Murah itu Mahal
Ketika SD dulu, kami sekeluarga pernah pulang kampung beramai-ramai. Istilahnya, “Pulang Basamo” – pulang bersama. Konvoi banyak mobil, dari Jakarta, Merak, menyeberang Selat Sunda, terus menjelajah selatan Sumatera, sampai akhirnya tiba di desa kecil yang bernama Silungkang.
Sebetulnya ada pilihan naik kapal laut, ataupun kapal terbang. Tapi naik kapal laut betul-betul membuat pusing, mabuk saya. Sedangkan naik kapal terbang ketika itu masih cukup mahal biayanya.
Lagipula jika bisa seru menjelajah naik mobil, kenapa naik pesawat?
Ya, ketika itu jalur Lintas Sumatera belum ada. Banyak jalanan di rute kami yang masih berupa tanah dipadatkan. Kadangkala jembatannya adalah beberapa potong pohon yang dibentangkan diatas sungai, atasnya dibuat rata dengan beberapa buah papan. Ya, perjalanan pulang kampung ketika itu benar-benar adalah sebuah penjelajahan
Nah, ketika perjalanan sejauh itu, di rute yang tidak terlalu ramah, keamanannya pun tidak terlalu meyakinkan, sambil membawa keluarga dan anak kecil; maka konvoi adalah suatu keharusan.
Sungguh menyenangkan – pulang kampung bersama kawan-kawan dan saudara sepermainan, bersama-sama menjelajah ratusan kilometer bumi yang asing bagi kami.
Anyway, akhirnya kami tiba di desa bernama Silungkang itu. Bagi anak kota seperti saya, kampung adalah suatu tempat yang amat menarik. Semuanya serba luas ! Bisa lari ke segala arah tanpa menabrak tembok ![]()
Dan sungainya – bisa seharian main disitu dan tidak bosan. Nanti ketika sudah agak besar, kadang juga menemani para paman memancing, atau, menjala ! Benar-benar seru.
Ketika malam turun, kami masuk ke rumah gadang milik keluarga besar masing-masing. Rumah kayu berukuran besar ini bisa menampung beberapa keluarga di dalamnya.
Disini, waktu seperti berhenti. Kami bisa melihat berbagai foto dan benda dari zaman Jepang dan Belanda, masih tersimpan baik. Orang zaman dahulu memang begitu, mereka memperhatikan benda-benda miliknya dan dirawat dengan baik. Bahkan ketika benda tersebut sudah tidak digunakan lagi sekalipun.
Seperti sebuah mainan pesawat terbang yang saya temukan di lemari pajangan. Tadinya saya kira hanya pajangan. Bagus, pesawat Spitfire, yang digunakan Inggris di Perang Dunia II. Tapi saya segera menyadari bahwa itu bukan pajangan, melainkan mainan.
Namanya anak kecil ya otomatis langsung tertarik melihat mainan ![]()
Apalagi ternyata mainan ini dulu adalah milik salah satu paman saya ketika masih kecil, kemudian diturunkan lagi ke saudara-saudaranya yang lebih kecil – terus sampai akhirnya habis anak kecil di rumah itu, karena sudah besar, dan membawa anak-anak mereka juga pergi merantau ke berbagai penjuru Indonesia. Dan sejak itu pesawat mainan tersebut disimpan di dalam lemari tersebut.
Saya tercengang ketika menyadari bahwa pesawat mainan tersebut masih bisa dimainkan dan berfungsi dengan baik !
Di sayapnya ada beberapa lubang, yang kita bisa masukkan rudal ke dalamnya. Lalu kita tekan sebuah tombol di belakangnya – wusssshhh, rudal plastik tersebut meluncur kencang dan jauh.
Berapa umur mainan ini ? 30 tahun ?! ![]()
Dan masih bisa dimainkan dengan baik.
Sampai sekarang saya masih takjub jika ingat hal itu. Bukan apa-apa, mainan zaman sekarang kontras total dengan mainan kuno tersebut.
Harganya memang mungkin jauh lebih murah – tapi, baru beberapa kali dimainkan sudah rusak. Minta ampun. Bukan membuat senang, malah merusak kesenangan, karena rusak ketika sedang asyik dimainkan.
Efek sampingnya, anak-anak jadi cenderung tidak peduli dengan barang miliknya. Toh barang cepat rusak juga, buat apa peduli ? Dan kalau sudah rusak ya tinggal beli gantinya. Murah kok.
Padahal sikap konsumtif ini jelas tidak baik, karena berarti (antara lain) kita juga mengajarkan mereka untuk turut mepercepat kerusakan bumi.
Makin banyak barang yang rusak, berarti makin banyak sampah. Padahal plastik dan berbagai bahan pada mainan / barang murahan itu bisa utuh selama ratusan tahun, tidak mudah terurai. Kalaupun terurai, seringkali menjadi zat-zat beracun.
Akhirnya sekarang kami cenderung menghindari membelikan mereka mainan. Kecuali jika jelas bagus, ada manfaatnya, dan bisa tahan lama. Mahal, tidak apa. Kalau perlu biar anak-anak itu yang membelinya sendiri, dengan menabung dulu. Jadi biar mereka tahu nikmatnya mendapatkan sesuatu dengan usaha mereka sendiri.
Foto di atas adalah sebuah Air Conditioner (AC) merk Sanyo, yang mungkin sudah berusia sekitar 15 tahun. Dan AC ini masih dingin ![]()
Cukup mencengangkan, terutama ketika dibandingkan dengan berbagai AC yang baru akhir-akhir ini. Ada yang baru satu tahun sudah rusak – tidak lama setelah masa garansinya habis.
Apa bedanya AC yang baru ini dengan AC Sanyo tersebut?
Bagi orang awam seperti saya, tidak jelas, kecuali satu hal – harganya JAUH lebih murah. Made in China pula. Klop dengan imagenya yang murah meriah. Karena itu kami kemudian membelinya dalam jumlah banyak untuk beberapa kantor kami.
Apa yang kemudian terjadi ? Tidak saja banyak yang rusak, namun juga pemakaian listriknya sangat boros.
Ya, niat ingin menghemat – alhasil malah merugi. Murah itu ternyata Mahal !
Yang di samping ini adalah sebuah kursi belajar. Merk Chitose. Umurnya mungkin sudah 20 tahun.
Nah, bisakah Anda temukan cacat pada kursi tersebut ?
Boro-boro menemukan cacat, mungkin komentar Anda malah “hah 20 tahun, yang bener??”
Ya, harga kursi ini dulu juga tidak terlalu murah. Tapi, inilah cara kita membeli barang zaman dahulu – cash, kalau perlu menabung dulu. Dan sebagai investasi / aset jangka panjang, digunakan & dirawat dengan baik.
Hasilnya, barang yang mahal tersebut awet selama puluhan tahun. Dan harga awal yang dikira mahal itu, ternyata sebetulnya murah.
Coba kita bandingkan misalnya dengan kursi zaman sekarang yang harganya Rp 150.000. Dengan daya tahan mungkin 2 tahun, sebelum mulai rusak disana sini.
Berarti per tahun seperti kita mengeluarkan biaya sebesar Rp 75.000 untuk kursi tersebut.
