Archive for June, 2008

Nokia & Blogger : pertemuan pertama & N78

OK yang satu ini terlewat dari posting saya – my bad. Karena kabar gembira ini saya kira perlu diketahui oleh kita semua, maka saya tetap saya posting saja ya. Tidak ada kata terlambat untuk kabar gembira :)

Pada tanggal 13 Juni 2008 kemarin ini saya diundang oleh Nokia untuk menghadiri acara “Nokia Blogger Gathering”. Saya pikir wah bagus juga ada niat baik dari entitas korporat seperti Nokia untuk bertemu dengan para blogger. Jadi undangan tersebut saya sambut dengan baik, dan disepakati lokasi pertemuan adalah di Neo Vanity, New Menara Standard Chartered, pukul 17:00.

Cukup surprise ketika tiba di lokasi karena ternyata undangannya tidak banyak, hanya ada sekitar 10 orang. Saya kira akan ramai seperti PestaBlogger.com atau event serupa. Tapi tidak masalah, niat baik tetap harus kita hargai. Jadi saya kemudian mendaftar di resepsionis, dan memasuki lokasi acara.

Segera beberapa wajah yang familiar terlihat oleh saya. Ada pak Budi Putra, yang telah membantu mengadakan acara ini. Ada juga mas Kun.co.ro, surprise ternyata beliau lebih dulu sampai daripada saya, he he. Dan, tentu saja, pada kesempatan seperti ini juga saya bisa bertemu dengan para blogger yang sebelumnya cuma saya ketahui dari blog mereka :)

Saya bertemu dengan mas Pepih Nugraha pertama kali disini. Beliau saat ini diserahi tanggung jawab untuk mengembangkan media online kompas.com. Mbak Puti juga sudah tiba, blogger yang salah satu fokusnya adalah topik fashion. Mas Budi Sutomo, dengan blog kuliner & boga nya. Ilman Akbar, blogger dari UI, sekaligus konsultan Web & IT. Mbak Yessi dengan blog sainsnya di ABN. Dan mas Amir Karimuddin, blogger dengan spesialisasi gadget / new technology. Belakangan mas Rendy Maulana dan mas Jonru juga muncul di lokasi acara.

Seperti biasa, di suasana baru saya cenderung overload (dasar introvert) dan tidak banyak bicara. Saya lebih banyak tersenyum dan mendengar yang lainnya; mengamati situasi. Sekilas langsung jelas bahwa ini adalah event yang diselenggarakan secara profesional – Nokia merekrut jasa Prisma consulting untuk menyelenggarakan acara ini. Wow. Belakangan saya baru tahu mengapa undangan untuk acara ini tidak banyak – ternyata, inilah pertama kali di dunia Nokia mengadakan gathering dengan Bloggers :D

Jadi secara internal, Nokia internasional sudah paham bahwa mereka perlu bekerja sama dengan komunitas blogger. Nah, yang kemudian melaksanakan strategi ini untuk pertama kalinya ternyata adalah Nokia Indonesia, pada acara “Nokia Blogger Gathering” ini.

Acung 2 jempol untuk tim Nokia Indonesia & Prisma consulting atas terselenggaranya acara ini. Dan kita bisa yakin bahwa akan ada acara-acara lanjutannya, dan dengan skala yang lebih besar lagi.  

Agenda acaranya cukup simpel, yaitu pertemuan dengan para bloggers. Dilanjutkan kemudian dengan pembahasan handset Nokia Nseries terbaru, salah satunya adalah N78.

Handphone ini langsung menarik perhatian karena berbagai hal. Pertama, walaupun ramping, namun fiturnya cukup powerful. Jelas langsung terlihat bahwa interfacenya cepat & memanfaatkan akselerasi 3D. 

Kedua, saya pribadi senang dengan kameranya. Salah satu contoh gambar yang ditampilkan adalah seorang biker yang sedang melayang di udara – dan gambar tersebut tajam ! Tidak blur sama sekali. Dimana berbagai kamera di handphone lainnya jelas tidak akan bisa menangkap gambar dengan kecepatan seperti itu.

Ketiga; dan yang paling signifikan, adalah fitur geotagging dengan memanfaatkan built-in GPS di handphone ini. Ditunjukkan bagaimana foto yang diambil dengan kamera ini otomatis (setelah fitur ini di enable sebelumnya) ada geotag nya. Kemudian diperlihatkan foto tersebut yang telah di upload di flickr.com – jadi ada link “Map”, yang ketika di click langsung menampilkan peta lokasi dimana foto tersebut diambil.

Saya dan mas Koen langsung nyengir. Sepertinya keyword yang sama muncul di permukaan otak kita – Location-Based Services !
Nokia memang baru mendemokan kelebihan fitur GPS di handphone tersebut untuk melakukan geotagging pada foto. Namun tidak ada yang menghalangi developer yang kreatif untuk memanfaatkan fitur tersebut untuk menyediakan layanan-layanan berdasarkan lokasi dari pengguna ybs.

Ini berarti bisnis yang potensial cukup besar bagi mereka yang kreatif, dan layanan-layanan yang bisa sangat bermanfaat bagi kita, para pengguna.

Setelah acara demo selesai, kemudian ada acara diskusi dengan hadirin. Tim Nokia benar-benar terjun all out di acara ini — ada Product Manager dan Marketing Manager Nokia Indonesia di acara ini. Mereka langsung berinteraksi dengan para blogger, yang dengan senang hati menyambutnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan makan malam bersama. Diskusi juga dilanjutkan disini dengan hangat & akrab, antara sesama blogger yang baru pertama kali itu bertemu dan juga dengan tim Nokia & Prisma consulting.  

Setelah dinner selesai, ternyata masih ada kejutan lainnya lagi – penarikan doorprize yaitu (tadaa) sebuah handphone N78 ! Para blogger yang hadir langsung tertawa gembira sambil tentunya berharap dia yang akan mendapatkannya ;)   kans nya lumayan gitu lho, 1:10, he he

Yang paling beruntung malam itu ternyata adalah mas Pepih Nugraha ! Beliau bisa pulang sambil nyengir menenteng sebuah tas biru Nokia yang berisi handphone N78 baru. Selamat untuk kawan kita ini, semoga handphone barunya bisa banyak bermanfaat.

Dan masih ada kejutan lagi saudara-saudara … setiap blogger yang hadir kemudian mendapat bingkisan besar dari Nokia. Isinya adalah backpack Nokia dan world travel charger, sebuah gadget yang merupakan konverter colokan listrik berbagai bentuk + USB charger. Very thoughtful. 
Waduh, luar biasa :)  saya musti akui dari berbagai acara publik yang pernah saya hadiri, acara inilah yang paling spektakuler, paling berkesan, dan sangat personal dalam eksekusinya. 

Acara (akhirnya) ditutup dengan foto bersama di depan lokasi. Semua tertawa gembira, dan tentu berharap dapat hadir dalam acara yang berikutnya.

Sekali lagi salut kepada Nokia yang telah dengan luar biasa merangkul komunitas Blogger Indonesia. Mudah-mudahan bisa terus dilanjutkan, dan juga ditiru oleh pihak-pihak lainnya.

Maju terus Blogger Indonesia ! :)

 

Artikel terkait :

Nokia “Go Blogging”
Blog, Telkom, Nokia
Karya Nokia untuk Bloggers 

Credits:
N78 photo from Nokia.com, already approved for media usage.
Blogger & Nokia team’s photo from Yessi’s website 

Youtube Auto Download Script

My daughter is tracking some movie episodes in Youtube, but download speed is rather slow on peak hours.

So I made the following script, which, when scheduled with crontab in Linux, will automatically download the episodes automatically in off peak hours. It’s much faster this way, and she’s happy now :)

The script is also heavily commented, it covers most of the basic features in shell / Unix / bash scripting. I figure those still new in Unix scripting will find it useful, so I’m sharing it here.

Back to the script — It’s very easy in her part – (1) she just need to paste the Youtube URLs into /home/myuser/Desktop/download-list.txt
(2) And every morning she need to delete the URLs, which have been downloaded, from it — unfortunately, this is necessary since Youtube doesn’t allow us to resume downloads.
But basically that’s all that she needs to do.

Here’s how the crontab looks like :

58 23 * * * /master/scripts/download-otomatis.sh
1 6 * * * pkill -f download-otomatis
3 6 * * * killall wget

The script will be executed every day at 23:58.
Then to kill the script, we’ll need the next 2 lines, which will be executed at 06:01 and 06:03 respectively.

Voila – a happier daughter :)

Here’s the script :

#!/bin/bash

### Youtube Auto Download
### v1.03

### Requires : youtube-dl script
### http://www.arrakis.es/~rggi3/youtube-dl/

### -------------------------- Global variables
### change as necessary
YOUTUBE_SCRIPT=/master/scripts/youtube-dl
DL_FILE=/home/myuser/Desktop/download-list.txt
DL_LOC=/master/NewDownloads/
### ------------------------- stop changing here

## ganti direktori
cd $DL_LOC

## cari tahu jumlah baris
JML_BARIS=`cat $DL_FILE | wc -l`

CTR=1

## jika belum akhir file, proses setiap baris pada $DL_FILE
while [ $JML_BARIS -ge $CTR ]
do

### ambil satu baris dari file
URL_YOUTUBE=`cat $DL_FILE | sed $CTR'q;d'`
echo $URL_YOUTUBE


### dapatkan link untuk download
URL_DL2=`$YOUTUBE_SCRIPT -g2 "$URL_YOUTUBE"`

### baris pertama adalah nama file (lalu tambahkan extension FLV)
NAMA_FILE=`echo "$URL_DL2" | sed 1'q;d'`
NAMA_FILE=$DL_LOC${NAMA_FILE}.FLV
### baris kedua adalah URL_DL
URL_DL=`echo "$URL_DL2" | sed 2'q;d'`

### cek apakah $URL_DL kosong?
## jika ya, maka berarti ada error (url download tidak berhasil didapatkan)
if [ -z "$URL_DL" ]; then
echo ==== ada error ! ====
else

## OK !! download videonya sekarang !
wget -O "$NAMA_FILE" -c "$URL_DL"

fi

CTR=$((CTR+1))

done

exit 0

BBM & Listrik naik : Berkat USAID ?

