Gartner : 85 persen Perusahaan pakai Open Source
Just stating the obvious that we / FOSS activists have known for a while, anyway this will still very useful to inform people - Open Source sekarang sudah dipakai dimana-mana.
Pengalaman saya, Gartner itu cenderung menyatakan sesuatu yang sudah merupakan kelaziman (stating the obvious). Jarang mereka menyatakan tren-tren baru.
Jadi, sebetulnya ini (penggunaan Open Source sudah merata di mana-mana) sudah terjadi cukup lama.
Hari gini belum pakai Open Source ?
Rugi besar lho
Berita selengkapnya : Gartner : 85 persen perusahaan pakai Open Source

November 19th, 2008 15:19
disini masih blom pakai open source karena aplikasi yang dibuat blom ada opensourcenya
Menurut saya untuk administrasi, finance, accounting dan HR sebaiknya sudah bisa digantikan dengan produk opensource.
*duh malah ngelantur saya
November 19th, 2008 19:40
Terus terang saya gak gitu peduli mau pake opensource apa ndak. Yg penting GRATIS
November 21st, 2008 02:01
Untuk individu sih udah lumayan merata yang pake, kalo institusi/perusahaan ane ga paham
November 21st, 2008 13:58
kalo semuanya udah pake yang gratis apa yang mau dikorupsi?
November 21st, 2008 14:44
@jusuf - kata siapa “Open Source == gratis” ?

.
Open Source itu bisa gratis, bisa berbayar.
.
Beda dengan proprietary, yang harus bayar.
.
Jadi dengan open source, kita ada pilihan. Ini senangnya, adil sekali.
.
Bagi yang memerlukan, bisa mendapatkan dengan gratis.
Bagi yang ada uang, bisa mendapatkan ini plus berbagai layanan ekstra.
.
Ada berbagai triknya untuk meraup uang dari open source. Tapi kalau untuk di korupsi, hm… saya diem ah
November 24th, 2008 17:22
Aku juga termasuknya, pke wordpress ma firefox. Tapi klo OS masih betah ma windows
November 24th, 2008 19:33
kang harry,
gartner sendiri punya berbagai macam tipe research paper: dataquest, hype cycle, dll. Mungkin yg dikutip oleh kompas ini hanya bagian dari dataquest report yg baru dirilis oleh Gartner.
Tapi memang menjadi pe-er kita bersama bagaimana FLOSS success story ini bisa melangkah lebih jauh, bukan hanya sebatas infrastructure-related saja.