<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Jurnalis kritis : dimana engkau berada ?</title>
	<atom:link href="http://harry.sufehmi.com/archives/2008-05-01-1644/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-05-01-1644/</link>
	<description>life is a struggle &#038;&#038; information wants to be free</description>
	<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 10:22:07 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.1</generator>
		<item>
		<title>By: sufehmi</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-05-01-1644/#comment-132511</link>
		<dc:creator>sufehmi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 10:51:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1644#comment-132511</guid>
		<description>@prazze - terimakasih untuk informasinya ! saya akan coba koreksi.
.
@tazlucu - luar biasa:) speechless saya.
.
Mudah-mudahan situasinya bisa segera berubah dari apa yang dikatakan oleh pak Swinton ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@prazze - terimakasih untuk informasinya ! saya akan coba koreksi.<br />
.<br />
@tazlucu - luar biasa:) speechless saya.<br />
.<br />
Mudah-mudahan situasinya bisa segera berubah dari apa yang dikatakan oleh pak Swinton ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tazlucu</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-05-01-1644/#comment-132119</link>
		<dc:creator>tazlucu</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 02:57:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1644#comment-132119</guid>
		<description>Cuma mau memberikan tambahan: kutipan dari John Swinton.

Asked to give a toast before the prestigious New York Press Club in 1880, John Swinton, the former Chief of Staff at the New York Times, made this candid confession [it's worth noting that Swinton was called "The Dean of His Profession" by other newsmen, who admired him greatly]:

" There is no such thing, at this date of the world's history, as an independent press. You know it and I know it. There is not one of you who dares to write your honest opinions, and if you did, you know beforehand that it would never appear in print. I am paid weekly for keeping my honest opinions out of the paper I am connected with. Others of you are paid similar salaries for similar things, and any of you who would be so foolish as to write honest opinions would be out on the streets looking for another job.

     If I allowed my honest opinions to appear in one issue of my paper, before twenty-four hours my occupation would be gone. The business of the journalist is to destroy the truth; to lie outright; to pervert; to vilify; to fawn at the feet of Mammon, and to sell the country for his daily bread. You know it and I know it and what folly is this toasting an independent press. We are the tools and vassals of the rich men behind the scenes. We are the jumping jacks, they pull the strings and we dance. Our talents, our possibilities and our lives are all the property of other men. We are intellectual prostitutes. "

Melihat kondisi yang ada, sepertinya self-prophecy-nya Swinton benar nih.

Masak "ada gajah" di ruangan ga satupun yang melihat, kecuali si Helen Thomas...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Cuma mau memberikan tambahan: kutipan dari John Swinton.</p>
<p>Asked to give a toast before the prestigious New York Press Club in 1880, John Swinton, the former Chief of Staff at the New York Times, made this candid confession [it's worth noting that Swinton was called "The Dean of His Profession" by other newsmen, who admired him greatly]:</p>
<p>&#8221; There is no such thing, at this date of the world&#8217;s history, as an independent press. You know it and I know it. There is not one of you who dares to write your honest opinions, and if you did, you know beforehand that it would never appear in print. I am paid weekly for keeping my honest opinions out of the paper I am connected with. Others of you are paid similar salaries for similar things, and any of you who would be so foolish as to write honest opinions would be out on the streets looking for another job.</p>
<p>     If I allowed my honest opinions to appear in one issue of my paper, before twenty-four hours my occupation would be gone. The business of the journalist is to destroy the truth; to lie outright; to pervert; to vilify; to fawn at the feet of Mammon, and to sell the country for his daily bread. You know it and I know it and what folly is this toasting an independent press. We are the tools and vassals of the rich men behind the scenes. We are the jumping jacks, they pull the strings and we dance. Our talents, our possibilities and our lives are all the property of other men. We are intellectual prostitutes. &#8221;</p>
<p>Melihat kondisi yang ada, sepertinya self-prophecy-nya Swinton benar nih.</p>
<p>Masak &#8220;ada gajah&#8221; di ruangan ga satupun yang melihat, kecuali si Helen Thomas&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: prazze</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-05-01-1644/#comment-127948</link>
		<dc:creator>prazze</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 10:53:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1644#comment-127948</guid>
		<description>Slam kenal,

mas saya kesulitan untuk meninggalkan komen, ada peringatan "duplicate" dan ketika mau isi komen via form di about muncul 404 not found...

blognya sangat bagus...