USAID adalah badan pemerintah Amerika yang menyalurkan berbagai “bantuan” kepada negara-negara lainnya. Masalahnya, seringkali berbagai “bantuan” tersebut dicurigai adalah kedok untuk mencapai keinginan pemerintah Amerika. Modus operandinya cukup beragam, dan bagi yang mau mencoba mengamati, akan segera menjadi jelas berbagai triknya.

Saya barusan mendapatkan email terlampir dari Satrio Arismunandar, yang kebanyakan kita mungkin lebih mengenalnya sebagai produser acara “Jika Aku Menjadi” di Trans TV. Ternyata email tersebut ditulis oleh Agus Nizami, yang saya yakin sebagian besar dari kita sudah pernah membaca berbagai artikel beliau di berbagai forum/milis/website.

Di artikel tersebut Nizami mengangkat sebuah dokumen USAID tertanggal 2002 yang ditemukannya, dengan judul “Energy Sector Governance Strengthened“. Dokumen ini menunjukkan persekongkolan mereka untuk (pada akhirnya) menaikkan harga BBM & Listrik.

Dikutip dari dokumen USAID : … By minimizing the role of government as a regulator, reducing subsidies, and promoting private sector involvement …

Artinya: mengurangi peran pemerintah sebagai pengatur / regulator, menurunkan subsidi, dan meningkatkan partisipasi perusahaan swasta (dalam soal BBM & Listrik)

Hasilnya sudah kita “nikmati” bersama :(
BBM sudah naik secara drastis. Listrik juga sudah naik untuk sebagian masyarakat, dan kenaikan secara keseluruhan bukan hal yang mustahil.

Masalah BBM saja sudah merupakan hal yang luar biasa sangat berat. Satrio Arismunandar menulis satu posting dimana terjadi berbagai kasus bunuh diri karena kenaikan BBM tersebut :

“Sekarang saja hidup saya susah, karena miskin. Apalagi nanti, kalau harga minyak dan bensin jadi naik, tambah susah lagi. Saya sudah tak tahan hidup, malu sama keluarga, pingin mati saja,” kata Jamaksari, seperti dituturkan para tetangganya.

Dalam surat wasiat yang ditemukan di saku korban, Jamaksari berpesan (pada istrinya), “Neng, titip anak. Kakak sudah tidak tahan lagi. Inilah yang bisa saya titipkan. Jamak minta tobat. Ibu, semuanya, jangan menyalahkan siapa-siapa. Ini murni bunuh diri, nebus dosa. Salam untuk bapak, uwak, sekalian.”

Bayangkan jika subsidi PLN untuk rakyat kecil juga sampai “berhasil” dicabut – berapa lagi nyawa yang akan melayang ?

Dari dokumen USAID ini, jelas kenaikan BBM & Listrik adalah untuk berbagai kepentingan bisnis & pemerintah asing (Amerika). Terlalu banyak & kompleks untuk diuraikan disini, selain saya juga tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan investigasi lebih lanjut secara komprehensif.
Mudah-mudahan ada yang bisa melanjutkan investigasi ini dengan lebih lengkap lagi.

Dengan semangat kebangkitan nasional, dan hari kemerdekaan Republik Indonesia di 17 Agustus nanti — katakan TIDAK pada para penjajah ! Merdeka !

Banyak terimakasih kita ucapkan kepada pak Agus Nizami yang sudah mengangkat soal ini.

Terlampir email selengkapnya :

—– Original Message —-
From: A Nizami <nizaminz@xxxxxxxxxx.com>

Berikut adalah dokumen USAID (United States Agency for International Development, Lembaga Pemerintah AS) tentang “Penguatan Pengaturan Bidang Energi” di Indonesia yang menunjukkan campur tangan pemerintah AS mengenai sektor energi Indonesia.

Sekitar 90% migas Indonesia “dikelola” oleh perusahaan Multi National Company (MNC) seperti Exxon Mobil, Chevron, Halliburtons, Unocal, yang mayoritas berasal dari AS. Dari “kerjasama tersebut” MNC dari AS mendapat keuntungan yang sangat besar melebihi dari kontrak bisnis yang wajar. Sebagai contoh jika ongkos pompa minyak (tidak termasuk pengilangan dan distribusi ke SPBU) yang wajar hanya sekitar US$ 4/barrel (Rp 231/liter), maka MNC mengeruk keuntungan hingga US$ 50/barrel atau lebih dari 12 kali lipat.
Jika dikalikan dengan 365 juta barrel/tahun maka keuntungan lebih MNC tersebut adalah Rp 154,5 trilyun.

Sementara di dokumen CIA tentang Indonesia disebut bahwa sektor listrik di Indonesia masih “regulated”. Tarifnya masih “diatur” oleh pemerintah Indonesia, sehingga harganya terjangkau oleh mayoritas rakyat Indonesia yang masih menengah ke bawah.
Hal ini jelas tidak menguntungkan bagi para “investor” AS yang ingin mengeruk keuntungan sebesar-besarnya. Untuk itu harus dideregulasi. “Subsidi” harus dicabut sehingga harganya mengikuti harga pasar, atau yang sekarang disebut “Harga Keekonomian”.

Untuk itu pemerintah AS lewat USAID mengucurkan jutaan dollar yang dikucurkan kepada kaki tangan mereka agar kebijakan mereka bisa berjalan di Indonesia, yaitu deregulasi, pengurangan subsidi (penaikan harga), dan reformasi bidang energi. Untuk itu USAID jadi “Donatur Utama” agar usaha tersebut berhasil. Untuk tahun 2001 dan 2002 saja mereka menganggarkan masing-masing US$ 4 juta (Rp 37,2 milyar) agar berhasil.
Berikut cuplikan dari dokumen USAID yang berjudul “Energy Sector Governance Strengthened”:

<i>By minimizing the role of government as a regulator, reducing subsidies,and promoting private sector involvement, a reformed energy sector can contribute billions of dollars in tax revenue. USAID has been the primary bilateral donorworking on energy sector reform, which helps leverage larger multilateral loans.</i>

USAID “membantu” pemerintah Indonesia agar Parlemen, Ormas/LSM, Media, dan Universitas “dilibatkan” sehingga “Penghapusan Subsidi” dan “Penentuan Harga” tidak menimbulkan “jeritan” masyarakat terlalu besar. Bahkan Kepala Bappenas, Paskah Suzetta, menyarankan subsidi dicabut secara bertahap setiap bulan sehingga tidak terlalu kelihatan (meski efeknya tetap terasa oleh warga). Bappenas menyarankan harga minyak dinaikkan sebesar 2% setiap bulan selama setahun (24%) sehingga sama dengan harga pasar. Meski mungkin para demonstran tidak mengetahui, tapi ini tetap akan memukul kantong para supir angkutan umum dan nelayan.

<i>the Government of Indonesia, with USAID assistance, ensured that national and local parliaments, civil society organizations, media, and universitieswere involved in the decision. As a result, there was minimal public outcry. USAID also supported this process by providing policy analysis for energy pricing and subsidy removal.</i>

USAID “bekerjasama” langsung dengan pejabat Indonesia yang berwenang merevisi draft UU tentang Listrik dan merancang struktur peraturan:

<i>USAID advisors work directly with Government of Indonesia officials responsible for implementing power sector reform, revising draft electricity legislation and redesigning regulatory structures.</i>

Hebat bukan? Betapa baiknya pemerintah AS “membantu” merevisi dan merancang UU energi dan listrik kita…. USAID “membantu” membuat RUU Minyak dan Gas yang dikirim ke DPR bulan Oktober 2000. Seorang ekonom menyatakan bahwa RUU tersebut dibuat oleh pemerintah AS. Komisi DPR tinggal memberi stempel dan tanda tangan saja:

<i>USAID helped draft new oil and gas policy legislation submitted to Parliament in October 2000.</i>

Di tahun 2001 USAID mengucurkan US$ 850.000 (Rp 7,8 Milyar) ke LSM-LSM dan Universitas-Universitas untuk kampanye masalah energi seperti “Penghapusan Subsidi Energi”:

<i>In FY 2001, USAID plans to provide $850,000 DA to support NGOs and universities in developing programs for raising awareness and supporting involvement of local government and the public of energy sector issues,including removal of energy subsidies</i>

Dengan kucuran dana sebesar itu tak heran jika ada oknum Lembaga Peneliti satu Universitas Negeri terkenal menyatakan jika harga BBM dinaikkan jumlah rakyat miskin akan turun….

USAID bekerjasama dengan ADB dan Bank Dunia dalam “mereformasi” bidang Energi Indonesia. Dengan hutang US$ 20 juta (hanya sekitar Rp 186 milyar), penasehat USAID berperan sebagai manajemen proyek dan perencanaan. ADB dan USAID bekerjasama membuat rancangan UU Migas Indonesia tahun 2000. Melengkapi usaha USAID, Bank Dunia melakukan “Studi Komprehensif” bidang Migas dan kebijakan tarif serta “bantuan” finansial dan restrukturisasi PLN.

