<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Ahmadiyah vs FPI : Kronologi singkat</title>
	<atom:link href="http://harry.sufehmi.com/archives/2008-06-19-1666/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-06-19-1666/</link>
	<description>life is a struggle &#038;&#038; information wants to be free</description>
	<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 04:35:09 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.1</generator>
		<item>
		<title>By: fuad</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-06-19-1666/#comment-157512</link>
		<dc:creator>fuad</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 06:16:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1666#comment-157512</guid>
		<description>ketahuan juga Free Will itu........anggota JIL yang banyak koarnya
dalam tragedi di monas saya liat dan dengar sendiri, kalau anggota AKKBB teriak2 menjelekkan laskar2 Islam dengan kata-kata laskar2 setan.
umat islam itu butuh orang macem FPI atau Aa Gym seperti rosulullah yang mempunyai sahabat umar bin khattab</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ketahuan juga Free Will itu&#8230;&#8230;..anggota JIL yang banyak koarnya<br />
dalam tragedi di monas saya liat dan dengar sendiri, kalau anggota AKKBB teriak2 menjelekkan laskar2 Islam dengan kata-kata laskar2 setan.<br />
umat islam itu butuh orang macem FPI atau Aa Gym seperti rosulullah yang mempunyai sahabat umar bin khattab</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: koran</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-06-19-1666/#comment-146738</link>
		<dc:creator>koran</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 06:17:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1666#comment-146738</guid>
		<description>&lt;strong&gt;koran...&lt;/strong&gt;

