Archive for the 'Sosial' Category

Masa Depan Adalah Open Source

Linus Torvalds, bapak Linux, pernah meramal bahwa “The future is Open Source Everything”.

Ramalan ini, ternyata, sudah mulai menjadi kenyataan ! Semuanya terjadi secara alamiah, begitu saja.

Kini tidak hanya software komputer saja yang Open Source. Kini, bahkan perangkat keras pun sudah banyak yang Open – dibukakan detail teknis spesifikasinya, sehingga bisa dijiplak oleh siapa saja. Contohnya yang paling spektakuler mungkin adalah OScar – open source Car. Ya, sudah ada mobil yang detailnya dibukakan kepada publik, sehingga bisa ditiru / diperbagus oleh siapa saja.

Dan keterbukaan ini terus menyebar ke berbagai topik lainnya; industri makanan, jurnalisme, kesehatan, sains, – dan bahkan juga politik !
Siapa sangka :D

Keterbukaan itu bagus karena jadi memungkinkan semua orang untuk turut berpartisipasi.
Yang belum mampu berkontribusi, tetap bisa menikmati. Yang lainnya jadi bisa menyumbangkan pemikirannya – dan memperbaiki yang sudah ada.
Ini semua pada akhirnya jadi mempercepat kemajuan peradaban secara signifikan. Dan, mendorong pemerataan kemakmuran untuk semua orang. Bukan hanya untuk segelintir kelompok elit saja.

The Future is Open :D

Terlampir adalah poster yang memaparkan hal ini dengan lebih jelas lagi. Selamat menikmati !

Read the rest of this entry »

Indonesia diancam oleh IIPA, karena menggunakan Open Source

Mencengangkan. Betul-betul mencengangkan.
IIPA mengadu kepada pemerintah Amerika, bahwa Indonesia harus dihukum karena berusaha pindah ke software Open Source.

Detail selengkapnya [ bisa dibaca disini ]

Secara ringkas, IIPA, organisasi yang (mengaku) melindungi hak cipta, mengecam Surat Edaran MenPAN tgl 30 Maret 2009 karena menghimbau institusi pemerintah untuk menggunakan software Open Source.
Padahal – surat edaran tersebut justru bertujuan untuk melindungi hak cipta ! Dengan menggunakan software Open Source, maka institusi pemerintah jadi menggunakan software Legal.

Ya, software Open Source, seperti Firefox / Linux / OpenOffice / Chrome/dll, itu semuanya Legal & Halal.
Dengan menggunakan software F/OSS (Free / Open Source Software), maka berarti kita telah mendukung Hak Kekayaan Intelektual / HAKI.

Fitnah dari IIPA ini bisa disimpulkan dari kutipan berikut ini :

Government Procurement Preference Denies U.S. Software Companies a Level Playing Field

Padahal, sama sekali tidak demikian. SEMUA perusahaan software – baik dari Amerika maupun bukan, tetap BISA mensuplai software untuk pemerintah Indonesia. Yang penting, software tersebut berlisensi Open Source. Itu saja.

Tidak ada usaha untuk memblokir / merugikan perusahaan software dari Amerika !
(walaupun, kalaupun usaha tersebut ada, itupun adalah hak Pemerintah Indonesia sebagai Negara yang Merdeka & Berdaulat)

Siapa yang menyisipkan fitnah ini ke laporan IIPA tahun 2010 ini ?
Saya juga tidak tahu persisnya, namun beberapa kutipan terlampir mungkin bisa memberikan sedikit petunjuk :

Microsoft Memorandum of Understanding (MOU)

Dari situs IIPA

IIPA’s seven member associations are: … the Business Software Alliance (BSA),

Laporan IIPA tahun 2010 selengkapnya [ bisa dibaca disini ]
Disitu kita bisa lihat banyak lagi berbagai kekonyolan IIPA ini. Seperti saran & dukungan untuk razia Warnet di Malaysia, serangan kepada pemerintah Kanada – salah satu pendukung HAKI & sekutu Amerika dalam topik HAKI, dst. Padahal sudah banyak yang komplain karena metodologi yang digunakan serta kesimpulan/rekomendasinya aneh dan bisa sangat subjektif.

Sekali lagi, ini adalah serangan terhadap pemerintah Indonesia dari IIPA. Salah satu buktinya adalah karena IIPA tidak menyerang Inggris – yang juga [ mendukung penggunaan F/OSS ] di institusi pemerintahnya.

Mungkin Anda akan bertanya, mengapa laporan IIPA ini penting bagi Indonesia ?
Jawab: karena bisa berdampak langsung terhadap ekonomi Indonesia.

Salah satu contohnya dilampirkan di laporan tersebut - ada ancaman terselubung untuk mencabut skema subsidi bebas-pajak GSP; yang telah membantu memperlancar masuknya ekspor Indonesia bernilai trilyunan rupiah ke pasar Indonesia.

Juga, “countries on the list could be subject to penalties, trade barriers and embargoes”
(sumber: Bangkok Post.
Dan, “Special 301 status can have detrimental effects, as trading quotas could be slashed, or tariffs might be imposed on select items.”
(sumber: Mr Andres)

Jadi, ini bisa berdampak kepada seluruh rakyat Indonesia juga.
Dan karena itu, perlu menjadi perhatian kita serta ditindak lanjuti.

Beberapa hal yang bisa saya sarankan kepada Pemerintah Indonesia untuk mensikapi hal ini :

  • Survey : Berbagai pihak curiga bahwa metodologi yang digunakan oleh IIPA untuk mengukur tingkat pembajakan HAKI tidak bisa dipertanggungjawabkan. Untuk itu, baik sekali jika Pemerintah Indonesia bisa melakukan survey di bidang ini dengan metodologi yang jelas & ilmiah, sehingga bisa memberikan bukti pembanding. Sehingga IIPA tidak bisa bebas melenggang begitu saja dengan berbagai klaim & fitnahnya.
  • Klarifikasi kepada USTR : Laporan dari IIPA ini diserahkan kepada USTR, US Trade Representative. Nah, jangan sampai laporan ini diterima begitu saja tanpa ada klarifikasi sama sekali dari Pemerintah Indonesia.
    Klarifikasi ini bisa disampaikan kepada Ron Kirk, pejabat USTR saat ini.
  • Tanggung jawab : Telusuri siapa yang menyisipkan fitnah-fitnah di laporan IIPA tersebut, dan lalu panggil mereka untuk klarifikasi & pertanggung jawabannya.
    Saya tahu berbagai unsur pemerintah Indonesia telah berusaha sangat keras untuk menegakkan HAKI (salut untuk Anda semua) dan menghindari masuknya Indonesia di PWL (Priority Watch List) tersebut; dan fitnah di laporan IIPA tersebut adalah seperti pelecehan bagi semua kerja keras Anda.
  • Gunakan software Open Source di institusi Pemerintah : dengan demikian maka akan dapat semakin cepat untuk menghilangkan pembajakan software di Indonesia.

Akhir kata, terimakasih banyak saya ucapkan kepada Mr Bobbie Johnson dari koran The Guardian, Mr Andres, dan Mr Michael Geist yang telah menyampaikan informasi seputar hal ini.

Merdeka !

Gempa : Persiapkan Untuk Yang Paling Besar

Gempa Padang kemarin menyayat hati kita semua. Sekian banyak korban telah berjatuhan. Ditambah lagi dengan beberapa kabar mengenai kesulitan penyampaian bantuan kepada yang membutuhkannya.
Dan, kemudian muncul berita bahwa masih akan ada gempa besar lagi. Gempa Padang ini ternyata bukan yang terakhir.

Dikutip dari Washington Post :

“Kerry Sieh, an American seismologist at Singapore’s Nanyang Technological University, said Sumatra’s current seismic spasms began in 2000 and have since produced about 30 quakes. Far worse is yet to come”

Over the centuries, he said, the Mentawai patch has had long periods of calm followed by several decades of intense and dangerous activity.
By using coral to measure changes in sea level and other factors, Sieh and fellow scientists have identified three distinct periods of activity, each roughly 200 years apart, since the early 14th century.

Sumatra’s current seismic turmoil, he said, marks the fourth such episode and, like previous ones, will probably end with a massive quake. The last catastrophic temblor was in 1833.”

Pendapat Kelly Sieh ini juga dibenarkan beberapa pakar gempa Indonesia, yang menyatakan bahwa masih ada energi tektonik yang masih belum terlepaskan, dan bisa kembali meledak sewaktu-waktu.

Apakah kita mau mengalami gempa Padang ini lagi ? Kalau soal keinginan, tentu tidak. Namun, takdir tidak bisa ditolak.
Nah, satu hal yang BISA kita lakukan adalah mempersiapkan diri, agar ketika gempa terjadi kembali, maka korban bisa kita hindarkan.

Jangan sampai kembali jatuh korban sampai sebanyak dan separah berbagai gempa yang sudah terjadi. Kita, bangsa Indonesia, harus bisa belajar dari pengalaman kita.

Indonesia perlu memiliki sebuah badan Pusat Manajemen Bencana.

Badan ini perlu melakukan antara lain :

  • Pencegahan : Beberapa bencana sebenarnya bisa dihindari. Atau, paling tidak bisa dihindari jatuhnya korban.

    Contoh: aturan mengenai pembuatan gedung (harus tahan gempa, kabel listriknya anti korslet, dst), pemasangan detektor tsunami, pemasangan detektor badai, dst

  • Respons & Koordinasi : Pada saat bencana, badan ini menjadi pusat koordinasi untuk semua pihak yang terlibat dalam respons / bantuan dalam bencana tersebut.

    Dengan demikian, maka bantuan bisa :

    1. Cepat : sampai ke korban
    2. Tepat : untuk korban, bukan untuk yang lain
    3. Sesuai : dengan kebutuhan korban
  • Pemulihan : Paska bencana, badan ini bertugas untuk membantu pemulihan. Sehingga para korban bisa segera kembali pada suasana pra bencana dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Mudah-mudahan badan ini sudah ada, dan bisa makin optimal dalam menjalankan tugasnya. Atau, jika belum ada, bisa segera dibentuk, dan bisa segera berfungsi sebelum bencana berikutnya terjadi.

Terlampir adalah email saya ke milis Telematika seputar hal ini :

From: Harry Sufehmi
To: Telematika@yahoogroups.com
Cc: “Onno W. Purbo”

> bahwa kegiatan bantuan baru akan efektif berdaya guna apabila ada
> sinergi dan kerjasama diantara kita

Apakah sudah ada pusat koordinasi untuk semua kegiatan bantuan di Sumatera Barat ?