<i>Other Donor Programs: USAID works closely with the Asian Development Bank (ADB) and the World Bank on energy-sector reform. USAID assistance is leveraging a $20 million ADB power sector-restructuring loan, with USAID advisors playing project management and planning roles. The ADB and USAID worked together on drafting a new oil and gas law in 2000. Complementing USAID efforts, the World Bank has conducted comprehensive studies of the oil and gas sector, pricing policy, and provided assistance to the State electric company on financial and corporate restructuring</i>

Yang harus kita sadari adalah bahwa setiap pinjaman dari IMF, Bank Dunia, ADB (yang merupakan alat AS dalam menguasai ekonomi dunia) mempunyai syarat bahwa negara peminjam harus melaksanakan Agenda Neoliberalisme seperti “Privatisasi”, Deregulasi, Pencabutan Subsidi/Kenaikan tarif (mis: pencabutan “Subsidi” BBM agar harga mengikuti harga pasar/harga keekonomian) , perdagangan bebas, dan sebagainya (Tabb, William K. “Globalization. ” Microsoft® Encarta® 2006).

Dengan menaruh putra/putri Indonesia yang jadi mantan Direktur dari Bank Dunia dan IMF di kementrian bidang Ekonomi, Institusi Globalisasi tersebut dengan bebas dapat menjalankan program Neoliberalisme di Indonesia. Penjualan BBM di Indonesia sekitar Rp 418 trilyun per tahun sementara listrik PLN sekitar Rp 200 trilyun per tahun. Total sekitar Rp 618 trilyun (belum termasuk batubara). Itu baru di harga bensin Rp 6.000/liter.
Jika mengikuti harga “Pasar” atau “Keekonomian” yang sekitar Rp 10.000/liter nilainya naik jadi Rp 1.018 Trilyun! Indonesia dengan jumlah penduduk nomor 4 terbesar di dunia jelas merupakan “pasar” yang menarik bagi AS. Setelah menguasai sekitar 90% di sektor hulu Migas, adakah dengan program Privatisasi dan Kenaikan Tarif, AS ingin menguasai sektor Hilir dan juga bidang Listrik? Adakah ini merupakan “Penjajahan Ekonomi” oleh AS terhadap Indonesia?

Belanda yang merupakan sekutu dekat AS bertindak tegas menangkap agen-agen CIA yang berusaha memata-matai Belanda, merekrut kaki tangan AS sehingga kebijakan Belanda tidak dapat dipengaruhi AS.

Bagaimana dengan Indonesia? Lembaga-lembaga AS (baik pemerintah mau pun swasta) dapat dengan bebas memberi dana kepada Individu, Lembaga Pemerintah (Polri, TNI, dsb), dan LSM-LSM Indonesia tanpa proses audit/kontrol dari masyarakat/negara. Adakah Mereka dan LSM-LSM ini akhirnya akan jadi agen asing yang bekerja untuk kepentingan asing ketimbang kepentingan rakyat Indonesia? Dengan proyek NAMRU-2, pejabat militer AS bebas keluar masuk Indonesia tanpa izin khusus.

Mudah-mudahan putra-putri Indonesia mampu melakukan yang terbaik untuk rakyat Indonesia. Bukan untuk kepentingan asing.

Berikut dokumen selengkapnya dari USAID:
http://www.usaid.gov/pubs/cbj2002/ane/id/497-013.html

Baca artikel selengkapnya di: http://infoindonesia.wordpress.com

Islam Betawi

Satu lagi dari kawan saya, pak Geis Chalifah, via milis ISNET. Menarik sekali mengetahui perspektif dari, istilah beliau, Islam Kampung.

Selamat membaca.

Ahmadiyyah, Habib, Betawi, KH Abdullah Syafii etc etc

Allah hu Akbar Allah hu Akbar Allah Allah hu Akbar…
Kalam suci menentukan ku tuk berjuang..
hidup serentak untuk membela kebenaran..
untuk negara bangsa dan kemakmuran.. hukum Allah tegakkan..
Allah Hu Akbar Allah Hu Akbar Allah Allah Hu Akbar..

putera puteri islam harapan agama…
majulah serentak gemgamkan persatuan… kalam Tuhan..
mari kita memuji mari kita memuja..
peganglah persatuan..kalam Tuhan..

Pemuda pemudi islam bangunlah panggilan jihad rampungkan..
wasiat Muhammad peganglah… harta dan jiwa serahkan…
binalah persatuan.. sirnakan perpecahan.. .persatuan ..kalam tuhan
pertikaian menguntungkan musuh tuhan ..
hanya iman tauhid dapat menyatukan.. .
panggilan jihad tirukan …

ulama pemimpin islam dengarlah… demi agama sadarlah..
hentikan pertikaian.. ciptakan perdamaian.. .
tuntutan agama menjadi tujuan….
panggilan jihad tirukan… panggilan jihad tirukan…

— Panggilan Jihad, Radio Assyafiiyah

Asww. Pertama tama saya mohon maaf bila terlambat menanggapi dikarenakan waktu yang tak memungkinkan untuk berkomunikasi melalui milis. Namun Doa saya untuk teman teman semua selama di tanah suci tak pernah putus, baik yang saya kenal wajah dan namanya, maupun yang hanya namanya saja.

Dua minggu kemarin hp saya kebanjiran sms mengenai situasi Jakarta dan ada banyak email melalui Japri tentang Habib Rizieq Shihab dan FPI, Achmadiyah dan banyak hal lainnya. Jangankan untuk menjawab satu persatu, bahkan untuk membacanya saja saya lumayan gagap.

Namun demikian saya ingin menanggapi posting Elza, Tulus, dll dimilis kahmi dan teman teman lainnya yang dikirim melalui japri. Salah satunya yang berjudul Apel Akbar Bubar Setelah Diserbu. yang seolah olah dikesankan saya menyetujui tindakan kekerasan oleh FPI.

Jawaban saya mengenai insiden Monas itu singkat saja. Satu satunya kekerasan yang saya sukai adalah; Bila rudal rudal buatan Rakyat Palestina mengenai tentara Israel yang menindas bangsa Palestina. “Kekerasan” semacam itulah yang saya sukai selebihnya saya tidak suka.

Elza, Mas Tulus dan teman lainnya, dari pertama saudara Saidiman memposting ajakan apel akbar memperingati Hari Lahir Pancasila bersama AKKBB. Saya sudah merasakan ada yang tak beres dengan kegiatan itu, bahkan pada hari H nya saya mendapat sms untuk mengikuti kegiatan tersebut dari nomor yang tidak saya kenali, namun dibawahnya tertulis nama Nong. Ketika saya konfirmasi tak ada jawaban dari sipengirim.

Saya cuma berfikir bahwa mereka para penyelenggara Apel Akbar 1 Juni tidak memiliki sensitifitas terhadap masyarakat Jakarta (“Betawi”), atau jangan jangan tidak mengerti apa dan bagaimana masyarakat Jakarta (“Betawi”) tempat mereka tinggal.

Saya ingin mengurai sedikit saja mengenai masyarakat Jakarta ini. Dulu di Jakarta ada stasiun radio bernama Radio Asyafiiyah di Bali Matraman tepatnya. Setiap pagi menyiarkan da’wah yang di suarakan oleh Almarhum KH Abdullah Syafii, Setiap memulai siaran, radio itu selalu mengumandangkan lagu berjudul Panggilan Jihad yang teksnya saya tuliskan diatas.

Ummi (ibu) saya dan ratusan ribu masyarakat lainnya hafal gelombang radio ini, setiap hari bila ada yang meninggal dunia maka radio ini mengumumkan berita orang yang wafat. Walaupun belum ada hp dimasa itu namun kita dapat dengan cepat mengetahui bila ada kerabat yang meninggal melalui radio Assyafiiyah. Dapat dikatakan sang Kiayi bernama Abdullah Syafii adalah tokoh yang mempersatukan masyarakat Islam di Jakarta melalui radio dan ceramah ceramahnya. (walaupun terkadang saya agak pengeng kuping karena ummi saya selalu menyetelnya keras keras agar anak anaknya bangun untuk sholat subuh :-) ;-) )

KH Abdullah Syafii adalah murid dari Habib Ali Alhabsyi seorang habib yang terkenal dijamannya bertempat di kwitang, sampai saat ini Majelis Ta’limnya masih berjalan diteruskan oleh cucunya bernama Habib Abdurahman Alhabsyi.

Ketika kasus Achmadiyah marak dalam pemberitaan dan pembelaan terhadap mereka pun mengalir dengan deras, sesungguhnya masyarakat berpeci dan berkoko itu sudah sangat muak. Mereka tidak menyukai kekerasan namun juga tak suka Achmadiyah didiamkan. Sesungguhnya warna masyarakat Jakarta aselinya adalah yang turun di hari senin kemarin. Mereka adalah masyarakat diam, masyarakat yang tergabung di ribuan Majelis Ta’lim yang dikelola oleh Habaib maupun Ustadz ustadz “betawi” yang umumnya memiliki kedekatan emosional dengan para Habaib, karena sebagian besar mereka adalah murid muridnya. baik langsung ataupun tidak langsung.