Kursi Chitose yang mahal ini mungkin sekarang harganya sekitar Rp 500.000. Dengan masa penggunakan (sampai saat ini) selama 20 tahun, maka seperti kita mengeluarkan biaya per tahunnya hanya Rp 25.000 saja untuk kursi ini.
Ternyata, walaupun harganya lebih mahal, sebetulnya kursi Chitose tersebut lebih murah (paling tidak) 3x lipat daripada yang kursi murahan tersebut.
Zaman ini memang penuh tipuan. Yang kita kira murah, ternyata sebetulnya mahal. Yang kita kira mahal, ternyata sebetulnya murah.
Jika tidak berhati-hati, maka kita bisa tertipu dan uang kita jutaan rupiah bisa terbuang percuma begitu saja.
Jadi jangan lupa – Murah itu Mahal !
Tulisan terkait : Murah versus Kualitas





May 28th, 2009 11:01
Pertamax! Masih musim kah?
May 28th, 2009 11:02
Pertamax! Masih musim kah?
.
Setuju mas… duit atawa harga emang gak bohong!
May 28th, 2009 13:16
so brilliant………
May 28th, 2009 16:31
Harga memang ga bisa bo’ong..
kualitas tetap yg utama..
May 28th, 2009 17:02
Barang sekarang memang harus murah dan cepat rusak. Biar yang buat tetap bisa jualan, mungkin.
May 28th, 2009 19:09
Makanya beli barang asli jangan bajakan… wakakak
May 28th, 2009 19:18
Murah itu mahal ..? sambil garuk2 kepala .. Yup saya yakin yg mahal adalah belajar merawat dan menghargai sesuatu yg sudah di beli dengan susah payah .. Barang kualitas bagus pun kalo tidak dirawat , ya ancur ..hehe
May 28th, 2009 22:21
Memang benar Pak,barang model sekarang cepat rusaknya
May 29th, 2009 00:42
Bener mas, perawatan adalah hal terpenting untuk membuat sesuatu yang murah menjadi mahal
May 29th, 2009 03:33
kalau harga sih emang menurut saya mencerminkan kualitas…
bener tuh mas yg nikmat’a punya barang hasil jerih payah nabung sndiri…wuih….pasti ngerawat bener2 tuh barang…haha
May 29th, 2009 06:40
ulasan yang bagus. memang yang murah kadang2 gak memuaskan.
May 29th, 2009 08:16
Terpenting lagi adalah hati2 dan teliti. Karena nggak sedikit pula barang yang mahal tu pasti awet. Barang sekarang sepertinya lebih rawan rusak daripada pendahulunya.
May 29th, 2009 13:24
Setuju banget…
)
.
Murah itu mahal, yaps, kita emang harus mempertimbangkan nilai ekonomis dari benda tersebut…syukur-syukur dari benda tersebut bisa menghasilkan uang (benda produktif)
.
Sumbang sharing ya…yonna juga diajarkan bahwa memiliki mobil sendiri ternyata lebih murah daripada naik kendaraan umum. (?)
.
Dengan memiliki mobil yg CC-nya tidak terlalu besar (paling besar 1500) dan irit – tepatnya ini definisi first car – yang menghabiskan biaya bensin premium Rp 600 ribu sebulan. Jika ongkos kendaraan umum menghabiskan biaya sebesar Rp 400 ribu sebulan…..
.
Tidak sampai situ….
.
Oke lah dengan biaya cicilan kredit mobil dan perawatannya bisa menghabiskan total Rp 45 juta setahun. Namun berkat mobil tersebut, mobilisasi kita jadi lebih mudah, menghemat waktu (meski masih terkena resiko macet), aman, nyaman dan membantu kita menghasilkan uang. Dibandingkan dengan naik angkot yang belum tentu nyaman sudah pasti membuat baju jadi kusut karena berdesak-desakan di dalamnya, sudah pasti tidak nyaman, keamanan diragukan, serba repot karena harus menunggu kendaraan umum sesuai trayek tersebut lewat, memakan waktu, tenaga dan pikiran (kesal karena terinjak kakinya, hampir jatuh karena didorong, dll).
.
Unseen values yang sebenarnya viewable untuk dihitung dan dicari nilai ekonomisnya. Ternyata memang lebih murah mempunyai mobil (dengan syarat nyetir sendiri), apalagi mobil tersebut bisa “memberikan” kita uang (maksudnya kita jadi semangat cari uang dan semangat nabung). Murah memang mahal. Sama seperti “sederhana itu mahal” (bukan restoran padang sederhana yah
May 29th, 2009 13:38
iya nih, kadang kalo beli barang murah mahal mahal di biaya perawatannya
May 29th, 2009 13:59
adakah kaitan topik tulisan ini “murah itu mahal” dengan dunia open source dan Linux? Sebagaimana kita tahu software open source terutama sekali Linux dan segala isinya sangat murah dibandingkan OS propiatery lainnya. Bahkan gratis, lebih dari itu ongkos kirim CD dan CDnya sendiri gratis (Ubuntu).
Pertanyaannya? apakah menggunakan software FOSS yang murah itu sebenarnya mahal semisal isi tulisan di atas?
May 29th, 2009 16:34
Hebat juga kursinya bisa tahan 20 tahun
kursi di rumah ane kalo udah 5 taun pasti pada jebol2
May 29th, 2009 18:24
tidak semua yang murah itu menimbulkan efek lanjutan menjadi mahal … contohnya perangkat lunak opensource … siapa yang mau menyangkal kalau memakai paltform opensource dapat mengakibatkan membengkaknya biaya produksi atau perawatan … justru dengan membeli perangkat lunak proprietary yang mahal maka akan semakin mahal pula ongkos produksi dan perawatannya karena keterikatan dan ketergantungan dalam layanan …
mengenai benda-benda yang biasa dibeli juga tidak semuanya yang murah itu malah menjadi mahal, asal tahu cara merawatnya maka dapat lebih hemat … memang untuk produk-produk dengan kualitas terbaik memiliki durabilitas yang lebih baik, namun banyak juga yang hanya sekedar tempelan promo dan kepintaran marketingnya saja …
untuk kasus barang-barang buatan jaman dahulu, dahulu itu yang membelinya masih sedikit jadi semua barang dapat dibuat dengan ketelitian tinggi bahkan kebanyakan home industri … sedangkan produk2 jaman sekarang sudah dibuat massal, sistem manufakturnya juga kebanyakan sudah dilimpahkan ke pihak ketiga sehingga quality control sangat susah diberlakukan disamping permintaan pasar yang sangat mendesak yang mengakibatkan pihak industri lebih memilih tutup mata tutup telinga yang penting banyak laku terjual …
memilih barang dengan kualitas baik, harga yang cocok, serta dapat merawatnya sebaik mungkin … itu mungkin yang lebih diutamakan ketika membeli suatu produk … juga tidak mudah terbuai dengan iklan dan trik marketing …
May 29th, 2009 23:27
lbh asyik beli yang jaman2 dulu. Antik,kuat trus ‘murah’
May 30th, 2009 07:56
really nice articule i hope to read again !
May 30th, 2009 15:31
Looks sharp! I guess it was pretty interesting!
