Translate this page :

Pentingnya Sertifikasi Halal

:: Suatu hari saya sedang menikmati berbagai rekaman ceramah dari berbagai ustadz, yang tersedia di Internet. Salah satunya cukup membuat kaget – sang ustadz meledek sertifikat Halal MUI. Ucapnya, "buat apa air putih saja dikasih sertifikat (halal) ??"

Ustadz yang satu ini belum tahu, bahwa, lazimnya, air mineral itu diproses melalui banyak filter – dan salah satunya menggunakan tulang babi 🙂

Ulama adalah ahli soal agama & akhirat. Namun, kita masih hidup di dunia. 
Maka, kita musti bekerjasama dengan ahli dunia juga. Tidak bisa cuma mengandalkan ulama saja, hasilnya ya jadi seperti begini 🙂

Nabi Muhammad saw sendiri sudah mengingatkan soal ini sejak 14 abad yang lalu :

"Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian"
(HR Muslim)

Nampaknya ustadz ini sedang lupa dengan hadits tersebut. 

Kita bersyukur bahwa MUI dulu membuat LPPOM MUI, bekerjasama dengan para ahli di berbagai bidang ini (kimia, makanan, dst). Sehingga kini kita bisa menikmati hasilnya, yaitu sertifikat jaminan Halal.

UNSUR HARAM DIMANA-MANA

Salah satu akibat dari lepasnya keunggulan teknologi dari tangan umat Islam kepada umat lainnya adalah berbagai teknologi & produk yang mengandung unsur-unsur haram. 

Sampai bahkan air putih saja bisa mengandung babi 🙂 
bukan main besar mudhorotnya. Mudah-mudahan suatu hari, umat Islam bisa kembali menjadi penguasa teknologi.

Beberapa contoh lainnya :

# Nasi Goreng : bisa dicampur angciu (semacam arak).

# Rokok : filternya mengandung darah babi.

# Permen : bisa mengandung gelatin dari babi atau sapi yang tidak (disembelih dengan cara) halal.

# Obat batuk : bisa mengandung alkohol dengan kadar yang cukup tinggi.

# Kapsul obat : bisa mengandung gelatin.

# Sushi : nasinya dicampur dengan sake atau mirin : http://aritunsa.com/angciu-rhum-mirin-apakah-halal/

# Keju : bisa mengandung Whey, dan banyak yang haram.

# Bakso : di oplos dengan daging babi.

# Kosmetika : jika mengandung zat yang haram, maka bisa masuk melalui mulut (contoh: lipstick), atau diserap kulit.

# Roti / Bakery : sangat banyak bahan haram yang bisa menjadi komponennya – alkohol, rum, lard (lemak babi), gelatin, dst. 
Untuk amannya, asumsikan semua produk bakery itu haram – kecuali jika ada sertifikat halalnya.

# dst

PENUTUP

Produk dari produsen non-muslim / muslim yang tidak paham soal ini (halal haram) wajar jika tercampur dengan berbagai unsur yang haram. 
Dan sudah merebak kemana-mana. Berbagai contoh di atas mudah-mudahan cukup memberikan gambaran mengenai bagaimana parahnya situasi di Indonesia sebelumnya.

Dengan adanya sertifkasi halal MUI, dan kini juga ada dari NU, maka kita bisa lebih tenang dalam mengkonsumsi berbagai produk yang ada 🙂

Dan alhamdulillah kini momentum sertifikasi Halal makin kencang – terus makin banyak produsen & restoran terkenal yang sudah dinyatakan halal. 
Mereka mulai menyadari bahwa sertifikasi / jaminan Halal adalah peluang bisnis bagi mereka, dan kita jadi diuntungkan juga dengan kesadaran tsb.

Ini musti kita syukuri, situasinya sudah jauh lebih baik daripada 2 tahun yang lalu. 
Dan tentu saja jadi aneh jika sertifikat Halal malah dicela oleh umat Islam sendiri, apalagi oleh ulamanya. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi di masa depan.

www.halalmui.org/newMUI/halal_mui_files/logo.png

Post imported by Google+Blog for WordPress.

133 Responses to “Pentingnya Sertifikasi Halal

Leave a Reply

 

Subscribe without commenting

            








SEObox: Web Hosting Murah Unlimited Komik Indonesia Homeschooling Indonesia