saya pasti kunjungi terus...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Slam kenal,</p>
<p>mas saya kesulitan untuk meninggalkan komen, ada peringatan &#8220;duplicate&#8221; dan ketika mau isi komen via form di about muncul 404 not found&#8230;</p>
<p>blognya sangat bagus&#8230;</p>
<p>saya pasti kunjungi terus&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sufehmi</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-05-01-1644/#comment-127887</link>
		<dc:creator>sufehmi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 03:33:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1644#comment-127887</guid>
		<description>@salim - oh ya, memang BBC sekalipun tidak sempurna. Selama saya di UK, beberapa kali kita menemukan beberapa beritanya yang bermasalah.
.
Tapi jika kita bandingkan dengan media massa USA, BBC &#038; The Guardian masih JAUH lebih mendingan.
.
Karena BBC adalah milik publik, solusinya saya kira adalah komunitas muslim UK harus melobi pihak BBC dengan lebih baik lagi, agar pemberitaan mereka jadi makin lebih berimbang.
.
Mungkin demikian.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@salim - oh ya, memang BBC sekalipun tidak sempurna. Selama saya di UK, beberapa kali kita menemukan beberapa beritanya yang bermasalah.<br />
.<br />
Tapi jika kita bandingkan dengan media massa USA, BBC &#038; The Guardian masih JAUH lebih mendingan.<br />
.<br />
Karena BBC adalah milik publik, solusinya saya kira adalah komunitas muslim UK harus melobi pihak BBC dengan lebih baik lagi, agar pemberitaan mereka jadi makin lebih berimbang.<br />
.<br />
Mungkin demikian.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: salim</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-05-01-1644/#comment-127768</link>
		<dc:creator>salim</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 May 2008 12:12:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1644#comment-127768</guid>
		<description>"Saya kira benar, tapi masih ada perkecualian, seperti The Guardian &#38; BBC.
.
Dan keduanya bukan milik pribadi — BBC didanai oleh rakyat (dari “pajak TV”), dan The Guardian dimiliki oleh perusahaan non-profit."
.
.
Ada analisis menarik by DR Marranci. Ihwal "Kristen Teroris" dan media di Eropa (termasuk BBC!), dan ikhtiyarnya utk mengontak media ybs.  Tautan: &lt;a href="http://marranci.wordpress.com/2008/04/14/terrorism-in-the-name-of-jesus-everybody-ignore/"&gt;Terrorism in the name of Jesus? Everybody ignore&lt;/a&gt;.

Wallaahua'lam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Saya kira benar, tapi masih ada perkecualian, seperti The Guardian &amp; BBC.<br />
.<br />
Dan keduanya bukan milik pribadi — BBC didanai oleh rakyat (dari “pajak TV”), dan The Guardian dimiliki oleh perusahaan non-profit.&#8221;<br />
.<br />
.<br />
Ada analisis menarik by DR Marranci. Ihwal &#8220;Kristen Teroris&#8221; dan media di Eropa (termasuk BBC!), dan ikhtiyarnya utk mengontak media ybs.  Tautan: <a href="http://marranci.wordpress.com/2008/04/14/terrorism-in-the-name-of-jesus-everybody-ignore/">Terrorism in the name of Jesus? Everybody ignore</a>.</p>
<p>Wallaahua&#8217;lam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ahsya</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-05-01-1644/#comment-122686</link>
		<dc:creator>Ahsya</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 00:19:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1644#comment-122686</guid>
		<description>Departemen saya bekerja kebetulan sering berinteraksi dengan kalangan media. Saya sering terkaget-kaget mendengar kawan2 di tim PR mengatakan bahwa si anu wartawan dari media anu minta uang sekian-sekian, atau hadiah ini-itu. Dan imbalannya, berita yang dia sajikan memuji kantor saya setinggi langit, dan kalau enggak dipenuhi, ya beritanya "menyerang". Belum lagi para wartawan bodrex yang datang tanpa diundang ke acara kantor, tapi bawelnya melebihi wartawan beneran. Celamitan. Salut untuk media seperti MetroTV yang mampu mendidik wartawannya untuk bersih dan lurus (dikasih transport, doi marah bo! Padahal murni ingin ngasih hadiah aja). Media lainnya pasti ada juga yg lurus dan murni wartawan spt ini. Amin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Departemen saya bekerja kebetulan sering berinteraksi dengan kalangan media. Saya sering terkaget-kaget mendengar kawan2 di tim PR mengatakan bahwa si anu wartawan dari media anu minta uang sekian-sekian, atau hadiah ini-itu. Dan imbalannya, berita yang dia sajikan memuji kantor saya setinggi langit, dan kalau enggak dipenuhi, ya beritanya &#8220;menyerang&#8221;. Belum lagi para wartawan bodrex yang datang tanpa diundang ke acara kantor, tapi bawelnya melebihi wartawan beneran. Celamitan. Salut untuk media seperti MetroTV yang mampu mendidik wartawannya untuk bersih dan lurus (dikasih transport, doi marah bo! Padahal murni ingin ngasih hadiah aja). Media lainnya pasti ada juga yg lurus dan murni wartawan spt ini. Amin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rehat sejenak, melepas penat, Jeng ! &#187; Blog Archive &#187; Jurnalis kritis : dimana engkau berada ?</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-05-01-1644/#comment-120821</link>
		<dc:creator>Rehat sejenak, melepas penat, Jeng ! &#187; Blog Archive &#187; Jurnalis kritis : dimana engkau berada ?</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 02:27:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1644#comment-120821</guid>
		<description>[...] segala hormat dan kekaguman saya, posting ini merupakan copy-paste dari tulisan Mas Harry dengan judul yang sama &#8220;Jurnalis kritis : dimana engkau berada ?&#8220;  All [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] segala hormat dan kekaguman saya, posting ini merupakan copy-paste dari tulisan Mas Harry dengan judul yang sama &#8220;Jurnalis kritis : dimana engkau berada ?&#8220;  All [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arizane</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-05-01-1644/#comment-120725</link>
		<dc:creator>arizane</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 22:39:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1644#comment-120725</guid>
		<description>semua bisa dibeli dengan uang disana, bahkan sebuah idealisme..

