu’alaikum

  • 49
    sufehmi
    March 21st, 2008 15:11

    @yogi_muslim – sekarang kita coba menggunakan asumsi yang lain :
    .
    Modal awal : Rp 15.000 (nonton film Ayat-ayat cinta).
    .
    Hasil 1 : jadi sadar, kembali menjadi muslim yang baik, dan sepanjang sisa hidupnya berinfaq sebesar total Rp 100.000.000
    .
    Hasil 2 : non-muslim jadi tergugah untuk masuk Islam.
    .
    Hasil 3 : terinspirasi, dan lalu mendidik anaknya menjadi baik seperti Fahri, yang kemudian sepanjang hayatnya berinfaq lebih dari Rp 1 milyar.
    .
    Dst.
    .
    Inilah kekuatan & potensi media massa.
    .
    Karena umat Islam tidak / gagal menyadari “big picture”-nya, dan sibuk dengan detail-detail teknis, maka umat Yahudi yang menyambar peluang tersebut; dan berhasil dengan sukses merusak generasi muda kita.

  • 50
    chuchan
    March 22nd, 2008 04:51

    Haloo… nebeng komen ya

    ini si adik yg biang rese yg duduk disamping pak harry waktu nonton AAC, tentu aja kita2 ini yg bikin ‘il-feel’ penonton yg lain (maaf yaaa)

    aku sih kagum bgt ama AAC yg bisa mecahin rekor film indonesia, ini patut disyukuri ditengah2 maraknya dorongan pembubaran LSF oleh orang2 yg ngaku2 pekerja seniman yg dodol. sekarang tuh mereka mau ngomong apa pas AAC bisa laku kayak begini, padahal gak ada hantu2 atau adegan sun-sun

    ohya, sekadar advis aja buat yg belum nonton AAC, pertama jangan bawa sodara loe, soalnya pasti tuh film jadi gak romantis sama sekali!!!!!!
    contohnya aja pas adegan si fahri lagi gandengan kedua istrinya dan dia bilang “hari ini enaknya kita ngapain ya???”
    gue abis ngakak sekenceng2nya sama sodara2ku, sampe2 gue jadi takut disuruh keluar ama penjaga bioskop karna merusak suasana haru dan romantis (hik,hik)

    juga entah kenapa tiap kali gue kasih komen (padahal komen gue itu sangat berbobot lho) selalu aja digebukin ama sodara2ku yg entah kenapa pas duduk disamping kanan dan kiri gue, abis nonton jadi cape deehhh

    well, anyway it’s a nice film, tapi kualitas aktingnya masih sinetron bok!!
    gak apa2 ya, daripada nonton filem indonesia yang lain yang penuh hantu dan adegan cup-cupnya
    hehehehehehe

  • 51
    Katerina
    March 22nd, 2008 09:54

    Gw mau koment utk Yogi Muslim, kalo lo itung2an kyk gitu, nominalnya emang wah dan mubazir utk diberikan ke bioskop? tp ingat bhw itu scra ttl. coba itung dampaknya scra personal. kt smua tau (apalagi kalangan santri) bhw bioskop itu slm ini dikenal sbg tempat “haram”. Dan slm ini pula kita hny terpaku bhw tempat “halal” itu hny mesjid. Sdh sgt lazim ustad/ulama/kyai dll berdakwah di mesjid. tp apa pernah mrk berdakwah di Bioskop? tmpt dimn beragam manusia dgn agama, moral, ahlak, yg berbeda-beda? Brp sih anak muda yg iklas dan sukarela dtg ke mesjid utk dgr ceramah kaku yg kdg kala membosankan dgn ayat-ayat yg sulit dicerna oleh manusia2 awam ilmu agama? nah, kl skrg yg alim maupun tdk alim tiba2 berbondong-bondong dtg ke bioskop karna tertarik dgn filmnya knp kt sbg sesama muslim memvonis mrk buang2 uang? mgkn dgn ke bioskop nonton AAC”ajaran islam” akan lbh nyampe ke hati mrk? siapa yg tau? wallahu a’lam! Ingat bahwa Film juga bisa menjadi media dakwah. ini digambarkan dlm surah ke 5 ayat 31 ttg Qabil yg minta diajarkan bgmn cara menguburkan saudaranya yg mati. dan utk mengajarkan itu, Qabil perlu visualisasi. zaman skrg visualisasi itu bs dlm bentuk film. Asal tepat dan jelas. Kl mau bcr soal film yg beda sama novel, jelas saja beda. yg satu bahasa teks, yg lain bahasa visual. Yg penting spirit dari novelnya nyampe! soal pantas tdk pantas muslim msk bioskop, itu karna bioskop slm ini dicap jelek. itulah kita. sudah terbiasa disuguhi dgn yg jelek2 dibioskop, shngg ketika disuguhkan film bagus, hasilnya ttp jelek. padahal jgn lihat “bioskop”nya, lihat konten nya. kalo kita haram nonton bioskop, berarti nonton TV jg haram. berarti taksatupun muslim di indonesia ini yg punya TV kan? Lo jg buang uang beli TV, ya kan? Intinya apapun media dakwahnya, lihat kontennya, bukan medianya. Soal uang 15ribu, tdk mnjd mubazir jika kita bs ambil hikmah dari film yg ditonton…walaupun hanya sebesar debu. karena baru kali ini ada film percintaan yg berlatar belakang islam. wong Habibi dan Hidayat Nur wahid saja ngasih perhatian kok ke film ini…

  • 52
    c. patriawan
    March 23rd, 2008 21:45

    hadisnya dimana bang harry yg mengatakan istri kedua gak boleh dalam satu rumah ?