Jika belum, mungkin bisa mencoba Sahana, software Disaster Management : http://www.sahana.lk/

Software ini sudah digunakan di berbagai kegiatan bantuan kemanusiaan di beberapa bencana.

Semoga bermanfaat.

NB: Ada kemungkinan gempa-gempa yang lebih besar akan terjadi lagi di masa depan di Padang,

Dari : http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2009/10/01/AR2009100102113.html?hpid=artslot

“Kerry Sieh, an American seismologist at Singapore’s Nanyang Technological University, said Sumatra’s current seismic spasms began in 2000 and have since produced about 30 quakes. Far worse is yet to come”

Over the centuries, he said, the Mentawai patch has had long periods of calm followed by several decades of intense and dangerous activity.
By using coral to measure changes in sea level and other factors, Sieh and fellow scientists have identified three distinct periods of activity, each roughly 200 years apart, since the early 14th century.

Sumatra’s current seismic turmoil, he said, marks the fourth such episode and, like previous ones, will probably end with a massive quake. The last catastrophic temblor was in 1833.”

Jadi ini adalah seri gempa ke empat.

Tentunya kita berharap bisa belajar dari 3 pengalaman sebelumnya.
Tapi, apakah pemerintah kita mau ?

Dikutip :

“There is NO place in the world that has more wake-up calls than Padang,” Sieh said. But getting governments to focus on catastrophes out of immediate view is difficult.”

“Earthquakes in and around Sumatra are “becoming more frequent and of higher intensity,” said Haryadi Permana, a geologist at the Indonesian Science and Technology Agency. A massive quake is likely in the coming decades, he said, but “it is impossible to predict when.”
He said scientists have long warned that Padang and other towns were under threat, but “the government never cared about that.”

Sebaiknya bisa ada Badan Nasional Manajemen Bencana. Atau, paling tidak propinsi Sumatera Barat mengadakannya sendiri.

Negara / propinsi lainnya sudah ada beberapa yang mengimplementasi skema ini, jadi kita tidak perlu membuat dari awal. Kita bisa ambil & belajar dari pengalaman mereka.
Beberapa bahan bacaan :

http://star-tides.net/node/511
http://www.mscema.org/index.php?name=Downloads&c=2

Mudah-mudahan jika ada bencana nasional lainnya yang terjadi — apakah itu banjir, badai, gempa, kebakaran, dll; maka kita sudah siap.

Tidak terjadi kepanikan menghadapinya, bisa segera mengatasinya, dan kemudian bisa segera pulih kembali dari bencana tersebut.

Salam, HS

On 10/3/09, Pataka ID wrote:
> Salam,
>
> Kemaren dan hari ini via TNI AL (kapal cepat jenis LST) telah mengangkut
> puluhan truck dari TNI, PU, BNPB yang diantaranya terdapat sejumlah alat
> pengolah air (water treatment). Coba ditelusuri, besar kemungkinannya apa
> yang dicari dan dibutuhkan sudah ada di lapangan tapi belum terinformasikan.
> Kami di Yayasan AirPutih sekarang ini memulai membangun jaringan (orang dan
> lembaga sesama aktivis & inisiatif penanggulangan bencana) untuk saling
> bertukar informasi dan data serta membantu menyebarluaskannya pada yang
> lain. Lakukan hal yang sama di lingkungan & organisasi anda. Kadang karena
> kesibukan & konsentrasi pada bidang tugas dan keahlian masing2 kita jadi
> lupa bahwa kegiatan bantuan baru akan efektif berdaya guna apabila ada
> sinergi dan kerjasama diantara kita, karena satu sama lain akan saling
> terkait dan saling membutuhkan sumber daya dan keahlian yang dimiliki.
> Tidak bisa berdiri sendiri.

Masalah Tenaga Kerja

Seorang kawan saya di Inggris mengeluhkan beberapa masalah di Indonesia, seperti perbudakan manusia / human trafficking. Ini masalah yang sangat serius. Juga disebut soal mengenai perbudakan anak-anak, dst. Tidak ada perbedaan pendapat disini. Human trafficking adalah salah satu kejahatan yang paling keji.

Kemudian soal tersebut dilanjutkan mengenai penerapan gaji minimum (UMR : upah minimum regional) di banyak perusahaan.
Nah, saya pikir ini adalah hal yang sudah berbeda jauh. Tidak bisa disamakan sama sekali dengan perbudakan manusia.

Misalnya, di banyak kasus, seringkali UMR merupakan kebutuhan untuk kelangsungan bisnis itu sendiri.
Contoh: pada sebuah usaha yang baru dimulai, tentu sulit untuk langsung bisa menggaji pegawainya dengan tinggi. Bisa-bisa justru bisnis tersebut kolaps sebelum sempat berkembang.
Dan jika usaha tersebut kolaps, maka yang rugi tentu para pegawai sendiri, yang jadi kehilangan sumber nafkahnya.

Investor biasanya tidak terlalu masalah – dia masih bisa mencoba usaha lainnya lagi di tempat yang berbeda. Tapi bagi para pegawainya, di zaman krisis seperti ini, belum tentu akan langsung bisa mendapatkan pekerjaan lagi.
Ada banyak orang lulusan S1 ataupun S2 sekalipun yang tetap saja tidak berhasil mendapatkan pekerjaan untuk menafkahi keluarga mereka.

Ini hanya satu contoh saja dari berbagai kasus.
Di satu sisi, memang ada banyak pengusaha jahat yang mengeksploitasi manusia. Misalnya kita bisa search “nike sweatshop” di Google, dan salah satu yang bisa kita temukan adalah video dokumentasi kasus tersebut di Indonesia.
Namun, di sisi lain, masih ada juga pengusaha yang mau berusaha membuka lapangan pekerjaan yang jujur / halal, dan peduli dengan para pegawainya.
Sekedar melihat masalah secara sepotong-sepotong, seperti UMR, pegawai kontrak, dst; itu bisa menjadikan kita keliru dalam menyimpulkan suatu masalah. Yang baik bisa jadi kita kira jahat, dan yang jahat jadi bisa bebas melakukan berbagai kejahatannya.

Anyway, terlampir adalah cuplikan reply saya kepada ybs via Facebook. Semoga bisa bermanfaat untuk memperluas wawasan kita semua, dan saya sendiri, dalam topik ini.

Soal gaji minimum — ini juga terjadi di Inggris. Kebetulan saya ikut bergabung di UNISON, serikat pekerja terbesar di UK.
Dan mereka rutin memprotes soal ini.

Tapi setelah diperhatikan lagi, ada beberapa hal yang tidak diangkat oleh UNISON ini :

(1) Performa pekerja : salah satu kolega saya dulu adalah “slacker” – dia tidak mengerjakan tugas-tugasnya (kewajibannya). Namun, dia sangat gigih menuntut haknya.

Ini saya kira juga tidak adil. Dan, kita SEMUA yang kena getahnya – termasuk pekerja lainnya.
Pada kasus saya, pekerjaan ybs jadi terpaksa dikerjakan oleh saya dan kawan2 yang lainnya.

(2) Sifat bisnis : adalah meminimalkan cost, karena (antara lain) untuk mengantisipasi resiko yang tidak bisa diduga.
Saya kira Anda sebagai pelaku bisnis juga sudah sangat paham soal ini.

Pada setiap bisnis, perlu ada pengembangan, karena yang jalan di tempat cenderung akan kena seleksi alam dan punah. Dan tentu pekerja juga yang akan rugi karena lenyap pekerjaannya.

Untuk pengembangan bisnis untuk kelangsungan bisnis ini sendiri, perlu biaya. Perlu ada reserve/cadangan yang bisa dimanfaatkan untuk tujuan ini.

Saya pernah diskusi dengan adik saya soal ini. Dia bertanya kepada saya, apakah salah jika kita menggaji pekerja kita dengan standar UMR (Upah Minimum Regional) ?

Saya bilang, tidak selalu salah.
Misalnya, pada kasus ketika pekerja tidak berprestasi (ref: poin 1 diatas). Kedua, untuk kelangsungan bisnis itu sendiri juga. Jika pegawai digaji tinggi, tapi kemudian karena itu bisnis jadi kolaps, tentu kasihan mereka juga.

Nah untungnya di dalam Islam ada solusinya, yaitu bagi hasil. Jadi, pegawai kami mungkin gajinya UMR, namun yang berprestasi akan tetap betah bekerja di perusahaan kami. Banyak yang seumur hidupnya menjadi pegawai kami, karena kami berbagi hasil profit kami dengan mereka.

Sekilas dilihat gaji mereka UMR – tapi mereka bisa membeli rumah (ada yang tingkat dua pula), mobil, malah ada yang bisa membuat usaha sendiri lagi (toko, angkot, dst) — dan tetap menjadi pegawai kami.

Kembali ke soal gaji minimum — di Inggris ini tidak terlalu masalah, karena ada jaring sosial – social security.
Bagi yang pemasukannya kurang, akan dibantu oleh negara.

Juga berbagai fasilitas / kebutuhan dasar disediakan oleh negara.
Sekolah? gratis. Rumah sakit? gratis. Rumah? bisa gratis juga – banyak kawan saya yang tinggal di council housing. Makanan? ada berbagai skema subsidi seperti children benefit, dll.

Jadinya adil – walaupun bisnis menggaji UMR, tapi mereka membayar pajak; yang kemudian disalurkan oleh negara kepada yang membutuhkannya.

Ini yang tidak ada di Indonesia.
Gaji pegawai UMR, lalu ya sudah. Musti bisa hidup dari situ.
Sialnya lagi, media massa & masyarakat malah mengajarkan gaya hidup hedonistic. Spend more, and more, and more. (**)
Budaya kartu kredit mulai merebak untuk mendukungnya. Mulai bermunculan kasus seperti orang bergaji Rp 2 juta namun hutang kartu kreditnya mencapai Rp 100 juta, dst.

Anyway, berbagai pengusaha jujur yang jadi kena getahnya — dituduh zalim karena menggaji UMR.
Padahal ybs masih ada banyak biaya-biaya lainnya : membayar pajak lagi, yang penyalurannya wallahua’lam kalau di Indonesia; pajak bangunan, pajak ini, pajak itu, biaya2 siluman, dst.