May 30th, 2009 16:39
ternyata sebuah barang tidak bsa dilihat dari harganya.
blum tentu barang yang berharga murah kualitas jelek.
blum tentu juga barang mahal berkualitas bagus.
tergantung siapa yang buat juga sih
tergantung made in mana juga
May 30th, 2009 17:18
Linux yg sangat murah ternyata mahal.
…
…
…
Memang ada barang2 elektronik tertentu yg di desain untuk rusak setelah garansi bahkan ada yg tidak lama, 1 hari setelah masa habis garansi. Toh, garansi jg sebenarnya kan kita bayar. Usul gmn kl konsumen diberi pilihan untuk tidak garansi dg pengurangan duit premi garansinya
…
…
…
Bicara tentang awet kursi, 20 tahun belum seberapa. Time framenya 200/300/1000 tahunlah.
May 30th, 2009 19:58
Bener sekali tuh
May 30th, 2009 20:03
Coz kenapa cepet rusak barang2 sekarang, karena memang orangnya cepet bosan juga, so begitu rusak beli lagi yg baru
May 30th, 2009 20:15
Sepertinya zaman sekarang barang2 seringkali dibuat kurang tahan lama, agar tingkat penjualan semakin meningkat
May 30th, 2009 23:54
wah indahnya pulang basamo
May 31st, 2009 13:12
busyet yang koment dah banyak banget
salam kenal sobat
May 31st, 2009 15:41
Aduh, masalah awet engganya emang tergantung kualitas barang,
tapi qta pun mempunya andil besar dlm penjagaannya . . .
Mudah2an barang gw bisa kejaga ampe tua, hehehe . . .
Ok sob . . .
.Peace.
May 31st, 2009 21:20
kok bisa murah = mahal ?
June 1st, 2009 10:21
Interesting article
June 1st, 2009 16:29
hehe…padahal ada pameo yang terlanjur dipercaya bahwa barang mahal sudah pasti bermutu… tapi kalu mahal-tidaknya bisa dimanipulasi, ya repot juga…
June 2nd, 2009 13:15
boleh yg murah asal jgn murahan..:)
June 2nd, 2009 14:17
yang pasti sih paling enak yang awet, yang paling enak lagi yang murah
June 2nd, 2009 18:35
Sip Dah, posting menarik dan menggelitik
June 2nd, 2009 20:12
makasih boz atas artikelnya………
June 3rd, 2009 01:19
memang benar ya. produk2 jaman sekarang emang jauh beda kualitasnya dengan dulu. sekarang, seiring permintaan yang makin meningkat, produsen cenderung mengedepankan kuantitas alih2 kualitas. yang penting bisa bikin sebanyak mungkin, sesingkat mungkin dengan ongkos serendah mungkin. jadi ya begitu, kualitas dikorbankan.
June 3rd, 2009 10:05
Ya gimana lagi semuanya serba instant kan
June 3rd, 2009 11:42
nice post, thank bro…
June 4th, 2009 01:39
Klo saya kira itu soal permainan harga aja Om dr pedagang.. jadi lebih baik apabila membeli sesuatu jgn di 1 tempat namun survey dulu..nice post bro..
June 4th, 2009 16:42
Saya setuja,memang bysanya brg yg mahal itu awet dan brg yg murah bysa nya cpt rusak dan boros..
June 4th, 2009 21:45
selain itu, walaupun barang nya murah kalo kita telaten merawat. Pasti keren jadinya.
June 5th, 2009 06:50
sepakat bos
June 5th, 2009 07:42
Murah atau mahal terkadang tidak bisa diukur dengan uang loh….
June 5th, 2009 10:08
nice post klo mahal tapi ga berkualitas sama aja boong hoho
June 5th, 2009 15:48
kualitas menentukan harga apa harga menentukan kualitas…
June 5th, 2009 16:22
hehehehhehe….artikel yang cukup menarik…buktinya “banyak dikomentari orang”. ditunggu terus artikelnya broer
June 5th, 2009 21:00
Benar juga sih komentar di blog anda, jangan kita liat dari harga tapi kualitas.
June 6th, 2009 02:02
saat waktu terus berjalan tentu kita butuh barang yg berkualitas kalau pingin awet.
June 6th, 2009 02:24
Tapi yang murah kalo perawatannya ga baik, jadi murahan kan?
June 6th, 2009 04:21
Great post, dude. And nice blog as well, wish to know what it says on it, but can only see the beauty of it. All the best to you.
June 6th, 2009 05:25
Weleh … ternyata memang barang-barang jaman dahulu itu lebih kuat dan tahan lama ya…
June 6th, 2009 05:26
Hemmm… murah tapi mahal…..?
June 6th, 2009 05:28
Hemmm… senangnya….
June 6th, 2009 15:03
makanya yang murah itu belum tentu jelek
June 6th, 2009 19:49
nice info…thanks..
June 6th, 2009 23:06
lam nal sob
June 6th, 2009 23:07
bca2 cerpen yuk sob
June 6th, 2009 23:08
lam nal
June 7th, 2009 19:04
salam kenal
ya murah tak selalu……………….
tx
June 7th, 2009 20:06
salam kenal juga
wah ada blog kok rame gini ya
tx
June 7th, 2009 21:32
betul banget..jika dibandingkan barang buatan zaman dahulu dan sekarang kualitasnya sangat jauh dan ini berlaku untuk barang apapun, pelengkapan kantor atau rumah tangga. Dari dulu hingga saat ini saya percaya bahwa ‘ada harga ada kualitas’..
btw, tentang posting di atas, saya tidak hanya menangkap pesan tentang ‘murah itu mahal’ tapi juga serunya perjalanan menuju kampung halaman serta tentang indahnya desa dan disampaikan dengan sangat menarik..sukses ya.. salam kenal.
June 7th, 2009 21:38
salam kenal.. wow..blognya bagus banget, saya harus belajar dari anda nih tentang ide bagus sebagai tema artikel dan bagaimana menyampaikannya…
murah itu mahal…saya sepakat banget, ini pengalaman yang mungkin dialami dan akan diamini oleh banyak orang. Tapi saat membaca artikel di atas, yang paling saya bayangkan adalah serunya perjalanan menuju kampung halaman…duh jadi pengen bikin perjalanan semacam itu..hehe.
June 7th, 2009 23:23
setuju mas trimakasih ats infonya ya mas……
June 8th, 2009 02:45
setujuuuu bgt.
June 8th, 2009 22:17
Menurut pengalaman saya pribadi barang-barang dulu memang benar-benar mengutamakan kualitas dan produksinya pun sedikit sehingga wajar bila dibanderoldengan harga lumayan mahal. Sedangkan sekarang hanya mengutamakn kuantitas dan murah biar cepet laku
Betul gak mas?
June 9th, 2009 00:35
betul juga ya, bener kata eyang “ono rego ono rupo” ada harga ada kualitas
June 9th, 2009 00:39
iya awalnya terharu perjalanan pulkam, kirain perjalanannya yg murah tp ternyata memakan biaya banyak
June 9th, 2009 00:52
Wuaah yang koment.. buanyak nih.. ketinggalan aku.. selamat aja deh…
June 9th, 2009 00:56
Hahahaa. makanya kita musti pandai memilih barang yg akan di beli…
June 9th, 2009 00:58
Saya setuju dengan koment dari rekan plasabisnis..