  • 53
    c. patriawan
    March 23rd, 2008 21:47

    membaca komentar diatas, seperti diatas, terlalu banyak orang Indonesia yang apatis dan cenderung membicarakan ‘technicality’ rather than the contents/fundamental.

  • 54
    AYAT-AYAT CINTA « Herlienzahra’s Weblog
    March 24th, 2008 13:11

    […] cari lagi komentar yang agak positif, misalnya di blognya atmaja.web.ugm.ac.id, atau di blognya mas Harry Sufehmi . Komentar yang agak “pertengahan” bisa anda baca di eramuslim.com dalam forum […]

  • 55
    Herlienzahra’s Weblog
    March 24th, 2008 14:11

    […] cari lagi komentar yang agak positif, misalnya di blognya atmaja.web.ugm.ac.id, atau di blognya mas Harry Sufehmi . Komentar yang agak “pertengahan” bisa anda baca di eramuslim.com dalam forum […]

  • 56
    Dewi
    March 26th, 2008 23:26

    PERTAMA, belajarlah menghargai hasil karya anak bangsa (two thumbs up bwt mas Hanung)..
    KEDUA, sbg org Islam, kita diajarkan utk selalu bersyukur, oleh karena itu bersyukurlah sudah ada film Indonesia yang islami untuk pertama kalinya dan jadi film paling sukses sepanjang sejarah per-film-an Indonesia dengan jumlah penonton terbanyak (akan bertambah terus), mengalahkan Eiffel I’m in love 2,9juta org penonton
    KETIGA, berdakwahlah dengan cara yang lebih manusiawi, kita bukan hanya berdakwah untuk org yg paham agama Islam, tapi berdakwah untuk org yg Islamnya setengah2 (include me; maybe) dan berdakwah untuk kaum non Islam.
    KEEMPAT, ingat, penduduk Indonesia ‘mayoritas’ masih sangat rendah IQ-nya, jangan dijejali dulu dengan hal2 yang berat, ga akan bisa dimengerti oleh mereka..
    KELIMA, sebelum mengkritik film AAC ini, tolong berkaca dulu, apakah bisa membuat film yang lbh bagus dari ini..
    Pandangan visual dan audiovisual pasti berbeda, tolong jangan pernah membandingkan novel dengan filmnya, ga akan pernah sama (even film sekelas Harry Potter ga pernah lebih bagus dari novelnya)

    Segala kesempurnaan hanya milik Allah SWT.
    Semoga kita bisa mengambil hikmah dari film ini. Amin.

  • 57
    Navo aja
    March 27th, 2008 14:12

    AAC emang merupakan sebuah fenomena baru yang timbul di bangsa kita. aq sadar bahwa in bukan persoalan islam or non nya aj yang membikin fenomena di jati diri bangsa ini. krna kta tahu klo film ini adalah sesuai dengan jati diri kita..
    teringat dengan film AADC yang juga sebuah film yang membumi dengan anak bangsa ini sehingga mendapat respon yang besar dari masarakat tanah air ini.
    dari sini kita tahu bahwa selama ini film2 yg beredar di negara ini tidak memenuhi selera kebutuhan masyarakat Indonesia. tentunya kita tahu yang mereka ikuti adalah trend atau selera dunia internasional. hal ini bisa terjadi sebab katanya selera anak bangsa ini adalah selera tradisional atau KAMPUNGAN bagi oarang asing..!!!
    Wassalam… dari Navo d Riau

  • 58
    leo
    March 27th, 2008 14:37

    AAC … niat buat film dakwah itu bagus (tapi sebenarnya niat utama cari uang atau dakwah sih?). Tapi, apa2 yg sebetulnya nggak perlu diubah dr novelnya, ya jangan diganti. Misalnya, menurut novelnya, di metro, si orang Mesir kan nggak nonjok Fahri lalu bilang Allahu Akbar? Di novel, malah dia ngasih tempat duduk ke si turis. Kok di film diganti seperti itu? Kesannya orang islam kayak teroris gitu. Terus, di novel digambarkan Maria itu cewe cerdas (selalu cum laude) dan penulis lepas yang sibuk, tapi kesannya di film seperti cewe pengangguran yang cuma bisa ngegangguin Fahri.. “Fahri…Fahri…” dengan suaranya yang nggak menunjukkan kualitas pribadi sama sekali. Character yg seharusnya orang Mesir, ya cari yang wajahnya mirip-mirip Arab gitu (di Indonesia banyak kali…), nggak seperti si Noura itu. Jadi bingung, ini orang Indonesia yg lagi di Mesir? Yg begitu-begitu kan sebenarnya gampang dituangkan ke film… nggak terlalu susah lah… Ok, btw, selamatlah sudah ada yg buat film agak Islami. Mudah-mudahan jadi trend setter baru. Biasanya yg laku kan kemudian dibuat-buat lagi. Tapi jangan terlalu melenceng dari novelnya ya? Ntar malah kayak sinetron, mulanya mau film komedi, eh ujung-ujungnya jadi santet… Oh ya, para penulis novel harusnya lebih keras mengontrol pembuatan filmnya, biar nggak ngaco.