Ada juga banyak pengusaha yang menggaji minimum DAN memperlakukan pegawainya dengan tidak manusiawi. Misalnya; search “nike sweatshop” di Google, biasanya akan ketemu video dokumenter tentang kondisi kerja di berbagai pabrik Nike di Indonesia — dimana para pekerjanya bahkan tidak boleh untuk sekedar ke toilet, dst.
Tapi sayang sekali jika semua yang menerapkan gaji minimum jadi dikira zalim semua seperti para penjahat ini, seperti yang dikira oleh adik saya dulu.

Adakalanya kadang gaji minimum itu perlu untuk kebaikan pegawai itu sendiri. Seperti paradox ya? Tapi seperti yang sudah saya jelaskan diatas, untuk beberapa kasus itu sangat masuk akal.
Dan, dalam Islam ada berbagai skema untuk tetap membuat situasinya menjadi adil. Jadi, sekedar melihat sepotong-potong (seperti UMR, pegawai kontrak, dst) itu kadang membuat kita keliru dalam mensikapi sesuatu. Kita perlu lihat situasinya secara lebih lengkap terlebih dahulu.

Sekarang tinggal berharap agar negara juga bisa turut urun rembuk dalam hal kesejahteraan pegawai ini.
Mudah-mudahan pemerintah Indonesia masa jabatan 2009 – 2014 mau lebih memperhatikan soal social security ini, amin.

(**) Perusahaan kami menerapkan berbagai skema untuk membantu meningkatkan kualitas hidup pada pegawai kami. Salah satunya adalah tabungan pegawai — beberapa pegawai kadang mengalami kesulitan dalam me manage keuangannya. Setiap gajian selalu ludes tidak bersisa, terpakai untuk hal-hal yang tidak perlu.
Akibatnya selain ybs & keluarga tidak bahagia, performanya di kantor juga menurun.

Untuk pegawai yang membutuhkannya, misalnya seperti pada kasus diatas, gaji mereka sebagian kami langsung tabungkan.
Jika mereka betul-betul memerlukannya, kemudian baru diberikan.

Sekilas mungkin terkesan kejam, namun sekarang mereka sudah mulai menikmati hasilnya. Misalnya, ada salah satu supir kami yang sekarang sudah punya rumah sendiri, kendaraan, anak tiga, dan hidupnya senang.
Ya, supir kami sudah memiliki rumah sendiri. Padahal sebelumnya gajinya ludes terus tidak bersisa, rumah kontrakan, dst.
Bisa ditebak dengan mudah bahwa sampai saat ini ybs terus bekerja sebagai supir di perusahaan kami.

Dan berbagai skema lainnya – dana beasiswa untuk anak-anak pegawai yang berprestasi, dst.

Diskusi dengan kawan saya tersebut kemudian berlanjut. Salah satu komentarnya yang menarik adalah soal “pemerataan pendapatan”. Saya kemudian berkomentar sebagai berikut :

pemerataan pendapatan
—–

Tujuan ini saya kira kurang feasibel.
Di zaman Nabi saw saja tetap ada yang kaya & miskin.

Yang lebih feasible saya kira adalah meningkatkan kualitas hidup.

Jadi, baik kaya maupun miskin, tidak masalah. Tetap saja bisa hidup dengan bahagia.
Nah, ini adalah yang sangat bisa dicapai dengan menerapkan berbagai ajaran Islam dengan benar.

Bagi yang mungkin kurang kenal dengan berbagai prinsip Islam dalam soal kehidupan, saya akan coba jelaskan dengan ringkas.

Islam menekankan pada kebahagiaan batin. Dalam Al-Quran disebutkan bahwa yang akan masuk surga adalah orang-orang yang tenang & bahagia jiwanya; “nafs al-muthmainnah“.
Islam tidak melarang orang menjadi kaya, faktanya beberapa sahabat Nabi adalah orang-orang terkaya di zamannya. Namun, Islam mengajarkan bahwa manusia, siapa saja, bisa berbahagia terlepas dari status finansialnya. Miskin maupun kaya, semuanya bisa bahagia. Karena kebahagiaan itu adanya di pikiran dan di hati.

Dengan disiplin mental yang tepat, maka dalam situasi apapun, siapa saja bisa tetap bahagia. Ini yang diajarkan oleh Islam. Dan ini saya kira jauh lebih feasibel daripada berusaha menyamaratakan pendapatan semua orang – dimana situasi ini kalaupun berhasil tercapai, juga tetap belum menjamin bahwa semua orang pasti akan bahagia.

Wow sudah hampir jam 12 malam. Oke selamat tidur dulu. Semoga sedikit coret-coretan saya ini bisa bermanfaat bagi Anda sekalian.

GRIBS Rock Band

Dulu saya adalah penggemar beberapa lagu dari band Sepultura. Lagu-lagunya cukup menyentuh secara sosial & emosional, seperti Dead Embryonic Cells, dan lain-lainnya.

Selain itu juga ada kegunaannya yang lebih praktis. Setelah sesi coding seharian penuh, jalankan Quake 2, konek ke server online terdekat, setel lagu Sepultura — dan mulai membantai sesama di Internet :)
Pada zaman ketika belum ada minuman energi, ini adalah cara cepat dan aman untuk meningkatkan kadar adrenalin di badan. Setelah “sesi pembantaian” selama sekitar 15 menit, maka badan dan pikiran menjadi segar kembali, dan bisa melanjutkan coding untuk beberapa jam berikutnya. He he…

Beberapa bulan yang lalu saya diperkenalkan dengan band yang bernama GRIBS. Band ini beraliran rock, mungkin lebih tepatnya 80’s Rock. Ini persepsi saya pribadi, jadi mungkin keliru, so CMIIW. Anyway, kira-kiranya demikian.
Namun pada awalnya, saya tidak terlalu terkesan. Mungkin karena rekaman yang awal tersebut belum terlalu rapih, masih versi demo? Saudara sih saudara, tapi selera tetap tidak mau kompromi. Jadi setelah mendengar beberapa demo, saya kembali melanjutkan apa yang sedang saya kerjakan ketika itu.

Nah, beberapa hari yang lalu saya diberikan kembali rekamannya yang terbaru. Kali ini sudah berbentuk CD. Wah, sepertinya sudah siap launching album ya ?
Oke, mari kita coba.
CD saya masukkan ke laptop, dan saya mulai mendengarkan satu per satu dari 13 track yang ada di dalamnya.

Ternyata kali ini sudah jauh berbeda. Saya pribadi sangat terkesan. Lagu-lagu dari grup ini cukup unik, berbeda dengan yang sehari-hari kita dengar di sekitar kita. Salah satu lagunya, “Sinetron Indonesia”, malah membuat saya tertawa terpingkal-pingkal :)
Simak liriknya :

Sinetron Indonesia

Bila kau ingin lihat
Drama penuh air mata
Penuh dendam orang gila
Saling rebut harta warisan

Bila ingin kau lihat
Para wanita cantik
Seksi menarik menawan hati
Berlagak kayak nenek sihir

Bila kau ingin lihat
Cerita yang menjual mimpi
Cengeng kampungan sedikit murahan
Nyalakan layar televisi !

Selama seminggu
Disuguhi itu melulu
200 episode
Cerita tak bermutu

Tutup telingamu !
Pejamkan matamu !
Kepalkan tanganmu !
Kami tak segoblok itu !

(reff)
Sinetron-sinetron Indonesia !
Semuanya hanya ada di dalam
Sinetron Indonesia !

Apa kau ingin lihat
Sinetron Indonesia

Sungguh kau ingin lihat
Sinetron Indonesia ?

Yakin ingin lihaaaaaaaatttt ?
Tentu tidak

(reff)
Sinetron-sinetron Indonesia !
Semuanya hanya ada di dalam
Sinetron Indonesia !

Sampai jadi mules saya menikmati lagu ini :D

Sample lagu Sinetron Indonesia bisa Anda download disini :

[ Sinetron-Indonesia.mp3 ] (3 MB)

Satu hal lagi yang menarik dari album Gribs ini adalah bahwa semua lagunya bagus.
Berbeda dengan banyak album lainnya – yang bagus mungkin hanya 1 atau 2 lagu. Sisanya cuma filler.

Bagi para penggemar genre ini, saya bisa merekomendasikan album dari Gribs ini. Enjoy.

Sistim SMS Pemilu Pilpres 2009 : 100% Powered by Open Source

Tim SERIS - SMS Election Result Information System

Alhamdulillah, tadi malam telah selesai satu pekerjaan besar, yaitu Sistim SMS Pemilu Pilpres 2009, yang diberi nama SERIS.
Sistim ini memungkinkan tabulasi Pemilu yang :

  1. Cepat : dalam waktu singkat, data dari puluhan ribu TPS sudah masuk. Kami sendiri cukup surprise :) memang dengan SMS pasti akan lebih cepat, namun performa sistem SERIS kemarin ini melebihi bahkan ekspektasi kami sendiri.
  2. Luas : kerjasama dengan Telkomsel memungkinkan SERIS untuk menjangkau 95% dari wilayah Indonesia. Salah satu sesi Technical Meeting
  3. Transparan : Alur proses di sistim SERIS adalah full 100% otomatis, end to end. Mulai dari pengiriman SMS, masuk ke jaringan provider (Telkomsel), proses di sistim SERIS, sampai penayangan tabulasi – sistim berjalan dengan lancar tanpa intervensi.
  4. Akurat : proses perhitungan otomatis di engine SERIS sangat akurat, karena proses parsing yang minim resiko kekeliruan deteksi; dan didukung oleh berbagai algoritma verifikasi & validasi internal.
  5. Secure : sistim SERIS di desain untuk semaksimal mungkin mendekati tingkat keamanan 100%. Infrastruktur SERIS terisolir dari Internet & jaringan publik, tayangan data di push dari jaringan internal secara rutin (sehingga jika di deface maka akan cepat kembali sebagaimana semula kembali), aliran SMS terisolir hanya pada jaringan internal provider (Telkomsel) & SERIS, dan berbagai metode keamanan lainnya. Mencapai tingkat keamanan 100% adalah hal yang mustahil, terutama dengan keterbatasan waktu pada proyek ini. Namun kami berusaha semaksimal kemampuan kami untuk mengusahakan pencapaian yang sedekat mungkin pada target tersebut. Mudah-mudahan kami telah berhasil melakukannya.
  6. Accountable : aliran data dicatat & direkam secara redundant di berbagai titik. Ditambah lagi dengan proses snapshot yang dijalankan setiap beberapa menit, yang memungkinkan kita untuk mengetahui gambaran situasi internal sistem pada suatu titik waktu & lokasi tertentu. Usaha untuk melakukan tampering pada berbagai titik pada sistem akan bisa diketahui dengan mudah misalnya dengan melakukan crosscheck pada berbagai audit logs tersebut. Diagram Sistem
  7. Murah : sistim ini, walaupun berskala nasional, namun total biayanya sangat murah. Penggunaan teknologi Open Source membantu pencapaian ini secara signifikan – engine Database SERIS misalnya; walaupun hanya menggunakan 1 buah server fisik, namun performanya sangat bagus (23.000 transaksi/detik) tidak kalah dengan rekannya di jaringan Telkomsel (18.000 transaksi/detik) yang terdiri dari beberapa server. Teknologi Open Source kini sudah sangat mature, dan memungkinkan kami untuk memanfaatkan potensi sistim secara amat maksimal. Total server yang digunakan di sistim ini hanya 7 buah, serta beberapa switch, hub, dan firewall.
  8. Easy to Use : Siapa sih yang tidak kenal dengan SMS ? :) Ini adalah salah satu alasan pemilihan teknologi ini – siapa saja bisa menggunakannya. SMS memang jelas kalah sexy jika dibandingkan dengan jargon-jargon seperti OMR, ERP, EAI, dst – tapi pada proyek dengan profil pengguna yang sedemikian ekstrim variasinya, maka sistim ini harus melakukan penekanan yang besar pada aspek kemudahan penggunaan.
  9. Easy to Deploy : Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Ini adalah fakta.
    Sebuah sistim yang akan digelar pada kondisi geografis seperti ini harus melakukan fokus kepada kemudahan deployment. Sistim SERIS di desain untuk bersifat centralized, sehingga beban pada sisi client menjadi amat sangat minim. Pada gilirannya ini memudahkan deployment, tanpa mengorbankan aspek-aspek lainnya.