Habib Abdurahman Assegaf adalah salah satu contoh seorang guru yang memiliki ribuan murid dan murid muridnya itu menghasilkan murid lagi, bisa diperkirakan berapakah muridnya dia, bila dari umur sebelas tahun beliau mengajar sampai akhir hayatnya diumur 90 tahun lebih. Para Habib di masa itu kebanyakan adalah habib yang tawadhu, semua langkahnya hanya berurusan dengan Syiar Islam dan tak terkait dengan politik dalam arti kepentingan pribadi, oleh karenanya mereka sangat di hormati oleh masyarakat “betawi” ini.

Masyarakat diam itu secara ekonomi tersingkirkan, yang mereka miliki tinggal satu yaitu keyakinan keagamaan pada Islam, dimana Rasulullah Muhammad SAW adalah pujaan mereka setiap hari yang disenandungkan melalui shalawatan baik beramai ramai maupun ratiban secara personal. Apa yang dilakukan oleh teman teman di Monas itu secara tidak langsuing sebenarnya adalah “menghina” mereka, “menghina” keyakinan mereka pada Rasulnya.

Mereka Islam “kampung” sama seperti saya, kita kita ini cuma lahirnya saja di metropolitan namun pendidikan Islam masyarakat disini adalah Islam tradisional, saya lahir dan besar dalam suasana itu, mohon maaf Lutfi Assauqani yang ” Liberal” itu pada dasarnya sama seperti saya sama seperti kaum berpeci dan berkoko yang turun ke jalan dihari senin itu, yaitu islam “kampung” Islam tradisional yang pada intinya tak pelik pelik dalam menghayati Tuhan dan keberadaannya. Cuma Lutfi lagi ganti kulit dan saya tak mau ganti kulit saya tetap lebih suka menjadi Islam “kampung” ketimbang beraneh aneh dalam beragama. Walaupun HMI sedikit banyak telah merubah pemikiran maupun pola ibadah ritual islam saya setelah mahasiswa, namun saya tetap menghormati para Habaib masa lalu yang sudah Almarhum, KH Abdullah Syafii dan Habib Habib lainnya yang masih tawadhu yang tak terjebak dalam interes pribadi, dan ribuan muridnya yang telah mensyiarkan Islam dengan tulus dan ikhlas. Bahkan setelah menjadi pengurus Alirsyad pun saya tetap hadir dalam undangan Maulid ataupun Khaul yang di gelar oleh para habaib itu. (maaf bagi yang anti bid’ah buat saya hubungan kemanusiaan jauh lebih penting ketimbang berpegang secara kaku pada mazhab). Beberapa efek sosial kegiatan maulid ini sudah saya jelaskan dalam posting terdahulu.

Mayoritas masyarakat “Betawi” di Jakarta berfaham Ahlus Sunnah Waljamaah sama persis dengan fahamnya NU, namun bukan Gusdur yang menjadi panutan disini, panutan masyarakat berpeci dan berkoko di Jakarta adalah KH Abdullah Syafii, Habib Abdurahman Assegaf, Habib Umar bin Hud Al Atas (cipayung) yang semuanya sudah Almarhum.

Itu sebabnya Muhamadiyah, Alirsyad, Persis, tidak laku di masyarakat Jakarta (“Betawi”) ini.

Ketika permintaan membubarkan Achmadiyah telah mulai surut dari pemberitaan, kemudian dari beberapa tokohnya saya mendapat berita bahwa mereka “menyerah” karena tahu persis bahwa pemerintah tak akan membubarkan. Terlebih setelah ada berita tentang empat negara mendatangi DEPAG melalui perwakilannya.

Saya agak aneh melihat undangan apel akbar, untuk apa lagi apel akbar diadakan? untuk apa lagi memberi dukungan pada Achmadiyah dengan membawa massa? yang telah jelas sudah “menang” dari sisi opini, terlebih dengan kegigihan Adnan Buyung Nasution dalam membela Achmadiyah.

Maka ketika FPI melakukan penyerbuan saya tidak merasakan kejanggalan karena provokasi itu sudah dibangun dari sebelum sebelumnya. Bahkan jauh hari sebelumnya saya sudah menulis dimilis kahmi dan lainnya dengan judul “Kampanye Memelorotkan Syariah Islam” yang berisi provokasi pada FPI dan lainnya. Bentrokan itu hanya menunggu waktu saja bahklan kalau bukan dengan FPI akan ada kemungkinan dengan Masyarakat “Betawi” Tanah Abang, atau Condet atau Jatinegara tergantung siapa yang mampu menggerakkannya.

Lebih jauh lagi saya ingin bertanya benarkah kaum liberal pembela pluralisme itu marah dengan sikap FPI ? Saya katakan sama sekali tidak. Karena itulah yang mereka inginkan, bentrokan itu memang sudah ditunggu tunggu agar kampanye anti Islam syariah semakin mudah, terlebih dengan dukungan media masa yang demikian kuat bahkan pemilahan beritapun dibuat sedemikian rupa. Semua hanya skenario dan korban yang jatuh dianggap adalah resiko yang harus di tanggung, kira kira seperti demo Mahasiswa 66 dan 98 berharap ada mahasiswa yang mati agar gerakan lebih dramatis dan mendapat dukungan luas.

Saya tidak membenarkan tindakan FPI namun tolong dilihat juga bagaimana tingkah para pendukung Achmadiyah itu, setidaknya punyakah mereka sedikit EMPATI terhadap para “Islam Kampung” yang tak sehebat mereka dalam berfikir pluralisme dan tetek bengek lainnya. Punyakah mereka rasa toleran terhadap kejumudan berfikir kita kita ini yang masih kampungan, tradisional, perlu pencerahan,dsb dsb. Adakah orang orang hebat yang elitis yang Doktoral summa cumlaude mengerti masyarakatnya sendiri.???

Semakin “tinggi” seseorang terkadang semakin tak menginjak bumi….

Salam
Geis Chalifah

Levi’s Indonesia = Spammer

Heran, akhir-akhir ini makin banyak perusahaan Indonesia yang melakukan spamming :(
Tadi ini saya baru mendapatkan dari Levi’s Indonesia.

Kenapa sampai harus spamming ya ? Apa budget marketingnya sedemikian kecilnya ?
Kasihan sekali.

Setelah bersabar dan cuma menyaksikan jumlah perusahaan Indonesia yang melakukan spamming semakin menggila, akhirnya saya rasa sudah saatnya para spammer ini diekspos kelakuannya di depan umum.

Mulai hari ini saya membuat kategori baru di blog ini, yaitu kategori Spammer.
Semua spammer yang cukup nekat untuk mem spam saya akan diekspos, berikut dengan SEMUA info kontak pribadinya, di kategori tersebut.

Baik, mari kita mulai dengan spam dari Levi’s ini :

from : Ramdhani, Fadly – framdhani@levi.com
to : undisclosed-recipients
date : Fri, Jun 20, 2008 at 10:59 AM
subject : Levi’sR Indonesia Website (http://www.levixxx.co.id)

Please visit our website to get more info about Levi’s® brand! See our latest collections, store locator and what’s new with the brand.

Regards,

Fadly Ramdhani
Marketing Dept.
PT. Levi Strauss Indonesia

http://www.levixxx.co.id

Spam dari Levi’s Indonesia ini juga menyertakan sebuah file gambar berukuran raksasa yang di embed di email tersebut. Tentu ini sangat mengesalkan, misalnya bagi mereka yang akses internetnya dibatasi kuota / di charge per besar pemakaian (per kb / MB)

Email spam ini juga dikirim ke alamat email saya yang biasanya hanya berisi spam dari luar negeri.
Spam dari Levi’s ini jadi sangat mencolok karena sendirian berasal dari Indonesia.

OK, selamat kepada Levi’s Indonesia yang telah menjadi spam pertama yang di ekspos di kategori “Spammer” ini :)

Ahmadiyah vs FPI : Kronologi singkat

Kasus Ahmadiyyah / AKKBB versus FPI sudah amat sangat banyak dibahas oleh berbagai pihak dan berbagai media, dari berbagai sudut. Tapi masih ada satu hal lagi yang sangat menarik – yaitu bagaimana situasi berbalik 180 derajat dengan sangat tidak disangka-sangka.

Seingat saya, pada awal kasus itu situasi benar-benar sangat genting bagi FPI. Ahmadiyyah / AKKBB benar-benar berada di posisi yang sangat di atas angin.
Saya ingat melihat foto Presiden sedang mengadakan rapat koordinasi langsung dengan banyak pejabat & menteri untuk membahas hal ini, dan sekaligus mengecam kekerasan tersebut.

Yang muncul di benak saya ketika itu adalah, habislah FPI kali ini. Sudah tidak nampak lagi cara untuk menyelamatkan diri mereka.

Karena itu saya amat terkejut ketika, terasa sangat tiba-tiba, situasi berbalik dan dengan cepat mengerucut pada keluarnya SKB Ahmadiyyah.
SKB yang telah lama ditunggu-tunggu selama berbulan-bulan itu justru akhirnya muncul ketika Ahmadiyyah sedang berada di posisi di atas angin.

Dan kini posisinya sudah berbalik total – AKKBB tidak terdengar lagi suaranya, JAI tidak berkutik.

Mengapa bisa demikian?
Jangan tanya saya, saya juga cuma bisa tercengang melihatnya :)

Anyway, terlampir adalah email dari pak Geis Chalifah, kawan saya di ISNET. Beliau menyampaikan sekilas kronologi kejadian ini dari perspektif beliau. Disitu bisa kita lihat beberapa situasi di balik layar pada saat kasus ini sedang berjalan.

Mudah-mudahan ada pelajaran & hikmah yang bisa kita dapatkan dari ini semua.