  • 59
    Arafah17 RN.
    March 27th, 2008 16:23

    Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh….

    Setelah ngebandingin antara film dan novelnya, kayaknya filmnya lebih mirip sinetron ketimbang film yang diangkat dari novel best seller. Terus, kok beberapa karakter di filmnya kok kayak nggak sesuai dengan d novelnya. Contohnya Aisha, di filmnya, Aisha seperti agak sombong dan seperti terpaksa untuk hidup bersama dengan Fahri. Kalo di novelnya, Aisha itu benar2 seorang istri yang patuh dengan kemauan suaminya. Aisha selalu merundingkan masalahnya dengan Fahri, hingga menemukan keputusan yg bijaksana antara mereka berdua.
    Terus masih banyak deh kekurangan2 di film2 ayat cinta……..
    saran saya, sebaiknya dibuat aja mini serinya di televisi, terus harus disutradarai oleh Dedy Mizwar. Trus mini serinya itu sebaiknya ditayangin kalo bulan Ramadhan kayak sinetron2 garapan Dedy Mizwar seperti Para Pencari Tuhan, Lorong Waktu, dll. supaya episodenya tidak terlalu panjang kayak sinetron2 indo lainnya. Dan kalo bisa, saya mengharap Dedy Mizwar dapat memberikan yang terbaik untuk mini seri ayat ayat cinta agar dapat mengobati kekecewaan jutaan penggemar Ayat Ayat Cinta di Seluruh Dunia…..
    Amin
    Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

  • 60
    c. patriawan
    March 27th, 2008 21:08

    @ navo:
    >>hal ini bisa terjadi sebab katanya selera anak bangsa ini >>adalah selera tradisional atau KAMPUNGAN bagi oarang >>asing..!!!

    Yep.

    film/sinetron indonesia belakangan ini 80 persen :

    1. menonjolkan gaya hidup Hedonistis

    2. Mengembangkan Takhayul

    3. Menyongsong Cara Hidup bebas dan Neo-Feodalistik

    Sedikit sekali film indonesia yg bagus (tentunya menurut saya) dan mempunya isi/content/fundamental yang bermanfaat (Terakhir yang bagus menurut saya : Gie, Chau Bau Kan).

    Makanya setelah saya lihat ayat ayat cinta, saya sempat berkata, apa benar ini film Indonesia , koq almost perfect dari banyak sisi 🙂 … wajarlah film ini seperti “air disebuah padang pasir”.

    Untuk yang mengkritik, anda harus memberi sutradara dan pemainnya ‘some credit’.

  • 61
    Wahyu
    March 28th, 2008 16:13

    Aku sedih, cz ga nonton AAC….

    Ga punya duit, n ga ada yang mw di ajak nonton….

  • 62
    ismaa
    March 29th, 2008 15:02

    ikutann ah..
    akhirnya ada komen yg ga mainstream..
    sayang bgt ya,,novelnya mengharukan..bnr-bnr dapet soul islamNya…
    filemNya agak mengecewakan..

  • 63
    Walginah
    March 29th, 2008 19:09

    Ihh, gua sendiri males nonton AAC!!! Gia cuma liat cuplikannya di TV.

    Masak, katanya mahasiswa Al Azhar jurusan tafsir pula dagunya klimis mis mis. Ya minimal ada dikitlah jenggotnya! Mana ada adegannya dia pake kacamata item gitu. Kok rasanya something wrong ya.

    Trus tuh si cewek yang pake cadar kok bajunya cling mewah banget. Aku kok gak pernah ya liat perempuan bercadar berbaju warna-warni.

    Belum lagi nama Maria. Kata “Maria” tuh bahasa Latin. Orang Kristen Ortodoks Koptik dan Ethiopia menyebut ibu Yesus sama kayak orang Islam: Maryam.

    Marianya masuk Islam ya? Kenapa enggak dia tetep Kristen Koptik aja? Liat nih piagam dari nabi Muhammad kepada umat Koptik (http://www.cyberistan.org/islamic/charter1.html) yang di dalamnya tersirat bahwa pria Muslim boleh married dgn perempuan Koptik!!! Nabi bahkan melarang mereka menghalangi para istri Kristen mereka beribadah ke gereja. Piagam ini masih ada di Biara Santa Katarina di Sinai, Mesir. Karena piagam inilah biara itu bisa bertahan hingga lebih dr satu millenium dari serangan (mereka yg ngakunya) Muslim yang menguasai Mesir.