  10. Powerful : walaupun hanya ada sedikit waktu untuk melakukan tuning, engine Database SERIS mampu menangani 23.000 transaksi per detik. Sedangkan frontend SERIS (tayangan tabulasinya) mampu melayani 15.000 request per detik.

Tim SERIS berfoto bersama di Ready Room

Tentu saja sistim ini masih belum sempurna. Development sistim berlangsung intens dalam waktu hanya 2 minggu. Secanggih apapun sumber daya yang ada, dengan time constraint seperti ini maka kita hanya bisa berusaha untuk mendekati kesempurnaan.

Beberapa pelajaran yang kami dapatkan & hal-hal yang masih bisa disempurnakan :

  1. Dokumentasi & Komunikasi : kesibukan dengan hal teknis membuat aspek ini agak terabaikan. Akibatnya, stakeholder sistim, KPU, seringkali tidak mendapat informasi yang memadai mengenai sistim SERIS dan perkembangannya. Ditambah lagi dengan gangguan dari berbagai pihak yang mungkin mempunyai kepentingan / conflict of interest, membuat proyek ini beberapa kali nyaris dibatalkan. Alhamdulillah, kami bersyukur bahwa stakeholder sistem ini memberikan dukungan yang sangat besar untuk proyek ini, sehingga berbagai masalah yang muncul seputar hal ini bisa diatasi bersama-sama.
  2. Performa : mungkin menurut Anda performa sistim SERIS ini sudah bagus, namun secara pribadi, kami masih belum puas :)
    Diperkirakan bahwa, dengan ketersediaan waktu dan sumber daya, sistim ini masih bisa mencapai peningkatan performa sampai, minimal, 3x lipat.

Terkapar !

Pada saat ini para personil tim SERIS sedang terkapar di berbagai penjuru Jakarta & Bogor :D , setelah bekerja keras selama berhari-hari untuk membangun sistem ini. Mereka adalah (diurut berdasarkan alfabet):

  • Abdullah Andi Koro : network admin, veteran di komunitas Open Source dan Internet. Bantuannya sangat besar dalam menjamin bahwa berbagai jaringan yang ada (provider/Telkomsel, internal, internet) bisa berfungsi dengan baik, terkoneksi di titik-titik yang diperlukan, berjalan dengan lancar & optimal.
  • Digit Oktavianto : system administrator, kami kenal dari komunitas Open Source (Linux Aktivis, MySQL, Ubuntu, dst). Banyak membantu juga dengan berbagai hal seputar database. Kecepatan kerjanya amat banyak membantu menyelesaikan berbagai masalah pada saat yang kritis.
  • Harry Sufehmi : system architect, saya bertugas mendesain arsitektur sistem, dan mengawasi agar sistem bisa bekerja secara optimal. Saat ini juga mendapat amanah sebagai Wakil Ketua II AOSI (Asosiasi Open Source Indonesia), dan anggota beberapa komunitas (Blogger, Ubuntu, Linux Aktivis, dst)
  • Johan Rukmana : Flash developer, interface tabulasi pemilu hasil karyanya dipuji oleh KPU, dan pada saat ini sedang dalam proses transfer untuk dihosting di server KPU sendiri.
  • Riyogarta Pratikto : lead developer, penggagas awal dari sistim SERIS. Anggota komunitas developer (PHP), Open Source (Ubuntu Indonesia), dan blogger. Juga berfungsi rangkap sebagai interface kami ke IFES, Telkomsel, dan KPU :) Foto bersama Tukang Internet :)
  • Rizki : system administrator, anggota komunitas Open Source (MySQL, Linux). Nicknamenya di komunitas adalah crazynuxer. Kalau sedang terlihat lowong, biasanya langsung ditarik ke tempat saya, dan dipaksa untuk melakukan optimisasi performa sistem :D
  • Wibisono Sastrodiwiryo : senior developer, dikenal dari komunitas Blogger dan Developer (PHP). Fungsinya amat vital dalam pembangunan sistim ini. Mampu bekerja dengan sangat cepat dan secara maraton ketika diperlukan pada waktu-waktu kritis di proyek ini. Juga banyak memberikan masukan & input yang berharga pada pengembangan sistem. Sekaligus merangkap Seksi Dokumentasi Proyek :) foto-foto yang Anda nikmati di artikel ini adalah hasil karya beliau.
  • Yanmarshus : QA (quality assurance), tugasnya mungkin adalah yang paling penting dalam tim ini. Advokat distro Slackware :) beliau bertugas menjamin bahwa sistim ini bisa memiliki kualitas tinggi, walaupun ada keterbatasan waktu & sumber daya yang signifikan.

Sebelum menutup mata (baca: terkapar di tempat tidur), saya ingin menghaturkan ucapan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah memungkinkan berlangsungnya tugas ini dengan lancar :

Screenshot SERIS

  • IFES : LSM dari Amerika ini memberikan bantuan hibah dana, konsultasi, dan dukungan moril kepada tim SERIS. Selama berbulan-bulan saya berhubungan dengan mereka, tidak sekalipun ada usaha mereka untuk mengintervensi proyek ini. Mereka bahkan justru membantu kami mengatasi usaha intervensi dari pihak lainnya. Karena itu maka proyek SERIS ini bisa dijalankan oleh tim kami dengan independen. Secara ringkas, tanpa IFES, maka sistim SERIS ini tidak akan terwujud. Secara khusus terimakasih saya sampaikan kepada Adam, Pak Anhar, Mike, Hank, Mauri, dan rekan-rekan lainnya di IFES. Let it be known that your help is much appreciated. Thanks guys.
  • KPU : terimakasih dan penghargaan kami sampaikan kepada KPU, untuk kepercayaan yang telah diberikan mereka kepada kami, wakil dari berbagai komunitas, untuk membangun sistim Pemilu Nasional ini. Berkat kepercayaan ini maka kami, komunitas, jadi bisa membuktikan bahwa kami pun bisa berkarya dan berkontribusi untuk negara ini. Secara khusus terimakasih kami haturkan kepada Pak Aziz, untuk semua bantuan dan dukungannya kepada tim kami. Kemampuan diplomasi Anda adalah inspirasi & contoh yang sangat berharga bagi saya pribadi.
  • Telkomsel : What can I say – these are a bunch of spectacular guys. Terimakasih kepada Pak Sarwoto dan Pak Irfan, untuk dukungan bagi proyek ini dari sisi senior management. Dedikasi mereka terhadap kesuksesan proyek nasional ini adalah inspirasi bagi kita semua. Terimakasih kami haturkan pula kepada kawan-kawan, comrade, kami di tim Telkomsel — Tetra, Faisal, Nugroho, dan banyak lagi. Anda sekalian adalah kawan seperjuangan kami dalam tugas negara ini. Kami tidak mampu menyampaikan rasa terimakasih kami secara memadai untuk semua kerjasama dan bantuan yang telah Anda berikan. Our millions of thanks are yours.

Sebetulnya masih banyak lagi pihak yang membantu dan turut urun rembuk dalam pekerjaan ini. Beberapa kontribusi mereka bahkan jauh lebih signifikan daripada kontribusi saya pribadi.

Namun, mereka meminta, malah memaksa, saya untuk tidak memaparkankan nama-nama & kontribusi mereka. Mereka adalah pahlawan sejati pada tugas, dan amanah nasional ini. Saya amat bahagia mengenal mereka, dan salah satu kebanggaan terbesar saya adalah pengakuan mereka terhadap saya sebagai “kawan” mereka.
Thanks a zillion guys. You know who you are.

Demikian ringkasan catatan dari proyek SMS Pemilu Pilpres 2009 ini. Saya mohonkan maaf jika ada kekurangan atau kesalahan dalam penulisan artikel ini. Silakan sampaikan pesan Anda pada form komentar, maka saya akan koreksi secepatnya. Terimakasih.

Hidup Open Source Indonesia ! :)
.
.
.

Materi Workshop @ Timor Leste – gratis + copyleft

Beberapa hari yang lalu saya diundang oleh Ristek untuk berkunjung ke Timor Leste selama 5 hari. Disana saya bersama Pak Onno Purbo memberikan workshop / seminar selama 3 hari. Untuk acara tersebut, saya membuat 4 buah dokumen training / tutorial.

Semua dokumen tersebut saya buat dengan lisensi GPL v2. Artinya, Anda bebas menggunakannya untuk kebutuhan Anda sendiri. Termasuk memodifikasinya untuk keperluan Anda.