June 9th, 2009 09:01
Headline menarik, posting tajam,…. unik…
June 9th, 2009 17:45
kita harus memikirkan lebih matang dulu sebelum memutuskan sesuatu…
harus pandai memilih…
salam kenal…
Blog|Berbagi Informasi
June 9th, 2009 21:40
Ya saya setuju. Memang zaman sekarang dunia industri maunya cari untung tanpa memikirkan dampak lingkungan…dunia terlalu banyak sampah yang tidak bisa didaur ulang…manusia modern adalah manusia yang sangat boros…
June 9th, 2009 22:37
betoel sekaleee…
haarga emank gk bs boonk…
harga itu emank mencerminkan kualitas..
walaupun emank ada beberapa yg cheap tp good quality,so hoki-hokian aj dech..
June 10th, 2009 03:21
Selain harus pinter memilih, sebelum beli sebaiknya kita banyak nanya ama orang lain atau cari review annya di search engine
June 10th, 2009 06:45
Yang murah terkadang justru bikin kantong boros…
June 10th, 2009 11:15
yang pasti kita harus teliti sebelum membeli…g jarang juga barang mahal kualitasnya keok….tapi barang murah kualitas mewah itu yang kita pengenin…ya g?
…buat teman-teman yang ingin membeli link dengan 2000 rupiah saja
untuk meningkatkan pagerank & alexa kunjungi kami…thanks
June 10th, 2009 11:51
ulasan bgs………
June 10th, 2009 23:37
yup..yup yup..
info yg bagus…
June 11th, 2009 10:27
salam kenal…..
June 11th, 2009 14:48
“Murah itu Mahal” bener banget tuch ……
=> orang cari barang pasti pengennya yang harganya murah tapi berkualitas, jadi si “MURAH” bener2 “MAHAL” tuch karena laris ….
June 11th, 2009 16:17
Brilliant idea!
June 11th, 2009 17:16
kwkkwkwkwk
tentu saja mahal….
June 11th, 2009 22:28
sebenernya reLatif neh.. yang mahaL belum tentu baguS, yang muRah belum tentu jeLek
June 11th, 2009 23:50
wah..jduerr…dalem banget mas..makasih dah ngingetin…mungkin aku orang yang paling sering ketipu..pengen beli yang murah malah jadi murahan…
June 12th, 2009 07:53
Enak ya yang pernah merasakan punya kampung halaman..
kalau saya sih selalu dijakarta..
June 12th, 2009 08:53
renungannya dalem banget
jd inget mainan lama yang hanya sekedar di loakkan padahal sudah menemaniku lama .
seperti diecastku dulu. sekarang banyak diecast yang kualitasnya tidak menjanjikan
hargai lah barang kenangan
nice post
June 12th, 2009 09:16
Sudah terbukti produk zaman dahulu itu bagus dan High quality !!!
June 12th, 2009 20:06
ada-ada aja ide postingnya mas harry, jelas aja mahal mas
June 12th, 2009 20:56
setuju bro, pilih yang agak mahal dikit ga apa2, yang penting tahan lama.
June 13th, 2009 02:52
lam kenal mas,..sebenarnya kita beli barang tuh buat jangka waktu berapa lama sih?apabila buat jangka waktu yang lama belilah yang agak mahalan supaya kualitasnya lebih bagus,..daripada beli yang murah justru akan lebih mahal jadinya karena membeli barang yang kualitasnya jelek terus cepet rusak dan harus beli lagi jadi double kan harganya..
June 13th, 2009 03:47
Kayaknya barang sekarang kurang quality controllnya sebelum diluncurkan ke pasar. makanya banyak yg komplain
June 13th, 2009 04:13
g p2 mas…
kalo harga yang ditawarkan sesuai dengan kualitas-a…
itu kan wajar…
jgn harga mahal kualitas murahan…
June 13th, 2009 04:33
banyak lho barang yang kurang kualitasnya dijual mahal…
June 13th, 2009 10:39
kalau murah itu mahal,trus kalau mahal itu apa yahhh?
June 13th, 2009 16:44
inspiratif
June 13th, 2009 22:50
Cerita yang menarik..
Memang produk-produk dahulu lebih berkualitas dan tahan lama
June 13th, 2009 23:55
kadang normal emang seperti itu .. ada kalanya kita sering merasa ragu dulu dengan namanya yang lebih mahal
padahal ya itu ga selamanya yang murah itu menguntungkan …
June 14th, 2009 06:57
Inspiratif sekali mas…Iya saya juga merasakan anak2 sekarang jadi kurang menghargai dan merawat mainannya sendiri setelah beberapa hari,apalagi bila mulai rusak…Dan itu berbahaya bagi kepribadiannya kelak ketika dewasa.Mksh
June 14th, 2009 15:13
bener tuu…
June 14th, 2009 23:57
kaya’na sangat menarik mas ‘penjelajahannya’.. sayangnya, saya ga pernah ngalamin, kerja jg deket dgn rumah, sodara jg ga ada yg jauh, smua pada ngumpul..
salam kenal mas..
June 15th, 2009 07:36
@yonna – betul banget
.
Memang yang “not obvious” itu yang sering terlewat. Padahal, seringkali itu justru yang paling signifikan, he he.
.
Contoh mobilnya itu relevan banget. Mobil itu bukan cuma untuk bergaya, tapi memang dia bisa menghemat biaya kita juga.
.
Thanks untuk sharingnya
June 15th, 2009 07:38
@qwert – Bicara tentang awet kursi, 20 tahun belum seberapa.
.
Untuk zaman SEKARANG, dimana barang2 lazim sudah rusak setelah hanya 1 – 2 bulan pemakaian, 20 tahun itu sudah serasa seperti 200 tahun
June 15th, 2009 08:51
@Syams Ideris – pertanyaan yang bagus !


.
Jawabannya : bisa ya, bisa tidak
.
Pada intinya, IT adalah alat / tools. Jadi kita harus gunakan dengan tepat.
Jika ada sekrup garis, tentu kita pakai obeng garis juga. Kalau kita pakai obeng kembang, justru tidak akan bisa terbuka.
.
Demikian juga dengan IT. Gunakan alat yang tepat untuk kebutuhannya.
Kalau salah pakai alat, ya salahkan diri sendiri. Jangan malah menyalahkan alatnya
.
Nah, yang sering kejadian saat ini, ada masalah yang bisa dipecahkan oleh alat open source. Tapi kemudian ternyata malah menggunakan alat / software yang proprietary. Ya hasilnya jelas jadi ngawur.
.
Kami menemukan di lapangan bahwa SANGAT banyak masyarakat bahkan belum tahu ada Open Source / Linux / dll
Kalau belum tahu, lalu bagaimana mereka bisa melakukan pilihan yang tepat kan ?
.
Jadi itu yang kami sedang kerjakan saat ini – memberitahu masyarakat, bahwa mereka punya pilihan.
.