From: Geis Chalifah
To: mus-lim@xxxxxx.isnet.org

Minggu 1 Juni siang hari saya mendapat khabar Apel Akbar AKBB rusuh mereka diserbu oleh massa FPI. Saya langsung terfikir kali ini habislah FPI, Front Pembela Islam itu masuk dalam perangkap, mereka telah di provokasi terus menerus sampai akhirnya terjadi bentrokan dan minggu 1 Juni itu adalah puncak dari berbagai provokasi terhadap mereka.

Malamnya seluruh stasiun berita TV menyiarkan aksi brutal yang dilakukan oleh Massa FPI. Berbagai hujatan bermunculan terutama dari tokoh tokoh pro pluralis, bahkan beberapa sms masuk ke HP saya dengan jelas menuding Habib Rizieq dalang dari semua kejadian itu.

Besoknya saya sudah tak bisa mengikuti berita lagi terkecuali hanya dari sms yang terus menerus memberi khabar, seorang teman saya yang pernah jadi anggota FPI masuk dalam DPO. Agak aneh juga berita itu..? Bang Ical (Faisal Motik) dll juga rajin mengirim berita mengenai kegiatan banser NU dan Garda Bangsa yang membuat latihan perang untuk menyerang markas FPI di Jakarta.

Tokoh tokoh anti kekerasan anti monopoli kebenaran menjunjung tinggi kebebasan, rajin memberi kuliah tentang keberadaban, etika, kebebasan berkeyakinan, toleransi beragama dsbnya. Umat Islam mendapat kuliah gratis setiap hari setiap saat baik melalui media koran maupun media TV tanpa lupa diakhirnya dengan embel embel bubarkan FPI.

Semua sms yang masuk itu terbaca sikap umat islam “tradisional” menjadi ambigu satu sisi tak suka Ahmadiyah satu sisi lainnya kekerasan FPI juga menjadi tamparan tersendiri.

Komunitas Arab ribut terutama karena komentarnya Syafii Maarif yang bernada rasis di koran Sinar Harapan, saya juga gak jelas apa maksud Syafii Maarif itu apa hubungan Arab dengan FPI, termasuk teman saya yang baik hati selalu bertutur lemah lembut dan ahli dalam pemikiran Kunto Widjoyo bernama AE Priyono, juga membawa bawa Arab dalam persoalan FPI itu, Munarman yang jelas terlibat dan ada di Monas apakah ada hubungan dengan asal daerahnya.? Kali ini para orang pintar itu teperosok dalam kemarahan yang tak terkontrol.
Mansyur Alkatiri mengirim sms keluar dari milis akibat postingnya AE Priyono itu.

Semua teman seperjalanan mendapat sms dari keluarga dan teman temannya mengenai situasi Jakarta mengenai kasus insiden Monas. Setiap acara makan bersama setelah selesai sholat dari Masjid, tak lain saling memberi khabar terbaru dan diskusinya adalah situasi terkini dari tanah air..

Berita kemudian datang,markas FPI dikepung sekian ratus polisi untuk menangkap anggota Laskar Pembela Islam yang terlibat insiden Monas.

Kesimpulan kami bersama ketika itu FPI habis sudah dan Ahmadiyah akan menjadi organisasi yang dilindungi memiliki kebebasan yang sama dengan oraginisasi lainnya.

Beberapa hari kemudian muncul sms akan ada demo untuk membubarkan ahmadiyah.

Demo yang tak dirancang dengan baik itu asalnya pun cuma dari segelintir anak anak muda di Pekojan dan Pedati, Saya tak yakin demo itu akan besar karena Partai Islam yang memiliki basis massa dan terbiasa turun kejalan tak memberi respon, terlebih tak lama kemudian dua orang nama Habib yang disebut dalam sms menyatakan tak tahu menahu dengan sms itu.

Situasi mulai berubah

Sabtu pagi seorang teman memberi berita telah ada kesepakatan diantara Kiayi dan Habaib di Jakarta diantarnya Kiayi Abdul Rosyid Abdullah Syafii dll, untuk menggelar Demo di hari Senin, dan sms ajakan demo itupun berseliweran terforward kesekian ribu orang, saya sendiri mendapat sms yang sama sebanyak 10 kali lebih. Anehnya teman teman yang selama ini cenderung “kiri” ikut2an mengirim sms dan mau ikut turun dihari senin itu. Inti demo meminta pemerintah membubarkan Ahmadiyah.

Senin siang sehabis ziarah di maqam Rasul, saya membuka HP langsung ada beberapa sms yang masuk memberitakan Jalan Sudirman Macet total depan Istana dipenuhi oleh masyarakat berpeci dan berkoko.

Tak lama kemudian seorang teman yang sudah berangkat dari Madinah ke Riyadh menelfun sambil berteriak “Allah Hu Akbar Ahmadiyah telah dibubarkan.” Dia mendapat berita dari anggota MER C Jogja. Lalu SMS masuk juga kesaya berisi ketidak puasan atas keputusan SKB baik dari kubu pendukung Ahmadiyah maupun kubu yang anti Ahmadiyah dengan alasan yang berbeda.

Sesampainya di Jakarta saya membuka seluruh halaman koran beberapa hari ke belakang dan berita berita televisi yang telah lewat berhari hari kemarin melalui internet. Luar biasa dasyatnya kampanye anti FPI itu, bahkan program Delik di RCTI tadi malam pun masih memberitakan dengan sangat miring mengenai FPI dan tingkah lakunya yang mencerminkan kekerasan.

Pagi ini saya jalan menuju kantor melewati Matraman, Jatinegara dan condet disepanjang jalan banyak terpampang spanduk berisi meminta Ahmadiyah dibubarkan dan dukungan terhadap FPI. Beberapa anak muda sebelumnya beberapa hari lalu juga menelfun akan mendirikan ranting FPI didaerahnya.

Anehnya lagi semua polling media mengenai pembubaran FPI berakhir dengan hasil terbalik dari yang di kampanyekan, Dukungan untuk FPI tidak dibubarkan jauh lebih tinggi prosentasenya dibanding yang meminta dibubarkan.

Saya tidak mampu menjelaskan para ahli sosiologi lah yang mungkin bisa menjelaskan mengapa kampanye media kali ini gagal dalam membangun opini masyarakat dan membawa kepada apa yang mereka inginkan. Jauh sekali hasilnya dibanding ketika kasus Inul mucul kepermukaan.

Bagi saya pribadi kekerasan LPI adalah satu hal dan pembubaran Ahmadiyah adalah hal lainnya lagi. dan kalau ditanya apa sikap saya pada kekerasan itu Jelas saya tidak menyetujuinya. Namun bila ditanya apakah Ahmadiyah patut dibubarkan maka sikap saya tegas saja. AHMADIYAH HARUS dan WAJIB DIBUBARKAN. Ahmadiyah bukan kasus beda tafsir agama. AHMADIYAH ADALAH PENISTAAN TERHADAP AGAMA.!!!!

Salam,
Geis Chalifah.

Extreme Feminism : How my mother’s fanatical views tore us apart

I’ve always said that extremism is never good.
It’s again proven, painfully so, by Rebecca Walker. She was disowned by her own mother, a rabid feminist, revered by thousands others.

Quoted :

You see, my mum taught me that children enslave women. I grew up believing that children are millstones around your neck, and the idea that motherhood can make you blissfully happy is a complete fairytale.

This is the poisonous thinking that Alice Walker, Rebecca’s mother, is spewing to her followers.

Children, when raised properly, are blessing to the mothers.
I’m a man, so I will not be able to fully experience the same joy experienced by a woman. However, the little joy I experienced so far is simply heaven on earth.

I could only envy and imagine the happiness that a good mother enjoys every day.

Rebecca concludes in her long article :

It’s been almost four years since I have had any contact with my mother, but it’s for the best – not only for my self-protection but for my son’s well-being. I’ve done all I can to be a loyal, loving daughter, but I can no longer have this poisonous relationship destroy my life.

I know many women are shocked by my views. They expect the daughter of Alice Walker to deliver a very different message. Yes, feminism has undoubtedly given women opportunities. It’s helped open the doors for us at schools, universities and in the workplace. But what about the problems it’s caused for my contemporaries?

What about the children?

The ease with which people can get divorced these days doesn’t take into account the toll on children. That’s all part of the unfinished business of feminism.

Then there is the issue of not having children. Even now, I meet women in their 30s who are ambivalent about having a family. They say things like: ‘I’d like a child. If it happens, it happens.’ I tell them: ‘Go home and get on with it because your window of opportunity is very small.’ As I know only too well.

Then I meet women in their 40s who are devastated because they spent two decades working on a PhD or becoming a partner in a law firm, and they missed out on having a family. Thanks to the feminist movement, they discounted their biological clocks. They’ve missed the opportunity and they’re bereft.

Feminism has betrayed an entire generation of women into childlessness. It is devastating.

But far from taking responsibility for any of this, the leaders of the women’s movement close ranks against anyone who dares to question them – as I have learned to my cost. I don’t want to hurt my mother, but I cannot stay silent. I believe feminism is an experiment, and all experiments need to be assessed on their results. Then, when you see huge mistakes have been paid, you need to make alterations.

I hope that my mother and I will be reconciled one day. Tenzin deserves to have a grandmother. But I am just so relieved that my viewpoint is no longer so utterly coloured by my mother’s.

I am my own woman and I have discovered what really matters – a happy family.

Fully agree with her on this. Both man & woman will need to forego their egos, and put their efforts on the truly important thing: their family.