Terlampir adalah dokumen-dokumen ybs :

[1] Cara Cepat Pemrograman Web – bagian 1 : berbasis Open Source (1,2 MB)
[ format PDF (280 KB)]
[2] Cara Cepat Pemrograman Web – bagian 2 : berbasis Open Source (1,2 MB)>
[ format PDF (282 KB)]
[3] Pengenalan Virtualisasi (1,6 MB) [ format PDF (888 KB)]
[4] Tutorial Open Office (4,5 MB) [ format PDF (2,9 MB)]

Dokumen ke 4 dibuat oleh Hasan (Ardelindo.com) dengan lisensi GPL. Sebetulnya dokumen tersebut membahas Open Office v2. Karena lisensinya bebas, maka saya jadi bisa meng update dokumen tersebut untuk versi 3, melakukan beberapa editing, beberapa revisi – dan lalu menyediakannya kembali untuk Anda sekalian.

Dengan membebaskan dokumen / artikel, yaitu melisensikannya secara bebas (GPL atau setara), maka dokumen tersebut seakan-akan menjadi hidup. Dia jadi bisa diakses oleh siapa saja, bermanfaat oleh siapa saja, dan bahkan jadi bisa terus relevan sesuai dengan perkembangan zaman.
Terimakasih kepada Hasan yang sudah menginspirasi saya untuk membebaskan dokumen-dokumen saya sendiri juga.

Kembali ke acaranya; mengenang kunjungan tersebut, terlampir adalah lagu “Juni di kota Dili” oleh Rita Effendi. Selamat menikmati :)

Murah itu Mahal

Ketika SD dulu, kami sekeluarga pernah pulang kampung beramai-ramai. Istilahnya, “Pulang Basamo” – pulang bersama. Konvoi banyak mobil, dari Jakarta, Merak, menyeberang Selat Sunda, terus menjelajah selatan Sumatera, sampai akhirnya tiba di desa kecil yang bernama Silungkang.

Sebetulnya ada pilihan naik kapal laut, ataupun kapal terbang. Tapi naik kapal laut betul-betul membuat pusing, mabuk saya. Sedangkan naik kapal terbang ketika itu masih cukup mahal biayanya.
Lagipula jika bisa seru menjelajah naik mobil, kenapa naik pesawat?

Ya, ketika itu jalur Lintas Sumatera belum ada. Banyak jalanan di rute kami yang masih berupa tanah dipadatkan. Kadangkala jembatannya adalah beberapa potong pohon yang dibentangkan diatas sungai, atasnya dibuat rata dengan beberapa buah papan. Ya, perjalanan pulang kampung ketika itu benar-benar adalah sebuah penjelajahan :)

Nah, ketika perjalanan sejauh itu, di rute yang tidak terlalu ramah, keamanannya pun tidak terlalu meyakinkan, sambil membawa keluarga dan anak kecil; maka konvoi adalah suatu keharusan.
Sungguh menyenangkan – pulang kampung bersama kawan-kawan dan saudara sepermainan, bersama-sama menjelajah ratusan kilometer bumi yang asing bagi kami.

Anyway, akhirnya kami tiba di desa bernama Silungkang itu. Bagi anak kota seperti saya, kampung adalah suatu tempat yang amat menarik. Semuanya serba luas ! Bisa lari ke segala arah tanpa menabrak tembok :)
Dan sungainya – bisa seharian main disitu dan tidak bosan. Nanti ketika sudah agak besar, kadang juga menemani para paman memancing, atau, menjala ! Benar-benar seru.

Ketika malam turun, kami masuk ke rumah gadang milik keluarga besar masing-masing. Rumah kayu berukuran besar ini bisa menampung beberapa keluarga di dalamnya.
Disini, waktu seperti berhenti. Kami bisa melihat berbagai foto dan benda dari zaman Jepang dan Belanda, masih tersimpan baik. Orang zaman dahulu memang begitu, mereka memperhatikan benda-benda miliknya dan dirawat dengan baik. Bahkan ketika benda tersebut sudah tidak digunakan lagi sekalipun.

Seperti sebuah mainan pesawat terbang yang saya temukan di lemari pajangan. Tadinya saya kira hanya pajangan. Bagus, pesawat Spitfire, yang digunakan Inggris di Perang Dunia II. Tapi saya segera menyadari bahwa itu bukan pajangan, melainkan mainan.

Namanya anak kecil ya otomatis langsung tertarik melihat mainan :)
Apalagi ternyata mainan ini dulu adalah milik salah satu paman saya ketika masih kecil, kemudian diturunkan lagi ke saudara-saudaranya yang lebih kecil – terus sampai akhirnya habis anak kecil di rumah itu, karena sudah besar, dan membawa anak-anak mereka juga pergi merantau ke berbagai penjuru Indonesia. Dan sejak itu pesawat mainan tersebut disimpan di dalam lemari tersebut.

Saya tercengang ketika menyadari bahwa pesawat mainan tersebut masih bisa dimainkan dan berfungsi dengan baik !
Di sayapnya ada beberapa lubang, yang kita bisa masukkan rudal ke dalamnya. Lalu kita tekan sebuah tombol di belakangnya – wusssshhh, rudal plastik tersebut meluncur kencang dan jauh.

Berapa umur mainan ini ? 30 tahun ?! :D
Dan masih bisa dimainkan dengan baik.

Sampai sekarang saya masih takjub jika ingat hal itu. Bukan apa-apa, mainan zaman sekarang kontras total dengan mainan kuno tersebut.
Harganya memang mungkin jauh lebih murah – tapi, baru beberapa kali dimainkan sudah rusak. Minta ampun. Bukan membuat senang, malah merusak kesenangan, karena rusak ketika sedang asyik dimainkan.

Efek sampingnya, anak-anak jadi cenderung tidak peduli dengan barang miliknya. Toh barang cepat rusak juga, buat apa peduli ? Dan kalau sudah rusak ya tinggal beli gantinya. Murah kok.

Padahal sikap konsumtif ini jelas tidak baik, karena berarti (antara lain) kita juga mengajarkan mereka untuk turut mepercepat kerusakan bumi.
Makin banyak barang yang rusak, berarti makin banyak sampah. Padahal plastik dan berbagai bahan pada mainan / barang murahan itu bisa utuh selama ratusan tahun, tidak mudah terurai. Kalaupun terurai, seringkali menjadi zat-zat beracun.

Akhirnya sekarang kami cenderung menghindari membelikan mereka mainan. Kecuali jika jelas bagus, ada manfaatnya, dan bisa tahan lama. Mahal, tidak apa. Kalau perlu biar anak-anak itu yang membelinya sendiri, dengan menabung dulu. Jadi biar mereka tahu nikmatnya mendapatkan sesuatu dengan usaha mereka sendiri.

Foto di atas adalah sebuah Air Conditioner (AC) merk Sanyo, yang mungkin sudah berusia sekitar 15 tahun. Dan AC ini masih dingin :)
Cukup mencengangkan, terutama ketika dibandingkan dengan berbagai AC yang baru akhir-akhir ini. Ada yang baru satu tahun sudah rusak – tidak lama setelah masa garansinya habis.

Apa bedanya AC yang baru ini dengan AC Sanyo tersebut?
Bagi orang awam seperti saya, tidak jelas, kecuali satu hal – harganya JAUH lebih murah. Made in China pula. Klop dengan imagenya yang murah meriah. Karena itu kami kemudian membelinya dalam jumlah banyak untuk beberapa kantor kami.

Apa yang kemudian terjadi ? Tidak saja banyak yang rusak, namun juga pemakaian listriknya sangat boros.

Ya, niat ingin menghemat – alhasil malah merugi. Murah itu ternyata Mahal !

Yang di samping ini adalah sebuah kursi belajar. Merk Chitose. Umurnya mungkin sudah 20 tahun.

Nah, bisakah Anda temukan cacat pada kursi tersebut ?
Boro-boro menemukan cacat, mungkin komentar Anda malah “hah 20 tahun, yang bener??” :D

Ya, harga kursi ini dulu juga tidak terlalu murah. Tapi, inilah cara kita membeli barang zaman dahulu – cash, kalau perlu menabung dulu. Dan sebagai investasi / aset jangka panjang, digunakan & dirawat dengan baik.
Hasilnya, barang yang mahal tersebut awet selama puluhan tahun. Dan harga awal yang dikira mahal itu, ternyata sebetulnya murah.

Coba kita bandingkan misalnya dengan kursi zaman sekarang yang harganya Rp 150.000. Dengan daya tahan mungkin 2 tahun, sebelum mulai rusak disana sini.
Berarti per tahun seperti kita mengeluarkan biaya sebesar Rp 75.000 untuk kursi tersebut.

Kursi Chitose yang mahal ini mungkin sekarang harganya sekitar Rp 500.000. Dengan masa penggunakan (sampai saat ini) selama 20 tahun, maka seperti kita mengeluarkan biaya per tahunnya hanya Rp 25.000 saja untuk kursi ini.

Ternyata, walaupun harganya lebih mahal, sebetulnya kursi Chitose tersebut lebih murah (paling tidak) 3x lipat daripada yang kursi murahan tersebut. :)

Zaman ini memang penuh tipuan. Yang kita kira murah, ternyata sebetulnya mahal. Yang kita kira mahal, ternyata sebetulnya murah.
Jika tidak berhati-hati, maka kita bisa tertipu dan uang kita jutaan rupiah bisa terbuang percuma begitu saja.

Jadi jangan lupa – Murah itu Mahal !

Tulisan terkait : Murah versus Kualitas

Nabi & Rasul

Saya adalah laki-laki paling ganteng, di rumah saya. Well, oke, nomor 2 paling ganteng – hanya kalah dari Umar. Anyway, hidup di tengah kumpulan wanita itu memang menyenangkan sekali. Ada banyak hal-hal menarik yang terjadi dari waktu ke waktu. Tidak pernah membosankan :)

Beberapa hari yang lalu terjadi tanya-jawab antara saya dengan Anisah, anak saya yang sulung, sebagai berikut :

Anisah (A) : Pa, kok Nabi itu tidak ada yang perempuan ya ?

Saya (S) : Hm, iya yah ?

A : Iya, semuanya cowok kan ?

S : Betul, mungkin karena pekerjaannya berat ?

A : ?

S : Lihat aja tuh Nabi Muhammad, beliau pernah malah disambit pakai batu-batu sampai berdarah-darah

A : Ya ampunnnn

S : Iya, pernah ditimpa dengan tahi unta juga. Disiram dengan air kencing. Dan berusaha dibunuh berkali-kali.

Nabi-nabi yang lain juga kayak begitu. Nabi Zakariya digergaji hidup-hidup sampai wafat.

A : Hah !!! Beneren pa? Hiiiyy

S : Ya, Nabi Yahya disembelih. Nabi Isa mau disalib – tahu gak disalib itu apa?

A : Digantung di kayu ?

S : Ya, tangannya dipaku ke tiang kayu.