koran...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>koran&#8230;</strong></p>
<p>koran&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tobat</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-06-19-1666/#comment-141748</link>
		<dc:creator>tobat</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 12:05:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1666#comment-141748</guid>
		<description>bertobatlah bangsa Indonesia.
beribadahlah ...
jangan hanya ritual.
jangan membela Allah dengan menyerang manusia lain
ingat tsunami melanda serambi mekah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bertobatlah bangsa Indonesia.<br />
beribadahlah &#8230;<br />
jangan hanya ritual.<br />
jangan membela Allah dengan menyerang manusia lain<br />
ingat tsunami melanda serambi mekah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: andrecht</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-06-19-1666/#comment-141440</link>
		<dc:creator>andrecht</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 05:49:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1666#comment-141440</guid>
		<description>jadi pameo bahwa" kalo ingin menguasai dunia, kuasailah media" tidak selalu benar?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jadi pameo bahwa&#8221; kalo ingin menguasai dunia, kuasailah media&#8221; tidak selalu benar?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Reeves</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-06-19-1666/#comment-141072</link>
		<dc:creator>Reeves</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 15:16:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1666#comment-141072</guid>
		<description>Bukan masalah peran media k'lo media pd saat itu cukup berimbang tetapi peran para ulama dan para"hooligan_nya" juga ikut pamer kekuatan, sehingga pemerintah pun ikut khawatir terjadi "civil war" dan untungnya pro AKKBB tidak ikut2 an jadi "hooligan" sehingga pemerintah pun mengambil keputusan ditengah2 meskipun tidak tegas dibubarkan atau tidak...mengenai poling, apakah para responder diberi tahu ajaran ahmadiyah? atau cuma menelan mentah2 apa yg ada di media? sedangkan penjelasan dr ahmadiyah pun relatif sedikit (kurang di gembor2 kan) alhasil banyak yg seolah2 paling tahu melebihi anggota ahmadiyahnya sendiri.. wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bukan masalah peran media k&#8217;lo media pd saat itu cukup berimbang tetapi peran para ulama dan para&#8221;hooligan_nya&#8221; juga ikut pamer kekuatan, sehingga pemerintah pun ikut khawatir terjadi &#8220;civil war&#8221; dan untungnya pro AKKBB tidak ikut2 an jadi &#8220;hooligan&#8221; sehingga pemerintah pun mengambil keputusan ditengah2 meskipun tidak tegas dibubarkan atau tidak&#8230;mengenai poling, apakah para responder diberi tahu ajaran ahmadiyah? atau cuma menelan mentah2 apa yg ada di media? sedangkan penjelasan dr ahmadiyah pun relatif sedikit (kurang di gembor2 kan) alhasil banyak yg seolah2 paling tahu melebihi anggota ahmadiyahnya sendiri.. wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: syafix</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-06-19-1666/#comment-140861</link>
		<dc:creator>syafix</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 23:08:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1666#comment-140861</guid>
		<description>Memang kebanyakan media saat ini lebih cendrung tidak berpihak dan menjelek-jelekan orang-orang yang menjalankan islamnya secara "kaffah"semisal FPI, MMI, dan yang lain.
Tapi walaupun begitu Allah akan selalu membantu perjuangan orang yang selalu membela agamaNya.
INGAT:
"Barang siapa yang membantu dan membela agama Allah maka niscaya akan membantunya"
Bagi temen-temen:
"Teruskan dan bersabarlah dalam memperjuangkan dan membela agama Allah"kelak kebathilan akan hancur oleh al-haq.
KEEP SPIRIT
ALLAHU AKABR!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang kebanyakan media saat ini lebih cendrung tidak berpihak dan menjelek-jelekan orang-orang yang menjalankan islamnya secara &#8220;kaffah&#8221;semisal FPI, MMI, dan yang lain.<br />
Tapi walaupun begitu Allah akan selalu membantu perjuangan orang yang selalu membela agamaNya.<br />
INGAT:<br />
&#8220;Barang siapa yang membantu dan membela agama Allah maka niscaya akan membantunya&#8221;<br />
Bagi temen-temen:<br />
&#8220;Teruskan dan bersabarlah dalam memperjuangkan dan membela agama Allah&#8221;kelak kebathilan akan hancur oleh al-haq.<br />
KEEP SPIRIT<br />
ALLAHU AKABR!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: naif</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-06-19-1666/#comment-139222</link>
		<dc:creator>naif</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 11:24:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1666#comment-139222</guid>
		<description>kuncinya adalah pemerintah(militer). agama dan bentuk organisasi sepanjang masih bermanfaat bagi pemerintah pasti akan dipertahankan, sebaliknya jika sudah tidak sejalan pasti akan diberantas. reaksi massa FPI terhadap suatu kejadian/konflik sangat mudah ditebak dan pemerintah sangat mengerti dan tidak keberatan dengan itu. tentu saja dengan harapan pada masa sulit, dengan sedikit isu dan provokasi mereka bisa berreaksi sebagaimana diharapkan. saya percaya peristiwa monas bukan yang terakhir FPI menjadi pahlawan pemerintah. jasanya mengalihkan perhatian media dari isu kenaikan BBM akan terulang dalam kejadian lain di masa depan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kuncinya adalah pemerintah(militer). agama dan bentuk organisasi sepanjang masih bermanfaat bagi pemerintah pasti akan dipertahankan, sebaliknya jika sudah tidak sejalan pasti akan diberantas. reaksi massa FPI terhadap suatu kejadian/konflik sangat mudah ditebak dan pemerintah sangat mengerti dan tidak keberatan dengan itu. tentu saja dengan harapan pada masa sulit, dengan sedikit isu dan provokasi mereka bisa berreaksi sebagaimana diharapkan. saya percaya peristiwa monas bukan yang terakhir FPI menjadi pahlawan pemerintah. jasanya mengalihkan perhatian media dari isu kenaikan BBM akan terulang dalam kejadian lain di masa depan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yoann_aditya</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-06-19-1666/#comment-138166</link>
		<dc:creator>yoann_aditya</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 18:02:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1666#comment-138166</guid>
		<description>@ardiansyah
maaf kalo sudah su'udzan yang bukan2 kepada anda. saya hanya agak risih dengan kata yang bapak gunakan. thx.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ardiansyah<br />
maaf kalo sudah su&#8217;udzan yang bukan2 kepada anda. saya hanya agak risih dengan kata yang bapak gunakan. thx.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ardiansyah</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-06-19-1666/#comment-138017</link>
		<dc:creator>Ardiansyah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 04:02:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1666#comment-138017</guid>
		<description>@yoan
Maaf, saya salah tulis, semestinya 'sepilis' bukan 'sipilis'
anda bisa lihat kepanjangannya disini :

http://akmal.multiply.com/journal/item/422</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@yoan<br />
Maaf, saya salah tulis, semestinya &#8217;sepilis&#8217; bukan &#8217;sipilis&#8217;<br />
anda bisa lihat kepanjangannya disini :</p>
<p><a href="http://akmal.multiply.com/journal/item/422" >http://akmal.multiply.com/journal/item/422</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yoann_aditya</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-06-19-1666/#comment-138001</link>
		<dc:creator>yoann_aditya</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 02:52:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1666#comment-138001</guid>
		<description>@ardiansyah, saya tidak tahu anda membela siapa.... tapi tolong jangan gunakan kata-kata menjijikkan. saya pribadi risih mendengarnya. karena saya sudah cari dari atas sampai bawah dalam forum ini tidak ada yang namanya mbak sipilis.