  • 64
    skutz
    March 31st, 2008 13:13

    film aac bagus juga meskipun novelnya kental akan ekspresi narsisme dan egomaniacal dari penulisnya yang dikemas dalam eksibisme kesalehan dan kealiman. Menurut gua cerita di novel aac merupakan dakwah islami sekaligus keinginan bawah sadar dari penulisnya untuk dipuja-puja. digila-gilai , dipuja2kaum wanita. Sebuah obsesi yang tidak mencapai kenyataan, akhirnya diproyeksikan dalam bentuk novel. Mungkin penulisnya pengen banget jadi nabi Yusuf. Dipenjara, difitnah, jago ngaji,ganteng, sholeh, alim dan dikejar-kejar cewe-cewe. Mantaaap hehehe

  • 65
    skutz
    March 31st, 2008 14:31

    mengenai tulisan:
    coba dengarkan ilustrasi musik film aac di menit : 17, 37, 56.
    ada agenda zionis dibalik film aac.ayat-ayat cinta pake ilustrasi musik spiritual yahudi. coba cek di film karya sutradara yahudi steven spielberg :schindler list (film yang dilarang diputar di Indonesia oleh pemerintah tahun 97-an karena berisi kampanye zionisme dan ditolak umat islam). Song theme schindler list sama persis dengan ilustrasi musik yang dipakai di ayat2 cinta(bukan yang lagunya rosa). coba search di youtube “schindler list music” atau
    di. http://www.youtube.com/watch?v=aX2qP3gP_Vs dan http://www.youtube.com/watch?v=ueWVV_GnRIA&feature=related musik itu digubahh komponis zion bernama itzhak Perlman yang diperuntukan untuk kampanye zionisme internasional . mengapa film islam menggunakan ilustrasi musik spiritual yahudi???

    tanggapan saya:
    benar, kalau kita perhatikan dengan seksama ada musik yahudi di film itu. saya udah cek di youtube. dan saya sudah nonton film schindler list dengan lengkap.film itu sangat jewish sekali. ada kesamaan dalam ilustrasi musiknya.kalau film aac sampai diketahui orang2 jewish ( yang nota bene sudah membunuh ratusan ribu muslim palestina), mereka pasti sangat bangga, betapa film islam yang ditonton oleh 3 juta (konon) orang menggunakan musik spiritual mereka.betapa mudahnya umat islam dikecoh dan dipecundangi oleh jewish

    kalo memang harus ada plagiat musik dalam film itu, kenapa yang dipilih lagu yahudi? kalo memang harus ada lagu yahudi di film itu kenapa harus dipilih lagu SPIRITUAL yahudi? kan banyak musik2 lainnya yang ngga provokatif yang bisa dibajak dan diplagiat. kalo memang harus ada ilustrasi film lain yang disisipi aac kenapa harus film schindler list? ?. pensisipan ilustrasi musik yahudi dalam aac saya yakin bukan unsur ketidaksengajaan. ada hidden massage, ada pesan tersembunyi, ada komunikasi konspiratif.film schindler list memang awam dikalangan masyarakat indonesia, karena film itu memang dilarang oleh MUI dan pemerintah indonesia. tapi dikalangan sineas? film itu bukan sesuatu yang asing.

  • 66
    amsriyanto
    March 31st, 2008 15:22

    aneh,,, maksudku orang indonesia itu aneh…. di saat orang lain ( indonesia ) berkarya.. malah di cari kesalahan and kekurangannya.. aku juga orang indonesia.. dulu aku sering tidur and tak tahu apa iman… apa tidak terfikir oleh kita.. bagaimana kita bersyukur atas apa yang di berikanNYA.. and aku juga sebagai umat islam udah liat filmnya… kalo kita bisa ngrasain… pesannya dalam sekali dalam film itu.. ya maaf bagi anda2 yang lebih pinter dari aku… heheheheh…. lakum dii nukum wa liyadiin.. itu aja…

  • 67
    sufehmi
    April 2nd, 2008 04:15

    mereka pasti sangat bangga, betapa film islam yang ditonton oleh 3 juta (konon) orang menggunakan musik spiritual mereka.
    .
    Ketahuan deh nonton versi bajakannya 🙂 versi yang di bioskop setahu saya tidak ada musik dari schindler’s list.
    .
    Teori konspirasi boleh saja, tapi harus dengan dasar yang jelas. Kalau dasarnya cuma prasangka buruk, ini bukan dasar yang kuat. Yang ada jangan-jangan malah cuma membuat Anda berdosa 🙂

  • 68
    Katerina
    April 2nd, 2008 16:09

    ha ha haa ups..lupa muslimah ga boleh ngakak kan ya?? Heran, kok ada (mungkin bnyk jg) ya org yg sibuk bahkan detail banget nyari kesalahan orang lain? sampe detail soal ilustrasi musik film segala. kalo saya lihat sih, penilaian sprt ini gak “jenius”, malah lebih “terbelakang”. pernyataan kayak gitu, jgn2 cuma bertujuan buat menghasut.. lalu ada yg kemakan hasutannya..lalu bertindak, anarkis lagi, lalu… lalu… dst nya sampe akhirnya AAC dibilang “PEMBOHONG” lalu seluruh muslim Indonesia ribut2..dan tertawalah si penghasut karna dia tak terima pesan dakwah AAC, bahkan mungkin tersinggung? Oh..jadi dia cuma nonton dari bajakan… ketahuan deh kredibilitasnya. pantesan ngomong kayak gitu… (Ya Allah, semoga dia kau ampuni!)