A : *bergidik*

S : Nah, kalau Nabi itu perempuan, kayaknya kesian deh kalau musti kejadian kayak begitu

A : Iya ya…. aduh. Ngeri banget.

S : Ngebayanginnya aja Papa gak tega. Kalau cowok sih, biarin aja :)

A : Hahahaha…

S : Ya, itulah nasib para Nabi. Kerjaannya berat, untuk kebaikan orang lain – eehh malah dibalasnya kayak begitu sama orang yang mau mereka tolong. Cape deh.

A : Bwahahaha…

S : Yah jadi gitu kakak, mungkin karena itu gak ada Nabi yang perempuan

A : Iya lah, untung juga ya.

Jakarta 13 Mei 2009, ditulis di sela-sela rehat setelah bekerja + meeting seharian.

Cilincing Brotherhood

Barusan saya mendapat kabar kejutan yang sangat menyenangkan; saya mendapat kiriman buku dari Bang Aip. Yaitu edisi khusus dari “Cilincing Brotherhood”. Yes ! :D

Review menyusul ! Biarkan saya menikmati dulu hasil penantian selama bertahun-tahun ini (duhhh… segitunya) :D

Masih penasaran? Nih ada sneak preview nya. ;)
Enjoy !

Obama : support & assist – don’t bring him down

Let’s be clear about one thing – Obama is not perfect. Anyone thinking the reverse is deluded. He’s just a man, not an angel (although it’d be really cool if he IS indeed a black angel) :)

So he made mistakes, and he will continue to do so from time to time.

That said – I’m absolutely appalled at lack of patience that’s displayed by some people. Do you SERIOUSLY think that 8 YEARS of destructions done by Bush can be reversed by Obama in 1 MONTH ??

Come on people. We’re talking about some of the MOST thorough global destruction ever witnessed in this century. Bush does not only destroy America, he also wreaked havoc in various other countries too. Including Indonesia – various evil US corporations really did have a field day during his administration.

I already expected that Bush’s great momentum of disaster would be really hard to stop and turn  around. I’ve suspected that Obama would have to compromise in several cases – and it has started to happen. There is NO way he’d be able to do everything – he’ll have to prioritize. Anyone with the slightest experience of management roles will understand this. To compromise really sucks, but sometimes the other options are even worse. Like quitting what you’re doing. Ask yourself – do you really feel like seeing him leaving after just a while ?

What really matters is his intentions – does Obama do that because he’s evil? Or is it because he’s cornered to? Or unable to do the reverse? And so on.

Remember, we’re talking about politics here. This is among the MOST complicated subject anyone could ever encounter. And here Obama is tackling US of A’s politics – probably the most complex of them all.

Unfortunately, we can’t read into people’s mind yet. Fortunately, we CAN make intelligent assessments. Instead of just accusing people blindly, we should really do this.

Check Obama’s track records. List his negative and positive points, this will enable you to see things more objectively. Try to focus on the bigger picture.

This is why I like Truth-O-Meter by Politifact.com. It really help you to look at things objectively, not subjectively. Note that it still misses some, even big ones – such as the fact that Obama have put a good man in charge for the recovery of USA, etc.
However, it’s definitely better than nothing.

Even easier is to compare Obama with Bush.

It then become as clear as day and night !

People, help Obama to make USA better for you. Don’t drag him down over small details. When he made mistakes – let him know that you’re not happy. When he try to do something right, let him know too that you support him.

It can be very lonely up there. If all you’re doing is nag him and get angry, any human is bound to get tired of it and think, “why the hell am I doing this ?“. That’s the first step to seduction by the sweet melody from the dark side.

A small compliment from time to time never hurts. A polite, but firm, reminder is always much better than a rude one.

.
.
.
So unless you want another Bush to rise and kick your collective a$$es even harder than before – get up, and work together to rebuild America.

We will all benefit from that as well. Because we all live in this same small blue rock called “Earth”, on this vast void of universe.

With love from Indonesia.

Monty Python Goes Marketing 2.0

Beberapa waktu yang lalu, datacenter yang menghosting salah satu server saya mengirimkan sebuah surat yang mengejutkan – DMCA notice dari Lionsgate Films. 

Surat tersebut menuduh bahwa server saya telah terlibat dalam pembajakan salah satu film mereka, yaitu Transporter 3. Sebuah tuduhan yang sangat serius. Ditambah lagi bahwa server saya tersebut berada di Amerika, sehingga bisa diproses berdasarkan hukum mereka (yang ngawur berat itu).

Masalahnya :

(1) Saya tidak pernah membajak film tersebut :D

(2) Server tersebut masih kosong, jadi tidak mungkin hal tersebut dilakukan oleh customer saya

Sekedar meyakinkan, saya lakukan search terhadap seluruh isi hard disk server tsb, dan hasilnya memang bersih. Lalu sambil nyengir, saya kirimkan hasilnya ke datacenter saya, yang menerimanya sambil nyengir juga :) sepertinya ini bukan kejadian yang pertama kali, he he.

Ajaib – memang IP address yang tercantum di surat tersebut adalah milik server saya. Tapi padahal kan tidak ada pelanggaran yang saya lakukan. Ha ha ha…  :D  sekedar mendeteksi IP address saja tidak becus. 

Jadi bergidik membayangkan kalau saya adalah warga Amerika – dan kena tuduhan yang keliru seperti ini. Hidup saya bisa hancur berantakan (untunglah nenek Sarah mendapat bantuan dari EFF), walaupun saya tidak melakukan kesalahan apapun.

Anyway, ini adalah salah satu alasan saya sangat mendukung gerakan Creative Commons. Nyaris seluruh foto saya di flickr.com berlisensi bebas. Juga seluruh artikel di blog ini.

Konten yang bebas bisa sangat bermanfaat bagi sangat banyak orang. Saya sudah merasakannya sendiri. Dan karena itu juga berusaha memberikan kontribusi dalam hal ini. 

Tidak itu saja – konten yang bebas juga menguntungkan pemiliknya secara finansial. Ini sudah terbukti berkali-kali selama puluhan tahun.

Contoh: dulu para pemilik kontek protes bahwa VHS / betamax adalah sarana pembajakan. Kemudian mereka menyadari bahwa ini adalah pangsa pasar baru.

Maka  kemudian selama puluhan tahun, mereka meraup keuntungan yang sangat besar dari sini.

Ketika stasiun radio mulai bermunculan, para pemilik konten protes. “Ini adalah pembajakan konten kami, untuk keuntungan para pemilik stasiun radio!“, begitu kira-kira protes mereka.
Belakangan mereka menyadari bahwa ini adalah promosi gratis.  Lagu yang sering diputar di radio cenderung mengalami peningkatan penjualan. Maka kemudian malah terjadi kongkalikong antara pemilik konten dengan pemilik/jaringan stasiun radio – untuk mendongkrak penjualan lagu tertentu.

Walaupun tetap saja mereka berusaha mendapatkan “uang preman” dari stasiun radio…. *sigh*, human’s greed know no bound, indeed.

Di tengah berbagai kekonyolan ini, sebuah kelompok yang terkenal dengan kekonyolannya malah melakukan sesuatu yang brilian. 

Luar biasa – kru Monty Python menyediakan berbagai klip videonya di Youtube.com, dan mengakibatkan peningkatan penjualan DVD Monty Python sampai 23000% !

Di zaman elektronik ini, ada banyak kesempatan. Dan yang akan menang adalah mereka yang kreatif. Kru Monty Python mungkin konyol, tapi mereka bukan orang bodoh & rakus. Maka mereka bisa meraup keuntungannya.

Posting ini saya cantumkan juga di kategori OpenSource, karena ini adalah juga bagian dari keterbukaan. Open software, Open content, malah juga Open hardware — keterbukaan adalah hal yang penting bagi peradaban manusia. 

Selama beribu-ribu tahun, manusia selalu saling membagi penemuan mereka. Sehingga peradaban manusia bisa berkembang tanpa perlu mengulang-ulang melakukan hal yang sama. Dan semua penemuan jadi bisa bermanfaat bagi semua pihak – bukan cuma untuk segelintir orang saja. 

Selamat dan salut sekali lagi kepada kru Monty Python. Semoga teladan yang baik ini bisa ditiru oleh kita semua !

Terlampir adalah surat DMCA dari Lionsgate Films :)  

 

Read the rest of this entry »

Komputer Gratis untuk Open Source

Kabar gembira – ada persediaan ratusan komputer untuk disumbangkan kepada mereka yang membutuhkannya. Misalnya; sekolah, institusi sosial / non-profit, dan lain-lainnya. Alhamdulillah tentunya ini sungguh menggembirakan, karena bisa sangat membantu mengatasi masalah kesenjangan digital (digital divide).

Syaratnya pun mudah sekali – cukup ada komitmen bahwa komputer-komputer tersebut akan menggunakan Open Source :D
Dan, bersedia untuk diliput media setelah implementasinya selesai.

Rasanya tidak akan ada keberatan ya ? :D

Ya, Anda tidak salah baca — ratusan komputer tersebut bisa didapatkan, jika komputer tersebut kemudian menggunakan software-software Open Source.
Mungkin ini pertama kalinya di dunia ya? Justru mendapatkan komputer jika menggunakan software Open Source. Biasanya adalah kebalikannya ;)

Tidak itu saja, untuk yang memenuhi persyaratan; seperti sekolah, komunitas, dll – mungkin bisa mendapatkan juga koneksi internet gratis.

Komputer-komputer ini disumbangkan oleh berbagai perusahaan, seperti bank. Contoh spesifikasi: IBM netvista, pentium 3, ram 128 MB, hard disk, dst. Sudah lebih dari cukup untuk model komputasi thin-client misalnya. 

Peminat serius bisa meninggalkan pesan disini. Nanti akan ada tim dari AOSI  yang menindak lanjutinya, dimulai dari proses seleksi sampai delivery-nya.

Semoga bermanfaat !

Jews for Palestine – Pelajaran mengenai “generalisasi”

Luar biasa, sangat mengharukan. Saya menemukan surat pembaca dari berbagai tokoh Yahudi di Inggris, yang menyatakan kecaman mereka terhadap Israel.

Di tengah semua kemarahan, emosi, ketidak adilan, dan kekejaman di sepotong kecil tanah bernama Gaza; alhamdulillah masih ada sekelompok orang-orang yang masih bisa berpikir dengan rasional dan kritis. Dan mengutamakan hati kecil mereka daripada egonya.