@free will, kalo bukan tulisan sendiri ya kalo bisa jangan diposting. karena takutnya nanti kalo diprotes nggak bisa jawab. karena dari apa yang anda sampaikan seolah2 anda tahu benar kejadian dari A-Z. tapi dilihat dari yang disampaikan kok kelihatannya seperti pembelaan sepihak ya....

beberapa waktu lalu masih jelas diingatan saya, koran2 memasang gambar besar yang memuat seorang anggota AKKBB memgang pistol sambil mencengkram leher salah seorang massa FPI. saya hanya membayangkan, seandainya memang benar FPI melakukan penyerangan, pastilah dari pihak FPI sudah jatuh korban dengan luka tembak. kejadian sebenarnya, pada saat massa AKKBB tiba di monas, massa FPI telah lebih dulu "menguasai" monas, sampai2 Polisi memerintahkan massa PDIP untuk mundur dari monas untuk menghindari bentrokan. dan Polisi juga sudah melarang massa AKKBB untuk masuk monas sampai massa FPI meninggalkan Monas. tapi massa AKKBB ngotot dan memaksa masuk sehingga situasi tidak terkendali. akhirnya terjadi bentrokan. 
so, perkiraan saya sich seandainya massa AKKBB mau bersabar sedikit menunggu massa FPI pergi, maka bentrokan itu tidak akan terjadi. saya tegaskan lagi, saya bukan pendukung FPI, saya juga anti kekerasan, tapi saya salut dan menaruh hormat setinggi2nya atas perjuangan melawan penistaan terhadap agama mereka, walaupun banyak yang menentang mereka, mereka tetap maju. mereka tidak mempedulikan jiwa-raga dan masa depan mereka demi tegaknya agama Islam.
terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ardiansyah, saya tidak tahu anda membela siapa&#8230;. tapi tolong jangan gunakan kata-kata menjijikkan. saya pribadi risih mendengarnya. karena saya sudah cari dari atas sampai bawah dalam forum ini tidak ada yang namanya mbak sipilis.</p>
<p>@free will, kalo bukan tulisan sendiri ya kalo bisa jangan diposting. karena takutnya nanti kalo diprotes nggak bisa jawab. karena dari apa yang anda sampaikan seolah2 anda tahu benar kejadian dari A-Z. tapi dilihat dari yang disampaikan kok kelihatannya seperti pembelaan sepihak ya&#8230;.</p>
<p>beberapa waktu lalu masih jelas diingatan saya, koran2 memasang gambar besar yang memuat seorang anggota AKKBB memgang pistol sambil mencengkram leher salah seorang massa FPI. saya hanya membayangkan, seandainya memang benar FPI melakukan penyerangan, pastilah dari pihak FPI sudah jatuh korban dengan luka tembak. kejadian sebenarnya, pada saat massa AKKBB tiba di monas, massa FPI telah lebih dulu &#8220;menguasai&#8221; monas, sampai2 Polisi memerintahkan massa PDIP untuk mundur dari monas untuk menghindari bentrokan. dan Polisi juga sudah melarang massa AKKBB untuk masuk monas sampai massa FPI meninggalkan Monas. tapi massa AKKBB ngotot dan memaksa masuk sehingga situasi tidak terkendali. akhirnya terjadi bentrokan.<br />
so, perkiraan saya sich seandainya massa AKKBB mau bersabar sedikit menunggu massa FPI pergi, maka bentrokan itu tidak akan terjadi. saya tegaskan lagi, saya bukan pendukung FPI, saya juga anti kekerasan, tapi saya salut dan menaruh hormat setinggi2nya atas perjuangan melawan penistaan terhadap agama mereka, walaupun banyak yang menentang mereka, mereka tetap maju. mereka tidak mempedulikan jiwa-raga dan masa depan mereka demi tegaknya agama Islam.<br />
terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ardiansyah</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-06-19-1666/#comment-137932</link>
		<dc:creator>Ardiansyah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 16:11:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1666#comment-137932</guid>
		<description>@Mbak Sipilis yang menulis kronologis
Dengan kebohongan dan upaya pembalikan opini di media-media *yang dikendalikan oleh sipilis* setidaknya saya bisa mengambil kesimpulan tentang siapa yang layak dipercaya...
Tapi dont worry, saya dan teman-teman non sipilis disini juga orang2 cerdas yang akan selalu mengkonfirmasi berita atau istilahnya cross check. Namun ya itu tadi, sebelum cross check, setidaknya saya sudah tahu, dari kedua belah pihak, siapa yang layak dipercaya....
Jangan marah ya, pesan saya cuma satu untuk kaum anda, jangan dusta hehee....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Mbak Sipilis yang menulis kronologis<br />
Dengan kebohongan dan upaya pembalikan opini di media-media *yang dikendalikan oleh sipilis* setidaknya saya bisa mengambil kesimpulan tentang siapa yang layak dipercaya&#8230;<br />
Tapi dont worry, saya dan teman-teman non sipilis disini juga orang2 cerdas yang akan selalu mengkonfirmasi berita atau istilahnya cross check. Namun ya itu tadi, sebelum cross check, setidaknya saya sudah tahu, dari kedua belah pihak, siapa yang layak dipercaya&#8230;.<br />
Jangan marah ya, pesan saya cuma satu untuk kaum anda, jangan dusta hehee&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tazlucu</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-06-19-1666/#comment-137868</link>
		<dc:creator>tazlucu</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 11:21:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1666#comment-137868</guid>
		<description>Terlalu panik bahkan sampai menulis "pengalaman" sendiri juga logikanya berantakan. Duh, kasihan....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terlalu panik bahkan sampai menulis &#8220;pengalaman&#8221; sendiri juga logikanya berantakan. Duh, kasihan&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tazlucu</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-06-19-1666/#comment-137771</link>
		<dc:creator>tazlucu</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 01:32:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1666#comment-137771</guid>
		<description>@Free Will
Duh, kalau bisa tolong bilang ke Saidiman: kalau menulis narasi dan kronologi baiknya dibaca dulu apa tautan antara bagian-bagiannya atau berhubungan dengan logika.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Free Will<br />
Duh, kalau bisa tolong bilang ke Saidiman: kalau menulis narasi dan kronologi baiknya dibaca dulu apa tautan antara bagian-bagiannya atau berhubungan dengan logika.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Free Will</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-06-19-1666/#comment-137664</link>
		<dc:creator>Free Will</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 14:08:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1666#comment-137664</guid>
		<description>Mohon maaf, saya tidak memberikan introduksi untuk posting saya sebelumnya mengenai pelurusan fakta tragedi Monas. Bahannya saya cut &#38; paste dari posting dari sebuah mailing list.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mohon maaf, saya tidak memberikan introduksi untuk posting saya sebelumnya mengenai pelurusan fakta tragedi Monas. Bahannya saya cut &amp; paste dari posting dari sebuah mailing list.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Free Will</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-06-19-1666/#comment-137658</link>
		<dc:creator>Free Will</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 13:48:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1666#comment-137658</guid>
		<description>Maaf, saya tidak memberikan introduksi dari posting saya sebelum ini. Bahannya ditulis oleh seseorang bernama Saidiman -- jadi bukan tulisan saya sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf, saya tidak memberikan introduksi dari posting saya sebelum ini. Bahannya ditulis oleh seseorang bernama Saidiman &#8212; jadi bukan tulisan saya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Free Will</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-06-19-1666/#comment-137656</link>
		<dc:creator>Free Will</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 13:44:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1666#comment-137656</guid>
		<description>Pelurusan Fakta Tragedi Berdarah Monas
 