Ya, saya tidak anti software proprietary. Yang saya anti adalah penipuan (proprietary adalah yang TERBAIK, dst), pemaksaan (forced upgrade, dll), dan berbagai hal lainnya yang tidak baik.
.
Mudah-mudahan menjelaskan
June 15th, 2009 13:42
yupz,…setuju pakdhe,…bener bgt.
June 15th, 2009 18:11
Artikel yang bagus…kalo murah itu mahal, maka mahal itu menjadi lebih mahal lagi..he..he…betul gak Bro..
June 16th, 2009 06:58
murah tapi harus berkualitas itu lah yang banyak dicari oleh orang
June 16th, 2009 15:53
hha..
benar..dunia memang sudah membingungkan…batas antaara suatu hal dengan yang lain sudah tipis…
June 16th, 2009 16:21
setuju saya maz btw jangan lupa kunjungi blogger tutorial
June 16th, 2009 20:27
murah itu terkadang dibilang mahal….
namanya juga hidup…
ilmu relatifitas…he2
June 17th, 2009 14:45
memang perawtan hal yang paling penting, kalo punya mobil merci ga bisa ngerawat, beli bensin sama juga bo ong
June 17th, 2009 18:38
Topik yang menarik.
June 18th, 2009 04:00
murah itu mahal?
emag sech,..
1 contoh tmbahan,..
ketika kita beli makanan murah,..
( tntu kualitas kesehatannya sangat rendah)
maka badan kita akan mudah sakit,..
so, biaya pnobatan kita akan jauh lebih mahal,..
it’s nice,..
June 18th, 2009 04:34
murah itu mahal.?
postingan yang menarik..!!!!
tapi begitulah hidup, segalanya serba maju, gak ada seorangpun yang mau ketinggalan, dan yang dulunya kebutuhan skunder, sekarang sudah jadi primer. Contoh paling simple Handphone..!!! benar??
June 18th, 2009 04:52
Postingannya mantep gan,yang jelas kita hrus hati hati dan teliti
Wisata SEO Sadau last blog post RUSLI ZAINAL SANG VISIONER
June 18th, 2009 21:39
Good post! Thanks for the information.
June 19th, 2009 01:19
wahhh…mantap artikelnya…
June 19th, 2009 07:32
Wah…kata2 yg sangat menarik nih..
Murah tapi Mahal ?? (^_^)..he..3x
Sangat kontras tp menyentuh bgt tuh kata2nya…(^_^)..he..3x
June 19th, 2009 15:25
YUp asalkan bukan murah tapi murahan…
June 21st, 2009 12:20
Asumsi Murah berbeda tiap2 orang
June 21st, 2009 15:30
Barang sekarang memang harus murah dan cepat rusak. Biar yang buat tetap bisa jualan, mungkin.
June 22nd, 2009 00:11
salam kenal dulu.:D
yg mahal belom tentu bagus.
June 22nd, 2009 10:07
memang butuh biaya mahal untuk membuat yang murah.. he,
June 22nd, 2009 10:58
tapi harga juga mempengaruhis kualitas kan tentunya
June 22nd, 2009 12:32
The High Cost of Low Cost… waktu jaman kuliah, pernah baca majalah dimana ada “old school” electrical engineer yang comment: melihat bagaimana barang2 *elektronik* dibuat saat ini, suatu hari, produsen harus taruh expiry date on barang2 elektronik buatannya…mgkn itu yang terjadi sekarang pak
June 23rd, 2009 18:01
bener sekali tuh mas…
June 23rd, 2009 20:14
judul yang ngena banget!!!!!
June 24th, 2009 15:07
judul yang menggoda, SEO terkini
June 24th, 2009 19:12
Murah itu mahal dan mahal itu murah, sepakat ngak?
June 24th, 2009 20:58
Mas, punya daftar barang2 yang murah tapi kuat…
June 25th, 2009 04:01
Nice share…
kadang2 barang yang secara kasat mata harganya murah
klo dipikir2 bakal jadi lebih mahal karena perawatannya
butuh biaya ekstra
dibanding barang kualitas bagus
yang harga beli pertamanya pasti lebih mahal
June 25th, 2009 06:55
murah bukan berarti murahan mas
sehingga perlu kualitas yang baik
Stop Dreaming Start Action
June 25th, 2009 10:34
setuju mas kadang kita lupa diri bila melihat harga murah dan juga merek yang kita lihat di televisi, akan tetapi bila rusak langsung di buang padahal hal tersebut akan mencemari bumi kita ini..
artikel yang bagus mas
June 25th, 2009 18:29
good….saya setuju sama pendapat anda…………..
June 26th, 2009 19:50
barang-barang dulu memang lebih tahan banting daripada yang sekarrang, soalnya benar-benar mengejar kualitas, klo yang sekarang lebih ke arah komersial dan kuantitas semata..
June 27th, 2009 09:54
setuju….. sekarang karna banyak konsumen yang suka barang murah maka produsen pun mengakali dengan cara membuat produk low quality.
June 27th, 2009 09:56
setuju…murah itu mahal…harga memang tidak pernah boong…
June 27th, 2009 14:54
setuju banget
June 28th, 2009 00:21
@Taufan – “The High Cost of Low Cost” – menarik
Setuju sekali dengan statement tersebut.
.
Mudah-mudahan dunia bisa kembali menjadi “waras” kembali, amin.
.
@edwin – betul sekali ! banjir barang murah tapi rongsokan ini sebetulnya ya karena kita sendiri juga.
Kita minta, dan kita beli – ya produsen tinggal membuatkan tho?
.
Stop barang murahan – jangan beli. Pilih barang yang Mahal (tapi sebetulnya murah)
June 28th, 2009 09:48
memang ada kalanya murah itu dibilang mahal.tergantung sikon saja
June 28th, 2009 09:54
murah belum tentu mahal tergantung keyakinan saj
June 30th, 2009 11:48
yaah…tergantung cara pake-nya juga siih…plus pinter2 seleksi barangnya,…
btw, bagus artikelnya…hehehe
June 30th, 2009 17:06
Artikel yang menarik dan penuh pembelajaran..
July 1st, 2009 13:40
Kalo menurut saya murah belum tentu mahal, kalo belinya dari orang BU he..he..
July 3rd, 2009 22:08
Ceritanya menarik. Lanjutkan uda!
Rohis 9
July 4th, 2009 02:10
murah itu mahal.???
postingan yang menarik..!!
produk2 sekarang kualitasnya jauh beda dengan dulu. sekarang, seiring permintaan yang makin meningkat, produsen cendrung mementingkan kuantitas bukan kualitas. yang penting bisa bikin sebanyak mungkin, sesingkat mungkin dengan ongkos serendah mungkin. jadi ya begitu, kualitas dikorbankan…
July 4th, 2009 19:53
great post…
July 4th, 2009 21:00
tulll tu, murah tu mahal…hehehehe
July 8th, 2009 14:33
yup….in the long term, expensive (and the quality one) things are more economic than the cheap one
July 10th, 2009 13:06
Yah memang barang murah itu lebih boros akan sumber daya. Kalo harganya ga beda jauh…ya mending beli yang bagus. Kalo beda jauh…ya nabung dulu kalo ga kepepet benerrrr
———————————–
Artikel Kesehatan
Download PDF JawaPos
Practical Lessons in Yoga
Review
BitDefender
Cheap Softwares
CNN
July 10th, 2009 21:52
Klo saya sih pilih barang gak tergantung ama murah apa mahalnya, tapi tergantung ama fungsinya. Tapi awet pa nggaknya barang juga tergantung ama pemakaian, klo jaman sekarang anak-anak kurang menghargai barang, dibeliin eeeh malah dibuang-buang, klo nggak di coret-coret, yah mana bisa awet. Klo dulu mainan di cuil dikit aja dah kena omelan nyokap, beruntunglah anak-anak sekarang.