Terlampir adalah surat mereka ke koran Guardian di Inggris :

We the undersigned are all of Jewish origin.

When we see the dead and bloodied bodies of young children, the cutting off of water, electricity and food, we are reminded of the siege of the Warsaw Ghetto. When Dov Weisglass, an adviser to the Israeli prime minister, Ehud Olmert, talked of putting Gazans “on a diet” and the deputy defence minister, Matan Vilnai, talked about the Palestinians experiencing “a bigger shoah” (holocaust), this reminds us of Governor General Hans Frank in Nazi-occupied Poland, who spoke of “death by hunger”.

The real reason for the attack on Gaza is that Israel is only willing to deal with Palestinian quislings. The main crime of Hamas is not terrorism but its refusal to accept becoming a pawn in the hands of the Israeli occupation regime in Palestine.

The decision last month by the EU council to upgrade relations with Israel, without any specific conditions on human rights, has encouraged further Israeli aggression. The time for appeasing Israel is long past. As a first step, Britain must withdraw the British ambassador to Israel and, as with apartheid South Africa, embark on a programme of boycott, divestment and sanctions.

Ben Birnberg, Prof Haim Bresheeth, Deborah Fink, Bella Freud, Tony Greenstein, Abe Hayeem, Prof Adah Kay, Yehudit Keshet, Dr Les Levidow, Prof Yosefa Loshitzky, Prof Moshe Machover, Miriam Margolyes, Prof Jonathan Rosenhead, Seymour Alexander, Ben Birnberg, Martin Birnstingl, Prof. Haim Bresheeth, Ruth Clark, Judith Cravitz, Mike Cushman, Angela Dale, Merav Devere, Greg Dropkin, Angela Eden, Sarah Ferner, Alf Filer, Mark Findlay, Sylvia Finzi, Bella Freud, Tessa van Gelderen, Claire Glasman, Ruth Hall, Adrian Hart, Alain Hertzmann, Abe Hayeem, Rosamene Hayeem, Anna Hellmann, Selma James, Riva Joffe, Yael Kahn, Michael Kalmanovitz, Ros Kane, Prof. Adah Kay, Yehudit Keshet, Mark Krantz, Bernice Laschinger, Pam Laurance, Dr Les Levidow, Prof. Yosefa Loshitzky, Prof. Moshe Machover, Beryl Maizels, Miriam Margolyes, Helen Marks, Martine Miel, Diana Neslen, O Neumann, Susan Pashkoff, Hon. Juliet Peston, Renate Prince, Roland Rance, Sheila Robin, Ossi Ron, Manfred Ropschitz, John Rose, Prof. Jonathan Rosenhead, Leon Rosselson, Michael Sackin, Ian Saville, Amanda Sebestyen, Sam Semoff, Prof. Ludi Simpson, Viv Stein, Inbar Tamari, Ruth Tenne, Norman Traub, Eve Turner, Tirza Waisel, Karl Walinets, Renee Walinets, Stanley Walinets, Philip Ward, Naomi Wimborne-Idrissi, Ruth Williams, Jay Woolrich, Ben Young, Myk Zeitlin, Androulla Zucker, John Zucker

Para Yahudi ini justru menyarankan boikot, penarikan investasi, dan hukuman-hukuman bagi Israel. Mudah-mudahan kita bisa menjalankan saran-saran mereka tersebut.

Juga, semoga kita bisa selalu ingat untuk tidak menggeneralisir bahwa “semua Yahudi itu jahat”. Di antara mereka, masih ada segelintir kecil yang hatinya turut menangis untuk rakyat Palestina. Tidak itu saja, mereka juga secara aktif menentang penjajahan & kezaliman Israel terhadap Palestina.

Beberapa bahkan membayar sikap mereka tersebut dengan nyawanya.

Quran tidak mengajarkan kita untuk membenci Yahudi. Namun, untuk waspada terhadap tipu daya dan makar dari sebagian mereka.
Memvonis seluruh Yahudi jahat karena kejahatan sebagian dari mereka adalah generalisasi. Ini termasuk pada ketidak adilan – dan jelas ini tidak dibenarkan oleh Islam. Islam adalah agama yang sangat menitik beratkan fokus pada keadilan. Jangan sampai kita terjerumus kepada menzalimi sebagian pihak, hanya karena kebencian & emosi kita.

Satu contoh lagi adalah Neturei Karta. Slogan mereka adalah “Orthodox Jews United Against Zionism” (*).
Ketika beberapa diantara kita mungkin hanya duduk di belakang meja dan bersimpati tanpa banyak melakukan sesuatu, para anggota Neturei Karta aktif dan gencar turun langsung ke lapangan menentang Zionisme. Luar biasa.

Yahudi juga manusia. Mereka mampu untuk melakukan kebaikan. Namun, sebagian mereka juga mampu melakukan kejahatan, seperti manusia lainnya juga. Kita musti bisa bertindak secara adil terhadap semua ini.

Satu contoh Yahudi yang pantas untuk ditindak adalah Howard Schultz. Chairman, president, dan CEO dari Starbucks, Schultz dengan aktif mendukung negara Israel, dan mengkampanyekan keberadaannya. Tentunya dia bukan tidak tahu mengenai berbagai kejahatan Israel. Namun tetap saja Schultz mendukung Zionisme.

Yah, alhamdulillah menemukan informasi ini. Menuruti himbauan dari rekan-rekan Yahudi di Inggris di atas, sekarang saya jadi sangat malas untuk ngopi di Starbucks.
Yuk kita ramaikan saja Bakoel Koffie, atau warung-warung lainnya.

Hari ini saya mendapat pelajaran yang sangat berharga mengenai kemanusiaan, empati, nurani, keadilan dan logika. Semoga bisa bermanfaat juga untuk Anda.

(*) Zionisme sebetulnya adalah salah satu bentuk ekstrimisme / zealotry dalam beragama. Dalam teks agama Yahudi sendiri sebetulnya tidak ada mengharuskan mereka untuk kembali lagi ke tanah Palestina. Zionists memilih penafsiran yang ekstrim, plus implementasi yang tidak kalah ekstrimnya lagi. Hasilnya, seperti yang sudah dan sedang kita saksikan, adalah derita berkepanjangan dari rakyat Palestina.

Neturei Karta, walaupun beraliran Orthodox, namun bisa memahami teks / ajaran agama mereka dengan baik / tidak ekstrim. Karena itu mereka bisa menyadari kekeliruan Zionists, dan tidak turut terjerumus kesitu.

Mudah-mudahan kita bisa meniru teladan mereka ini – terhindar dari berlebih-lebihan / ekstrimisme dalam beragama.

Terimakasih, pak Polisi !

Tadi malam sekitar pukul 00:15, saya sedang mengemudikan mobil di daerah Tangerang. Baru kembali dari airport, silaturahmi dengan kawan lama dari Inggris. Jalanan cukup sepi, jadi saya bisa mengemudi dengan tenang. Anak-anak sudah lelap semua di bangku belakang – yang diratakan, sehingga bagasinya menjadi luas; dan tadinya adalah tempat bermain mereka.

Tiba-tiba, ada lampu merah yang diayun-ayunkan di depan saya. Karena kaget, mobil saya hentikan agak mendadak, walaupun sebetulnya jaraknya masih jauh. Ternyata ada beberapa polisi yang sedang berada di tengah jalan. Oh, sepertinya ini razia.

Saya buka kaca dan menyapa polisi yang menghentikan kami, “Ada apa pak?”. Dijawab oleh beliau, “Bisa saya cek surat-suratnya pak? Juga tolong hidupkan lampu dalamnya”.
Karena mobil berhenti mendadak, posisinya agak ke tengah jalan. Saya tanya, apakah perlu dipinggirkan dulu? Mungkin karena sudah tengah malam dan jalanan sepi, petugas polisi tsb menjawab tidak apa / tidak perlu.

Saya berikan STNK & SIM saya, dan lalu lampu dalam saya hidupkan. Beberapa anak-anak bergeser dari posisinya. Helen terbangun dan juga kaget melihat saya dihentikan polisi. Saya cengar-cengir :)

Surat-surat beres, dan isi mobil tidak ada yang mencurigakan, maka kami dipersilakan untuk berjalan kembali. Saya pamit sambil mengucapkan terimakasih.
Sepertinya petugas tersebut agak terkejut. Raut mukanya agak letih. Saya cuma bisa membayangkan bagaimana kalau saya disuruh bertugas di tengah malam, di tengah jalan, seperti itu juga.

Saya ucapkan alhamdulillah masih ada petugas / institusi yang peduli. Saya jelaskan ke Helen, bahwa dengan sering razia seperti itu, mudah-mudahan orang-orang jadi tergerak untuk mengemudi dengan baik. Paling tidak, melengkapi surat-suratnya.

Selain itu, jika dilakukan cukup sering, juga bisa membantu mengurangi kejahatan.
Kebetulan di malam sebelumnya, ada sebuah mobil kami yang pada pagi hari ditemukan sudah terbuka pintu depannya. Untungnya, mobil tersebut dilengkapi dengan sebuah killswitch – sebuah tombol tersembunyi yang harus diaktifkan terlebih dahulu, agar mobil tersebut bisa di starter. Maling amatir itu jadinya gagal menggondol mobil tersebut :)

Anyway, kalaupun mobil tersebut berhasil digondol, tapi kemudian maling tersebut bertemu tim razia, maka tentu usahanya tersebut akan jadi gagal.

Di daerah Tangerang sepertinya cukup sering diadakan razia seperti ini. Demikian juga sekitar daerah Senen, saya sudah beberapa kali bertemu razia seperti itu sekitar pukul 3 pagi.
Setiap kali saya dihentikan adalah sedang dalam keadaan letih, namun saya selalu ucapkan terimakasih. Karena saya tahu bahwa saya sendiri tidak mampu ditugaskan di tengah jalan di tengah malam seperti itu, sambil menghadapi para pengendara yang cemberut karena kenyamanannya berkendara terganggu.

Terimakasih para Bapak Polisi. Semoga bisa terus semakin baik dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Lifestream @ sufehmi.com

Di zaman digital ini sangat mudah bagi kita untuk meninggalkan jejak di berbagai tempat. Blog, komentar blog, facebook, plurk, microblogs, mailing list, online forums, dan lain-lainnya. Ini amat menyenangkan, menemukan dunia yang sedemikian interaktif, instant – namun tidak hanya sesaat.