Tragedi Monas, 1 Juni 2008, berupa penyerangan kelompok Front Pembela Islam (FPI) kepada massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan telah menjadi bahan perbincangan publik yang terus bergulir tak tentu arah. Tulisan ini ingin sedikit memberi klarifikasi terhadap kesimpangsiuran berita yang mulai cenderung salah arah tersebut.
 
Penyerangan, Bukan Bentrok
 
Beberapa media tidak segan-segan menyebut tragedi ini ・bentrokan・ antara massa FPI dan AKKBB. Istilah bentrokan sungguh menyesatkan karena itu mengandaikan AKKBB juga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
 
Faktanya, FPI menyerang massa AKKBB. Saat itu, acara belum dimulai. Sebagian massa AKKBB berada di pelataran Monas menunggu aksi longmarch yang akan dimulai dari kawasan belakang stasiun Gambir. Sambil menunggu massa AKKBB yang lain, massa yang ada di pelataran Monas tersebut duduk-duduk. Ketika massa FPI mendekat, massa AKKBB diperintahkan untuk duduk. Saya sendiri yang menyampaikan kepada massa untuk tidak terprovokasi, karena kami melihat massa FPI semakin dekat dan berteriak-teriak sambil mengancung-acungkan pentungan. Saya lalu meminta massa untuk menyanyikan lagu Indonesia raya. Belum sempat lagu kebangsaan itu dinyanyikan, massa FPI sudah menyerbu. Mereka memukul dengan pentungan bambu, meninju, menendang, menginjak-injak, sambil melontarkan sumpah serapah. Saya masih sempat menyeru massa AKKBB untuk tetap duduk, sebab kesepakatan kita, aksi ini adalah aksi damai. Kalau ada serangan fisik, maka kita akan duduk dan tidak melakukan perlawanan.
 
Massa AKKBB memang patuh kepada kesepakatan, tidak ada satupun massa yang melakukan perlawanan. Tetapi karena serangan begitu massif, akhirnya massa AKKBB bubar menyelematkan diri. Ibu-ibu menangis, anak-anak menjerit ketakutan, puluhan orang menderita luka.
 
Tidak Ada Provokasi
 
Beberapa hari setelah tragedi, muncul pemberitaan bahwa massa AKKBB melakukan provokasi terlebih dahulu melalui orasi yang menyatakan bahwa massa penyerang itu adalah ・laskar setan atau iblis.・ Itu adalah dusta besar. Faktanya, acara belum dimulai. Orasi belum dilaksanakan. Yang ada hanyalah seruan kepada peserta AKKBB untuk duduk, untuk tidak terprovokasi, dan untuk menyanyikan lagu Indonesia raya. Dan tidak pernah ada bukti bahwa orasi provokasi benar-benar dilakukan oleh AKKBB.
 
