Archive for the 'suka-duka' Category

Alamak, Wisma Bumiputra

Ini gedung benar-benar minta ampun. Sama sekali tidak bisa saya rekomendasikan :)

Ceritanya, ada client disitu, dan kita bereskan infrastruktur IT nya. Baru kemudian kita menyadari berbagai masalah di gedung tersebut.

Pertama, lift nya yang rada mengerikan. Hanya dalam beberapa kunjungan kesitu, saya sudah pernah terjebak di dalamnya. Di tengah ketegangan, seorang penumpang lift berusaha mengkontak petugas melalui emergency speaker.

Tidak ada respon.

Orang-orang mulai panik. Saya mulai kesal.
Di tengah itu semua, tiba-tiba ada penumpang yang berusaha membuka pintu lift - dan berhasil. Kita semua langsung berhamburan keluar menyelamatkan diri.

Sejenak sebelum kita keluar, terdengar suara petugas dari speaker, “Halo? Halo? Halo?”
Yang dijawab dengan ketus oleh para penumpang “telat pak !” :D

Kedua, listrik padam setiap jam 18:00 ??
Jika server Anda perlu hidup 24 jam, lupakan untuk menjadi tenant di gedung ini. Sebenarnya, pengurus gedung bisa menghidupkan listrik setelah pkl 18:00 misalnya untuk lembur, dengan biaya “hanya” Rp 300 ribu / jam saja.

Such a great deal. Not.

Ketiga, listrik byar-pet ????
Ini saya saksikan sendiri - ketika sedang mengutak-atik komputer di lokasi, tiba-tiba listrik & lampu semua **byar**. Lalu langsung hidup lagi seperti tidak ada apa-apa.
Namun sejak itu, bahkan printer heavy-duty seperti dot matrix dari Epson mulai bertingkah aneh.

Apalagi komputer para user.

Ketika berbincang-bincang dengan customer, ternyata ini kejadian yang biasa menurut ybs. Tapi, dia tetap tercengang ketika melihat lampu printernya berkelap-kelip dengan genit.
Dan kita tetap kesulitan membuat paham bahwa besar kemungkinan bahwa komputer-komputernya terus bermasalah (beberapa network card, sebuah komputer, beberapa printer, sebuah server gateway internet, dst) adalah karena masalah listrik tsb.

Keempat, parkir mobil !
Saya kaget setengah mati ketika menemukan bahwa tempat parkir untuk tamu di areal gedung ini sangat, amat sedikit. Waduh, mau ditaruh dimana mobil saya ?

Lalu saya bertanya baik-baik ke seorang satpam. Dijawab oleh ybs, bahwa saya boleh parkir di basement gedung - yang jelas-jelas ada rambu bertulisan “HANYA UNTUK TENANT” (atau semacam itu) di pintu masuknya. Saya tanya soal itu dan dijawab tidak masalah, maka saya masuk ke basement dan mulai berputar-putar mencari parkir.

Setelah cukup lama mencari, akhirnya ketemu lokasi parkir yang kosong. Dengan perasaan lega, saya kemudian mulai manuver untuk memparkir mobil.

Selesai mobil di parkir, seorang satpam datang menghampiri saya. “Halo pak, mau parkir?”
Saya bingung, “Iya pak.” Lha jelas-jelas saya **sudah** parkir :)
“Disini khusus tenant pak”
Saya: “Oooh, iya, saya juga baca, tapi saya disuruh parkir disini sama security diatas”
Satpam: “Oh tidak bisa pak. Disini cuma untuk tenant”
Saya: “Haahh??”

**bengong**

Saya: “Iya deh”

Terpaksalah saya keluar lagi dari tempat parkir tersebut, dan dari basement. Ketika melewati satpam yang menyuruh ke basement tersebut, saya komplain. Dia bengong.
Saya juga bengong, lho kenapa juga dia bengong? Jelas dia salah tho? Bingung saya jadinya :D

Belakangan, ketika proyek sudah mendekati selesai, saya baru tahu bahwa agak jauh di belakang gedung, ada tanah kosong yang sudah dikonversi menjadi lapangan parkir.

Doh! Kenapa juga saya malah disuruh parkir di basement ?? :P

Saya sudah memberitahukan kepada client saya tersebut, bahwa BPPT juga menyewakan ruang kantor dengan rate yang ekonomis. Mudah-mudahan informasi tersebut bisa bermanfaat bagi ybs.