  • 69
    arie
    April 3rd, 2008 20:20

    @sufehmi,

    [ 2 ] Bagi para pelaku poligami, haram hukumnya menyatukan istri-istrinya di satu rumah.

    boleh refer dalil naqli nya ?

  • 70
    yudha
    April 4th, 2008 13:04

    Usaha membandingkan karya film dan karya sastra akan sia-sia. Ibarat membandingkan minyak dan air, gak akan ketemu juntrungannya. Jelas-jelas keduanya adalah media berkreasi yang berbeda. Sekali lagi, BERBEDA.

    Prihatin juga dengan berbagai pihak yang seolah-olah beranggapan bahwa film ini hanya berorientasi bisnis, dengan menafikan nilai-nilai kultural dan religi yang terkandung pada novel. Mungkin kita, BANGSA INDONESIA harus belajar banyak untuk menghargai hasil karya orang lain (apalagi bangsa kita sendiri) yang mau berkarya dengan mengangkat nilai-nilai yang seharusnya melekat pada keseharian kita. BUkan cuma mengidolakan produk asing yang belum tentu juga sarat dengan pesan moral.

    Apapapun hasilnya, AAC pantas mendapat penghargaan! Maju terus mas HAnung, terus berkarya Kang Abik! Salut!

  • 71
    priyo
    April 21st, 2008 10:14

    baguslah, dengan adanya film ini, sekarang ikhwan akhwat rajin menyanyi dan mendengarkan lagu soundtrack film ini, sekarang remaja-remaja islam rajin pacaran dengan meniru model pacaran islami ala film ini, dan hasil dari dakwah ala film AAC tak jauh-jauh dari talbis, mencampurkan yang haq dengan yang bathil. terlepas dari niat baik dan usaha kang hanung sesuai dengan kemampuannya memahami agama, seluruh isi film ini dikira Islam… padahal….

  • 72
    RIDAN
    May 2nd, 2008 09:57

    lumayan se fiimnya buwat nambahin wawasan islam kita sayangnya ko beda bggggggggggggggggt ya ma novelnya.kurang religius gitu………….