July 11th, 2009 07:38
tadinya pengen murah malah jadi mahal. mendingan beli barang yang berkualitas tapi mahal dari pada kelas dua yang murah cepet rusak dan beli lagi, beli lagi..
July 11th, 2009 13:20
Setuju, teliti sebelum membeli, jangan tertipu dengan iming2 barang murah tapi kualitasnya murahan.
July 15th, 2009 17:31
Yup!
Kadang orang lebih mentingin harga awalnya, tidak memikirkan gimana setelah dipake dan sebagai-sebagainya.
July 17th, 2009 21:37
ok siipp mantap bro…
July 17th, 2009 23:43
Harga memang ga bisa bo’ong..
kualitas tetap yg utama……. Bo Tapi tukang dagang suka Boong.
July 18th, 2009 08:03
Barang murah memang begitu mas harry
July 19th, 2009 10:41
ulasan yang bagus. memang yang murah kadang2 gak memuaskan.
July 20th, 2009 10:30
klu orang jawa bilang ” ono rego, ono rupo ”
numpang baca2, mas !
July 23rd, 2009 15:52
apa barang murah selalu identik dengan cepat rusak ??
July 25th, 2009 21:44
klo murah, ya kualitas perlu di pertanyakan..
July 26th, 2009 21:06
setuju kata i-girlsonly.,.,murah belum tentu cepat rusak dan jelek lho gan
July 29th, 2009 17:39
ya begitulah dunia bisnis,,, keuntungan yang sebanyak banyaknya dari modal yang sedikit…
July 31st, 2009 18:05
banyak tipuan disana-sini, yang ketipu ingin membalas nipu.. dan seterusnya…
tapi banyak juga yg jujur dan baik.. seimbang ya..
August 1st, 2009 00:02
Kalo ingin investasi barang, ya beli aja yang mahal.
Sedikit lebih mahal gak apa-apa asalkan awet.
August 1st, 2009 05:39
harga memang tidak pernah berbohong
August 1st, 2009 11:12
batua sanak, kini pulang basamo alah agak jarang nampaknyo, kepeng ko lah sarik kini
August 1st, 2009 23:56
beli yg murah tapi jangan murahan,
jangan beli yang mahal….apalagi kemahalan,
belilah sesuai budget yg kita punya,
teliti sebelum membeli.
August 2nd, 2009 08:21
klo pengalaman saya sih, jaman sekarang. udah jarang banget barang yang berkualitas tinggi dan awet!
harga mahal lebih cenderung karena pengaruh nilai merk/labelnya.
jadi yang dibeli mahal itu bukan cuma kualitas barangnya tapi nilai merknya.
August 5th, 2009 04:33
wh,bener juga nih…murah versus kualitas..
emang kayakx agak sulit di temukan d zaman sekarang…
lebih baik beli yg harga sedang kualitas sedang juga..
August 5th, 2009 22:54
Ya benar murah itu mahal, terkadang barang mahal itu justru murah. hehe..
August 7th, 2009 04:55
murah itu mahal…dan mahal itu belum tentu murah…
stop dreaming start action
August 10th, 2009 13:50
Harga murah atau mahal sebenarnya bersifat relatif dan cenderung subyektif. Sebagai contoh, sebuah lukisan yang kita anggap biasa saja dan harganya mahal tetapi ada juga mereka yang bersedia membeli lukisan tersebut. Kita dapat memilih segala kebutuhan kita sesuai budget yang kita miliki. Sama halnya dengan orang tua yang memilih nama yang paling tepat untuk anak mereka.
August 10th, 2009 19:47
nice great…thanks for the info…have you some other blog posts…..
August 13th, 2009 11:21
Haha.. aku malah jadi bingung gini yah ..
August 15th, 2009 14:44
setuju banget mas
August 18th, 2009 13:34
ya benar sekali mas. Malah yang aneh, orang kaya bisa beli barang jauh lebih murah dari orang miskin.
August 18th, 2009 14:59
orang jawa bilang ” ono rego ono rupo”
August 18th, 2009 15:13
orang awak toh da… jadi sekarnag manggilnya uda aja ya
August 19th, 2009 09:01
wow yang komen udah bejibunn..
http://relaks.totalh.com/kemerdekaan-itu-bulan-agustus.html
August 20th, 2009 02:38
btw Silungkang itu sumatra mana?
aq juga dulu tinggal di sumatra waktu umur 1-5 tahun. Dan pulang ke jawa juga menjelajah. alias konvoy naek mobil ! Dari Medan!
Muantepp…. wlopun sbenernya rasanya dh agak lupa si.. haha
Tp ya klo skarang dibayangin gila aja. dr medan ,melahap habis pesisir sumatra sampai jawa, dilanjutin ke jogja.
Sungguh ptualangan panjang bersama family.
hmm.. . jd kangen,
August 23rd, 2009 13:20
mahal itu,,,
MURAH….!!
hehehe….
August 27th, 2009 09:39
nice great…thanks for the info…have you some other blog posts…..
August 28th, 2009 10:26
ada harga ada barang …
August 30th, 2009 05:54
keren jdulnya ….
August 30th, 2009 07:12
wah, info yang menarik neh, khususnya untuk para ibu rumah tangga seperti saya. Salam.
September 5th, 2009 15:19
Makasih atas infonya,bisa dijadikan acuan inspirasi buatku yang ingin memiliki barang murah tapi berkualitas..Tapi kalau barang jadul memang kuat dan tahan lama dari segi kualitas emang bagus tapi dari segi desain sendiri kurang memuaskan dibandingkan barang2 dijaman sekarang yang lebih mementingkan desain dan lebih futuristik..Semuanya pasti ada kekurangan dan juga ada kelebihan masing2..Semuanya Tergantung dari pilihan kita sendiri..
September 6th, 2009 20:39
bukan 500 ribu. tapi 2 juta. kan inflasi di indo bikin duit melar 2 kali lipat tiap 5 tahun.
September 8th, 2009 15:28
hmm… malah kadang mahal itu murah lho mas..
kan relatif to..??
salam kenal…
September 11th, 2009 04:58
artikelnay keren mas, murah tapi mahal Indonesia banget tuh,hihihi
September 17th, 2009 06:36
tergantung barangnya juga sih.. tapi ada barang ada rupa
September 20th, 2009 02:32
beli yang murah tapi jangan yang murahan
September 20th, 2009 02:35
kayak sparepart motor aja kalau beli yang murah cepat rusak
September 30th, 2009 21:52
Setuju banget
October 6th, 2009 14:45
y klo lagi beruntung bisa aja dapet yg murah tp bagus, tergantung nasib hehehe….