Patut dicatat beberapa pernyataan dalam orasi-orasi pemimpin serangan FPI pada saat serangan telah dilakukan. Alfian Tanjung mengatakan di depan massa FPI: ・”Saya bangga dengan Anda semua yang telah melibas mereka dengan cepat.” Indikasi bahwa aksi ini dilakukan secara terencana dan dengan restu Riziq Shihab bisa dilihat dari pernyataan Alfian Tanjung selanjutnya: ”Pada pertemuan terakhir kita dengan Habib Riziq, dia memegang tangan saya, Ustadz Alfian, hari minggu siang kita perang.” Pada kesempatan itu, Alfian juga mengatakan bahwa mereka baru saja menang satu kosong, dan mereka akan terus menang sampai 1000 kosong.
 
Menjelang bubar, Munarman menyampaikan kepada massanya bahwa aksi mereka hari itu belum apa-apa: ”Kita belum memenangkan pertempuran. Berikutnya kita akan datangi tempat-tempat mereka. Kita akan datangi yang namanya Goenawan Mohamad. Kita akan datangi yang namanya Asmara Nababan. Munarman juga menyampaikan: ”Sudah ada penyampaian baik dari polisi maupun intelijen kita yang menyatakan konsentrasi massa pembela-pembela Ahmadiyah itu sudah bubar. Tidak ada kegiatan di HI dan di depan RRI.”
 
Bukti-bukti orasi ini sangat penting untuk melihat bahwa FPI memang melakukan serangan secara terencana dan bukan insidental.
 
Senjata Api
 
Ada foto yang beredar tentang seorang berbaju putih yang mengangkat pistol. Ini, oleh beberapa berita, disebut sebagai provokasi dari AKKBB. Perlu ditegaskan kembali bahwa aksi hari itu adalah aksi Apel Akbar Peringatan 63 Tahun Pancasila dengan tema  “Satu Indonesia untuk Semua.” Sejak awal, aksi AKKBB adalah aksi damai. Jangankan memprovokasi, kita bahkan sepakat bahwa jika ada serangan, maka kita akan duduk dan tidak melakukan perlawanan. Tidak pernah ada instruksi bagi peserta aksi untuk membawa senjata tajam. Fakta bahwa banyak peserta aksi adalah ibu-ibu dan anak-anak adalah bukti bahwa aksi ini memang dirancang dalam format damai.
 
Ada anggapan bahwa si pembawa pistol adalah massa AKKBB karena mengenakan pita merah putih di lengan bajunya. Yang harus diketahui adalah bahwa panitia aksi hari itu sama sekali tidak menyediakan atribut pita merah putih yang dipasang di lengan baju. Panitia hanya menyediakan kalung pita merah putih yang hanya dipakai oleh para perangkat dan simpul-simpul aksi. Aksi ini sendiri bersifat umum karena mengundang siapa saja melalui media massa dan pengumuman internet. Penggunaan atribut pita merah putih di lengan baju dilakukan pada aksi AKKBB sebelumnya, 6 Mei 2008. Tetapi pada 1 Juni 2008, panitia tidak menyediakan atribut serupa.
 
Ada pernyataan Munarman yang menarik. Dia mengatakan: ・Kami tidak bisa dibohongi karena sudah menyusupkan orang kami di tengah-tengah mereka・.・ (Sabili No. 25 Th. XV). 
 
Keluar Rute
 
Massa AKKBB juga dianggap menyalahi pemberitahuan kepada pihak polisi karena tidak patuh kepada rute awal, yakni belakang stasiun gambir kemudian menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI). AKKBB dianggap melanggar karena masuk ke pelataran Monas.
 
Faktanya, rencana aksi AKKBB akan dimulai pukul 14.00 WIB. Penyerangan yang dilakukan FPI di dalam pelataran Monas adalah pukul 13.15 WIB. Perlu diketahui adalah bahwa massa AKKBB yang ada di pelataran Monas tersebut tidak sedang melakukan aksi, melainkan bersiap-siap menuju tempat dimulainya aksi, yakni belakang stasiun Gambir. Massa yang diperkirakan hadir pada aksi peringatan Pancasila tersebut adalah sekitar 10.000 orang. Massa ini belum berkumpul pada satu titik secara utuh, mereka masih berpencar di sekitar Monas, karena hari itu memang Monas sangat ramai. Massa AKKBB masih menunggu dimulainya aksi. Massa AKKBB masih bergerombol di banyak sekali tempat di sekitar Monas. Salah satu kumpulan massa yang terbesar adalah di tempat di mana massa FPI menyerang tersebut. Massa AKKBB masih ada di banyak tempat, sebagian besar masih dalam perjalanan. Tidak benar aksi keluar dari rute, sebab aksi belum dimulai.
 