Software Bebas & Proprietary

Diskusi di milis kom-tek, topik yang cukup menarik :

To: KOMPUTER-TEKNOLOGI@yahoogroups.com

On 10/31/07 :
> Cuma setelah sempat ikut implementasi desktop management dan
> enterprise solution untuk top management di satu Bank besar, saya
> cukup terperangah juga dengan solusi Microsoft. Bagaimana Group Policy
> dalam Desktop Management di push ke setiap client via domain
> controller serta top management (para VIP bank) diberi feature
> Microsoft Virtual Shadow Copy Services untuk self-automatic
> backup-restore semua file critical yang di-synchronize ke server.
> Masih banyak lainnya yang tidak cukup saya ceritakan. Sayangnya saya
> belum sempat ikut tim-nya Sun atau IBM mendeploy sistem mereka yang
> UNIX-based (walau juga mungkin tidak open source). Apalagi deploy
> total enterprise solution yang benar-benar open source. Jadi cara
> memperbandingkan memang tidak terlalu komplit.

Saya pribadi justru jadi berpaling ke software bebas setelah “kenyang” dengan software-software enterprise ini.

Beberapa contoh masalahnya bisa dibaca misalnya disini.

Ini baru satu software enterprise :-) padahal tim saya me manage beberapa. Dan semuanya sama; ketika ada masalah, kita (tim teknis) yang habis jadi bulan-bulanan manajemen, sementara vendornya bisa santai-santai saja.

Ketika akhirnya mereka tidak bisa memecahkan masalah, dengan santai para konsultan tersebut bilang “oh, gak bisa nih”, dan pergi.
Kita terperangah, stress berat…. ha ha. Pontang-panting deh cari solusinya (yang para konsultannya sendiri tidak tahu)

Just another day at the IT SWAT team.

Moral of the story ?
Ketika memilih solusi IT untuk suatu masalah, seperti biasa, get the best tool for the job. Tapi, pastikan bahwa kriteria “best” ini tidak hanya untuk short term, namun juga long term.
Nah, biasanya ketika scope nya diperluas seperti ini, berbagai solusi software bebas jadi bisa diperhitungkan.

Oh ya, untuk solusi manajemen desktop, bisa coba juga ZENworks.

Salam,
Harry

Sebuah tambahannya :

To: KOMPUTER-TEKNOLOGI@yahoogroups.com

On 10/31/07 :
> Point-nya adalah bahwa Open Source tetap sangat perlu didukung dan
> terus dikembangkan terutama untuk solusi Enterprise (paling tidak di
> level middle). Top level company cukup punya banyak uang untuk beli
> yang branded (Microsoft, IBM, Sun, dll). Coba kita lihat pemerintahan
> dan perusahaan skala sedang, mungkin mereka tidak punya budget untuk
> license. Tapi mereka perlu solusi hingga level enterprise. Bukan
> sekadar bisa simpan file, browsing, dan mainkan MP3/film. Tapi sampai
> file & backup management, document management and collaboration,
> security, intrusion prevention, application integration, dsb.

Oh ya, sekadar sharing, berbagai solusi dari topik-topik diatas sudah cukup banyak yang berupa software bebas.

Kini penggunaan software proprietary sudah bisa menjadi exception; terutama pada topik-topik very high-end / niche, yang memang kebetulan belum ada versi bebasnya.
Contoh: high-end ERP, lead retrieval system, dst

Salam,
Harry

Blogging to your success

Di milis muslimblog, ada seorang kawan yang mengeluh sulitnya menjadi penulis. Bagaimana penulis tidak diapresiasi,tidak mendapat kompensasi yang layak, sulit untuk dapat “menjual” tulisannya.

Saya mencoba memberi solusi sambil menyemangati. Saya berbagi cerita, bagaimana kini saya justru mendapatkan banyak tawaran menulis. Padahal dulu saya sempat lama gagal mempublikasikan berbagai tulisan saya.

Sedikit latar kisah, ketika masih SMA/kuliah saya sudah senang menulis. Tulisan saya pernah dimuat di Mikrodata (RIP), Info Komputer, majalah kampus, dll. Setelah beberapa waktu, saya bekerja di Birmingham City Council, saya mulai memiliki waktu senggang dan ingin mulai menulis lagi. Tapi, saya tidak berhasil menemukan jalur untuk memasukkan tulisan saya tersebut.
Jadi, lalu saya teruskan saja nge-blog seperti biasa. Memang saya dasarnya hobi menulis, jadi enjoy saja.