kapitalisme memang2 benar2 menyekik..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semua bisa dibeli dengan uang disana, bahkan sebuah idealisme..</p>
<p>kapitalisme memang2 benar2 menyekik..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: free nokia ringtones</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-05-01-1644/#comment-120376</link>
		<dc:creator>free nokia ringtones</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 14:28:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1644#comment-120376</guid>
		<description>Sekarang sudah zaman reformasi,lebih baik sedikit, tapi masih ada yang main-main sama racun arsen.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sekarang sudah zaman reformasi,lebih baik sedikit, tapi masih ada yang main-main sama racun arsen.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: daustralala</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-05-01-1644/#comment-120320</link>
		<dc:creator>daustralala</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 13:21:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1644#comment-120320</guid>
		<description>Jurnalisme memang pelik. Dan orang-orang seperti Helen ini mudah-mudahan akan selalu ada.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jurnalisme memang pelik. Dan orang-orang seperti Helen ini mudah-mudahan akan selalu ada.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Remo Harsono</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-05-01-1644/#comment-120196</link>
		<dc:creator>Remo Harsono</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 10:22:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1644#comment-120196</guid>
		<description>Sekedar tambahan bacaan:
rapidshare(.)com/users/5MIGBZ</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sekedar tambahan bacaan:<br />
rapidshare(.)com/users/5MIGBZ</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dadan</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-05-01-1644/#comment-120088</link>
		<dc:creator>dadan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 06:52:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1644#comment-120088</guid>
		<description>setidaknya info ini semakin mengkonfirmasi bahwasanya di sono media massa menjadi wahana penggiringan opini publik. Terutama mengenai kebijakan pemerintah.

khusus untuk bahasan yang beginian, iklim jurnalisme disini sepertinya lebih sehat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setidaknya info ini semakin mengkonfirmasi bahwasanya di sono media massa menjadi wahana penggiringan opini publik. Terutama mengenai kebijakan pemerintah.</p>
<p>khusus untuk bahasan yang beginian, iklim jurnalisme disini sepertinya lebih sehat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: usamah</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-05-01-1644/#comment-120025</link>
		<dc:creator>usamah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 02:38:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1644#comment-120025</guid>
		<description>Opini media massa adalah opini semu. Apa yg disampaikan tdk bebas nilai. Penuh pertarungan opini, yg menang dia yg menentukan kebijakan :).
@David : Tidak lebih baik di Indonesia, karena media di sini juga beli berita dari sana :(