Menipu Peserta
 
Berita terakhir yang banyak beredar bahwa AKKBB telah menipu massa anak-anak dan ibu-ibu yang diajak untuk berwisata ke Dufan, tetapi kemudian diarahkan menjadi peserta aksi. Ini juga adalah dusta.
 
Faktanya, aksi peringatan Pancasila ini sudah diberitakan melalui tidak kurang dari delapan media cetak. Pemberitahuan ini juga ditambah dengan pengumuman di pelbagai mailing list. Dan tidak pernah keluar bukti bahwa para peserta itu ditipu. Yang terjadi adalah upaya untuk memfitnah aksi AKKBB ini dengan pelbagai cara.
 
Pengalihan Isu BBM
 
Fitnah yang paling keji dan menggelikan adalah ketika tragedi Monas disebut sebagai bentuk pengalihan isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang sengaja dilakukan oleh AKKBB. Fitnah ini sangat keji, karena peserta aksi AKKBB yang prihatin terhadap gejala pengabaian dasar negara, Pancasila, kemudian tanpa bukti disebut untuk mengalihkan isu.
 
Faktanya, jika tragedi ini disebut sebagai pengalihan isu, maka sesungguhnya yang patut disebut sebagai pelaku pengalihan isu adalah massa penyerang. Inisiatif menyerang ada di tangan FPI. Kalau mereka tidak melakukan gerakan serangan, maka barangkali isu kenaikan harga BBM akan tetap jadi perbincangan. Sekali lagi, AKKBB adalah korban dari sebuah inisiatif serangan dari pihak FPI.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pelurusan Fakta Tragedi Berdarah Monas</p>
<p>Tragedi Monas, 1 Juni 2008, berupa penyerangan kelompok Front Pembela Islam (FPI) kepada massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan telah menjadi bahan perbincangan publik yang terus bergulir tak tentu arah. Tulisan ini ingin sedikit memberi klarifikasi terhadap kesimpangsiuran berita yang mulai cenderung salah arah tersebut.</p>
<p>Penyerangan, Bukan Bentrok</p>
<p>Beberapa media tidak segan-segan menyebut tragedi ini ・bentrokan・ antara massa FPI dan AKKBB. Istilah bentrokan sungguh menyesatkan karena itu mengandaikan AKKBB juga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.</p>
<p>Faktanya, FPI menyerang massa AKKBB. Saat itu, acara belum dimulai. Sebagian massa AKKBB berada di pelataran Monas menunggu aksi longmarch yang akan dimulai dari kawasan belakang stasiun Gambir. Sambil menunggu massa AKKBB yang lain, massa yang ada di pelataran Monas tersebut duduk-duduk. Ketika massa FPI mendekat, massa AKKBB diperintahkan untuk duduk. Saya sendiri yang menyampaikan kepada massa untuk tidak terprovokasi, karena kami melihat massa FPI semakin dekat dan berteriak-teriak sambil mengancung-acungkan pentungan. Saya lalu meminta massa untuk menyanyikan lagu Indonesia raya. Belum sempat lagu kebangsaan itu dinyanyikan, massa FPI sudah menyerbu. Mereka memukul dengan pentungan bambu, meninju, menendang, menginjak-injak, sambil melontarkan sumpah serapah. Saya masih sempat menyeru massa AKKBB untuk tetap duduk, sebab kesepakatan kita, aksi ini adalah aksi damai. Kalau ada serangan fisik, maka kita akan duduk dan tidak melakukan perlawanan.</p>
<p>Massa AKKBB memang patuh kepada kesepakatan, tidak ada satupun massa yang melakukan perlawanan. Tetapi karena serangan begitu massif, akhirnya massa AKKBB bubar menyelematkan diri. Ibu-ibu menangis, anak-anak menjerit ketakutan, puluhan orang menderita luka.</p>
<p>Tidak Ada Provokasi</p>
<p>Beberapa hari setelah tragedi, muncul pemberitaan bahwa massa AKKBB melakukan provokasi terlebih dahulu melalui orasi yang menyatakan bahwa massa penyerang itu adalah ・laskar setan atau iblis.・ Itu adalah dusta besar. Faktanya, acara belum dimulai. Orasi belum dilaksanakan. Yang ada hanyalah seruan kepada peserta AKKBB untuk duduk, untuk tidak terprovokasi, dan untuk menyanyikan lagu Indonesia raya. Dan tidak pernah ada bukti bahwa orasi provokasi benar-benar dilakukan oleh AKKBB.</p>
<p>Patut dicatat beberapa pernyataan dalam orasi-orasi pemimpin serangan FPI pada saat serangan telah dilakukan. Alfian Tanjung mengatakan di depan massa FPI: ・”Saya bangga dengan Anda semua yang telah melibas mereka dengan cepat.” Indikasi bahwa aksi ini dilakukan secara terencana dan dengan restu Riziq Shihab bisa dilihat dari pernyataan Alfian Tanjung selanjutnya: ”Pada pertemuan terakhir kita dengan Habib Riziq, dia memegang tangan saya, Ustadz Alfian, hari minggu siang kita perang.” Pada kesempatan itu, Alfian juga mengatakan bahwa mereka baru saja menang satu kosong, dan mereka akan terus menang sampai 1000 kosong.</p>
<p>Menjelang bubar, Munarman menyampaikan kepada massanya bahwa aksi mereka hari itu belum apa-apa: ”Kita belum memenangkan pertempuran. Berikutnya kita akan datangi tempat-tempat mereka. Kita akan datangi yang namanya Goenawan Mohamad. Kita akan datangi yang namanya Asmara Nababan. Munarman juga menyampaikan: ”Sudah ada penyampaian baik dari polisi maupun intelijen kita yang menyatakan konsentrasi massa pembela-pembela Ahmadiyah itu sudah bubar. Tidak ada kegiatan di HI dan di depan RRI.”</p>