Oh ya, pada awalnya saya membuat pangsit.com (kini domainnya sudah diserobot oleh registrarnya sendiri, alamak), modelnya seperti slashdot.org. Lalu kemudian saya membuat blog engine saya sendiri di pangsit.com/misc/weblog.php3 kalau tidak salah (deuh extensionnya euy masih php3, he he).
Belakangan saya baru pindah ke wordpress, di situs yang sedang Anda lihat ini. Jadi saya sudah nge blog kira-kira selama 6 tahun.

Nah, sekitar 2 tahun terakhir ini ada suatu hal yang menarik. Saya cukup sering mendapatkan tawaran untuk menulis di berbagai media ! Lebih banyak daripada yang bisa saya penuhi pada saat ini. Belum lagi tawaran untuk bekerja diluar negeri - Singapura, Amerika, dll. Sudah ada juga yang menawarkan membuat buku, tapi waktu saya sama sekali belum ada untuk ini.
Penasaran lah jadinya. Lalu saya coba korek-korek, darimana mereka tahu saya ?

Ternyata, dari blog saya ini. (dan juga pangsit.com, dan harrysufehmi.com).
Bengong juga jadinya. Merasa agak bersalah karena pada saat ini banyak yang belum bisa saya penuhi requestnya. Yang bisa saya oper, saya coba oper ke ke kawan-kawan lainnya. Yang tidak bisa, ya sudah mau diapakan. Beberapa kali ada yang kemudian saya follow-up, jika waktu sedang memungkinkan.

Ternyata tidak hanya saya sendirian yang menemukan ini. ComputerWorld UK juga menulis bahwa “Blogging can boost your career“.

Jadi, tunggu apalagi? Mari kita nge-blog dengan semangat !

Kutipan dari milis muslimblog @ egroups.com :

On 7/25/07, Yon’s Revolta wrote:
> Terharu, bercampur senang, tapi ada sedikit rasa sedih. Ya, ketika seorang teman memberikan kabar dalam dalam sebuah forum “Jual Novel Untuk Menikah”. Terharu dan senang ketika mendengar kabar itu. Sebuah kebahagiaan tersendiri ketika dia akan bersegera menjemput bidadarinya. Rasa sedih muncul ketika membayangkan nasib penulis di negeri ini yang kadang banyak tidak beruntung. Tidak bisa hidup layak. Saya tak tahu tentang “nasib” seorang teman itu. Mungkin, itu satu-satunya jalan baginya untuk mendapatkan rupiah, bekal menikah kelak.

Jadi penulis itu memang sulit. Pekerjaannya menyenangkan (bagi yang hobi), tapi di Indonesia sulit untuk dijadikan mata pencaharian. Lha, di luar negeri saja yang sukses juga tidak banyak kok, masih JAUH lebih banyak yang gagal.

Karena itulah beberapa tahun yang lalu saya memutuskan untuk menjadikan menulis sebagai kegiatan sampingan dulu. Rencananya suatu saat nanti ini yang akan menjadi kegiatan utama saya, tapi bukan sekarang.

Sekarang adalah waktu untuk berbagi melalui media blog, sambil membangun jaringan & kredibilitas.

Well, at least demikian rencananya.
Tapi apa yang terjadi?

Manusia boleh berencana, Allah yang menentukan hasilnya.

Saat ini saja, tawaran menulis sudah bermunculan sendiri. Kekuatan blog memang luar biasa… rata-rata tawaran tersebut datang karena mereka menemukan tulisan di blog saya ! Saya cuma bisa tercengang sendiri.
Godaan untuk menulis jadi sangat besar, tapi pada saat ini saya sedang fokus untuk mensukseskan gerakan open source di Indonesia dulu. Kalau dibawa nafsu, maunya sih menulis saja sepanjang hari :-)

Jadi ?

1. Bangun jaringan. Situs penulis-lepas nya mas Jonru saya kira sudah menuju ke arah yang sangat tepat, dan juga lain-lainnya.

2. Nge-blog dengan penuh semangat ! :-)

3. Profit !
Di dunia & akhirat (insyaAllah)

Semoga sukses.

Salam,
Harry