Karena jejak-jejak digital / lifestream ini terus tersimpan selama bertahun-tahun. Misalnya, saya masih bisa menemukan posting-posting pertama saya dalam b.Inggris, dan tentu saja b.Inggrisnya masih pada belepotan. Atau sisa-sisa ketersambungan saya dengan dunia BBS Indonesia, di milis seperti bemo-batavia dan lain-lainnya. Juga ada banyak di situs arsip seperti archive.org dan mail-archive.org

Nah, tapi sayangnya, memang jejak ini terpencar dimana-mana. Walaupun Google sangat banyak membantu untuk menemukannya, namun tetap tidak berhasil saya temukan semuanya. Di antara ratusan juta website di seluruh dunia, ada jejak-jejak saya yang terselip disana-sini.

Karena itu kemudian saya membuat situs Lifestream saya sendiri, yaitu lifestream.sufehmi.com

Situs ini mengumpulkan jejak-jejak digital saya di :

  1. Facebook : melalui jasa FriendFeed.com
  2. Kronologger.com : situs microblogging pertama di Indonesia. Biasanya saya kron via SMS.
  3. Plurk.com : melalui jasa baik FriendFeed.com lagi
  4. Komentar di berbagai blog : dilacak dengan bantuan dari CoComment.com

Situs Lifestreamnya sendiri menggunakan Wordpress Legacy, plus plugin Feedwordpress.

Plugin Feedwordpress akan “menyedot” feed RSS dari 4 sumber diatas. Dan lalu di posting di situs Lifestream saya yang berbasis Wordpress Legacy ini.

Hasilnya cukup menarik. Kini jejak-jejak saya jadi makin mudah ditemukan, karena terkumpul di satu tempat :)

Dulu saya sempat segan jika ingin berinteraksi di suatu tempat, karena tidak ingin kehilangan jejaknya. Kini, saya akan bisa selalu melacaknya kembali melalui Lifestream saya.

Sudahkah Anda mengumpulkan jejak-jejak digital Anda ?

Let’s lifestream !

NB: selagi menulis artikel ini, tidak sengaja menemukan posting jadul saya dulu di milis linux-aktivis.
OMG….. **umpetin muka di bawah bantal** :D

Saya menemukan juga paper saya mengenai eCommerce Indonesia, yang saya buat di tahun 2000

Menelusuri jejak digital / lifestream kita, memang menarik dan menyenangkan :)
Kini juga bisa dilakukan dengan cepat, tanpa membuang-buang waktu kita.

Selusin Sutera dari (dan untuk) Pacarku

Saya jarang memperhatikan puisi karena sering tidak paham maksudnya. Terakhir saya mengutip puisi adalah Tuhan 9 Senti nya Taufiq Ismail.

Malam ini saya menemukan puisi ini, diposting di milis internal ISNET. Tersentuh sekali rasanya. Ada pelajaran-pelajaran hidup yang baik di dalamnya.

Terimakasih kepada mbak Eva Nukman yang telah sharing puisi ini. Mudah-mudahan saya bisa mengikuti teladannya juga.

Enjoy.

Selusin Sutera dari (dan untuk) Pacarku

sutera dariku untukmu, darimu untukku
selusin banyaknya, dari kita untuk kita
karena kau tak hanya memberi
dan aku tak cuma menerima

lapisan pertama menjadi alas, lapisan kedua menjadi pondasi
sebutlah mereka saling menghargai dan saling mengerti
dan kau boleh mempertukarkannya menjadi yang kesatu atau yang kedua

sutera ketiga adalah kepercayaan dan kesetiaan
yang berjalin berkelindan, kait mengait
membuhul dan mengikat

lapisan sutera keempat adalah dada yang lapang
untuk bersabar
untuk memaafkan

sutera kelima adalah dukungan
agar kau menjadi dirimu
dan aku menjadi diriku

lapisan keenam adalah materi
yang darinya kita kan selamanya kekurangan jika selalu melihat ke atas dan
mengeluh
dan sebaliknya senantiasa berlimpahan jika memandang ke bawah serta
bersyukur

perhatian dan kepedulian menjadi sutera ketujuh
karena kau dan aku tidak lagi hidup sendiri

sutera kedelapan adalah kebersamaan di dalam perbedaan
kau tidak harus menjadi aku
dan aku tidak mesti beralih serupamu

yang kesembilan, kesepuluh, dan kesebelas
adalah tiga makhluk mungil nan beranjak remaja
yang merekat, mempererat, mempertebal hubungan di antara kita

sutera kedua belas, haruskah kusebutkan?
ia menyelubungi, membungkus kesebelas sutera sebelumnya
yang tanpanya mereka bagai tak punya makna
dan bahkan mungkin tak kan pernah ada

sutera kedua belas adalah cinta
yang apinya terus menyala menghangatkan
karena kau bukan saja suamiku, dan ayah dari anak-anakku
tetapi kau juga sahabatku
serta pacarku

itulah selusin sutera darimu untukku, dariku untukmu
dari kita untuk kita
karena aku tak hanya memberi
dan kau tak cuma menerima

sutera, karena dua puluh lima adalah perak dan lima puluh adalah emas
selusin, karena itulah bilangan tahun yang berlalu
sejak ayahku menggenggam tanganmu berucap ijab dan kau jawab dengan kabul

selusin sutera untuk cinta kita
yang dengan Bismillah kita memulakannya
selusin sutera untuk bahtera cinta kita
yang berharap cinta-Nya
[va]

untuk dia
Düsseldorf, 28.08.06
mengenang tanggal yang sama dua belas tahun lalu.

Selamat ulang tahun ke 25, GNU & Free Software (software bebas) !

OK ini memang telat, tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali :)

Pada tanggal 2 September, 25 tahun yang lalu, Richard Stallman memulai gerakan Free Software (software bebas – bukan software gratisan). Dulu hanya mempengaruhi komunitas developer, ternyata, sejalan dengan semakin meratanya penggunaan komputer di segala aspek kehidupan, kini Free Software telah semakin dikenal oleh masyarakat umum.

Termasuk oleh Stephen Fry, aktor Inggris yang terkenal dengan perannya di film-film sukses seperti “A fish called Wanda” dan “V for Vendetta”. Perannya di “V for Vendetta” cukup terkenal – disitu dia tewas dihukum mati oleh rezim diktator karena nekat menyimpan sebuah karya literatur terlarang di zaman tersebut, yaitu Al-Quran :D
Cukup unik (and, at the same time; weird, amused, amazed) mendengar bagaimana karakternya di film tersebut, Gordon Dietrich, yang homoseksual, memuja Quran (this is the second time I’ve encountered such thing) karena “bahasanya yang indah”. Dan dia lebih memilih tewas daripada mengorbankan kebebasannya (untuk menghargai semua hal yang dilarang oleh rezim tersebut).

Hadiah dari Stephen Fry adalah sebuah video khusus yang merayakan hari ulang tahun Free Software yang ke 25. Pada video tersebut, Stephen menjelaskan tentang Free Software & GNU dalam bahasa yang sangat mudah dipahami. Cukup mencengangkan melihat orang tua yang lucu ini (Stephen Fry terkenal sebagai komedian di Inggris) ternyata memahami berbagai konsep dan filosofi dibalik gerakan Free Software. This guy is truly awesome.

Dan dia ternyata merasa tergerak untuk turut mempromosikan soal Free Software ini kepada masyarakat luas.
Saya jadinya tergerak juga untuk menyebarkan video yang unik ini kepada masyarakat kita :D

Silahkan video Ulang Tahun 25 GNU bisa Anda download dari sini (7 MB)

Jika Anda menggunakan video player yang mendukung subtitle, seperti V L C, silahkan download subtitle Bahasa Indonesia disini. (8 kb)

Versi lainnya :

[ Selamat Ulang Tahun 25 GNU Medium Quality ] (21 MB)

[ Selamat Ulang Tahun 25 GNU High Quality ] (33 MB)

[ Selamat Ulang Tahun 25 GNU Best Quality ] (125 MB)

File video ini adalah dalam format Ogg, yaitu format video yang, tentu saja, bebas tersedia untuk siapa saja. Tanpa batasan apapun.
Panduan untuk setup driver/codec untuk format video Ogg ini bisa dibaca disini.

Selamat menikmati, dan, selamat ulang tahun 25 untuk GNU & Free Software !

Welcome : Pesta Blogger 2008 !

Kabar gembira, pada hari ini Pesta Blogger 2008 telah resmi diumumkan. Akhirnya, acara yang sudah lama saya tunggu-tunggu ini sebentar lagi bisa kita nikmati bersama :D

Detail selengkapnya :

Nama Acara : Pesta Blogger 2008
Tema Acara : “Blogging for Society”

Tanggal : 22 November 2008
Lokasi : Gedung BPPT II, Lantai 3, Jl. MH Thamrin no. 8, Jakarta (seberang Hotel Sari Pan Pacific)

Pendaftaran : Saya belum tahu bagaimana caranya. Coba kita ganggu pak Ong :)

Sampai jumpa di acara ini !

Pemilu 2009 : Sudahkan Anda Terdaftar ?

Kemarin ini saya mendapat email dari milis Telematika. Isinya adalah link ke polling Pemilu 2009, apakah kita berencana untuk mencoblos atau tidak pada pemilu kali ini.

Saya baru sadar, eh saya sudah terdaftar atau belum ya ? Hehe… saya ingin mencoblos. Tapi kalau belum terdaftar, pastinya jadi tidak bisa nyoblos dong, iya kan?

Nah kemudian saya jadi ingat dengan sebuah SMS yang saya terima beberapa waktu yang lalu. Ceritanya, beberapa kawan kita berhasil mendapatkan link ke database KPU, dan lalu menyediakan layanan untuk memeriksa status pendaftaran Anda pada Pemilu 2009 ini, via SMS, dengan cuma-cuma (hanya biaya SMS normal). Wow.

Caranya mudah sekali. Cukup buat SMS seperti berikut ini :

CEK [spasi] Nomor KTP [spasi] Nama lengkap sesuai KTP

Lalu kirimkan ke 0812 1045 6784. Gampang ya ?

Saya ingin mencantumkan nama kawan-kawan yang sudah menyediakan layanan ini untuk kita semua, tapi saya tidak yakin apakan mereka ingin namanya tercantum disini (friends, just let me know, thanks!)

OK, mari kita cek status pendaftaran kita untuk Pemilu 2009, dan lalu sampaikan aspirasi Anda di halaman ini.

Semoga Pemilu 2009 bisa memberikan lebih banyak lagi kebaikan bagi kita semua.

            








SEObox: Web Hosting Murah Unlimited Homeschooling Indonesia lead retrieval trade show registration