<p>Bukti-bukti orasi ini sangat penting untuk melihat bahwa FPI memang melakukan serangan secara terencana dan bukan insidental.</p>
<p>Senjata Api</p>
<p>Ada foto yang beredar tentang seorang berbaju putih yang mengangkat pistol. Ini, oleh beberapa berita, disebut sebagai provokasi dari AKKBB. Perlu ditegaskan kembali bahwa aksi hari itu adalah aksi Apel Akbar Peringatan 63 Tahun Pancasila dengan tema  “Satu Indonesia untuk Semua.” Sejak awal, aksi AKKBB adalah aksi damai. Jangankan memprovokasi, kita bahkan sepakat bahwa jika ada serangan, maka kita akan duduk dan tidak melakukan perlawanan. Tidak pernah ada instruksi bagi peserta aksi untuk membawa senjata tajam. Fakta bahwa banyak peserta aksi adalah ibu-ibu dan anak-anak adalah bukti bahwa aksi ini memang dirancang dalam format damai.</p>
<p>Ada anggapan bahwa si pembawa pistol adalah massa AKKBB karena mengenakan pita merah putih di lengan bajunya. Yang harus diketahui adalah bahwa panitia aksi hari itu sama sekali tidak menyediakan atribut pita merah putih yang dipasang di lengan baju. Panitia hanya menyediakan kalung pita merah putih yang hanya dipakai oleh para perangkat dan simpul-simpul aksi. Aksi ini sendiri bersifat umum karena mengundang siapa saja melalui media massa dan pengumuman internet. Penggunaan atribut pita merah putih di lengan baju dilakukan pada aksi AKKBB sebelumnya, 6 Mei 2008. Tetapi pada 1 Juni 2008, panitia tidak menyediakan atribut serupa.</p>
<p>Ada pernyataan Munarman yang menarik. Dia mengatakan: ・Kami tidak bisa dibohongi karena sudah menyusupkan orang kami di tengah-tengah mereka・.・ (Sabili No. 25 Th. XV). </p>
<p>Keluar Rute</p>
<p>Massa AKKBB juga dianggap menyalahi pemberitahuan kepada pihak polisi karena tidak patuh kepada rute awal, yakni belakang stasiun gambir kemudian menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI). AKKBB dianggap melanggar karena masuk ke pelataran Monas.</p>
<p>Faktanya, rencana aksi AKKBB akan dimulai pukul 14.00 WIB. Penyerangan yang dilakukan FPI di dalam pelataran Monas adalah pukul 13.15 WIB. Perlu diketahui adalah bahwa massa AKKBB yang ada di pelataran Monas tersebut tidak sedang melakukan aksi, melainkan bersiap-siap menuju tempat dimulainya aksi, yakni belakang stasiun Gambir. Massa yang diperkirakan hadir pada aksi peringatan Pancasila tersebut adalah sekitar 10.000 orang. Massa ini belum berkumpul pada satu titik secara utuh, mereka masih berpencar di sekitar Monas, karena hari itu memang Monas sangat ramai. Massa AKKBB masih menunggu dimulainya aksi. Massa AKKBB masih bergerombol di banyak sekali tempat di sekitar Monas. Salah satu kumpulan massa yang terbesar adalah di tempat di mana massa FPI menyerang tersebut. Massa AKKBB masih ada di banyak tempat, sebagian besar masih dalam perjalanan. Tidak benar aksi keluar dari rute, sebab aksi belum dimulai.</p>
<p>Menipu Peserta</p>
<p>Berita terakhir yang banyak beredar bahwa AKKBB telah menipu massa anak-anak dan ibu-ibu yang diajak untuk berwisata ke Dufan, tetapi kemudian diarahkan menjadi peserta aksi. Ini juga adalah dusta.</p>
<p>Faktanya, aksi peringatan Pancasila ini sudah diberitakan melalui tidak kurang dari delapan media cetak. Pemberitahuan ini juga ditambah dengan pengumuman di pelbagai mailing list. Dan tidak pernah keluar bukti bahwa para peserta itu ditipu. Yang terjadi adalah upaya untuk memfitnah aksi AKKBB ini dengan pelbagai cara.</p>
<p>Pengalihan Isu BBM</p>
<p>Fitnah yang paling keji dan menggelikan adalah ketika tragedi Monas disebut sebagai bentuk pengalihan isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang sengaja dilakukan oleh AKKBB. Fitnah ini sangat keji, karena peserta aksi AKKBB yang prihatin terhadap gejala pengabaian dasar negara, Pancasila, kemudian tanpa bukti disebut untuk mengalihkan isu.</p>
<p>Faktanya, jika tragedi ini disebut sebagai pengalihan isu, maka sesungguhnya yang patut disebut sebagai pelaku pengalihan isu adalah massa penyerang. Inisiatif menyerang ada di tangan FPI. Kalau mereka tidak melakukan gerakan serangan, maka barangkali isu kenaikan harga BBM akan tetap jadi perbincangan. Sekali lagi, AKKBB adalah korban dari sebuah inisiatif serangan dari pihak FPI.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tazlucu</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-06-19-1666/#comment-137016</link>
		<dc:creator>tazlucu</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 10:15:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1666#comment-137016</guid>
		<description>Kalau di lihat sih masalah ini, di sisi pendukung ahmadiyah non penganut ahmadiyah, sebenarnya adalah masalah "uang". Iya cuma masalah "uang". Kalau mereka tidak melakukan kontroversi seperti dalam kasus ahmadiyah atau bahkan menciptakan kontroversi lainnya, mereka tidak dapat uang dari donatur yang mempunyai haluan sama atau yang mempunyai vested interest.