October 10th, 2009 21:57
iya betul mas, nice artikel
Smarty
Technomatic
October 16th, 2009 15:38
Harga gak pernah bohong, makanya cari yang obralan..
October 19th, 2009 15:40
murah tapi berkualitas….
October 26th, 2009 16:44
rancak bana caritonyo Uda
October 28th, 2009 07:44
iy betul banget mas
murah tapi mahal
infonya bagus
November 4th, 2009 12:30
Pada saat kita membeli sebuah barang, sebenarnya kita membeli kualitas dari barang tersebut. Pembuat barang telah memperkiirakan jangka waktu pemakaian barang tersebut. Semakin lama umur barang itu, maka semakin mahal harga yang ditawarkan. Selama kita dapat menggunakan barang dengan baik, kita dapat mempertahankan umur barang itu selama mungkin.
November 12th, 2009 16:58
hehehe saya juga dulu gitu mas, beli selalu nyari barang murah, eh ujung2 nggak bertahan lama, trus beli lagi,,,, rusak lagi. coba waktu pertama beli langsung yg agal mahal dikit dengan kualitas yg bagus, pasti sekali beli aja.
November 12th, 2009 17:10
Apalagi dengan banyaknya produk2 dari cina banyak yg kualitasnya sangat dibawah standar, tapi lambat laun sudah mulai berkualitas. memang kita tidak haru tergiur dengan harga murah.
November 14th, 2009 06:13
Menurut saya sih tergantung orientasinya. Kalau memang buat jangka pendek kenapa harus beli yang mahal karena merk yang sudah terkenal, kecuali memang akan berinvestasi jangka panjang beli yang mahal pun akan menjadi murah.
November 16th, 2009 23:39
Waaaahhhhhhhhh….!!!
November 18th, 2009 13:05
Bener juga kalo mikirnya kesana ? Wah.. mesti hati-hati milih neh mulai sekarang. –salam spirit–
November 19th, 2009 22:10
Waaaahhhhhhhhh….!!!
November 26th, 2009 19:04
Dibandingkan dengan naik angkot yang belum tentu nyaman sudah pasti membuat baju jadi kusut karena berdesak-desakan di dalamnya, sudah pasti tidak nyaman
December 1st, 2009 13:03
bener tuh..
kalu brang murah itu gampang rusak. mending beli barang yang mahal sekalian tapi kualitasnya harus terjamin.
December 2nd, 2009 15:57
emang bener sih biasanya kalo barang yang harganya murah biasanya cepet rusaknya dan barang yang lebih mahal bisa awet tapi ada juga yang kebalikannya lho tapi itu sangat jarang sekali..
Barang mahal kualitas bagus dan barang murah kualitasnya masih dipertanyakan ..
info yang bagus maz..
makacih sudah memposting info ini sangat bermanfaat
December 3rd, 2009 03:41
Barang sekarang memang harus murah dan cepat rusak. Biar yang buat tetap bisa jualan, mungkin.
December 3rd, 2009 03:42
mantaf mas infonya, thx udah sharing
December 3rd, 2009 03:43
kaya’na sangat menarik mas ‘penjelajahannya’.. sayangnya, saya ga pernah ngalamin, kerja jg deket dgn rumah, sodara jg ga ada yg jauh, smua pada ngumpul..
December 3rd, 2009 03:44
lbh asyik beli yang jaman2 dulu. Antik,kuat trus ‘murah’
December 3rd, 2009 03:44
Headline menarik, posting tajam,…. unik…
December 3rd, 2009 03:45
setuju mas trimakasih ats infonya ya mas……
December 3rd, 2009 03:46
thanks infonya ya mas….
December 3rd, 2009 14:10
1
yep, I haveto agree, It rocks! 3
December 5th, 2009 19:33
yeah.. gue setuju, emank murah kadang mahal.
astagacom-lifestyle-onthenet
December 6th, 2009 08:36
setuju banget nieh sob
December 6th, 2009 08:40
bener banget tuh murah itu terkadang mahal
December 6th, 2009 09:36
stuju banget murah belum tentu murah bisa terkadang malah mahal
December 6th, 2009 09:39
keren banget blog nya
December 6th, 2009 15:50
betul dan saya setuju karna sudah banyak membukikannya juga.
mulai dari sepatu, sandal, kaos, baju, sepeda, motor, dan alat elektronik lainya.
harusnya kita membeli kualitas bukan kuantitas, hehe
oia ngomong-ngomong blog mas harry ini menarik loh,
pertama saya baca artikelnya, memang rada aneh.
karna ada cerita petualangan pulang kampungnya.
tapi setelah cerita mulai mendekat pada judul, saya mulai menikmati dan salute!
nice!
cerita ini dibungkus dengan petualangan hebat yang bukan hanya sekedar cerita pulang kampung tapi ada banyak info tenatang perjalanannya, dari kondisi jalan, pertimbangan jalur darat, sampai pentingnya konvoi untuk jalur sumatera.
wal akhir, Murah Itu Mahal. : )
December 10th, 2009 09:18
nice share
emang bener nieh murah bisa juga mahal
December 13th, 2009 11:04
so much crowded here!
December 14th, 2009 10:16
kalo barang murah yang mahal perawatannya mas,, sebaliknya, kalo barang mahal, yang murah perawatannya
December 14th, 2009 14:17
Kalo ingin investasi barang, ya beli aja yang mahal.
Sedikit lebih mahal gak apa-apa asalkan awet.
December 15th, 2009 00:28
kayaknya ga semua yang mahal itu berkualitas dan ga semua yang murah itu mahal perawatannya
tergantung dari jenis barangnya juga
December 15th, 2009 18:06
saya saya cari adalah MUrah Kuat dan Berkualitas
kalau ada yang murah, kenapa harus yang mahal
tapi kalo produk china, ga ahhhh gawat tuh
December 19th, 2009 02:21
Ya itu strategi mereka ya pak,
supaya dapat menjual lebih banyak
Blog Ngatur Duit – Personal Finance
Cara Mudah Mengelola Keuangan Pribadi Anda!
December 19th, 2009 19:40
kok lucu… kenapa selalu produk luar yang kita pedulikan
lebih baik produk dalam negeri
December 20th, 2009 03:07
bener banget nieh , ada harga ada kualitas
December 20th, 2009 10:49
wah ternyata kalimat ‘harga ga bisa bohong’ belum tentu berlaku dong
December 23rd, 2009 18:49
murah yo tetep murah,…
December 23rd, 2009 23:24
biarkanlah mereka yang memilih
lagian kalo punya uang, pasti orang pilih yang mahal
December 27th, 2009 07:00
Ho ho ho…. AC saya sudah 25 tahun di pake dan dinginnya masih mantep banget… merek ational……
December 30th, 2009 16:29
most important thing is Quality.
December 31st, 2009 12:37
pemikiran yang sederhana.. tp tepat!!!
December 31st, 2009 23:40
Barang sekarang memang harus murah dan cepat rusak. Biar yang buat tetap bisa jualan, mungkin.
January 3rd, 2010 20:30
good post, happy new year om. mempelajari alogaritma google insight
January 4th, 2010 10:45
nice post gan!!