  • 73
    mutiara
    May 5th, 2008 22:53

    Mei’ 2008
    Bismillah
    KISAHKU
    Sore hari setelah hujan reda, sembari menunggu suami pulang KKN aku mencoba meluangkan waktu tuk sejenak flash back kehidupanku.
    Dulu sebelum aku menikah, aku adalah seorang wanita yang bekerja di suatu perusahaan KOSMETIK terkenal. Yang namanya di kosmetik, kita harus bersedia di tempatkan dimana saja. Dan pada waktu itu aku ditempatkan di luar kota tempat tinggalku. Aku seneng coz aku bisa banyak pengalaman & punya banyak teman baru.
    Sebenernya agak-agak takut juga sih coz ini pertama kali aku merantau & aku sama sekali nggak punya teman di kota itu. Aku nekat aza karena aku yakin Alah azza wa jalla pasti akan melindungi hamba-hambaNya yang slalu ingat padaNya n aku juga berprinsip : “ siapa yang menanam kebaekan pasti dia akan menuainya, begitu juga sebaleknya “ (Az Zilzal 7-8) mungkin juga karena aku mempunyai kepribadian yang supel, so lama kelamaan aku punya banyak kenalan.Temenku di luar kerja kebanyakan cowok & mereka sangat baek n perhatian ma aku. Tiap kali diminatain tolong, mereka slalu ada buatku. Bukannya sombong/membanggakan diri, banyak yang bilang kalo wajahku tu cantiex & tubuhku sexy maybe karena itu mereka baek ma aku n mau mengambil hatiku. Temen-temen kosmetiku juga beranggapan sama kaya aku :” yang namanya cowok pasti baek ma cewek, palagi ma orang cantik+sexy kaya kamu…ya pasti mau berkorban apa aza demi tuk ngdapetin kamu”.aku sih no problem, selama mereka baek+sopan…why not? Prinsipku : “ lebih baek dicintai daripada mencintai” coz ku nggak pengen lemah gara-gara seorang cowox, dengan begitu kita tidak akan sakit hati hanya karena cowok.
    Dengan banyak bergaul aku jadi tahu dunia luar yang banyak orang-orang melanggar syariat-syariat agamanya & berbuat banyak kemaksiatan seakan tidak takut dosa, seperti : pergi ke diskotik mabuk-mabukan, pacaran di luar batas (free sex),orang-orang kaya yang jajan di luar mencari daun muda yang padahal istri-istri mereka juga cantik-cantik & kelihatannya nurut sama suami. Di depan para istri, suami-suami itu seakan setia sama istrinya tapi ternyata di belakang mereka berbuat yang tidak sepantasnya, dan masih banyak lagi contoh-contoh yang lain. Mereka melakukan seperti itu hanya karena untuk memuaskan hawa nafsunya, untuk kesenangan dunia yang sesaat (Astaghfirullahal ‘adzim, Na’udzubillahi mindzalik). Padahal kita tahu bahwa dunia ini hanya bersifat sementara & kehidupan yang sesungguhnya adalah nanti di akherat (QS. Al A’la 17).
    Setelah apa yang aku tahu tentang kehidupan luar, aku slalu berdo’a mohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala supaya aku mendapat jodoh yang baek soleh yang nantinya isa membimbing aku ke jalanNya, yang tahu agama karena orang yang tahu agama insya Allah tidak akan menyakiti keluarganya & supaya keluarga kami nanti menjadi keluarga samara (sakinah mawadah warohmah) yang diridhoi & diberkahi olehNya…amin. Aku berdo’a seperti itu karena sungguh MasyaAllah banyak sekali cobaan yang aku hadapi, palagi sebagai seorang yang bekerja di kosmetik yang tahu cara merias, merawat & mempercantik diri dengan baek yang menjadikan dandanan & penampilanku lain dari yang lain. Banyak cowok yang pengen deket ma aku termasuk para lelaki hidung belang, banyak rayuan & buaian yang mereka lontarkan menawarkan kesenangan-kesenangan semu supaya aku jatuh ke dalam pelukan mereka supaya tercapai apa yang diinginkan.
    Alhamdulillah Allah sayang & mendengar do’aku. Aku mendapat jodoh yang soleh, sayang ma aku & baek ma keluarga juga menjaga hubungan baek dengan tetangga & teman-temannya. Dia merubah aku 180° yang tentunya dengan ijin Allah subhanahu wa ta’ala. Orang yang kenal aku & tahu gaya hidupku mengatakan : kalo aku ini mendapat Hidayah dari Allah subhanahu wa ta’ala. Aku yang dulunya suka tebar pesona, pakainnya sexy, seneng-seneng ma temen-temen, ngerjain cowox-cowox dan lain-lain. Sekarang insya Allah aku akan memperbaiki diri berusaha menjadi istri yang solekhah, pakaianku menutup aurat (bercadar) karena ada perintahnya (Qs. An Nur 31, Al Ahzab 33 & 59) nurut & melayani suami. Karena supaya aku mendapat pahala dari Allah subhanahu wa ta’ala & ada sebuah hadist mengatakan, Rosulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “ wahai istri-istri yang solekhah, masuklah kamu sekalian ke dalam surga lewat pintu mana saja yang kamu suka “. SubhannAllah betapa surga itu murah karena hanya dengan bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala & dengan ikhlas mengerjakan tugas-tugas sebagai ibu rumah tangga menjadi istri yang solekhah, kita bisa masuk surga. Sebaliknya neraka itu mahal karena dengan membeli miras, ngejablai/mboking cewek, menghambur-hamburkan uang bukan di jalan Allah dan lain-lain tidak sedikit uang yang harus dikeluarkan untuk itu.
    Jujur waktu bekerja di luar kota, aku mempunyai pacar di kota asalku. Aku & dia bertemu 1 minggu skali, karena waktu aku libur kerja aku pulang ke kotaku & dia maen kerumahku. Padahal hubungan kami sudah lama terjalin tapi dia tidak pernah kasih kepastian akan dibawa kemana hubungan ini sampai suatu saat dia berkata jujur ma aku karena ortunya tidak setuju jika dia jalan ma aku, karena pekerjaanku.mereka melihat hanya dari luarnya saja, menganggap kalau orang kosmetik itu gaya hidupnya glamour sukanya menghambur-hamburkan uang. padahal tidak semua orang kosmetik begitu. Aku tahu itu hanya sebagai alasan saja karena yang ortunya inginkan sebenarnya supaya anaknya dapet orang yang lebih baek sedrajat karena emank jabatan dia di kantornya lumayan tinggi. tapi dia sangat sayang & nggak ingin berpisah denganku, dia minta waktu untuk meyakinkan ortunya. Mendengar alasan ortunya, aku jadi males ma cowoxku itu & aku minta supaya hubungan kami break dulu. Selama aku break ma cowoxku, tanpa terasa ada yang mencuri hatiku. Dia sangat perhatian ma aku, apa yang aku mau slalu dituruti & aku merasa cintanya tulus ma aku. Tapi dia nggak pernah mau ungkapin perasaannya ma aku & akupun menganggapnya sebatas teman yang slalu siap menolong aku, untuk mengisi kekosonganku akupun sering jalan ma dia. Akhirnya aku & cowoxku memutuskan jalan sendiri-sendiri karena percuma menjalin hubungan yang nggak ada ujungnya. Setelah aku putus, aku smakin deket ma cowox itu tapi aku nggak hubungan tanpa status nggak ada kejelasan. Ada cowox laen lagi yang menyatakan cintanya padaku, cowox itu da lama kukenal tapi baru kali ini kami sempet jadian. Dia sayang banget ma aku, mau antar jemput aku 1minggu skali & pintar mengambil hati ortuku. Kamipun sempet jalan beberapa bulan karena setelah itu dia nggak ada kabarnya.
    Aku bosan & merasa jenuh dengan apa yang aku alami, aku curhat ma pamanku yang seorang ustad. Pamanku menyarankan aku supaya segera menikah untuk menghindarkan diri dari dosa-dosa. Setelah aku merenung & berpikir akhirnya akupun menuruti kata pamanku, dan aku minta supaya pamanku yang mencarikan pendamping hidup buatku. Dari sinilah aku dikenalkan suamiku, kami kenal 2 minggu dia langsung melamarku. Nggak tahu knapa hati merasa mantap sehingga aku mau menerima lamarannya. Kami knal tgl 9 feb’08 & menikah tgl 9 mrt’08. Setelah aku trima lamarannya banyak sekali coba’an yang datang. yang tadinya nggak ada kabar tiba-tiba muncul meminta maaf & menjelaskan alasannya. Yang dulu ja’im ungkapin isi hatinya, dia ungkapin & jlasin knapa dulu nggak mau mengungkapkannya, sedang mantanku yang pertama dia nyesel karena nggak isa meyakinkan orutnya sampai-sampai dia sakit tahu aku mau married. Tapi semuanya sudah terlambat, penyesalan mereka tak ada gunanya. Apapun alasan mereka aku tetap pada pilihanku yang insya Allah baek bagiku.
    Pernikahan kamipun berlangsung alhamdulillah lancar-lancar aja tanpa ada kendala apapun. Tapi yang namanya hidup pasti tidak akan berjalan mulus, palagi sebuah rumah tangga pasti di dalamnya akan banyak coba’an yang harus kami hadapi. Ternyata benar, nggak lama kami nikah temen-temen cowoxku dulu masih banyak yang menghubungiku termasuk mantan cowoxku yang sms kadang masih inget aku. Alhamdulillah suamiku orangnya sabar & memaklumi gangguan-gangguan itu.
    Semoga Allah subhanahu wa ta’ala mau menerima tobatku & merahamati keluarga kami…amien.