Masalah kritis tidak nya tergantung ideologi masing2 wartawan. 
Jadi inget kata2nya pendiri Israel: Kuasai media massa, media massa adalah alat propaganda yang paling efektif. hitam dan putih ditentukan media massa. Sorry ke panjangan pak, hbs sebel ma media yg mencekoki dgn sampah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Opini media massa adalah opini semu. Apa yg disampaikan tdk bebas nilai. Penuh pertarungan opini, yg menang dia yg menentukan kebijakan :).<br />
@David : Tidak lebih baik di Indonesia, karena media di sini juga beli berita dari sana <img src='http://harry.sufehmi.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Masalah kritis tidak nya tergantung ideologi masing2 wartawan.<br />
Jadi inget kata2nya pendiri Israel: Kuasai media massa, media massa adalah alat propaganda yang paling efektif. hitam dan putih ditentukan media massa. Sorry ke panjangan pak, hbs sebel ma media yg mencekoki dgn sampah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: David Sudjiman</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-05-01-1644/#comment-120018</link>
		<dc:creator>David Sudjiman</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 01:51:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1644#comment-120018</guid>
		<description>Maksud saya sebenarnya lebih jauh dari sekedar mengkritisi infortainment. Di AU, berita gombal-tidak-layak-tampil masih juga menghiasi majority berita di AU. Ambil saja contoh berita dari www(.)news(.)com(.)au, banyak sekali berita gombal yang sayangnya dikenal lebih menjual daripada berita tentang rencana kerja pemerintah, berita dunia, masalah sosial, dsb. 
.
Bahkan juga ada berita seperti seorang anak yang membuat pesta besar2an kemudian ditangkan polisi tapi kemudian di-blow-up media dan menjadi headline. Berita2 seperti ini bukan saja sekali dalam beberapa waktu, tapi setiap hari masyarakat di-'edukasi' dengan artikel konyol bin membodohkan.
.
Ya, infotainment di Indo memang parah, tetapi setidaknya masih ada pilihan antara Berita dan Infotainment. Di AU, walah, guess nobody cares about it.
.
Ya, sudahlah, namanya hidup di negeri orang, setidaknya masih ada internet dan planet terasi :-) untuk menyambangi berita2 edukatif.
.
Good article!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maksud saya sebenarnya lebih jauh dari sekedar mengkritisi infortainment. Di AU, berita gombal-tidak-layak-tampil masih juga menghiasi majority berita di AU. Ambil saja contoh berita dari www(.)news(.)com(.)au, banyak sekali berita gombal yang sayangnya dikenal lebih menjual daripada berita tentang rencana kerja pemerintah, berita dunia, masalah sosial, dsb.<br />
.<br />
Bahkan juga ada berita seperti seorang anak yang membuat pesta besar2an kemudian ditangkan polisi tapi kemudian di-blow-up media dan menjadi headline. Berita2 seperti ini bukan saja sekali dalam beberapa waktu, tapi setiap hari masyarakat di-&#8217;edukasi&#8217; dengan artikel konyol bin membodohkan.<br />
.<br />
Ya, infotainment di Indo memang parah, tetapi setidaknya masih ada pilihan antara Berita dan Infotainment. Di AU, walah, guess nobody cares about it.<br />
.<br />
Ya, sudahlah, namanya hidup di negeri orang, setidaknya masih ada internet dan planet terasi <img src='http://harry.sufehmi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> untuk menyambangi berita2 edukatif.<br />
.<br />
Good article!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sufehmi</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-05-01-1644/#comment-120013</link>
		<dc:creator>sufehmi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 01:24:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1644#comment-120013</guid>
		<description>@Taufik - betul, sebetulnya wajar sih jika pemilik mendiktekan kemauannya kepada sesuatu yang dimilikinya.
.
Namun ketika yang dimilikinya adalah media **massa**, maka kita semua juga akan terpengaruh karenanya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Taufik - betul, sebetulnya wajar sih jika pemilik mendiktekan kemauannya kepada sesuatu yang dimilikinya.<br />
.<br />
Namun ketika yang dimilikinya adalah media **massa**, maka kita semua juga akan terpengaruh karenanya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sufehmi</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-05-01-1644/#comment-120012</link>
		<dc:creator>sufehmi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 01:21:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1644#comment-120012</guid>
		<description>@David - &lt;i&gt;Sangat kaget juga mendengar bahwa banyak praktek2 kaptialisme merambah kalangan press untuk menjual berita daripada menyajikan fakta dan kebenaran. Berita2 yang disiarkan juga lebih banyak untuk meng-’entertain’ public daripada mendidik.&lt;/i&gt;
.
Ya, disini juga beberapa kawan-kawan jurnalis sudah mengeluhkan hal yang sama. Mulai muncul pertanyaan, apakah para wartawan "infotainment" masih layak disebut sebagai jurnalis atau tidak; karena berbagai masalah di seputarnya.
.
&lt;i&gt;Saya juga dengar kabar burung kalau di London/Brit press-nya juga tidak kalah memalukan, benarkah?&lt;/i&gt;
.
Saya kira benar, tapi masih ada perkecualian, seperti The Guardian &#38; BBC.
.
Dan keduanya bukan milik pribadi -- BBC didanai oleh rakyat (dari "pajak TV"), dan The Guardian dimiliki oleh perusahaan non-profit.
.
Perbedaannya jelas sekali dengan media lainnya. Rupert Murdoch sendiri sempat dibuat gusar karena kontrolnya terhadap massa Inggris jadi tidak optimal.
.
Mungkin model seperti ini bisa ditiru juga di Indonesia (dream on :) )</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@David - <i>Sangat kaget juga mendengar bahwa banyak praktek2 kaptialisme merambah kalangan press untuk menjual berita daripada menyajikan fakta dan kebenaran. Berita2 yang disiarkan juga lebih banyak untuk meng-’entertain’ public daripada mendidik.</i><br />
.<br />
Ya, disini juga beberapa kawan-kawan jurnalis sudah mengeluhkan hal yang sama. Mulai muncul pertanyaan, apakah para wartawan &#8220;infotainment&#8221; masih layak disebut sebagai jurnalis atau tidak; karena berbagai masalah di seputarnya.<br />
.<br />
<i>Saya juga dengar kabar burung kalau di London/Brit press-nya juga tidak kalah memalukan, benarkah?</i><br />
.<br />
Saya kira benar, tapi masih ada perkecualian, seperti The Guardian &amp; BBC.<br />
.<br />
Dan keduanya bukan milik pribadi &#8212; BBC didanai oleh rakyat (dari &#8220;pajak TV&#8221;), dan The Guardian dimiliki oleh perusahaan non-profit.<br />
.<br />
Perbedaannya jelas sekali dengan media lainnya. Rupert Murdoch sendiri sempat dibuat gusar karena kontrolnya terhadap massa Inggris jadi tidak optimal.<br />
.<br />
Mungkin model seperti ini bisa ditiru juga di Indonesia (dream on <img src='http://harry.sufehmi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Taufik</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-05-01-1644/#comment-120005</link>
		<dc:creator>Taufik</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 00:57:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1644#comment-120005</guid>
		<description>Amerika, sepertinya pelan2 mulai menggantikan demokrasi yg mereka junjung tinggi dengan corporatocracy.

