Translate this page :

7th Asia Green ICT Conference

:: Pagi ini saya hadir di acara konferensi GreenICT ke 7 di Denpasar, Bali. Diadakan di Hotel Kartika Plaza, acara ini dibuka oleh Bpk Bambang Heru Tjahjono, Dirjen Aplikasi Informatika, Kementrian Komunikasi dan Informatika.

GreenICT adalah gerakan yang menuntut industri TIK untuk lebih memperhatikan lingkungan. Dengan tujuan akhir menciptakan masyarakat pengguna TIK yang dampak lingkungannya kecil (low environmental footprint).

Tindakan pertama adalah mengurangi penggunaan energi oleh TIK itu sendiri. Sebagai contoh; Server menyumbangkan emisi karbon cukup besar, yaitu 23%

Tindakan kedua adalah memanfaatkan TIK untuk melakukan penghematan energi. Misalnya: implementasi paperless office, dst.

TIK menyebabkan emisi karbon sebesar 2,5% di tahun 2015. Diperkirakan akan naik menjadi 4% di tahun 2020, jika tidak dilakukan tindakan apapun.

Industri TIK diperkirakan mengkonsumsi sekitar 10% dari seluruh suplai listrik. Jumlah yang cukup besar & signifikan. Dan angka ini terus bertambah sekitar 10% setiap tahunnya.

Dikutip dari http://www.circleid.com/posts/20130409_ict_industry_soon_to_be_the_largest_source_co2_emissions/ dan http://rackforce.com/green_it.html :

Currently it is estimated that ICT consumes around 10% all electrical power growing at about 6-10% per year

the (ICT) industry is on the path to become the largest consumer of electricity and therefore one of the largest contributors of CO2.

New studies suggest that the growth in wireless networks could be the single largest component of that growth in CO2 emissions from the ICT sector.

Ya, ini info yang menarik – ternyata konsumsi listrik berbagai perangkat #wireless, seperti perangkat hotspot, BTS untuk handphone, dst; mengalahkan konsumsi listrik dari bahkan perangkat Server / datacenter.
Memang, setiap perangkat tersebut mungkin hanya sedikit mengkonsumsi listrik. Namun, karena jumlahnya ada banyak, dan terus bertambah banyak dengan cepat, maka ternyata konsumsi listriknya menjadi sangat signifikan.

Jadi, sekilas ini, ini adalah beberapa tindakan yang dapat menghasilkan pengurangan emisi karbon dari ICT dengan signifikan :

# Virtualisasi : mengurangi jumlah perangkat Server yang dibutuhkan.

# Solar-powered wireless devices : menggunakan panel surya sebagai sumber suplai listrik untuk perangkat-perangkat wireless.

# Menggunakan perangkat ICT yang lebih hemat listrik : kemarin saya membeli switch 1 Gbps merk TP-link, dan cukup surprise ketika menyadari bahwa switch tersebut hemat energi 🙂 Mari kita dukung yang seperti ini.

Tentu saja masih sangat banyak hal-hal lainnya yang juga bisa dilakukan. Di level kebijakan pemerintah, dampaknya juga bisa jauh lebih signifikan.

Konferensi ini cukup banyak memberikan perspektif dan wawasan bagi saya. Terimakasih banyak kita ucapkan kepada para penyelenggara & pembicara yang telah berbagi di acara ini.



Post imported by Google+Blog for WordPress.

118 Responses to “7th Asia Green ICT Conference

Leave a Reply

 

Subscribe without commenting

            








SEObox: Web Hosting Murah Unlimited Komik Indonesia Homeschooling Indonesia