  • 74
    mulky
    November 9th, 2008 14:05

    amin

  • 75
    Movie Trailer
    February 12th, 2009 09:59

    Bagi yang demen nonton film, blog saya nyediain trailer2 film.
    berkunjung ya..

  • 76
    sam
    October 8th, 2009 01:46

    mengapa seorang yang alim musti ditampilkan dengan yang hafal ayat dan hadits sekian banyak bukan ditampilkan dengan perjuangan hidup dengan penempaan diri mati-matian sehingga mampu memunculkan rasa yg semakin dekat dgn Allah…. apakah ini memang mimpi sebagian muslim mayrakat indonesia akan pergaualan yang islami…muda bahagia dewasa pintar,kaya istri cantik dikagumi banyak orang dan mati masuk surga…. semoga dengan menonton film ayat ayat cinta dapat memberi jawaban (sy blm menonton atau membaca novelnya) selamat menikmati semoga tidak menjadi ayat ayat mimpi

  • 77
    freebiejeebies
    January 29th, 2010 04:31

    Wow i love this blog, very interesting indeed!

  • 78
    Jadwal Pertandingan Piala Dunia 2010
    February 4th, 2010 01:48

    kita malah harus interupsi sama yang buat novel, masak bikin sosok yang nggak ada di dunia….

  • 79
    X-Blog Contest
    February 10th, 2010 00:56

    nggak tahu ya, kenapa aq nggak begitu tertarik dengan ayat2 cinta, baik novel maupun filmya?

  • 80
    Multiple Search Engine Popular
    February 18th, 2010 01:37

    ayat2 cinta? saya kurang tertarik

  • 81
    kerja sampingan
    February 22nd, 2010 23:55

    pantasan ayat ayat cinta laris manis ya

  • 82
    ulfa
    April 27th, 2010 15:10

    Meskipun filmnya gag sesuai dengan novel aslinya, tapi ya AAC merupakan pendobrak film layar lebar Perdana di bumi indonesia…

  • 83
    machen
    September 10th, 2010 09:02

    PDF Creator can creat PDF document files from Microsoft Office 2003/2007/2010 (Word, Excel, PowerPoint), image (JPEG, GIF, TIFF, PNG, BMP), Text, RTF, CHM, DjVu and more printable files.
    PDF Creator
    JPEG to PDF
    GIF to PDF
    PNG to PDF

  • 84
    Nancy
    October 8th, 2010 11:27

    Luar biasa! Saya selalu belajar sesuatu baru kepada anda. Makasih.