They will experience hardships along the way, but at the end, they will reap the harvest – true happiness.

Here’s hoping the best to Rebecca and those important to her. Thank you for giving us another perspective on the topic.

9/11 : Authorized by George W. Bush

For years I’ve been reading the 2 extremes of the story : those who hypes it up and use it as the reason to kill other innocent people (hi Bush !), and those who claim it as conspiracy theory.

However, the second camp (conspiracy theorists) sometimes are using crazy assumptions and other invalid methods to support their claim.
Some are rational and have pretty good proofs to support their claims – but unfortunately, many others are just plain crazy.

But it may seem that it will indeed be proven as a conspiracy, headed by none other than the President of the USA himself.

As claimed by Stanley Hilton :

“This (9/11) was all planned. This was a government-ordered operation. Bush personally signed the order. He personally authorized the attacks. He is guilty of treason and mass murder.”

Stanley Hilton is no nobody. Here’s who he is :

Stanley Hilton was a senior advisor to Sen Bob Dole (R) and has personally known Rumsfeld and Wolfowitz for decades. This courageous man has risked his professional reputation, and possibly his life, to get this information out to people.

The summary of his claim : Bush ordered 9/11. We have the proofs. We have eye-witnesses :

SH: Our case is alleging that Bush and his puppets Rice and Cheney and Mueller and Rumsfeld and so forth, Tenet, were all involved not only in aiding and abetting and allowing 9/11 to happen but in actually ordering it to happen. Bush personally ordered it to happen. We have some very incriminating documents as well as eye-witnesses, that Bush personally ordered this event to happen in order to gain political advantage, to pursue a bogus political agenda on behalf of the neocons and their deluded thinking in the Middle East.

I also wanted to point out that, just quickly, I went to school with some of these neocons. At the University of Chicago, in the late 60s with Wolfowitz and Feith and several of the others and so I know these people personally. And we used to talk about this stuff all of the time. And I did my senior thesis on this very subject – how to turn the U.S. into a presidential dictatorship by manufacturing a bogus Pearl Harbor event. So, technically this has been in the planning at least 35 years.

And he’s backing it up with lawsuit worth US$ 7 billion :

We are suing them under the Constitution for violating Americans’ rights, as well as under the federal Fraudulent Claims Act, for presenting a fraudulent claim to Congress to justify the bogus Iraq boondoggle war, for political gains. And also, under the RICO statute, under the Racketeering Corrupt Organization Act, for being a corrupt entity.

Yeah, we are suing Bush, Condoleezza Rice, Cheney, Rumsfeld, Mueller, etc. for complicity in personally not only allowing 9/11 to happen but in ordering it. The hijackers we retained and we had a witness who is married to one of them. The hijackers were U.S. undercover agents. They were double agents, paid by the FBI and the CIA to spy on Arab groups in this country. They were controlled. Their landlord was an FBI informant in San Diego and other places. And this was a direct, covert operation ordered, personally ordered by George W. Bush. Personally ordered. We have incriminating evidence, documents as well as witnesses, to this effect. It’s not just incompetence – in spite of the fact that he is incompetent. The fact is he personally ordered this, knew about it. He, at one point, there were rehearsals of this. The reason why he appeared to be uninterested and nonchalant on September 11th – when those videos showed that Andrew Card whispered in his ear the [garbled] words about this he listened to kids reading the pet goat story, is that he thought this was another rehearsal. These people had dress-rehearsed this many times.

in return he & his team is being personally harassed :

And I’ve been harassed personally by the chief judge of the federal court who is instructing me personally to drop this suit, threatened to kick me off the court, after 30 years on the court. I’ve been harassed by the FBI. My staff has been harassed and threatened. My office has been broken into and this is the kind of government we are dealing with.

First of all, my office was burglarized in San Francisco several months ago. Files were gone through and some files were seized – particularly the ones dealing with the lady that was married to one of the hijackers. Fortunately, I had spare copies in a hidden place so nothing disappeared permanently. But more significantly, FBI agents have been harassing one of my staff members and threatening them with vague but frightening threats of indicting them. And it’s just total harassment. They have planted a spy, an undercover agent, in my organization, as we just recently discovered. In other words, these are Nazi Germany tactics. This is the kind of government you have in this country. This is what Bush is all about.

About loss of privacy in USA following 9/11 :

Every corrupt and criminal government has done this – they suppress their own people: Nazi Germany, Communist Russia, Mao Tse-Tung, that’s why we have the Patriot Act. So it’s hand in hand. They had it planned to go right up to September 11th, this was all part of the plan. You have to do it. It was part of my senior thesis. You must follow through the terrorists attacks with a political suppression mechanism in the law. And that’s why they want Patriot I and Patriot II and their plans are to continue launching more terrorist attacks to justify even more repression.

Unfortunately, he lost the lawsuit.
However, the story doesn’t end there – the lawsuit was lost NOT because of lack of evidence. But it was because :

the judge reasoned that U.S. Citizens do not have the right to hold a sitting President accountable for anything, even if the charges include premeditated mass murder and premeditated acts of high treason

How nice it is to become the US president – free, unlimited “out of jail” pass !
Complete immunity to do as one pleases.

No wonder US gov’t is such a wreck today, and it’s wrecking havoc with others all over the world in daily basis.

Anyway, what Stanley started is now being picked up by JusticeFor911.org – a coalition pushing for formal investigations on unresolved 9/11 questions, such as :

  1. Why were standard operating procedures for dealing with hijacked airliners not followed that day?
  2. Why were the extensive missile batteries and air defenses reportedly deployed around the Pentagon not activated during the attack?
  3. Why did the Secret Service allow Bush to complete his elementary school visit, apparently unconcerned about his safety or that of the schoolchildren?
  4. Why hasn’t a single person been fired, penalized, or reprimanded for the gross incompetence we witnessed that day?
  5. Why haven’t authorities in the U.S. and abroad published the results of multiple investigations into trading that strongly suggested
    foreknowledge of specific details of the 9/11 attacks, resulting in tens of millions of dollars of traceable gains?
  6. Why has Sibel Edmonds, a former FBI translator who claims to have knowledge of advance warnings, been publicly silenced with a gag order requested by Attorney General Ashcroft and granted by a Bush-appointed judge?
  7. How could Flight 77, which reportedly hit the Pentagon, have flown back towards Washington D.C. for 40 minutes without being detected by the FAA’s radar or the even superior radar possessed by the US military?
  8. How were the FBI and CIA able to release the names and photos of the alleged hijackers within hours, as well as to visit houses, restaurants, and flight schools they were known to frequent?
  9. What happened to the over 20 documented warnings given our government by 14 foreign intelligence agencies or heads of state?
  10. Why did the Bush administration cover up the fact that the head of the Pakistani intelligence agency was in Washington the week of 9/11 and reportedly had $100,000 wired to Mohamed Atta, considered the ringleader of the hijackers?
  11. Why did the 911 Commission fail to address most of the questions posed by the families of the victims, in addition to almost all of the questions posed here?
  12. Why was Philip Zelikow chosen to be the Executive Director of the ostensibly independent 911 Commission although he had co-authored a book with Condoleezza Rice?

More questions and details on those are available on 9/11 Independent Committee‘s website.

Here’s hoping that the truth will be uncovered soon.

Bonus : Unusual Option Market Activity and the Terrorist Attacks of September 11, 2001

Published on The Journal of Business, 2006, vol. 79, no. 4

Quoted:

After September 11, 2001, there was a great deal of speculation that the terrorists or their associates had traded in the option market on advanced knowledge of the impending attacks. This paper generates systematic information about option market activity that can be used to assess the option trading that precedes any event of interest. Examination of the option trading leading up to September 11 reveals that there was an unusually high level of put buying. This finding is consistent with informed investors having traded options in advance of the attacks.

QKLK : Hyperactive & Ritalin, Back to life, Silly Lee, Plastic Recycling

Fish oil “calms children better than Ritalin’

Very interesting, and potentially very useful, news !

Hyperactivity on children is a serious issue. It was almost non existent / insignificant in many societies. Nowadays it’s almost the norm, and people notices.

Quoted :

The number of hyperactive children on medication is soaring, with a staggering 330,000 prescriptions written out each year, or 6,350 a week.

A very funny story on a guy retaliating on this phenomena can be read on, where else?, bash.org

But again, hyperactivity itself is a very serious problem. It can destroy families.
That’s why people are looking with hope to new medications that’s supposed to solve this problem. Such as Ritalin.

Unfortunately, Ritalin is not without problems.

Quoted :

Nine British children have died after taking the drugs. Two died of heart problems, while others suffered illnesses including strokes and swelling of the brain. Dr Timimi, a consultant child and adolescent psychiatrist at Lincolnshire NHS Trust, said: ‘Drugs like Ritalin have considerable dangers associated with them, including insomnia, changes in personality and cardiotoxicity – they are bad for the heart and can cause heart attacks, strokes and sudden death.

Thankfully; there’s a new research that find out that the solutions is quite simple, and healthy too – Fish Oil :

Just six capsules a day of the naturally-occurring oil can vastly improve children’s behaviour without any of the side-effects of Ritalin and related drugs.

Note that Omega3 is also good to all – not just for kids with ADHD or hyperactivity problem :

Other studies have shown that omega 3 is also effective in children without ADHD or learning difficulties, boosting their grasp of the three Rs and improving their GCSE grades.

WARNING: not all Omega3 products are equal ! Many products only claim of having Omega3, but it may have been destroyed in its production process. The best source for Omega3 is still fish oil.