January 5th, 2010 11:44
Inspiratif sekali mas…Iya saya juga merasakan anak2 sekarang jadi kurang menghargai dan merawat mainannya sendiri setelah beberapa hari,apalagi bila mulai rusak…Dan itu berbahaya bagi kepribadiannya kelak ketika dewasa.
January 7th, 2010 20:03
keren om artikelnya.
good post. tips meningkatkan earning google adsense
January 13th, 2010 02:43
Thanks good post!
January 13th, 2010 19:27
Ikut komentar pak..!
Ya mungkin karena memang barang sekarang kualitasnya harus tidak sebagus barang jaman dahulu, kenapa?
Alasannya:
karena manusia sekarang jumlahnya sudah sangat banyak, jadi akan mempengaruhi permintaan terhadap barang (akan tinggi – hukum ekonomi), yang juga akan mengakibatkan penggunaan bahan-bahan dasar utama suatu barang harus dibagi-bagi / diperkecil agar tidak cepat habis. dan hal ini mengapa kualitas suatu barang jadi rendah.
kualitas rendah suatu barang juga akan mengurangi terhadap lapangan pekerjaan dan mengurangi jumlah pengangguran masyarakat.
itu menurut saya lho pak… he..he..he..
makasih.
January 13th, 2010 22:31
Setuju!!
hahaaa..
postingnya keren..
January 16th, 2010 12:45
Ho ho ho…. AC saya sudah 25 tahun di pake dan dinginnya masih mantep banget… merek ational……
January 18th, 2010 01:58
waahhh.. bagus banget bang, kok sempet nulis yg kayak gini yaa
lhaa yg kayak gini nih, refresh banget,
January 21st, 2010 22:24
Wah PULANG BASAMO ennak yah, seru. Sinjay School business
January 23rd, 2010 09:21
Memang sih membingungkan klo disuruh beli barang Mahal/Murah karena efeknya yang tidak dipastikan tahan lama. Soalnya walaupun beli barang bermerk tapi terkadang tetep aja kaga bgitu awet..kembali ke faktor penggunaannya juga.Yah klo sekarang sih saya beli barang yang semampu isi dompet aje deh…beli yang bermerk / tidak yah tergantung isi dompetnya hehehe..
January 23rd, 2010 11:06
hmm..murah tak harus mahal. terutama di dunia software open source ya. contoh: mysql (free) vs oracle (puluhan ribu usd). kalo barang fisik i setuju..
January 23rd, 2010 20:41
setuju saya dng tulisan ini… tapi ada juga lho barang harganya mahal tapi kualitasnya tak jauh beda dng yg murah.. mahal yg tak tahu diri.
January 25th, 2010 21:38
most important thing is Quality.
January 26th, 2010 00:18
Tergantung orangnya pak. Murah bisa tetap Murah kalau orangnya pandai menilai. Dan Mahal akan tetap Mahal kalau orangnya tidak pandai menilai sesuatu. Sebagai seorang pembelajar, kita harus berproses menjadi manusia yang pandai dan bijak dalam menilai. Thanks infonya
January 26th, 2010 14:31
nice.. like.
klo saya mas mau posting dari kehidupan pribadi kok susah ya mas, rasanya kok kaya gak bakal ada yang baca banget gt,,..
January 27th, 2010 16:22
kalo di logika bener juga tuh
January 30th, 2010 16:19
tak bisa dipungkiri barang-barang zaman sekarang memang murah dari segi harga namun yaa… itu cepat rusak dan kualitas banyak yang tidak KW1 alias kualitas no. 1 he…he…
January 31st, 2010 07:31
lebih baik yang mahal sekalian
By Sinjay School Business & web hosting list
January 31st, 2010 15:42
pulsa semakin murah, semakin banyak pengeluaran buat pulsa. Maka saya sepakat dengan bahwa makin murah itu makin mahal
February 2nd, 2010 17:17
mahal itu murah
February 3rd, 2010 20:12
murah mahal, iya mahal perawatannya… hohoho
February 8th, 2010 18:34
emang bener nieh murah bisa juga mahal
February 13th, 2010 17:51
sebuah pelajaran yang sangat inspiratif mas, memang barang-barang sekarang sedikit sekali yang mutunya sebaik barang-barang dulu. saya juga punya mainan sewaktu kecil diruman orang tua. dan sampai terakhir saya melihatnya masih bisa digunakan, walaupun akhirnya hilang dipinjam siapa.
February 14th, 2010 18:24
1
yep, I haveto agree, It rocks! 3
February 14th, 2010 21:06
wah bener juga nih, barang yang dirawat bisa jadi mahal klo dirawat dengan benar …
February 15th, 2010 21:36
wah mantep nih infonya..
February 16th, 2010 01:29
saya sering beli barang murah tapi jauh lebih berkualitas mas dari yang mahal semoga akan begitu terus
February 16th, 2010 01:57
kapan yah saya dapat barang yang murah tapi kualitas tinggi
February 16th, 2010 01:59
dizzy where I can get a good quality things
February 20th, 2010 23:04
mahal belum tentu murah, murah belum tentu mahaal
February 22nd, 2010 10:38
ya betul. artinya kualitas sih tidak pernah menipu harga.
February 23rd, 2010 07:17
Perhitungan biaya murah dan mahal memang berkaitan dengan berbagai aspek. Barang yang diproduksi dengan harga mahal karena bahan-bahan pembuatnya yang berkualitas dapat bertahan lama. Sementara itu, barang yang dibuat dengan bahan yang kurang terjamin kualitasnya dapat dijual lebih murah namun ada kemungkinan mudah rusak atau tidak tahan lama. Sebagai konsumen, kita perlu memperhatikan hal ini dan mencari informasi terlebih dahulu sebelum membeli sesuatu.
March 2nd, 2010 02:14
Thanks for the good post.
March 3rd, 2010 16:56
interesting article, I really liked your article. I will keep visiting to read your article quality. if you’re willing I hope you can visit my blog. I am very excited to read and read your article. from your loyal fans.Tika
March 4th, 2010 07:11
Ya murah itu mahal, sakit juga mahal kalo berobat, apalagi sehatnya….
March 4th, 2010 07:12
Saya suka judul artikel ini, sangat berkesan sekali pak…..
March 4th, 2010 07:13
Yah sangat berkesan sekali, artikelnya juga sangat berbobot pak!
March 4th, 2010 07:15
Perhitungan biaya murah dan mahal memang berkaitan dengan berbagai aspek ya pak?
March 4th, 2010 07:17
Sebuah artikel yang sangat menarik sekali pak, izin publish ulang yah?
March 6th, 2010 19:43
Artikel yang menarik, merubah cara berpikir kita dalam membeli suatu barang. Trims.
March 12th, 2010 23:22
barang2 jadul emang awet2 kok
hp nokia jadul gw aja dah jatoh dari lantai 2 rumah gw sampe ancur casing berantakan cuma lcd-nya doank yg pecah. mesin gapapa, ganti casing sama lcd dah bagus lagi, masi gw pake tuh
hp keluaran terbaru? coba banting aja
March 13th, 2010 15:11
Memang benar Pak,barang model sekarang cepat rusaknya