  • 85
    Michael yani
    November 13th, 2010 19:04

    Memang bagus filmnya

  • 86
    Steve
    December 16th, 2010 23:00

    wah, kalo saya mas, cuma kebagia cerita dari orang2 yang sudah nonton….
    sedangkan saya sendiri belum pernah…. soalnya nggak pernah dapat teman nonton… mosok pergi sendirian…. cape deeh :mrgreen:

    mas harry… makasih banyak. jarang ada orang yg sebaik mas harry 🙂

    Eight RB Entrance Special Surveillance

  • 87
    bag factory
    December 18th, 2010 09:35

    arin ini kami semua pergi ke Pondok Indah Mall untuk menontonnya. Mumpung adik say

  • 88
    sqltutorial
    December 20th, 2010 16:51

    terlepas dari semuanya, film ini termasuk yg sukses dipasaran nasional

  • 89
    farmacia on faceblog
    January 30th, 2011 22:19

    thanks for this..
    perlunya web komunitas event organizer and indonesia pancen houye

  • 90
    cekay
    March 4th, 2011 12:21

    film ini menjadi batu lonjakan terhadap film2 indonesia sekarang ini

  • 91
    Oriflame Indonesia
    April 28th, 2011 10:01

    Aku suka banget dengan film ayat2 cinta ini, nonton berulang kali nggak bosan2 😀

  • 92
    Rental Mobil Jogja
    April 28th, 2011 10:04

    Film ini memang keren Pak, teman-teman saya di Jogja pada suka nonton film ini dulu, biasanya kami nonton rame2 naik mobil lalu berangkat ke bioskop terbaik yang ada di jogja

  • 93
    huruf timbul
    November 9th, 2011 12:17

    huruf timbul…

    […]harry.sufehmi.com » Blog Archive » Review : Ayat-ayat Cinta[…]…

  • 94
    دردشة يمنية
    February 21st, 2012 03:04

    sallam alkikom

  • 95
    Supplier Herbal Magetan
    September 3rd, 2013 17:16

    AAC adalah film yg memberi motivasi tersendiri bagi kaum adam yang selalu menjaga cinta karna Allah. agar tetep istiqomah dg cintanya itu dan terbuai dg knikmatan sesaat

  • 96
    Isman Rasyidin
    March 30th, 2015 19:11

    PENTING MENYADARINYA! SILAHKAN BACA

    Salam teman-teman, aku punya kabar baik untuk berbagi. silakan bergabung dengan saya untuk menjadi bahagia. Aku baru saja dapat pinjaman dari sah secara hukum internasional pribadi pinjaman organisasi. Ini adalah bagaimana aku bisa mereka hubungi. Aku melihat kesaksian dari satu Nyonya mimosa wijayanti dari indonesia di website. Dia narrated bagaimana dia mendapatkan pinjaman dari mereka dan dia memberikan mereka agen email ke semua orang. Dia juga menjelaskan proses dia melewati dalam mendapatkan dia penundaan. Jadi aku segera kirim mereka dan mereka membalas ke saya kirim. Mereka meminta saya untuk mendapatkan PPI asuransi bond sejak aku meminta untuk tidak ada jaminan unsecured pinjaman. Jadi aku mengikuti saran dari mimosa wijayanti dan juga mengikuti proses dia diikuti dan aku diasuransikan saya pinjaman. Jujur, awalnya aku sangat takut karena aku telah kehilangan uang saya untuk penipuan sebelumnya. Tapi, aku punya kejutan yang kurang dari 48 jam setelah insuring saya pinjaman, pinjaman dari Rp850.000.000 benar-benar dipindahkan ke rekening saya. Keseluruhan proses sederhana. Tidak menyembunyikan tuntutan. Tidak ada yang dibutuhkan dari saya sejak aku sudah diasuransikan pinjaman. sampai saat ini, aku masih sulit percaya. Saya pikir saya sedang bermimpi ketika aku mendapatkan pesan dari bank saya yang account saya telah beem dikreditkan. Sekarang, hatiku penuh dengan kegembiraan. Aku ingin nasihat seseorang yang mencari asli tempat untuk mendapatkan sah mendesak pinjaman untuk memulai bisnis, mendanai proyek besar, atau membayar utang yang harus kirim mereka sekarang melalui mereka email:(johnson.kivagroup@gmail.com) dan kau juga akan bahagia dengan cara yang sama saya bahagia sekarang. Aku ingin terutama terima kasih mimosa wijayanti untuk memberikan mereka kontak kepada publik. Dan jika kau menghubungi mereka dan juga mendapatkan pinjaman dari mereka, silahkan menyebarkan ini berita bagus jadi orang lain juga bisa mendapatkan keuntungan. Terima kasih.

  • 97
    jual drumband
    April 4th, 2017 10:30

    Terimaksih atas informasinya berkaitan dengan Review : Ayat-ayat Cinta
    Ditungu kunjungan baliknya

  • 98
    jual marchingband
    April 4th, 2017 10:31

    Terimaksih atas informasinya berkaitan dengan Review : Ayat-ayat Cinta
    Ditungu kunjungan baliknya

  • 99
    Sewa Mobil Jogja
    June 6th, 2017 15:04

    Bagus banget ceritanya, termasuk film yang membanggakan Indonesia, di tonton umat muslim di seluruh dunia. hhe

Leave a Reply

 

Subscribe without commenting

            








SEObox: Web Hosting Murah Unlimited Komik Indonesia Homeschooling Indonesia