Anyway, hope someone finds this useful.


Back to Life : questions on the boundary between life & death

I found this news : Woman Wakes Up After Family Says Goodbye

Quoted :

They said Thomas suffered two heart attacks and had no brain waves for more than 17 hours. At about 1:30 a.m. Saturday, her heart stopped and she had no pulse. A respiratory machine kept her breathing and rigor mortis had set in, doctors said.

“Her skin had already started to harden and her fingers curled. Death had set in,” said son Jim Thomas.

Well, not yet :

However, Thomas was kept on a ventilator a little while longer as an organ donor issue was discussed.

Ten minutes later the woman woke up and started talking.

The question of “what is THE boundary between life & death” is further questioned on this news article : Man comes back to life as doctors prepare to remove his organs

Quoted :

The case of a man whose heart stopped beating for 1½ hours only to revive just as doctors were preparing to remove his organs for transplants is fuelling ethical debates in France about when a person is dead.

“During the meeting, other reanimators … spoke of situations in which a person whom everyone was sure had died in fact survived after reanimation efforts that went on much longer than usual,” the minutes of the committee meeting say.

Very interesting stuff. This question may not have a definite answer, but still, very interesting.


Our Silly Lee

Ever heard a phrase “tyranny by the majority” ? It’s really ugly, and the only thing worse is “tyranny by the minority”

And I saw it in UK. Several muslims are bullying and complaining that they’re having it bad, while actually they’re the nasties — they trashes others, not afraid of using violence, and throw ugly insults (“white trash”, etc).
And they are the minority.

Spike Lee was trying to pull something similar. Quoted :

“Many black veterans who fought in Iwo Jima were hurt that there was no representation of them in both of those films,” Lee said in the 2007 interview in Rome.

“Very few Hollywood films deal with black soldiers,” Lee said. “For the most part, if you look at the history of Hollywood cinema they haven’t dealt with anybody other than white Americans. If you think Hollywood and World War Two, you think John Wayne — the great white male that saved the world.”

The man, Clint Eastwood, then put a death blow to the claim.

Quoted :

In an interview with Germany’s Focus magazine, Eastwood said it was nonsense to suggest he had “erased the role of black GIs from history”. He said there were no Afro-Americans in those films because there were no Afro-American soldiers involved.

“Does he know anything about American history?” Eastwood told Focus when asked about Lee’s criticism. “The U.S. military was segregated til the Korean War, and the blacks in World War Two were totally segregated. The only black battalion on Iwo Jima was a small munitions supply unit that came to the beach.

The story was about the men who raised the flag and we can’t make them black if they were not there. So tell him: Why don’t you go back and study your history and stop mouthing off!”

To that I say : “Ouch”

A note of advice : guys, if you are a minority, know your place. Do not actually step on others’ toes on purpose.
It’s bad when done by the bullies, it’s simply stupid when done by the weak.

If you’re the minority – behave. There’s a Minangkabau tribe saying “dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung” – where ever you are, uphold/respect the local laws / customs.
This way, hopefully when you have become the strong / majority, then you’ll be able to do things justly & wisely.


Teen finds way to decompose plastic bags in just 3 months

Truly great news.
Finally somebody found a way to decompose plastics, which is a serious environmental problem, using nature, resulting in harmless substances (water + tiny amount of CO2), and in only 3 months. And he’s only a 16 years old teenager !

Props to Daniel Burd for his diligence and persistence :

we produce 500 billion of (plastic) a year worldwide, and they take up to 1,000 years to decompose. They take up space in landfills, litter our streets and parks, pollute the ocean and kill the animals that eat them.

(Burd) knew plastic does eventually degrade, and figured microorganisms must be behind it. His goal was to isolate the microorganisms that can break down plastic.

(long scientific process to finally find the bacteria)

Tests to identify the strains found strain two was Sphingomonas bacteria and the helper was Pseudomonas.

Industrial application should be easy, said Burd. “All you need is a fermenter . . . your growth medium, your microbes and your plastic bags.”

“This is a huge, huge step forward . . . We’re using nature to solve a man-made problem.”

Truly wonderful news. Armed with common sense & patience, a teenager have helped showed us the way towards a better world to live in.

Thank you Daniel Burd !

IGOS Summit 2 : Penghargaan untuk Yayasan Ubuntu Indonesia




PHOT0006

Originally uploaded by hsufehmi

Zahris dengan bangga memamerkan sertifikat penghargaan untuk Yayasan Ubuntu Indonesia, atas berbagai kiprah dan sumbangsihnya di bidang open source Indonesia.

Selamat untuk semua kawan-kawan yang telah memungkinkan ini ! You’re the best ! :D

BONUS : [ Foto-foto dari acara IGOS Summit 2 ]

My Gravatar




dsc00057.jpg

Originally uploaded by hsufehmi

Finally found the original foto that ended up being used as my gravatar :D

A gravatar (GRaphic AVATAR) is an icon that sometimes will show up in your comments in blogs (that support them).
An example of my gravatar can be seen here

How Umar has grown now – from being a very small & weak premature baby in the incubator, now he’s a very active boy which will be frustrated if he’s not doing anything. Alhamdulillah.

War Stories : LinkedIn.com

Cerita dari garis depan selalu menarik untuk dibaca. Tidak terkecuali cerita-cerita dari garis depan para praktisi IT; dan cenderung lebih menarik karena tidak ada korban jiwa :)
Paling korban server, hehe… anyway.

Beberapa hari yang lalu saya menemukan kisah detail mengenai “jeroan” LinkedIn.com
Saya langsung tertarik – LinkedIn.com adalah satu-satunya social networking website yang saya ikuti. Ya, saya tidak punya account Friendster / Facebook / Orkut / dst. So sue me :)
Sekilas situs LinkedIn.com terlihat sederhana. Namun saya yakin detail internalnya pasti sangat kompleks. Dan saya tidak keliru.

Oren Hurvitz menemukan 2 presentasi dari tim teknis LinkedIn.com di situs SlideShare.net, yaitu sbb :

Oren kemudian membuat ringkasan dari presentasi-presentasi tersebut di blognya.
Dikutip dari http://hurvitz.org/blog/2008/06/linkedin-architecture :

Site Statistics

  • 22 million members
  • 4+ million unique visitors/month
  • 40 million page views/day
  • 2 million searches/day
  • 250K invitations sent/day
  • 1 million answers posted
  • 2 million email messages/day

Software

  • Solaris (running on Sun x86 platform and Sparc)
  • Tomcat and Jetty as application servers
  • Oracle and MySQL as DBs
  • No ORM (such as Hibernate); they use straight JDBC
  • ActiveMQ for JMS. (It’s partitioned by type of messages. Backed by MySQL.)
  • Lucene as a foundation for search
  • Spring as glue

Salah satu komponen di infrastruktur mereka yang paling mencengangkan adalah “The Cloud” :

The Cloud

  • The Cloud is a server that caches the entire LinkedIn network graph in memory.
  • Network size: 22M nodes, 120M edges.
  • Requires 12 GB RAM.
  • There are 40 instances in production
  • Rebuilding an instance of The Cloud from disk takes 8 hours.
  • The Cloud is updated in real-time using the Databus.
  • Persisted to disk on shutdown.
  • The cache is implemented in C++, accessed via JNI. They chose C++ instead of Java for two reasons:
    • To use as little RAM as possible.
    • Garbage Collection pauses were killing them. [LinkedIn said they were using advanced GC’s, but GC’s have improved since 2003; is this still a problem today?]
  • Having to keep everything in RAM is a limitation, but as LinkedIn have pointed out, partitioning graphs is hard.
  • [Sun offers servers with up to 2 TB of RAM (Sun SPARC Enterprise M9000 Server), so LinkedIn could support up to 1.1 billion users before they run out of memory. (This calculation is based only on the number of nodes, not edges).

Luar biasa ! :D

Presentasi teknis LinkedIn.com kemudian ditutup dengan beberapa scaling tips :

  • Can’t use just one database. Use many databases, partitioned horizontally and vertically.
  • Because of partitioning, forget about referential integrity or cross-domain JOINs.
  • Forget about 100% data integrity.
  • At large scale, cost is a problem: hardware, databases, licenses, storage, power.
  • Once you’re large, spammers and data-scrapers come a-knocking.
  • Cache!
  • Use asynchronous flows.
  • Reporting and analytics are challenging; consider them up-front when designing the system.
  • Expect the system to fail.
  • Don’t underestimate your growth trajectory.

Detail selengkapnya bisa ditemukan di blog Oren Hurvitz, dan di file asli presentasinya.

Selamat menikmati !

Obama & Oprah : President & Vice President

Below is a reply to a message that I sent to Obama’s campaign a few days ago.

Basically I was suggesting that Obama pick Oprah Winfrey as his vice president.

I think Obama & Oprah would make a formidable team, and will bring good things for all of us.
Not just to American people, but potentially to many others in this world.

Let’s hear it for Obama & Oprah ! :D

Dear Harry,

Thank you for contacting Obama for America. The volume of messages we’re receiving has gone up since Barack’s victory in Iowa. While we cannot respond individually to over a thousand messages per day, the level of interest and thoughtfulness of the comments reflected in these communications are very gratifying. Your thoughts on our campaign and America’s future are greatly appreciated.

Individual citizens like you are the foundation of this campaign.
……
Thank you again for writing.

Sincerely,

The Correspondence Team
Obama for America

Kepada Bpk. Presiden yth : satu solusi energi untuk Indonesia

Akhirnya sudah mulai agak reda ramai-ramai seputar blue energy. Dari awal saya sudah curiga bahwa ini hanya hoax. Karena memang bahkan di negara maju sekalipun belum ada yang (bahkan sekedar mendekati) berhasil dalam melakukan ini.