Susah memang kalau semuanya sudah dikendalikan pemilik modal.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Amerika, sepertinya pelan2 mulai menggantikan demokrasi yg mereka junjung tinggi dengan corporatocracy.</p>
<p>Susah memang kalau semuanya sudah dikendalikan pemilik modal.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: David Sudjiman</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-05-01-1644/#comment-120004</link>
		<dc:creator>David Sudjiman</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 00:50:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1644#comment-120004</guid>
		<description>Terus-terang saja, Press di Indo jauh lebih baik dari press di AU. Ini menurut pengamatan amatir saya. Sangat kaget juga mendengar bahwa banyak praktek2 kaptialisme merambah kalangan press untuk menjual berita daripada menyajikan fakta dan kebenaran. Berita2 yang disiarkan juga lebih banyak untuk meng-'entertain' public daripada mendidik.

Saya juga dengar kabar burung kalau di London/Brit press-nya juga tidak kalah memalukan, benarkah?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terus-terang saja, Press di Indo jauh lebih baik dari press di AU. Ini menurut pengamatan amatir saya. Sangat kaget juga mendengar bahwa banyak praktek2 kaptialisme merambah kalangan press untuk menjual berita daripada menyajikan fakta dan kebenaran. Berita2 yang disiarkan juga lebih banyak untuk meng-&#8217;entertain&#8217; public daripada mendidik.</p>
<p>Saya juga dengar kabar burung kalau di London/Brit press-nya juga tidak kalah memalukan, benarkah?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 2.643 seconds -->
