Translate this page :

Berjenggot = Teroris

:: Suatu hari saya berjalan-jalan di daerah Aston, Birmingham, bersama seorang ustadz kawan saya. Daerah ini, Aston, terkenal karena mayoritas penduduknya adalah muslim, dari bangsa Pakistan, India, dan Bangladesh. Ada juga dari bangsa lainnya, seperti Malaysia, Indonesia, dst.

Pak Ustadz kami ini tercengang, saban berpapasan dengan muslim lainnya, mereka hanya memberi salam kepada saya, "Assalamu'alaykum brother!". Sedangkan beliau hanya diberi senyum, tapi bukan salam.

Saya cuma bisa nyengir sambil menahan tawa…. kebetulan, saya sudah lama sekali punya jenggot. Dan disini, negara non-muslim ini, nyaris semua orang klimis πŸ™‚ termasuk pak Ustadz kami ini, karena beliau juga memang orangnya rapi sekali. Lebih rapi daripada saya, jujur saja.
Termasuk jenggotnya pun beliau selalu bersihkan sampai licin.

Beberapa minggu kemudian, saya bertemu kembali dengan beliau… dan, kali ini beliau sudah berjenggot πŸ™‚ kita tertawa bersama, dan lalu kembali berjalan-jalan. Dan, kali ini, banyak orang memberi salam kepada saya & juga kepada beliau πŸ™‚
Nampak jelas raut gembira di wajah beliau, sampai berseri-seri (y) πŸ™‚

Selain berjenggot, saya juga suka menggunakan celana sport. Karena praktis & membuat gerak saya lincah – dan ini penting ketika musti sering menjaga 5 anak kecil & bayi πŸ˜€ dan akhirnya keterusan, sampai setelah anak-anak ini besar semua, saya tetap senang menggunakan celana sport.
Celana ini pendek, namun panjangnya sampai di bawah lutut, agar menutup aurat. Tapi, tingginya cuma sampai di atas mata kaki.

Bagi banyak orang, ini juga dikenal dengan istilah "celana cingkrang".
Dan dalam Islam, juga ada anjuran untuk memendekkan pakaian / celana, agar tidak lebih panjang daripada mata kaki.

Ternyata, dengan dua ciri-ciri ini, berarti saya adalah Teroris πŸ™

Demikian menurut Majelis Mukhlisin Bjm, dikutip dari petisinya di Change.org :Β http://www.change.org/id/petisi/tolak-teroris-isis-di-indonesia-jangan-tunggu-indonesia-berdarah-darah-seperti-irak-dan-suriah

"…ISIS. Ciri khasnya: rata-rata berjenggot lebat, bercelana gantung, dan menutup wajahnya rapat-rapat"

Dan bukan cuma sekedar teroris, tapi malah ISIS πŸ™ kelompok yang saking ekstrimnya, bahkan Al Qaeda pun tidak mau lagi berurusan dengan mereka.

Ternyata hari begini masih ngetren yaa memvonis orang dengan penampilan fisiknya.

Ketika saya google Majelis Mukhlisin ini, ternyata, mereka ini adalah Syiah :Β http://banjarkuumaibungasnya.blogspot.com/2010/11/idhul-ghadir-yang-terlupa-namun-di.html

Dikutip :

"Kamis 25 Nopember 2010 atau tepatnya 18 Djulhijjah 1431 H tepatnya pukul 10.00 wita Yayasan Amanah Syahadah Banjarmasin, Yayasan Ar-Ridho Martapura, Buletin Al-Anwar dan seluruh Pecinta Ahlulbait memperingati Hari Raya Idhul Ghadir yang juga dirayakan oleh kaum muslimin di SELURUH DUNIA (ed: saya tidak merayakan lho πŸ™‚ ), Hari dimana Baginda Kanjeng Muhammad Saww melaksanakan Haji Wada' yang terakhir dimana hari ini adalah Pengangkatan Imam 'Ali bin Abi Thalib sebagai wasyi atau Khalifah beliau setelah beliau wafat atau meninggal dunia."

"Untuk Kata Sambutan dari Pihak Tuan Rumah di wakili oleh al Ustadz Busairi Hurian Fahmi Pimpinan Pondok Pesantren Ar-risallah dan juga selaku Pimpinan Pengajian Al-Mukhlisin Banjarmasin."

Saya sudah dikatakan kafir oleh beberapa kenalan Syiah. Dan kini dituduh ISIS πŸ™‚ minta ampun.

Mengaku menginginkan persatuan umat Islam, tapi malah menebar fitnah seperti ini. Kontradiksi lagi.

Mari bersama-sama kita tolak para pemecah belah umat ini.ο»Ώ

Post imported by Google+Blog for WordPress.

172 Responses to “Berjenggot = Teroris

Leave a Reply

 

Subscribe without commenting

            








SEObox: Web Hosting Murah Unlimited Komik Indonesia Homeschooling Indonesia