Secara sekilas, kebanyakan mereka tidak mempunyai kapabilitas profesional yang jelas. Jadi kalau mau cari uang tentu saja agak kesulitan. Cara satu-satunya yah mendirikan LSM dan menggarap isu2 sesuai dengan keinginan patronnya.

Cuma hanya gara-gara uang sih....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau di lihat sih masalah ini, di sisi pendukung ahmadiyah non penganut ahmadiyah, sebenarnya adalah masalah &#8220;uang&#8221;. Iya cuma masalah &#8220;uang&#8221;. Kalau mereka tidak melakukan kontroversi seperti dalam kasus ahmadiyah atau bahkan menciptakan kontroversi lainnya, mereka tidak dapat uang dari donatur yang mempunyai haluan sama atau yang mempunyai vested interest.</p>
<p>Secara sekilas, kebanyakan mereka tidak mempunyai kapabilitas profesional yang jelas. Jadi kalau mau cari uang tentu saja agak kesulitan. Cara satu-satunya yah mendirikan LSM dan menggarap isu2 sesuai dengan keinginan patronnya.</p>
<p>Cuma hanya gara-gara uang sih&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: obix</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-06-19-1666/#comment-136925</link>
		<dc:creator>obix</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 21:35:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1666#comment-136925</guid>
		<description>Yang bathil itu nyata, tapi kadang manusia masih melihat sebelah mata.....good post</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yang bathil itu nyata, tapi kadang manusia masih melihat sebelah mata&#8230;..good post</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arizane</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-06-19-1666/#comment-136869</link>
		<dc:creator>arizane</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 16:53:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1666#comment-136869</guid>
		<description>alhmdulillah kebenerana memang selalu terungkap
JIL dan proplurasi bener2 diem kali ini..

walaupun terjebak dalam perangkap..tetapi fpi msh bisa selamat kali ini

dan kabar gembirnyanya ahmadiyah dibubarkan
...
mudah2an sodara2 kita diberikan hidayah hingga kembali kejalanAllah swt...

pak harry makasih infonya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>alhmdulillah kebenerana memang selalu terungkap<br />
JIL dan proplurasi bener2 diem kali ini..</p>
<p>walaupun terjebak dalam perangkap..tetapi fpi msh bisa selamat kali ini</p>
<p>dan kabar gembirnyanya ahmadiyah dibubarkan<br />
&#8230;<br />
mudah2an sodara2 kita diberikan hidayah hingga kembali kejalanAllah swt&#8230;</p>
<p>pak harry makasih infonya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: daus</title>
		<link>http://harry.sufehmi.com/archives/2008-06-19-1666/#comment-136795</link>
		<dc:creator>daus</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 09:49:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://harry.sufehmi.com/?p=1666#comment-136795</guid>
		<description>Yang juga patut dicatat adalah, umat Islam sebaiknya jangan terlalu mudah dipecah-belah dengan isu-isu agama.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yang juga patut dicatat adalah, umat Islam sebaiknya jangan terlalu mudah dipecah-belah dengan isu-isu agama.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 1.495 seconds -->