Tapi saya bisa memahami situasi SBY. Pada level saya saat ini, saya setiap harinya berurusan dengan non-sense (baca: bullsh*t) dalam skala yang cukup membuat overload.
Saya hanya bisa membayangkan seperti apa derasnya informasi non-sense yang membanjiri seseorang di level presiden. Pasti amat sulit untuk memfilter dan memilah-milah berbagai masukan tersebut, mana yang valid dan mana yang tidak valid.

BBM pada saat ini adalah masalah besar. Tidak hanya BBM sebetulnya, tapi masalah suplai energi secara keseluruhan.

Bisa saja SBY meniru Soekarno dan menganeksasi / menasionalisasi berbagai perusahaan energi asing (yang beberapa meraup 100% hasil bumi, tidak membaginya sama sekali dengan rakyat Indonesia) — dan kemudian memanfaatkannya untuk kesejahteraan rakyat.
Namun ini jelas beresiko akan menyebabkan karirnya berakhir seperti Soekarno pula – dikudeta oleh bawahannya sendiri yang dibantu oleh negara lainnya (baca: “polisi” dunia)

Jadi perlu ada opsi lainnya.

Pada saat ini ada beberapa sumber energi alternatif yang tersedia. Dari berbagai pilihan yang ada, Algae Biofuel nampaknya sangat menarik untuk di follow up, karena potensinya yang bisa langsung menolong rakyat jelata.

Secara sederhana, buktinya bisa dilihat pada chart yang ditampilkan pada posting ini. Sangat menarik bukan ?

Algae Biofuel ini tidak merusak ekosistem ataupun merampas makanan pokok orang, karena hanya memerlukan matahari + CO2 + air untuk berproduksi. Sangat ideal sekali.
Dimana memang negara kita, karena lokasinya di khatulistiwa, sangat berlimpah dengan semua hal tersebut.

Masalah terbesar Algae Biofuel adalah biaya produksinya yang sangat mahal. Awalnya Algae Biofuel diproduksi dengan menggunakan kolam yang berukuran raksasa. Ini sangat tidak ekonomis.

Tapi kemudian ditemukan cara untuk mengembangbiakkan tumbuhan bersel satu ini secara vertikal !

Mendadak dalam waktu singkat, Algae Biofuel menjadi feasibel untuk diproduksi secara massal & komersial.

Ditambah lagi kemungkinan implementasi Algae Biofuel dalam closed loop, menjadikannya sebagai alternatif yang paling menarik.
Implementasi dalam closed loop memungkinkan limbah pabrik dimanfaatkan untuk menjadi bahan pengembang biakan tumbuhan bersel satu ini.

Nah, mudah-mudahan kita juga bisa segera menikmati Algae Biofuel ini di Indonesia.

OK, back to work — masih ada backlog pekerjaan yang musti saya selesaikan karena sakit beberapa minggu kemarin ini :)

(*) image courtesy of Seattle PI

WordPress + suExec = can not upload ?

If you find that you can not upload pictures anymore to WordPress, and the only things that have changed is your webhoster — then your webhoster may have suExec setup on their server.

suExec is a module for Apache webserver that makes it more secure.
Basically, it will execute scripts with its owner’s permission – not Apache’s.

In this case however it can cause problems when uploading, I have posted the details on WordPress forum :

With suExec you’ll still have problems uploading, usually you’ll get the follwoing error message :

The uploaded file could not be moved to /home/myusername/myblog.com/wp-content/uploads/2008/06.

Reason being because WP created that 2008/06 dir as apache’s user (www-data / httpd / etc), but suExec require that dir to be owned by myusername – otherwise the upload will fail.

Changing the directory’s ownership to myusername fix the problem – but on the next month (when WP created the new directory for that month) you’ll encounter this problem again.

A workaround is to setup a cronjob that will fix the permission / ownership of the uploads directory (on WPMU : blogs.dir) automatically on the beginning of every month.

Ideally, this shouldn’t happen, but I haven’t got an idea at all.

Hope it helps someone out there.

Bank Muamalat : masukan untuk tim customer service

Salah satu account bank untuk bisnis saya menggunakan Bank Muamalat. Saya senang karena sangat praktis — kartu ATM muamalat bisa digunakan di nyaris SEMUA ATM yang ada di Indonesia.

Ini adalah prestasi luar biasa. Rupanya, bank muamalat berhasil menghubungkan sistem mereka dengan jaringan ATM Bersama ***dan*** jaringan ATM Prima.
Maka kartu ATM muamalat bahkan bisa digunakan di berbagai ATM BCA yang ada. Luar biasa. :D

Berbagai rekanan bisnis saya sampai bengong jadinya. Biasanya percakapannya berlangsung seperti ini :

Dia : eh minta nomor rekening BCA nya dong, nanti saya transfer
Saya : ini nomor rekening muamalat saya
Dia : lho, gak ada yang BCA ?
Saya : ini bisa ditransfer dari ATM BCA kok :)
Dia : hah?? wow ….

Sayangnya ada beberapa kekurangan minornya juga, mudah-mudahan bisa segera diperbaiki. Yaitu :

[ 1 ] Internet banking : saya sudah cek, dan ternyata sudah dalam pengerjaan. Target mereka ini akan tersedia tengah tahun 2009. Yes ! :)

[ 2 ] Masalah pada jaringan ATM Bersama : saya sering mengalami masalah pada ATM di jaringan ATM Bersama :(

Sejauh ini saya sudah kehilangan uang sekitar Rp 10 juta. Yang paling besar ketika Idul Fitri tahun lalu – uang dari rekening muamalat saya ditarik lebih dari Rp 5 juta rupiah, namun tidak sampai di tujuannya.
Belakangan saya dapat kabar bahwa jaringan ATM Bersama memang mengalami overload pada saat tersebut. Cukup banyak kasus serupa yang terjadi.

Sialnya proses pengurusannya cukup lama :( dalam kasus diatas, memakan waktu beberapa bulan.

Nah, sayangnya masalah ini kadang menjadi lebih parah dengan beberapa customer service officer di Bank Muamalat. Seperti yang terjadi pada kasus terbaru yang (lagi-lagi) melibatkan jaringan ATM Bersama.

Ceritanya, pada tanggal 31 Mei 2008, istri saya melakukan penarikan cash Rp 500 ribu sebanyak 3 kali. Namun penarikan yang ketiga tidak keluar uangnya, hanya receiptnya.

Karena sedang sibuk, istri saya baru sempat mencetak rekening bank beberapa hari kemudian.
Disitu malah lebih aneh lagi; transaksi tersebut tercatat tanggal; 2 Juni 2008. Untung bukti transaksi terus dipegang oleh istri saya.

Jadi tadi pagi ini istri saya mengkontak SalamMuamalat untuk mengadukan masalah ini. Sayangnya dialog yang terjadi kurang menyenangkan. Kira-kiranya seperti ini:

Istri saya (IS) : halo mbak, saya mau melaporkan masalah, saya menarik uang dari ATM namun uangnya tidak keluar
Salam Muamalat Officer (SMO) : baik ibu, pada tanggal berapa kejadiannya ?
IS: 31 mei, 3 kali penarikan @ Rp 500 ribu, tapi hanya Rp 1 juta / 2 kali penarikan yang keluar uangnya
IS: saya sudah cetak rekening banknya, dan disitu tercantum pada tanggal 2 juni. Tidak ada transaksi yang tercantum pada tanggal 31 mei
SMO: Lho terus bagaimana dong ?
IS: Lho, kok malah nanya ke saya ? Saya menelpon ini justru ingin menanyakan kenapa aneh begini, dan supaya uang saya bisa kembali. Saya ada pegang bukti transaksi dari ATM nya disini yang tertulis 31 mei.
SMO: (defensif) blabla…. saya juga sering kena marah customer karena kasus serupa juga… blabla

IS: (bingung dan mulai kesal) (kok malah defensif, dan bukannya mengusulkan solusi)
IS: (menjelaskan masalahnya lagi dengan panjang lebar)

IS: OK saya tidak tahu kenapa begitu, mustinya Anda yang lebih tahu & menjelaskan kepada saya. Kalau tidak tahu ya sudah, tapi yang penting bagaimana agar uang saya bisa kembali.
SMO: Baik, kami akan proses, nanti akan kami hubungi 14 hari lagi.
IS: Kalau perlu saya yang akan kontak. Tapi tolong semua informasi yang sudah saya sampaikan tadi dicatat di sistemnya ya. Di kejadian2 sebelumnya saya selalu musti mengulang lagi semua informasinya dari awal setiap kali menelpon, dan adu argumentasi yang sama lagi. Padahal di kontak berikutnya mustinya tinggal melanjutkan, ini malah mengulang-ulang terus dari awal lagi.
SMO: (kembail defensif) blabla ….
IS: (memotong pembicaraan) Maaf namanya siapa?
SMO: (menyebutkan namanya)
IS: OK, mbak XXX, saya akan kontak 14 hari lagi. Dan tolong nanti saya tinggal melanjutkan soal ini, dan tidak mengulang lagi dari awal. Terimakasih.

Ini masukan dari kami untuk Bank Muamalat. Mudah-mudahan selanjutnya pelayanannya bisa menjadi lebih baik lagi.
Terimakasih.

            








SEObox: Web Hosting Murah Unlimited Komik Indonesia Homeschooling Indonesia